PERNYATAAN, NILAI KEBENARAN, DAN KALIMAT TERBUKA

Pernyataan Lambang dan nilai suatu pernyataan

a. b.

kebenaran

4 adalah bilangan genap b. tetapi dapat sekaligus benar dan salah. Contoh : a.Besi adalah benda padat .Pernyataan Pernyataan adalah kalimat yang hanya benar saja atau salah saja.

dan seterusnya... ... r.. d.. s. seperti a... b. . c...  Benar atau salah dari suatu pernyataan dapat ditentukan memakai dasar empiris dan dasar tak-empiris.. ...Lambang dan nilai kebenaran suatu pernyataan  Suatu pernyataan biasanya dilambangkan dengan memakai huruf kecil.... p.. q.

merupakan pernyataan benar .1 = 5 adalah 2”. merupakan pernyataan salah. Dasar Tak Empiris Contoh : “Akar persamaan 3x .  “Air adalah benda padat”.Dasar Empiris yaitu menentukan benar atau salah dari sebuah pernyataan berdasarkan Contoh :  “Ibukota jawa timur adalah surabaya”. merupakan pernyataan benar.

sehingga belum dapat ditentukan nilai kebenarannya (benar atau salah).Kalimat Terbuka Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat peubah/variabel. . diperoleh “2(3) + 3 = 11”. merupakan pernyataan benar. Contoh : Jika x diganti 3.merupakan pernyataan salah Jika x diganti 4. diperoleh “2(4) + 3 = 11”.

maka ingkaran atau negasi dari p dapat ditulis dengan memakai lambang ~p. Jawab : ~q: Tidak benar 7 adalah bilangan prima.Ingkaran atau negasi Ingkaran atau negasi ialah sebuah pernyataan yang dibentuk dengan membubuhkan kata tidak benar di depan pernyataan semula atau dengan menyisipkan kata tidak atau bukan dalam pernyataan semula. Contoh : Tentukan ingkaran dari q:7 adalah bilangan prima. atau ~q: 7 bukan bilangan prima  .  Jika p adalah pernyatan yang diketahui.

p v q benar. P v q salah. . jika p dan q dua-duanya salah.Disjungsi Disjungsi adalah pernyataan yang dibentuk dari dua pernyataan p dan q yang dirangkai dengan menggunakan kata hubung atau. jika salah satu diantara p dan q benar dan p dan q dua-duanya benar. Disjungsi pernyataan p dan q ditulis dengan lambang sebagai berikut : p v q.

 P ٨ q benar. jika p dan q benar.  p ٨ q salah.  Konjungsi pernyataan p dan q ditulis dengan lambang sebagai berikut : p ٨ q dibaca p dan q. . jika salah satu p atau q salah atau p salah dan q salah.Konjungsi  Konjungsi adalah pernyataan yang dibentuk dari dua pernyataan p dan q yang dirangkai dengan menggunakan kata hubung dan.

Implikasi • Implikasi adalah pernyataan majemuk yang disusun dari dua buah pernyataan p da q dalam bentuk jika p maka q. • Implikasi “jika p maka q” dapat ditulis dengan lambang sebagai berikut : p => q. . Dalam kemungkinan yang lainnya p => q dinyatakan benar. • Nilai kebenaran implikasi p => q dapat ditentukan dengan menggunakan definisi berikit : p => q dinyatakan salah. jika p benar dan q salah.

Biimplikasi “p jika dan hanya jika q” dapat ditulis dengan lambang p <=> q.Biimplikasi atau Implikasi Dwiarah  Pernyataan p dan q dapat dirangkai dengan menggunakan kata hubung “jika dan hanya jika” sehingga diperoleh pernyataan baru yang dibentuk “p jika dan hanya jika q”. . dibaca p jika dan hanya jika q. Pernyataan yang dirangkai dengan cara seperti itu disebut biimplikasi atau implikasi dwiarah.

.. implikasi.. maka banyak baris pada tabel kebenaran yang memuat nilai kebenaran adalah 2n Pernyataan Majemuk dan Nilai Kebenarannya.• Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang dibentuk dari beberapa pernyataan tunggal (komponen) yang dirangkai dengan menggunakan kata hubung logika. q r. disertai gabungan operasi ingkaran. dan biimplikasi. disjungsi. . • Secara umum dapat disimpulkan “jika sebuah majemuk terdiri dari n buah pernyataan tunggal yang berlainan. seringkali dijumpai pernyataan majemuk yang lebih rumit. .dan seterusnya. Pernyataan majemuk yang rumit terdiri dari pernyataan p.. • Di samping pernyataan majemuk sederhana di atas. konjungsi.

Tautologi Tautologi adalah sebuah pernyataan majemuk yang selalu benar untuk semua kemungkinan dari pernyataan komponennya.  Implikasi logis adalah sebuah tautologi yang memuat pernyataan implikasi.  .

Dua buah pernyataan majemuk yang ekuivalen  Untuk memahami pengartian dua buah pernyataan majemuk yang ekuivalen. a <=> b atau (p v q) <=> (q v p)  Nilai kebenaran biimplikasi (p v q) <=> (q v p) . perhatikan dua buah pernyaan berikut : a = (p v q ) dan b = ( q v p )  Dari pernyataan a dan b itu dapat dibentuk biimplikasi.

jika kedua pernyataan majemuk itu mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan –pernyataan komponennya.Secara umum dapat disimpulkan :   Tautologi yang berbentuk a <=> b dinamakan ekuivalen logis dan dituliskan dengan lambang a Ξ b. Dua buah pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen. .

...................... (p v q) v r Ξ p v (q v r) b......... p ٨ (q v r) Ξ (p ٨ q) v (p ٨ r) ... (p ٨ q) ٨ r Ξ p ٨ (q ٨ r) . Sifat komutatif a) p v q Ξ q v p b) p ٨ q Ξ q ٨ p ..(4-3)  Sifat distributif a) Distributif disjungsi terhadap konjungsi. p v (q ٨ r) Ξ (p v q) ٨ (p v r) b) Distributif konjungsi terhadap dijungsi.... (4-2)  Sifat asosiatif a.........(4-4) ..

.Ingkaran dari pernyataan Berkuantor • Kita telah membahas ingkaran dari sebuah pernyataan. yaitu: 1. maka ~p bernilai benar. Jika p pernyataan yang bernilai benar. maka ~p bernilai salah. Paling tidak ada 3 hal yang perlu diingat kembali. Ingkaran atau negasi dari pernyataan p. dilambangkan dengan ~p. 3. 2. Jika p pernyataan yang bernilai salah.

SILOGISME. DAN MODUS TOLLENS • Penarikan kesimpulan yang diturunkan dari premis-premis semula disebut argumentasi . MODUS PONENS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful