Kondisi Fisik Wilayah Indonesia

KONDISI FISIK WILAYAH INDONESIA

02.48 KOBOI JONGGOL NO COMMENTS

A. Mendeskripsikan Kondisi Fisik Wilayah Indonesia 1. Letak Indonesia • Letak geografis : letak suatu wilayah/tempat/negara berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Indonesia terletak diantara 2 benua, benua Asia (di utara katulistiwa) dan benua Australia (di selatan katulistiwa) dan terletak di antara 2 samudra, samudra Hindia dan samudra Pasifik

Letak Astronomis : letak suatu daerah/wilayah berdasarkan posisi garis lintang dan garis bujur. Indonesia terletak diantara 6.0 LU dan 11.0 LS. Berdasarkan garis bujur Indonesia terletak 95.0BT dan 141.0BT . Posisi 6.0 LU tepat di pulau We dan 11.0 LS tepat di pulau Roti. Sedangkan posisi garis bujur Indonesia terletak 950BT terletak di pulau Breueh (Aceh) dan 141.0BT di perbatasan provinsi Papua dengan Papua Nugini

Letak Geologis : letak suatu wilayah berdasarkan lapisan pembentukan kulit bumi. Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil, lempeng Indo

2. Pengaruh Letak Geografis Indonesia terhadap perubahan iklim di Indonesia .Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya. Wilayah Indonesia berada di daerah pertemuan dua rangkaian pegunungan muda yaitu sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania. Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng litosfer yaitu lempeng Asia yang cukup stabil. lempeng Indo Australia yang bergerak ke arah utara dan lempeng dasar samudra pasifik yang bergerak ke arah barat daya.

sedangkan benua Australia mengalami musim panas. (ingat rumus.0 LS sehingga Indonesia berada pada iklim tropis dengan ditandai dengan temperatur udara yang tinggi serta curah hujan yang dipengaruhi oleh musim. benua Australia mengalami musim dingin. benua Asia mengalami musim dingin. 3.0 dan jika dibandingkan dengan waktu Greenwich (GMT) dengan WIB ada selisih waktu 7 jam.0 LU dan 11. Dengan demikian angin akan bertiup dari benua Asia menuju Australia melalui laut Cina Selatan.00 WIB maka menurut waktu GMT adalah pukul 05.0BT sehingga wilayah Indonesia terdiri dari 3 daerah waktu yaitu : Waktu Indonesia Barat (WIB).0BT dan 141. • Angin muson tenggara berada di BBU saat benua Asia mengalami musim panas. angin bertiup dari benua Australia menuju benua Asia dan bergerak melewati gurun yang luas di Australia. Hal ini disebabkan karena perbedaan tekanan udara.00 pagi. Akibatnya. Sementara itu di BBS. Dengan selisih waktu 1 jam untuk setiap 15. Angin muson : angin yang berubah arah setiap setengah tahun yang terjadi karena adanya perbedaan pemanasan antara belahan bumi utara dan belahan bumi selatan yang disebabkan adanya revolusi bumi mengelilingi matahari. Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT). tekanan udara di benua Asia lebih tinggi dari benua Australia. • Angin muson barat terjadi pada bulan Oktober-April ketika matahari di BBS. WIB = GMT + 7 dan sebaliknya GMT = WIB . Indonesia terletak antara 95. apabila di Jakarta pukul 12. Akibatnya angin yang bertiup itu bersifat kering sehingga menyebabkan musim kemarau di Indonesia.7) . angin ini mengandung uap air sehingga menyebabkan musim hujan di Indonesia. Pengaruh Letak Astronomis Indonesia terhadap iklim dan pembagian waktu Indonesia terletak antara 6.Letak Indonesia yang berada di antara benua Asia dan Australia mengakibatkan berhembusnya angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau.

Jawa dan Madura. Pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah 4. Bali. Makhluk hidup yang dimaksud adalah manusia dan hewan Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan curah hujan dapat digolongkan sebagai berikut : • Hutan musim. Kalimantan Tengah dan pulau-pulau kecil di wilayah itu. Makhluk hidup. WITA. Kondisi tanah. meridian standarnya adalah 135. Jawa Timur dan Nusa Tenggara . Berupa suhu udara.0 meliputi : seluruh kepulauan Maluku dan Papua (Irian Jaya) 4. NTB. kelembapan udara. meridian standarnya adalah 105. Relief. WIT. Kalimantan Selatan. Kelembapan udara pengaruhnya bersifat vertikal akibat perbedaan ketinggian tempat dan secara horizontal karena perbedaan curah hujan 2. Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan flora dan fauna : 1. ada di Jawa Tengah. Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Kalimantan Barat. Terdapat di wilayah yang mengalami perubahan musim hujan dan musim kemarau. meridian standarnya adalah 120. curah hujan.0 meliputi : Kalimantan Timur. Adanya perbedaan ketinggian menimbulkan variasi suhu udara yang keanekaragaman hayati 3. Iklim .0 meliputi : Sumatera. NTT.• • • WIB. tumbuhan bersifat homogen contoh : jati dan pinus.

tanaman keras dan menahun. tumbuhan bersifat heterogen. banyak dikembangkan untuk usaha peternakan . • Hutan padang rumput (sabana). Sulawesi dan Papua. Terdapat di daerah dengan curah hujan dan suhu udara tinggi. terdapat di Nusa Tenggara. Dijumpai di daerah curah hujan rendah.• Hutan hujan tropis. terdapat di Sumatera. Kalimantan.

dijumpai di daerah dengan curah hujan sedikit. banyak dijumapi di pantai yang arus lautnya tenang seperti : Jawa.• Stepa. . • Hutan bakau (mangrove). Tumbuh di daerah pantai. contoh di Nusa Tenggara Timur. pantai Kalimantan Barat dan pantai Kalimantan Selatan. memiliki akar napas dan daun berlapis tebal untuk mengurangi penguapan. Papua. Merupakan hutan padang rumput yang sangat luas. Sumatera bagian timur.

Jawa. badak. oran utan. Maluku dan Papua dengan karakteristik memiliki meranti-merantian yang sedikit. Ciri fauna tipe Asiatis yaitu hewan menyusui yang bertubuh besar. Persebarannya terdapat di Sumatera. memiliki jenis tumbuhan matoa (pometia pinnata) yang sedikit. Kalimantan. rusa dan burung heron.Persebaran Flora di Indonesia : berdasarkan pendekatan biogeografi kekayaan hayati Indonesia dibagi atas dua kelompok sebagai berikut : • Indo Malayan. terdapat berbagai jenis rotan. memiliki banyak tumbuhan sagu dan tidak terdapat jenis nangka. Jawa. Peralihan keduanya ditandai dengan garis Wallace dan Lydekker • Persebaran Fauna di Indonesia : Persebaran fauna di Indonesia jika dikaitkan dengan sejarah geologis kepulauan Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : • Fauna Tipe Asiatis (Asiatic). tidak memiliki hutan kayu putih. tapir. Terdapat di kawasan Indonesia Timur. . Nusa Tenggara. Kalimantan dan Bali dengan karakteristik memiliki jenis meranti-merantian yang sangat banyak. yaitu : Sulawesi. siamang. terdapat berbagai jenis kera. Meliputi tanaman yang ada di kawasan Indonesia Barat. tidak memiliki rotan. banteng. Indo Australian. terdapat hutan kayu putih. memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya di Papua). gajah. Madura dan Bali. yaitu Sumatera. memiliki jenis tumbuhan sagu yang juga sedikit dan memiliki berbagai jenis nangka. Contoh : harimau.

Mendeskripsikan persebaran jenis tanah dan pemanfaannya di Indonesia. Tanah Mergel. kakaktua. Terbentuk akibat pelapukan batuan tufa vulkanik asam dan batu pasir Tanah Planosol. dataran dan daerah pertemuan antara laut dan sungai. pasir dan tanah liat. Ciri fauna tipe Australis yaitu jenis hewan menyusui bertubuh kecil. Terbentuk dari hasil endapan bahan aluvial di wilayah yang memiliki curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun • • • • • • • • • • • • • • • • . tanahnya sangat subur dan dapat ditemukan di bawah hutan dengan pohon-pohon yang lebat. dan pasir kwarsa yang bersifat asam Tanah Mediteran. burung maleo. Terbentuk akibat pelapukan batuan yang belum sempurna sehingga sulit ditanami Tanah Hidromorf Kelabu. kuda. anoa. Terdapat di Sulawesi dan kepulauan Nusa Tenggara. Sulawesi. karena tanahnya sangat subur. seperti Jawa Timur. Terbentuk akibat pelapukan batuan naval. 5. terdapat hewan Endemis (hewan yang habitatnya hanya di tempat tersebut) contoh : babi rusa. bantaran sungai. Tanah Gambut (Tanah Organol/Tanah Rawa). Terbentuk akibat pelapukan bahan induk batuan kapur. batu pasir. Tanah Vulkanik (Tanah Gunung Api). endapan vulkanik. Terbentuk karena pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah Tanah Podsolik merah kuning. Berasal dari bahan organik (sisa-sisa tumbuhan) yang hidup di daerah rawa-rawa. biawak. Tanah Aluvial. Terbentuk akibat pelapukan bahan induk batuan kapur. Persebaran Jenis Tanah di Indonesia : • Tanah Kapur (Terarosa). Jenis ini terdapat di Kepulauan Aru dan wilayah Papua. kuskus dan nuri. Terjadi dari campuran batuan kapur. Jawa Tengah. terdapat berbagai jenis hewan berkantong. banyak ditemukan di lereng pegunungan dan dataran rendah. Contoh : kangguru. Persebarannya banyak terdapat di daerah pegunungan kapur. batuan sedimen dan batuan tufa vulkanik Tanah Andosol. Terbentuk akibat pengendapan bahan-bahan yang dibawa oleh aliran sungai. pasir pantai dan nafal Tanah Grumosol.• • Fauna Tipe Australis (Australic). Terbentuk akibat pelapukan batuan endapan di dataran rendah yang banyak mengandung bahan aluvial Tanah Glei Humus. Tanah Podsol. Jawa Barat. Nusa Tenggara. banyak dijumpai di sepanjang lembah. Jenis tanah yang dihasilkan dari pelapukan batuan bekas letusan gunung api. Ciri fauna tipe peralihan yaitu peralihan antara fauna tipe Asiatis dan fauna tipe Australis. Terbentuk dari hasil pelapukan batuan kapur Tanah Litosol. Terbentuk akibat hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan. Tanah yang berasal dari pelapukan batuan tufa vulkanik. Terbentuk akibat pelapukan batuan yang mengandung abu vulkanik. Maluku dan Sumatera. Terbentuk akibat pelapukan batuan induk tufa dan abu vulkanik Tanah Regosol. kuskus. Tanah Humus. tanah liat dan tufa vulkanik Tanah Rensina. cendrawasih. Fauna Tipe Peralihan (Austal Asiatic). kasuari. komodo. merupakan tanah yang baik untuk pertanian.

• Tanah Laterit. . Adalah tanah yang terbentuk karena unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah telah hilang terbawa oleh air hujan yang meresap dan mengalir di dalam tanah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful