P. 1
Regulasi Perundang-undangan Untuk Perawat

Regulasi Perundang-undangan Untuk Perawat

|Views: 21|Likes:
Published by Siie Lolla O'on

More info:

Published by: Siie Lolla O'on on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2013

pdf

text

original

     


   

Tugas sosial budaya KELOMPOK 2 Anggi Hertianggarwati (111.0011) Deni Tirta Pradana (111.0031) Elyta Dwi Pitaloka (111.0041) Fanni Alfikasari (111.0049) Faziaul Mardianah (111.0051) Kiki Indira Kususmaning Ayu (111.0077) Lilis Dwi Irmaisya (111.0079) Reni Wahyu Virgianti (111.0113) Septika Rizky A. (111.0127) Muhammad Afan Abror (111.

. yaitu merupakan suatu keputusan yang tertulis.Regulasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengaturan. Regulasi di Indonesia diartikan sebagai sumber hukum formil berupa peraturan perundang-undangan yang memiliki beberapa unsur. dan mengikat umum. dibentuk oleh lembaga negara atau pejabat yang berwenang.

  (1) Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan. (2) Praktik keperawatan adalah tindakan perawat berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan yang diberikan melalui kesepakatan dengan klien dan atau tenaga kesehatan lain dan atau sektor lain terkait. dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. dan atau masyarakat pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan. keluarga. . kelompok. didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu. Fokus praktik keperawatan adalah pemberian asuhan keperawatan pada individu. keluarga.

sosial. (3) Asuhan keperawatan adalah rangkaian kegiatan dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan berdasarkan kode etik dan standar praktik keperawatan yang dilandasi keilmuan keperawatan dan keterampilan perawat berdasarkan aplikasi prinsip-prinsip ilmu biologis. kultural dan spiritual 4) Perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan.  . psikolologi.

keseimbangan dan perlindungan serta keselamatan penerima dan pemberi pelayanan keperawatan.  Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan oleh perawat. kemanusiaan. manfaat. Pasal 3 Pengaturan penyelenggaraan praktik keperawatan bertujuan untuk:  memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada klien dan perawat.Pasal 2 Praktik keperawatan dilaksanakan berazaskan Pancasila dan berlandaskan pada nilai ilmiah. . keadilan. etika dan etiket.

pendidik. pengelola keperawatan dan atau kesehatan. dan kerjasama (kolaborasi) . ketergantungan dengan profesi lain. (2) Perawat dalam melakukan tugasnya berfungsi secara mandiri. peneliti. advokat.Pasal 4 Bagian kesatu Peran dan Fungsi Perawat (1) Perawat dalam melakukan tugasnya dapat berperan sebagai pelaksana keperawatan.

keluarga. (2) Asuhan keperawatan dapat dilakukan melalui tindakan keperawatan mandiri dan atau kolaborasi dengan tim kesehatan dan atau dengan sektor terkait . masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan sederhana dan kompleks.Pasal 5 Bagian kedua Praktik Keperawatan (1) Praktik keperawatan diberikan melalui Asuhan keperawatan untuk klien individu.

Perawat Profesional Spesialis mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik sebagai seorang spesialis dengan keahlian lanjut dalam satu cabang ilmu di bidang keperawatan. perawat Profesional dan Perawat Profesional Spesialis. Perawat professional mempunyai wewenang untuk melaksanakan praktik keperawatan secara mandiri dan atau kolaborasi dengan yang lain. . (2) Kewenangan Perawat seperi yang dimaksud ayat (1) adalah : Perawat vokasional mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik dengan batasan lingkup praktik yang ditetapkan dan dibawah pengawasan langsung maupun tidak langsung oleh Perawat Profesioal.(1) Kualifikasi perawat terdiri dari Perawat vokasional.

(3) Dalam keadaan luar biasa/bencana. perawat dapat melakukan tindakan di luar kewenangan untuk membantu mengatasi keadaan luar biasa atau bencana tersebut. perawat dapat melakukan tindakan di luar kewenangan. perawat memiliki kewenangan untuk melakukan asuhan keperawatan mandiri dan kolaborasi sebagaimana tercantum pada pasal 5   (2) Dalam keadaan darurat yang mengancam kehidupan atau nyawa klien dan atau pasien. . (1) Dalam menjalankan peran dan fungsinya.

Perawat professional mempunyai wewenang untuk melaksanakan praktik keperawatan secara mandiri dan atau kolaborasi dengan yang lain. perawat Profesional dan Perawat Profesional Spesialis.(1) Kualifikasi perawat terdiri dari Perawat vokasional. (2) Kewenangan Perawat seperi yang dimaksud ayat (1) adalah : Perawat vokasional mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik dengan batasan lingkup praktik yang ditetapkan dan dibawah pengawasan langsung maupun tidak langsung oleh Perawat Profesioal. Perawat Profesional Spesialis mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik sebagai seorang spesialis dengan keahlian lanjut dalam satu cabang ilmu di bidang keperawatan. .

.  untuk pendidikan profesi Ners Spesialis disusun oleh Kolegium Ners Spesialis dengan melibatkan asosiasi institusi pendidikan keperawatan.Pasal 26 (1) Standar pendidikan profesi keperawatan disusun oleh organisasi profesi (2) Dalam rangka memperlancar penyusunan standar pendidikan profesi keperawatan. organisasi profesi dapat membentuk Kolegium Keperawatan (3) Standar pendidikan profesi keperawatan dimaksud pada ayat (1):  untuk pendidikan profesi Ners disusun oleh Kolegium Ners generalis dengan melibatkan asosiasi institusi pendidikan keperawatan.

(2) Pendidikan dan pelatihan keperawatan berkelanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam bentuk program sertifikasi yang dilaksanakan sesuai dengan standar pendidikan berkelanjutan perawat yang ditetapkan oleh organisasi profesi. pemerintah daerah dan atau sarana kesehatan yang memakai jasa perawat wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kompetensi dan sertifikasi perawat. (3) Pemerintah. .    Pasal 28 (1) Setiap perawat yang berpraktik harus meningkatkan kompetensinya melalui pendidikan dan pelatihan keperawatan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh organisasi profesi dan lembaga lain yang diakreditasi oleh organisasi profesi.

Terima kasih  .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->