Flu burung (H5N1) A.

Flu Burung Flu Burung (H5N1) adalah suatu jenis influenza tipe A yang menyerang hewan unggas terutama ayam dan kadangkala kepada manusia. Flu Burung dapat berpindah dari unggas hidup kepada manusia, walaupun penularan antara manusia relatif jarang terjadi. Gejala umum dari flu burung sama seperti virus influenza lainnya, seperti demam nyeri seluruh persendian otot, batuk dan sakit tenggorokan. Namun, pada berberapa kasus dapat berakibat pada demam yang tinggi, infeksi paruparu, gagal pernafasan, kegagalan fungsi organ lainnya, dan kematian.flu burung ini menyebar akibat adanya unggas yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi. Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997, kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia. Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007. Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi.

B. Gejala flu burung Flu burung (H5N1) memiliki persamaan gejala dengan virus influenza lainnya, termasuk adanya demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala dan nyeri otot. Namun virus flu burung kemungkinan besar dapat mengakibatkan demam yang tinggi, infeksi paru-paru, terganggunya saluran pernapasan, rusaknya bermacam-macam organ tubuh, sampai pada kematian. C. Macam-Macam Cara melindungi atau pencegahan Flu burung 1. Rekomendasi sementara untuk pencegahan bagi mereka yang terlibat dalam peternakan/penyembelihan unggas/burung/ayam secara masal terutama di daerah terjangkit yang dikeluarkan oleh WHO/WPRO Manila 14 Januari 2004 intinya adalah sbb . : a) Basuh tangan sesering mungkin, penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%, atau larutan pemutih/khlorin 0,5%untuk alat2/instrumen) b) Gunakan alat pelindung perorangan seperti masker, sarung tangan, kaca mata pelindung, sepatu pelindung dan baju pelindung pada waktu melaksanakan tugas dipeternakan yang terjangkit atau di laboratorium c) Mereka yang terpajan dengan unggas/burung/ayam yang diduga terjangkit sebaiknya dilakukan

vaksinasi dengan vaksin influenza manusia yang dianjurkan oleh WHO dalam rangka mencegah infeksi campuran Flu-Manusia dengan Flu-Burung , yang kemungkinan dapat menyebabkan jenis virus Flu-Burung baru yang dapat menginfeksi manusia. d) Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu, radang mata, keluhan pernafasan). Orang berisiko tinggi terkena influenza yaitu mereka yang berusia lebih 60 tahun , atau berpenyakit paru dan jantung kronis tidak boleh bekerja di peternakan unggas/burung/ayam. e) Lakukan survei serologis pada mereka yang terpajan termasuk kepada dokter-hewan f) Jika terdapat risiko untuk menghirup udara yang tercemar di peternakan /tempat penyembelihan yang terjangkit , diajurkan pencegahan dengan obat antiviral (antara lain dengan Oseltamivir 75 mg dalam kapsul , 1 kali sehari selama 7 hari). g) Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan dan mengisolasi virus penyebabnya : Kirimkan spesimen darah dan alat-alat dalam (usus, hati, hapusan hidung dan mulut, trachea, paru, limpa, ginjal, otak dan jantung) binatang yang diduga terjangkit penyakit itu (termasuk babi) ke laboratorium yang berwenang. Kotoran dan sekreta cairan unggas yang terjangkit dapat menularkan apabila tidak di masak. Pemanasan 90 derajat celcius dalam waktu 1 menit dapat mematikan virus tersebut. 10 Analisa Mengenal Masalah Perilaku : 1. Mengenal masalah Masalah yang sedang terjadi adalah meluasnya virus burung di Indonesia. Virus yang menyerang unggas ini menyerang masyarakat Indonesia, pemicu lain karena masih banyak masyarakat yang belum mengenal dan bagaimana cara menghindari. 2. Mengenal Penyebab Masalah Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang telah terkontaminasi. 3. Mengenal sifat Masalah Termasuk masalah yang darurat, karena penyebaran virus, seperti yang diketahui sangatlah cepat, sehingga membutuhkan penangangan yang ekstra untuk mencegah semakin meluasnya resiko masyarakat terjangkit. 4. Mengenal Perkembangan Masalah 5. Mengneal kebiasaan 6. Sebab kebiasaan 7. Rumusan Perilaku yang diharapkan 1. Gunakan pelindung (Masker, kacamata renang, sarung tangan) setiap berhubungan dnegan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas 2. Setiap hal yang berasal dari saluran cerna unggas seperti sekresi harus ditanam/dibakar supaya tidak menular kepada lingkungan sekitar 3. Cuci alat yang digunakan dalam peternakan dengan desinfektan 4. Kandang dan Sekresi unggas tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan 5. Memasak daging ayam dengan benar pada suhu 80 derajat dalam 1 menit dan membersihkan telur ayam serta dipanaskan pada suhu 64 derajat selama 5 menit. 6. Menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

8. Mengenal hambatan Pencegahan masih sulit dilakukan menyeluruh, karena kurangnya tenaga pengawasan. Masih banyak masyarakat yang mengetahui gejala-gejala virus menyerang, sehingga tidak melaporkan sebelum penyakit menjadi serius dan seluruh anggota keluarga terjangkit. Dana yang kurang untuk melakukan vaksinasi influinza menyeluruh bagi masyarakat, terutama bagi yang sering kontak langsung dengan unggas tersebut. 9. Mengenal hal-hal yang mendorong 10. Mengenai hasil-hasil sampingan. Menggunakan masker dan cuci tangan setelah kontak langsung dengan unggas mencegah resiko. Pemberian pendidikan kesehatan mengenai flu burung akan menambah pengetahuan masyarakat mengenai gejala dan mencegah terjangkit penyakit menular ini.

makalah flu burung
Flu Burung PENGERTIAN Flu Burung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menyerang burung/unggas/ayam . Salah satu tipe yang perlu diwaspadai adalah yang disebabkan oleh virus influenza dengan kode genetik H5N1 (H=Haemagglutinin, N=Neuramidase) yang selain dapat menular dari burung ke burung ternyata dapat pula menular dari burung ke manusia. PENYEBAB Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A . Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift, Shift), dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N) . Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. Pada manusia: hanya terdapat jenis H1N1, H2N2, H3N3, H5N1, H9N2, H1N2, H7N7. Sedangkan pada binatang: H1-H5 dan N1-N98. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 °C dan lebih dari 30 hari pada 0 °C. Virus akan mati pada pemanasan 60 °C selama 30 menit atau 56 °C selama 3 jam dan dengan detergent, desinfektan misalnya formalin, serta cairan yang mengandung iodin. GEJALA Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia. a. Gejala pada unggas: - Jengger berwarna biru - Borok di kaki - Kematian mendadak

muntah dan nyeri perut serta diare .Radang saluran pernapasan atas . melalui air liur. Kasus Kompermasi Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau "probale" didukung oleh salah satu hasil pemeriksaan laboratorium. • Kultur virus influenza H5N1 positip.Pendarahan hidung dan gusi . misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1.sesak nafas .lemas . Kasus Suspek Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp > 38°C). • bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusia atau binatang yang dicurigai menderita flu burung 2. lendir dari hidung dan feces. • Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali PENULARAN Flu burung menular dari unggas ke unggas. batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu keadaan.b. virus dapat bertahan lebih lama. • seminggu terakhir mengunjungi petemakan yang sedang berjangkit klb flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. • PCR influenza (H5) positip. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. • Dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonia gagal pernafasan/ meninggal. 3. • Terbukti tidak terdapat penyebab lain.Demam (suhu badan diatas 38 °C) .Nyeri otot MASA INKUBASI Pada Unggas : 1 minggu Pada Manusia : 1-3 hari . Contohnya: pekerja di peternakan ayam. Penyakit ini juga dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Gejala pada manusia: . Pada anak sampai 21 hari DEFINISI KASUS 1. • Bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1). Virus itu dapat bertahan hidup di air sampai empat hari pada suhu 22 derajad celcius dan lebih dari 30 hari pada nol derajad celcius. dan dari unggas kemanusia. Virus ini mati pada pemanasan 56 derajat Celcius dalam 3 jam atau 60 derajad celcius selama 30 menit. Unggas yang sakit oleh Influenza A atau virus H5N1 dapat mengeluarkan virus dengan jumlah besar dalam kotorannya. Bahan disinfektan .Batuk dan nyeri tenggorokan .Infeksi mata .Pneumonia . Kasus "Probable" Kasus "probale" adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan. • kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan. Di dalam kotoran dan tubuh unggas yang sakit. pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.

Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. penjamah sebaiknya juga melakukan disinfeksi tangan (dapat dengan alcohol 70%.Basuh tangan sesering mungkin. yaitu : Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) . dan kotoran. di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian. .Menggunakan alat pelindung diri. di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A (H5N1) dan satu orang meninggal. Pada tahun 2004 terjadi lagi 25 kasus Avian Influenza A (H5N1) di Vietnam (19) dan Thailand (6) yang menyebabkan 19 orang meninggal (5 di Thailand. 14 di Vietnam) PENCEGAHAN Pada Unggas: Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung Vaksinasi pada unggas yang sehat Pada Manusia: Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang): . Masyarakat umum: . cairan hidung. PENGOBATAN Pengobatan bagi penderita flu burung adalah: .5 menit. .Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus). Perhatikan keluhan-keluhan seperti Flu. di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal. . Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1. Penularan diduga terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernapasan.Mengolah unggas dengan cara yang benar. Avian Virus influenza avian dapat ditularkan terhadap manusia dengan 2 jalan. Burung yang terinfeksi virus akan mengeluarkan virus ini melalui saliva (air liur).5 juta ayam yang terinfeksi flu burung. 2.Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. Ayam dan manusia di Hongkong. 3. keluhan pernafasan. .Oksigenasi bila terdapat sesak napas.Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. Cara lain adalah lewat perantara binatang babi.Imunisasi.Lakukan pengamatan pasif terhadap kesehatan mereka yang terpajan dan keluarganya. . .fomalin dan iodine dapat membunuh virus menakutrkan ini.5%untuk alat2/instrumen) . (contoh : masker dan pakaian kerja). atau larutan pemutih/khlorin 0. . Virus flu burung hidup di dalam saluran pencernaan unggas.Membersihkan kotoran unggas setiap hari. Pada tahun 2003. . Pertama kontaminasi langsung dari lingkungan burung terinfeksi yang mengandung virus kepada manusia.Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800 °C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640 °C selama 4. Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain: 1. radang mata. Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia. . Pada tahun 2003. Pada tahun 1999.

.5 oC). 3. .Anti replikasi neuramidase (inhibitor): Tamiflu dan Zanamivir . periksakan diri anda ke dokter atau ke rumah sakit terdekat dengan segera. o Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan unggas. kotoran maupun limbahnya. 5. tanpa memindahkannya ke luar dari area tersebut. dengan bulu bulunya. di antaranya adalah sebagai berikut : . 4. 9.Memberikan konpensasi bagi peternakan rakyat selama 6 bulan dari 29 Januari – 30 Juli 2004 berupa DOC dan Pakan. sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. pakailah alat pelindung. Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan unggas di daerah tertular. Ajarilah anak anak untuk mengikuti petunjuk berikut: o Hindari kontak dengan unggas jenis apapun. 2. sepatu boot. o Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan. Apabila anda demam ( di atas 37. . atau berjalan di atas tanah di mana ada kotoran unggasnya: o Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan sabun sesudah setiap kontak. Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang sakit atau mati. Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena mungkin mereka bermain di tempat di mana unggas berada.Melakukan tindakan biosekuriti (pengawasan secara ketat terhadap lalu-lintas unggas produk unggas dan limbah peternakan unggas) untuk daerah yang bebas flu burung. 6. KEBIJAKAN PEMERINTAH Dalam rangka mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh flu burung. . goggle (pelindung mata). o Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan. gunakan kain/sapu tangan untuk menutup mulut dan . Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular untuk makanan keluarga maupun hewan peliharaan anda. seperti misalnya menyentuh badan unggas. sarung tangan. PENTING YANG HARUS ANDA KETAHUI DARI FLU BURUNG DARI WHO Petunjuk bagi penduduk yang tinggal di daerah yang tertular flu burung Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa dicegah: 1.Memusnahkan semua unggas yang terserang flu burung dengan cara dibakar. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari. pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa kebijakan. Penanganan yang benar terhadap unggas yang sakit.Amantadin diberikan pada awal infeksi.Mengadakan vaksinasi bagi ayam atau ternak unggas yang masih sehat.. o Jangan tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas..Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari. bebek dan unggas lainnya kecuali sangat perlu. feses atau kotoran unggas yang lain. Apabila peralatan tersebut tidak tersedia. orang sebaiknya menghindari kontak dengan ayam. CATATAN PENTING Penyebab flu burung di Indonesia adalah virus influenza tipe A subtipe H5N1. Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati dari satu tempat ke tempat lain. Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat. Penyembelihan dan penanganan unggas tersebut untuk makanan adalah berbahaya. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi oleh flu burung. 7. bahkan sekalipun anda kira unggas tersebut sehat. seperti masker. diduga karena flu burung atau unggas yang mati merupakan kontrol yang penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau sakit. 8. o Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari.

segera beritahu petugas yang berwenang dan serahkan penangan unggas tersebut kepada ahlinya. 22. unggas sebaiknya ditiadakan dari area tersebut selama paling sedikit 42 hari untuk membiarkan radiasi ultraviolet menghacurkan sisa sisa virus. Sedapat mungkin. 18. lepaskan semua perlengkapan pelindung dan cucilah tangan dengan air dan sabun. Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu bulu atau feses yang tertinggal di kandang. Pengupasan lapisan tanah biasanya tidak dianjurkan kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut sangat berat. 21. 12. kepala. Bersihkan badan/ mandi dengan air dan sabun. Unggas yang mati harus dikubur dengan aman 14. Semua bahan organic harus disingkirkan dari kandang ayam sedapat mungkin. atau mengotori lagi area yang telah dibersihkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya dengan kedalaman paling sedikit 1 meter. Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di pekarangan/kebun maupun pada tanah hampir tidak ada gunanya. 16. kaki dan bagian bagian lain yg tidak tertutup pakaian. 20. 11. tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelah memegang benda benda tersebut. Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda lain yg akan dimusnahkan ke dalam kantung plastik untuk dimusnahkan dengan aman. 24. Apabila hal itu tidak mungkin. 23.hidung. tangan. mintalah bantuan dari petugas peternakan setempat bagaimana cara mengubur bangkai unggas dengan aman. Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan baik harus dimusnahkan. karena bahan kimia tersebut akan diinaktifkan oleh bahan organic. 28. Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas yang sakit atau mati dan tidak yakin situasinya. Apabila mungkin. Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu menghambat penyebaran penyakit. bersihkan seluruh area dengan seksama menggunakan deterjen dan air. Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani dengan benar atau dimusnahkan. Periode pengosongan ini perlu diperpanjang pada musim dingin (hujan). Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang digunakan untuk memelihara unggas sulit untuk di bersihkan ataupun didesinfeksi. 26. mintalah jasa petugas yang ahli untuk membantu dekontaminasi kebun atau kandang ayam. 10. 13. Pakailah baju overall yang bisa dicuci. Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air sabun yang hangat. gunakan tas plastik sebagai sarung tangan dan pembungkus sepatu dan mengikatnya pada pergelangan tangan dan kaki dengan karet. 25. 19. 15. 27. jadi melalui pembersihan total dengan deterjen merupakan langkah yang amat penting. Virus flu relatif bisa dimatikan oleh berbagai jenis deterjen dan desinfektan. Setelah area dibersihkan. 17. pakailah perlengkapan untuk melindungi mata. pakailah kaca mata. Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya. Jemurlah dibawah sinar matahari. Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur. Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar. Cucilah rambut juga. Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai kembali seperti misalnya sepatu boot dan kaca mata pelindung menggunakan air dan deterjen. dan anda harus mengejakannya sendiri. Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di bahan bahan organic. Semprotlah terlebih dahulu area penguburan dengan air untuk melembabkan. . Yang paling penting. Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau benda yang terkontaminasi. cucilah tangan setiap selesai menangani benda benda yang terkontaminasi. usahakan untuk tidak menimbulkan debu.

Apabila flu manusia dan flu burung saling kontak. Secara umum. Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah sampai kita merasa yakin sepatu tersebut sudah benar benar bersih. Pada waktu anda meninggalkan ruangan pasien. anda harus melepaskan semua pakaian pelindung tersebut dan mencuci tangan dengan air dan sabun. ada resiko terjadinya pertukaran materi genetis yang bisa menimbulkan terbentuknya jenis virus baru. Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek haruslah berhati hati dengan kotoran dari hidung(ingus) dan mulutnya pada saat berada di sekitar orang lain. 34. 45. 40. feses maupun kotoran lain yang berasal dari unggas tersebut. Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau bersin. berhati hati agar tidak ada kotoran yang terpercik ke wajah atau ke baju. Pada saat membersihkan sepatu. Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap sehabis menyentuh kotoran hidung atau mulut karena kotoran tersebut bisa mengandung virus. bersihkan sepatu sebaik mungkin menggunakan air dan sabun. gunakan cara cara agar anda maupun lingkungan di rumah anda tidak dicemari oleh darah. disarankan untuk tidak memanfaatkan ayam sakit atau mati untuk makanan orang maupun hewan. Walaupun nampak sehat. jangan mengkonsumsi daging ayam yang berasal dari ayam yang sakit atau mati. Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi teman/saudara yang dirawat di rumah sakit 38. Ajarkan anak anak untuk melakukan hal ini juga. 31. termasuk masker. Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah. 32. sarung tangan dan goggles (pelindung mata). 36. tutuplah hidung dan mulut dengan kain/ saputangan. 42. . Di daerah sekitarnya ( yang berdekatan dengan daerah tertular) beberapa tindakan pencegahan perlu dilakukan. Cara terbaik adalah dengan merendam unggas tersebut di dalam air panas sebelum mencabuti bulunya. Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila anda akan kontak secara langsung dengan pasien atau lingkungan di mana pasien berada. debu. bersih dan menyentuh benda benda yang kotor. 33. ikuti petunjuk dari petugas rumah sakit untuk mengenakan pakaian pelindung. 37. Pakailah kantong plastik untuk melindungi tangan. mata dan mulut dengan tangan yang masih kotor. Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya lebih berhati hati. Di daerah tertular. Apabila tidak. Untuk memotong/mematikan unggas. jas laboratorium. Untuk pencabutan bulu. hanya unggas yang sehat yang boleh dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Ajarkan pada anak anak untuk mencuci tangan setelah batuk. bicarakan dengan petugas rumah sakit. Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya pas buat anda. Gunakan tissue dan dibuang setelah sekali pakai. kebun tempat memelihara ayam). 43. Di daerah tertular. Setelah berjalan di area yang mungkin terkontaminasi ( misalnya: peternakan. terutama anak anak. 44. 41. Laporkan ke petugas kesehatan segera dan konsultasikan ke ahli kesehatan apabila anda menderita demam dan atau gejala seperti flu. pasar. untuk mencegah penularan flu manusia. di mana adanya flu burung telah dipastikan.Alas kaki/sepatu juga harus didekontaminasi. WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah penyebaran flu manusia pada area yang terkena flu burung. Apabila anda mengunjungi pasien yang menderita flu burung. lindungi mata dengan kaca mata atau goggles. 39. 29. gunakan cara yang benar agar tidak mengotori anda maupun lingkungan tempat tinggal anda. ayam yang berasal dari daerah tertular jangan dimanfaatkan untuk makanan. 35. Tanyakan ke petugas peternakan setempat mengenai prosedur pemotongan unggas yang benar. 30.

Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah anda (misalnya: mengusap mata) pada saat anda melakukan prosedur prosedur tersebut di atas. Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa unggas atau produk asal unggas diproses dengan benar dan aman untuk di konsumsi. Telur yang dimasak sampai matang (direbus selama 5 menit pada temperature 70oC) tidak akan menularkan virus flu burung apabila dimakan. 49. Secara umum. mencapai temperatur paling sedikit 70oC atau lebih di bagian dalam. PUSAT DATA DAN INFORMASI PERSI . Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam tersebut mengandung penyakit menular spt misalnya flu burung. semua makanan harus dimasak sampai matang. Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai matang. 47. seperti misalnya virus flu burung di bagian dalam telur maupun di kulit luarnya. LITBANG DEPKES .21 September 2005 2. 50. contohnya: sudah tidak ada lagi cairan berwarna kemerahan. orang yang memasak ayam tersebut mempunyai resiko tertular demikian juga lingkungan tempat ayam itu dipersiapkan untuk dimasak bisa tercemar oleh virus. WHO : Avian Influenza-Fact Sheet 15 January 2004 3. SUMBER: 1.46. Telur juga bisa membawa bibit penyakit. Telur mentah dan kulit telur harus ditangani dengan hati hati. Cucilah kulit telur dengan air sabun dan cucilah tangan setelahnya. ayam dianggap aman untuk di makan. 48. Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas gunakan cara yang benar agar tidak mengotori lingkungan tempat tinggal anda. kecuali setelah anda mencuci tangan dengan air dan sabun.

Pengamatan ini berkaitan dengan pola yang diperkirakan untuk sebagian besar wabah HPAI meskipun ada pengecualian kasus yang mungkin sulit untuk .Indonesia. Unggas penular tersebut ialah burung. TUJUAN KHUSUS Agar mahasiswa memahami epidemiologi penyakit flu burung Agar mahasiswa bisa memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyakit flu burung D. lemas.MAKALAH EPIDEMIOLOGI PENYAKIT FLU BURUNG BAB I PENDAHULUAN A. Analisis awal dari data yang telah dikumpulkan sejauh ini menunjuk kan bahwa peternak menghubungkan kematian tiba-tiba dan jengger/kepala yang membiru dengan HPAI(gunakan sebutan penyakit ini dalam bahasa setempat). ayam. anjing laut. Di laporkan bahwa di Asia 44 infeksi H5N1. bebek.TUJUAN UMUM Agar masyarakat mengetahui tentang penyakit flu burung Agar masyarakat mengetahui cara penyebaran penyakit flu burung Agar masyarakat mengetahui gejala penyakit flu burung Agar masyarakat mengetahui penyebab dan cara pencegahan penyakit flu burung C. Malaysia. B. kasus yang melibatkan lebih dari satu rumah/kumpulan burung dan kematian melebihi 80% dalam waktu 2-3 hari . dan Kamboja. dan Vietnam terjangkit H5N1 di peternakan ungags. ikan paus. Dua tanda klinis.LATAR BELAKANG Penyakit flu burung (bird flu. Laos.. dan keluarnya lendir hidung. badan yang membiru dan tingginya kematian (>80%)belum secara khusus dihubungkan penyakit tersebut. avian influenza/AI) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan antar unggas. Pada tahun 1918 terjadi kejadian-kejadian luar biasa virulen influenza A (H1N1) yang mengakibatkan kematian 20 sampai 40 juta orang.torticolis dan diare berwarna putih dengan ND. burung yang ditemukan mati di beberapa tempat terpisah. Thailand. Penyakit ini ditularkan dari burung ke burung. 32 diantaranya meninggal. selain itu dapat ditularkan oleh beberapa hewan yang lain seperti babi. dan musang. kuda.GAMBARAN TERJADINYA WABAH Adanya kematian tiba-tiba (dalam waktu 1-4 jam)tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya. Cina. tetapi dapat juga menular ke manusia. Data lain menunjukkan penyakit ini bisa terdapat di burung puyuh dan burung onta.

Laporan yang terbaru menunjukkan interval . sebagian kasus terjadi dalam 2–4 hari setelah terpajan. BAB II PEMBAHASAN EPIDEMIOLOGI FLU BURUNG Satu-satunya cara virus influenza A (H5N1) dapat menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia ialah jika virus influenza A (H5N1) tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus influenza manusia. wabah yang melibatkan strain velogen. Hasil yang dipaparkan diberikan berdasarkan data yang dikumpulkan dengan teknik matriks penilaian sederhana dimana peternak diminta untuk mengurutkan tanda-tanda klinis sesuai dengan konsistensi dan kejadiannya saat wabah melanda. Secara umum ada tiga kemungkinan mekanisme penularan dari unggas ke manusia.dicari ciricirinya. Pada tahun 1997.contohnya. Hal ini dilakukan untuk masing-masing penyakit. Kemungkinan 1 Unggas liar Unggas domestic Babi terinfeksi virus influenza-burung dan virus influenza manusia manusia Menular ke manusia yang lain Kemungkinan 2 Unggas liar Unggas domestic Babi terinfeksi virus influenza-burung dan virus influenza manusia Menular ke manusia yang lain Kemungkinan 3 Unggas liar Unggas domestic Manusia terinfeksi virus influenza-burung Menular ke manusia yang lain Gambaran Klinis Masa inkubasi AI (H5N1) lebih lama daripada influenza manusia umumnya.

9 Diagnosis banding AI (H5N1) diantaranya ialah respiratory syncytial virus (RSV). Klasifikasi Diagnosis Departemen Kesehatan Republik Indonesia(DEPKES RI) membagi diagnosis AI (H5N1) di manusia menjadi kasus dugaan. bilateral. kepala bengkak. Ada beberapa perbedaan gejala AI(H5N1) dan influenza lain(crackle). tachipnea dan inspirasi dedas(crackle). Mycoplasma pneumoniae. dan batuk kering sering dijumpai di infeksi AI(H5N1). mulai dari gejala ringan sampai sangat berat. pneumothoraks. pancytopenia. Di kalkun.yang sama tetapi sampai dengan 8 hari. Dalam hal itu pemeriksaan darah menunjukkan lekopeni (lekosit ≤ 3000/uL) dan atau trombositopeni (trombosit ≤ 150. Gejala awal berupa penurunan produksi telur.000/uL). jika terjadi ARDS dengan satu atau lebih gejala: lekopeni atau . Masa inkubasi di unggas ialah 1 minggu. nyeri otot.bersentuhan dengan kasus terkukuhkan (konfirmasi) AI (H5N1) dalam masa penularan.unggas mati tanpa gejala. lingkungan.Kegagalan banyak organ disfungsi ginjal.muntah-muntah. Di beberapa kasus. jantung termasuk dilatasi dan supraventrikular aritmia.Kasus dugaan AI (H5N1) ialah bila seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)disertai demam (≥ 38° C). ditemukan titer antibody <1:20 terhadap H5 dengan pemeriksaan uji HAI. diare. Tanda dan gejala pada manusia Sebagian besar penderita gejala AI (H5N1) pada dasarnya sama dengan influenza lainnya awal demam lebih 38° C dan gejala saluran napas bawah. parainfluenza virus. demam tinggi. Kematian terjadi setelah 24 jam timbul gejala. Chlamydia pneumoniae.depresi dan tidak mau makan. Kegagalan pernapasan yang progresif difus. dan keadaan unggas sendiri. Hal ini bergantung keganasan virus. nyeri dada (pleuritik)dan perdarahan dari hidung dan gusi pada beberapa penderita. kemungkinan(probable). demam. Kriteria kasus dugaan yang lain. Sputum yang dihasilkan bervariasi kadang-kadang dengan darah. Komplikasi yang lain ventilator berhubungan pneumonia.4 Awal penyakit yang tiba-tiba dan cepat memburuk. Hal ini kemungkinan karena tidak tahu bilamana waktu terjadinya pajanan terhadap hewan yang terinfeksi atau sumber lain di lingkungan. sekitar mata bengkak. Gejala yang timbul seperti jengger berwarna biru. Inkubasi pada anak dapat sampai 21 hari setelah terpajan. infiltrasi dan tampilan gejala napas akut(ARDS=acute respiratoric distress syndrome). Diare. gejala dari Reye dan sepsis tanpa bakteremia. Legionella pneumophila.Misalnya: seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang terjangkit KLB (kejadian luar biasa) AI (H5N1). pernapasan tertekan(respiratory distress). adenovirus. kematian dapat terjadi dalam 2–3 hari. rhinovirus. perdarahan paru. nyeri perut.foto dada menggambarkan pneumonia atipikal atau infiltrat di kedua sisi paru yang meluas (foto serial). Tanda dan gejala pada unggas Gejala unggas yang sakit beragam. bekerja di laboratorium yang memproses spesimen manusia atau hewan yang dicurigai menderita AI (H5N1). batuk dan atau sakit tenggorokan dengan salah satu kegiatan sebelumnya. dan kasus terkukuhkan (konfirmasi).

Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit AI di 10 provinsi diperkirakan 3. di Belanda ditemukan 80 kasus Avian Influenza A (H7N7) dan satu diantaranya meninggal.5 juta ayam yang terinfeksi flu burung. nasofaring.Kelemahan pemeriksaan laboratorium belum semua laboratorium rujukan dapat melakukan pemeriksaan RT-PCR. Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh karena virus new castle. terkenalinya antigen atau bahan genetika virus atau adanya titer antibodi spesifik yang sangat tinggi dalam serum tunggal dengan uji penetralan di laboratorium rujukan.Awal kematian tersebut diduga akibat virus New Castle. Jawa Timur.Pemeriksaan yang klinis mencurigakan AI dapat dilakukan secara bersamaan yaitu mengambil darah untuk serologi.Meskipun penyakit AI menyerang unggas.Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan dengan pemeriksaan lekosit.Pada 19 Januari 2004.Cara penanganan sampel harus dilakukan secara cermat agar tidak timbul hasil negatif atau positif palsu.Kasus kemungkinan (probable) yaitu kasus suspek dengan salah satu keadaan: bukti laboratorium terbatas mengarah ke virus influenza A H5N1. karena gejala hampir sama atau mirip. Dalam waktu singkat keadaan tersebut berlanjut menjadi pneumonia atau gagal pernapasan. WHO mengumumkan Pada Januari 2004. trombosit yang dilakukan pada kasus dicurigai.275 ekor dan paling tinggi di provinsi Jawa Barat sebesar 1. tetapi pengukuhan terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh AI (H5N1).842. usap tenggorok. Sudah saatnya Indonesia mengembangkan pemeriksaan RT-PCR mengingat banyak kasus AI yang sudah tersebar di sebagian daerah Indonesia atau kegunaan lain untuk diagnosis penyakit yang tidak dapat dipantau secara konvensionil. Pada Januari 2004. Kalimantan Barat dan Jawa Barat dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa.Kalimantan Barat. Pada tahun 1999.Misalnya kenaikan 4 kali titer antibodi dengan uji HAI terhadap sepasang serum yang diambil setelah 10–14 hari saat pengambilan yang pertama. POPULASI PENYEBARANYYA Penyebaran Penyebaran flu burung di berbagai belahan dunia antara lain: . Selama wabah tersebut Pada tahun 1997 Avian Influenza A (H5N1) telah menginfeksi berlangsung 18 orang telah dirawat di rumah sakit dan 6 diantaranya meninggal dunia.Perlu diwaspadai gejala klinik pneumonia dengan pneumonia non AI. Pada tahun 2003. Bekasi). di Hongkong ditemukan lagi dua kasus Avian Influenza A(H5N1) dan satu orang meninggal.bahkan meninggal dengan pembuktian tidak ada penyebab lain. foto dada menunjukkan pneumonia atipikal atau infiltrate kedua sisi paru yang makin luas.541. namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Jumlah unggas yang mati akibat wabah . danorofaring untuk pemeriksaan RT-PCR maupun untuk uji emas kultur virus sebagai konfirmasi. kemungkinan transmisi dari perpindahan burung dari Negara endemis ke nonendemis. di Hongkong dilaporkan adanya kasus Avian Influenza A (H9N2) pada 2 orang anak tanpa menimbulkan kematian. Jawa Tengah. Botabek (Bogor. Jawa Timur. Sampai saat ini pandemik AI masih terjadi baik dinegara berkembang maupun maju.Tangerang. di beberapa propinsi di Indonesia terutama Bali. Pada tahun 2003.427 ekor. Ayam dan manusia di Hongkong. Jawa Tengah. Botabek. Pemantauan di daerah endemik perlu dilakukan baik pada peternak maupun penduduk sekitarnya. di beberapa provinsi di Indonesia terutama Bali. dan Jawa Barat dilaporkan kejadian kematian ayam yang luar biasa. Untuk mencegah penyebaran tersebut pemerintah setempat memusnahkan 1. atau binatang ternak lain tapi dapat menular ke manusia selain itu antar manusia belum dapat dibuktikan.limfopenia dengan atau tanpa trombositopenia.

seorang remaja berusia 6 tahun dipastikan menjadi orang Thailand pertama yang dikonfirmasi tewas akibat wabah tersebut. Apalagi warga baru pergi berobat setelah lebih dari 2 hari merasa demam dan menampakkan gejala flu. WHO menemukan bahwa dari 10 orang yang terinfeksi 8 orang yang meninggal.Propinsi DKI Jakarta memiliki jumlah kasus Flu Burung kedua terbanyak setelah Propinsi Jawa Barat. terutama bagi kelompok yang beresiko karena kita tidak bisa memungkiri bahwa virus ini di negara lain telah menginfeksi manusia. Propinsi Banten dan Kabupaten Tabanan & Karang Asem Bali) belum ditemukan adanya kasus flu burung pada manusia.Dengan 94 kasus Flu Burung. Pada tanggal 19 Januari 2004.16%. seorang sembuh dan seorang lagi dalam kondisi kritis. Indonesia pun duduk di peringkat teratas dengan Angka Kematian Kasus mencapai 78. Berdasarkan hasil penelitian atas 10 orang yang terinfeksi virus flu burung di Vietnam. Padahal obat Tamiflu hanya efektif jika diberikan dalam jangka waktu kurang dari 2 x 24 jam (dua .427 ekor ). Propinsi Sumatera Selatan. yaitu M (P. melebihi Vietnam yang memiliki 93 kasus Flu Burung. mengatakan bahwa 80% kasus flu burung menyerang anak-anak dan remaja.6%). Seorang Epidemiologis dari Pusat Pengawasan Penyakit Dr.541. Danuta Skowronski. pejabat WHO mengkonfirmasikan lima warga Vietnam tewas akibat flu burung. Jumlah propinsi yang terjangkitpun akhir bulan lalu telah bertambah menjadi 10 propinsi dengan dikonfirmasinya satu kasus asal Palembang.Kasus ke lima di Jawa Tengah meninggal pada tanggal 19 Januari 2007. Sedangkan pada penyakit SARS dari 8098 kasus yang meninggal hanya 774 orang (CFR = 9. Kehebohan itu bertambah ketika wabah tersebut menyebabkan sejumlah manusia juga meninggal.842. meski Gubernur Sutiyoso telah memberlakukan larangan memelihara unggas di kawasan pemukiman pada pertengahan Januari 2007. Diakui pakar dunia bahwa strain virus Flu Burung di Indonesia memang lebih membahayakan daripada strain virus Vietnam. tetapi harus tetap waspada. Tampaknya walaupun peraturan daerah tersebut telah diketahui kebanyakan warga. Flu Burung mulai menjangkiti warga Vietnam sejak tahun 2003.penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3. lima (5) warga Jakarta meninggal dunia setelah masa pemberlakuan tersebut. Dengan tambahan dua kasus korban Flu Burung lagi di Indonesia. Membandingkan CFR. kini Indonesia memiliki jumlah kasus Flu Burung terbanyak di dunia. terbukti bahwa unggas masih dipelihara warga yang tinggal di lingkungan pemukiman. Berdasarkan hasil penelitian sementara (serosurvei) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Dirjen P2MPLP. namun Pemerintah Vietnam telah berhasil menghentikan pertambahan jumlah kasus Flu Burung di negara sosialis tersebut sejak akhir November 2005. Bila kita bandingkan dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) Penyakit flu burung ini lebih sedikit kasusnya hanya 25 kasus di seluruh dunia dan yang meninggal mencapai 19 orang (CFR=76%). 22) yang meninggal tanggal 24 Maret 2007. Di DKI Jakarta. Dari penyelidikan epidemiologis di lingkungan tempat tinggal kasus Flu Burung.77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1. Tingkat kematian akibat flu burung sangat tinggi. mencapai jumlah 94 orang dengan 74 orang di antaranya meninggal dunia. sudah enam (6) warga Jakarta dan dua (2) warga Jawa Tengah terjangkit Flu Burung. Depkes RI pada tanggal 1-3 Februari di sejumlah wilayah Indonesia ( di Kabupaten Tangerang. warga masih enggan memisahkan diri dari unggas-unggasnya. Sementara itu di negara Thailand sudah enam orang tewas akibat terserang flu burung. Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat tidak perlu panik dengan adanya kasus flu burung di Indonesia. Dalam kurun waktu 1 Januari-7 April 2007.72% sementara Vietnam hanya 45.275 ekor (4.

lebih baik menghindari tempat-tempat umum yang ramai yang memiliki sirkulasi udara buruk. Orang harus menghindari untuk menyentuh burung dan unggas serta kotorannya. Aspirin tidak boleh digunakan untuk anak-anak. Pisahkan unggas baru dari unggas lama selama 3 minggu. Apabila anda memeliharan burung di rumah. Penderita yang memiliki kekebalan melawan penyakit yank rendah atau apabila terjadi tanda-tanda memburuknya kondisi badan.Flu burung H5N1 pada umumnya lebih menyengsarakan daripada flu biasa. segara cuci tangan dengan sabun cair dan air dengan benar. dan seringkali memerlukan perawatan di rumah sakit. UPAYA PENCEGAHAN Tidak menyentuh unggas yang sakit atau mati. Apabila anda telah memegang burung dan u ggas hidup. Memisahkan unggas dari manusia. istirahat yang cukup. Pasien juga perlu menjaga kebersihan diri dan sering cuci tangan untuk menghindari penyebaran virus dari tangan yang kena virus sewaktu menyentuh hidung atau mulut. Arizona). New York. karena dapat mengakibatkan sindrom Reye. obat antibiotika jangan dipakai. Obat-obatan harus digunakan secara hati-hati sesuai instruksi dokter. Memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit (terutama rumah sakit rujukan pemerintah) jika mengalami gejala flu dan demam. pengurangan ketegangan dan tidak merokok. dan Vaksinasi pada unggas yang sehat. Obat demam dan sirup obat batuk berguna untuk meringankan gejala. Apabila tidak ada infeksi karena bakteri. karena obat-obatan itu kemungkinan dapat mendatangkan akibat sampingan yang kurang baik. Kansas. Perlindungan terbaik terhadap influenza dan flu burung adalah dengan membangun ketahanan tubuh yang baik. Amerika Serikat ( California. Jumlah kasus yang konfirmasi yang dilaporkan ke WHO adalah 148 kasus dengan 8 kematian.Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan kesiapan yang tinggi dari semua negara di dunia termasuk Indonesia dalam menghadapi penyebaran virus Swine Influenza H1N1 tersebut. Negara-negara yang sudah terinfeksi sampai tanggal 30 April 2009 adalah Meksiko. Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung.Kotorankotoran burung dan unggas hidup yang terinfeksi dapat membawa virus flu burung. Masak unggas dan telur unggas hingga matang. Hal ini bisa diperoleh melalui pola makan seimbang. Nevada . Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup Pengawasan Seseorang yang terkena flu harus istirahat dan tidur yang cukup dan banyak minum. Berberapa obat anti virus mungkin efektif untuk pengobatan penyakit itu. perlu segara meminta nasehat dokter. Pada tanggal 29 April 2009. Apabila anda memiliki gejala-gejala flu. Israel. Selandia Baru. segera bersihkan tubuh dengan sabun. Jika terlanjur. Ohio.Massachusetts. Indiana. terutama setelah berdekatan dengan ungags Usahakan kebersihan kandang dan semprotkan bahan desinfektan (anti hama) Mencuci tangan dengan sabun setelah kontak langsung dengan unggas atau produk unggas. Spanyol. Austria dan Jerman. Texas. Menggunakan air dan sabun untuk mencuci tangan dan peralatan masak. Michigan. hindari memegang burung itu dan mencuci tangan dengan benar memakai sabun cair setiap kali sehabis memegangnya atau setelah membersihkan kotorannya. United Kingdom. Langsung laporkan kejadian tersebut pada RT/RW atau Kepala Desa. olahraga teratur. Sekolah-sekolah dan tempat-tempat penitipan anak harus mengambil tindakan-tindakan untuk .hari) setelah gejala sakit muncul. WHO menyatakan bahwa dunia sudah memasuki fase 5 pandemi yaitu terjadi penularan antar manusia untuk virus influenza baru yaitu Swine Flu H1N1 (Flu Meksiko). Penderita harus berkonsultasi ke dokter sesegara mungkin.

. Pada Manusia : Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. Tingkat kematian flu burung tinggi (CFR 76%) . Menggunakan alat pelindung diri. terutama sebelum makan. dan Mengolah unggas dengan cara yang benar. Alim. Radang saluran pernapasan atas. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. burung). Saran Perlu adanya penyuluhan/promosi kesehatan dari tenaga kesehatan kepada masyarakat tentang penyakit flu burung agar masyarakat tidak panik dan takut untuk mengkonsumsi produk unggas namun harus tetap waspada. (contoh: masker dan pakaian kerja). Penyebab flu burung di Indonesia adalah virus influenza tipe A subtipe H5N1.2005:Jakarta. Buang kertas tisu kotor ke dalam tempat sampah yang memiliki tutup. Salim. lalu cuci tangan dengan benar. Pada Unggas dilakukan: Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung. Avian influenza (flu . dan Kematian mendadak Gejala pada manusia yaitu: Demam (suhu badan diatas 38 °C). Imunisasi.16%.KESIMPULAN Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu.. Gejala pada unggas: Jengger berwarna biru. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. H. Apabila melakukan perjalanan keluar negri. Unggas dan telur harus dimasak dengan benar sebelum dimakan. hindari memegang burung dan unggas hidup. Diakui pakar dunia bahwa strain virus Flu Burung di Indonesia memang lebih membahayakan daripada strain virus Vietnam. B. Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas.72% sementara Vietnam hanya 45. Perhatikan selalu kebersihan diri dan lingkungan dengan baik setiap saat. Membandingkan CFR. Beritahu dokter riwayat perjalanan anda. dan Nyeri otot Untuk pencegahan. H. Pelihara kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan memakai sabun cair. Borok di kaki. Apabila mengalami gejala flu setelah kembali dari daerah berjangkitnya flu burung. BAB III PENUTUP A. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.. DAFTAR PUSTAKA Santoso. Pakailah masker untuk menghindari penyebaran penyakit itu. dan Vaksinasi pada unggas yang sehat. Pneumonia.Cermin dunia Kedokteran.menghindari anak-anak untuk menyantuh unggas hidup. memegang hidung. Tutup mulut dan hidung anda dengan kertas batuk atau bersin. mulut dan mata. Indonesia pun duduk di peringkat teratas dengan Angka Kematian Kasus mencapai 78. M. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung. Infeksi mata. Batuk dan nyeri tenggorokan. harus segera berkonsultasi ke dokter.

Bahaya FluBurung.From: http://www. biasanya 1 – 3 tahun.From: http://www.komnasfbpi.go.go.pencegahan flu burung from:http://www. Strain (jenis protein) yang bertanggung jawab terjadinya pandemi 1957 dan 1968 adalah H2N2 dan H3N2 melalui re assortment gen (penyusunan ulang materi genetik) antara virus avian dan virus human (manusia) influenza yang beredar di sirkulasi saat itu. 2. 1.Penyakit Flu Burung.com/work/project_detail.Flu Burung. From: http://www.Retrived 18 18 maret maret 2010 2010 From: Artikel Makalah Flu Burung Posted by ATMAJA'Z irus influenza termasuk dalam keluarga Orthomyxoviridae.Retrived 20 maret 2010.madina.dai.Retrived http://www. Desember 2005. Republik Indonesia.Epidemiologi avian influenza Denpasar.From: http://www. Virus ini sering dijumpai pada jenis unggas air yang merupakan reservoir (penyimpan) alami.id NHARTI .depkes.on line. Fadhilah. Republik Indonesia. Beberapa negara di Asia dimana wabah . 1957 dan 1969 yang merupakan global epidemi atau pandemi.Retrived 20 Maret 2010.go.Kumpulan makalah pelatihan penanganan sampel flu burung (avian influeza).deptan.From: .blogspot.5-7 dimana virus tersebut tampaknya mendapatkan keadaan optimal dalam adaptasi dengan pejamu (host) . virus ini berdasarkan antigen pada nucleoprotein (NP) dan protein matriks (M1) diklasifikasikan menjadi Influenza A.Anorital.id Departemen Kesehatan.Retrived 20 Maret 2010. 2 Transmisi virus AI antar spesies Virus AI pertama kali dikenal pada tahun 1878.4 Sedangkan pandemi tahun 1918 disebabkan oleh strain H1N1 dengan transmisi langsung ke manusia setelah adaptasi ke pejamu yang lain.go.id/utama_eng.2.Kasus Flu Burung.com/2009/04/flu-burung Community-Based Avian Influenza Control Project.flu burung.Flu Burung.id/en/index_en. World Health Organization.int/csr/disease/avian_influenza/en/index.who.Retrived 20 maret 2010. Wabah yang bersifat local terjadi dengan interval yang bervariasi.Siti.php Departemen Pertanian. meskipun luas dan derajatnya bervariasi. Wabah influenza sesungguhnya terjadi setiap tahun. kecuali tahun 1918. 1-4 Ketiga pandemi tersebut disebabkan oleh virus yang berasal dari virus avian influenza.Retrived http://nartifkmug.html KOMNAS FBPI.htm 20 maret 2010.B dan C.

3 Gal. Maka virus AI pada unggas dapat menginfeksi manusia setelah virus tersebut mengalami mutasi. jadi sebagian besar manusia kemungkinan besar belum memiliki kekebalan yang khusus. Kemampuan virus tersebut menginfeksi manusia 2. Berdasarkan banyaknya kasus dan luasnya daerah yang terlibat. adaptasi spesifikasi reseptor menjadi a 2. 9 Sementara itu kasus AI pada unggas telah memusnahkan jutaan unggas dan sampai pertengahan 2005 ini telah menyebar di 143 kabupaten/ kota dari 24 provinsi di Indonesia. terutama peranannya pada pengenalan sel pejamu. 6 Gal.1 Secara teoritis (teori reseptor) virus AI tidak dapat tumbuh pada sel mukosa manusia karena terdapat perbedaan reseptor. demikian juga virus influenza pada manusiapun tidak dapat tumbuh dengan baik pada unggas. yaitu setelah melalui re assortment materi genetik dengan virus manusia pada tubuh babi yang menghasilkan virus AI baru yang mampu tumbuh pada sel mukosa manusia. maka kemungkinan terjadinya ancaman pandemi secara dini harus segera diatasi. Sangat sedikit yang diketahui tentang virus dan faktor pejamu yang dapat menentukan rentang spesies yang dapat terjadi transmisi virus influenza. Hanya kriteria ke 3 saja yang belum terpenuhi. Dengan cepat dan mudah (efficien) menyebar dari manusia ke manusia Pada kasus AI (H5N1) ini dua komponen diatas telah memenuhi kriteria diatas yaitu virus AI terbukti mampu menginfeksi manusia dengan patogenitas yang sangat tinggi.6 linkages (Neu Aca2.8 Berdasarkan struktur virus (genome) influenza A terdiri dari 8 segmen single stranded RNA. dan kedua memang strain virus ini baru. Sebagai contoh virus AI tidak dapat melakukan replikasi secara efisien pada manusia atau pada primata bukan manusia. 6 Gal) sedangkan virus pada unggas dan kuda mengenali N-acetylsialic acid bergabung dengan ikatan a2.AI pada unggas telah terjadi dan telah mencapai tingkat endemi.8 Mekanisme Terjadinya Pandemi Jumlah kasus AI yang menginfeksi manusia di Indonesia sampai pertengahan Desember 2005 ini tercatat 14 kasus pasti (confirmed) 9 diantaranya meninggal.4 Memang transmisi virus influenza antar spesies dapat saja terjadi.3 (Neu Aca2. Beberapa kasus telah .8 Glikoprotein antigen hemaglutinin (HA) secara jelas adalah penentu dominan adanya pembatasan rentang penjamu. sedangkan trakea kuda dan usus itik (dimana virus pada unggas berreplikasi) mengandung ikatan Neu Aca2.2. atau langsung ke manusia setelah mengalami adaptasi spesifitas reseptor virus. tetapi sesungguhnya terdapat keterbatasan pejamu. sel epitel pada trakea babi mengandung ikatan Neu Aca2. kesempatan untuk terjadi re assortment akan tinggi selama infeksi. Jumlah provinsi yang telah merawat kasus ini baik tingkat suspect. probable dan confirmed adalah 12 provinsi. 6 Gal. tetapi arahnya sudah ke sana.6 sialic acid pada mukosa babi. Hal ini menjelaskan mengapa hewan ini mempunyai kepekaan yang tinggi pada virus avian dan human influenza. Terdapat populasi yang rentan terinfeksi karena tidak mempunyai kekebalan 3. Spesifisitas reseptor virus influenza bervariasi tergantung dari pejamu darimana virus tersebut berasal.2. 6 Terdapat 3 komponen penting sehingga virus dapat menyebabkan pandemi yaitu : 10 1. 3 Gal sementara sel mukosa manusia memiliki reseptor Neu Aca2. Oleh karena genome berupa segmen. Pada manusia virus influenza mengenali sialyloligosaccaharides yang ditentukan dengan N-acethyl sialic acid bergabung dengan a2. 3 Gal dan Neu Aca2. Menariknya. Hal ini akan menyebabkan kejadian kontak unggas dengan manusia terus berlangsung sehingga akan meningkatkan peluang virus beradaptasi dengan kondisi tubuh manusia dan mendapat kemampuan untuk menyebar antar manusia. 6 Gal.4. 76 kasus masih dalam proses penyelidikan diagnosis dan terdapat 112 kasus yang sebelumnya masuk suspect case sudah dipastikan bukan kasus AI. sel epitel pada trakea manusia mengandung Neu Aca2. 3 Gal) Sebagai contoh. Virus AI pada unggas memiliki reseptor Neu Aca2.

Hal ini mengesankan virus belum mampu beradaptasi pada tubuh manusia 5. kampanye kewaspadaan publik terhadap bahaya pandemi ke masyarakat luas. Terjadi penularan antar manusia pada kelompok yang lebih besar (larger cluster).dilaporkan dengan kemungkinan besar penularan virus H5N1 dari manusia ke manusia yaitu pada kasus dengan sifat kontak erat. LongoD. Pada saat ini keadaan di Indonesia sudah berada pada tingkat 3 dan menuju ke tingkat 4. pembentukan forum flu burung (AI) agar penanganan kasus lebih terkoordinasi. Menteri Kesehatan sudah menetapkan KLB pada bulan September lalu. tetapi belum dapat menyebar secara mudah 6. In: Braunwald E. mencegah penyebaran kasus. tetapi tidak terjadi penularan antar manusia. berlangsung lama dan tanpa alat pelindung diri. yaitu penularannya terbatas pada kelompok kecil (keluarga) jangan sampai meluas pada kelompok besar. kecamatan bahkan melewati batas-batas yang lebih luas misalnya kabupaten/ kota. Dolin R. DAFTAR PUSTAKA 1. selanjutnya menyebabkan kombinasi protein baru pada antigen H (haemaglutinin) dan N (neuramini dase). tetapi berisiko besar untuk menginfeksi manusia 3. Virus tersebut terdapat pada hewan tetapi berisiko kecil untuk menginfeksi manusia 2. dan melakukan kerjasama internasional. dan tingkat 6 adalah tahap pandemi yang menyebar luas ke berbagai belahan dunia. . Jameson L. 10-12 Para ahli epidemiologi membagi pandemi dalam 6 phase yaitu : 13 1. tetapi hanya pada kelompok kecil (small cluster). Tidak terdeteksi subtype virus tersebut pada manusia. 9 Kemungkinan apakah virus avian H5N1 akan menimbulkan pandemi atau tidak kita semua belum tahu. Bahkan dugaan kasus di Indonesia sudah pada awal dari tingkat 4. Mekanisme ke 2 adalah melalui adaptasi strain avian murni yang menginfeksi manusia atau istilah yang serupa adalah antigenic drift yaitu perubahan kecil pada virus yang terus berlangsung sehingga kekebalan tubuh tidak lagi mengenalnya. Terjadi peningkatan penularan yang menetap pada populasi manusia secara umum Tingkat 1 dan 2 dikatakan sebagai tahap interpandemi. 2. Kemampuan virus yang sebelumnya sulit menular antar manusia menjadi mudah dengan virulensi yang tinggi pernah terjadi pada pendemi sebelumnya. tetapi sampai saat ini belum ada program khusus yang menyentuh langsung ke perubahan perilaku masyarakat. tetapi hanya terlokalisir pada daerah yang terbatas. tetapi masih pada daerah tertentu. Tidak terdapat subtype virus influenza baru yang terdeteksi pada manusia.3. atau jarang sekali terjadi penularan pada kontak terdekat sekalipun 4. 6 Program penanggulangan ini harus melibatkan berbagai pihak.10 Untuk mengantisipasi terjadinya pandemi adalah dengan cara mencegah agar tingkat 4 awal yang kemungkinan sudah terjadi tetap bertahan pada tingkat tersebut. Hal ini mengesankan virus sudah beradaptasi lebih baik pada tubuh manusia. Fanci AS. tetapi langkah antisipasi sedini mungkin melalui koordinasi yang erat antara para ilmuwan dan petugas di lapangan sangat diperlukan. karena beberapa kasus penularan antar manusia diduga kuat sudah terjadi. dimana Departemen Kesehatan dan Departemen Pertanian sebagai leadernya. Terjadi penularan antar manusia pada kelompok kecil (small cluster). Terjadi infeksi pada manusia oleh subtype virus baru. editors. Langkah-langkah yang telah ditetapkan Departemen Kesehatan yaitu tindakan segera dan cepat terhadap manusia yang terinfeksi AI. Influenza. Hal ini disebabkan oleh genetic re assortment (penyusunan ulang materi genetik) atau istilah yang serupa adalah antigenic shift yang berupa perubahan mendadak dan besar pada virus. tingkat 3 sampai 5 disebut tahap kesiagaan pandemi. Kasper D. Hanser S. misalnya antar desa.

.Horrison's principles of internal medicine...1:129-49 5. Jong MD.. Monto AS.14.. Editorial... 74. 352:323-5 4. Krauss SL. pengalaman hidup sampai pengalaman bukan mati. 16 th ed.. 9 Desember: Jakarta 10. J Virol 2004. Dowel SF....H2 and H3 avian influenza virus hemagglutinins after their introduction into mammal.. Supari SF.. Pemberantasan avian influenza pada unggas pandangan dari dokter hewan...8502-12 6.. Clin Microbiol Rev. dll. 9 Desember. Avian influenza A (H5N1). Matrix gene of influenza A viruses Isolated from wild aquatic birds: ecology and emergence of influenza A viruses.. Bovin N.. ha ha.363:257 12... 2005. Dharmayanti NLPI.. FLU BURUNG (avian influenza) ..SpP SMF/Bagian Paru RSUD Dr Moewardi/FK UNS Surakarta makalah flu burung MIZAN-POENYA : Tempat berbagi ilmu dan pengalaman.. Pencegahan penularan virus avian influenza daria hewan ke manusia. New York: Mc Graw Hill. semua masih amatiran dot kom. N Engl J Med 2005. ) makalah pendidikan... etal.macam-macam artikel.proposal.. Disampaikan pada Seminar nasional: Perspektif global antisipasi pandemi flu burung..p. Mermel LA. hadits.. Disampaikan pada seminar nasional: Perspektif global antisipasi pandemi flu burung.. contoh surat menyurat. WHO..352:333-40 13... Hien TT........ Horimoto T. Tuzikov A.. Widjaja L.J Virol 2000.5:666-7 11.2001. etal... Lancet 2004. Avian influenza: the threat looms. Pandemic threat posed by avian influenza A viruses. Probable person to person transmission of avian influenza A (H5N1). Lancet 2005. 9 Desember: Jakarta 9.... Akoso BT.WHO global influenza preparedness plan. Jakarta 7.. The threat of an avian influenza pandemic.weleh.1066-71 2.. semua bisa antar jemput lho.. al-qur'an.Goverment policy in anticipating avian influenza in human outbreak in Indonesia Disampaikan pada seminar nasional: Perspektif global antisipasi pandemi flu burung. Auewarakal P.. Webby RJ..etal..(kayak warung aja nich he he .tapi ya itu. NEngl J Med 2005.emm.emang beda yach?? sedia juga aneka tips dan resep. 2005 Dr Reviono. Pandemic avian influenza.. Ung Chusak K. Adjid RMA.. Matrosovich M... Kawaoka Y..... 78: 8771-9 8. Journal of clinical Virology XXX (2005) XXX-XXX 3.weleh!! . Early alterations of the receptor binding properties of H1..

...................................... ii BAB I PENDAHULUAN ..... Semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para pembaca tentang flu burung dan dapat berguna dalam kemajuan ilmu keperawatan...................................................... tanpa ada halangan suatu apapun. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya dari dunia sampai akhirat..... dan informasi lainnya yang berhubungan dengan flu burung yang kami rangkum dalam bentuk makalah............ Dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan temanteman yang telah memberikan motivasi kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini... penularan........ i DAFTAR ISI ....... Makalah ini berisi tentang gejala.............. kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul FLU BURUNG dengan baik...................... pencegahan......... Penyusun DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ............................................................................................ penyebab................... 2 .........KATA PENGANTAR Alhamdulillah................... 1 BAB II PEMBAHASAN .............................. puji syukur kehadirat Allah SWT..............

..................................... Kritik dan Saran ..... 7 BAB I PENDAHULUAN Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu. China... Penularan ............................................................................................. Kamboja......................................... Thailand.......... Laos.................................................. ....................................... 4 4............................. Jepang............... Indonesia dan Pakistan............................................................................................................. 4 3.. Kesimpulan ....................................................................... 5 6........................ Avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas............. Pencegahan .............. 4 5..................... Masa Inkubasi ... 6 A....................1......................................................... Penyakit flu burung yang disebabkan oleh virus avian infuenza jenis H5N1 pada unggas di konfirmasikan telah terjadi di Republik Korea........................................... 3 2........................................ Taiwan..... 5 BAB III PENUTUP ....................... Pengobatan ..................................... Penyebab . Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi................ 6 DAFTAR PUSTAKA ......... Vietnam.................. 6 B........... Gejala .........................................................

Pada akhir tahun 2003 dan awal 2004. Pada saat itu. Botabek. Pada akhirnya 23 orang meninggal karena flu burung pada saat itu. Jawa Tengah. Hal ini didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes Jakarta dan laboratorium rujukan WHO di Hongkong. Indonesia . Cina. Laos. Jawa Timur. Kalimantan Barat dan Jawa Barat).. Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3. namun konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI)). Awalnya kematian tersebut disebabkan oleh karena virus new castle. penyakit flu burung telah merenggut tiga orang nyawa warga Tangerang Banten. namun tidak perlu sampai timbul kepanikan BAB II PEMBAHASAN Wabah Flu Burung tahun 2003-2004.Wabah baru dan mematikan dari H5N1 mulai dilaporkan di beberapa negara di Asia pada akhir Juni 2004. Negara-negara yang terjangkit penyakit ini melaporkan bahwa unggas-unggas di negara mereka terinfeksi flu burung ini.427 ekor). Indonesia. Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat mewaspadai adanya penyakit flu burung. Duapuluhtiga orang di Vietnam juga terkena penyakit ini.77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1. Wabah itu dapat terjadi kembali.842. virus flu burung terdapat pada unggas yang ada pada delapan negara di Asia. 100 juta burung mati sebagai akibat dari adanya penyakit ini dan sebagai akibat tindakan pembasmian guna pencegahan. Pada tanggal 30 December 2003 sampai dengan tanggal 17 Maret 2004. Jepang. Cina .Di Indonesia pada bulan Januari 2004 di laporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa (terutama di Bali. kasus flu burung terjadi pada 12 orang di Thailand . Tidak ada bukti yang mendukung bahwa virus ini dapat menular dari manusia ke manusia. Kamboja.275 ekor (4. seperti: Kamboja. Pada bulan Juli 2005.541. Thailand dan Vietnam. . Korea Selatan.

desinfektanmisalnya formalin. serta cairan yang mengandung iodine. Apabila wabah dunia terjadi. H7N7. Sampai saat ini. Virus influenza tipe A terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N). Namun. Gelombang infeksi ini terjadi dari bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2004. Shift). Untunglah. Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1. dan ketiganya meninggal dunia. H3N3. 1. Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. 54 orang meninggal dunia. Malaysia melaporkan adanya wabah ini untuk pertama kalinya. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N9. Penyebab Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. H5N1. Influenza H5N1 sekarang ini merupakan wabah di Asia Tenggara. Hal ini dilaporkan oleh Vietnam . kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. hal ini dapat menyebabkan wabah yang lebih mematikan dari pada wabah dunia sebelumnya. . namun tampak jumlah sebenarnya dari mereka yang terinfeksi lebih tinggi daripada yang dilaporkan. secara resmi diumumkan adanya 108 kasus fluburung.Thailand dan Vietnam melihat kemungkinan munculnya penyakit ini kembali. dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Semakin lama virus ini berada. Kamboja dan Thailand sejak akhir December 2003. semakin besar kemungkinan untuk menyebar pada manusia. H1N2. Virus akan mati padapemanasan 600 C selama 30 menit atau 560 C selama 3 jam dan dengandetergent. Wabah ini diikuti oleh wabah selanjutnya di Vietnam dan Thailand . Walaupun pengamatan terhadap flu burung tersebut membaik. Pada tanggal 28 Juni 2005. Dari mereka yang terinfeksi. H2N2. H9N2. Wabah berikutnya dari infeksi H5N1 terjadi dalam bulan December 2004 dan tetap menjangkiti penduduk. Di Indonesia terdapat 3 kasus flu burung yang dilaporkan dalam bulan Juli 2005. sampai saat ini belum terbukti adanya penyebaran antar manusia. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift. Kalau hal ini terjadi. wabah dunia influenza dapat terjadi. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220 C dan lebih dari 30 hari pada 00 C. kemungkinan untuk itu sangatlah mungkin terjadi. influenza A/H5N1 merupakan penyakit berat pada manusia dengan tingkat kematian yang tinggi. Apakah penyakit ini dapat menjadi wabah? Tidak ada seorangpun yang tahu apakah virus ini dapat menyebabkan wabah.

Jengger berwarna biru .Pada Unggas Manusia : 1 minggu : 1-3 hari . Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Pencegahan a.Demam (suhu badan diatas 38oC) .2.Vaksinasi pada unggas yang sehat b. Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan bahwa virus flu burung dapat menular dari manusia ke manusia dan menular melalui makanan. Pada anak sampai 21 hari. 4.Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung 2. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika manusia telah menghirup udara yang mengandung virus flu burung atau kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung.Borok dikaki . .Batuk dan nyeri tenggorokan .Nyeri otot 3. Gejala pada manusia. .Radang saluran pernapasan atas . Pada Manusia : 1. a. Penularan Flu burung menular dari unggas ke unggas.Infeksi mata . Gejala Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia. 5. Pada Unggas: 1. Kelompok berisiko tinggi ( pekerja peternakan dan pedagang) . Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Gejala pada unggas. Masa Inkubasi .Pneumonia .Kematian mendadak b. dan dari unggas ke manusia.

Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja. Oksigenasi bila terdapat sesak napas. Virus influensa terdiri dari beberapa tipe. Bila berat badan lebih dari 45 kg diberikan 100 mg 2 kali sehari. Hidrasi dengan pemberian cairan parenteral (infus). Influensa tipe A terdiri dari beberapa strain. BAB III PENUTUP A. Pemberian obat anti virus oseltamivir 75 mg dosis tunggal selama 7 hari. Pengobatan Pengobatan bagi penderita flu burung adalah: 1. Masyarakat umum a. d. antara lain H1N1.Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya) . H3N2. (contoh : masker dan pakaian kerja). Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. Influensa A (H5N1) merupakan penyebab wabah flu burung di Hongkong. Membersihkan kotoran unggas setiap hari. e. 4. Kesimpulan Flu burung (avian influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influensa yang ditularkan oleh unggas. Mengolah unggas dengan cara yang benar. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinsfeksi flu burung. Vietnam. Menggunakan alat pelindung diri. antara lain tipe A. b.Memasak daging ayam sampai dengan suhu ± 800C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu ± 640C selama 4. f. 2. Imunisasi. tipe B dan tipe C. Kritik dan Saran . 2. H5N1 dan lain-lain.5 menit. sedapat mungkin dalam waktu 48 jam pertama selama 3-5 hari dengan dosis 5 mg/kg BB perhari dibagi dalam 2 dosis. Amantadin diberikan pada awal infeksi . dan Jepang. yaitu : .a. B. 6. Di Vietnam dan Thailand juga menyerang pada manusia dengan delapan kasus diantaranya meninggal. Thailand. 3. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja. b. c.

pdf). burung dan ayam yang kemudian dapat menyerang manusia (penyakit zoonosis). International SOS. 2005 http://www. Jakarta 19 September. makalah Flu burung BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . Dokter Umum. Untuk itu besar harapan bagi kami atas kritik dan saran dari pembaca guna perbaikan makalah ini. Agus “Perspektif Baru Edisi 499”. Jakarta 1 Oktober 2005. Handrawan. Nadesul. Dr. Jakarta 2006.depkes. Syahrurachman. N=neuraminidase) yang pada umumnya menyerang unggas.id/images/m22_s2_i288_b.ppmplp.go.Kami sadar atas keterbatasan pengetahuan kami. DAFTAR PUSTAKA Prof. Flu burung merupakan infeksi virus influenza A subtipe H5N1 (H=hemagglutinin.

pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan. keterjangkauan dan pemerataan pelayanan kesehatan dasar. yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Biasanya masyarakat terutama masyarakat desa sering menganggap remeh hal kesehatan. berasal dari unggas peliharaan. pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan.Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar masyarakat. pola makan yang disiplin. Padahal efek dari sesuatu yang kecil tersebut akan menimbulkan dampak yang fatal. dan pemenuhan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari Kesehatan adalah hal yang paling berharga bagi semua orang. Oleh karena itu. Masyarakat cenderung mengabaikan kepedulian terhadap lingkungan baik melalui interaksi langsung maupun tidak langsung. Akan tetapi pelayanan kesehatan dari pemerintah tidak cukup efektif tanpa adanya upaya tersendiri oleh masyarakat. beban ganda penyakit. serta perilaku hidup bersih dan sehat. Mulai dari olahraga teratur. serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Hal ini menyebabkan penyakit mudah masuk dan menyerang dalam tubuh. keamanan dan khasiat obat dan makanan. dan istirahat yang cukup dilakukan demi mendapatkan tubuh yang tetap fit. B. meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. yaitu flu burung dan penyakit demam berdarah serta masalah yang secara tidak langsung menjadi beban tugas masyarakat tetapi berdampak serius bagi masyarakat yaitu angka kematian bayi dan angka . penjaminan mutu. penyakit yang dianggap kecil tersebut sangat berbahaya penyakit flu burung misalnya. Pembangunan kesehatan dihadapkan pada berbagai permasalahan penting antara lain disparitas status kesehatan. Adapula hal yang menjadi tugas khusus organ pelayanan kesehatan seperti penanggulangan angka kematian pada ibu melahirkan dan angka kematian bayi. Beberapa masalah penting lainnya yang perlu ditangani segera adalah peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan. meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. pelayanan kesehatan di daerah bencana. peningkatan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seperti penyakit demam berdarah dan flu burung. pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan. peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan. serta peningkatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Sebagai tindak lanjut. atau masyarakat sendiri perlu meningkatkan kesadaran walaupun tanpa adanya penyuluhan oleh lembaga-lembaga kesehatan. penanganan kesehatan di daerah bencana. padahal jika dianalisis lebih jauh. Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan ekonomi. penanganan masalah gizi buruk. kualitas. Langkah-langkah yang telah ditempuh adalah peningkatan akses kesehatan terutama bagi penduduk miskin melalui pelayanan kesehatan gratis. meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap masalah-masalah tersebut. penanggulangan wabah penyakit menular. perlu adanya pembahasan lebih lanjut tentang upaya penanggulangan penyakit-penyakit berbahaya yang berasal dari lingkungan masyarakat diantaranya adalah flu burung dan demam berdarah serta upaya kesehatan masyarakat dalam menanggulangi dan mengurangi angka kematian bayi dan Ibu melahirkan. Rumusan Masalah Dalam latar belakang telah disebutkan beberapa klasifikasi penyakit. peningkatan kualitas. Namun terkadang antioksidan dalam tubuh juga melemah karena kecapaian atau nutrisi yang kurang dalam tubuh.

Di Indonesia.kematian ibu melahirkan. Pada mulanya penyakit ini hanya menyerang unggas mulai dari ayam. Tujuan Penulisan  Untuk mengetahui dan memahami upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap dua penyakit yang berasal dari lingkungan sekitar yaitu flu burung dan penyakit demam berdarah  Untuk memberikan pemahaman upaya kesehatan masyarakat dalam rangka mengurangi presentase angka kematian bayi danibu melahirkan. Akan tetapi. Wabah virus ini menyerang manusia pertama kali di Hongkong pada tahun 1997 dengan 18 korban dan 6 diantaranya meninggal. merpati.  Apa upaya-upaya kesehatan masyarakat dalam rangka penanggulangan dan pencegahan penyakit flu burung  Apa upaya-upaya kesehatan masyarakat dalam rangka penanggulangan dan pencegahan penyakit demam berdarah  Bagaimana upaya-upaya kesehatan masyarakat dalam rangka menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu melahirkan C. laporan terakhir menyebutkan serangan pada babi dan manusia. D. Manfaat Penulisan  mengetahui dan memahami upaya-upaya penanggulangan dan pencegahan terhadap dua penyakit yang berasal dari lingkungan sekitar yaitu flu burung dan penyakit demam berdarah  memberikan pemahaman upaya kesehatan masyarakat dalam rangka mengurangi presentase angka kematian bayi danibu melahirkan BAB II PEMBAHASAN A. sampai burung-burung liar. penyakit ini awalnya diduga . Flu Burung Avian Influenza (AI) atau flu burung (bird flu) atau sampar unggas (fowl plague) pertama kali ditemukan menyerang di Italia sekitar 100 tahun yang lalu. Maka berikut ini disebutkan beberapa rumusan masalah ketiga hal tersebut.

dan bergabung dengan virus influenza strain yang lain sehingga menyebabkan munculnya strain baru yang bisa berbahaya bagi manusia. dan ingus) unggas yang terinfeksi. H2N2. H9N2. yang mempunyai dampak besar terhadap ketersediaan daging (gizi) di masyarakat. Secara genetik. dan virus pada telur akan mati pada suhu 64 C selama 5 menit. Kedua huruf ini digunakan sebagai identifikasi kode subtipe flu burung yang banyak jenisnya. virus influenza tipe A sangat labil dan tidak sulit beradaptasi untuk menginfeksi spesies sasarannya. irus akan mati pada pemanasan 60 C selama 30 menit atau 56 C selama 3 jam dan dengan detergent. Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu. Pandemi pertama terjadi pada tahun 1918 berupa flu Spanyol yang disebabkan oleh subtipe H1N1 dan memakan korban meninggal 40 juta orang. Virus akan mati dengan pemanasan sinar matahari dan pemberian diinfektan. Pandemi terakhir terjadi pada tahun 1968 berupa flu Hongkong yang disebabkan oleh H3N2 dengan korban 1 juta jiwa. Pandemi kedua terjadi pada tahun 1958 berupa flu Asia yang disebabkan oleh H2N2 dengan korban 4juta jiwa. yaitu kemampuan untuk mendeteksi kesalahan yang terjadi dan memperbaiki kesalahan pada saat replikasi. bercampur. high pathogenic avian influenza). Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A. Virus influenza tipe A dapat berubah-ubah bentuk (Drift. Akibat dari proses tersebut. melalui air liur. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Shift). Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan ditularkan oleh unggas. Pandemi ini sebagian besar terjadi di Eropa dan Amerika Serikat. Penyakit ini merupakan penyakit baru (new emerging disease) yang banyak menarik perhatian berbagai pihak karena penularannya yang sangat cepat dengan angka kematian yang tinggi. desinfektan misalnya formalin. virus virulensi virus AI dapat berubah menjadi lebih ganas dari sebelumnya (HPAI. Strain yang sangat virulen/ganas dan menyebabkan flu burung adalah dari subtipe A H5N1. irus pada unggas akan mati pada pemanasan 0 C selama 1 menit. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas . Flu burung menular dari unggas ke unggas. irus A dapat hidup selama 15 hari di luar jaringan hidup. H3N3. Mekanisme ini juga menyebabkan kesulitan dalam membuat vaksin untuk program penanggulangan. tetapi hewan tersebut resisten terhadap penyakit ini. Ketidakstabilan sifat genetik virus inilah yang mengakibatkan terjadinya strain/jenis/mutan virus yang baru. H7N7. Karakteristik lain dari virus ini adalah kemampuannya untuk bertukar. Sejarah dunia telah mencatat tiga pandemi besar yang disebabkan oleh virus influenza tipe A.sebagai penyakit tetelo atau VVND (Velogenic Viscerotopic Newcastle Diseae) yang pernah menyerang pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan sub tipenya terdiri dari Hemaglutinin (H) dan Neuramidase (N). Virus ini tidak memiliki sifat proof reading. serta cairan yang mengandung iodin. khususnya unggas. H5N1. Virus tersebut dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22 C dan lebih dari 30 hari pada 0 C. lendir dari hidung dan feces. Sedangkan pada binatang H1-H5 dan N1-N98. dan dari unggas ke manusia. Virus influenza termasuk famili Orthomyxoviridae. dan sektor ekonomi para peternaknya. urin. Pada manusia hanya terdapat jenis H1N1. dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Menurut WHO. kontak hewan tersebut dengan unggas ternak menyebabkan epidemik flu burung di kalangan unggas. Penularan penyakit terjadi melalui udara dan ekskret (kotoran. Meskipun reservoar alami viris AI adalah unggas liar yang sering bermigrasi (bebek liar). Avian flu juga melibatkan sektor peternakan. H1N2.

 Memasak daging ayam minimal 0 C selama 1 menit dan telur minimal 64 C selama 5 menit (atau sampai air atau kuahnya mendidih cukup lama).  Menggunakan alat pelindung diri.  Mengolah unggas dengan cara yang benar.  Mengisolasi kandang dan kotoran dari lokasi peternakan. yaitu :  Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)  emasak daging ayam sampai dengan suhu 0 C selama 1 menit dan pada telur sampai dengan suhu 64 C selama 4.  Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.  Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.  Orang yang kontak dengan unggas (misalnya peternak ayam) harus menggunakan masker. dan istirahat yang cukup. baju khusus.  Mendisinfeksi peralatan peternakan. (contoh : masker dan pakaian kerja).  Membersihkan kotoran unggas setiap hari. kaca mata renang.  Menjaga kesehatan dan ketahanan umum tubuh dengan makan.  Masyarakat umum  Memilih daging yang baik dan segar.  Mendisinfeksi orang dan kendaraan yang masuk ke peternakan.  Membatasi lalu lintas orang yang masuk ke peternakan. olahraga.  Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup. pencegahan Penyakit Flu Burung  Pada Unggas:  Pemusnahan unggas/burung yang terinfeksi flu burung  Vaksinasi pada unggas yang sehat  Pada Manusia :  Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)  Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.5 menit.  Segera ke dokter/puskesmas/rumah sakit bagi masyarakat yang mengalami gejala-gejala di atas. .