LAPORAN PRA PRAKTIKUM PENGENDALIAN LIMBAH INDUSTRI KUNJUNGAN INDUSTRI INDUSTRI PEMBUATAN TAHU “PAK JUMADI”

Disusun oleh I Putu Eldwin Ivan D 10/297373/TP/09682 Dimas Adianto Budi Santoso Fajar Kurniawan 10/297425/TP/09688 10/297446/TP/09691 10/297551/TP/09704

LABORATORIUM REKA INDUSTRI DAN PENGENDALIAN PRODUK SAMPING JURUSAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

tenaga kerja yang digunakan berjumlah 3 orang. Kasihan.LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PRAKTIKUM PENGENDALIAN LIMBAH INDUSTRI INDUSTRI PEMBUATAN TAHU “PAK JUMADI” 1. Secara umum. dan anak. Profil Industri Industri pembuatan tahu Pak Jumadi merupakan salah satu industri pembuatan tahu skala rumah tangga di kawasan Yogyakarta. Industri pembuatan tahu Pak Jumadi dibangun dalam kompleks rumah pak Jumadi sendiri. Lokasi industri pembuatan tahu Pak Jumadi ini berada di desa Ngewotan RT 07/24 Dukuh 8 Ngestiharjo. Dalam ruangan produksi terdapat sebuah mesin uap konvensional yang terbuat dari sebuah drum yang berfungsi untuk menghasilkan uap. semua pekerja mampu melakukan aktivitas produksi secara keseluruhan. Uap atau panas diperoleh dari pendidihan air. Namun dalam praktiknya. setiap pekerja memiliki tugas yang cenderung spesifik. Bantul. Harga kedelai impor . Dalam proses produksi peralatan yang digunakan dapat dibilang sederhana. Dalam satu hari produksi. Terdapat pula 4 bak kayu yang digunakan untuk mengendapkan tahu. Kedelai didapat dari para pemasok yang menyediakan kedelai dengan kualitas yang cukup bagus dengan harga yang sesuai dengan pasar. Dalam ruang produksi juga terdapat 1 mesin penggiling. Pak Jumadi lebih cenderung pada proses penggilingan kedelai hingga pengepresan santan kedelai. Terdapat beberapa ember plastik ukuran 25 kg untuk wadah tahu yang telah diiris. Cara pembuatan tahu masih menggunakan cara konvensional sehingga peran individu atau dalam hal ini para pekerja sangatlah besar didalam proses produksi. Tenaga kerja berjumlah 3 orang ini terdiri dari Pak Jumadi. Industri pembuatan tahu Pak Jumadi ini sudah berdiri sejak tahun 1984. industri tahu Pak Jumadi menggunakan 60 kg kedelai. Untuk mendidihkan air ini digunakan kayu bakar dan sampah kering sebagai bahan bakar. Selain itu juga terdapat 1 drum besi yang digunakan sebagai wadah untuk merebus sari kedelai melalui penguapan. Anak Pak Jumadi lebih cenderung pada proses pasca pengepresan hingga penanganan tahu yang telah diiris. istri. Dalam proses produksi. Industri ini merupakan industri pembuatan tahu yang termasuk dalam kategori usaha kecil dan menengah (UKM). Umumnya jenis kedelai yang digunakan sebagai bahan baku adalah kedelai impor dari Amerika. Istri Pak Jumadi lebih cenderung pada proses penanganan ampas pembuatan tahu. Uap panas akan terkumpul dalam drum sebelum akhirnya akan disalurkan melalui pipa-pipa besi ke bak perebusan sari kedelai.

Langkah-langkah pembuatan tahu Pak Jumadi adalah sebagai berikut.5 cm sedangkan potongan tahu ukuran besar memiliki dimensi 6 x 6 x 2.00 WIB. Setelah direbus dengan uap selama ± 30 menit kemudian sari kedelai disaring. Ampas tahu yang tertahan pada kain lalu disisihkan. Untuk potongan tahu ukuran besar dijual dengan harga Rp 450 sampai Rp 500 dan ukuran kecil dijual dengan harga Rp 250. tungku. bak pengendapan. dan drum penampung air.5 x 2. Ampas tahu ini diolah lebih lanjut menjadi tempe gembus. tampah (nyiru). kain saring. Proses produksi dilakukan dari pukul 11. setiap 7. Kedelai yang sudah bersih tersebut direndam dalam air selama ± 4 jam. mesin penggiling. Setelah itu kedelai yang ada dicuci lagi dan siap digiling. Dari proses produksi tahu tentu menghasilkan ampas tahu. Selain tahu dan tempe gembus. Alat yang digunakan adalah timbangan. Namun kualitas kedelai lokal terkadang kurang bagus sehingga lebih sering menggunakan kedelai impor. hotel Santika. Proses ini memakan waktu ± 15 . Kedelai yang akan diolah ditimbang. Produk yang dihasilkan dipasarkan di area Yogyakarta meliputi pasar Kranggan. cetakan. drum perebusan. Proses produksi dilakukan setelah Pak Jumadi pulang dari pasar memasarkan produk tahu.5 x 4. Potongan tahu ukuran kecil memiliki dimensi 4. pisau. ember besar ukuran 25 kg. dan katering Nirbaya. hotel Garuda. Kedelai yang tersedia kemudian dicuci hingga bersih.000 per kg. Tahu yang dihasilkan memiliki umur simpan selama 5 hari. produk lain yang dibuat adalah tempe. Penambahan biang/bibit (kecutan) bertujuan agar sari kedelai dalam bak dapat mengendap dengan baik.500 per kg. Setelah digiling kedelai yang sudah halus tersebut dimasukkan dalam drum perebusan untuk selanjutnya direbus dengan uap. Terkadang industri tahu Pak Jumadi juga menggunakan kedelai lokal dengan harga Rp 8. Ampas tahu akan tetap bertahan dalam kain saring sementara sari dari kedelai akan jatuh kedalam bak pengendapan yang sudah disiapkan dibawahnya.adalah Rp 7. Harga per potong tergantung ukuran tahu yang dihasilkan. Dalam proses produksi.5 cm. 2. bak pengepresan. Bahan-bahan yang digunakan meliputi kedelai dan air. sedangkan sari tahu dalam bak akan diolah lebih lanjut untuk menjadi tahu. Dalam proses produksinya tidak ada bahan lain yang ditambahkan. Sari tahu yang ada dalam bak kemudian akan ditambahkan biang/bibit (kecutan) secara terus menerus hingga volume kecutan tertentu sambil terus diaduk untuk memisahkan sari kedelai dari air biasa. Proses Produksi Proses produksi tahu menggunakan bahan baku kedelai.00 WIB hingga pukul 16.5 kg kedelai akan menghasilkan 440 potong tahu.

Setelah itu air biasa tersebut akan diambil dengan gayung hingga terpisah dari sari kedelai. melainkan digunakan untuk menjadi biang/bibit (kecutan) pada proses pembuatan tahu selanjutnya. Tahu yang telah jadi kemudian diiris dengan ukuran tertentu. Adapun peta proses operasi pembuatan tahu Pak Jumadi adalah sebagai berikut . Air ini tidak selanjutnya dibuang. Setelah yang tersisa dalam bak hanya sari kedelai. Setelah dirasa sudah cukup maka cetakan kemudian ditutup. maka sari-sari tersebut akan diangkat dengan menggunakan gayung untuk seterusnya dimasukkan ke cetakan tahu. Penirisan dilakukan dengan cara pengepresan. Lama pengepresan dalam cetakan adalah ± 30 menit. Proses ini berfungsi untuk memberi bentuk pada produk tahu yang nantinya dihasilkan sekaligus untuk meniriskan air yang masih ada pada sari kedelai tersebut.menit sampai air akan terpisah dari sarinya.

.

dialirkan melalui cerobong asap yang terhubung dengan tungku pemanasan dan dibuang ke udara bebas. yang dihasilkan dari proses pembakaran untuk mendidihkan air kedelai. air kecutan dibuang ke sungai di belakang lokasi produksi. Namun untuk digunakan sebagai bahan pemadat. Dengan demikian limbah padat terpisahkan dari air yang mengandung sari kedelai yang akan dijadikan tahu. Limbah gas berupa asap pembakaran kayu bakar dan sampah kering dari proses pendidihan air dalam drum uap. Limbah padat dipisahkan dengan menggunakan screen berupa kain. 5. dan hanya digunakan sebanyak ± 5 ember kecil untuk sekali produksi. Ampas kedelai ini berasal dari penyaringan sari kedelai hasil penggilingan. Limbah cair berupa air hasil pengepresan santan kedelai. tidak dilakukan penanganan khusus. Selebihnya. Tanggapan Masyarakat Sekitar Terkait Limbah Industri yang Dihasilkan Dari penanganan limbah yang telah disebutkan di atas. air kecutan yang tidak dipakai digunakan juga sebagai bahan pakan ternak. kecutan yang dihasilkan dalam sekali produksi dapat mencapai sebanyak 3 ember besar. Berdasarkan wawancara dengan beberapa tetangga Pak Jumadi dan Pak Jumadi sendiri. dialirkan dari bak perebusan kedalam bak penampung bersama dengan air rebusan. diketahui bahwa tidak pernah ada masyarakat yang mengeluh atas limbah yang dihasilkan dari pembuatan tahu. Limbah cair yang berupa air kecutan digunakan sebagai bahan untruk memadatkan sari kedelai menjadi tahu. Selain . Gembus dapat dikonsumsi (dikenal denga tempe gembus) sehingga dapat dijual. Limbah padat berupa ampas kedelai. dan gas. kecutan harus disimpan selama 1 hari. Limbah padat yang berupa ampas kedelai setelah perebusan. Limbah padar ini disebut gembus. Asap pembakaran yang telah digunakan untuk memanaskan panci pembakaran. Penanganan Limbah Limbah yang dihasilkan oleh industri tahu Pak Jumadi diolah tanpa perlakuan khusus. tanggapan masyarakat sekitar terhadap limbah tersebut secara umum merasa tidak terganggu. Karena itu. Limbah yang dihasilkan ini meliputi limbah padat. 4. Bagian atas bak penampung dilapisi dengan kain untuk memisahkan ampas dengan air rebusan yang mengandung sari kedelai. khususnya untuk minum sapi. Limbah yang Dihasilkan Dalam proses produksi tahu. bahkan pengolahan limbah dilakukan dengan sangat sederhana. Sementara itu. Untuk limbah yang berupa gas. Hal ini dikarenakan limbah di buang ke sungai di belakang lokasi pabrik dan sungai tersebut berada pada daerah yang cukup jauh dari lokasi pemukiman masyarakat.3. cair. terdapat limbah yang dihasilkan.

Air kecutan hari produksi – 1 Gambar 5. Proses filtrasi Gambar 3. 6. Ampas kedelai Gambar 6. Air kecutan hari produksi Gambar 4. Kondisi ini memberikan pemikiran pada masyarakat bahwa limbah pembuatan tahu bersifat lumrah. mayoritas masyarakat merupakan pemilik industri pembuatan tahu yang tentu juga menghasilkan limbah yang sama.itu. Tahu hasil produksi Industri tahu Edi Gambar 2. Dokumentasi Gambar 1. Proses pengepresan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful