P. 1
Presentasi Kelompok I

Presentasi Kelompok I

|Views: 8|Likes:
Published by Ahmad Ghufroni
persentasi fisika
persentasi fisika

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Ahmad Ghufroni on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

Presentasi Kelompok I

1. Ahmad Ghufroni
2. Aji Saputra Raka S
3. Andhika Sakti
4. Aris Riyanto
5. Danal Meizantaka D
6. Denny Prasetyo
7. Dhewa Achmad H
8. Dian Puspita S
9. Edo Firmansyah
10. Ghani
11. M. Fakhir Rizal
Fisika Dasar II
Muatan Listrik
 Listrik adalah sebuah bentuk energi.
 Benda dapat dikatakan bermuatan listrik jika jumlah
muatan positif ( proton ) dan muatan negatif (elektron
) tidak seimbang.
 Benda dikatakan bermuatan negatif jika pada benda
tersebut kelebihan elektron ( jumlah muatan elektron
lebih banyak dari jumlah muatan proton ).
 Benda dikatakan bermuatan positif jika pada benda
tersebut kekurangan jumlah elektron ( jumlah muatan
elektron lebih sedikit dari jumlah muatan proton ).
Muatan Listrik
 Dalam literatur – biasa digunakan huruf
q atau Q untuk menyatakan jumlah
kelebihan muatan positif atau negatif
pada suatu benda.
 Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
setiap muatan Q besar atau kecil, positif
atau negatif adalah merupakan kelipatan
dari:
e=1,602 x 10
-19
C
Muatan Listrik
 Ada dua cara benda dapat bermuatan listrik ,
yaitu :
1. Digosok
Sebuah sisir karet keras apabila digosok pada
sepotong kain wol akan menyebabkan sisir karet
tersebut mampu menarik potongan-potongan kecil
kertas.
2. Diinduksi
Induksi adalah pemisahan muatan-muatan pada
benda netral (electron dan proton sama) dengan
cara mendekatkan benda yang sudah terlebih dulu
memiliki muatan listrik.
Muatan Listrik
 Ketika benda netral didekatkan pada benda bermuatan
negative, maka pada benda netral tersebut akan
terinduksi muatannya.
 Artinya muatan positif akan mendekat sementara
muatan negative akan menjauh.
 Jika benda di-ground-kan, maka muatan negative akan
ke bumi dan akhirnya benda menjadi bermuatan positif.
 Alat yang dapat dipergunakan untuk mengetahui
apakah sebuah benda bermuatan listrik atau tidak
adalah elektroskop.
Hukum Coulomb
 Hukum Coulomb adalah hukum yang
menjelaskan hubungan antara gaya yang
timbul antara dua titik muatan, yang
terpisahkan jarak tertentu, dengan nilai
muatan dan jarak pisah keduanya.
Hukum Coulomb
 Hukum ini menyatakan apabila terdapat
dua buah titik muatan maka akan timbul
gaya di antara keduanya, yang besarnya
sebanding dengan perkalian nilai
kedua muatan dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antar keduanya
Medan Listrik
 Medan Magnet (B) serupa medan
listrik (E)
Medan Listrik
 Perbedaan antara gaya listrik dan
gaya magnet
Gaya Listrik
 Bekerja searah
dengan medan
listrik
 Bekerja pada
partikel bermuatan
tanpa
memperdulikan
apakah bergerak
atau tidak
 Bekerja
memindahkan
partikel
Gaya Magnet
 Bekerja dalam arah
tegak lurus medan
magnet
 Bekerja pada partikel
bermuatan hanya jika
partikel tersebut
bergerak
 Tidak bekerja untuk
memindahkan partikel
Medan Listrik

Medan Listrik
 Gaya magnet dalam kawat berarus

B x L I F
magnet
  
=
u sin ILB F
magnet
=
Medan Listrik
 Gaya Lorentz adalah gaya yang ditimbulkan
oleh muatan listrik yang bergerak atau oleh arus listrik
yang berada dalam suatu medan magnet, B.
) ( ) ( magnet gy listrik gy Lorentz
B x v q E q F
÷ ÷
+ =


 
Garis Gaya Listrik
 Garis-garis gaya adalah garis khayal yang
arahnya (atau arah garis singgungnya)
menyatakan arah kuat medan listrik di suatu
titik. Kerapatannya menyatakan besar kuat
medan listrik di tempat tersebut. Garis gaya
listrik dalam medan listrik berawal dari
muatan positif dan berakhir pada muatan
negatif.
Garis Gaya Listrik
 Sifat Gaya Listrik :
 Berasal dari muatan positif menuju
muatan negatif
 Garis gaya listrik tidak pernah
berpotongan
 Makin rapat garis gaya listrik maka
makin kuat medan listriknya
 Makin renggang garis gaya listrik
maka makin lemah medan listriknya
Garis Gaya Listrik
 Arah Gaya Listrik :
Arah garis gaya dari
muatan positif
Arah garis gaya dari
muatan negative
Garis Gaya Listrik
 Untuk pasangan muatan sejenis garis
gaya dipetakan sebagai berikut :


pasangan muatan
positif
pasangan muatan
negative
Garis Gaya Listrik
 Satu garis gaya listrik menggambarkan satu
muatan listrik
 Netto garis gaya keluar atau masuk dari permuakaan
tertutup sama dengan netto muatan yang ada di dalam
permukaan tertutup tersebut

Gerak Muatan-muatan Titik di
dalam Medan Listrik (Dari Sini)
 Tinjau sebuah muatan sumber q’ yang
terletak pada suatu koordinat dengan vektor
posisi r’, dan muatan uji q dengan vektor
posisi r.
( )
.
'
'
'
'
4
1
1
2
0
'
r r
r r
r r
q
q
F
E
qq
 
 
 


÷
÷
÷
= =
tc
Gaya listrik pada muatan uji q adalah
Medan listrik pada muatan uji q adalah
Terlihat bahwa medan listrik pada muatan uji tidak
bergantung pada besarnya muatan uji
( )
.
'
'
'
'
4
1
2
0
'
r r
r r
r r
qq
F
qq
 

 

÷
÷
÷
=
tc
Gerak Muatan-muatan Titik di
dalam Medan Listrik
 Andaikan ada sebuah muatan titik Q dan kita
ingin mengetahui besar dan arah medan
listrik di titik P yang berjarak r dari muatan
titik Q tsb.

2
0
4
1
r
Q
E
P
tc
=
Q P
E
P

 Arah medan listrik pada titik P diperlihatkan
dengan garis panah warna biru.
 Sedangkan besar medan listrik di titik P
adalah:
Gerak Muatan-muatan Titik di
dalam Medan Listrik
 Hitunglah besar dan arah medan listrik pada titik P yang
terletak 30 cm di sebelah kanan muatan titik Q=-3.10-6
C ?
Q
30 cm
E
P

 Arah medan listrik adalah menuju muatan Q atau ke kiri
karena muatan Q negatif seperti ditunjukkan dalam garis
panah biru.
 Besar Medan magnet di P adalah:
2
0
4
1
r
Q
E
P
tc
=
( )
2
6
9
3 , 0
10 . 3
10 . 9
÷
= C N / 10 . 3
5
=
Distribusi Muatan Kontinu
Electric Flux (Fluks Listrik)
 Fluks listrik adalah jumlah garis-garis medan
listrik yang menembus secara tegak lurus
pada suatu bidang dinamakan Fluks Listrik
dengan symbol f, seperti pada gambar:
Distribusi Muatan Kontinu
Hukum Gauss
 Hukum Gauss adalah jumlah garis medan yang
menembus suatu permukaan tertutup sebanding
dengan jumlah muatan listrik yang melingkupi
permukaan tertutup itu.
Gaya pada q’ menurut hukum Coulomb adalah :


dan kuat medan listrik pada titik P adalah :


Arah medan menjauhi q, jika muatan q ini positif dan
menuju q, jika muatan negatif.
Perhitungan Medan Listrik
Berdasarkan Hukum Coulomb
Perhitungan Medan Listrik
Berdasarkan Hukum Coulomb
 Kuat medan listrik di suatu titik, E
didefinisikan sebagai gaya tiap satuan
muatan di titik tersebut. Secara matematis
kuat medan listrik di suatu titik dinyatakan
dalam persamaan :
 Jika sejumlah muatan titik qA , qB dst, berada
pada jarak dA , dB dst terhadap suatu titik P ,
maka kuat medan di titik P adalah :
' q
F
E =
|
|
.
|

\
|
+ =
2 2
0
4
1
B
B
A
A
d
q
d
q
E
tc
Perhitungan Medan Listrik
Berdasarkan Hukum Coulomb
 Sebuah konduktor bola berongga diberi muatan -50mC. Bola ini
memiliki diameter 12 cm. Hitung kuat medan listrik pada jarak (a)
3cm dari pusat bola, (b) 6 cm dari pusat bola, dan (c) 9 cm dari
pusat bola.


 Penyelesaian:
q=-50mC = -50×10-6 C, d = 12 cm, r= 12/2 cmm=6 cm = 6×10-2 m
(a) EA = 0 ( di dalam bola)
(b) EB = = -1,25×108 N/m
(c) EC = = -5,6× 107 N/m
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Soal 1
 Sebuah konduktor mengangkut muatan total sebesar =
+3 nC. Muatan di dalam rongga yang diisolasi dari
konduktor adalah -5 nC. Berapakah muatan pada
permukaan sebelah dalam dan sebelah luar konduktor?
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Soal 2
 Bumi mempunyai muatan listrik netto. Dengan
instrumen elektronik yang peka, pengukuran medan
listrik di permukaan bumi menghasilkan nilai rata-rata
150 N/C dengan arah menuju pusat bumi.
 a) Berapakah kerapatan
muatan permukaan di
permukaan bumi?
 b) Berapakah muatan
permukaan total bumi?
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Soal 3
 Selembar kertas yang luasnya 0,250 m2 diorientasikan
sehingga normal ke lembar itu membentuk sudut sebesar 60
o

terhadap sebuah medan listrik homogen yang besarnya 14
N/C.
a) Carilah besar fluks listrik yang melalui lembar itu.
b) Apakah jawaban a) tergantung bentuk lembar
tersebut?
c) Sudut berapakah yang menghasilkan fluks paling
besar dan paling kecil?
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Penyelesaian
 Karena muatan dalam rongga adalah q = -5 nC,
maka muatan pada permukaan sebelah dalam
harus sama dengan –q = +5 nC.
 Konduktor mengangkut muatan total sebesar +3
nC yang semuanya tidak berada di bagian dalam
material itu. Jika +5 nC berada pada permukaan
sebelah dalam rongga itu, maka harus ada (+3
nC) – (+5 nC) = -2 nC pada permukaan
konduktor sebelah luar.
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Penyelesaian
 Berdasarkan arah medan listrik diketahui bahwa o
adalah negatif.


 Muatan total Q adalah hasil kali luas permukaan bumi
dan kerapatan muatan o :
Q = 4 o (6,38 X 106 m)2(-1,33 X 10-9 C/m2)
= -6,8 X 105 C
Penyelesaian
 Diketahui : E = 14 N/C
A = 0,25 m2
 Ditanya:
a) u
E
E = ?
b) Apakah u
E
E tergantung bentuk lembar?
c) | untuk nilai u
E
E max dan minimum?
 Jawab :
 A)
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Perhitungan Medan Listrik
Menggunakan Hukum Gauss
Penyelesaian
b) Nilai u
E
E tidak tergantung bentuk
lembar
c) u
E
E maksimum = EA cos 0
o
= EA
| = 0
o

u
E
E minimum = EA cos 90
o
= 0
| = 90
o

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->