MAKALAH

BENTUK LAHAN ASAL PROSES MARINE
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geomorfologi Umum

Oleh : SISKA ANGGRAENI (NIM.1207449) NURKHOLILAH ( NIM.1205761) ESTONIA RUS HERIKA (NIM. FENNY FEBRIANTI (NIM. 1205764) BRIAN WINANDA (NIM.15511) )

JURISAN GEOGRAFI-NK FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2012/2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah “Bentuk lahan asal Marine” dalam rangka memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah “Geomorfologi Umum”. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, mengenai isi maupun pemakaian bahasanya, sehingga kami memohon kritikan yang bersifat membangun untuk penulisan lebih lanjut. Mudah – mudahan makalah ini bermanfaat bagi para pembaca serta menambah pengetahuan bagi kita semua, dan kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia – Nya kepada kita semua.

Padang,

Oktober 2012

Penulis,

i

.................................3..........................................................................................22 ii .............2 Perkembangan Daerah Pantai dan Pesisir................................3 Pantai dan pesisir.................5 2.................................................................1 Definisi Bentuk Lahan Asal Proses Marine............4........... .......5 Jenis bentuk lahan asal proses Marine.................................................... Latar Belakang ...................3 Klasifikasi pantai menurut Sumampouw..3 BAB 2 BENTUK LAHAN ASAL MARINE...................4................... 4 2..14 BAB 3 PENUTUP.............................................................8 2...................................................................................................3...................................................................................................1 1...................1 Klasifikasi pantai menurut Jhonson.............................. 4 2. i Daftar Isi .........20 DAFTAR PUSTAKA...........2 1.................4 Klasifikasi Pantai 2...............................20 Kesimpulan .......................DAFTAR ISI Kata Pengantar ....................................................................2 Rumusan Masalah....................................................................8 2...............................2 Klasifikasi pantai menurut Shepard.14 2.................................... .......................1............1 1....................................14 2.....................................................................................4 Klasifikasi pantai menurut Valentin....................5 2.................................................................................................................................................................................... Tujuan ..............................................................................4.....ii BAB 1 PENDAHULUAN..............

seperti daerah perbukitan yang baik bentuk maupun ukurannya bervariasi / berbedabeda. tanah. air. tanah. Bentanglahan ialah sebagian ruang permukaan bumi yang terdiri atas sistemsistem. Geografi fisik mempelajari bentang lahan (landscape). yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia (Vink. 3. Bentanglahan merupakan gabungan dari bentuklahan (landform). dengan segala 1 . hewan. fauna. yaitu: (a) aspek visual dan (b) aspek estetika pada suatu lingkungan tertentu (Zonneveld. batuan.1 Latar Belakang Geomorfologi adalah mempelajari bentuklahan (landform). bahan pelapukan batuan. antara lain: 1. flora. Ada beberapa penulis yang memberikan pengertian mengenai bentanglahan. yang mencakup: bentuklahan. yaitu: udara. 1975). atau landscap (Belanda) dan landschaft (Jerman). yang dibentuk oleh interaksi dan interpen-densi antara bentuklahan. tetumbuhan. yang secara keseluruhan membentuk satu kesatuan (Surastopo. bentuklahan. 1983). yaitu bagian ruang dari permukaan bumi yang dibentuk oleh adanya interaksi dan interdependensi bentuk lahan. proses-proses yang menyebabkan pembentukan dan perubahan yang dialami oleh setiap bentuklahan yang dijumpai di permukaan bumi termasuk yang terdapat di dasar laut/samudera. dan manusia. tanah.BAB 1 PENDAHULUAN 1. vegetasi. energi dan manusia dengan segala aktivitasnya. yang secara umum berarti pemandangan. dengan aliran air sungai di sela-selanya (Tuttle. Arti pemandangan mengandung 2 (dua) aspek. 2. 2006). Bentuklahan merupakan kenampakan tunggal. air. dan atributatribut lain. 1979 / Widiyanto dkk. maka dapat diketahui bahwa terdapat 8 (delapan) unsur penyusun bentanglahan. udara. batuan. Berdasarkan pengertian bentanglahan tersebut. seperti sebuah bukit atau lembah sungai. laut tepi pantai. 1982). Kombinasi dari kenampakan tersebut membentuk suatu bentanglahan. Bentanglahan merupakan bentangan permukaan bumi dengan seluruh fenomenanya. Istilah bentanglahan berasal dari kata landscape (Inggris).

biotik (B). Dengan demikian. oseanik (O). Apa saja klasifikasi pantai menurut para ahli? 6. klimatik (K). 1.2 Rumusan Masalah 1. berdasarkan faktor-faktor pembentuknya. yang terdiri atas: faktor geomorfik (G). E. Proses marine mempunyai pengaruh yang sangat aktif pada daerah pesisir sepanjang pantai. litologik (L). pantai berkarang maupun pantai berlumpur.aktivitasnya. H. baik pada tebing curam. Apa pengertian bentuk lahan asal proses marin? 2. Aktivitas marine sering dipengaruhi aktivitas fluvial sehingga sering disebut sebagai fluvio – marine. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan bentang di daerah pantai? 4. B. O. pantai berpasir. L. edafik (E). bentanglahan (Ls) dapat dirumuskan : Ls = f (G. Kedelapan unsur bentanglahan tersebut merupakan faktorfaktor penentu terbentuknya bentanglahan. dan faktor antropogenik (A). Apa perbedaan pantai dan pesisir? 5. A) Keterangan : Ls : bentanglahan G : geomorfik L : litologik E : edafik K : klimatik H : hidrologik O : oseanik B : biotik A : antropogenik Pada makalah ini akan dibahas bentuk lahan asal proses marine yang dihasilkan oleh aktivitas gerakan air laut. Apa saja jenis bentuk lahan asal proses Marine? 2 . Bagaimana proses terjadinya bentuk lahan asal marine? 3. hidrologik (H). K.

Mengetaui klasifikasi pantai menurut para ahli 5. Mengetahui pengertian geomorfologi asal marin khususnya daerah pantai dan faktor-faktor yang ada di dalamnya. Mengetahui proses terjadinya bentuk lahan marine dan faktor-faktor yang menyebabkan perkembangan daerah pantai. Mengetahui perbedaan pantai dan pesisir 4. Mengetahui jenis bentuk lahan asal proses marine.1.3 Tujuan Masalah 1. 3. 2. 3 .

Pasang surut ini dapat mengerosi pantai apalagi kalu bersama – sama dengan gelombang / ombak. pantai berkarang. dan arus laut. tekstur. Ombak sesuai dengan arah angin dapat mengerosi pantai. 2. perkembangan bentang lahan daerah pantai juga dipengaruhi oleh: 1. Gerakan tersebut meliputi : 1. Kegiatan gelombang. pantai berpasir. 4. air. Apabila masyarakat mengetahui bahwa garis pantai bisa mengalami perubahan. Selain dipengaruhi oleh kedalaman laut. 3. maka akan muncul pemikiran-pemikiran agar pantai tersebut tetap bisa dinikmati keindahannya meskipun sudah mengalami perubahan. 3. Di Indonesia. (abrasi). dan komposisi batuan. naik turunnya permukaan laut setiap 6 jam 12. 2.BAB 2 BENTUK LAHAN ASAL MARINE 2. Arus.1 Definisi Bentuk Lahan Asal Proses Marine Geomorfologi marine adalah bentuk lahan yang dihasilkan olehproses marin berupa aktivitas/ gerakan air laut. patahan. pasang naik dan pasang surut. pantai yang ada pada umumnya dialih fungsikan sebagai tempat wisata yang notabene dapat membantu tingkat pendapatan suatu wilayah. Proses geomorfologi yang terjadi di daerah pantai tersebut yang disebabkan oleh tenaga dari luar. perbedaan suhu air laut dll. arus laut. Struktur. diastrofisme. Keadaan bentang alam atau relief dari daerah pantai atau daerah di daerah sekitar pantai tersebut. Pasang surut. es. 5. gelombang. dan sebagainya. baik pada tebing.5 menit sehingga interval naik turun memerlukan waktu 12 jam 25 menit. misalnya tenaga vulkanisme. aliran air laut yang disebabkan oleh angin. Proses geologi yang berasal dari dalam bumi yang mempengaruhi keadaan bentang alam di permukaan bumi daerah pantai. misalnya yang disebabkan oleh angin. 4 . pelipatan. serta kegiatan organisme yang ada di laut. maupun pantai berlumpur.

Gelombang Menurut Darsiharjo (1994: 17) Gelombang adalah ombak air permukaan yang dihasilkan oleh tiupan angin dipermukaan laut. perubahan muka air laut. glister yang mencapai permukaanlaut. dan pembentukan delta. hasil vulkannisme yang mencapai pantai. Medan yang terbentuk dari kombinasi dus proses ini bersifat spesifik. khususnya pada garis pantai di wilayah pesisir tersebut. Selain itu. biasanya tinggi dan terdapat diperairan yang dalam. bahkan ada diantaranya yang sampai puluhan kilometer masuk ke pedalaman. dan lain – lain sangat besar pengaruhnya terhadap kondisi medan pantai dan pesisir beserta karakteristik lainnya.Selanjutnya Darsiharjo mengemukakan bentuk gelombang berdasarkan tinggi gelombang dan kedalaman air. yaitu: 1) Airy: Bentuk gelombang diperairan yang dalam. pertumbuhan karang. a. gelombang tersebut dinamakan breaker(empasan). biasanya akan pecah. pasang-surut. perubahan relative ketinggian muka laut. berbagai proses lain seperti proses tektonik pada masa lalu. Ada beberapa tipe breaker menurut Galvin dalam Darsiharjo (1994: 31) sebagai berikut: solitarybiasanya tinggi dan terdapat di airybiasanya sangat rendah dan terdapat 5 . Menurut Tisnasomantri (1988: 19) ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan dan perkembangan pantai yaitu : gelombang. Gelombang yang datang ke pantai.2. erupsi gunung api. 3) Solitary: Bentuk gelombang perairan yang dangkal.2 Perkembangan Daerah Pantai dan Pesisir Pengaruh proses marin berlangsung intensif pada daerah pantai pesisir. sifat bagian daratan yang mendapat pengaruh proses marin. 2) Stokes: Bentuk gelombang stokes. arus. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Daerah pantai merupakan daerah yang masih terkena pengaruh dari aktifitas marin. Adakalanya proses marin di kawasan ini berkombinasi dengan proses angin (aeolin).

maka akan terbentuk arus menyusur pantai (longshore current). Sedimen yang diendapkan di pantai terdiri dari partikel-partikel 6 . Menurut Hutabarat dan Evans (1985: 87) arus merupakan gerakan air yang sangat cukup besar yang terjadi pada seluruh lautandi dunia. 2) Menunjam (plunging breaker): Bagian puncak dari gelombang yang melengkung merupakan ciri dari gelombang ini. Menurut Dahuri (1996: 6) pola arus yang datang ke pantai ditentukan oleh besarnya sudut yang dibentuk antara gelombang yang datang dengan garis pantai. Arus Gelombang yang datang ke pantai dapat menimbulkan arus pantai yang berpengaruh terhadap proses sedimentasi dan abrasi di pantai (Dahuri. Jika sudut datang cukup besar. Sedangkan jika sudut datang kecil atau sama dengan nol. Menurut Nontji (1987: 68) arus merupakan gerakan mengalir suatu masa air yang dapat disebabkan oleh tiupan angin atau karena perbedaan dalam densitas air laut atau dapat pula disebabkan oleh gerakan bergelombang panjang. b. seperti pantai berbatu. Arah arus dipengaruhi oleh rotasi bumi dan bentuk serta letak benuabenua. Berdasarkan pengertian arus yang dikemukakan oleh para ahli tersebut. Arus memegang peranan penting dalam proses sedimentasi. 1996). maka arus merupakan gerakan masa air yang luas disebabkan oleh tiupan angin. sedikit dikembalikan ke laut dan hanya sedikit gelombang baru yang ditimbulkan di perairanyang lebih dangkal.1) Melimpah (spilling breaker): Spilling breaker terdapat sepanjang pantai yang mempunyai kemiringan dasar landai. maka akan terbentuk arus meretas pantai (rip current). Dalam proses sedimentasi di pantai harus dibedakan menjadi dua yaitu longshore drifting dan beach drifting. 4) Menggelora (surging): Tipe surging breaker biasanya terdapat pada pantai dengan kemiringan dasar sangat curam. pecahnya perlahan-lahan ketika mencapai perairan dangkal. Gelombang mulai pecah pada jarak yang relative jauh dari pantai. 3) Meluruh (collapsing). perbedaan densitas air laut dan gelombang. Banyak energi yang dipecahkan dalam turbulensi.

a. yaitu: 1) Bersifat menghancurkan (destructive) 2) Bersifat membangun dengan cara pengendapan (konstruktif/deposisional) Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan erosi pantai: a) Gelombang dan arus laut merupakan penyebab utama erosi marine. b) Influk material dari daratan c) Macam dan resistensi batuan d) Kedalaman laut lepas pantai e) Keterbukaan pantai terhadap serangan ombak f) Aktifitas manusia dalam melindungi pantai. pasang-surut di Indonesia dapat dibagi menjadi empat jenis yakni pasang-surut harian tunggal (diurnal tide).yang berasal dari hasil pembongkaran batuan dan potongan kulit-kulit (shell) serta sisa rangka dari organism laut (Huatabarat dan Evans. menurunnya permukaan air laut maupun lainnya. Dilihat dari pola gerakan muka lautnya. pasang-surut harian ganda (semidiurnal tide). tenaga tektonik. serta mempengaruhi perkembangan wilayah pantai maupun pesisir tersebut. 1987: 92). Sedimen di pantai dapt diklarifikasikan menurut ukuran partikelnya dan menurut asal terjadinya. pasang surut.004 mm sampai ukuran boulder(batu yang berukuran besar yang berasal dari kikisan arus air). Pasang-Surut Pasang-surut adalah gerakan naik turunnya muka laut secara berirama yang disebabkan oleh gaya tarik bulan dan matahari (Nontji. pasang-surut campuran harian tunggal (mixed semidiurnal tide). Proses ini bekerja secara terus-menerus dan berpengaruh terhadap medan dan karakteristikya. Klarifikasi sedimen menurut ukuran partikelnya dapat diidentifikasi dengan skala wentworth mulai dari golongan partikel tanah liat dengan ukuran diameter kurang dari 0. yang tenaganya berasal dari ombak. 1986: 44). arus. 7 . Secara garis besar perkembangan pantai atau pesisir secara alami dapat dibedakan menjadi dua macam. Berbagai proses berlangsung di daerah pantai dan pesisir.

3) Inshore merupakan daerah dimana terjadinya gelombang pecah. (Triatmodjo. yaitu daerah dari garis gelombang pecah ke arah laut. Menurut Darsiharjo (1994:2) “pantai (shore) ialah mintakat (zone) antara shore line (tepi air laut pada saat surut rerata) sampai dengan batas tindakan gelombang kearah daratan pada saat pasang rerata”. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Gambar berikut : 8 . Menurut Hutabarat dan Evans (1985: 132) “pantai laut (seashore) adalah daerah yang terletak antara daratan dan lautan yang masih dipengaruhi oleh air pasang”. dapat ditarik kesimpulan bahwa pantai adalah suatu zona yang dimulai dari titik terendah air laut pada waktu surut hingga kearah daratan sampai batas paling jauh gelombang ke daratan. 2) Foreshore merupakan bagian pantai yang dibatasi oleh beach faceatau muka pantai pada saat surut terendah hingga uprushpada saat air pasang tinggi. Pantai adalah daerah di tepi perairan yang dipengaruhi oleh air pasang tertinggi dan air surut terendah.2. 1999).3 Pantai dan Pesisir Ada beberapa pengertian pantai yang dikemukakan oleh para ahli. Dari beberapa pengertian pantai menurut para ahli.memanjang dari surut terrendah sampai ke garis gelombang pecah. Daerah di sekitar pantai dibagi dalam beberapa bagian seperti berikut: 1) Backshore merupakan bagian dari pantai yang tidak terendam air laut kecuali bila terjadi gelombang badai. 4) Offshore yaitu bagian laut yang terjauh dari pantai (lepas pantai).

1999) Coast atau pesisir adalah daerah mulai dari pantai ke arah darat sampai batas yang kurang jelas. Batas wilayah pesisir arah daratan ditentukan oleh : a. yang ditentukan berdasarkan seberapa jauh pengaruh pasang air laut. Pengaruh kegiatan bahari (sosial). 2. seberapa jauh flora yang suka akan air akibat pasang tumbuh dan seberapa jauh pengaruh air laut ke dalam air tanah tawar.Gambar : batas daerah pantai (Triatmodjo. Perbedaan dari masing-masing jenis pantai tersebut umumnya disebabkan oleh kegiatan gelombang dan arus laut. sedangkan arah ke laut dibatasi oleh proses alami serta akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan di darat. Daerah pesisir ini mempunyai kemiringan lereng yang landai dengan luas yang tidak begitu besar pada daerah tepi pantai yang sebagian besar merupakan daerah pantai terjal.4 Klasifikasi Pantai Antara pantai yang satu dengan garis pantai yang lainnya mempunyai perbedaan. ke arah darat dibatasi oleh pengaruh fisik air laut dan sosial ekonomi bahari. Menurut bakosurtanal 1990. b. pengertian wilayah pesisir (coast) adalah suatu jalur saling pengaruh antara darat dan laut yang memiliki ciri geosfer yang khusus. 9 . Pengaruh sifat fisik air laut. Sedangkan coastline adalah garis batas antara pesisir dengan pantai. seberapa jauh konsentrasi ekonomi bahari (desa nelayan) sampai ke arah daratan.

pantai dapat dibedakan menjadi empat macam berdasarkan genesanya: 1. Untuk mengetahui apakah laut mengalami penenggelaman atau tidak dapat dilihat dari keadaan pantainya. Ciri khas dari bagian pantai yang tenggelam ini yaitu panjang. sempit. Lembah sungai yang tenggelam Pada umumnya lembah sungai yang tenggelam ini disebut estuarium. Disebut pantai tenggelam karena permukaan air berada jauh di bawah permukaan air yang sekarang. Hal ini terjadi karena permukaan bumi pada daerah tertentu dapat mengalami pengangkatan atau penurunan yang juga dapat mempengaruhi keadaan permukaan air laut.1 Menurut Johnson. Pantai yang Tenggelam (Shoreline of submergence) Shoreline of submergence merupakan jenis pantai yang terjadi apabila permukaan air mencapai atau menggenangi permukaan daratan yang mengalami penenggelaman. sedangkan pantainya disebut pantai ria. Pantai fjords ini terbentuk apabila daratan mengalami penurunan secara perlahan-lahan.4. pantai yang tenggelam dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis pantai tersebut antara lain: a. Fjords atau lembah glasial yang tenggelam ini terjadi akibat pengikisan es. dimana daerahnya 10 . dan kadang-kadang memiliki sisi yang landai. Hal ini dapat dilihat dari bentuk pantai yang berbeda sebagai akibat dari pengaruh gelombang dan arus laut. Pengaruh ini sangat terlihat di daerah pantai dan pesisir. penenggelaman pantai juga bisa terjadi akibat penenggelaman daratan. Lembah sungai ini dapat mengalami penenggelaman yang disebabkan oleh pola aliran sungai serta komposisi dan struktur batuannya. tebingnya terjal dan bertingkat-tingkat. Fjords (lembah glasial yang tenggelam) Fjords merupakan pantai curam yang berbentuk segitiga atau berbentuk corong. Naik turunnya permukaan air laut selama periode glasial pada jaman pleistosin menyebabkan maju mundurnya permukaan air laut yang sangat besar. lautnya dalam.2. Selain itu. Bentang lahan ini banyak terdapat di pantai laut di daerah lintang tinggi. b. Pada bentang lahan yang disebabkan oleh proses geomorfologi.

(3) Kipas alluvial. fault line scraps. yaitu: (1) Delta. yang menyebabkan terbentuknya pantai yang cekung ke luar. (2) Merupakan hasil kegiatan aliran lava (lava flow). Tanah Hijau. Bentuk pengendapan sungai Bentuk pengendapan sungai dibedakan menjadi beberapa macam. dan ukurannya lebih kecil bila dibandingkan dengan delta. d. Pengangkatan pantai ini dapat diketahui dari gejala-gejala yang terdapat di lapangan dengan sifat yang khas. Bentuk pengendapan glacial Bentuk pengendapan ini disebabkan oleh proses pencairan es. pantai terjal (cliffs). e. Alaska. c.mengalami pembekuan di musim dingin. serta sungainya tidak bercabang-cabang. fault line scraps (bidang patahan yang sudah tidak asli). fault scraps. biasanya terdapat di daerah pedalaman. (2) Dataran banjir. dan sebagainya. Bentuk permukaan hasil kegiatan gunung api Jenis pantai yang disebabkan oleh kegiatan gunung api ini dapat dibedakan menjadi dua macam. 2. yang menyebabkan terbentuknya pantai yang cembung ke luar. Bentuk permukaan hasil diastrofisme Bentuk kenampakan ini dapat diilustrasikan sebagai fault scraps (bidang patahan). yaitu bentuk pengendapan sungai seperti segitiga. Setelah mengalami penenggelaman. serta gua-gua pantai (caves). Misalnya di Chili. dan hocgbacks. yaitu endapan sungai di pantai yang berbentuk segitiga dan cembung ke arah laut. Norwegia. Pantai yang Terangkat (Shoreline of emergence) Pantai ini terjadi akibat adanya pengangkatan daratan atau adanya penurunan permukaan air laut. 11 . dan dinding graben akan langsung menjadi pantai. f. graben (terban). Terdapatnya bagian atau lubang dataran gelombang yang terangkat Di daerah ini banyak dijumpai teras-teras pantai (stacks). yaitu: a. lengkungan tapak (arches). yaitu sungai yang terdapat di kanan dan kiri sungai yang terjadi setelah sungai mengalami banjir. yaitu: (1) Merupakan hasil kegiatan kerucut vulkanis (mound).

4. Terdapatnya teras-teras gelombang Teras gelombang ini terbentuk pada saat permukaan air mencapai tempattempat di mana teras tersebut berada. Terdapatnya gisik (beaches) Gisik yaitu tepian laut yang terdapat di atas permukaan air laut yang terjadi karena adanya pengangkatan dasar laut. e. terumbu karang. pengendapan. d. 3.2 Klasifikasi pantai menurut Shepard (1948) Klasifikasi ini dikaitkan pada bermacam-macam faktor yang berhubungan dengan pembentukannya dan perbedaan bentuk-bentuk awal (initial) dan bentukbentuk sequential (berikutnya) 1. pengangkatan. 4. dan sebagainya.b. Pantai Majemuk (Compound shorelines) Jenis pantai ini terjadi sebagai gabungan dua atau lebih proses di atas. Pantai Primer Pantai ini berstadium muda dan dihasilkan oleh proses bukan asal laut (non marine agencies) 12 . gumuk-gumuk pasir. plain hanyutan. gunung api. Pantai yang Netral (Neutral shoreline) Jenis pantai ini terjadi di luar proses penenggelaman dan pengangkatan. Teras-teras ini merupakan batas permukaan air. Apabila dasar laut yang dangkal tersebut sekarang mengalami pengangkatan. c. misalnya pantai yang terjadi pada delta. Garis pantai yang lurus (straight shoreline) Erosi gelombang dan pengendapannya pada laut dangkal cenderung menurunkan bentang lahan dan menyebabkan dasar laut dasar laut yang dangkal menjadi datar. 2. Berarti dalam suatu daerah bisa terjadi proses penenggelaman. Terdapatnya laut terbuka Laut terbuka ini terjadi karena adanya dasar laut yang terangkat. maka garis pantai yang terbentuk akan kelihatan lurus. dan jenis pantai yang merupakan hasil dari sesar (patahan).

2) Pantai amblesan vulkanik dan pantai kaldera d. misal pantai Ria 2) Tengelamnya lembah-lembah glacial (droconet glasial-erotion coast). Pantai yang terbentuk oleh pengendapan asal daratan 1) Pantai hasil pengendapan fluvial a) pantai delta b) pantai daratan alluvial yang turun. Pantai karena erosi dari daratan.a. misal pantai fyord. Pantai Sekunder Mempunyai stadiunm dewasa dan dihasilkan oleh proses-proses laut a. Bentuk pantai karena erosi laut yang di cirikan: 1) Pantai yang berliku-liku karena erosi gelombang 2) Pantai terjal yang lurus karena erosi gelombang b. 1) Pantai yang terbentuk karena patahan 2) Pantai yang terbentuk karena lipatan 2. bentuk pantai tidak teratur.misal pantai Semarang 2) Pantai pengendapan glacial a) Sebagai moena tergelam b) Sebagai drumline yang tergelam c) Pantai yang karena pengendapan pasir oleh angina (prograding sand Dune) c. Cirinya :jika lavanya basa. b.erosi oleh sungai maupun glacial sebelum mengalami pengangkatan. kalau asam bentuk pantai teratur. Bentuk pantai karena pengendapan laut yang di cirikan 1) pantai yang lurus karena pengendapan gosong pasir (bars) yang memotong teluk 2) Pantai yang maju karena pengendapan laut 3) Pantai dengan gosong pasir lepas pantai (offshore bars dan Offshore spit) 13 . Bentuk pantai akibat aktivitas vulkanik 1) Pantai yang dipengaruhi oleh aliran lava masa kini. Pantai yang terbentuk akibat adanya pengaruh diatropisma atau tektonik. 1) Pantai erosi fluvialyang tenggelam.

bentuk medan datar.4. 2. Pantai Batu Ukuran butir sedimen kerikil atau campuran. 2.4. banyak pengendapan. bentuk medan landai. lahan umumnya tertutup rapat oleh vegetasi. menjadi tiga. berhadapan dengan gelombang besar secara langsung. et al (2000) membagi pantai berdasarkan ukuran butiran sedimen pantai. Penyusutan daratan Pantai mundur disebabkan pantai tenggelam atau retrogradasi oleh erosi. bentuk medan landai sampai terjal. tidak ada atau sedikit pengendapan dari sungai. sedangkan bagian bawahnya umumnya aliran sungai dan gelombang laut 14 .2. c. berhadapan dengan gelombang yang tidak terlalu besar. terlindung dari gelombang.4 Klasifikasi pantai menurut Valentin. Tebing Terjal Pesisir yang bertebing terjal di daerah tropika basah seperti Indonesia pada umumnya menunjukkan kenampakan yang mirip dengan lereng dan lembah pengikisan di daerah yang bertebing terjal di daerah tropika basah seperti Indonesia pada umumnya menunjukkan kenampakan yang mirip dengan lereng dan lembah pengikisan di daerah pedalaman. b. Pantai Pasir Ukuran butir sedimen pasir atau campuran.5 Jenis Bentuk Lahan Asal Proses Marine 1. bentuk medan. b. Sebatas daerah di atas ombak. Pertambahan daratan Pantai maju dapat disebabkan oleh pengangkatan pantai atau progradasi oleh deposisi. Pantai Lumpur Ukuran butiran sedimen adalah debu/lempung atau campuran. 1952 (Sutikno.3 Klasifikasi Pantai menurut Sumampouw Sumampouw.yaitu: a. ada pengendapan. 1999) dasar klasifikasinya adalah perkembangan garis pantai maju atau mundur: a.

Jika batuan penyusun daerah ini berupa batu gamping atau batuan lain yang banyak memiliki sistem retakan (joints). Tebing terjal (cliff) b. dan gelombang mengikis bagian tebing ini sehingga membentuk bekas abstrasi seperti: a. Rataan gelombang (platforms) dan bentuk lainnya Daerah pesisir yang bertebing terjal. khususnya pada pantai yang aktif proses abrasinya. Aktivitas pasang surut. Kebanyakan pasirnnya berasal dari daerah pedalaman yang terangkut oleh aliran sungai kemudian terbawa arus laut sepanjang pantai dan selanjutnya 15 . Bergerak Tebing menggantung c. Adakalanya tempat muncul air tawar ini justru berada di bawah permukaan air laut. pantai selatan Jawa.berupa singkapan batuan. pantai Sulawesi dan pantai Selatan pulau-pulau Nusa Tenggara. air dari daerah pedalaman mengalir melalui sistem retakan tersebut dan muncul di daerah pesisir. berkelok-kelok. pesisir bertebing terjal terutama di sepanjang pantai barat Sumatera. Tanjung timur. Di Indonesia. pantai biasanya berbatu-batu. Gisik Pantai Endapan pasir yang berada di daerah pantai umumnya memiliki lereng landai. Lombok Timur 2. Pantai tangsi. dan terdapat pula banyak longsor lahan. Proses longsor lahan ini juga menjadikan bentuk tebing bergerak mundur.

maka gisik atau pantai berpasir dapat dijumpai di sekitar muara sungai. Oleh karena material asalnya dari sungai. daerah pesisir bergisik 16 . maka ukuran butir yang lebih besar berada dekat muara sungai dan berangsur-angsur semakin menjauhi muara sungai. Oleh karena material penyusunnya terutama pasir. Daerah bagian belakang dari pesisir bergisik kebanyakan memiliki betting (=ridges=gundukan memanjang) yang umumnya terdiri dari beberapa jalur. Pasir yang berasal dari bahan-bahan vulkanik pada umumnya berwarna gelap (hitam atau kelabu) sedangkan yang berasal dari coral atau batu gamping berwarna kuning atau putih. dan garis pantainya relatif lurus. Sesuai dengan tenaga pengangkutnya. tetapi tidak banyak terdapat di Indonesia. ukuran butiran semakin halus.dihempas gelombang ke darat. Pantai berpasir kuarsa juga berwarna cerah. Ciri ini menandakan daerah pantai yang tumbuh.

Innopphylum. pandan.bersifat porous. pada pantai yang relatif dangkal. Hanya jenis tumbuhan tertentu saja yang dapat tumbuh pada lingkungan semacam ini yaitu jenis casuarina. tumbuhan bakau pada rawa payau dapat memecahkan gelombang dan menghalangi 17 . hampir sama dengan spit tapi disini bars menghubungkan headland yang satu dengan yang lain d) Daratan yang cukup luas. Beberapa kenampakan pantai bergisik akibat hasil pengendapan (deposisional) seperti : a) Spit. yaitu endapan pantai dengan satu bagian tergabung dengan dataran dan bagian yang lain sedikit menjorok ke laut. dan Barringtonia. c) Bars. Material penyusun umumnya berbutir halus dan medan ini berkembangnya pada lokasi yang gelombangnya kecil atau terhalang. Rawa payau Rawa payau juga mencirikan daerah pesisir yang tumbuh (accretion). calophylum. dan kebanyakan berair asin. Gambar : Rawa Payau Umumnya rawa payau ditumbuhi bakau (mangrove) dari berbagai jenis. tidak subur. tetapi ada pula yang diusahakan dengan pembuatan tambak (kolam) untuk pemeliharaan ikan khususnya jenis bandeng dan udang. proses sedimentasi merupakan penyebab bertambahnya daratan pada medan ini. Jenis tumbuhan ini berakar panajng dan tahan kering. tersusun oleh endapan pasir atau kerikil 3. b) Tembolo yaitu endapan tipis yang menghubungkan pulau dengan daratan.

Menurut Bird dan Ongkosongo (1990) karang dapat tumbuh dan berkembang baik pada kondisi: a) Air jernih.Batas teratas dari Bakau setinggi batas air pasang maksium. b) Suhu tidak pernah kurang dari 18ºC c) Kadar garam antara 27-38 bagian per seribu d) Laut tenang. udang. gelombang tidak. Daerah Terumbu karang Terumbu karang terbentuk oleh aktivitas binatang karang dan jasad renik lainnya. Fungsi hutan bakau adalah: a) Perlindungan pantai dari abrasi b) Penahan perembesan air asin ke daratan c) Tempat perlindungan hewan dan ikan d) Tempat perkembangbiakan ikan.di belakangnya nipah.tumbuhan rawa air tawar atau hutan lahan basah.gelombang besar akan merusak tubuh karang yang rapuh dan menghambat pertumbuhannya dan e) Sirkulasi air cukup lancar untuk persediaan oksigen Gambar : terumbu karang Bentuk-bentuk terumbu karang 18 .dan pantainya mengalami agresi (tumbuh) pada pantai yng mengalami agresi.tanpa sedimen. dan kepiting e) Penghasil kayu f) Pariwisata 4.umumnya terdapat urutan (seguence) tumbuhan yang ada yaitu bakau di paling depan.dasar laut cukup keras.pengikisan.

yang terendapkn sepanjang garis-garis pantai oleh pengerjaan angin dan kenampakan endapannya mempunyai ciri khas baik tingginya maupun pelamparannya. (karang tanggul adalah pulau karang seperti tanggul dan letaknya dimuka pantai yang di pisahkan oleh lagoon.daerah pantai dan sebagainya. pantai Parang Ndok Yogyakarta 19 .berupa gundukan dimana Terbentuknya teratur. Cincin karang (atol) adalah mrupakan hasil kombinasi proses aktivitas binatang karang dengan proses tektonik yang berupa “subsidence” (tanah turun).dihasilkan oleh arah umum angin yang bekerja pada suatu daerah.Gumuk pasir ini dapat terbentuk di daerah-daerah yang endapannya lepaslepas seperti pada daerah gurun. c) Atol (krang cincin) adalah pulau karang yang terbentuk seperti cincin.pulau-pulau karang yang terangkat puing dan pasir koral di lepas pantainya. Gumuk pasir merupakan akumulasi dari pasir-pasir yang lepas. b) Barier reef . 5 . Proses tektonik sering berpengaruh pula terhadap pertumbuhan terumbu karang.terumbu karang yang muncul kepermukaanbanyak terdapat di indonesia.a) Fringing reef (karang pantai) yaitu karang tumbuh langsung melekat (berimpit)dengan pantai atau genangan laut antara terumbu dengan daratan. Gumuk pasir.Gumuk pasir umumnya terdapat endapan Gumuk pasir adalah akumulasi pasir lepas.

ini biasanya berasal dari sedimentasi sungai yang bermuara ke daerah tersebut e) Vegetasi pantai dan f) Terdapatnya bukit penghalang 20 .Dalam suatu pembentukan gumuk pasir harus terpenuhi beberapa Persyarat yaitu: a) Adanya dasar pantai yang datar/landai b) Adanya angin yang berhembus dengan kecepatan tetap c) Adanya sinar matahari yang kontinyu d) Adanya akumulasi pasir cukup banyak.

maupun pantai berlumpur. Pantai yang terangkat c. karang. 3) Menurut Shepard (1948): Pantai Primer Pantai Sekunder Menurut Sumampouw berdasarkan ukuran butir sedimen pantai: a. Pantai adalah suatu zona yang dimulai dari titik terendah air laut pada waktu surut hingga kearah daratan sampai batas paling jauh gelombang ke daratan. glister yang mencapai permukaanlaut. baik pada tebing. pantai berpasir. berdasarkan genesanya a. arus. sedangkan arah ke laut dibatasi oleh proses alami serta akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan di darat. Pantai Netral d. Menurut bakosurtanal 1990. pengertian wilayah pesisir (coast) adalah suatu jalur saling pengaruh antara darat dan laut yang memiliki ciri geosfer yang khusus. Geomorfologi marine adalah bentuk lahan yang dihasilkan oleh proses marin berupa aktivitas/ gerakan air laut. sifat bagian daratan yang mendapat pengaruh proses marin. Pantai Majemuk 2) a. pasang-surut. perubahan relative ketinggian muka laut. Pantai batu b. 5.BAB 3 PENUTUP KESIMPULAN 1. Pantai yang tenggelam b. 4. pertumbuhan 3. Pantai pasir c. b. 2. pantai berkarang. Pantai Lumpur 21 . dan pembentukan delta. ke arah darat dibatasi oleh pengaruh fisik air laut dan sosial ekonomi bahari. Klasifikasi pantai 1) Menurut Johnson (1919). hasil vulkannisme yang mencapai pantai. Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan dan perkembangan pantai yaitu : gelombang.

Proses tektonik sering berpengaruh pula terhadap pertumbuhan terumbu karang. berdasarkan perkembangan garis pantai: a. 3) Rawa Payau mencirikan daerah pesisir yang tumbuh (accretion).dihasilkan oleh arah umum angin yang bekerja pada suatu daerah 22 . Penyusutan daratan 6. Pertambahan daratan b.berupa gundukan dimana Terbentuknya teratur. Proses sedimentasi merupakan penyebab bertambahnya daratan pada medan ini. 5) Gumuk Pasir Gumuk pasir adalah akumulasi pasir lepas.4) Menurut Valentin (1952). Jenis Satuan bentuk lahan asal proses Marine (M) secara garis besar : 1) Tebing terjal Tebing batuan di pinggir laut akibat pengikisan (abrasi) 2) Gisik pantai Daerah peralhan antaa darat dan laut yang terbentuk oleh atau dipengaruhi proses marine. baik dari bahan pengikisan tebing maupun dari bahanbahan yang dibawa sungai ke laut. 4) Daerah terumbu karang Terumbu karang terbentuk oleh aktivitas binatang karang dan jasad renik lainnya.

Jurnal Geografi. Departemen Geografi UI. http://sekerasbatu. 02(7). http://enenkq. Sutarman dan Triyatno.Bsmbsng.blogspot. diakses 9 Oktober 2012 23 .DAFTAR PUSTAKA 1. “Karakteristik beberapa Pantai Potensial di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Depok.html. Damayanti. Astrid. Teknik Pantai. 2012. Geomorfologi Umum.blogspot. 2001.blogspot. http://gaulmahageo1g. Yogyakarta : Fakultas Teknik UGM 4.com/2012/01/geomorfologi-dalam- geografi-fisik.com/2009/04/konsep-dasar-dan-pengertian- bentang. Karim. diakses 9 Oktober 2012 6. Triatmodjo.html. 2. diakses 9 Oktober 2012 5. hal 8-17.com/2012/06/bentuk-lahan-marine. Padang: UNP 3. 1999.html.

24 .