MATA KULIAH WAKTU DOSEN TOPIK

Kesehatan Reproduksi

Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya

Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya

2

SUB TOPIK
Infertilitas Seksual Transmited Desease (STD)/ Infeksi menular seksual

OBJEKTIF PERILAKU SISWA
Setelah perkuliahan ini mahasiswa dapat menjelaskan tentang: 1. 2. Infertilitas Seksual Transmited Desease (STD)/ Infeksi menular seksual

REFERENSI
1. 2. 3.
4. 5.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Dirjen Pembinaan Kesehatan Ida Bagus Gde manuaba, 1999, Memahami Kesehatan reproduksi wanita, Area EGC Jakarta. Masyarakat, 1996, “Kesehatan Reproduksi di Indonesia”, Jakarta. Mohamad, Kartono, 1998, “Kontradiksi Dalam Kesehatan Reproduksi”, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, PPK-UGM, dan Ford Foundation, 1995, “Hak-hak reproduksi dan kesehatan reproduksi, terjemahan bahasa Indonesia Implication of the ICPD programme of action Chapter VII, Yogyakarta.

6. 7. 8.

Wahid, Abdurrahman, dkk, 1996, “Seksualitas, Kesehatan Reproduksi dan Ketimpangan Gender”, Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. Wattie, Anna Marie,1996, “Kesehatan Reproduksi dasar pemikiran, pengertian dan implikasi”, Pusat Penelitian Kependudukan UGM, Yogyakarta. Wattie, Anna Marie, 1996. “Telaah Aspek-Aspek Sosial Dalam Persoalan Kesehatan Reproduksi”, Pusat penelitian Kependudukan UGM, Yogyakarta. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Bunga rampai Obstetri dan Ginekologi Sosial, Jakarta. Kesehatan Reproduksi

9.

Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya

3

1. INFERTILITAS
adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk mencapai kehamilan setelah selama 1 tahun melaksanakan hubungan seksual secara teratur dan tidak menggunakan alat kontrasepsi. Infertilitas primer adalah istilah yang digunakan jika pasangan suami istri sama sekali belum pernah memiliki anak. Jika sebelumnya pasangan suami istri pernah memiliki anak (minimal 1 kali kehamilan), tetapi kehamilan berikutnya belum berhasil dicapai,

Kesehatan Reproduksi

sperma bergerak ke dalam epididimis (suatu saluran berbentuk gulungan yang terletak di puncak testis menuju ke testis belakang bagian bawah) dan disimpan di dalam epididimis sampai saat terjadinya ejakulasi. sperma bergerak ke vas deferens dan duktus ejakulatorius. sperma dibuat terus menerus di dalam testis (buah zakar). Sel yang belum terspesialisasi memerlukan waktu sekitar 72-74 hari untuk berkembang menjadi sel sperma yang matang.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 4 Penyebab a. faktor pria 1. cairan yang dihasilkan oleh vesikula seminalis ditambahkan pada sperma dan membentuk semen. Dari testis kiri dan kanan. Di dalam duktus ejakulatorius. yang kemudian mengalir menuju ke uretra dan dikeluarkan ketika ejakulasi. Proses pembuatan sperma disebut spermatogenesis. Dari epididimis. Kesehatan Reproduksi . Masalah pada sperma : Pada pria dewasa.

Faktor lain yang mempengaruhi jumlah sperma adalah pemakaian marijuana atau obat-obatan (misalnya simetidin. berkurangnya pergerakan sperma dan meningkatkan jumlah sperma yang abnormal di dalam semen.5 (lebih rendah dari suhu tubuh). Testis bisa tetap berada pada suhu tersebut karena terletak di dalam skrotum (kantung zakar) yang berada diluar rongga tubuh. Pembentukan sperma yang paling efsisien adalah pada suhu 33. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut sehingga bisa terjadi kemandulan: a. Peningkatan suhu di dalam testis akibat demam berkepanjangan atau akibat panas yang berlebihan bisa menyebabkan berkurangnya jumlah sperma. Kesehatan Reproduksi . spironolakton dan nitrofurantoin).Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 5 Kesuburan seorang pria ditentukan oleh kemampuannya untuk mengantarkan sejumlah sperma yang normal ke dalam vagina wanita.

b. 5. c. Ejakulasi retrograd juga bisa terjadi akibat kelainan fungsi saraf. Varikokel merupakan kelainan anatomis yang paling sering ditemukan pada kemandulan pria. Varikokel adalah varises (pelebaran vena) di dalam skrotum. Pembentukan jaringan parut akibat penyakit menular seksual. Disfungsi ovulasi (kelainan pada proses pelepasan sel telur oleh ovarium/sel telur). Kekurangan hormon 4. yaitu semen mengalir ke dalam kandung kemih dan bukan ke penis. 2. Kesehatan Reproduksi . Sel telur yang dilepaskan ini siap dibuahi oleh sperma yang berasal dari pria. Ejakulasi retrograd terjadi jika semen mengalir melawan arusnya. Penyakit serius pada testis atau penyumbatan atau tidak adanya vas deferens (kiri dan kanan) bisa menyebabkan azospermia (tidak terbentuk sperma sama sekali. 2. Impotensi 3. Jika di dalam semen tidak terdapat fruktosa (gula yang dihasilkan oleh vesikula seminalis) berarti tidak terdapat vas deferens atau tidak terdapat vesikula seminalis atau terdapat penyumbatan pada duktus ejakulatorius. Ovulasi adalah pelepasan sel telur dari ovarium (indung telur). GnRH Kadang terjadi akibat dilepaskannya (donadotropin-releasing hormone) oleh hipotalamus. Jaringan parut akibat penyakit menular seksual atau endometriosis.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 6 b. Jika seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi (amenore). Varikokel bisa menghalangi pengaliran darah dari testis dan mengurangi laju pembentukan sperma. Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum menstruasi hari pertama. Polusi lingkungan. d. Faktor wanita: 1. Kelainan ini lebih sering ditemukan pada pria yang telah menjalani pembedahan panggul (terutama pengangkatan prostat) dan pria yang menderita diabetes. maka dicari terlebih dahulu penyebabnya lalu dilakukan ovulasi pengobatan tidak untuk merangsang tidak terjadinya ovulasi.

Selama fase folikuler. Kekurangan gizi. Tumor. Lendir ini juga berfungsi memperpanjang kelangsungan hidup sperma. terjadi peningkatan hormon estradiol sehingga lendir lebih jernih dan elastis dan bisa ditembus oleh sperma. Kelainan hormon. Bisa terjadi kelainan struktur maupun fungsi tuba falopii. risiko infertilitas juga meningkat pada: 1. 6. . 3. 6. 7. Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual) Penyakit menular seksual Pernah menderita penyakit peradangan panggul (setelah menderita penyakit ini. 8. Kelainan pada tuba falopii.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 7 3. 5. 7. 9. 10-15% wanita menjadi mandul) Pernah menderita orkitis atau epididimitis (pria) Gondongan (pria) Varikokel (pria) Pemaparan DES (dietil stilbestrol) (pria maupun wanita) Siklus menstruasi anovulatoir Kesehatan Reproduksi 4. 8. 5.Pengikatan tuba pada tindakan sterilisasi. Infeksi panggul. Lendir pada serviks bertindak sebagai penyaring yang menghalangi masuknya bakteri dari vagina ke dalam rahim. Kista ovarium. 10. Kelainan lendir servikal (lendir reher rahim). Lendir pada serviks adalah kental dan tidak dapat ditembus oleh sperma kecuali pada fase folikuler dari siklus menstruasi. 2. Selain faktor yang berhubungan dengan usia. 4.Infeksi Endometriosis . Kelainan sistem pengangkutan dari leher rahim ke tuba falopii (saluran telur). Selanjutnya sperma menuju ke rahim lalu ke tuba falopii dan terjadilah pembuahan di tuba falopii. Penyebab yang utama adalah: .

4. lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7. Pengukuran suhu tubuh basal. elastis dan licin. lendir menjadi basah. 8. Pada fase ovulatoir. 2. Histerosalpingografi (HSG) untuk menilai sistem transport dari serviks melalui . kecepatan pergerakan dan bentuk sperma.51O Celsius berarti sedang terjadi ovulasi. lendir tampak seperti pohon pakis. Biopsi endometrium Biopsi testis (jarang dilakukan) Kadar LH (luteinizing hormon) untuk memperkirakan saat ovulasi dan membantu menentukan waktu untuk melakukan hubungan seksual. Kesehatan Reproduksi 7. 11. 9. 3. 6. Setiap pagi. sebelum beranjak dari tempat tidur. Bila dilihat dengan mikroskop. dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita. rahim sampai ke tuba falopii. 11. Dalam keadaan normal. Progestin challenge Kadar hormon pada suami dan istri. 5. suami tidak boleh melakukan ejakulasi. 10.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 8 9. jika terjadi peningkatan sebesar 0. 2-3 hari sebelum menjalani pemeriksaan ini. pergerakan. Postcoital test (PCT). Kadar progesteron serum. Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi. Endometriosis Kelainan pada rahim (mioma) atau penyumbatan leher rahim Penyakit menahun (misalnya diabetes Diagnosa Dilakukan pemeriksaan fisik dan pengumpulan riwayat kesehatan dari suami dan istri. Memperhatikan perubahan pada lendir servikal. 10. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah: 1.6-10 cm tanpa terputus. Analisa semen untuk menilai volume dan kekentalan semen serta menilai jumlah. PCT dilakukan untuk menilai interaksi antara sperma dan lendir servikal dengan cara menganalisa lendir servikal yang dikumpulkan dalam waktu 2-8 jam setelah melakukan hubungan seksual.

Penyakit menular seksual yang paling sering menyebabkan kemandulan adalah gonore dan klamidia. Kemandulan akibat gondongan bisa dicegah dengan menjalani immunisasi gondongan. Immunisasi gondongan telah terbukti mampu mencegah gondongan dan Tanpa pengobatan. IUD tidak dianjurkan untuk dipakai pada wanita yang belum pernah memiliki anak. Pemeriksaan panggul (pada wanita) untuk menentukan adanya kista atau tidak. Beberapa jenis teknik perawatan untuk masalah Kesehatan Reproduksi . 14. Histeroskopi. Kedua penyakit ini pada awalnya mungkin tidak menunjukkan gejala dan gejala baru timbul setelah terjadinya penyakit peradangan panggul atau salpingitis. Peradangan menyebabkan pembentukan jaringan parut pada tuba falopii lalu terjadi penurunan kesuburan. 15-20% kasus pada komplikasinya pada pria (orkitis). Pencegahan Infertilitas seringkali disebabkan oleh penyakit menular seksual. kemungkinan penyebabnya bisa diketahui. akhirnya akan mengalami kehamilan. Beberapa jenis alat kontrasepsi memiliki resiko kemandulan yang lebih tinggi (misalnya IUD). kemandulan absolut atau kehamilan di luar kandungan. sebaiknya Anda bertanya secara lebih dalam kepada ahli medis yang menangani masalah Anda. Prognosis Sekitar 85-90% kasus. 13. Sebelum memutuskan memilih jenis teknik perawatan untuk masalah infertilitas atau ketidaksuburan.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 9 12. karena itu dianjurkan untuk menjalani perilaku seksual yang aman guna meminimalkan resiko kemandulan di masa yang akan datang. Tanyakan apa saja kerugian dan keuntungan dari masingmasing teknik untuk Anda maupun pasangan. Pengobatan yang tepat (tidak termasuk teknik modern seperti fertilisasi in vitro) memungkinkan terjadinya kehamilan pada 50-60% pasangan yang sebelumnya didiagnosis mengalami kemandulan. Laparoskopi untuk melihat rongga panggul. Serta tanyakan berbagai risiko yang bisa terjadi bagi Anda dan pasangan.

b. Prosesnya dilakukan dengan mengambil sel telur dari ovarium atau indung telur wanita lalu dipertemukan dengan sel sperma pria yang sudah dibersihkan. GIFT (Gamete Intrafallopian Transfer) GIFT yang merupakan singkatan dari Gamete Intrafallopian Transfer merupakan teknik yang mulai diperkenalkan sejak tahun 1984. Cairan semen yang mengandung sperma diambil dengan alat tertentu dari seorang suami kemudian disuntikkan ke dalam rahim isteri sehingga terjadi pembuahan dan kehamilan. Dengan menggunakan alat yang bernama laparoscope. sebagai Biasanya dokter akan menganjurkan inseminasi buatan langkah pertama sebelum menerapkan terapi atau perawatan jenis lainnya. Inseminasi Buatan Inseminasi buatan atau artificial insemination (sering disingkat sebagai AI) dilakukan dengan memasukkan cairan semen yang mengandung sperma dari pria ke dalam organ reproduksi wanita tanpa melalui hubungan seks atau bukan secara alami.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 10 ketidaksuburan atau infertilitas yang memiliki tingkat keberhasilan cukup tinggi di antaranya yaitu: Tekhnik reproduksi buatan a. Tujuannya untuk menciptakan kehamilan. sel telur dan sperma yang sudah dipertemukan tersebut dimasukkan ke dalam tuba falopi atau tabung falopi wanita melalui irisan kecil Kesehatan Reproduksi .

Proses ini dilakukan dengan cara mengumpulkan sel telur dari indung telur seorang wanita lalu dibuahi di luar tubuhnya. Mula-mula sel telur wanita dan sel sperma dibuahi di media pembuahan di luar tubuh wanita. Lalu setelah terjadi pembuahan. hasilnya yang sudah berupa embrio dimasukkan ke dalam rahim melalui serviks d. Sehingga diharapkan langsung terjadi pembuahan dan kehamilan. Kemudian setelah sel telur dibuahi. ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) ICSI atau Intracytoplasmic Sperm Injection dilakukan dengan memasukkan sebuah sel sperma langsung ke sel telur. Dengan teknik ini. dimasukkan kembali ke tuba falopi atau tabung falopi melalui pembedahan di bagian perut dengan operasi laparoskopik.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 11 di bagian perut melalui operasi laparoskopik. IVF (In Vitro Fertilization) IVF atau In Vitro Fertilization dikenal juga sebagai prosedur bayi tabung. c. SEKSUAL TRANSMITED DESEASE (STD) / PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Kesehatan Reproduksi . sel sperma yang kurang aktif maupun tidak matang dapat digunakan untuk membuahi sel telur. e. 2. ZIFT (Zygote Intrafallopian Transfer) ZIFT atau Zygote Intrafallopian Transfer merupakan teknik pemindahan zigot atau sel telur yang telah dibuahi. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik IVF dan GIFT.

3. Sifilis. terbukti dari data yang diperoleh terlihat setiap tahun tidak kurang dari 250 kasus baru ditemukan dan dari jumlah tersebut 30-50% merupakan penyakit-penyakit yang tergolong PMS. terutama yang paling populer di antaranya adalah Sifilis dan Gonorrhoe. makin banyak juga ditemukan jenis-jenis penyakit baru. 4.Dari tahun ke tahun insiden PMS bisa dikatakan semakin meningkat.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 12 Penyakit kelamin sudah lama dikenal di beberapa negara. Disebabkan oleh Bakteri : Gonorrhoe. Karena pada kenyataanya penyakit-penyakit tersebut tidak hanya mengenai juga organ-organ yang lain. Kondiloma Akuminata Disebabkan oleh Jamur : Kandidiasis Vaginosis Disebabkan oleh Parasit : Scabies. 2. Pertama sekali penyakit ini sering disebut ‘Penyakit Kelamin’ atau Veneral Disease. pecandu narkotika. tetapi sekarang sebutan yang paling tepat adalah Penyakit Hubungan Seksual/ Seksually Transmitted Disease atau secara umum disebut Penyakit Menular Seksual (PMS). Pencegahan PMS Kesehatan Reproduksi . Peningkatan Insident tersebut secara tidak langsung juga terjadi karena semakin banyaknya kelompok perilakuperilaku berisiko tinggi. Hepatitis B. Vaginosis Bakterial Disebabkan Virus : AIDS. Herpes Genitalis. dll. Urethritis. kaum homoseksual. PSK (Pekerja Seks Komersial). Defenisi PMS Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah : Suatu gangguan/ penyakit-penyakit yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak atau hubungan seksual. Beberapa Penyakit Menular Seksual yang sering ditemukan di Indonesia antara lain: 1. A. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan. Pedikulosis Pubis B. seperti : anak-anak usia remaja. sehingga istilah Penyakit Kelamin yang dulu banyak disebut sudah dianggap tidak sesuai lagi dan diubah menjadi Seksually Transmited Disease (STD) atau Penyakit Menular Seksual (PMS).

b. Alasan utamanya adalah: Kesehatan Reproduksi . berbau dan gatal pada wanita keluar darah di luar masa menstruasi dll C. D. 2. 6. 9. yaitu: a. 7.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 13 Prinsip utama dari pengendalian Penyakit Menular Seksual secara prinsip ada dua. Infeksi yang menyebar 5. Pencegahan yang bisa dilakukan antara lain : a. benjolan atau lecet di sekitar alat kelamin gatal atau sakit di sekitar alat kelamin bengkak atau merah di sekitar alat kelamin rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil buang air kecil lebih sering dari biasanya demam. Gejala awal yang menjadi pertanda PMS. Bayi lahir dengan kelahiran yang tidak seharusnya. diare dan keringat malam hari keluar cairan dari alat vital yang tidak biasa. 3. diantaranya : B. kulit menguning dan rasa nyeri sekujur tubuh kehilangan berat badan. 1. Komplikasi dari PMS (termasuk AIDS) antara lain : 1. Kemandulan baik pria atau wanita 2. Tidak melakukan hubungan seks· tidak berganti-ganti pasangan· menggunakan kondom setiap hubungan seks Menghindari transfusi darah dengan donor yang tidak jelas asal-usulnya Kebiasaan menggunakan alat kedokteran maupun non medis yang steril b. 8. 4. 5. atau terinfeksi PMS E. Memutuskan rantai penularan infeksi PMS Mencegah berkembangnya PMS serta komplikasi-komplikasinya. seperti lahir sebelum cukup umur. Perempuan lebih rentan tertular PMS dibandingkan dengan laki-laki. berat badan lahir rendah. Kehamilan di luar rahim 4. lemah. Kanker leher rahim pada wanita 3. c.

Jenis-jenis PMS 1. Bakteri ini melekat dan menghancurkan membran sel epitel yang melapisi selaput lendir terutama epitel yang melapisi kanalis endoserviks dan uretra. epydydymis. GO atau kencing nanah 2. Herpes kelamin 4. anus. Infeksi ekstra genital di faring. Setelah terinokulasi. Untuk dapat menular. Tidak munculnya gejala dapat menyebabkan infeksi meluas dan menimbulkan komplikasi 3. maka perempuan tsb pun bisa terinfeksi 2. Saat berhubungan seks. HIV/AIDS 1. Klamidia 3. tuba fallopi . Jika perempuan terinfeksi PMS. Banyak orang — khususnya perempuan dan remaja — enggan untuk mencari pengobatan karena mereka tidak ingin keluarga atau masyarakat tahu mereka menderita PMS.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 14 1. dan rongga peritonium pada perempuan. infeksi dapat menyebar ke prostat. uertra. harus terjadi kontak langsung mukosa ke mukosa. endometrim. Penularan dari laki-laki ke perempuan lebih sering terjadi dari pada penularan dari perempuan ke lakilaki karena lebih luasnya selaput lendir yang terpajan dan eksudat yang berdiam lama di fagina. F. dinding vagina dan leher rahim langsung terpapar oleh cairan sperma. Sifilis atau raja singa 5. dan testis pada pria. Jengger ayam 6. dan rektum dapat dijum[pai pada kedua jenis kelamin. Kesehatan Reproduksi . dia tidak selalu menunjukkan gejala. vesikula seminalis. Jika sperma terinfeksi oleh PMS. vas deferens. GONORE Definisi infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri doplococcus gramnegatif Neisseria gonorrhoeae.

Apusan positif bila ditemukan diplokoccus gram negatif intra sel.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 15 Epidemiologi Angka infeksi paling tinggi pada kaum muda. gatal-gatal pada anus sedangkan pada perempuan. dengan yang tertinggi pada perempuan berusia 15-19 tahun dan laki-laki berusia 20-24 tahun. dan tenesmus. Untuk memastikan diagnosis harus dilakukan pembiakan dari semua kemungkinan tempat infeksi. Infeksi ekstragenital yang bersifat primer atau sekunder lebih sering dijumpai karena berubahnya paraktek-praktek seksual. gejala dan tanda timbul dalam 7-21 hari yang dimulai dengan sekret vagina. Pada pemeriksaan. dan limfodenopati leher. dan pada laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis. nyeri rectum. gatal. Infeksi gonokokus di farinhg lebih sering asimptomatik tapi dapat juga menyebabkan faringitis dengan eksudat mukopurulen. serviks tampak edematous dan rapuh dan drainase mukopurulen dari ostium. uji-uji nonbiakan misalnya deteksi antigen dengan antibodi imunofluerensensi lansung (DFA) dan enzyme imunosorbent assay (EIA) kurang dikembangkan dan jarang digunakan. Kesehatan Reproduksi . Uji-uji amplikasi DNA dengan metode reaksi berantai polimerase (PCR) dan reaksi berantai ligase (LCR) lebih sensitif dibandingkan biakan bakteri dan dapat digunakan sekret vagina atau serviks dan dapat digunakan urin . demam. sering berkemih dan malaise. nyeri abdomen. Pemeriksaan diagnostik Gonore dapat didiagnosis dengan cepat dengan pewarnaan gram terhadap apusan eksudat yang diambil dari tempat infeksi. didikuti oleh sekret yang purulen. Gejala dan tanda pada laki-laki dapat muncul 2 hari setelah pajanan dan mulai dengan uretritis. disuria. Gejala dan tanda Respon peradangan yang cepat disertai dekstruksi sel menyebabkan keluarnya sekret purulen kuning kehijauan khasdari uretra pada pria dan ostium serviks pada perempuan.

Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 16 Terapi Gonorea dapat disembuhkan dengan penisilin mulai tahun 1940-an. Kesehatan Reproduksi . Semua kontak seksual pasien yang terinfeksi harus dievaluasi dan ditawarkan terapi profilaktik. Penyebab Bakteri Treponema pallidum. Gejala Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi. 2. Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit. Seseorang yang pernah terinfeksi oleh sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali. kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Terapi yang saat ini direkomendasikan adalah golonga sefalosporin dan fluorokuinolon . Sifilis Definisi Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Sifilis juga bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan. bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat. namun sekarang banyak brkembang galur-galur gonorea yang resisten panisilin. Dalam beberapa jam.

Sekitar 10% penderita mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai nyeri. Tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru. Cangker berawal sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu ulkus (luka terbuka). leher rahim. lidah. 2. Fase Sekunder. Ruam ini bisa berlangsung hanya sebentar atau selama beberapa bulan. ruam ini akan menghilang. Meskipun tidak diobati. Luka biasanya membaik dalam waktu 3-12 minggu dan sesudahnya penderita tampak sehat secara keseluruhan. Sejumlah kecil penderita mengalami peradangan pada selaput otak (meningitis sifilitik akut). yang menyebabkan sakit kepala.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 17 rata-rara 3-4 minggu. Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala. Fase Primer. yang tersering adalah pada penis. bibir. Kelenjar getah bening terdekat biasanya akan membesar. tetapi kadang-kadang terbentuk beberapa ulkus. Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan jantung. Biasanya penderita hanya memiliki1 ulkus. Sekitar 50% penderita memiliki pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya dan sekitar 10% menderita peradangan mata. jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya. tetapi kadang terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur. Fase sekunder biasanya dimulai dengan suatu ruam kulit. Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan: 1. Pada fase sekunder sering ditemukan luka di mulut. tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular. tanpa disertai nyeri. Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri (cangker) pada tempat yang terinfeksi. rektum. vulva atau vagina. kerusakan otak maupun kematian. yang muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah terinfeksi. Peradangan ginjal bisa menyebabkan bocornya protein ke dalam air kemih. Peradangan hati bisa menyebabkan sakit kuning (jaundice). Luka tersebut tidak mengeluarkan darah. juga tanpa disertai nyeri. kaku kuduk dan Kesehatan Reproduksi . Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga seringkali tidak dihiraukan. Cangker juga bisa ditemukan di anus. tenggorokan.

Diagnosa Diagnosis fisik. Di daerah perbatasan kulit dan selaput lendir serta di daerah kulit yang lembab. Gejala ini terbagi menjadi 3 kelompok utama : . Daerah ini sangat infeksius (menular) dan bisa kembali mendatar serta berubah menjadi pink kusam atau abu-abu. Biasanya muncul 10-25 tahun setelah infeksi awal. . Tulang juga bisa terkena. kehilangan nafsu makan. bisa terbentuk daerah yang menonjol (kondiloma lata). gagal jantung atau kematian. demam dan anemia. . Bisa terjadi aneurisma aorta atau kebocoran katup aorta. Kesehatan Reproduksi ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 18 ketulian. Diagnosis pasti ditegakkan berdasarkan hasil pemeriskaan laboratorium dan pemeriksaan Gejala lainnya adalah merasa tidak enak badan (malaise). 4. Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya. Fase Laten. tetapi yang paling sering adalah pada kaki dibawah lutut. menyebabkan nyeri menusuk yang sangat dalam yang biasanya semakin memburuk di malam hari. lelah. batang tubuh bagian atas. sehingga pada kulit kepala tampak gambaran seperti digigit ngengat. mual. tumbuhnya perlahan. Benjolan ini bisa ditemukan di hampir semua bagian tubuh. menyembuh secara bertahap dan meninggalkan jaringan parut. Fase Tersier. Setelah penderita sembuh dari fase sekunder. Hal ini bisa menyebabkan nyeri dada. 3. Rambut mengalami kerontokan dengan pola tertentu.Sifilis kardiovaskuler. wajah dan kulit kepala. penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali. Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita. Benjolan yang disebut gumma muncul di berbagai organ. Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul . Pada saat ini jarang ditemukan.Sifilis tersier jinak. Gejala bervariasi mulai ringan sampai sangat parah.

2. karena itu penderita sebaiknya menghindari hubungan seksual sampai penderita dan mitra seksualnya telah selesai menjalani pengobatan. dilakukan pungsi lumbal guna mendapatkan contoh cairan serebrospinal. yang digunakan untuk memperkuat hasil tes penyaringan yang positif. prognosis untuk sifilis fase primer.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 19 Ada 2 jenis pemeriksaan darah yang digunakan: 1. diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksan antibodi. mereka perlu menjalani pengobatan. Mereka harus menjalani tes penyaringan antibodi dan jika hasilnya positif. Prognosis Setelah menjalani pengobatan. semua mitra seksualnya dalam 3 bulan terakhir terancam tertular. Pada fase tersier. Pemeriksaan ini lebih akurat. Pada sifilis fase sekunder. Pada fase primer atau sekunder. Pengobatan Penderita sifilis fase primer atau sekunder bisa menularkan penyakitnya. Salah satu dari pemeriksaan ini adalah tes FTA-ABS (fluorescent treponemal antibody absorption). Untuk neurosifilis. Prognosis untuk sifulis fase tersier Kesehatan Reproduksi . Antibiotik terbaik untuk semua fase sifilis biasanya adalah suntikan penisilin. diagnosis sifilis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap cairan dari luka di kulit atau mulut. Mungkin perlu dilakukan tes ulang karena pada beberapa minggu pertama sifilis primer hasilnya bisa negatif. Tes penyaringan : VDRL (venereal disease research laboratory) atau RPR (rapid plasma reagin). Tes penyaringan ini mudah dilakukan dan tidak mahal. Pemeriksaan antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis. Bisa juga digunakan pemeriksaan antibodi pada contoh darah. sekunder dan fase laten adalah baik. semua mitra seksualnya dalam 1 tahun terakhir terancam tertular. Pada sifilis fase primer.

HSV-2 biasanya ditularkan melalui hubungan seksual.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 20 pada hati atau otak adalah buruk. 3. karena kerusakan yang telah terjadi biasanya tidak dapat diperbaiki. kulit di sekeliling rektum atau daerah di sekitarnya yang disebabkan oleh virus herpes simpleks. Kedua jenis virus herpes simpleks tersebut bisa menginfeksi kelamin. Gejala awal Kesehatan Reproduksi . sedangkan HSV-1 biasanya menginfeksi mulut. Etiologi: Penyebabnya adalah virus herpes simpleks. Luka herpes biasanya tidak terinfeksi oleh bakteri. Ada 2 jenis virus herpes simpleks yaitu HSV-1 dan HSV-2. kulit di sekeliling rektum atau tangan (terutama bantalan kuku) dan bisa ditularkan ke bagian tubuh lainnya (misalnya permukaan mata). tetapi beberapa penderita juga memiliki organisme lainnya pada luka tersebut yang ditularkan secara seksual (misalnya sifilis atau cangkroid). Herpes Genitalis Herpes Genitalis adalah suatu penyakit menular seksual di daerah kelamin. Gejala Gejala awalnya mulai timbul pada hari ke 4-7 setelah terinfeksi.

Luka akan membaik dalam waktu 10 hari tetapi bisa meninggalkan jaringan parut. yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang terasa nyeri. lebih lama dan lebih meluas dibandingkan gejala berikutnya dan mungkin disertai dengan demam dan tidak enak badan. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. sehingga gejala dari virus kedua tidak terlalu berat. diambil apusan dari luka dan dibiakkan di laboratorium. kesemutann dan sakit. maka lepuhan dan luka bisa terbentuk di sekitar anus atau di dalam rektum. Diagnosa Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya. Untuk memperkuat diagnosa. lepuhan dan luka bisa terbentuk di vulva dan leher rahim. Tetapi kedua virus bisa menimbulkan penyakit di kedua daerah tersebut.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 21 biasanya berupa gatal. luka herpes bisa sangat berat. Penderita bisa mengalami kesulitan dalam berkemih dan ketika berjalan akan timbul nyeri. lepuhan dan luka bisa terbentuk di setiap bagian penis. HSV-1 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf wajah dan menyebabkan fever blister atau herpes labialis. karena virus menetap di saraf panggul terdekat dan kembali aktif untuk kembali menginfeksi kulit. Pada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita infeksi HIV). Pemeriksaan darah bisa menunjukkan adanya antibodi terhadap virus. Infeksi awal oleh salah satu virus akan memberikan kekebalan parsial terhadap virus lainnya. termasuk kulit depan pada penis yang tidak disunat. Luka yang terbentuk biasanya menimbulkan nyeri dan membentuk keropeng. menetap selama beberapa minggu atau lebih dan resisten terhadap pengobatan dengan asiklovir. Jika penderita melakukan hubungan seksual melalui anus. Kesehatan Reproduksi . HSV-2 mengalami pengaktivan kembali di dalam saraf panggul. Pada pria. menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada wanita. Gejala-gejalanya cenderung kambuh kembali di daerah yang sama atau di sekitarnya. Kelenjar getah bening selangkangan biasanya agak membesar. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil. Gejala awal ini sifatnya lebih nyeri.

Kesehatan Reproduksi . biasanya 2 hari setelah timbulnya gejala.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 22 Pengobatan Tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes genitalis. Obat ini juga bisa meringankan gejala pada fase awal. tetapi pengobatan bisa memperpendek lamanya serangan. Pengobatan akan efektif jika dimulai sedini mungkin. Tetapi pengobatan dini pada serangan pertama tidak dapat mencegah kambuhnya penyakit ini. Jumlah serangan bisa dikurangi dengan terus menerus mengkonsumsi obat anti-virus dosis rendah. Asikovir atau obat anti-virus lainnya bisa diberikan dalam bentuk sediaan oral atau krim untuk dioleskan langsung ke luka herpes. Obat ini mengurangi jumlah virus yang hidup di dalam luka sehingga mengurangi resiko penularan.

Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 23 Kesehatan Reproduksi .

dengan dinding sel yang tidak terlalu kuat. Uretritis lainnya disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 24 4. Gejala Biasanya antara 4-28 hari setelah berhubungan intim dengan penderita. tetapi bisa berkembang biak di luar sel. tetapi kadang-kadang disebabkan oleh Trichomonas vaginalis atau virus herpes simpleks. Penyebab Chlamydia trachomatis menyebabkan sekitar 50% infeksi uretra yang bukan disebabkan gonore pada laki-laki dan infeksi leher rahim (serviks) penghasil nanah yang bukan disebabkan gonore pada wanita. Ureaplasma adalah bakteri yang sangat kecil. yang merupakan suatu bakteri yang menyerupai mikoplasma. bakteri yang menyebabkan gonore. Uretritis Non-Gonokokus & Servisitis Klamidialis Uretritis Non-Gonokokus dan Servisitis Klamidialis merupakan penyakit menular seksual yang biasanya disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Ureaplasma urealyticum (pada laki-laki). Infeksi ini disebut non-gonokokus untuk menunjukkan bahwa infeksi ini bukan disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae. seorang Kesehatan Reproduksi . Chlamydia merupakan bakteri kecil yang hanya bisa berkembangbiak di dalam sel.

kehamilan ektopik (di luar kandungan) dan kemandulan. Timbul rasa sakit waktu berkemih. yang bisa menyebabkan penyumbatan aliran air kemih. Infeksi pembungkus hati dan daerah di sekeliling hati. yang bisa menyebabkan nyeri pada buah zakar. bisa menyebabkan demam dan batuk. Diagnosa Pada kebanyakan kasus. bisa menyebakan nyeri mata dan belekan 4. bisa menyebabkan nyeri perut bagian atas 3. nyeri di perut bagian bawah. Epididimitis : infeksi pada epididimis. Pada pagi hari. Striktur uretra : penyempitan uretra. infeksi oleh Chlamydia trachomatis bisa didiagnosis Kesehatan Reproduksi . Konjungtivitis. Infeksi ini menyebabkan rasa nyeri dan keluarnya lendir dan nanah yang berwarna kekuningan. b. Konjungtivitis : infeksi pada bagian putih mata. Komplikasi 1. Pada bayi baru lahir. bisa menyebabkan nyeri mata dan belekan. Pneumonia. beberapa diantaranya mengalami urgensi (desakan) berkemih yang lebih sering. Pria. rasa nyeri ketika berkemih. Infeksi saluran telur. nyeri pada saat berhubungan intim dan keluarnya lendir kekuningan dan nanah dari vagina. tetapi lebih encer daripada nanah gonore. Kadang-kadang penyakit ini dimulai lebih dramatis. frekuensi berkemih menjadi lebih sering dan dari uretra keluar nanah. bisa menyebabkan nyeri. Biasanya akan keluar nanah dari penis. Wanita. a. lubang penis sering tampak merah dan melekat satu sama lain karena nanah yang mengering.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 25 pria akan mengalami perasaan terbakar yang ringan ketika berkemih. 2. Meskipun kebanyakan penderita wanita tidak menunjukkan gejala. Pada pria dan wanita. Nanahnya bisa jernih atau agak keruh. Hubungan seksual melalui mulut atau dubur dengan penderita bisa menyebabkan infeksi tenggorokan atau infeksi dubur.

maka diagnosis infeksi Chlamydia atau Ureaplasma sering ditegakkan berdasarkan gejalanya yang khas disertai bukti yang menunjukkan tidak adanya gonore. Pada sekitar 20% penderita. Karena pembiakannya sulit dan teknik diagnostik yang lainnya mahal. telah menjadi penyebab utama kematian pada anak-anak. minimal selama 7 hari atau diberikan azitromisin dosis tunggal. 5.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 26 berdasarkan hasil pemeriksaan cairan dari penis atau leher rahim di laboratorium. infeksi kembali kambuh setelah penderita menjalani pengobatan. jika tidak diobati. infeksi Chlamydia trachomatis akan membaik dalam waktu 4 minggu. AIDS adalah suatu keadaan dimana penurunan sistem kekebalan tubuh yang didapat menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit sehingga terjadi infeksi. Stadium akhir dari infeksi HIV adalah AIDS. Seseorang yang terinfeksi oleh HIV mungkin tidak menderita AIDS. Prognosis Pada sekitar 60-70% penderita. Tetrasiklin tidak boleh diberikan kepada wanita hamil. beberapa jenis kanker dan kemunduran sistem saraf. Infeksi HIV yang berakhir menjadi AIDS. sedangkan yang lainnya baru menimbulkan gejala beberapa tahun setelah terinfeksi. Pengobatan Biasanya diberikan antibiotik tetrasiklin atau doksisiklin per-oral (melalui mulut). Pada tahun 1995 CDC (Centers for Disease Control and Prevention) telah menerima laporan tentang jumlah anak yang terinfeksi Kesehatan Reproduksi . Infeksi HIV Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu infeksi virus yang secara progresif menghancurkan sel-sel darah putih dan menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Infeksi Ureaplasma urealyticum tidak dapat didiagnosis secara spesifik dengan pemeriksaan medis yang biasa.

pembesaran hati dan limpa. Infeksi oportunistik virus. terdiagnosis menderita AIDS pada usia 3 tahun. Infeksi HIV dan AIDS terutama menyerang dewasa muda. Pertumbuhan yang jelek. pembengkakan dan peradangan kelenjar liur di pipi 2. pembengkakan kelenjar getah bening. Ketika anak masih berada dalam kandungan Pada saat proses persalinan berlangsung Melalui ASI. Infeksi jamur yang menetap atau berulang (thrush) di mulut atau daerah yang tertutup popok 3. jamur dan parasit 5. penurunan berat badan. pneumonia dan meningitis) 4. Kesehatan Reproduksi . 3 cara penularan virus kepada anak-anak: 1. gejalanya baru timbul beberapa tahun kemudian. sedangkan pada 80-90% kasus. Infeksi bakteri berulang (misalnya infeksi telinga tengah.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 27 oleh HIV pada saat lahir. anak-anak atau remaja hanya sekitar 2%. 3. yaitu sebanyak 5500 anak. diare yang menetap atau berulang. Gejala Infeksi sebelum selama atau segera setelah lahir. Pada 10-20% kasus. tidak langsung menampakkan gejala. Gejala awal yang biasa ditemukan pada anak yang terinfeksi HIV: 1. Keterlambatan atau kemunduran perkembangan sistem saraf. gejala baru timbul pada saat anak berumur 1-2 tahun. Sekitar 50% anak-anak yang terinfeksi HIV. 2. demam yang berlangsung lama atau berulang. Penyebab Penyebab terjadinya infeksi HIV adalah virus HIV-1 atau virus HIV-2 (lebih jarang).

Pada anak-anak yang terinfeksi oleh HIV. kerusakan otak yang progresif menyebabkan anak mengalami gangguan atau keterlambatan perkembangan. 20% dari mereka mengalami penurunan kemampuan sosial dan berbahasa serta penurunan pengendalian otot. Sarkoma Kaposi sangat jarang menyerang anak-anak. Gejalanya berupa batuk atau pembengkakan ujung jari tangan (clubbing). Anak-anak yang terlahir dengan infeksi HIV biasanya mengalami serangan pneumonia pneumokistik minimal 1 kali pada 15 bulan pertama.  Pneumonia pneumokistik Kesehatan Reproduksi . Pada sejumlah anak-anak yang terinfeksi oleh HIV. menderita peradangan paru-paru (pneumonitis interstisial limfositik). Pneumonia pneumokistik merupakan penyebab utama kematian pada anakanak dan orang dewasa yang menderita AIDS.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 28 Sejumlah gejala dan komplikasi bisa timbul karena adanya penurunan sistem kekebalan. penambahan berat badannya juga jelek. Beberapa anak menderita hepatitis (peradangan hati) dan gagal ginjal atau gagal jantung. Pneumonia pneumokistik karena organisme Pneumocystis carinii merupakan ancaman yang serius pada anak-anak. misalnya berjalan dan berbicara. Dalam waktu 2-3 bulan. biasanya pada tahun-tahun pertama. Mereka juga mengalami gangguan kecerdasan serta memiliki kepala yang ukurannya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. bisa terjadi infeksi oportunistik berikut. Kanker jarang terjadi pada anak-anak. tergantung kepada beratnya penyakit. Bayi yang terlahir dengan infeksi HIV biasanya memiliki berat badan lahir yang rendah. Bisa terjadi kelumpuhan parsial atau langkahnya menjadi goyah atau ototnya menjadi kaku. Sekitar sepertiga anak-anak yang terinfeksi HIV. tetapi kadang ditemukan limfoma non-Hodgkin dan limfoma otak.

tes antigen p24 atau pembiakan virus HIV. polymerase chain reaction). tetapi jika bayi terinfeksi. antibodi ini akan menghilang. maka antibodi HIV tetap ditemukan dalam darahnya. Jika bayi tidak terinfeksi. Untuk bayi yang berumur lebih dari 18 bulan dilalukan pemeriksaan darah standar untuk infeksi HIV. yaitu reaksi rantai polimerase (PCR. maka darah bayi hampir selalu mengandung antibodi HIV. Karena itu untuk mendiagnosis infeksi HIV pada bayi yang berumur kurang dari 18 bulan dilakukan pemeriksaan darah khusus. Pada anak-anak jarang terjadi keganasan. 2 masalah utama yang sering ditemukan pada anak-anak yang terinfeksi HIV atau menderita AIDS adalah wasting syndrome (ketidakmampuan untuk mempertahankan berat badan akibat berkurangnya nafsu makan sebagai respon terhadap infeksi HIV) dan ensefalopati HIV atau demensia AIDS (infeksi otak yang dapat menyebabkan pembengkakan atau penciutan otak). pemeriksaan darah standar untuk antibodi HIV tidak bersifat diagnostik karena jika ibunya terinfeksi HIV. Kesehatan Reproduksi . Wasting syndrome kadang dapat diatasi dengan menjalani konsultasi diet. sedangkan ensefalopati sulit untuk diobati. Antibodi ini akan tetap berada dalam darah bayi selama 12-18 bulan.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 29  Pneumonia interstisial limfoid (pneumonia yang menjadi kronis dan kadang ditandai dengan batuk serta sesak nafas)  Infeksi bakteri  Meningitis  Infeksi jamur  Esofagitis (peradangan kerongkongan)  Kandidiasis (infeksi jamur)  Infeksi virus  Herpes  Herpes zoster  Infeksi parasit. Diagnosa Pada bayi baru lahir. maka setelah berumur 18 bulan.

Kombinasi obat bisa memperlambat timbulnya AIDS pada penderita HIV positif dan memperpanjang harapan hidup. Tapi penderita dengan kadar virus yang tinggi dalam darah harus segera diobati walaupun kadar CD4+nya masih tinggi dan penderita tidak menunjukkan gejala apapun. Penderita dengan kadar limfosit CD4+ kurang dari 200 sel/mL darah mendapatkan kombinasi trimetoprim dan sulfametoksazol untuk mencegah pneumonia pneumokistik dan infeksi toksoplasma ke otak. ddI bisa merusak pankreas. juga menyebabkan nyeri punggung hebat (kolik renalis) yang serupa dengan nyeri yang ditimbulkan batu ginjal.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 30 Pengobatan Semua obat-obatan ditujukan untuk mencegah reproduksi virus sehingga memperlambat progresivitas penyakit. bersifat reversibel dan tidak menimbulkan gejala. AZT. Penderita dengan limfosit CD4+ kurang dari 100 sel/mL darah mendapatkan azitromisin AIDS diberi obat-obatan untuk mencegah infeksi Kesehatan Reproduksi . Indinavir menyebabkan kenaikan ringan kadar enzim hati. Dalam kelompok nucleoside. Ritonavir dengan pengaruhnya pada hati menyebabkan naik atau turunnya kadar obat lain dalam darah. ddI. mual dan sakit kepala (terutama AZT). 3TC tampaknya mempunyai efek samping yang paling ringan. Ketiga protease inhibitor menyebabkan efek samping mual dan muntah. ddI. Dokter kadang sulit menentukan kapan dimulainya pemberian obat-obatan ini. d4T dan ddC menyebabkan efek samping seperti nyeri abdomen. Penderita ooportunistik. Pengobatan paling efektif adalah kombinasi antara 2 obat atau lebih. Penggunaan AZT terus menerus bisa merusak sumsum tulang dan menyebabkan anemia. diare dan gangguan perut. serta perubahan distribusi lemak tubuh (protease paunch). Kelompok protease inhibitor banyak menyebabkan perubahan metabolisme tubuh seperti peningkatan kadar gula darah dan kadar lemak. HIV akan segera membentuk resistensi terhadap obat-obatan tersebut bila digunakan secara tunggal. ddC dan d4T bisa merusak saraf-saraf perifer.

beberapa orang yang terpapar HIV selama bertahun-tahun bisa tidak terinfeksi. Pada awal penemuan virus HIV. Resiko ini meningkat 5% pada setiap tahun berikutnya. Resiko terkena AIDS dalam 10-11 tahun setelah terinfeksi HIV mencapai 50%. Tapi belum ada penderita yang terbukti sembuh. Hampir semua penderita akan meninggal dalam 2 tahun setelah terjangkit AIDS. pada akhirnya semua kasus akan menjadi AIDS. Sebelum diketemukan obat-obat terbaru. Teknik penghitungan jumlah virus HIV (plasma RNA) dalam darah seperti polymerase chain reaction (PCR) dan branched deoxyribonucleid acid (bDNA) test membantu dokter untuk memonitor efek pengobatan dan membantu penilaian prognosis penderita. Kesehatan Reproduksi . Pengobatan AIDS telah berhasil menurunkan angka infeksi oportunistik dan meningkatkan angka harapan hidup penderita. infeksi HIV mempunyai resiko 1-2 % untuk menjdi AIDS pada beberapa tahun pertama. Prognosis Pemaparan terhadap HIV tidak selalu mengakibatkan penularan. Kadar virus ini akan bervariasi mulai kurang dari beberapa ratus sampai lebih dari sejuta virus RNA/mL plasma.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 31 seminggu sekali atau klaritromisin atau rifabutin setiap hari untuk mencegah infeksi Mycobacterium avium. Kombinasi beberapa jenis obat berhasil menurunkan jumlah virus dalam darah sampai tidak dapat terdeteksi. Penderita yang bisa sembuh dari meningitis kriptokokal atau terinfeksi candida mendapatkan flukonazol jangka panjang. Di sisi lain seseorang yang terinfeksi bisa tidak menampakkan gejala selama lebih dari 10 tahun. Penderita dengan infeksi herpes simpleks berulang mungkin memerlukan pengobatan asiklovir jangka panjang. Tanpa pengobatan. penderita segera mengalami penurunan kualitas hidupnya setelah dirawat di rumah sakit.

maka sebaiknya ibu tetap memberikan ASI kepada bayinya karena pemberian ASI lebih menguntungkan bagi kesehatan bayinya. maka sebaiknya ibu yang terinfeksi HIV tidak memberikan ASI kepada bayinya. kemungkinan penularan HIV lebih besar. sedangkan pada saat persalinan diberikan AZT melalui infus. Jika tersedia susu formula yang baik dan air yang bersih. Sehingga pada saat ini bisa dikatakan bahwa AIDS sudah bisa ditangani walaupun belum bisa disembuhkan.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 32 Dengan perkembangan obat-obat anti virus terbaru dan metode-metode pengobatan dan pencegahan infeksi oportunistik yang terus diperbarui. Pada persalinan normal. dari 25% menjadi 8%. Tindakan tersebut telah berhasil menurunkan angka penularan HIV dari ibu kepada bayinya. Pencegahan Pencegahan penularan HIV dari ibu kepada bayinya dilakukan dengan cara memberikan obat anti-HIV. karena itu pada ibu hamil yang terinfeksi HIV kadang dianjurkan untuk menjalani operasi sesar. Kesehatan Reproduksi . Resiko penularan melalui ASI relatif rendah. penderita bisa mempertahankan kemampuan fisik dan mentalnya sampai bertahun-tahun setelah terkena AIDS. Kepada bayi baru lahir diberikan AZT selama 6 minggu. Jika air yang tersedia tidak bersih sehingga besar kemungkinannya untuk terjadi diare atau kekurangan gizi. pada trimester kedua dan ketiga (6 bulan terakhir) diberikan AZT per-oral (melalui mulut). Kepada ibu hamil yang diketahui terinfeksi HIV.

Penyakit menular seksual c. Kehamilan Jawab D 2. Infertilitas primer c. b. Istri belum pernah hamil walaupun bersenggama dan dihadapkan kepada kemungkinan hamil selama 12 bulan/ 1 tahun. disebut: a. Selain faktor yang berhubungan dengan usia. Istri pernah hamil. Infertilitas tertier d. kecuali: a. tetapi kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama dan dihadapkan pada kemungkinan hamil selama 12 bulan/1 tahun. Infertilitas sekunder b.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 33 EVALUASI 1. risiko infertilitas juga meningkat. disebut: a. Berganti-ganti pasangan seksual (karena meningkatkan resiko terjadi penyakit menular seksual) b. Fertilitas Jawab B 3. Infertilitas sekunder Infertilitas primer Kesehatan Reproduksi . Pernah menderita penyakit peradangan panggul d.

Penyebab infertilitas dari faktor istri. c. Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV/AIDS melalui cairan semen/sperma yaitu: a. gangguan proses ovulasi & hormonal b. d. AIDS HIV HIP HYP Jawab B 7. 4. b. d. terkena darah HIV+ Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya Wanita berhubungan badan tanpa pengaman Kesehatan Reproduksi . c. kecuali: a. yaitu: a. c. kecuali: a. d. Singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. b. d. c. b. b. Koagulasi Viskositas Rupa dan bau Tuba Jawab D 5.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 34 c. Tranfusi darah. faktor semen Jawab D 6. Tanda-tanda klinis penderita AIDS yaitu: a. faktor tuba & peritoneum d. faktor uterus & endometrium c. Berat badan meningkat lebih dari 10 % dalam 1 bulan Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 minggu Demam berkepanjangan lebih dari1 minggu Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis Jawab D 8. Infertilitas tertier Fertilitas Jawab A Yang dinilai dalam pemeriksaan sperma pada pria.

c. Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV/AIDS melalui darah yaitu: a. terkena darah HIV+ b. Tranfusi darah. d. Bayi minum asi dari wanita HIV+ Jawab B 10.Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 35 d. Bayi minum asi dari wanita HIV+ Jawab B 9. Wanita berhubungan badan tanpa pengaman d. Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ : a. b. Air liur Darah ASI Cairan vagina Jawab A Kesehatan Reproduksi . Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya c.

Masalah Gangguan Pada Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Penanggulangannya 36 Kesehatan Reproduksi .