P. 1
Perbawaslu No.8 2008_tata Dinas

Perbawaslu No.8 2008_tata Dinas

|Views: 855|Likes:
Published by Sabar Abu Aqmar
peraturan bawaslu
peraturan bawaslu

More info:

Published by: Sabar Abu Aqmar on Mar 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

Page 1 of 11

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 08 TAHUN 2008 TENTANG TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI, PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA, DAN PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM, Menimbang : bahwa untuk tertib administrasi pelaksanaan tugas dan wewenang pengawasan penyelenggaraan pemilihan umum serta keseragaman pola administrasi perkantoran di jajaran Panitia Pengawas Pemilihan Umum, perlu menetapkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan; : 1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 3. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4721); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang Lambang Negara (Lembaran Negara 1951 Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1976) ; 5. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1958 tentang Penggunaan Lambang Negara (Lembaran Negara 1958 Nomor 1971, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1636); 6. Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2008 tentang Pola Organisasi

Mengingat

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TENTANG TATA NASKAH DINAS DI LINGKUNGAN PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI. dan Panwaslu Kecamatan. Stempel Instansi adalah alat dan/atau cap yang digunakan untuk mengesahkan suatu naskah dinas yang telah ditandatangani oleh pejabat yang berwenang di lingkungan Panwaslu Provinsi. 8. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 03 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum dan Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum. Panitia Pengawas Pemilihan Umum Provinsi dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. 7. ketua Panwaslu Kabupaten/Kota. 3. 5. Tata Naskah Dinas adalah kumpulan ketentuan yang bersifat normatif. 4. Panwaslu Kabupaten/Kota. Stempel Jabatan adalah alat dan/atau cap yang digunakan untuk mengesahkan suatu naskah dinas yang telah ditandatangani oleh ketua Panwaslu Provinsi. dan ketua Panwaslu Kecamatan. Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 07 Tahun 2008 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum. selanjutnya disebut Panwaslu Kecamatan. Naskah Dinas Panwaslu yang selanjutnya disebut naskah dinas adalah alat komunikasi kedinasan secara tertulis yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk hukum dan bentuk surat. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan: 1. 2. Kop Naskah Dinas adalah bagian teratas dari naskah dinas yang memuat sebutan 6. mengatur sifat dan tatalaku serta menjadi pedoman dalam komunikasi kedinasan dalam bentuk tertulis. adalah panitia yang dibentuk oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi dan kabupeten/kota. . adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan atau nama lain. 7. Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan.Page 2 of 11 dan Tata Kerja Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum dan Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan Umum. PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA DAN PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN. selanjutnya disebut Panwaslu Provinsi dan Panwaslu Kabupaten/Kota.

Asas keamanan. prosedur. yaitu naskah dinas diproses dan disusun menurut tatacara dan bentuk yang telah dibakukan. dan tata cara penyelenggaraannya. kewenangan. penyusunan naskah dinas. BAB II ASAS TATA NASKAH DINAS DAN TATA PERSURATAN DINAS Bagian Pertama Asas Tata Naskah Dinas Pasal 2 Asas tata naskah dinas adalah pedoman atau acuan dasar mengenai pelaksanaan naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi. yaitu penyelenggaraan tata naskah dinas dapat dipertanggungjawabkan dari segi isi. pemberkasan. pengklasifikasian. Asas dayaguna dan hasilguna. Asas pertanggungjawaban. kemudahan prosedural. dan keabsahan. format. Panwaslu Kabupaten/Kota. menurut pedoman umum dan petunjuk teknis tata naskah dinas yang mengatur pembakuan jenis. Asas keterkaitan. penyampaian kepada yang berhak. Asas pembakuan. yaitu penyelenggaraan tata naskah dinas secara berdayaguna dan berhasilguna dalam penulisan. . Panwaslu Kabupaten/Kota. spesifikasi informasi. dan Panwaslu Kecamatan. kearsipan. serta pengamanan dalam aspek legalitas. 5. yaitu tata naskah dinas harus aman secara fisik dan substansi mulai dari penyusunan. Sampul Naskah Dinas adalah sampul dan/atau alat pembungkus naskah dinas yang mempunyai kop naskah dinas. Asas kecepatan dan ketepatan. benar. penggunaan ruang atau lembar naskah dinas. Pasal 3 Asas tata naskah dinas terdiri atas: 1. serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik. 8.Page 3 of 11 Panwaslu Provinsi. yaitu untuk mendukung kelancaran tugas dan fungsi satuan kerja atau satuan organisasi. 3. Bagian Kedua Tata Persuratan Dinas 2. dilihat dari kejelasan redaksional. dan lugas. dan Panwaslu Kecamatan. pengarsipan dan pendistribusian. 6. tata naskah dinas harus dapat diselesaikan tepat waktu dan tepat sasaran. 4. yaitu penyelenggaraan tata naskah dinas terkait dengan kegiatan administrasi umum dan unsur administrasi lainnya. serta kecepatan dan ketepatan penyampaian.

Salinan dan/atau tembusan surat dibuat terbatas hanya untuk kebutuhan sebagai berikut: a. Dalam hal terjadi keterlambatan dalam menjawab surat yang masuk: a. serta dilakukan melalui surat-menyurat secara cermat agar tidak menimbulkan salah penafsiran. instansi penerima harus memberikan jawaban atas konfirmasi si pengirim surat. pejabat yang bersangkutan melakukannya sejak dari tahap penyusunan rancangan. dan b. Pasal 5 Penerapan tata persuratan dinas harus memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. . dan c. Salinan dan/atau tembusan surat hanya diberikan kepada yang berhak dan memerlukan. atas pemberitahuan dari instansi penerima. b. 3. 7. surat dengan sifat ”segera” dijawab dalam batas waktu paling lama 2 x 24 jam setelah surat diterima. dan pembicaraan melalui telepon. 8. surat dengan sifat “amat segera” dikirim dan disampaikan paling lambat 24 jam sejak surat tersebut diselesaikan. Panwaslu Kabupaten/Kota. Surat yang sudah ditandatangani harus segera dikirim ke alamat yang dituju dalam surat. c. Batas waktu pengiriman dan penyampaian surat disesuaikan dengan sifat isi surat sebagai berikut: a. instansi pengirim dapat meminta keterangan dari penerima surat tentang alasan keterlambatan serta konfirmasi tentang waktu akan diterimanya jawaban. kunjungan pribadi. 5. dengan menjadikan lembaran surat yang dibubuhi paraf sebagai arsip. 4. 2. dan Panwaslu Kecamatan. b.Page 4 of 11 Pasal 4 Tata persuratan dinas adalah pengaturan ketatalaksanaan penyelenggaraan surat-menyurat yang dilaksanakan di lingkungan Panwaslu Provinsi. sehingga perbaikan pada rancangan final dapat dihindari. b. serta dalam hal penyusunan surat dinas memerlukan koordinasi. surat dengan sifat ”segera” dikirim dan disampaikan paling lambat 2 x 24 jam sejak surat tersebut diselesaikan. c. seperti diskusi. surat dengan sifat ”biasa” dijawab dalam batas waktu paling lama 3 x 24 jam setelah surat diterima. 6. yang dinyatakan dengan mencantumkan alamat yang dimaksud dalam “tembusan”. Batas waktu pemberian jawaban atas surat disesuaikan dengan sifat isi surat yang bersangkutan sebagai berikut: a. Koordinasi antar pejabat terkait hendaknya dilakukan dengan mengutamakan metode yang paling cepat dan tepat. salinan dan/atau tembusan sebagai laporan kepada pejabat yang berwenang. surat dengan sifat ”amat segera” dijawab dalam batas waktu paling lama 24 jam setelah surat diterima. Penyelenggaraan urusan kedinasan harus menggunakan tatacara dan prosedur suratmenyurat secara resmi. instansi penerima surat harus segera memberitahukan keterlambatan tersebut kepada instansi pengirim. surat dengan sifat ”biasa” dikirim dan disampaikan paling lambat 3 x 24 jam sejak surat tersebut diselesaikan. salinan dan/atau tembusan untuk pejabat yang secara fungsional terkait. Salinan untuk arsip tidak dicantumkan dalam “tembusan” melainkan tersimpan secara otomatis.

Warna dan kualitas kertas naskah dinas: a. Tingkat kerahasiaan isi surat berhubungan erat dengan keamanan dan keselamatan negara. dan c. b. sangat rahasia disingkat SR sebagai tingkat kerahasiaan tertinggi yang jika disebarluaskan secara tidak sah atau jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak. c. . atau B yang dibuat dengan berwarna merah pada bagian atas dan bawah setiap halaman surat dinas. dalam hal naskah dinas diketik dengan mesin ketik biasa. untuk surat-menyurat dengan naskah dinas berlambang negara dan/atau logo instansi menggunakan kertas HVS di atas 80 gram atau jenis lain dengan nilai keasaman tertentu dan nilai kegunaan dalam waktu lama. Ukuran kertas yang digunakan untuk naskah dinas: a. dan warna tinta dalam naskah dinas: a. dan c. 10. 15. 11. b. pengetikan. c. konfidensial disingkat K sebagai tingkat kerahasiaan terendah yang jika disebarluaskan secara tidak sah atau jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak akan merugikan institusi penyelenggara negara. naskah dinas yang berjangka waktu simpan 10 tahun atau lebih dan bernilai guna permanen menggunakan kertas dengan nilai keasaman (Ph) serendah-rendahnya 7. dalam hal naskah dinas diketik dengan mesin ketik elektronik atau komputer. tembusan diketik dengan kertas karbon pada kertas doorslag/manifold/tissue. Jenis dan ukuran huruf. Jenis kertas yang digunakan untuk naskah dinas: a. K. dan b. 12. b. R. b. Surat yang disertai dengan lampiran. folio berukuran 210 x 330 mm untuk surat-menyurat. cap dan/atau stempel tingkat kerahasiaan surat pada salinan dan/atau tembusan harus dengan warna yang sama dengan warna cap dan/atau stempel pada surat asli. warna tinta hitam. dan c. 14. e. untuk surat-menyurat berupa penggandaan dan dokumen pelaporan menggunakan kertas HVS 80 gram. Jika surat dinas tersebut disertai dengan salinan dan/atau tembusan. rahasia disingkat R sebagai tingkat kerahasiaan sedang yang jika disebarluaskan secara tidak sah atau jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak. 13. lampiran hanya disampaikan kepada unit kerja yang menjadi tujuan surat. jenis dan ukuran huruf Arial 12 atau disesuaikan dengan kebutuhan. biasa disingkat B sebagai tingkat kerahasiaan yang tidak termasuk dalam klasifikasi a. berwarna putih dengan kualitas terbaik digunakan untuk naskah dinas asli. berwarna putih dengan kualitas biasa digunakan untuk salinan dan/atau tembusan. akan merugikan negara. namun tetap mengandung kerahasiaan yang tidak boleh disebarluaskan secara tidak sah atau jatuh ke tangan pihak yang tidak berhak. d. b. d. dalam hal tembusan akan dikirim kepada unit kerja terkait. A4 berukuran 297 x 210 mm atau 8 x 11 inci untuk makalah dan laporan. tembusan dibuat pada kertas biasa dengan menggunakan mesin fotocopy. Tanda tingkat kerahasiaan surat dibubuhkan cap dan/atau stempel berisi singkatan klasifikasi tingkat kerahasiaan yaitu huruf SR. pengetikan spasi tunggal atau satu setengah atau ganda sesuai kebutuhan. A5 berukuran 210 x 148 mm untuk pidato. dengan klasifikasi isi surat sebagai berikut: a. akan membahayakan keamanan dan keselamatan negara.Page 5 of 11 9.

Telaahan Staf/Hasil Kajian. b. Surat Keterangan. b. (3) Naskah dinas Panwaslu Kecamatan yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 meliputi: a. Pasal 7 (1) Naskah dinas Panwaslu Provinsi yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 meliputi: a. h. Surat Pengantar. f. Surat Undangan. Surat Perjanjian.Page 6 of 11 BAB III SUSUNAN DAN BENTUK NASKAH DINAS Pasal 6 Naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi. dan/atau t. Nota Dinas. j. Keputusan Panwaslu Provinsi. Surat Tugas/Surat Perintah Perjalanan Dinas. Daftar Hadir. g. Surat Kuasa. l. Laporan. Berita Acara. Keputusan Panwaslu kecamatan. m. Surat Edaran. . s. Keputusan Kepala Sekretariat Panwaslu Kecamatan. Rekomendasi. Surat Biasa. p. Surat Edaran. k. b. q. b. Surat Keterangan. Memo. r. (2) Naskah dinas Panwaslu Kabupaten/Kota yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 meliputi: a. n. Lembar Disposisi. Surat Panggilan. o. Keputusan Kepala Sekretariat Panwaslu Provinsi. c. Pengumuman. Notulen (5) Naskah dinas Panwaslu Kabupaten/Kota yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk surat meliputi: a. d. Keputusan Panwaslu Kabupaten/Kota. i. e. Surat Izin. c. Keputusan Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota. Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan dirumuskan dalam susunan dan bentuk produk hukum dan bentuk surat. Surat Biasa. (4) Naskah dinas Panwaslu Provinsi yang dirumuskan dalam susunan dan bentuk surat meliputi: a. b.

l. Laporan. n. Lembar Disposisi. Nota Dinas. (6) Naskah dinas Panwaslu Kecamatan yang dirumuskan dalam bentuk surat meliputi: a. h. Laporan. g. Surat Izin. Pasal 9 Naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi. g. o. Lembar Disposisi. t. Memo. e. Surat Undangan. Surat Perjanjian. s. Daftar Hadir. Surat Keterangan. i. Surat Edaran. m. l. Memo. dan/atau t. r. Pengumuman. dan/atau Notulen. Telaahan Staf/Hasil Kajian. Notulen. r. Rekomendasi. Surat Panggilan. s. k. Surat Undangan. f. Telaahan Staf/Hasil Kajian. Nota Dinas. b. Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dibuat menurut format sebagaimana dalam Lampiran I Peraturan ini. k. Rekomendasi Daftar Hadir. e. Surat Pengantar. p. q. Surat Panggilan. j. Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan diolah oleh sekretariat Panwaslu Provinsi. Surat Pengantar. Pengumuman. p. Berita Acara. Surat Izin. Surat Tugas/Surat Perintah Perjalanan Dinas. m. d. sekretariat Panwaslu Kabupaten/kota dan sekretariat Panwaslu Kecamatan.Page 7 of 11 d. Berita Acara. Surat Tugas/Surat Perintah Perjalanan Dinas. . Pasal 8 Susunan dan bentuk naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi. Surat Kuasa. h. c. q. i. o. j. Surat Biasa. f. Surat Perjanjian. Surat Kuasa. n.

Page 8 of 11 BAB IV KEWENANGAN PENANDATANGANAN Pasal 10 (1) Naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi. Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan seditandatangabagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan oleh pejabat Panwaslu yang diberi wewenang untuk itu menurut ketentuan dalam Peraturan ini. Kepala sekretariat Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan menanda-tangani naskah dinas dalam bentuk surat yang materinya merupakan penjelasan atau pelaksanaan dari suatu keputusan Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan atau pelaksanaan lebih lanjut dari keputusan kepala sekretariat yang menyangkut tugas dan tanggungjawab sekretariat Panwaslu. Panwaslu Kabupaten/Kota dan Panwaslu Kecamatan ditandatangani oleh ketua Panwaslu dan/atau kepala sekretariat Panwaslu Provinsi. Kepala sekretariat Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan menanda-tangani naskah dinas dalam bentuk keputusan yang materinya merupakan pelaksanaan kewenangan kepala sekretariat dan menyangkut tugas dan tanggungjawab sekretariat Panwaslu. Penunjukan pelaksana tugas ketua sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan melalui rapat pleno Panwaslu. Pasal 13 (1) Dalam hal kepala sekretariat Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan berhalangan. penandatanganan naskah dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dilakukan oleh pelaksana tugas kepala sekretariat. Pasal 12 (3) (4) Kepala sekretariat Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan menanda-tangani naskah dinas dalam bentuk keputusan dan surat. serta ketua dan/atau kepala sekretariat Panwaslu Kecamatan. penandatanganan naskah dinas dilakukan oleh salah seorang anggota yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua. ketua dan/atau kepala sekretariat Panwaslu Kabupaten/Kota. Pelaksana tugas kepala sekretariat sebagaiman dimaksud pada ayat (1) ditunjuk oleh (3) (5) (2) . Pasal 11 (1) (2) Ketua Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan menandatangani naskah dinas dalam bentuk keputusan dan surat. Apabila ketua Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan berhalangan. (2) Penandatanganan naskah dinas Panwaslu Provinsi.

(nama kecamatan)” dan “KETUA” di antara lingkaran tengah dan lingkaran dalam.8 cm. Stempel jabatan dan stempel instansi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. tulisan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN .. c.... tulisan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI . (nama kabupaten/kota)” dan “KETUA” di antara lingkaran tengah dan lingkaran dalam. garis lingkaran dalam. garis lingkaran tengah. tulisan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA . c. b. garis lingkaran luar. (2) Stempel instansi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 memuat: a.. Pasal 16 (1) Stempel jabatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 memuat: a. ukuran garis tengah lingkaran dalam stempel jabatan dan stempel instansi pada Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan adalah 2. yang dibatasi dengan bintang segi lima di kiri dan kanan. b.. ukuran garis tengah lingkaran luar stempel jabatan dan stempel instansi pada Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan adalah 4 cm.7 cm. (nama provinsi)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA . d. ukuran garis tengah lingkaran tengah stempel jabatan dan stempel instansi pada Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan adalah 3. (nama kabupaten/kota)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN .. (nama provinsi)” dan “KETUA” di antara lingkaran tengah dan lingkaran dalam. Lambang Negara yang berada di dalam lingkaran dalam. BAB V STEMPEL JABATAN DAN STEMPEL INSTANSI Pasal 14 (1) (2) Stempel jabatan dan stempel instansi pada Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan berbentuk lingkaran. b... b.. yang dibatasi dengan bintang segi lima di kiri dan kanan. Pasal 15 Ukuran stempel sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 adalah: a. d. yang dibatasi dengan bintang segi lima di kiri dan kanan. tulisan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI . yang dibatasi dengan bintang segi lima di kiri dan kanan.. Pasal 17 . (nama kecamatan)” di antara lingkaran tengah dan lingkaran dalam. isi stempel.Page 9 of 11 Panwaslu dari pegawai sekretariat yang memiliki pangkat/golongan ruang tertinggi. c. Lambang Negara yang berada di dalam lingkaran dalam..

. BAB VI (2) (2) . Stempel jabatan dan stempel instansi di lingkungan Panwaslu Provinsi/Kabupaten/ Kota/Kecamatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan ini.. (nama kecamatan)” dan ditempatkan di bagian tengah atas.. (nama kabupaten/kota)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN ..Page 10 of 11 (1) Stempel jabatan dipergunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh ketua Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan... Pasal 19 (1) Kepala sekretariat berdasarkan wewenang jabatannya membuat. dan untuk sampul naskah dinas yang ditujukan kepada instansi dan/atau pihak lain. (2) Stempel instansi dipergunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh pelaksana tugas ketua.. (nama kecamatan)” dan alamat lengkap.. (nama kabupaten/kota)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN . kepala sekretariat. (2) Stempel jabatan dan stempel instansi dibubuhkan pada bagian kiri dari tanda tangan pejabat. atau pelaksana tugas kepala sekretariat. BAB VI KOP NASKAH DINAS Pasal 20 (1) Kop naskah dinas Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan yang menggunakan Lambang Negara berwarna hitam bertuliskan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI ... yang ditempatkan di bagian tengah atas.. Pasal 21 Kop naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 dibuat menurut format sebagaimana dalam Lampiran II Peraturan ini. digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh ketua atau pelaksana tugas ketua Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan. (nama provinsi)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA . (nama provinsi)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA . digunakan untuk naskah dinas yang ditandatangani oleh kepala sekretariat atau pelaksana tugas kepala sekretariat.. Pasal 18 (1) Stempel jabatan dan stempel instansi menggunakan tinta berwarna ungu. Kop naskah dinas Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan bertuliskan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI . menguasai dan bertanggung jawab atas penggunaan stempel jabatan dan stempel instansi di lingkungan Panwaslu.

. nomor telepon. nomor faximile. Pasal 23 (1) Sampul naskah dinas Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan bertuliskan “PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI . (nama provinsi)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KABUPATEN/KOTA . (2) NUR HIDAYAT SARDINI. Sampul naskah dinas di lingkungan Panwaslu Provinsi/Kabupaten/Kota/ Kecamatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II. (nama kabupaten/kota)” atau ”PANITIA PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KECAMATAN . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM KETUA. S.Si ... M. dan alamat... (nama kecamatan)”..Sos.Page 11 of 11 SAMPUL NASKAH DINAS Pasal 22 Sampul naskah dinas berbentuk empat persegi panjang dan berwarna coklat muda kertas cassing. dan kode pos ditempatkan di bagian tengah atas. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 24 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->