P. 1
Ham

Ham

|Views: 14|Likes:
Published by Widya Arsita

More info:

Published by: Widya Arsita on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

Jaminan HAM dalam UUD 1945

A. Latar Belakang Membicarakan hak asasi manusia (HAM) berarti membicarakan dimensi kehidupan manusia. HAM, ada bukan karena diberikan oleh masyarakat dan negara, melainkan berdasarkan martabatnya sebagai manusia.1 Sebagai bagian dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, maka penegakan HAM sangat tergantung dari konsistensi lembaga negara. Hak-hak asasi manusia menjadi hak-hak konstitusional karena statusnya yang lebih tinggi dalam hirarki norma hukum biasa, utamanya ditempatkan dalam suatu konstitusi atau undang-undang dasar. Dalam konteks UUD yang pernah berlaku di Indonesia, pencantuman secara eksplisit seputar HAM muncul atas kesadaran dan konsensus. Menurut Steenbeek, sebagaimana dikutip oleh Sri Soemantri, UUD berisi tiga pokok materi muatan, yakni pertama, adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia dan warga negara; kedua, ditetapkannya susunan ketatanegaraan suatu negara yang bersifat fundamental; dan ketiga, adanya pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan yang juga bersifat fundamental. Dalam konteks jaminan atas HAM, konstitusi memberikan arti penting tersendiri bagi terciptanya sebuah paradima negara hukum sebagai buah dari proses dialektika demokrasi yang telah berjalan secara amat panjang dalam lintasan sejarah

1

Franz Magnis Suseno, Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2001), hlm. 121.

“al-Huquq al-Insan al-Asasiyah fi Al-Quran al Karim”. . UUD 1945. Konstitusi sebagai perwujudan konsensus dan penjelmaan dari kemauan rakyat memberikan jaminan atas keberlangsungan hidup berikut HAM secara nyata. kedudukan. tidak terkecuali bangsa Indonesia. hlm. Konstitusi merupakan napas kehidupan ketatanegaraan sebuah bangsa. konstitusi UUD RIS 1949. dan UUD Amandemen Keempat Tahun 2002 dalam menjamin penegakan hukum dan HAM di Indonesia. jaminan konstitusi atas HAM penting artinya bagi arah pelaksanaan ketatanegaraan sebuah negara. makalah ini dibuat agar mengetahui hak-hak asasi yang dimuat dalam UUD 1945.peradaban manusia. B. HAM diperbincangkan dengan intens seiring dengan intensitas kesadaran manusia atas hak yang dimilikinya. Al. Islam & Global Peace (Yogyakarta:Madyan Press. dan UUD Amandemen Keempat Tahun 2002 dalam mengatur perihal HAM dan untuk mengetahui kedudukan dan muatan HAM UUD 1945. 2002).2 Walaupun secara yuridis formal Indonesia telah mencantumkan hak asasi manusia dalam Undang-Undang Dasar 1945. konstitusi UUD RIS 1949. jaminan atas HAM adalah bukti dari hakikat. Ia menjadi actual karena sering dilecehkan dalam sejarah manusia sejak awal hingga kini. yang hidup pada saat konsepsi HAM telah berkembang sedemikian rupa bahwa dewasa ini HAM telah menjadi objek kajian yang menarik. Oleh karena itu. (ed). UUD 1945. Untuk itulah. dalam Azhar Arsyad. 339. Kini. namun dalam 2 Abdul Muin Salim. Oleh karena itu. Jaminan atas HAM meneguhkan pendirian bahwa negara bertanggung jawab atas tegaknya supremasi hukum. et. Permasalahan Bagi kita. UUDS 1950. dan fungsi konstitusi itu sendiri bagi seluruh rakyat Indonesia. UUDS 1950.

perlakuan sewenang-wenang merupakan kenyataaan bahwa hak-hak tersebut belum dimiliki mereka. Kendala yang dihadapi adalah proses-proses dan strukturalisasi di dalam masyarakat yang menghambat penegak hak-hak tersebut yaitu pengisapan ekonomi. Dalam keadaan sehari-hari amatlah sulit bagi mereka untuk memperoleh hak itu. hak yang pada dasarnya merupakan hak asasi mereka sendiri sebagai manusia.pelaksanaannya hak-hak tersebut masih belum dimiliki oleh seluruh warga negara secara merata. . Penindasan. Banyaknya kasus seperti penggusuran tanah yang dimiliki oleh kelompok-kelompok bawah tanpa mereka bisa mempertahankannya. Atau juga penguasa yang merasa dirinya paling benar tanpa mau dikritik akan pula cenderung melahirkan penyingkiran hak-hak rakyat. Artinya. teks progresif belumlah mencukupi untuk memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. upah buruh yang dibawah standar minimum atau perlakuan sewenang-wenang majikan harus merka terima tanpa bisa membela diri. Parahnya. akan sangat memungkinkan mereduksi jaminan kebebasan berekspresi dan berserikat. Pada kenyataannya idealisme itu seakan-akan luntur begitu saja ketika di lapangan. Kekuasaan yang tidak lagi mempedulikan dan peka terhadap persoalan rakyat miskins misalnya. manipulasi ideologis dan penindasan politis (Mulyana T. malahan yang menyelewengan HAM adalah penyelenggara pemerintahan itu sendiri. Di konteks inilah. Kusuma). utamanya dalam pemajuan hak asasi manusia (Wiratraman 2006). karena ia membutuhkan tafsir progresif dan implementatif untuk merealisasikannya. pergesekan antara tafsir kekuasaan dan kekuasaan tafsir akan sangat saling berpengaruh. yang melunturkan itu bukan pihak ketiga ataupun rakyat.

terutama pada perubahan kedua (disahkan pada 18 Agustus 2000) yang memasukkan jauh lebih banyak dan lengkap pasal-pasal tentang hak asasi manusia. . tidak serta merta di tengah rezim militer otoritarian akan mengimplementasikannya seiring dengan teks-teks konstitusional untuk melindungi hak-hak asasi manusia. meskipun jaminan hak asasi manusia telah diatur jelas dalam konstitusi. dan pembunuhan 4 petani di waduk Nipah Sampang (Hardiyanto et. pengusiran warga Kedungombo (Elsam & LCHR 1995). dan penahanan serta penculikan aktivis partai pasca kudatuli. konsepsi jaminan hak asasi manusia dalam UUD 1945 justru sama sekali tidak diimplementasikan. Sementara penyingkiran hak-hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan terlihat menyolok dalam kasus pembunuhan aktivis buruh Marsinah. dan hal tersebut jelas nampak dalam sejumlah kasus seperti pemberangusan simpatisan PKI di tahun 1965-1967 (Cribb 1990. all (ed) 1995). Praktis.nyatanya -cukup memberikan pengaruh pada konstruksi pasal-pasal dalam amandemen UUD 1945. Budiarjo 1991). Bandingkan saja kesamaan substansi antara UUD 1945 dengan UU Nomor 39 Tahun 1999. Kemerdekaan berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dikebiri atas nama stabilisasi politik dan ekonomi. pelajaran berharga di masa itu. desakan untuk memberikan jaminan hak asasi manusia pasca Soeharto justru diakomodasi dalam pembentukan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.Di saat rezim Orde Baru di bawah Soeharto berkuasa. Setelah situasi tekanan politik ekonomi yang panjang selama lebih dari 30 tahun. Pasal-pasal di dalam undang-undang tersebut -. peristiwa Priok (Fatwa 1999).

maka secara bertahap diadopsi oleh negara-negara sebagai bentuk pengakuan rezim normatif internasional yang dikonstruksi untuk menata hubungan internasional. ada lebih dari 80 persen diantaranya yang telah memasukkan pasal-pasal hak asasi manusia. perlindungan dan pemenuhan hak-hak asasi manusia. Dan. yang kemudian diikuti oleh sejumlah kovenan maupun konvensi internasional tentang hak asasi manusia. .Meluasnya jaminan hak-hak asasi manusia melalui pasal-pasal di dalam UUD 1945 merupakan kemajuan dalam membangun pondasi hukum bernegara untuk memperkuat kontrak penguasa-rakyat dalam semangat konstitusionalisme Indonesia. Semangat konstitusionalisme Indonesia harus mengedepankan dua aras bangunan politik hukum konstitusinya. Kemajuan pasal-pasal hak asasi manusia dalam konstitusi merupakan kecenderungan global di berbagai negara tentang diakuinya prinsip universalisme hak-hak asasi manusia. diyakini secara bertahap akan memperkuat pada kapasitas negara dalam mendorong peradaban martabat kemanusiaan. dideklarasikannya sejumlah hak-hak asasi manusia dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia atau biasa disebut DUHAM 1948 (Universal Declaration of Human Rights). dan kedua. pembatasan kekuasaaan agar tidak menggampangkan kesewenang-wenangan. utamanya pasal-pasal dalam DUHAM. yakni pertama. tata pergaulan bangsa-bangsa organ sebagai bagian dari komunitas Sejak utamanya melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa. jaminan penghormatan. Memasukkan hak-hak asasi manusia ke dalam pasal-pasal konstitusi merupakan salah satu ciri konstitusi moderen. dari 120an konstitusi di dunia. Perkembangan ini sesungguhnya merupakan konsekuensi internasional. Setidaknya.

tetapi seluruh bangsa di dunia! Di situlah letak progresifitas konsepsi hak asasi manusia di tengah berkecamuknya perang antara blok negara-negara imperial. . Pengertian HAM Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerahNya. dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara. yang wajib dihormati. Konsepsi yang demikian merupakan penanda corak konstitusionalisme Indonesia yang menjadi dasar tanggung jawab negara dalam hak asasi manusia (Wiratraman 2005a: 32-33). Hal ini disebabkan karena HAM merupakan dasar kehidupan yang sejahtera dan awalan menuju masyarakat adil dan damai sehingga UUD 1945 banyak menyertakan HAM demi terselenggaranya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembahasan UUD 1945 nerupakan dasar negara yang diharapkan menjamin perjalanan kehidupan bangsa beserta warganya. Perlindungan berupa jaminan tersebut terutama dalam hal Hak Asasi Manusia. C. DUHAM 1948 kemudian banyak diadopsi dalam Konstitusi RIS maupun UUD Sementara 1950. Kemudian terus terjadi pengembangan pasal-pasal yang menyangkut hak asasi manusia hingga amandemen terakhir Undang-Undang Dasar 1945. dimana konstitusi-konstitusi tersebut merupakan konstitusi yang paling berhasil memasukkan hampir keseluruhan pasal-pasal hak asasi manusia yang diatur dalam DUHAM (Poerbopranoto 1953 : 92).Konsepsi HAM tersebut tidak hanya ditujukan untuk warga bangsa Indonesia.

Hak Asasi Manusia berdasarkan UUD 1945 kebebasan memeluk agama. Hak asasi politik (Political Rights) yaitu hak untuk ikut serta dalam pemerintahan. penggeledahan. Hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan (Rights of Legal Equality) 4. 2. 5. 3. kebebasan bergerak. keamanan. dan . 6. dan sebagainya. misalnya hak untuk memilih pendidikan. Hak asasi untuk mendaptkan tata cara peradilan dan perlindungan (Procedural Rights). Hak asasi dapat dikelompokkan antara lain : 1. moral. sebagainya. hak pilih (memilih dan dipilih) dalam pemilihan umum. hak untuk mendirikan partai politik dan sebagainya. membeli dan menjualnya serta memanfaatkannya. Hak aasi pribadi (Personal Rights) yang meliputi kebebasan menyatakan pendapat. Hak asasi sosial budaya (Social and Cultura Rights). peradilan. Hak asasi ekonomi ( Propoerty Rights) yaitu hak untuk memiliki sesuatu. misalnya peraturan dalam hak penangkapan. mengembangkan kebudayaan dan sebagainya.hukum dan pemerintahan dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (pasal 1 angka 1 UU Nomor 39 Tahun 1999). dan ketertiban. Dalam pelaksanaannya HAM dibatasi oleh kebebasan orang lain.

sehingga ada kewajiban. adil dan makmur. batang tubuh beserta penjelasannya. Dalam Pembukaan terdapat dalam alinea pertama. moral pula bagi semua bangsa atau negara untuk menghormatinya. Pada alenia kedua mengandung adanya pengakuan dari bangsa Indonesia untuk mewujudkan negara yang merdeka bersatu.  HAM dalam Pembukaan UUD 1945 Sejak ditetapkan UUD 1945 pada tanggal 18 Agustus HAM telah dirumuskan baik dalam Pembukaan UUD 1945 maupun dalam batang tubuh serta dalam penjelasannya. Jadi hak ini bukanlah merupakan hak yang diberikan oleh sekelompok manusia. sebagaimana dirumuskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. hak kemerdekaan lebih merupakan hak moral.Undang-undang Dasar negara kita dengan tegas mencantumkan tentang hak-hak asasi manusia dan hak-hak asasi warga negara. Hak asasi manusia baik perseorangan maupun sebagai bangsa berdasarkan kemanusiaan dan keadilan. dan sosial budaya. berdaulat. . ekonomi. Perwujudan dan keinginan ini terkandung di dalamnya hak-hak asasi baik dalam bidang politik. "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".

33 dan 34.Pada alinea ketiga mengandung adanya pengakuan terkandung di dalamnya hak-hak asasi beragama dan hak-hak asasi di bidang sosila budaya dan bidang politik. Dengan memperhatikan isi dan makna Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 jelas bahwa bangsa Indonesia mengakui tentang adanya hak-hak asasi manusia (universal). kedua dan ketiga (keterpaduan) karena alinea keempat menyimpulkan pengakuan terhadap hak-hak asasi manusia. Drs. . politik. 31. hak-hak dan kewajiban-kewajiban warga negara (nasional). 30. Pada alinea keempat lebih mejelaskan pengakuan hak-hak asasi pada alinea pertama. 2000. yaitu bersama-sama berkewajiban mewujudkan tujuan nasional dalam segala bidang baik bidang ekonomi.66-67. Berdasarkan dari kesepakatan dengan memasukkan HAM dalam Pasal-pasal tersebut 1. hlm. 29.3  HAM dalam Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 1945 Dalam Batang Tubuh tidak disebutkan tentang hak-hak dan kewajiban sebagai warga negara yakni dalam pasal-pasal yang terbatas jumlahnya.W. Penerapan Nilai-nilai Pancasila & HAM di Indonesia. sosial budaya dan hankam. 28. H. Widjaja.A. Pasal 27 Hak jaminan dalam bidang hukum dan ekonomi. 3 Prof. yaitu Pasal 27. hak dan kewajiban warga negara. 32.

memilih pendidikan. perlakuan dan kepastian hokum yang adil. jaminan atas hak anak untuk hidup. d. Pasal 28 B Pasal ini memberikan jaminan untuk membentuk keluarga. Pasal 28 E Pasal ini mengakui kebebasan memeluk agama. Pasal 28 C Pasal ini memberikan jaminan setiap orang untuk mengemabngkan diri. memilih pekerjaan. e. b. perlindungan. Pasal 28 D Pasal ini mengakui jaminan. berkumpul dan menyatakan pendapat baik lisan maupun tulisan. c. Pasal 28 F . memilih kewarganegaraan. kesempatan dalam pemerintahan dan hak atas kewarganegaraan. hak untuk berkerja dan mendapatkan imbalan yang layak. a. tumbuh dan berkembang serta perlindungan anak dari kekerasan dan diskriminasi. memilih tempat tinggal. memperoleh manfaat dari iptek. Pasal 28 Pasal ini memberikan jaminan dalam bidang politik berupa hak untuk mengadakan persyerikatan. f.2. hak kolektif dalam bermasyarakat. melanjutkan keturunan melalui perkawinan sah. mendapat pendidikan. Juga mengakui kebebasan untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat. seni dan budaya. Pasal 28 A Pasal ini memberikan jaminan akan hak hidup dan mempertahankan kehidupan.

nilai-nilai agama. martabat dan harta benda. keluarga. Pasal 28 H Pasal ini mengakui hak hidup sejahtera lahir batin.Pasal ini mengakui hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi dengan melalui segala jenis saluran yang ada. Pasal ini juga mengakui hak masyarakat tradisional dan identitas budaya. hak pelayanan kesehatan. Pasal 28 G Pasal ini hak perlindungan diri. hak milik pribadi. h. serta suaka politik dari negara lain. hak tidak diperbudak. i. Juga mengakui hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan martabat manusia. keamanan dan ketertiban umum dalam negara demokratis. kehormatan. j. hak untuk tidak disiksa. hak bertempat tinggal dan hak akan lingkungan hidup yang baik dan sehat. 3. hak beragama. hak diakui sebagai pribadi di depan hukum. hak tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut. Pasal 29 . Pasal 28 I Pasal ini mengakui hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun yaitu: hak hidup. g. Pasal 28 J Pasal ini menegaskan perlunya setiap orang menghormati hak asasi orang lain juga penegasan bahwa pelaksanaan hak asasi manusia harus tunduk pada pembatasanpembatasannya sesuai dengan perimbangan moral. rasa aman serta perlindungan dari ancaman. hak jaminan sosial.

Negara berkewajiban menjamin dan melindungi fakir miskin. orang terlantar dan jompo untuk dapat hidup secara manusiawi. hak akan kesejahteraan sosial dan hak atas jaminan sosial. Hak untuk menentukan nasib sendiri. baik HAM yang diatur dalam Pembukaan. hak akan kesamaan dan persamaan di depan hukum. Pasal 34 Pasal ini mengatur hak-hak asasi di bidang kesejahteraan sosial. Pasal 32 Pasal ini mengakui adanya jaminan dan perlindungan budaya. hak untuk hidup layak. 2010. hak untuk menyatakan pendapat. 4. hak mempertahankan tradisi budaya. Pasal 31 Pasal ini mengakui hak setiap warga negara akan pengajaran. hak akan pendidikan. HAM dalam UUD 1945 dan Pelaksanaanya di Indonesia . hak akan warga negara. hak mempertahankan bahasa daerah.Pasal ini mengakui kebebasan dalam menjalankan perintah agama sesuai kepercayaan masing-masing. 5. Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 1945 dapat disarikan sekurang-kurangnya menjadi 14 prinsip HAM.4  Dari uraian di atas. 7. hak untuk bekerja. hak berserikat. 4 Dea Larasati. 6. yaitu. Pasal 33 Pasal ini mengandung pengakuan hak-hak ekonomi berupa hak memiliki dan menikmati hasil kekayaan alam Indonesia. anak-anak yatim. hak beragama. hak untuk mendapatkan rasa aman.

Batang Tubuh. . maupun Penjelasannya. Yang pertama mendasarkan diri pada paham bahwa secara kodrati manusia itu. Antara HAM dan HAW adalah dua konsep yang berbeda. 27. Satu hal menarik bahwa meskipun UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis yang didalamnya memuat hak-hak dasar manusia Indonesia serta kewajiban-kewajiban yang bersifat dasar pula.5 Dan juga. namun istilah perkataan HAM itu sendiri sebenarnya tidak dijumpai dalam UUD 1945. Yang ditemukan bukanlah HAM. berbeda dengan konteptualisasi HAM bagi masyarakat barat yang lahir sebagai hasil dari pertentangan dan perlawanan atas hemegoni kekuasaan. mempunyai hak-hak bawaan yang tidak bisa dipindah. 28. Ketentuan yang bernada HAW atau HAM partikularistik ini dapat dijumpai dijumpai pada pasal 26. maka HAM yang termaktub dalam UUD 1945 lahir sebagai kondensus dari proses permufakatan yang berlangsung secara damai. hlm. 165-6. Lebih lanjut lihat Moh. dan 29. Implementasi HAM masa UUD 1945 kurun waktu I (18 Agustus 1945-27 Desember 1949)  UUD 1945 sering disebut UUD Proklamasi. potensi dan perhatian bangsa dan negara seluruh rakyat terus 5 HAM jenis ini disebut oleh Mahfud MD sebagai HAM yang partikularistik. Demokrasi dan Konstitusi.Implementasi HAM Pada Masa UUD 1945 (Kurun waktu 1) Sampai sekarang 1.  Penegakkan HAM masih sukar untuk dilaksanakan karena pada saat itu difokuskan untuk mempertahankan kemerdekaan  Pada masa itu dapat dikatakan sebagai masa pancaroba di mana segala dana. tetapi hanyalah hak dan kewajiban warga negara (HAW). sementara yang terakhir hanya mungkin diperoleh karena seseorang memiliki status sebagai warga negara. baik dalam Pembukaan. diambil dan dialihkan. dimana pun. Mahfud MD.

berjuang menegakkan kemerdekaan dan akhirnya di bawah naungan UUD 1945 Indonesia dapat memenangkan perang kemerdekaan. 2. Namun lebih dari dua tahun sidang Konstituante belum berhasil merumuskan rancangan tersebut karena konflik idiologi tentang dasar negara. keamanan maupun ekonomi dan sistem kabinet parlementer mengakibatkan semakin meningkatnya ketidakstabilan politik dan pemerintahan. Dan sidangpun tidak mungkin dapat dilanjutkan malahan pembrontakan dan "perang saudara berkecamuk hampir terjadi di seluruh kepulauan nusantara. 3. Implementasi HAM masa UUD 1945 kurun waktu II (5 Juli 1959Sekarang) . Badan Konsituante sudah bersepakat untuk menetapkan rancangan HAM. Implementasi HAM masa kurun waktu (27 Desember 1949-5 Juli 1959)  Pada waktu berlakunya KRIS pemerintah menganut sistem pemerintahan parlementer yang berpijak pada landasan pemikiran demokrasi liberal yang mengutamakan kebebasan individu  Akibat kebebasan Individu menimbulkan kekacauan baik di bidang politik.  September dan Desember 1955 dilaksanakan pemilihan umum untuk memilih anggota DPR dan Konstituante. hal tersebut tampak dengan sering terjadinya pergantian kabinet.

yaitu persoalan filosofisdan persoalan praktis. seperti dalam Pasal-pasal : 27. kurang adanya jaminan undang-undang yang ada  Masa Orde Baru ( 11 Maret 1966-21 Mei 1998). telah memuat beberapa ketentuan penting mengenai HAM. Masa saat itu sangat dipengaruhi oleh faham Marxisme-Leninisme hanya menimbulkan suasana yang lebih revolusioner dan lebih jauh dari penghormatan HAM  Demokrasi yang berlaku adalah demokrasi terpimpin dan sangat UUD dapat diselewengkan untuk kepentingan penguasa yag ambisius. 33 dan 34. Persoalan praktis adalah adanya prinsip-prinsip HAM dalam konsep teoritis yuridis formal dengan praktek pelaksanaan HAM  Pengakuan HAM dalam UUD 1945. meskipun tidak terperinci seperti KRIS 1949 dan UUDS 1950. Masa Orde Lama (5 Juli 1959-11 Maret 1966). 28. 31. 32. 29. Selain adanya jaminan konstitusi yang terdapat dalam jaminan HAM di dalam berbagai produk peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tingkatan. Persoalan filosofis dapat berwujud adanya persepsi yang keliru terhadap hakekat upaya penegakkan HAM. pertama karena tidak lengkapnya HAM manusia dalam UUD dan kedua. Penegakkan HAM mempunyai ciri khas adanya dua persoalan. antara lain. 30. .

Jaminan dibidang keamanan. UU No. 20/1982 dan peraturan perundang-undangan sejenisnya yang telah disempurnakan 5. 1/1974 tentang Perkawinan. 3/1985 Jo. Pelanggaran HAM . Jaminan dibidang pendidikan. seperti UU No. 4/1979 tentang Kesejahteraan Anak 7. 2/1989 6. 15/1969 Jo. 3/1999 tentangPemilihan Umum 2. 4. antara lain. 1/1985 Jo. UU No. Jaminan atas hidup dan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. UU No. sandang.Jaminan di bidang hukum (UU No. 2/1999 tentang Partai Politik dan lain sebagainya. seperti UU No. yakni UU No. 50/1993 tentag Komisi Nasional Hak Asasi  Walaupun dari pelbagai produk peraturan Perundang-undangan sebagaimana telah diuraikan di atas telah terwujud. UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup 3. baik untuk dirinya mapun keluargannya. 6/1974 tentang KetentuanKetentuan Pokok Kesejahteraan Sosial dan UU No. Jaminan dibidang Sosial seperti UU No. Jaminan dibidang Pemerintahan. papan. Keputusan Presiden No. 14/1970 tentang Ketentuanketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman. UU No. kesehatan. seperti UU No. tetapi dalam pelaksanaannya terjadi kesenjangan antara produk hukum tersebut dengan kenyataan/realita/praktek penyelenggaraan negara. 8?1981 tentang KUHAP 1. UU No. Jaminan dibidang Politik.

karena adanya pendapat . sekaligus paling memprihatinkan dari pelanggaran HAM melalui cara ekploitasi/penindasan/pemerasan ekonomi.J. Ketiga. Merupakan pelanggaran berat HAM.  Masa Era Reformasi.J Habibie sebagai Presiden Republik Indonesia yang ketiga. penanganan kasus Tanjung Priok. Pertama. Praktek ini merupakan bentuk pelanggaran HAM terutama dalam hal kebebasan mengemukakan pendapat dan kemerdekaan berserikat sebagaimana diatur dalam Pasal 28 UUD 1945 dan contah-contah lainnya. contoh. Persoalan di seputar perburuhan atau ketenagakerjaan merupakan bentuk yang paling populer. Namun penyerahan kepimpinan dari Soeharto ke B. Melalui gerakan moral seluruh mahasiswa di Indonesia menyerukan tuntutan reformasi yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 dan menyerahkan kepimpinannya kepada B. Kedua. kasus pembunuhan Udin dan Marsinah dan lain sebagainya. pelanggaran HAM di bidang ekonomi terbukti dari pelbagai tindakan penguasa dan golongan ekonomi kuat lebih banyak menguntungkan mereka yang memiliki kekuasaan dan kekayaan. antara lain. Habibie Presiden tersebut.dapat ditemui dalam praktek penyelenggaraan negara pada masa orde baru. menimbulkan pro dan kontra. pembunuhan dengan alasan politik. kerusuhan. masih cukup populairnya praktek represi politik oleh aparat negara. praktek pembatasan partisipasi politik atau yang dikenal sebagai depolitisasi. Keadaan ini menimbulkan kesenjangan ekonomi. penanganan konflik-konflik politik baik berbentuk demokrasi.

UUD 1945 lebih berorientasi kepada hak sebagai warga negara. HAM dalam UUD 1945 diatur secara singkat dan sederhana. yakni BAB XA tentang hak asasi manusia yang terdiri dari 10 pasal. Dalam konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950 pengaturan HAM memuat pasal-pasal tentang HAM yang relative lebih lengkap. (HAW). Kesimpulan Hak Asasi manusia Istilah HAM tidak ditemukan dalam UUD 1945. Muatan HAM ini jauh melebihi ketentuan yang pernah diatur dalam UUD 1945. Di samping ada anggapan bahwa B. sebagai contoh. Tidak hanya skala hak. penembakan mahasiswa "Trisakti bersamaan diselenggarakannya Sidang Istimewa MPR pada bulan Nopember 1998 atau lebih dikenal dengan sebutan "Tragedi semanggi 13 Nopember 1998" dan masih ada contoh-contoh lainnya. dari mulai Pasal 28A sampai 28J. sehingga sampai sekarang pelanggaran HAM sering dilakukan oleh aparat maupun oleh masyarakat cenderung meingkat dan aparat pemerintah belum mampu mengatasinya. perwujudan dan penegakannya dapat dilihat melalui terdapatnya kewajiban-kewajiban dasar konstitusional.J. HAM diatur dalam sebuah bab tersendiri. D. Daftar Pustaka . Habibie sebagai Presiden itu tidak legitimit.penunjukan tersebut konstitusional dan inkonstitusional. Pengaturan HAM ditegaskan pada Perubahan Kedua UUD 1945 Tahun 2000.

Hak Asasi Manusia dalam Konstitusi Indonesia : Dari UUD 1945 sampai dengan Amandemen UUD 1945 Tahun 2002. Jakarta : Kencana. Jakarta : Rineka Cipta. H. Majda.H. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila & HAM di Indonesia. 2000. Widjaja. .El-muhtaj.A. 2007.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->