MAKALAH KOTA SEHAT

OLEH:

Gusti Rahmani 1104093

SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI INDONESIA YAYASAN PERINTIS PADANG 2012

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas k hadirat Allah SWT, yang berkat rahmat dan hidayahnya, penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul ”Kota Sehat” bertujuan untuk mengikuti ujian susulan Bahasa Indonesia. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada dosen pengajar yang telah membimbing dan mengarahkan penulis dalam penulisan makalah, terlepas dari itu semua penulis menyusun berdasarkan sumber dari internet. Dalam penulisan ini, penulis menyadari bahwa belum sempurna adanya, untuk itu penulis bersedia menerima kritikan ataupun saran dari rekan-rekan sekalian. Demikianlah makalah ini kami tulis, apabila terdapat kekurangan, penulis memohon maaf ini disebabkan karena kurangnya literatur yang penulis temukan, untuk itu apabila ada saran penulis bersedia menampungnya demi perbaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan para pembaca pada umumnya.

Padang, Desember 2012

Penulis

2

.......................................... 17 3............................................................................... kebijakan dan strategi pelaksanaan kota sehat..... 26 DAFTAR PUSTAKA 3 ....................................................2 Saran .............................................................................................. dan tujuan stakeholder dalam pelaksanaan kota sehat ......4 Manfaat Penulisan ...................... 4 1..................................................................6 Gambaran pelaksanaan kota sehat di Sumatera Barat.......1 Latar Belakang ...................... 26 4........ 23 BAB IV PENUTUP ...............................4 Verifikasi pelaksanaankota sehat ....................................2 Sasaran................................................. 12 BAB III PEMBAHASAN ...........................5 Peranan................................................................................................................................................. 26 4....6 Sistematika Penulisan .......................... 7 2... 20 3..........................................................1 Kesimpulan ...... 18 3............................................................4 Peraturan/Dasar Hukum Pelaksanaan Kota Sehat.....................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI i ii BAB I PENDAHULUAN ......................................................... sasaran...5 Metode Penulisan ......... 5 1..................................... 5 1....... 4 1........3 Indikator keberhasilan kota sehat .............1 Sejarah Kota Sehat ..................................................3 Tujuan Penulisan ....................................................................2 Rumusan Masalah ........ 13 3............................................................................................................................ 6 1.........................2 Pengertian dan tujuan Kota Sehat ... 9 2.....1 Ciri-ciri kota sehat ..............................................3 Bentuk Kabupaten/Kota Sehat ........................................................................... 13 3.... 4 1........... 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.............. 14 3............................................................................................ 10 2. 7 2................................

perumahan dan pelayanan masyarakat yang kurang layak. dan budaya perkotaan berada pada situasi yang rawan. kekerasan. sosial. pencemaran udara. Masalah-masalah perkotaan. maka ketahanan daya dukung daerah perkotaan akan lemah. sementara kualitas lingkungan cenderung menurun. seperti kepadatan lalu lintas. diharapkan dapat menciptakan kondisi yang mengarah kepada pencapaian kota idaman atau kota sehat yang memberikan keamanan. Upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan fisik dan sosial secara terus menerus dengan memberdayakan masyarakat perkotaan. kenyamanan.2. dan kesehatan bagi masyarakat perkotaan dalam menjalankan kegiatan kehidupannya 1.2.2 Rumusan Masalah 1.1 Latar Belakang Pertumbuhan penduduk kota di dunia menunjukkan penimgkatan yang cukup fenomenal. kriminal.BAB I PENDAHULUAN 1. dan penggunaan obat-obat terlarang menjadi masalah yang dialami oleh masyarakat perkotaan. Berdasarkan fakta tersebut. lingkungan fisik. ketenteraman. kebijakan dan strategi pelaksanaan kota sehat? 4 .2 Apa ciri-ciri kota sehat? Apa sasaran. Apabila kecenderungan tersebut tidak dikendalikan.1 1.

1.2.3 1.2. sasaran.2.3.4 Manfaat Penulisan Secara teoritis memberikan pemahaman mengenai cirri-ciri.6 Mengetahui gambaran pelaksanaan kota sehat di Sumatera Barat 1. dan tujuan stakeholder dalam pelaksanaan kota sehat serta gambaran pelaksanaan kota sehat di Sumatera Barat.6 Bagaimana gambaran pelaksanaan kota sehat di Sumatera Barat? 1.3 Tujuan Penulisan 1. memahami peranan. dan tujuan stakeholder dalam pelaksanaan kota sehat? 1.2 1. kebijakan. sasaran.3. sasaran. dan tujuan stakeholder dalam pelaksanaan kota sehat 1.4 1.4 1.3.2.3.3 1.5 Apa indikator keberhasilan kota sehat? Bagaimana verifikasi kota sehat? Apa peranan. kebijakan dan strategi pelaksanaan kota sehat Mengetahui indikator keberhasilan kota sehat Mengetahui verifikasi kota sehat Mengetahui peranan. Sedangkan manfaat praktisnya mampu merangsang pemikiran 5 . mengetahui indikator keberhasilan kota sehat serta verifikasi kota sehat.3.5 Mengetahui ciri-ciri kota sehat? Mengetahui sasaran. dan strategi pelaksanaan kota sehat.3.1 1. sasaran.

5 Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam membuat makalah ini adalah metode yang mengacu pada situs-situs yang relevan terhadap topik dan kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber relevan serta studi penelitian objektif. 1. Pada bab IV atau bab penutup berisikan kesimpulan dan saran dari masalah tersebut. Bab I yang merupakan pendahuluan berisikan latar belakang. metode penulisan. 1.kritis mahasiswa kesehatan masyarakat sebagai pendukung terwujudnya kota sehat. 6 . Pada bab II berupa tinjauan pustaka beberapa literatur. dan sistematika penulisan. Bab III berisi pembahasan masalah sesuai dengan topik di lihat dari berbagai aspek atau sudut pandang. perumusan masalah.6 Sistematika Penulisan Makalah ini terdiri dari empat bab. tujuan penulisan. manfaat penulisan.

dan Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi. Menteri Negara Lingkungan Hidup/Bapedal. ekonomi lingkungan. dengan melibatkan para pihak (stakeholders). Kota Sehat di Indonesia dicanangkan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 Oktober 1998. antara lain Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.1 Sejarah Kota Sehat Pendekatan Kota Sehat pertama kali dikembangkan di Eropa oleh WHO pada tahun 1980-an sebagai strategi menyongsong „Ottawa Charter‟. yang menekankan kesehatan untuk semua yang dapat dicapai. jika semua aspek sosial. pembangunan 7 . misalnya kegiatan reboisasi/penghijauan. baik jasmani maupun rohani. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. tetapi lebih kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. dan budaya diperhatikan. Sejak itu telah tercatat sebanyak 51 kota mengupayakan penyelenggaraan kota sehat. Hal ini mempertimbangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan Departemen Kehutanan dapat menunjang program atau gerakan Kota Sehat. Departemen Pendidikan Nasional. Oleh karena itu konsep kota sehat tidak hanya memfokuskan kepada pelayanan kesehatan semata. Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral. Departemen Kehutanan mulai dilibatkan dalam pembahasan Kota Sehat pada akhir bulan April tahun 2001.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

maka 8 . serta (b) aspek partisipatif yang menempatkan penduduk sebagai pemeran utama pembangunan. tempat kerja. Kesehatan seseorang terwujud akibat tercipta tatanan sehat pada lingkungan ia hidup dan bekerja. Ini berarti peranan pemerintah tidak hanya mengelola kota akan tetapi juga mendukung insiatif dari kelompok. 2. Salah satu peran pemerintah kota dan pusat ialah mendukung inisiatif masyarakat yang hidup dan bekerja di kota. dan lain-lain.kelompok masyarakat. Adanya keyakinan bahwa pembangunan kota bukan hanya urusan pemerintah pusat dan Propinsi. pasar. dalam Surjadi 2002) ialah sebagai berikut: 1. Sedangkan Dasar-dasar munculnya gerakan kota sehat (Werna. pengadaan bangunan resapan air. upaya pengurangan asap. WH0 1996. ada dua aspek yang diperhatikan. organisasi masyarakat dan swasta. dan lain-lain. WHO 2001. Pada banyak keberhasilan diketahui bahwa kota yang sehat adalah kota yang dibangun atas kerjasama antara penduduk. organisasi masyarakat. Blue and Goldstein 1998.hutan kota. Dengan demikian. sekolah. yakni (a) aspek teknik berupa perencanaan yang meliputi mobilisasi sumber daya dan metode pembangunan setting kesehatan berdasarkan data kesehatan dan epidemiologi. seperti di rumah. 4. Harpham. dan sebagainya. pengusaha/sektor swasta. 3. Dalam hal ini termasuk mendukung inisiatif masyarakat. Dalam pelaksanaan kota sehat. perbaikan gizi masyarakat di sekitar hutan (PMDH). masyarakat.

serta perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah perkotaan. 2. sosial. Hal ini sebenarnya nyata bila melihat indeks pembangunan manusia yang ditentukan oleh pendidikan. kantor dan pemukiman kumuh. nyaman dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik. Gerakan kota sehat timbul sebagai perwujudan paradigma baru kesehatan masyarakat. anak jalanan. Gerakan ini berpandangan bahwa meningkatkan kesehatan kota tidak cukup hanya melakukan perbaikan lingkungan kota dan pengobatan pada penduduk yang sakit serta pencegahan pada yang sehat melalui peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan. ekonomi dan kesehatan. serta (b) pada isu tertentu misalnya kesehatan ibu. yakni (a) pada tatanan tertentu seperti sekolah. Akan tetapi. 6. gizi. dibutuhkan pendekatan yang menempatkan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan. sosial dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas dan perekonomian wilayah (atau 9 . keinginan dan seleksi masalah dilakukan oleh penduduk setempat. budaya dan produktivitas.persepsi. Konsep Kota Sehat merupakan pola pendekatan untuk mencapai kondisi kota/kabupaten yang aman. Kegiatan yang dilakukan ada dua macam. penyakit menular dan lain lain.2 Pengertian dan Tujuan Kota Sehat Secara umum pengertian kota sehat adalah suatu pendekatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong terciptanya kualitas lingkungan fisik. 5.

2. Kehidupan sosial Yang sehat : penanggung jawab Dinas Pemberdayaan Masyarakat. 4. Kawasan Pariwisata sehat : penanggung jawab Kantor Pariwisata. nyaman. 9. 6. Kawasan Industri dan Perkantoran sehat : penanggung jawab Dinas Koperindag. sosia.3 Bentuk Kabupaten/Kota Sehat Adapun bentuk dari Kabupaten/Kota Sehat adalah sebagai berikut: 1. Kawasan sarana lalu lintas yang tertib dan Pelayanan Transportasi : penanggung jawab Dinas Perhubungan 3. Ketahanan Pangan dan Gizi : Penanggung Jawab Dinas Pertanian 8. Sarana dan Prasarana umum : penanggung jawab teknis Dinas PU.l dan budaya secara optimal sehingga dapat mendukung peningkatan produktifitas dan perekonomian wilayah. Tujuan kota sehat adalah tercapainya kondisi kota untuk hidup dengan aman. Kawasan Hutan sehat : penanggung jawab Dinas Kehutanan. dan sehat bagi warganya melalui upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik. 5. Kota Sehat merupakan gerakan untuk mendorong inisiatif masyarakat (capacity building) menuju hidup sehat. 2. Kawasan Permukiman. 10 .lebih bertujuan kepada „good governance’). 7. Kawasan Pertambangan sehat : penanggung jawab Pertambangan. Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri : penanggung jawab Dinas Kesehatan.

nyaman. nyaman. sosial dan budaya dan kesehatan untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasim kegiatan yang disepakati mereka sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih. perencanaan pembangunan wilayahnya yang mengintegrasikan berbagai aspek sehingga dapat mewujutkan wilalah yang bersih. dan sehat untuk dihuni warganya. Tim Pembina Tehnis Kabupaten (Tingkat Kabupaten). aman. aman. aman dan sehat untuk dihuni oleh warganya. 2. aspirasinya dan berpatisipasi menentukan prioritas. nyaman. Sehat antra lain : 1. Kelompok Kerja (Tk. 4. Forum Kabupaten/Kota Sehat (Tingkat Kabupaten) wadah bagi masyarakat turut untuk menyalurkan arah. dan sehat untuk dihuni dan bekerja. Desa/Kelurahan) adalah wadah bagi masyarakat di kecamatan perkotaan / di pedesaan atau yang bergerak dibidang usaha ekonomi. perencanaan antara desa satu dengan desa lainnya diwilayah kecamatan yang dilakukan oleh masing-masing Pokja Desa Sehat mewujudkan wilayah yang bersih. 11 .Komponen yang harus ada pada program Kota / Kab. Kecamatan) adalah wadah bagi masyarakat di kecamatan kabupaten untuk mengkoordinasikan. Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat (Tk. mengintegrasikan. 3. mensinkronkan dan mensimplikasikan prioritas.

KepMendagri No. Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor : 34 Tahun 2005 Nomor : 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota sehat 5. KepMendagri No. UU Nomor: 25 Tahun 2004 Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional 4./Kota Sehat adalah : a. 650/174 Tahun 1998 Tentang Pembentukan Kelompok Kerja Pembinaan Pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Sehat b. UU Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 2.2. 650-185 Tahun 2002 Tentang Pembentukan Kelompok Kerja Pembinaan Pelaksanaan Program Kabupaten/Kota Sehat 12 . UU Nomor: 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan 3.4 Peraturan/ Dasar Hukum Pelaksanaan Kota Sehat 1. Dasar hukum pembentukan Tim Pembina Teknis Kab.

1 Ciri-Ciri Kota Sehat Adapaun ciri-ciri Kabupaten/Kota Sehat Adalah sebagai berikut: 1. 4. LSM setempat) bersama Pemkab 5. 6. dikelola oleh masayarakat. Mengutamakan pendekatan proses daripada target. Pemkab merupakan partner kunci yang melaksanakan kegiatan 7. berkembang sesuai sasaran yang diinginkan masyarakat yang dicapai secara bertahap. Berasal dari kebutuhan masyarakat.BAB III PEMBAHASAN 3. Pendekatannya juga merupakan master plan Kota. tidak mempunyai batas waktu. Dalam pelaksanaan kegiatan harus terintegrasi kondisi fisik. Kegiatan tersebut dicapai melalui proses dan komitmen pimpinan daerah. kegiatan inovatif dari berbagai sektor yang dilakukan melalui partisipasi masyarakat dan kerjasama 8. dan budaya setempat 13 . Pendekatan tergantung permasalahan yang dihadapi 2. sedangkan pemerintah sebagai fasilitator 3. ekonomi. Penyelenggaraan kegiatan didasarkan kesepakatan dari masyarakat (Toma.

sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan menjadi lebih baik. Strategi dan Kebijakan Pelaksanaan Kota Sehat a. serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujudkan sinergi pembangunan yang baik. Terselenggaranya pola dan mekanisme kerja yang teransparan antar berbagai pihak yang terkait dalam proses pengelolaan pembangunan kota. 3. Terwujudnya forum yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat. Terselenggaranya kinerja pemerintah yang baik yang berorientasi kepada kepentingkan masyarakat luas melalui kebijakan dan pengaturaaan pelaksanaan yang adil dan transparan.2 Sasaran. 4. pemerintah daerah dan pihak swasta. 2. Sasaran Pelaksanaan Kota Sehat 1. Terwujudnya kondisi yang kondusif bagi seluruh masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya. 14 . Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang adil dan merata bermutu sesuai dengan standar dan etika profesi. Terselenggaranya upaya peningkatan kualitas lingkungan fisik. 6. 5.3. sosial dan budaya yang dapat mengikatkan kesehatan dan mencegah terjadinya resiko penyakit dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di kota secara mandiri.

Kegiatan kota sehat sepenuhnya dibiayai dan dilaksanakan oleh daerah yang bersangkutan dan masyarakatnya dengan menggunakan mekanisme pendekatan Kota Sehat.b. yaitu dengan konsep pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan prinsip „oleh dan untuk masyarakat‟. Kebijakan Pelaksanaan Kota Sehat Penerapan kegiatan didasarkan kepada pendekatan kota sehat di masing-masing wilayah atas dasar adanya permasalahan yang spesifik yang disusun berdasarkan skala prioritas untuk dipecahkan dan diselesaikan bersama-sama oleh seluruh masyarakat di wilayah tersebut. meniru yang dan kota-kota untuk mengembangkannya. sedangkan pendekatan Kabupaten Sehat dimulai dari beberapa desa. dan apabila diperlukan difasilitasi oleh pemerintah setempat. Pendekatan kegiatan kota sehat melibatkan peran aktif masrakat dalam seluruh proses penyelenggaraan pembangunan di daerah. Pendekatan Kota Sehat dimulai dari beberapa kecamatan. sehingga seluruh potensi masyarakat dapat diberdayakan secara optimal dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. sedangkan kawasan dimulai dari beberapa kawasan terbatas dan diharapkan berkembang secara terus menerus dan dinamis sehingga meliputi seluruh kemudian dapat daerah perkotaan mendorong dan daerah lain kabupaten. 15 .

sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat di kota tersebut. selanjutnya Forum tersebut membentuk Pokja Kota Sehat berdasarkan kebutuhan terhadap kegiatan yang akan dilaksankan. c. Kegiatan kota sehat pada awalnya difasilitasi oleh Pemerintah Daerah. 2. sederhana. Kegiatan dimulai dari beberapa kota terpilih berupa kegiatan yang spesifik. Meningkatkan potensi ekonomi stakeholders kegiatan yang menjadi kesepakatan masyarakat. dimulai dari pembentukan Forum Kota Sehat. dapat dilaksanakan secara mandiri dan berkelanjutan dengan menggunakan segenap sumber daya yang tersedia. media massa selaku pelaku pembangunan. Strategi Pelaksanaan Kota Sehat Beberapa strategi yang akan ditempuh dalam melaksanakan kegiatan kota sehat di Indonesia sebagai berikut : 1. terjangkau.Pemerintah berperan menyusun kebijakan. Sedangkan plaksanaan evaluasi kegiatan kota sehat dilakukan oleh Forum dan Pokja Kota Sehat bersama-sama Pemerintah daerah. Perguruan Tinggi. strategi dan pedoman umum. Sektor-sektor di propinsi berperan di dalam mengembangkan petunjuk teknis dan standar yang sesuai dengan daerah. LSM. Pelaksanaan kegiatan diserahkan oleh pemerintah daerah kepada masyarakat melalui Forum dan Kelompok Kerja (Pokja) Kota Sehat. 16 .

menetapkan. Dengan tetap 17 . dan menjadi tolak ukur untuk merencanakan kegiatan selanjutnya. 6. Memasyarakatkan pembangunan yang berwawasan kesehatan di dalam mewujudkan kota sehat. Meningkatkan keberdayaan masyarakat melalui Forum dan Pokja Kota Sehat. peka terhadap lingkungan fisik. dibutuhkan indikator yang jelas sehinggasemua pihak yang ikut terlibat dapat menilai sendiri kemajuan yang sudah dilakukan.3. 7. social dan budaya yang sehat. serta pendampingan dari sector terkait untuk dapat membantu memahami permasalah. pemerintah. Setiap daerah dapat memilih. menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kota sehat. Perluasan kegiatan ke kota lainnya atas dasar adanya minat dari kota tersebut untuk ikut dalam pendekatan kota sehat.3 Indikator keberhasilan Kota Sehat Untuk mengukur kemajuan kegiatan kota sehat. 3. Membuat jaringan kerja sama antar kota pengembangan (replikasi) kota sehat. legislates di dalam penyelenggaraan kegiatan kota sehat. 4. 5.dan melaksanakankegiatan sesuai dengan kondisi dan kem ampuan masing-masing untuk memenuhi indikator tersebut. 8. Menggali potensi wilayah dan kemitraan dengan swasta. Meningkatkan promosi dan penyuluhan agar masyarakat hidup dalam kondisi yang tertib hokum. LSM.

Angka Kematian Ibu Melahirkan per 100. Selanjutnya pengiriman hasil seleksi Kab/Kota Sehat oleh Tim Penilai Tingkat Propinsi ke Pusat (dengan 18 . yaitu: 1. 3. masih ada beberapa indikator tambahan sesuai klasifikasitatanan yang dipilih. Pendapatan Perkapita Domestik yang meningkat 4. Wajib Belajar 9 Tahun 2. Adanya RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) 8. Angka Melek Huruf yang Meningkat 3.4 Verifikasi Pelaksanaan Kota Sehat Dalam rangka pemberian penghargaan terhadap program kabupaten/Kota Sehat dilakukan pemberian penghargaan setiap 2 tahun sekali. Angka Kematian Balita per 1000 kelahiran hidup yang menurun 6. Program Dana Sehat dan Jaminan Sosial Nasional bagi Masyarakat Miskin Selain indikator pokok tersebut. Dalam selang waktu tersebut dilaksanakan seleksi terhadap kab/ kota oleh tim Seleksi Kab/ Kota Sehat tingkat Propinsi.000 kelahiran hidup yang menurun 7. Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran hidup yang menurun 5. Dasar pelaksanaan penghargaan ini antara lain tercantum pada BAB V pasal 11 dijelaskan bahwa penghargaan Kab/ Kota Sehat Tingkat Nasional dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.memperhatikan 8 Indikator Pokok ya n g h a r u s d i p e n u h i o l e h K o t a d a n K a b u p a t e n ya n g i n g i n m e n d a p a t k a n g e l a r K o t a a t a u Kabupaten Sehat.

Prestasi Daerah (penghargaan-penghargaan yang sudah diperoleh) 3. Tim Penilai Kab/Kota Sehat Tkt Pusat menseleksi administrasi 2. Penghargaan WIWERDA (Pembinaan) 3 – 4 tatanan 3. Desa/Kel) 2. Pengesahan Penenang Kab/ Kota sehat oleh Menkes 6. Hasil Kegiatan Sedangkan jenis penghargaan diklasifikasikan sebagai berikut : 1. Penghargaan PADAPA (Pemantapan) Minimal 2 tatanan 2. Aktifitas POKJA DESA 7. Penetapan calon penerima penghargaan oleh tim pusat 4.melampirkan formulir penilaian dan dokumen pendukung) sesuai pedoman verifikasi. Pemberian penghargaan SWASTI SABA Sedangkan variabel yang diverifikasi adalah sebagai berikut: 1. 1. Kecamatan. Aktifitas FORKOM DESA / KEL 6. Cakupan Pelaksanaan (Tatanan. Pengiriman calon pemenang kab/ kota sehat ke Mendagri utk mendapat rekomendasi/ persetujuan 5. Penghargaan WISTARA (Pengembangan) > 5 tatanan 19 . Tim Penilai tingkat Pusat ke daerah utk mengklarifikasi / verifikasi 3. Aktifitas FORUM 5. Aktifitas TIM PEMBINA 4.

5 Peranan. Sasaran dan Tujuan Stakeholder dalam keberhasilan Kota Sehat Beberapa prinsip lokal yang dapat dilaksanakan ialah peranan utama pemerintah lokal dan partisipasi dari segenap stakeholder. Ini berarti dalam setiap kegiatan pembangunan ada batasan yang dilakukan pemerintah. perencanaan.3. Pada banyak kasus perhatian publik baru timbul bila ada dampak negatif kesehatan. dan perhatian pada kesehatan dalam upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan. pentingnya peranan pemerintah lokal. Pembangunan yang berkelanjutan sering kali dipandang sebagai pembangunan lingkungan yang mencakup pembangunan kesehatan. Bila dikaji dalam setiap kegiatan pembangunan kota. apa yang dilakukan pihak swasta dan apa yang dilakukan pihak organisasi masyarakat termasuk anggotanya. dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di lingkungan mereka. instansi terkait khususnya Dinas kesehatan dan stakeholder perlu aktif dalam proses asesment analisa dampak kesehatan dari suatu kegiatan pembangunan kota. Berkaitan dengan hal ini pihak Pemerintah pusat. Perlu disadari oleh semua pihak bahwa pembangunan kota yang berkelanjutan yang didalamnya termasuk pembangunan Sanitasi Lingkungan kota. partisipasi segenap stakeholder. pemerintah daerah. partisipasi masyarakat diwujudkan berupa pemutusan. Hal yang lebih penting daripada itu perlu didiskusikan tujuan kegiatan yang 20 . tidak mungkin tercapai bila tidak ada perhatian akan dampak kesehatan dari pembangunan. Terkadang kasus baru diketahui setelah stadium lanjut karena itu penting melakukan kajian pada fase awal.

Aliran pembuangan/drainage dan Sampah padat) 2. Konkritnya perlu ada sekelompok orang yang melakukan pemetaan kegiatan pembangunan di berbagai wilayah kota.dilakukan dan akibatnya. institusi pengembangan kota/LSM. Oleh karena itu. perguruan tinggi. Sanitasi lingkungan (Air. Untuk ini. Tanpa upaya mengembangkan kapasitas di tingkat masyarakat kebijakan ini sulit tercapai tanpa adanya proses kemitraan antara para pemeran pembangunan. perguruan tinggi. hasil yang diharapkan. Upaya ini perlu dilakukan pada setiap wilayah kota yang jadi sasaran. dengan demikian kemungkinan untuk meningkatkan sinergi lebih mudah dilakukan. dan Dinas-dinas terkait khususnya dinas kesehatan perlu menaruh perhatian akan manfaat dan dampak dari kebijakan ini. Sasaran dan Tujuan Stakeholder Terhadap Kota Sehat Berkaitan dengan hal itu patut kita simak ada delapan isu pembangunan kota yang sehat yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan yang perlu mendapat perhatian para Pemda. dan LSM melalui konsultasi dan fasilitasi pembangunan masyarakat amat di perlukan. Udara 21 . perlu ada upaya pemetaan dan analisa proses dan hasil kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan kesehatan. Berkaitan dengan ini dukungan teknis dari pemerintah. dan keterkaitan serta kesempatan untuk saling mendukung. swasta dan stakeholder yaitu: 1. Tanpa upaya ini akan terjadi ketidakseimbangan dan terlalu banyak intervensi pembangunan yang membingungkan masyarakat kota. pemerintah.

isu yang kami fokuskan dalam kebijakan ini adalah isu yang pertama yaitu sanitasi lingkungan (air. dan swasta . 22 . aliran pembuangan/drainage dan sampah padat) disebabkan isu inilah yang kurang diperhatikan oleh masyarakat. Managemen tanah 4. Kecelakaan Kelima isu lingkungan ini jika dikaitkan dengan perilaku dan akses pelayanan kesehatan akan menimbulkan masalah kesehatan perkotaan. aliran pembuangan / drainage dan sampah padat) antara lain : 1. Dalam hal ini termasuk mendukung inisiatif masyarakat.3. Namun. organisasi masyarakat. Salah satu peran pemerintah kota dan pusat ialah mendukung inisiatif mereka yang hidup dan bekerja di kota. Ini berarti peranan pemerintah tidak hanya mengelola kota akan tetapi mendukung insiatif dari kelompok.kelompok masyarakat. Argumen komprehensif alternatif kebijakan terhadap pentingnya gerakan pembangunan kota sehat sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan khususnya mengenai isu sanitasi lingkungan (air. instansi pemerintah sehingga mengakibatkan munculnya atau mewabahnya berbagai macam penyakit menular pada saat sekarang ini terutama terjadi di kota-kota besar seperti pada saat sekarang mewabahnya penyakit demam berdarah yang menjadi suatu pekerjaan rumah bagi semua pihak dalam mencegah dan menanggulangi serta kiat-kiat apa yang harus dilaksanakan dalam upaya preventif dan treatment yang harus dilaksanakan. Emisi gas 5.

lalu meningkat menjadi Rp324 juta di 2012 dan kembali naik kebutuhannya pada 2013 menjadi Rp357 juta. 23 . Dimana peningkatkan kesehatan kota tidak cukup hanya melakukan perbaikan lingkungan kota dan pengobatan pada penduduk yang sakit serta pencegahan pada yang sehat melalui peningkatan jangkauan pelayanan kesehatan. Selanjutnya. dan lain lain. Akan tetapi dibutuhkan pendekatan yang menempatkan kesehatan sebagai bagian dari pembangunan dan bagaimana khususnya peran stake holder yang lebih tegas dalam menanggulangi akan masalah kota yang sehat. sekolah. Menciptakan suatu Gerakan sanitasi lingkungan yang timbul sebagai perwujudan paradigma baru kesehatan masyarakat. Anggaran untuk pelaksanaan program itu yakni sebesar Rp295 juta dibutuhkan untuk 2011. pada 2014 kebutuhan anggaran program naik lagi menjadi Rp393 juta dan di 2015 masih meningkat menjadi Rp432 juta.6 Gambaran Pelaksanaan Kota Sehat di Sumatera Barat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan sediakan anggaran mencapai Rp1. 3.8 miliar untuk membiayai program pengembangan lingkungan sehat di daerah ini selama masa lima tahun (2011-2015). seperti di rumah. tempat kerja. 3. Kesehatan seseorang terwujud akibat tercipta tatanan sehat pada lingkungan hidup dan bekerja. Program tersebut akan dilaksanakan Dinas Kesehatan Sumbar sebagai salah satu program dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2011-2015.2. pasar.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut.Selain itu kawasan industri dan perkantoran sehat. Sumatera Barat. kehidupan masyarakat sehat yang mandiri. meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda Kota Sehat 2011 Tingkat Pemantapan dari Pemerintah." katanya. Pemerintah Kota Padang. "Swasti Saba merupakan modal awal bagi Kota Padang untuk meraih kembali Piala Adipura pascagempa berkekuatan 7.9 SR pada 30 September 2009. memperoleh penghargaan Kota Sehat tahun 2011 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. ketahanan pangan dan gizi. maka selama 2011-2015 juga dilaksanakan kegiatan peningkatan pemanfaatan penggunaan air bersih oleh masyarakat di daerah ini. Sumatera Barat. Selain itu. disamping kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi.Program pengembangan lingkungan sehat dilaksanakan dengan tujuan terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatan di masingmasing kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar. kawasan pariwisata sehat. kawasan pertambangan sehat. Penghargaan Swasti Saba Wiwerda Kota Sehat 2011 merupakan keikutsertaan Kota Padang ditahun ke-empat dalam Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan dalam kurun waktu sekali dua tahun. Kegiatan tersebut membutuhkan anggaran total mencapai Rp352 juta dengan pelaksanaan dilakukan Dinas Kesehatan Sumbar. kawasan hutan sehat. Kota Solok. Pada lomba tersebut Padang mengikuti sembilan tatanan yang diperlombakan yakni kawasan pemukiman sarana dan prasarana umum sehat. Keberhasilan Kota Solok meraih Kota Sehat tahun 2011 tidak terlepas dari sejumlah program 24 . dan kehidupan sosial yang sehat.

yang tidak terdata dalam program jaminan kesehatan lain seperti Askes. pengawasan dan penyuluhan kesehatan kepada warga Kota Solok.Program-program tersebut ada yang bersifat pencegahan penyakit. Kemudian mulai tahun 2011 ini. Pemerintah Kota Solok. katanya. Jamsostek. Pemkot Solok meluncurkan program dokter keluarga dimana setiap kepala keluarga digratiskan berobat kesehatan tingkat dasar di seluruh Puskesmas. 25 . Dalam program peningkatan kesehatan sendiri. seperti Angurah Piala Adipura tahun 2011.Pemerintah Kota Solok dalam meningkatkan taraf dan derajat kesehatan masyarakat. Piagam Wahana Tata Nugraha tahun 2011 dan terakhir TP PKK KOta Solok juga meraih Juara I Nasional dalam Lomba Cipta Menu 3B. namun ada juga yang bersifat peningkatan kesehatan masyarakat dan peningkatan infrastruktur kesehatan. Sementara untuk upaya pencegahan penyakit. ASABRI. dengan membentuk sejumlah kelompok kader kesehatan. sebelumnya juga meraih berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pemkot Solok juga menganggarkan dana cukup besar dalam APBD daerah ini untuk pelaksanaan program Ausransi Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi ribuan warga Kota Solok. dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat RT. Jamkesmas. Dinas Kesehatan Kota Solok secara rutin dan berkala juga melaksanakan bimbingan.

4. tampak bahwa gerakan kota sehat merupakan pendekatan „multi stakeholders‟. (2) kawasan sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi. dan (9) kehidupan sosial yang sehat. (5) kawasan industri dan perkantoran sehat. Partisipasi tersebut dalam tahap awal dapat berupa upaya untuk mempromosikan/ menginformasikan kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilakukan. yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah. Tatanan dan permasalahan khusus ini dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi spesifik daerah. yakni (1) kawasan permukiman. Tatanan Kabupaten/kota sehat dikelompokkan berdasarkan kawasan dan permasalahan khusus. (7) ketahanan pangan dan gizi. yang dapat menunjang gerakan kota sehat. (3) kawasan pertambangan sehat. diharapkan sektor pemerintah dan swasta yang merupakan bagian dari stakeholders dapat ikut aktif/ berpartisipasi sesuai dengan bidang tugasnya. (4) kawasan hutan sehat.BAB IV PENUTUP 4.2 Saran Kota Sehat memperhatikan konsepsi gerakan kota sehat tersebut. serta menselaraskan kegiatan dengan sektor lain yang secara bersamasama dapat mewujudkan kota sehat 26 . aman dan sehat untuk dihuni penduduk.1 Kesimpulan Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih. nyaman. (6) kawasan pariwisata sehat. sarana dan prasarana umum. (8) kehidupan masyarakat sehat yang mandiri.

Kota Sehat dalam http://alramadona.htm.multiply.id/Halaman/STANDARDISASI_&_LINGKUNGA N_KEHUTANAN/INFO_III01/VI_III01.com/journal/item/61/Kota_Sehat?&show_inter stitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem.com/berita/285273/sumbar-sediakan-rp18-miliaruntuk-pengembangan-lingkungan-sehat.go. “Pengembangan Lingkungan Sehat” dalam http://www.DAFTAR PUSTAKA 1. “Indikator Kabupaten/Kota Sehat” dalam http://hariini. Diakses pada tanggal 30 November 2011 3.org/2011/02/24/indikator-kabupatenkota-sehat/.antaranews.dephut. Diakses pada tanggal 30 November 2011 4. Diakses pada tanggal 30 November 2011 2. “Info Lingkungan: Gerakan Kota Sehat dalam http://www. Aditya. Diakses pada tanggal 1 Desember 2011 27 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful