P. 1
Laporan Persidangan

Laporan Persidangan

|Views: 15|Likes:
Published by Shalis Jamilah
laporan sidang
laporan sidang

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Shalis Jamilah on Mar 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/08/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

LAPORAN PERSIDANGAN

Oleh : Rachma Dewi Astari Lita Hervitasari Rifka Fathnina Shella Shalis Jamilah Laras Puspa Nirmala Khuriyatun Nadhifah Andika Rediputra Galih Rakasiwi Elli Dwi Ermawati Hafidz Aditya Nandiya Prakasita G1A212030 G1A212031 G1A212032 G1A212033 G1A212034 G1A212035 G1A212036 G1A212037 G1A212038 G1A212039 G1A212040

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOETIKOLEGAL FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Periode 4 Februari 2013 – 2 Maret 2013

I. PENDAHULUAN

Penyelesaian secara hukum kasus-kasus yang terjadi tergantung dari jenisnya, yaitu pidana atau perdata. Kasus pidana terjadi jika ada pelanggaran terhadap hukum pidana, meliputi pelanggaran yang sifatnya intentional (kesengajaan), recklessness (kecerobohan) atau negligence (kukurang hati-hatian). Pelanggaran tersebut dapat merugikan negara, menganggu kewibawaan

pemerintah atau menganggu ketertiban umum. Contoh pelanggaran antara lain pembunuhan, penganiayaan, perkosaan, dan sebagainya (Dahlan, 2005). Negara Republik Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang benar-benar menjunjung tinggi hak asasi manusia serta menjamin warga negara bersama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan yang tidak ada kecualinya. Dalam menjamin ketaatan dan kepatuhan terhadap hokum, ada di tangan semua warga negara. Kejahatan tindak pidana merupakan salah satu bentuk “perilaku menyimpang” yang selalu ada melekat pada masyarakat sehingga tidak ada masyarakat yang sepi dari tindakan kejahatan. Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terdapat beberapa ketentuan yang mengatur tentang pembunuhan, yaitu yang tercantum dalam pasalpasal: 338 (pembunuhan biasa) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 15 tahun penjara, 339 (pembunuhan dengan pemberatan/yang dikualifisir) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 5 tahun penjara, 340 (pembunuhan berencana) dengan ancaman pidana setinggi-tingginya pidana mati atau seumur hidup atau 20 tahun penjara.

dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. diancam karena pembunuhan dengan rencana.Pembunuhan berencana dalam KUHP diatur dalam pasal 340 adalah “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain. Berdasarkan apa yang diterangkan di atas. yang rumusannya dapat berupa “pembunuhan yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu dan dipidana karena pembunuhan dengan rencana”. paling lama dua puluh tahun”. . maka dapat disimpulkan bahwa pasal 340 KUHP merupakan kejahatan yang berdiri sendiri. Pembunuhan berencana itu dimaksud sebagai pembunuhan bentuk khusus yang memberatkan.

: : 1.H. Edi Subagiyo.Ass Forensik & Etiko Mediko Legal Di Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor Perkara Hari/ Tanggal Sidang Agenda Sidang Terdakwa/ Tergugat : 05/Pid. S.H.H.II. Febri Setiawan (24 tahun) Jaksa Penuntut Umum Penggugat Advokasi Majelis Hakim : Samikun. Supriatno (25 tahun) 2. Darto (20 tahun) 4. S. Panitera Pengganti Keterangan Uraian : Tursini.H. : Keluarga Korban Ahmad Royani. LAPORAN SIDANG LAPORAN SIDANG Co.H. S. 2. ISI 1. : : . Tri Dyan Purnomo (21 tahun) 3.B/2013/PN. S. S.PWT : Kamis/ 7 Februari 2013 : Keterangan Saksi-saksi : 1. 3.H. M. Agus Tjahjom. Ganjar Pasaribu..

Terdakwa masuk ruang persidangan dan hakim ketua menanyakan kondisi kesehatan terdakwa saat itu.30 WIB. PASAL-PASAL YANG TERKAIT a. Dikarenakan tidak ada saksi yang hadir. sementara keempat orang saksi lainnya tidak diketahui alasan ketidakhadirannya. Pasal 365 KUHP ayat (4) KUHP 2. Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi. terdakwa menyatakan kondisinya dalam keadaan baik dan sehat. jaksa penuntut umum mengatakan bahwa terdapat lima orang saksi namun belum ada satupun yang terlihat.A. Pembukaan Sidang Majelis hakim memasuki ruang persidangan pada jam 11. dengan salah seorang saksi berhalangan hadir dikarenakan sedang mengikuti persidangan di tempat lain. Sidang pengadilan dibuka oleh hakim ketua dan menyatakan bahwa sidang merupakan sidang terbuka Hakim ketua sidang memerintahkan terdakwa dipanggil masuk. hakim menunda persidangan hingga 1 minggu kedepan yaitu tanggal 14 Februari 2013 B. Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP 2. Hakim menanyakan kepada jaksa penutut umum apakah saksi telah siap. PASAL 340 KUHP . Urutan Jalannya Sidang Melanggar : 1. PEMBUKAAN DAN PENYATAAN 3.

pula disertai oleh salah satu hal yang diterangkan dalam nomor 1 dan 3” 4. PASAL 365 KUHP AYAT (4) KUHP “Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau mati dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. UNSUR-UNSUR PERBUATAN MELAWAN HUKUM Onrechtmatigedaad (perbuatan melawan hukum). waardoor aan een ander schade wordt toegebragt. diancam dengan pidana mati. dan yang turut serta melakukan perbuatan. paling lama 20 tahun” b. stelt dengene door wiens shuld die schade veroorzaakt is in de verpligting om dezelve te vergoeden”.Dari segi hukum indonesia. yang menetapkan “Elke onrecthamatigedaad. yang menyuruh melakukan. yang . pada Pasal 1365 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau Pasal 1401 KUHPerdata. Soebekti dan Tjitrosudibio menerjemahkannya sebagai berikut: “Tiap perbuatan melawan hukum. PASAL 55 AYAT (1) KE 1 “Dipidana sebagai pelaku tindak pidana: mereka yang melakukan.” c. pembunuhan yang dilakukan berdasarkan perencanaan akan dijerat pasa 340 Kitab Undang-Undang Hukam Pidana (KUHP) yang berbunyi “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain.

karena orang yang tidak tahu apa yang ia lakukan tidak wajib membayar ganti rugi. Dengan perkataan lain melawan hukum ditafsirkan sebagai melawan undangundang.membawa kerugian kepada seorang lain. Perbuatan yang melawan hukum. yaitu suatu perbuatan yang melanggar hak subyektif orang lain atau yang bertentangan dengan kewajiban hukum dari pelaku sendiri yang telah diatur dalam undang-undang. c. Dalam pengertian bahwa kerugian yang disebabkan oleh perbuatan melawan hukum dapat berupa : 1) Kerugian materiil. 2) Subyektif yaitu dengan dibuktikan bahwa apakah pelaku berdasarkan keahlian yang ia miliki dapat menduga akan akibat dari perbuatannya. Selain itu orang yang melakukan perbuatan melawan hukum harus mengerti atas perbuatannya. dimana kerugian materiil dapat terdiri dari kerugian yang nyata-nyata diderita dan keuntungan yang seharusnya diperoleh. b. syarat kesalahan ini dapat diukur secara : 1) Obyektif yaitu dengan dibuktikan bahwa dalam keadaan seperti itu manusia yang normal dapat menduga kemungkinan timbulnya akibat dan kemungkinan ini akan mencegah manusia yang baik untuk berbuat atau tidak berbuat. Harus ada kesalahan. mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu. Dari pasal tersebut dapat kita lihat bahwa untuk mencapai suatu hasil yang baik dalam melakukan gugatan berdasarkan perbuatan melawan hukum maka harus dipenuhi syarat-syarat atau unsur-unsur sebagai berikut : a. . mengganti kerugian tersebut”. Harus ada kerugian yang ditimbulkan.

. Maka dari itu untuk membayar perbuatan tersebut pelaku diberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatannya tersebut. dimana menurut teori ini orang yang melakukan perbuatan melawan hukum selalu bertanggung jawab jika perbuatannya condition sine qua non menimbulkan kerugian (semua syarat-syarat yang harus ada untuk timbulnya akibat). terdapat dua teori yaitu : 1) Condition sine qua non. Kerugian korban termasuk dalam kerugian idiil yaitu hilangnya nyawa korban. pelaku perbuatan melawan hukum harus mengganti kerugian tidak hanya untuk kerugian yang nyata-nyata diderita. Adanya hubungan kausal antara perbuatan dan kerugian. juga keuntungan yang hilang. Untuk memecahkan hubungan kausal antara perbuatan melawan hukum dengan kerugian. dan kehilangan kesenangan hidup. sakit. Pihak yang dirugikan berhak menuntut ganti rugi tidak hanya kerugian yang telah ia derita pada waktu diajukan tuntutan akan tetapi juga apa yang ia akan derita pada waktu yang akan datang. Aplikasi : Dalam hal ini akibat dari perbuatan melawan hukum menimbulkan kerugian. d. pada umumnya diterima.Jadi. Untuk menentukan luasnya kerugian yang harus diganti umumnya harus dilakukan dengan menilai kerugian tersebut. dimana perbuatan melawan hukum pun dapat menimbulkan kerugian yang bersifat idiil seperti ketakutan. 2) Kerugian idiil.

Pertanggung jawaban sesuai dengan pasal yang terkait. dimana atas perbuatannya pelaku pembunuhan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya karena telah melakukan perbuatan melawan hukum yaitu menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja dan telah direncanakan. Aplikasi : Dalam hal ini para pelaku pembunuhan lebih condong kearah Adequate veroorzaking. b. dimana menurut teori ini pelaku hanya bertanggung jawab untuk kerugian yang selayaknya dapat diharapkan sebagai akibat dari pada perbuatan melawan hukum. Kepatutan dalam masyarakat Pada ilmu hukum dikenal 3 (tiga) kategori perbuatan melawan hukum. Perbuatan melawan hukum tanpa kesalahan (tanpa unsur kesengajaan maupun kelalaian). yaitu sebagai berikut: a.2) Adequate veroorzaking. Perbuatan melawan hukum karena kesengajaan b. c. Hak Subyektif orang lain. Perbuatan melawan hukum karena kelalaian. Hoge Raad mulai menafsirkan Perbuatan Melawan Hukum dalam arti luas dengan mengatakan Perbuatan Melawan Hukum harus diartikan sebagai berbuat bertentangan dengan: a. Kaedah kesusilaan. Menurut pasal 1 nomor 14 yang disebut tersangka adalah seseorang yang karena perbuatannya atau keadaanya. berdasarkan bukti-bukti permulaan . Sejak tahun 1919. c. Kewajiban hukum pelaku. d.

sedangkan terdakwa menurut pasal 1 nomor 15 adalah seseorang yang dituntut. Tersangka dan terdakwa berdasaran KUHAP : Pasal 50 (1) Tersangka berhak segera mendapat pemeriksaan oleh penyidik dan selanjutnya dapat diajukan sebagai penuntut umum (2) Tersangka berhak perkaranya segera dimajukan ke pengadilan oleh penuntut umum (3) Terdakwa berhak segera diadili oleh pengadilan Pasal 51 Untuk mempersiapkan pembelaan a. Tersangka berhak untuk diberitahukan dengan jelas dalam bahasa yang dimengerti olehnya tentang apa yang disangkakan kepadanya pada waktu pemeriksaan dimulai. Tersangka atau terdakwa belum tentu orang yang bersalah. Mereka itu baru disangka atau didakwa bersalah.patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. . tersangka atau terdakwa berhak memberikan keterangan secara bebas kepada penyidik atau hakim. Pasal 52 Dalam pemeriksaan pada tingkat penyidikan dan pengadilan. diperiksa dan diadili di sidang pengadilan. b. Terdakwa berhak unuk dibertahukan dengan jelas dalam bahasa yang dimengerti olehnya tentang apa yang didakwakan kepadanya. Mereka baru dianggap bersalah apabila sudah ada keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan tetap yang menentukan mereka itu bersalah.

tidak ada unsur “persetujuan atau kata sepakat” dan tidak ada juga unsur “causa yang diperbolehkan” sebagaimana yang terdapat dalam kontrak.Pasal 53 (1) Dalam pemeriksaan pada tingkat penyidikan dan pengadilann. atau terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum selama dalam waktu dan pada setiap tingkat pemeriksaan menurut tata cara yang ditentukan undang-undang. baik berbuat sesuatu (dalam arti aktif) maupun tidak berbuat sesuatu (dalam arti pasif). Sesuai dengan ketentuan dalam pasal 1365 KUH perdata. Adanya suatu perbuatan Suatu perbuatan melawan hukum diawali oleh suatu perbuatan dari si pelaku. padahal dia mempunyai kewajiban hukum untuk membuatnya. tersangka berhak untuk setiap waktu mendapat bantuan juru bahasa sebagaimana dimaksud pasal 177. terhadap perbuatan melawan hukum. maka suatu perbuatan melawan hukum harus mengandung unsur sebagai berikut: a. kewajiban mana timbul dari hukum yang berlaku (karena ada juga kewajiban yang timbul dari suatu kontrak). misalnya tidak berbuat sesuatu. Umumnya diterima anggapan bahwa dengan perbuatan di sini dimaksudkan. tersangka. Pasal 54 Guna kepentingan pembelaan. (2) Dalam hal tersangka atau terdakwa bisu dan atau tuli diberlakukan ketentuan sebagaimana yang dimaksud pasal 178. . Karena itu.

atau 3) Perbuatan yang bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku. Perbuatan tersebut melawan hukum Dalam arti sebagai berikut : 1) Perbuatan yang melanggar undang – undang yang berlaku 2) Yang melanggar hak orang lain yang dijamin oleh hukum. terdakwa telah melanggar hukum pidana yang berlaku di Indonesia. pasal 50 dan pasal 55. atau 5) Perbuatan yang bertentangan dengan sikap yang baik dalam bermasyarakat untuk memperlihatkan kepentingan orang lain Aplikasi Kasus : Pada kasus ini. Perbuatan menghilangkan nyawa orang termasuk dalam golongan tindakan pidana. Hal ini terlihat dari kronologis kejadian yang dilakukan secara bersamaan dan para terdakwa telah memiliki tugas masing-masing dalam menjalankan aksinya. para terdakwa juga telah melanggar hak orang lain untuk dapat hidup. yang ketentuannya diatur dalam KUHP. pasa 365. Pasal yang dikenakan adalah pasal 340. Selain menghilangkan nyawa orang para terdakwa dikatakan telah melakukan perbuatan pencurian karena terdakwa tidak melunasi apa yang seharusnya menjadi hak korban.Aplikasi Kasus : Perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh terdakwa pada kasus ini adalah perbuatan menghilangkan nyawa seseorang. Selain itu. Terdakwa Supriatno alias bagel bin kartim . Pada kasus ini tindakan penghilangan nyawa orang lain dilakukan secara sengaja sehingga para terdakwa dikenakan pasal 340 KUHP. atau 4) Perbuatan yang bertentangan dengan kesusilaan. b.

Para pelaku pantas untuk dipidana karena dalam pasal 55 KUHP . membela diri. dan lain-lain Aplikasi Kasus : Adanya kesalahan dari pihak pelaku terlihat jelas dari perbuatan pelaku yang memang disengaja dan juga sudah direncanakan dari awal. dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. Para terdakwa juga dikenakan pasal 365 karena para terdakwa tidak melunasi apa yang menjadi hak korban. tidak waras. diancam karena pencurian”. Adanya kesalahan dari pihak pelaku Suatu tindakan dianggap oleh hukum mengandung unsur kesalahan sehingga dapat dimintakan tanggung jawabnya secara hukum jika memenuhi unsur sebagai berikut : 1) Ada unsur kesengajaan 2) Unsur kelalaian 3) Tidak ada alasan pembenar atau alasan pemaaf seperti keadaan overmatch. sehingga hal ini dapat dikatakan sebagai tindakan pencurian. karena tindakan ini tidak dimaksudkan untuk membela diri dan para pelaku juga dalam keadaan sadar penuh. Perbuatan ini juga dilakukan secara berkelompok sehingga tidak mungkin tindakan ini diakibatkan oleh karena kelalaian. c. Pada pasal 362 tertulis definisi pencurian adalah “Barang siapa mengambil barang sesuatu. yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain. Tindakan para pelaku juga tidak mungkin mendapatkan pembenaran.bahkan telah mempersiapkan sebatang besi dari lengan bajunya dan digunakan untuk membunuh korbannya.

Adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian Untuk hubungan sebab akibat ada dua macam teori. yang juga akan dinilai dengan uang. maka kerugian karena perbuatan melawan hukum di samping kerugian materil. e. d. yang menyuruh melakukan. Adanya kerugian bagi korban Adanya kerugian bagi korban juga merupakan syarat agar gugatan berdasarkan pasal 1365 KUH Perdata dapat dipergunakan. yaitu hubungan faktual dan teori penyebab kira-kira. asalkan kerugian (hasilnya) tidak akan pernah terdapat tanpa penyebabnya. Pada kasus ini salah satu terdakwa memiliki hutang pada korban. Aplikasi Kasus : Pada kasus ini korban mengalami kerugian berupa kehilangan nyawa dan juga kehilangan uang yang seharusnya menjadi haknya. Hubungan sebab akibat secara faktual hanyalah merupakan masalah “fakta” atau apa yang secara faktual telah terjadi. tetapi bukannya malah melunasi. yurispundensi juga mengakui konsep kerugian immateril. dan yang turut serta melakukan perbuatan.seseorang dinyatakan sebagai pelaku apabila mereka melakukan. terdakwa malah menghabisi nyawa korban. Berbeda dengan kerugian karena wanprestasi yang hanya mengenal kerugian materil. Aplikasi Kasus : . Setiap penyebab yang menyebabkan timbulnya kerugian dapat merupakan penyebab secara factual.

Alat bukti yang sah ialah : 1) Keterangan saksi 2) Keterangan ahli 3) Surat 4) Petunjuk 5) Keterangan terdakwa b. b. Pada persidangan kali ini telah dilaporkan barang bukti sebagai berikut: Berikut mengenai Undang-undang Tentang Pembunuhan dan Pencurian BAB XIX KEJAHATAN TERHADAP NYAWA a. Terlihat jelas bahwa penikaman leher korban.Tindakan para pelaku jelas-jelas mengakibatkan suatu kerugian bagi korban. diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. berikut adalah hal-hal mengenai alat bukti yang sah. Pasal 338 Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Hal yang secara umum sudah diketahui tidak perlu dibuktikan Dalam acara pemeriksaan cepat. Menurut Pasal 184 KUHAP. keyakinan hakim cukup didukung satu alat bukti yang sah. a. disertai pemukulan mengakibatkan kematian bagi korban. Pasal 339 .

dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.Pembunuhan yang diikuti. d. paling lama dua puluh tahun. diancam karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana. dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. diancam karena pembunuhan dengan rencana. yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya. disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana. atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan. ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum. f. Pasal 340 Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. c. Pasal 343 . dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Pasal 341 Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian. dengan sengaja merampas nyawa anaknya. e. diancam karena membunuh anak sendiri. Pasal 342 Seorang ibu yang untuk melaksanakan niat yang ditentukan karena takut akan ketahuan bahwa ia akan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya. paling lama dua puluh tahun.

diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. k. Pasal 348 . i. h. Pasal 345 Barang siapa sengaja mendorong orang lain untuk bunuh diri. Pasal 344 Barang siapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati. Pasal 346 Seorang wanita yang sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu. sebagai pembunuhan atau pembunuhan anak dengan rencana. g. diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. menolongnya dalam perbuatan itu atau memberi sarana kepadanya untuk itu. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. Pasal 347 (1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya. diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun kalau orang itu jadi bunuh diri. j. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.Kejahatan yang diterangkan dalam pasal 341 dan 342 dipandang bagi orang lain yang turut serta melakukan.

. diancam karena pencurian. dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum. yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain. dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. Pasal 350 Dalam hal pemidanaan karena pembunuhan. diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. atau karena salah satu kejahatan berdasarkan Pasal 344. diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. 347 dan 348.(1) Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya. 1. l. karena pembunuhan dengan rencana. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut. bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346. Pasal 349 Jika seorang dokter. ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348.5. maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan dilakukan. BAB XXII PENCURIAN a. m. Pasal 362 Barang siapa mengambil barang sesuatu. dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

gunung meletus. 2) Jika pencurian yang diterangkan dalam butir 3 disertai dengan salah satu hal dalam butir 4 dan 5. kapal terdampar. pencurian pada waktu ada kebakaran. dilakukan dengan merusak. huru-hara. kapal karam. atau dengan memakai anak kunci palsu. Pasal 364 Perbuatan yang diterangkan dalam pasal 362 dan pasal 363 butir 4. yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak. letusan. atau untuk sampai pada barang yang diambil. begitu pun perbuatan yang diterangkan dalam pasal 363 butir 5. memotong atau memanjat. perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.   pencurian yang dilakukan oleh dua orang atau lebih: pencurian yang untuk masuk ke tempat melakukan kejahatan. jika harga barang yang dicuri tidak lebih dari dua puluh lima rupiah. atau gempa laut.b. Pasal 363 1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun:   pencurian ternak. diancam karena pencurian ringan dengan pidana penjara paling . apabila tidak dilakukan dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya. c.  pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya. banjir gempa bumi. maka diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. pemberontakan atau bahaya perang. kecelakaan kereta api.

di jalan umum. disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan. perintah palsu atau pakaian jabatan palsu.  jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya.  Jika masuk ke tempat melakukan kejahatan dengan merusak atau memanjat atau dengan memakai anak kunci palsu. 2) Diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun:  Jika perbuatan dilakukan pada waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya. atau untuk tetap menguasai barang yang dicuri. 3) Jika perbuatan mengakibatkan kematian maka diancam dengan pidana penjara paling lama lima belas tuhun. 4) Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun. terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atsu mempermudah pencurian.lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak dua ratus lima puluh rupiah. d. atau dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan.  Jika perbuatan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. Pasal 365 1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun pencurian yang didahului. atau dalam hal tertangkap tangan. jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau kematian dan dilakukan oleh dua orang .

Pasal 367 1) Jika pembuat atau pemhantu dari salah satu kejahatan dalam bab ini adalah suami (istri) dari orang yang terkena kejahatan dan tidak terpisah meja dan ranjang atau terpisah harta kekayaan.atau lebih dengan bersekutu. e. dan 865 dapat dijatuhkan pencabutan hak berdasarkan pasal 35 No. baik dalam garis lurus maupun garis menyimpang derajat kedua maka terhadap orang itu hanya mungkin diadakan penuntutan jika ada pengaduan yang terkena kejahatan. disertai pula oleh salah satu hal yang diterangkan dalam no. 1 dan 3. 2) Jika dia adalah suami (istri) yang terpisah meja dan ranjang atau terpisah harta kekayaan. maka terhadap pembuat atau pembantu itu tidak mungkin diadakan tuntutan pidana. 1 .4. Pasal 366 Dalam hal pemidanaan berdasarkan salah satu perbuatan yang dirumuskan dalum pasal 362. maka ketentuan ayat di atas berlaku juga bagi orang itu. 3) Jika menurut lembaga matriarkal kekuasaan bapak dilakukan oleh orang lain daripada bapak kandung (sendiri). . f. atau jika dia adalah keluarga sedarah atau semenda. 363.

Pembunuhan Atas permintaan yang bersangkutan (pasal 344) yang . secara tidak langsung akan digunakan bagi para penjahat untuk melakukan kejahatannya. Tetapi di dalam KUHP tidak dijelaskan pengertian mengenai kejahatan terhadap nyawa orang. karena pelaku maupun korban kejahatan itu merupakan bagian dari masyarakat. Pembunuhan Bayi oleh Ibunya (Pasal 341) 5. PEMBAHASAN Kejahatan merupakan sebagian dari masalah manusia. Menghilangkan nyawa berarti menghilangkan kehidupan pada manusia yang secara umum disebut “pembunuhan”.III. yang oleh pembentuk UndangUndang di tempatkan mulai dari pasal 338 KUHP sampai dengan Pasal 350 KUHP. Dalam kehidupan sehari-hari kejahatan dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Pembunuhan Bayi Berencana (Pasal 342) 6. Berdasarkan KUHP yang berlaku di Indonesia pada Buku II Bab XIX. Pembunuhan (pasal 338) 2. Ada beberapa ahli hukum yang mencoba menafsirkan pengertian kejahatan terhadap nyawa orang. Pembunuhan Berencana (Pasal 340) 4. diatur mengenai kejahatan terhadap nyawa orang. Pembunuhan dengan pemberatan (pasal 339) 3. Pengertian nyawa adalah yang menyebabkan terjadinya kehidupan manusia. Perkembangan kehidupan di dalam masyarakat baik itu ilmu pengetahuan. teknologi dan sebagainya. Kejahatan terhadap nyawa dimuat dalam KUHP adalah sebagai berikut : 1.

pembunuhan berencana diatur dalam pasal 340 KUHP yang bunyinya sebagai berikut: “Barang siapa dengan sengaja . pasal 55 ayat (1). yang dimaksud “barang siapa” adalah orang yang melakukan tindak pidana pembunuhan. Pengguguran kandungan tanpa izin ibunya (pasal 347) 10. 2. Tindak pidana pembunuhan biasa merupakan bentuk dasar dari pembunuhan. Merampas nyawa orang lain. tidak dengan pikir-pikir panjang. dan pasal 365 ayat (4) KUHP. pembunuhan ini harus dilakukan segera sesudah timbulnya maksud untuk membunuh. Apabila antara timbulnya maksud akan membunuh dengan dilakukannya pembunuhan. Membujuk / membantu orang agar bunuh diri (pasal 346) 8. Unsur-unsur dari Pasal 338 KUHP adalah: 1. Berbeda dengan pembunuhan biasa. Tindak pidana pembunuhan dimulai dengan pasal 338 KUHP yaitu tentang tindak pidana pembunuhan biasa.7. Selain unsur tersebut diatas. Matinya kandungan dengan izin perempuan yang mengandungnya (pasal 348) Dalam kasus persidangan ini. tindak pidana pembunuhan ini diatur dalam KUHP Pasal 338 yang berbunyi “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain. pasal yang terkait dengan kasus ini sesuai dengan catatan pengadilan adalah pasal 340 KUHP. orang itu masih dapat memikirkan bagaimana cara sebaik-baiknya melakukan pembunuhan itu. Dengan sengaja 3. maka dikenakan Pasal 340 KUHP. Barang siapa. diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun”. Pengguguran kandungan dengan izin ibunya (pasal 346) 9.

Tempo ini tidak boleh terlalu sempit. 2) Dengan rencana terlebih dahulu. Tindak pidana ini harus direncanakan terlebih dahulu. akan tetapi sebaiknya juga tidak terlalu lama. . Unsur subyektif: 1) Dengan sengaja. dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun”. 2.dan dengan direncanakan terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Tindak pidana ini dilakukan dengan sengaja. yang penting ialah apakah didalam tempo itu si pembuat dengan tenang masih dapat berpikir-pikir. Tindak pidana pembunuhan berencana ini pada dasarnya adalah suatu pembunuhan biasa dalam Pasal 338 KUHP. Tindak pidana ini bertunjuan untuk menghilangkan nyawa orang lain. akan tetapi tindak pidana ini harus “direncakan terlebih dahulu”. diancam karena pembunuhan berencana. yang sebenarnya ia masih ada kesempatan untuk membatalkan niatnya akan membunuh itu. 3. Pengertian dari “direncakan terlebih dahulu” adalah antara timbulnya maksud untuk membunuh dengan pelaksanaannya itu masih ada tempo bagi si pembuat untuk dengan tenang memikirkan misalnya dengan cara bagaimanakah pembunuhan itu akan dilakukan. akan tetapi tidak ia pergunakan. Pembunuhan berencana memiliki unsur-unsur: a. Adapun unsur-unsur tindak pidana pembunuhan berencana adalah sebagai berikut: 1. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memahami tentang pasal 340 KUHP ini adalah : 1.

lalu dengan membawa besi batangan yang disembunyikan di bagian tangan kanan jumper (jaket) tersangka I. nek aku arep mateni wong gunung lurah. mengatakan dalam pertemuan mereka “pada maring nggone wong gunung lurah baeyuh. Dalam kasus persidangan ini. yakni dengan rencana terlebih dahulu. Pembunuhan berencana pada dasarnya mengandung tiga syarat: a. Dapat dikatakan bahwa pembunuhan yang dimaksud dalam pasal 338 KUHP adalah tanpa rencana.b. kemudian mereka berempat . c. Pembunuhan berencana (340 KUHP) mengandung semua unsur pembunuhan pokok (338 KUHP) dan ditambah satu unsur lagi. yaitu Supriatno alias Bagel Bin Kartim. Pelaksanaan kehendak (perbuatan) dalam suasana tenang. Keempat tersangka telah merencanakan dan menyepakati rencana pembunuhan terhadap korban sejak saat mereka bertemu dan membahas tentang hutang tersangka kepada korban. engko pada olih duit. pembunuhan terhadap korban telah direncanakan sebelumnya. Ada tersedia waktu yang cukup sejak timbulnya kehendak sampai dengan pelaksanaan kehendak. Unsur obyektif: 1) Perbuatan: menghilangkan nyawa. Kesepakatan terjadi. 2. kan duite akeh. nggo maring baturaden. 2) Obyek: nyawa orang lain. sedangkan dalam pasal 340 KUHP adalah dengan rencana terlebih dahulu. b. Tersangka II yaitu Tri Dian Purnomo alias Zonti Bin Rusim. pak yani sing tau maring nggone aku”. Memutuskan kehendak dalam suasana tenang.

yang disebut pasal 55 ayat (1) KUHP itu adalah pelaku (dader) atau hanya disamakan sebagai pelaku ( alls dader) dalam hal ini ada 2 (dua) pendapat. Terhadap kalimat : dipidana sebagai pelaku. Akibat perbuatan terdakwa tersebut. Sesampainya di rumah korban. Besi tersebut kemudian ditekankan ke leher korban lalu disusul terdakwa lain yang masuk menggantikan posisi terdakwa yang menekan besi tersebut ke leher koban hingga tidak bergerak. saat itu korban sedang menonton televise. mengayuhkan besi ke arah tengkuk korban hingga tersungkur. Pelaku menurut KUHP dirumuskan dalam pasal 55 ayat (1) ke 1 yaitu dipidana sebagai tindak pidana: “Mereka yang melakukan. Lalu dengan menggunakan tangan kanan. yaitu : .menuju rumah korban di Desa Gunung Lurah Rt 02/Rw 05 Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Supriyatno mendekati korban dari belakang sambil mengeluarkan besi yang diselipkan di balik jumper (jaket) tangan panjangnya. pembunuhan yang dilakukan tersangka memenuhi unsur-unsur dalam pembunuhan berencana. sehingga korban meninggal dunia. korban Ahmad Royani alias Yani mengalami luka pada bagian kepala dan berdarah. terdakwa disuruh masuk membawa ember bekas cat berisi air untuk mencuci tangan. Setelah selesai. serta luka bekas cekikan pada leher. kemudian Tri Dian Purnomo memegangi tangan korban dan Supriyatno mencekik leher serta memukulkan besi tersebut ke arah kepala bagian depan berkali-kali sampai korban terjatuh dari tempat tidur dalam posisi terlentang. dan mereka yang sengaja menganjurkan oranglain supaya melakukan perbuatan” . Dari kronologis yang terjadi dalam kasus tersebut.

dan mereka yang disebut pasal 55 ayat (1) KUHP bukan pelaku (dader).1. 2. Selain itu. Jadi menurut pendapat ini. melainkan hanya disamakan saja (ask dader). Dalam kasus ini terdakwa terkena pasal 55 ayat (1) ke 1 karena terdakwa diketahui dalam hal ini dapat disebut sebagai pelaku menurut KUHP Pasal 55 Ayat (1) ke 1. Pendapat yang sempit (resktriktif) pendapat ini memandang pelaku (dader) adalah hanyalah orang yang melakukan sendiri rumusan tindak pidana. yaitu yang personal (persoonlijk) dan materiil melakukan tindak pidana. karena dalam kasus ini terdakwa diketahui melakukan tindak pidana yaitu berupa pembunuhan dan menganjurkan oranglain dalam hal ini terdakwa lainnya untuk melakukan pembunuhan. artinya mereka yang melakukan. mereka semua yang disebut dalam pasal 55 ayat 1 KUHP itu adalah pelaku (dader). yang memenuhi syarat bagi terwujudnya suatu akibat berupa tindak pidana. Pendapat yang luas (ekstentif) pendapat ini memandang sebagai pelaku (dader) adalah setiap orang yang menimbulkan akibat yang memenuhi rumusan tindak pidana. terdakwa terkena pasal 365 KUHP ayat 4 yang berbunyi: “ Diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama dua puluh tahun jika perbuatan mengakibatkan luka berat atau mati dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan bersekutu. pula disertai oleh salah satu hal yang diterangkan dalam nomor 1 dan 3” . Jadi menurut pendapat ini. si pelaku (dader) itu hanyalah yang disebut pertama (mereka yang melakukan perbuatan) pada pasal 55 ayat (1) KUHP.

Ketiga terdakwa tersebut bekerjasama dalam melakukan tindakan pembunuhan terhadap korban Ahmad Royani sehingga mengakibatkan korban meninggal. Ketiga terdakwa tersebut bekerjasama dalam merencanakan dan melakukan pembunuhan terhadap korban. sementara terdakwa III yakni Darto alias Sijeg bin Darkino turut berperan dalam mengawasi lingkungan sekitar. . Korban meninggal karena luka dikepala yang diakibatkan oleh hantaman benda tumpul yang dilakukan oleh terdakwa I Supriatno alias Bagel bin Kartim dan kemudian dibantu oleh oleh terdakwa II Tri Dian Purnomo alias Zonti bin Rusim. terdapat tiga orang yang terlibat yakni terdakwa I Supriatno alias Bagel bin Kartim. II Tri Dian Purnomo alias Zonti bin Rusim.Kasus pembunuhan Ahmad Royani tersebut telah melanggar pasal 365 KUHP ayat (4). III Darto alias Sijeg bin Darkino.

. Diunduh dari: library. KUHP .XX. 2012.blogspot. 2010.BUKU II BAB XI.id pada 15 Februari 2013.DAFTAR PUSTAKA Dahlan.library. Diunduh dari. Santoso. Diunduh dari: http://www. Jodi. Moeljatno. Sulasti. Universitas Pembangunan Nasional. M. Perbuatan Melawan Hukum dalam Proses Penerbitan Hak Asasi Sertifikat Tanah di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Nunik. Ilmu Kedokteran Forensik: Pedoman Bagi Dokter dan Penegak Hukum. Sofwan. Fakultas Hukum Universitas Jember. KUHP.com/2007/05/kitab-undang-undanghukum-pidana-kuhp_2473.pdf pada tanggal 15 Februari 2013.upnvj. 2005.ac. Perbuatan Melawan Hukum Menurut Hukum Yang Berlaku Di Indonesia. 1990.id/pdf/2s1hukum/206712031/bab2. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. 2007. Jakata : Bumi Aksara.ac. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.html pada tanggal 15 Februari 2013. http://petareformasihukum.upnvj.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->