BAHAN AJAR

1

DAFTAR ISI Hal : HALAMAN JUDUL ................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. I. PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA .................. II. KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA…………………….. III. MENGAMBIL RESIKO (RISK TAKING) ................................... IV. PENGAMBILAN KEPUTUSAN…………………………………. V. PEMBELAJARAN MENUMBUHKAN SIKAP WIRAUSAHA.. VI. MEMBANGKITKAN MOTIVASI &INOVASI WIRAUSAHA.. VII. MENILAI PELUANG USAHA/BISNIS ........................................ VIII. CONTOH KASUS, REVIEW ARTIKEL & JURNAL…………. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
i ii iii

1 11 20 26 31 51 67 76 98

2

3

Semangat wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. Dalam hal ini. KATA KUNCI: Hakekat Wirausaha. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. 2. dan suka akan risiko. dan budayadi mana wirausahawan tersebut berasal. Sikap &Profesi 4. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan falsafah wirausaha b. yakni. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. Mahasiswa diharapkan mengubah perilaku bersikap mental wirausaha. TUJUAN KHUSUS a.1. masyarakat. kedua. proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor manusia dan intuisinya. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara wirausaha dan profesi. wirausahawan sebagai innovator. c. Ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. yaitu peranan sebagai inovator. 4 . pertama. wirausahawan sebagai individu yang mencari peluang yang menguntungkan. wirausahawan menyukai risiko. ketiga. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. 3. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. RANGKUMAN Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan mengubah perilaku untuk bersikap mental wirausaha. sebagai pencari peluang.

Pendahuluan Karakteristik yang khas dari kelompok usaha kecil. B. bagaimana seorang wirausahawan memulai usaha dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah terus menerus (open-ended changes). Di sisi lain perubahan yang terjadi merupakan perubahan paradigma persaingan yang bersifat tidak terusmenerus (discontinuous). serta sikap mental wirausaha. sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh pengusaha (pemilik usaha). wirausaha dan profesi. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu: 1. Dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan usaha. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri 5 . Meningkatnya harga diri 2. bukan oleh faktor-faktor lain. Hal ini kiranya tidak berlebihan karena kenyataan menunjukkan bahwa mayoritas wirausahawan tidak berpendidikan tinggi. Falsafah/Hakekat Wirausaha Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber- sumber daya yang ada. Pokok bahasan ini menjelaskan tentang falsafah/ hakekat wirausaha. seorang wirausaha memerlukan suatu strategi positioning yang kuat serta konsisten dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Keberhasilan usaha kecil.5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Masa depan lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain. Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri 3. sehingga faktor pendidikan bukan merupakan hal penting bagi studi wirausaha (entrepreneurship). terutama yang menyangkut bakat (personality traits). Ide dan motivasi yang timbul untuk maju besar 4. Hal ini memerlukan suatu perbaikan yang berkelanjutan.

Dengan etos kerja. Dalam hubungan tersebut ada 2 (dua) variabel pengukur hasil kerja yaitu : (1) Manfaat/Kegunaan. adalah pekerja dan tanpa bekerja fungsi diri sebagai kehilangan manusia mahluk utama di muka bumi akan adalah indikator dalam memahami falsafah/hekekat makna. dinamis dan menyenangkan sehingga keberadaan diri manusia menjadi nyata dan bernilai. Sehubungan dengan hal tersebut. 3) Etos Kerja.manusia. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. 4) Kebutuhan Hidup. ada 4 elemen pokok yang perlu disadari akan eksistensi keberadaanmanusia wiarausaha yaitu : 1) Hakekat Keberadaan Manusia. (2) Produktivitas. karena manusia bekerja untuk mempertahankan hidup dan kelansungan hidup. Manusia dalam hidupnya wajib bekerja. dengan demikian bekerja eksistensi manusia. Maslow mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai motivasi dan perilaku manusia dalam sebuah model hierarki kebutuhan berdasarkan urutan kadar pentingnya sebagai berikut : 6 . artinya bekerja disini adalah berbuat sesuatu agar kehidupan lebih bermakna atau berperadaban. Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan kelansungan hidup. Dari perjalanan peradaban manusia. bekerja berarti menghasilkan sesuatu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 2) Kewajiban Manusia Dalam Hidupnya. merupakan salah satu unsur inner dynamic factor (faktor dinamika yang berada dalam diri manusia). Dengan bekerja kehidupan lebih bergairah. kebutuhan manusia mengalami proses perkembangan dan sangat beragam.

di dalam dan di luar organisasi. Wirausaha adalah sebagai manifestasi dari kemampuan dan kehendak dari individu-individu. Swa artinya sendiri. Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang mendobrak sistem ekomomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru. memelihara usaha dan membesarkannya. (Soemanto. berani. 1984). 1994). metode 7 . untuk merasakan dan menciptakan peluang ekonomi baru (produk baru. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah kegiatan individu atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (Profit). terhadap organisasinya baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk tim. (Joseph. dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. berbudi luhur. teladan.Gambar 1. dalam bidang produksi atau distribusi barang dan jasa. Dengan demikian secara etimologis wiraswasta berarti keberanian. berjiwa besar. keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. dan Sta artinya berdiri.1. paklawan/pendekar kemajuan dan memiliki keagungan watak. Model Hierarki Kebutuhan Maslow C. Pengertian Wirausaha Dan Profesi Wiraswata terdiri atas 3 kata yaitu Wira adalah manusia unggul.

Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. sebagai pencari peluang. Morrison 2000) meyakini bahwa sumber wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. skema organisasi baru dan kombinasi produk-pasar yang baru). yaitu peranan sebagai inovator. masyarakat. bentuk dan penggunaan sumberdaya dan institusi (Wenneker dan Thurik dalam Carree dan Thurik. Morrison (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi wirausahawan sangatdipengaruhioleh faktor-faktor manusia dan sebagai individu yang mencari peluang yang intuisinya. dan memperkenalkan gagasan-gagasan mereka di pasardalam menghadapi kendala dan ketidakpastian pasar. 2002). 2) Wirausahawan menguntungkan. 3) Wirausahawan menyukai risiko. Kirzner (dalam.baru. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. Definisi tersebut terus 8 . dan suka risiko. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. Dalam hal ini. Kirzner dan Knight dalam Carree dan Thurik (2002) mengemukakan bahwa ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. Wirausaha adalah kegiatan memindahkan sumberdaya ekonomi dari kawasan produktivitas rendah ke kawasan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar (Drucker. yakni : 1) Wirausahawan sebagai innovator. 1985). maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. dengan cara membuat keputusan terhadap lokasi. Schumpeter.

nilai-nilai dan prinsip serta sikap. (1999) mengemukakan bahwa wirausaha adalah kesatuan terpadu dari semangat. standarisasi produk. perancangan proses dan peralatan. Kao (1995) juga menyebut wirausaha sebagai suatu proses. Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) atau visi dalam usaha 2. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standaryang diinginkan sehingga meningkatkan hasil sumberdaya yang ada dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. Adapun ciri-ciri pokok yang sangat menentukan keberhasilan seorang wirausahawan adalah: 1. Siagian et al. yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). kecil dan milik sendiri sebagai wirausaha. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. kiat.berkembang sampai sekarang. seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. 9 . Berdasarkan pendapat Drucker tersebut dapat dikemukakan bahwa tidak semua usaha baru. bangsa dan negara. sehingga Drucker menyimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu produk yang tadinya biasa-biasa saja tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen (yaitu dengan bertanya nilai apa yang berharga bagi pelanggan). tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. akan tetapi kemampuan untuk meningkatkan produktivitaslah yang disebut sebagai wirausaha.

memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang baik dalam menciptakan nilai tambah dari peluang usaha yang ada. menyatakan ada 5 ciri-ciri wirausahawan yang berhasil yaitu : 1.3. 4. yaitu orang yang memiliki sifat bertanggung jawab. Mental Ability (kemampuan mental) meliputi: IQ. 4. karyawan. pengorganisasian dan pelaksanaannya. banker. kemampuan menjalin hubungan dan kemampuan bergaul. Bekerja keras dan melakukan sesuatu yang diperlukan dan mampu mencapai keberhasilan. 2. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan yang berhasil memiliki motivasi untuk maju. Sifat Wirausaha Dan Kebiasaan Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. Sedangkan Abrahamso (1989). berpikir kreatif dan berpikir analitis. Mampu menjalin hubungan baik dengan para pelanggan. Technical Knowledge (pengetahuan teknis). kreatif dan inovator. D. mental yang kuat. 5. tekun dan ambisi untuk maju. 3. Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. giat. 5. pemasok. dll. inisiatif. Drive yang kuat (motivasi untuk maju). Human Relation Ability (kemampuan menjalin hubungan antar manusia) meliputi: pengendalian diri. Adapun sikap dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut: 10 . Communication Ability (kemampuan berkomunikasi). kemampuan menjalin hubungan antar manusia.

Sopan santun dan hormat 6. bermotivasi tinggi dan berani mengambil risiko dalam mengejar tujuannya. tepat waktu dan tidak pemalas 3. menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif. Daftar Ciri dan Watak Wirausaha Ciri -Ciri Watak Percaya Diri Berorientasi Tugas & Hasil Pengambil Risiko Kepemimpinan Keorisinilan Keyakinan. dan inisiatif Kemampuan mengambil risiko. punya banyak sumber. Jujur dalam bertindak dan bersikap 2. Fleksibel dan suka menolong pelanggan 8. Serius dan memiliki rasah tanggung jawab 9. serba bisa. tekad kerja keras. mempunyai dorongan (motivasi) kuat. 11 . berorientasi laba. Para wirausahawan juga disebut sebagaiindividu-individu yang berorientasi kepada tindakan. Rajin. optimisme Kebutuhan persepsi. suka pada tantangan Bertingkah laku sebagai pemimpin. Lemah lembut dan ramah tamah 5. Selalu murah senyum 4. ketekunan dan ketabahan.1. Rasa memiliki usaha yang tinggi Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. energitik. Meredith (1988) merinci ciri dan watak seorang wirausahawan sebagai berikut : Tabel 1. dan mengetahui banyak hal Pandangan ke depan. individualitas. The Practice of Entrepreneurship (1998). mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mendapatkan keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. dan perspektif Berorientasi ke Masa Depan Sumber : Meredith . Selalu ceria dan pandai bergaul 7.1. dapat bergaul dengan orang lain. tidaktergantungan.

e. Seorang wirausahawan terlepas apakah dia bawaan sejak lahir atau dari proses pengembangan. di antaranya adalah : a. 2000). untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. wirausaha adalah jiwa seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis. toleran terhadap banyaknya pilihan. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah seseorang yang memiliki tindakan kreatif membangun nilai dari suatu yang tidak nampak menjadi sesuatu yang nampak. inisiatif dan memiliki need for achievement. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengejar kesempatan tanpa peduli terhadap ketersediaan sumberdaya atau ketiadaan sumberdaya di tangannya. dan memiliki motivasi yang kuat (Lambing dan Kuehl. d. pada umumnya memiliki ciri-ciri: gemar berusaha. kegemaran dan komitmen untuk mencapai visi tersebut. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas. kreatif. memiliki pandangan luas. sebagai peluang dibanding sebagai kesulitan. c. bukan sesuatu yang harus diulangi. perfeksionis. tegar walaupun gagal. percaya diri. Wirausaha selalu melihat perbedaan.Dilihat dari aspek kejiwaan. Wirausaha cenderung jenuh terhadap segala kemampuan hidup. mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan. waktu adalah berharga. b. Hal ini membutuhkan visi. 12 . baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan. mengelola risiko. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator). merinci beberapa jiwa dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausahawan. Gede Prama (Swa 09/XI/1996). perubahan dipandang sebagai kesempatan. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri. memiliki self determination atau locus of control.

Uraikan sikap dan watak wirausaha yang baik tersebut? 3) Seorang wirausaha yang berhasil dalam usaha memiliki ciri-ciri tertentu. 2000.. Rae.. Robinson dan Sexton. Collins et al. 1993). Cope dan Watts. dan Freel. 2003). Shane et al.1995. 1990. Kemampuan mengatasi permasalahan juga dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan untuk belajar (Deakin. 1997. 1990. biasanya kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. 1995. Minniti. 2003). 6. Sulivan. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai? 13 . EVALUASI 1) Uraikan pengertian wirausaha dan kemampuan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha? 2) Untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan watak dan sikap yang baik. 2000). 2000. dan Bygrave. Jelaskan ciri-ciri wirausaha yang berhasil tersebut? 4) Jelaskan keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha? 5) Setelah menyelesaikan pendidikan. 1994. Baron dan Markman. 2002. Ardichvili et al. Littunen. 1987.. 1993. Rae. sifat kepribadian atau bakat (Naffziger. 2003) dan motivasi dalam memulai usaha (Gray. 2003) dan bimbingan pihak lain (Brown. 1999. 1998. Leitch dan Horrison. 2001) baik melalui proses pendidikan dan pelatihan (Ulrich dan Cole. Mumford. 1999) maupun dari pengalaman (Henderson. 2000. peluang usaha (Eckhardt dan Shane.Banyak contoh yang menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha sering dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan dalam menghadapi permasalahan lingkungan usahanya (Birley dan Westhead. Gibb.

Leadership 4. 3. b. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif. 2.1. c. RANGKUMAN Kepempinan (Leadership) mempunyai arti yang luas. Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan 3. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep kepemimpinan dalam wirausaha serta penerapanya dalam dunia empiris. Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan. sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur pikir para teoritukus. KATA KUNCI: Entrepreneurship. TUJUAN KHUSUS a. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu : 1. Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi. Kemampuan mengubah “Egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-organisasi” 14 . Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain. 2. Kepeminan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi.

5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang merupakan khalifah yang diutus oleh yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang positif; faktor-faktor yang dipertimbangkan dalammemimpin orang lain; dan merumuskan suatu

strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan. B. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan (Robbins 1996). Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyatayang menceminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami. Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.

15

Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalampencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan,

tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup didalam kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya. 2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu. 3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berprilaku dan bertindak memajukan perusahaan. Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai keterampilan yaitu: 1. Ketrampilan teknis ; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan 2. Ketrampilan manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim 3. Ketrampilan konseptual ; kemampuan untuk berpikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas. untuk

16

C. Sikap Kepemimpinan Wirausaha Peranan pemimpin amat penting dalam mencapai tugasorganisasi, namun demikianeksistensi bawahan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantungpada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasiorganisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat

menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam programprogramnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya. Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalamkehidupan organisasi/kelompok masing-

masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam situasi sosial kelompok atau orgnisasinya. Oleh karena itu situasi sosial itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara

17

pendidikan pegawai yang lebih baik. Kesadaran akan Tujuan dan Arah 3. 18 . Keramahan dan Kecintaan 5. menekankan imbalan-ekonomik. Pada prinsipnya sikap kepemimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut: 1. kerugian manusiawi. Antusiasme 4. memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi 2. pemimpin mendominasi dan merasa unggul. Kecerdasan 9. Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan 8. Kepercayaan Fiedler. Kepemimpinan positif . Dalam hal ini meliputi: menjalin hubunganhubungan kerja. Energi Jasmani dan Mental 2. Keterampilan Menganjar 10.tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. Penguasaan Teknis 7. (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka. Kepemimpinan negatif . Integritas 6. penekanan pada hukuman. Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wirausaha yaitu: 1.

Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting. Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain. dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat. Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu. menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. mempelopori. si satu pihak sebagai pimpinan di lain pihak sebagai bawahan. Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi. 19 . kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan).D. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995)mendentifikasikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran). serta kekuasaan referent adalah seseorang karena kepribadian atau kharisma yang dimilikinya. yakni: bergerak lebih awal. berjalan didepan. Pemimpin disebut juga kader. mengambil langkah pertama. sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. mengarahkan pikiran. legitimate power (kekuasaan legitimasi). Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran. seorang pemimpin tidakdapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. coercive power (kekuasaan paksaan). expert power (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent). membimbing. Memimpin Orang Lain Proses mempengaruhi orang lain.

Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil. Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig. bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan. Keberhasilan seorang pemimpin pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya.Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan. (1996). Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi: H H H Proses interaksi oang-orang secara langsung dalam kelompok Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung. 20 . Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins. Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam tingkungan tertentu. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat. Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan).

Untuk pencapain tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran organisasi atau bisnis. Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri. persyaratan menjadi pemimpin. Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan. sebab musabab timbulnya kepemimpinannya. partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional F Motivasi. sifat-sifat utama pemimpin. sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu: F Keterlibatan mental. partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggungjawab 21 . Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok. memotivasi orang untuk memberikan kontribusi. Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis. perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. F Menerima tanggungjawab. mempengaruhi pikiran. memimpin. tugas pokok dan fungsinya.E. serta etika profesi kepemimpinan. kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y).

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian kepemimpinan dalam wirausaha? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari! 2) Pada prinsipnya sikap kepemimpinan terdiri atas dua jenis yaitu kepemimpinan positif dan negatif. kiatkiat apa yang anda lakukan agar meningkatkan semangat kerja karyawannya? 4) Starategi meningkatkan moral kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan seorang wirausaha.6. Uraikan rumusan strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan? Berikan contoh rill dengan mengambil kasus wirausaha yang sukses di kota saudara! 22 . Uraikan pengertian kepemimpinan yang positif dan negatif serta berikan contoh? 3) Jika saudara sebagai salah seorang pimpinan pada sebuah perusahaan.

Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi resiko bisnis b. 2. Kesenangan untuk berusaha. Pendahuluan Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. KATA KUNCI: Identifikasi. URAIAN PEMBELAJARAN A. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko bisnis suatu perusahaan atau organisasi. dari kesenangan berusaha ini akan timbul kreatifitas untuk menciptakan suatu usaha serta keberanian mengambil keputusan yang berisiko. Tipologi & Evaluasi Resiko Bisnis 4. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing- 23 . Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. TUJUAN KHUSUS a. Setelah usaha berjalan maka timbul proses pembelajaran berdasarkan pengalaman yang pernah dijumpai atau dirasakan. Mahasiswa dapat menjelaskan tipologi pengambilan resiko bisnis c.1. Mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi resiko bisnis 3. RANGKUMAN Pada prinsipnya yang paling utama harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah: 1. Jadi. 2. dari pengalamanpengalaman tersebut timbul suatu motivasi untuk mengembangkan usaha. 5.

Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. lingkungan keluarga dan pengalaman kerja. Pada pokok bahasan ini akan menyajikan tentang pengertian dan identifikasi resiko bisnis. Ringkasnya. dan hal ini memiliki peranan penting dalam penciptaan lapangan kerja.masing situasi itu. Selain itu resiko juga disebabkan oleh fakor eksternal misalnya pesaing baru mampu mengubah paradigma bisnis atau bencana alam.. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masingmasing situasi itu. proses yang tidak sesuai dengan sistem. dan mengevaluasi resiko bisnis. tipologi pengambilan resiko bisnis. prosedur atau penggunaan teknologi baru. Ringkasnya. Wirausahawan dikenal sebagai pengambil risiko (risk taker) sejati. Jadi. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. dan Pattigrew (1998) mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok wirausahawan yang satu sama lain berlawanan. Hisrich & Peters (1992). wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai (Meredith et al. Wirausaha adalah proses dinamik dalam tahapan pencapaian kesejahteraan dengan risiko waktu dan risiko lainnya. Resiko lahir sebagai akibat kelalaian orang (SDM). 1988). B. Glancey. 24 . menyatakan bahwa jiwa wirausaha ditimbulkan dari berbagai latar belakang pendidikan. Pengertian & Identifikasi Resiko Bisnis Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. hasilnya adalah kemampuan mendapatkan keuntungan. yaitu kelompok “opportunist” dan “craft” entrepreneur.

Pengidentifikasian resiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan resiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. Resiko bisnis adalah tingkat resiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang. meliputi : Kerugian hak milik. terutama pada perilaku pengambil risiko. b. Kerugian personal dan kewajiban mengganti kerugian. Kelompok „craft entrepreneur‟ adalah kelompok wirausaha yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. secara sistimatik dan menyeluruh serta sampai keberanian mengambil resiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan tersebut. Menjelaskan jenis-jenis kerugiaan yang dihadapi. mereka enggan untuk menggunakan bantuan dari luar. Pengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Makin besar resiko bisnis perusahaan. makin rendah rasio utang yang optimal. Tipologi Pengambilan Resiko Pada umum ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. Kelompok wirausahawan opportunist dicirikan oleh rendahnya tingkat pendidikan (terutama pendidikan teknis) dan kurangnya pengalaman manajerial. 2. Ada tiga Tipologi pengambilan resiko antara lain: a.1. Menggunakan Checklist. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. dan melakuan reaksi terhadap perubahan berdasarkan kebutuhan pasar ketimbang proaktif dalam menciptakan usaha baru. Langkah-langkah mengidentifikasi resiko yaitu : a. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari dua tipe orang di atas. pengalaman manajerial yang baik dan proaktif menciptakan usaha baru. C. 25 .

b. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan keberanian untuk menghitung dan mengambil risiko yang moderat. Evaluasi Resiko Ketika kita menguji resiko dari titik pandang individual investor. Pendidikan dan pengetahuan juga turut mempengaruhi rasionalisasi seseorang dalam menerima risiko kegagalan yang mungkin terjadi. semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupannya mempengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain berisiko. Semakin besar keyakinan seorang pada kemampuan diri sendiri. Sebaliknya dengan umur dan jumlah keluarga. Ada dua demensi baru tentang pengukuran dalam evaluasi resiko yaitu : 26 . kita membedakan diantara resiko pasar yang diukur dengan koefisien beta. Pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Realisme demikian akan membatasi kegiatankegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat mempengaruhi hasilnya. dalam arti mengambil risiko yang sesuai (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan). makin tua umur seseorang yang tidak diikuti dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman menjadikan kemunduran pada diri seseorang dan berperilaku negatif yang dapat menurunkan jiwa wirausahanya. D. c. Hisrich & Peters (1992). Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha sudah pasti akan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada atau sesuatu yang baru. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan wirausaha juga sangat penting. dengan standar resiko berdiri sendiri (risk on a standalone basis) yang mana dapat dihilangkan dengan diversifikasi.

yaitu tingkat resiko dari aktivitas perusahaan jika tidak menggunakan utang atau resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) dari suatu perusahaan dimasa mendatang. Resiko Bisnis. b. perusahaan yang biasa masukannya. Variabelitas harga jual. tidak pasti dalam menghadapi resiko bisnis yang tinggi. Sejumlah mana biaya-biaya bersifat tetap. d. hal ini merupakan resiko bisnis yang mana didefinisikan sebagai suatu ketidakpastian yang melekat pada proyeksi dari ROE yang akan datang dengan asumsi perusahaan didanai semata-mata dengan cammon stock. Variabilitas permintaan (unit yang terjual) artinya semakin stabil penjualan unit produk perusahaan. adalah resiko tambahan yang ditanggung pemegang saham akibat dari leverage keuangan. c. “Secara konsepsi fase stockholders suatu resiko yang pasti melekat dalam operasional. Resiko finansial merupakan resiko yang berada dalam common stockholders sebagai suatu hasil dari keputusan pendanaan dengan hutang atau saham prioritas. Kemampuan menyesuaikan harga terhadap perubahan harga masukan. Variabel harga masukan. Resiko Keuangan.1. 27 . Lebih lanjut resiko bisnis tergantung beberapa faktor antara lain : a. Jika perusahaan menggunakan hutang dan saham preferen maka pemusatan resiko bisnisnya pada pemegang saham”. artinya produk atau servis dimana dijual pada pasar yang mempunyai tingkat perubahan yang tinggi sangat mendorong suatu resiko bisnis dibanding yang stabil. termasuk biaya pengembangan produk. semakin kecil resiko bisnis. dengan asumsi faktor lain tetap. e. 2.

6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian resiko dan cara mengidentifikasi resiko bisnis? 2) Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui tipologi resiko. Uraiakan dan berikan contoh jenis tipologi resiko bisnis yang dihadapi seorang wirausaha? 3) Jelaskan dimensi-dimensi pengukuran dalam mengevaluasi resiko bisnis bagi seorang wirausaha? 28 .

Pembuatan keputusan bagi seorang wirausaha dapat dipandang dari berbagai prespektif yang berbeda. 29 . KATA KUNCI: Proses Keputusan. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kedudukan wirausaha dalam pengambilan keputusan b. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi kedudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan serta membedakan keputusan yang sistemmatis dan yang tidak sistem matis. Karena semua wirausaha harus membuat keputusan-keputusan agar dapat menentukan efektivitas dan efisiensi operasional usahanya. Mahasiswa dapat membedakan evaluasi keputusan yang sistematis dan tak menentu 3.1. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses pengambilan keputusan c. Evaluasi Keputusan 4. Dari sudut pandang sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas berbagai alternatif yang berbeda (Choice making). RANGKUMAN Pembuatan keputusan merupakan elemen penting bagi seorang wirausaha dalam pengelolaan bisnisnya. Sedangkan dari sudut pandang lebih luas pembuatan keputusan menggabarkan suatuproses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. 2. TUJUAN KHUSUS a.

proses keputusan dan metode dalam mengevaluasi keputusan bisnis B. 2. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. kemungkinan terjadinya gejolak dimasyarakat akibat kenaikan harga kesemunya ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang wirausaha. dapat dikemukakan beberapa pokok pikiran penting. maupun sosial. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. Pemecahan masalah oleh wirausaha berkenaan dengan penggunaan strategi-strategi (rencana atau pola) pencarian alternatif yang relevan. Kedudukan Wirausaha Dalam Proses Pengambilan Keputusan Koonyz dan Weihrich. Pendahuluan Kenyataan sehari-hari sering kali kita mendengar adanya pernyataan ”mungkin dan atau tidak mungkin”. Kaitan dengan kehidupan seharihari sering kali dihadapkan dengan asumsi-asumsi probabilitas. maupun sosial. Kadudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan/pemecahan masalah. seperti masalah pribadi. Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. (2005) mendefinisikan pengambilan keputusan adalah penataan pilihan langkah atau tindakan dari sejumlah alternatif. secara spesifik pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai gambaran sebuah pernyataan” kepastian dan atau ketidak pastian”. 30 . yaitu: 1. Pada pokok bahasan ini menguraikan kedudukan seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. pekerjaan. seperti masalah pribadi. pekerjaan.5. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kejelian seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. seperti kemungkinan terjadi lonjakan harga.

et al. 1997). Para peneliti percaya bahwa sebagian besar wirausaha ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang efektif merupakan suatu proses yang kompleks. tergantung pada keterampilan dan pelatihan yang dimiliki para wirausa (Gibson.3. penggunaan informasi.. pilihan strategi. Nimran (2004). Proses Pemgambilan Keputusan Perumusan Masalah Pengembangan Alternatif Evaluasi Alternatif Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi Hasil-hasil 31 . faktor kepribadian. sangat menentukan pengambilan keputusan akhir seorang wirausaha. C. menyatakan bahwa para wirausaha sebagaian besar cenderung untuk menggunakan strategi-strategi yang lebih sederhana. Proses Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu urutan langkahlangkah sebagai berikut: Gambar 4. Kompleksnya situasi pemecahan masalah. walau dalam menghadapi masalah yang kompleks.1. dan usaha mendapatkan solusi yang diinginkan.

Beberapa langkah yang hendaknya diketahui oleh seorang wirausaha. yaitu: a. Perbandingan Tipe Evaluasi Keputusan (Gibson. Tabel 4. Keputusan tidak terprogram yaitu baru. yaitu harus mengambil keputusan. Hubungan sebab dan akibat. Pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang telah di evaluasi. toleransi pada hal yang membingungkan. ketidakpastian dalam hubungan. jarak tetapi akhirnya mereka semuanya sama. intuisi. baik secara eksplisit atau implisit dalam mengevaluasi keputusan.. c. 2. aturan. et al. d. gaya hidup. Alokasikan bobot (Skor tertinggi pada keputusan prioritas). Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan. 1. Perlunya kreativitas. Evaluasi Keputusan Walaupun para wirausaha di berbagai sektor usaha berbeda-beda berdasarkan latar belakang. e. Tidak ada prosedur yang ada untuk menangani masalahnya. Terprogram Kep. Tidak Terprogram Masalah Prosedur Sering. rutin. Para ahli mengembangkan beberapa metode mengklasifikasi keputusan dalam rangka melakukan evaluasi yang intinya dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Kenali kriteria keputusan. 1997) Tipe Kep.D. b. prosedur rutin dan dapat disusun untuk melakukan evaluasi menyelesaikannya. megembangkan 2 model pengambilan keputusan yaitu model pengambilan keputusan optimasi dan model pengambilan keputusan alternatif. Kembangkan alternatif-alternatif. Ketergantungan pada kebijakan. dan prosedur pasti Baru. Keputusan terprogram terjadi jika suatu situasi sering muncul. berulang. Kep. Robbins (1996). ketidak pastian dan tidak terstruktur. tidak berstruktur. pemecahan masalah kreatif 32 . tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya juga karena masalahnya kompleks atau sangat penting.1.

Uraikan kedua tipe keputusan tersebut? 33 . Uraikan prosedur dalam proses pengambilan keputusan bisnis? 4) Dalam evaluasi keputusan dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram.6. Evaluasi 1) Jelaskan peran seorang wirausaha dalam kedudukannya sebagai pengambil keputusan? 2) Uraikan beberapa kendala yang dihadapi seorang wirausaha dalam mengambil keputusan? 3) Seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan yang baik. harus memahami berbagai prosedur dalam pengambilan keputusan.

pikiran. prilaku dan pengalaman wirausaha. Proses pembelajaran dalam pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidup sasaran didik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. yaitu dengan memasukkan ide. Mahasiswa diharapkan dapat memahami makna pembelajaran wirausaha b. c. Ketika pembelajaran dipandang sebagai konsep wirausaha. 3. pendapat. KATA KUNCI: Wirausaha. Pendidikan Bisnis & Pembelajaran 4. maka hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang wirausahawan 34 . sikap. dan perilaku. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pembelajaran dalam menumbuhkan sikap wirausaha. RANGKUMAN Belajar merupakan proses perubahan nilai. Salah satu cara untuk merubah sikap dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan persuasif. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. Pesan yang disampaikan dengan sengaja dimaksudkan untuk menimbulkan kontradiksi dan inkonsistensi di antara komponen sikap individu dan perilakunya sehingga mengganggu kestabilan sikap dan membuka peluang terjadinya perubahan yang diinginkan. sehingga belajar sambil bekerja sangatlah penting. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara pembelajaran kognitif. dan bahkan fakta baru melalui pesan-pesan komunikatif (proses pembelajaran). 2.1. TUJUAN KHUSUS a. kecakapan.

tetapi harus terjun secara aktif dan melakukan untuk memahami 'what is it that work' dan menyadari bahwa ia dapat melakukan hal tersebut. Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses mengolah informasi menjadi kompetensi. Pengetahuan ditransfer oleh seseorang dari sumbernya sehingga untuk bisa mendapatkan pengetahuan tersebut seseorang harusmempunyai akses terhadap sumber pengetahuan. URAIAN PEMBELAJARAN E. perilaku. sikap dan perilakunya. Proses pembelajaran merupakan siklus dari aktivitas sehari-hari yang memberikan pengalaman pada seseorang. yang mana hal tersebut akan memperkaya stock of knowledge. Siklus pembelajaran yang baik dan benar akan terus meningkatkan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang terus berubah sehingga ia dapat unjuk kinerja dengan optimal pada apa yang dikerjakannya.mengenali dan bertindak terhadap peluang yang ada. serta mengelola dan mengorganisasikan perusahaan. kapasitas. Pengalaman yang dikaji maknanya akan memberikan pemahaman dan kesimpulan atas sesuatu kejadian. Dalam hal ini belajar tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengalaman semata. 5. dan kinerja. Akan tetapi hal tersebut tidak hanya cukup memahami cara-cara wirausaha saja. 35 . tetapi proses berpikir yang berorientasi ke masa yang akan datang dalam menciptakan suatu realitas masa depan. Pembelajaran wirausaha dilakukan dengan maksud belajar bekerja dengan cara berwirausaha. Efektivitas pembelajaran sangat tergantung pada effektifitas dalam mengakses terhadap sumber pengetahuan ataupun pengalaman serta effektivitas dalam mentransformasi pengetahuan dan pengalamannya menjadi kompetensi dan prestasi.

motivasi. Teori Pembelajaran Bagi Wirausaha Belajar adalah istilah umum yang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. Dengan demikian pada Pokok bahasan ini akan diuraikan makna pembelajaran wirausaha. Belajar merupakan proses yang kompleks dan dapat bersifat informal dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar individu Dengan belajar. Demikian seterusnya. ketermpilan. 2000). Berdasarkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning) setiap orang mendapatkan dan mengakumulasikan pengetahuan. yang akan dikaji. serta pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari pola hubungan dengan lingkungan alam. Namun pembelajaran dalam usaha kecil. Dari aktivitasnya. kapasitas dan kapabilitas 36 . prilaku dan pengalaman wirausaha. seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terus berubah (Cope and Watts. sistimnilai. Karakteristik internal meliputi sifat. keyakinan. seseorang mendapatkan pengalaman. topik ini menjadi penting karena pembelajaran wirausaha merupakan faktor yang menentukan bagi pertumbuhan usahanya. membedakan antara pembelajaran kognitif. dan disimpulkan sehingga ia mengetahui apa yang harus dilakukan dikemudian hari untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan membuat sesuatu yang lebih baik. sikap dari aktivitas sosial dan pengalamannya sehari-hari.lingkungan sosial dan lingkungan usaha dalam aktivitas wirausahanya. F. kapabilitas pribadi. dipahami.Pembelajaran wirausaha dipengaruhi olehkarakteristik internal dan lingkungan eksternal. dan prestasi. Jadi pembelajaran merupakan proses sosial dan organisasional. proses siklus tersebut akan memperkaya stock of knowledge.

Proses pembelajaran tersebut bisa didapat dari pengalaman kognitif. dan perilaku. Hall 37 . Siklus Balajar Progresif Mumford (1996) Argyris dan Schon (1978) mengidentifikasi 2 jenis pembelajaran. ataupun mengintegrasikan suatu ide. Implementing dan improving merupakan dua tahap yang sama dengan single loop learning sedangkan integrating setara dengan double loop learning. 1999) membandingkan tiga cara pembelajaran. sedangkan pembelajaran secara double loop learning terjadi manakala ada suatu perubahan dominan yang sejalan dengan cara pembelajaran. sehingga seseorang dapat mengimplementasikan. yaitu "mengimplementasikan" (implementing) dan "memperbaiki“ (improving) serta "mengintegrasikan" (integrating).1. (1997 dalam Claston et al. maupun pengalaman melakukan sesuatu. Pembelajaran akan meningkatkan kemampuan kognisi. Single loop learning terjadi manakala suatu organisasi melakukan usahanya tetapi tanpa perubahan. Proses pembelajaran tersebut digambarkan oleh sebagai berikut berikut : Gambar 5. yaitu single loop learning dan doule loop learning. respon atau perilaku. memperbaiki.seseorang sehingga ia menjadi lebih mampu beradaptasi dan survive dalam lingkungannya. Pedler et al.. konsep. maupun teknologi. keterampilan. afeksi. Selanjutnya.

sistim nilai.(1996) menyatakan bahwa dalam jangka pendek pembelajaran akan merubah sikap dan kinerja seseorang. G. seperti pada Gambar tentang model konseptual pembelajaran kewirausahaan sebagai berikut: Gambar 5. Pembelajaran kognitif Pembelajaran kognitif memfokuskan pada perubahan kandungan kognitif dari proses pembelajaran.2 menunjukkan bahwa proses pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi. di mana pengetahuan disebarkan dan 38 . diantaranya adalah : 1. Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk sebuah karakteristik internal yang mempengaruhinya dalam menggerakkan usahanya. kompetensi. A Conceptual model of entrepreneurial learning Pada Gambar 5. serta prestasi dari usahanya. lingkungan usaha. sedangkan dalam jangka panjang mampu menumbuhkan identitas dan daya adaptabilitas seseorang yang sangat penting bagi keberhasilannya.Metode-Metode Pembelajaran Wirausaha Proses pembelajaran juga dapat dibedakan atas proses serta pengaruh yang diakibatkannya.2. Rae dan Carswell (2000) lebih rinci menggambarkan tentang perkembangan wirausaha.

Dalam perilaku organisasi.ditransfer sehingga dapat merubah peta kognitif seseorang (Brown and Dugvid. Hal ini dikarenakan proses belajar bisa saja hanya merubah pola pikir seseorang. Pembelajaran perilaku (behavioral learning) merupakan proses adaptasi yang dihasilkan dari coba-coba dan mengarah pada proses yang memberikan keuntungan selektif bagi yang bersangkutan (Levintal. Pembelajaran perilaku Hubber (1999) memberi ilustrasi tentang pembelajaran sebagai berikut. seperti halnya ekpektansi. 1995 dalam Lichtenstein. 39 . 1994 dalam Lichtenstein et al. 1991. 2003). 2003). Semuanya adalah konsep kognitif yang mewakili perilaku organisasi dalam hal pencapaian tujuan atau maksud tertentu (purposefullness). pemberian atribut dan locus of control. ilmu pengetahuan kognitif berfokus lebih banyak pada struktur dan proses kompetensi manusia. Saat ini. Lunberg. Seseorang dapat belajar melalui proses informasi yang mengakibatkan beberapa potensi perilakunya berubah. pendekatan kognitif telah banyak diterapkan terutama dalam teori motivasi. 1991. serta penetapan tujuan (yang merupakan garis depan dari penelitian motivasi moderen).. Nanoka. Dari perilaku cobacoba tersebut seseorang dapat mengetahui mana yang baik dan benar atau sebaliknya. Hubber tidak menekankan bahwa pembelajaran harus merubah perilaku seseorang. Indikator kognitif berkaitan dengan pilihan harapan terhadap penghargaan (rewards). 2. Pembelajaran kognitif terjadi karena adanya hubungan antara indikator lingkungan kognitif dan harapan-harapan.

Burgoyne dan Hodgson (1983) mengemukakan bahwa terdapat tiga tingkat pembelajaran perilaku yang dapat dialami oleh seseorang. 40 . pengulangan yang terus menerus atau dihafalkan tanpa dipikir lebih lanjut. Di dalam model pembelajaran ini hasil-hasil umpan balik ditimbulkan oleh suatu proses pengamatan konsekuensi dari suatu tindakan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyesuaikan tindakan selanjutnya dalam rangka menghindari kesalahan yang sama di masa depan dan mengembangkan pola perilaku keberhasilan. menunjukkan adanya asimilasi informasi faktual yang mempunyai manfaat segera tetapi tidak ada implikasi pengembangan dalam jangka panjang. tetapi sistem ini tidak dapat menentukan standarnya sendiri yang sesuai. Walaupun bentuk dari pembelajaran ini dapat menghasilkan inteligensi dalam sistem pembelajaran single loop. Pola ini oleh Argyris dan Schon (1978) disebut sebagai single loop learning yang bersifat rutin. Hal ini digambarkan sebagai pembelajaran pada kulitnya. yakni: 1) Pembelajaran tingkat pertama. Secara umum hal ini merupakan pembelajaran yang lebih mendasar tetapi masih masuk dalam kategori single loop learning. Argyris (1994) mengemukakan bahwa pola pembelajaran single loop berlangsung selama proses pemecahan persoalan dimana yang bersangkutan mengabaikan isu-isu mengapa permasalahan tersebut muncul. Single loop learning meliputi pembelajaran dari konsekuensi perilaku sebelumnya. 2) Pembelajaran tingkat kedua menggambarkan pengasimilasian sesuatu yang dapat dialihkan dari situasi satu ke situasi yang lain dimana orang tersebut telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang konsepsinya pada suatu aspek tertentu.

sasaran dan nilai-nilai yang mendasarinya (Argyris dan Schon. Senge. Double loop learning memerlukan asumsi yang mendasari terjadinya nilai-nilai serta risiko yang secara fundamental berubah. yang sejalan dengan pengertian double loop learning. 3. 2003). Pemahaman tersebut juga akan memunculkan pertanyaan apakah seorang wirausahawan memiliki kemampuan untuk belajar bagaimana cara belajar. Hal ini akan berpengaruh pada visi. yakni dengan cara terus menerus mempertanyakan dan merefleksikan strategi. 1990 dalam Lichtenstein. 41 . Pola pembelajaran double loop terdiri dari sistem monitoring dan koreksi perilaku serta menentukan perilaku yang tepat. sistem akan belajar untuk belajar sehingga menjadi lebih cerdas dalam menentukan kriteria operasional yang mendasari perilaku. 1978. Pembelajaran dari pengalaman Pembelajaran dari pengalaman lebih menekankan pada proses yang sedang berjalan daripada belajar bagaimana melakukan sesuatu. Dalam pembelajaran double loop. Burgoyne dan Hodgson (1993) mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran dialami oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari yang menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dari arus informasi yang diterimanya secara berkelanjutan. Pembelajaran double loop berhubungan dengan ide-ide dari sistem yang terkoordinir. kesadaran dan pemahaman diri pada tingkatan yang lebih mendalam.tanyakan tidak hanya pada caracara yang telah mapan. tetapi juga nilai yang mendasarinya serta persepsi perilakunya.

3.3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb Gambar 5. sedangkan reflective observation merupakan langkah dimana seseorang berusaha meninjau atau menggaliarti pengalaman yang diperolehnya yang selanjutnya dilakukan pemahaman tentang konsep atau hubungan yang mendasari pertimbangan seseorang terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan (abstract conceptualisation). Mumford (1996) mengemukakan suatu model pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari empat langkah dimana satu sama lain saling berhubungan atau saling menunjang. Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah active experimentation yaitu langkah seseorang untuk selalu mencoba hal-hal baru berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkannya. menunjukan bahwa concrete experience merupakan suatu aktifitas atau pengalaman seseorang secara langsung.Cope dan Watts (2000) menegaskan bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman dapat direncanakan dan dimunculkan. Langkah ini merupakan langkah paling penting guna menghindari kesalahan yang sama atau meningkatkan hasil yang lebih baik. sebagai berikut: Gambar 5. 42 .

Active experimentation menurut Kolb sama dengan doing. sehingga akan meminimalkan kesalahan yang sama 43 . Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pembelajaran. dimensi ini mengharuskan seseorang untuk berfikir atau membandingkan bagaimana suatu hal berkaitan dengan pengalamannya sendiri.Kolb (1984) dalam Ulrich dan Cole (1989) mengemukakan bahwa concrete experience sama dengan feeling atau sensing. salah satu langkah yang dapat digunakan adalah dengan cara problem solving. Abstract generalization atau conceptualisation memiliki kesamaan dengan thinking. dimana seseorang berfikir bagaimana memperoleh informasi terbaru sebagai jalan atau pertimbangan untuk bertindak. Reflective observation menurut Kolb sama dengan watching. sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Di sini individu lebih cenderung menggunakan pengalamannya ada sendiri dalam dengan memecahkan permasalahan yang dibandingkan menggunakan pengalaman orang lain. Pembelajaran merupakan proses belajar seseorang terhadap suatu kejadian yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman orang lain yang diketahuinya. dimensi ini mengkaji pengaruh pengalaman yang didapatnya terhadap dirinya. selain itu individu dituntut untuk belajar bagaimana menerapkan teori yang ada melalui analisa sistematis. seseorang perlu menggunakan kemampuannya secara terus menerus dan proaktif merefleksikan kejadian masa lalu sebagai media belajar. Burgoyne dan Hodgson (1983) juga menekankan pentingnya 'specific critical incident' dalam menstimulasi pembelajaran. small group discussions atau games. dimensi ini menghadirkan suatupenerimaan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang matang.

Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan usaha.pada suatu proses yang sama atau meniadakan kesalahan yang sama serta melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan. Sebagai contoh. Menurut Marquardt (1996) organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar sungguh-sungguh dan 44 . organisasi harus mampu membangkitkan komitmen anggotanya dan membangun kapasitas belajar pada semua level organisasi secara berkelanjutan.Pembelajaran Organisasi & Wirausaha 1. perilaku pekerja dapat dianalisis dan dikelola untuk memperbaiki kinerjanya maupun kinerja organisasi. Kurva pembelajaran menunjukkan hubungan negatif antara biaya produksi dan kuantitas barang-barang yang dihasilkan. Selain itu proses pembelajaran dapat menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dengan arus informasi yang berkelanjutan. Pembelajaran Organisasi Perilaku organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan proses pembelajaran. H. dan motivasi yang semuanya merupakanhasil dari pembelajaran. dimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan output melalui perbaikan cara-cara produksi. Hatch (1997) mengemukakan bahwa kurva pembelajaran memberikan bukti bahwa suatu organisasi mengalami proses belajar. kemampuan pekerja. sikap manajer. Dengan proses pembelajaran seorang wirausahawan dapat mengembangkan usahanya lebih maju sehingga produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan sulit ditiru oleh perusahaan lain atau pesaing. Berdasarkan prinsip pembelajaran. sehingga seorang wirausahawan akan mampu mengantisipasi adanya perubahan dan siap dengan adanya perubahan yang terjadi.

4. Mintzberg dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi sebagai suatu proses berkelanjutan. dan tak henti-henti mentransformasi diri agar dapat memperoleh. Jika dalam proses pembelajaran sebuah organisasi dapat menjalankan kebijakannya dan mencapai tujuannya.secara bersama-sama. maka proses pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai "double loop learning". dan menggunakan pengetahuan dengan lebih baik demi keberhasilan. Dua hal yang biasanya terjadi dalam proses pembelajaran organisasi adalah sifat yang mengarah kepada satu tujuan (convergent) atau mengarah kepada banyak tujuan (divergent). pengetahuan. mengelola. organisasi. Marquardt berpendapat bahwa organisasi pembelajaran terdiri dari lima sub sistim. Subsistim Dalam Organisasi Pembelajaran Organization Knowledge Learning People Technology Choueke dan Armstrong (1998) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi adalah suatu proses pendeteksian dan pengoreksian kesalahankesalahan. Lima sub sistim tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 5. sistem 45 . yaitu belajar. manusia. Hendry et al. Convergent learning menekankan pada spesialisasi dan standarisasi dari kemampuan. (1995) dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa kandungan dari pembelajaran organisasi harus dipertimbangkan serta prosesnya harus bersifat efisien dan efektif. dan teknologi yang saling berhubungan dan saling menunjang sebagai sistim. Kesalahan (error) dapat menjadi sifat yang dapat menghambat proses pembelajaran.

Supertitious learning terjadi ketika hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh tidak dapat ditentukan secara tepat. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan (benchmarking). Selanjutnya. Wright (1997) memasukkan istilah “akumulasi pembelajaran” sebagai salah satu aset tak berwujud yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang tidak dapat ditiru (inimitability). Hal ini seringkali sulit untuk diketahui karena indikator dari keberhasilan secara konstan dimodifikasi setiap waktu. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). Ketika keberhasilan sulit untuk ditunjukkan. Matlay menyatakan bahwa terdapat banyak kesulitan dalam proses pembelajaran yang mereka gambarkan sebagai "supertitious learning". dan operasi utama dari organisasi dalam bidang tertentu yang memfokukan pada efisiensi. Pembelajaran dalam organisasi juga menyangkut proses budaya. Sebagai contoh.pengendalian. Matlay (2000) mengemukakan bahwa organisasi pada dasarnya belajar dari proses pengorganisasian pihak lain. keragu-raguan terhadap kompetensi. dan jebakan keberhasilan. maka sulit pula keberhasilan tersebut dipelajari berdasarkan pada hal-hal yang telah dilakukan di masa lampau. organisasi mengkomunikasikannya melalui cerita-cerita dan simbol-simbol serta norma perilaku dan harapan-harapan. Pada dasarnya ia menggambarkan bahwa kapabilitas organisasi sebagai “dinamika rutinitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dalam efisiensi atau efektivitas” dan “kumpulan dari tacit knowledge yang 46 . Kegagalan pembelajaran terjadi karena keragu-raguan dalam meraih keberhasilan.

menggunakan secara bersama-sama (share) dan menyimpan pengetahuan dalam perusahaan.dibangun dalam proses organisasi. melakukan eksperimen secara sistematis dan 47 . Sejumlah penulis menjelaskan metode yang berbeda-beda dari perilaku pembelajaran dalam perusahaan yang mempengaruhi mereka untuk menciptakan (create). Argyris dan Schon (1978) kemudian mengembangkan teori pembelajaran organisasi ini dengan pendapatnya tentang "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". Gibb (1997) mengemukakan dua tipe pembelajaran. (2) Memperbaiki (improving) dicirikan dengan memberikan gagasan (initiative-taking). dan b) generative learning yaitu kapasitas untuk menciptakan dan berpikir proyektif. prosedur dan sistem organisasi yang tertanam dalam cara berperilaku”. Konsep pembelajaran organisasi juga dapat didekati dari ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan pendapat tentang sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem memiliki kesadaran dengan sendirinya. Ia menyarankan dua faktor penting dalam membangun kapabilitas organisasi. dicirikan oleh reliabilitas yang konstan tetapi terbatas karena kurangnya daya tanggap terhadap perubahan lingkungan. yaitu pembelajaran dalam rangka mengatasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. dan kemampuan belajar. a) adaptive learning. yaitu: kemampuan inovasi. (1999) mengemukakan tiga tahapan pembelajaran sebagai berkut: (1) Mengimplementasikan (implementing): melakukan sesuatu dengan benar. Sementara itu Pedler (1997) dalam Chaston et al. sistem tersebut dapat belajar untuk belajar.

Hill dan McGowan (1999) telah dapat mengukur persepsi individu manajer tentang kecenderungan tenaga kerja yang tergabung dalam masing-masing cara belajar. Cara-cara tersebut diturunkan dari suatu model “tahapan” dari perkembangan pembelajaran.jelas bahwa sejumlah penulis mengenali dan berupaya untuk mendefinisikan tipe perilaku pembelajaran yang berbeda pada tataran organisasi. tetapi hanya sedikit yang mengoperasionalkan konstruk pembelajaran melalui aplikasi teknik kuantitatif pada usaha kecil. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara-cara yang berbeda ini berhubungan dan berdampak pada kapabilitas organisasi? Dari beberapa literatur yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi. 48 .melakukan segala sesuatu dengan lebih baik tetapi masih terkendala oleh masih kecilnya skala peningkatan di dalam batas-batas yang ada. Hal ini dikarenakan alat yang digunakan untuk mengekplorasi konstruk pembelajaran organisasi pada umumnya dilakukan untuk studi skala besar. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua arah konsep pembelajaran organisasi yakni. (3) Mengintegrasikan (integrating) dicirikan dengan “melakukan hal-hal dengan lebih baik” secara kreatif melalui pemecahan masalah secara sistematis dan holistik (menyeluruh). Namun demikian. dari kalangan modernis yang mengikuti arus ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem untuk memiliki kesadaran belajar dengan sendirinya dan dari kalangan ahli psikologi Amerika. Dengan demikian. yang memuluskan jalan ke arah pembentukan teori tentang pembelajaran organisasi dengan "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning".

2. yaitu dimensi rentang waktu (jangka panjang dan jangka pendek) dan dimensi target (tugas atau orang) sebagai mana terlihat dalam tabel berikut: Tabel 5.Selain itu organisasi pada dasarnya dapat belajar dengan cara yang dijelaskan oleh proses pengorganisasian pihak lain. (1996) Tugas (Task) Performance Adaptabilitas Pribadi (self) Sikap Identitas Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam jangka pendek aktifitas pengembangan difokuskan pada peningkatan performance skill. Hall (1996) mengemukakan bahwa proses pembelajaran pengusaha dapat dilihat dari dua dimensi.1 Empat Tipe Pembelajaran Fokus pembelajaran Rentang Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Sumber : Hall. sebagai contoh. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). sehingga wirausahawan yang belajar dengan sungguh-sungguh akan lebih berhasil dalam usahanya dibandingkan dengan wirausahawan yang tidak pernah belajar. kemampuan untuk mengenali mengapa suatu masalah terjadi dan kemampuan mengatasinya. dan 49 . Pembelajaran dan Pendidikan Wirausaha Kemampuan belajar seorang wirausahawan dalam pemecahan masalah yang tidak terstruktur dan berisiko sudah tidak diragukan lagi. Mereka belajar dari pengalaman mendirikan dan mengelola usaha. dimana dalam proses tersebut banyak mempelajari berbagai konsep. yang meliputi proses pembelajaran. Perolehan kemampuan tersebut merupakan hasil dari proses belajar. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan ataupun pembandingan (Benchmarking).

Metaskill ini identik dengan double loop learning dan merupakan kemampuan yang sangat penting di masa sekarang dan yang akan datang. 2) Latihan keterampilan teknis (technical know how) atau profesionalisme untuk bidang tertentu baik tingkat rendah. atau tinggi. Sedangkan yang termasuk di dalam identitas adalah keterbukaan untuk menerima masukan. Termasuk di dalam adaptabilitas adalah belajar bersikap terbuka terhadap perubahanserta melakukan beberapa perubahan. 50 . Dalam penelitian ini isu-isu kunci yang akan diangkat adalah isu yang berkenaan dengan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan. Adapun program pembelajaran jangka panjang diorientasikan pada tingkat adaptabilitas terhadap tugas dan pembentukan identitas pribadi. dan pengalaman. menengah. Adapun pengertian dari masing-masing isu tersebut adalah sebagai berikut: Sagir (1986) mengemukakan bahwa program Pendidikan dan Pelatihan pada hakikatnya merupakan jalur dan jenjang yang berkesinambungan yang menunjukkan peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi: 1) Pendidikan umum atau pendidikan dasar yang merupakan bekal agar SDM mempunyai pengetahuan dasar yang memadai dan siap untuk dilatih. pembimbingan (mentoring). dan memasukkan cara-cara baru dalam menginstropeksi diri sendiri.memasukkan komponen sosialisasi serta sikap yang membentuk identitas perusahaan ke dalam program pengembangan. karena keduanya memberi kemampuan untuk belajar bagaimana agar bisa belajar. Adaptabilitas danidentitas biasa disebut sebagai metaskill. Oleh karena itu perlu diidentifikasi isu-isu kunci dalam proses pembelajaran dan pengembangan wirausaha.

Dalam prakteknya kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama. dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuannya. 2) Latihan ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. program Diklat berhubungan dengan peningkatan kinerja. Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan bahwa istilah pendidikan dan pelatihan (Education and training) sering dipertukarkan dengan istilah pengembangan (development) seperti yang dipakai oleh Flippo. Jadi. bukan hanya memiliki kemampuan teknis. tetapi juga memiliki kemampuan manajerial. mempersiapkan SDM agar lebih kreatif. terutama aspek profesionalisme kerja. Dari pendapat Sagir di atastampak pelatihan sesungguhnya adalah bahwa fungsi pendidikan dan untuk meningkatkan dan upaya mengembangkan kemampuan karyawan (teknismaupun manajerial).Jenjang latihan untuk pengembangan diri. Latihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya guna meningkatkan keterampilan. Choueke dan Amstrong (1998) mengusulkan materi pendidikan atau pelatihan wirausaha dalam membangun kompetensi wirausaha sebagai berikut: 51 . mengembangkan diri untuk menjadi unsur pimpinan dalam bidangnya yang mampu dikembangkan. Ranupandojo dan Husnan (2002) juga mengemukakan bahwa : 1) Pendidikan ialah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan. kecakapan.

1998) yang menunjukkan bahwa "pengalaman" merupakan sumber utama dari pembelajaran.Tabel 5. sehingga sangat diperlukan bimbingan terhadap pengalaman tersebut. Cope and Watts (2000) melakukan penelitian tentang proses pembelajaran dari wirausahawan dalam hubungannya dengan proses personal dan siklus pengembangan usahanya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikemukakan bahwa 'critical incident' sangat penting diterapkan untuk memahami proses pembelajaran wirausaha. Mentoring atau bimbingan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausahawan guna membantu 52 . Materi Pendidikan atau Pelatihan Wirausaha Sumber : Choueke dan Amstrong (1998). Choueke and Armstrong. Mereka menemukan konsep 'critical incident' yang menunjukkan bahwa wirausahawan sering menghadapi masa atau episode kritis yang traumatik dan berkepanjangan dan menggambarkan kejadian-kejadian bermuatan emosional.2. Hal ini didukung oleh hasil penelitian Armstrong (dalam. Program mentoring menekankan pada upaya untuk membantu wirausahawan dalam menafsirkan'critical incident' sebagai pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. ‘Critical incident’ yang dialami dapat menghasilkan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi serta mendasar.

karena pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada wirausahawan untuk memanfaatkan on-the job experience dan memberikan meta skill untuk learning how to learn. 6. self-development pada pembelajaran karir jangka panjang. Hal ini biasa disebut dengan pembelajaran dari pengalaman (learning from experience).menafsirkan kejadian-kejadian yang dialami selama proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman sangat bermanfaat digunakan untuk pengembangan seorang wirausahawan. EVALUASI 1) Jelaskan makna pembelanjaran bagi seorang wirausaha? 2) Uraikan perbedaan antara pembelanjaran kognitif. perilaku dan pembelajaran pengalaman wirausaha? 3) Jelaskan empat tipe dalam pembelajaran wirausaha? 4) Berikan contoh pendidikan kewirausahaan yang ada di Indonesia? 53 . Robinson dan Sexton (1994) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang terintegrasi dengan pekerjaan. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman ini memberikan kemampuan bagi individu dan organisasi untuk melakukan selfrenewal dengan melakukan pendekatan yang proaktif. dalam praktek usaha yang sesungguhnya.

Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kompentesi wirausaha 3. TUJUAN KHUSUS a. Seseorang dengan motivasi kepemimpinan yang tinggi banyak berpikir mengenai cara mempengaruhi orang banyak. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. KATA KUNCI: Motivasi. Motivasi wirausaha membutuhkan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. 2. b. karena dengan inovasi seorang wirausahawan akan mampu 54 . memenangkan suatu perdebatan atau meraih posisi dengan kewenangan yang lebih besar. Hal ini seringkali disamakan dengankebutuhan akan kekuasaan. Keteguhan atau biasa disebut tekad adalah suatu motif yang melibatkan suatu ketahanan untuk terus fokus pada sasaran ketika sedang dihadang berbagai rintangan. Daya inovasi merupakan salah satu ciri khas utama dari seorang wirausahawan. daya inovasi dan kompentesi wirausaha serta penerapanya dalam kehidupan nyata. RANGKUMAN Para wirausahawan efektif harus punya keinginan untuk memimpin. Seorang wirausahawan yang mempunyai motivasi yang kuat juga menunjukan keteguhan yang kuat. Daya Inovasi & Kompentesi Wirausaha 4.1. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian motivasi. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha c. Mahasiswa dapat menggali daya inovasi seorang wirausaha d. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu membangkitkan semangat/motivasi.

Hal ini dikarenakan seorang wirausahawan selain sebagai pemilik usaha (manajer) juga sebagai pelaksana usaha sehingga sangat dibutuhkan kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya. seorang wirausahawan harus bekerja keras. dan kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan hasil kerja yang lebih efektif. 5. keterampilan. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. Kompetensi adalah suatu kemampuan lebih dari seorang individu jika dibandingkan dengan individu yang lain. dalam arti seorang wirausahawan harus mampu mengelola kemampuan dirinya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal.meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menciptakan produkproduk baru yang inovatif maupun mengembangkan cara-cara pemasaran yang inovatif sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk maupun cara pemasaran dari pesaing. sedangkan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. URAIAN PEMBELAJARAN A. 55 . Keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. Wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Pendahuluan Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Secara umum kompetensi wirausahawan sama dengan kompetensi manajer ditambah kemampuan membaca peluang dan manajemen diri. selain itu kompetensi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. seorang wirausahawan harus memiliki manajemen diri yang baik.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. seorang wirausahawan harus bekerja keras. Motivasi Usaha Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan. dan kompentesi wirausaha B. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Shane et al. Motif sebagai sesuatu yang ada dalam diri manusia yang membangkitkan.Daya inovasi dan kompentensi yang dimiliki seorang wirausaha merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaran usaha. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. Kekuasan bisa dipandang sebagai mata uang seorang wirausahawan. sarana utama yang digunakan seorang 56 . artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain. mengaktifkan. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitandalam menjalankan peran wirausaha. Pokok bahasan ini akan diuraikan pengertianmotivasi. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha. dayainovasi dan kompentensi wirausaha. memindahkan. mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapainya tujuan. (2003) mengemukakan bahwa keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. daya inovasi seorang wirausaha. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan. Dengan demikian motivasi terjadi melalui suatu proses yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan.

(2000) menjelaskan bagaimana motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. dan 6) kualitas dari barang yang diproduksinya. sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini. ketegaran mesti dilakukan dengan berlandaskan pada sikap rasional. Selanjutnya Collins et al. Tentu saja. hal itu adalah : 1) memuaskan pelanggan. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain. dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usahanya. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti. Oleh karena itu. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran.wirausahawan untuk membereskan banyak hal dalam suatu wadah usahanya. 3) penekanan biaya. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. Collins et al. 5) mengamati kejadian dengancepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif. 4) inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya. terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai. Para wirausahawan harus dan tak boleh letih. atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya. hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi. 2) pertumbuhan. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha 57 . (2000) mengemukakan bahwa keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan.

dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. Motivasi awal untuk menjalankanaktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha. 1983 (dalam Rambat. atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy). Studi yang dilakukan oleh Knight. dan Jero W. tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda. Kemampuan kognitif memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil. keinginan untuk mengumpulkan kekayaan. 1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut : 58 . Pattigrew (1996)dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. industri. Motivasi membantu seorang wirausahawanmemperoleh pengetahuan. pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha. tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan. L. keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan. di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan. Kondisi lingkungan seperti sistem hukum. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan.

caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri. 3) The parental (paternal) refuge. Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak mereka biasanya kemudian akan berusaha untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada. 6) The society refuge. 59 . lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat. 2) The corporate refuge. akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. 5) The housewife refuge. 4) The feminist refuge. 7) The educational refuge. Para wanita yang merasa telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan. Para ibu rumah tangga yang pada awalnya sibuk mengurus anak dan rumah tangganya akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi. Anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan usaha yang tidak terkait dengan lingkungan yang ada. pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaannya merasa bahwa kepuasan kerjanya akan meningkat dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri. menjadi terpacu untuk berwirausaha. dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha.1) The foreign refuge.

pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan. mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja. Organizational Behavior. cukupnya supervisor pengawasan dan pembimbing. seorang peneliti Perilaku Organsiasi yang terkenal. mengintegrasikan berbagai elemen yang pada intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari motivasi. Konteks pekerjaan mencakup lingkungan hati. Kedua kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain 60 . seperti diperlihatkan pada Gambar berikut. tugas yang diselesaikan oleh seseorang.1. dan budaya organsiasi. Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. Model Motivasi Prestasi Kerja Sumber : Kreitner and Kinicki.Mitchell (1999). 2000 Pada gambar di atas. Gambar 6. Model tersebut.

Perilaku. Sebagai contoh. Perilaku mencerminkan sesuatu yang dapat kita lihat atau dengar. atau strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau tugas. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi yang berkaitan dengan perilaku langsung.sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi. Motivasi melibatkan suatu proses psikologis untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk berperilaku dengan cara tertentu. prestasi dipengaruhi oleh motivasi perilaku. akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak. Lebih lanjut gambar tersebut memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi penghargaan yang setimpal. Selanjutnya.motivasi berbeda dengan perilaku. dan menetapkan. dan suatu kombinasi dari faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan. terdapat empat kesimpulan penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama. 61 . dan membantu mereka mempertahankan self-afficay dan self-esteem yang tinggi. Sebaliknya perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer memberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif. jumlah usaha yang dikeluarkan. Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model peran karyawan yang berhasil. secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan pengetahuan (keterampilan) individu. mengarahkan. Dengan demikian. motivasi. Hasil dari motivasi secara umum dinilai dengan perilaku yang ditunjukkan. yaitu meminta.

tetapi daya beli adalah hasil ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi. Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Mereka membuat perubahan melalui introduksi teknologi. serta kualitas catatan kuliah. 62 . motivasi. Keempat. Menurut Schumpeter hanya orang-orang yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan dan mereka mampu melakukan perubahan-perubahan yang luar biasa. faktor konteks pekerjaan. proses atau produk. jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu. Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh suatu kombinasi input individu. (1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah seorang yang inovatif. Hirsch dan Peters. Daya Inovasi Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. Perilaku dipengaruhi oleh input dari individu. motivasi diperlukan tetapi bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja. Dalam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar dalam perekonomian daripada daya beli. dan perilaku motivasi yang sesuai. dan motivasi. kemampuan dan tujuan pribadi. Ketiga. perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi. Inovasi menciptakan sumberdaya. C. karena tidak ada sesuatupun yang menjadi sumberdaya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam. perilaku berbeda dengan prestasi. sehingga memberinya nilai ekonomi. faktor konteks pekerjaan.Kedua. Sebagai contoh. Prestasi juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh organisasi dan dinilai oleh manajer.

pengembangan (extention). Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya tetapi tetap sebagai self employed. Inovasi merupakan sarana seorang wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat perubahan-perubahan. dan sintesis. 1990) : 63 . yaitu . penemuan (invention). Pengertian seperti ini akan lebih relevan untuk menggambarkan perusahaan besar. jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan. Ia harus terarah secara spesifik. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai penyebab utama dari pembangunan ekonomi. Di dalam tulisannya The Theory of Economc Development. Ia juga menjelaskan bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan jaman.Dengan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang mampu mengembangkan teknologi baru. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi sumber inovasi (Howel dan Higgins. penggandaan (duplication). Dalam prosesnya. Dalam hal ini seorang wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahanperubahan besar. Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah dikenal secara luas. Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. dimana dengan perubahan tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. Kuratko dan Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan. ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru.

D.a. Ketidakharmonisan. b. Kompetensi akan membedakan orang yang berprestasi baik dengan yang biasa-biasa saja. bakat atau sifat. Kompetensi dapat berupa motif. konsep diri. pengendalian diri. Kejadian yang tidak terduga. Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: a. Kompetensi Wirausaha Hooghiemstra (1992) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik dasar individu yang berhubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif dan superior dalam pekerjaannya. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan. d. Perubahan demografi. e. pengetahuan diri. c. menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk berhasil. Misalkan berkaitan dengan kepercayaan diri. g. b. atau ketahanan. daya tahan stres. atau keterampilan kognitif dalam perilaku. Perubahan pada industri dan pasar. f. Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang tidak efektif. 64 . Proses sesuai kebutuhan. Perubahan persepsi. Konsep pengetahuan dasar (belajar). sikap atau nilai maupun pendirian. Sifat dasar (bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam berperilaku atau cara merespon.

Trait. Pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu dari indikator kompetensi yang paling mudah diajarkan. Self concept. apa yang mereka pikirkan atau tertarik dalam melakukan sesuatu.c. d. Personal charakteristics disini terdiri dari: Motive. Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur sebab yang sederhana sebagai berikut: Gambar 6. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur. Konsep diri. kemampuan mendengarkan secara aktif). sulit dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. apakah teknis atau interpersonal. (1992) Kompetensi secara umum memiliki perbedaan berdasarkan proses pengajarannya. Merubah motif dan sifat mungkin dapat dilakukan tetapi harus melalui proses yang sangat panjang. Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat (misal. Kebanyakan temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan antara kinerja yang rata-rata dan superior. sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang menanyakan apa yang mereka hargai. Knowledge dan Skills.2. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu Sumber : Hooghiemstra. Dari sudut pandang efisiensi. e. yang diukur dengan uji responden. sedangkan sikap dan nilai-nilai merupakan indikator-indikator yang lebih sulit untuk diajarkan. dalam proses rekruasi aturannya adalah merekrut berdasarkan karakteristik motivasi inti dan sifat bawaan yang selanjutnya perlu dilakukan 65 .

pegembangan pengetahuan dan keterampilan. Misalkan menetapkan proses serta pekerjaan yang diperlukan. Kenyataan menunjukkan bahwa merekrut orang yang memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan kebutuhan dan melatih mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu lebih effisien jika dibandingkan dengan merekrut orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. orientasi pekerjaan dan orientasi multimethode. Pendekatan multimethode lebih bersifat komprehensif karena berusaha menghindari kritikan yang muncul dari dua pendekatan lain. Sandberg (2000) mengemukakan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. Dalam pendekatan orientasi pekerja. yang ditunjukkan oleh pengetahuan. kompetensi juga disebutkan sebagai atribut kemampuan spesifik yang dibutuhkan seseorang dan dijabarkan dalam langkah-langkah pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tertentu. kompetensi didefinisikan sebagai atribut yang dimiliki oleh seseorang atau pekerja. mereka merekrut berdasarkan gelar pendidikannya dan berasumsi bahwa kandidat tersebut memiliki atau dapat diindoktrinasi dengan motif dan sifat yang diperlukan. yakni dengan memadukan kedua metode tersebut. selanjutnya menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah tersebut. Jadi dapat dikemukakan bahwa kompetensi adalah kumpulan atribut-atribut spesifik yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang untuk dapat menyelesaikan 66 . Dalam pendekatan orientasi kerja. Namun kebanyakan perusahaan melakukan sebaliknya. keterampilan dan kemampuan (KSAs) dan sifat bawaan individu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Pendekatan definisi kompetensi dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu orientasi pekerja.

misalkan keterampilan dalam mengambil keputusan. Man et al. keterampilan. Relationship competencies (Kemampuan hubungan) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan interaksi orang per orang atau individu dengan kelompok. Menurut Baum paling tidak terdapat beberapa kompetensi wirausaha yang sangat diperlukan yaitu pengetahuan. manusia. kemampuan kognitif. self management. sumberdaya kepemimpinan. pengenalan peluang sedangkan human relation dan administrasi dapat digabungkan dalam kepemimpinan. keterampilan berkomunikasi dan hubungan antar pribadi 3. Opportunity competencies (Kemampuan peluang) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan mengenali dan mengembangkan peluang pasar melalui berbagai cara. (2000) mengemukakan bahwa secara umum terdapat enam area kompetensi wirausaha yang dapat dikenali yakni: 1. dan pengambilan pengembangan keputusan. pemahaman dan penyerapan informasi yang kompleks. sementara kemampuan peluang dapat dimasukkan dalam keterampilan memanfaatkan peluang (opportunity skills). Conceptual competencies (Kemampuan konseptual) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan konseptual yang mana dicerminkan di dalam perilaku usahawan. Baum et al.tugas. Mereka yang dapat menyelesaikan tugas lebih baik daripada yang lain berarti orang tersebut lebih kompeten daripada lainnya. 67 . administrasi. penggunaan hubungan dan koneksi. misalnya dalam konteks kerjasama dan kepercayaan. (2001) mengemukakan bahwa kompetensi wirausaha hampir sama dengan kompetensi seorang manajer tetapi ditambahkan 2 keterampilan yaitu peluang dan manajemen diri. serta daya inovasi yang tinggi. 2. kemampuan bernegosiasi. peluang.

proses (perilaku atau tugas yang mendorong ke arah kemampuan). Strategic competencies (Kemampuan stratejik) yaitu kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penetapan. Kemampuan dapat dipelajari dari masukannya (kemampuan terdahulu). Lebih lanjut Man et al. 1995). 68 . evaluasi dan penerapan strategi perusahaan 6. (1999) mengemukakan bahwa kompetensi juga dapat di ukur berdasarkan seberapa besar individu tersebut mampu dalam pencapaian tujuan. atau hasil (menuju keberhasilan standar kemampuan atau wewenang dalam area fungsional). Pendekatan ini semata-mata berasumsi bahwa kemampuan belum tentu membuat seorang wirausahawan berkompeten. Penekanan proses atau pendekatan perilaku mempelajari sifat wirausaha dengan dimensi proses dari kondisi daya saing. Boyatzis (1982) mengemukakan bahwa kemampuan wirausaha berhubungan erat dengan managerial competencies.. teknologi termasuk di dalamnya membangun tim kerja.4. memimpin pekerja. Kompetensi wirausaha sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam berupaya pengembangan usahanya. Organizing competencies (Kemampuan pengorganisasian) yaitu kompensasi yang berhubungan dengan pengorganisasian sumberdaya internal dan eksternal seperti SDM. melainkan kemampuan hanya dapat dipertunjukkan oleh tindakan dan perilaku orang tersebut (Gartner dan Starr. 5. Commitment competencies (Kemampuan komitmen) yaitu kompetensi atau kemampuan yang menggerakkan seorang wirausahawan untuk menjadikan usahanya lebih berkembang. Pendekatan kompetensi menjadi suatu alat yang populer untuk mempelajari krakteristik wirausahawan. keuangan. pelatihan dan pengendalian.

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian motivasi.6. daya inovasi dan kompentensi wirausaha? 2) Jelaskan beberapa factor motivasi dalam wirausaha dan model motivasi untuk mencapai kinerja yang tinggi? 3) Uraikan beberapa kiat yang dapat menumbuhkan daya inovasi wirausaha? 4) Jelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu? 5) Uraikan atas enam demensi kompentesi yang harus dikenali oleh setiap wirausaha? 69 .

Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun kelayakan usaha 3. RANGKUMAN Menjadi wirausaha yang handal tidaklah muda. Kemampuan seseorang untuk menilai peluang dan memanfaatkan peluang tersebut merupakan modal dasar untuk melaksanakan aktivitas wirausaha. URAIAN PEMBELAJARAN A. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menilai peluang usaha/bisnis serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha b. Kelayakan Usaha 4.1. dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. 2. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi. bidang dan macam peluang usaha c. namum tidak sesulit yang dibayakan banyak orang. TUJUAN KHUSUS a. Sebagian orang beranggapan bahwa 70 . Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. 5.Pendahuluan Dewasa ini. KATA KUNCI: Menilai Peluang. Namun karena kurangnya informasi.

Berdasarkan pendapat Kirzner tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa peranan informasi di pasar merupakan faktor yang sangat penting dalam wirausaha. seorang wirausahawan adalah seorang yang mengambil keuntungan dari peluang dagang. penemu yang kreatif. bidang dan macam peluang usaha. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri manusia. Oleh karena itu kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber-sumber daya yang ada. 71 . sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. Dengan mengetahui peluang dagang.kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan. seorang wirausahawan akan dapat memetik keuntungan dengan bertindak sebagai pemula yang memfasilitasi perdagangan. serta menyusun kelayakan usaha B. identifikasi. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pengetahuan ataupun informasi dari mereka yang melakukan transaksi. Semakin sering seseorang berusaha berwiraswasta maka intuisi dalam membaca peluang semakin tajam. Pengertian Dan Lingkup Peluang Usaha Kirzner (1999) menyatakan bahwa wirausahawan adalah sebagai orang yang 'waspada' pada peluang yang menguntungkan dalam mekanisme pasar. Pokok bahasan ini di uraikan tentang pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha. seseorang yang melakukan transaksi pada peluang yang muncul dari suatu teknologi baru. Dengan demikian.

Eckhardt dan Shane (2002) juga mengidentifikasi tipe-tipe peluang. Berdasarkan sumber peluang seperti: peluang yang berasal dari informasi yang asimetrik. dan berasal dari cara mengorganisasi. Pengertian Peluang Usaha Eckhardt dan Shane (2002) mendefinisikan peluang sebagai situasi dimana barang. pasar dan metode organisasi baru dapat diperkenalkan melalui pembentukan cara (means) baru. serta mekanisme penyebaran informasi. perubahan yang berasal dari penemuan daerah pasar baru. peluang yang berasal dari gap antara 72 . Peluang usaha yang telah dieksploitasi secara maksimal juga akan menenggelamkan peluang tersebut. seseorang mencari sumberdaya dan melibatkannya dalam aktivitas yang dapat memberikan informasi guna meningkatkan kepedulian bersama di antara pelaku pasar tentangkarakteristik informasi peluang yang dapat mendorong ataupun menekan seseorang dalam menindaklanjuti peluang usaha yang ada. berasal dari metode produksi baru. Berdasarkan asal perubahannya. atau hubungan antara means dan ends. 2.1. Dalam lingkungan kondisi yang tidak seimbang sering muncul peluang baru yang menenggelamkan peluang yang lama. berasal dari penemuan bahan baku baru. di antaranya yaitu: 1. jasa. Dalam proses eksploitasi peluang. seperti perubahan yang berasal dari kreasi produk atau jasa baru. Peluang usaha mempunyai siklus karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. Dalam hal ini keputusan wirausaha meliputi kreasi atau identifikasi daripada means dan ends baru yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pelaku pasar. Waktu siklus peluang usaha tersebut tergantung pada pembatasan mekanisme peniruan. pelanggan (ends). bahan baku.

pasokan dan permintaan. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. Faktor dinamika perkembangan masyarakat c. dan peluang yang berasal dari identifikasi katalisator perubahan yang menghasilkan peluang usaha. Suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri maka perlu menyadari adanya suatu peluang usaha yang dapat ditinjau dari berbagai aspek yang terdiri dari : H H H H H Pasar Persaingan Keinginan konsumen/pelanggan Kekuatan-kekuatan kita Kelemahan-kelemahan kita Dengan adanya peluang usaha mencakup aspek-aspek yang sangat luas dan bersifat selalu terbuka karena itu tidak ada alasan tertutupnya kesempatan berusaha asal saja mampu mencermati perubahan-perubahan atau pergeseran peradaban yang terjadi pada masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) faktor utama yang merupakan variabel dasar dalam upaya identifikasi peluang usaha yaitu: a. peluang yang berasal dari perbedaan tingkat produktivitas. Faktor keberadaan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan. Faktor kebutuhan masyarakat b. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Lingkup Peluang Usaha Kendatipun peluang usaha bersifat luas namun dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 73 . 2. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha.

Dalam kaitan itu karena peluang usaha berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dalam pembagian sebagai berikut : dapat dikelompokan ke 1. Peluang usaha baru sama sekali. Peluang usaha baru yang disempurnakan/dikembangkan dari usaha yang sudah ada/lama. Berdasarkan Hiraki Kebutuhan Manusia Seperti disajikan pada bagian awal. Berdasarkan lama-barunya peluang usaha. Oleh karena itu perlu dibedakan konseptualisasi wirausaha sebagai berikut: (1) Antara konsep di wirausaha dalam (entrepreneurial) pengertian dan manajerial dan (managerial) pengorganisasian pengkoordinasian 74 . dan status sosial masyarakat. pendapatan. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan primer 2. Karena dalam bahasa sehari-hari sering terjadi kerancuan penggunaan istilah wirausahawan (entrepreneur). b. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan tertier. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan sekunder 3. 2. Dari segi lama barunya peluang usaha dapat dijumpai 3 (tiga) kemungkinan peluang usaha yang terbuka. Lingkup peluang usaha dengan klasifikasi di atas. peluang usahatimbul adanya kebutuhan manusia. yaitu : 1.a. 3. dimana peluang usaha ini sebelumnya belum ada tetapi kemudian diciptakan. kemudian mempunyai demensi kuantitatif dan kualitatif yang ditentukan oleh faktor pendidikan. pemilik usaha mandiri (selfemployed) dan pelaku usaha (businessman). Peluang usaha akan terbuka dan menjadi peluang usaha baru khususnya dilakukan pada daerah-daerah baru.

(2003) mengemukakan bahwa identifikasi dan pemilihan peluang yang tepat untuk usaha baru merupakan kemampuan yang sangat penting bagi keberhasilan wirausahawan. Bidang Dan Macam Peluang Usaha Ardichvili et al. Tipologi Wirausaha Tipologi Entrepreneurial Self-employed Schumpeterian entrepreneurs Employees Intrapreneurs Executive Managerial Managerial business owners Sumber : Carree and Thurik (2002). yaitu wirausahawandan pelaku usaha manajerial yang merupakan wirausaha di dalam pengertian formal semata. Proses identifikasi dan pengembangan peluang itu sendiri merupakan siklus yang terus berkembang. Wirausahawan mengidentifikasi peluang usaha. Hal ini diilustrasikan di dalam Tabel berikut ini. Ketiga tipe ini tergolong ke dalam Schumpeterian entrepreneurs. menciptakan dan menyajikan nilai tambah bagi stakeholders. Tabel 7. dan pekerja (employee). (2000) lebih lanjut menyatakan bahwa proses identifikasi dan pengembangan peluang usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kewaspadaan yang dimiliki 75 . Berdasarkan dikotomi ganda dari self-employed lawan employee dan entrepreneurial lawan managerial.(2) Antara pemilik usaha (business-owner) atau usaha mandiri (selfemployed).1. Peluang tersebut harus dibuat bukan ditemukan begitu saja. dan pengembangan peluang usaha memerlukan kerja kreatif dari seorang wirausahawan.Identifikasi. akan dihasilkan tiga tipe yang dapat membedakan dengan wirausaha. C. Peluang usaha tidak akan menjadi usaha yang berhasil apabila tidak dikembangkan lebih lanjut. Ardichvili et al.

juga memudahkn identifikasi peluang usaha tersebut yang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sektorsektor jenis kegiatan usaha yaitu : 76 . informasi dan pengetahuan yang dimiliki. begitu banyak ragam peluang usaha. sifat individu dan tipe-tipe peluang itu sendiri.seorang wirausahawan. yaitu : Gambar 7. jaringan sosial.1. Identifikasi Peluang Usaha Pendekatan Subyek Pemakai Prespektif peluang usaha yang sangat terbuka dan sangat luas. Untuk lebih memudahkan dalam memahami identifikasi peluang usaha maka dengan pendekatan subyek/pelaku bisnis di masyarakat. Skema berikut ini dapat dipakai sebagai acuan.

Aspek-aspek Penilaian Dalam Kelayakan Usaha : a.Kelayakan Usaha Kelayakan usaha adalah sebagai suatu hasil analisis yang dilakukan secara cermat tentang dapat tidaknya (layak. tidak layaknya) suatu usaha dilakukan yang berdaya guna dan berhasil guna dimasa yang akan datang. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa pelayanan kepada memperoleh penghasilan. meliputi: ª Permintaan ª Pemasaran ª Harga 77 . 1. Tujuan dilakukan kelayakan usaha adalah untuk menghindari ketelanjuran atau terjadinya penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak memberikan keuntungan. yang diperoleh merupakan pihak lain. sebagai imbalannya perusahaan kelebihan harg jual barang produksi di atas harga pokok produksinya merupakan keuntungan perusahaan. Keuntungan kelebihan harga jual di atas harga beli 3. D. Perusahaan Manufaktur (Pabrikasi) yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengan jadi atau barang jadi. 2. perusahaan Perdagangan yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya jual-beli barang dagang.1. Aspek Pasar. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain kelayakan usaha : HIdentifikasi kesempatan usaha dan tujuan usaha HAspek-aspek kelayakan usaha HAlat dan kerangka analisis HData dan sumber data HKriteria penilaian 2.

ARR. dll b. Uraikan ruang lingkup dalam menilai peluang usaha? 3) Uraikan dengan jelas identifikasi menilai peluang usaha dari sudut pandang pemakai? 4) Berikan salah satu contoh dalam membuat studi kelayakan dalam menilai peluang usaha? 78 . IRR. Market Share. c. dll d. Amndal. BCR. meliputi: ª Skala produksi yang optimal ª Proses produksi ª Perlengkapan ª Pemilikan lokasi ª Alat analisis aspek teknis dapat dilakukan dengan analisis perbandingan biaya setiap alternatif. metode transportasi (pemilihan lokasi) dan metode skoring/pemberian bobot. dan adat istiadat. Aspek Manajemen. Aspek Finasial. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian peluang usaha? Berikan contoh rill dalam menilai peluang usaha! 2) Dalam menilai peluang usaha dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang.ª Analisis aspek pasar yaitu: peramalan permintaan. terdiri dari: ª ROI ª Alat analisis yang digunakan dalam aspek finansial adalah kriteria investasi seperti : PP. kerusakan lingkungan (polusi). meliputi: ª Jadwal pelaksanaannya ª Bentuk organisasinya ª Analisa jabatan & analisa TK e. BEP. Contoh : naiknya pendapatan. Aspek Ekonomi. NPV. Aspek Teknik. SWOT. 6. Budaya dan Sosial Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh proyek tersebut.

Hasil produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh peternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 43 butir telur per tahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150–250 butir telur per tahun sehingga pendapatan yang diperoleh per bulan 79 . itik albio dan itik lokal.1. Rewiew Artikel & Jurnal 4.Ringkasan Hasil Survei Tahun 2007 Survei yang dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Kendari dengan tujuan untuk mengetahui potensi budidaya ternak yang digunakan dalam mengembangkan hasil produksi telur. 2. Mahasiswa diharapkan dapat mereview artikel nasional dan internasional c. Hasil survei menunjukkan bahwa potensi ternak itik yang dikembangkan peternak di Kecamatan Konda relatif kecil karena pengelolaannya masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil dimana populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden adalah 285 ekor yang terdiri dari itik bali. mereview artikel dan jurnal. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun studi kelakan usaha b. itik khaki. KATA KUNCI: Contoh Kasus. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menyusun kasus studi kelayakan usaha. TUJUAN KHUSUS a. MATERI PEMBELAJARAN Contoh Kasus: STUDI KELAYAKAN USAHA POTENSI BUDIDAYA TERNAK ITIK DI KECAMATAN KONDA A. Mahasiswa diharapkan dapat mereview jurnal nasional dan internasional 3.

Dengan demikian masalah yang dihadapi adalah : ”Bagaimana potensi dan teknik budidaya yang digunakan oleh peternak itik serta kendala-kendala apa yang dihadapi”.353 47 42 42 43 42 43 Sumber : Hasil Survei Tahun 2007 Pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ternak yang diusahakan oleh petani pada akhir tahun 2007 mengalami peningkatan dibanding populasi pada awal tahun 2007.500. Populasi.rata-rata sebesar Rp 156. Sedangkan pada akhir tahun populasi ternak meningkat menjadi 285 ekor (214%) terdiri dari 43 ekor jantan (15%) dan 242 ekor betina (85%). Secara rata-rata rasio 80 .-.071 2. Produksi dan Produktivitas Ternak itik yang dikembangkan di Kecamatan Konda adalah itik tipe pedaging.2.673 1. B. Sistim usahatani ternak dengan mengoptimalkan teknik budidaya ternak itik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak tetapi apabila dikelola secara tradisional dan dalam skala usaha kecil maka pengelolaan usaha kurang efisien. Populasi ternak itik pada awal tahun 91 ekor terdiri dari 20 ekor itik jantan atau (22%) dan 71 ekor betina (78%). Oleh karena itu strategi dan program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik tentang ternak itik dan bantuan modal.790 2.006 10.813 1. Faktor penyebabnya adalah penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim dan kekurangan modal. tipe petelur dan tipe dwiguna. Kondisi populasi produksi dan produktivitas ternak tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7. Produksi dan Produktivitas Ternak di Kecamatan Konda Kelurahan/ Desa Konda Masagena Pouso Jaya Moreme Cialam Jaya Jumlah Awal Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) adalah pelatihan Akhir Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) Produksi Telur (butir) Produktivitas (butir) 4 4 2 4 3 20 14 17 14 13 13 71 18 21 19 17 16 91 6 10 9 11 7 43 44 66 69 39 24 242 50 76 78 50 31 285 2.

Sistim pemeliharaan ternak yang dilakukan di Kecamatan Konda adalah sistem gembala dan perkandangan.5 bulan dalam setahun.353 butir dan produktivitas telur rata-rata perekor 43 butir dalam setahun. nasi dan jagung sedangkan kosentrat tidak diberikan akibatnya produksi telur belum optimal. Menurut petunjuk komposisi pakan ternak 40% jagung. ampas kelapa. Dari 20 responden menunjukkan 20% memperoleh induk/bibit dengan cara tetas telur. 81 . Induk/bibit ternak yang dikembangkan adalah 285 ekor terdiri dari itik Bali. itik Khaki.Teknologi Budidaya Itik Produksi telur maupun daging yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kualitas induk dan bibit ternak yang diusahakan. Dan pada malam hari dimasukan ke dalam kadang untuk menghindari dan melindungi ternak dari gangguan binatang. umbi cincang.ternak itik jantan dan betina 1 : 6 dan jangka waktu bertelur rata-rata diantara 2. pemeliharaan. Jenis pakan yang diberikan adalah dedak padi. Pemberian pakan yang dilakukan peternak belum optimal yaitu 2x sehari dengan komposisi tidak teratur. 10% dari bantuan pemerintah dan 70% di beli. itik Alabio dan binit itik lokal. C.5 – 3. Produktivitas ternak itik dikelola dengan teknik budidaya itik Bali 150 butir dan itik Khaki 250 butir pertahun. pemberian pakan. Faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak itik yang dihasilkan oleh peternak di Kecamatan Konda adalah penguasaan teknologi budidaya ternak masih minim terutama cara memilih induk. Kemudian pakan merupakan kebutuhan penting yang menentukan hasil produksi. Jumlah produksi yang dihasilkan lebih rendah dibanding hasil produksi ternak itik yang dibudidayakan yaitu produksi daging 146 ekor dan telur 10. Artinya pada siang hari itik dilepas untuk mengembala mencari makanan. pemberantasan hama dan penyakit serta kekurangan modal kerja untuk membiyayi kegiatan usahanya. 40% dedak halus dan 20% kosentrat.

Oleh karena itu bantuan modal berupa kredit lunak dengan tingkat bunga rendah diharapkan para peternak itik di Kececamatan Konda. D. E.353 butir. Dari 20 orang responden 90% diantaranya tidak melakukan dan 10% melakukan pengendalian penyakit.5 bulan 15% sedangkan menurut teknik budidaya lama bertelur berkisar antara 3. Hal ini menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak belum optimal. Kelemahan sistim gembala adalah produksi telur rendah dibanding sistim lanting dan sistim terkurung. Dari 20 responden yang diteliti menyatakan bahwa lama bertelur dalam 1 (satu) tahun bervariasi yaitu 2. tempat ternak beristrahat/tidur. Hasil Panen Produsi telur itik yang dipanen di Kecamatan Konda tahun 2004 sebanyak 10. tempat berkembang biak dan memudahkan kontrol.Modal Usaha Modal yang digunakan oleh peternak dalam mengembangkan usahanya adalah modal sendiri. Cara pengobatan yang dilakukan adalah 20% menggunakan minyak gosok pada kaki dan 80% menyatakan tidak tahu. pencuri.pemangsa. Dari 20 responden yang diteliti 90% menyatakan bahwa kekurangan modal dan 10% modalnya cukup.0 bulan 40% dan 3. Jenis penyakit yang menyerang ternak adalah penyakit lumpuh. Cara memanen setiap pagi para peternak mengambil telur itik dikandang dan di bawah kolom rumah atau di halaman dengan mengunakan keranjang atau sejenisnya untuk menyimpan telur itik. 82 . 3. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peternak itik di Kecamatan Konda adalah penyakit itik. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak di Kecamatan Konda.5 bulan 45%.5 bulan sampai 4 bulan.

harga berfluktuasi. pemeliharaan dan perkandangan. Kendala-Kendala dan Penyelesaiannya Kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak itik dalam mengembangkan usahanya adalah kekurangan modal kerja. pemanenan.000 per ekor.000-Rp 20.F. Jalur kedua adalah peternak menjual telur dan daging kepada pedagang pengecer dan pedangan pengecer menjual kepada konsumen. Harga telur berkisar antara Rp 500-Rp 750 per biji sedangkan daging berkisar antara Rp10. 83 .000 per ekor. pemberian pakan.2. Harga yang telur berkisar antara Rp 750-Rp 950 per butir sedangkan daging berkisar Rp 15. penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim yaitu mulai dari pemilihan induk/bibit. PETERNAK (1) KONSUMEN (2) PENGECER Keterangan : 1. Dengan demikian pelatihan teknik budidaya ternak itik menjadi prioritas utama disamping pemberdayaan PPL dan bantuan modal kerja berupa kredit lunak dengan tingkat bunga yang rendah.000 – Rp 25. 2. Pemasaran Hasil Produksi Pemasaran hasil produksi ternak itik baik telur maupun daging di Kecamatan Konda melalui 2 jalur seperti gambar berikut : Gambar 7. Jalur pertama adalah peternak menjual telur dan daging itik langsung kepada konsumen. G. pengendalian hama dan penyakit. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik.

Alabio dan itik lokal.000 + Jumlah Pengeluran ……………………………………… Pendapatan ………………………………………………. Analisa Usaha Ternak Itik Tabel 7.000 • Biaya Pemeliharaan ………………. Analisis Usaha Ternak Itik PEMASUKAN : • Penjulan telur selama 2 tahun (2 x 35 x 26 x 3.000.000.Rp 200. Kesimpulan Dari Kasus 1.000 ………………………… Jumlah Hasil Penjulan …………………………………… PENGELURAN : • Pembelian itik induk 40 x 20.051.000 • Biaya pakan 40 x 720 x 0.5 x 950) ……………………………… • Penjulan itik 50 x Rp 20. I.051..500 : 24 = Rp 156.. Jenis itik tersebutadalah itik Bali.500 Jumlah Dari tabel tersebut di atas..500 Rp 6. itik Khaki. menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak itik setip bulan rata-rata Rp 3. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh ternak itik di itik Kecamatan Konda belum optimal yaitu 10.000) Rp 3...Rp 800. Populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden yang diteliti adalah 285 ekor terdiri dari jantan 43 ekor dan betina 242 ekor.296.500 Rp 1. Rp 1. 84 .3.296.755.353 butir telur pertahun dengan produktivitas rata-rata 43 butir per ekor pertahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150 – 250 butir pertahun per ekor.000 • Penyusutan Kandang ……………. 2.000 + Rp 7. Sumber : Hasil Proyeksi (Rp3. Usahatani ternak itik di Kecamatan Konda masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil.15 x 300…Rp 1.755.500.….H.000 …..

3. Faktor yang menyebabkan produktivitas kekurangan modal,

ternak itik

rendah

adalah

penguasaan teknik budidaya ternak itik minim

terutama pemilihan induk/bibit, pemberian pakan, pemeliharan dan perkandangan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pemanenan. J. Rekomendasi Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik, diperlukan wirausahawan dan kepemimpinan dimasa datang, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan program sebagai berikut : 1. Pelatihan tentang teknik budidaya ternak itik dan kewirausahaan. 2. PPL peternakan diberdayakan.

85

Contoh Review Artikel : MANAJER-MANAJER INTEGRASI : PEMIMPIN KHUSUS PADA WAKTU-WAKTU KHUSUS
By.Ronald N. Ashkenas dan Suzanne C. Francis, Des 2006

A.Abstract Tidaklah mudah untuk melintasi wilayah berbatu yang harus diseberangi dua organisasi yang harus bersatu. Inilah mengapa perusahaan-perusahaan yang cerdik akan menunjuk seorang manajer yang baru dan berjenis unik. B. Pendahuluan ⌦ Pertimbangan Irony : Kurang dari separuh keseluruhan Merjer dan Akuisisi (M&A) telah mencapai tujuan-tujuan strategik dan finansial yang diinginkan, namun perusahaan mengeluarkan lebih banyak untuk M&A selama tahun lalu dari yang sebelumnya. Menurut para bankir investasi J.P. Morgan, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengeluarkan 3,3 trilyun dolar untuk M&A di tahun 1999, tepatnya 32% lebih banyak dibanding tahun 1998. Pada dasarnya, bahwa rata-rata perusahaan yang gagal mendapatkan nilai yang mereka harapkan dari investasi yang bernilai 1,6 trilyun dolar. Tentu saja merupakan suatu irony yang mahal. ⌦ Lebih ironis lagi : meskipun integrasi diantara perusahaan yang dibeli dengan organisasi induk adalah suatu proses yang sulit dan rumit, secara tradisional tidak pernah ada seorang pun yang bertanggungjawab untuk proses tersebut. ⌦ Untuk mengatasi kesenjangan dalam akuntabilitas tersebut, beberapa perusahaan yang telah memahami dapat menunjuk seorang pemandu yaitu manajer integrasi untuk membimbing semua orang melintasi wilayah berbatu dan seringkali tidak terpetakan yang harus diseberangi kedua organisasi tersebut sebelum mereka dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. ⌦ Ditemukan bahwa manajer-manajer integrasi membantu proses M&A dalam empat cara pokok : á Melakukkan upaya percepatan, á Membuat sebuah struktur, á Membentuk hubungan-hubungan sosial diantara kedua organisasi, á Membantu merancang kesuksesan-kesuksesan jangka-pendek yang memproduksi hasil-hasil bisnis. ⌦ Untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja, kami akan menyampaikan kira-kira lima cara akuisisi dan peranan yang dimainkan manajer-manajer integrasi dalam masing-masing akuisisi. Selanjutnya kami akan melihat siapa yang tepat seharusnya melakukan pekerjaan tersebut :
86

C.Suatu Pekerjaan Yang Menunggu Untuk Dijelaskan F Sebagaimana kepala J&J‟s Quality Institute & veteran 18 tahun dari perusahaan itu, Quinn memiliki pemahaman kuat atas proses-proses bisnis J&J‟s dan bagaimana meningkat kan proses-proses tersebut. Tetapi apa yang diperlukan dalam kasus yang sekarang? Siapa yang akan membelinya ? Apa arti sebenarnya dari integrasi dalam kasus ini? Bagaimana Quinn dapat masuk ke dalamnya ? F Dalam banyak hal, peranan dari manajer integrasi adalah lebih mirip dengan pekerjaan kewirausahaan di suatu perusahaan pemula dibanding suatu posisi dalam suatu organi sasi yang sudah mapan. Seperti perusahaan pemula, suatu akuisisi dimulai dengan suatu strategi dan rencana finansial yang mengandung gagasan cemerlang atas bagaimana jadinya suatu organisasi baru di masa mendatang. F Ketika integrasi berlangsung, pemikiran awal dari Quinn ini pun terkonfirmasikan. Tetapi timbul dua peranan lain yang tidak diantisipasikannya. Kejutan pertama adalah bahwa Quinn ternyata menjadi pemicu emosi bagi banyak orang. F Kejutan kedua bahwa mendapat akses kepada ketua operasi grup J&J‟s merupakan jalan dua arah. F Semua manajer integrasi yang kami wawancarai mendapat pengalamanpengalaman yang mirip dengan Bill Quinn yaitu mereka memulai penugasan-penugasan mereka dengan suatu deskripsi pekerjaan yang kasar dan tidak jelas, yang mereka isi sendiri dengan berlalunya waktu. D.Hidup di Jalur Cepat Ada dua periode kritis dalam masa berlangsungnya dari sebagian besar akuisisi yaitu : Î Pertama adalah waktu diantara pengumuman transaksi dan penutupannya. Î Kedua adalah 100 hari pertama setelah penutupan. Salah satu peranan terpenting manajer integrasi adalah menggerakkan orang secepat mungkin melalui dua batas waktu ini. E. Membuat Kekacauan Menjadi Teratur Î Menempatkan bersama dua perusahaan membutuhkan pemutusan dan penyambungan hubungan untuk ratusan proses dan prosedur secepat mungkin. Î Jadi salah satu cara paling efektif dimana seorang manajer integrasi menuntun proses adalah dengan menciptakan struktur di dalam mana tim itu dapat beroperasi secara efektif.

87

Karena tugas bagi manajer integrasi adalah mengarahkan kesuksesan-kesuksesan tangibel secara cepat yang tidak pernah dapat dicapai sebelum perusahaan-perusahaan itu bersatu. Keyakinan ini seringkali merupakan suatu prasyarat yang diperlukan bagi integrasi sejati. H. terkadang di luar kehendak mereka. dan menempatkan hubungan-hubungan sosial adalah hal kritis tetapi mereka sendiri adalah sama dengan punya peta tetapi tidak pernah digunakan untuk pergi. ⌦ Namun dalam suatu proyek integrasi tunggal.F. sang manajer mungkin menggunakan salah satu atau semua dari empat strategi berikut ini: 88 . Î Keberhasilan semacam ini yang biasanya dicapai dalam 100 hari pertama tidak hanya memberikan impas dari transaksi tetapi juga membangun keyakinan pada pikiran para manajer dan staf bahwa akuisisi ini adalah masuk akal. para pekerja di kedua perusahaan perlu membangun hubungan-hubungan baru. G. Apa yang Dilakukan Manajer-manajer Integrasi ⌦ Dalam akuisisi terdapat perbedaan. Î Sang manajer integrasi dapat menyelesaiakan diantara dua budaya dengan memudahkan hubungan-hubungan sosial diantara orang di kedua sisi. yang menuntut suatu keseimbangan dalam upaya-upaya yang berbeda dari sang manajer integrasi. Membangun Hubungan-Hubungan Sosial Î Orang yang terlibat dalam merjer dan akuisisi seringkali merupakan orang lain. Î Namun hubungan-hubungan tersebut adalah esensial untuk membawa bersama dua bisnis sangat berbeda yang keberhasilannya tergantung pada fungsi-fungsi mereka yang terjalin erat selagi mempertahankan budayabudaya unik di lokasi-lokasi yang terpisah. transaksi belumlah impas. Î Di samping mempertahankan jalannya bisnis harian. membangun struktur-struktur. Î Pada perjalanan sampai membawa pada hasil-hasil bisnis. yang seringkali melibatkan perbedaan-perbedaan bahasa dan budaya. yang dijerumuskan bersama dalam suatu perusahaan gabungan. Mendapatkan Hasil-Hasil Awal Î Mempercepat berbagai hal.

I. Seorang Pemimpin Baru untuk Ekonomi Internet Î Î Î Pemimpin yang telah berfokus pada dikelolanya integrasi atas perusahaanperusahaan yang diakuisisi. menciptakan struktur-struktur yang fleksibel dan tanpa batas. membangun dan mengerjakan kembali mitra dan persekutuan. Di era Internet. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan menyesuaikan diri mungkin merupakan perbedaan diantara organisasi yang sukses dan organisasi yang tidak. Tetapi jenis kepemimpinan yang telah kami jabarkan memiliki implikasi-implikasi lebih luas. Organisasi-organisasi dalam era Internet terus-menerus menemukan kembali diri mereka. 89 . dimana organisasi-organisasi berubah dengan kecepatan cahaya.

Bagaimana pengaruh perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis ? 2. B. pencari peluang usaha yang menguntungkan.Contoh Review Jurnal : STRATEGI PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN : PELAJARAN DAN KONSEP KUNCI DIPELAJARI DARI STUDI SISWA KEWIRAUSAHAAN (Elias G. mereka berperan sebagai inovator. Mengapa diperlukan strategi pembelajaran baru dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis ? C. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis. serta memimpin dan mensinergikan anak buah serta mitra usahanya untuk keberhasilan usahanya.Tujuan Riset 1. mengorganisasikan kegiatandan sumberdaya. pelatihan. serta berani mengambil resiko. Permasalahan Dan Motivasi Riset 1. 2002) A. pembimbingan. Carayannis & Evans. Mike Hanson. dan terutama dari pengalaman usahanya. 2. Untuk menentukan program dan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis 90 . Disamping itu mereka mempunyai kemampuan yang menonjol dalam menetapkan sasaran dan strategi usahanya. ⌦ Kemampuan untuk terus belajar dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena mereka memerlukan strategi positioning yang tepat dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis.Pendahuluan ⌦ Wirausahawan merupakan individu yang spesifik. ⌦ Kompetensi tersebut diperoleh dari kekuatan lainnya yaitu kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar baik melalui pendidikan.

kompentesi. ) Artikel yang berjudul “ Dari menciptkan bisnis ke menciptakan pekerjaan” yang ditulis Anhur Andersen dan APCE (Agency For Business Creation) menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek budaya tertentu yang membuat enterpreneursip sulit dilakukan di Prancis (Anderson. Para pemuda di Perancis pada saat ini beranggapan bahwa yang merupakan kewajiban pemerintah dan system untuk memberi keamanan kerja dan pekerjaan. ) Giget. Jika hal ini benar maka pengembangan jiwa entrepreneurial menghadapi tantangan besar. menunjukan bahwa : ) Arthur Andersen-Apce. Entrepreneurship berkaitan dengan definisi pembuatan dan distribusi nilai dan manfat pada individu. ) Schindler dan Thomas (1993) ditemukan lima dimensi kepercayan yaitu integritas. ) Evans dan Hanson. Entrepreneurship adalah pembuatan dan pembentukan nilai dari nol. 1998). Rewiew Riset Berdasarkan analisis temuan-temuan terdahulu dari penelitian tentang entrepreneurship di tingkat mahasiswa. kami juga berharap jika kita semua mempunyai hak untuk berhasil”. ) Menurut Timmons (1994). ) Branger dkk (1998). master dan tingkat pendidikan lanjutan (profesional) di Prancis dan Amerika Serikat. loyalitas. (1998) menyatakan bahwa “Orang Perancis tidak suka entrepreneur. dan keterbukaan. insinyiur. (1999) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama strategi ini adalah untuk membawa siswa ketingkatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran bersama dengan para instruktur. secara definisi optimis.D. professor. kelompok. 91 . kosistensi.Kajian Riset Dan Konsep Pengembangan Riset 1. dilemahkan oleh keluarganya dan lingkungan sosialnya. kecuali mereka telah menganggur lama. Kita semua memiliki kemerdekaan untuk menjadi entrepreneur. Masyarakat mengiginkan anak-anaknya untuk profesi lebih terhormat seperti pegawai negeri. (2001) mengemukakan “Entreprenneurship adalah sebuah kemerdekaan dalam fondasi kontruksi di Perancis.…” ) Ahar Rahmani. (1998). organisasi dan masyarakat. ) Beranger dkk (1998) menyimpukan bahwa lingkungan di Perancis membuat proses penciptaan sulit dilakukan oleh entrepreneur. pengacara atau dokter.. tapi patut mendapatkan…. Menyatakan bahwa pengambilan resiko oleh enterpreneurship.

5. maka jalur karir entrepreneurship untuk setiap individu dapat dibagi atas lima tahapan unik yaitu : 1. (2001). 1 di atas. Kedewasaan : Individu membangun berdasarkan pengalaman dan meningkatkan karirnya melalui pengembangan berdasarkan pengetahuan dan networking. 2. Penciptaan : Individu berpindah dari pengetahuan dan pembelajaran kepelaksanaan pembentukan sebuah perusahaan atau bentuk yang lainnya (contoh enterperneurship) dari kemampuan-kemampuan enterperneurship yang dikuasainnya. 4. Kerengka Konsep Pengembangan Riset Sebagaimana model dalam Fig. Fondasi : Penciptaan dan penguatan nilai-nilai entrepreneurial baik untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan. 3. menunjukan adanya “Research Gap” dari penelitian yang dilakukan oleh Arthur AndersenApce. 92 .Berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu. 2. Spesialisasi : Kemampuan awal yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu bisnis diperoleh individu mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai enterperneurial. juga melalui validasi dan pengutan eksternal dari karir yang telah dipilihnya. Kesadaran : Individu dihadapkan dengan enterperneurship sebagai alternatif yang memungkinkan sebagaimana jalur-jalur karir yang lain. (1998) dan Ahar Rahmani.

perlakuan khusus hanya dilakukan pada siswa yang bersifat quasiexperimental karena berhubungan dengan perasaan mereka tengang nilainilai entrepreneurship. Bisa saja hal ini bukan merupakan masalah. lulusan sekolah bisnis di Perancis. Hal ini agar memperkecil error yang disebabkan oleh misunderstanding pertanyaan. SMA. tapi bisa juga menjadi masalah karena jarak sehingga akses untuk riset tertentu terbukti sulit. Rancangan Penelitian Observasi dan pengukuran akan terdiri atas complex multi-part sample. guna mengetahui perubahan nilai entrepreneurial yang diketahui siswa sebelum dan sesudah menerima pengetahuan serta intruksi yang berhubungan dengan entrepreneurship dalam hubungannya dengan ekonomi dan manfaat kolektif pada masyarakat secara keseluruhan. 3. 93 . lulusan sekolah bisnis Internasional. dalam rangka menjamin realibilitas dan validitas maksimal. Populasi & Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di prancis. Adapun kelompok-kelompok siswa yang dimaksud adalah siswa SMP. dan professional (manajer). Kuisioner pre-test akan diberikan kepada sejumlah orang untuk menjamin bahwa pertanyaan didalamnya dapat dimengerti dengan baik. Selanjutnya untuk mengevaluasi riset kuantitatif digunakan metode interval sama Thurstone. Pengukuran rasio akan digunakan dalam riset kuantitatif b. alumni sekolah bisnis.E. Metode Survey a. Teknik pengambilan sampling menggunakan non proposional quota sample untuk siswa dan mahasiswa serta proposional sampling untuk manajer bisnis. Perluasan Riset Kenegara Lain Kesulitan lain yang dihadapi adalah ketersediaan riset yang dilakukan di negara lain yang berhubungan dengan topik ini. Teori skor sebenarnya digunakan untuk menguji reabiliti. 4. Selanjutnya dalam penelitian ini menggunakan desain experimental (Pretes/Post-test). Para responden tidak akan diberi informasi tambahan melebihi yang diterima disurat. murit SMP dan SMA di Prancis. 2. Metodologi 1.

(4) Tidak Setuju. (6) Sangat tidak setuju sekali Daftar pertayaan & histrogram jawaban responden dari masing-masing kelompok sampel dengan menggunakan program Excel : ) Dalam bisnis lebih disukai ) Lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk menjadi entrepreneur. (3) Setuju. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan survei berkelanjutan yang terdiri atas survei yang dilakukan pada siswa entrepreneurship di Perancis dan Amerika Serikat di tingkat pendidikan S1. (5) Sangat Tidak setuju. Kuisioner menyedikan jawaban yang mungkin menjadi pilihan responden yaitu : (1) Sangat setuju sekali. (2) Sangat Setuju. S2.F. dan pendidikan lanjutan. ) Sukses entrepreneursihp sebagaian besar ditentukan oleh kesempatan ) Entrepreneur itu egois ) Kompotisi karena ekonomi tidak disukai menghancurkan ) Entrepreneurship adalah kebanyakan tempat bagi orang-orang yang gagal dibidang lainnya 94 . penulis telah mengumpulkan informasi dari siswa entrepreneurship di Perancis secara spesifik yang dibagi menjadi 4 kelompok sample yaitu : Kelompok siswa S2 yang telah mengambil kursus entrepreneurship (series 1) Kelompok siswa yang terus mendidik siswa entrepreneur (series 2) dan (d) kelompok siswa S1 yang telah mengikuti entrepreneurship (series 3 & 4) Peneliti menfokuskan pada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dan dibandingkan hasilnya untuk keempat grup untuk menggabrkan temanteman tahap awal dari riset empiris kami. untuk memilih perusahaan besar dibanding dengan perusahaan dibanding dengan banyak perusahaan besar kecil. Hingga saat ini.

Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan pendidikan entrepreneurship dan realita lingkungan yang dihadapi pendidikan dan siswa adalah sama. sukses di entrepreneurship G. Data series 1 tidak tersedia untuk tiga pertanyaan berikut : 1. 2. Rencana bisnis merupakan alat paling kehidupan keluarga penting untuk menciptakan bisnis baru. Hasil penelitian kami memberikan pandangan bagi pengajar entrepreneurship dan pembuat keputusan pengembangan ekonomi dalam mengidentifikasi daya dorong maksimal serta faktor keberhasilan dan kegagalan yang dapat mempengaruhi program-programpendidikan dan isentifekonomi yang ditargetkan pada pengembangan sifat danbudaya usahawan yang berkesinambungan di Prancis dan dinegara lainnya H. Dibutuhkan tahap awal pendidikan ulang dimana siswa harus dihadapkan ulang dengan pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai entrepreneur dan entrepreneurship. Saran Untuk Pendidikan Tinggi Beberapa rekomendasi untuk pengajaran entrepreneurship dipendidikan tinggi dapat diajukan saran yang berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari riset empiris dan literature sebagai berikut : 1.) Entrepreneurship merugikan 2. siswa harus didorong untuk menjadi berbeda. maka pendidikan dibuat semirip mungkin dengan keyataan. Sebagai tambahan. Training lebih penting 3. Ketika diperlukan untuk melibatkan entrepreneur muda dalam proses pendidikan. 95 . Satu-satunya tujuan rencana bisnis dibanding kepribadian adalah untuk mendapatkan pendanaan (personality) sebagai faktor usaha baru. 3. Siswa harus disadarkan tentang realita-realitas-realitas pasar dan mengerti bahwa penciptaan bisnis adalah alternatif yang mungkin. kerataif dan mengespresikan individualitasnya.

8.4. 6. Kita harus mencoba dan menciptakan model pembeljaran yang dibutuhkan untuk menjamin sukses ekonomi perusahaan-perusahaan sejenis di Perancis. Siswa harus memiliki hubungan yang erat dengan professor dan yang lain agar dapat menyedikan informasi dan bantuan bagi siswa dan juga memberikan semacam jaminan proyek-proyek yang berhubungan dengan penciptaan bisnis. Program-program teknik dan bisnis harus bekerja bersama. Secara jelas kita dapat melihat bahwa hal yang dapat dialakukan di Amerika Utara selalu bisa diterapkan di negara lain. 5. Pada saat yang sama kita bisa mengabaikan keberhasilan program pendidikan di Amerika Serikat atau Kanada. Harus ada hubungan yang lebih dekat antara kelompok-kelompok konsultan dengan penelitian-penelitian entrepreneurial. motivasi. begitu pula pengetahuan dan keahlian yang diajarkan. ada semacam usaha nasional untuk mendorong kalaborasi dua bidang ini. kemandirian. turut sertakan mahasiswa dalam program pendikan SMP dan SMA. Memperkenalkan siswa pada lingkungan entrepreneurial yang kaya dimana kretivitas. dan individualitas dapat secara mudah dieksperisikan. Dalam artikel ini. Selanjutnya beberapa reviuew jurnal lainnya yang berhubungan dengan kewirausahaan sebagai berikut: 96 . seharusnya program membuat siswa untuk menciptakan sebuah perusahaan setelah mereka keluar dari sekolah. penulis menunjukan model lingkungan entrepreneurship dalam rangka memperoleh pengertian yang lebih baik atas kekuatan dan hambatan yang memberi kontribusi pada keberhasilan dan kegagalan aktivitas penciptaan dan penerapan entrepreneurship. Mendorong integrasi fertikal dan horizontal. Riset telah membuktikan bahwa entrepreneur yang mencari nasehat konsultan professional memiliki rasio keberhasilan lebih tinggi. Proses pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yangdapat diterapkan dilingkungan yang luas akan tidak efisien bila dengan peningkatan sukses dilingkungan manapun. Tidak perlu diragukan lagi bahwa pendidikan entrepreneurship memberi pengetahuan dan keahlian sertamemberikan kecendrungan keberhasilan entrepreneurial karena sukses ini tergantung pada lingkungan. 9. Tujuan melakukan ini dalah untuk mencoba dan membuat pengertian lebih baik atas kontek entrepreneurial di Perancis yang unik. 7. Menciptakan lingkungan yang dinamis untuk eksperimen penyelenggaraan bisnis.

David Rae (2000): Understanding Entrepreneurial Learning: A Question of How? Penelitian ini menggambarkan bagaimana memahami proses intrinsik manusia dalam mengembangkan praktek dan kemampuan wirausaha. misalnya "self efficacy" (keberuntungan). Pendekatan secara 'constructionism' (Burr. Hal ini dilakukan untuk kepentingan penetapan kebijakan publik. dan efektivitas program pendidikan terutama dari perspektif pendidikan. c) Pendidikan wirausaha : berfokus pada bentuk. Dengan cara ini sejarah yang meliputi kejadian. 1995) ini bertujuan memahami cara-cara wirausaha dalam konteks budaya melalui bahasa. Sangatlah penting untuk 'dekat' dan membangun pengertian yang dalam melalui kesertaan dalam penelitian ini. yaitu pola-pola karir sebagai faktor yang signifikan .1. Model-model yang menekankan pada karakteristik telah mengesampingkan eksplorasi tentang proses bagaimana manusia belajar dan bekerja dengan cara wirausahanya. d) Pendekatan kognitif pada pembelajaran wirausaha mengkonsentrasikan pada arti pengetahuan dan penggunaan ingatan. proses dan pengetahuan apa yang sangat signifikan dalam pembelajaran mereka dan bagaimana hubungannya dengan teori pembelajaran. proses. 97 . pendidikan. Pembahasan perspektif ciri-ciri dan bakat wirausaha telah mengubah penelitian dari penelitian wirausahawan sebagai entitas menuju pemahaman tentang proses pembentukan wirausahawan. dan pilihan hidup seseorang dalam wirausaha. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain adalah: a) Bagaimana pengertian identitas personal berubah seiring dengan perubahan seseorang menjadi wirausahawan dengan fokus pada pembentukan dan proses menjadi pribadi wirausahawan. Rae (2000) melakukan penelitian dengan pendekatan naratif yang mengakui bahwa wirausaha dan pembelajarannya merupakan proses kreatif dan melihat bahwa wirausahawan dan perusahaannya sebagai unit analisis. penuturan dan 'discourse' (percakapan). b) Bagaimana orang belajar bekerja dengan cara wirausahawan. d) Mengembangkan model konseptual tentang pembelajaran wirausaha yang akan bermanfaat bagi wirausaha dan pendidikan. c) Teori wirausaha apa yang dapat dibentuk dari pengalaman wirausahawan. Hal ini disarikan oleh Rae (2000) sebagai berikut: a) Pribadi wirausaha untuk menentukan sifat psikologis dan kepribadiannya. b) Perkembangan karir wirausaha.

terutama yang berhubungan dengan heterogenitas dari usaha kecil dan pendirinya serta pengaruh dari faktorfaktor pendorong dan daya tarik di dalam keputusan untuk memulai usaha. Walaupun demikian. Robert Sullivan (2000): Entrpreneurial Learning and Mentoring Penelitian ini. maka hal ini akan mengungkap 'the mind and the working of the mind' dari aktor wirausaha. inovasi. Cara ini juga dapat mengungkapkan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. bahkan untuk badan usaha yang sangat kecil sekalipun. c) Orientasi pertumbuhan dan tujuan untuk mengembangkan usaha. d) Tingkat pelatihan dan bimbingan yang diterima dari lembaga pendukung. 3. Menyadari bahwa pembelajaran merupakan proses yang berkelanjutan maka kita haruslah mengikuti proses tersebut dalam periode waktu tertentu. proses dan pengertian yang membentuk kehidupan seorang wirausahawan dapat ditangkap dan dieskplorasi.budaya. 2. dimana mereka mendapatkan keterampilan dan prosesnya. pengembangan wirausaha. sasaran. Penelitian ini membantu pemahaman tentang apa yang perlu diketahui wirausahawan. Penelitian ini memperkuat proposisi yang diajukan. dari mana mereka mendapat peluang dan prosesnya. dan identitas diri. e) Alasan menghentikan usaha. 98 . Kathryn Watson. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. b) Motivasi untuk memulai usaha dan tujuan di dalam menjalankan usahanya. dimana terdapat perbedaan yang berhubungan dengan : a) Latar belakang dan pengalaman dari pemilik usaha dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. penelitian ini menyangkut hanya pada pembentukan usaha kecil dan tahapan awal dari perkembangan usaha kecil. menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang isu-isu pembelajaran. Perubahan-perubahan dalam persepsi. mentoring dan mempertemukan antara mentor dan kliennya dari kalangan wirausahawan. pengalaman belajar dan teori-teori pribadi yang diamati seharusnya dapat digunakan. apakah hal itu berhubungan dengan siklus perkembangan perusahaannya dan bagaimana bimbingan (mentoring) yang terbaik diberikan. Lebih lanjut Rae (2000) berpendapat bahwa apabila kita dapat memahami dua nilai nyata dari masyarakat wirausaha. bagaimana mereka belajar. Sandra Hogarth-Scott and Nicholas Wilson (1999): Small business start-ups: success factors and support implications Hasil penelitian ini memperkuat beberapa temuan empiris dari penelitian sebelumnya pada bidang yang sama.

Sulivan (2000) meyakini bahwa pembelajaran wirausaha merupakan faktor kritis yang menentukan keberlangsungan hidup pertumbuhan usaha kecil dan menengah diberbagai pasar. Penelitian Baum ini menggunakan pendekatan model struktural dan pengolahan data yang digunakan adalah program LISREL. Smith (2001) : A Multidimensional Model of Venture Growth Penelitian yang dilakukan oleh Baum (2001) menggambarkan model secara multidimensi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. d) Mengembangkan model pembelajaran berbasis studi kasus. Sebanyak 18 indikator digunakan untuk mengukur variabel eksogen tersebut. dan size. 99 . teori organisasi. Hasil temuan Sullivan (2000) mengindikasikan bahwa pertimbangan bimbingan tidak hanya pada isi dari bimbingan yang diberikan tetapi juga kemampuan interpersonal dan sikap dari mentor akan berpengaruh terhadap efektivitas kegiatan bimbingan. general competencies. motivation. c) Identifikasi cara dan waktu yang tepat bagi pembelajaran dan pemberian dukungan yang efektif. Kemampuan memberikan bantuan secara tepat waktu merupakan faktor kunci dalam memberikan nilai tambah terbesar. Penelitian ini melibatkan 307 perusahaan dari bidang pengolahan kayu. Sedangkan pendekatan siklus hidup perusahaan perencanaan kapan pelatihan dan bantuan lainnya perlu diberikan. akan tetapi pada akhirnya. b) Identifikasi kebutuhan khusus dan tahapan perkembangan wirausaha saat dimana kebutuhan tersebut perlu diberikan. Edwin A. sedangkan variabel eksogen terdiri dari traits. motivasi dan strategi perusahaan. 4. Locke. Penelitiannya menunjukkan bahwa adanya mentoring akan memberikan nilai tambah kepada manfaat jangka panjang terhadap klien dan masyarakat. specific competencies. teori perilaku organisasi.Sullivan (2000) menetapkan tujuan penelitiannya pada tiga hal. Robert Baum. dan Ken G. yakni : a) Identifikasi proses pembelajaran dan implikasinya. yaitu dari sudut pandang teori manajemen. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sifat dari CEO dan kompetensi umum serta lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan sebagai pengaruh tidak langsung. J. dan wirausaha. Sebagai variabel endogen adalah pertumbuhan usaha (venture growth). dukungan yang diberikan haruslah bersifat responsif (menjawab apa yang dibutuhkan) dan fleksibel terhadap kebutuhan individu pada waktu tertentu. Sebagai indikator langsung bagi pertumbuhan perusahaan digunakan kompetensi spesifik dari CEO. competitive strategies. environment.

Sementara itu. self reliance dan extroversion. Don Y. Kelompok variabel kepribadian (personality traits) terdiri dari need for achievement. dan jumlah mitra usaha serta locus of control dan need for achievement memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha. Dua jenis kepribadian wirausaha lainnya. Sebanyak 168 perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dari kalangan etnis China di Singapura disurvei dalam penelitian ini. 5. Penelitian ini mengungkap tentang pengaruh dari sifat kepribadian seorang wirausahawan. specific competencies. Lee dan Eric W. sehingga perhatian penelitian harus digeser. penelitian ini dinyatakan telah memberikan kontribusi terhadap literatur wirausaha dalam tiga bentuk.Hasil penelitian Baum mengindikasikan bahwa specific competencies. Dengan menggunakan metode analisis data LISREL diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman. K. motivation dan competitive strategies. latar belakangnya dan aktivitas pengembangan jaringan kerja (networking) terhadap pertumbuhan usaha. selanjutnya adalah kemampuan wirausahawan (entrepreneurial skills). Sedangkan pendidikan memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha melalui ukuran perusahaan. (b) Dalam penelitian ini berhasil dibuktikan bahwa ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel moderator. yang semula pada penelitian tentang sifat keperibadian wirausahawan (entrepreneurial traits). (c) Tehnik analisis dengan menggunakan LISREL dengan pendekatan PLS (partial least square) terbukti memberikan hasil analisis yang lebih baik. traits memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui general competencies. 100 . aktivitas pengembangan jaringan kerja. motivation dan competitive strategies memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha (venture growth). General copetencies memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui specific competencies. Tsang (2001) : The Effects of Entrepreneurial Personality Background and Network Activities on Venture Growth. yaitu self reliance dan extroversion memiliki dampak negatif terhadap jumlah mitra dan berdampak positif terhadap aktivitas pengembangan jaringan kerja. yaitu: (a) Sifat kepribadian (personality traits) wirausahawan secara umum bukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. dan kelompok variabel networking activities terdiri dari besarnya dan frekuensi jaringan komunikasi yang dimiliki. Kemudian kelompok variabel background terdiri dari education dan experience. Melalui hasil yang dicapai. internal locus of control. motivation dan competitive strategies.

Entrepreneurship and Innovation journal. 2003. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. Acad Managet. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H. A. Kamus Webster’s. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. Jakarta Raju. 6. D. and Thurik. Journal of Small Business Management. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. 1988. 2002.DAFTAR PUSTAKA Adu. Carree. Kewirausahaan. 1993. 2002. Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?. Usahawan Indonesia No. Journal of American Academy of Business. 2002. Jakarta. Wilson M. 2004.unimaas. P. ABI/INFORM Global. XXXII.al. Jakarta. Beberapa Isu Penting. 2004.al. Cambridge. Rost. International Handbook of Entrepreneurship Research. P.A.S et. 1999. 2006. (1994). 2000. Copyright 1999. Salemba Empat. 2000. 08/TH. Organizational Competencies and Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model. Lau. Kumar. Riyanti B. Internet: m. Journal of Applied Behavior Science. Human Resource Systems and Sustained Competitive Advantage a Competence-based Perspective. Dictonary of American English. Neufeldt Victoria dan Guralnik David. Lado A. Market Orientation. Tambunan. Jakarta Kotler P.A. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia. Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. Health Care Management Science. Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. 2003. Rajawali Pers. 1997. Tambunan. Theresa et. Semarang Richard Daft. Kasmir. Joseph C. Journal of Euro-Marketing. Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations. Kamalesh. 2003.caree@mw.. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach. Grasindo. Defining & Researching Leadership as a Behavioral Construt : An Idiopathic Approach. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth. T. Manajemen Pemasaran Analisis. M. 3. Kwaku Appiah.R. Penerbit Erlangga. Thiad College Edition Purnomo. 101 . STIE Stikubank.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful