BAHAN AJAR

1

DAFTAR ISI Hal : HALAMAN JUDUL ................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. I. PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA .................. II. KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA…………………….. III. MENGAMBIL RESIKO (RISK TAKING) ................................... IV. PENGAMBILAN KEPUTUSAN…………………………………. V. PEMBELAJARAN MENUMBUHKAN SIKAP WIRAUSAHA.. VI. MEMBANGKITKAN MOTIVASI &INOVASI WIRAUSAHA.. VII. MENILAI PELUANG USAHA/BISNIS ........................................ VIII. CONTOH KASUS, REVIEW ARTIKEL & JURNAL…………. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
i ii iii

1 11 20 26 31 51 67 76 98

2

3

Sikap &Profesi 4. proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor manusia dan intuisinya. 3. KATA KUNCI: Hakekat Wirausaha. dan suka akan risiko. sebagai pencari peluang. 2. wirausahawan menyukai risiko. Semangat wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. yakni. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan mengubah perilaku untuk bersikap mental wirausaha. pertama. Mahasiswa diharapkan mengubah perilaku bersikap mental wirausaha. wirausahawan sebagai innovator. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. wirausahawan sebagai individu yang mencari peluang yang menguntungkan. 4 . Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan falsafah wirausaha b. kedua. TUJUAN KHUSUS a. ketiga. dan budayadi mana wirausahawan tersebut berasal. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. Ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. RANGKUMAN Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. Dalam hal ini. masyarakat.1. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. c. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara wirausaha dan profesi. yaitu peranan sebagai inovator.

Falsafah/Hakekat Wirausaha Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber- sumber daya yang ada. sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh pengusaha (pemilik usaha). wirausaha dan profesi. seorang wirausaha memerlukan suatu strategi positioning yang kuat serta konsisten dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Pokok bahasan ini menjelaskan tentang falsafah/ hakekat wirausaha. Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri 3. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri 5 . Hal ini kiranya tidak berlebihan karena kenyataan menunjukkan bahwa mayoritas wirausahawan tidak berpendidikan tinggi. Masa depan lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain. bagaimana seorang wirausahawan memulai usaha dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah terus menerus (open-ended changes). sehingga faktor pendidikan bukan merupakan hal penting bagi studi wirausaha (entrepreneurship). Di sisi lain perubahan yang terjadi merupakan perubahan paradigma persaingan yang bersifat tidak terusmenerus (discontinuous).5. bukan oleh faktor-faktor lain. Ide dan motivasi yang timbul untuk maju besar 4. terutama yang menyangkut bakat (personality traits). Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu: 1. URAIAN PEMBELAJARAN A. Dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan usaha. Keberhasilan usaha kecil. serta sikap mental wirausaha. B. Meningkatnya harga diri 2. Pendahuluan Karakteristik yang khas dari kelompok usaha kecil. Hal ini memerlukan suatu perbaikan yang berkelanjutan.

Dengan etos kerja. Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan kelansungan hidup. Dengan bekerja kehidupan lebih bergairah. Manusia dalam hidupnya wajib bekerja. Dari perjalanan peradaban manusia. artinya bekerja disini adalah berbuat sesuatu agar kehidupan lebih bermakna atau berperadaban. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. ada 4 elemen pokok yang perlu disadari akan eksistensi keberadaanmanusia wiarausaha yaitu : 1) Hakekat Keberadaan Manusia. (2) Produktivitas.manusia. 3) Etos Kerja. Maslow mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai motivasi dan perilaku manusia dalam sebuah model hierarki kebutuhan berdasarkan urutan kadar pentingnya sebagai berikut : 6 . karena manusia bekerja untuk mempertahankan hidup dan kelansungan hidup. adalah pekerja dan tanpa bekerja fungsi diri sebagai kehilangan manusia mahluk utama di muka bumi akan adalah indikator dalam memahami falsafah/hekekat makna. Dalam hubungan tersebut ada 2 (dua) variabel pengukur hasil kerja yaitu : (1) Manfaat/Kegunaan. dengan demikian bekerja eksistensi manusia. merupakan salah satu unsur inner dynamic factor (faktor dinamika yang berada dalam diri manusia). kebutuhan manusia mengalami proses perkembangan dan sangat beragam. dinamis dan menyenangkan sehingga keberadaan diri manusia menjadi nyata dan bernilai. 4) Kebutuhan Hidup. bekerja berarti menghasilkan sesuatu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 2) Kewajiban Manusia Dalam Hidupnya. Sehubungan dengan hal tersebut.

Swa artinya sendiri. keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. dan Sta artinya berdiri. (Soemanto. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah kegiatan individu atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (Profit).1. Dengan demikian secara etimologis wiraswasta berarti keberanian. dalam bidang produksi atau distribusi barang dan jasa. untuk merasakan dan menciptakan peluang ekonomi baru (produk baru. berjiwa besar. terhadap organisasinya baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk tim. Model Hierarki Kebutuhan Maslow C. metode 7 . berbudi luhur. teladan. 1994). memelihara usaha dan membesarkannya. Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang mendobrak sistem ekomomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru. Wirausaha adalah sebagai manifestasi dari kemampuan dan kehendak dari individu-individu. paklawan/pendekar kemajuan dan memiliki keagungan watak. Pengertian Wirausaha Dan Profesi Wiraswata terdiri atas 3 kata yaitu Wira adalah manusia unggul. (Joseph. berani.Gambar 1. di dalam dan di luar organisasi. dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. 1984).

Wirausaha adalah kegiatan memindahkan sumberdaya ekonomi dari kawasan produktivitas rendah ke kawasan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar (Drucker. Schumpeter. bentuk dan penggunaan sumberdaya dan institusi (Wenneker dan Thurik dalam Carree dan Thurik. Dalam hal ini. 3) Wirausahawan menyukai risiko. Definisi tersebut terus 8 . Morrison (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi wirausahawan sangatdipengaruhioleh faktor-faktor manusia dan sebagai individu yang mencari peluang yang intuisinya. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. Kirzner (dalam. yaitu peranan sebagai inovator.baru. skema organisasi baru dan kombinasi produk-pasar yang baru). masyarakat. Kirzner dan Knight dalam Carree dan Thurik (2002) mengemukakan bahwa ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. dengan cara membuat keputusan terhadap lokasi. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. dan suka risiko. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. 1985). Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. dan memperkenalkan gagasan-gagasan mereka di pasardalam menghadapi kendala dan ketidakpastian pasar. sebagai pencari peluang. Morrison 2000) meyakini bahwa sumber wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. 2) Wirausahawan menguntungkan. 2002). yakni : 1) Wirausahawan sebagai innovator.

kecil dan milik sendiri sebagai wirausaha. nilai-nilai dan prinsip serta sikap. Siagian et al. Kao (1995) juga menyebut wirausaha sebagai suatu proses. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. Berdasarkan pendapat Drucker tersebut dapat dikemukakan bahwa tidak semua usaha baru. Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) atau visi dalam usaha 2. seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standaryang diinginkan sehingga meningkatkan hasil sumberdaya yang ada dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. Adapun ciri-ciri pokok yang sangat menentukan keberhasilan seorang wirausahawan adalah: 1. 9 . (1999) mengemukakan bahwa wirausaha adalah kesatuan terpadu dari semangat. Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. standarisasi produk.berkembang sampai sekarang. yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). bangsa dan negara. kiat. akan tetapi kemampuan untuk meningkatkan produktivitaslah yang disebut sebagai wirausaha. sehingga Drucker menyimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu produk yang tadinya biasa-biasa saja tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen (yaitu dengan bertanya nilai apa yang berharga bagi pelanggan). perancangan proses dan peralatan.

Sedangkan Abrahamso (1989). 3. Mampu menjalin hubungan baik dengan para pelanggan. pemasok. Mental Ability (kemampuan mental) meliputi: IQ. memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang baik dalam menciptakan nilai tambah dari peluang usaha yang ada. pengorganisasian dan pelaksanaannya. karyawan.3. Adapun sikap dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut: 10 . berpikir kreatif dan berpikir analitis. D. menyatakan ada 5 ciri-ciri wirausahawan yang berhasil yaitu : 1. 5. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan yang berhasil memiliki motivasi untuk maju. kreatif dan inovator. Sifat Wirausaha Dan Kebiasaan Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. tekun dan ambisi untuk maju. yaitu orang yang memiliki sifat bertanggung jawab. banker. kemampuan menjalin hubungan antar manusia. Technical Knowledge (pengetahuan teknis). Communication Ability (kemampuan berkomunikasi). Human Relation Ability (kemampuan menjalin hubungan antar manusia) meliputi: pengendalian diri. giat. Bekerja keras dan melakukan sesuatu yang diperlukan dan mampu mencapai keberhasilan. kemampuan menjalin hubungan dan kemampuan bergaul. dll. mental yang kuat. 2. Drive yang kuat (motivasi untuk maju). 5. 4. 4. Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. inisiatif.

Meredith (1988) merinci ciri dan watak seorang wirausahawan sebagai berikut : Tabel 1. mempunyai dorongan (motivasi) kuat. Fleksibel dan suka menolong pelanggan 8. berorientasi laba. 11 . optimisme Kebutuhan persepsi. menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif. Rajin. Serius dan memiliki rasah tanggung jawab 9. dan mengetahui banyak hal Pandangan ke depan. bermotivasi tinggi dan berani mengambil risiko dalam mengejar tujuannya. Para wirausahawan juga disebut sebagaiindividu-individu yang berorientasi kepada tindakan. Daftar Ciri dan Watak Wirausaha Ciri -Ciri Watak Percaya Diri Berorientasi Tugas & Hasil Pengambil Risiko Kepemimpinan Keorisinilan Keyakinan. suka pada tantangan Bertingkah laku sebagai pemimpin. tidaktergantungan. energitik. mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mendapatkan keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. punya banyak sumber. dapat bergaul dengan orang lain. tepat waktu dan tidak pemalas 3. tekad kerja keras. Selalu ceria dan pandai bergaul 7.1. ketekunan dan ketabahan. dan inisiatif Kemampuan mengambil risiko. Selalu murah senyum 4. dan perspektif Berorientasi ke Masa Depan Sumber : Meredith . The Practice of Entrepreneurship (1998).1. Jujur dalam bertindak dan bersikap 2. individualitas. Lemah lembut dan ramah tamah 5. serba bisa. Sopan santun dan hormat 6. Rasa memiliki usaha yang tinggi Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis.

Hal tersebut merupakan upaya untuk mengejar kesempatan tanpa peduli terhadap ketersediaan sumberdaya atau ketiadaan sumberdaya di tangannya. waktu adalah berharga. memiliki self determination atau locus of control. tegar walaupun gagal. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator). perubahan dipandang sebagai kesempatan. e. baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan. mengelola risiko. Gede Prama (Swa 09/XI/1996). mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan. perfeksionis. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas. di antaranya adalah : a. c. 12 .Dilihat dari aspek kejiwaan. pada umumnya memiliki ciri-ciri: gemar berusaha. d. Wirausaha selalu melihat perbedaan. b. Seorang wirausahawan terlepas apakah dia bawaan sejak lahir atau dari proses pengembangan. merinci beberapa jiwa dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausahawan. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah seseorang yang memiliki tindakan kreatif membangun nilai dari suatu yang tidak nampak menjadi sesuatu yang nampak. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri. 2000). memiliki pandangan luas. dan memiliki motivasi yang kuat (Lambing dan Kuehl. wirausaha adalah jiwa seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis. percaya diri. kreatif. bukan sesuatu yang harus diulangi. Hal ini membutuhkan visi. sebagai peluang dibanding sebagai kesulitan. kegemaran dan komitmen untuk mencapai visi tersebut. toleran terhadap banyaknya pilihan. inisiatif dan memiliki need for achievement. Wirausaha cenderung jenuh terhadap segala kemampuan hidup. untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan.

1999. Baron dan Markman. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai? 13 . 1998. Jelaskan ciri-ciri wirausaha yang berhasil tersebut? 4) Jelaskan keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha? 5) Setelah menyelesaikan pendidikan. 1993. Robinson dan Sexton. Gibb. 1995. Littunen. 2000. Kemampuan mengatasi permasalahan juga dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan untuk belajar (Deakin. 1994.1995. sifat kepribadian atau bakat (Naffziger. biasanya kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. 2003) dan motivasi dalam memulai usaha (Gray. dan Bygrave. dan Freel.. 2003). 1999) maupun dari pengalaman (Henderson. peluang usaha (Eckhardt dan Shane.Banyak contoh yang menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha sering dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan dalam menghadapi permasalahan lingkungan usahanya (Birley dan Westhead. Cope dan Watts. 1990. 2003) dan bimbingan pihak lain (Brown. 1997. 2000. 2000). 2000. EVALUASI 1) Uraikan pengertian wirausaha dan kemampuan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha? 2) Untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan watak dan sikap yang baik. Rae. Shane et al. Mumford. Collins et al. Sulivan. 2002. Minniti. Uraikan sikap dan watak wirausaha yang baik tersebut? 3) Seorang wirausaha yang berhasil dalam usaha memiliki ciri-ciri tertentu. Leitch dan Horrison. 6. 1990.. 2001) baik melalui proses pendidikan dan pelatihan (Ulrich dan Cole. 2003).. 1987. Ardichvili et al. 1993). Rae.

TUJUAN KHUSUS a. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu : 1. Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan. Kepeminan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. c.1. b. Leadership 4. RANGKUMAN Kepempinan (Leadership) mempunyai arti yang luas. KATA KUNCI: Entrepreneurship. Kemampuan mengubah “Egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-organisasi” 14 . Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan 3. 2. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep kepemimpinan dalam wirausaha serta penerapanya dalam dunia empiris. Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi. sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur pikir para teoritukus. 3. 2.

5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang merupakan khalifah yang diutus oleh yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang positif; faktor-faktor yang dipertimbangkan dalammemimpin orang lain; dan merumuskan suatu

strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan. B. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan (Robbins 1996). Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyatayang menceminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami. Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.

15

Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalampencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan,

tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup didalam kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya. 2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu. 3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berprilaku dan bertindak memajukan perusahaan. Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai keterampilan yaitu: 1. Ketrampilan teknis ; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan 2. Ketrampilan manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim 3. Ketrampilan konseptual ; kemampuan untuk berpikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas. untuk

16

C. Sikap Kepemimpinan Wirausaha Peranan pemimpin amat penting dalam mencapai tugasorganisasi, namun demikianeksistensi bawahan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantungpada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasiorganisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat

menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam programprogramnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya. Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalamkehidupan organisasi/kelompok masing-

masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam situasi sosial kelompok atau orgnisasinya. Oleh karena itu situasi sosial itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara

17

Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wirausaha yaitu: 1. Kesadaran akan Tujuan dan Arah 3. Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan 8. Antusiasme 4. Kepemimpinan positif . (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka. Kecerdasan 9. Dalam hal ini meliputi: menjalin hubunganhubungan kerja. memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan.tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. Kepercayaan Fiedler. Pada prinsipnya sikap kepemimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Penguasaan Teknis 7. menekankan imbalan-ekonomik. Integritas 6. Keterampilan Menganjar 10. kerugian manusiawi. 18 . Kepemimpinan negatif . dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi 2. Energi Jasmani dan Mental 2. pendidikan pegawai yang lebih baik. Keramahan dan Kecintaan 5. pemimpin mendominasi dan merasa unggul. penekanan pada hukuman.

yakni: bergerak lebih awal. expert power (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent). legitimate power (kekuasaan legitimasi). dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995)mendentifikasikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran).D. Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran. sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. berjalan didepan. serta kekuasaan referent adalah seseorang karena kepribadian atau kharisma yang dimilikinya. membimbing. coercive power (kekuasaan paksaan). 19 . menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. mengarahkan pikiran. si satu pihak sebagai pimpinan di lain pihak sebagai bawahan. Memimpin Orang Lain Proses mempengaruhi orang lain. Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan). Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting. Pemimpin disebut juga kader. kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain. seorang pemimpin tidakdapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. mengambil langkah pertama. karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi. Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu. mempelopori.

Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan). 20 . Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins. Keberhasilan seorang pemimpin pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya. (1996). Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig. Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi: H H H Proses interaksi oang-orang secara langsung dalam kelompok Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung.Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam tingkungan tertentu. Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan. bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan. Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil.

Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu: F Keterlibatan mental. kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y). partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional F Motivasi. memotivasi orang untuk memberikan kontribusi. perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. sifat-sifat utama pemimpin. persyaratan menjadi pemimpin. memimpin. sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan. serta etika profesi kepemimpinan. Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis. Untuk pencapain tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran organisasi atau bisnis. partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggungjawab 21 . Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri.E. sebab musabab timbulnya kepemimpinannya. mempengaruhi pikiran. tugas pokok dan fungsinya. F Menerima tanggungjawab. Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok.

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian kepemimpinan dalam wirausaha? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari! 2) Pada prinsipnya sikap kepemimpinan terdiri atas dua jenis yaitu kepemimpinan positif dan negatif.6. Uraikan rumusan strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan? Berikan contoh rill dengan mengambil kasus wirausaha yang sukses di kota saudara! 22 . Uraikan pengertian kepemimpinan yang positif dan negatif serta berikan contoh? 3) Jika saudara sebagai salah seorang pimpinan pada sebuah perusahaan. kiatkiat apa yang anda lakukan agar meningkatkan semangat kerja karyawannya? 4) Starategi meningkatkan moral kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan seorang wirausaha.

KATA KUNCI: Identifikasi. Mahasiswa dapat menjelaskan tipologi pengambilan resiko bisnis c. dari kesenangan berusaha ini akan timbul kreatifitas untuk menciptakan suatu usaha serta keberanian mengambil keputusan yang berisiko. 2. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi resiko bisnis b. Pendahuluan Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. Mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi resiko bisnis 3. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko bisnis suatu perusahaan atau organisasi. Jadi. RANGKUMAN Pada prinsipnya yang paling utama harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah: 1. TUJUAN KHUSUS a. Setelah usaha berjalan maka timbul proses pembelajaran berdasarkan pengalaman yang pernah dijumpai atau dirasakan.1. 2. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing- 23 . dari pengalamanpengalaman tersebut timbul suatu motivasi untuk mengembangkan usaha. Kesenangan untuk berusaha. URAIAN PEMBELAJARAN A. 5. Tipologi & Evaluasi Resiko Bisnis 4.

dan hal ini memiliki peranan penting dalam penciptaan lapangan kerja. lingkungan keluarga dan pengalaman kerja. hasilnya adalah kemampuan mendapatkan keuntungan. Ringkasnya. dan mengevaluasi resiko bisnis. B. 24 . Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. Pengertian & Identifikasi Resiko Bisnis Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. menyatakan bahwa jiwa wirausaha ditimbulkan dari berbagai latar belakang pendidikan. prosedur atau penggunaan teknologi baru. Hisrich & Peters (1992). dan Pattigrew (1998) mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok wirausahawan yang satu sama lain berlawanan. Ringkasnya. Wirausahawan dikenal sebagai pengambil risiko (risk taker) sejati. Wirausaha adalah proses dinamik dalam tahapan pencapaian kesejahteraan dengan risiko waktu dan risiko lainnya. proses yang tidak sesuai dengan sistem. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masingmasing situasi itu. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai (Meredith et al. yaitu kelompok “opportunist” dan “craft” entrepreneur.masing situasi itu. Glancey. Resiko lahir sebagai akibat kelalaian orang (SDM). Selain itu resiko juga disebabkan oleh fakor eksternal misalnya pesaing baru mampu mengubah paradigma bisnis atau bencana alam.. Jadi. tipologi pengambilan resiko bisnis. 1988). Pada pokok bahasan ini akan menyajikan tentang pengertian dan identifikasi resiko bisnis.

terutama pada perilaku pengambil risiko. C. makin rendah rasio utang yang optimal. Menjelaskan jenis-jenis kerugiaan yang dihadapi. mereka enggan untuk menggunakan bantuan dari luar. Langkah-langkah mengidentifikasi resiko yaitu : a. pengalaman manajerial yang baik dan proaktif menciptakan usaha baru. meliputi : Kerugian hak milik. Pengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Pengidentifikasian resiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan resiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. Kerugian personal dan kewajiban mengganti kerugian. Kelompok „craft entrepreneur‟ adalah kelompok wirausaha yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Makin besar resiko bisnis perusahaan. 2. secara sistimatik dan menyeluruh serta sampai keberanian mengambil resiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan tersebut. Tipologi Pengambilan Resiko Pada umum ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. b. dan melakuan reaksi terhadap perubahan berdasarkan kebutuhan pasar ketimbang proaktif dalam menciptakan usaha baru. Kelompok wirausahawan opportunist dicirikan oleh rendahnya tingkat pendidikan (terutama pendidikan teknis) dan kurangnya pengalaman manajerial. Menggunakan Checklist. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari dua tipe orang di atas. 25 . Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. Ada tiga Tipologi pengambilan resiko antara lain: a.1. Resiko bisnis adalah tingkat resiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang.

Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha sudah pasti akan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada atau sesuatu yang baru. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan keberanian untuk menghitung dan mengambil risiko yang moderat. c. kita membedakan diantara resiko pasar yang diukur dengan koefisien beta. dengan standar resiko berdiri sendiri (risk on a standalone basis) yang mana dapat dihilangkan dengan diversifikasi.b. Semakin besar keyakinan seorang pada kemampuan diri sendiri. dalam arti mengambil risiko yang sesuai (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan). Realisme demikian akan membatasi kegiatankegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat mempengaruhi hasilnya. Pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupannya mempengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain berisiko. Pendidikan dan pengetahuan juga turut mempengaruhi rasionalisasi seseorang dalam menerima risiko kegagalan yang mungkin terjadi. Hisrich & Peters (1992). Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan wirausaha juga sangat penting. Sebaliknya dengan umur dan jumlah keluarga. makin tua umur seseorang yang tidak diikuti dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman menjadikan kemunduran pada diri seseorang dan berperilaku negatif yang dapat menurunkan jiwa wirausahanya. Evaluasi Resiko Ketika kita menguji resiko dari titik pandang individual investor. Ada dua demensi baru tentang pengukuran dalam evaluasi resiko yaitu : 26 . D.

27 . Variabel harga masukan. b. c. Variabilitas permintaan (unit yang terjual) artinya semakin stabil penjualan unit produk perusahaan. e. tidak pasti dalam menghadapi resiko bisnis yang tinggi. Resiko Keuangan.1. hal ini merupakan resiko bisnis yang mana didefinisikan sebagai suatu ketidakpastian yang melekat pada proyeksi dari ROE yang akan datang dengan asumsi perusahaan didanai semata-mata dengan cammon stock. Sejumlah mana biaya-biaya bersifat tetap. Resiko Bisnis. Variabelitas harga jual. termasuk biaya pengembangan produk. Jika perusahaan menggunakan hutang dan saham preferen maka pemusatan resiko bisnisnya pada pemegang saham”. Resiko finansial merupakan resiko yang berada dalam common stockholders sebagai suatu hasil dari keputusan pendanaan dengan hutang atau saham prioritas. yaitu tingkat resiko dari aktivitas perusahaan jika tidak menggunakan utang atau resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) dari suatu perusahaan dimasa mendatang. Kemampuan menyesuaikan harga terhadap perubahan harga masukan. adalah resiko tambahan yang ditanggung pemegang saham akibat dari leverage keuangan. perusahaan yang biasa masukannya. 2. “Secara konsepsi fase stockholders suatu resiko yang pasti melekat dalam operasional. artinya produk atau servis dimana dijual pada pasar yang mempunyai tingkat perubahan yang tinggi sangat mendorong suatu resiko bisnis dibanding yang stabil. d. semakin kecil resiko bisnis. dengan asumsi faktor lain tetap. Lebih lanjut resiko bisnis tergantung beberapa faktor antara lain : a.

Uraiakan dan berikan contoh jenis tipologi resiko bisnis yang dihadapi seorang wirausaha? 3) Jelaskan dimensi-dimensi pengukuran dalam mengevaluasi resiko bisnis bagi seorang wirausaha? 28 .6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian resiko dan cara mengidentifikasi resiko bisnis? 2) Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui tipologi resiko.

Sedangkan dari sudut pandang lebih luas pembuatan keputusan menggabarkan suatuproses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Evaluasi Keputusan 4.1. KATA KUNCI: Proses Keputusan. RANGKUMAN Pembuatan keputusan merupakan elemen penting bagi seorang wirausaha dalam pengelolaan bisnisnya. Karena semua wirausaha harus membuat keputusan-keputusan agar dapat menentukan efektivitas dan efisiensi operasional usahanya. Pembuatan keputusan bagi seorang wirausaha dapat dipandang dari berbagai prespektif yang berbeda. 2. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi kedudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan serta membedakan keputusan yang sistemmatis dan yang tidak sistem matis. Mahasiswa dapat membedakan evaluasi keputusan yang sistematis dan tak menentu 3. 29 . Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kedudukan wirausaha dalam pengambilan keputusan b. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses pengambilan keputusan c. TUJUAN KHUSUS a. Dari sudut pandang sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas berbagai alternatif yang berbeda (Choice making).

(2005) mendefinisikan pengambilan keputusan adalah penataan pilihan langkah atau tindakan dari sejumlah alternatif. pekerjaan. seperti masalah pribadi. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. URAIAN PEMBELAJARAN A. kemungkinan terjadinya gejolak dimasyarakat akibat kenaikan harga kesemunya ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang wirausaha. proses keputusan dan metode dalam mengevaluasi keputusan bisnis B.5. seperti kemungkinan terjadi lonjakan harga. pekerjaan. Pendahuluan Kenyataan sehari-hari sering kali kita mendengar adanya pernyataan ”mungkin dan atau tidak mungkin”. Kaitan dengan kehidupan seharihari sering kali dihadapkan dengan asumsi-asumsi probabilitas. maupun sosial. maupun sosial. dapat dikemukakan beberapa pokok pikiran penting. 2. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. Kedudukan Wirausaha Dalam Proses Pengambilan Keputusan Koonyz dan Weihrich. secara spesifik pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai gambaran sebuah pernyataan” kepastian dan atau ketidak pastian”. 30 . Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. Pada pokok bahasan ini menguraikan kedudukan seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. seperti masalah pribadi. Pemecahan masalah oleh wirausaha berkenaan dengan penggunaan strategi-strategi (rencana atau pola) pencarian alternatif yang relevan. Kadudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan/pemecahan masalah. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kejelian seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. yaitu: 1.

1. sangat menentukan pengambilan keputusan akhir seorang wirausaha. Kompleksnya situasi pemecahan masalah.. Proses Pemgambilan Keputusan Perumusan Masalah Pengembangan Alternatif Evaluasi Alternatif Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi Hasil-hasil 31 . Pengambilan keputusan yang efektif merupakan suatu proses yang kompleks. penggunaan informasi. et al. tergantung pada keterampilan dan pelatihan yang dimiliki para wirausa (Gibson. C. dan usaha mendapatkan solusi yang diinginkan.3. Proses Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu urutan langkahlangkah sebagai berikut: Gambar 4. Para peneliti percaya bahwa sebagian besar wirausaha ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. menyatakan bahwa para wirausaha sebagaian besar cenderung untuk menggunakan strategi-strategi yang lebih sederhana. faktor kepribadian. 1997). pilihan strategi. walau dalam menghadapi masalah yang kompleks. Nimran (2004).

Tidak Terprogram Masalah Prosedur Sering. d. c.D. Kenali kriteria keputusan. tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya juga karena masalahnya kompleks atau sangat penting. dan prosedur pasti Baru. yaitu harus mengambil keputusan. 1997) Tipe Kep. prosedur rutin dan dapat disusun untuk melakukan evaluasi menyelesaikannya. tidak berstruktur. Alokasikan bobot (Skor tertinggi pada keputusan prioritas). Perbandingan Tipe Evaluasi Keputusan (Gibson. e. Ketergantungan pada kebijakan. baik secara eksplisit atau implisit dalam mengevaluasi keputusan. Tabel 4. pemecahan masalah kreatif 32 . Keputusan tidak terprogram yaitu baru. Perlunya kreativitas. rutin. ketidakpastian dalam hubungan. jarak tetapi akhirnya mereka semuanya sama. berulang. 1. Terprogram Kep. 2. yaitu: a. et al. megembangkan 2 model pengambilan keputusan yaitu model pengambilan keputusan optimasi dan model pengambilan keputusan alternatif. Keputusan terprogram terjadi jika suatu situasi sering muncul.1. aturan. Pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang telah di evaluasi. b. Beberapa langkah yang hendaknya diketahui oleh seorang wirausaha. intuisi. Evaluasi Keputusan Walaupun para wirausaha di berbagai sektor usaha berbeda-beda berdasarkan latar belakang. Kembangkan alternatif-alternatif. toleransi pada hal yang membingungkan. ketidak pastian dan tidak terstruktur. Para ahli mengembangkan beberapa metode mengklasifikasi keputusan dalam rangka melakukan evaluasi yang intinya dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Tidak ada prosedur yang ada untuk menangani masalahnya. Hubungan sebab dan akibat. Kep. Robbins (1996). Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan.. gaya hidup.

Evaluasi 1) Jelaskan peran seorang wirausaha dalam kedudukannya sebagai pengambil keputusan? 2) Uraikan beberapa kendala yang dihadapi seorang wirausaha dalam mengambil keputusan? 3) Seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan yang baik. Uraikan prosedur dalam proses pengambilan keputusan bisnis? 4) Dalam evaluasi keputusan dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. Uraikan kedua tipe keputusan tersebut? 33 . harus memahami berbagai prosedur dalam pengambilan keputusan.6.

Proses pembelajaran dalam pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidup sasaran didik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. c. Mahasiswa diharapkan dapat memahami makna pembelajaran wirausaha b. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pembelajaran dalam menumbuhkan sikap wirausaha. sikap. prilaku dan pengalaman wirausaha. KATA KUNCI: Wirausaha. sehingga belajar sambil bekerja sangatlah penting. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. pendapat. Pesan yang disampaikan dengan sengaja dimaksudkan untuk menimbulkan kontradiksi dan inkonsistensi di antara komponen sikap individu dan perilakunya sehingga mengganggu kestabilan sikap dan membuka peluang terjadinya perubahan yang diinginkan. RANGKUMAN Belajar merupakan proses perubahan nilai. maka hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang wirausahawan 34 . Ketika pembelajaran dipandang sebagai konsep wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara pembelajaran kognitif. yaitu dengan memasukkan ide. TUJUAN KHUSUS a. 3.1. Pendidikan Bisnis & Pembelajaran 4. dan bahkan fakta baru melalui pesan-pesan komunikatif (proses pembelajaran). pikiran. Salah satu cara untuk merubah sikap dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan persuasif. dan perilaku. kecakapan. 2.

Pembelajaran wirausaha dilakukan dengan maksud belajar bekerja dengan cara berwirausaha. tetapi harus terjun secara aktif dan melakukan untuk memahami 'what is it that work' dan menyadari bahwa ia dapat melakukan hal tersebut. perilaku. URAIAN PEMBELAJARAN E. yang mana hal tersebut akan memperkaya stock of knowledge. tetapi proses berpikir yang berorientasi ke masa yang akan datang dalam menciptakan suatu realitas masa depan. Siklus pembelajaran yang baik dan benar akan terus meningkatkan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang terus berubah sehingga ia dapat unjuk kinerja dengan optimal pada apa yang dikerjakannya. Pengalaman yang dikaji maknanya akan memberikan pemahaman dan kesimpulan atas sesuatu kejadian. Proses pembelajaran merupakan siklus dari aktivitas sehari-hari yang memberikan pengalaman pada seseorang. Dalam hal ini belajar tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengalaman semata. Pengetahuan ditransfer oleh seseorang dari sumbernya sehingga untuk bisa mendapatkan pengetahuan tersebut seseorang harusmempunyai akses terhadap sumber pengetahuan. Akan tetapi hal tersebut tidak hanya cukup memahami cara-cara wirausaha saja.mengenali dan bertindak terhadap peluang yang ada. Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses mengolah informasi menjadi kompetensi. dan kinerja. serta mengelola dan mengorganisasikan perusahaan. Efektivitas pembelajaran sangat tergantung pada effektifitas dalam mengakses terhadap sumber pengetahuan ataupun pengalaman serta effektivitas dalam mentransformasi pengetahuan dan pengalamannya menjadi kompetensi dan prestasi. kapasitas. sikap dan perilakunya. 5. 35 .

dipahami. seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terus berubah (Cope and Watts. Demikian seterusnya. 2000). sistimnilai. Berdasarkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning) setiap orang mendapatkan dan mengakumulasikan pengetahuan. F. sikap dari aktivitas sosial dan pengalamannya sehari-hari. Teori Pembelajaran Bagi Wirausaha Belajar adalah istilah umum yang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. proses siklus tersebut akan memperkaya stock of knowledge. yang akan dikaji. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari pola hubungan dengan lingkungan alam. topik ini menjadi penting karena pembelajaran wirausaha merupakan faktor yang menentukan bagi pertumbuhan usahanya. motivasi. kapasitas dan kapabilitas 36 . Dari aktivitasnya. dan prestasi. Namun pembelajaran dalam usaha kecil. serta pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis.lingkungan sosial dan lingkungan usaha dalam aktivitas wirausahanya. membedakan antara pembelajaran kognitif.Pembelajaran wirausaha dipengaruhi olehkarakteristik internal dan lingkungan eksternal. prilaku dan pengalaman wirausaha. Jadi pembelajaran merupakan proses sosial dan organisasional. ketermpilan. Karakteristik internal meliputi sifat. Belajar merupakan proses yang kompleks dan dapat bersifat informal dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar individu Dengan belajar. dan disimpulkan sehingga ia mengetahui apa yang harus dilakukan dikemudian hari untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan membuat sesuatu yang lebih baik. Dengan demikian pada Pokok bahasan ini akan diuraikan makna pembelajaran wirausaha. seseorang mendapatkan pengalaman. keyakinan. kapabilitas pribadi.

Proses pembelajaran tersebut digambarkan oleh sebagai berikut berikut : Gambar 5. ataupun mengintegrasikan suatu ide. Hall 37 . Proses pembelajaran tersebut bisa didapat dari pengalaman kognitif. Pedler et al. sedangkan pembelajaran secara double loop learning terjadi manakala ada suatu perubahan dominan yang sejalan dengan cara pembelajaran. yaitu single loop learning dan doule loop learning. afeksi.. maupun teknologi. Pembelajaran akan meningkatkan kemampuan kognisi. respon atau perilaku. memperbaiki. Implementing dan improving merupakan dua tahap yang sama dengan single loop learning sedangkan integrating setara dengan double loop learning. (1997 dalam Claston et al. maupun pengalaman melakukan sesuatu. Selanjutnya. 1999) membandingkan tiga cara pembelajaran. dan perilaku. sehingga seseorang dapat mengimplementasikan. keterampilan. Siklus Balajar Progresif Mumford (1996) Argyris dan Schon (1978) mengidentifikasi 2 jenis pembelajaran. konsep.seseorang sehingga ia menjadi lebih mampu beradaptasi dan survive dalam lingkungannya. Single loop learning terjadi manakala suatu organisasi melakukan usahanya tetapi tanpa perubahan.1. yaitu "mengimplementasikan" (implementing) dan "memperbaiki“ (improving) serta "mengintegrasikan" (integrating).

A Conceptual model of entrepreneurial learning Pada Gambar 5. G. kompetensi. sedangkan dalam jangka panjang mampu menumbuhkan identitas dan daya adaptabilitas seseorang yang sangat penting bagi keberhasilannya.2. serta prestasi dari usahanya.Metode-Metode Pembelajaran Wirausaha Proses pembelajaran juga dapat dibedakan atas proses serta pengaruh yang diakibatkannya.2 menunjukkan bahwa proses pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi. Pembelajaran kognitif Pembelajaran kognitif memfokuskan pada perubahan kandungan kognitif dari proses pembelajaran.(1996) menyatakan bahwa dalam jangka pendek pembelajaran akan merubah sikap dan kinerja seseorang. di mana pengetahuan disebarkan dan 38 . sistim nilai. seperti pada Gambar tentang model konseptual pembelajaran kewirausahaan sebagai berikut: Gambar 5. Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk sebuah karakteristik internal yang mempengaruhinya dalam menggerakkan usahanya. lingkungan usaha. diantaranya adalah : 1. Rae dan Carswell (2000) lebih rinci menggambarkan tentang perkembangan wirausaha.

2. seperti halnya ekpektansi. 1994 dalam Lichtenstein et al. Nanoka. 39 . Pembelajaran perilaku Hubber (1999) memberi ilustrasi tentang pembelajaran sebagai berikut. Saat ini. 1995 dalam Lichtenstein. 2003). Seseorang dapat belajar melalui proses informasi yang mengakibatkan beberapa potensi perilakunya berubah. Pembelajaran perilaku (behavioral learning) merupakan proses adaptasi yang dihasilkan dari coba-coba dan mengarah pada proses yang memberikan keuntungan selektif bagi yang bersangkutan (Levintal. Dalam perilaku organisasi.. pendekatan kognitif telah banyak diterapkan terutama dalam teori motivasi. serta penetapan tujuan (yang merupakan garis depan dari penelitian motivasi moderen). Lunberg. Indikator kognitif berkaitan dengan pilihan harapan terhadap penghargaan (rewards). Semuanya adalah konsep kognitif yang mewakili perilaku organisasi dalam hal pencapaian tujuan atau maksud tertentu (purposefullness). Dari perilaku cobacoba tersebut seseorang dapat mengetahui mana yang baik dan benar atau sebaliknya. pemberian atribut dan locus of control. Hubber tidak menekankan bahwa pembelajaran harus merubah perilaku seseorang. 1991. 2003). Hal ini dikarenakan proses belajar bisa saja hanya merubah pola pikir seseorang. ilmu pengetahuan kognitif berfokus lebih banyak pada struktur dan proses kompetensi manusia. Pembelajaran kognitif terjadi karena adanya hubungan antara indikator lingkungan kognitif dan harapan-harapan. 1991.ditransfer sehingga dapat merubah peta kognitif seseorang (Brown and Dugvid.

Burgoyne dan Hodgson (1983) mengemukakan bahwa terdapat tiga tingkat pembelajaran perilaku yang dapat dialami oleh seseorang. Single loop learning meliputi pembelajaran dari konsekuensi perilaku sebelumnya. Hal ini digambarkan sebagai pembelajaran pada kulitnya. yakni: 1) Pembelajaran tingkat pertama. Argyris (1994) mengemukakan bahwa pola pembelajaran single loop berlangsung selama proses pemecahan persoalan dimana yang bersangkutan mengabaikan isu-isu mengapa permasalahan tersebut muncul. Secara umum hal ini merupakan pembelajaran yang lebih mendasar tetapi masih masuk dalam kategori single loop learning. menunjukkan adanya asimilasi informasi faktual yang mempunyai manfaat segera tetapi tidak ada implikasi pengembangan dalam jangka panjang. 2) Pembelajaran tingkat kedua menggambarkan pengasimilasian sesuatu yang dapat dialihkan dari situasi satu ke situasi yang lain dimana orang tersebut telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang konsepsinya pada suatu aspek tertentu. Di dalam model pembelajaran ini hasil-hasil umpan balik ditimbulkan oleh suatu proses pengamatan konsekuensi dari suatu tindakan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyesuaikan tindakan selanjutnya dalam rangka menghindari kesalahan yang sama di masa depan dan mengembangkan pola perilaku keberhasilan. Pola ini oleh Argyris dan Schon (1978) disebut sebagai single loop learning yang bersifat rutin. pengulangan yang terus menerus atau dihafalkan tanpa dipikir lebih lanjut. tetapi sistem ini tidak dapat menentukan standarnya sendiri yang sesuai. 40 . Walaupun bentuk dari pembelajaran ini dapat menghasilkan inteligensi dalam sistem pembelajaran single loop.

Double loop learning memerlukan asumsi yang mendasari terjadinya nilai-nilai serta risiko yang secara fundamental berubah. tetapi juga nilai yang mendasarinya serta persepsi perilakunya. Burgoyne dan Hodgson (1993) mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran dialami oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari yang menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dari arus informasi yang diterimanya secara berkelanjutan. sasaran dan nilai-nilai yang mendasarinya (Argyris dan Schon.tanyakan tidak hanya pada caracara yang telah mapan. Dalam pembelajaran double loop. Hal ini akan berpengaruh pada visi. 1990 dalam Lichtenstein. Pola pembelajaran double loop terdiri dari sistem monitoring dan koreksi perilaku serta menentukan perilaku yang tepat. Senge. yakni dengan cara terus menerus mempertanyakan dan merefleksikan strategi. Pembelajaran dari pengalaman Pembelajaran dari pengalaman lebih menekankan pada proses yang sedang berjalan daripada belajar bagaimana melakukan sesuatu. Pemahaman tersebut juga akan memunculkan pertanyaan apakah seorang wirausahawan memiliki kemampuan untuk belajar bagaimana cara belajar. Pembelajaran double loop berhubungan dengan ide-ide dari sistem yang terkoordinir. kesadaran dan pemahaman diri pada tingkatan yang lebih mendalam. sistem akan belajar untuk belajar sehingga menjadi lebih cerdas dalam menentukan kriteria operasional yang mendasari perilaku. yang sejalan dengan pengertian double loop learning. 1978. 3. 2003). 41 .

sebagai berikut: Gambar 5. sedangkan reflective observation merupakan langkah dimana seseorang berusaha meninjau atau menggaliarti pengalaman yang diperolehnya yang selanjutnya dilakukan pemahaman tentang konsep atau hubungan yang mendasari pertimbangan seseorang terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan (abstract conceptualisation).Cope dan Watts (2000) menegaskan bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman dapat direncanakan dan dimunculkan. 42 . menunjukan bahwa concrete experience merupakan suatu aktifitas atau pengalaman seseorang secara langsung. Langkah ini merupakan langkah paling penting guna menghindari kesalahan yang sama atau meningkatkan hasil yang lebih baik.3. Mumford (1996) mengemukakan suatu model pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari empat langkah dimana satu sama lain saling berhubungan atau saling menunjang.3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb Gambar 5. Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah active experimentation yaitu langkah seseorang untuk selalu mencoba hal-hal baru berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkannya.

sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pembelajaran. Pembelajaran merupakan proses belajar seseorang terhadap suatu kejadian yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman orang lain yang diketahuinya. selain itu individu dituntut untuk belajar bagaimana menerapkan teori yang ada melalui analisa sistematis. dimana seseorang berfikir bagaimana memperoleh informasi terbaru sebagai jalan atau pertimbangan untuk bertindak. Burgoyne dan Hodgson (1983) juga menekankan pentingnya 'specific critical incident' dalam menstimulasi pembelajaran. dimensi ini mengkaji pengaruh pengalaman yang didapatnya terhadap dirinya.Kolb (1984) dalam Ulrich dan Cole (1989) mengemukakan bahwa concrete experience sama dengan feeling atau sensing. small group discussions atau games. Abstract generalization atau conceptualisation memiliki kesamaan dengan thinking. sehingga akan meminimalkan kesalahan yang sama 43 . Reflective observation menurut Kolb sama dengan watching. salah satu langkah yang dapat digunakan adalah dengan cara problem solving. Active experimentation menurut Kolb sama dengan doing. seseorang perlu menggunakan kemampuannya secara terus menerus dan proaktif merefleksikan kejadian masa lalu sebagai media belajar. dimensi ini mengharuskan seseorang untuk berfikir atau membandingkan bagaimana suatu hal berkaitan dengan pengalamannya sendiri. Di sini individu lebih cenderung menggunakan pengalamannya ada sendiri dalam dengan memecahkan permasalahan yang dibandingkan menggunakan pengalaman orang lain. dimensi ini menghadirkan suatupenerimaan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang matang.

dimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan output melalui perbaikan cara-cara produksi. Dengan proses pembelajaran seorang wirausahawan dapat mengembangkan usahanya lebih maju sehingga produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan sulit ditiru oleh perusahaan lain atau pesaing. Menurut Marquardt (1996) organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar sungguh-sungguh dan 44 . Pembelajaran Organisasi Perilaku organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan proses pembelajaran. kemampuan pekerja. Berdasarkan prinsip pembelajaran. perilaku pekerja dapat dianalisis dan dikelola untuk memperbaiki kinerjanya maupun kinerja organisasi. sikap manajer. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan usaha. Sebagai contoh. organisasi harus mampu membangkitkan komitmen anggotanya dan membangun kapasitas belajar pada semua level organisasi secara berkelanjutan.Pembelajaran Organisasi & Wirausaha 1. H.pada suatu proses yang sama atau meniadakan kesalahan yang sama serta melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan. sehingga seorang wirausahawan akan mampu mengantisipasi adanya perubahan dan siap dengan adanya perubahan yang terjadi. Kurva pembelajaran menunjukkan hubungan negatif antara biaya produksi dan kuantitas barang-barang yang dihasilkan. Selain itu proses pembelajaran dapat menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dengan arus informasi yang berkelanjutan. Hatch (1997) mengemukakan bahwa kurva pembelajaran memberikan bukti bahwa suatu organisasi mengalami proses belajar. dan motivasi yang semuanya merupakanhasil dari pembelajaran.

Hendry et al. dan tak henti-henti mentransformasi diri agar dapat memperoleh. Mintzberg dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi sebagai suatu proses berkelanjutan. sistem 45 . Dua hal yang biasanya terjadi dalam proses pembelajaran organisasi adalah sifat yang mengarah kepada satu tujuan (convergent) atau mengarah kepada banyak tujuan (divergent). Kesalahan (error) dapat menjadi sifat yang dapat menghambat proses pembelajaran. Jika dalam proses pembelajaran sebuah organisasi dapat menjalankan kebijakannya dan mencapai tujuannya. maka proses pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai "double loop learning". (1995) dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa kandungan dari pembelajaran organisasi harus dipertimbangkan serta prosesnya harus bersifat efisien dan efektif. dan teknologi yang saling berhubungan dan saling menunjang sebagai sistim. pengetahuan. organisasi. manusia. Marquardt berpendapat bahwa organisasi pembelajaran terdiri dari lima sub sistim.4.secara bersama-sama. Subsistim Dalam Organisasi Pembelajaran Organization Knowledge Learning People Technology Choueke dan Armstrong (1998) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi adalah suatu proses pendeteksian dan pengoreksian kesalahankesalahan. mengelola. dan menggunakan pengetahuan dengan lebih baik demi keberhasilan. Lima sub sistim tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 5. yaitu belajar. Convergent learning menekankan pada spesialisasi dan standarisasi dari kemampuan.

Matlay (2000) mengemukakan bahwa organisasi pada dasarnya belajar dari proses pengorganisasian pihak lain. Kegagalan pembelajaran terjadi karena keragu-raguan dalam meraih keberhasilan. Pembelajaran dalam organisasi juga menyangkut proses budaya. Ketika keberhasilan sulit untuk ditunjukkan. Selanjutnya. dan operasi utama dari organisasi dalam bidang tertentu yang memfokukan pada efisiensi. Wright (1997) memasukkan istilah “akumulasi pembelajaran” sebagai salah satu aset tak berwujud yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang tidak dapat ditiru (inimitability).pengendalian. Sebagai contoh. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). Hal ini seringkali sulit untuk diketahui karena indikator dari keberhasilan secara konstan dimodifikasi setiap waktu. Pada dasarnya ia menggambarkan bahwa kapabilitas organisasi sebagai “dinamika rutinitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dalam efisiensi atau efektivitas” dan “kumpulan dari tacit knowledge yang 46 . dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan (benchmarking). maka sulit pula keberhasilan tersebut dipelajari berdasarkan pada hal-hal yang telah dilakukan di masa lampau. Matlay menyatakan bahwa terdapat banyak kesulitan dalam proses pembelajaran yang mereka gambarkan sebagai "supertitious learning". organisasi mengkomunikasikannya melalui cerita-cerita dan simbol-simbol serta norma perilaku dan harapan-harapan. keragu-raguan terhadap kompetensi. Supertitious learning terjadi ketika hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh tidak dapat ditentukan secara tepat. dan jebakan keberhasilan.

sistem tersebut dapat belajar untuk belajar.dibangun dalam proses organisasi. Konsep pembelajaran organisasi juga dapat didekati dari ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan pendapat tentang sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem memiliki kesadaran dengan sendirinya. (2) Memperbaiki (improving) dicirikan dengan memberikan gagasan (initiative-taking). Ia menyarankan dua faktor penting dalam membangun kapabilitas organisasi. Sejumlah penulis menjelaskan metode yang berbeda-beda dari perilaku pembelajaran dalam perusahaan yang mempengaruhi mereka untuk menciptakan (create). Sementara itu Pedler (1997) dalam Chaston et al. melakukan eksperimen secara sistematis dan 47 . Gibb (1997) mengemukakan dua tipe pembelajaran. Argyris dan Schon (1978) kemudian mengembangkan teori pembelajaran organisasi ini dengan pendapatnya tentang "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". yaitu pembelajaran dalam rangka mengatasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. (1999) mengemukakan tiga tahapan pembelajaran sebagai berkut: (1) Mengimplementasikan (implementing): melakukan sesuatu dengan benar. yaitu: kemampuan inovasi. dicirikan oleh reliabilitas yang konstan tetapi terbatas karena kurangnya daya tanggap terhadap perubahan lingkungan. dan b) generative learning yaitu kapasitas untuk menciptakan dan berpikir proyektif. dan kemampuan belajar. menggunakan secara bersama-sama (share) dan menyimpan pengetahuan dalam perusahaan. prosedur dan sistem organisasi yang tertanam dalam cara berperilaku”. a) adaptive learning.

48 .jelas bahwa sejumlah penulis mengenali dan berupaya untuk mendefinisikan tipe perilaku pembelajaran yang berbeda pada tataran organisasi. Dengan demikian.melakukan segala sesuatu dengan lebih baik tetapi masih terkendala oleh masih kecilnya skala peningkatan di dalam batas-batas yang ada. Hal ini dikarenakan alat yang digunakan untuk mengekplorasi konstruk pembelajaran organisasi pada umumnya dilakukan untuk studi skala besar. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara-cara yang berbeda ini berhubungan dan berdampak pada kapabilitas organisasi? Dari beberapa literatur yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi. yang memuluskan jalan ke arah pembentukan teori tentang pembelajaran organisasi dengan "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". tetapi hanya sedikit yang mengoperasionalkan konstruk pembelajaran melalui aplikasi teknik kuantitatif pada usaha kecil. (3) Mengintegrasikan (integrating) dicirikan dengan “melakukan hal-hal dengan lebih baik” secara kreatif melalui pemecahan masalah secara sistematis dan holistik (menyeluruh). Hill dan McGowan (1999) telah dapat mengukur persepsi individu manajer tentang kecenderungan tenaga kerja yang tergabung dalam masing-masing cara belajar. dari kalangan modernis yang mengikuti arus ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem untuk memiliki kesadaran belajar dengan sendirinya dan dari kalangan ahli psikologi Amerika. Namun demikian. Cara-cara tersebut diturunkan dari suatu model “tahapan” dari perkembangan pembelajaran. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua arah konsep pembelajaran organisasi yakni.

Hall (1996) mengemukakan bahwa proses pembelajaran pengusaha dapat dilihat dari dua dimensi. (1996) Tugas (Task) Performance Adaptabilitas Pribadi (self) Sikap Identitas Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam jangka pendek aktifitas pengembangan difokuskan pada peningkatan performance skill. yaitu dimensi rentang waktu (jangka panjang dan jangka pendek) dan dimensi target (tugas atau orang) sebagai mana terlihat dalam tabel berikut: Tabel 5. dimana dalam proses tersebut banyak mempelajari berbagai konsep. yang meliputi proses pembelajaran. 2. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). sehingga wirausahawan yang belajar dengan sungguh-sungguh akan lebih berhasil dalam usahanya dibandingkan dengan wirausahawan yang tidak pernah belajar. Pembelajaran dan Pendidikan Wirausaha Kemampuan belajar seorang wirausahawan dalam pemecahan masalah yang tidak terstruktur dan berisiko sudah tidak diragukan lagi. kemampuan untuk mengenali mengapa suatu masalah terjadi dan kemampuan mengatasinya. sebagai contoh. Mereka belajar dari pengalaman mendirikan dan mengelola usaha. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan ataupun pembandingan (Benchmarking). Perolehan kemampuan tersebut merupakan hasil dari proses belajar.1 Empat Tipe Pembelajaran Fokus pembelajaran Rentang Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Sumber : Hall.Selain itu organisasi pada dasarnya dapat belajar dengan cara yang dijelaskan oleh proses pengorganisasian pihak lain. dan 49 .

menengah. Adapun program pembelajaran jangka panjang diorientasikan pada tingkat adaptabilitas terhadap tugas dan pembentukan identitas pribadi. Metaskill ini identik dengan double loop learning dan merupakan kemampuan yang sangat penting di masa sekarang dan yang akan datang. dan pengalaman. dan memasukkan cara-cara baru dalam menginstropeksi diri sendiri. Sedangkan yang termasuk di dalam identitas adalah keterbukaan untuk menerima masukan. 2) Latihan keterampilan teknis (technical know how) atau profesionalisme untuk bidang tertentu baik tingkat rendah. Adaptabilitas danidentitas biasa disebut sebagai metaskill. Oleh karena itu perlu diidentifikasi isu-isu kunci dalam proses pembelajaran dan pengembangan wirausaha. Adapun pengertian dari masing-masing isu tersebut adalah sebagai berikut: Sagir (1986) mengemukakan bahwa program Pendidikan dan Pelatihan pada hakikatnya merupakan jalur dan jenjang yang berkesinambungan yang menunjukkan peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi: 1) Pendidikan umum atau pendidikan dasar yang merupakan bekal agar SDM mempunyai pengetahuan dasar yang memadai dan siap untuk dilatih. 50 .memasukkan komponen sosialisasi serta sikap yang membentuk identitas perusahaan ke dalam program pengembangan. pembimbingan (mentoring). atau tinggi. Termasuk di dalam adaptabilitas adalah belajar bersikap terbuka terhadap perubahanserta melakukan beberapa perubahan. Dalam penelitian ini isu-isu kunci yang akan diangkat adalah isu yang berkenaan dengan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan. karena keduanya memberi kemampuan untuk belajar bagaimana agar bisa belajar.

Jadi. Dari pendapat Sagir di atastampak pelatihan sesungguhnya adalah bahwa fungsi pendidikan dan untuk meningkatkan dan upaya mengembangkan kemampuan karyawan (teknismaupun manajerial). bukan hanya memiliki kemampuan teknis. mengembangkan diri untuk menjadi unsur pimpinan dalam bidangnya yang mampu dikembangkan. Latihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya guna meningkatkan keterampilan. kecakapan. 2) Latihan ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Choueke dan Amstrong (1998) mengusulkan materi pendidikan atau pelatihan wirausaha dalam membangun kompetensi wirausaha sebagai berikut: 51 . Ranupandojo dan Husnan (2002) juga mengemukakan bahwa : 1) Pendidikan ialah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan. Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan bahwa istilah pendidikan dan pelatihan (Education and training) sering dipertukarkan dengan istilah pengembangan (development) seperti yang dipakai oleh Flippo. Dalam prakteknya kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama.Jenjang latihan untuk pengembangan diri. tetapi juga memiliki kemampuan manajerial. program Diklat berhubungan dengan peningkatan kinerja. terutama aspek profesionalisme kerja. mempersiapkan SDM agar lebih kreatif. dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuannya.

Hal ini didukung oleh hasil penelitian Armstrong (dalam. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikemukakan bahwa 'critical incident' sangat penting diterapkan untuk memahami proses pembelajaran wirausaha. Mentoring atau bimbingan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausahawan guna membantu 52 . ‘Critical incident’ yang dialami dapat menghasilkan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi serta mendasar. 1998) yang menunjukkan bahwa "pengalaman" merupakan sumber utama dari pembelajaran. Program mentoring menekankan pada upaya untuk membantu wirausahawan dalam menafsirkan'critical incident' sebagai pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran.Tabel 5.2. Cope and Watts (2000) melakukan penelitian tentang proses pembelajaran dari wirausahawan dalam hubungannya dengan proses personal dan siklus pengembangan usahanya. sehingga sangat diperlukan bimbingan terhadap pengalaman tersebut. Choueke and Armstrong. Materi Pendidikan atau Pelatihan Wirausaha Sumber : Choueke dan Amstrong (1998). Mereka menemukan konsep 'critical incident' yang menunjukkan bahwa wirausahawan sering menghadapi masa atau episode kritis yang traumatik dan berkepanjangan dan menggambarkan kejadian-kejadian bermuatan emosional.

karena pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada wirausahawan untuk memanfaatkan on-the job experience dan memberikan meta skill untuk learning how to learn. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman sangat bermanfaat digunakan untuk pengembangan seorang wirausahawan. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman ini memberikan kemampuan bagi individu dan organisasi untuk melakukan selfrenewal dengan melakukan pendekatan yang proaktif.menafsirkan kejadian-kejadian yang dialami selama proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha. 6. self-development pada pembelajaran karir jangka panjang. EVALUASI 1) Jelaskan makna pembelanjaran bagi seorang wirausaha? 2) Uraikan perbedaan antara pembelanjaran kognitif. Hal ini biasa disebut dengan pembelajaran dari pengalaman (learning from experience). Robinson dan Sexton (1994) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang terintegrasi dengan pekerjaan. dalam praktek usaha yang sesungguhnya. perilaku dan pembelajaran pengalaman wirausaha? 3) Jelaskan empat tipe dalam pembelajaran wirausaha? 4) Berikan contoh pendidikan kewirausahaan yang ada di Indonesia? 53 .

Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha c. daya inovasi dan kompentesi wirausaha serta penerapanya dalam kehidupan nyata. 2. Daya Inovasi & Kompentesi Wirausaha 4. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu membangkitkan semangat/motivasi. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kompentesi wirausaha 3. RANGKUMAN Para wirausahawan efektif harus punya keinginan untuk memimpin. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian motivasi. Motivasi wirausaha membutuhkan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Seorang wirausahawan yang mempunyai motivasi yang kuat juga menunjukan keteguhan yang kuat. Seseorang dengan motivasi kepemimpinan yang tinggi banyak berpikir mengenai cara mempengaruhi orang banyak. Daya inovasi merupakan salah satu ciri khas utama dari seorang wirausahawan.1. Mahasiswa dapat menggali daya inovasi seorang wirausaha d. memenangkan suatu perdebatan atau meraih posisi dengan kewenangan yang lebih besar. KATA KUNCI: Motivasi. TUJUAN KHUSUS a. Hal ini seringkali disamakan dengankebutuhan akan kekuasaan. karena dengan inovasi seorang wirausahawan akan mampu 54 . Keteguhan atau biasa disebut tekad adalah suatu motif yang melibatkan suatu ketahanan untuk terus fokus pada sasaran ketika sedang dihadang berbagai rintangan. b.

dan kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan hasil kerja yang lebih efektif. keterampilan. 5. dalam arti seorang wirausahawan harus mampu mengelola kemampuan dirinya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha. Pendahuluan Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. seorang wirausahawan harus bekerja keras. Secara umum kompetensi wirausahawan sama dengan kompetensi manajer ditambah kemampuan membaca peluang dan manajemen diri. seorang wirausahawan harus memiliki manajemen diri yang baik. Keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. URAIAN PEMBELAJARAN A. Kompetensi adalah suatu kemampuan lebih dari seorang individu jika dibandingkan dengan individu yang lain. 55 . sedangkan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. selain itu kompetensi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan.meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menciptakan produkproduk baru yang inovatif maupun mengembangkan cara-cara pemasaran yang inovatif sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk maupun cara pemasaran dari pesaing. Hal ini dikarenakan seorang wirausahawan selain sebagai pemilik usaha (manajer) juga sebagai pelaksana usaha sehingga sangat dibutuhkan kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi.

Dengan demikian motivasi terjadi melalui suatu proses yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. sarana utama yang digunakan seorang 56 . (2003) mengemukakan bahwa keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. seorang wirausahawan harus bekerja keras. dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. Motif sebagai sesuatu yang ada dalam diri manusia yang membangkitkan. mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapainya tujuan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. dan kompentesi wirausaha B. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitandalam menjalankan peran wirausaha. mengaktifkan. Motivasi Usaha Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan. memindahkan. artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain. kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha. Pokok bahasan ini akan diuraikan pengertianmotivasi. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Shane et al. memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan. daya inovasi seorang wirausaha. Kekuasan bisa dipandang sebagai mata uang seorang wirausahawan. dayainovasi dan kompentensi wirausaha. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya.Daya inovasi dan kompentensi yang dimiliki seorang wirausaha merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaran usaha.

Para wirausahawan harus dan tak boleh letih. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. (2000) mengemukakan bahwa keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan. 4) inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. Collins et al. (2000) menjelaskan bagaimana motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain. mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya. 5) mengamati kejadian dengancepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha 57 . Selanjutnya Collins et al. 2) pertumbuhan. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti. sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran. 3) penekanan biaya. Tentu saja. dan 6) kualitas dari barang yang diproduksinya. sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai. hal itu adalah : 1) memuaskan pelanggan.wirausahawan untuk membereskan banyak hal dalam suatu wadah usahanya. Oleh karena itu. ketegaran mesti dilakukan dengan berlandaskan pada sikap rasional. hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi. dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usahanya. atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya.

Kondisi lingkungan seperti sistem hukum. dan Jero W. L. pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha. 1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive. Kemampuan kognitif memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil. 1983 (dalam Rambat. atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy). keinginan untuk mengumpulkan kekayaan.dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan. keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan. Motivasi membantu seorang wirausahawanmemperoleh pengetahuan. Motivasi awal untuk menjalankanaktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut : 58 . Studi yang dilakukan oleh Knight. tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda. keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan. tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan. Pattigrew (1996)dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. industri.

2) The corporate refuge. pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaannya merasa bahwa kepuasan kerjanya akan meningkat dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada. akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. 4) The feminist refuge. menjadi terpacu untuk berwirausaha. 59 . Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak mereka biasanya kemudian akan berusaha untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya. Anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan usaha yang tidak terkait dengan lingkungan yang ada. Para wanita yang merasa telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan. caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri. lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat.1) The foreign refuge. 3) The parental (paternal) refuge. 6) The society refuge. Para ibu rumah tangga yang pada awalnya sibuk mengurus anak dan rumah tangganya akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi. dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha. 5) The housewife refuge. 7) The educational refuge.

Kedua kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain 60 . Konteks pekerjaan mencakup lingkungan hati. Model tersebut.1. Gambar 6.Mitchell (1999). Model Motivasi Prestasi Kerja Sumber : Kreitner and Kinicki. pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan. cukupnya supervisor pengawasan dan pembimbing. dan budaya organsiasi. Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. seperti diperlihatkan pada Gambar berikut. mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja. mengintegrasikan berbagai elemen yang pada intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari motivasi. Organizational Behavior. seorang peneliti Perilaku Organsiasi yang terkenal. tugas yang diselesaikan oleh seseorang. 2000 Pada gambar di atas.

secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan pengetahuan (keterampilan) individu. Lebih lanjut gambar tersebut memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi penghargaan yang setimpal. atau strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau tugas. Perilaku. Sebaliknya perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer memberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif. yaitu meminta. prestasi dipengaruhi oleh motivasi perilaku. Perilaku mencerminkan sesuatu yang dapat kita lihat atau dengar. mengarahkan. Dengan demikian. Selanjutnya. motivasi. Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model peran karyawan yang berhasil. jumlah usaha yang dikeluarkan.sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi. terdapat empat kesimpulan penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama. Motivasi melibatkan suatu proses psikologis untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk berperilaku dengan cara tertentu. 61 . dan menetapkan. Hasil dari motivasi secara umum dinilai dengan perilaku yang ditunjukkan. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi yang berkaitan dengan perilaku langsung. dan suatu kombinasi dari faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan. Sebagai contoh. akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak.motivasi berbeda dengan perilaku. dan membantu mereka mempertahankan self-afficay dan self-esteem yang tinggi.

C. Menurut Schumpeter hanya orang-orang yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan dan mereka mampu melakukan perubahan-perubahan yang luar biasa. Dalam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar dalam perekonomian daripada daya beli. sehingga memberinya nilai ekonomi. perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi. 62 . Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Sebagai contoh. dan perilaku motivasi yang sesuai. Ketiga. karena tidak ada sesuatupun yang menjadi sumberdaya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam. dan motivasi. tetapi daya beli adalah hasil ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi. motivasi. (1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah seorang yang inovatif. faktor konteks pekerjaan. Perilaku dipengaruhi oleh input dari individu. Prestasi juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh organisasi dan dinilai oleh manajer. proses atau produk. serta kualitas catatan kuliah. Daya Inovasi Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. Mereka membuat perubahan melalui introduksi teknologi. jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu. faktor konteks pekerjaan. Inovasi menciptakan sumberdaya. motivasi diperlukan tetapi bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja. kemampuan dan tujuan pribadi. Keempat. Hirsch dan Peters. Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh suatu kombinasi input individu.Kedua. perilaku berbeda dengan prestasi.

Dalam prosesnya. Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi sumber inovasi (Howel dan Higgins. dimana dengan perubahan tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. dan sintesis. Ia juga menjelaskan bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan jaman. pengembangan (extention). 1990) : 63 . Inovasi merupakan sarana seorang wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat perubahan-perubahan. ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru.Dengan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang mampu mengembangkan teknologi baru. Ia harus terarah secara spesifik. Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah dikenal secara luas. Pengertian seperti ini akan lebih relevan untuk menggambarkan perusahaan besar. Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya tetapi tetap sebagai self employed. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai penyebab utama dari pembangunan ekonomi. Kuratko dan Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan. penggandaan (duplication). Dalam hal ini seorang wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahanperubahan besar. penemuan (invention). yaitu . Di dalam tulisannya The Theory of Economc Development. jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan.

menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk berhasil. sikap atau nilai maupun pendirian. daya tahan stres. Perubahan pada industri dan pasar. b. c. Kejadian yang tidak terduga. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan. Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: a. e. Misalkan berkaitan dengan kepercayaan diri. Konsep pengetahuan dasar (belajar). Ketidakharmonisan.a. D. b. Sifat dasar (bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam berperilaku atau cara merespon. 64 . f. bakat atau sifat. konsep diri. pengendalian diri. atau keterampilan kognitif dalam perilaku. Kompetensi Wirausaha Hooghiemstra (1992) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik dasar individu yang berhubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif dan superior dalam pekerjaannya. g. pengetahuan diri. Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang tidak efektif. d. Perubahan demografi. Kompetensi dapat berupa motif. atau ketahanan. Perubahan persepsi. Kompetensi akan membedakan orang yang berprestasi baik dengan yang biasa-biasa saja. Proses sesuai kebutuhan.

Self concept. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur. Merubah motif dan sifat mungkin dapat dilakukan tetapi harus melalui proses yang sangat panjang. Konsep diri. dalam proses rekruasi aturannya adalah merekrut berdasarkan karakteristik motivasi inti dan sifat bawaan yang selanjutnya perlu dilakukan 65 . e. sulit dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur sebab yang sederhana sebagai berikut: Gambar 6. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu Sumber : Hooghiemstra.c.2. Dari sudut pandang efisiensi. Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat (misal. (1992) Kompetensi secara umum memiliki perbedaan berdasarkan proses pengajarannya. kemampuan mendengarkan secara aktif). yang diukur dengan uji responden. apa yang mereka pikirkan atau tertarik dalam melakukan sesuatu. d. apakah teknis atau interpersonal. Trait. Kebanyakan temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan antara kinerja yang rata-rata dan superior. sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang menanyakan apa yang mereka hargai. Personal charakteristics disini terdiri dari: Motive. Knowledge dan Skills. sedangkan sikap dan nilai-nilai merupakan indikator-indikator yang lebih sulit untuk diajarkan. Pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu dari indikator kompetensi yang paling mudah diajarkan.

orientasi pekerjaan dan orientasi multimethode. Namun kebanyakan perusahaan melakukan sebaliknya. selanjutnya menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah tersebut. yakni dengan memadukan kedua metode tersebut. Jadi dapat dikemukakan bahwa kompetensi adalah kumpulan atribut-atribut spesifik yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang untuk dapat menyelesaikan 66 .pegembangan pengetahuan dan keterampilan. keterampilan dan kemampuan (KSAs) dan sifat bawaan individu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Misalkan menetapkan proses serta pekerjaan yang diperlukan. Dalam pendekatan orientasi pekerja. kompetensi didefinisikan sebagai atribut yang dimiliki oleh seseorang atau pekerja. Kenyataan menunjukkan bahwa merekrut orang yang memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan kebutuhan dan melatih mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu lebih effisien jika dibandingkan dengan merekrut orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. Sandberg (2000) mengemukakan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. Pendekatan definisi kompetensi dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu orientasi pekerja. yang ditunjukkan oleh pengetahuan. kompetensi juga disebutkan sebagai atribut kemampuan spesifik yang dibutuhkan seseorang dan dijabarkan dalam langkah-langkah pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Dalam pendekatan orientasi kerja. mereka merekrut berdasarkan gelar pendidikannya dan berasumsi bahwa kandidat tersebut memiliki atau dapat diindoktrinasi dengan motif dan sifat yang diperlukan. Pendekatan multimethode lebih bersifat komprehensif karena berusaha menghindari kritikan yang muncul dari dua pendekatan lain.

Mereka yang dapat menyelesaikan tugas lebih baik daripada yang lain berarti orang tersebut lebih kompeten daripada lainnya. dan pengambilan pengembangan keputusan. Relationship competencies (Kemampuan hubungan) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan interaksi orang per orang atau individu dengan kelompok. keterampilan. administrasi. pengenalan peluang sedangkan human relation dan administrasi dapat digabungkan dalam kepemimpinan. (2001) mengemukakan bahwa kompetensi wirausaha hampir sama dengan kompetensi seorang manajer tetapi ditambahkan 2 keterampilan yaitu peluang dan manajemen diri. keterampilan berkomunikasi dan hubungan antar pribadi 3. penggunaan hubungan dan koneksi. (2000) mengemukakan bahwa secara umum terdapat enam area kompetensi wirausaha yang dapat dikenali yakni: 1. serta daya inovasi yang tinggi. kemampuan kognitif. self management. 67 . Baum et al. kemampuan bernegosiasi. pemahaman dan penyerapan informasi yang kompleks. Opportunity competencies (Kemampuan peluang) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan mengenali dan mengembangkan peluang pasar melalui berbagai cara. sementara kemampuan peluang dapat dimasukkan dalam keterampilan memanfaatkan peluang (opportunity skills). misalkan keterampilan dalam mengambil keputusan. manusia.tugas. Conceptual competencies (Kemampuan konseptual) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan konseptual yang mana dicerminkan di dalam perilaku usahawan. Man et al. 2. peluang. misalnya dalam konteks kerjasama dan kepercayaan. Menurut Baum paling tidak terdapat beberapa kompetensi wirausaha yang sangat diperlukan yaitu pengetahuan. sumberdaya kepemimpinan.

68 . Pendekatan ini semata-mata berasumsi bahwa kemampuan belum tentu membuat seorang wirausahawan berkompeten. Penekanan proses atau pendekatan perilaku mempelajari sifat wirausaha dengan dimensi proses dari kondisi daya saing.4. proses (perilaku atau tugas yang mendorong ke arah kemampuan). evaluasi dan penerapan strategi perusahaan 6. Strategic competencies (Kemampuan stratejik) yaitu kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penetapan. 1995). 5. keuangan. Organizing competencies (Kemampuan pengorganisasian) yaitu kompensasi yang berhubungan dengan pengorganisasian sumberdaya internal dan eksternal seperti SDM. Kompetensi wirausaha sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam berupaya pengembangan usahanya.. (1999) mengemukakan bahwa kompetensi juga dapat di ukur berdasarkan seberapa besar individu tersebut mampu dalam pencapaian tujuan. memimpin pekerja. melainkan kemampuan hanya dapat dipertunjukkan oleh tindakan dan perilaku orang tersebut (Gartner dan Starr. Boyatzis (1982) mengemukakan bahwa kemampuan wirausaha berhubungan erat dengan managerial competencies. Lebih lanjut Man et al. atau hasil (menuju keberhasilan standar kemampuan atau wewenang dalam area fungsional). Pendekatan kompetensi menjadi suatu alat yang populer untuk mempelajari krakteristik wirausahawan. Commitment competencies (Kemampuan komitmen) yaitu kompetensi atau kemampuan yang menggerakkan seorang wirausahawan untuk menjadikan usahanya lebih berkembang. pelatihan dan pengendalian. Kemampuan dapat dipelajari dari masukannya (kemampuan terdahulu). teknologi termasuk di dalamnya membangun tim kerja.

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian motivasi. daya inovasi dan kompentensi wirausaha? 2) Jelaskan beberapa factor motivasi dalam wirausaha dan model motivasi untuk mencapai kinerja yang tinggi? 3) Uraikan beberapa kiat yang dapat menumbuhkan daya inovasi wirausaha? 4) Jelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu? 5) Uraikan atas enam demensi kompentesi yang harus dikenali oleh setiap wirausaha? 69 .6.

1. Namun karena kurangnya informasi. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi. namum tidak sesulit yang dibayakan banyak orang. dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Sebagian orang beranggapan bahwa 70 . Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. RANGKUMAN Menjadi wirausaha yang handal tidaklah muda. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menilai peluang usaha/bisnis serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. TUJUAN KHUSUS a. 2. 5. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun kelayakan usaha 3. KATA KUNCI: Menilai Peluang. Kelayakan Usaha 4. bidang dan macam peluang usaha c. URAIAN PEMBELAJARAN A.Pendahuluan Dewasa ini. Kemampuan seseorang untuk menilai peluang dan memanfaatkan peluang tersebut merupakan modal dasar untuk melaksanakan aktivitas wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha b. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan.

Pokok bahasan ini di uraikan tentang pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha. seorang wirausahawan adalah seorang yang mengambil keuntungan dari peluang dagang.kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pengetahuan ataupun informasi dari mereka yang melakukan transaksi. Dengan mengetahui peluang dagang. 71 . Berdasarkan pendapat Kirzner tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa peranan informasi di pasar merupakan faktor yang sangat penting dalam wirausaha. seorang wirausahawan akan dapat memetik keuntungan dengan bertindak sebagai pemula yang memfasilitasi perdagangan. Pengertian Dan Lingkup Peluang Usaha Kirzner (1999) menyatakan bahwa wirausahawan adalah sebagai orang yang 'waspada' pada peluang yang menguntungkan dalam mekanisme pasar. Semakin sering seseorang berusaha berwiraswasta maka intuisi dalam membaca peluang semakin tajam. bidang dan macam peluang usaha. identifikasi. penemu yang kreatif. Oleh karena itu kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. Dengan demikian. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. serta menyusun kelayakan usaha B. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri manusia. Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber-sumber daya yang ada. seseorang yang melakukan transaksi pada peluang yang muncul dari suatu teknologi baru.

dan berasal dari cara mengorganisasi. atau hubungan antara means dan ends. Berdasarkan asal perubahannya. Waktu siklus peluang usaha tersebut tergantung pada pembatasan mekanisme peniruan. peluang yang berasal dari gap antara 72 . Peluang usaha mempunyai siklus karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. Dalam lingkungan kondisi yang tidak seimbang sering muncul peluang baru yang menenggelamkan peluang yang lama. bahan baku. di antaranya yaitu: 1. berasal dari metode produksi baru. pelanggan (ends). Peluang usaha yang telah dieksploitasi secara maksimal juga akan menenggelamkan peluang tersebut. Eckhardt dan Shane (2002) juga mengidentifikasi tipe-tipe peluang. Dalam hal ini keputusan wirausaha meliputi kreasi atau identifikasi daripada means dan ends baru yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pelaku pasar. Pengertian Peluang Usaha Eckhardt dan Shane (2002) mendefinisikan peluang sebagai situasi dimana barang. 2. seperti perubahan yang berasal dari kreasi produk atau jasa baru. jasa. Berdasarkan sumber peluang seperti: peluang yang berasal dari informasi yang asimetrik. berasal dari penemuan bahan baku baru. perubahan yang berasal dari penemuan daerah pasar baru. Dalam proses eksploitasi peluang. serta mekanisme penyebaran informasi.1. seseorang mencari sumberdaya dan melibatkannya dalam aktivitas yang dapat memberikan informasi guna meningkatkan kepedulian bersama di antara pelaku pasar tentangkarakteristik informasi peluang yang dapat mendorong ataupun menekan seseorang dalam menindaklanjuti peluang usaha yang ada. pasar dan metode organisasi baru dapat diperkenalkan melalui pembentukan cara (means) baru.

Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. dan peluang yang berasal dari identifikasi katalisator perubahan yang menghasilkan peluang usaha. Faktor keberadaan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan. Lingkup Peluang Usaha Kendatipun peluang usaha bersifat luas namun dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 73 .pasokan dan permintaan. Faktor kebutuhan masyarakat b. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. Suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri maka perlu menyadari adanya suatu peluang usaha yang dapat ditinjau dari berbagai aspek yang terdiri dari : H H H H H Pasar Persaingan Keinginan konsumen/pelanggan Kekuatan-kekuatan kita Kelemahan-kelemahan kita Dengan adanya peluang usaha mencakup aspek-aspek yang sangat luas dan bersifat selalu terbuka karena itu tidak ada alasan tertutupnya kesempatan berusaha asal saja mampu mencermati perubahan-perubahan atau pergeseran peradaban yang terjadi pada masyarakat. 2. Faktor dinamika perkembangan masyarakat c. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) faktor utama yang merupakan variabel dasar dalam upaya identifikasi peluang usaha yaitu: a. peluang yang berasal dari perbedaan tingkat produktivitas.

Dalam kaitan itu karena peluang usaha berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dalam pembagian sebagai berikut : dapat dikelompokan ke 1. 3. Peluang usaha akan terbuka dan menjadi peluang usaha baru khususnya dilakukan pada daerah-daerah baru. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan primer 2. dimana peluang usaha ini sebelumnya belum ada tetapi kemudian diciptakan. Oleh karena itu perlu dibedakan konseptualisasi wirausaha sebagai berikut: (1) Antara konsep di wirausaha dalam (entrepreneurial) pengertian dan manajerial dan (managerial) pengorganisasian pengkoordinasian 74 . pemilik usaha mandiri (selfemployed) dan pelaku usaha (businessman). Peluang usaha baru yang disempurnakan/dikembangkan dari usaha yang sudah ada/lama. b. Dari segi lama barunya peluang usaha dapat dijumpai 3 (tiga) kemungkinan peluang usaha yang terbuka. peluang usahatimbul adanya kebutuhan manusia. kemudian mempunyai demensi kuantitatif dan kualitatif yang ditentukan oleh faktor pendidikan. Lingkup peluang usaha dengan klasifikasi di atas. Peluang usaha baru sama sekali. yaitu : 1. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan sekunder 3. pendapatan. dan status sosial masyarakat. Karena dalam bahasa sehari-hari sering terjadi kerancuan penggunaan istilah wirausahawan (entrepreneur).a. Berdasarkan lama-barunya peluang usaha. 2. Berdasarkan Hiraki Kebutuhan Manusia Seperti disajikan pada bagian awal. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan tertier.

Peluang tersebut harus dibuat bukan ditemukan begitu saja. Peluang usaha tidak akan menjadi usaha yang berhasil apabila tidak dikembangkan lebih lanjut. C. akan dihasilkan tiga tipe yang dapat membedakan dengan wirausaha. dan pengembangan peluang usaha memerlukan kerja kreatif dari seorang wirausahawan. Hal ini diilustrasikan di dalam Tabel berikut ini. Wirausahawan mengidentifikasi peluang usaha. Berdasarkan dikotomi ganda dari self-employed lawan employee dan entrepreneurial lawan managerial. Ketiga tipe ini tergolong ke dalam Schumpeterian entrepreneurs.(2) Antara pemilik usaha (business-owner) atau usaha mandiri (selfemployed). Proses identifikasi dan pengembangan peluang itu sendiri merupakan siklus yang terus berkembang.1. Tabel 7. (2000) lebih lanjut menyatakan bahwa proses identifikasi dan pengembangan peluang usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kewaspadaan yang dimiliki 75 . Ardichvili et al.Identifikasi. menciptakan dan menyajikan nilai tambah bagi stakeholders. Bidang Dan Macam Peluang Usaha Ardichvili et al. (2003) mengemukakan bahwa identifikasi dan pemilihan peluang yang tepat untuk usaha baru merupakan kemampuan yang sangat penting bagi keberhasilan wirausahawan. dan pekerja (employee). Tipologi Wirausaha Tipologi Entrepreneurial Self-employed Schumpeterian entrepreneurs Employees Intrapreneurs Executive Managerial Managerial business owners Sumber : Carree and Thurik (2002). yaitu wirausahawandan pelaku usaha manajerial yang merupakan wirausaha di dalam pengertian formal semata.

yaitu : Gambar 7. informasi dan pengetahuan yang dimiliki.1.seorang wirausahawan. Identifikasi Peluang Usaha Pendekatan Subyek Pemakai Prespektif peluang usaha yang sangat terbuka dan sangat luas. Untuk lebih memudahkan dalam memahami identifikasi peluang usaha maka dengan pendekatan subyek/pelaku bisnis di masyarakat. jaringan sosial. juga memudahkn identifikasi peluang usaha tersebut yang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sektorsektor jenis kegiatan usaha yaitu : 76 . sifat individu dan tipe-tipe peluang itu sendiri. Skema berikut ini dapat dipakai sebagai acuan. begitu banyak ragam peluang usaha.

D. sebagai imbalannya perusahaan kelebihan harg jual barang produksi di atas harga pokok produksinya merupakan keuntungan perusahaan. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa pelayanan kepada memperoleh penghasilan. Keuntungan kelebihan harga jual di atas harga beli 3. Aspek-aspek Penilaian Dalam Kelayakan Usaha : a. yang diperoleh merupakan pihak lain.1. Perusahaan Manufaktur (Pabrikasi) yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengan jadi atau barang jadi.Kelayakan Usaha Kelayakan usaha adalah sebagai suatu hasil analisis yang dilakukan secara cermat tentang dapat tidaknya (layak. Tujuan dilakukan kelayakan usaha adalah untuk menghindari ketelanjuran atau terjadinya penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak memberikan keuntungan. perusahaan Perdagangan yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya jual-beli barang dagang. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain kelayakan usaha : HIdentifikasi kesempatan usaha dan tujuan usaha HAspek-aspek kelayakan usaha HAlat dan kerangka analisis HData dan sumber data HKriteria penilaian 2. 1. meliputi: ª Permintaan ª Pemasaran ª Harga 77 . 2. Aspek Pasar. tidak layaknya) suatu usaha dilakukan yang berdaya guna dan berhasil guna dimasa yang akan datang.

Aspek Ekonomi. kerusakan lingkungan (polusi). NPV. BCR.ª Analisis aspek pasar yaitu: peramalan permintaan. meliputi: ª Jadwal pelaksanaannya ª Bentuk organisasinya ª Analisa jabatan & analisa TK e. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian peluang usaha? Berikan contoh rill dalam menilai peluang usaha! 2) Dalam menilai peluang usaha dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Aspek Finasial. dll b. Contoh : naiknya pendapatan. BEP. ARR. dan adat istiadat. meliputi: ª Skala produksi yang optimal ª Proses produksi ª Perlengkapan ª Pemilikan lokasi ª Alat analisis aspek teknis dapat dilakukan dengan analisis perbandingan biaya setiap alternatif. metode transportasi (pemilihan lokasi) dan metode skoring/pemberian bobot. dll d. Uraikan ruang lingkup dalam menilai peluang usaha? 3) Uraikan dengan jelas identifikasi menilai peluang usaha dari sudut pandang pemakai? 4) Berikan salah satu contoh dalam membuat studi kelayakan dalam menilai peluang usaha? 78 . Budaya dan Sosial Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh proyek tersebut. IRR. SWOT. Aspek Manajemen. Aspek Teknik. terdiri dari: ª ROI ª Alat analisis yang digunakan dalam aspek finansial adalah kriteria investasi seperti : PP. c. Market Share. 6. Amndal.

Ringkasan Hasil Survei Tahun 2007 Survei yang dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Kendari dengan tujuan untuk mengetahui potensi budidaya ternak yang digunakan dalam mengembangkan hasil produksi telur. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menyusun kasus studi kelayakan usaha. Rewiew Artikel & Jurnal 4.1. KATA KUNCI: Contoh Kasus. TUJUAN KHUSUS a. MATERI PEMBELAJARAN Contoh Kasus: STUDI KELAYAKAN USAHA POTENSI BUDIDAYA TERNAK ITIK DI KECAMATAN KONDA A. Mahasiswa diharapkan dapat mereview jurnal nasional dan internasional 3. mereview artikel dan jurnal. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun studi kelakan usaha b. itik albio dan itik lokal. itik khaki. Mahasiswa diharapkan dapat mereview artikel nasional dan internasional c. 2. Hasil survei menunjukkan bahwa potensi ternak itik yang dikembangkan peternak di Kecamatan Konda relatif kecil karena pengelolaannya masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil dimana populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden adalah 285 ekor yang terdiri dari itik bali. Hasil produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh peternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 43 butir telur per tahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150–250 butir telur per tahun sehingga pendapatan yang diperoleh per bulan 79 .

B. Populasi ternak itik pada awal tahun 91 ekor terdiri dari 20 ekor itik jantan atau (22%) dan 71 ekor betina (78%).813 1. tipe petelur dan tipe dwiguna.353 47 42 42 43 42 43 Sumber : Hasil Survei Tahun 2007 Pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ternak yang diusahakan oleh petani pada akhir tahun 2007 mengalami peningkatan dibanding populasi pada awal tahun 2007.790 2.071 2. Sistim usahatani ternak dengan mengoptimalkan teknik budidaya ternak itik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak tetapi apabila dikelola secara tradisional dan dalam skala usaha kecil maka pengelolaan usaha kurang efisien. Populasi. Dengan demikian masalah yang dihadapi adalah : ”Bagaimana potensi dan teknik budidaya yang digunakan oleh peternak itik serta kendala-kendala apa yang dihadapi”. Produksi dan Produktivitas Ternak itik yang dikembangkan di Kecamatan Konda adalah itik tipe pedaging.rata-rata sebesar Rp 156. Sedangkan pada akhir tahun populasi ternak meningkat menjadi 285 ekor (214%) terdiri dari 43 ekor jantan (15%) dan 242 ekor betina (85%).006 10. Oleh karena itu strategi dan program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik tentang ternak itik dan bantuan modal.-.500. Kondisi populasi produksi dan produktivitas ternak tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7.673 1. Secara rata-rata rasio 80 .2. Produksi dan Produktivitas Ternak di Kecamatan Konda Kelurahan/ Desa Konda Masagena Pouso Jaya Moreme Cialam Jaya Jumlah Awal Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) adalah pelatihan Akhir Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) Produksi Telur (butir) Produktivitas (butir) 4 4 2 4 3 20 14 17 14 13 13 71 18 21 19 17 16 91 6 10 9 11 7 43 44 66 69 39 24 242 50 76 78 50 31 285 2. Faktor penyebabnya adalah penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim dan kekurangan modal.

ampas kelapa. Artinya pada siang hari itik dilepas untuk mengembala mencari makanan.5 – 3. itik Khaki.Teknologi Budidaya Itik Produksi telur maupun daging yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kualitas induk dan bibit ternak yang diusahakan. 81 . 40% dedak halus dan 20% kosentrat. 10% dari bantuan pemerintah dan 70% di beli. Jumlah produksi yang dihasilkan lebih rendah dibanding hasil produksi ternak itik yang dibudidayakan yaitu produksi daging 146 ekor dan telur 10. Faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak itik yang dihasilkan oleh peternak di Kecamatan Konda adalah penguasaan teknologi budidaya ternak masih minim terutama cara memilih induk. umbi cincang. pemberantasan hama dan penyakit serta kekurangan modal kerja untuk membiyayi kegiatan usahanya.ternak itik jantan dan betina 1 : 6 dan jangka waktu bertelur rata-rata diantara 2. Dan pada malam hari dimasukan ke dalam kadang untuk menghindari dan melindungi ternak dari gangguan binatang. Pemberian pakan yang dilakukan peternak belum optimal yaitu 2x sehari dengan komposisi tidak teratur. pemeliharaan. Sistim pemeliharaan ternak yang dilakukan di Kecamatan Konda adalah sistem gembala dan perkandangan.5 bulan dalam setahun. itik Alabio dan binit itik lokal. nasi dan jagung sedangkan kosentrat tidak diberikan akibatnya produksi telur belum optimal. Induk/bibit ternak yang dikembangkan adalah 285 ekor terdiri dari itik Bali. Menurut petunjuk komposisi pakan ternak 40% jagung. Jenis pakan yang diberikan adalah dedak padi. pemberian pakan. Kemudian pakan merupakan kebutuhan penting yang menentukan hasil produksi. Produktivitas ternak itik dikelola dengan teknik budidaya itik Bali 150 butir dan itik Khaki 250 butir pertahun. Dari 20 responden menunjukkan 20% memperoleh induk/bibit dengan cara tetas telur.353 butir dan produktivitas telur rata-rata perekor 43 butir dalam setahun. C.

pemangsa.5 bulan 45%. D. Dari 20 responden yang diteliti 90% menyatakan bahwa kekurangan modal dan 10% modalnya cukup. Kelemahan sistim gembala adalah produksi telur rendah dibanding sistim lanting dan sistim terkurung.Modal Usaha Modal yang digunakan oleh peternak dalam mengembangkan usahanya adalah modal sendiri.353 butir. tempat ternak beristrahat/tidur.5 bulan 15% sedangkan menurut teknik budidaya lama bertelur berkisar antara 3. tempat berkembang biak dan memudahkan kontrol. Dari 20 orang responden 90% diantaranya tidak melakukan dan 10% melakukan pengendalian penyakit. 82 . Jenis penyakit yang menyerang ternak adalah penyakit lumpuh. 3. Hasil Panen Produsi telur itik yang dipanen di Kecamatan Konda tahun 2004 sebanyak 10. Cara pengobatan yang dilakukan adalah 20% menggunakan minyak gosok pada kaki dan 80% menyatakan tidak tahu. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peternak itik di Kecamatan Konda adalah penyakit itik. Cara memanen setiap pagi para peternak mengambil telur itik dikandang dan di bawah kolom rumah atau di halaman dengan mengunakan keranjang atau sejenisnya untuk menyimpan telur itik.5 bulan sampai 4 bulan. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak di Kecamatan Konda. Hal ini menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak belum optimal. Oleh karena itu bantuan modal berupa kredit lunak dengan tingkat bunga rendah diharapkan para peternak itik di Kececamatan Konda. E. pencuri.0 bulan 40% dan 3. Dari 20 responden yang diteliti menyatakan bahwa lama bertelur dalam 1 (satu) tahun bervariasi yaitu 2.

2. Pemasaran Hasil Produksi Pemasaran hasil produksi ternak itik baik telur maupun daging di Kecamatan Konda melalui 2 jalur seperti gambar berikut : Gambar 7. 2. pengendalian hama dan penyakit. pemberian pakan. Harga yang telur berkisar antara Rp 750-Rp 950 per butir sedangkan daging berkisar Rp 15. Kendala-Kendala dan Penyelesaiannya Kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak itik dalam mengembangkan usahanya adalah kekurangan modal kerja. Jalur kedua adalah peternak menjual telur dan daging kepada pedagang pengecer dan pedangan pengecer menjual kepada konsumen.000 – Rp 25. penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim yaitu mulai dari pemilihan induk/bibit. pemeliharaan dan perkandangan. Jalur pertama adalah peternak menjual telur dan daging itik langsung kepada konsumen. 83 . Harga telur berkisar antara Rp 500-Rp 750 per biji sedangkan daging berkisar antara Rp10. PETERNAK (1) KONSUMEN (2) PENGECER Keterangan : 1. pemanenan. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik.000 per ekor.000-Rp 20.F. Dengan demikian pelatihan teknik budidaya ternak itik menjadi prioritas utama disamping pemberdayaan PPL dan bantuan modal kerja berupa kredit lunak dengan tingkat bunga yang rendah.000 per ekor. G. harga berfluktuasi.

….500 : 24 = Rp 156.296.000 + Rp 7. Analisa Usaha Ternak Itik Tabel 7.15 x 300…Rp 1. Populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden yang diteliti adalah 285 ekor terdiri dari jantan 43 ekor dan betina 242 ekor.H. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh ternak itik di itik Kecamatan Konda belum optimal yaitu 10.000 • Biaya pakan 40 x 720 x 0.000 • Penyusutan Kandang ……………. Alabio dan itik lokal.. Kesimpulan Dari Kasus 1.000 + Jumlah Pengeluran ……………………………………… Pendapatan ………………………………………………. Rp 1. Jenis itik tersebutadalah itik Bali. Sumber : Hasil Proyeksi (Rp3.051.296.000 • Biaya Pemeliharaan ………………. Usahatani ternak itik di Kecamatan Konda masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil.353 butir telur pertahun dengan produktivitas rata-rata 43 butir per ekor pertahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150 – 250 butir pertahun per ekor.. 2.500 Rp 6.. Analisis Usaha Ternak Itik PEMASUKAN : • Penjulan telur selama 2 tahun (2 x 35 x 26 x 3.5 x 950) ……………………………… • Penjulan itik 50 x Rp 20..000. menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak itik setip bulan rata-rata Rp 3. I.000..000 …. 84 .Rp 200.Rp 800.051.000) Rp 3.500.3.755.500 Jumlah Dari tabel tersebut di atas..000 ………………………… Jumlah Hasil Penjulan …………………………………… PENGELURAN : • Pembelian itik induk 40 x 20.755.500 Rp 1. itik Khaki.

3. Faktor yang menyebabkan produktivitas kekurangan modal,

ternak itik

rendah

adalah

penguasaan teknik budidaya ternak itik minim

terutama pemilihan induk/bibit, pemberian pakan, pemeliharan dan perkandangan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pemanenan. J. Rekomendasi Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik, diperlukan wirausahawan dan kepemimpinan dimasa datang, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan program sebagai berikut : 1. Pelatihan tentang teknik budidaya ternak itik dan kewirausahaan. 2. PPL peternakan diberdayakan.

85

Contoh Review Artikel : MANAJER-MANAJER INTEGRASI : PEMIMPIN KHUSUS PADA WAKTU-WAKTU KHUSUS
By.Ronald N. Ashkenas dan Suzanne C. Francis, Des 2006

A.Abstract Tidaklah mudah untuk melintasi wilayah berbatu yang harus diseberangi dua organisasi yang harus bersatu. Inilah mengapa perusahaan-perusahaan yang cerdik akan menunjuk seorang manajer yang baru dan berjenis unik. B. Pendahuluan ⌦ Pertimbangan Irony : Kurang dari separuh keseluruhan Merjer dan Akuisisi (M&A) telah mencapai tujuan-tujuan strategik dan finansial yang diinginkan, namun perusahaan mengeluarkan lebih banyak untuk M&A selama tahun lalu dari yang sebelumnya. Menurut para bankir investasi J.P. Morgan, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengeluarkan 3,3 trilyun dolar untuk M&A di tahun 1999, tepatnya 32% lebih banyak dibanding tahun 1998. Pada dasarnya, bahwa rata-rata perusahaan yang gagal mendapatkan nilai yang mereka harapkan dari investasi yang bernilai 1,6 trilyun dolar. Tentu saja merupakan suatu irony yang mahal. ⌦ Lebih ironis lagi : meskipun integrasi diantara perusahaan yang dibeli dengan organisasi induk adalah suatu proses yang sulit dan rumit, secara tradisional tidak pernah ada seorang pun yang bertanggungjawab untuk proses tersebut. ⌦ Untuk mengatasi kesenjangan dalam akuntabilitas tersebut, beberapa perusahaan yang telah memahami dapat menunjuk seorang pemandu yaitu manajer integrasi untuk membimbing semua orang melintasi wilayah berbatu dan seringkali tidak terpetakan yang harus diseberangi kedua organisasi tersebut sebelum mereka dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. ⌦ Ditemukan bahwa manajer-manajer integrasi membantu proses M&A dalam empat cara pokok : á Melakukkan upaya percepatan, á Membuat sebuah struktur, á Membentuk hubungan-hubungan sosial diantara kedua organisasi, á Membantu merancang kesuksesan-kesuksesan jangka-pendek yang memproduksi hasil-hasil bisnis. ⌦ Untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja, kami akan menyampaikan kira-kira lima cara akuisisi dan peranan yang dimainkan manajer-manajer integrasi dalam masing-masing akuisisi. Selanjutnya kami akan melihat siapa yang tepat seharusnya melakukan pekerjaan tersebut :
86

C.Suatu Pekerjaan Yang Menunggu Untuk Dijelaskan F Sebagaimana kepala J&J‟s Quality Institute & veteran 18 tahun dari perusahaan itu, Quinn memiliki pemahaman kuat atas proses-proses bisnis J&J‟s dan bagaimana meningkat kan proses-proses tersebut. Tetapi apa yang diperlukan dalam kasus yang sekarang? Siapa yang akan membelinya ? Apa arti sebenarnya dari integrasi dalam kasus ini? Bagaimana Quinn dapat masuk ke dalamnya ? F Dalam banyak hal, peranan dari manajer integrasi adalah lebih mirip dengan pekerjaan kewirausahaan di suatu perusahaan pemula dibanding suatu posisi dalam suatu organi sasi yang sudah mapan. Seperti perusahaan pemula, suatu akuisisi dimulai dengan suatu strategi dan rencana finansial yang mengandung gagasan cemerlang atas bagaimana jadinya suatu organisasi baru di masa mendatang. F Ketika integrasi berlangsung, pemikiran awal dari Quinn ini pun terkonfirmasikan. Tetapi timbul dua peranan lain yang tidak diantisipasikannya. Kejutan pertama adalah bahwa Quinn ternyata menjadi pemicu emosi bagi banyak orang. F Kejutan kedua bahwa mendapat akses kepada ketua operasi grup J&J‟s merupakan jalan dua arah. F Semua manajer integrasi yang kami wawancarai mendapat pengalamanpengalaman yang mirip dengan Bill Quinn yaitu mereka memulai penugasan-penugasan mereka dengan suatu deskripsi pekerjaan yang kasar dan tidak jelas, yang mereka isi sendiri dengan berlalunya waktu. D.Hidup di Jalur Cepat Ada dua periode kritis dalam masa berlangsungnya dari sebagian besar akuisisi yaitu : Î Pertama adalah waktu diantara pengumuman transaksi dan penutupannya. Î Kedua adalah 100 hari pertama setelah penutupan. Salah satu peranan terpenting manajer integrasi adalah menggerakkan orang secepat mungkin melalui dua batas waktu ini. E. Membuat Kekacauan Menjadi Teratur Î Menempatkan bersama dua perusahaan membutuhkan pemutusan dan penyambungan hubungan untuk ratusan proses dan prosedur secepat mungkin. Î Jadi salah satu cara paling efektif dimana seorang manajer integrasi menuntun proses adalah dengan menciptakan struktur di dalam mana tim itu dapat beroperasi secara efektif.

87

Mendapatkan Hasil-Hasil Awal Î Mempercepat berbagai hal. Î Namun hubungan-hubungan tersebut adalah esensial untuk membawa bersama dua bisnis sangat berbeda yang keberhasilannya tergantung pada fungsi-fungsi mereka yang terjalin erat selagi mempertahankan budayabudaya unik di lokasi-lokasi yang terpisah. Karena tugas bagi manajer integrasi adalah mengarahkan kesuksesan-kesuksesan tangibel secara cepat yang tidak pernah dapat dicapai sebelum perusahaan-perusahaan itu bersatu. H. Membangun Hubungan-Hubungan Sosial Î Orang yang terlibat dalam merjer dan akuisisi seringkali merupakan orang lain. terkadang di luar kehendak mereka. yang menuntut suatu keseimbangan dalam upaya-upaya yang berbeda dari sang manajer integrasi. membangun struktur-struktur. Apa yang Dilakukan Manajer-manajer Integrasi ⌦ Dalam akuisisi terdapat perbedaan. sang manajer mungkin menggunakan salah satu atau semua dari empat strategi berikut ini: 88 . Î Sang manajer integrasi dapat menyelesaiakan diantara dua budaya dengan memudahkan hubungan-hubungan sosial diantara orang di kedua sisi. dan menempatkan hubungan-hubungan sosial adalah hal kritis tetapi mereka sendiri adalah sama dengan punya peta tetapi tidak pernah digunakan untuk pergi. Î Pada perjalanan sampai membawa pada hasil-hasil bisnis. Keyakinan ini seringkali merupakan suatu prasyarat yang diperlukan bagi integrasi sejati. transaksi belumlah impas. G. Î Di samping mempertahankan jalannya bisnis harian. ⌦ Namun dalam suatu proyek integrasi tunggal. yang seringkali melibatkan perbedaan-perbedaan bahasa dan budaya.F. Î Keberhasilan semacam ini yang biasanya dicapai dalam 100 hari pertama tidak hanya memberikan impas dari transaksi tetapi juga membangun keyakinan pada pikiran para manajer dan staf bahwa akuisisi ini adalah masuk akal. para pekerja di kedua perusahaan perlu membangun hubungan-hubungan baru. yang dijerumuskan bersama dalam suatu perusahaan gabungan.

dimana organisasi-organisasi berubah dengan kecepatan cahaya. 89 .I. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan menyesuaikan diri mungkin merupakan perbedaan diantara organisasi yang sukses dan organisasi yang tidak. Tetapi jenis kepemimpinan yang telah kami jabarkan memiliki implikasi-implikasi lebih luas. membangun dan mengerjakan kembali mitra dan persekutuan. Seorang Pemimpin Baru untuk Ekonomi Internet Î Î Î Pemimpin yang telah berfokus pada dikelolanya integrasi atas perusahaanperusahaan yang diakuisisi. menciptakan struktur-struktur yang fleksibel dan tanpa batas. Organisasi-organisasi dalam era Internet terus-menerus menemukan kembali diri mereka. Di era Internet.

Untuk menentukan program dan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis 90 .Contoh Review Jurnal : STRATEGI PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN : PELAJARAN DAN KONSEP KUNCI DIPELAJARI DARI STUDI SISWA KEWIRAUSAHAAN (Elias G. mengorganisasikan kegiatandan sumberdaya. Disamping itu mereka mempunyai kemampuan yang menonjol dalam menetapkan sasaran dan strategi usahanya. serta memimpin dan mensinergikan anak buah serta mitra usahanya untuk keberhasilan usahanya. B. ⌦ Kemampuan untuk terus belajar dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena mereka memerlukan strategi positioning yang tepat dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Carayannis & Evans. Mengapa diperlukan strategi pembelajaran baru dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis ? C. ⌦ Kompetensi tersebut diperoleh dari kekuatan lainnya yaitu kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar baik melalui pendidikan.Tujuan Riset 1. mereka berperan sebagai inovator. Mike Hanson. dan terutama dari pengalaman usahanya. pencari peluang usaha yang menguntungkan. 2. Bagaimana pengaruh perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis ? 2. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis.Pendahuluan ⌦ Wirausahawan merupakan individu yang spesifik. pembimbingan. serta berani mengambil resiko. 2002) A. pelatihan. Permasalahan Dan Motivasi Riset 1.

1998). Kita semua memiliki kemerdekaan untuk menjadi entrepreneur. pengacara atau dokter. Entrepreneurship adalah pembuatan dan pembentukan nilai dari nol.Kajian Riset Dan Konsep Pengembangan Riset 1. Menyatakan bahwa pengambilan resiko oleh enterpreneurship. kompentesi. loyalitas. Entrepreneurship berkaitan dengan definisi pembuatan dan distribusi nilai dan manfat pada individu.D. kami juga berharap jika kita semua mempunyai hak untuk berhasil”. (1998). menunjukan bahwa : ) Arthur Andersen-Apce. organisasi dan masyarakat. master dan tingkat pendidikan lanjutan (profesional) di Prancis dan Amerika Serikat. professor. insinyiur.…” ) Ahar Rahmani. ) Beranger dkk (1998) menyimpukan bahwa lingkungan di Perancis membuat proses penciptaan sulit dilakukan oleh entrepreneur. secara definisi optimis. 91 . tapi patut mendapatkan…. kecuali mereka telah menganggur lama. ) Menurut Timmons (1994). Para pemuda di Perancis pada saat ini beranggapan bahwa yang merupakan kewajiban pemerintah dan system untuk memberi keamanan kerja dan pekerjaan. Rewiew Riset Berdasarkan analisis temuan-temuan terdahulu dari penelitian tentang entrepreneurship di tingkat mahasiswa. kelompok. ) Evans dan Hanson. ) Giget. kosistensi. (2001) mengemukakan “Entreprenneurship adalah sebuah kemerdekaan dalam fondasi kontruksi di Perancis.. Jika hal ini benar maka pengembangan jiwa entrepreneurial menghadapi tantangan besar. ) Branger dkk (1998). dan keterbukaan. (1999) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama strategi ini adalah untuk membawa siswa ketingkatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran bersama dengan para instruktur. ) Schindler dan Thomas (1993) ditemukan lima dimensi kepercayan yaitu integritas. ) Artikel yang berjudul “ Dari menciptkan bisnis ke menciptakan pekerjaan” yang ditulis Anhur Andersen dan APCE (Agency For Business Creation) menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek budaya tertentu yang membuat enterpreneursip sulit dilakukan di Prancis (Anderson. dilemahkan oleh keluarganya dan lingkungan sosialnya. (1998) menyatakan bahwa “Orang Perancis tidak suka entrepreneur. Masyarakat mengiginkan anak-anaknya untuk profesi lebih terhormat seperti pegawai negeri.

Fondasi : Penciptaan dan penguatan nilai-nilai entrepreneurial baik untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan. 4. menunjukan adanya “Research Gap” dari penelitian yang dilakukan oleh Arthur AndersenApce. Penciptaan : Individu berpindah dari pengetahuan dan pembelajaran kepelaksanaan pembentukan sebuah perusahaan atau bentuk yang lainnya (contoh enterperneurship) dari kemampuan-kemampuan enterperneurship yang dikuasainnya. maka jalur karir entrepreneurship untuk setiap individu dapat dibagi atas lima tahapan unik yaitu : 1. 92 . 2. (1998) dan Ahar Rahmani. Kedewasaan : Individu membangun berdasarkan pengalaman dan meningkatkan karirnya melalui pengembangan berdasarkan pengetahuan dan networking. Spesialisasi : Kemampuan awal yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu bisnis diperoleh individu mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai enterperneurial. Kerengka Konsep Pengembangan Riset Sebagaimana model dalam Fig.Berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu. 3. 5. 2. 1 di atas. (2001). Kesadaran : Individu dihadapkan dengan enterperneurship sebagai alternatif yang memungkinkan sebagaimana jalur-jalur karir yang lain. juga melalui validasi dan pengutan eksternal dari karir yang telah dipilihnya.

Selanjutnya dalam penelitian ini menggunakan desain experimental (Pretes/Post-test). Metode Survey a. alumni sekolah bisnis.E. 4. guna mengetahui perubahan nilai entrepreneurial yang diketahui siswa sebelum dan sesudah menerima pengetahuan serta intruksi yang berhubungan dengan entrepreneurship dalam hubungannya dengan ekonomi dan manfaat kolektif pada masyarakat secara keseluruhan. Adapun kelompok-kelompok siswa yang dimaksud adalah siswa SMP. tapi bisa juga menjadi masalah karena jarak sehingga akses untuk riset tertentu terbukti sulit. perlakuan khusus hanya dilakukan pada siswa yang bersifat quasiexperimental karena berhubungan dengan perasaan mereka tengang nilainilai entrepreneurship. Metodologi 1. 93 . SMA. lulusan sekolah bisnis Internasional. dan professional (manajer). Pengukuran rasio akan digunakan dalam riset kuantitatif b. Rancangan Penelitian Observasi dan pengukuran akan terdiri atas complex multi-part sample. Populasi & Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di prancis. Hal ini agar memperkecil error yang disebabkan oleh misunderstanding pertanyaan. Perluasan Riset Kenegara Lain Kesulitan lain yang dihadapi adalah ketersediaan riset yang dilakukan di negara lain yang berhubungan dengan topik ini. dalam rangka menjamin realibilitas dan validitas maksimal. murit SMP dan SMA di Prancis. Para responden tidak akan diberi informasi tambahan melebihi yang diterima disurat. Selanjutnya untuk mengevaluasi riset kuantitatif digunakan metode interval sama Thurstone. 2. lulusan sekolah bisnis di Perancis. Teori skor sebenarnya digunakan untuk menguji reabiliti. 3. Teknik pengambilan sampling menggunakan non proposional quota sample untuk siswa dan mahasiswa serta proposional sampling untuk manajer bisnis. Bisa saja hal ini bukan merupakan masalah. Kuisioner pre-test akan diberikan kepada sejumlah orang untuk menjamin bahwa pertanyaan didalamnya dapat dimengerti dengan baik.

(3) Setuju. penulis telah mengumpulkan informasi dari siswa entrepreneurship di Perancis secara spesifik yang dibagi menjadi 4 kelompok sample yaitu : Kelompok siswa S2 yang telah mengambil kursus entrepreneurship (series 1) Kelompok siswa yang terus mendidik siswa entrepreneur (series 2) dan (d) kelompok siswa S1 yang telah mengikuti entrepreneurship (series 3 & 4) Peneliti menfokuskan pada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dan dibandingkan hasilnya untuk keempat grup untuk menggabrkan temanteman tahap awal dari riset empiris kami. (6) Sangat tidak setuju sekali Daftar pertayaan & histrogram jawaban responden dari masing-masing kelompok sampel dengan menggunakan program Excel : ) Dalam bisnis lebih disukai ) Lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk menjadi entrepreneur. Hingga saat ini. ) Sukses entrepreneursihp sebagaian besar ditentukan oleh kesempatan ) Entrepreneur itu egois ) Kompotisi karena ekonomi tidak disukai menghancurkan ) Entrepreneurship adalah kebanyakan tempat bagi orang-orang yang gagal dibidang lainnya 94 . (2) Sangat Setuju. untuk memilih perusahaan besar dibanding dengan perusahaan dibanding dengan banyak perusahaan besar kecil. Kuisioner menyedikan jawaban yang mungkin menjadi pilihan responden yaitu : (1) Sangat setuju sekali. dan pendidikan lanjutan. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan survei berkelanjutan yang terdiri atas survei yang dilakukan pada siswa entrepreneurship di Perancis dan Amerika Serikat di tingkat pendidikan S1. S2.F. (4) Tidak Setuju. (5) Sangat Tidak setuju.

Hasil penelitian kami memberikan pandangan bagi pengajar entrepreneurship dan pembuat keputusan pengembangan ekonomi dalam mengidentifikasi daya dorong maksimal serta faktor keberhasilan dan kegagalan yang dapat mempengaruhi program-programpendidikan dan isentifekonomi yang ditargetkan pada pengembangan sifat danbudaya usahawan yang berkesinambungan di Prancis dan dinegara lainnya H. 2. Saran Untuk Pendidikan Tinggi Beberapa rekomendasi untuk pengajaran entrepreneurship dipendidikan tinggi dapat diajukan saran yang berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari riset empiris dan literature sebagai berikut : 1. Dibutuhkan tahap awal pendidikan ulang dimana siswa harus dihadapkan ulang dengan pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai entrepreneur dan entrepreneurship. 95 . maka pendidikan dibuat semirip mungkin dengan keyataan. Data series 1 tidak tersedia untuk tiga pertanyaan berikut : 1. Training lebih penting 3. Rencana bisnis merupakan alat paling kehidupan keluarga penting untuk menciptakan bisnis baru.) Entrepreneurship merugikan 2. siswa harus didorong untuk menjadi berbeda. Sebagai tambahan. sukses di entrepreneurship G. 3. Satu-satunya tujuan rencana bisnis dibanding kepribadian adalah untuk mendapatkan pendanaan (personality) sebagai faktor usaha baru. Ketika diperlukan untuk melibatkan entrepreneur muda dalam proses pendidikan. kerataif dan mengespresikan individualitasnya. Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan pendidikan entrepreneurship dan realita lingkungan yang dihadapi pendidikan dan siswa adalah sama. Siswa harus disadarkan tentang realita-realitas-realitas pasar dan mengerti bahwa penciptaan bisnis adalah alternatif yang mungkin.

turut sertakan mahasiswa dalam program pendikan SMP dan SMA. 6. motivasi.4. Riset telah membuktikan bahwa entrepreneur yang mencari nasehat konsultan professional memiliki rasio keberhasilan lebih tinggi. Memperkenalkan siswa pada lingkungan entrepreneurial yang kaya dimana kretivitas. Dalam artikel ini. Menciptakan lingkungan yang dinamis untuk eksperimen penyelenggaraan bisnis. kemandirian. seharusnya program membuat siswa untuk menciptakan sebuah perusahaan setelah mereka keluar dari sekolah. dan individualitas dapat secara mudah dieksperisikan. 7. 9. Tidak perlu diragukan lagi bahwa pendidikan entrepreneurship memberi pengetahuan dan keahlian sertamemberikan kecendrungan keberhasilan entrepreneurial karena sukses ini tergantung pada lingkungan. begitu pula pengetahuan dan keahlian yang diajarkan. Program-program teknik dan bisnis harus bekerja bersama. 5. Mendorong integrasi fertikal dan horizontal. Tujuan melakukan ini dalah untuk mencoba dan membuat pengertian lebih baik atas kontek entrepreneurial di Perancis yang unik. Siswa harus memiliki hubungan yang erat dengan professor dan yang lain agar dapat menyedikan informasi dan bantuan bagi siswa dan juga memberikan semacam jaminan proyek-proyek yang berhubungan dengan penciptaan bisnis. ada semacam usaha nasional untuk mendorong kalaborasi dua bidang ini. Harus ada hubungan yang lebih dekat antara kelompok-kelompok konsultan dengan penelitian-penelitian entrepreneurial. Secara jelas kita dapat melihat bahwa hal yang dapat dialakukan di Amerika Utara selalu bisa diterapkan di negara lain. 8. Proses pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yangdapat diterapkan dilingkungan yang luas akan tidak efisien bila dengan peningkatan sukses dilingkungan manapun. Kita harus mencoba dan menciptakan model pembeljaran yang dibutuhkan untuk menjamin sukses ekonomi perusahaan-perusahaan sejenis di Perancis. Pada saat yang sama kita bisa mengabaikan keberhasilan program pendidikan di Amerika Serikat atau Kanada. penulis menunjukan model lingkungan entrepreneurship dalam rangka memperoleh pengertian yang lebih baik atas kekuatan dan hambatan yang memberi kontribusi pada keberhasilan dan kegagalan aktivitas penciptaan dan penerapan entrepreneurship. Selanjutnya beberapa reviuew jurnal lainnya yang berhubungan dengan kewirausahaan sebagai berikut: 96 .

misalnya "self efficacy" (keberuntungan). c) Teori wirausaha apa yang dapat dibentuk dari pengalaman wirausahawan. dan pilihan hidup seseorang dalam wirausaha. c) Pendidikan wirausaha : berfokus pada bentuk. penuturan dan 'discourse' (percakapan). proses dan pengetahuan apa yang sangat signifikan dalam pembelajaran mereka dan bagaimana hubungannya dengan teori pembelajaran. yaitu pola-pola karir sebagai faktor yang signifikan . Hal ini dilakukan untuk kepentingan penetapan kebijakan publik. Hal ini disarikan oleh Rae (2000) sebagai berikut: a) Pribadi wirausaha untuk menentukan sifat psikologis dan kepribadiannya. 1995) ini bertujuan memahami cara-cara wirausaha dalam konteks budaya melalui bahasa. David Rae (2000): Understanding Entrepreneurial Learning: A Question of How? Penelitian ini menggambarkan bagaimana memahami proses intrinsik manusia dalam mengembangkan praktek dan kemampuan wirausaha. Rae (2000) melakukan penelitian dengan pendekatan naratif yang mengakui bahwa wirausaha dan pembelajarannya merupakan proses kreatif dan melihat bahwa wirausahawan dan perusahaannya sebagai unit analisis. d) Mengembangkan model konseptual tentang pembelajaran wirausaha yang akan bermanfaat bagi wirausaha dan pendidikan. Dengan cara ini sejarah yang meliputi kejadian. b) Perkembangan karir wirausaha. Pendekatan secara 'constructionism' (Burr. Model-model yang menekankan pada karakteristik telah mengesampingkan eksplorasi tentang proses bagaimana manusia belajar dan bekerja dengan cara wirausahanya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain adalah: a) Bagaimana pengertian identitas personal berubah seiring dengan perubahan seseorang menjadi wirausahawan dengan fokus pada pembentukan dan proses menjadi pribadi wirausahawan. dan efektivitas program pendidikan terutama dari perspektif pendidikan. d) Pendekatan kognitif pada pembelajaran wirausaha mengkonsentrasikan pada arti pengetahuan dan penggunaan ingatan. Pembahasan perspektif ciri-ciri dan bakat wirausaha telah mengubah penelitian dari penelitian wirausahawan sebagai entitas menuju pemahaman tentang proses pembentukan wirausahawan. pendidikan. proses.1. Sangatlah penting untuk 'dekat' dan membangun pengertian yang dalam melalui kesertaan dalam penelitian ini. 97 . b) Bagaimana orang belajar bekerja dengan cara wirausahawan.

mentoring dan mempertemukan antara mentor dan kliennya dari kalangan wirausahawan. Sandra Hogarth-Scott and Nicholas Wilson (1999): Small business start-ups: success factors and support implications Hasil penelitian ini memperkuat beberapa temuan empiris dari penelitian sebelumnya pada bidang yang sama. d) Tingkat pelatihan dan bimbingan yang diterima dari lembaga pendukung. c) Orientasi pertumbuhan dan tujuan untuk mengembangkan usaha. bagaimana mereka belajar. pengembangan wirausaha. dimana mereka mendapatkan keterampilan dan prosesnya. dari mana mereka mendapat peluang dan prosesnya. proses dan pengertian yang membentuk kehidupan seorang wirausahawan dapat ditangkap dan dieskplorasi. Kathryn Watson. 98 . Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. terutama yang berhubungan dengan heterogenitas dari usaha kecil dan pendirinya serta pengaruh dari faktorfaktor pendorong dan daya tarik di dalam keputusan untuk memulai usaha. penelitian ini menyangkut hanya pada pembentukan usaha kecil dan tahapan awal dari perkembangan usaha kecil. e) Alasan menghentikan usaha. inovasi. Penelitian ini memperkuat proposisi yang diajukan. Cara ini juga dapat mengungkapkan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. Menyadari bahwa pembelajaran merupakan proses yang berkelanjutan maka kita haruslah mengikuti proses tersebut dalam periode waktu tertentu. Penelitian ini membantu pemahaman tentang apa yang perlu diketahui wirausahawan. Robert Sullivan (2000): Entrpreneurial Learning and Mentoring Penelitian ini. menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang isu-isu pembelajaran. apakah hal itu berhubungan dengan siklus perkembangan perusahaannya dan bagaimana bimbingan (mentoring) yang terbaik diberikan. dimana terdapat perbedaan yang berhubungan dengan : a) Latar belakang dan pengalaman dari pemilik usaha dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. b) Motivasi untuk memulai usaha dan tujuan di dalam menjalankan usahanya. Lebih lanjut Rae (2000) berpendapat bahwa apabila kita dapat memahami dua nilai nyata dari masyarakat wirausaha. 2. pengalaman belajar dan teori-teori pribadi yang diamati seharusnya dapat digunakan. sasaran. 3. Perubahan-perubahan dalam persepsi. Walaupun demikian. bahkan untuk badan usaha yang sangat kecil sekalipun. dan identitas diri. maka hal ini akan mengungkap 'the mind and the working of the mind' dari aktor wirausaha.budaya.

Sebagai indikator langsung bagi pertumbuhan perusahaan digunakan kompetensi spesifik dari CEO. c) Identifikasi cara dan waktu yang tepat bagi pembelajaran dan pemberian dukungan yang efektif. d) Mengembangkan model pembelajaran berbasis studi kasus. Sulivan (2000) meyakini bahwa pembelajaran wirausaha merupakan faktor kritis yang menentukan keberlangsungan hidup pertumbuhan usaha kecil dan menengah diberbagai pasar. Sebagai variabel endogen adalah pertumbuhan usaha (venture growth). 4. teori organisasi. Smith (2001) : A Multidimensional Model of Venture Growth Penelitian yang dilakukan oleh Baum (2001) menggambarkan model secara multidimensi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. environment. specific competencies. Sebanyak 18 indikator digunakan untuk mengukur variabel eksogen tersebut. motivation. Kemampuan memberikan bantuan secara tepat waktu merupakan faktor kunci dalam memberikan nilai tambah terbesar. competitive strategies. Robert Baum. Penelitian Baum ini menggunakan pendekatan model struktural dan pengolahan data yang digunakan adalah program LISREL. Hasil temuan Sullivan (2000) mengindikasikan bahwa pertimbangan bimbingan tidak hanya pada isi dari bimbingan yang diberikan tetapi juga kemampuan interpersonal dan sikap dari mentor akan berpengaruh terhadap efektivitas kegiatan bimbingan. general competencies.Sullivan (2000) menetapkan tujuan penelitiannya pada tiga hal. dan Ken G. Penelitian ini melibatkan 307 perusahaan dari bidang pengolahan kayu. Locke. Penelitiannya menunjukkan bahwa adanya mentoring akan memberikan nilai tambah kepada manfaat jangka panjang terhadap klien dan masyarakat. dukungan yang diberikan haruslah bersifat responsif (menjawab apa yang dibutuhkan) dan fleksibel terhadap kebutuhan individu pada waktu tertentu. Sedangkan pendekatan siklus hidup perusahaan perencanaan kapan pelatihan dan bantuan lainnya perlu diberikan. yakni : a) Identifikasi proses pembelajaran dan implikasinya. yaitu dari sudut pandang teori manajemen. motivasi dan strategi perusahaan. sedangkan variabel eksogen terdiri dari traits. akan tetapi pada akhirnya. Edwin A. b) Identifikasi kebutuhan khusus dan tahapan perkembangan wirausaha saat dimana kebutuhan tersebut perlu diberikan. dan wirausaha. 99 . Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sifat dari CEO dan kompetensi umum serta lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan sebagai pengaruh tidak langsung. J. teori perilaku organisasi. dan size.

selanjutnya adalah kemampuan wirausahawan (entrepreneurial skills). self reliance dan extroversion. Dengan menggunakan metode analisis data LISREL diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman. motivation dan competitive strategies. Melalui hasil yang dicapai. latar belakangnya dan aktivitas pengembangan jaringan kerja (networking) terhadap pertumbuhan usaha. Sedangkan pendidikan memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha melalui ukuran perusahaan. yang semula pada penelitian tentang sifat keperibadian wirausahawan (entrepreneurial traits). Dua jenis kepribadian wirausaha lainnya. Kemudian kelompok variabel background terdiri dari education dan experience. dan jumlah mitra usaha serta locus of control dan need for achievement memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha. yaitu self reliance dan extroversion memiliki dampak negatif terhadap jumlah mitra dan berdampak positif terhadap aktivitas pengembangan jaringan kerja. penelitian ini dinyatakan telah memberikan kontribusi terhadap literatur wirausaha dalam tiga bentuk. Sementara itu. Lee dan Eric W. Tsang (2001) : The Effects of Entrepreneurial Personality Background and Network Activities on Venture Growth. (b) Dalam penelitian ini berhasil dibuktikan bahwa ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel moderator. Sebanyak 168 perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dari kalangan etnis China di Singapura disurvei dalam penelitian ini. dan kelompok variabel networking activities terdiri dari besarnya dan frekuensi jaringan komunikasi yang dimiliki. Penelitian ini mengungkap tentang pengaruh dari sifat kepribadian seorang wirausahawan. General copetencies memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui specific competencies. sehingga perhatian penelitian harus digeser. specific competencies.Hasil penelitian Baum mengindikasikan bahwa specific competencies. motivation dan competitive strategies memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha (venture growth). traits memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui general competencies. yaitu: (a) Sifat kepribadian (personality traits) wirausahawan secara umum bukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. (c) Tehnik analisis dengan menggunakan LISREL dengan pendekatan PLS (partial least square) terbukti memberikan hasil analisis yang lebih baik. aktivitas pengembangan jaringan kerja. 100 . K. motivation dan competitive strategies. Don Y. 5. internal locus of control. Kelompok variabel kepribadian (personality traits) terdiri dari need for achievement.

2003. 3.al. Cambridge.unimaas. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. Kewirausahaan. Jakarta. Neufeldt Victoria dan Guralnik David. STIE Stikubank. 2000. Kasmir. Journal of American Academy of Business. Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?. 2002. Thiad College Edition Purnomo. 2004. (1994). Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. 08/TH.A. Lado A. Journal of Applied Behavior Science. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H. 101 . Penerbit Erlangga. International Handbook of Entrepreneurship Research. Grasindo. Internet: m. 2004. Dictonary of American English. Entrepreneurship and Innovation journal. Kamalesh. Manajemen Pemasaran Analisis. Salemba Empat. Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Kwaku Appiah. Tambunan. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. Kumar. D. Joseph C. 2000. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia. Rost. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach. 2003. Rajawali Pers.. Jakarta. Human Resource Systems and Sustained Competitive Advantage a Competence-based Perspective. Acad Managet. A. Wilson M. Tambunan. 2002. Beberapa Isu Penting.DAFTAR PUSTAKA Adu. 2003. 2002. Theresa et. 6. Semarang Richard Daft.caree@mw. 1999. P. XXXII. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. ABI/INFORM Global. Lau.A. 1988.al. Copyright 1999. Jakarta Raju. T. Journal of Small Business Management. 2006. Kamus Webster’s. P. Jakarta Kotler P.S et. Usahawan Indonesia No.R. Health Care Management Science. Carree. Organizational Competencies and Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model. Journal of Euro-Marketing. Market Orientation. 1997. Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. Riyanti B. 1993. Defining & Researching Leadership as a Behavioral Construt : An Idiopathic Approach. and Thurik. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth. M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful