P. 1
makalah

makalah

|Views: 19|Likes:
Published by Dini Budhi Setiawan
makalah
makalah

More info:

Published by: Dini Budhi Setiawan on Mar 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as EHTML, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/11/2013

pdf

text

original

PROBLEM-BASED LEARNING DAN CONTOH IMPLEMENTASINYA Oleh Dr.

DJAMILAH BONDAN WIDJAJANTI, M Si JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Tahun 2011 Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Makalah 10 Maret 2011 2 Problem-based Learning dan Contoh Implementasinya Oleh Dr. Djamilah Bondan Widjajanti, M Si A. Pengertian Pembelajaran berbasis masalah (Problem-based Learning, disingkat PBL), adalah pembelajaran yang menjadikan masalah sebagai dasar atau basis bagi siswa untuk belajar. Duch, et.al. (2000) menyatakan bahwa prinsip dasar yang mendukung konsep dari PBL sudah ada lebih dulu dari pendidikan formal itu sendiri, yaitu bahwa pembelajaran dimulai (diprakarsai) dengan mengajukan masalah, pertanyaan, atau teka-teki, yang menjadikan siswa yang belajar ingin menyelesaikannya. Dalam pendekatan berbasis masalah, masalah yang nyata dan kompleks memotivasi siswa untuk mengidentifikasi dan meneliti konsep dan prinsip yang mereka perlu ketahui untuk berkembang melalui masalah tersebut. Siswa bekerja dalam tim kecil, dan memperoleh, mengomunikasikan, serta memadukan informasi dalam proses yang menyerupai atau mirip dengan menemukan (inquiry). Tan (2004) juga menyebutkan bahwa PBL telah diakui sebagai suatu pengembangan dari pembelajaran aktif dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang menggunakan masalah-masalah yang tidak terstruktur (masalah-masalah dunia nyata atau masalah-masalah simulasi yang kompleks) sebagai titik awal dan jangkar atau sauh untuk proses pembelajaran. Sedangkan Roh (2003) mengatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah strategi pembelajaran di kelas yang mengatur atau mengelola pembelajaran matematika di sekitar kegiatan pemecahan masalah dan memberikan kepada para siswa kesempatan untuk berfikir secara kritis, mengajukan ide kreatif mereka sendiri, dan mengomunikasikan dengan temannya secara matematis. PBL menggambarkan suatu suasana pembelajaran yang menggunakan masalah untuk memandu, mengemudikan, menggerakkan, atau mengarahkan pembelajaran. Pembelajaran dalam PBL dimulai dengan suatu masalah yang harus diselesaikan, dan masalah tersebut diajukan dengan cara sedemikian hingga para siswa memerlukan tambahan pengetahuan baru sebelum mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut. Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Makalah 10 Maret 2011 3 Tidak sekedar mencoba atau mencari jawab tunggal yang benar, para siswa akan menafsirkan masalah tersebut, mengumpulkan informasi yang diperlukan, mengenali penyelesaian yang mungkin, menilai beberapa pilihan, dan menampilkan kesimpulan (Roh, 2003). Dari beberapa pengertian PBL seperti tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa PBL adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menggunakan masalah nyata atau masalah simulasi yang kompleks sebagai titik awal pembelajaran, dengan karakteristik: (1) Pembelajaran dipandu oleh masalah yang menantang; (2) Para siswa bekerja dalam kelompok kecil; (3) Guru mengambil peran sebagai fasilitator dalam pembelajaran. B. Landasan Teoritis Ibrahim dan Nur (2000) menyatakan bahwa landasan teoritis dari pembelajaran berbasis masalah adalah teori John Dewey dengan kelas demokrasinya, Piaget dan

Roh (2003) menyebutkan bahwa keefektifan dari PBL tergantung pada karakteristik siswa dan kebiasaan kelas (classroom culture). Proses asimilasi dan akomodasi terhadap skema ini diatur otomatis oleh keseimbangan dalam pikiran manusia. dan lingkungan mereka (Suparno. Oleh karena itu. Menurut Smith. Makalah 10 Maret 2011 5 bahwa dibandingkan pendekatan pembelajaran tradisional. Namun berbeda dengan Piaget. Para pendukung PBL yakin bahwa ketika para siswa mengembangkan metode atau cara untuk mengkonstruksi prosedur mereka sendiri. Ilmu mendidik Dewey menganjurkan kepada guru untuk mendorong siswa terlibat dalam proyek atau tugas berorentasi masalah dan membantu mereka menyelidiki masalah-masalah intelektual dan sosial (Ibrahim dan Nur. Dengan cara seperti inilah pengetahuan seseorang berkembang. atau dapat pula Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Vygotsky memberi tempat yang lebih penting pada aspek sosial pembelajaran (Ibrahim dan Nur. dan penalaran. dan dapat membantu siswa mengembangkan komunikasi. Makalah 10 Maret 2011 4 mengalami perubahan total karena skema yang lama tidak cocok lagi untuk menjawab dan menginterpretasikan pengalaman baru. yang menekankan pentingnya penalaran induktif dan dialog pada proses belajar-mengajar. Ericson.com For evaluation only. Masih terkait dengan konstruktivisme. pengalaman. PBL membantu siswa dalam . Siswa-siswa dalam lingkungan atau suasana kelas PBL secara khusus mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk belajar proses matematika yang berkaitan dengan komunikasi. kebalikan dengan lingkungan atau suasana kelas yang konvensional. maka pembelajaran berbasis masalah (PBL) mempunyai banyak keunggulan. lingkungan atau suasana kelas PBL memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuannya untuk menyesuaikan diri dan mengubah suatu metode atau cara ke dalam situasi baru yang cocok. Menurut paham konstruktivisme.Vygotsky dengan konstruktivismenya. maka teori konstruktivisme dari Piaget dan Vygotsky telah menjadi dasar teoritis untuk PBL. Keunggulan yang dimaksud antara lain lebih menyiapkan siswa untuk menghadapi masalah pada situasi dunia nyata. memungkinkan siswa menjadi produsen pengetahuan. dan Jerome Bruner dengan pembelajaran penemuannya. dengan akar intelektualnya ada pada metode Socrates yang dicetuskan pada zaman Yunani awal. C. Menurut Piaget seseorang akan tertantang menghadapi gejala dan pengalaman yang baru dibandingkan skema pengetahuan yang sudah dipunyai. Tan (2004) menyatakan Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. representasi.foxitsoftware. Dasar filosofis Dewey inilah yang digunakan dalam PBL. pemodelan. 2000). 1996). dan ketrampilan berfikir kritis. fenomena. memberi tantangan kepada siswa berupa masalah yang harus dipecahkannya akan menjadikan pengetahuan mereka berkembang.com For evaluation only. penalaran. yang dikutip oleh Roh (2003). dan juga tugas-tugas (masalah) yang diberikan. pengetahuan adalah hasil konstruksi manusia. 2000). Manusia mengkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan obyek. Vygotsky juga percaya bahwa perkembangan intelektual terjadi pada saat individu berhadapan dengan pengalaman baru dan menantang. mereka sedang memadukan pengetahuan konseptual mereka dengan ketrampilan prosedural mereka. dan Lubienski. Jika Dewey telah memberikan dasar filosofis untuk PBL. Sebagaimana Piaget. Piaget beranggapan bahwa pengetahuan tidaklah statis tetapi secara terus menerus tumbuh dan berubah pada saat siswa menghadapi pengalaman baru yang memaksa mereka membangun dan memodifikasi pengetahuan awal mereka. Dalam menghadapi hal-hal baru ini dapat terjadi skema seseorang berkembang lebih umum atau lebih rinci.foxitsoftware. Vygotsky percaya bahwa interaksi sosial dengan orang lain akan memacu terbentuknya ide baru dan memperkaya perkembangan intelektual siswa. dan ketika mereka berusaha memecahkan masalah yang dimunculkan oleh pengalaman tersebut. Pembelajaran Konvensional versus PBL Dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

(6) Mengembangkan penalaran dan komunikasi. (4) Dapat diselesaikan dalam cara yang berbeda.com For evaluation only. atau (6) Terbuka untuk kreativitas dan imaginasi siswa. Masalah untuk PBL seharusnya dipilih sedemikian hingga menantang minat siswa untuk menyelesaikannya. atau mempunyai lebih dari satu jawaban yang benar. (2) menggambarkan atau mendatangkan pengalaman dan belajar siswa sebelumnya. memperhalus. sehingga memantapkan pemahaman mereka atas konsep matematis yang sedang dipelajari. (3) memadukan isi tujuan dengan ketrampilan pemecahan masalah. Hmelo-Silver. yaitu bahwa tugas-tugas masalah open-ended akan menyediakan: (1) Kesempatan kepada siswa untuk menghasilkan beberapa pilihan dan penyelesaian. Eric (2002) menyatakan hal yang hampir sama. adalah karena: (1) PBL menyiapkan siswa lebih baik untuk menerapkan pembelajaran (belajar) mereka pada situasi dunia nyata. antara lain adalah: (1) Metode penyelesaiannya tidak tertentu. guru perlu pandai-pandai menempatkan diri sebagai . dan DaCosta (2004) juga menyatakan bahwa para siswa yang belajar pengetahuan dalam konteks pemecahan masalah seperti PBL kemungkinan besar dapat mengingat kembali dan mentransfer pengetahuan mereka untuk masalah baru. baik secara lisan maupun tertulis. (2) Kesempatan kepada siswa untuk merundingkannya bersama siswa lain. dan membutuhkan kerjasama dan berbagai strategi untuk menyelesaikannya. Dengan demikian. menghubungkan dengan pengalaman dan belajar sebelumnya. D. Pada akhirnya. maka pemilihan masalah menjadi hal yang sangat penting. Makalah 10 Maret 2011 6 Karena dalam PBL pembelajaran mendasarkan pada masalah. mengkritisi. masalah open-ended yang disarankan untuk dijadikan titik awal pembelajaran. dan mengklarifikasi setiap konsep atau argumen matematis yang muncul dalam diskusi. (2) PBL memungkinkan siswa menjadi produsen pengetahuan. dan (3) PBL dapat membantu siswa mengembangkan komunikasi. Masalah yang open-ended adalah masalah yang mempunyai lebih dari satu cara untuk menyelesaikannya. dan (3) Kesempatan kepada siswa untuk membuat keputusan dan menjelaskan keputusan mereka. Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. (3) Mempunyai banyak jawaban yang mungkin. sehingga secara lisan mereka akan saling bertanya. (2) Jawabannya tidak tertentu. Foong (2002) menyebutkan ciri-ciri masalah open-ended. dari pada hanya konsumen. dan mengeksplorasi dugaan-dugaan (konjektur). dan (5) mengharuskan siswa melakukan beberapa penelitian independent untuk menghimpun atau memperoleh semua informasi yang relevan dengan masalah tersebut. Dalam diskusi yang demikian akan berkembang juga kemampuan siswa untuk membuat. metode banyak tingkat (multi-staged method) untuk menyelesaikannya. Untuk keperluan ini. Sesuai karakteristik PBL. maka sebuah artikel dalam buletin CIDR (2004) mengemukakan alasan mengapa digunakan PBL. berikut ini adalah ringkasan dari artikel tentang PBL yang terdapat dalam CIDR Teaching and Learning Bulletin (2004). Melalui PBL. penalaran. Chernoblisky. atau terhadap masalah matematika yang dipecahkan. dan ketrampilan berfikir kritis. cara mendapatkan jawaban akan lebih variatif tergantung pada tingkat pengetahuan yang dimiliki siswa. (4) membutuhkan kerjasama. Mendukung keunggulan PBL. PBL dapat dimulai dengan mengembangkan masalah yang: (1) menangkap minat siswa dengan menghubungkannya dengan isue di dunia nyata. Implementasi PBL Bagaimana seharusnya menyiapkan implementasi PBL.konstruksi pengetahuan dan ketrampilan penalaran. Dari ciri-ciri masalah open-ended yang demikian tampak bahwa tujuan siswa dihadapkan dengan masalah open-ended yang demikian bukan hanya untuk mendapatkan jawaban. tetapi lebih menekankan kepada cara bagaimana ia memperoleh jawaban. para siswa juga harus mampu mengomunikasikan ide mereka.foxitsoftware. siswa dalam kelompok akan berdiskusi secara intensif. (5) Memberi siswa ruang untuk membuat keputusan sendiri dan untuk berfikir matematis secara alamiah. mengoreksi. dalam rangka menyelesaikan masalah yang diberikan. menjawab.

guru dapat memancing ide siswa dengan pertanyaan yang menantang. Guru disarankan memfasilitasi diskusi siswa hanya jika benar-benar diperlukan. Guru adalah bagian integral dari proses pembelajaran yang membuat keputusan tentang kegiatan pembelajaran. Namun demikian. (2000) peran guru dalam PBL adalah membimbing. koneksi. disesuaikan dengan tujuan pembelajarannya. Berikut ini diberikan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk materi Peluang menggunakan .com For evaluation only. tetapi tidak memberi ceramah pada konsep yang berhubungan langsung dengan masalah Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. Bagaimanapun. diputuskan oleh guru berdasarkan pada ukuran kelas. Makalah 10 Maret 2011 8 nyata. kemampuan awal. Untuk itu seorang guru harus terus menerus mengasah kepekaannya untuk dapat melihat siswa atau kelompok siswa mana yang lebih memerlukan bantuan dibandingkan siswa atau kelompok siswa yang lain. dan bagaimana peran guru dalam melaksanakan PBL. Suatu pembelajaran PBL akan menjadi ”student-directed” ataukah ”teacherdirected”. dan juga tidak mengarahkan atau memberikan penyelesaian yang mudah. Memperhatikan masalah yang dipilih. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangatlah tepat memilih PBL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa. dan diskusi yang intensif merupakan forum yang sangat tepat untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis. Kendala yang kemudian muncul pada para guru adalah pemilihan masalah yang tepat bukanlah hal mudah. tingkat dan kecepatan berfikir. Oleh karena dalam PBL basis dari pembelajaran adalah masalah. dan memutuskan kapan waktu untuk diskusi atau refleksi. Dalam keadaan diskusi menemui kebuntuan.foxitsoftware. dan apa yang akan diperoleh siswa dalam diskusi mereka ketika menyelesaikan masalah. Kondisi. PBL memberikan kesempatan untuk terjadinya kedua interaksi tersebut. Karena PBL dimulai dengan suatu masalah untuk diselesaikan. dan mendukung inisiatif siswa. seringkali juga menjadi masalah tersendiri. et. maka siswa yang belajar dalam lingkungan PBL akan dapat menjadi trampil dalam menyelesaikan masalah. apa yang akan terjadi. tidak berarti tidak akan ada masalah bagi guru untuk melaksanakan PBL. Oleh karena itu.. Sebagai contoh. Makalah 10 Maret 2011 7 esensial yang dipecahkan. kedewasaan intelektual siswa. atau memberi pembelajaran singkat yang membantu siswa memperoleh sedikit petunjuk atau jalan. et.com For evaluation only. dan tujuan pembelajaran. guru dapat menginterupsi proses penyelesaian masalah dalam kelompok setiap selang 10 – 15 menit untuk keseluruhan diskusi kelas. namun kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis akan menjadi lebih nyata peningkatannya dalam PBL. jelaslah bahwa dalam pendekatan pembelajaran yang berbasis masalah. dan aspek-aspek lain pada diri siswa pada kelas yang heterogen. namun guru dapat memonitor lingkungan belajar siswa. Weissinger (2004) menyebutkan bahwa meskipun guru tidak dapat mengontrol apapun dalam kehidupan siswa. menggali pemahaman yang lebih dalam. Menurut Duch. maka pemilihan masalah yang tepat merupakan hal yang penting sekali untuk keberhasilan pelaksanaannya.al. pada kelas yang besar dari siswa baru. memilih jenis pertanyaan untuk disampaikan di kelas.2000). dapat diduga besar kemungkinan kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa akan meningkat secara Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. interaksi antara guru dan siswa juga merupakan salah satu faktor yang paling kuat dalam melancarkan jalannya proses pembelajaran.foxitsoftware.al. atau mengijinkan mereka untuk membandingkan catatannya dalam mendekati masalah tersebut (Duch. pembuktian. Meskipun kemampuan matematis yang lain seperti penalaran. dan representasi juga dapat ditingkatkan melalui PBL. atau memberi petunjuk kunci tanpa mematikan kreativitas.fasilitator yang baik. selain interaksi antar siswa.

(2000). (2004). Tersedia: http://depts. P. Wiersema. Allen. and Problem-based Learning. (2004). Deborah E. [Online]. Roh. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan.londonmet. ERIC Identifier: EDO-SE-03-07.ac. Daftar Pustaka CIDR Teaching and Learning Bulletin.Tersedia: http://www. (3).C. [Online].learning/wiersema. Tan.. .98.hku. Suparno. (1996). (2004).com For evaluation only.acmu. (2000). Singapore: Thomson Learning. (2003). Metacognition.PDF [15 Januari 2008]. Tersedia: http://www.city. & Nur. in Enhancing Thinking through Problem-based Learning Approaches.foxitsoftware. Metacognition. [Online].unipa. Oon-Seng. (2002). Chan Chung Ming. Eric. Tersedia: http://www. [Online]. Paul. in Enhancing Thinking through Problem-based Learning Approaches.edu.html. Weissinger. M. and Problem-Based Learning.cn/earcome3 [15Januari 2008]. Barbara J. Kyeong Ha. Cognition.[Online]. How Does Collaborative Learning Actually Work in A Classroom and How Do Students React to It?. Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www.it/~grim/SiFoong.pdf [ 15 Januari 2008].. Surabaya: UNESAUniversity Press. Pui Yee..PBL (RPP terlampir).ericdigest. Critical Thinking.html/ [1 September 2007]. Tersedia: http://www. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Vol 7. Problem-Based Learning: Preparing Students to Succeed in the 21st Century. Chernobilsky. Singapore: Thomson Learning.uk/deliberations/collab.A. Using Short Open-Ended Mathematics Questions to Promote Thinking and Understanding.E. Pengajaran Berdasarkan Masalah. C. Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software http://www. E. Foong. M. Harold B.washington. Problem-Based Learning.[Online]. Psycological Tools in Problem-based Learning. Hmelo-Silver.org/ [4 Desember 2007]. Tersedia http://www.. in Enhancing Thinking through Problem-based Learning Approaches. Engaging Students in Open-Ended Mathematics Problem Tasks – A sharing on Teachers’ Production and Classroom Experience.com For evaluation only. and Da Costa.. Makalah 10 Maret 2011 9 Ibrahim.hk/caut/homepage/tdg/5/TeachingMatter/Dec.foxitsoftware. (2000). Singapore: Thomson Learning. (2002).math. Dalam ERIC Digest. [ 15 Januari 2008].edu/cidrweb/TeachingLearningBulletin. (2004). N.math. Duch. and White. Problem-Based Learning in Mathematics. M.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->