LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

NAMA KELOMPOK : MELVIA PERMATASARI (08121006013) MELANY AMDIRA (08121006027) ANIS ALAFIFAH (08121006029) PUTRI WULANDARI (08121006071) MUTIARA BELLA (08121006073) JURUSAN : FARMASI

JUDUL PERCOBAAN : TITRASI ASAM BASA : VOLUMETRI

LABORATORIUM KIMIA DASAR JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012 / 2013

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

I. II. III. 1.

NOMOR PERCOBAAN NAMA PERCOBAAN

: IV : Titrasi Asam Basa : Volumetri

TUJUAN PERCOBAAN : Mempelajari dan menerapkan teknik titrasi untuk menganalisa contoh yang mengandung asam

2. IV.

Menstandarisasi larutan penitrasi DASAR TEORI Analisa volumetri adalah analisa kuantitatif dimana kadar komponen dari kadar uji ditetapkan berdasarkan volume pereaksi (konsentrasi diketahui). Yang ditambahkan kedalam larutan zat uji, hingga komponen yang akan ditetapkan bereaksi secara kuantitatif dengan pereaksi tersebut. Proses yang dikenal dengan “titrasi”, oleh karena itu analisis volumetri dikenal dengan “anlisa titrimetri”. Suatu pereaksi dapat digunakan sebagai dasar analisa titrimetri, apabila memenuhi syaratsyarat sebagai berikut : 1. Reaksi harus berlangsung sesuai persamaan reaksi kimia tertentu, harus tidak ada reaksi samping. 2. Reaksi harus berlangsung sampai benar-benar lengkap pada titik ekivalen, suatu indikator harus ada untuk menunjukkan titik ekivalen. 3. Reaksi harus berlangsung cepat, sehingga titrasi dapat dilakukan dalam jangka

Konsentrasi larutan ini dapat dihitung berdasarkan berat baku yang ditimbang secara seksama atau dengan penetapan yang dikenal dengan standarisasi (pembakuan) terhadap larutan basa.3 – 10. Secara ringkas reaksi asam atau basa atau netralisasi disebabkan oleh proton (H+) dari asam yang bereaksi dengan OH. Secara umum untuk titrasi asam basa. perubahan larutan pada titik ekivalen tidak jelas. Bila sebagai titran adalah larutan baku asam. yang selanjutnya digunakan untuk menganalisi contoh yang mengandung asam. dimana indikator ini memperlihatkan perubahan warna pada pH tertentu. dan ion OHberasal dari basa kuat dan lemah. Untuk mengatasi hal ini maka digunakan indikator yaitu senyawa organik atau basa lemah yang mempunyai warna molekul (warna asam) berbeda dengan warna ionnya (warna basa).dari basa. (Tim Kimia Dasar. Penuntun Praktikum Kimia dasar I. Pereaksi yang digunakan dinamakan titran dan larutannya disebut larutan titer atau larutan baku.basa kuat.berasal dari asam kuat maka reaksi tersebut dinamakan reaksi asam kuat . maka penetapan tersebut asidimetri dan bila larutan baku basa sebagai titran maka disebut alkalimetri.(aq) → H2O(aq) Sumber ion H+ dapat berasal dari asam kuat atau basa lemah. Reaksi yang terjadi adalah : H+ (aq) + OH. Pada kebanyakan titrasi asam basa. Hal : 12-13) .5 dimana senyawa ini tidak berwarna pada larutan asam dan berwarna merah jambu dalam larutan basa.waktu yang tidak terlalu lama. indikator yang digunakan indikator fenolftalein yang mempunyai trayek pH 8. Bila H+ dan OH.

Kunci pada titrasi adalah pada titik ekuivalensi kedua reaktan telah bergabung dalam proporsi stoikiometri keduanya terpakai tanpa ada yang berlebih. zat-zat yang bereaksi umumnya tidak berwarna sehingga kita tidak tahu kapan titik stoikiometri tercapai. Kimia Dasar Prinsip . Hal : 160) Titrasi asam-basa adalah adalah suatu proses titrasi yang dilakukan dengan penambahan asam atau basa. Titrasi adalah reaksi yang dilakukan dengan cara menambahkan satu larutan ke larutan lain dengan sangat terkendali. dkk. juga dalam bentuk larutan dan biasanya disebut sebagai titran.Larutan salah satu reaktan dimasukkan ke gelas piala kecil atau labu kecil. Biasanya jika titrannya bersifat asam larutan standarnya di gunakan yang bersifat basa. suatu tabung panjang bertera yang dilengkapi klep sumbat. suatu kondisi yang disebut titik ekuivalensi titrasi. Untuk mengetahuinya maka di perlukan suatu indikator yang dapat dan bisa menunjukkan bila saat kestabilan . Dalam titrasi asam-basa.Prinsip dan Aplikasi Modern Edisi Kesembilan Jilid I. Indikator adalah jumlah zat yang sedikit ditambahkan pada camputan reaksi akan berubah warna pada atau didekat titik ekuivalensi. ditempatkan dalam buret. Titrasi asam basa dilakukan dengan cara mereaksikan titran dengan larutan standar asam atau basa yang sudah diketahui konsentrasinya. (Petrucci. Tujuannya adalah untuk menghentikan titrasi pada titik ketika kedua reaktan telah berhasil sempurna. Reaksi dilakukan secara bertahap (tetes demi tetes) hingga tepat mencapai titik stoikiometri atau titik setara. Begitu pula sebaliknya. Reaktan lain.

com/2012/06/titrasi-asam-basa. Larutan baku ini ada 2 jenis yaitu larutan baku primer dan larutan baku sekunder. volume dan konsentrasi titrat maka kita bisa menghitung kadar titran. yang sekaligus berfungsi sebagai alat ukur volume larutan baku. Larutan yang akan ditentukan konsentrasinya atau kadarnya. Indikator yang digunakan dalam titrasi asam basa adalah indikator yang dapat berubah warna jika suatu kondisi pH tertentu tercapai. Titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titran dan titrat tepat habis bereaksi). Pada saat titik ekuivalen ini maka proses titrasi dihentikan. kemudian kita mencatat volume titrat yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa. (http://mira-rahayu. diukur volumenya dengan menggunakan pipet seukuran/ gondok (pipet volumetri) dan ditempatkan di Erlenmeyer.blogspot. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan.html) Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi. Larutan baku adalah larutan yang konsentrasinya sudah diketahui dengan pasti. Larutan baku biasanya ditempatkan pada alat yang namanya buret. Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer. Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titrat ataupun titran. Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”. sedangkan zat yang telah diketahui . Dengan menggunakan data volume titran.reaksi tercapai. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya..

kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk memperoleh kurva titrasi. Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. indikator pH dapat digunakan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah “titik ekuivalent”. . Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). di mana fenolftalein akan berubah warna menjadi merah muda ketika larutan mencapai pH sekitar 8. sebagai contoh adalah fenolftalein.konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Dengan menggunakan data volume titrant. kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dalam titrasi asam-basa sederhana.2 atau melewatinya. volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant. sebagai contoh adalah fenolftalein. Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa. indikator pH dapat digunakan. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan. Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”. Dalam titrasi asam-basa sederhana. 1.2 atau melewatinya. Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. di mana fenolftalein akan berubah warna menjadi merah muda ketika larutan mencapai pH sekitar 8. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan.

Salah satu alasan tentunya adalah titrasi asam basa selalu diperkenalkan di hampir setiap laboratorium pendidikan yang menyelenggarakan praktikum. Penambahan indicator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes. diartikan “pengukuran menggunakan basa” yaitu pengukuran terhadap larutan asam bebas atau larutan garam yang berasal dari basa lemah dengan larutan basa yang telah diketahui konsentrasinya.2. Titrasi asam-basa tergolong pada dua metoda yaitu asidimetri dan alkalimetri. Alkalimetri yang secara kata berarti basa (alkali) dan pengukuran (metri).wordpress. hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan. . Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik ekuivalen. Asidimetri yang secara kata berarti asam (acid) dan pengukuran (metri). Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi. (http://mdesyra. Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perubahan warnanya dipengaruhi oleh pH.com/2012/03/23/titrasi-asam-basa/) Dengan banyak alasan titrasi asam basa adalah metoda titrasi yang paling populer. pada saat inilah titrasi kita hentikan. Indikator ditambahkan pada titrant sebelum proses titrasi dilakukan. Memakai indicator asam basa. diartikan “pengukuran menggunakan asam” yaitu pengukuran terhadap larutan basa bebas atau larutan garam yang berasal dari asam lemah dengan larutan asam yang telah diketahui konsentrasinya.

garam itu akan terhidrolisis sampai derajat tertentu dan larutan pada titik ekivalen akan sedikit basa atau sedikit asam. Jika asam atau basanya adalah elektrolit lemah. Larutan yang dititrasi dalam asidimetri-alkalimetri mengalami perubahan pH. dimana Jika titrasi dilakukan dengan asam maupun basa kuat yang juga merupakan elektrolit kuat maka larutan yang dihasikan akan netral dan mempunyai pH 7. Asam lemah – basa kuat 4. maka jika pH larutan dibuat grafik dengan volume . Asam kuat – garam dari asam lemah 5. Basa kuat – garam dari basa lemah Perbedaan dari jenis titrasi di atas terletak pada titik akhir titrasi. pH akhir dari larutan adalah saat titik ekivalen yang dapat dihitung dari tetapan ionisasi dari asam lemah atau basa lemah itu dan konsentrasi larutan. kondisi ini terjadi pada titik ekuivalen. sehingga titrasi asam basa dapat dilakukan terhadap: 1. Asam kuat – basa lemah 3.Karena asam terbagi menjadi asam kuat dan asam lemah. maka pH larutan mula-mula rendah dan selama titrasi terus-menerus naik. Misalnya bila larutan asam dititrasi dengan basa. Asam kuat – basa kuat 2. Bila pH ini diukur dengan pengukur pH (pH meter) pada awal titrasi ( yakni sebelum ditambah basa) pada waktu-waktu tertentu setelah titrasi dimulai. sebagaimana basa juga menjadi basa kuat dan basa lemah.

Sedangkan asam dititrasi dengan larutan baku basa kuat (NaOH dan KOH) yang titik akhir titrasi dapat ditetapkan dengan bantuan indikator asam basa yang sesuai atau secara potensiometri.html) Reaksi penetralan atau asidi-alkalimetri melibatkan titrasi basa bebas (basa yang terbentuk karena hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dengan suatu asam standar atau yang sering disebut asidimetri) dan reaksi asam bebas (asam yang terbentuk dari hidrolisis garam yang berasal dari basa lemah dengan suatu basa standar atau alkalimetri) yang reaksinya melibatkan bersenyawanya ion hidrogen dan ion hidroksida untuk membentuk air. Titrasi asam basa mengacu pada reaksi protolisis (perpindahan proton antar senyawa yang mempunyai sifat-sifat asam atau basa). Pengujian dan penetapan kadar tidak terlepas dari peran pentingnya suatu indikator untuk menunjukkan kesempurnaan reaksi kimia dalam analisis volumetri atau menunjukkan konsentrasi ion hidrogen (pH) larutan Larutan Perubahan warna yang terjadi pada penambahan indikator tertentu disebabkan oleh resonansi isomer elektron. Umumnya digunakan larutan baku asam kuat (HCl.com/catatan/titrasi-asam-basa. Reaksi asidi alkalimetri pada dasarnya melibatkan indikator asam basa yang akan berubah warnanya atau membentuk fluoresen atau kekeruhan pada suatu interval pH tertentu. H2SO4.titrant akan diperoleh grafik yang disebut kurva titrasi. dan HClO4) untuk titrasi basa. (http://catatankimia. Berbagai indikator mempunyai tetapan ionisasi yang .

(http://ian-smk- analis. termasuk diantaranya pengukuran secara volumetri.com/2009/12/analisa-volumetri.berbeda dan akibatnya mereka menunjukkan warna pada range pH yang berbeda pula. Rancangan alat volumetrik merupakan faktor penting dalam menjamin keseksamaan untuk memperoleh derajat ketelitian yang diinginkan dalam penetapan kadar.html) .blogspot.

BAHAN  Air Suling’  Asam asetat  Larutan NaOH  Indikator Fenolftalein  Larutan HCl . ALAT  Buret  Erlenmeyer  Gelas Ukur  Pipet tetes  Gelas Beker  Corong 2.V. ALAT DAN BAHAN 1.

alirkan larutan dan isi buret kembali.Tambahkan ke dalam Erlenmeyer masing-masing 25 ml air suling dan 3 tetes indicator fenolftalein.1 M kedalam setiap Erlenmeyer.Pipet 25 ml larutan HCl standar 0. PROSEDUR PERCOBAAN Cuci dengan baik biuret 50 ml. Cuci 3 erlenmeyer 259 ml dan kemudian bilas dengan air suling. Catat kedudukan awal larutan NaOH pada Erlenmeyer pada buret kemudian alirkan sedikit demi sedikit larutan NaOH pada Erlenmeyer pertama.Titik akhir tercapai bila warna merah jambu bertahan selama 30 detik setelah pencampuran. .VI.selanjutnya bilas dengan air suling. Keluarkan larutan buret dan ulangi proses pembilasan sekali atau dua kali dengan larutan NaOH. Isi buret dengan larutan hiingga skala 0.tutu ceratnya dan masukkan kira-kira 5 ml larutan NaOH yang akan distandarisasi.Miringkan dan putar nuret untuk membasahi permukaan buret.

kemudian dititrasi dengan larutan NaOH. basa. Jelaskan perbedaan titik akhir titrasi dan titik ekivalen! Jawab : a. b. dimana indicator akan memperlihatkan perubahan warna pada pH tertentu. Asam. Asam adalah zat yang larut dalam air dan menghasilkan ion Hidrogen. TUGAS PENDAHULUAN 1. Basa adalah zat yang larut dalam air dan menghasilkan ion Hidroksida. b. berapa molaritas larutan NaOH tersebut ? Jawab : Dik : massa Kalium Hidrogen Sitrat = 0. d. 2. Indikator adalah senyawa organic asam atau basa lemah yang memiliki warna molekul yang berbeda dengan warna ionnya. c. Apa yang dimaksud dengan : a. Sebanyak 0.7742 gram . titik ekivalen.7742 gram Kalium Hidrogen Sitrat dimasukkan ke dalam Erlenmeyer dan dilarutkan dengan air suling. d. ditandai dengan adanya perubahan warna yang belum konstan. Titik akhir titrasi merupakan titik dalam rekasi titrasi yang mana ditandai dengan adanya perubahan indicator.VII. c. b. 3. Titik ekivalen adalah titik dimana titer dan titran tepat bereaksi. ditandai dengan adanya perubahan warna yang belum konstan. Titik ekivalen merupakan titik dimana titer dan titran tepat bereaksi. indicator Jawab : a.

7742 gr/40 x 1000/33.576 M .Volume NaoH = 33.6 ml Dit : molaritas NaOH ? Penyelesaian : Molaritas NaOH = M = gram/ Mr x 1000/ vol = 0.6 ml = 0.

DATA HASIL PENGAMATAN Hasil Pengamatan Subjek Yang 25 ml HCl + 25 ml aquades + 3 tetes PP dititrasi dengan NaOH 10 ml asam cuka + 3 tetes PP dititrasi dengan NaOH bening No diamati 1 Warna sebelum titrasi Bening 2 Warna sesudah titrasi Merah mudah transparan Merah muda transparan 3 Volume NaOH awal (ml) 50 ml 27.7 25. 3 ml 2.VIII.7 ml 4 Volume NaOH akhir (ml) 27. 5 ml .2 ml 5 Volume NaOH yang digunakan 22.

3 2. M CH3COOH x V CH3COOH = M NaOH x V NaOH M CH3COOH x 10 = 0.112 x 2.3 M NaOH = 0.112 M 2.028 M .5 M CH3COOH x 10 = 0.IX. Perhitungan 1.5 = M NaOH x 22. Reaksi REAKSI DAN PERHITUNGAN NaOH + HCl NaOH + CH3COOH NaCl + H2O CH3COOHNa+H2O b. M HCl x V HCl = M NaOH x V NaOH 0. a.1 x 25 = M NaOH x 22. 28 M CH3COOH = 0.

sedangkan basa merupakan suatu spesies kimia (molekul atau ion) yang dapat menerima suatu proton dari spesies kimia yang lain atau dengan kata lain sebagai proton akseptor. yaitu larutan standar primer dan larutan standar sekunder. Menurut teori asam basa Arrhenius. asam adalah suatu spesies kimia (molekul atau ion) yang dapat mendonorkan suatu proton kepada spesies kimia yang lain atau dengan kata lain sebagai proton donor. teori asam basa Bronsted-Lowry. yaitu teori asam basa Arrhenius. dan basa merupakan suatu zat yang apabila terlarut dalam air akan menghasilkan ion OH-. sedangkan basa adalah suatu spesies yang dapat mendonorkan pasangan elektron bebas. Titrasi asam basa ini melibatkan asam maupun basa baik itu sebagai titer ataupun sebagai titrant. pada titrasi larutan dibagi menjadi dua.N. dan teori asam basa G.N. konsentrasinya diketahui dan mudah di dapat. asam merupakan suatu spesies yang dapat menerima pasangan elektron bebas. Asam basa itu sendiri dibagai berdasarkan atas beberapa teori asam basa.Lewis. asam merupakan suatu zat yang apabila terlarut dalam air dapat menghasilkan ion H+ (atau H3O+). Menurut teori asam basa G.Lewis.X. Menurut teori asam basa Bronsted-Lowry. Sedangkan larutan standar sekunder merupakan larutan yang mana konsentrasi larutannya belum . Pada percobaan kali ini. PEMBAHASAN Pada percobaan kali ini mengenai titrasi asam basa. Ciri – ciri dari larutan standar primer yaitu : mempunyai massa molekul yang tinggi. Larutan satndar primer merupakan larutan dimana konsentrasi larutan tersebut telah diketahui sehingga tidak perlu distandarisasi.

Indikator memiliki dua warna yang berbeda ketika dalam bentuk asam dan dalam bentuk basanya. Ciri – ciri dari larutan standar sekunder ini yaitu : memiliki massa molekul yang rendah dan higroskopis. pH trayek dari fenolftalein itu sendiri yaitu 8. didapat titik ekivalen dan titik akhir titrasi. Indikator adalah suatu senyawa organik kompleks merupakan pasangan asam dan basa konjugasi dalam konsentrasi yang kecil. indikator yang kami gunakan yaitu fenolftalein (PP) yang mengubah warna larutan dari larutan yang tidak berwarna menjadi larutan yang berwarna merah muda. ketika asam dan basa tepat habis bereaksi. Pada proses pencampuran antara titer dan titrant ( dimana pada percobaan ini titer yang digunakan adalah NaOH sedangkan titrant yang digunakan adalah HCl dan CH3OOH).diketahui sehingga perlu distandarisasi.5. Titik ekivalen adalah titik dimana asam dan basa tepat habis bereaksi. Indikator ini dapat disimpulkan berfungsi untuk menunjukkan bahwa telah terjadi reaksi yang sempurna antara analit dan pereaksi dengan adanya perubahan warna dari indikator. Pada percobaan kali ini. indikator tidak mempengaruhi pH larutan.3 sampai 10. . Sehingga pada titrasi HCl dengan NaOH maka ketika titik setara tercapai ( pH = 7) indikator fenolftalein belum berubah warna dan akan berubah warna ketika pH mencapai 8. namun perubahan warna yang terjadi belum konstan. Sedangkan titik akhir titrasi merupakan titik yang ditandai dengan perubahan warna indikator yang telah konstan. Perubahan warna ini sangat bermanfaat sehingga dapat dipergunakan sebagai indikator pH dalam titrasi.

Analisa yang digunakan pada percobaan mengenai titrasi asam basa ini adalah analisa volumetri. Dalam hal ini buret adalah alat pengukur volume yang digunakan dalam analisa volumetri. Analisa volumetri merupakan kuantitatif dimana kadar komponen dari uji ditetapkan berdasarkan volume pereaksi ( konsentrasi diketahui) yang ditambahkan ke dalam larutan zat uji hingga komponen yang akan ditetapkan bereaksi secara kuantitatif dengan pereaksi tersebut. Sehingga dalam teknik ini alat pengukur volume menjadi bagian terpenting. Atau dengan kata lain analisa volumetri merupakan teknik penetapan jumlah sampel melalui perhitungan volume. . Penetapan sampel dengan analisa volumetri ini didasari pada hubungan soikiometri sedrehana dari reaksi – reaksi kimia yang terjadi.

Indikator berfungsi untuk menunjukkan bahwa telah terjadi reaksi yang sempurna antar analit dan pereaksi dengan adanya perubahan warna dari indicator 2. Titik ekivalen adalah titik dimana asam dan basa tepat habis bereaksi.XI. Indikator yang digunakan pada percobaan kali ini yaitu fenolftalein (PP ) 3. 5. namun perubahan warna yang terjadi belum konstan. Pada titrasi larutan dibagi menjadi dua. Analisa yang digunakan adalah analisa volumetri . KESIMPULAN 1. yaitu larutan standar primer dan larutan standar sekunder 4.

16 WIB.DAFTAR PUSTAKA Petrucci.com/catatan/titrasi-asam-basa.blogspot. 2012. http://mdesyra. http://mira-rahayu.01 WIB Fazriansyah. titrasi asam basa. Jakarta : Erlangga.html. 2009. http://ian-smk analis. Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern Edisi Kesembilan Jilid I. S.html.58 WIB. Rahayu. Diakses pada tanggal 13 Desember 2012 pukul 19. dkk. Indralaya : Universitas Sriwijaya. Desyirma. Diakses pada tanggal 5 Desember 2012 pukul 17. Penuntun Praktikum Kimia Dasar I.wordpress. Mira.02 WIB . Analisa Volumetri. Tim Kimia Dasar. Diakses pada tanggal 5 Desember 2012 pukul 17. Hamdani. 2011. Titrasi Asam-Basa. 2012. 2012.blogspot.html. Titrasi Asam Basa. http://catatankimia.com/2009/12/analisavolumetri.com/2012/03/23/titrasi-asambasa/.com/2012/06/titrasiasam-basa. Diakses pada tanggal 5 Desember 2012 pukul 16.

GAMBAR ALAT Gelas ukur gelas beker statif Labu ukur pipet tetes erlenmeyer buret .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful