P. 1
Definisi PERILAKU ORGANISASI

Definisi PERILAKU ORGANISASI

|Views: 37|Likes:
Published by khendiitem

More info:

Published by: khendiitem on Mar 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/19/2013

pdf

text

original

Definisi PERILAKU ORGANISASI : Perilaku Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana seharusnya perilaku tingkat

individu, tingkat kelompok, serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok, maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metode-metode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologidan psikologi. Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi. Tinjauan umum Studi organisasi adalah telaah tentang pribadi dan dinamika kelompok dan konteks organisasi, serta sifat organisasi itu sendiri. Setiap kali orang berinteraksi dalam organisasi, banyak faktor yang ikut bermain. Studi organisasi berusaha untuk memahami dan menyusun model-model dari faktor-faktor ini. Seperti halnya dengan semua ilmu sosial, perilaku organisasi berusaha untukmengontrol, memprediksikan, dan menjelaskan. Namun ada sejumlah kontroversi mengenai dampak etis dari pemusatan perhatian terhadap perilaku pekerja. Karena itu, perilaku organisasi (dan studi yang berdekatan dengannya, yaitupsikologi industri) kadang-kadang dituduh telah menjadi alat ilmiah bagi pihak yang berkuasa. Terlepas dari tuduhan-tuduhan itu, Perilaku Organisasi dapat memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan keberhasilan kerja. Sejarah Meskipun studi ini menelusuri akarnya kepada Max Weber dan para pakar yang sebelumnya, studi organisasi biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Studi tentang berbagai sistem kompensasi pun dilakukan. Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne.Gerakan hubungan antar manusia ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan individu di dalam organisasi. Para pakar terkemuka pada tahap awal ini mencakup: Chester Barnard Henri Fayol Mary Parker Follett Frederick Herzberg Abraham Maslow David McClelland Victor Vroom

bidang ini sangat dipengaruhi oleh psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada penelitian kuantitatif. semua keterangan tersebut didaftar dalam ingatan dan fikirannya. psikologi dan sosiologi. Kegagalan berkomunikasi bisa terjadi karena banyak hambatan-hambatan. meskipun banyak universitas yang juga mempunyai program psikologi industri dan ekonomi industri pula.Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini. Keadaan bidang studi ini sekarang Perilaku organisasi saat ini merupakan bidang studi yang berkembang. penghayatan. Disini seseorang tersebut menghadapi suatu kenyataan lingkungan yang harus dilihat dan diartikan. Jurusan studi organisasi pada umumnya ditempatkan dalam sekolah-sekolah bisnis. maka komunikasi semacam ini dapat dikatakan komunikasi yang tidak efektif atau mengalami kegagalan. Sejak tahun 1980-an. dan umpan balik. dan penerima informasi menerimanya tidak dalam bentuk distorsi. Metode-metode kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima. Dengan demikian setelah seseorang mengetahui keadaan lingkungannya. Bidang ini sangat berpengaruh dalam dunia bisnis dengan para praktisi sepertiPeter Drucker dan Peter Senge yang mengubah penelitian akademik menjadi praktik bisnis. Dan komunikasi tersebut dapat berjalan baik dan tepat jika penyampai informasi tadi menyampaikannya dengan patut. Persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang didalam memahami informasi tentang lingkungannya. Subproses berikutnya adalah registrasi. Perilaku organisasi menjadi semakin penting dalam ekonomi global ketika orang dengan berbagai latar belakang dan nilai budaya harus bekerja bersama-sama secara efektif dan efisien. perasaan. Pada gilirannya nanti orang tersebut kemudian mengartikan atau meng-interpretasikan . Persepsi adalah suatu proses kognitif yang kompleks dan yang menghasilkan suatu gambar unik tentang kenyataan yang barangkali sangat berbeda dari kenyataannya. pendengaran. Salah satu hambatan yang ditimbulkan dari unsur manusia yang terlibat didalamnya ialah karena persepsi yang berbeda. lewat penglihatan. Pada tahun 1960-an dan 1970-an. dengan memanfaatkan pendekatan-pendekatan dari antropologi. Subproses persepsi dapat terdiri dari suatu situasi yang hadir pada se-seorang. interpretasi. Jika dalam proses penyampaian informasi tidak patut dan terjadi distorsi. dan penciuman. penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Komunikasi terjadi jika seseorang ingin menyampaikan informasi kepada orang lain. Namun bidang ini juga semakin dikritik sebagai suatu bidang studi karena asumsi-asumsinya yang etnosentris dan prokapitalis (lihat Studi Manajemen Kritis) PERSEPSI DAN KOMUNIKASI Dua istilah PERSEPSI dan komunikasi ini amat erat dan penting sekali diketahui guna memahami ilmu perilaku ini. ketika penemuan logistik besarbesaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.

misalnya orang-orang berkomunikasi gagal memperhitungkan dengan tepat informasi yang diterimanya. pengertian. pengulangan. Istilah lain lagi yang amat berhubungan dengan persepsi adalah komunikasi. Ciri dari komunikasi organisasi ini ialah berstruktur atau berhirarki. demikian pula umpan balik dari informasi tersebut. proses komunikasi dalam suatu organisasi. . Dengan demikian jika suatu informasi yang dikomunikasikan itu berlebihan akan menimbulkan beberapa reaksi. Faktor dari luar misalnya karena intensitas. Banyak pengertian yang dikemukakan tentang komunikasi ini. dan menghindar dengan sengaja informasi yang datang. akibat karena adanya hubungan dan interaksi secara langsung. Adapun sifat lain dari informasi adalah pengertian dan umpan balik. tetapi ada tiga aspek penting yang merupakan kontinum dibahas dalam buku ini. kontras. dan sebagai akibatnya dapat pula berstruktur keluar organisasi. Persepsi dapat diorganisir dalam diri seseorang berdasarkan hal-hal seperti adanya kesamaan dan ketidaksamaan objek. penyaringan informasi. Dalam persepsi seperti ini karakteristik masing-masing yang berhubungan amat menentukan. dan umpan balik. Adapun komunikasi informal arus informasinya sesuai dengan kepentingan dan kehendak masing-masing pribadi yang ada dalam organisasi tersebut. Penerimaan dan pemahaman penerima informasi akan mempengaruhi pengertian ini. Selain itu beberapa hal yang ikut menentukan prasaran persepsi sosial antara lain karena adanya proses atribusi. stereotype. mengerti hanya garis besarnya saja. maka orang tersebut melakukan persepsi sosial. motivasi. Struktur yang terakhir ini jika organisasi tersebut melakukan interaksi dengan lingkungannya. Komunikasi formal mengikuti jalur hubungan formal yang tergambar dalam susunan atau struktur organisasi. melempar tugas ke orang lain. Proses terakhir orang tersebut akan memberikan umpan balik. berkomunikasi dengan seseorang yang berada di tingkat pimpinan. Mengenai informasi ada tiga hal penting yang dikemukakan dalam bab ini sehingga dapat memberikan pengertian tentang sifat hakekatnya. ukuran. dan objek tersebut baru atau sudah dikenal. menumpuk pekerjaan. dan adanya kedekatan dalam waktu. Komunikasi ini mempunyai struktur yang vertikal dan horizontal. Adapun faktor penyebab bagaimana seseorang tertarik pada objek tersebut dapat dikelompokkan atas dua hal yakni faktor dari luar diri seseorang dan faktor dari dalam diri sendiri. sehingga bisa saja terjadi seseorang yang mempunyai struktur formal berada dibawah. dan kepribadian seseorang. dan komunikasi antar orang. Proses hubungan komunikasi informal tidak mengikuti jalur struktural. Tiga hal itu antara lain kelebihan. Adapun faktor dari dalam terdiri dari proses pemahamam atau learning. Dalam persepsi yang amat menarik dibicarakan adalah proses pemilihan persepsi. Selain itu jika seseorang melakukan persepsi terhadap orang lain. dan halo effect.tentang semua informasi yang didaftar tentang lingkungan yang dihadapi tadi. banyak membuat kesalahan. Adapun komunikasi organisasi adalah suatu komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi tertentu. gerakan. yakni suatu proses bagaimana seseorang bisa tertarik pada suatu objek sehingga menimbulkan adanya suatu persepsi mengenai objek tersebut. Kalau dalam organisasi dikenal adanya struktur formal dan informal maka dalam komunikasinyapun dikenal adanya komunikasi formal dan informal. adanya kedekatan dalam ruang. Tiga aspek tersebut adalah informasi.

perilaku itu ditimbulkan oleh tegangan (tensions) yang dihasilkan oleh tidak tercapainya keinginan. dan reaksi affektifnya berbeda satu sama lain. 2. Pendekatan psikoanalitis menekankan peranan sistem personalitas di dalam menentukan sesuatu perilaku. Lingkungan dipandang sebagai suatu sumber stimuli yang dapat menghasilkan dan memperkuat respon perilaku. dapat dilihat dari lima hal berikut: adanya keterbukaan. perilaku dikatakan timbul dari ketidakseimbangan atau ketidaksesuaian pada struktur kognitif. Penafsiran individu tentang lingkungan dipertimbangkan lebih penting dari lingkungan itu sendiri. 1. Ditilik dari sifatnya. Faktor kesamaan ini erat sekali dengan konsep homophily dan heterophily. dan data yang dipergunakan. pendekatan kognitif. Penyebab Timbulnya Perilaku Pendekatan kognitif. . Efektifitas komunikasi antar pribadi ini. Pendekatan kognitif menekankan mental internal seperti berpikir dan menimbang. reinforcement. kebutuhan. penyebab timbulnya perilaku. empathy. Penekanan. Pendekatan reinforcement menyatakan bahwa perilaku itu ditentukan oleh stimuli lingkungan baik sebelum terjadinya perilaku maupun sebagai hasil dari perilaku. Pendekatan penguatan (reinforcement) menekankan pada peranan lingkungan dalam perilaku manusia. dan kesamaan. tingkat kesadaran. kepositifan. pengalaman. perbedaan perilaku manusia itu disebabkan karena kemampuan. Sedangkan lawannya ialah heterophily yang menunjukkan ketidaksamaan. yakni pribadi penyampai informasi dan pribadi yang menerima informasi. 3. penekanannya. Pendekatan yang sering dipergunakan untuk memahami perilaku manusia adalah. Perilaku itu sendiri adalah suatu fungsi dari interaksi antara seseorang individu dengan lingkungannya. Lingkungan dipertimbangkan sepanjang hanya sebagai ego yang berinteraksi dengannya untuk memuaskan keinginan. yang dapat dihasilkan dari persepsi tentang lingkungan.Komunikasi yang kiranya juga amat penting dikemukakan sebagai unsur kontimum yang ketiga ialah komunikasi antar pribadi. PERILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI Perilaku manusia sangat berbeda antara satu dengan lainnya. Homophily menunjukkan pada suatu derajat kesamaan antara dua fihak yang terikat dalam komunikasi. kepentingan masa lalu di dalam menentukan perilaku. Berikut penjelasan ketiga pendekatan tersebut dilihat dari. prosesnya. Menurut pendekatan psikoanalitis. dukungan. cara berpikir untuk menentukan pilihan perilaku. Proses. dan psikoanalitis.

Aktifitas mental seperti berpikir dan berperasaan dapat saja diikuti dengan perilaku yang terbuka. Pengalaman masa lalu hanya menentukan pada struktur kognitif. tanpa memperhatikan proses masuknya dalam sistem. Sifat dari reaksi lingkungan pada respon tersebut menentukan kecenderungan perilaku masa mendatang. Tingkat dari Kesadaran. Dalam pendekatan psikoanalitis. nilai. Dalam pendekatan kognitif memang ada aneka ragam tingkatan kesadaran. Aktifitas tidak sadar dari Id dan Superego secara luas menentukan perilaku. Biasanya aktifitas mental dipertimbangkan menjadi bentuk lain dari perilaku dan tidak dihubungkan dengan kasus kekuasaan apapun. Pendekatan reinforcement. 5. lingkungan yang beraksi dalam diri individu mengundang respon yang ditentukan oleh sejarah. 4. tetapi dalam kegiatan mental yang sadar seperti mengetahui. data atas sikap.Pendekatan kognitif menyatakan bahwa kognisi (pengetahuan dan pengalaman) adalah proses mental. Ego dan Superego ditentukan oleh interaksi dan pengembangannya dimasa lalu. Teori reinforcement bersifat historic. tidak ada perbedaan antara sadar dan tidak. berpikir dan memahami. dan perilaku adalah suatu fungsi dari pernyataan masa sekarang dari sistem kognitif seseorang. keinginan dan harapan dihasilkan dalam Id kemudian diproses oleh Ego dibawah pengamatan Superego. dipertimbangkan sangat penting. Menurut pendekatan psikoanalitis. lewat observasi langsung atau dengan pertolongan sarana teknologi. Dan akibat ketidak sesuaian (inconsistency) dalam struktur menghasilkan perilaku yang dapat mengurangi ketidak sesuaian tersebut. Pendekatan reinforcement mengukur stimuli lingkungan dan respon materi atau fisik yang dapat diamati. masa lalu seseorang dapat menjadikan suatu penentu yang relatif penting bagi perilakunya. Data. . Pendekatan psikoanalitis hampir sebagian besar aktifitas mental adalah tidak sadar. yang saling menyempurnakan dengan struktur kognisi yang ada. pengertian dan pengharapan pada dasarnya dikumpulkan lewat survey dan kuestioner. Suatu respon seseorang pada suatu stimulus tertentu adalah menjadi suatu fungsi dari sejarah lingkungannya. tetapi bukan berarti bahwa berpikir dan berperasaan dapat menyebabkan terjadinya perilaku terbuka. Dalam pendekatan kognitif. 6. Dalam teori reinforcement. Kepentingan Masa lalu dalam menentukan Perilaku. Kekuatan yang relatif dari Id. Pendekatan kognitif tidak memperhitungkan masa lalu (ahistoric).

Adapun para pengikut ini dilihat sampai dimana tingkat kematangannya. teori situasional dan model kontijensi. dan di Universitas Michigan tahun 1947. karena itu seringkali kepemimpinan dipertautkan dengan manajemen. . Perilaku mengarahkan hanya dalam komunikasi satu arah. Gaya 2 (G2) . dan hipnotis. . . Mulai dari sudut pandangan ilmu perilaku organisasi.gaya tiga dimensi dari Reddin. dalam hal mau dan mampu melakukan tugas-tugasnya. Gaya-gaya kepemimpinan yang banyak dikenalkan oleh para ahli teori kepemimpinan antara lain: . teori path-goal. yakni gaya kepemimpinan situasional dari Hersey dan Blanchard. Usaha untuk meneliti kepemimpinan sudah dimulai sejak lama. yakni: perilaku mengarahkan dan perilaku mendukung. diantaranya teori sifat. Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang dipergunakan oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku orang lain. harapan. Dan dari teori-teori itu banyak dikenalkan beberapa model dan gaya kepemimpinan. asosiasi bebas. Disini dapat ditangkap suatu pengertian bahwa jika seseorang telah mulai berkeinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Kalau kedua norma perilaku itu dituangkan ke dalam dua poros yang berbeda. teori kelompok atau teori pertukaran. maka akan melahirkan empat gaya kepemimpinan. Mulai saat itu usaha untuk mengembangkan teori kepemimpinan melaju dengan pesatnya. ada dua hal yang biasanya dilakukan olehnya terhadap pengikut.gaya empat sistem dari Likert. Kepemimpinan situasional ini dihubungkan dengan perilaku pemimpin dengan bawahan atau pengikutnya. Pengaruh dan kekuasaan dari seseorang PEMIMPIN mulai nampak relevansinya. sedangkan perilaku mendukung diartikan dalam komunikasi dua arah. teknik proyektif. di Universitas Ohio tahun 1945. Banyak teori-teori yang dikembangkan dari hasil penelitian itu. Itulah sebabnya membicarakan kepemimpinan dapat dimulai dari mana saja. Dalam hubungannya dengan perilaku pemimpin ini. dan bukti penekanan dan bloking dari keinginan tersebut lewat analisa mimpi. maka kegiatan kepemimpinan itu telah dimulai. usaha tersebut mulai dilakukan oleh studi-studi dari Universitas Iowa disekitar tahun 1930.gaya kepemimpinan kontinum (otokratis dan demokratis).Pendekatan psikoanalitis menggunakan data ekspresi dari keinginan. dan pendekatan “Social Learning“.gaya kepemimpinan managerial grid. Terutama di Amerika Serikat. KEPEMIMPINAN DAN KEKUASAAN Kepemimpinan adalah suatu aktifitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.dan gaya yang nampaknya paling akhir dalam perkembangan teori kepemimpinan di Amerika Serikat. . yaitu: Gaya 1 (G1) tinggi pengarahan rendah dukungan. Dari gaya ini dapat diambil manfaatnya untuk dipergunakan sebagai pedoman bagi pemimpin dalam memimpin bawahan atau para pengikutnya.

Sumber kekuasaannya adalah kekuasaan referensi dan informasi. Untuk gaya 1 (G1) pemimpin suka terhadap tinggi pengarahan dan rendah dukungan. Oleh karena fungsi kepemimpinan yang lazim ialah membuat keputusan. maka pemimpin menyukai sumber kekuasaan paksaan. Gaya 3 (G3) tinggi dukungan dan rendah pengarahan. Kepemimpinan adalah suatu proses untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Untuk mempengaruhi. meyakinkan. Dan kalau dihubungkan sumber dan bentuk kekuasaan yang dipunyainya. karena rendah dukungan dan rendah pengarahan. Tindakan ini dilakukan karena kematangan bawahan dalam keadaan sedang. Untuk gaya 3 (G3) tindakan pemimpin dirujuk dengan partisipasi. Pembuatan keputusan didelegasikan kepada bawahan. Tindakan seperti ini dapat dirujuk dengan tindakan instruksi. Ini berarti bahwa kekuasaan adalah merupakan suatu sumber yang memungkinkan seorang pemimpin mendapatkan hak untuk mengajak. Untuk gaya 2 (G2) dirujuh dengan tindakan konsultasi. dan perilakunya disenangi dan diterima oleh bawahannya. Perubahan memerlukan komitmen dan usaha nyata. Posisi kontrol atas pemecahan masalah atau pembuatan keputusan dipegang bergantian antara pemimpin dan bawahan. sehingga penampilan. Demikianlan inti pokok pembahasan kepemimpinan dalam hubungannya dengan kekuasaan.tinggi pengarahan dan tinggi dukungan. Sedangkan kekuasaan itu sendiri merupakan potensi pengaruh dari seorang pemimpin. Sedangkan gaya 4 (G4) dirujuk dengan tindakan delegasi. karena situasi kematangan bawahan masih rendah. Sumber kekuasaan yang ada pada-nya penghargaan dan legitimasi. banyak jalan yang tersedia. Adapun . bobot. maka akan sangatlah membantu jika kita memiliki rencana aksi sebagai panduan bagi semua orang yang terlibat di dalamnya. Sumber kekuasaan yang ada padanya kekuasaan keahlian dan informasi. Karena masih banyak memberikan pengarahan dan juga perilaku mendukung. dan mempengaruhi oran lain. Sumber kekuasaan ini sangat efektif dijalankan olehnya. Karena kematangan bawahan sudah agak tinggi (M3). membutuhkan kekuasaan. Ini berarti dukungan pemimpin lebih tinggi dibandingkan dengan pengarahannya. maka gaya kepemimpinan tersebut akan nampak jika dipraktekkan dalam hal melakukan pembuatan keputusan. Sangatlah penting untuk memahami bahwa setiap perubahan organisasi akan melewati berbagai tahap jika ingin menuai kesuksesan. Bawahan menyukainya dan menganggap sebagai sumber informasi. Perjalanan pemberdayaan adalah salah satu hal yang paling menantang yang bisa dilakukan setiap karyawan. dan tempat bertanya. dan Gaya 4 (G4) rendah dukungan dan rendah pengarahan. Dan untuk mencapai ke arah pemberdayaan. Pemimpin menunjukkan kebolehannya sebagai orang yang lebih dari bawahannya. Pemimpin sering mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan. Dalam hal ini empat gaya tersebut akan dapat rujukan tindakan-tindakan tertentu. Masing-masing perusahaan dan orang mungkin akan memilih jalan yang berbeda untuk tujuan yang sama. Kedua istilah ini pemimpin atau kepemimpinan dengan kekuasaan mempunyai relevansi yang cukup tinggi. Hal ini dilakukan olehnya. Hal ini diperbuat karena kematangan bawahan sudah pada taraf yang tinggi (M4). sehingga tercapai kesepakatan. Ini meminta kita agar merubah berbagai asumsi dasar yang kita miliki sebelumnya.

Tim mengganti sistem hirarki . 2. Kita tidak bisa menggunakan satu tahap dan mengabaikan tahap lainnya. salah satu perubahan utama mencakup sebuah perpindahan dari ketergantungan pada kepemimpinan ke kondisi kemandirian pada kepemimpinan. Menerapkan dan Menghaluskan Pemberdayaan. Meningkatkan saling berbagi informasi untuk meningkatkan performa 2.bersama tiga kunci pemberdayaan. Berikut Tahapan Rencana Aksi Pemberdayaan: Tahap 1 Memulai dan Mengorientasikan Pemberdayaan 1. Saling berbagi informasi kepada setiap orang 2. Sedangkan kunci pemberdayaan ada 3 macam. Mengembangkan tim untuk mengganti sistem hirarki Tahap 2 Perubahan dan Putus Asa 1. Menciptakan otonomi memalui batas-batas 3. kepemimpinan tim. Pada masing-masing tahapan memiliki berbagai masalah dan aksi sendiri.kepemimpinan diri. kepemimpinan satu-satu. yang berarti ketiga tahap itu memiliki fungsi yang berbeda. 3. Mendorong tim untuk lebih banyak menerapkan peran hirarki Tahap 3 Menerapkan dan Menghaluskan Pemberdayaan 1. dan kepemimpinan organisasi . Tim menjadi hirarki. Memasukkan batas-batas ke dalam sistem nilai setiap orang 3. Memperluas batas-batas untuk menetapkan otonomi dan tanggung jawab 3. Dalam menciptakan kultur pemberdayaan. Perubahan dan Putus Asa. Berbagi dan mendengarkan lebih banyak lagi informasi 2. Saling berbagi informasi untuk memulai proses perubahan 2. Namun ketiga tahap itu harus dilewati dan diterapkan semuanya.tiga tahap perubahan tersebut adalah: 1. Menatapkan batas-batas untuk menciptakan otonomi 3. yaitu: 1. Untuk membantu panduan perjalanan ini kita menggunakan Kepemimpinan Situasional dan penerapannya untuk 4 ranah . Memulai dan Mengorientasikan Pemberdayaan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->