P. 1
Ekspose Rapat Koordinasi Pemerintahan Camat Sibolga Utara Kota Sibolga

Ekspose Rapat Koordinasi Pemerintahan Camat Sibolga Utara Kota Sibolga

|Views: 607|Likes:
Ekspose rakorpem Camat Sibolga Utara kota Sibolga
Ekspose rakorpem Camat Sibolga Utara kota Sibolga

More info:

Published by: Usman Gunawan Syarif on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2014

pdf

text

original

EKSPOSE

CAMAT SIBOLGA UTARA
Disampaikan dalam rangka

RAPAT KOORDINASI PEMERINTAHAN PEMERINTAH KOTA SIBOLGA

18 Maret 2013

VISI DAN MISI KECAMATAN SIBOLGA UTARA
VISI :
Terwujudnya Kecamatan Sibolga Utara Sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelayanan Administrasi Terpadu Yang Amanah dan Profesional Untuk Mendorong Terciptanya Masyarakat Kecamatan Sibolga Utara Yang Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Beradab

MISI :
a. Mewujudkan pengembangan sistem dan mekanisme pengimplementasian program pemberdayaan yang berbasis pada keunggulan kompratif budaya lokal dan kearifan lokal; b. Mewujudkan upaya pengembangan sistem dan mekanisme pengimplementasian sistem pelayanan administrasi terpadu, terutama yang terkait dengan sistem administrasi kependudukan, perijinan usaha, administrasi kepegawaian, dan jaminan sosial dasar; c. Mewujudkan upaya pengembangan sistem dan mekanisme pembinaan aparatur perangkat kecamatan dan perangkat kelurahan sehingga memiliki kompetensi, tanggungjawab, rasa korsa dan sikap Profesional dalam penyelenggaraan tugas-tugas umum pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan; d. Mewujudkan upaya pengembangan sistem dan mekanisme fasilitasi, mediasi, dan koordinasi dalam penyediaan pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan yang komprehensif, merata dan berkualitas;

kesetaraan dan toleransi. dan koordinasi dalam penyediaan pelayanan pendidikan dasar dan lanjutan yang bermutu. mediasi. dan koordinasi dalam penyelenggaraan pengembangan wawasan kebangsaan dan kegiatan keagamaan berdasarkan prinsip-prinsip kebersamaan. menengah dan koperasi yang berkeadilan dan mandiri. f.e. Mewujudkan upaya pengembangan sistem dan mekanisme fasilitasi. mediasi. dan koordinasi dalam penyediaan kegiatan pengembangan perekonomian mikro. . mediasi. merata dan berkualitas. g. Mewujudkan upaya pengembangan sistem dan mekanisme fasilitasi. Mewujudkan upaya pengembangan sistem dan mekanisme fasilitasi.

sehingga Penyusunan bahan ekspose Camat Sibolga Utara untuk Rapat Koordinasi Pemerintahan dilingkungan Organisasi Pemerintah Kota Sibolga untuk Bulan Maret 2013 ini dapat terselesaikan dengan baik. 19640102 198602 1 002 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Ekspose ini. merupakan refleksi dan spektrum pelaksanaan tugastugas umum pemerintah dan delegatif yang diemban oleh Camat Sibolga Utara berdasarkan PP No. Sibolga. 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan. dan hakikatnya merupakan komitmen bersama yang lahir dari nilai dan norma organisasi melalui proses dan pemahaman yang bersifat incremental dan dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan di masa depan. I NIP. MARAJAHAN SITORUS Penata Tk. Ekspose ini. semoga menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang menjadi stakeholders dari Kecamatan Sibolga Utara sebagai sebuah entitas organisasi publik diranah Pemerintah Kota Sibolga.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi rahmat dan karunia-Nya. Ekspose ini terselesaikan melalui proses brainstroming serta evaluasi mendalam atas seluruh kegiatan yang telah diprogramkan di Kecamatan Sibolga Utara. 18 Maret 2013 CAMAT SIBOLGA UTARA.

..…………………… Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peran Serta Keagamaan Dalam Event MTQ ... Sub Bidang Pembangunan ……………………. 1 3 4 4 3 7 10 14 11 13 16 16 17 i ii PERMASALAHAN ………………………………………………………….............................................................. Revitalisasi Potensi Wilayah Kecamatan .... Revitalisasi Infrastruktur Wilayah Kecamatan ... Daftar Isi ……………………………………………………………………..................................................................…................ 1.............................................................................................................................................. B BAB II Dasar Penyusunan ekspose .. A Sub Bidang Pemerintahan …............... 18 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 ..................................................... BAB III PENUTUP ………………………………………...... 2............ Revitalisasi Sistem Koordinasi Pemerintahan ............ B 1 2 C 1 2 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kecamatan & Kelurahan ........................... BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang ........... Sub Bidang Kemasyarakatan ……....…………………………………............................................ii DAFTAR ISI Halaman Kata Pengantar ....................................... Pemberdayaan Kapsitas Sumber Daya Aparatur Kecamatan & Kelurahan …………………................................... Peningkatan Kapasitas Masyarakat ................................................... 3........................................

Untuk mendorong tercapainya hal tersebut.A. yakni: 1. 2. Hal ini merupakan sebuah pilihan yang telah menjadi komitmen bersama sehingga dalam pencapaiannya harus dilakukan secara bersama–sama antara berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu Camat dengan Kelompok-kelompok masyarakat baik yang bergerak dibidang sosial budaya. ekonomi. Fungsi pembangunan. monitoring dan evaluasinya sampai dengan tahap pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasilnya. misi. berupa simpul koordinasi. Camat dalam menjalankan tugasnya. dan arah pembangunan yang telah disepakati bersama. pengawasan. mendapat pelimpahan kewenangan dari dan bertanggungjawab kepada Walikota Sibolga. fasilitasi dan mediasi bagi unit-unit pelaksana teknis Badan/Dinas. Untuk mencapai harapan dimaksud. diselaraskan dengan pembangunan kecamatan sebagaimana dirumuskan dalam Rancangan Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Sibolga periode perencanaan 2005-2025. Instansi Vertikal. Sebagai Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. Lembaga 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Fungsi pemerintahan. pelaksanaan. berupa pemberian pelayanan publik perijinan dan nonperijinan dalam lingkup kecamatan dan/atau yang belum dapat ditangani oleh Kelurahan. pembangunan kecamatan dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas kelembagaan melalui upaya penguatan kelembagaan serta peningkatan peran Kecamatan dalam proses pengimplementasian good-governance dan pembangunan daerah di tingkat kecamatan. Latar Belakang Pembangunan Kecamatan Sibolga Utara. maupun politik dan keamanan. Pelimpahan kewenangan kepada Kecamatan berkaitan dengan urusan pelayanan masyarakat dengan tetap mengacu kepada 4 (empat) fungsi kecamatan yang tercermin dari pengembangan struktur organisasi kecamatan yang ditetapkan dalam peraturan daerah ini. proses pembangunan Kecamatan Sibolga Utara haruslah dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan. diarahkan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan daerah Kota Sibolga yang terintegrasi dengan tujuan nasional yang disesuaikan dengan visi.

dan Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang ada di wilayah kecamatan. mengemban tugas dan tanggungjawab untuk mendorong agar proses perencanaan pembangunan di Kecamatan Sibolga Utara dapat berjalan dengan baik. dan 4. sedang dan akan dilaksanakan oleh Camat Sibolga Utara di Kecamatan Sibolga Utara. sebagai unsur pelaksana Pemerintah Daerah Kota Sibolga di wilayah Kecamatan Sibolga Utara. baik dalam bentuk Rencana Strategis Kecamatan Sibolga Utara untuk tahun perencanaan 2011-2015 maupun Rencana Kinerja Tahunan yang berlaku satu tahunan. Fungsi kemasyarakatan. Terkait dengan hal tersebut. secara fungsional Kecamatan Sibolga Utara dituntut untuk mampu menterjemahkannya ke dalam berbagai bentuk kebijakan. Sebagai sebuah ikhtisar. 3. maka ekspose ini akan menguraikan 3 (tiga) komponen penting dalam perspektif sistem manajemen organisatorial : Personil. berupa stimulasi kecamatan pada kegiatan keswadayaan di wilayah kerja kecamatan. Kepala Kelurahan dan para perangkat Kelurahan dengan dukungan seluruh lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada ditingkat Kelurahan dan Kecamatan. Ekspose ini merupakan ikhtisar dari pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan. Ke-3 sub bidang subtantif tersebut 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Peralatan dan Pembiayaan. sinergis dan komprehensif sehingga sepenuhnya mengarah kepada pencapaian visi dan misi Kota Sibolga terpilih sebagaimana tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM-D) Kota Sibolga Tahun 2010-2015. Dalam konteks inilah kemudian ekspose Camat Sibolga Utara ini disusun dan kemudian disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Pemerintah Kota Sibolga periode Maret 2013. tersusun secara sistematis.2 NonPemerintah. Camat beserta seluruh perangkat Kecamatan. Untuk merealisasikan strategi pencapaian visi dan misi tersebut. Fungsi pemberdayaan masyarakat. Ke-3 komponen ini dalam penguraian dan pembahasannya akan disubstitusikan ke dalam 3 sub bidang subtantif yang menjadi tugas pokok Camat dan seluruh Perangkat Kecamatan serta Kepala Kelurahan beserta seluruh perangkat kelurahan. pembangunan dan kemasyarakatan yang telah. program dan kegiatan pembangunan daerah. berupa operasionalisasi kecamatan sebagai “pusat pengaduan” dan penyelesaian persoalan-persoalan sosialkemasyarakatan atas berbagai macam masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

4. 5. antara lain: 1. Dasar Penyusunan Ekspose Penyusunan dan penyampaian ekspose Camat Sibolga Utara ini disusun berdasarkan Surat Walikota Sibolga Nomor 005/1404/2011 tanggal 6 Maret 2013 perihal Undangan pelaksanaan Rakorpem Tahun 2011. 6. 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang No. Peraturan Walikota Sibolga No 61 tahun 2007 tentang Kedudukan.3 meliputi sub bidang Pemerintahan. B. Undang-undang No. Sementara itu. sub bidang Pembangunan dan sub bidang Kemasyarakatan. 41 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. dari aspek legal-yuridis-formal maka ekspose Camat Sibolga Utara ini disusun dengan mengacu sepenuhnya kepada berbagai aturan hukum terkait. 19 tahun 2008 tentang Kecamatan. 8 tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah No. 3. Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan di Kota Sibolga. Peraturan Daerah kota Sibolga Nomor 13 tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunana Organisasi Perangkat Daerah Kota Sibolga. Peraturan Pemerintah No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No.

Sub Bidang Pemerintahan Untuk sub bidang Pemerintahan. posisi dan peran sentral organisasi Kecamatan dalam struktur penyelenggaraan pemerintahan. 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dinyatakan sebagai unsur staf. pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah kecamatan telah mengalami pergeseran yang cukup radikal.A. ada beberapa permasalahan pokok yang telah diidentifikasi terjadi dan sangat dirasakan pengaruhnya dalam pengimplementasian seluruh program-program pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sibolga Utara. maka Kecamatan dan Kelurahan tidak memiliki sebutan khusus yang mengindikasikan kedudukannya sebagai sebuah organisasi Perangkat Daerah. Ketidak jelasan kedudukan organisasi Kecamatan ini terlihat dari kedudukannya dalam lanskap struktur organisasi Pemerintah Kota Sibolga. Beberapa permasalahan pokok itu antara lain : 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kecamatan dan Kelurahan Semenjak Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah diberlakukan. Peran kewilayahan dengan kedudukan Camat sebagai kepala wilayah telah tereduksi sedemikian rupa sehingga Camat saat ini hanya berkedudukan semata sebagai Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menjalankan kewenangan delegatif dan atributif yang sangat terbatas. Tugas pokok Camat yang sepenuhnya menjalankan fungsi koordinasi belum mendapatkan penegasan yang lebih konkrit tentang mekanisme dan tatacara pelaksanaan koordinasi itu sendiri. Jika Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD berdasarkan PP No. Organisasi kecamatan bekerja tanpa dilengkapi (dilimpahi) dengan kewenangan untuk mengatur (regulating) wilayah yang menjadi perhatiannya. Dinas-Dinas dinyatakan sebagai Unsur Pelaksana Teknis dan Badan/Kantor dinyatakan sebagai Lembaga Teknis Daerah. Padahal Camat EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 2013 . Keberadaan institusi kecamatan saat ini boleh dikatakan sekedar penopang organisasi birokrasi dan administrasi pemerintahan daerah yang mengurus beberapa urusan administratif sangat minor di tingkat Kelurahan.

Pada masa diberlakukannya UU no. mengkoordinasikan pembangunan. Nilai lebih (added value) itu tidak lain adalah perannya dalam memberikan “jaminan perlindungan” (fungsi proteksi bagi penduduk) dan “pengayoman untuk memperoleh rasa aman dan keadilan” (fungsi pembelaan) serta adanya “alamat terdekat tempat mengadukan” (fungsi pengaduan) persoalan-persoalan kesejahteraan dan masalah-masalah sosial kepada pemerintah. ketentraman dan ketertiban” (trantib) yang 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . dimana Institusi kecamatan (dengan tokoh sentralnya. sehingga seorang Lurah bisa kehilangan jabatan apabila camat memutuskan atas dasar penilaian yang rasional. kecamatan tetap menjadi lembaga yang menjembatani (intermediary institution) pemerintah daerah dengan Kelurahan. Di sisi lain. dan membina kehidupan masyarakat di segala bidang) menjadi bagian dari satuan kerja perangkat daerah. 5/1974 (pasal 81). perubahan status camat dari kepala wilayah (penguasa tunggal di bidang pemerintahan di wilayahnya dalam arti memimpin pemerintahan. secara tidak langsung menyebabkan hilangnya sejumlah legitimasi kekuasaan dalam pemerintahan wilayah. kecamatan dan camat tetap dipandang sebagai institusi yang memiliki “nilai lebih” dalam kehidupan sosial kemasyarakatan lokal. persepsi masyarakat di wilayah Kecamatan sendiri terhadap kedudukan Kecamatan hingga saat ini faktanya masih tetap jelas. Artinya. Beberapa dampak ikutan yang terasakan atas perubahan tersebut antara lain adalah: 1) Hilangnya hirarkhi jalur pengawasan struktural kecamatan terhadap pemerintahan di bawahnya (pemerintah kelurahan) yang selama ini terhubung secara struktural-fungsional. Bagi masyarakat. Kecamatan dalam prakteknya tetap menjalankan fungsi representasi dengan sangat memadai (sekalipun fungsi itu sebenarnya sudah tidak dimiliki lagi oleh kecamatan). Artinya. camat) tetap dianggap sebagai representasi Walikota di Kecamatan manakala masyarakat harus berurusan dengannya. pemerintah kelurahan 100% berada di bawah kendali kecamatan. Dalam konstelasi kekuasaan. Peran “mengontrol kelurahan” serta kekuasaan kecamatan di bidang kontrol “keamanan. kecamatan dan Camat ternyata tetap dipandang sebagai institusi dan aktor penting yang peranannya dalam pembinaan hubungan sosial kemasyarakatan dan pelayanan publik secara realitas tidak bisa (belum bisa) digantikan oleh institusi atau mekanisme lain.Permasalahan 4 adalah Pembantu Walikota yang bertindak sebagai Pemimpin pelaksanaan kebijakan Walikota/Wakil Walikota serta kebijakan Daerah di wilayah kecamatan bersangkutan. Artinya.

namun kenyataannya hingga saat ini kita belum siap dengan database serta sistem informasi kependudukan dan kewilayahan. 32/2004). 3) Hilangnya fungsi-fungsi kontrol (pengawasan dan pembinaan) terhadap pelaksanaan pembangunan oleh Camat selama masa berlakunya UU No. Sebenarnya. Dengan ketiadaan hak untuk mengetahui terlebih lagi mengeksekusi hal-hal teknis operasional pembangunan yang kini (menurut UU no. Kecamatan hanya sekedar menjadi lembaga pemberi surat rekomendasi bagi masyarakat yang hendak mengurus segala macam perijinan. maka hubungan kecamatan dan Kelurahan kini tak lebih sekedar diletakkan pada ikatan moral (goodwill) yang terjalin melalui “fungsi koordinasi” antara camat dan Kepala Kelurahan. Bahkan. camat dan kecamatan tidak lagi memiliki kewenangan apapun untuk mengontrol Lurah yang ada di bawahnya. Pada masa itu. 22/1999 yang dilanjutkan dengan UU no. seluruh gerak dan aktivitas kerja pemerintahan kelurahan sangat terawasi secara ketat oleh kecamatan/Camat. sejak era otonomi daerah berlangsung. karena secara struktural pemerintah Kelurahan kini berada langsung dibawah Walikota. ide sentralisme pelayanan publik disemangati oleh gagasan efisiensi birokrasi. Kini (dengan adanya UU no. Saat ini. Dengan konstelasi kekuasaan yang demikian itu. relasi kekuasaan seperti itu tidak ada lagi. maka Camat dan kecamatan tidak lagi dapat memantau 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . 32/2004) telah menjadi hak dan tanggungjawab dinas sektoral. dianggap sebagai salah satu fungsi penting kecamatan yang menumbuhkan kewibawaan camat di hadapan masyarakat. sehingga setiap kali ijin hendak dikeluarkan rekomendasi Camat tetap saja diperlukan. yang malah menyebabkan rantai birokrasi justru makin panjang dari apa yang dicita-citakan oleh konsep pemerintahan yang efektif dan efisien. 32/2004. Kehilangan fungsi inilah yang menyebabkan camat dan kecamatan kehilangan “rasa percaya diri”nya. tidak ada keharusan bagi Kepala Kelurahan untuk bertindak sesuai arahan kecamatan dalam menjalankan fungsi pembangunan ataupun pelayanan sehari-hari kepada masyarakat. menyebabkan Camat dan stafnya merasa mengalami “kelumpuhan peran”. 2) Hilangnya kewenangan untuk mengurus pelayanan publik karena terjadinya pengalihan besar-besaran urusan perijinan dan pelayanan dari kecamatan kepada otoritas administrasi sektoral dilingkungan organisasi Pemerintah Kota Sibolga.Permasalahan 5 dianggap sebagai fungsi prestisius kecamatan di masa orde baru.

61 Tahun 2007 tentang kedudukan. persoalan klasik seringkali tetap saja muncul. warga yang tidak tahu menahu kemana mereka harus melaporkan hal tersebut selalu merujuk ke kecamatan. 32/2004. Kecenderungan ini terjadi karena camat dianggap sebagai “alamat terdekat” wakil pemerintah yang dianggap tetap bisa membawa aspirasi masyarakat di kecamatan bersangkutan untuk disampaikan ke Walikota. Bagian Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Daerah Kota Sibolga sebenarnya telah mulai melakukan kajian terhadap perevisian Peraturan Walikota ini. dan telah meminta masukan dari seluruh SKPD se-Kota Sibolga. Terkait dengan hal-hal yang telah diuraikan di atas. Setiap dinas sektoral yang bekerja di aras kecamatan.Permasalahan 6 dan melakukan penjaminan mutu (quality assurance) atas keberlangsungan sesuatu program atau proyek yang datang di wilayahnya. Instrumen-instrumen pengaturan untuk peningkatan kapasitas kelembagaan Kecamatan ini antara lain: 1) Penataan sistem dan mekanisme tatakerja organisasi Kecamatan dengan terlebih dahulu melakukan revisi terhadap Peraturan Walikota Sibolga No. kini langsung mempertanggungjawabkan seluruh aktivitasnya kepada Walikota sebagai penguasa tunggal yang mendapatkan kekuasaan otonom sesuai UU no. hingga saat ini belum menyampaikan usulan perubahan. Kecamatan dan camat seolah menjadi lembaga ombudsman (penampung keluh kesah dan segala klaim) dari proses pembangunan di daerah. Pengaduan tersebut jelas tidak hanya “salah alamat”. kami menyarankan agar kelembagaan Kecamatan kembali diperkuat eksistensi dan kapasitasnya melalui instrumen-instrumen pengaturan yang dibakukan dalam bentuk Peraturan Daerah ataupun Peraturan Walikota Sibolga. karena usulan perubahan dimaksud saat ini tengah difinalisasi oleh Tim Perumus yang telah kami bentuk. Kecamatan Sibolga Utara sendiri. Hasil perubahan ini nantinya akan kami serahkan dalam bentuk naskah perubahan yang memuat kajian akademis berdasarkan hasil studi literatur dan studi komparatif 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . manakala masyarakat mendapati adanya ketidakberesan dalam pelaksanaan pembangunan (yang dijalankan oleh dinas sektoral). tugas pokok dan fungsi Kecamatan di Kota Sibolga. Namun. melainkan juga tidak akan memberikan dampak efektif apapun terhadap pelaksanaan pembangunan karena camat kini tidak lagi memiliki instrumen kebijakan pengawasan pembangunan untuk mengevaluasi proyek/program pembangunan yang dilakukan oleh dinas sektoral.

pembangunan dan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini merupakan pemenuhan terhadap amanat Permendagri Nomor 62 Tahun 2008 tentang SPM Bidang Pemerintahan Dalam Negeri di Kab/Kota. agar seluruh program-program kegiatan pemerintahan.Permasalahan 7 legal-yuridis. Penempatan PNS Dengan Kualifikasi dan Kompetensi Yang Sesuai 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Mekanisme. 4) Penyusunan Sistem. 5) Pembakuan Pendelegasian sebagian Kewenangan Walikota Sibolga Kepada Camat dan Kelurahan dalam sebuah Peraturan Walikota sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kami berharap agar hasil kajian terbatas ini dapat diakomodasi karena memang merupakan kebutuhan mendesak dari penataan tugas pokok dan fungsi struktur jabatan yang ada di Kecamatan Sibolga Utara. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Kecamatan & Kelurahan Dukungan sumberdaya aparatur yang profesional merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap organisasi pemerintah. PP Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan dan PP Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. Permasalahan ini antara lain : a. 2. Prosedur dan Tatacara Pelaksanaan Koordinasi di Wilayah Kecamatan sebagaimana diamanatkan oleh PP Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan. 3) Percepatan Penetapan Kecamatan sebagai Pusat Pelayanan Administrasi Terpadu sesuai dengan Permendagri No. 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan. Terkait dengan segmen permasalahan pemberdayaan sumber daya aparatur ini. 2) Penyusunan Standar Pelayanan Minimal di Kecamatan dan Kelurahan yang secara struktural merupakan bagian dari Tugas pokok dan fungsi kelembagaan yang dimiliki oleh Bagian Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Daerah Kota Sibolga. ada beberapa permasalahan yang perlu mendapatkan penanganan dan penyelesaian dari instansi terkait.

sudah seharusnya kepada setiap aparatur diberikan pembekalan tugas dalam bentuk workshop dan orientasi terkait dengan bidang tugas yang dilaksanakannya. banyak aparatur di Kecamatan dan di kelurahan yang tidak bersungguh-sungguh untuk mengabdi dan menjalankan tugas kedinasannya sehari-hari. Hal ini telah mengakibatkan terjadinya penurunan kinerja dan produktivitas organisasi Kelurahan yang berimbas kepada kinerja dan produktivitas kecamatan. khususnya untuk digunakan sebagai acuan penempatan PNS di Kecamatan dan Kelurahan sebagai SKPD di Garda Terdepan yang bertugas memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. seperti orientasi pembekalan tugas bagi perangkat kelurahan dan Kecamatan 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Oleh sebab itu. b. Memang ada beberapa kegiatan pendidikan & pelatihan yang telah diberikan kepada aparatur kecamatan dan kelurahan. Akibatnya. Pendidikan & Pelatihan Aparatur Kecamatan & Kelurahan Ditengah kompleksitas tantangan yang saat ini dihadapi oleh institusi Kecamatan dan Kelurahan.Permasalahan 8 Untuk segmen permasalahan Pemberdayaan Sumber daya Aparatur ini adalah adanya fakta soal penempatan PNS di tiap-tiap satuan kerja di jajaran Kecamatan Sibolga Utara yang menurut kami belum memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan. Tidak bisa dipungkiri jika hingga saat ini masih ada anggapan bahwa penempatan tugas ke Kantor Kecamatan dan/atau ke Kantor Kelurahan semata-mata dianggap sebagai batu loncatan untuk kenaikan pangkat dan bahkan bagi sebagian orang dianggap sebagai bentuk hukuman (buangan). Rendahnya kompetensi aparatur di Kecamatan dan Kelurahan salah satunya dipicu oleh kurangnya volume kegiatan pendidikan & pelatihan yang diperoleh. maka rujukan dan pedoman kami lebih terarah ke faktor pengalaman dan komitmen tugas. kami mengusulkan dan sangat berharap pihak BKPP Kota Sibolga dan Bagian Organisasi & Tatalaksana dapat menyusun Standard Kualifikasi dan Kompetensi Jabatan serta analisa jabatan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan mutasi PNS dan pedoman penempatan CPNS. Karena memang hingga saat ini sepanjang yang kami ketahui bahwa Pemerintah Kota Sibolga belum memiliki Konsep dan dokumen Standard Kualifikasi dan Kompetensi Jabatan yang dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan mutasi jabatan.

Permasalahan 9 yang dilaksanakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kota Sibolga. 3. Revitalisasi Sistem Koordinasi Pemerintahan 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Namun. dalam prakteknya saat ini para Kepala Lingkungan harus diakui belum mampu melaksanakan tugas-tugasnya secara maksimal. Kompetensi dan Kesejahteraan Kepala Lingkungan Kepala Lingkungan adalah Garda terdepan pengimplementasian program kerja Pemerintah Kota Sibolga. Hal ini dimasudkan untuk dapat meningkatkan kualitas hasil perencanaan yang dibuat ditingkat Kecamatan. Peningkatan Kapasitas. c. saat ini sudah menghentikan kegiatannya. Terkait dengan hal tersebut. Dengan standar ini. kami usulkan agar kepada Para Kepala Lingkungan dapat diberikan pembekalan serta pendidikan & pelatihan secara kontiniu untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai Garda terdepan pengimplementasian program kerja Pemerintah Kota Sibolga. Oleh sebab itu kembali kami mengusulkan agar jenis dan bentuk pelaksanaan Diklat bagi aparatur kecamatan dan kelurahan ini lebih ditingkatkan volume dan intensitasnya. Hal ini disebabkan belum optimalnya pemberian pembekalan kemampuan teknis pelaksanaan bagi para Kepala Lingkungan. Kantor BKPP yang dulu pernah memberikan pelatihan penyusunan Renja dan Renstra. Dalam kesempatan ini juga kami mengusulkan agar pihak Bagian Pemerintahan bisa merumuskan Standar Penilaian Tugas bagi Para Kepala Lingkungan. Juga kepada para pejabat struktural yang bertugas menyusun perencanaan agar diberikan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan melalui kegiatankegiatan Diklat ataupun workshop (lokalatih). Namun sejatinya. maka dapat diusulkan penggantiannya berdasarkan kriteria penilaian yang jelas. Hal ini diperlukan untuk menilai kemampuan tugas para Kepala Lingkungan serta kelayakan tugas bagi para Kepala Lingkungan. maka jika ada Kepala Lingkungan yang dalam perspektif usia memang dianggap tidak lagi mampu melaksanakan tugas-tugasnya. kegiatan tersebut hanya bersifat pembekalan secara umum dan tidak bersifat teknis.

Kepala Puskesmas terkait data-data dan profil kesehatan. b. Forum ini bersifat teknis. 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan yang seharusnya dilakukan oleh Camat dengan instansi vertikal di kecamatan sampai saat ini masih belum berjalan dengan semestinya. Belum berjalannya sistem dan mekanisme koordinasi ini terlihat dari belum berjalannya bentuk dan sistem koordinasi dalam bentuk pelaporan-pelaporan dan penyampaian data terkait bidang tugas masing-masing. perumusan konsep pembangunan kecamatan maupun penyatuan persepsi untuk pembangunan Kecamatan. Dengan demikian. f. DPKAD dan Dinas Kesehatan Oleh sebab itu melalui Rakorpem ini kami mohon agar :  Pemerintah Kota Sibolga dapat memfasilitasi bentuk baku Sistem dan mekanisme pelaksanaan tata koordinasi antara Kecamatan dengan SKPD maupun antarKecamatan. c. Babinsa Ramil terkait data-data pembinaan wilayah hankam. serta e. b) Departemen Agama melalui Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan. kami mengusulkan agar Bagian Pemerintahan dapat memfasilitasi dan memediasi forum teknis Kecamatan yang berfungsi sebagai media interaksi. d.Permasalahan 10 Koordinasi teknis fungsional sebagaimana diamanatkan oleh PP No. Koordinasi ini antara lain dengan pihak : a) Badan Pusat Statistik melalui Koordinator Statistik Kecamatan. akan ada sinergitas pembangunan wilayah 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Koordinator statistik terkait hasil survey dan sensus yang dilakukan. serta d) Kepolisian Sektor Kecamatan Utara. Kepala KUA Kecamatan terkait pembinaan keagamaan dan data pernikahan/perceraian. Babin Kamtibmas terkait data-data keamanan dan ketertiban.  Untuk koordinasi antar Kecamatan. Bappeda. dimana yang melakukan pertemuan adalah parapejabat struktural. Langkah ini menurut kami akan sangat efektif dalam proses pengimplementasian seluruh program pembangunan kecamatan. seperti : a. c) Komando Rayon Militer 03.

B. Salah satu contoh. Task Force yang kami maksudkan adalah penetapan PNS dari Bappeda dan Dinas PKAD yang bertugas sebagai Fasilitator penyusunan dokumen Perencanaan Kinerja dan Keuangan.13 Tahun 2012 tentang Monografi Desa dan Kelurahan 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Revitalisasi Potensi Wilayah Kecamatan Setidaknya hingga saat ini ada 2 (dua) substansi persoalan yang dihadapi terkait revitalisasi potensi kewilayahan Kecamatan pada Umumnya dan Kecamatan Sibolga Utara pada khususnya. 12 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan dan Pendayagunaan Data Profil Desa dan Kelurahan 2) Visualisasi Data Potensi Kewilayahan sesuai dengan amanat Permendagri No. Sub Bidang Pembangunan Untuk sub bidang pembangunan. Penataan Data Potensi Wilayah Kecamatan 1) Visualisasi Data Profil Kelurahan dan Kecamatan sesuai dengan amanat Permendagri No.Permasalahan 11 Kecamatan dengan penempatan program kerja yang lebih spesifik dan sesuai dengan pemetaan potensi wilayah Kecamatan.  Untuk koordinasi teknis antara Kecamatan dengan SKPD kami juga mengusulkan perlunya dibangun sistem dan mekanisme yang jelas dan baku. Dengan cara seperti ini. setiap penyusun program di Kecamatan dan/atau SKPD hanya akan berhubungan dengan PNS yang telah dihunjuk sepanjang tahun dan tidak perlu berulang-ulang harus ke Bappeda atau DPKAD. kami mengusulkan agar pihak BAPPEDA dan Dinas PKAD dapat membentuk Task Force (gugus tugas) dalam hal penyusunan rencana kinerja dan keuangan. ada beberapa permasalahan pokok yang telah diidentifikasi terjadi dan sangat dirasakan pengaruhnya dalam pengimplementasian seluruh program-program pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sibolga Utara. Beberapa permasalahan pokok itu antara lain : 1. Ke-2 (dua) substansi persoalan ini adalah : a.

Penataan dan penertiban kawasan Bukit Torsimarbarimbing yang digarap masyarakat untuk lahan pertanian Untuk mengatasi hal ini. Dengan cara ini akan ada keseragaman bentuk dan format visualisasi data di seluruh Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Sibolga 2) Kami juga mohon kepada Bagian Pemerintahan dan/atau Bappeda agar dapat menyediakan Peta Digital Citra Satelit masing-masing wilayah Kecamatan serta peta dukungan Sketsa Peta Wilayah Kecamatan dan Kelurahan.Permasalahan 12 3) Revitalisasi Data Kependudukan. kami menyampaikan beberapa usulan antara lain : 1) Diusulkan agar dilakukan penetapan kawasan Bukit Torsimarbarimbing sebagai kawasan hutan lindung dan agar dilakukan sosialisasi dan penyuluhan terhadap masyarakat dari instansi terkait tentang fungsi kawasan Bukit Torsimarbarimbing 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . khususnya pencatatan penduduk yang Lahir. 34 Tahun 2007 tentang Pedoman Administrasi Kelurahan dan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan No. Mati dan Pindah sesuai dengan amanat Permendagri No. 19 Tahun 2010 tentang Formulir dan Buku yang digunakan dalam pendaftaran penduduk dan Pencatatan Sipil. kami menyampaikan beberapa usulan antara lain : 1) Kami mohon agar Bagian Pemerintahan dapat memfasilitasi pengadaan papan data profil Kelurahan dan Kecamatan serta papan data Monografi Kelurahan dan Kecamatan sesuai standard yang telah ditentukan dengan teknik pengisian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. 3) Untuk Tapal Batas wilayah Kecamatan dan Kelurahan kami juga mohon agar bagian Pemerintahan dapat memfasilitasi pengadaan dan pelaksanaannya agar dapat diketahui batas wilayah yang permanen antar masing-masing wilayah Kelurahan dan Kecamatan. Permendagri No. 162/Menkes/PB/I/2010 tentang Pelaporan Kematian dan Penyebab Kematian 4) Penetapan dan pembuatan Tapal Batas wilayah Untuk mengatasi hal ini. 15 Tahun 2010 dan No.

Kami mengusulkan kepada Instansi terkait agar Trantib Kecamatan dilibatkan dalam pengelolaan aspek ketertiban dan keamanan dalam hal penggunaan Lapangan Simare-mare oleh pihak ketiga. Demikian 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Ke-8 (delapan) substansi persoalan ini adalah : a.Permasalahan 13 sebagai area hutan lindung yang menjadi kawasan penyangga yang memiliki fungsi penyerapan air. 011 /077 / KSU/ II / 2013 tanggal 27 Pebruari 2013 yang di tujukan kepada Bapak Walikota Sibolga. Direncanakan gedung ini akan digunakan sebagai Pos Penyelenggaraan Pelayanan terhadap masyarakat c. Selama ini. padahal segala ekses yang ditimbulkan justru kerap menjadi tanggung jawab pihak Kecamatan Sibolga Utara dan Kelurahan Simare-mare. Pengembalian Gedung Kecamatan Sibolga Utara yang dipakai oleh Kantor Lingkungan Hidup Kota Sibolga Agar Eks Gedung Lingkungan Hidup dapat dikembalikan kepada Kantor Camat Sibolga Utara sesuai dengan Surat Pengajuan Camat Sibolga Utara Nomor . Pelibatan pihak Kelurahan dan Kecamatan dalam Pengelolaan aspek ketertiban dankeamanan dalam hal penggunaan Lapangan Simaremare. 2. Revitalisasi Infrastruktur Wilayah Setidaknya hingga saat ini ada 8 (delapan) substansi persoalan yang dihadapi terkait revitalisasi infrastruktur kewilayahan Kecamatan pada Umumnya dan Kecamatan Sibolga Utara pada khususnya. 2) Perlu dilakukan pemasangan plank-plank pemberitahuan kedudukan kawasan Torsimarbarimbing sebagai area hutan lindung dan papan larangan melakukan kegiatan pertanian di kawasan tersebut. setiap event yang digelar di lapangan simare-mare tidak pernah melibatkan pihak Kecamatan Sibolga Utara dan Kelurahan. Pelayanan air bersih di kaki gunung Torsimarbarimbing Kami mengusulkan agar pihak PDAM Tirta Nauli dapat merealisasikan permohonan masyarakat yang tinggal di kaki bukit Torsimarbarimbing yang meminta untuk mendapatkan pelayanan air bersih dari PDAM dengan melakukan Pemasangan Sambungan Baru (PSB) b.

Pariwisata. Peningkatan Pengelolaan dan Penambahan fasilitas kepariwisataan di Kecamatan Sibolga Utara. Begitu pula dengan Jalan Sudirman yang juga sering dilalui oleh masyarakat pada malam hari.  Kamimengusulkan kepada Pihak Dinas Kebudayaan. Penyediaan Tempat Pembuangan Sampah Sementara Kelurahan se-Kecamatan Sibolga Utara. Kebersihan dan Pertamanan kota Sibolga dapat menambah Tempat Sampah atau membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang modern ditiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Sibolga Utara f. yakni :  Kawasan Tor Simarbarimbing  Kawasan Bukit Barisan  Kawasan Bukit TVRI  Kawasan Pantai Ujung Sibolga  Kawasan Lobu Sibolga Julu Kawasan-kawasan ini merupakan destinasi wisata yang eksotis dan memiliki dukungan wisata budaya yang memadai dari masyarakat. Pantai ujung Sibolga merupakan salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh warga Sibolga pada malam hari.Permasalahan 14 pula dengan penanganan ketertiban pedagang yang ada dalam setiap event besar yang dilaksanakan dilapangansimare-mare d.  Diusulkan juga kepada Dinas Pekerjaan Umum agar dapat membangun jalan menuju Lobu Sibolga Julu untuk mendukung akses wisatawan ke Lobu Sibolga Julu e. Ada beberapa daerah/kawasan wisata yang memiliki potensi pengembangan yang cukup besar di Kecamatan Sibolga Utara. Titik-titik ini antara lain di sepanjang jalan masuk TPU Ujung Sibolga menuju Pantai Ujung Sibolga dan di Jalan Sudirman Lingkungan III Kelurahan Hutabarangan. Oleh sebab itu kami mengharapkan agar pihak Dinas Lingkungan 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Pemuda dan Olah Raga Kota Sibolga untuk dapat membangun dan menambah fasilitas Kepariwisataan dilokasi yang telah disebutkan dan dapat mengembangkan kawasan-kawasan tersebut sebagai daerah tujuan (destinasi) wisata di Kota Sibolga. Penambahan Sarana Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Dibeberapa titik lokasi Kelurahan masih dibutuhkan penambahan sarana penerangan jalan umum. di setiap Kami mengusulkan agar Dinas Lingkungan Hidup.

Polresta Sibolga dan Kodim 1211 agar kembali memberikan pelatihan dasar kepada para Linmas sehingga para Linmas ini akan menjadi tenaga-tenaga Linmas terlatih yang memiliki kesiapan dalam melaksanakan tugas. Sejahtera dan Beradab” yang di Kecamatan Sibolga Utara diturunkan kedalam pernyataan Visi. Kami mengusulkan agar Dinas Lingkungan Hidup. Kebersihan dan Pertamanan kota Sibolga dapat menambah jumlah alokasi distribusi Tempat Sampah untuk Kecamatan Sibolga Utara dan Jumlah Gerobak Sorong ditiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Sibolga Utara h.  Kepada pihak Satpol PP. Cerdas. 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 .Permasalahan 15 Hidup. Banyaknya sampah yang menumpuk diakibatkan oleh adanya Keterbatasan jumlah Tempat Sampah yang dimiliki oleh masyarakat. Cerdas. “Bersama Kita Membangun Rakyat Sibolga Yang Sehat. “Terwujudnya Kecamatan Sibolga Utara Sebagai Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelayanan Administrasi Terpadu Yang Amanah dan Profesional Untuk Mendorong Terciptanya Masyarakat Kecamatan Sibolga Utara Yang Sehat. dan Permukiman Kota Sibolga dapat menambah sarana LPJU di tempat-tempat yang telah kami sebutkan. Hal ini juga telah diusulkan dalam Forum Musrenbang 2013 g. Untuk mendukung upaya peningkatan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya perwujudan Visi Kota Sibolga. Sejahtera dan Beradab” dibutuhkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. sehinga upaya meningkatkan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari strategi pencapaian Visi Kota Sibolga menjadi terkendala. Revitalisasi Sistem Keamanan Lingkungan Kami menyampaikan usul kepada :  Satuan Polisi Pamong Praja agar Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) kembali direvitalisasi melalui upaya pengaktifan kembali Pos Siskamling-Pos Siskamling yang ada di setiap Kelurahan serta melakukan pembinaan terhadap Linmas terlatih untk setiap Pos Kamling yang ada. Kebersihan. Salah satu persoalan yang paling mengemuka menyangkut upaya peningkatan kesadaran akan kebersihan lingkungan ini adalah keterbatasan jumlah Tempat Sampah yang dimiliki oleh masyarakat. Masih ditemukannya lokasi-lokasi penumpukan Sampah.

ada beberapa permasalahan pokok yang telah diidentifikasi terjadi dan sangat dirasakan pengaruhnya dalam pengimplementasian seluruh program-program pembangunan yang akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Sibolga Utara. Namun secara faktual hingga saat ini belum semua lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut yang dapat berkontribusi optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas pembangunan dan kemasyarakatan di Kecamatan Sibolga Utara. C. Peningkatan Kapasitas Masyarakat Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan. Kelompok-kelompok masyarakat dengan eksistensi tertentu yang kami maksudkan disini adalah Komunitas Lokal dengan ciri tertentu semisal Masyarakat Nelayan. pembinaan teknis terhadap lembagalembaga kemasyarakatan ini juga ditangani oleh instansi terkait. Beberapa permasalahan pokok itu antara lain : 1. Selain lembaga-lembaga kemasyarakatan. dan jika memungkinkan dapat mengangkat para Linmas terlatih ini sebagai personil Tagana ditingkat lingkungan. PKK. LPM. di wilayah Kecamatan Sibolga Utara juga dibutuhkan pengikutsertaan kelompok-kelompok masyarakat dengan eksistensi tertentu untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan dan pengimplementasian seluruh program pembangunan yang dilakukan. Karang Taruna dan LembagaLembaga Adat. 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . Kecamatan dinyatakan memiliki tanggungjawab untuk melakukan pembinaan terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan yang ada di KelurahanKelurahan dan Tingkat Kecamatan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan fungsional ini antara lain : TP. Secara sektoral.Permasalahan 16  Kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja diusulkan agar kepada tenaga Linmas terlatih dapat diberikan pelatihan tanggap bencana. Sub Bidang Kemasyarakatan Untuk sub bidang kemasyarakatan. Oleh sebab itu kami mengusulan agar instansi sektoral yang memiliki kewenangan untuk melakukan pembinaan teknis terhadap lembagalembaga kemasyarakatan tersebut dapat memberikan pelatihanpelatihan yang lebih intensif terhadap lembaga-lembaga kemasyarakatan tersebut.

Kelompok komunal seperti ini disadari merupakan basis bagi keberhasilan pelaksanaan seluruh program pembangunan. secepatnya kami akan melakukan pengidentifikasian komunal-komunal ini dan secepatnya menginisiasi Kelurahan untuk segera melembagakan secara formal keberadaan mereka. Oleh sebab itu kami mengusulkan agar Kecamatan diperkenankan untuk merumuskan program pembinaan yang terpisah dengan program pelaksanaan STQ/MTQ yang telah ada di Dokumen Pelaksanaan Anggaran. dan sebagainya. Meskipun telah ada bantuan yang dialokasikan oleh Kementrian Agama bagi para pengajar di TPA/TPQ. Oleh sebab itu kami mengusulkan kepada Instansi Terkait agar dilakukan pembinaan intensif terhadap Taman Pembacaan Al-Qur’an (TPA/TPQ) sehingga diharapkan dimasa yang akan datang akan dihasilkan bibit-bibit yang memiliki kemampuan untuk mengikuti MTQ yang berasal dari wilayah Kota Sibolga sendiri. Oleh sebab itu. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Peran serta Keagaamaan Dalam Event MTQ Salah satu persoalan besar setiap penyelenggaraan MTQ di Kota Sibolga adalah susahnya menemukan bibit-bibit siap pakai untuk disertakan dalam penyelenggaraan MTQ. Tentunya kami sangat berharap agar instansi-instansi terkait nantinya dapat memberikan dukungan atas niatan ini. namun hasilnya masih belum optimal.Permasalahan 17 Masyarakat Adat Batak. 2. karena sejatinya mereka adalah kelompok sasaran dari pembangunan. 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 .

dapat segera diatasi sehingga akan menjadi entry point positif bagi keberhasilan pelaksanaan pemerintahan. Kami berharap agar berbagai permasalahan-permasalahan yang telah kami ajukan saat ini. Maret 2013 CAMAT SIBOLGA UTARA. pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Sibolga Utara. I NIP.Demikian ekspose ini kami sampaikan. yang pada akhirnya juga akan memberikan dampak positif bagi keberhasilan pelaksanaan urusan pemerintahan. Sekian dan Terima Kasih Horas Sibolga. dihadapan peserta Rapat Koordinasi Pemerintahan untuk Bulan Maret 2013 kali ini. 19640102 198602 1 002 2013 EKSPOSE CAMAT SIBOLGA UTARA Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemerintahan Edisi Bulan Maret 2013 . pembangunan dan kemasyarakatan di wilayah Kota Sibolga. MARAJAHAN SITORUS Penata Tk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->