P. 1
Bahan Ajar Kewirausahaan

Bahan Ajar Kewirausahaan

|Views: 88|Likes:
Published by geshima
Bahan Ajar Kewirausahaan
Bahan Ajar Kewirausahaan

More info:

Published by: geshima on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

Sections

  • Gambar 1.1. Model Hierarki Kebutuhan Maslow
  • Gambar 4.1. Proses Pemgambilan Keputusan
  • Gambar 5.1. Siklus Balajar Progresif
  • Gambar 5.2. A Conceptual model of entrepreneurial learning
  • Gambar 5.3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb
  • Gambar 6.1. Model Motivasi Prestasi Kerja
  • Gambar 6.2. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu
  • Gambar 7.2. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik

BAHAN AJAR

1

DAFTAR ISI Hal : HALAMAN JUDUL ................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. I. PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA .................. II. KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA…………………….. III. MENGAMBIL RESIKO (RISK TAKING) ................................... IV. PENGAMBILAN KEPUTUSAN…………………………………. V. PEMBELAJARAN MENUMBUHKAN SIKAP WIRAUSAHA.. VI. MEMBANGKITKAN MOTIVASI &INOVASI WIRAUSAHA.. VII. MENILAI PELUANG USAHA/BISNIS ........................................ VIII. CONTOH KASUS, REVIEW ARTIKEL & JURNAL…………. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
i ii iii

1 11 20 26 31 51 67 76 98

2

3

jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. wirausahawan menyukai risiko. 4 . yaitu peranan sebagai inovator. 2. yakni. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. masyarakat. dan suka akan risiko. Ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. kedua. c. wirausahawan sebagai individu yang mencari peluang yang menguntungkan. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. TUJUAN KHUSUS a. Dalam hal ini. wirausahawan sebagai innovator. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara wirausaha dan profesi. ketiga.1. dan budayadi mana wirausahawan tersebut berasal. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan mengubah perilaku untuk bersikap mental wirausaha. Mahasiswa diharapkan mengubah perilaku bersikap mental wirausaha. Sikap &Profesi 4. Semangat wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. 3. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. RANGKUMAN Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. sebagai pencari peluang. pertama. proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor manusia dan intuisinya. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan falsafah wirausaha b. KATA KUNCI: Hakekat Wirausaha.

URAIAN PEMBELAJARAN A. Falsafah/Hakekat Wirausaha Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber- sumber daya yang ada. Ide dan motivasi yang timbul untuk maju besar 4.5. Masa depan lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain. B. Keberhasilan usaha kecil. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri 5 . Meningkatnya harga diri 2. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu: 1. sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh pengusaha (pemilik usaha). bagaimana seorang wirausahawan memulai usaha dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah terus menerus (open-ended changes). Pendahuluan Karakteristik yang khas dari kelompok usaha kecil. Hal ini kiranya tidak berlebihan karena kenyataan menunjukkan bahwa mayoritas wirausahawan tidak berpendidikan tinggi. Pokok bahasan ini menjelaskan tentang falsafah/ hakekat wirausaha. serta sikap mental wirausaha. wirausaha dan profesi. bukan oleh faktor-faktor lain. terutama yang menyangkut bakat (personality traits). Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri 3. Di sisi lain perubahan yang terjadi merupakan perubahan paradigma persaingan yang bersifat tidak terusmenerus (discontinuous). seorang wirausaha memerlukan suatu strategi positioning yang kuat serta konsisten dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Hal ini memerlukan suatu perbaikan yang berkelanjutan. Dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan usaha. sehingga faktor pendidikan bukan merupakan hal penting bagi studi wirausaha (entrepreneurship).

Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan kelansungan hidup. ada 4 elemen pokok yang perlu disadari akan eksistensi keberadaanmanusia wiarausaha yaitu : 1) Hakekat Keberadaan Manusia. Dari perjalanan peradaban manusia. karena manusia bekerja untuk mempertahankan hidup dan kelansungan hidup. artinya bekerja disini adalah berbuat sesuatu agar kehidupan lebih bermakna atau berperadaban. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. 2) Kewajiban Manusia Dalam Hidupnya. Dengan bekerja kehidupan lebih bergairah.manusia. adalah pekerja dan tanpa bekerja fungsi diri sebagai kehilangan manusia mahluk utama di muka bumi akan adalah indikator dalam memahami falsafah/hekekat makna. Dengan etos kerja. Dalam hubungan tersebut ada 2 (dua) variabel pengukur hasil kerja yaitu : (1) Manfaat/Kegunaan. 3) Etos Kerja. dengan demikian bekerja eksistensi manusia. Sehubungan dengan hal tersebut. Manusia dalam hidupnya wajib bekerja. merupakan salah satu unsur inner dynamic factor (faktor dinamika yang berada dalam diri manusia). kebutuhan manusia mengalami proses perkembangan dan sangat beragam. (2) Produktivitas. dinamis dan menyenangkan sehingga keberadaan diri manusia menjadi nyata dan bernilai. bekerja berarti menghasilkan sesuatu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Maslow mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai motivasi dan perilaku manusia dalam sebuah model hierarki kebutuhan berdasarkan urutan kadar pentingnya sebagai berikut : 6 . 4) Kebutuhan Hidup.

metode 7 . dalam bidang produksi atau distribusi barang dan jasa. teladan. untuk merasakan dan menciptakan peluang ekonomi baru (produk baru. 1994). berjiwa besar. Wirausaha adalah sebagai manifestasi dari kemampuan dan kehendak dari individu-individu. berani. keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri.Gambar 1. terhadap organisasinya baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk tim. di dalam dan di luar organisasi. Dengan demikian secara etimologis wiraswasta berarti keberanian. Pengertian Wirausaha Dan Profesi Wiraswata terdiri atas 3 kata yaitu Wira adalah manusia unggul. dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah kegiatan individu atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (Profit). berbudi luhur. (Joseph. (Soemanto. dan Sta artinya berdiri. 1984). Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang mendobrak sistem ekomomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru.1. paklawan/pendekar kemajuan dan memiliki keagungan watak. Swa artinya sendiri. Model Hierarki Kebutuhan Maslow C. memelihara usaha dan membesarkannya.

Dalam hal ini. dan memperkenalkan gagasan-gagasan mereka di pasardalam menghadapi kendala dan ketidakpastian pasar. Morrison (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi wirausahawan sangatdipengaruhioleh faktor-faktor manusia dan sebagai individu yang mencari peluang yang intuisinya. Schumpeter. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. yaitu peranan sebagai inovator. masyarakat. 2002). dengan cara membuat keputusan terhadap lokasi. yakni : 1) Wirausahawan sebagai innovator. Kirzner (dalam. bentuk dan penggunaan sumberdaya dan institusi (Wenneker dan Thurik dalam Carree dan Thurik. Definisi tersebut terus 8 . sebagai pencari peluang. 2) Wirausahawan menguntungkan. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. Morrison 2000) meyakini bahwa sumber wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan.baru. 3) Wirausahawan menyukai risiko. Wirausaha adalah kegiatan memindahkan sumberdaya ekonomi dari kawasan produktivitas rendah ke kawasan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar (Drucker. dan suka risiko. 1985). Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. Kirzner dan Knight dalam Carree dan Thurik (2002) mengemukakan bahwa ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. skema organisasi baru dan kombinasi produk-pasar yang baru).

yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). nilai-nilai dan prinsip serta sikap. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standaryang diinginkan sehingga meningkatkan hasil sumberdaya yang ada dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. (1999) mengemukakan bahwa wirausaha adalah kesatuan terpadu dari semangat. Adapun ciri-ciri pokok yang sangat menentukan keberhasilan seorang wirausahawan adalah: 1. bangsa dan negara. sehingga Drucker menyimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu produk yang tadinya biasa-biasa saja tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen (yaitu dengan bertanya nilai apa yang berharga bagi pelanggan). Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat.berkembang sampai sekarang. standarisasi produk. kiat. tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. kecil dan milik sendiri sebagai wirausaha. Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) atau visi dalam usaha 2. 9 . seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. Siagian et al. akan tetapi kemampuan untuk meningkatkan produktivitaslah yang disebut sebagai wirausaha. Berdasarkan pendapat Drucker tersebut dapat dikemukakan bahwa tidak semua usaha baru. Kao (1995) juga menyebut wirausaha sebagai suatu proses. perancangan proses dan peralatan.

4. menyatakan ada 5 ciri-ciri wirausahawan yang berhasil yaitu : 1. Sedangkan Abrahamso (1989). Mental Ability (kemampuan mental) meliputi: IQ. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan yang berhasil memiliki motivasi untuk maju.3. mental yang kuat. Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. giat. Human Relation Ability (kemampuan menjalin hubungan antar manusia) meliputi: pengendalian diri. yaitu orang yang memiliki sifat bertanggung jawab. karyawan. memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang baik dalam menciptakan nilai tambah dari peluang usaha yang ada. Bekerja keras dan melakukan sesuatu yang diperlukan dan mampu mencapai keberhasilan. kemampuan menjalin hubungan antar manusia. pengorganisasian dan pelaksanaannya. pemasok. 2. Sifat Wirausaha Dan Kebiasaan Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. dll. 5. 5. berpikir kreatif dan berpikir analitis. tekun dan ambisi untuk maju. 4. D. kreatif dan inovator. kemampuan menjalin hubungan dan kemampuan bergaul. Mampu menjalin hubungan baik dengan para pelanggan. 3. Technical Knowledge (pengetahuan teknis). Adapun sikap dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut: 10 . Drive yang kuat (motivasi untuk maju). inisiatif. Communication Ability (kemampuan berkomunikasi). banker.

mempunyai dorongan (motivasi) kuat. ketekunan dan ketabahan. dan inisiatif Kemampuan mengambil risiko. Serius dan memiliki rasah tanggung jawab 9. serba bisa. Lemah lembut dan ramah tamah 5. optimisme Kebutuhan persepsi. Rajin. Selalu ceria dan pandai bergaul 7. dan perspektif Berorientasi ke Masa Depan Sumber : Meredith . bermotivasi tinggi dan berani mengambil risiko dalam mengejar tujuannya. Fleksibel dan suka menolong pelanggan 8. Meredith (1988) merinci ciri dan watak seorang wirausahawan sebagai berikut : Tabel 1. tepat waktu dan tidak pemalas 3. suka pada tantangan Bertingkah laku sebagai pemimpin. dan mengetahui banyak hal Pandangan ke depan. Sopan santun dan hormat 6. individualitas. punya banyak sumber. tekad kerja keras. dapat bergaul dengan orang lain. menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif. energitik. Daftar Ciri dan Watak Wirausaha Ciri -Ciri Watak Percaya Diri Berorientasi Tugas & Hasil Pengambil Risiko Kepemimpinan Keorisinilan Keyakinan. Para wirausahawan juga disebut sebagaiindividu-individu yang berorientasi kepada tindakan.1. Selalu murah senyum 4. tidaktergantungan. berorientasi laba. 11 . The Practice of Entrepreneurship (1998).1. Rasa memiliki usaha yang tinggi Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Jujur dalam bertindak dan bersikap 2. mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mendapatkan keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan.

e. waktu adalah berharga. Hal ini membutuhkan visi. kreatif. mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan. Seorang wirausahawan terlepas apakah dia bawaan sejak lahir atau dari proses pengembangan. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas. d. tegar walaupun gagal. di antaranya adalah : a. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengejar kesempatan tanpa peduli terhadap ketersediaan sumberdaya atau ketiadaan sumberdaya di tangannya. wirausaha adalah jiwa seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis.Dilihat dari aspek kejiwaan. memiliki pandangan luas. merinci beberapa jiwa dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausahawan. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri. baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan. 2000). dan memiliki motivasi yang kuat (Lambing dan Kuehl. kegemaran dan komitmen untuk mencapai visi tersebut. untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. inisiatif dan memiliki need for achievement. sebagai peluang dibanding sebagai kesulitan. pada umumnya memiliki ciri-ciri: gemar berusaha. bukan sesuatu yang harus diulangi. Wirausaha cenderung jenuh terhadap segala kemampuan hidup. perubahan dipandang sebagai kesempatan. mengelola risiko. Gede Prama (Swa 09/XI/1996). perfeksionis. c. percaya diri. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator). b. 12 . toleran terhadap banyaknya pilihan. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah seseorang yang memiliki tindakan kreatif membangun nilai dari suatu yang tidak nampak menjadi sesuatu yang nampak. Wirausaha selalu melihat perbedaan. memiliki self determination atau locus of control.

. Robinson dan Sexton. Ardichvili et al. Rae.1995. Uraikan sikap dan watak wirausaha yang baik tersebut? 3) Seorang wirausaha yang berhasil dalam usaha memiliki ciri-ciri tertentu. dan Bygrave. Littunen. Minniti. Jelaskan ciri-ciri wirausaha yang berhasil tersebut? 4) Jelaskan keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha? 5) Setelah menyelesaikan pendidikan. 2003). 6. 1993). 1995. 2000.. dan Freel. 1990. peluang usaha (Eckhardt dan Shane. 1990. 2003) dan bimbingan pihak lain (Brown. Rae. 2000). Leitch dan Horrison. Gibb. 1987. 2003).Banyak contoh yang menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha sering dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan dalam menghadapi permasalahan lingkungan usahanya (Birley dan Westhead. 2003) dan motivasi dalam memulai usaha (Gray. Baron dan Markman. Shane et al. sifat kepribadian atau bakat (Naffziger. 2001) baik melalui proses pendidikan dan pelatihan (Ulrich dan Cole. Cope dan Watts. 2000. 1999. EVALUASI 1) Uraikan pengertian wirausaha dan kemampuan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha? 2) Untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan watak dan sikap yang baik. Kemampuan mengatasi permasalahan juga dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan untuk belajar (Deakin. 1994. biasanya kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. Sulivan. 1999) maupun dari pengalaman (Henderson. Collins et al.. 2002. 1998. 2000. 1993. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai? 13 . 1997. Mumford.

KATA KUNCI: Entrepreneurship. Kemampuan mengubah “Egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-organisasi” 14 . c. 2. Kepeminan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. 3. Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi. TUJUAN KHUSUS a. sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur pikir para teoritukus. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep kepemimpinan dalam wirausaha serta penerapanya dalam dunia empiris. Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan 3. Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain. 2. Leadership 4. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu : 1. b.1. RANGKUMAN Kepempinan (Leadership) mempunyai arti yang luas.

5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang merupakan khalifah yang diutus oleh yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang positif; faktor-faktor yang dipertimbangkan dalammemimpin orang lain; dan merumuskan suatu

strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan. B. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan (Robbins 1996). Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyatayang menceminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami. Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.

15

Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalampencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan,

tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup didalam kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya. 2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu. 3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berprilaku dan bertindak memajukan perusahaan. Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai keterampilan yaitu: 1. Ketrampilan teknis ; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan 2. Ketrampilan manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim 3. Ketrampilan konseptual ; kemampuan untuk berpikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas. untuk

16

C. Sikap Kepemimpinan Wirausaha Peranan pemimpin amat penting dalam mencapai tugasorganisasi, namun demikianeksistensi bawahan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantungpada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasiorganisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat

menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam programprogramnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya. Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalamkehidupan organisasi/kelompok masing-

masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam situasi sosial kelompok atau orgnisasinya. Oleh karena itu situasi sosial itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara

17

tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. pendidikan pegawai yang lebih baik. (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka. kerugian manusiawi. Keramahan dan Kecintaan 5. Pada prinsipnya sikap kepemimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Kepercayaan Fiedler. pemimpin mendominasi dan merasa unggul. dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi 2. Integritas 6. Kepemimpinan positif . Energi Jasmani dan Mental 2. Penguasaan Teknis 7. 18 . Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan 8. Antusiasme 4. penekanan pada hukuman. menekankan imbalan-ekonomik. Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wirausaha yaitu: 1. memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. Keterampilan Menganjar 10. Kepemimpinan negatif . Dalam hal ini meliputi: menjalin hubunganhubungan kerja. Kesadaran akan Tujuan dan Arah 3. Kecerdasan 9.

expert power (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent). Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan). legitimate power (kekuasaan legitimasi). Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. serta kekuasaan referent adalah seseorang karena kepribadian atau kharisma yang dimilikinya. mengambil langkah pertama. Pemimpin disebut juga kader. menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. si satu pihak sebagai pimpinan di lain pihak sebagai bawahan. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995)mendentifikasikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran). coercive power (kekuasaan paksaan). 19 . mempelopori. Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting. karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi. kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. Memimpin Orang Lain Proses mempengaruhi orang lain. mengarahkan pikiran. dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat. yakni: bergerak lebih awal.D. sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. berjalan didepan. Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain. Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran. Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu. seorang pemimpin tidakdapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. membimbing.

20 .Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. (1996). Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins. Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam tingkungan tertentu. Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan). Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig. Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan. Keberhasilan seorang pemimpin pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya. bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat. Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi: H H H Proses interaksi oang-orang secara langsung dalam kelompok Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung.

memimpin.E. sifat-sifat utama pemimpin. serta etika profesi kepemimpinan. kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y). Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri. sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggungjawab 21 . sebab musabab timbulnya kepemimpinannya. Untuk pencapain tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran organisasi atau bisnis. mempengaruhi pikiran. partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional F Motivasi. Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis. memotivasi orang untuk memberikan kontribusi. Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu: F Keterlibatan mental. Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan. persyaratan menjadi pemimpin. tugas pokok dan fungsinya. F Menerima tanggungjawab. perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok.

kiatkiat apa yang anda lakukan agar meningkatkan semangat kerja karyawannya? 4) Starategi meningkatkan moral kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan seorang wirausaha. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian kepemimpinan dalam wirausaha? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari! 2) Pada prinsipnya sikap kepemimpinan terdiri atas dua jenis yaitu kepemimpinan positif dan negatif. Uraikan pengertian kepemimpinan yang positif dan negatif serta berikan contoh? 3) Jika saudara sebagai salah seorang pimpinan pada sebuah perusahaan.6. Uraikan rumusan strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan? Berikan contoh rill dengan mengambil kasus wirausaha yang sukses di kota saudara! 22 .

TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko bisnis suatu perusahaan atau organisasi. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi resiko bisnis b. TUJUAN KHUSUS a. RANGKUMAN Pada prinsipnya yang paling utama harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah: 1. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. URAIAN PEMBELAJARAN A. Tipologi & Evaluasi Resiko Bisnis 4. Pendahuluan Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. Mahasiswa dapat menjelaskan tipologi pengambilan resiko bisnis c.1. dari pengalamanpengalaman tersebut timbul suatu motivasi untuk mengembangkan usaha. Setelah usaha berjalan maka timbul proses pembelajaran berdasarkan pengalaman yang pernah dijumpai atau dirasakan. 2. Kesenangan untuk berusaha. KATA KUNCI: Identifikasi. Mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi resiko bisnis 3. Jadi. 5. 2. dari kesenangan berusaha ini akan timbul kreatifitas untuk menciptakan suatu usaha serta keberanian mengambil keputusan yang berisiko. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing- 23 .

dan Pattigrew (1998) mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok wirausahawan yang satu sama lain berlawanan. Pengertian & Identifikasi Resiko Bisnis Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. Jadi. proses yang tidak sesuai dengan sistem. Resiko lahir sebagai akibat kelalaian orang (SDM). Wirausaha adalah proses dinamik dalam tahapan pencapaian kesejahteraan dengan risiko waktu dan risiko lainnya.masing situasi itu. lingkungan keluarga dan pengalaman kerja. 1988). Selain itu resiko juga disebabkan oleh fakor eksternal misalnya pesaing baru mampu mengubah paradigma bisnis atau bencana alam. prosedur atau penggunaan teknologi baru. Ringkasnya. yaitu kelompok “opportunist” dan “craft” entrepreneur. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masingmasing situasi itu. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai (Meredith et al. 24 . B. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. tipologi pengambilan resiko bisnis. dan mengevaluasi resiko bisnis. Pada pokok bahasan ini akan menyajikan tentang pengertian dan identifikasi resiko bisnis. Hisrich & Peters (1992). Glancey.. Wirausahawan dikenal sebagai pengambil risiko (risk taker) sejati. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. menyatakan bahwa jiwa wirausaha ditimbulkan dari berbagai latar belakang pendidikan. Ringkasnya. hasilnya adalah kemampuan mendapatkan keuntungan. dan hal ini memiliki peranan penting dalam penciptaan lapangan kerja.

pengalaman manajerial yang baik dan proaktif menciptakan usaha baru. b. Pengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. dan melakuan reaksi terhadap perubahan berdasarkan kebutuhan pasar ketimbang proaktif dalam menciptakan usaha baru. makin rendah rasio utang yang optimal. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari dua tipe orang di atas. Menjelaskan jenis-jenis kerugiaan yang dihadapi. 25 . Makin besar resiko bisnis perusahaan.1. 2. C. mereka enggan untuk menggunakan bantuan dari luar. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. meliputi : Kerugian hak milik. Pengidentifikasian resiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan resiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. terutama pada perilaku pengambil risiko. Langkah-langkah mengidentifikasi resiko yaitu : a. Ada tiga Tipologi pengambilan resiko antara lain: a. secara sistimatik dan menyeluruh serta sampai keberanian mengambil resiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan tersebut. Menggunakan Checklist. Resiko bisnis adalah tingkat resiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang. Kelompok „craft entrepreneur‟ adalah kelompok wirausaha yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Kelompok wirausahawan opportunist dicirikan oleh rendahnya tingkat pendidikan (terutama pendidikan teknis) dan kurangnya pengalaman manajerial. Tipologi Pengambilan Resiko Pada umum ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. Kerugian personal dan kewajiban mengganti kerugian.

Pendidikan dan pengetahuan juga turut mempengaruhi rasionalisasi seseorang dalam menerima risiko kegagalan yang mungkin terjadi. Realisme demikian akan membatasi kegiatankegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat mempengaruhi hasilnya. kita membedakan diantara resiko pasar yang diukur dengan koefisien beta.b. semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupannya mempengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain berisiko. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan keberanian untuk menghitung dan mengambil risiko yang moderat. D. Sebaliknya dengan umur dan jumlah keluarga. makin tua umur seseorang yang tidak diikuti dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman menjadikan kemunduran pada diri seseorang dan berperilaku negatif yang dapat menurunkan jiwa wirausahanya. c. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan wirausaha juga sangat penting. dengan standar resiko berdiri sendiri (risk on a standalone basis) yang mana dapat dihilangkan dengan diversifikasi. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha sudah pasti akan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada atau sesuatu yang baru. Pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Semakin besar keyakinan seorang pada kemampuan diri sendiri. Hisrich & Peters (1992). Ada dua demensi baru tentang pengukuran dalam evaluasi resiko yaitu : 26 . dalam arti mengambil risiko yang sesuai (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan). Evaluasi Resiko Ketika kita menguji resiko dari titik pandang individual investor.

perusahaan yang biasa masukannya. hal ini merupakan resiko bisnis yang mana didefinisikan sebagai suatu ketidakpastian yang melekat pada proyeksi dari ROE yang akan datang dengan asumsi perusahaan didanai semata-mata dengan cammon stock. b. Kemampuan menyesuaikan harga terhadap perubahan harga masukan. c. tidak pasti dalam menghadapi resiko bisnis yang tinggi. Sejumlah mana biaya-biaya bersifat tetap. adalah resiko tambahan yang ditanggung pemegang saham akibat dari leverage keuangan. 27 . Resiko Bisnis. Variabelitas harga jual. Lebih lanjut resiko bisnis tergantung beberapa faktor antara lain : a. termasuk biaya pengembangan produk. Variabel harga masukan. Resiko Keuangan.1. “Secara konsepsi fase stockholders suatu resiko yang pasti melekat dalam operasional. d. semakin kecil resiko bisnis. e. Variabilitas permintaan (unit yang terjual) artinya semakin stabil penjualan unit produk perusahaan. dengan asumsi faktor lain tetap. Resiko finansial merupakan resiko yang berada dalam common stockholders sebagai suatu hasil dari keputusan pendanaan dengan hutang atau saham prioritas. yaitu tingkat resiko dari aktivitas perusahaan jika tidak menggunakan utang atau resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) dari suatu perusahaan dimasa mendatang. Jika perusahaan menggunakan hutang dan saham preferen maka pemusatan resiko bisnisnya pada pemegang saham”. artinya produk atau servis dimana dijual pada pasar yang mempunyai tingkat perubahan yang tinggi sangat mendorong suatu resiko bisnis dibanding yang stabil. 2.

Uraiakan dan berikan contoh jenis tipologi resiko bisnis yang dihadapi seorang wirausaha? 3) Jelaskan dimensi-dimensi pengukuran dalam mengevaluasi resiko bisnis bagi seorang wirausaha? 28 .6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian resiko dan cara mengidentifikasi resiko bisnis? 2) Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui tipologi resiko.

RANGKUMAN Pembuatan keputusan merupakan elemen penting bagi seorang wirausaha dalam pengelolaan bisnisnya. Dari sudut pandang sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas berbagai alternatif yang berbeda (Choice making). Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kedudukan wirausaha dalam pengambilan keputusan b. Pembuatan keputusan bagi seorang wirausaha dapat dipandang dari berbagai prespektif yang berbeda. 2. Karena semua wirausaha harus membuat keputusan-keputusan agar dapat menentukan efektivitas dan efisiensi operasional usahanya. TUJUAN KHUSUS a. 29 . Evaluasi Keputusan 4. Sedangkan dari sudut pandang lebih luas pembuatan keputusan menggabarkan suatuproses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu.1. Mahasiswa dapat membedakan evaluasi keputusan yang sistematis dan tak menentu 3. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses pengambilan keputusan c. KATA KUNCI: Proses Keputusan. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi kedudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan serta membedakan keputusan yang sistemmatis dan yang tidak sistem matis.

maupun sosial. URAIAN PEMBELAJARAN A. 2. pekerjaan. Kadudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan/pemecahan masalah. Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. seperti masalah pribadi. seperti masalah pribadi. Pada pokok bahasan ini menguraikan kedudukan seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. seperti kemungkinan terjadi lonjakan harga. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya.5. pekerjaan. (2005) mendefinisikan pengambilan keputusan adalah penataan pilihan langkah atau tindakan dari sejumlah alternatif. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kejelian seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. kemungkinan terjadinya gejolak dimasyarakat akibat kenaikan harga kesemunya ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang wirausaha. Kaitan dengan kehidupan seharihari sering kali dihadapkan dengan asumsi-asumsi probabilitas. Kedudukan Wirausaha Dalam Proses Pengambilan Keputusan Koonyz dan Weihrich. secara spesifik pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai gambaran sebuah pernyataan” kepastian dan atau ketidak pastian”. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. 30 . Pendahuluan Kenyataan sehari-hari sering kali kita mendengar adanya pernyataan ”mungkin dan atau tidak mungkin”. maupun sosial. proses keputusan dan metode dalam mengevaluasi keputusan bisnis B. dapat dikemukakan beberapa pokok pikiran penting. yaitu: 1. Pemecahan masalah oleh wirausaha berkenaan dengan penggunaan strategi-strategi (rencana atau pola) pencarian alternatif yang relevan.

1. walau dalam menghadapi masalah yang kompleks. dan usaha mendapatkan solusi yang diinginkan. Proses Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu urutan langkahlangkah sebagai berikut: Gambar 4. menyatakan bahwa para wirausaha sebagaian besar cenderung untuk menggunakan strategi-strategi yang lebih sederhana.3. Para peneliti percaya bahwa sebagian besar wirausaha ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Kompleksnya situasi pemecahan masalah. Proses Pemgambilan Keputusan Perumusan Masalah Pengembangan Alternatif Evaluasi Alternatif Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi Hasil-hasil 31 . et al. tergantung pada keterampilan dan pelatihan yang dimiliki para wirausa (Gibson. Pengambilan keputusan yang efektif merupakan suatu proses yang kompleks. pilihan strategi. penggunaan informasi.. sangat menentukan pengambilan keputusan akhir seorang wirausaha. C. Nimran (2004). faktor kepribadian. 1997).

berulang.1. yaitu: a. 1997) Tipe Kep. dan prosedur pasti Baru. Para ahli mengembangkan beberapa metode mengklasifikasi keputusan dalam rangka melakukan evaluasi yang intinya dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. prosedur rutin dan dapat disusun untuk melakukan evaluasi menyelesaikannya.. aturan. yaitu harus mengambil keputusan. baik secara eksplisit atau implisit dalam mengevaluasi keputusan. b. ketidak pastian dan tidak terstruktur. Tabel 4. Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan. Hubungan sebab dan akibat. jarak tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Beberapa langkah yang hendaknya diketahui oleh seorang wirausaha. d. Ketergantungan pada kebijakan. Perbandingan Tipe Evaluasi Keputusan (Gibson. Perlunya kreativitas. Keputusan tidak terprogram yaitu baru. et al. Evaluasi Keputusan Walaupun para wirausaha di berbagai sektor usaha berbeda-beda berdasarkan latar belakang. 2. Tidak Terprogram Masalah Prosedur Sering. pemecahan masalah kreatif 32 . tidak berstruktur. tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya juga karena masalahnya kompleks atau sangat penting. Kembangkan alternatif-alternatif. Robbins (1996). rutin. Keputusan terprogram terjadi jika suatu situasi sering muncul. gaya hidup. megembangkan 2 model pengambilan keputusan yaitu model pengambilan keputusan optimasi dan model pengambilan keputusan alternatif.D. Pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang telah di evaluasi. e. intuisi. toleransi pada hal yang membingungkan. Alokasikan bobot (Skor tertinggi pada keputusan prioritas). c. ketidakpastian dalam hubungan. 1. Kep. Tidak ada prosedur yang ada untuk menangani masalahnya. Terprogram Kep. Kenali kriteria keputusan.

harus memahami berbagai prosedur dalam pengambilan keputusan. Uraikan prosedur dalam proses pengambilan keputusan bisnis? 4) Dalam evaluasi keputusan dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram.6. Evaluasi 1) Jelaskan peran seorang wirausaha dalam kedudukannya sebagai pengambil keputusan? 2) Uraikan beberapa kendala yang dihadapi seorang wirausaha dalam mengambil keputusan? 3) Seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan yang baik. Uraikan kedua tipe keputusan tersebut? 33 .

TUJUAN KHUSUS a. sehingga belajar sambil bekerja sangatlah penting. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pembelajaran dalam menumbuhkan sikap wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. maka hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang wirausahawan 34 . dan bahkan fakta baru melalui pesan-pesan komunikatif (proses pembelajaran). pendapat. Proses pembelajaran dalam pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidup sasaran didik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. Ketika pembelajaran dipandang sebagai konsep wirausaha. Pesan yang disampaikan dengan sengaja dimaksudkan untuk menimbulkan kontradiksi dan inkonsistensi di antara komponen sikap individu dan perilakunya sehingga mengganggu kestabilan sikap dan membuka peluang terjadinya perubahan yang diinginkan. KATA KUNCI: Wirausaha. yaitu dengan memasukkan ide. Pendidikan Bisnis & Pembelajaran 4. RANGKUMAN Belajar merupakan proses perubahan nilai. Mahasiswa diharapkan dapat memahami makna pembelajaran wirausaha b. c. 2. dan perilaku. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara pembelajaran kognitif. Salah satu cara untuk merubah sikap dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan persuasif. sikap. 3.1. pikiran. prilaku dan pengalaman wirausaha. kecakapan.

Proses pembelajaran merupakan siklus dari aktivitas sehari-hari yang memberikan pengalaman pada seseorang. sikap dan perilakunya.mengenali dan bertindak terhadap peluang yang ada. Siklus pembelajaran yang baik dan benar akan terus meningkatkan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang terus berubah sehingga ia dapat unjuk kinerja dengan optimal pada apa yang dikerjakannya. Akan tetapi hal tersebut tidak hanya cukup memahami cara-cara wirausaha saja. kapasitas. perilaku. Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses mengolah informasi menjadi kompetensi. 5. URAIAN PEMBELAJARAN E. Pembelajaran wirausaha dilakukan dengan maksud belajar bekerja dengan cara berwirausaha. yang mana hal tersebut akan memperkaya stock of knowledge. tetapi proses berpikir yang berorientasi ke masa yang akan datang dalam menciptakan suatu realitas masa depan. Pengetahuan ditransfer oleh seseorang dari sumbernya sehingga untuk bisa mendapatkan pengetahuan tersebut seseorang harusmempunyai akses terhadap sumber pengetahuan. Efektivitas pembelajaran sangat tergantung pada effektifitas dalam mengakses terhadap sumber pengetahuan ataupun pengalaman serta effektivitas dalam mentransformasi pengetahuan dan pengalamannya menjadi kompetensi dan prestasi. serta mengelola dan mengorganisasikan perusahaan. Dalam hal ini belajar tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengalaman semata. Pengalaman yang dikaji maknanya akan memberikan pemahaman dan kesimpulan atas sesuatu kejadian. tetapi harus terjun secara aktif dan melakukan untuk memahami 'what is it that work' dan menyadari bahwa ia dapat melakukan hal tersebut. 35 . dan kinerja.

serta pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. 2000). dan disimpulkan sehingga ia mengetahui apa yang harus dilakukan dikemudian hari untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan membuat sesuatu yang lebih baik. kapabilitas pribadi. Karakteristik internal meliputi sifat. Dengan demikian pada Pokok bahasan ini akan diuraikan makna pembelajaran wirausaha. prilaku dan pengalaman wirausaha. Namun pembelajaran dalam usaha kecil. Dari aktivitasnya. motivasi. sistimnilai. dipahami. membedakan antara pembelajaran kognitif. proses siklus tersebut akan memperkaya stock of knowledge. topik ini menjadi penting karena pembelajaran wirausaha merupakan faktor yang menentukan bagi pertumbuhan usahanya. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari pola hubungan dengan lingkungan alam. F. dan prestasi. Teori Pembelajaran Bagi Wirausaha Belajar adalah istilah umum yang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. keyakinan. ketermpilan. Demikian seterusnya. sikap dari aktivitas sosial dan pengalamannya sehari-hari. Jadi pembelajaran merupakan proses sosial dan organisasional. yang akan dikaji. seseorang mendapatkan pengalaman.lingkungan sosial dan lingkungan usaha dalam aktivitas wirausahanya. Berdasarkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning) setiap orang mendapatkan dan mengakumulasikan pengetahuan. Belajar merupakan proses yang kompleks dan dapat bersifat informal dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar individu Dengan belajar.Pembelajaran wirausaha dipengaruhi olehkarakteristik internal dan lingkungan eksternal. kapasitas dan kapabilitas 36 . seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terus berubah (Cope and Watts.

respon atau perilaku.seseorang sehingga ia menjadi lebih mampu beradaptasi dan survive dalam lingkungannya. Selanjutnya. sehingga seseorang dapat mengimplementasikan. Proses pembelajaran tersebut digambarkan oleh sebagai berikut berikut : Gambar 5. ataupun mengintegrasikan suatu ide. afeksi. Proses pembelajaran tersebut bisa didapat dari pengalaman kognitif.1. Pedler et al. maupun teknologi. sedangkan pembelajaran secara double loop learning terjadi manakala ada suatu perubahan dominan yang sejalan dengan cara pembelajaran. Pembelajaran akan meningkatkan kemampuan kognisi. Single loop learning terjadi manakala suatu organisasi melakukan usahanya tetapi tanpa perubahan. maupun pengalaman melakukan sesuatu. yaitu single loop learning dan doule loop learning. Implementing dan improving merupakan dua tahap yang sama dengan single loop learning sedangkan integrating setara dengan double loop learning. Siklus Balajar Progresif Mumford (1996) Argyris dan Schon (1978) mengidentifikasi 2 jenis pembelajaran. (1997 dalam Claston et al. 1999) membandingkan tiga cara pembelajaran.. Hall 37 . memperbaiki. konsep. yaitu "mengimplementasikan" (implementing) dan "memperbaiki“ (improving) serta "mengintegrasikan" (integrating). keterampilan. dan perilaku.

A Conceptual model of entrepreneurial learning Pada Gambar 5. diantaranya adalah : 1. di mana pengetahuan disebarkan dan 38 . Pembelajaran kognitif Pembelajaran kognitif memfokuskan pada perubahan kandungan kognitif dari proses pembelajaran. kompetensi. G.Metode-Metode Pembelajaran Wirausaha Proses pembelajaran juga dapat dibedakan atas proses serta pengaruh yang diakibatkannya.2 menunjukkan bahwa proses pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi. Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk sebuah karakteristik internal yang mempengaruhinya dalam menggerakkan usahanya. serta prestasi dari usahanya. lingkungan usaha. sistim nilai. Rae dan Carswell (2000) lebih rinci menggambarkan tentang perkembangan wirausaha. sedangkan dalam jangka panjang mampu menumbuhkan identitas dan daya adaptabilitas seseorang yang sangat penting bagi keberhasilannya. seperti pada Gambar tentang model konseptual pembelajaran kewirausahaan sebagai berikut: Gambar 5.(1996) menyatakan bahwa dalam jangka pendek pembelajaran akan merubah sikap dan kinerja seseorang.2.

39 . Dari perilaku cobacoba tersebut seseorang dapat mengetahui mana yang baik dan benar atau sebaliknya. Semuanya adalah konsep kognitif yang mewakili perilaku organisasi dalam hal pencapaian tujuan atau maksud tertentu (purposefullness). Pembelajaran perilaku Hubber (1999) memberi ilustrasi tentang pembelajaran sebagai berikut. Hubber tidak menekankan bahwa pembelajaran harus merubah perilaku seseorang. 2003). Nanoka. pemberian atribut dan locus of control.. Seseorang dapat belajar melalui proses informasi yang mengakibatkan beberapa potensi perilakunya berubah. pendekatan kognitif telah banyak diterapkan terutama dalam teori motivasi. seperti halnya ekpektansi. Pembelajaran perilaku (behavioral learning) merupakan proses adaptasi yang dihasilkan dari coba-coba dan mengarah pada proses yang memberikan keuntungan selektif bagi yang bersangkutan (Levintal. serta penetapan tujuan (yang merupakan garis depan dari penelitian motivasi moderen). Lunberg. 1991. 1995 dalam Lichtenstein. 2003). 2. Saat ini. 1991. Indikator kognitif berkaitan dengan pilihan harapan terhadap penghargaan (rewards). 1994 dalam Lichtenstein et al. Hal ini dikarenakan proses belajar bisa saja hanya merubah pola pikir seseorang.ditransfer sehingga dapat merubah peta kognitif seseorang (Brown and Dugvid. Pembelajaran kognitif terjadi karena adanya hubungan antara indikator lingkungan kognitif dan harapan-harapan. ilmu pengetahuan kognitif berfokus lebih banyak pada struktur dan proses kompetensi manusia. Dalam perilaku organisasi.

2) Pembelajaran tingkat kedua menggambarkan pengasimilasian sesuatu yang dapat dialihkan dari situasi satu ke situasi yang lain dimana orang tersebut telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang konsepsinya pada suatu aspek tertentu. Single loop learning meliputi pembelajaran dari konsekuensi perilaku sebelumnya. yakni: 1) Pembelajaran tingkat pertama. Argyris (1994) mengemukakan bahwa pola pembelajaran single loop berlangsung selama proses pemecahan persoalan dimana yang bersangkutan mengabaikan isu-isu mengapa permasalahan tersebut muncul. Walaupun bentuk dari pembelajaran ini dapat menghasilkan inteligensi dalam sistem pembelajaran single loop. Pola ini oleh Argyris dan Schon (1978) disebut sebagai single loop learning yang bersifat rutin. menunjukkan adanya asimilasi informasi faktual yang mempunyai manfaat segera tetapi tidak ada implikasi pengembangan dalam jangka panjang. 40 . Secara umum hal ini merupakan pembelajaran yang lebih mendasar tetapi masih masuk dalam kategori single loop learning. pengulangan yang terus menerus atau dihafalkan tanpa dipikir lebih lanjut. Di dalam model pembelajaran ini hasil-hasil umpan balik ditimbulkan oleh suatu proses pengamatan konsekuensi dari suatu tindakan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyesuaikan tindakan selanjutnya dalam rangka menghindari kesalahan yang sama di masa depan dan mengembangkan pola perilaku keberhasilan.Burgoyne dan Hodgson (1983) mengemukakan bahwa terdapat tiga tingkat pembelajaran perilaku yang dapat dialami oleh seseorang. Hal ini digambarkan sebagai pembelajaran pada kulitnya. tetapi sistem ini tidak dapat menentukan standarnya sendiri yang sesuai.

sistem akan belajar untuk belajar sehingga menjadi lebih cerdas dalam menentukan kriteria operasional yang mendasari perilaku. 1990 dalam Lichtenstein. Pola pembelajaran double loop terdiri dari sistem monitoring dan koreksi perilaku serta menentukan perilaku yang tepat. Pemahaman tersebut juga akan memunculkan pertanyaan apakah seorang wirausahawan memiliki kemampuan untuk belajar bagaimana cara belajar. Double loop learning memerlukan asumsi yang mendasari terjadinya nilai-nilai serta risiko yang secara fundamental berubah. tetapi juga nilai yang mendasarinya serta persepsi perilakunya. Dalam pembelajaran double loop. Burgoyne dan Hodgson (1993) mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran dialami oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari yang menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dari arus informasi yang diterimanya secara berkelanjutan. 1978. 2003). 41 . Pembelajaran double loop berhubungan dengan ide-ide dari sistem yang terkoordinir. yakni dengan cara terus menerus mempertanyakan dan merefleksikan strategi. sasaran dan nilai-nilai yang mendasarinya (Argyris dan Schon. Hal ini akan berpengaruh pada visi. Pembelajaran dari pengalaman Pembelajaran dari pengalaman lebih menekankan pada proses yang sedang berjalan daripada belajar bagaimana melakukan sesuatu.tanyakan tidak hanya pada caracara yang telah mapan. Senge. yang sejalan dengan pengertian double loop learning. kesadaran dan pemahaman diri pada tingkatan yang lebih mendalam. 3.

Langkah ini merupakan langkah paling penting guna menghindari kesalahan yang sama atau meningkatkan hasil yang lebih baik.Cope dan Watts (2000) menegaskan bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman dapat direncanakan dan dimunculkan. Mumford (1996) mengemukakan suatu model pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari empat langkah dimana satu sama lain saling berhubungan atau saling menunjang. 42 . Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah active experimentation yaitu langkah seseorang untuk selalu mencoba hal-hal baru berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkannya.3. sebagai berikut: Gambar 5. sedangkan reflective observation merupakan langkah dimana seseorang berusaha meninjau atau menggaliarti pengalaman yang diperolehnya yang selanjutnya dilakukan pemahaman tentang konsep atau hubungan yang mendasari pertimbangan seseorang terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan (abstract conceptualisation).3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb Gambar 5. menunjukan bahwa concrete experience merupakan suatu aktifitas atau pengalaman seseorang secara langsung.

Active experimentation menurut Kolb sama dengan doing. dimensi ini mengkaji pengaruh pengalaman yang didapatnya terhadap dirinya. dimensi ini mengharuskan seseorang untuk berfikir atau membandingkan bagaimana suatu hal berkaitan dengan pengalamannya sendiri. dimensi ini menghadirkan suatupenerimaan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang matang. Di sini individu lebih cenderung menggunakan pengalamannya ada sendiri dalam dengan memecahkan permasalahan yang dibandingkan menggunakan pengalaman orang lain. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pembelajaran.Kolb (1984) dalam Ulrich dan Cole (1989) mengemukakan bahwa concrete experience sama dengan feeling atau sensing. sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. sehingga akan meminimalkan kesalahan yang sama 43 . Burgoyne dan Hodgson (1983) juga menekankan pentingnya 'specific critical incident' dalam menstimulasi pembelajaran. dimana seseorang berfikir bagaimana memperoleh informasi terbaru sebagai jalan atau pertimbangan untuk bertindak. seseorang perlu menggunakan kemampuannya secara terus menerus dan proaktif merefleksikan kejadian masa lalu sebagai media belajar. selain itu individu dituntut untuk belajar bagaimana menerapkan teori yang ada melalui analisa sistematis. small group discussions atau games. Abstract generalization atau conceptualisation memiliki kesamaan dengan thinking. Reflective observation menurut Kolb sama dengan watching. salah satu langkah yang dapat digunakan adalah dengan cara problem solving. Pembelajaran merupakan proses belajar seseorang terhadap suatu kejadian yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman orang lain yang diketahuinya.

Kurva pembelajaran menunjukkan hubungan negatif antara biaya produksi dan kuantitas barang-barang yang dihasilkan. Berdasarkan prinsip pembelajaran. Dengan proses pembelajaran seorang wirausahawan dapat mengembangkan usahanya lebih maju sehingga produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan sulit ditiru oleh perusahaan lain atau pesaing. perilaku pekerja dapat dianalisis dan dikelola untuk memperbaiki kinerjanya maupun kinerja organisasi. kemampuan pekerja. H. sehingga seorang wirausahawan akan mampu mengantisipasi adanya perubahan dan siap dengan adanya perubahan yang terjadi. sikap manajer. Menurut Marquardt (1996) organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar sungguh-sungguh dan 44 . Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan usaha. Pembelajaran Organisasi Perilaku organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan proses pembelajaran. dan motivasi yang semuanya merupakanhasil dari pembelajaran. dimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan output melalui perbaikan cara-cara produksi. Selain itu proses pembelajaran dapat menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dengan arus informasi yang berkelanjutan.pada suatu proses yang sama atau meniadakan kesalahan yang sama serta melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan. organisasi harus mampu membangkitkan komitmen anggotanya dan membangun kapasitas belajar pada semua level organisasi secara berkelanjutan. Hatch (1997) mengemukakan bahwa kurva pembelajaran memberikan bukti bahwa suatu organisasi mengalami proses belajar.Pembelajaran Organisasi & Wirausaha 1. Sebagai contoh.

Hendry et al. yaitu belajar. Mintzberg dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi sebagai suatu proses berkelanjutan. maka proses pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai "double loop learning". organisasi. Convergent learning menekankan pada spesialisasi dan standarisasi dari kemampuan. (1995) dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa kandungan dari pembelajaran organisasi harus dipertimbangkan serta prosesnya harus bersifat efisien dan efektif. Kesalahan (error) dapat menjadi sifat yang dapat menghambat proses pembelajaran. sistem 45 . Lima sub sistim tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 5. dan tak henti-henti mentransformasi diri agar dapat memperoleh. dan teknologi yang saling berhubungan dan saling menunjang sebagai sistim.secara bersama-sama. dan menggunakan pengetahuan dengan lebih baik demi keberhasilan. Subsistim Dalam Organisasi Pembelajaran Organization Knowledge Learning People Technology Choueke dan Armstrong (1998) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi adalah suatu proses pendeteksian dan pengoreksian kesalahankesalahan. Marquardt berpendapat bahwa organisasi pembelajaran terdiri dari lima sub sistim. Jika dalam proses pembelajaran sebuah organisasi dapat menjalankan kebijakannya dan mencapai tujuannya. pengetahuan. manusia.4. mengelola. Dua hal yang biasanya terjadi dalam proses pembelajaran organisasi adalah sifat yang mengarah kepada satu tujuan (convergent) atau mengarah kepada banyak tujuan (divergent).

Hal ini seringkali sulit untuk diketahui karena indikator dari keberhasilan secara konstan dimodifikasi setiap waktu. Pembelajaran dalam organisasi juga menyangkut proses budaya.pengendalian. Kegagalan pembelajaran terjadi karena keragu-raguan dalam meraih keberhasilan. organisasi mengkomunikasikannya melalui cerita-cerita dan simbol-simbol serta norma perilaku dan harapan-harapan. dan operasi utama dari organisasi dalam bidang tertentu yang memfokukan pada efisiensi. Pada dasarnya ia menggambarkan bahwa kapabilitas organisasi sebagai “dinamika rutinitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dalam efisiensi atau efektivitas” dan “kumpulan dari tacit knowledge yang 46 . maka sulit pula keberhasilan tersebut dipelajari berdasarkan pada hal-hal yang telah dilakukan di masa lampau. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan (benchmarking). Ketika keberhasilan sulit untuk ditunjukkan. Wright (1997) memasukkan istilah “akumulasi pembelajaran” sebagai salah satu aset tak berwujud yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang tidak dapat ditiru (inimitability). Matlay menyatakan bahwa terdapat banyak kesulitan dalam proses pembelajaran yang mereka gambarkan sebagai "supertitious learning". Sebagai contoh. Supertitious learning terjadi ketika hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh tidak dapat ditentukan secara tepat. keragu-raguan terhadap kompetensi. Matlay (2000) mengemukakan bahwa organisasi pada dasarnya belajar dari proses pengorganisasian pihak lain. dan jebakan keberhasilan. Selanjutnya.

prosedur dan sistem organisasi yang tertanam dalam cara berperilaku”. (2) Memperbaiki (improving) dicirikan dengan memberikan gagasan (initiative-taking). yaitu pembelajaran dalam rangka mengatasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. Konsep pembelajaran organisasi juga dapat didekati dari ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan pendapat tentang sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem memiliki kesadaran dengan sendirinya. yaitu: kemampuan inovasi. Argyris dan Schon (1978) kemudian mengembangkan teori pembelajaran organisasi ini dengan pendapatnya tentang "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning".dibangun dalam proses organisasi. dan kemampuan belajar. Sejumlah penulis menjelaskan metode yang berbeda-beda dari perilaku pembelajaran dalam perusahaan yang mempengaruhi mereka untuk menciptakan (create). menggunakan secara bersama-sama (share) dan menyimpan pengetahuan dalam perusahaan. a) adaptive learning. dicirikan oleh reliabilitas yang konstan tetapi terbatas karena kurangnya daya tanggap terhadap perubahan lingkungan. dan b) generative learning yaitu kapasitas untuk menciptakan dan berpikir proyektif. Sementara itu Pedler (1997) dalam Chaston et al. (1999) mengemukakan tiga tahapan pembelajaran sebagai berkut: (1) Mengimplementasikan (implementing): melakukan sesuatu dengan benar. Gibb (1997) mengemukakan dua tipe pembelajaran. Ia menyarankan dua faktor penting dalam membangun kapabilitas organisasi. sistem tersebut dapat belajar untuk belajar. melakukan eksperimen secara sistematis dan 47 .

tetapi hanya sedikit yang mengoperasionalkan konstruk pembelajaran melalui aplikasi teknik kuantitatif pada usaha kecil. Namun demikian. Dengan demikian. Hal ini dikarenakan alat yang digunakan untuk mengekplorasi konstruk pembelajaran organisasi pada umumnya dilakukan untuk studi skala besar. dari kalangan modernis yang mengikuti arus ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem untuk memiliki kesadaran belajar dengan sendirinya dan dari kalangan ahli psikologi Amerika. yang memuluskan jalan ke arah pembentukan teori tentang pembelajaran organisasi dengan "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". 48 .melakukan segala sesuatu dengan lebih baik tetapi masih terkendala oleh masih kecilnya skala peningkatan di dalam batas-batas yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara-cara yang berbeda ini berhubungan dan berdampak pada kapabilitas organisasi? Dari beberapa literatur yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi. Hill dan McGowan (1999) telah dapat mengukur persepsi individu manajer tentang kecenderungan tenaga kerja yang tergabung dalam masing-masing cara belajar. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua arah konsep pembelajaran organisasi yakni.jelas bahwa sejumlah penulis mengenali dan berupaya untuk mendefinisikan tipe perilaku pembelajaran yang berbeda pada tataran organisasi. Cara-cara tersebut diturunkan dari suatu model “tahapan” dari perkembangan pembelajaran. (3) Mengintegrasikan (integrating) dicirikan dengan “melakukan hal-hal dengan lebih baik” secara kreatif melalui pemecahan masalah secara sistematis dan holistik (menyeluruh).

yang meliputi proses pembelajaran. Pembelajaran dan Pendidikan Wirausaha Kemampuan belajar seorang wirausahawan dalam pemecahan masalah yang tidak terstruktur dan berisiko sudah tidak diragukan lagi. sehingga wirausahawan yang belajar dengan sungguh-sungguh akan lebih berhasil dalam usahanya dibandingkan dengan wirausahawan yang tidak pernah belajar. kemampuan untuk mengenali mengapa suatu masalah terjadi dan kemampuan mengatasinya. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan ataupun pembandingan (Benchmarking).Selain itu organisasi pada dasarnya dapat belajar dengan cara yang dijelaskan oleh proses pengorganisasian pihak lain. (1996) Tugas (Task) Performance Adaptabilitas Pribadi (self) Sikap Identitas Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam jangka pendek aktifitas pengembangan difokuskan pada peningkatan performance skill. 2. Perolehan kemampuan tersebut merupakan hasil dari proses belajar. sebagai contoh. dan 49 . Hall (1996) mengemukakan bahwa proses pembelajaran pengusaha dapat dilihat dari dua dimensi. yaitu dimensi rentang waktu (jangka panjang dan jangka pendek) dan dimensi target (tugas atau orang) sebagai mana terlihat dalam tabel berikut: Tabel 5. Mereka belajar dari pengalaman mendirikan dan mengelola usaha.1 Empat Tipe Pembelajaran Fokus pembelajaran Rentang Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Sumber : Hall. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). dimana dalam proses tersebut banyak mempelajari berbagai konsep.

atau tinggi. dan pengalaman.memasukkan komponen sosialisasi serta sikap yang membentuk identitas perusahaan ke dalam program pengembangan. Oleh karena itu perlu diidentifikasi isu-isu kunci dalam proses pembelajaran dan pengembangan wirausaha. 2) Latihan keterampilan teknis (technical know how) atau profesionalisme untuk bidang tertentu baik tingkat rendah. Adapun program pembelajaran jangka panjang diorientasikan pada tingkat adaptabilitas terhadap tugas dan pembentukan identitas pribadi. Adaptabilitas danidentitas biasa disebut sebagai metaskill. karena keduanya memberi kemampuan untuk belajar bagaimana agar bisa belajar. 50 . Dalam penelitian ini isu-isu kunci yang akan diangkat adalah isu yang berkenaan dengan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan. Sedangkan yang termasuk di dalam identitas adalah keterbukaan untuk menerima masukan. Termasuk di dalam adaptabilitas adalah belajar bersikap terbuka terhadap perubahanserta melakukan beberapa perubahan. dan memasukkan cara-cara baru dalam menginstropeksi diri sendiri. Adapun pengertian dari masing-masing isu tersebut adalah sebagai berikut: Sagir (1986) mengemukakan bahwa program Pendidikan dan Pelatihan pada hakikatnya merupakan jalur dan jenjang yang berkesinambungan yang menunjukkan peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi: 1) Pendidikan umum atau pendidikan dasar yang merupakan bekal agar SDM mempunyai pengetahuan dasar yang memadai dan siap untuk dilatih. menengah. Metaskill ini identik dengan double loop learning dan merupakan kemampuan yang sangat penting di masa sekarang dan yang akan datang. pembimbingan (mentoring).

bukan hanya memiliki kemampuan teknis.Jenjang latihan untuk pengembangan diri. Dalam prakteknya kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama. mempersiapkan SDM agar lebih kreatif. Jadi. dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuannya. tetapi juga memiliki kemampuan manajerial. program Diklat berhubungan dengan peningkatan kinerja. 2) Latihan ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Ranupandojo dan Husnan (2002) juga mengemukakan bahwa : 1) Pendidikan ialah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan. mengembangkan diri untuk menjadi unsur pimpinan dalam bidangnya yang mampu dikembangkan. Latihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya guna meningkatkan keterampilan. Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan bahwa istilah pendidikan dan pelatihan (Education and training) sering dipertukarkan dengan istilah pengembangan (development) seperti yang dipakai oleh Flippo. Choueke dan Amstrong (1998) mengusulkan materi pendidikan atau pelatihan wirausaha dalam membangun kompetensi wirausaha sebagai berikut: 51 . terutama aspek profesionalisme kerja. kecakapan. Dari pendapat Sagir di atastampak pelatihan sesungguhnya adalah bahwa fungsi pendidikan dan untuk meningkatkan dan upaya mengembangkan kemampuan karyawan (teknismaupun manajerial).

Hal ini didukung oleh hasil penelitian Armstrong (dalam.2. 1998) yang menunjukkan bahwa "pengalaman" merupakan sumber utama dari pembelajaran. Program mentoring menekankan pada upaya untuk membantu wirausahawan dalam menafsirkan'critical incident' sebagai pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. ‘Critical incident’ yang dialami dapat menghasilkan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi serta mendasar.Tabel 5. Mentoring atau bimbingan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausahawan guna membantu 52 . Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikemukakan bahwa 'critical incident' sangat penting diterapkan untuk memahami proses pembelajaran wirausaha. Cope and Watts (2000) melakukan penelitian tentang proses pembelajaran dari wirausahawan dalam hubungannya dengan proses personal dan siklus pengembangan usahanya. Choueke and Armstrong. Materi Pendidikan atau Pelatihan Wirausaha Sumber : Choueke dan Amstrong (1998). sehingga sangat diperlukan bimbingan terhadap pengalaman tersebut. Mereka menemukan konsep 'critical incident' yang menunjukkan bahwa wirausahawan sering menghadapi masa atau episode kritis yang traumatik dan berkepanjangan dan menggambarkan kejadian-kejadian bermuatan emosional.

6. self-development pada pembelajaran karir jangka panjang. dalam praktek usaha yang sesungguhnya. karena pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada wirausahawan untuk memanfaatkan on-the job experience dan memberikan meta skill untuk learning how to learn. EVALUASI 1) Jelaskan makna pembelanjaran bagi seorang wirausaha? 2) Uraikan perbedaan antara pembelanjaran kognitif. Hal ini biasa disebut dengan pembelajaran dari pengalaman (learning from experience). Robinson dan Sexton (1994) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang terintegrasi dengan pekerjaan. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman sangat bermanfaat digunakan untuk pengembangan seorang wirausahawan. perilaku dan pembelajaran pengalaman wirausaha? 3) Jelaskan empat tipe dalam pembelajaran wirausaha? 4) Berikan contoh pendidikan kewirausahaan yang ada di Indonesia? 53 . Pendekatan pembelajaran dari pengalaman ini memberikan kemampuan bagi individu dan organisasi untuk melakukan selfrenewal dengan melakukan pendekatan yang proaktif.menafsirkan kejadian-kejadian yang dialami selama proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha.

Daya inovasi merupakan salah satu ciri khas utama dari seorang wirausahawan. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kompentesi wirausaha 3. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. daya inovasi dan kompentesi wirausaha serta penerapanya dalam kehidupan nyata. KATA KUNCI: Motivasi.1. TUJUAN KHUSUS a. memenangkan suatu perdebatan atau meraih posisi dengan kewenangan yang lebih besar. Seorang wirausahawan yang mempunyai motivasi yang kuat juga menunjukan keteguhan yang kuat. karena dengan inovasi seorang wirausahawan akan mampu 54 . b. Mahasiswa dapat menggali daya inovasi seorang wirausaha d. Keteguhan atau biasa disebut tekad adalah suatu motif yang melibatkan suatu ketahanan untuk terus fokus pada sasaran ketika sedang dihadang berbagai rintangan. Hal ini seringkali disamakan dengankebutuhan akan kekuasaan. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha c. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian motivasi. Seseorang dengan motivasi kepemimpinan yang tinggi banyak berpikir mengenai cara mempengaruhi orang banyak. RANGKUMAN Para wirausahawan efektif harus punya keinginan untuk memimpin. Daya Inovasi & Kompentesi Wirausaha 4. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu membangkitkan semangat/motivasi. Motivasi wirausaha membutuhkan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. 2.

5. sedangkan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. dalam arti seorang wirausahawan harus mampu mengelola kemampuan dirinya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha. seorang wirausahawan harus memiliki manajemen diri yang baik. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Kompetensi adalah suatu kemampuan lebih dari seorang individu jika dibandingkan dengan individu yang lain. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. keterampilan. 55 . seorang wirausahawan harus bekerja keras. URAIAN PEMBELAJARAN A. dan kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan hasil kerja yang lebih efektif. Secara umum kompetensi wirausahawan sama dengan kompetensi manajer ditambah kemampuan membaca peluang dan manajemen diri. Hal ini dikarenakan seorang wirausahawan selain sebagai pemilik usaha (manajer) juga sebagai pelaksana usaha sehingga sangat dibutuhkan kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya.meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menciptakan produkproduk baru yang inovatif maupun mengembangkan cara-cara pemasaran yang inovatif sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk maupun cara pemasaran dari pesaing. Pendahuluan Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. selain itu kompetensi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan.

Motivasi Usaha Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan. dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. seorang wirausahawan harus bekerja keras. daya inovasi seorang wirausaha. (2003) mengemukakan bahwa keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. Motif sebagai sesuatu yang ada dalam diri manusia yang membangkitkan. mengaktifkan. dayainovasi dan kompentensi wirausaha. Kekuasan bisa dipandang sebagai mata uang seorang wirausahawan. mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapainya tujuan. memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. sarana utama yang digunakan seorang 56 . tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan. Shane et al. dan kompentesi wirausaha B. artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitandalam menjalankan peran wirausaha. kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha.Daya inovasi dan kompentensi yang dimiliki seorang wirausaha merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaran usaha. Dengan demikian motivasi terjadi melalui suatu proses yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. Pokok bahasan ini akan diuraikan pengertianmotivasi. memindahkan.

Para wirausahawan harus dan tak boleh letih. terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai. Collins et al. 5) mengamati kejadian dengancepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif.wirausahawan untuk membereskan banyak hal dalam suatu wadah usahanya. hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran. (2000) menjelaskan bagaimana motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. 4) inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha 57 . Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini. atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya. sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. Tentu saja. 2) pertumbuhan. sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. dan 6) kualitas dari barang yang diproduksinya. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. (2000) mengemukakan bahwa keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan. hal itu adalah : 1) memuaskan pelanggan. Selanjutnya Collins et al. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain. dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usahanya. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti. Oleh karena itu. ketegaran mesti dilakukan dengan berlandaskan pada sikap rasional. 3) penekanan biaya. mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya.

industri. 1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive. pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha. tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda. tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan. dan Jero W. Pattigrew (1996)dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. Motivasi awal untuk menjalankanaktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha. Kemampuan kognitif memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil. keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan. Studi yang dilakukan oleh Knight. di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut : 58 . keinginan untuk mengumpulkan kekayaan. L. Kondisi lingkungan seperti sistem hukum.dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan. 1983 (dalam Rambat. atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy). Motivasi membantu seorang wirausahawanmemperoleh pengetahuan.

dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha. Anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan usaha yang tidak terkait dengan lingkungan yang ada. 3) The parental (paternal) refuge. Para wanita yang merasa telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan. 7) The educational refuge. 2) The corporate refuge. 6) The society refuge. Para ibu rumah tangga yang pada awalnya sibuk mengurus anak dan rumah tangganya akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi. caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri. akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. 4) The feminist refuge.1) The foreign refuge. menjadi terpacu untuk berwirausaha. Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak mereka biasanya kemudian akan berusaha untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya. pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaannya merasa bahwa kepuasan kerjanya akan meningkat dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri. 59 . 5) The housewife refuge. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada. lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat.

Organizational Behavior. dan budaya organsiasi. seperti diperlihatkan pada Gambar berikut. Gambar 6. mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja. mengintegrasikan berbagai elemen yang pada intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari motivasi. pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan.Mitchell (1999). Konteks pekerjaan mencakup lingkungan hati. cukupnya supervisor pengawasan dan pembimbing.1. seorang peneliti Perilaku Organsiasi yang terkenal. Model Motivasi Prestasi Kerja Sumber : Kreitner and Kinicki. 2000 Pada gambar di atas. Model tersebut. Kedua kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain 60 . tugas yang diselesaikan oleh seseorang. Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi.

Motivasi melibatkan suatu proses psikologis untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk berperilaku dengan cara tertentu. Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model peran karyawan yang berhasil. motivasi. atau strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau tugas. Sebaliknya perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer memberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif. akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak. terdapat empat kesimpulan penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama.sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi. dan suatu kombinasi dari faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan. jumlah usaha yang dikeluarkan. dan membantu mereka mempertahankan self-afficay dan self-esteem yang tinggi. 61 . yaitu meminta. Perilaku mencerminkan sesuatu yang dapat kita lihat atau dengar. prestasi dipengaruhi oleh motivasi perilaku. mengarahkan. dan menetapkan. Hasil dari motivasi secara umum dinilai dengan perilaku yang ditunjukkan. Sebagai contoh. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi yang berkaitan dengan perilaku langsung. Perilaku. Lebih lanjut gambar tersebut memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi penghargaan yang setimpal. Selanjutnya. Dengan demikian.motivasi berbeda dengan perilaku. secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan pengetahuan (keterampilan) individu.

tetapi daya beli adalah hasil ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi. (1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah seorang yang inovatif. Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh suatu kombinasi input individu. Sebagai contoh. Ketiga. jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu. Perilaku dipengaruhi oleh input dari individu.Kedua. Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Dalam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar dalam perekonomian daripada daya beli. perilaku berbeda dengan prestasi. dan motivasi. 62 . Hirsch dan Peters. karena tidak ada sesuatupun yang menjadi sumberdaya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam. proses atau produk. serta kualitas catatan kuliah. dan perilaku motivasi yang sesuai. Inovasi menciptakan sumberdaya. Keempat. Prestasi juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh organisasi dan dinilai oleh manajer. perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi. Menurut Schumpeter hanya orang-orang yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan dan mereka mampu melakukan perubahan-perubahan yang luar biasa. motivasi diperlukan tetapi bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja. Mereka membuat perubahan melalui introduksi teknologi. motivasi. faktor konteks pekerjaan. kemampuan dan tujuan pribadi. Daya Inovasi Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. C. sehingga memberinya nilai ekonomi. faktor konteks pekerjaan.

Dalam hal ini seorang wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahanperubahan besar. Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya tetapi tetap sebagai self employed. ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru. yaitu . Ia harus terarah secara spesifik. pengembangan (extention). penggandaan (duplication). Inovasi merupakan sarana seorang wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat perubahan-perubahan. Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah dikenal secara luas. 1990) : 63 . Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi sumber inovasi (Howel dan Higgins. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai penyebab utama dari pembangunan ekonomi. Pengertian seperti ini akan lebih relevan untuk menggambarkan perusahaan besar. penemuan (invention). Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. dan sintesis. jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan. dimana dengan perubahan tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. Di dalam tulisannya The Theory of Economc Development. Ia juga menjelaskan bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan jaman. Dalam prosesnya. Kuratko dan Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan.Dengan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang mampu mengembangkan teknologi baru.

Ketidakharmonisan. Kompetensi akan membedakan orang yang berprestasi baik dengan yang biasa-biasa saja. Kompetensi dapat berupa motif. Perubahan persepsi.a. menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk berhasil. d. atau keterampilan kognitif dalam perilaku. Proses sesuai kebutuhan. Perubahan demografi. bakat atau sifat. atau ketahanan. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan. Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: a. Sifat dasar (bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam berperilaku atau cara merespon. e. D. 64 . Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang tidak efektif. Kompetensi Wirausaha Hooghiemstra (1992) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik dasar individu yang berhubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif dan superior dalam pekerjaannya. b. pengetahuan diri. Kejadian yang tidak terduga. g. c. b. konsep diri. Perubahan pada industri dan pasar. sikap atau nilai maupun pendirian. f. Misalkan berkaitan dengan kepercayaan diri. pengendalian diri. daya tahan stres. Konsep pengetahuan dasar (belajar).

sedangkan sikap dan nilai-nilai merupakan indikator-indikator yang lebih sulit untuk diajarkan. sulit dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kebanyakan temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan antara kinerja yang rata-rata dan superior. Merubah motif dan sifat mungkin dapat dilakukan tetapi harus melalui proses yang sangat panjang. dalam proses rekruasi aturannya adalah merekrut berdasarkan karakteristik motivasi inti dan sifat bawaan yang selanjutnya perlu dilakukan 65 . (1992) Kompetensi secara umum memiliki perbedaan berdasarkan proses pengajarannya. Knowledge dan Skills. apa yang mereka pikirkan atau tertarik dalam melakukan sesuatu. Self concept. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur.c. sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang menanyakan apa yang mereka hargai. Dari sudut pandang efisiensi. e. Konsep diri.2. d. kemampuan mendengarkan secara aktif). Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat (misal. Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur sebab yang sederhana sebagai berikut: Gambar 6. Personal charakteristics disini terdiri dari: Motive. Pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu dari indikator kompetensi yang paling mudah diajarkan. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu Sumber : Hooghiemstra. apakah teknis atau interpersonal. yang diukur dengan uji responden. Trait.

yang ditunjukkan oleh pengetahuan. yakni dengan memadukan kedua metode tersebut. Misalkan menetapkan proses serta pekerjaan yang diperlukan. Namun kebanyakan perusahaan melakukan sebaliknya. Dalam pendekatan orientasi pekerja. Sandberg (2000) mengemukakan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. Kenyataan menunjukkan bahwa merekrut orang yang memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan kebutuhan dan melatih mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu lebih effisien jika dibandingkan dengan merekrut orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. kompetensi didefinisikan sebagai atribut yang dimiliki oleh seseorang atau pekerja. keterampilan dan kemampuan (KSAs) dan sifat bawaan individu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. kompetensi juga disebutkan sebagai atribut kemampuan spesifik yang dibutuhkan seseorang dan dijabarkan dalam langkah-langkah pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tertentu.pegembangan pengetahuan dan keterampilan. Dalam pendekatan orientasi kerja. Pendekatan multimethode lebih bersifat komprehensif karena berusaha menghindari kritikan yang muncul dari dua pendekatan lain. mereka merekrut berdasarkan gelar pendidikannya dan berasumsi bahwa kandidat tersebut memiliki atau dapat diindoktrinasi dengan motif dan sifat yang diperlukan. orientasi pekerjaan dan orientasi multimethode. selanjutnya menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah tersebut. Jadi dapat dikemukakan bahwa kompetensi adalah kumpulan atribut-atribut spesifik yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang untuk dapat menyelesaikan 66 . Pendekatan definisi kompetensi dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu orientasi pekerja.

pengenalan peluang sedangkan human relation dan administrasi dapat digabungkan dalam kepemimpinan. Relationship competencies (Kemampuan hubungan) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan interaksi orang per orang atau individu dengan kelompok. administrasi. 2. sementara kemampuan peluang dapat dimasukkan dalam keterampilan memanfaatkan peluang (opportunity skills). sumberdaya kepemimpinan. peluang. penggunaan hubungan dan koneksi. Man et al. (2000) mengemukakan bahwa secara umum terdapat enam area kompetensi wirausaha yang dapat dikenali yakni: 1. kemampuan bernegosiasi. Conceptual competencies (Kemampuan konseptual) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan konseptual yang mana dicerminkan di dalam perilaku usahawan. kemampuan kognitif. serta daya inovasi yang tinggi. misalkan keterampilan dalam mengambil keputusan. misalnya dalam konteks kerjasama dan kepercayaan. manusia. Menurut Baum paling tidak terdapat beberapa kompetensi wirausaha yang sangat diperlukan yaitu pengetahuan. keterampilan. pemahaman dan penyerapan informasi yang kompleks. self management. 67 . (2001) mengemukakan bahwa kompetensi wirausaha hampir sama dengan kompetensi seorang manajer tetapi ditambahkan 2 keterampilan yaitu peluang dan manajemen diri. Mereka yang dapat menyelesaikan tugas lebih baik daripada yang lain berarti orang tersebut lebih kompeten daripada lainnya. dan pengambilan pengembangan keputusan. Opportunity competencies (Kemampuan peluang) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan mengenali dan mengembangkan peluang pasar melalui berbagai cara. keterampilan berkomunikasi dan hubungan antar pribadi 3. Baum et al.tugas.

. pelatihan dan pengendalian. teknologi termasuk di dalamnya membangun tim kerja. 1995). (1999) mengemukakan bahwa kompetensi juga dapat di ukur berdasarkan seberapa besar individu tersebut mampu dalam pencapaian tujuan.4. 68 . Organizing competencies (Kemampuan pengorganisasian) yaitu kompensasi yang berhubungan dengan pengorganisasian sumberdaya internal dan eksternal seperti SDM. keuangan. proses (perilaku atau tugas yang mendorong ke arah kemampuan). Lebih lanjut Man et al. 5. Commitment competencies (Kemampuan komitmen) yaitu kompetensi atau kemampuan yang menggerakkan seorang wirausahawan untuk menjadikan usahanya lebih berkembang. Kemampuan dapat dipelajari dari masukannya (kemampuan terdahulu). Kompetensi wirausaha sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam berupaya pengembangan usahanya. Pendekatan ini semata-mata berasumsi bahwa kemampuan belum tentu membuat seorang wirausahawan berkompeten. memimpin pekerja. evaluasi dan penerapan strategi perusahaan 6. Pendekatan kompetensi menjadi suatu alat yang populer untuk mempelajari krakteristik wirausahawan. melainkan kemampuan hanya dapat dipertunjukkan oleh tindakan dan perilaku orang tersebut (Gartner dan Starr. Boyatzis (1982) mengemukakan bahwa kemampuan wirausaha berhubungan erat dengan managerial competencies. Strategic competencies (Kemampuan stratejik) yaitu kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penetapan. Penekanan proses atau pendekatan perilaku mempelajari sifat wirausaha dengan dimensi proses dari kondisi daya saing. atau hasil (menuju keberhasilan standar kemampuan atau wewenang dalam area fungsional).

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian motivasi.6. daya inovasi dan kompentensi wirausaha? 2) Jelaskan beberapa factor motivasi dalam wirausaha dan model motivasi untuk mencapai kinerja yang tinggi? 3) Uraikan beberapa kiat yang dapat menumbuhkan daya inovasi wirausaha? 4) Jelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu? 5) Uraikan atas enam demensi kompentesi yang harus dikenali oleh setiap wirausaha? 69 .

TUJUAN KHUSUS a. Kelayakan Usaha 4. 2.Pendahuluan Dewasa ini. Sebagian orang beranggapan bahwa 70 . Kemampuan seseorang untuk menilai peluang dan memanfaatkan peluang tersebut merupakan modal dasar untuk melaksanakan aktivitas wirausaha. bidang dan macam peluang usaha c. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menilai peluang usaha/bisnis serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. RANGKUMAN Menjadi wirausaha yang handal tidaklah muda. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha b.1. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi. banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun kelayakan usaha 3. URAIAN PEMBELAJARAN A. KATA KUNCI: Menilai Peluang. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. 5. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. namum tidak sesulit yang dibayakan banyak orang. Namun karena kurangnya informasi.

Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri manusia. Pokok bahasan ini di uraikan tentang pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha. Dengan mengetahui peluang dagang. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. Berdasarkan pendapat Kirzner tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa peranan informasi di pasar merupakan faktor yang sangat penting dalam wirausaha. Oleh karena itu kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. identifikasi. seorang wirausahawan akan dapat memetik keuntungan dengan bertindak sebagai pemula yang memfasilitasi perdagangan. seorang wirausahawan adalah seorang yang mengambil keuntungan dari peluang dagang. seseorang yang melakukan transaksi pada peluang yang muncul dari suatu teknologi baru. Semakin sering seseorang berusaha berwiraswasta maka intuisi dalam membaca peluang semakin tajam. bidang dan macam peluang usaha. Pengertian Dan Lingkup Peluang Usaha Kirzner (1999) menyatakan bahwa wirausahawan adalah sebagai orang yang 'waspada' pada peluang yang menguntungkan dalam mekanisme pasar. 71 . penemu yang kreatif.kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan. serta menyusun kelayakan usaha B. Dengan demikian. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pengetahuan ataupun informasi dari mereka yang melakukan transaksi. Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber-sumber daya yang ada.

Berdasarkan asal perubahannya. Dalam proses eksploitasi peluang. Eckhardt dan Shane (2002) juga mengidentifikasi tipe-tipe peluang. seperti perubahan yang berasal dari kreasi produk atau jasa baru. berasal dari penemuan bahan baku baru. Peluang usaha yang telah dieksploitasi secara maksimal juga akan menenggelamkan peluang tersebut. dan berasal dari cara mengorganisasi. 2. jasa. Dalam hal ini keputusan wirausaha meliputi kreasi atau identifikasi daripada means dan ends baru yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pelaku pasar. serta mekanisme penyebaran informasi. Berdasarkan sumber peluang seperti: peluang yang berasal dari informasi yang asimetrik. Peluang usaha mempunyai siklus karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. bahan baku. seseorang mencari sumberdaya dan melibatkannya dalam aktivitas yang dapat memberikan informasi guna meningkatkan kepedulian bersama di antara pelaku pasar tentangkarakteristik informasi peluang yang dapat mendorong ataupun menekan seseorang dalam menindaklanjuti peluang usaha yang ada. di antaranya yaitu: 1. peluang yang berasal dari gap antara 72 . berasal dari metode produksi baru. Waktu siklus peluang usaha tersebut tergantung pada pembatasan mekanisme peniruan. Pengertian Peluang Usaha Eckhardt dan Shane (2002) mendefinisikan peluang sebagai situasi dimana barang. atau hubungan antara means dan ends. pasar dan metode organisasi baru dapat diperkenalkan melalui pembentukan cara (means) baru. perubahan yang berasal dari penemuan daerah pasar baru. pelanggan (ends).1. Dalam lingkungan kondisi yang tidak seimbang sering muncul peluang baru yang menenggelamkan peluang yang lama.

Suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri maka perlu menyadari adanya suatu peluang usaha yang dapat ditinjau dari berbagai aspek yang terdiri dari : H H H H H Pasar Persaingan Keinginan konsumen/pelanggan Kekuatan-kekuatan kita Kelemahan-kelemahan kita Dengan adanya peluang usaha mencakup aspek-aspek yang sangat luas dan bersifat selalu terbuka karena itu tidak ada alasan tertutupnya kesempatan berusaha asal saja mampu mencermati perubahan-perubahan atau pergeseran peradaban yang terjadi pada masyarakat. Faktor kebutuhan masyarakat b. peluang yang berasal dari perbedaan tingkat produktivitas. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Lingkup Peluang Usaha Kendatipun peluang usaha bersifat luas namun dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 73 . 2. Faktor dinamika perkembangan masyarakat c. dan peluang yang berasal dari identifikasi katalisator perubahan yang menghasilkan peluang usaha. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) faktor utama yang merupakan variabel dasar dalam upaya identifikasi peluang usaha yaitu: a.pasokan dan permintaan. Faktor keberadaan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha.

Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan primer 2. dan status sosial masyarakat. 3. yaitu : 1. Dalam kaitan itu karena peluang usaha berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dalam pembagian sebagai berikut : dapat dikelompokan ke 1. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan tertier. pendapatan. Berdasarkan lama-barunya peluang usaha. Lingkup peluang usaha dengan klasifikasi di atas. Peluang usaha baru sama sekali.a. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan sekunder 3. 2. pemilik usaha mandiri (selfemployed) dan pelaku usaha (businessman). Berdasarkan Hiraki Kebutuhan Manusia Seperti disajikan pada bagian awal. Karena dalam bahasa sehari-hari sering terjadi kerancuan penggunaan istilah wirausahawan (entrepreneur). dimana peluang usaha ini sebelumnya belum ada tetapi kemudian diciptakan. Dari segi lama barunya peluang usaha dapat dijumpai 3 (tiga) kemungkinan peluang usaha yang terbuka. peluang usahatimbul adanya kebutuhan manusia. b. Peluang usaha akan terbuka dan menjadi peluang usaha baru khususnya dilakukan pada daerah-daerah baru. kemudian mempunyai demensi kuantitatif dan kualitatif yang ditentukan oleh faktor pendidikan. Oleh karena itu perlu dibedakan konseptualisasi wirausaha sebagai berikut: (1) Antara konsep di wirausaha dalam (entrepreneurial) pengertian dan manajerial dan (managerial) pengorganisasian pengkoordinasian 74 . Peluang usaha baru yang disempurnakan/dikembangkan dari usaha yang sudah ada/lama.

yaitu wirausahawandan pelaku usaha manajerial yang merupakan wirausaha di dalam pengertian formal semata.1. menciptakan dan menyajikan nilai tambah bagi stakeholders.Identifikasi. Peluang usaha tidak akan menjadi usaha yang berhasil apabila tidak dikembangkan lebih lanjut. (2000) lebih lanjut menyatakan bahwa proses identifikasi dan pengembangan peluang usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kewaspadaan yang dimiliki 75 . Wirausahawan mengidentifikasi peluang usaha. Ardichvili et al. Tabel 7. akan dihasilkan tiga tipe yang dapat membedakan dengan wirausaha. Peluang tersebut harus dibuat bukan ditemukan begitu saja. (2003) mengemukakan bahwa identifikasi dan pemilihan peluang yang tepat untuk usaha baru merupakan kemampuan yang sangat penting bagi keberhasilan wirausahawan. Bidang Dan Macam Peluang Usaha Ardichvili et al.(2) Antara pemilik usaha (business-owner) atau usaha mandiri (selfemployed). Berdasarkan dikotomi ganda dari self-employed lawan employee dan entrepreneurial lawan managerial. Hal ini diilustrasikan di dalam Tabel berikut ini. Proses identifikasi dan pengembangan peluang itu sendiri merupakan siklus yang terus berkembang. dan pekerja (employee). Tipologi Wirausaha Tipologi Entrepreneurial Self-employed Schumpeterian entrepreneurs Employees Intrapreneurs Executive Managerial Managerial business owners Sumber : Carree and Thurik (2002). Ketiga tipe ini tergolong ke dalam Schumpeterian entrepreneurs. dan pengembangan peluang usaha memerlukan kerja kreatif dari seorang wirausahawan. C.

Identifikasi Peluang Usaha Pendekatan Subyek Pemakai Prespektif peluang usaha yang sangat terbuka dan sangat luas. juga memudahkn identifikasi peluang usaha tersebut yang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sektorsektor jenis kegiatan usaha yaitu : 76 . Untuk lebih memudahkan dalam memahami identifikasi peluang usaha maka dengan pendekatan subyek/pelaku bisnis di masyarakat. sifat individu dan tipe-tipe peluang itu sendiri.seorang wirausahawan. jaringan sosial. begitu banyak ragam peluang usaha.1. Skema berikut ini dapat dipakai sebagai acuan. yaitu : Gambar 7. informasi dan pengetahuan yang dimiliki.

perusahaan Perdagangan yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya jual-beli barang dagang. yang diperoleh merupakan pihak lain.Kelayakan Usaha Kelayakan usaha adalah sebagai suatu hasil analisis yang dilakukan secara cermat tentang dapat tidaknya (layak. Aspek Pasar.1. Perusahaan Manufaktur (Pabrikasi) yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengan jadi atau barang jadi. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain kelayakan usaha : HIdentifikasi kesempatan usaha dan tujuan usaha HAspek-aspek kelayakan usaha HAlat dan kerangka analisis HData dan sumber data HKriteria penilaian 2. tidak layaknya) suatu usaha dilakukan yang berdaya guna dan berhasil guna dimasa yang akan datang. meliputi: ª Permintaan ª Pemasaran ª Harga 77 . Keuntungan kelebihan harga jual di atas harga beli 3. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa pelayanan kepada memperoleh penghasilan. 1. D. Aspek-aspek Penilaian Dalam Kelayakan Usaha : a. 2. sebagai imbalannya perusahaan kelebihan harg jual barang produksi di atas harga pokok produksinya merupakan keuntungan perusahaan. Tujuan dilakukan kelayakan usaha adalah untuk menghindari ketelanjuran atau terjadinya penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak memberikan keuntungan.

Aspek Teknik. terdiri dari: ª ROI ª Alat analisis yang digunakan dalam aspek finansial adalah kriteria investasi seperti : PP. IRR. SWOT. Contoh : naiknya pendapatan. dll b. kerusakan lingkungan (polusi). Uraikan ruang lingkup dalam menilai peluang usaha? 3) Uraikan dengan jelas identifikasi menilai peluang usaha dari sudut pandang pemakai? 4) Berikan salah satu contoh dalam membuat studi kelayakan dalam menilai peluang usaha? 78 . c. meliputi: ª Skala produksi yang optimal ª Proses produksi ª Perlengkapan ª Pemilikan lokasi ª Alat analisis aspek teknis dapat dilakukan dengan analisis perbandingan biaya setiap alternatif. meliputi: ª Jadwal pelaksanaannya ª Bentuk organisasinya ª Analisa jabatan & analisa TK e. dan adat istiadat. Budaya dan Sosial Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh proyek tersebut. dll d.ª Analisis aspek pasar yaitu: peramalan permintaan. NPV. Aspek Manajemen. Aspek Ekonomi. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian peluang usaha? Berikan contoh rill dalam menilai peluang usaha! 2) Dalam menilai peluang usaha dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. BCR. BEP. metode transportasi (pemilihan lokasi) dan metode skoring/pemberian bobot. 6. Amndal. ARR. Aspek Finasial. Market Share.

Rewiew Artikel & Jurnal 4. Mahasiswa diharapkan dapat mereview artikel nasional dan internasional c.1. KATA KUNCI: Contoh Kasus. Mahasiswa diharapkan dapat mereview jurnal nasional dan internasional 3. mereview artikel dan jurnal. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menyusun kasus studi kelayakan usaha. TUJUAN KHUSUS a. itik khaki.Ringkasan Hasil Survei Tahun 2007 Survei yang dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Kendari dengan tujuan untuk mengetahui potensi budidaya ternak yang digunakan dalam mengembangkan hasil produksi telur. Hasil produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh peternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 43 butir telur per tahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150–250 butir telur per tahun sehingga pendapatan yang diperoleh per bulan 79 . Hasil survei menunjukkan bahwa potensi ternak itik yang dikembangkan peternak di Kecamatan Konda relatif kecil karena pengelolaannya masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil dimana populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden adalah 285 ekor yang terdiri dari itik bali. itik albio dan itik lokal. 2. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun studi kelakan usaha b. MATERI PEMBELAJARAN Contoh Kasus: STUDI KELAYAKAN USAHA POTENSI BUDIDAYA TERNAK ITIK DI KECAMATAN KONDA A.

353 47 42 42 43 42 43 Sumber : Hasil Survei Tahun 2007 Pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ternak yang diusahakan oleh petani pada akhir tahun 2007 mengalami peningkatan dibanding populasi pada awal tahun 2007. tipe petelur dan tipe dwiguna.500. Populasi ternak itik pada awal tahun 91 ekor terdiri dari 20 ekor itik jantan atau (22%) dan 71 ekor betina (78%). Faktor penyebabnya adalah penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim dan kekurangan modal. Kondisi populasi produksi dan produktivitas ternak tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7.813 1.2.071 2. Produksi dan Produktivitas Ternak di Kecamatan Konda Kelurahan/ Desa Konda Masagena Pouso Jaya Moreme Cialam Jaya Jumlah Awal Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) adalah pelatihan Akhir Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) Produksi Telur (butir) Produktivitas (butir) 4 4 2 4 3 20 14 17 14 13 13 71 18 21 19 17 16 91 6 10 9 11 7 43 44 66 69 39 24 242 50 76 78 50 31 285 2. B.rata-rata sebesar Rp 156. Produksi dan Produktivitas Ternak itik yang dikembangkan di Kecamatan Konda adalah itik tipe pedaging. Sedangkan pada akhir tahun populasi ternak meningkat menjadi 285 ekor (214%) terdiri dari 43 ekor jantan (15%) dan 242 ekor betina (85%). Dengan demikian masalah yang dihadapi adalah : ”Bagaimana potensi dan teknik budidaya yang digunakan oleh peternak itik serta kendala-kendala apa yang dihadapi”. Oleh karena itu strategi dan program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik tentang ternak itik dan bantuan modal.790 2.673 1. Sistim usahatani ternak dengan mengoptimalkan teknik budidaya ternak itik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak tetapi apabila dikelola secara tradisional dan dalam skala usaha kecil maka pengelolaan usaha kurang efisien.-. Populasi. Secara rata-rata rasio 80 .006 10.

Kemudian pakan merupakan kebutuhan penting yang menentukan hasil produksi. Dan pada malam hari dimasukan ke dalam kadang untuk menghindari dan melindungi ternak dari gangguan binatang. Jenis pakan yang diberikan adalah dedak padi. Jumlah produksi yang dihasilkan lebih rendah dibanding hasil produksi ternak itik yang dibudidayakan yaitu produksi daging 146 ekor dan telur 10. itik Alabio dan binit itik lokal. C. 10% dari bantuan pemerintah dan 70% di beli. Menurut petunjuk komposisi pakan ternak 40% jagung. nasi dan jagung sedangkan kosentrat tidak diberikan akibatnya produksi telur belum optimal.Teknologi Budidaya Itik Produksi telur maupun daging yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kualitas induk dan bibit ternak yang diusahakan.ternak itik jantan dan betina 1 : 6 dan jangka waktu bertelur rata-rata diantara 2.5 – 3. Faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak itik yang dihasilkan oleh peternak di Kecamatan Konda adalah penguasaan teknologi budidaya ternak masih minim terutama cara memilih induk. Induk/bibit ternak yang dikembangkan adalah 285 ekor terdiri dari itik Bali. 81 .5 bulan dalam setahun.353 butir dan produktivitas telur rata-rata perekor 43 butir dalam setahun. pemberian pakan. ampas kelapa. pemberantasan hama dan penyakit serta kekurangan modal kerja untuk membiyayi kegiatan usahanya. itik Khaki. Pemberian pakan yang dilakukan peternak belum optimal yaitu 2x sehari dengan komposisi tidak teratur. Dari 20 responden menunjukkan 20% memperoleh induk/bibit dengan cara tetas telur. Artinya pada siang hari itik dilepas untuk mengembala mencari makanan. Sistim pemeliharaan ternak yang dilakukan di Kecamatan Konda adalah sistem gembala dan perkandangan. 40% dedak halus dan 20% kosentrat. pemeliharaan. Produktivitas ternak itik dikelola dengan teknik budidaya itik Bali 150 butir dan itik Khaki 250 butir pertahun. umbi cincang.

Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak di Kecamatan Konda. Cara memanen setiap pagi para peternak mengambil telur itik dikandang dan di bawah kolom rumah atau di halaman dengan mengunakan keranjang atau sejenisnya untuk menyimpan telur itik.5 bulan 45%. 82 . tempat berkembang biak dan memudahkan kontrol. Dari 20 responden yang diteliti 90% menyatakan bahwa kekurangan modal dan 10% modalnya cukup. tempat ternak beristrahat/tidur. Hal ini menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak belum optimal.0 bulan 40% dan 3. 3. E. Jenis penyakit yang menyerang ternak adalah penyakit lumpuh.Modal Usaha Modal yang digunakan oleh peternak dalam mengembangkan usahanya adalah modal sendiri. Hasil Panen Produsi telur itik yang dipanen di Kecamatan Konda tahun 2004 sebanyak 10. Oleh karena itu bantuan modal berupa kredit lunak dengan tingkat bunga rendah diharapkan para peternak itik di Kececamatan Konda. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peternak itik di Kecamatan Konda adalah penyakit itik. Kelemahan sistim gembala adalah produksi telur rendah dibanding sistim lanting dan sistim terkurung. pencuri.353 butir.5 bulan 15% sedangkan menurut teknik budidaya lama bertelur berkisar antara 3.5 bulan sampai 4 bulan.pemangsa. Dari 20 orang responden 90% diantaranya tidak melakukan dan 10% melakukan pengendalian penyakit. Dari 20 responden yang diteliti menyatakan bahwa lama bertelur dalam 1 (satu) tahun bervariasi yaitu 2. Cara pengobatan yang dilakukan adalah 20% menggunakan minyak gosok pada kaki dan 80% menyatakan tidak tahu. D.

G. penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim yaitu mulai dari pemilihan induk/bibit.000 per ekor.F. pemberian pakan. PETERNAK (1) KONSUMEN (2) PENGECER Keterangan : 1.2. Harga telur berkisar antara Rp 500-Rp 750 per biji sedangkan daging berkisar antara Rp10.000 per ekor. pengendalian hama dan penyakit. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik. Kendala-Kendala dan Penyelesaiannya Kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak itik dalam mengembangkan usahanya adalah kekurangan modal kerja. Pemasaran Hasil Produksi Pemasaran hasil produksi ternak itik baik telur maupun daging di Kecamatan Konda melalui 2 jalur seperti gambar berikut : Gambar 7. harga berfluktuasi.000-Rp 20. Dengan demikian pelatihan teknik budidaya ternak itik menjadi prioritas utama disamping pemberdayaan PPL dan bantuan modal kerja berupa kredit lunak dengan tingkat bunga yang rendah. 83 . Jalur kedua adalah peternak menjual telur dan daging kepada pedagang pengecer dan pedangan pengecer menjual kepada konsumen. 2. pemeliharaan dan perkandangan. pemanenan. Jalur pertama adalah peternak menjual telur dan daging itik langsung kepada konsumen. Harga yang telur berkisar antara Rp 750-Rp 950 per butir sedangkan daging berkisar Rp 15.000 – Rp 25.

755.500..051. 84 . Kesimpulan Dari Kasus 1..500 Rp 6.051.296.H.15 x 300…Rp 1.500 Jumlah Dari tabel tersebut di atas.. Rp 1. I.000.5 x 950) ……………………………… • Penjulan itik 50 x Rp 20. Sumber : Hasil Proyeksi (Rp3.…..000 • Biaya pakan 40 x 720 x 0.000 ….000 • Penyusutan Kandang …………….353 butir telur pertahun dengan produktivitas rata-rata 43 butir per ekor pertahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150 – 250 butir pertahun per ekor.296. Usahatani ternak itik di Kecamatan Konda masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh ternak itik di itik Kecamatan Konda belum optimal yaitu 10.500 Rp 1. Analisa Usaha Ternak Itik Tabel 7.755. Jenis itik tersebutadalah itik Bali.500 : 24 = Rp 156.000.000) Rp 3. menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak itik setip bulan rata-rata Rp 3. Alabio dan itik lokal.Rp 200. Populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden yang diteliti adalah 285 ekor terdiri dari jantan 43 ekor dan betina 242 ekor. Analisis Usaha Ternak Itik PEMASUKAN : • Penjulan telur selama 2 tahun (2 x 35 x 26 x 3..Rp 800.000 + Jumlah Pengeluran ……………………………………… Pendapatan ………………………………………………. 2.000 + Rp 7.000 ………………………… Jumlah Hasil Penjulan …………………………………… PENGELURAN : • Pembelian itik induk 40 x 20.. itik Khaki.000 • Biaya Pemeliharaan ……………….3.

3. Faktor yang menyebabkan produktivitas kekurangan modal,

ternak itik

rendah

adalah

penguasaan teknik budidaya ternak itik minim

terutama pemilihan induk/bibit, pemberian pakan, pemeliharan dan perkandangan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pemanenan. J. Rekomendasi Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik, diperlukan wirausahawan dan kepemimpinan dimasa datang, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan program sebagai berikut : 1. Pelatihan tentang teknik budidaya ternak itik dan kewirausahaan. 2. PPL peternakan diberdayakan.

85

Contoh Review Artikel : MANAJER-MANAJER INTEGRASI : PEMIMPIN KHUSUS PADA WAKTU-WAKTU KHUSUS
By.Ronald N. Ashkenas dan Suzanne C. Francis, Des 2006

A.Abstract Tidaklah mudah untuk melintasi wilayah berbatu yang harus diseberangi dua organisasi yang harus bersatu. Inilah mengapa perusahaan-perusahaan yang cerdik akan menunjuk seorang manajer yang baru dan berjenis unik. B. Pendahuluan ⌦ Pertimbangan Irony : Kurang dari separuh keseluruhan Merjer dan Akuisisi (M&A) telah mencapai tujuan-tujuan strategik dan finansial yang diinginkan, namun perusahaan mengeluarkan lebih banyak untuk M&A selama tahun lalu dari yang sebelumnya. Menurut para bankir investasi J.P. Morgan, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengeluarkan 3,3 trilyun dolar untuk M&A di tahun 1999, tepatnya 32% lebih banyak dibanding tahun 1998. Pada dasarnya, bahwa rata-rata perusahaan yang gagal mendapatkan nilai yang mereka harapkan dari investasi yang bernilai 1,6 trilyun dolar. Tentu saja merupakan suatu irony yang mahal. ⌦ Lebih ironis lagi : meskipun integrasi diantara perusahaan yang dibeli dengan organisasi induk adalah suatu proses yang sulit dan rumit, secara tradisional tidak pernah ada seorang pun yang bertanggungjawab untuk proses tersebut. ⌦ Untuk mengatasi kesenjangan dalam akuntabilitas tersebut, beberapa perusahaan yang telah memahami dapat menunjuk seorang pemandu yaitu manajer integrasi untuk membimbing semua orang melintasi wilayah berbatu dan seringkali tidak terpetakan yang harus diseberangi kedua organisasi tersebut sebelum mereka dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. ⌦ Ditemukan bahwa manajer-manajer integrasi membantu proses M&A dalam empat cara pokok : á Melakukkan upaya percepatan, á Membuat sebuah struktur, á Membentuk hubungan-hubungan sosial diantara kedua organisasi, á Membantu merancang kesuksesan-kesuksesan jangka-pendek yang memproduksi hasil-hasil bisnis. ⌦ Untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja, kami akan menyampaikan kira-kira lima cara akuisisi dan peranan yang dimainkan manajer-manajer integrasi dalam masing-masing akuisisi. Selanjutnya kami akan melihat siapa yang tepat seharusnya melakukan pekerjaan tersebut :
86

C.Suatu Pekerjaan Yang Menunggu Untuk Dijelaskan F Sebagaimana kepala J&J‟s Quality Institute & veteran 18 tahun dari perusahaan itu, Quinn memiliki pemahaman kuat atas proses-proses bisnis J&J‟s dan bagaimana meningkat kan proses-proses tersebut. Tetapi apa yang diperlukan dalam kasus yang sekarang? Siapa yang akan membelinya ? Apa arti sebenarnya dari integrasi dalam kasus ini? Bagaimana Quinn dapat masuk ke dalamnya ? F Dalam banyak hal, peranan dari manajer integrasi adalah lebih mirip dengan pekerjaan kewirausahaan di suatu perusahaan pemula dibanding suatu posisi dalam suatu organi sasi yang sudah mapan. Seperti perusahaan pemula, suatu akuisisi dimulai dengan suatu strategi dan rencana finansial yang mengandung gagasan cemerlang atas bagaimana jadinya suatu organisasi baru di masa mendatang. F Ketika integrasi berlangsung, pemikiran awal dari Quinn ini pun terkonfirmasikan. Tetapi timbul dua peranan lain yang tidak diantisipasikannya. Kejutan pertama adalah bahwa Quinn ternyata menjadi pemicu emosi bagi banyak orang. F Kejutan kedua bahwa mendapat akses kepada ketua operasi grup J&J‟s merupakan jalan dua arah. F Semua manajer integrasi yang kami wawancarai mendapat pengalamanpengalaman yang mirip dengan Bill Quinn yaitu mereka memulai penugasan-penugasan mereka dengan suatu deskripsi pekerjaan yang kasar dan tidak jelas, yang mereka isi sendiri dengan berlalunya waktu. D.Hidup di Jalur Cepat Ada dua periode kritis dalam masa berlangsungnya dari sebagian besar akuisisi yaitu : Î Pertama adalah waktu diantara pengumuman transaksi dan penutupannya. Î Kedua adalah 100 hari pertama setelah penutupan. Salah satu peranan terpenting manajer integrasi adalah menggerakkan orang secepat mungkin melalui dua batas waktu ini. E. Membuat Kekacauan Menjadi Teratur Î Menempatkan bersama dua perusahaan membutuhkan pemutusan dan penyambungan hubungan untuk ratusan proses dan prosedur secepat mungkin. Î Jadi salah satu cara paling efektif dimana seorang manajer integrasi menuntun proses adalah dengan menciptakan struktur di dalam mana tim itu dapat beroperasi secara efektif.

87

Î Namun hubungan-hubungan tersebut adalah esensial untuk membawa bersama dua bisnis sangat berbeda yang keberhasilannya tergantung pada fungsi-fungsi mereka yang terjalin erat selagi mempertahankan budayabudaya unik di lokasi-lokasi yang terpisah. Î Pada perjalanan sampai membawa pada hasil-hasil bisnis. Mendapatkan Hasil-Hasil Awal Î Mempercepat berbagai hal. Membangun Hubungan-Hubungan Sosial Î Orang yang terlibat dalam merjer dan akuisisi seringkali merupakan orang lain. Keyakinan ini seringkali merupakan suatu prasyarat yang diperlukan bagi integrasi sejati.F. Apa yang Dilakukan Manajer-manajer Integrasi ⌦ Dalam akuisisi terdapat perbedaan. terkadang di luar kehendak mereka. para pekerja di kedua perusahaan perlu membangun hubungan-hubungan baru. yang dijerumuskan bersama dalam suatu perusahaan gabungan. Î Keberhasilan semacam ini yang biasanya dicapai dalam 100 hari pertama tidak hanya memberikan impas dari transaksi tetapi juga membangun keyakinan pada pikiran para manajer dan staf bahwa akuisisi ini adalah masuk akal. G. yang seringkali melibatkan perbedaan-perbedaan bahasa dan budaya. Î Sang manajer integrasi dapat menyelesaiakan diantara dua budaya dengan memudahkan hubungan-hubungan sosial diantara orang di kedua sisi. Karena tugas bagi manajer integrasi adalah mengarahkan kesuksesan-kesuksesan tangibel secara cepat yang tidak pernah dapat dicapai sebelum perusahaan-perusahaan itu bersatu. sang manajer mungkin menggunakan salah satu atau semua dari empat strategi berikut ini: 88 . Î Di samping mempertahankan jalannya bisnis harian. membangun struktur-struktur. transaksi belumlah impas. yang menuntut suatu keseimbangan dalam upaya-upaya yang berbeda dari sang manajer integrasi. H. dan menempatkan hubungan-hubungan sosial adalah hal kritis tetapi mereka sendiri adalah sama dengan punya peta tetapi tidak pernah digunakan untuk pergi. ⌦ Namun dalam suatu proyek integrasi tunggal.

membangun dan mengerjakan kembali mitra dan persekutuan. Tetapi jenis kepemimpinan yang telah kami jabarkan memiliki implikasi-implikasi lebih luas. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan menyesuaikan diri mungkin merupakan perbedaan diantara organisasi yang sukses dan organisasi yang tidak. menciptakan struktur-struktur yang fleksibel dan tanpa batas. 89 . Di era Internet. dimana organisasi-organisasi berubah dengan kecepatan cahaya.I. Organisasi-organisasi dalam era Internet terus-menerus menemukan kembali diri mereka. Seorang Pemimpin Baru untuk Ekonomi Internet Î Î Î Pemimpin yang telah berfokus pada dikelolanya integrasi atas perusahaanperusahaan yang diakuisisi.

mereka berperan sebagai inovator.Contoh Review Jurnal : STRATEGI PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN : PELAJARAN DAN KONSEP KUNCI DIPELAJARI DARI STUDI SISWA KEWIRAUSAHAAN (Elias G. Mike Hanson. B. dan terutama dari pengalaman usahanya.Tujuan Riset 1. Untuk menentukan program dan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis 90 . 2. serta memimpin dan mensinergikan anak buah serta mitra usahanya untuk keberhasilan usahanya. Permasalahan Dan Motivasi Riset 1. Carayannis & Evans. 2002) A. pelatihan. Disamping itu mereka mempunyai kemampuan yang menonjol dalam menetapkan sasaran dan strategi usahanya. ⌦ Kemampuan untuk terus belajar dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena mereka memerlukan strategi positioning yang tepat dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. pencari peluang usaha yang menguntungkan. ⌦ Kompetensi tersebut diperoleh dari kekuatan lainnya yaitu kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar baik melalui pendidikan. pembimbingan. Mengapa diperlukan strategi pembelajaran baru dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis ? C.Pendahuluan ⌦ Wirausahawan merupakan individu yang spesifik. Bagaimana pengaruh perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis ? 2. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis. mengorganisasikan kegiatandan sumberdaya. serta berani mengambil resiko.

pengacara atau dokter. ) Branger dkk (1998). Masyarakat mengiginkan anak-anaknya untuk profesi lebih terhormat seperti pegawai negeri. kompentesi.D. kecuali mereka telah menganggur lama. 91 . master dan tingkat pendidikan lanjutan (profesional) di Prancis dan Amerika Serikat. kosistensi. dilemahkan oleh keluarganya dan lingkungan sosialnya. kami juga berharap jika kita semua mempunyai hak untuk berhasil”. ) Schindler dan Thomas (1993) ditemukan lima dimensi kepercayan yaitu integritas.…” ) Ahar Rahmani. Menyatakan bahwa pengambilan resiko oleh enterpreneurship. tapi patut mendapatkan…. (1998) menyatakan bahwa “Orang Perancis tidak suka entrepreneur. (1998). ) Menurut Timmons (1994). kelompok. ) Beranger dkk (1998) menyimpukan bahwa lingkungan di Perancis membuat proses penciptaan sulit dilakukan oleh entrepreneur. ) Artikel yang berjudul “ Dari menciptkan bisnis ke menciptakan pekerjaan” yang ditulis Anhur Andersen dan APCE (Agency For Business Creation) menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek budaya tertentu yang membuat enterpreneursip sulit dilakukan di Prancis (Anderson.. (1999) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama strategi ini adalah untuk membawa siswa ketingkatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran bersama dengan para instruktur. Rewiew Riset Berdasarkan analisis temuan-temuan terdahulu dari penelitian tentang entrepreneurship di tingkat mahasiswa. secara definisi optimis. Kita semua memiliki kemerdekaan untuk menjadi entrepreneur. Jika hal ini benar maka pengembangan jiwa entrepreneurial menghadapi tantangan besar. organisasi dan masyarakat. menunjukan bahwa : ) Arthur Andersen-Apce. ) Giget. dan keterbukaan.Kajian Riset Dan Konsep Pengembangan Riset 1. (2001) mengemukakan “Entreprenneurship adalah sebuah kemerdekaan dalam fondasi kontruksi di Perancis. ) Evans dan Hanson. 1998). Entrepreneurship berkaitan dengan definisi pembuatan dan distribusi nilai dan manfat pada individu. Para pemuda di Perancis pada saat ini beranggapan bahwa yang merupakan kewajiban pemerintah dan system untuk memberi keamanan kerja dan pekerjaan. professor. insinyiur. Entrepreneurship adalah pembuatan dan pembentukan nilai dari nol. loyalitas.

2. Kedewasaan : Individu membangun berdasarkan pengalaman dan meningkatkan karirnya melalui pengembangan berdasarkan pengetahuan dan networking. (2001). 2. maka jalur karir entrepreneurship untuk setiap individu dapat dibagi atas lima tahapan unik yaitu : 1. 92 . juga melalui validasi dan pengutan eksternal dari karir yang telah dipilihnya. Kerengka Konsep Pengembangan Riset Sebagaimana model dalam Fig. 4. Penciptaan : Individu berpindah dari pengetahuan dan pembelajaran kepelaksanaan pembentukan sebuah perusahaan atau bentuk yang lainnya (contoh enterperneurship) dari kemampuan-kemampuan enterperneurship yang dikuasainnya.Berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu. 5. 1 di atas. Spesialisasi : Kemampuan awal yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu bisnis diperoleh individu mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai enterperneurial. (1998) dan Ahar Rahmani. Kesadaran : Individu dihadapkan dengan enterperneurship sebagai alternatif yang memungkinkan sebagaimana jalur-jalur karir yang lain. 3. menunjukan adanya “Research Gap” dari penelitian yang dilakukan oleh Arthur AndersenApce. Fondasi : Penciptaan dan penguatan nilai-nilai entrepreneurial baik untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan.

Metodologi 1. Pengukuran rasio akan digunakan dalam riset kuantitatif b. 2. Perluasan Riset Kenegara Lain Kesulitan lain yang dihadapi adalah ketersediaan riset yang dilakukan di negara lain yang berhubungan dengan topik ini. Selanjutnya untuk mengevaluasi riset kuantitatif digunakan metode interval sama Thurstone. Rancangan Penelitian Observasi dan pengukuran akan terdiri atas complex multi-part sample. Teknik pengambilan sampling menggunakan non proposional quota sample untuk siswa dan mahasiswa serta proposional sampling untuk manajer bisnis. perlakuan khusus hanya dilakukan pada siswa yang bersifat quasiexperimental karena berhubungan dengan perasaan mereka tengang nilainilai entrepreneurship. dalam rangka menjamin realibilitas dan validitas maksimal. Adapun kelompok-kelompok siswa yang dimaksud adalah siswa SMP. Populasi & Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di prancis. lulusan sekolah bisnis di Perancis. murit SMP dan SMA di Prancis. guna mengetahui perubahan nilai entrepreneurial yang diketahui siswa sebelum dan sesudah menerima pengetahuan serta intruksi yang berhubungan dengan entrepreneurship dalam hubungannya dengan ekonomi dan manfaat kolektif pada masyarakat secara keseluruhan. 4. alumni sekolah bisnis. Metode Survey a. 3. 93 . Para responden tidak akan diberi informasi tambahan melebihi yang diterima disurat. SMA. dan professional (manajer). Selanjutnya dalam penelitian ini menggunakan desain experimental (Pretes/Post-test). lulusan sekolah bisnis Internasional.E. Teori skor sebenarnya digunakan untuk menguji reabiliti. Kuisioner pre-test akan diberikan kepada sejumlah orang untuk menjamin bahwa pertanyaan didalamnya dapat dimengerti dengan baik. Bisa saja hal ini bukan merupakan masalah. Hal ini agar memperkecil error yang disebabkan oleh misunderstanding pertanyaan. tapi bisa juga menjadi masalah karena jarak sehingga akses untuk riset tertentu terbukti sulit.

) Sukses entrepreneursihp sebagaian besar ditentukan oleh kesempatan ) Entrepreneur itu egois ) Kompotisi karena ekonomi tidak disukai menghancurkan ) Entrepreneurship adalah kebanyakan tempat bagi orang-orang yang gagal dibidang lainnya 94 . Kuisioner menyedikan jawaban yang mungkin menjadi pilihan responden yaitu : (1) Sangat setuju sekali. penulis telah mengumpulkan informasi dari siswa entrepreneurship di Perancis secara spesifik yang dibagi menjadi 4 kelompok sample yaitu : Kelompok siswa S2 yang telah mengambil kursus entrepreneurship (series 1) Kelompok siswa yang terus mendidik siswa entrepreneur (series 2) dan (d) kelompok siswa S1 yang telah mengikuti entrepreneurship (series 3 & 4) Peneliti menfokuskan pada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dan dibandingkan hasilnya untuk keempat grup untuk menggabrkan temanteman tahap awal dari riset empiris kami. untuk memilih perusahaan besar dibanding dengan perusahaan dibanding dengan banyak perusahaan besar kecil. (5) Sangat Tidak setuju. Hingga saat ini. S2. (3) Setuju. (2) Sangat Setuju. (6) Sangat tidak setuju sekali Daftar pertayaan & histrogram jawaban responden dari masing-masing kelompok sampel dengan menggunakan program Excel : ) Dalam bisnis lebih disukai ) Lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk menjadi entrepreneur.F. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan survei berkelanjutan yang terdiri atas survei yang dilakukan pada siswa entrepreneurship di Perancis dan Amerika Serikat di tingkat pendidikan S1. dan pendidikan lanjutan. (4) Tidak Setuju.

Rencana bisnis merupakan alat paling kehidupan keluarga penting untuk menciptakan bisnis baru. Satu-satunya tujuan rencana bisnis dibanding kepribadian adalah untuk mendapatkan pendanaan (personality) sebagai faktor usaha baru. Saran Untuk Pendidikan Tinggi Beberapa rekomendasi untuk pengajaran entrepreneurship dipendidikan tinggi dapat diajukan saran yang berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari riset empiris dan literature sebagai berikut : 1. Dibutuhkan tahap awal pendidikan ulang dimana siswa harus dihadapkan ulang dengan pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai entrepreneur dan entrepreneurship. 2. Sebagai tambahan. Hasil penelitian kami memberikan pandangan bagi pengajar entrepreneurship dan pembuat keputusan pengembangan ekonomi dalam mengidentifikasi daya dorong maksimal serta faktor keberhasilan dan kegagalan yang dapat mempengaruhi program-programpendidikan dan isentifekonomi yang ditargetkan pada pengembangan sifat danbudaya usahawan yang berkesinambungan di Prancis dan dinegara lainnya H. 3. maka pendidikan dibuat semirip mungkin dengan keyataan. siswa harus didorong untuk menjadi berbeda. Ketika diperlukan untuk melibatkan entrepreneur muda dalam proses pendidikan. Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan pendidikan entrepreneurship dan realita lingkungan yang dihadapi pendidikan dan siswa adalah sama. kerataif dan mengespresikan individualitasnya. 95 . Data series 1 tidak tersedia untuk tiga pertanyaan berikut : 1. sukses di entrepreneurship G. Training lebih penting 3. Siswa harus disadarkan tentang realita-realitas-realitas pasar dan mengerti bahwa penciptaan bisnis adalah alternatif yang mungkin.) Entrepreneurship merugikan 2.

motivasi. 6.4. Selanjutnya beberapa reviuew jurnal lainnya yang berhubungan dengan kewirausahaan sebagai berikut: 96 . Proses pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yangdapat diterapkan dilingkungan yang luas akan tidak efisien bila dengan peningkatan sukses dilingkungan manapun. turut sertakan mahasiswa dalam program pendikan SMP dan SMA. Secara jelas kita dapat melihat bahwa hal yang dapat dialakukan di Amerika Utara selalu bisa diterapkan di negara lain. dan individualitas dapat secara mudah dieksperisikan. begitu pula pengetahuan dan keahlian yang diajarkan. kemandirian. Mendorong integrasi fertikal dan horizontal. Kita harus mencoba dan menciptakan model pembeljaran yang dibutuhkan untuk menjamin sukses ekonomi perusahaan-perusahaan sejenis di Perancis. Dalam artikel ini. ada semacam usaha nasional untuk mendorong kalaborasi dua bidang ini. Riset telah membuktikan bahwa entrepreneur yang mencari nasehat konsultan professional memiliki rasio keberhasilan lebih tinggi. Harus ada hubungan yang lebih dekat antara kelompok-kelompok konsultan dengan penelitian-penelitian entrepreneurial. Tujuan melakukan ini dalah untuk mencoba dan membuat pengertian lebih baik atas kontek entrepreneurial di Perancis yang unik. 7. Pada saat yang sama kita bisa mengabaikan keberhasilan program pendidikan di Amerika Serikat atau Kanada. seharusnya program membuat siswa untuk menciptakan sebuah perusahaan setelah mereka keluar dari sekolah. 5. Menciptakan lingkungan yang dinamis untuk eksperimen penyelenggaraan bisnis. Program-program teknik dan bisnis harus bekerja bersama. Siswa harus memiliki hubungan yang erat dengan professor dan yang lain agar dapat menyedikan informasi dan bantuan bagi siswa dan juga memberikan semacam jaminan proyek-proyek yang berhubungan dengan penciptaan bisnis. 8. Memperkenalkan siswa pada lingkungan entrepreneurial yang kaya dimana kretivitas. Tidak perlu diragukan lagi bahwa pendidikan entrepreneurship memberi pengetahuan dan keahlian sertamemberikan kecendrungan keberhasilan entrepreneurial karena sukses ini tergantung pada lingkungan. penulis menunjukan model lingkungan entrepreneurship dalam rangka memperoleh pengertian yang lebih baik atas kekuatan dan hambatan yang memberi kontribusi pada keberhasilan dan kegagalan aktivitas penciptaan dan penerapan entrepreneurship. 9.

yaitu pola-pola karir sebagai faktor yang signifikan . 1995) ini bertujuan memahami cara-cara wirausaha dalam konteks budaya melalui bahasa. Hal ini dilakukan untuk kepentingan penetapan kebijakan publik. misalnya "self efficacy" (keberuntungan). pendidikan. Pembahasan perspektif ciri-ciri dan bakat wirausaha telah mengubah penelitian dari penelitian wirausahawan sebagai entitas menuju pemahaman tentang proses pembentukan wirausahawan. c) Pendidikan wirausaha : berfokus pada bentuk. b) Perkembangan karir wirausaha. Pendekatan secara 'constructionism' (Burr. David Rae (2000): Understanding Entrepreneurial Learning: A Question of How? Penelitian ini menggambarkan bagaimana memahami proses intrinsik manusia dalam mengembangkan praktek dan kemampuan wirausaha. Hal ini disarikan oleh Rae (2000) sebagai berikut: a) Pribadi wirausaha untuk menentukan sifat psikologis dan kepribadiannya. b) Bagaimana orang belajar bekerja dengan cara wirausahawan. proses dan pengetahuan apa yang sangat signifikan dalam pembelajaran mereka dan bagaimana hubungannya dengan teori pembelajaran. 97 . Sangatlah penting untuk 'dekat' dan membangun pengertian yang dalam melalui kesertaan dalam penelitian ini. dan efektivitas program pendidikan terutama dari perspektif pendidikan. d) Pendekatan kognitif pada pembelajaran wirausaha mengkonsentrasikan pada arti pengetahuan dan penggunaan ingatan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain adalah: a) Bagaimana pengertian identitas personal berubah seiring dengan perubahan seseorang menjadi wirausahawan dengan fokus pada pembentukan dan proses menjadi pribadi wirausahawan. Dengan cara ini sejarah yang meliputi kejadian. proses.1. Rae (2000) melakukan penelitian dengan pendekatan naratif yang mengakui bahwa wirausaha dan pembelajarannya merupakan proses kreatif dan melihat bahwa wirausahawan dan perusahaannya sebagai unit analisis. c) Teori wirausaha apa yang dapat dibentuk dari pengalaman wirausahawan. penuturan dan 'discourse' (percakapan). Model-model yang menekankan pada karakteristik telah mengesampingkan eksplorasi tentang proses bagaimana manusia belajar dan bekerja dengan cara wirausahanya. d) Mengembangkan model konseptual tentang pembelajaran wirausaha yang akan bermanfaat bagi wirausaha dan pendidikan. dan pilihan hidup seseorang dalam wirausaha.

Robert Sullivan (2000): Entrpreneurial Learning and Mentoring Penelitian ini. dan identitas diri. pengembangan wirausaha. Kathryn Watson. sasaran. Sandra Hogarth-Scott and Nicholas Wilson (1999): Small business start-ups: success factors and support implications Hasil penelitian ini memperkuat beberapa temuan empiris dari penelitian sebelumnya pada bidang yang sama. b) Motivasi untuk memulai usaha dan tujuan di dalam menjalankan usahanya. penelitian ini menyangkut hanya pada pembentukan usaha kecil dan tahapan awal dari perkembangan usaha kecil. c) Orientasi pertumbuhan dan tujuan untuk mengembangkan usaha. Walaupun demikian. bagaimana mereka belajar. Menyadari bahwa pembelajaran merupakan proses yang berkelanjutan maka kita haruslah mengikuti proses tersebut dalam periode waktu tertentu. d) Tingkat pelatihan dan bimbingan yang diterima dari lembaga pendukung. Penelitian ini memperkuat proposisi yang diajukan. dimana terdapat perbedaan yang berhubungan dengan : a) Latar belakang dan pengalaman dari pemilik usaha dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini membantu pemahaman tentang apa yang perlu diketahui wirausahawan. inovasi. dari mana mereka mendapat peluang dan prosesnya. proses dan pengertian yang membentuk kehidupan seorang wirausahawan dapat ditangkap dan dieskplorasi. dimana mereka mendapatkan keterampilan dan prosesnya. 98 . terutama yang berhubungan dengan heterogenitas dari usaha kecil dan pendirinya serta pengaruh dari faktorfaktor pendorong dan daya tarik di dalam keputusan untuk memulai usaha. mentoring dan mempertemukan antara mentor dan kliennya dari kalangan wirausahawan. menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang isu-isu pembelajaran. Cara ini juga dapat mengungkapkan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. pengalaman belajar dan teori-teori pribadi yang diamati seharusnya dapat digunakan. e) Alasan menghentikan usaha. 3.budaya. maka hal ini akan mengungkap 'the mind and the working of the mind' dari aktor wirausaha. 2. Lebih lanjut Rae (2000) berpendapat bahwa apabila kita dapat memahami dua nilai nyata dari masyarakat wirausaha. Perubahan-perubahan dalam persepsi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. apakah hal itu berhubungan dengan siklus perkembangan perusahaannya dan bagaimana bimbingan (mentoring) yang terbaik diberikan. bahkan untuk badan usaha yang sangat kecil sekalipun.

dan Ken G. competitive strategies.Sullivan (2000) menetapkan tujuan penelitiannya pada tiga hal. Penelitian Baum ini menggunakan pendekatan model struktural dan pengolahan data yang digunakan adalah program LISREL. motivasi dan strategi perusahaan. Penelitiannya menunjukkan bahwa adanya mentoring akan memberikan nilai tambah kepada manfaat jangka panjang terhadap klien dan masyarakat. Smith (2001) : A Multidimensional Model of Venture Growth Penelitian yang dilakukan oleh Baum (2001) menggambarkan model secara multidimensi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. teori perilaku organisasi. dan wirausaha. J. general competencies. Sebanyak 18 indikator digunakan untuk mengukur variabel eksogen tersebut. akan tetapi pada akhirnya. Sebagai variabel endogen adalah pertumbuhan usaha (venture growth). Penelitian ini melibatkan 307 perusahaan dari bidang pengolahan kayu. Hasil temuan Sullivan (2000) mengindikasikan bahwa pertimbangan bimbingan tidak hanya pada isi dari bimbingan yang diberikan tetapi juga kemampuan interpersonal dan sikap dari mentor akan berpengaruh terhadap efektivitas kegiatan bimbingan. d) Mengembangkan model pembelajaran berbasis studi kasus. sedangkan variabel eksogen terdiri dari traits. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sifat dari CEO dan kompetensi umum serta lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan sebagai pengaruh tidak langsung. Sedangkan pendekatan siklus hidup perusahaan perencanaan kapan pelatihan dan bantuan lainnya perlu diberikan. Kemampuan memberikan bantuan secara tepat waktu merupakan faktor kunci dalam memberikan nilai tambah terbesar. dan size. 99 . c) Identifikasi cara dan waktu yang tepat bagi pembelajaran dan pemberian dukungan yang efektif. Robert Baum. dukungan yang diberikan haruslah bersifat responsif (menjawab apa yang dibutuhkan) dan fleksibel terhadap kebutuhan individu pada waktu tertentu. environment. Locke. yakni : a) Identifikasi proses pembelajaran dan implikasinya. yaitu dari sudut pandang teori manajemen. motivation. Sulivan (2000) meyakini bahwa pembelajaran wirausaha merupakan faktor kritis yang menentukan keberlangsungan hidup pertumbuhan usaha kecil dan menengah diberbagai pasar. b) Identifikasi kebutuhan khusus dan tahapan perkembangan wirausaha saat dimana kebutuhan tersebut perlu diberikan. Edwin A. Sebagai indikator langsung bagi pertumbuhan perusahaan digunakan kompetensi spesifik dari CEO. 4. teori organisasi. specific competencies.

5. self reliance dan extroversion. Sebanyak 168 perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dari kalangan etnis China di Singapura disurvei dalam penelitian ini. (c) Tehnik analisis dengan menggunakan LISREL dengan pendekatan PLS (partial least square) terbukti memberikan hasil analisis yang lebih baik. Tsang (2001) : The Effects of Entrepreneurial Personality Background and Network Activities on Venture Growth. Dengan menggunakan metode analisis data LISREL diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman. Lee dan Eric W. (b) Dalam penelitian ini berhasil dibuktikan bahwa ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel moderator. motivation dan competitive strategies. internal locus of control. yaitu self reliance dan extroversion memiliki dampak negatif terhadap jumlah mitra dan berdampak positif terhadap aktivitas pengembangan jaringan kerja. Penelitian ini mengungkap tentang pengaruh dari sifat kepribadian seorang wirausahawan. Sedangkan pendidikan memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha melalui ukuran perusahaan. yang semula pada penelitian tentang sifat keperibadian wirausahawan (entrepreneurial traits). Dua jenis kepribadian wirausaha lainnya. Kemudian kelompok variabel background terdiri dari education dan experience. specific competencies. Melalui hasil yang dicapai. General copetencies memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui specific competencies. traits memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui general competencies. dan jumlah mitra usaha serta locus of control dan need for achievement memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha. penelitian ini dinyatakan telah memberikan kontribusi terhadap literatur wirausaha dalam tiga bentuk. K. Sementara itu. yaitu: (a) Sifat kepribadian (personality traits) wirausahawan secara umum bukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. motivation dan competitive strategies memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha (venture growth). Don Y. sehingga perhatian penelitian harus digeser.Hasil penelitian Baum mengindikasikan bahwa specific competencies. latar belakangnya dan aktivitas pengembangan jaringan kerja (networking) terhadap pertumbuhan usaha. 100 . Kelompok variabel kepribadian (personality traits) terdiri dari need for achievement. aktivitas pengembangan jaringan kerja. dan kelompok variabel networking activities terdiri dari besarnya dan frekuensi jaringan komunikasi yang dimiliki. motivation dan competitive strategies. selanjutnya adalah kemampuan wirausahawan (entrepreneurial skills).

Manajemen Pemasaran Analisis. Jakarta. Kumar.al. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H.al. Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. Kamalesh. D. Journal of Euro-Marketing. Jakarta. 2002. Internet: m.unimaas. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach. Riyanti B. XXXII. Journal of Small Business Management. 2003. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. Salemba Empat. ABI/INFORM Global. and Thurik. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. Lado A. Carree. 2003. Jakarta Raju. Journal of American Academy of Business. Usahawan Indonesia No. 2002. 2000. Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. P. Tambunan. Dictonary of American English. Defining & Researching Leadership as a Behavioral Construt : An Idiopathic Approach. Journal of Applied Behavior Science. Kewirausahaan. 101 . Copyright 1999.A. Neufeldt Victoria dan Guralnik David. Tambunan.DAFTAR PUSTAKA Adu. 1997. Grasindo. Rost. Penerbit Erlangga. 2004. Beberapa Isu Penting. M. 2000. Market Orientation. Wilson M. 6. Lau. Acad Managet. 1993.S et. 2003. Kwaku Appiah. International Handbook of Entrepreneurship Research. (1994). Rajawali Pers. Health Care Management Science. 2006.caree@mw. Cambridge.A. A. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia. 1988. 2002. Semarang Richard Daft. Entrepreneurship and Innovation journal. P. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth. Human Resource Systems and Sustained Competitive Advantage a Competence-based Perspective. Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?.R. 08/TH. Thiad College Edition Purnomo. Jakarta Kotler P. Theresa et. Kasmir. T. Kamus Webster’s. STIE Stikubank. 2004. 1999. Joseph C. Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations.. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. Organizational Competencies and Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->