P. 1
Filsafat Ilmu - Metode Ilmiah

Filsafat Ilmu - Metode Ilmiah

|Views: 59|Likes:
Published by Wulan Sari Suhanto
Metode ilmiah dalam filsafat ilmu
Metode ilmiah dalam filsafat ilmu

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Wulan Sari Suhanto on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

Oleh : Rifki Aziz (09304241015) Nur Wulan Sari (09304241031) Dini Marsellia (09304241041) Adina Ratih D (09304241046) Wulan

Sari Suhanto (09304241048)

Pengetahuan ≠ Ilmu .

Metode Ilmiah adalah mekanisme atau cara mendapatkan pengetahuan dengan prosedur yang didasarkan pada suatu struktur logis yang terdiri atas tahapan kerja : Adanya kebutuhan objektif Perumusan masalah Pengumpulan teori Perumusan hipotesis Pengumpulan data/informasi/fakta Analisis data Penarikan kesimpulan  disebut daur logico-hypothetico-verifikatif .

.

why and how do …….... we do the research .. ? hasrat ingin tahu Ilmu Pengetahuan Penelitian 5 .masalah When.

Pendekatan Ilmiah : • Cari data di lapangan Amir makan apa ? • Periksa ke dokter • Tes laboratorium • Pengobatan • Kesimpulan : Amir Keracunan Pendekatan Non Ilmiah : • Pergi ke dukun • Penyembuhan • Kesimpulan : Amir kena guna-guna dari temen/musuhnya .

prasangka. serta pengambilan keputusan berdasarkan logika yang benar  Kesimpulan siap/terbuka untuk diuji oleh orang lain Contoh :  Penggunaan Metode Ilmiah Apa Perbedaanya ? Pendekatan Non Ilmiah :  Perumusan kabur atau abstrak  Masalah tidak selalu diukur secara empiris dan dapat bersifat supranatural/dogmatis  Jawaban tidak diperoleh dari hasil pengamatan data di lapangan  Keputusan tidak didasarkan pada hasil pengumpulan dan analisis data secara logis  Kesimpulan tidak dibuat untuk diuji ulang oleh orang lain Contoh :  Penggunaan akal sehat.Pendekatan Ilmiah :  Perumusan masalah jelas dan spesifik  Masalah merupakan hal yang dapat diamati dan diukur secara empiris  Jawaban permasalahan didasarkan pada data  Proses pengumpulan dan analisis data. intuisi. pendapat otoritas ilmiah dan pikiran kritis . penemuan secara kebetulan dan coba-coba.

menerima apa adanya Menghubungkan dua kejadian tanpa pengujian Tidak dapat diulang Non-Ilmiah Empiris Jelas. tidak sesuai Tidak valid. tidak reliabel Tidak ada Bias. subjektif Tidak kritis. sepsifik Dapat dibuktikan Sistematis.Metode Ilmiah dan Non-Ilmiah Aspek Pendekatan thd masalah Konsep/teori Hipotesis Observasi gejala Alat ukur Pengukuran Kontrol Pelaporan hasil penelitian Sikap peneliti Penyimpulan terhadap hubungan antar variabel Sifat peneltian Intuitif Ambigu Tidak dapat dibuktikan Tidak terkontrol. mencari bukti Mencari hubungan antar variabel secara sistematis Dapat diulang Ilmiah . seadanya Tidak akurat. terkontrol Akurat. sesuai Valid. reliabel Selalu dilakukan Tidak bias. tepat. objektif Kritis. operasional. tidak tepat. skeptis.

PERUMUSAN MASALAH PENYUSUNAN KERANGKA BERFIKIR PERUMUSAN HIPOTESIS PENGUJIAN HIPOTESIS PENARIKAN KESIMPULAN .

.

dengan logika deduktif sebagai sendi pengikatnya . • Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat umum menjadi hal yang bersifat khusus • Dunia rasional (deduktif) adalah koheren. logis. dan sistematis.•Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi hal yang bersifat umum •Dunia empirik (induktif) yang obyektif dan berorientasi kepada fakta sebagai mana adanya.

.

Sarana Berpikir Ilmiah Logika Matematika Statistika Metodologi Penelitian .

• Membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja pada suatu kesimpulan tanpa adanya bukti yang nyata.• Memupuk sifat objektif. teliti. • Menyadari bahwa kebenaran ilmu tidak bersifat mutlak. 2006) . (Bambang Ruwanto. dan sistematik • Mencintai kebenaran dan bersifat adil. dan berani membuat pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah yang benar. metodik. • Membimbing untuk bersikap optimis.

.. . kesimpulan yang dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi kebenaran yang baru. dan juga tidak dapat menjangkau untuk menguji adanya Tuhan.Tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik dan buruk atau sistem nilai.Kebenaran ilmiah bersifat tentatif  sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan maka kesimpulan itu dianggap benar. Sebaliknya. tentang seni dan keindahan.

Adalah proses pembuktian untuk hipotesis-hipotesis yang telah disusun melalui kegiatan Induksi.Adalah dugaan yang ditarik berdasarkan teori.Adalah hasil penelitian tersebut disusun ke dalam suatu teori yang umum .Metode Deducto-Hipotetico-Verivikatif Deduksi. atau pengalamanpengalaman Verivikasi.dogma.Berdasarkan pengalaman-pengalaman atau teori-teori atau dogma-dogma yang bersifat umum dilakukan dugaan-dugaan atau hipotesis Hipotesis.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->