PROBLEM BASED LEARNING (PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH

)

1. Definisi Problem Based Learning (PBL) Problem Based Learning (selanjutnya baca PBL) merupakan salah satu inovasi pendidikan. Berdasarkan defenisi dari Wikipedia problem based learning is a student-centered instructional strategy in which students collaboratively solve problems and reflect on their experiences. Dari pengertian di atas dijelaskan bahwa PBL adalah suatu strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa, starategi ini mengkolaborasikan antara pemecahan masalah dan refleksi terhadap suatu pengalaman. Menurut Ward (2002) dan Stepien (1993) PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. Pendapat lain mengatakan bahwa PBL is an instructional method that challenges students to "learn to learn," working cooperatively in groups to seek solutions to real world problems. Defenisi ini mengemukakan bahwa PBL merupakan salah satu metode pembelajaran yang menantang bagi siswa untuk “belajar untuk belajar”, bekerja sama dalam kelompok untuk menemukan solusi atas masalah-masalah yang nyata dalam kehidupan mereka. Dalam PBL siswa akan terlibat sebagai subjek pembelajaran dan akan mendorong rasa ingin tahu siswa dalam proses pembelajaran. Menurut Suradijono (2004) PBL adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru. Atau menurut Boud & Felleti (1991) menyatakan bahwa Problem Based Learning is a way of constructing and teaching course using problem as a stimulus and focus on student activity”. Lebih lanjut Boud dan felleti, (1997), Fogarty (1997) menyatakan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada pebelajar (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured, atau open ended melalui stimulus dalam belajar. Dapat disimpulkan bahwa PBL adalah strategi pembelajaran yang mendorong siswa untuk menemukan solusi terhadap suatu masalah, baik masalah fiktif yang dirancang oleh guru untuk melatih siswa maupun masalah yang nyata dalam kehidupan siswa. Pemecahan masalah ini dapat dipikirkan secara bersama-sama dalam kelompok kerja. Adapun konsep PBL ini dikembangkan berdasarkan pada teori-teori pendidikan Vygotsky, Dewey, dan teori lain yang terkait dengan teori pembelajaran konstruktivis sosial-budaya dan desain pembelajaran. Sedangkan hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL menurut Arends (2004) yaitu: (1) inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah, (2) belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors), dan (3) ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning). 2. Langkah-langkah PBL Pelaksanaan model Problem Based Learning (PBL) terdiri dari 5 langkah prose, yaitu: Langkah pertama, adalah proses orientasi peserta didik pada masalah. Pada tahap ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistic yang diperlukan, memotivasi peserta didik

Langkah kelima. Membantu siswa dalam mentransfer pengetahuan siswa untuk memahami masalah dunia nyata. Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menemukan pengetahuan baru bagi siswa. Pada tahap ini guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. menganalisis dan mengevaluasi proses dan hasil pemecahan masalah. problem based learning (PBL) memiliki beberapa kelebihan. 8. dan membantu merekan berbagi tugas dengan sesame temannya. 3. Kelemahan Disamping kelebihan di atas. 2. maka mereka akan merasa enggan untuk mencobanya. Mengembangkan kemampuan siswa untuk berfikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. Langkah keempat. atau model. Langkah kedua. Kelebihan Sebagai suatu model pembelajaran. Disamping itu. PBL dapat mendorong siswa untuk melakukan evaluasi sendiri baik terhadap hasil maupun proses belajarnya. mengembangkan dan menyajikan hasil. 4. Mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah berakhir. Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata. Untuk sebagian siswa beranggapan bahwa tanpa pemahaman mengenai materi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah mengapa mereka harus berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari. melaksanakan eksperimen dan penyelidikan untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah. Membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggung jawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. diantaranya: 1. b. maka mereka akan belajar apa yang mereka . Langkah ketiga. Pada tahap ini guru membagi peserta didikkedalam kelompok. Keunggulan dan Kelemahan PBL a. 7. mengorganisasi peserta didik. membimbing penyelidikan individu maupun kelompok. PBL juga memiliki kelemahan. Pada tahap ini guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan laporan. dan mengajukan masalah. Memudahkan siswa dalam menguasai konsep-konsep yang dipelajari guna memecahkan masalah dunia nyata. membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah. Pada tahap ini guru membantu peserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses dan hasil penyelidikan yang mereka lakukan. 3.untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah. Meningkatkan motivasi dan aktivitas pembelajaran siswa. diantaranya: 1. dokumentasi. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan. 5. 6. 2.

.ingin pelajari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful