LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI II

Oleh : Pricella Aqwilla Fillya Dina Sari Lusia Alexandra A Okta Fani Nidya 111501124 111501163 111501164 111501165

LABORATORIUM TEKNOLOGI SEDIAAN FARMASI II FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Tablet Pengertian sediaan tablet :  Sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dlm bentuk tabung pipih atau sirkular, kedua permukaan rata cembung mengandung satu jenis bahan obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan (FI)  Bentuk sediaan padat yg mengandung bahan obat, dengan atau tanpa aditif yang sesuai (USP dan NF)

Persyaratan tablet yang baik :     Memiliki kemampuan atau daya tahan terhadap pengaruh mekanis selama proses produksi, pengemasan dan penggunaannya Bebas dari kerusakan seperti pecah-pecah, rempal pada sisinya, warna yang memucat dan kontaminan-kontaminan baik dari bahan obat ataupun dari pengotor lainnya Dapat menjamin kestabilan fisik maupun kimia dari zat khasiat yang terkandung didalamnya Mampu membebaskan zat khasiat dengan baik sehingga memberikan efek biologis seperti yang dikehendaki

1.2 Studi Preformulasi

Studi Preformulasi merupakan tahap pertama dalam mendesain atau memformula suatu tablet. Preformulasi merupakan proses untuk mengoptimasi suatu formula obat, dengan cara : • Determinasi sifat-sifat fisika dan kimia yang diperlukan dalam formulasi sediaan yang stabil, efektif dan aman • Interaksi dengan komponen lain (Incompatibility)

Tujuan utama preformulasi adalah untuk mendapatkan pendekatan formulasi yang rasional, memaksimumkan usaha formulasi serta mendapatkan kualitas dan penampilan produk yang optimal

1.3 Komponen Tablet A. BAHAN PENGISI Adalah zat inert yang ditambahkan dalam formula tablet yang ditujukan untuk membuat bobot tablet sesuai dengan yang diharapkan Biasanya tablet yang mengandung zat aktif dengan dosis kecil memerlukan zat pengisi yang banyak. Jika dosis besar maka pengisi sedikit atau tidak sama sekali. 1. Avicel (mikrokristalin selulosa) Bentuk 103 memiliki keunggulan dibandingkan dengan 101, 102 karena volume

spesifiknya kecil, aliran lebih baik dan waktu hancur lebih singkat. Insoluble, non-reaktif, aliran kurang baik, kapasitas pegang 50%.

- Menghasilkan tablet yang keras dengan tekanan kecil (kompresibilitas baik) dan friabilitas tablet rendah, waktu stabilitas panjang. - Menghasilkan pembasahan yang cepat dan rata sehingga mendistribusikan cairan penggranul ke seluruh massa serbuk; menghasilkan distribusi warna dan obat yang merata. Bertindak sebagai pembantu mengikat, menghasilkan granul yang keras dengan

sedikit fines.

. Avicel dalam GB memperbaiki ikatan pada pengempaan. penggunaannya dapat dikombinasi dengan laktosa. snow white filler. disintegran. - Kalsium sulfat trihidrat Digunakan sebagai pengisi untuk granulasi dengan jumlah zat aktif 20-30%. lubrikan dan glidan. starch. bisa dipakai untuk zat aktif asam. punya kapasitas abisaorbisai yang tinggi untuk minyak. non-higroskopis. kalsium karbonat. Membantu mengatasi zat-zat yang jika overwetting (terlalu basah) menjadi seperti “clay” yang sukar digranulasi dan ketika kering granulnya menjadi keras dan resisten terhadap disintegrasi. - Kalsium fosfat dibasic Digunakan sebagai pengisi dan pengikat untuk kempa langsung dengan memiliki ukuran paling kecil. tidak mahal.Penggunaannya membutuhkan lubrikan. starch paste.Avicel membantu obat larut dengan air agar homogen. 4. MC. 3. basa. Contoh: kaolin. mengurangi cappingdan friabilitas tablet. Sinonim: terra alba. .Bisa bersifat pengikat kering. pengisi paling murah..Semakin tinggi grade-nya semakin putih. . tidak dapat digranul sehingga solusinya dikombinasi dengan starch/Avicel. Pengikat yang disarankan: PVP. mencegah migrasi pewarna larut air 2. manitol. Insoluble. Laktosa . kalsium sulfat. tidak dapat digunakan bersama senyawa asam atau garam asam Jika digunakan cairan pengikat yang terlalu banyak maka jadi lengket dan keras. netral.

salisilamid. asam askorbat. phenilephrine HCl .Jarang bereaksi dengan obat (hidrat dan anhidrat) . punya aliran baik dan karakteristik pengikatan yang lebih baik dibandingkan laktosa biasa Kelemahan: dapat menghitam dengan adanya lembab. amin.Jika digunakan sebagai pengikat tunggal. Oleh karena itu banyak dikombinasi dengan pengisi insoluble lain .Gunakan lubrikan netral atau asam 5. tetapi menyerap lembab. granulnya cepat kering. disintegrasi tablet tidak banyak dipengaruhi oleh kekerasan Kapasitas pegang 20-25% terhadap zat aktif. pyrilamine maleat.(Lachman Tablet) Inkompatibel dengan: senyawa yang sangat basa.Untuk GB pakai laktosa HIDRAT. laktosa anhidrat tidak mengalami reaksi Maillard (dengan zat aktif mengandung amina dengan adanya logam stearat).Granul laktosa hidrat mengandung kadar lembab 4-5% Laktosa adalah gula peredukasi bereaksi dengan amin menghasilkan reaksi Maillard Isomer: α dan β (dalam campuran berada dalam kesetimbangan kedua bentuk) (Lachman Industri) Pengisi yang paling umum. ada 2 bentuk: hidrat dan anhidrat . Secara umum tablet menunjukkan release rate yang baik. - Sukrosa Bisa berfungsi sebagai pengisi/pengikat . sukrosa membentuk granul yang keras dan tablet lebih cenderung terdisolusi daripada terdisintegrasi. atau senyawa lain yang mengandung furaldehid .

Kadar lembab granul yang dibuat dari sukrosa. menghasilkan granul yang lebih halus dari sukrosa atau dekstrosa . Sukrosa bukan gula pereduksi tetapi menjadi coklat pada penyimpanan dan higroskopis 7. Manitol . mengandung 8-10% lembab.Hanya sedikit yang terabisaorbisai di saluran cerna. Emdex dan Celutab Dapat bereaksi dengan amin pada suhu dan kelembaban tinggi Bebas mengalir dan dapat dikempa langsung.. B. dan manitol setelah pengeringan semalam pada 140-150 °F adalah 0. jika digunakan banyak dapat bersifat laksatif 8. membutuhkan lebih banyak cairan pengikat . dekstrosa. aliran jelek.Sukrosa digunakan sebagai pemanis dalam tablet kunyah dan digunakan sebagai pengikat untuk memperbaiki kekerasan tablet . biasanya digranulasi dengan pengikat larut air atau hidroalkohol.Jika digunakan sebagai pengisi kering. halus. dingin (negatif heat solution) .2% .Non-higroskopis. .Dapat digunakan untuk formulasi vitamin. BAHAN PENGIKAT Bahan Pengikat Tablet . Kekerasan granul tergantung jumlah pengikat yang digunakan.Kelemahan: tablet yang dibuat dengan komposisi sebagian besar sukrosa akan mengeras pada penyimpanan.Pengisi yang baik untuk tablet kunyah karena rasanya enak. kekerasan tablet dapat meningkat setelah pengempaan Starch terhidrolisa mengandung 90-92% dekstrosa dan 3-5% maltosa Dapat digunakan sebagai pengganti manitol pada talbet kunyah karena manis dan berasa halus. sedikit manis.

Pengikat yang berupa polimer alam: starch. dan penghancur Dalam bentuk musilago amili 5-10% . gelatin) Pengikat yang berupa polimer sintetik: PVP. gum (acacia. hidroksipropilselulosa Bisa dengan cara kering/basah. Cara basah lebih sedikit membutuhkan bahan.Cara: suspensikan starch 1:1/2-1 dalam air dingin. pengikat. dan disintegran . metilselulosa. merupakan disintegran yang paling umum digunakan . tragacanth. Starch (amylum) (Lachman Tablet) Dapat digunakan sebagai pengisi. dan kandungan air massa cetak Perhatian: sebelum digunakan. Starch 1500 Dapat digunakan sebagai pengikat basah.Pemakaiannya disesuaikan dengan jenis starch. tekanan pengempaan. etilselulosa.Pengikat bisa berupa gula dan polimer. 1.Mekanisme kerja dengan membentuk ikatan hidrogen saat pengempaan dan pecah atau mengembang saat air masuk mell pori (kapiler) . kering. tambahkan 2-4 kali air mendidih dengan pengadukan konstan sampai starch mengembang menjadi transparan yang dapat diencerkan Cara lain: suspensi starch dalam air dipanaskan Sebagai disintegran: Pemakaian: 1-20%. starch harus dikeringkan pada suhu 80-90 °C untuk menghilangkan air yang terabisaorpsi 2.

Gelatin Digunakan pada konsentrasi 5-10% sebanyak 1-5% dari formula .- Starch 1500 maksimal mengandung 20% fraksi larut air yang berfungsi sebagai pengikat sedangkan sisanya bersifat sebagai disintegran Starch 1500 dibutuhkan ± 3-4 kali lebih banyak daripada musilago amili untuk menghasilkan tablet dengan kekerasan yang sama . pada fasa luar. MC. 3.Sebaiknya tidak digunakan sebagai pengisi pada GB karena akan menghasilkan gel yang berfungsi sebagai pengikat yang sangat kuat Sebagai disintegran dapat ditambahkan kering. digantikan PVP. dapat digunakan larutan gelatin dalam air 2-10%. Cenderung menghasilkan tablet yang keras dan memerlukan disintegran yang aktif Dapat digunakan untuk senyawa yang sulit diikat Kelemahan: rentan bakteri dan jamur Jika masih diperlukan pengikat yang lebih kuat.Sudah jarang digunakan. larutan gelatin harus dipertahankan hangat sampai digunakan karena akan menjadi gel pada pendinginan BAHAN PENGEMBANG BAHAN PELICIN BAHAN PENGIKAT . yang dibuat dengan menghidrasi gelatin dalam air dingin selama beberapa jam/semalam kemudian dipanaskan sampai mendidih.

4 Metode Pembuatan Tablet Cara Granulasi Dasar Cara granulasi dasar hampir sama dengn cara granulasi basah. bahan pengembang dibagi menjadi dua bagian masing-masing bagian setengah dari jumlahnya. sedangkan bahan yang bersifat hidrofil maka bahan pengikatnya 10 . pengikat dari CMC. Hal ini dapat dilakukan dengan baik dengan cara menambahkan bahan pengikat dalam bentuk larutan ke dalam campuran serbuk. Bila dibasahi secara berlebihan akan . Bahan pengikat yang biasa dipakai misalnya mucilago amyli. Pada awal. Bahan pengikat yang digunakan pada granulasi dasar sama dengan bahan pengikat yang digunakan pada granulasi dasar. Cara penambahannya setengah bagian ditambahkan sebelum proses granulasi sedangkan setengah bagian lagi ditambahkan pada granulat kering bersama-sama dengan bahan pelicin dan zat aktif sebelum dicetak. Pada penambahan bahan pengikat harus hati-hati tidak boleh terlalu basah dan tidak boleh terlalu kering. pengerjaan campuran serbuk diubah menjadi bentuk granula yang bebas mengalir ke dalam cetakan yang disebut granulasi.20% dari berat tablet. Untuk bahan yang bersifat hidrofob maka bahan pengikatnya 30% dari berat tablet. Jumlah bahan pengikat yang dipakai tergantung pada bahan yang akan di granulasi aoakah bersifat hidrofob atau hidrofil. Perbedaannya hanya terletak pada penambahan zat aktif ( bahan obat ). Cara Granulasi Basah Cara ini paling banyak digunakan karena menghasilkan granul-granul yang mempunyai sifat-sifat yang dibutuhkan untuk pencetakan tablet dan tablet yang dihasilkan biasanya lebih kompak. dimana zat aktif ditambahkan pada fase luar. larutan gelatin. Pada granulasi dasar. Cara ini digunakan untuk bahan-bahan yang tidak tahan pemanasan atau tidak stabil karena adanya air atau air panas.1.

Pada awal pengerjaan campuran serbuk diubah menjadi bentuk granul yang bebas mengalir ke dalam cetakan yang disebut granulasi. Kekurangan berat dicukupkan dengan air panas. Hal ini dapat dilakukan dengan baik dengan cara menambahkan bahan pengikat dalam bentuk larutan ke dalam campuran serbuk. kekurangan berat dapat ditambah dengan air panas.menghasilkan granul yang terlalu keras untuk dibuat menjadi tablet. Serbuk gelatin ditaburkan dalam air dingin. Dibiarkan CMC sampai mengembang. Bahan pengikat ini harus dibuat baru. Cara granulasi basah paling banyak digunakan karena menghasilkan granul-granul yang mempuntai sifat-sifat yang dibutuhkan untuk pencetakan tablet dan tablet yang dihasilkan biasanya lebih kompak. Cara membuat bahan pengikat dari gelatin Biasanya dipakai dengan konsentrasi 1 – 4%. bahan pengembang dibagi menjadi dua bagian masing-masing bagian setengah dari jumlahnya. . Cara membuat bahan pengikat dari CMC CMC ditaburkan dalam air panas dimana banyaknya air panas adalah 20 kali jumlah CMC yang ditimbang. dengan menambahkan air dingin pada amylum lalu dipanaskan di atas penangas air atau api kecil sambil diaduk-aduk menjadi massa yang kental dan transparan atau disuspensikan dengan sedikit air dingin kemudian ditambah air panas lalu diaduk-aduk menjadi massa yang kental dan transparan. Bila pembasahan yang kurang biasanya menghasilkan tablet yang terlalu lunak dan cenderung cepat pecah. Cara pembuatan bahan pengikat antara lain: Cara membuat bahan pengikat dari mucilago amyli Biasanya dipakai dengan konsentrasi 5 – 20%. biarkan mengembang lalu dipanaskan di penangas air sampai larut. Larutan gelatin juga harus dibuat baru dan digunakan selagi panas (± 40oC) karena bila dingin akan terbentuk gel. Cara penambahannya setengah bagian ditambahkan sebelum proses granulasi sedangkan setengah bagian lagi ditambahkan pada granulat kering bersamasama dengan bahan pelicin sebelum dicetak. Jika telah mengembang aduk sampai diperoleh massa yang kental dan transparan. Pada granulasi basah.

Dewasa ini pada umunya dianggap sebagai zat antinyeri yang paling aman. Dalam hati zat ini diuraikan menjadi metabolit-metabolit toksis yang diekresi dengan kemih sebagai konjugat-glukunorida dan sulfat (Tjay & Kirana. kekurangan berat dapat ditambah dengan air panas. Untuk bahan yang bersifat hidrofob maka bahan pengikatnya 30% dari berat tablet sedangkan bahan yang bersifat hidrofil maka bahan pengikatnya 10-20% dari berat tablet. Resorpsinya dari usus cepat dan praktis tuntas. Jumlah bahan pengikat yang dipakai tergantung pada bahan yang akan digranulasi apakah berdifat hidrofob atau hidrofil. Bila pembasahan yang kurang biasanya menghasilkan tablet yang terlalu lunak dan cenderung cepat pecah. Pada penambahan bahan pengikat harus hati – hati tidak boleh terlalu basah dan tidak boleh terlalu kering. biarkan mengembang lalu dipanaskan dipenangas air sampai larut. Kekurangan berat dicukupkan dengan air panas. larutan gelatin. juga untuk swamedikasi (pengobatan mandiri). tetapi tidak antiradang. Larutan gelatin juga harus dibuat baru dan digunakan selagi panas karena bila dingin akan terbentuk gel . dengan menambahkan air dingin pada amylum lalu dipanaskan di atas penangas air atau api kecil sambil diaduk-asuk menjadi massa yang kental dan transparan atau disuspensikan dedmeeefcvcvxv dengan sedikit air dingin kemudian ditambahakan dengan sedikit air dingin kemudian ditambahkan air panas lalu diaduk-aduk menjadi massa yang kental dan transparan. biarkan mengembang lalu dipanaskan dipenangas air sampai larut. Parasetamol adalah derivat asetanilida merupakan metabolit dari fenasetin yang dahulu banyak digunakan sebagai analgeticum. Cara membuat bahan pengikat dari gelatin Biasanya dipakai dengan konsentrasi 1-4%. pengikat dari CMC. 318) Cara pembuatan bahan pengikat antara lain : Cara membuat bahan pengikat dari mucilago amyli Biasanya dipakai dengan konsentrasi 5-20%.Bahan pengikat yang biasa dipakai biasanya mucillago amyli. Antara kadar plasma dan efeknya tidak ada hubungan. hal. Serbuk gelatin ditaburkan didalam air dingin.tetapi pada tahun 1978telah ditarik dari peredaran karena efek sampingnya (nefrotoksisitas dan karsinogen). secara rektal lebih lambat. Efek analgetisnya diperkuat oleh kodein dan kofein dengan kira-kira 50%. Khasiat dari parasetamol yaitu analgetis dan antipiretis. 2002. Bila dibasahi secara berlebihan akan menghasilkan granul yang terlalu keras untuk dibuat menjadi tablet. Bahan pengikat ini harus dibuat baru.

sehingga memungkinkan untuk dicetak langsung dicetak. Dibiarkan CMC sampai mengembang. Bahan bahan ini mempunyai sifat free flowing. acetosal . Adapun bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pengisi yaitu avicel. kalium klorida. Bahan bahan yang dapat dicetak . Bahan pengisi yang dipakai haruslah juga berbentuk granul-granul / kristal dan mudah larut dalam air . Jika telah mengembang aduk sampai diperoleh massa yang kental dan transparan. yang berbentuk kristal/butir-butir granul yang mempunyai sifat-sifat yang diperlukan untuk membuat tablet yang baik . Pembuatan tablet secara cetak langsung dapat dilakukan sebagai berikut : Bahan obat . hexamine. bahan pengisi dan bahan pengembang ditimbang Bahan obat ditambhakan bahan pengisi dan bahan pengembang dengan jumlah yang sama sedikit demi sedikit sampai habis dan homogenkan Dilakukan uji preformulasi : Indeks Tap. tetapi bila jumlah bahan obat yang cukup banyak dapat langsung dicetak. kalium iodida.angsung antara lain NaCl . dan dapat mengalami peristiwa deformasi plastis pada saat pencetakan.Cara membuat bahan pengikat dari CMC CMC ditaburkan dalam air panas dimana banyaknya air panas adalah 20 kali dari jumlah CMC yang ditimbang. inert . dan dapat sebagai pengikat dalam bentuk kering. bahan pengembang dibagi menjadi dua bagian masing-masing bagian setengah dari jumlahnya. . encompress . garam ammonium kwartener . Sudut diam Maasa dicetak menjadi tablet. Pembuatan Tablet secara Cetak Langsung Cara ini hanya digunakan untuk bahan-bahan tertentu saja . Ca laktat. Waktu alir . tetapi bila jumlah bahan obat sedikit maka perlu ditambahkan bahan pengisi yang sesuai untuk mendapatkan bobot yang diinginkan. Pada granulasi basah. Cara penambahannya setengah bagian ditambahkan sebelum proses granulasi sedangkan setengah bagian lagi ditambahkan pada granulat kering bersamasama dengan bahan pelicin sebelum disetak. Sta-RX Tablet yang dibuat dengan cara langsung mempunyai waktu hancur atau waktu larut yang lebih cepat karena tidak adanya oloida pelindung dari bahan pengikat. mudah larut dalam air.

granulasi dasar.  Agar mahasiswa atau praktikan tidak hanya tau cara pembuatan tablet tetapi juga mengetahui bagaimana cara menguji tablet yang dibuat.  Agar mahasiswa atau praktikan mengetahui bahan-bahan apa sajakah yang terkandung dalam pembuatan tablet. atau metode granulasi dasar Untuk mengetahui cara uji preformulasi tablet Untuk mengetahui cara uji evalusi dalam pembuatan tablet 1.1. sebelum pencetakan (preformulasi) dan setelah pencetakan tablet (uji evaluasi) . yang memenuhi persyaratan dalam membuat tablet yang baik. dan metode cetak langsung.2 Tujuan :    Untuk mengetahui cara pembuatan tablet baik secra metode granulasi basah.3 Manfaat  Agar mahasiswa atau praktikan mengetahui bagaimana cara pembuatan tablet dengan berbagai mtode sperti: granulasi basah. metode cetak langsung.

s.4 g . C = 100 x 100mg Pengembang : Amilum Manihot = 5% x 40 g Pengembang Dalam = 1 g Pengembang Luar Pengikat : = 10% x 40 g = 4 g = 10% x 4 g =1g =2g Mucilago Anili Amilum = 0.5% q. Stearat Natrium Metabisulfit Sacch. dtd tab No. Lactis m.f. C 100mg 5% 20% 1% 1% 0.dtd tab No.LEMBAR KERJA RESEP I R/ Vitamin C 100 mg m.C Formula Lengkap R/ Vitamin C Amilum Manihot Mucilago anili Talkum Mg.f. Rencana Kerja Metode Diameter : Granulasi Dasar : 11 mm Bobot Tablet : 400 mg JumlahTablet : 100 tablet Perhitungan Bahan Berat seluruh tablet Zat Berkhasiat : 100 x 400 mg : = 10 g = 40 g Vit.

4 g Antioksidan Natrium Metabisulfit : 0.75 g Berat teoritis = 10 + 1 + 0. Lactis = 40 g .5 g Presentase bahan pengikat yang dipakai = (4.2g) = 40g .8g + 0.75 = 26. Stearat = 1% x 40 g = 1% x 40 g = 0.4g = 26.4g + 1g + 0.5/8) x 100% = 56.4 + 26.4 g = 0.13.5% x 40g Pengisi Sacch.(10g + 1g + 0.1gBerat granulat kering = 24.6 = 38g Presentase berat = berat teoritis/berat seluruhnya x 100% = 38/40 x 100% = 95% Massa seluruh tablet = (100% / X%) x berat kering = (100% x 95%) x 24.8 g .2 g Bahan pengikat yang terpakai = 4.Pelicin : Talkum Mg.05 Berat bahan eksternal setelah dikoreksi : Bahan obat : 100 x 100mg = 10 g Pengembang luar : 1/2 x 5% x 40 g =1g Pelicin : (1% x 40g) + (1% x 40g) = 0.25% Bahan pengikat yang sisa = 3.5 g Berat granukat basah = 26.6 g = 0.

indeks Tap    granul dimasukkan ke dalam gelas ukur sebanyak 25ml kemudian di tapping sebanyak 20kali dilihat penurunan volume . tambahkan sacch lactis dengan cara yang sama hingga semuanya tercampur homogen. Timbang bahan pelicin dan pengembang dan zat berkhasiat 11. massa tersebut diayak menggunakan ayakan mess 12 hingga terbentuk granul. 8. Ditara batang pengaduk dan cawan penguap 2. diratakan di atas loyang. dan diaduk hingga homogen. Dikeringkan di dalam lemari pengering. Timbang granul yang telah dikeringkan. Tablet dicetak. Setelah diperoleh massa yang kompak. 4. Uji preformulasi 1. gerus kembai hingga homogen.75 gram 9.Pengikat : bahan pengikat yang digunakan = 10% pada pembuatan bahan pengikat yang digunakan = 20% Prosedur 1. kemudian ditambahkan sacch lactis sebanyak jumlah amilum manihot (secara visual) sambil digerus hingga homogen. tambahkan mucilago anili secara perlahan hingga diperoleh massa yang kompak dan cukup menyatu (dengan cara dioleskan ke stamfer lalu digerus) 5. Ditambahkan kembaii sacch lactis sejumlah serbuk aimlum san sacch lactis yang di dalam lumpang. Ayak granul menggunakan ayakan mesh 14 10. C dan talkum. Setelah homogen.1 gram. 12. lalu tambahkan Na. Dilakukan uji preformulasi 13. 6. di dapatkan massa 24. Kedalam lumpang dimasukkan amilum manihot sebanyak 1 g. Dibuat Mucilago anil dengan cara melarutkan 0. Timbang granul basah. Stearat dan amilum manihot secara perlahan. (Kekurangan berat mucilago ditambahkan dengan air panas hingga 8gram) 3. Mg. Kedalam granul kering ditambahkan setengah dari massa vit.8 g amilum di daam 7. Metabisulfit. homogenkan. C. didapatkan massa 26. Kemudian dipanaskan dengan api kecil.2 g air. aduk hingga menjadi massa yang transparan. ditambahkan sisa vit. 7.

05 1.Data: NO 1 2 3 Vo 25ml 25ml 25ml Vtap 23ml 22ml 23ml I rata-rata 8% 12% 8% 9.86 Rata-rata= 1.33% I.3 = X 100% = 25-23/25 X 100% = 2/25 X 100% Rata-rata = = = 9.956 . Waktu alir    Kedalam corong alir dimasukkan granul yang akan di cetak Dialirkan hingga seluruh granul mengalir Ditentukan waktu alirnya Data: No 1 2 3 Waktu alir 2.2 = x 100% = 25-22/ 25 X 100% = 3/25 X 100% I.96 1.1 = x 100 % = = x 100% X 100% I.33% Kesimpulan: memenuhi syarat (Io ≤ 20%) 2.

956 Kesimpulan : memenuhi syarat ( t alir < 10detik ) 3.83 cm Kedalam corong alir yang ditutup bawahnya.8 cm 11. dialirkan granul kering yang akan dicetak Lalu dibuka dan granul dibiarkan mengalir Dihitung diameter dan tingginya Tg θ = = Tg θ = 0. didapatkan tablet dengan data berikut:  Jumlah tablet yang d hasilkan : 102 tablet = =0.444 θ = 23.t rata-rata = = = 5.63 cm Diameter (d=cm) 11. sudut diam    Data: No 1 2 3 Rata-rata Tinggi (h=cm) 2.444 .6 cm 2.87/3 = 1.8 cm 11.74 Kesimpulan : memenuhi syarat (20° < θ < 40°) HASIL : Granul dicetak menjadi tablet.7 cm 2.9 cm 11.6 cm 2.

7% = Uji Evaluasi Tablet I. Berat rata-rata tablet yang dihaasilkan :  Diambil 3 tablet . Cara Kerja 1. lalu ditimbang satu persatu Dihitung deviasi dan diambil 3 berat tablet yang berdeviasi tertinggi Syarat :   Jika ditimbang satu per satu . dihitung . Uji Keseragaman Bobot Cara :    Tablet yang mau ditimbang dibersihkan dahulu lalu diambil 20 tablet Hitung rata-rata bobot tablet . tidak boleh lebih dari 2 tablet menyimpang lebih besar dari kolom A Tidak boleh satu tablet pun lebih dari kolom B Tabel keseragaman Bobot A Bobot Rata-Rata B .0077 x 100% = 0. massanya dirata-rata : = Jumlah tablet yang seharusnya = Persen ralat = x 100% = 0.

5 387.5 12.5 7.5 77.5 A1 = 32. Bobot (mg) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 360 380 370 400 380 380 370 410 390 380 Deviasi 2.5 2.5 7.5 7.5 7.5 x 100% = 8.5 mg 20 tablet 20 No.5 7.5 387.5 2.5 x 100% = 3.5 7.3% KESIMPULAN : Keseragaman bobot memenuhi syarat yakni hanya 1 tablet menyimpang dari kolom A dan tidak satupun meyimpang dari kolom B 2.5 No. 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Bobot (mg) 390 380 420 380 400 410 380 410 370 390 Deviasi 2.25 mg atau kurang 26 mg s/d 150 mg 151 mg s/d 300 mg Lebih dari 300 mg 15% 10% 7. Waktu Hancur Cara : .2% B = 32.5 12.5 12.5 12.5% 5% 30% 20% 15% 10% Berat rata-rata = berat seluruhnya = 7750 = 387.5 32.5 12.5 387.3% A2 = 12.5 17.5 x 100% = 8.5 17.5 7.

Uji kekerasan Tablet Cara : .   6 tablet dimasukkan pada masing-masing keranjang . syarat di penuhi bila = 18 tablet tidak lebih dari 2 tablet yang tidak hancur Data : No. dan diletakkan ke cakaram penuntun dan dijalankan alat Dicelupkan pada air pada suhu 37o tinggi air. bagian bawah keranjang masih berada pada permukaan air dan pada kedudukan terendah . bagian atas keranjang berada di dalam air   Tablet dikatakan hancur jika tidak ada lagi tablet yang tertinggal pada kawat kasa Lalu dicatat waktu setiap tablet hancur Dengan data sebagai berikut : Syarat :  Kecuali dinyatakan lain dalam monografi wajtu yang dibutuhkan untuk menghancurkan 6 tablet biasa tidak boleh lebih dari 15 menit dan bersalut tidak boleh lebih dari 60 menit  Bila tidak hancur dengan 12 tablet . tidak boleh kurang dari 15 cm dan tinggi air dapat dinaikkan dan diturunkan secara teratur 30 kali permenit Pada kedudukan tertinggi . Dengan Cakram 1 2 3 Rata-Rata 04’ 41” 03’ 25” 02’ 38” 03’ 38” 01’ 09” 00’ 53” 00’ 55” 00’ 59” Tanpa Cakram KESIMPULAN : Dari data yang didapat yaitu memenuhi syarat tablet tidak boleh hancur lebih dari 15 menit 3.

4 KESIMPULAN : Memenuhi syarat yakni : 4.     Tablet dimasukkan diantara anvil & punch Lalu dijepit dengan sekrup hingga lampu menyala Tekan tombol.75 4. 1 2 3 4 5 Rata-rata : 4-8 kg Kekerasan (kg) 4. sampai tablet yang duiji retak atau pecah Pada saat tablet retak/pecah maka muncullah angka dari kekerasan tablet Setelah selesai melakukan perhitungan uji kekerasan tablet bersih alat dengan kuas Syarat Kekerasan Tablet Data : No.75 4.25 4. dibersihkan dari debu dan timbang berat akhirnya Syarat : Kehilangan berat tidak boleh lebih dari 0. Uji Friabilitas Cara :    Bersihkan 2 tablet dari debu .8% Rumus : A-B/A x 100% Data yang didapat : A : 7750 B : 6950 . lalu ditimbang yang merupakan berat awal Tablet dimasukkan ke dalam alat putaran 100 kaki selama 4 menit Dikeluarkan tablet tadi.4 kg 4.5 3.75 4.

7% KESIMPULAN : Tidak memenuhi syarat .7%) PEMBAHASAN : .8% (data yang didapat = 10. karena syarat: Tidak boleh lebih dari 0.Maka friabilitas tablet : A-B/A x 100% : 7750-6920/7750 x 100% : 10.

s B.75 g .5 % = 2.Rencana Kerja Metode Diameter Bobot tablet : Granulasi Basah : 13 mm : 700 mg Jumlah tablet : 100 buah tablet C. Lactis 500 mg 5% 30% 1% 1% q.RESEP II Resep Paracetamol 1 A.Perhitungan Bahan Berat seluruh tablet = 700 mg X 100 = 70 g  Zat Berkhasiat : Paracetamol 500 mg X 100 = 50  Pengembang : Amylum Manihot -Pengembang Dalam 2.Formula Lengkap R/ Paracetamol Amilum Manihot Mucilago Amyli Talcum Mg Stearat Sach.5 X 70 = 1.

716 X 100 % = 93.4 = 65.38 g = 61.1 g = 0.4 g Bahan pengikat yang terpakai (mucilago amyli) = 9.5 X 70 = 1.7) = 14.7 + 0.1 + 0.66 g Persentase bahan pengikat yang terpakai Bahan pengikat yang sisa Berat granul basah Berat granul kering = = 21 g = 2.5 % = 2.75 g 100  Pengikat : Mucilago Amyli 30% = 30 X 70 100 Amylumnya 10% dari 21  Pelicin : Talcum 1% = 1 X 70 100 Mg stearat  1% = 1 X 70 100 Pengisi : Sach.34 g = 68.7 + 2.75 + 0.88 % 70 Massa tablet seluruhnya = 100 % X berat kering X% . Lactis = 70-(50 + 1.716 g Persentase berat = Berat teoritis Berat seluruhnya X 100 % = 65.7 + 1.100 -Pengembang Luar 2.7 g 46% = 11.7 g = 0.966 +14.66 g Berat teoritis = bahan obat + pengembang dalam + pengikat + pengisi = 50 + 1.

1 gram amilum di dalam 18. Dilakukan uji preformulasi 15. Ayak granul menggunakan ayakan mesh 14 12.67% 93. kemudian dipanaskan dengan api kecil.9 gram akuades. gerus hingga terbentuk massa yang homogen 5. 6. Ditara cawan penguap dan batang pengaduk 3. Timbang granul yang telah dikeringkan. 7. Timbang bahan pelicin dan pengembang luar 13.64 g : Talcum Mg Stearat = 1% x 65. didapatkan massa 68. Setelah homogen. di dapatkan massa 61. tambahkan mucilago anili secara perlahan-lahan.66 gram 11. Ditimbang seluruh bahan 2. aduk hingga menjadi masssan yang kental dan transparan. gerus kemudian tambahkan dengan pengembang dalam kemudian gerus hingga homogen. Dikeringkan di dalam lemari pengering selama 24 jam.88 % Berat bahan eksternal setelah di koreksi : Pengembang luar Pelicin : Amylum Manihot = 1. massa tersebut diayak menggunakan ayakan mess 12 hingga terbentuk granul.656 g Prosedur : 1. sampai terbentuk massa yang kompak dan cukup menyatu.= 100 % X 58. Timbang granul basah. Kedalam lumpang masukkan sacch lactis. Tablet dicetak . 9. dan diaduk hingga homogen.67 = 0.94 = 65. Timbang sisa mucilago lalu hitung berapa mucilago yang digunakan 10. Setelah diperoleh massa yang kompak. diratakan di atas loyang. 4.656 g = 1% x 65. Stearat dan amilum manihot secara perlahan.57 = 0. dengan melarutkan 2. lalu tambahkan zat berkhasiat ke dalam lumpang.38 gram. Dibuat mucilago anili. 14. 8. Kedalam granul kering ditambahkan Mg.

dialirkan granul kering yang akan dicetak Lalu dbuka dan granul dibiarkan mengalir Dihitung sudut diamnya Rumus: Tg θ Syarat: (20° < θ < 40°) Data: No 1 2 3 Rata-rata: Tinggi (h=cm) 3. memenuhi syarat : (20° < θ < 40°) yaitu : θ =33.9 Diameter (d=cm) 11.7 Tg θ = = 0.7 Kesimpulan .7 B.Sudut diam    Kedalam corong alir yang ditutup bagian bawahnya.7 11.8 11.8 3.9 4.6 11. waktu alir    Kedalam corong alir dimasukkan granul yang akan dicetak Dialirkan hingga seluruh granul mengalir Ditentukan waktu alir mulai dari granul mengalir sampai seluruh granul mengalir keluar .Uji Preformulasi Dilakukan uji preformulasi A.0 3.66 = = 33.

Syarat : t alir < 10 detik Data.40 4. Indeks tap    Rumus : I = Syarat : I ≤ 20% Data: No 1 2 3 Rata-rata: V0 25 ml 25 ml 25 ml Vtap 23 ml 22 ml 21 ml I rata-rata 8% 12 % !6 % 12 % x 100% Sejumlah granul dimasukkan kedalam gelas ukurkemudian di tapping sebanyak 20 kali Di tentukan penurunan volume Dilakukan tapping sampai hasil penurunan granul stabil .42 4.28 4.36 Kesimpulan: memenuhi syrat (t alir < 10 detik ) . yaitu: 4. No 1 2 3 Rata-rata Waktu alir (detik) 4.36 detik C.

yaitu : 12% Uji Evaluasi Tablet II.3 = Rata-rata = x 100% = x 100% = x 100% = = x 100% = 8% x 100% = 12% x 100% = 16% = 12% Kesimpulan : memenuhi syrat ( I ≤ 20% ) .5% 5% B 30% 20% 15% 10% Berat rata-rata = berat seluruhnya = 13470 = 673 mg 20 tablet 20 . tidak boleh lebih dari 2 tablet menyimpang lebih besar dari kolom A Tidak boleh satu tablet pun lebih dari kolom B Tabel Keseragaman Bobot Bobot Rata-Rata 25 mg atau kurang 26 mg s/d 150 mg 151 mg s/d 300 mg Lebih dari 300 mg A 15% 10% 7. Uji Keseragaman Bobot Cara :      Tablet yang mau ditimbang dibersihkan dahulu lalu diambil 20 tablet Hitung rata-rata bobot tablet . lalu ditimbang satu persatu Dihitung deviasi dan diambil 3 berat tablet yang berdeviasi tertinggi Syarat : Jika ditimbang satu per satu .2 = I.Rumus : I. Cara Kerja 1.

bagian bawah keranjang masih berada pada permukaan air dan pada kedudukan terendah .No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bobot (mg) 650 700 630 620 680 650 660 650 730 630 Deviasi No. dan diletakkan ke cakaram penuntun dan dijalankan alat Dicelupkan pada air pada suhu 37o tinggi air.9% A2 = 50 670 x 100% = 7. Bobot (mg) 20 30 40 50 10 20 10 20 60 40 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 670 690 710 700 670 700 700 700 720 670 Deviasi 0 20 40 30 0 30 30 30 50 0 A1 = 60 670 x 100% = 8. tidak boleh kurang dari 15 cm dan tinggi air dapat dinaikkan dan diturunkan secara teratur 30 kali permenit Pada kedudukan tertinggi .4% B = 60 670 x 100% = 8. Waktu Hancur Cara :    6 tablet dimasukkan pada masing-masing keranjang .9% KESIMPULAN : Keseragaman bobot tidak memenuhi syarat . karena ada bobot yang menyimpang dari kolom A 2. bagian atas keranjang berada di dalam air .

Dengan Cakram 1 2 3 Rata-Rata 01’ 55” 02’ 12” 02’ 23” 02’ 15” 02’ 30” 02’ 31” 02’ 41” 02’ 12” Tanpa Cakram KESIMPULAN : dari data yang didapat yaitu memenuhi syarat Yaitu 02’ 15” menit 3. Kekerasa : 4-8 kg . sampai tablet yang duiji retak atau pecah Pada saat tablet retak/pecah maka muncullah angka dari kekerasan tablet Setelah selesai melakukan perhitungan uji kekerasan tablet bersih alat dengan kuas Syarat Kekerasan Tablet Data : No. Uji kekerasan Tablet Cara :      Tablet dimasukkan diantara anvil & punch Lalu dijepit dengan sekrup hingga lampu menyala Tekan tombol. syarat di penuhi bila = 18 tablet tidak lebih dari 2 tablet yang tidak hancur Dengan data sebagai berikut: Data : No.  Tablet dikatakan hancur jika tidak ada lagi tablet yang tertinggal pada kawat kasa Lalu dicatat waktu setiap tablet hancur Syarat :  Kecuali dinyatakan lain dalam monografi wajtu yang dibutuhkan untuk menghancurkan 6 tablet biasa tidak boleh lebih dari 15 menit dan bersalut tidak boleh lebih dari 60 menit  Bila tidak hancur dengan 12 tablet .

Resep Paracetamol 2 .47 x 100% : 81.47/13.5 KESIMPULAN : tidak Memenuhi syarat. Uji Friabilitas Cara :    Bersihkan 2 tablet dari debu .8% (data yang didapat = 10.8% Rumus : A-B/A x 100% Data yang didapat : A : 13.89 2. yakni : 2.75 2.47 g B : 2.n (kg) 1 2 3 4 5 Rata-rata 2.46 2. karena syarat: Tidak boleh lebih dari 0.47 g Maka friabilitas tablet : A-B/A x 100% : 13. dibersihkan dari debu dan timbang berat akhirnya Syarat : Kehilangan berat tidak boleh lebih dari 0. lalu ditimbang yang merupakan berat awal Tablet dimasukkan ke dalam alat putaran 100 kaki selama 4 menit Dikeluarkan tablet tadi.21 2.66% KESIMPULAN : Tidak memenuhi syarat .47-2.7%) 2.22 2.5 kg 4.

A.6 g .f.Perhitungan Bahan Zat Berkhasiat (Paracetamol) : 500 mg X 100 = 50.7 + 0. Formula Lengkap R/ Paracetamol Amilum manihot Mucilago amyli 10% Talcum Mg Stearat Sacc.5 +0. C B.5 g.7 g : 1.5 ml Pelicin : Talcum Mg Stearat : 1/100 X 70 g = 0. Lactis) : 70 g – (50 + 3. Lactis m.s Bobot Tablet : 700 mg Jumlah Tablet : 100 buah C.75 g P.75 g Pengisi (Sacc. Luar Pengikat (Mucilago Amyli) : 50/100 X 70 g = 35 g. dtd Tab No.5 + 3.7 g : 1/100 X 70 g = 0. Dalam : 1.5 g Air = 35 – 3.7) g = 11.000 mg = 50 g Pengembang (Amilum Manihot) : 5/100 X 70 g = 3.5 = 31. dimana Amyle 10% = 10/100 X 35 g = 3.Rencana Kerja Metode Diameter : Granulasi Basah : 13 mm 500mg 5% 50% 1% 1% q. dimana P.

27% X 60.66 g Mg Stearat : 1 / 100 X 65.59 g Berat granulat basah = 72.62 g Berat bahan eksternal setelah dikoreksi : Pengembang luar : 2.41/35 X 100% = 35.55 g Berat teoritis = bahan obat + pengembang dalam + pengikat + pengisi = 50 + 1.62 = 1.75 + 1.66 g D.55 = 65.24 + 11.64 g Pelicin : Talcum : 1 / 100 X 65.27% Massa tablet seluruhnya = 100% X berat kering X% = 100% / 92. Sudut Diam .6 = 64.62 = 0.41 g Persentase bahan pengikat yang terpakai = 12. UJI PREFORMULASI 1.Bahan pengikat yang terpakai (mucilago amyli) = 12.45% Bahan pengikat yang sisa = 22.59 / 70 X 100% = 92.5 / 100 X 65.62 = 0.59 g Persentase berat = Berat teoritis Berat seluruhnya X 100% = 64.70 g Berat granulat kering = 60.

Tg θ = 2h D Rumus: Syarat: 20o < θ < 40o Data: No 1 2 3 Rata .66 Diameter (d = cm) 12.66 11. . Waktu Alir   Kedalam corong alir dimasukkan granul yang akan dicetak.7 3. Dialirkan hingga seluruh granul mengalir.6 3.6 Tg θ = 2h D = 2 . Dihitung sudut diam.9 11. 3.   Kedalam corong alir yang ditutup bagian bawahnya.rata Tinggi (h = cm) 3.21o = 0.7 3.6 θ = 32.7 11.21o.63 Kesimpulan: Granul memenuhi persyaratan sudut diam yaitu 20o < θ < 40o dengan hasil yang diperoleh adalah θ = 32. 2. dialirkan granul kering yang akan dicetak. Lalu dibuka dan granul dibiarkan mengalir.2 10.

Ditentukan penurunan volume. Syarat: talir < 10 detik Data: No 1 2 3 Rata .29 Kesimpulan: Granul memenuhi persyaratan waktu alir yaitu talir < 10 detik dengan hasil yang diperoleh adalah talir = 4. 3.63 4. kemudian di tapping sebanyak 20 kali.rata Waktu Alir (detik) 4. Dilakukan tapping sampai hasil penurunan granul stabil.16 4. I = Vo – Vtap X 100% Vtap Syarat: I ≤ 20% Rumus: Data: No Vo Vtap Irata-rata . Ditentukan waktu alir mulai dari granul mengalir sampai seluruh granul mengalir ke luar.29 detik.08 4. Indeks Tap    Sejumlah granul dimasukkan ke dalam gelas ukur.

5 Vtap 22.3 = 10% + 11% + 10% = 10.  Tidak boleh satu tablet pun lebih dari kolom B.5 10% 11% 10% 10.5 22.3 = Vo – Vtap X 100% = 25 – 22. E.25 Vtap 22.1 + I.5 Vtap 22. diambil 20 tablet kemudian ditimbang. . hitung deviasi dan diambil 3 berat tablet yang berdeviasi tertinggi. UJI EVALUASI TABLET 1.1 = Vo – Vtap X 100% = 25 – 22. Tentukan bobot rata-rata kemudian ditimbang satu-persatu . Keseragaman Bobot Cara:   Dibersihkan tablet.1 2 3 25 25 25 Rata .2 + I. tidak boleh lebih dari 2 tablet yang menyimpang lebih besar dari kolom A.2 = Vo – Vtap X 100% = 25 – 22.25 X 100% = 11% I.33%.33% I.5 X 100% = 10% I. Syarat:  Jika ditimbang satu-persatu.rata 22.25 22.33% 3 3 Kesimpulan: Granul memenuhi persyaratan indeks tap yaitu I ≤ 20% dengan hasil yang diperoleh adalah I = 10.5 X 100% = 10% Rata-rata: I.

400 = 720 mg 20 tablet 20 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bobot (mg) 740 720 720 690 740 700 710 720 700 Deviasi 20 0 0 30 20 20 10 0 20 No 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Bobot (mg) 710 670 690 760 730 680 690 780 720 Deviasi 10 50 30 40 10 40 30 60 0 .Tabel Keseragaman Bobot Penyimpangan Bobot Rata-Rata A 15% 10% 7.5% 5% B 30% 20% 15% 10% 25 mg atau kurang 26 mg s/d 150 mg 151 mg s/d 300 mg Lebih dari 300 mg Data: Berat 20 tablet = 14.4 gram Berat rata-rata = berat seluruhnya = 14.

10

760

40

20

690

30

A1 = 780 – 720 X 100% = 7,6% 720 A2 = 670 – 720 X 100% = 7,4% 720 B = 780 – 720 X 100% = 7,6% 720

Kesimpulan : Tablet tidak memenuhi persyaratan uji keseragaman bobot yaitu tidak lebih dari 5% dari kolom A dan tidak lebih dari 10% dari kolom B, dengan hasil yang diperoleh adalah 7,6% dan 7,4% dari kolom A dan 7,6% dari kolom B.

2. Waktu Hancur

Cara:   Dimasukkan 6 tablet pada masing-masing tabung di keranjang. Lalu letakkan 6 tablet di atas cakram penuntun dan dijalankan alat. Dicelupkan pada air dengan suhu 37oC (lebih kurang 1oC) dengan tinggi air tidak boleh kurang dari 15 cm, sehingga tabung dapat dinaik turunkan secara teratur 30 kali per menit.    Pada kedudukan tertinggi, bagian bawah keranjang masih berada pada permukaan air dan pada kedudukan terendah bagian atas keranjang berada di dalam air. Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada lagi tablet yang tertinggal pada kawat kasa. Dicatat waktu setiap tablet hancur.

Syarat:  Kecuali dinyatakan lain dalam monografi waktu yang dibutuhkan untuk menghancurkan 6 tablet biasa tidak boleh lebih dari 15 menit dan bersalut tidak boleh lebih dari 60 menit.

Bila tidak hancur, ulangi dengan 12 tablet. Syarat dipenuhi jika dari 18 tablet tidak lebih dari 2 tablet yang tidak hancur.

Data: No 1 2 3 Rata – Rata Dengan cakram 1’ 33” 1’ 34” 3’ 22” Dengan cakram 4’ 30” 6’ 42” 6’ 33” 3’ 82”

Kesimpulan: Tablet memenuhi persyaratan uji waktu hancur yaitu tidak boleh lebih dari 15 menit, dengan hasil yang diperoleh adalah 3’ 82”.

3. Uji Kekerasan Tablet Cara: 1. Sebuah tablet dimasukkan di antara avil dan punch. 2. Tablet dijepit dengan cara memutar sekrup sampai lampu stop menyala. 3. Tekan tombol sampai tablet retak atau pecah. 4. Pada saat tersebut, angka yang ditunjukkan pada skala adalah harga dari kekerasan tablet, lalu dicatat. 5. Percobaan dilakukan untuk 5 tablet dengan mengembalikan jarum ke angka nol dan alat dibersihkan.

Syarat:  Kekerasan tablet = 4-8 Kg

Data: No 1 Kekerasan (Kg) 1,28

2 3 4 5 Rata - rata

1,27 1,61 1,71 1,54 1,48

Kesimpulan: Tablet tidak memenuhi persyaratan uji kekerasan tablet yaitu kekerasan tablet = 4-8 Kg, dengan hasil yang diperoleh adalah 1,48 Kg.

4. Uji Friabilitas

Cara: 1. Bersihkan 20 tablet dari debu dan ditimbang yang merupakan berat awal, misalnya A gram. 2. Tablet dimasukkan ke dalam alat dengan putaran 100 kali selama 4 menit. 3. Dikeluarkan 20 tablet tadi, dibersihkan dari debu dan ditimbang berat akhirnya, misalnya B gram. Syarat:  Kehilangan berat tidak boleh lebih dari 0,8%. Rumus : A– B X 100% A Data: A = 14,4 gram B = 0 gram Maka friabilitas tablet = A – B X 100% A = 14,4 – 0 X 100% 14,4 = 100%

8%.tab.C 500mg q.PERHITUNGAN BAHAN Zat berkhasiat : paracetamol : 100 x 500 = 50.Kesimpulan: Tablet tidak memenuhi persyaratan uji Friabilitas yaitu kehilangan berat tidak boleh lebih dari 0.75 g Pengikat : mucilago amili = 30% x 70 g = 21 g Amilum = 10% x 21 g = 2.1 g . dengan hasil yang diperoleh adalah 100%.Resep Paracetamol 3 A.75 g Pengembang luar = 1.s 5% 30% 2% 2% B.No.5 g Pengembang dalam = 1.FORMULA Formula Lengkap R/Paracetamol Laktosa amylum manihot Mucilago amili 10% Mg Stearat Talkum m.RENCANA KERJA Metode Berat Diameter Jumlah tablet : Granulasi Basah : 700 mg : 13mm : 100 tablet C.f. 3.000mg = 50 g Pengembang : Amilum manihot : 5% x 70 g = 3.dtd.

48 = 69.31/70 x 100% = 91.4+2.71 % = 11.Air Pelicin = 21 g – 2.31 g Presentase berat = Berat teoritis/Berat seluruhnya x 100% = 64.72 g Pelicin : Mg Stearat = 2% x massa tablet seluruhnya .6 g Presentase bahan pengikat yang terpakai = 9.7 g = 63.1 g = 18.09 g Berat bahan eksternal setelah dikoreksi : Pengembang luar = 2.5% x 69.87 % Massa tablet seluruhnya = 100% / X% x Berat kering = 100% / 91.9 g : Mg stearat = 2% x 70 g =1.4 g = 70.6 g Pengisi : Lactosa Bahan pengikat yang terpakai (mucilage amyli/ mucilage gelatin) = 9.09 = 1.4 g Talkum = 2% x 70 g = 1.4+1.5+1.4 g = 70 g – (50+3.5% x massa tablet selurunhya = 2.48 g = Bahan obat + pengembang dalam + pengikat + pengisi = 50 + 1.6 = 64.96 +11.6/21 x 100% Bahan pengikat yang sisa Berat granul basah Berat granul kering Berat teorits = 45.87% x 63.75 +0.1)g = 11.

09 = 1.7 Tg Ө = 2h d = 2 (3.38 g D.4 13.4 3.43) 12.43 Diameter (d = cm) 12.UJI PREFORMULASI a) Sudut diam Data : No 1 2 3 Rata-rata Tinggi (h = cm) 3.= 2% x 69.5 3.09 = 1.7 Ө = 28.3 12.38 g Talcum = 2% x massa tablet seluruhnya = 2% x 69.4 3.36º Kesimpulan : Memenuhi syarat karena 20º < Ө < 40º b) Waktu Alir (t alir) Data : No 1 Waktu alir (detik) 4.02 .4 12.

17 4.67 Rata-rata V0 .1 = ( V0 ) x 100% = ( 25-22 ) x 100% = 12 % 25 .Vtap I.1 = ( V0 ) x 100% = ( 25-23 ) x 100% = 8 % 25 V0 .17 4.1 = ( V0 ) x 100% = ( 25-22 ) x 100% = 12 % 25 V0 .2 3 t rata-rata 4.Vtap I.Vtap I.12 Kesimpulan : memenuhi syarat karena t alir < 10 detik c) Indeks Tap Data : No 1 2 3 V0 25 25 25 Vtap 22 23 22 Irata-rata 12 8 12 10.

3 3 = 12 + 8 + 12 3 20 % = 8% Kesimpulan : memenuhi syarat karena D.Rata-rata = I.2 + I.1 + I. EVALUASI TABLET 1.Keseragaman bobot Data : Berat 20 tablet = 14.74 gram Berat rata-rata = berat seluruhnya = 1474 = 737 mg 20 tablet 20 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Bobot (mg) 710 780 760 760 710 740 650 780 770 730 Deviasi 27 43 23 23 27 3 87 43 33 7 No 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Bobot (mg) 740 780 780 750 730 800 790 610 740 760 Deviasi 3 43 43 13 7 63 53 127 3 23 .

2.23 % A1 = 87 737 x 100% = 11.23 % 737 Kesimpulan : Tidak memenuhi syarat karena >2 tablet menyimpang dari 5%(kolom A) dan satu tablet pun menyimpang dari 10%(kolom B).A1 = 127 737 x 100% = 17.Waktu hancur Data : No 1 2 3 4 5 6 Rata-rata Waktu hancur(t) 4 menit 48 detik 7 menit 55 detik 8 menit 25 detik 8 menit 48 detik 9 menit 12 detik 11 menit 43 detik 8 menit 21 detik .80 % B = 127 x 100% = 17.

8% x 100% .Kesimpulan : memenuhi syarat karena waktu hancur dengan cakram < 15 menit 3.80 14960 = 99.Uji kekerasan Data : No 1 2 3 4 5 Rata-rata Kekerasan (Kg) 2.25 2.25 Kesimpulan :Tidak memenuhi syarat karena kekerasan tidak berada pada rentang 4–8 kg.46 % Kesimpulan : tidak memenuhi karena kehilangan berat > 0.5 2.25 2 2.Uji friabilitas A = 14960 mg B = 80 mg Maka friabilitas tablet = A .B x 100% A = 14960 . 4.25 2.

PEMBAHASAN : .

f.s 10% 1% 1% m.f dtd tab No C Rencana Kerja Metode Diameter Bobot tablet Jumlah tablet : Cetak Langsung : 13 mm : 600 mg : 100 tablet Perhitungan Bahan : Berat seluruh tablet : 600 mg x 100 tab Zat berkhasiat : Ca laktat Pengembang : : 500mg x 100 tab = 60 gram = 50 gram . dtd tab No C 500mg Formulasi Lengkap R/ Ca Laktat Laktosa Amilum mannihot Talcum Mg Stearat 500 mg q.Resep III R/ Kalsium Laktat m.

Sudut Diam 4. kalsium laktat ditambahkan laktosa dan amilum manihot dengan jumlah yang sama sedikit demi sedikit sampai habis dan homogenkan 3.Amilum Mannihot : 10/100 x 60 Pelicin Talcum Mg Stearat Pengisi : Laktosa : 60 – (50 + 6 +0.8 gram Prosedur : 1. dialirkan granul kering yang akan dicetak Lalu dibuka dan granul dibiarkan mengalir Dihitung diameter dan tingginya Syarat : 20 < θ < 40° . dan amilum manihot ditimbang 2.6 +0. Waktu Alir c. Selanjutnya.6 gram = 0. Dilakukan Uji Preformulasi : a. laktosa. Kalsium Laktat.6 gram = 2. sudut diam    Kedalam corong alir yang ditutup bawahnya. Indeks Tap b. Massa dicetak menjadi tablet Uji Preformulasi Tablet Uji preformulasi : A.6) : : 1/100 x 60 : 1/100 x 60 = 6 gram = 0.

1 cm 2.7 cm 10.00 cm Diameter ( d =cm) 11 cm 10.Data: No 1 2 3 Rata-rata Tinggi ( h= cm) 2 cm 1.9 cm 2.87 cm Tg θ = = θ = 20.77 02.20 ° Kesimpulan : Memenuhi syarat 20° < θ < 40 ° Yaitu: 20.73 02.68 Kesimpulan: memenuhi syarat t alir < 10 detik yaitu : 2.54 02.367 B.68 detik .9 cm 10.20 ° = 0. Waktu Alir    Kedalam corong alir dimasukkan granul yang akan di cetak Dialirkan hingga seluruh granul mengalir Ditentukan waktu alirnya Syarat: t alir < 10 detik Data : No 1 2 3 Rata-rata : Waktu alir (detik) 02.

Cara Kerja 1.2 = x 100% = 25-22/ 25 X 100% = 3/25 X 100% i. Uji Keseragaman Bobot . Indeks tap    granul dimasukkan ke dalam gelas ukur sebanyak 25ml kemudian di tapping sebanyak 20kali dilihat penurunan volume Data: NO 1 2 3 Vo 25ml 25ml 25ml V tap 22ml 23ml 23ml Rata-rata: I rata-rata 12 % 8% 8% 9.33% Memenuhi syarat karena indeks Tap yang di dapat memnuhi syrat :(Io ≤ 20%) yaitu: 9.3 = X 100% = 25-23/25 X 100% = 2/25 X 100% Rata-rata = Kesimpulan: = = 9.33 % Uji Evaluasi Tablet III.C.1 = x 100 % = = x 100% X 100% i.33% I.

tidak boleh lebih dari 2 tablet menyimpang lebih besar dari kolom A Tidak boleh satu tablet pun lebih dari kolom B Tabel keseragaman Bobot Bobot Rata-Rata 25 mg atau kurang 26 mg s/d 150 mg 151 mg s/d 300 mg Lebih dari 300 mg A 15% 10% 7.Cara :      Tablet yang mau ditimbang dibersuhkan dahulu lalu diambil 20 tablet Hitung rata-rata bobot tablet . lalu ditimbang satu persatu Dihitung deviasi dan diambil 3 berat tablet yang berdeviasi tertinggi Syarat : Jika ditimbang satu per satu .5% 5% B 30% 20% 15% 10% Berat rata-rata = berat seluruhnya = 10200 = 510 mg 20 tablet 20 No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 510 510 510 520 500 510 550 530 490 500 0 0 10 10 10 0 40 20 20 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 500 520 510 520 520 500 500 530 520 520 10 10 0 10 10 10 10 20 10 10 .

Waktu Hancur Cara :    6 tablet dimasukkan pada masing-masing keranjang . dan diletakkan ke cakaram penuntun dan dijalankan alat Dicelupkan pada air pada suhu 37o tinggi air. syarat di penuhi bila = 18 tablet tidak lebih dari 2 tablet yang tidak hancur .84% KESIMPULAN : Keseragaman bobot memenuhi syarat.A1 = 40 510 x 100% = 7.92% B = 40 510 x 100% = 7. bagian bawah keranjang masih berada pada permukaan air dan pada kedudukan terendah . bagian atas keranjang berada di dalam air   Tablet dikatakan hancur jika tidak ada lagi tablet yang tertinggal pada kawat kasa Lalu dicatat waktu setiap tablet hancur Dengan data sebagai berikut : Syarat :  Kecuali dinyatakan lain dalam monografi wajtu yang dibutuhkan untuk menghancurkan 6 tablet biasa tidak boleh lebih dari 15 menit dan bersalut tidak boleh lebih dari 60 menit  Bila tidak hancur dengan 12 tablet . karena tdk lebih dari dua tablet menyimpang kolom A dan tidak satupun lebih dari kolom B 2.84% A2 = 20 510 x 100% = 3. tidak boleh kurang dari 15 cm dan tinggi air dapat dinaikkan dan diturunkan secara teratur 30 kali permenit Pada kedudukan tertinggi .

waktu hancur memenuhi syarat yaitu. 1 2 3 4 5 Kekerasan (kg) 8. karena tidak lebih dari 15 menit 3. Uji kekerasan Tablet Cara :      Tablet dimasukkan diantara anvil & punch Lalu dijepit dengan sekrup hingga lampu menyala Tekan tombol.Data : No.9 8.4 8.1 7. Dengan Cakram 1 2 3 Rata-Rata 02’ 34” 03’ 15” 04’ 20” 03’ 23” 03’ 48” 04’ 12” 04’ 44” 04’ 01” Tanpa Cakram KESIMPULAN : dari data yang didapat . 03’ 23”.6 : 4-8 kg Rata.3 8.8. sampai tablet yang duiji retak atau pecah Pada saat tablet retak/pecah maka muncullah angka dari kekerasan tablet Setelah selesai melakukan perhitungan uji kekerasan tablet bersih alat dengan kuas Syarat Kekerasan Tablet Data : No.26 rata .

07 Maka friabilitas tablet : A-B/A x 100% : 10.27%) PEMBAHASAN : .26 4.20 x 100% : 1.07/10.20-10.27% KESIMPULAN : Tidak memenuhi syarat .8% Rumus : A-B/A x 100% Data yang didapat : A : 10.8% (data yang didapat = 1.20 B : 10. 8. lalu ditimbang yang merupakan berat awal Tablet dimasukkan ke dalam alat putaran 100 kaki selama 4 menit Dikeluarkan tablet tadi. dibersihkan dari debu dan timbang berat akhirnya Syarat : Kehilangan berat tidak boleh lebih dari 0. Uji Friabilitas Cara :    Bersihkan 2 tablet dari debu . karena syarat: Tidak boleh lebih dari 0.KESIMPULAN : Tidak memenuhi syarat kekerasan tablet 4-8 kg dan didapat hasil rata-rata kekerasan tablet yaitu.

2 ml lalu dipanaskan sampai terbentuk massa yang kental dan transparan Ditimbang bahan pengisi .KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN: 1. dengan ayakan mesh 12 lalu dicatat berat granul basah Keringkan d lemari pengering selama 1 hari Granul kering diayak dengan ayakan mesh 14 Dicatat berat granul kering Dicampur dan di homogenkan massa granul kering dengan bahan pengembang luar dan bahan pelicin Dilakukan uji preformulasi Di cetak massa tablet Cara pembuatan tabet berdasarkan metode cetak langsung:     Bahan obat.8 gram dan air 7. Cara pembuatan tablet berdasarkan metode granulasi basah yakni:    Bhan obat. dan pengembang . bahan pengembang dalam. dan bahan pengisi di timbang Bahan-bahan yang telah ditimbang dimasukkan kedalam lumpang kemudian dihomogenkan Ditambah bhan pengikat sedikit demi sedikit sampai diperoleh massa yang kompak kemudian dicatat beberapa bahan pengikat yang dipakai dan yang sisa        Massa diayak. bahan pengisi dan bahan pengembang ditimbang Bahan obat ditambahkan bahan pengisi dan bahan pengembang dengan jumlah yang sama sedikit demi sedikit sampai habis dan homogenkan Dilakukan uji preformulasi Massa di cerak menjadi tablet Cara pembuatan tablet berdasarkan metode granulasi dasar:    Ditara cawan dan batang pengaduk Dibuat mucilagi amili yaitu amilum manihot 0.

lalu granul kering ditimbang Ditimbang vitamin C .lactis ) sampai homogen Ditambah bahan pengikat ( mucilago) sedikit demi sedikit ke dalam lumpang hingga terbentuk massa yang kompak Diayak pada mess 12 . Cara menguji preformulasi tablet : Sudut diam    Kedalam corong alir yang ditutup bagian bawahnya dialirkan granul yang akan dicetak Lalu dibuka dan granul dibiarkan mengalir Dihitung sudut diamnya 1.           Didalam lumpang gerus bahan pengembang dalam (amilum manihot ) dan bahan pengisi ( sach. mg.stearat. Indeks Tap   Sejumlah granul dimasukkan ke dalam gelas ukur kemudian di tapping sebanyak 20 kali Ditentukan penurunan volume . Talcum. Waktu alir    Kedalam corong alir dimasukkan granul yang mau dicetak Dialirkan hingga seluruh granul mengalir Ditentukan waktu alir mulai dari granul mengalir sampai seluruh granul mengalir keluar 2. Amilum dan natrium metabisulfit Dihomogenkan seluruh yang ditimbang dalam lumpang lalu di uji preformulasi tablet Dilakukan pencetakan tablet Diuji evaluasi tablet 2. kemudian granul basah yang terbentuk ditimbang Ditimbang sisa mucilago yang ada Diratakan granul dalam loyang kemudian dikeringkan pada lemari pengering pada temperatur 60 c selama 24 jam Ditimbang granul yang sudah kering Diayak dengan mess 14 .

Uji waktu hancur     Dimasukkan 6 tablet ke masing-masing keranjang dan 3 tablet diberi cakram dan 3 tablet tanpa cakram Dicelupkan pada air dengan 37 0 C dengan tinggi air tidak lebih dari 15 cm sehingga tabung dapat dinaik turunkan secara teratur 30 kali permenit Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada lagi tablet yang tertinggal pada kawat kasa Dicatat waktu setiap tablet hancur. ( percobaan dilakukan untuk 5 tablet ). Cara uji evaluasi tablet 1. hitung deviasi dan diambil 3 berat tablet yang berdeviasi tinggi. Dilakukan tapping sampai penurunan granul stabil 3. Uji Friabilitas    Dimasukkan 20 tablet ke dalam friabilator Diatur waktu 100 rpm selama 4 menit Dikeluarkan 20 tablet tadi. . pada saat tersebut angka yang ditunjukkan pada skala adalah harga dari kekerasan tablet lalu dicatat . 3. 4. 2. Uji Kekerasan Tablet :     Dimasukkan tablet satu persatu ke dalam anvil and punch Dipaskan tabletnya Diputar hingga ujung tabletmengenai ujung alat anvil and punch hingga lampu stop menyala Ditekan tombol hingga tablet pecah . dibersihkan debunya dan ditimbang tablet yang utuh. Keseragaman bobot :   Dtimbang 20 tablet Ditentukan bobot rata-rata kemudian ditimbang satu per satu.

Sebaiknya granul laktosa saat pencetakan lansung tidak diayak kembali .Saran :    Sebaiknya praktikan sudah memahami prosedur praktikum yang akan dilakukan . agar tablet tidak terlalu rapuh. Sebaiknya pada saat penambahan bahan pengikat lebih banyak agar kerapuhan tablet tidak terlalu rapuh. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful