BAHAN AJAR

1

DAFTAR ISI Hal : HALAMAN JUDUL ................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. I. PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA .................. II. KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA…………………….. III. MENGAMBIL RESIKO (RISK TAKING) ................................... IV. PENGAMBILAN KEPUTUSAN…………………………………. V. PEMBELAJARAN MENUMBUHKAN SIKAP WIRAUSAHA.. VI. MEMBANGKITKAN MOTIVASI &INOVASI WIRAUSAHA.. VII. MENILAI PELUANG USAHA/BISNIS ........................................ VIII. CONTOH KASUS, REVIEW ARTIKEL & JURNAL…………. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
i ii iii

1 11 20 26 31 51 67 76 98

2

3

Semangat wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. Dalam hal ini. KATA KUNCI: Hakekat Wirausaha. proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor manusia dan intuisinya. wirausahawan sebagai individu yang mencari peluang yang menguntungkan. wirausahawan menyukai risiko. 4 . TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan mengubah perilaku untuk bersikap mental wirausaha. dan suka akan risiko.1. c. dan budayadi mana wirausahawan tersebut berasal. yakni. 2. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. TUJUAN KHUSUS a. yaitu peranan sebagai inovator. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara wirausaha dan profesi. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan falsafah wirausaha b. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. Ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. kedua. masyarakat. Mahasiswa diharapkan mengubah perilaku bersikap mental wirausaha. sebagai pencari peluang. 3. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. pertama. wirausahawan sebagai innovator. ketiga. Sikap &Profesi 4. RANGKUMAN Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru.

Ide dan motivasi yang timbul untuk maju besar 4. Pendahuluan Karakteristik yang khas dari kelompok usaha kecil. Keberhasilan usaha kecil. Pokok bahasan ini menjelaskan tentang falsafah/ hakekat wirausaha. Meningkatnya harga diri 2. Masa depan lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain. seorang wirausaha memerlukan suatu strategi positioning yang kuat serta konsisten dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu: 1. Di sisi lain perubahan yang terjadi merupakan perubahan paradigma persaingan yang bersifat tidak terusmenerus (discontinuous). URAIAN PEMBELAJARAN A. sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh pengusaha (pemilik usaha). Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri 3. wirausaha dan profesi. bagaimana seorang wirausahawan memulai usaha dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah terus menerus (open-ended changes). Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri 5 . B. Dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan usaha. Hal ini kiranya tidak berlebihan karena kenyataan menunjukkan bahwa mayoritas wirausahawan tidak berpendidikan tinggi. terutama yang menyangkut bakat (personality traits).5. Hal ini memerlukan suatu perbaikan yang berkelanjutan. bukan oleh faktor-faktor lain. serta sikap mental wirausaha. Falsafah/Hakekat Wirausaha Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber- sumber daya yang ada. sehingga faktor pendidikan bukan merupakan hal penting bagi studi wirausaha (entrepreneurship).

kebutuhan manusia mengalami proses perkembangan dan sangat beragam. (2) Produktivitas. Dalam hubungan tersebut ada 2 (dua) variabel pengukur hasil kerja yaitu : (1) Manfaat/Kegunaan. karena manusia bekerja untuk mempertahankan hidup dan kelansungan hidup. bekerja berarti menghasilkan sesuatu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan kelansungan hidup. dengan demikian bekerja eksistensi manusia. adalah pekerja dan tanpa bekerja fungsi diri sebagai kehilangan manusia mahluk utama di muka bumi akan adalah indikator dalam memahami falsafah/hekekat makna. ada 4 elemen pokok yang perlu disadari akan eksistensi keberadaanmanusia wiarausaha yaitu : 1) Hakekat Keberadaan Manusia. Manusia dalam hidupnya wajib bekerja. artinya bekerja disini adalah berbuat sesuatu agar kehidupan lebih bermakna atau berperadaban. 3) Etos Kerja. 4) Kebutuhan Hidup. Maslow mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai motivasi dan perilaku manusia dalam sebuah model hierarki kebutuhan berdasarkan urutan kadar pentingnya sebagai berikut : 6 . Dengan etos kerja. Dengan bekerja kehidupan lebih bergairah. dinamis dan menyenangkan sehingga keberadaan diri manusia menjadi nyata dan bernilai. 2) Kewajiban Manusia Dalam Hidupnya. Sehubungan dengan hal tersebut. Dari perjalanan peradaban manusia.manusia. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. merupakan salah satu unsur inner dynamic factor (faktor dinamika yang berada dalam diri manusia).

terhadap organisasinya baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk tim. Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang mendobrak sistem ekomomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru. berbudi luhur.1. Dengan demikian secara etimologis wiraswasta berarti keberanian. berani. metode 7 . paklawan/pendekar kemajuan dan memiliki keagungan watak. (Soemanto. 1994). Wirausaha adalah sebagai manifestasi dari kemampuan dan kehendak dari individu-individu. di dalam dan di luar organisasi. teladan.Gambar 1. (Joseph. 1984). dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. dalam bidang produksi atau distribusi barang dan jasa. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah kegiatan individu atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (Profit). Swa artinya sendiri. Pengertian Wirausaha Dan Profesi Wiraswata terdiri atas 3 kata yaitu Wira adalah manusia unggul. keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. memelihara usaha dan membesarkannya. dan Sta artinya berdiri. untuk merasakan dan menciptakan peluang ekonomi baru (produk baru. berjiwa besar. Model Hierarki Kebutuhan Maslow C.

yaitu peranan sebagai inovator. masyarakat. 3) Wirausahawan menyukai risiko. 2002). Morrison (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi wirausahawan sangatdipengaruhioleh faktor-faktor manusia dan sebagai individu yang mencari peluang yang intuisinya. bentuk dan penggunaan sumberdaya dan institusi (Wenneker dan Thurik dalam Carree dan Thurik. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. Definisi tersebut terus 8 . dan memperkenalkan gagasan-gagasan mereka di pasardalam menghadapi kendala dan ketidakpastian pasar. dan suka risiko. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. Dalam hal ini. Wirausaha adalah kegiatan memindahkan sumberdaya ekonomi dari kawasan produktivitas rendah ke kawasan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar (Drucker. Morrison 2000) meyakini bahwa sumber wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. yakni : 1) Wirausahawan sebagai innovator. Schumpeter. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. Kirzner dan Knight dalam Carree dan Thurik (2002) mengemukakan bahwa ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. sebagai pencari peluang.baru. 1985). Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. 2) Wirausahawan menguntungkan. skema organisasi baru dan kombinasi produk-pasar yang baru). Kirzner (dalam. dengan cara membuat keputusan terhadap lokasi.

Kao (1995) juga menyebut wirausaha sebagai suatu proses. Adapun ciri-ciri pokok yang sangat menentukan keberhasilan seorang wirausahawan adalah: 1.berkembang sampai sekarang. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standaryang diinginkan sehingga meningkatkan hasil sumberdaya yang ada dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. nilai-nilai dan prinsip serta sikap. Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. 9 . standarisasi produk. Berdasarkan pendapat Drucker tersebut dapat dikemukakan bahwa tidak semua usaha baru. Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) atau visi dalam usaha 2. tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. perancangan proses dan peralatan. sehingga Drucker menyimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu produk yang tadinya biasa-biasa saja tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen (yaitu dengan bertanya nilai apa yang berharga bagi pelanggan). Siagian et al. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. bangsa dan negara. kecil dan milik sendiri sebagai wirausaha. (1999) mengemukakan bahwa wirausaha adalah kesatuan terpadu dari semangat. akan tetapi kemampuan untuk meningkatkan produktivitaslah yang disebut sebagai wirausaha. kiat. yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi).

3. Drive yang kuat (motivasi untuk maju). Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. 2. Human Relation Ability (kemampuan menjalin hubungan antar manusia) meliputi: pengendalian diri. berpikir kreatif dan berpikir analitis. Sifat Wirausaha Dan Kebiasaan Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. Adapun sikap dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut: 10 . memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang baik dalam menciptakan nilai tambah dari peluang usaha yang ada. 5. kemampuan menjalin hubungan dan kemampuan bergaul. banker. dll. D. kreatif dan inovator. menyatakan ada 5 ciri-ciri wirausahawan yang berhasil yaitu : 1. 4. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan yang berhasil memiliki motivasi untuk maju. karyawan. giat. tekun dan ambisi untuk maju. Mental Ability (kemampuan mental) meliputi: IQ. Communication Ability (kemampuan berkomunikasi). Technical Knowledge (pengetahuan teknis). Mampu menjalin hubungan baik dengan para pelanggan. inisiatif. mental yang kuat. pemasok. Bekerja keras dan melakukan sesuatu yang diperlukan dan mampu mencapai keberhasilan. yaitu orang yang memiliki sifat bertanggung jawab. 4. pengorganisasian dan pelaksanaannya. kemampuan menjalin hubungan antar manusia.3. 5. Sedangkan Abrahamso (1989).

energitik.1. bermotivasi tinggi dan berani mengambil risiko dalam mengejar tujuannya. berorientasi laba. tekad kerja keras. Selalu murah senyum 4. dan perspektif Berorientasi ke Masa Depan Sumber : Meredith . Selalu ceria dan pandai bergaul 7. dan inisiatif Kemampuan mengambil risiko. optimisme Kebutuhan persepsi. individualitas.1. tepat waktu dan tidak pemalas 3. Para wirausahawan juga disebut sebagaiindividu-individu yang berorientasi kepada tindakan. mempunyai dorongan (motivasi) kuat. mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mendapatkan keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. serba bisa. Rajin. Fleksibel dan suka menolong pelanggan 8. Sopan santun dan hormat 6. Rasa memiliki usaha yang tinggi Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Lemah lembut dan ramah tamah 5. 11 . dan mengetahui banyak hal Pandangan ke depan. ketekunan dan ketabahan. punya banyak sumber. dapat bergaul dengan orang lain. Jujur dalam bertindak dan bersikap 2. Meredith (1988) merinci ciri dan watak seorang wirausahawan sebagai berikut : Tabel 1. tidaktergantungan. menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif. Serius dan memiliki rasah tanggung jawab 9. The Practice of Entrepreneurship (1998). Daftar Ciri dan Watak Wirausaha Ciri -Ciri Watak Percaya Diri Berorientasi Tugas & Hasil Pengambil Risiko Kepemimpinan Keorisinilan Keyakinan. suka pada tantangan Bertingkah laku sebagai pemimpin.

sebagai peluang dibanding sebagai kesulitan. kegemaran dan komitmen untuk mencapai visi tersebut. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengejar kesempatan tanpa peduli terhadap ketersediaan sumberdaya atau ketiadaan sumberdaya di tangannya. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri. 12 . Hal ini membutuhkan visi. inisiatif dan memiliki need for achievement. mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator). perfeksionis. bukan sesuatu yang harus diulangi. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah seseorang yang memiliki tindakan kreatif membangun nilai dari suatu yang tidak nampak menjadi sesuatu yang nampak. di antaranya adalah : a. b. d.Dilihat dari aspek kejiwaan. Gede Prama (Swa 09/XI/1996). wirausaha adalah jiwa seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis. merinci beberapa jiwa dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausahawan. memiliki self determination atau locus of control. memiliki pandangan luas. waktu adalah berharga. c. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas. Seorang wirausahawan terlepas apakah dia bawaan sejak lahir atau dari proses pengembangan. percaya diri. e. Wirausaha selalu melihat perbedaan. toleran terhadap banyaknya pilihan. tegar walaupun gagal. pada umumnya memiliki ciri-ciri: gemar berusaha. kreatif. mengelola risiko. perubahan dipandang sebagai kesempatan. untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. dan memiliki motivasi yang kuat (Lambing dan Kuehl. Wirausaha cenderung jenuh terhadap segala kemampuan hidup. baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan. 2000).

Ardichvili et al. 2003) dan motivasi dalam memulai usaha (Gray. 2000.Banyak contoh yang menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha sering dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan dalam menghadapi permasalahan lingkungan usahanya (Birley dan Westhead. Baron dan Markman. 1993). Sulivan. 2000. 1993. Leitch dan Horrison. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai? 13 . EVALUASI 1) Uraikan pengertian wirausaha dan kemampuan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha? 2) Untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan watak dan sikap yang baik. 2002. 2003).. Uraikan sikap dan watak wirausaha yang baik tersebut? 3) Seorang wirausaha yang berhasil dalam usaha memiliki ciri-ciri tertentu. 1998. 2000). Robinson dan Sexton. 1997. Littunen. 1995. Collins et al. Rae. dan Bygrave. sifat kepribadian atau bakat (Naffziger.. 2003) dan bimbingan pihak lain (Brown. 1999. 2001) baik melalui proses pendidikan dan pelatihan (Ulrich dan Cole. Jelaskan ciri-ciri wirausaha yang berhasil tersebut? 4) Jelaskan keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha? 5) Setelah menyelesaikan pendidikan. 1994. Cope dan Watts. peluang usaha (Eckhardt dan Shane. 2000. 1987. dan Freel. 1990.. Rae. Kemampuan mengatasi permasalahan juga dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan untuk belajar (Deakin. Gibb. 2003). Minniti. Shane et al. 1990. 1999) maupun dari pengalaman (Henderson. biasanya kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. 6. Mumford.1995.

Kepeminan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. RANGKUMAN Kepempinan (Leadership) mempunyai arti yang luas.1. c. Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan. sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur pikir para teoritukus. 3. 2. b. 2. Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep kepemimpinan dalam wirausaha serta penerapanya dalam dunia empiris. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu : 1. KATA KUNCI: Entrepreneurship. TUJUAN KHUSUS a. Leadership 4. Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan 3. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain. Kemampuan mengubah “Egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-organisasi” 14 .

5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang merupakan khalifah yang diutus oleh yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang positif; faktor-faktor yang dipertimbangkan dalammemimpin orang lain; dan merumuskan suatu

strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan. B. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan (Robbins 1996). Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyatayang menceminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami. Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.

15

Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalampencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan,

tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup didalam kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya. 2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu. 3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berprilaku dan bertindak memajukan perusahaan. Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai keterampilan yaitu: 1. Ketrampilan teknis ; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan 2. Ketrampilan manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim 3. Ketrampilan konseptual ; kemampuan untuk berpikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas. untuk

16

C. Sikap Kepemimpinan Wirausaha Peranan pemimpin amat penting dalam mencapai tugasorganisasi, namun demikianeksistensi bawahan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantungpada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasiorganisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat

menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam programprogramnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya. Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalamkehidupan organisasi/kelompok masing-

masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam situasi sosial kelompok atau orgnisasinya. Oleh karena itu situasi sosial itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara

17

memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. penekanan pada hukuman. 18 . Antusiasme 4. Penguasaan Teknis 7. Kepemimpinan negatif . Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wirausaha yaitu: 1. Energi Jasmani dan Mental 2. Keramahan dan Kecintaan 5. pendidikan pegawai yang lebih baik. Dalam hal ini meliputi: menjalin hubunganhubungan kerja. Pada prinsipnya sikap kepemimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut: 1. (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka.tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan 8. pemimpin mendominasi dan merasa unggul. Kepemimpinan positif . menekankan imbalan-ekonomik. dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi 2. Kesadaran akan Tujuan dan Arah 3. Keterampilan Menganjar 10. Kepercayaan Fiedler. Integritas 6. kerugian manusiawi. Kecerdasan 9.

serta kekuasaan referent adalah seseorang karena kepribadian atau kharisma yang dimilikinya. expert power (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent). Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan). legitimate power (kekuasaan legitimasi). berjalan didepan. Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting. Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain.D. sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. coercive power (kekuasaan paksaan). mengambil langkah pertama. Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran. Pemimpin disebut juga kader. mengarahkan pikiran. membimbing. yakni: bergerak lebih awal. dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat. Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu. Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi. seorang pemimpin tidakdapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. si satu pihak sebagai pimpinan di lain pihak sebagai bawahan. Memimpin Orang Lain Proses mempengaruhi orang lain. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995)mendentifikasikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran). menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. 19 . mempelopori.

Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam tingkungan tertentu. 20 . bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan. Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig. (1996). Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil. Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan). Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat.Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins. Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan. Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi: H H H Proses interaksi oang-orang secara langsung dalam kelompok Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung. Keberhasilan seorang pemimpin pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya.

serta etika profesi kepemimpinan. mempengaruhi pikiran. F Menerima tanggungjawab. partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional F Motivasi. tugas pokok dan fungsinya. sifat-sifat utama pemimpin.E. Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis. perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. memimpin. partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggungjawab 21 . Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri. Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu: F Keterlibatan mental. sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y). persyaratan menjadi pemimpin. memotivasi orang untuk memberikan kontribusi. Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok. Untuk pencapain tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran organisasi atau bisnis. sebab musabab timbulnya kepemimpinannya. Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan.

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian kepemimpinan dalam wirausaha? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari! 2) Pada prinsipnya sikap kepemimpinan terdiri atas dua jenis yaitu kepemimpinan positif dan negatif.6. Uraikan pengertian kepemimpinan yang positif dan negatif serta berikan contoh? 3) Jika saudara sebagai salah seorang pimpinan pada sebuah perusahaan. kiatkiat apa yang anda lakukan agar meningkatkan semangat kerja karyawannya? 4) Starategi meningkatkan moral kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan seorang wirausaha. Uraikan rumusan strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan? Berikan contoh rill dengan mengambil kasus wirausaha yang sukses di kota saudara! 22 .

2. 5. Mahasiswa dapat menjelaskan tipologi pengambilan resiko bisnis c. 2. Tipologi & Evaluasi Resiko Bisnis 4.1. dari kesenangan berusaha ini akan timbul kreatifitas untuk menciptakan suatu usaha serta keberanian mengambil keputusan yang berisiko. Mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi resiko bisnis 3. Setelah usaha berjalan maka timbul proses pembelajaran berdasarkan pengalaman yang pernah dijumpai atau dirasakan. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi resiko bisnis b. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. Pendahuluan Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing- 23 . Jadi. KATA KUNCI: Identifikasi. TUJUAN KHUSUS a. URAIAN PEMBELAJARAN A. dari pengalamanpengalaman tersebut timbul suatu motivasi untuk mengembangkan usaha. RANGKUMAN Pada prinsipnya yang paling utama harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah: 1. Kesenangan untuk berusaha. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko bisnis suatu perusahaan atau organisasi.

Ringkasnya. tipologi pengambilan resiko bisnis. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai (Meredith et al. lingkungan keluarga dan pengalaman kerja. Jadi. Resiko lahir sebagai akibat kelalaian orang (SDM). dan hal ini memiliki peranan penting dalam penciptaan lapangan kerja. B. Wirausaha adalah proses dinamik dalam tahapan pencapaian kesejahteraan dengan risiko waktu dan risiko lainnya. Hisrich & Peters (1992).masing situasi itu. menyatakan bahwa jiwa wirausaha ditimbulkan dari berbagai latar belakang pendidikan. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai. prosedur atau penggunaan teknologi baru. 1988). dan Pattigrew (1998) mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok wirausahawan yang satu sama lain berlawanan. Wirausahawan dikenal sebagai pengambil risiko (risk taker) sejati. Pada pokok bahasan ini akan menyajikan tentang pengertian dan identifikasi resiko bisnis. Ringkasnya.. Pengertian & Identifikasi Resiko Bisnis Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masingmasing situasi itu. yaitu kelompok “opportunist” dan “craft” entrepreneur. dan mengevaluasi resiko bisnis. hasilnya adalah kemampuan mendapatkan keuntungan. 24 . proses yang tidak sesuai dengan sistem. Selain itu resiko juga disebabkan oleh fakor eksternal misalnya pesaing baru mampu mengubah paradigma bisnis atau bencana alam. Glancey.

Pengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. Resiko bisnis adalah tingkat resiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang. C.1. 25 . Kelompok „craft entrepreneur‟ adalah kelompok wirausaha yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. secara sistimatik dan menyeluruh serta sampai keberanian mengambil resiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan tersebut. meliputi : Kerugian hak milik. pengalaman manajerial yang baik dan proaktif menciptakan usaha baru. Kelompok wirausahawan opportunist dicirikan oleh rendahnya tingkat pendidikan (terutama pendidikan teknis) dan kurangnya pengalaman manajerial. Tipologi Pengambilan Resiko Pada umum ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. Pengidentifikasian resiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan resiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. Menggunakan Checklist. Langkah-langkah mengidentifikasi resiko yaitu : a. Ada tiga Tipologi pengambilan resiko antara lain: a. Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. Kerugian personal dan kewajiban mengganti kerugian. mereka enggan untuk menggunakan bantuan dari luar. terutama pada perilaku pengambil risiko. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari dua tipe orang di atas. Makin besar resiko bisnis perusahaan. dan melakuan reaksi terhadap perubahan berdasarkan kebutuhan pasar ketimbang proaktif dalam menciptakan usaha baru. makin rendah rasio utang yang optimal. Menjelaskan jenis-jenis kerugiaan yang dihadapi. b. 2.

Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan wirausaha juga sangat penting. kita membedakan diantara resiko pasar yang diukur dengan koefisien beta. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha sudah pasti akan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada atau sesuatu yang baru. Semakin besar keyakinan seorang pada kemampuan diri sendiri. Pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. dalam arti mengambil risiko yang sesuai (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan). dengan standar resiko berdiri sendiri (risk on a standalone basis) yang mana dapat dihilangkan dengan diversifikasi. c.b. Evaluasi Resiko Ketika kita menguji resiko dari titik pandang individual investor. makin tua umur seseorang yang tidak diikuti dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman menjadikan kemunduran pada diri seseorang dan berperilaku negatif yang dapat menurunkan jiwa wirausahanya. Ada dua demensi baru tentang pengukuran dalam evaluasi resiko yaitu : 26 . semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupannya mempengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain berisiko. Pendidikan dan pengetahuan juga turut mempengaruhi rasionalisasi seseorang dalam menerima risiko kegagalan yang mungkin terjadi. Sebaliknya dengan umur dan jumlah keluarga. D. Realisme demikian akan membatasi kegiatankegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat mempengaruhi hasilnya. Hisrich & Peters (1992). Untuk itu dibutuhkan kemauan dan keberanian untuk menghitung dan mengambil risiko yang moderat.

termasuk biaya pengembangan produk. Variabel harga masukan. Lebih lanjut resiko bisnis tergantung beberapa faktor antara lain : a. c. yaitu tingkat resiko dari aktivitas perusahaan jika tidak menggunakan utang atau resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) dari suatu perusahaan dimasa mendatang. Variabilitas permintaan (unit yang terjual) artinya semakin stabil penjualan unit produk perusahaan. Kemampuan menyesuaikan harga terhadap perubahan harga masukan. 2. d. “Secara konsepsi fase stockholders suatu resiko yang pasti melekat dalam operasional. hal ini merupakan resiko bisnis yang mana didefinisikan sebagai suatu ketidakpastian yang melekat pada proyeksi dari ROE yang akan datang dengan asumsi perusahaan didanai semata-mata dengan cammon stock. Resiko Bisnis. perusahaan yang biasa masukannya. adalah resiko tambahan yang ditanggung pemegang saham akibat dari leverage keuangan. Sejumlah mana biaya-biaya bersifat tetap. artinya produk atau servis dimana dijual pada pasar yang mempunyai tingkat perubahan yang tinggi sangat mendorong suatu resiko bisnis dibanding yang stabil. 27 . Resiko finansial merupakan resiko yang berada dalam common stockholders sebagai suatu hasil dari keputusan pendanaan dengan hutang atau saham prioritas. e.1. Resiko Keuangan. Variabelitas harga jual. semakin kecil resiko bisnis. b. dengan asumsi faktor lain tetap. tidak pasti dalam menghadapi resiko bisnis yang tinggi. Jika perusahaan menggunakan hutang dan saham preferen maka pemusatan resiko bisnisnya pada pemegang saham”.

6. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian resiko dan cara mengidentifikasi resiko bisnis? 2) Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui tipologi resiko. Uraiakan dan berikan contoh jenis tipologi resiko bisnis yang dihadapi seorang wirausaha? 3) Jelaskan dimensi-dimensi pengukuran dalam mengevaluasi resiko bisnis bagi seorang wirausaha? 28 .

1. Pembuatan keputusan bagi seorang wirausaha dapat dipandang dari berbagai prespektif yang berbeda. Evaluasi Keputusan 4. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses pengambilan keputusan c. TUJUAN KHUSUS a. 29 . Sedangkan dari sudut pandang lebih luas pembuatan keputusan menggabarkan suatuproses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. Karena semua wirausaha harus membuat keputusan-keputusan agar dapat menentukan efektivitas dan efisiensi operasional usahanya. Dari sudut pandang sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas berbagai alternatif yang berbeda (Choice making). Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kedudukan wirausaha dalam pengambilan keputusan b. 2. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi kedudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan serta membedakan keputusan yang sistemmatis dan yang tidak sistem matis. KATA KUNCI: Proses Keputusan. Mahasiswa dapat membedakan evaluasi keputusan yang sistematis dan tak menentu 3. RANGKUMAN Pembuatan keputusan merupakan elemen penting bagi seorang wirausaha dalam pengelolaan bisnisnya.

seperti masalah pribadi. 30 . URAIAN PEMBELAJARAN A. yaitu: 1. Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. secara spesifik pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai gambaran sebuah pernyataan” kepastian dan atau ketidak pastian”. maupun sosial. Kedudukan Wirausaha Dalam Proses Pengambilan Keputusan Koonyz dan Weihrich. proses keputusan dan metode dalam mengevaluasi keputusan bisnis B. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. (2005) mendefinisikan pengambilan keputusan adalah penataan pilihan langkah atau tindakan dari sejumlah alternatif. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. seperti masalah pribadi. Kaitan dengan kehidupan seharihari sering kali dihadapkan dengan asumsi-asumsi probabilitas. 2. pekerjaan. Kadudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan/pemecahan masalah. pekerjaan. maupun sosial. Pendahuluan Kenyataan sehari-hari sering kali kita mendengar adanya pernyataan ”mungkin dan atau tidak mungkin”. dapat dikemukakan beberapa pokok pikiran penting. kemungkinan terjadinya gejolak dimasyarakat akibat kenaikan harga kesemunya ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang wirausaha. Pemecahan masalah oleh wirausaha berkenaan dengan penggunaan strategi-strategi (rencana atau pola) pencarian alternatif yang relevan. Pada pokok bahasan ini menguraikan kedudukan seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan.5. seperti kemungkinan terjadi lonjakan harga. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kejelian seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan.

Proses Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu urutan langkahlangkah sebagai berikut: Gambar 4. tergantung pada keterampilan dan pelatihan yang dimiliki para wirausa (Gibson. menyatakan bahwa para wirausaha sebagaian besar cenderung untuk menggunakan strategi-strategi yang lebih sederhana.. Pengambilan keputusan yang efektif merupakan suatu proses yang kompleks. Nimran (2004).3. C. dan usaha mendapatkan solusi yang diinginkan. faktor kepribadian. walau dalam menghadapi masalah yang kompleks. Para peneliti percaya bahwa sebagian besar wirausaha ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Proses Pemgambilan Keputusan Perumusan Masalah Pengembangan Alternatif Evaluasi Alternatif Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi Hasil-hasil 31 . penggunaan informasi. et al.1. sangat menentukan pengambilan keputusan akhir seorang wirausaha. Kompleksnya situasi pemecahan masalah. 1997). pilihan strategi.

ketidak pastian dan tidak terstruktur. Perbandingan Tipe Evaluasi Keputusan (Gibson. Alokasikan bobot (Skor tertinggi pada keputusan prioritas). toleransi pada hal yang membingungkan. Beberapa langkah yang hendaknya diketahui oleh seorang wirausaha. yaitu: a. e. Kembangkan alternatif-alternatif. Evaluasi Keputusan Walaupun para wirausaha di berbagai sektor usaha berbeda-beda berdasarkan latar belakang. ketidakpastian dalam hubungan. baik secara eksplisit atau implisit dalam mengevaluasi keputusan. Kep. Tidak ada prosedur yang ada untuk menangani masalahnya. Hubungan sebab dan akibat. yaitu harus mengambil keputusan. c. berulang. et al. b.. rutin. Pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang telah di evaluasi. Robbins (1996). Tidak Terprogram Masalah Prosedur Sering. Perlunya kreativitas. megembangkan 2 model pengambilan keputusan yaitu model pengambilan keputusan optimasi dan model pengambilan keputusan alternatif. tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya juga karena masalahnya kompleks atau sangat penting. jarak tetapi akhirnya mereka semuanya sama. Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan. Tabel 4.1. prosedur rutin dan dapat disusun untuk melakukan evaluasi menyelesaikannya. 1. Keputusan tidak terprogram yaitu baru. pemecahan masalah kreatif 32 . aturan. Keputusan terprogram terjadi jika suatu situasi sering muncul. Para ahli mengembangkan beberapa metode mengklasifikasi keputusan dalam rangka melakukan evaluasi yang intinya dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram.D. 2. Ketergantungan pada kebijakan. tidak berstruktur. Terprogram Kep. Kenali kriteria keputusan. 1997) Tipe Kep. intuisi. gaya hidup. dan prosedur pasti Baru. d.

Evaluasi 1) Jelaskan peran seorang wirausaha dalam kedudukannya sebagai pengambil keputusan? 2) Uraikan beberapa kendala yang dihadapi seorang wirausaha dalam mengambil keputusan? 3) Seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan yang baik.6. Uraikan kedua tipe keputusan tersebut? 33 . Uraikan prosedur dalam proses pengambilan keputusan bisnis? 4) Dalam evaluasi keputusan dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. harus memahami berbagai prosedur dalam pengambilan keputusan.

prilaku dan pengalaman wirausaha. pikiran. c. Ketika pembelajaran dipandang sebagai konsep wirausaha. Proses pembelajaran dalam pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidup sasaran didik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.1. sikap. RANGKUMAN Belajar merupakan proses perubahan nilai. dan bahkan fakta baru melalui pesan-pesan komunikatif (proses pembelajaran). 3. Pesan yang disampaikan dengan sengaja dimaksudkan untuk menimbulkan kontradiksi dan inkonsistensi di antara komponen sikap individu dan perilakunya sehingga mengganggu kestabilan sikap dan membuka peluang terjadinya perubahan yang diinginkan. dan perilaku. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. sehingga belajar sambil bekerja sangatlah penting. yaitu dengan memasukkan ide. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pembelajaran dalam menumbuhkan sikap wirausaha. 2. KATA KUNCI: Wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara pembelajaran kognitif. Pendidikan Bisnis & Pembelajaran 4. maka hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang wirausahawan 34 . Salah satu cara untuk merubah sikap dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan persuasif. Mahasiswa diharapkan dapat memahami makna pembelajaran wirausaha b. pendapat. kecakapan. TUJUAN KHUSUS a.

Akan tetapi hal tersebut tidak hanya cukup memahami cara-cara wirausaha saja. Pengalaman yang dikaji maknanya akan memberikan pemahaman dan kesimpulan atas sesuatu kejadian. Proses pembelajaran merupakan siklus dari aktivitas sehari-hari yang memberikan pengalaman pada seseorang. Pembelajaran wirausaha dilakukan dengan maksud belajar bekerja dengan cara berwirausaha. dan kinerja. 5. Dalam hal ini belajar tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengalaman semata. kapasitas. yang mana hal tersebut akan memperkaya stock of knowledge. tetapi proses berpikir yang berorientasi ke masa yang akan datang dalam menciptakan suatu realitas masa depan. Pengetahuan ditransfer oleh seseorang dari sumbernya sehingga untuk bisa mendapatkan pengetahuan tersebut seseorang harusmempunyai akses terhadap sumber pengetahuan. sikap dan perilakunya. serta mengelola dan mengorganisasikan perusahaan. URAIAN PEMBELAJARAN E. perilaku. Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses mengolah informasi menjadi kompetensi.mengenali dan bertindak terhadap peluang yang ada. tetapi harus terjun secara aktif dan melakukan untuk memahami 'what is it that work' dan menyadari bahwa ia dapat melakukan hal tersebut. 35 . Efektivitas pembelajaran sangat tergantung pada effektifitas dalam mengakses terhadap sumber pengetahuan ataupun pengalaman serta effektivitas dalam mentransformasi pengetahuan dan pengalamannya menjadi kompetensi dan prestasi. Siklus pembelajaran yang baik dan benar akan terus meningkatkan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang terus berubah sehingga ia dapat unjuk kinerja dengan optimal pada apa yang dikerjakannya.

F. Belajar merupakan proses yang kompleks dan dapat bersifat informal dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar individu Dengan belajar. sistimnilai. Namun pembelajaran dalam usaha kecil.lingkungan sosial dan lingkungan usaha dalam aktivitas wirausahanya. topik ini menjadi penting karena pembelajaran wirausaha merupakan faktor yang menentukan bagi pertumbuhan usahanya. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari pola hubungan dengan lingkungan alam. ketermpilan. Berdasarkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning) setiap orang mendapatkan dan mengakumulasikan pengetahuan. serta pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. Demikian seterusnya. prilaku dan pengalaman wirausaha.Pembelajaran wirausaha dipengaruhi olehkarakteristik internal dan lingkungan eksternal. proses siklus tersebut akan memperkaya stock of knowledge. yang akan dikaji. membedakan antara pembelajaran kognitif. dipahami. Jadi pembelajaran merupakan proses sosial dan organisasional. Dengan demikian pada Pokok bahasan ini akan diuraikan makna pembelajaran wirausaha. motivasi. Karakteristik internal meliputi sifat. Dari aktivitasnya. kapasitas dan kapabilitas 36 . seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terus berubah (Cope and Watts. Teori Pembelajaran Bagi Wirausaha Belajar adalah istilah umum yang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. dan disimpulkan sehingga ia mengetahui apa yang harus dilakukan dikemudian hari untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan membuat sesuatu yang lebih baik. keyakinan. sikap dari aktivitas sosial dan pengalamannya sehari-hari. 2000). kapabilitas pribadi. dan prestasi. seseorang mendapatkan pengalaman.

Single loop learning terjadi manakala suatu organisasi melakukan usahanya tetapi tanpa perubahan. 1999) membandingkan tiga cara pembelajaran. memperbaiki. respon atau perilaku.seseorang sehingga ia menjadi lebih mampu beradaptasi dan survive dalam lingkungannya. (1997 dalam Claston et al. Siklus Balajar Progresif Mumford (1996) Argyris dan Schon (1978) mengidentifikasi 2 jenis pembelajaran. sedangkan pembelajaran secara double loop learning terjadi manakala ada suatu perubahan dominan yang sejalan dengan cara pembelajaran. Pembelajaran akan meningkatkan kemampuan kognisi. maupun pengalaman melakukan sesuatu.1. Selanjutnya. Hall 37 . ataupun mengintegrasikan suatu ide.. konsep. dan perilaku. Proses pembelajaran tersebut digambarkan oleh sebagai berikut berikut : Gambar 5. yaitu single loop learning dan doule loop learning. afeksi. Pedler et al. keterampilan. maupun teknologi. Proses pembelajaran tersebut bisa didapat dari pengalaman kognitif. Implementing dan improving merupakan dua tahap yang sama dengan single loop learning sedangkan integrating setara dengan double loop learning. yaitu "mengimplementasikan" (implementing) dan "memperbaiki“ (improving) serta "mengintegrasikan" (integrating). sehingga seseorang dapat mengimplementasikan.

lingkungan usaha.2.Metode-Metode Pembelajaran Wirausaha Proses pembelajaran juga dapat dibedakan atas proses serta pengaruh yang diakibatkannya. Pembelajaran kognitif Pembelajaran kognitif memfokuskan pada perubahan kandungan kognitif dari proses pembelajaran. diantaranya adalah : 1. A Conceptual model of entrepreneurial learning Pada Gambar 5. sistim nilai.2 menunjukkan bahwa proses pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi. kompetensi.(1996) menyatakan bahwa dalam jangka pendek pembelajaran akan merubah sikap dan kinerja seseorang. Rae dan Carswell (2000) lebih rinci menggambarkan tentang perkembangan wirausaha. serta prestasi dari usahanya. di mana pengetahuan disebarkan dan 38 . Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk sebuah karakteristik internal yang mempengaruhinya dalam menggerakkan usahanya. sedangkan dalam jangka panjang mampu menumbuhkan identitas dan daya adaptabilitas seseorang yang sangat penting bagi keberhasilannya. seperti pada Gambar tentang model konseptual pembelajaran kewirausahaan sebagai berikut: Gambar 5. G.

Lunberg. serta penetapan tujuan (yang merupakan garis depan dari penelitian motivasi moderen). 1995 dalam Lichtenstein. Pembelajaran perilaku Hubber (1999) memberi ilustrasi tentang pembelajaran sebagai berikut. seperti halnya ekpektansi. Hubber tidak menekankan bahwa pembelajaran harus merubah perilaku seseorang. Pembelajaran perilaku (behavioral learning) merupakan proses adaptasi yang dihasilkan dari coba-coba dan mengarah pada proses yang memberikan keuntungan selektif bagi yang bersangkutan (Levintal. 2. 1991. 2003). Seseorang dapat belajar melalui proses informasi yang mengakibatkan beberapa potensi perilakunya berubah. Pembelajaran kognitif terjadi karena adanya hubungan antara indikator lingkungan kognitif dan harapan-harapan. pemberian atribut dan locus of control. Indikator kognitif berkaitan dengan pilihan harapan terhadap penghargaan (rewards).ditransfer sehingga dapat merubah peta kognitif seseorang (Brown and Dugvid. 2003). 1994 dalam Lichtenstein et al. Dalam perilaku organisasi. pendekatan kognitif telah banyak diterapkan terutama dalam teori motivasi.. Dari perilaku cobacoba tersebut seseorang dapat mengetahui mana yang baik dan benar atau sebaliknya. Hal ini dikarenakan proses belajar bisa saja hanya merubah pola pikir seseorang. 39 . ilmu pengetahuan kognitif berfokus lebih banyak pada struktur dan proses kompetensi manusia. 1991. Saat ini. Nanoka. Semuanya adalah konsep kognitif yang mewakili perilaku organisasi dalam hal pencapaian tujuan atau maksud tertentu (purposefullness).

Pola ini oleh Argyris dan Schon (1978) disebut sebagai single loop learning yang bersifat rutin. Argyris (1994) mengemukakan bahwa pola pembelajaran single loop berlangsung selama proses pemecahan persoalan dimana yang bersangkutan mengabaikan isu-isu mengapa permasalahan tersebut muncul. yakni: 1) Pembelajaran tingkat pertama. 2) Pembelajaran tingkat kedua menggambarkan pengasimilasian sesuatu yang dapat dialihkan dari situasi satu ke situasi yang lain dimana orang tersebut telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang konsepsinya pada suatu aspek tertentu. tetapi sistem ini tidak dapat menentukan standarnya sendiri yang sesuai. Secara umum hal ini merupakan pembelajaran yang lebih mendasar tetapi masih masuk dalam kategori single loop learning. Hal ini digambarkan sebagai pembelajaran pada kulitnya. Single loop learning meliputi pembelajaran dari konsekuensi perilaku sebelumnya.Burgoyne dan Hodgson (1983) mengemukakan bahwa terdapat tiga tingkat pembelajaran perilaku yang dapat dialami oleh seseorang. menunjukkan adanya asimilasi informasi faktual yang mempunyai manfaat segera tetapi tidak ada implikasi pengembangan dalam jangka panjang. Di dalam model pembelajaran ini hasil-hasil umpan balik ditimbulkan oleh suatu proses pengamatan konsekuensi dari suatu tindakan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyesuaikan tindakan selanjutnya dalam rangka menghindari kesalahan yang sama di masa depan dan mengembangkan pola perilaku keberhasilan. pengulangan yang terus menerus atau dihafalkan tanpa dipikir lebih lanjut. 40 . Walaupun bentuk dari pembelajaran ini dapat menghasilkan inteligensi dalam sistem pembelajaran single loop.

Pembelajaran double loop berhubungan dengan ide-ide dari sistem yang terkoordinir. 1990 dalam Lichtenstein. Burgoyne dan Hodgson (1993) mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran dialami oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari yang menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dari arus informasi yang diterimanya secara berkelanjutan. 41 . Pembelajaran dari pengalaman Pembelajaran dari pengalaman lebih menekankan pada proses yang sedang berjalan daripada belajar bagaimana melakukan sesuatu. kesadaran dan pemahaman diri pada tingkatan yang lebih mendalam. Pola pembelajaran double loop terdiri dari sistem monitoring dan koreksi perilaku serta menentukan perilaku yang tepat. sistem akan belajar untuk belajar sehingga menjadi lebih cerdas dalam menentukan kriteria operasional yang mendasari perilaku. sasaran dan nilai-nilai yang mendasarinya (Argyris dan Schon. Dalam pembelajaran double loop. Pemahaman tersebut juga akan memunculkan pertanyaan apakah seorang wirausahawan memiliki kemampuan untuk belajar bagaimana cara belajar. yakni dengan cara terus menerus mempertanyakan dan merefleksikan strategi. yang sejalan dengan pengertian double loop learning. Hal ini akan berpengaruh pada visi. Double loop learning memerlukan asumsi yang mendasari terjadinya nilai-nilai serta risiko yang secara fundamental berubah. tetapi juga nilai yang mendasarinya serta persepsi perilakunya.tanyakan tidak hanya pada caracara yang telah mapan. Senge. 1978. 3. 2003).

menunjukan bahwa concrete experience merupakan suatu aktifitas atau pengalaman seseorang secara langsung.3. Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah active experimentation yaitu langkah seseorang untuk selalu mencoba hal-hal baru berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkannya. sebagai berikut: Gambar 5. Mumford (1996) mengemukakan suatu model pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari empat langkah dimana satu sama lain saling berhubungan atau saling menunjang.Cope dan Watts (2000) menegaskan bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman dapat direncanakan dan dimunculkan. sedangkan reflective observation merupakan langkah dimana seseorang berusaha meninjau atau menggaliarti pengalaman yang diperolehnya yang selanjutnya dilakukan pemahaman tentang konsep atau hubungan yang mendasari pertimbangan seseorang terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan (abstract conceptualisation).3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb Gambar 5. Langkah ini merupakan langkah paling penting guna menghindari kesalahan yang sama atau meningkatkan hasil yang lebih baik. 42 .

Reflective observation menurut Kolb sama dengan watching. seseorang perlu menggunakan kemampuannya secara terus menerus dan proaktif merefleksikan kejadian masa lalu sebagai media belajar. salah satu langkah yang dapat digunakan adalah dengan cara problem solving. small group discussions atau games. Di sini individu lebih cenderung menggunakan pengalamannya ada sendiri dalam dengan memecahkan permasalahan yang dibandingkan menggunakan pengalaman orang lain. dimensi ini menghadirkan suatupenerimaan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang matang. selain itu individu dituntut untuk belajar bagaimana menerapkan teori yang ada melalui analisa sistematis. Abstract generalization atau conceptualisation memiliki kesamaan dengan thinking. Burgoyne dan Hodgson (1983) juga menekankan pentingnya 'specific critical incident' dalam menstimulasi pembelajaran. dimensi ini mengkaji pengaruh pengalaman yang didapatnya terhadap dirinya. Pembelajaran merupakan proses belajar seseorang terhadap suatu kejadian yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman orang lain yang diketahuinya. Active experimentation menurut Kolb sama dengan doing. dimensi ini mengharuskan seseorang untuk berfikir atau membandingkan bagaimana suatu hal berkaitan dengan pengalamannya sendiri. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pembelajaran. sehingga proses belajar menjadi lebih efektif.Kolb (1984) dalam Ulrich dan Cole (1989) mengemukakan bahwa concrete experience sama dengan feeling atau sensing. dimana seseorang berfikir bagaimana memperoleh informasi terbaru sebagai jalan atau pertimbangan untuk bertindak. sehingga akan meminimalkan kesalahan yang sama 43 .

Kurva pembelajaran menunjukkan hubungan negatif antara biaya produksi dan kuantitas barang-barang yang dihasilkan. sehingga seorang wirausahawan akan mampu mengantisipasi adanya perubahan dan siap dengan adanya perubahan yang terjadi. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan usaha. perilaku pekerja dapat dianalisis dan dikelola untuk memperbaiki kinerjanya maupun kinerja organisasi. Pembelajaran Organisasi Perilaku organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan proses pembelajaran. H. organisasi harus mampu membangkitkan komitmen anggotanya dan membangun kapasitas belajar pada semua level organisasi secara berkelanjutan. Menurut Marquardt (1996) organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar sungguh-sungguh dan 44 . Selain itu proses pembelajaran dapat menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dengan arus informasi yang berkelanjutan. Berdasarkan prinsip pembelajaran. Sebagai contoh. dan motivasi yang semuanya merupakanhasil dari pembelajaran.Pembelajaran Organisasi & Wirausaha 1. dimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan output melalui perbaikan cara-cara produksi. Hatch (1997) mengemukakan bahwa kurva pembelajaran memberikan bukti bahwa suatu organisasi mengalami proses belajar. Dengan proses pembelajaran seorang wirausahawan dapat mengembangkan usahanya lebih maju sehingga produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan sulit ditiru oleh perusahaan lain atau pesaing.pada suatu proses yang sama atau meniadakan kesalahan yang sama serta melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan. kemampuan pekerja. sikap manajer.

dan tak henti-henti mentransformasi diri agar dapat memperoleh. maka proses pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai "double loop learning". sistem 45 . dan menggunakan pengetahuan dengan lebih baik demi keberhasilan. Marquardt berpendapat bahwa organisasi pembelajaran terdiri dari lima sub sistim. pengetahuan. organisasi. mengelola. Convergent learning menekankan pada spesialisasi dan standarisasi dari kemampuan.secara bersama-sama. Jika dalam proses pembelajaran sebuah organisasi dapat menjalankan kebijakannya dan mencapai tujuannya. dan teknologi yang saling berhubungan dan saling menunjang sebagai sistim. manusia. Kesalahan (error) dapat menjadi sifat yang dapat menghambat proses pembelajaran. Hendry et al. Subsistim Dalam Organisasi Pembelajaran Organization Knowledge Learning People Technology Choueke dan Armstrong (1998) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi adalah suatu proses pendeteksian dan pengoreksian kesalahankesalahan.4. Dua hal yang biasanya terjadi dalam proses pembelajaran organisasi adalah sifat yang mengarah kepada satu tujuan (convergent) atau mengarah kepada banyak tujuan (divergent). Lima sub sistim tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 5. (1995) dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa kandungan dari pembelajaran organisasi harus dipertimbangkan serta prosesnya harus bersifat efisien dan efektif. yaitu belajar. Mintzberg dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi sebagai suatu proses berkelanjutan.

mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). Ketika keberhasilan sulit untuk ditunjukkan. keragu-raguan terhadap kompetensi. Pada dasarnya ia menggambarkan bahwa kapabilitas organisasi sebagai “dinamika rutinitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dalam efisiensi atau efektivitas” dan “kumpulan dari tacit knowledge yang 46 . Matlay (2000) mengemukakan bahwa organisasi pada dasarnya belajar dari proses pengorganisasian pihak lain. organisasi mengkomunikasikannya melalui cerita-cerita dan simbol-simbol serta norma perilaku dan harapan-harapan. Hal ini seringkali sulit untuk diketahui karena indikator dari keberhasilan secara konstan dimodifikasi setiap waktu. maka sulit pula keberhasilan tersebut dipelajari berdasarkan pada hal-hal yang telah dilakukan di masa lampau. Matlay menyatakan bahwa terdapat banyak kesulitan dalam proses pembelajaran yang mereka gambarkan sebagai "supertitious learning". Pembelajaran dalam organisasi juga menyangkut proses budaya. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan (benchmarking). Kegagalan pembelajaran terjadi karena keragu-raguan dalam meraih keberhasilan. Selanjutnya. Supertitious learning terjadi ketika hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh tidak dapat ditentukan secara tepat.pengendalian. dan operasi utama dari organisasi dalam bidang tertentu yang memfokukan pada efisiensi. dan jebakan keberhasilan. Wright (1997) memasukkan istilah “akumulasi pembelajaran” sebagai salah satu aset tak berwujud yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang tidak dapat ditiru (inimitability). Sebagai contoh.

Ia menyarankan dua faktor penting dalam membangun kapabilitas organisasi. dicirikan oleh reliabilitas yang konstan tetapi terbatas karena kurangnya daya tanggap terhadap perubahan lingkungan. a) adaptive learning. (2) Memperbaiki (improving) dicirikan dengan memberikan gagasan (initiative-taking). Argyris dan Schon (1978) kemudian mengembangkan teori pembelajaran organisasi ini dengan pendapatnya tentang "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". Gibb (1997) mengemukakan dua tipe pembelajaran. Sementara itu Pedler (1997) dalam Chaston et al. prosedur dan sistem organisasi yang tertanam dalam cara berperilaku”. dan kemampuan belajar. (1999) mengemukakan tiga tahapan pembelajaran sebagai berkut: (1) Mengimplementasikan (implementing): melakukan sesuatu dengan benar. Sejumlah penulis menjelaskan metode yang berbeda-beda dari perilaku pembelajaran dalam perusahaan yang mempengaruhi mereka untuk menciptakan (create). yaitu pembelajaran dalam rangka mengatasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. melakukan eksperimen secara sistematis dan 47 . sistem tersebut dapat belajar untuk belajar. menggunakan secara bersama-sama (share) dan menyimpan pengetahuan dalam perusahaan. Konsep pembelajaran organisasi juga dapat didekati dari ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan pendapat tentang sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem memiliki kesadaran dengan sendirinya. dan b) generative learning yaitu kapasitas untuk menciptakan dan berpikir proyektif. yaitu: kemampuan inovasi.dibangun dalam proses organisasi.

jelas bahwa sejumlah penulis mengenali dan berupaya untuk mendefinisikan tipe perilaku pembelajaran yang berbeda pada tataran organisasi. tetapi hanya sedikit yang mengoperasionalkan konstruk pembelajaran melalui aplikasi teknik kuantitatif pada usaha kecil. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua arah konsep pembelajaran organisasi yakni. Namun demikian. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara-cara yang berbeda ini berhubungan dan berdampak pada kapabilitas organisasi? Dari beberapa literatur yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi.melakukan segala sesuatu dengan lebih baik tetapi masih terkendala oleh masih kecilnya skala peningkatan di dalam batas-batas yang ada. yang memuluskan jalan ke arah pembentukan teori tentang pembelajaran organisasi dengan "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". Hal ini dikarenakan alat yang digunakan untuk mengekplorasi konstruk pembelajaran organisasi pada umumnya dilakukan untuk studi skala besar. 48 . dari kalangan modernis yang mengikuti arus ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem untuk memiliki kesadaran belajar dengan sendirinya dan dari kalangan ahli psikologi Amerika. Cara-cara tersebut diturunkan dari suatu model “tahapan” dari perkembangan pembelajaran. (3) Mengintegrasikan (integrating) dicirikan dengan “melakukan hal-hal dengan lebih baik” secara kreatif melalui pemecahan masalah secara sistematis dan holistik (menyeluruh). Hill dan McGowan (1999) telah dapat mengukur persepsi individu manajer tentang kecenderungan tenaga kerja yang tergabung dalam masing-masing cara belajar. Dengan demikian.

2. Hall (1996) mengemukakan bahwa proses pembelajaran pengusaha dapat dilihat dari dua dimensi. (1996) Tugas (Task) Performance Adaptabilitas Pribadi (self) Sikap Identitas Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam jangka pendek aktifitas pengembangan difokuskan pada peningkatan performance skill. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). yang meliputi proses pembelajaran. kemampuan untuk mengenali mengapa suatu masalah terjadi dan kemampuan mengatasinya. sehingga wirausahawan yang belajar dengan sungguh-sungguh akan lebih berhasil dalam usahanya dibandingkan dengan wirausahawan yang tidak pernah belajar. dan 49 . sebagai contoh. dimana dalam proses tersebut banyak mempelajari berbagai konsep. Pembelajaran dan Pendidikan Wirausaha Kemampuan belajar seorang wirausahawan dalam pemecahan masalah yang tidak terstruktur dan berisiko sudah tidak diragukan lagi. Perolehan kemampuan tersebut merupakan hasil dari proses belajar.Selain itu organisasi pada dasarnya dapat belajar dengan cara yang dijelaskan oleh proses pengorganisasian pihak lain.1 Empat Tipe Pembelajaran Fokus pembelajaran Rentang Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Sumber : Hall. Mereka belajar dari pengalaman mendirikan dan mengelola usaha. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan ataupun pembandingan (Benchmarking). yaitu dimensi rentang waktu (jangka panjang dan jangka pendek) dan dimensi target (tugas atau orang) sebagai mana terlihat dalam tabel berikut: Tabel 5.

Adaptabilitas danidentitas biasa disebut sebagai metaskill. Termasuk di dalam adaptabilitas adalah belajar bersikap terbuka terhadap perubahanserta melakukan beberapa perubahan. Adapun program pembelajaran jangka panjang diorientasikan pada tingkat adaptabilitas terhadap tugas dan pembentukan identitas pribadi. Oleh karena itu perlu diidentifikasi isu-isu kunci dalam proses pembelajaran dan pengembangan wirausaha. dan pengalaman. pembimbingan (mentoring). Adapun pengertian dari masing-masing isu tersebut adalah sebagai berikut: Sagir (1986) mengemukakan bahwa program Pendidikan dan Pelatihan pada hakikatnya merupakan jalur dan jenjang yang berkesinambungan yang menunjukkan peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi: 1) Pendidikan umum atau pendidikan dasar yang merupakan bekal agar SDM mempunyai pengetahuan dasar yang memadai dan siap untuk dilatih. menengah. Sedangkan yang termasuk di dalam identitas adalah keterbukaan untuk menerima masukan. dan memasukkan cara-cara baru dalam menginstropeksi diri sendiri. 2) Latihan keterampilan teknis (technical know how) atau profesionalisme untuk bidang tertentu baik tingkat rendah.memasukkan komponen sosialisasi serta sikap yang membentuk identitas perusahaan ke dalam program pengembangan. Dalam penelitian ini isu-isu kunci yang akan diangkat adalah isu yang berkenaan dengan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan. karena keduanya memberi kemampuan untuk belajar bagaimana agar bisa belajar. Metaskill ini identik dengan double loop learning dan merupakan kemampuan yang sangat penting di masa sekarang dan yang akan datang. 50 . atau tinggi.

Dari pendapat Sagir di atastampak pelatihan sesungguhnya adalah bahwa fungsi pendidikan dan untuk meningkatkan dan upaya mengembangkan kemampuan karyawan (teknismaupun manajerial). terutama aspek profesionalisme kerja. tetapi juga memiliki kemampuan manajerial. dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuannya. program Diklat berhubungan dengan peningkatan kinerja. Jadi. Choueke dan Amstrong (1998) mengusulkan materi pendidikan atau pelatihan wirausaha dalam membangun kompetensi wirausaha sebagai berikut: 51 . mengembangkan diri untuk menjadi unsur pimpinan dalam bidangnya yang mampu dikembangkan. Ranupandojo dan Husnan (2002) juga mengemukakan bahwa : 1) Pendidikan ialah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan. mempersiapkan SDM agar lebih kreatif. Dalam prakteknya kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama. kecakapan. bukan hanya memiliki kemampuan teknis. 2) Latihan ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Latihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya guna meningkatkan keterampilan. Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan bahwa istilah pendidikan dan pelatihan (Education and training) sering dipertukarkan dengan istilah pengembangan (development) seperti yang dipakai oleh Flippo.Jenjang latihan untuk pengembangan diri.

1998) yang menunjukkan bahwa "pengalaman" merupakan sumber utama dari pembelajaran. Program mentoring menekankan pada upaya untuk membantu wirausahawan dalam menafsirkan'critical incident' sebagai pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Cope and Watts (2000) melakukan penelitian tentang proses pembelajaran dari wirausahawan dalam hubungannya dengan proses personal dan siklus pengembangan usahanya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikemukakan bahwa 'critical incident' sangat penting diterapkan untuk memahami proses pembelajaran wirausaha. Materi Pendidikan atau Pelatihan Wirausaha Sumber : Choueke dan Amstrong (1998).2. sehingga sangat diperlukan bimbingan terhadap pengalaman tersebut. ‘Critical incident’ yang dialami dapat menghasilkan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi serta mendasar. Mereka menemukan konsep 'critical incident' yang menunjukkan bahwa wirausahawan sering menghadapi masa atau episode kritis yang traumatik dan berkepanjangan dan menggambarkan kejadian-kejadian bermuatan emosional.Tabel 5. Choueke and Armstrong. Mentoring atau bimbingan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausahawan guna membantu 52 . Hal ini didukung oleh hasil penelitian Armstrong (dalam.

menafsirkan kejadian-kejadian yang dialami selama proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha. Hal ini biasa disebut dengan pembelajaran dari pengalaman (learning from experience). EVALUASI 1) Jelaskan makna pembelanjaran bagi seorang wirausaha? 2) Uraikan perbedaan antara pembelanjaran kognitif. dalam praktek usaha yang sesungguhnya. self-development pada pembelajaran karir jangka panjang. 6. karena pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada wirausahawan untuk memanfaatkan on-the job experience dan memberikan meta skill untuk learning how to learn. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman sangat bermanfaat digunakan untuk pengembangan seorang wirausahawan. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman ini memberikan kemampuan bagi individu dan organisasi untuk melakukan selfrenewal dengan melakukan pendekatan yang proaktif. Robinson dan Sexton (1994) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang terintegrasi dengan pekerjaan. perilaku dan pembelajaran pengalaman wirausaha? 3) Jelaskan empat tipe dalam pembelajaran wirausaha? 4) Berikan contoh pendidikan kewirausahaan yang ada di Indonesia? 53 .

Keteguhan atau biasa disebut tekad adalah suatu motif yang melibatkan suatu ketahanan untuk terus fokus pada sasaran ketika sedang dihadang berbagai rintangan. KATA KUNCI: Motivasi. Daya inovasi merupakan salah satu ciri khas utama dari seorang wirausahawan. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha c. 2. karena dengan inovasi seorang wirausahawan akan mampu 54 . memenangkan suatu perdebatan atau meraih posisi dengan kewenangan yang lebih besar. Seorang wirausahawan yang mempunyai motivasi yang kuat juga menunjukan keteguhan yang kuat. Daya Inovasi & Kompentesi Wirausaha 4. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian motivasi. Hal ini seringkali disamakan dengankebutuhan akan kekuasaan. daya inovasi dan kompentesi wirausaha serta penerapanya dalam kehidupan nyata.1. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kompentesi wirausaha 3. b. Motivasi wirausaha membutuhkan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Seseorang dengan motivasi kepemimpinan yang tinggi banyak berpikir mengenai cara mempengaruhi orang banyak. RANGKUMAN Para wirausahawan efektif harus punya keinginan untuk memimpin. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu membangkitkan semangat/motivasi. Mahasiswa dapat menggali daya inovasi seorang wirausaha d. TUJUAN KHUSUS a.

Kompetensi adalah suatu kemampuan lebih dari seorang individu jika dibandingkan dengan individu yang lain. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. seorang wirausahawan harus memiliki manajemen diri yang baik. URAIAN PEMBELAJARAN A. sedangkan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. dan kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan hasil kerja yang lebih efektif. Secara umum kompetensi wirausahawan sama dengan kompetensi manajer ditambah kemampuan membaca peluang dan manajemen diri.meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menciptakan produkproduk baru yang inovatif maupun mengembangkan cara-cara pemasaran yang inovatif sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk maupun cara pemasaran dari pesaing. Hal ini dikarenakan seorang wirausahawan selain sebagai pemilik usaha (manajer) juga sebagai pelaksana usaha sehingga sangat dibutuhkan kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya. 55 . selain itu kompetensi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan. Keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. keterampilan. Wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Pendahuluan Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. dalam arti seorang wirausahawan harus mampu mengelola kemampuan dirinya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. 5. seorang wirausahawan harus bekerja keras. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan.

Kekuasan bisa dipandang sebagai mata uang seorang wirausahawan. Motif sebagai sesuatu yang ada dalam diri manusia yang membangkitkan. dayainovasi dan kompentensi wirausaha. Shane et al. seorang wirausahawan harus bekerja keras. memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan. sarana utama yang digunakan seorang 56 . Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitandalam menjalankan peran wirausaha. Dengan demikian motivasi terjadi melalui suatu proses yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. (2003) mengemukakan bahwa keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapainya tujuan. kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha. mengaktifkan. artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain. memindahkan. daya inovasi seorang wirausaha.Daya inovasi dan kompentensi yang dimiliki seorang wirausaha merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaran usaha. Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Motivasi Usaha Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan. Pokok bahasan ini akan diuraikan pengertianmotivasi. dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. dan kompentesi wirausaha B.

2) pertumbuhan. Collins et al. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain. terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai.wirausahawan untuk membereskan banyak hal dalam suatu wadah usahanya. (2000) mengemukakan bahwa keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan. mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya. Oleh karena itu. 5) mengamati kejadian dengancepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif. hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti. dan 6) kualitas dari barang yang diproduksinya. 4) inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. Tentu saja. sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. hal itu adalah : 1) memuaskan pelanggan. dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usahanya. sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya. Para wirausahawan harus dan tak boleh letih. 3) penekanan biaya. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha 57 . Selanjutnya Collins et al. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran. Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. (2000) menjelaskan bagaimana motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. ketegaran mesti dilakukan dengan berlandaskan pada sikap rasional.

1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive. Studi yang dilakukan oleh Knight. Motivasi membantu seorang wirausahawanmemperoleh pengetahuan. Pattigrew (1996)dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. keinginan untuk mengumpulkan kekayaan. tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan. di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut : 58 . industri. pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha.dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan. keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan. dan Jero W. keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan. 1983 (dalam Rambat. atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy). Kondisi lingkungan seperti sistem hukum. Motivasi awal untuk menjalankanaktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha. L. Kemampuan kognitif memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil.

Para ibu rumah tangga yang pada awalnya sibuk mengurus anak dan rumah tangganya akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi. 4) The feminist refuge. dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha. Anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan usaha yang tidak terkait dengan lingkungan yang ada.1) The foreign refuge. akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. 3) The parental (paternal) refuge. 5) The housewife refuge. caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri. lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat. Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak mereka biasanya kemudian akan berusaha untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya. 6) The society refuge. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada. 2) The corporate refuge. menjadi terpacu untuk berwirausaha. 7) The educational refuge. 59 . pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaannya merasa bahwa kepuasan kerjanya akan meningkat dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri. Para wanita yang merasa telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan.

cukupnya supervisor pengawasan dan pembimbing.Mitchell (1999). seorang peneliti Perilaku Organsiasi yang terkenal. Model tersebut. Organizational Behavior.1. mengintegrasikan berbagai elemen yang pada intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari motivasi. seperti diperlihatkan pada Gambar berikut. Konteks pekerjaan mencakup lingkungan hati. mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja. tugas yang diselesaikan oleh seseorang. Kedua kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain 60 . dan budaya organsiasi. Gambar 6. pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan. Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. 2000 Pada gambar di atas. Model Motivasi Prestasi Kerja Sumber : Kreitner and Kinicki.

Selanjutnya. mengarahkan. yaitu meminta. Dengan demikian. Motivasi melibatkan suatu proses psikologis untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk berperilaku dengan cara tertentu.sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi. terdapat empat kesimpulan penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama. Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model peran karyawan yang berhasil. Sebagai contoh. dan membantu mereka mempertahankan self-afficay dan self-esteem yang tinggi. akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak. Perilaku mencerminkan sesuatu yang dapat kita lihat atau dengar. dan menetapkan. atau strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau tugas. Perilaku. jumlah usaha yang dikeluarkan. prestasi dipengaruhi oleh motivasi perilaku. dan suatu kombinasi dari faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan. Hasil dari motivasi secara umum dinilai dengan perilaku yang ditunjukkan. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi yang berkaitan dengan perilaku langsung. motivasi. Lebih lanjut gambar tersebut memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi penghargaan yang setimpal. Sebaliknya perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer memberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif. 61 .motivasi berbeda dengan perilaku. secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan pengetahuan (keterampilan) individu.

Keempat. Ketiga. Dalam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar dalam perekonomian daripada daya beli. (1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah seorang yang inovatif. C. faktor konteks pekerjaan. dan perilaku motivasi yang sesuai. motivasi. jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu. dan motivasi. Prestasi juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh organisasi dan dinilai oleh manajer. faktor konteks pekerjaan. motivasi diperlukan tetapi bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja.Kedua. perilaku berbeda dengan prestasi. Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh suatu kombinasi input individu. proses atau produk. Mereka membuat perubahan melalui introduksi teknologi. kemampuan dan tujuan pribadi. Perilaku dipengaruhi oleh input dari individu. sehingga memberinya nilai ekonomi. serta kualitas catatan kuliah. tetapi daya beli adalah hasil ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi. 62 . Hirsch dan Peters. Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Daya Inovasi Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. karena tidak ada sesuatupun yang menjadi sumberdaya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam. Menurut Schumpeter hanya orang-orang yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan dan mereka mampu melakukan perubahan-perubahan yang luar biasa. Sebagai contoh. perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi. Inovasi menciptakan sumberdaya.

1990) : 63 . Pengertian seperti ini akan lebih relevan untuk menggambarkan perusahaan besar. Kuratko dan Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan. Di dalam tulisannya The Theory of Economc Development. Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah dikenal secara luas. dimana dengan perubahan tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. Ia juga menjelaskan bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan jaman.Dengan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang mampu mengembangkan teknologi baru. Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. dan sintesis. penggandaan (duplication). Dalam prosesnya. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai penyebab utama dari pembangunan ekonomi. ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru. Dalam hal ini seorang wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahanperubahan besar. Ia harus terarah secara spesifik. penemuan (invention). pengembangan (extention). Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi sumber inovasi (Howel dan Higgins. yaitu . jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan. Inovasi merupakan sarana seorang wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat perubahan-perubahan. Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya tetapi tetap sebagai self employed.

bakat atau sifat. c. b. f. Perubahan pada industri dan pasar. Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang tidak efektif. Kompetensi Wirausaha Hooghiemstra (1992) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik dasar individu yang berhubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif dan superior dalam pekerjaannya. menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk berhasil. Ketidakharmonisan. Proses sesuai kebutuhan. daya tahan stres. Misalkan berkaitan dengan kepercayaan diri. e. atau keterampilan kognitif dalam perilaku. Perubahan demografi. g. pengendalian diri. Sifat dasar (bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam berperilaku atau cara merespon. Kompetensi dapat berupa motif. atau ketahanan. 64 . Kejadian yang tidak terduga. Konsep pengetahuan dasar (belajar). konsep diri. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan. Kompetensi akan membedakan orang yang berprestasi baik dengan yang biasa-biasa saja. Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: a. b. d.a. pengetahuan diri. sikap atau nilai maupun pendirian. D. Perubahan persepsi.

Konsep diri. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu Sumber : Hooghiemstra. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur. Kebanyakan temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan antara kinerja yang rata-rata dan superior. Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur sebab yang sederhana sebagai berikut: Gambar 6. d. Merubah motif dan sifat mungkin dapat dilakukan tetapi harus melalui proses yang sangat panjang. Dari sudut pandang efisiensi. sedangkan sikap dan nilai-nilai merupakan indikator-indikator yang lebih sulit untuk diajarkan.2. apa yang mereka pikirkan atau tertarik dalam melakukan sesuatu. Self concept. Personal charakteristics disini terdiri dari: Motive. kemampuan mendengarkan secara aktif). apakah teknis atau interpersonal. yang diukur dengan uji responden. Trait. dalam proses rekruasi aturannya adalah merekrut berdasarkan karakteristik motivasi inti dan sifat bawaan yang selanjutnya perlu dilakukan 65 . Knowledge dan Skills. sulit dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. (1992) Kompetensi secara umum memiliki perbedaan berdasarkan proses pengajarannya. e. sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang menanyakan apa yang mereka hargai. Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat (misal. Pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu dari indikator kompetensi yang paling mudah diajarkan.c.

pegembangan pengetahuan dan keterampilan. Pendekatan multimethode lebih bersifat komprehensif karena berusaha menghindari kritikan yang muncul dari dua pendekatan lain. Pendekatan definisi kompetensi dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu orientasi pekerja. Sandberg (2000) mengemukakan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. orientasi pekerjaan dan orientasi multimethode. keterampilan dan kemampuan (KSAs) dan sifat bawaan individu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. mereka merekrut berdasarkan gelar pendidikannya dan berasumsi bahwa kandidat tersebut memiliki atau dapat diindoktrinasi dengan motif dan sifat yang diperlukan. selanjutnya menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah tersebut. kompetensi juga disebutkan sebagai atribut kemampuan spesifik yang dibutuhkan seseorang dan dijabarkan dalam langkah-langkah pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Kenyataan menunjukkan bahwa merekrut orang yang memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan kebutuhan dan melatih mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu lebih effisien jika dibandingkan dengan merekrut orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. yang ditunjukkan oleh pengetahuan. Jadi dapat dikemukakan bahwa kompetensi adalah kumpulan atribut-atribut spesifik yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang untuk dapat menyelesaikan 66 . yakni dengan memadukan kedua metode tersebut. Dalam pendekatan orientasi kerja. Dalam pendekatan orientasi pekerja. Namun kebanyakan perusahaan melakukan sebaliknya. Misalkan menetapkan proses serta pekerjaan yang diperlukan. kompetensi didefinisikan sebagai atribut yang dimiliki oleh seseorang atau pekerja.

tugas. 67 . Mereka yang dapat menyelesaikan tugas lebih baik daripada yang lain berarti orang tersebut lebih kompeten daripada lainnya. Menurut Baum paling tidak terdapat beberapa kompetensi wirausaha yang sangat diperlukan yaitu pengetahuan. manusia. misalkan keterampilan dalam mengambil keputusan. (2001) mengemukakan bahwa kompetensi wirausaha hampir sama dengan kompetensi seorang manajer tetapi ditambahkan 2 keterampilan yaitu peluang dan manajemen diri. peluang. Man et al. 2. sumberdaya kepemimpinan. pengenalan peluang sedangkan human relation dan administrasi dapat digabungkan dalam kepemimpinan. Baum et al. keterampilan. (2000) mengemukakan bahwa secara umum terdapat enam area kompetensi wirausaha yang dapat dikenali yakni: 1. kemampuan kognitif. kemampuan bernegosiasi. pemahaman dan penyerapan informasi yang kompleks. Opportunity competencies (Kemampuan peluang) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan mengenali dan mengembangkan peluang pasar melalui berbagai cara. self management. keterampilan berkomunikasi dan hubungan antar pribadi 3. Conceptual competencies (Kemampuan konseptual) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan konseptual yang mana dicerminkan di dalam perilaku usahawan. dan pengambilan pengembangan keputusan. serta daya inovasi yang tinggi. sementara kemampuan peluang dapat dimasukkan dalam keterampilan memanfaatkan peluang (opportunity skills). Relationship competencies (Kemampuan hubungan) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan interaksi orang per orang atau individu dengan kelompok. penggunaan hubungan dan koneksi. administrasi. misalnya dalam konteks kerjasama dan kepercayaan.

Pendekatan ini semata-mata berasumsi bahwa kemampuan belum tentu membuat seorang wirausahawan berkompeten. Organizing competencies (Kemampuan pengorganisasian) yaitu kompensasi yang berhubungan dengan pengorganisasian sumberdaya internal dan eksternal seperti SDM. Boyatzis (1982) mengemukakan bahwa kemampuan wirausaha berhubungan erat dengan managerial competencies. Kemampuan dapat dipelajari dari masukannya (kemampuan terdahulu). Commitment competencies (Kemampuan komitmen) yaitu kompetensi atau kemampuan yang menggerakkan seorang wirausahawan untuk menjadikan usahanya lebih berkembang. memimpin pekerja. (1999) mengemukakan bahwa kompetensi juga dapat di ukur berdasarkan seberapa besar individu tersebut mampu dalam pencapaian tujuan. proses (perilaku atau tugas yang mendorong ke arah kemampuan). teknologi termasuk di dalamnya membangun tim kerja. atau hasil (menuju keberhasilan standar kemampuan atau wewenang dalam area fungsional). 1995). Penekanan proses atau pendekatan perilaku mempelajari sifat wirausaha dengan dimensi proses dari kondisi daya saing. pelatihan dan pengendalian. Strategic competencies (Kemampuan stratejik) yaitu kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penetapan. Pendekatan kompetensi menjadi suatu alat yang populer untuk mempelajari krakteristik wirausahawan. keuangan. melainkan kemampuan hanya dapat dipertunjukkan oleh tindakan dan perilaku orang tersebut (Gartner dan Starr. 5..4. 68 . evaluasi dan penerapan strategi perusahaan 6. Kompetensi wirausaha sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam berupaya pengembangan usahanya. Lebih lanjut Man et al.

6. daya inovasi dan kompentensi wirausaha? 2) Jelaskan beberapa factor motivasi dalam wirausaha dan model motivasi untuk mencapai kinerja yang tinggi? 3) Uraikan beberapa kiat yang dapat menumbuhkan daya inovasi wirausaha? 4) Jelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu? 5) Uraikan atas enam demensi kompentesi yang harus dikenali oleh setiap wirausaha? 69 . EVALUASI 1) Jelaskan pengertian motivasi.

5.1.Pendahuluan Dewasa ini. RANGKUMAN Menjadi wirausaha yang handal tidaklah muda. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi. 2. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menilai peluang usaha/bisnis serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun kelayakan usaha 3. URAIAN PEMBELAJARAN A. namum tidak sesulit yang dibayakan banyak orang. KATA KUNCI: Menilai Peluang. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha b. banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. Namun karena kurangnya informasi. Sebagian orang beranggapan bahwa 70 . Kemampuan seseorang untuk menilai peluang dan memanfaatkan peluang tersebut merupakan modal dasar untuk melaksanakan aktivitas wirausaha. TUJUAN KHUSUS a. Kelayakan Usaha 4. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. bidang dan macam peluang usaha c.

Semakin sering seseorang berusaha berwiraswasta maka intuisi dalam membaca peluang semakin tajam. identifikasi. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri manusia. serta menyusun kelayakan usaha B. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pengetahuan ataupun informasi dari mereka yang melakukan transaksi. seorang wirausahawan adalah seorang yang mengambil keuntungan dari peluang dagang. Pokok bahasan ini di uraikan tentang pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha. bidang dan macam peluang usaha. Dengan mengetahui peluang dagang. Dengan demikian.kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan. seorang wirausahawan akan dapat memetik keuntungan dengan bertindak sebagai pemula yang memfasilitasi perdagangan. Pengertian Dan Lingkup Peluang Usaha Kirzner (1999) menyatakan bahwa wirausahawan adalah sebagai orang yang 'waspada' pada peluang yang menguntungkan dalam mekanisme pasar. Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber-sumber daya yang ada. 71 . seseorang yang melakukan transaksi pada peluang yang muncul dari suatu teknologi baru. Oleh karena itu kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. Berdasarkan pendapat Kirzner tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa peranan informasi di pasar merupakan faktor yang sangat penting dalam wirausaha. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. penemu yang kreatif.

Berdasarkan asal perubahannya. berasal dari penemuan bahan baku baru.1. 2. Eckhardt dan Shane (2002) juga mengidentifikasi tipe-tipe peluang. pasar dan metode organisasi baru dapat diperkenalkan melalui pembentukan cara (means) baru. Dalam hal ini keputusan wirausaha meliputi kreasi atau identifikasi daripada means dan ends baru yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pelaku pasar. Peluang usaha yang telah dieksploitasi secara maksimal juga akan menenggelamkan peluang tersebut. dan berasal dari cara mengorganisasi. atau hubungan antara means dan ends. di antaranya yaitu: 1. peluang yang berasal dari gap antara 72 . seperti perubahan yang berasal dari kreasi produk atau jasa baru. serta mekanisme penyebaran informasi. Peluang usaha mempunyai siklus karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. Dalam proses eksploitasi peluang. Berdasarkan sumber peluang seperti: peluang yang berasal dari informasi yang asimetrik. perubahan yang berasal dari penemuan daerah pasar baru. Pengertian Peluang Usaha Eckhardt dan Shane (2002) mendefinisikan peluang sebagai situasi dimana barang. jasa. pelanggan (ends). Waktu siklus peluang usaha tersebut tergantung pada pembatasan mekanisme peniruan. Dalam lingkungan kondisi yang tidak seimbang sering muncul peluang baru yang menenggelamkan peluang yang lama. bahan baku. berasal dari metode produksi baru. seseorang mencari sumberdaya dan melibatkannya dalam aktivitas yang dapat memberikan informasi guna meningkatkan kepedulian bersama di antara pelaku pasar tentangkarakteristik informasi peluang yang dapat mendorong ataupun menekan seseorang dalam menindaklanjuti peluang usaha yang ada.

peluang yang berasal dari perbedaan tingkat produktivitas.pasokan dan permintaan. Lingkup Peluang Usaha Kendatipun peluang usaha bersifat luas namun dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 73 . Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Faktor kebutuhan masyarakat b. Faktor dinamika perkembangan masyarakat c. Suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri maka perlu menyadari adanya suatu peluang usaha yang dapat ditinjau dari berbagai aspek yang terdiri dari : H H H H H Pasar Persaingan Keinginan konsumen/pelanggan Kekuatan-kekuatan kita Kelemahan-kelemahan kita Dengan adanya peluang usaha mencakup aspek-aspek yang sangat luas dan bersifat selalu terbuka karena itu tidak ada alasan tertutupnya kesempatan berusaha asal saja mampu mencermati perubahan-perubahan atau pergeseran peradaban yang terjadi pada masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) faktor utama yang merupakan variabel dasar dalam upaya identifikasi peluang usaha yaitu: a. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. dan peluang yang berasal dari identifikasi katalisator perubahan yang menghasilkan peluang usaha. Faktor keberadaan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan. 2. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha.

a. Dari segi lama barunya peluang usaha dapat dijumpai 3 (tiga) kemungkinan peluang usaha yang terbuka. 2. Peluang usaha akan terbuka dan menjadi peluang usaha baru khususnya dilakukan pada daerah-daerah baru. b. dimana peluang usaha ini sebelumnya belum ada tetapi kemudian diciptakan. Berdasarkan lama-barunya peluang usaha. Peluang usaha baru sama sekali. peluang usahatimbul adanya kebutuhan manusia. yaitu : 1. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan sekunder 3. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan primer 2. kemudian mempunyai demensi kuantitatif dan kualitatif yang ditentukan oleh faktor pendidikan. Oleh karena itu perlu dibedakan konseptualisasi wirausaha sebagai berikut: (1) Antara konsep di wirausaha dalam (entrepreneurial) pengertian dan manajerial dan (managerial) pengorganisasian pengkoordinasian 74 . pemilik usaha mandiri (selfemployed) dan pelaku usaha (businessman). Lingkup peluang usaha dengan klasifikasi di atas. Karena dalam bahasa sehari-hari sering terjadi kerancuan penggunaan istilah wirausahawan (entrepreneur). dan status sosial masyarakat. 3. Dalam kaitan itu karena peluang usaha berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dalam pembagian sebagai berikut : dapat dikelompokan ke 1. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan tertier. pendapatan. Berdasarkan Hiraki Kebutuhan Manusia Seperti disajikan pada bagian awal. Peluang usaha baru yang disempurnakan/dikembangkan dari usaha yang sudah ada/lama.

Peluang tersebut harus dibuat bukan ditemukan begitu saja. Hal ini diilustrasikan di dalam Tabel berikut ini. Wirausahawan mengidentifikasi peluang usaha. Peluang usaha tidak akan menjadi usaha yang berhasil apabila tidak dikembangkan lebih lanjut. Proses identifikasi dan pengembangan peluang itu sendiri merupakan siklus yang terus berkembang. menciptakan dan menyajikan nilai tambah bagi stakeholders. (2003) mengemukakan bahwa identifikasi dan pemilihan peluang yang tepat untuk usaha baru merupakan kemampuan yang sangat penting bagi keberhasilan wirausahawan. Berdasarkan dikotomi ganda dari self-employed lawan employee dan entrepreneurial lawan managerial. dan pengembangan peluang usaha memerlukan kerja kreatif dari seorang wirausahawan. Ardichvili et al. yaitu wirausahawandan pelaku usaha manajerial yang merupakan wirausaha di dalam pengertian formal semata. Ketiga tipe ini tergolong ke dalam Schumpeterian entrepreneurs. Tipologi Wirausaha Tipologi Entrepreneurial Self-employed Schumpeterian entrepreneurs Employees Intrapreneurs Executive Managerial Managerial business owners Sumber : Carree and Thurik (2002).Identifikasi. dan pekerja (employee).(2) Antara pemilik usaha (business-owner) atau usaha mandiri (selfemployed). Tabel 7. Bidang Dan Macam Peluang Usaha Ardichvili et al. (2000) lebih lanjut menyatakan bahwa proses identifikasi dan pengembangan peluang usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kewaspadaan yang dimiliki 75 . akan dihasilkan tiga tipe yang dapat membedakan dengan wirausaha.1. C.

yaitu : Gambar 7. juga memudahkn identifikasi peluang usaha tersebut yang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sektorsektor jenis kegiatan usaha yaitu : 76 . begitu banyak ragam peluang usaha. jaringan sosial. Untuk lebih memudahkan dalam memahami identifikasi peluang usaha maka dengan pendekatan subyek/pelaku bisnis di masyarakat.seorang wirausahawan. informasi dan pengetahuan yang dimiliki. sifat individu dan tipe-tipe peluang itu sendiri.1. Skema berikut ini dapat dipakai sebagai acuan. Identifikasi Peluang Usaha Pendekatan Subyek Pemakai Prespektif peluang usaha yang sangat terbuka dan sangat luas.

Aspek Pasar. Keuntungan kelebihan harga jual di atas harga beli 3. sebagai imbalannya perusahaan kelebihan harg jual barang produksi di atas harga pokok produksinya merupakan keuntungan perusahaan. D. yang diperoleh merupakan pihak lain. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain kelayakan usaha : HIdentifikasi kesempatan usaha dan tujuan usaha HAspek-aspek kelayakan usaha HAlat dan kerangka analisis HData dan sumber data HKriteria penilaian 2. Tujuan dilakukan kelayakan usaha adalah untuk menghindari ketelanjuran atau terjadinya penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak memberikan keuntungan. perusahaan Perdagangan yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya jual-beli barang dagang. tidak layaknya) suatu usaha dilakukan yang berdaya guna dan berhasil guna dimasa yang akan datang. Perusahaan Manufaktur (Pabrikasi) yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengan jadi atau barang jadi.1.Kelayakan Usaha Kelayakan usaha adalah sebagai suatu hasil analisis yang dilakukan secara cermat tentang dapat tidaknya (layak. 2. 1. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa pelayanan kepada memperoleh penghasilan. meliputi: ª Permintaan ª Pemasaran ª Harga 77 . Aspek-aspek Penilaian Dalam Kelayakan Usaha : a.

Uraikan ruang lingkup dalam menilai peluang usaha? 3) Uraikan dengan jelas identifikasi menilai peluang usaha dari sudut pandang pemakai? 4) Berikan salah satu contoh dalam membuat studi kelayakan dalam menilai peluang usaha? 78 . Aspek Finasial. c. meliputi: ª Jadwal pelaksanaannya ª Bentuk organisasinya ª Analisa jabatan & analisa TK e. NPV. dan adat istiadat. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian peluang usaha? Berikan contoh rill dalam menilai peluang usaha! 2) Dalam menilai peluang usaha dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Market Share. SWOT. IRR. BCR. meliputi: ª Skala produksi yang optimal ª Proses produksi ª Perlengkapan ª Pemilikan lokasi ª Alat analisis aspek teknis dapat dilakukan dengan analisis perbandingan biaya setiap alternatif. terdiri dari: ª ROI ª Alat analisis yang digunakan dalam aspek finansial adalah kriteria investasi seperti : PP. dll d.ª Analisis aspek pasar yaitu: peramalan permintaan. Amndal. dll b. ARR. Aspek Manajemen. BEP. 6. kerusakan lingkungan (polusi). Aspek Ekonomi. Budaya dan Sosial Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh proyek tersebut. Contoh : naiknya pendapatan. Aspek Teknik. metode transportasi (pemilihan lokasi) dan metode skoring/pemberian bobot.

Hasil produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh peternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 43 butir telur per tahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150–250 butir telur per tahun sehingga pendapatan yang diperoleh per bulan 79 . Mahasiswa diharapkan dapat mereview artikel nasional dan internasional c.1. MATERI PEMBELAJARAN Contoh Kasus: STUDI KELAYAKAN USAHA POTENSI BUDIDAYA TERNAK ITIK DI KECAMATAN KONDA A. KATA KUNCI: Contoh Kasus. Mahasiswa diharapkan dapat mereview jurnal nasional dan internasional 3. itik albio dan itik lokal. TUJUAN KHUSUS a. Rewiew Artikel & Jurnal 4. 2.Ringkasan Hasil Survei Tahun 2007 Survei yang dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Kendari dengan tujuan untuk mengetahui potensi budidaya ternak yang digunakan dalam mengembangkan hasil produksi telur. itik khaki. Hasil survei menunjukkan bahwa potensi ternak itik yang dikembangkan peternak di Kecamatan Konda relatif kecil karena pengelolaannya masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil dimana populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden adalah 285 ekor yang terdiri dari itik bali. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun studi kelakan usaha b. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menyusun kasus studi kelayakan usaha. mereview artikel dan jurnal.

B. tipe petelur dan tipe dwiguna.813 1.353 47 42 42 43 42 43 Sumber : Hasil Survei Tahun 2007 Pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ternak yang diusahakan oleh petani pada akhir tahun 2007 mengalami peningkatan dibanding populasi pada awal tahun 2007.071 2. Dengan demikian masalah yang dihadapi adalah : ”Bagaimana potensi dan teknik budidaya yang digunakan oleh peternak itik serta kendala-kendala apa yang dihadapi”. Sedangkan pada akhir tahun populasi ternak meningkat menjadi 285 ekor (214%) terdiri dari 43 ekor jantan (15%) dan 242 ekor betina (85%). Populasi ternak itik pada awal tahun 91 ekor terdiri dari 20 ekor itik jantan atau (22%) dan 71 ekor betina (78%). Faktor penyebabnya adalah penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim dan kekurangan modal.673 1. Oleh karena itu strategi dan program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik tentang ternak itik dan bantuan modal. Secara rata-rata rasio 80 . Populasi. Sistim usahatani ternak dengan mengoptimalkan teknik budidaya ternak itik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak tetapi apabila dikelola secara tradisional dan dalam skala usaha kecil maka pengelolaan usaha kurang efisien.790 2.500.rata-rata sebesar Rp 156.006 10. Produksi dan Produktivitas Ternak itik yang dikembangkan di Kecamatan Konda adalah itik tipe pedaging.2. Kondisi populasi produksi dan produktivitas ternak tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7. Produksi dan Produktivitas Ternak di Kecamatan Konda Kelurahan/ Desa Konda Masagena Pouso Jaya Moreme Cialam Jaya Jumlah Awal Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) adalah pelatihan Akhir Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) Produksi Telur (butir) Produktivitas (butir) 4 4 2 4 3 20 14 17 14 13 13 71 18 21 19 17 16 91 6 10 9 11 7 43 44 66 69 39 24 242 50 76 78 50 31 285 2.-.

Jumlah produksi yang dihasilkan lebih rendah dibanding hasil produksi ternak itik yang dibudidayakan yaitu produksi daging 146 ekor dan telur 10. pemeliharaan.ternak itik jantan dan betina 1 : 6 dan jangka waktu bertelur rata-rata diantara 2. nasi dan jagung sedangkan kosentrat tidak diberikan akibatnya produksi telur belum optimal.353 butir dan produktivitas telur rata-rata perekor 43 butir dalam setahun. C. pemberantasan hama dan penyakit serta kekurangan modal kerja untuk membiyayi kegiatan usahanya.5 bulan dalam setahun. itik Alabio dan binit itik lokal. Faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak itik yang dihasilkan oleh peternak di Kecamatan Konda adalah penguasaan teknologi budidaya ternak masih minim terutama cara memilih induk. Induk/bibit ternak yang dikembangkan adalah 285 ekor terdiri dari itik Bali. 10% dari bantuan pemerintah dan 70% di beli. Jenis pakan yang diberikan adalah dedak padi. itik Khaki. Sistim pemeliharaan ternak yang dilakukan di Kecamatan Konda adalah sistem gembala dan perkandangan. Kemudian pakan merupakan kebutuhan penting yang menentukan hasil produksi.5 – 3. Pemberian pakan yang dilakukan peternak belum optimal yaitu 2x sehari dengan komposisi tidak teratur. Dan pada malam hari dimasukan ke dalam kadang untuk menghindari dan melindungi ternak dari gangguan binatang. Artinya pada siang hari itik dilepas untuk mengembala mencari makanan. 40% dedak halus dan 20% kosentrat. Dari 20 responden menunjukkan 20% memperoleh induk/bibit dengan cara tetas telur. Produktivitas ternak itik dikelola dengan teknik budidaya itik Bali 150 butir dan itik Khaki 250 butir pertahun. Menurut petunjuk komposisi pakan ternak 40% jagung. pemberian pakan. ampas kelapa.Teknologi Budidaya Itik Produksi telur maupun daging yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kualitas induk dan bibit ternak yang diusahakan. 81 . umbi cincang.

5 bulan sampai 4 bulan. Hal ini menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak belum optimal. Dari 20 responden yang diteliti menyatakan bahwa lama bertelur dalam 1 (satu) tahun bervariasi yaitu 2. Cara pengobatan yang dilakukan adalah 20% menggunakan minyak gosok pada kaki dan 80% menyatakan tidak tahu.pemangsa. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peternak itik di Kecamatan Konda adalah penyakit itik. 82 . E. Kelemahan sistim gembala adalah produksi telur rendah dibanding sistim lanting dan sistim terkurung. D.353 butir.Modal Usaha Modal yang digunakan oleh peternak dalam mengembangkan usahanya adalah modal sendiri. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak di Kecamatan Konda. 3.5 bulan 15% sedangkan menurut teknik budidaya lama bertelur berkisar antara 3. tempat ternak beristrahat/tidur. Dari 20 responden yang diteliti 90% menyatakan bahwa kekurangan modal dan 10% modalnya cukup. Dari 20 orang responden 90% diantaranya tidak melakukan dan 10% melakukan pengendalian penyakit. Hasil Panen Produsi telur itik yang dipanen di Kecamatan Konda tahun 2004 sebanyak 10. pencuri.0 bulan 40% dan 3. Cara memanen setiap pagi para peternak mengambil telur itik dikandang dan di bawah kolom rumah atau di halaman dengan mengunakan keranjang atau sejenisnya untuk menyimpan telur itik. tempat berkembang biak dan memudahkan kontrol. Oleh karena itu bantuan modal berupa kredit lunak dengan tingkat bunga rendah diharapkan para peternak itik di Kececamatan Konda.5 bulan 45%. Jenis penyakit yang menyerang ternak adalah penyakit lumpuh.

2.2. 83 . Jalur pertama adalah peternak menjual telur dan daging itik langsung kepada konsumen. pengendalian hama dan penyakit.000 per ekor.000-Rp 20. Harga yang telur berkisar antara Rp 750-Rp 950 per butir sedangkan daging berkisar Rp 15.000 per ekor. pemeliharaan dan perkandangan. harga berfluktuasi.F. PETERNAK (1) KONSUMEN (2) PENGECER Keterangan : 1. penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim yaitu mulai dari pemilihan induk/bibit. Harga telur berkisar antara Rp 500-Rp 750 per biji sedangkan daging berkisar antara Rp10. pemberian pakan. Dengan demikian pelatihan teknik budidaya ternak itik menjadi prioritas utama disamping pemberdayaan PPL dan bantuan modal kerja berupa kredit lunak dengan tingkat bunga yang rendah.000 – Rp 25. pemanenan. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik. Pemasaran Hasil Produksi Pemasaran hasil produksi ternak itik baik telur maupun daging di Kecamatan Konda melalui 2 jalur seperti gambar berikut : Gambar 7. G. Jalur kedua adalah peternak menjual telur dan daging kepada pedagang pengecer dan pedangan pengecer menjual kepada konsumen. Kendala-Kendala dan Penyelesaiannya Kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak itik dalam mengembangkan usahanya adalah kekurangan modal kerja.

000.. Alabio dan itik lokal.000 + Jumlah Pengeluran ……………………………………… Pendapatan ……………………………………………….353 butir telur pertahun dengan produktivitas rata-rata 43 butir per ekor pertahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150 – 250 butir pertahun per ekor. Analisa Usaha Ternak Itik Tabel 7. Jenis itik tersebutadalah itik Bali. Sumber : Hasil Proyeksi (Rp3.051...000) Rp 3. I. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh ternak itik di itik Kecamatan Konda belum optimal yaitu 10.051.000 • Penyusutan Kandang ……………. Analisis Usaha Ternak Itik PEMASUKAN : • Penjulan telur selama 2 tahun (2 x 35 x 26 x 3.755. 84 .000 ….500 Rp 1. Populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden yang diteliti adalah 285 ekor terdiri dari jantan 43 ekor dan betina 242 ekor. Kesimpulan Dari Kasus 1.Rp 800.000 • Biaya Pemeliharaan ………………..500 Jumlah Dari tabel tersebut di atas. Usahatani ternak itik di Kecamatan Konda masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil. menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak itik setip bulan rata-rata Rp 3..15 x 300…Rp 1.Rp 200.5 x 950) ……………………………… • Penjulan itik 50 x Rp 20. Rp 1.500 : 24 = Rp 156. itik Khaki. 2.296.000 • Biaya pakan 40 x 720 x 0..….000 + Rp 7.H.000 ………………………… Jumlah Hasil Penjulan …………………………………… PENGELURAN : • Pembelian itik induk 40 x 20.296.500 Rp 6.3.500.000.755.

3. Faktor yang menyebabkan produktivitas kekurangan modal,

ternak itik

rendah

adalah

penguasaan teknik budidaya ternak itik minim

terutama pemilihan induk/bibit, pemberian pakan, pemeliharan dan perkandangan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pemanenan. J. Rekomendasi Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik, diperlukan wirausahawan dan kepemimpinan dimasa datang, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan program sebagai berikut : 1. Pelatihan tentang teknik budidaya ternak itik dan kewirausahaan. 2. PPL peternakan diberdayakan.

85

Contoh Review Artikel : MANAJER-MANAJER INTEGRASI : PEMIMPIN KHUSUS PADA WAKTU-WAKTU KHUSUS
By.Ronald N. Ashkenas dan Suzanne C. Francis, Des 2006

A.Abstract Tidaklah mudah untuk melintasi wilayah berbatu yang harus diseberangi dua organisasi yang harus bersatu. Inilah mengapa perusahaan-perusahaan yang cerdik akan menunjuk seorang manajer yang baru dan berjenis unik. B. Pendahuluan ⌦ Pertimbangan Irony : Kurang dari separuh keseluruhan Merjer dan Akuisisi (M&A) telah mencapai tujuan-tujuan strategik dan finansial yang diinginkan, namun perusahaan mengeluarkan lebih banyak untuk M&A selama tahun lalu dari yang sebelumnya. Menurut para bankir investasi J.P. Morgan, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengeluarkan 3,3 trilyun dolar untuk M&A di tahun 1999, tepatnya 32% lebih banyak dibanding tahun 1998. Pada dasarnya, bahwa rata-rata perusahaan yang gagal mendapatkan nilai yang mereka harapkan dari investasi yang bernilai 1,6 trilyun dolar. Tentu saja merupakan suatu irony yang mahal. ⌦ Lebih ironis lagi : meskipun integrasi diantara perusahaan yang dibeli dengan organisasi induk adalah suatu proses yang sulit dan rumit, secara tradisional tidak pernah ada seorang pun yang bertanggungjawab untuk proses tersebut. ⌦ Untuk mengatasi kesenjangan dalam akuntabilitas tersebut, beberapa perusahaan yang telah memahami dapat menunjuk seorang pemandu yaitu manajer integrasi untuk membimbing semua orang melintasi wilayah berbatu dan seringkali tidak terpetakan yang harus diseberangi kedua organisasi tersebut sebelum mereka dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. ⌦ Ditemukan bahwa manajer-manajer integrasi membantu proses M&A dalam empat cara pokok : á Melakukkan upaya percepatan, á Membuat sebuah struktur, á Membentuk hubungan-hubungan sosial diantara kedua organisasi, á Membantu merancang kesuksesan-kesuksesan jangka-pendek yang memproduksi hasil-hasil bisnis. ⌦ Untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja, kami akan menyampaikan kira-kira lima cara akuisisi dan peranan yang dimainkan manajer-manajer integrasi dalam masing-masing akuisisi. Selanjutnya kami akan melihat siapa yang tepat seharusnya melakukan pekerjaan tersebut :
86

C.Suatu Pekerjaan Yang Menunggu Untuk Dijelaskan F Sebagaimana kepala J&J‟s Quality Institute & veteran 18 tahun dari perusahaan itu, Quinn memiliki pemahaman kuat atas proses-proses bisnis J&J‟s dan bagaimana meningkat kan proses-proses tersebut. Tetapi apa yang diperlukan dalam kasus yang sekarang? Siapa yang akan membelinya ? Apa arti sebenarnya dari integrasi dalam kasus ini? Bagaimana Quinn dapat masuk ke dalamnya ? F Dalam banyak hal, peranan dari manajer integrasi adalah lebih mirip dengan pekerjaan kewirausahaan di suatu perusahaan pemula dibanding suatu posisi dalam suatu organi sasi yang sudah mapan. Seperti perusahaan pemula, suatu akuisisi dimulai dengan suatu strategi dan rencana finansial yang mengandung gagasan cemerlang atas bagaimana jadinya suatu organisasi baru di masa mendatang. F Ketika integrasi berlangsung, pemikiran awal dari Quinn ini pun terkonfirmasikan. Tetapi timbul dua peranan lain yang tidak diantisipasikannya. Kejutan pertama adalah bahwa Quinn ternyata menjadi pemicu emosi bagi banyak orang. F Kejutan kedua bahwa mendapat akses kepada ketua operasi grup J&J‟s merupakan jalan dua arah. F Semua manajer integrasi yang kami wawancarai mendapat pengalamanpengalaman yang mirip dengan Bill Quinn yaitu mereka memulai penugasan-penugasan mereka dengan suatu deskripsi pekerjaan yang kasar dan tidak jelas, yang mereka isi sendiri dengan berlalunya waktu. D.Hidup di Jalur Cepat Ada dua periode kritis dalam masa berlangsungnya dari sebagian besar akuisisi yaitu : Î Pertama adalah waktu diantara pengumuman transaksi dan penutupannya. Î Kedua adalah 100 hari pertama setelah penutupan. Salah satu peranan terpenting manajer integrasi adalah menggerakkan orang secepat mungkin melalui dua batas waktu ini. E. Membuat Kekacauan Menjadi Teratur Î Menempatkan bersama dua perusahaan membutuhkan pemutusan dan penyambungan hubungan untuk ratusan proses dan prosedur secepat mungkin. Î Jadi salah satu cara paling efektif dimana seorang manajer integrasi menuntun proses adalah dengan menciptakan struktur di dalam mana tim itu dapat beroperasi secara efektif.

87

transaksi belumlah impas. Î Sang manajer integrasi dapat menyelesaiakan diantara dua budaya dengan memudahkan hubungan-hubungan sosial diantara orang di kedua sisi. Keyakinan ini seringkali merupakan suatu prasyarat yang diperlukan bagi integrasi sejati. Karena tugas bagi manajer integrasi adalah mengarahkan kesuksesan-kesuksesan tangibel secara cepat yang tidak pernah dapat dicapai sebelum perusahaan-perusahaan itu bersatu. terkadang di luar kehendak mereka. Î Keberhasilan semacam ini yang biasanya dicapai dalam 100 hari pertama tidak hanya memberikan impas dari transaksi tetapi juga membangun keyakinan pada pikiran para manajer dan staf bahwa akuisisi ini adalah masuk akal. membangun struktur-struktur. Î Pada perjalanan sampai membawa pada hasil-hasil bisnis. yang seringkali melibatkan perbedaan-perbedaan bahasa dan budaya. sang manajer mungkin menggunakan salah satu atau semua dari empat strategi berikut ini: 88 . Î Namun hubungan-hubungan tersebut adalah esensial untuk membawa bersama dua bisnis sangat berbeda yang keberhasilannya tergantung pada fungsi-fungsi mereka yang terjalin erat selagi mempertahankan budayabudaya unik di lokasi-lokasi yang terpisah. G. H. yang dijerumuskan bersama dalam suatu perusahaan gabungan. Î Di samping mempertahankan jalannya bisnis harian. Membangun Hubungan-Hubungan Sosial Î Orang yang terlibat dalam merjer dan akuisisi seringkali merupakan orang lain. ⌦ Namun dalam suatu proyek integrasi tunggal. Mendapatkan Hasil-Hasil Awal Î Mempercepat berbagai hal. yang menuntut suatu keseimbangan dalam upaya-upaya yang berbeda dari sang manajer integrasi. Apa yang Dilakukan Manajer-manajer Integrasi ⌦ Dalam akuisisi terdapat perbedaan. para pekerja di kedua perusahaan perlu membangun hubungan-hubungan baru.F. dan menempatkan hubungan-hubungan sosial adalah hal kritis tetapi mereka sendiri adalah sama dengan punya peta tetapi tidak pernah digunakan untuk pergi.

dimana organisasi-organisasi berubah dengan kecepatan cahaya. Organisasi-organisasi dalam era Internet terus-menerus menemukan kembali diri mereka. membangun dan mengerjakan kembali mitra dan persekutuan. Seorang Pemimpin Baru untuk Ekonomi Internet Î Î Î Pemimpin yang telah berfokus pada dikelolanya integrasi atas perusahaanperusahaan yang diakuisisi. menciptakan struktur-struktur yang fleksibel dan tanpa batas.I. Di era Internet. Tetapi jenis kepemimpinan yang telah kami jabarkan memiliki implikasi-implikasi lebih luas. kemampuan untuk terus-menerus belajar dan menyesuaikan diri mungkin merupakan perbedaan diantara organisasi yang sukses dan organisasi yang tidak. 89 .

2.Contoh Review Jurnal : STRATEGI PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN : PELAJARAN DAN KONSEP KUNCI DIPELAJARI DARI STUDI SISWA KEWIRAUSAHAAN (Elias G.Pendahuluan ⌦ Wirausahawan merupakan individu yang spesifik. Permasalahan Dan Motivasi Riset 1. dan terutama dari pengalaman usahanya. ⌦ Kemampuan untuk terus belajar dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena mereka memerlukan strategi positioning yang tepat dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. Mike Hanson. serta memimpin dan mensinergikan anak buah serta mitra usahanya untuk keberhasilan usahanya. Untuk menentukan program dan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis 90 .Tujuan Riset 1. 2002) A. ⌦ Kompetensi tersebut diperoleh dari kekuatan lainnya yaitu kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar baik melalui pendidikan. Bagaimana pengaruh perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis ? 2. mereka berperan sebagai inovator. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis. mengorganisasikan kegiatandan sumberdaya. B. Mengapa diperlukan strategi pembelajaran baru dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis ? C. Disamping itu mereka mempunyai kemampuan yang menonjol dalam menetapkan sasaran dan strategi usahanya. Carayannis & Evans. serta berani mengambil resiko. pencari peluang usaha yang menguntungkan. pelatihan. pembimbingan.

kelompok. ) Artikel yang berjudul “ Dari menciptkan bisnis ke menciptakan pekerjaan” yang ditulis Anhur Andersen dan APCE (Agency For Business Creation) menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek budaya tertentu yang membuat enterpreneursip sulit dilakukan di Prancis (Anderson. organisasi dan masyarakat. Masyarakat mengiginkan anak-anaknya untuk profesi lebih terhormat seperti pegawai negeri. menunjukan bahwa : ) Arthur Andersen-Apce. loyalitas. Rewiew Riset Berdasarkan analisis temuan-temuan terdahulu dari penelitian tentang entrepreneurship di tingkat mahasiswa. dilemahkan oleh keluarganya dan lingkungan sosialnya. kami juga berharap jika kita semua mempunyai hak untuk berhasil”. master dan tingkat pendidikan lanjutan (profesional) di Prancis dan Amerika Serikat. ) Giget. (1998). tapi patut mendapatkan….…” ) Ahar Rahmani. Para pemuda di Perancis pada saat ini beranggapan bahwa yang merupakan kewajiban pemerintah dan system untuk memberi keamanan kerja dan pekerjaan.Kajian Riset Dan Konsep Pengembangan Riset 1. 1998). kecuali mereka telah menganggur lama. Entrepreneurship adalah pembuatan dan pembentukan nilai dari nol.. Menyatakan bahwa pengambilan resiko oleh enterpreneurship. kosistensi. kompentesi. 91 . (1998) menyatakan bahwa “Orang Perancis tidak suka entrepreneur. professor. dan keterbukaan.D. Entrepreneurship berkaitan dengan definisi pembuatan dan distribusi nilai dan manfat pada individu. secara definisi optimis. (2001) mengemukakan “Entreprenneurship adalah sebuah kemerdekaan dalam fondasi kontruksi di Perancis. ) Menurut Timmons (1994). ) Beranger dkk (1998) menyimpukan bahwa lingkungan di Perancis membuat proses penciptaan sulit dilakukan oleh entrepreneur. ) Evans dan Hanson. Jika hal ini benar maka pengembangan jiwa entrepreneurial menghadapi tantangan besar. pengacara atau dokter. ) Branger dkk (1998). Kita semua memiliki kemerdekaan untuk menjadi entrepreneur. (1999) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama strategi ini adalah untuk membawa siswa ketingkatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran bersama dengan para instruktur. insinyiur. ) Schindler dan Thomas (1993) ditemukan lima dimensi kepercayan yaitu integritas.

4. 92 . Penciptaan : Individu berpindah dari pengetahuan dan pembelajaran kepelaksanaan pembentukan sebuah perusahaan atau bentuk yang lainnya (contoh enterperneurship) dari kemampuan-kemampuan enterperneurship yang dikuasainnya. 3. Kedewasaan : Individu membangun berdasarkan pengalaman dan meningkatkan karirnya melalui pengembangan berdasarkan pengetahuan dan networking. (1998) dan Ahar Rahmani. 2. maka jalur karir entrepreneurship untuk setiap individu dapat dibagi atas lima tahapan unik yaitu : 1. Fondasi : Penciptaan dan penguatan nilai-nilai entrepreneurial baik untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan. menunjukan adanya “Research Gap” dari penelitian yang dilakukan oleh Arthur AndersenApce. juga melalui validasi dan pengutan eksternal dari karir yang telah dipilihnya. Kerengka Konsep Pengembangan Riset Sebagaimana model dalam Fig.Berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu. Spesialisasi : Kemampuan awal yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu bisnis diperoleh individu mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai enterperneurial. Kesadaran : Individu dihadapkan dengan enterperneurship sebagai alternatif yang memungkinkan sebagaimana jalur-jalur karir yang lain. 2. (2001). 5. 1 di atas.

3. Metode Survey a. dan professional (manajer). 4. 2. Kuisioner pre-test akan diberikan kepada sejumlah orang untuk menjamin bahwa pertanyaan didalamnya dapat dimengerti dengan baik. guna mengetahui perubahan nilai entrepreneurial yang diketahui siswa sebelum dan sesudah menerima pengetahuan serta intruksi yang berhubungan dengan entrepreneurship dalam hubungannya dengan ekonomi dan manfaat kolektif pada masyarakat secara keseluruhan. SMA. Metodologi 1. Hal ini agar memperkecil error yang disebabkan oleh misunderstanding pertanyaan. Teknik pengambilan sampling menggunakan non proposional quota sample untuk siswa dan mahasiswa serta proposional sampling untuk manajer bisnis. dalam rangka menjamin realibilitas dan validitas maksimal. 93 . Para responden tidak akan diberi informasi tambahan melebihi yang diterima disurat. perlakuan khusus hanya dilakukan pada siswa yang bersifat quasiexperimental karena berhubungan dengan perasaan mereka tengang nilainilai entrepreneurship. Perluasan Riset Kenegara Lain Kesulitan lain yang dihadapi adalah ketersediaan riset yang dilakukan di negara lain yang berhubungan dengan topik ini. murit SMP dan SMA di Prancis. Populasi & Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di prancis. lulusan sekolah bisnis di Perancis. Selanjutnya dalam penelitian ini menggunakan desain experimental (Pretes/Post-test). lulusan sekolah bisnis Internasional. Adapun kelompok-kelompok siswa yang dimaksud adalah siswa SMP. Bisa saja hal ini bukan merupakan masalah. Selanjutnya untuk mengevaluasi riset kuantitatif digunakan metode interval sama Thurstone. Rancangan Penelitian Observasi dan pengukuran akan terdiri atas complex multi-part sample.E. Teori skor sebenarnya digunakan untuk menguji reabiliti. Pengukuran rasio akan digunakan dalam riset kuantitatif b. alumni sekolah bisnis. tapi bisa juga menjadi masalah karena jarak sehingga akses untuk riset tertentu terbukti sulit.

Hingga saat ini. (3) Setuju. dan pendidikan lanjutan.F. ) Sukses entrepreneursihp sebagaian besar ditentukan oleh kesempatan ) Entrepreneur itu egois ) Kompotisi karena ekonomi tidak disukai menghancurkan ) Entrepreneurship adalah kebanyakan tempat bagi orang-orang yang gagal dibidang lainnya 94 . penulis telah mengumpulkan informasi dari siswa entrepreneurship di Perancis secara spesifik yang dibagi menjadi 4 kelompok sample yaitu : Kelompok siswa S2 yang telah mengambil kursus entrepreneurship (series 1) Kelompok siswa yang terus mendidik siswa entrepreneur (series 2) dan (d) kelompok siswa S1 yang telah mengikuti entrepreneurship (series 3 & 4) Peneliti menfokuskan pada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dan dibandingkan hasilnya untuk keempat grup untuk menggabrkan temanteman tahap awal dari riset empiris kami. (6) Sangat tidak setuju sekali Daftar pertayaan & histrogram jawaban responden dari masing-masing kelompok sampel dengan menggunakan program Excel : ) Dalam bisnis lebih disukai ) Lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk menjadi entrepreneur. (4) Tidak Setuju. untuk memilih perusahaan besar dibanding dengan perusahaan dibanding dengan banyak perusahaan besar kecil. Kuisioner menyedikan jawaban yang mungkin menjadi pilihan responden yaitu : (1) Sangat setuju sekali. S2. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan survei berkelanjutan yang terdiri atas survei yang dilakukan pada siswa entrepreneurship di Perancis dan Amerika Serikat di tingkat pendidikan S1. (2) Sangat Setuju. (5) Sangat Tidak setuju.

) Entrepreneurship merugikan 2. Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan pendidikan entrepreneurship dan realita lingkungan yang dihadapi pendidikan dan siswa adalah sama. Dibutuhkan tahap awal pendidikan ulang dimana siswa harus dihadapkan ulang dengan pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai entrepreneur dan entrepreneurship. siswa harus didorong untuk menjadi berbeda. Siswa harus disadarkan tentang realita-realitas-realitas pasar dan mengerti bahwa penciptaan bisnis adalah alternatif yang mungkin. Saran Untuk Pendidikan Tinggi Beberapa rekomendasi untuk pengajaran entrepreneurship dipendidikan tinggi dapat diajukan saran yang berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari riset empiris dan literature sebagai berikut : 1. Satu-satunya tujuan rencana bisnis dibanding kepribadian adalah untuk mendapatkan pendanaan (personality) sebagai faktor usaha baru. kerataif dan mengespresikan individualitasnya. sukses di entrepreneurship G. Hasil penelitian kami memberikan pandangan bagi pengajar entrepreneurship dan pembuat keputusan pengembangan ekonomi dalam mengidentifikasi daya dorong maksimal serta faktor keberhasilan dan kegagalan yang dapat mempengaruhi program-programpendidikan dan isentifekonomi yang ditargetkan pada pengembangan sifat danbudaya usahawan yang berkesinambungan di Prancis dan dinegara lainnya H. 2. Rencana bisnis merupakan alat paling kehidupan keluarga penting untuk menciptakan bisnis baru. 95 . Data series 1 tidak tersedia untuk tiga pertanyaan berikut : 1. maka pendidikan dibuat semirip mungkin dengan keyataan. Training lebih penting 3. Ketika diperlukan untuk melibatkan entrepreneur muda dalam proses pendidikan. Sebagai tambahan. 3.

Mendorong integrasi fertikal dan horizontal. 6. kemandirian. 7. dan individualitas dapat secara mudah dieksperisikan. 9. Riset telah membuktikan bahwa entrepreneur yang mencari nasehat konsultan professional memiliki rasio keberhasilan lebih tinggi. penulis menunjukan model lingkungan entrepreneurship dalam rangka memperoleh pengertian yang lebih baik atas kekuatan dan hambatan yang memberi kontribusi pada keberhasilan dan kegagalan aktivitas penciptaan dan penerapan entrepreneurship. Harus ada hubungan yang lebih dekat antara kelompok-kelompok konsultan dengan penelitian-penelitian entrepreneurial. Tidak perlu diragukan lagi bahwa pendidikan entrepreneurship memberi pengetahuan dan keahlian sertamemberikan kecendrungan keberhasilan entrepreneurial karena sukses ini tergantung pada lingkungan. Menciptakan lingkungan yang dinamis untuk eksperimen penyelenggaraan bisnis. Siswa harus memiliki hubungan yang erat dengan professor dan yang lain agar dapat menyedikan informasi dan bantuan bagi siswa dan juga memberikan semacam jaminan proyek-proyek yang berhubungan dengan penciptaan bisnis. begitu pula pengetahuan dan keahlian yang diajarkan. seharusnya program membuat siswa untuk menciptakan sebuah perusahaan setelah mereka keluar dari sekolah. Kita harus mencoba dan menciptakan model pembeljaran yang dibutuhkan untuk menjamin sukses ekonomi perusahaan-perusahaan sejenis di Perancis. Proses pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yangdapat diterapkan dilingkungan yang luas akan tidak efisien bila dengan peningkatan sukses dilingkungan manapun. Program-program teknik dan bisnis harus bekerja bersama. 5. Tujuan melakukan ini dalah untuk mencoba dan membuat pengertian lebih baik atas kontek entrepreneurial di Perancis yang unik. ada semacam usaha nasional untuk mendorong kalaborasi dua bidang ini. Selanjutnya beberapa reviuew jurnal lainnya yang berhubungan dengan kewirausahaan sebagai berikut: 96 . Pada saat yang sama kita bisa mengabaikan keberhasilan program pendidikan di Amerika Serikat atau Kanada. Memperkenalkan siswa pada lingkungan entrepreneurial yang kaya dimana kretivitas.4. 8. motivasi. turut sertakan mahasiswa dalam program pendikan SMP dan SMA. Dalam artikel ini. Secara jelas kita dapat melihat bahwa hal yang dapat dialakukan di Amerika Utara selalu bisa diterapkan di negara lain.

Sangatlah penting untuk 'dekat' dan membangun pengertian yang dalam melalui kesertaan dalam penelitian ini. Pendekatan secara 'constructionism' (Burr. Hal ini dilakukan untuk kepentingan penetapan kebijakan publik. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain adalah: a) Bagaimana pengertian identitas personal berubah seiring dengan perubahan seseorang menjadi wirausahawan dengan fokus pada pembentukan dan proses menjadi pribadi wirausahawan. Rae (2000) melakukan penelitian dengan pendekatan naratif yang mengakui bahwa wirausaha dan pembelajarannya merupakan proses kreatif dan melihat bahwa wirausahawan dan perusahaannya sebagai unit analisis. yaitu pola-pola karir sebagai faktor yang signifikan . misalnya "self efficacy" (keberuntungan). pendidikan. Hal ini disarikan oleh Rae (2000) sebagai berikut: a) Pribadi wirausaha untuk menentukan sifat psikologis dan kepribadiannya. proses. dan efektivitas program pendidikan terutama dari perspektif pendidikan. b) Bagaimana orang belajar bekerja dengan cara wirausahawan. 1995) ini bertujuan memahami cara-cara wirausaha dalam konteks budaya melalui bahasa. dan pilihan hidup seseorang dalam wirausaha. b) Perkembangan karir wirausaha. Model-model yang menekankan pada karakteristik telah mengesampingkan eksplorasi tentang proses bagaimana manusia belajar dan bekerja dengan cara wirausahanya. proses dan pengetahuan apa yang sangat signifikan dalam pembelajaran mereka dan bagaimana hubungannya dengan teori pembelajaran. c) Pendidikan wirausaha : berfokus pada bentuk. 97 . penuturan dan 'discourse' (percakapan). c) Teori wirausaha apa yang dapat dibentuk dari pengalaman wirausahawan.1. David Rae (2000): Understanding Entrepreneurial Learning: A Question of How? Penelitian ini menggambarkan bagaimana memahami proses intrinsik manusia dalam mengembangkan praktek dan kemampuan wirausaha. d) Pendekatan kognitif pada pembelajaran wirausaha mengkonsentrasikan pada arti pengetahuan dan penggunaan ingatan. Dengan cara ini sejarah yang meliputi kejadian. Pembahasan perspektif ciri-ciri dan bakat wirausaha telah mengubah penelitian dari penelitian wirausahawan sebagai entitas menuju pemahaman tentang proses pembentukan wirausahawan. d) Mengembangkan model konseptual tentang pembelajaran wirausaha yang akan bermanfaat bagi wirausaha dan pendidikan.

dari mana mereka mendapat peluang dan prosesnya. Menyadari bahwa pembelajaran merupakan proses yang berkelanjutan maka kita haruslah mengikuti proses tersebut dalam periode waktu tertentu. bahkan untuk badan usaha yang sangat kecil sekalipun. Penelitian ini membantu pemahaman tentang apa yang perlu diketahui wirausahawan.budaya. 3. Robert Sullivan (2000): Entrpreneurial Learning and Mentoring Penelitian ini. mentoring dan mempertemukan antara mentor dan kliennya dari kalangan wirausahawan. Kathryn Watson. Walaupun demikian. dimana mereka mendapatkan keterampilan dan prosesnya. b) Motivasi untuk memulai usaha dan tujuan di dalam menjalankan usahanya. dan identitas diri. Sandra Hogarth-Scott and Nicholas Wilson (1999): Small business start-ups: success factors and support implications Hasil penelitian ini memperkuat beberapa temuan empiris dari penelitian sebelumnya pada bidang yang sama. 98 . 2. proses dan pengertian yang membentuk kehidupan seorang wirausahawan dapat ditangkap dan dieskplorasi. terutama yang berhubungan dengan heterogenitas dari usaha kecil dan pendirinya serta pengaruh dari faktorfaktor pendorong dan daya tarik di dalam keputusan untuk memulai usaha. Lebih lanjut Rae (2000) berpendapat bahwa apabila kita dapat memahami dua nilai nyata dari masyarakat wirausaha. Cara ini juga dapat mengungkapkan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. sasaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. penelitian ini menyangkut hanya pada pembentukan usaha kecil dan tahapan awal dari perkembangan usaha kecil. Penelitian ini memperkuat proposisi yang diajukan. bagaimana mereka belajar. Perubahan-perubahan dalam persepsi. dimana terdapat perbedaan yang berhubungan dengan : a) Latar belakang dan pengalaman dari pemilik usaha dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. pengalaman belajar dan teori-teori pribadi yang diamati seharusnya dapat digunakan. menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang isu-isu pembelajaran. c) Orientasi pertumbuhan dan tujuan untuk mengembangkan usaha. e) Alasan menghentikan usaha. d) Tingkat pelatihan dan bimbingan yang diterima dari lembaga pendukung. maka hal ini akan mengungkap 'the mind and the working of the mind' dari aktor wirausaha. pengembangan wirausaha. apakah hal itu berhubungan dengan siklus perkembangan perusahaannya dan bagaimana bimbingan (mentoring) yang terbaik diberikan. inovasi.

dan Ken G. yakni : a) Identifikasi proses pembelajaran dan implikasinya. dan size. J. Penelitian Baum ini menggunakan pendekatan model struktural dan pengolahan data yang digunakan adalah program LISREL. Sedangkan pendekatan siklus hidup perusahaan perencanaan kapan pelatihan dan bantuan lainnya perlu diberikan. Sebagai indikator langsung bagi pertumbuhan perusahaan digunakan kompetensi spesifik dari CEO. Penelitian ini melibatkan 307 perusahaan dari bidang pengolahan kayu. specific competencies.Sullivan (2000) menetapkan tujuan penelitiannya pada tiga hal. Sulivan (2000) meyakini bahwa pembelajaran wirausaha merupakan faktor kritis yang menentukan keberlangsungan hidup pertumbuhan usaha kecil dan menengah diberbagai pasar. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sifat dari CEO dan kompetensi umum serta lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan sebagai pengaruh tidak langsung. b) Identifikasi kebutuhan khusus dan tahapan perkembangan wirausaha saat dimana kebutuhan tersebut perlu diberikan. dukungan yang diberikan haruslah bersifat responsif (menjawab apa yang dibutuhkan) dan fleksibel terhadap kebutuhan individu pada waktu tertentu. Locke. 99 . environment. Sebagai variabel endogen adalah pertumbuhan usaha (venture growth). Robert Baum. Smith (2001) : A Multidimensional Model of Venture Growth Penelitian yang dilakukan oleh Baum (2001) menggambarkan model secara multidimensi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. Penelitiannya menunjukkan bahwa adanya mentoring akan memberikan nilai tambah kepada manfaat jangka panjang terhadap klien dan masyarakat. motivation. motivasi dan strategi perusahaan. akan tetapi pada akhirnya. teori perilaku organisasi. d) Mengembangkan model pembelajaran berbasis studi kasus. general competencies. Sebanyak 18 indikator digunakan untuk mengukur variabel eksogen tersebut. Kemampuan memberikan bantuan secara tepat waktu merupakan faktor kunci dalam memberikan nilai tambah terbesar. competitive strategies. dan wirausaha. sedangkan variabel eksogen terdiri dari traits. 4. Edwin A. Hasil temuan Sullivan (2000) mengindikasikan bahwa pertimbangan bimbingan tidak hanya pada isi dari bimbingan yang diberikan tetapi juga kemampuan interpersonal dan sikap dari mentor akan berpengaruh terhadap efektivitas kegiatan bimbingan. yaitu dari sudut pandang teori manajemen. teori organisasi. c) Identifikasi cara dan waktu yang tepat bagi pembelajaran dan pemberian dukungan yang efektif.

internal locus of control. Dengan menggunakan metode analisis data LISREL diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman. selanjutnya adalah kemampuan wirausahawan (entrepreneurial skills). Don Y. 5. 100 . yaitu self reliance dan extroversion memiliki dampak negatif terhadap jumlah mitra dan berdampak positif terhadap aktivitas pengembangan jaringan kerja. motivation dan competitive strategies memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha (venture growth). (c) Tehnik analisis dengan menggunakan LISREL dengan pendekatan PLS (partial least square) terbukti memberikan hasil analisis yang lebih baik. penelitian ini dinyatakan telah memberikan kontribusi terhadap literatur wirausaha dalam tiga bentuk. K. dan jumlah mitra usaha serta locus of control dan need for achievement memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha. sehingga perhatian penelitian harus digeser. Penelitian ini mengungkap tentang pengaruh dari sifat kepribadian seorang wirausahawan. Sedangkan pendidikan memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha melalui ukuran perusahaan. specific competencies. self reliance dan extroversion. aktivitas pengembangan jaringan kerja. yang semula pada penelitian tentang sifat keperibadian wirausahawan (entrepreneurial traits). Lee dan Eric W. Kelompok variabel kepribadian (personality traits) terdiri dari need for achievement. Sebanyak 168 perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dari kalangan etnis China di Singapura disurvei dalam penelitian ini. dan kelompok variabel networking activities terdiri dari besarnya dan frekuensi jaringan komunikasi yang dimiliki. latar belakangnya dan aktivitas pengembangan jaringan kerja (networking) terhadap pertumbuhan usaha.Hasil penelitian Baum mengindikasikan bahwa specific competencies. motivation dan competitive strategies. Sementara itu. Melalui hasil yang dicapai. yaitu: (a) Sifat kepribadian (personality traits) wirausahawan secara umum bukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. General copetencies memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui specific competencies. (b) Dalam penelitian ini berhasil dibuktikan bahwa ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel moderator. Dua jenis kepribadian wirausaha lainnya. Tsang (2001) : The Effects of Entrepreneurial Personality Background and Network Activities on Venture Growth. Kemudian kelompok variabel background terdiri dari education dan experience. motivation dan competitive strategies. traits memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui general competencies.

Semarang Richard Daft. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth..A. Thiad College Edition Purnomo. Jakarta Kotler P. Neufeldt Victoria dan Guralnik David. Grasindo. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Adu. P. Salemba Empat.al. Kewirausahaan. Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?. Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations. 2003. Joseph C. Internet: m. 6. Tambunan. Dictonary of American English. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Copyright 1999.S et. Jakarta Raju.al. Journal of American Academy of Business. Manajemen Pemasaran Analisis. and Thurik. 08/TH. Entrepreneurship and Innovation journal. Kasmir. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach. Rost. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. Kamus Webster’s.R. Kumar. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. (1994). Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. Carree. 1997. 1999. Market Orientation. Kwaku Appiah. 2002. Defining & Researching Leadership as a Behavioral Construt : An Idiopathic Approach. 2000. 2002.caree@mw. Lau. Health Care Management Science. D. Journal of Euro-Marketing. 2006. Tambunan. Riyanti B. 1988. Penerbit Erlangga. Cambridge. International Handbook of Entrepreneurship Research. 2002. P. 101 . Human Resource Systems and Sustained Competitive Advantage a Competence-based Perspective. STIE Stikubank. Jakarta. T. Lado A. 3. 2004. M. Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H. Journal of Small Business Management. 1993. ABI/INFORM Global. Acad Managet.A. Journal of Applied Behavior Science. XXXII. Beberapa Isu Penting. A. Rajawali Pers. Usahawan Indonesia No. Wilson M. 2003. Jakarta. 2000. 2003. Kamalesh.unimaas. Organizational Competencies and Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model. 2004. Theresa et.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful