BAHAN AJAR

1

DAFTAR ISI Hal : HALAMAN JUDUL ................................................................................... DAFTAR ISI ............................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................. I. PEMBENTUKAN SIKAP MENTAL WIRAUSAHA .................. II. KEPEMIMPINAN DALAM WIRAUSAHA…………………….. III. MENGAMBIL RESIKO (RISK TAKING) ................................... IV. PENGAMBILAN KEPUTUSAN…………………………………. V. PEMBELAJARAN MENUMBUHKAN SIKAP WIRAUSAHA.. VI. MEMBANGKITKAN MOTIVASI &INOVASI WIRAUSAHA.. VII. MENILAI PELUANG USAHA/BISNIS ........................................ VIII. CONTOH KASUS, REVIEW ARTIKEL & JURNAL…………. DAFTAR PUSTAKA..................................................................................
i ii iii

1 11 20 26 31 51 67 76 98

2

3

di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. proses menjadi wirausahawan sangat dipengaruhi oleh faktorfaktor manusia dan intuisinya. KATA KUNCI: Hakekat Wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan falsafah wirausaha b. wirausahawan sebagai individu yang mencari peluang yang menguntungkan. dan budayadi mana wirausahawan tersebut berasal. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. yakni. Sikap &Profesi 4. Dalam hal ini. wirausahawan sebagai innovator. Ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. sebagai pencari peluang. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan mengubah perilaku untuk bersikap mental wirausaha. ketiga. kedua. 4 .1. wirausahawan menyukai risiko. RANGKUMAN Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. pertama. Mahasiswa diharapkan mengubah perilaku bersikap mental wirausaha. dan suka akan risiko. Semangat wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. TUJUAN KHUSUS a. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara wirausaha dan profesi. masyarakat. 3. 2. yaitu peranan sebagai inovator. c.

seorang wirausaha memerlukan suatu strategi positioning yang kuat serta konsisten dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. bagaimana seorang wirausahawan memulai usaha dan bagaimana mereka bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah terus menerus (open-ended changes). Pendahuluan Karakteristik yang khas dari kelompok usaha kecil. Masa depan lebih cerah dan tidak tergantung kepada orang lain. sehingga faktor pendidikan bukan merupakan hal penting bagi studi wirausaha (entrepreneurship). bukan oleh faktor-faktor lain. Hal ini memerlukan suatu perbaikan yang berkelanjutan. terutama yang menyangkut bakat (personality traits). Meningkatnya harga diri 2. sering kali dikaitkan dengan bakat yang dimiliki oleh pengusaha (pemilik usaha). Falsafah/Hakekat Wirausaha Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber- sumber daya yang ada. B.5. Di sisi lain perubahan yang terjadi merupakan perubahan paradigma persaingan yang bersifat tidak terusmenerus (discontinuous). URAIAN PEMBELAJARAN A. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan berwirausaha yaitu: 1. Hal ini kiranya tidak berlebihan karena kenyataan menunjukkan bahwa mayoritas wirausahawan tidak berpendidikan tinggi. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri 5 . Keberhasilan usaha kecil. wirausaha dan profesi. Ide dan motivasi yang timbul untuk maju besar 4. Dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertahankan usaha. Memperoleh penghasilan untuk diri sendiri 3. Pokok bahasan ini menjelaskan tentang falsafah/ hakekat wirausaha. serta sikap mental wirausaha.

Maslow mempertimbangkan kebutuhan manusia sebagai motivasi dan perilaku manusia dalam sebuah model hierarki kebutuhan berdasarkan urutan kadar pentingnya sebagai berikut : 6 . 3) Etos Kerja. Sehubungan dengan hal tersebut. Manusia dalam hidupnya wajib bekerja. adalah pekerja dan tanpa bekerja fungsi diri sebagai kehilangan manusia mahluk utama di muka bumi akan adalah indikator dalam memahami falsafah/hekekat makna. Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mempertahankan kelansungan hidup. artinya bekerja disini adalah berbuat sesuatu agar kehidupan lebih bermakna atau berperadaban. karena manusia bekerja untuk mempertahankan hidup dan kelansungan hidup. dengan demikian bekerja eksistensi manusia. dinamis dan menyenangkan sehingga keberadaan diri manusia menjadi nyata dan bernilai. (2) Produktivitas. kebutuhan manusia mengalami proses perkembangan dan sangat beragam. bekerja berarti menghasilkan sesuatu baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Dengan etos kerja. Dengan bekerja kehidupan lebih bergairah. Dari perjalanan peradaban manusia.manusia. merupakan salah satu unsur inner dynamic factor (faktor dinamika yang berada dalam diri manusia). ada 4 elemen pokok yang perlu disadari akan eksistensi keberadaanmanusia wiarausaha yaitu : 1) Hakekat Keberadaan Manusia. 2) Kewajiban Manusia Dalam Hidupnya. 4) Kebutuhan Hidup. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. Dalam hubungan tersebut ada 2 (dua) variabel pengukur hasil kerja yaitu : (1) Manfaat/Kegunaan.

keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan masalah hidup dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. dan Sta artinya berdiri. Wirausaha adalah sebagai manifestasi dari kemampuan dan kehendak dari individu-individu. dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. memelihara usaha dan membesarkannya. metode 7 . berjiwa besar. Wirausaha (Entrepreneur) adalah orang yang mendobrak sistem ekomomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru. di dalam dan di luar organisasi. untuk merasakan dan menciptakan peluang ekonomi baru (produk baru. berbudi luhur. 1994). paklawan/pendekar kemajuan dan memiliki keagungan watak. (Soemanto. Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah kegiatan individu atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (Profit). 1984). Model Hierarki Kebutuhan Maslow C. teladan. (Joseph. dalam bidang produksi atau distribusi barang dan jasa. Swa artinya sendiri. Pengertian Wirausaha Dan Profesi Wiraswata terdiri atas 3 kata yaitu Wira adalah manusia unggul. terhadap organisasinya baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk tim. Dengan demikian secara etimologis wiraswasta berarti keberanian.1. berani.Gambar 1.

dan memperkenalkan gagasan-gagasan mereka di pasardalam menghadapi kendala dan ketidakpastian pasar.baru. dan budaya di mana wirausahawan tersebut berasal. bentuk dan penggunaan sumberdaya dan institusi (Wenneker dan Thurik dalam Carree dan Thurik. 3) Wirausahawan menyukai risiko. Wirausahawan merupakan individu yang sangat spesifik dalam perilakunya. Wirausaha adalah kegiatan memindahkan sumberdaya ekonomi dari kawasan produktivitas rendah ke kawasan produktivitas yang lebih tinggi dan hasil yang lebih besar (Drucker. Morrison 2000) meyakini bahwa sumber wirausaha berasal dari semangat individu itu sendiri yang tercermin dengan jelas dalam menghadapi ketidakpastian dan persaingan. di mana seorang wirausahawan selalu mencari kombinasi sumberdaya dalam menjalankan usahanya. Berkaitan dengan bakat dan karakteristik yang khas dari kalangan wirausahawan. Kirzner (dalam. Schumpeter. Morrison (2000) mengemukakan bahwa proses menjadi wirausahawan sangatdipengaruhioleh faktor-faktor manusia dan sebagai individu yang mencari peluang yang intuisinya. Definisi tersebut terus 8 . Kirzner dan Knight dalam Carree dan Thurik (2002) mengemukakan bahwa ada tiga peranan yang menonjol dari seorang wirausahawan. skema organisasi baru dan kombinasi produk-pasar yang baru). yaitu peranan sebagai inovator. jika seorang wirausahawan memulai usaha baru dengan produk baru. maka ia dapat dikatakan memiliki ketiga peranan tersebut. 1985). masyarakat. 2002). dan suka risiko. yakni : 1) Wirausahawan sebagai innovator. 2) Wirausahawan menguntungkan. dengan cara membuat keputusan terhadap lokasi. Dalam hal ini. sebagai pencari peluang.

(1999) mengemukakan bahwa wirausaha adalah kesatuan terpadu dari semangat. Adapun ciri-ciri pokok yang sangat menentukan keberhasilan seorang wirausahawan adalah: 1. Kemampuan untuk mengambil resiko keuangan dan waktu. kecil dan milik sendiri sebagai wirausaha. Memiliki kemampuan mengidentifikasi suatu pencapaian sasaran (goal) atau visi dalam usaha 2. perancangan proses dan peralatan. tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. kiat. Kao (1995) juga menyebut wirausaha sebagai suatu proses. Siagian et al. yakni proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi baru) dan membuat sesuatu yang berbeda dari yang sudah ada (inovasi). sehingga Drucker menyimpulkan bahwa wirausaha adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu produk yang tadinya biasa-biasa saja tetapi dengan penerapan konsep manajemen dan teknik manajemen (yaitu dengan bertanya nilai apa yang berharga bagi pelanggan). Berdasarkan pendapat Drucker tersebut dapat dikemukakan bahwa tidak semua usaha baru. akan tetapi kemampuan untuk meningkatkan produktivitaslah yang disebut sebagai wirausaha. tepat dan unggul dalam menangani dan mengembangkan perusahaan atau kegiatan lain yang mengarah pada pelayanan terbaik kepada pelanggan dan pihak lain yang berkepentingan termasuk masyarakat. seni dan tindakan nyata yang sangat perlu. standarisasi produk.berkembang sampai sekarang. 9 . nilai-nilai dan prinsip serta sikap. dan dengan mendasarkan pelatihan pada analisis pekerjaan yang akan dilakukan serta menetapkan standaryang diinginkan sehingga meningkatkan hasil sumberdaya yang ada dan menciptakan pasar serta pelanggan baru. bangsa dan negara.

memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki pengetahuan teknis yang baik dalam menciptakan nilai tambah dari peluang usaha yang ada. 5. Sifat Wirausaha Dan Kebiasaan Sikap dan perilaku pengusaha dan karyawannya merupakan bagian penting dalam etika wirausaha. Communication Ability (kemampuan berkomunikasi). Adapun sikap dan perilaku yang harus dilakukan oleh seorang wirausaha adalah sebagai berikut: 10 .3. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa seorang wirausahawan yang berhasil memiliki motivasi untuk maju. giat. Human Relation Ability (kemampuan menjalin hubungan antar manusia) meliputi: pengendalian diri. 4. pengorganisasian dan pelaksanaannya. inisiatif. pemasok. tekun dan ambisi untuk maju. yaitu orang yang memiliki sifat bertanggung jawab. 4. kemampuan menjalin hubungan dan kemampuan bergaul. Technical Knowledge (pengetahuan teknis). 2. banker. mental yang kuat. Drive yang kuat (motivasi untuk maju). Mampu menjalin hubungan baik dengan para pelanggan. 3. menyatakan ada 5 ciri-ciri wirausahawan yang berhasil yaitu : 1. dll. berpikir kreatif dan berpikir analitis. karyawan. Mental Ability (kemampuan mental) meliputi: IQ. D. Memiliki kemampuan di bidang perencanaan. kemampuan menjalin hubungan antar manusia. 5. Sedangkan Abrahamso (1989). Bekerja keras dan melakukan sesuatu yang diperlukan dan mampu mencapai keberhasilan. kreatif dan inovator.

tekad kerja keras. dan perspektif Berorientasi ke Masa Depan Sumber : Meredith . dan mengetahui banyak hal Pandangan ke depan. Sopan santun dan hormat 6. Fleksibel dan suka menolong pelanggan 8. dan inisiatif Kemampuan mengambil risiko. Rasa memiliki usaha yang tinggi Wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. Rajin. Serius dan memiliki rasah tanggung jawab 9. Jujur dalam bertindak dan bersikap 2. menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif. 11 . ketekunan dan ketabahan. suka pada tantangan Bertingkah laku sebagai pemimpin.1. The Practice of Entrepreneurship (1998). berorientasi laba. tidaktergantungan.1. Daftar Ciri dan Watak Wirausaha Ciri -Ciri Watak Percaya Diri Berorientasi Tugas & Hasil Pengambil Risiko Kepemimpinan Keorisinilan Keyakinan. Para wirausahawan juga disebut sebagaiindividu-individu yang berorientasi kepada tindakan. dapat bergaul dengan orang lain. tepat waktu dan tidak pemalas 3. individualitas. mempunyai dorongan (motivasi) kuat. bermotivasi tinggi dan berani mengambil risiko dalam mengejar tujuannya. Selalu murah senyum 4. serba bisa. Meredith (1988) merinci ciri dan watak seorang wirausahawan sebagai berikut : Tabel 1. energitik. optimisme Kebutuhan persepsi. mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mendapatkan keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. punya banyak sumber. Lemah lembut dan ramah tamah 5. Selalu ceria dan pandai bergaul 7.

memiliki self determination atau locus of control. untuk kemudian bereksperimen dengan pembaruan-pembaruan. inisiatif dan memiliki need for achievement. kegemaran dan komitmen untuk mencapai visi tersebut. perfeksionis. Hal tersebut merupakan upaya untuk mengejar kesempatan tanpa peduli terhadap ketersediaan sumberdaya atau ketiadaan sumberdaya di tangannya. pada umumnya memiliki ciri-ciri: gemar berusaha. mengelola risiko. kreatif. Wirausaha melihat pengetahuan dan pengalaman hanyalah alat untuk memacu kreativitas. 2000). Wirausaha selalu melihat perbedaan. d. b. e. wirausaha adalah jiwa seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai peluang bisnis. c. sebagai peluang dibanding sebagai kesulitan. perubahan dipandang sebagai kesempatan. Wirausaha cenderung jenuh terhadap segala kemampuan hidup. 12 . Seorang wirausahawan terlepas apakah dia bawaan sejak lahir atau dari proses pengembangan. bukan sesuatu yang harus diulangi. Wirausaha adalah seorang pakar tentang dirinya sendiri. tegar walaupun gagal. toleran terhadap banyaknya pilihan. merinci beberapa jiwa dan kemampuan yang biasanya ada pada diri seorang wirausahawan. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha adalah seseorang yang memiliki tindakan kreatif membangun nilai dari suatu yang tidak nampak menjadi sesuatu yang nampak. baik antar orang maupun antar fenomena kehidupan.Dilihat dari aspek kejiwaan. mengumpulkan sumberdaya yang diperlukan untuk memperoleh manfaat dari peluang dan memulai kegiatan yang sesuai untuk meraih keberhasilan. waktu adalah berharga. memiliki pandangan luas. di antaranya adalah : a. Wirausaha adalah seorang pencipta perubahan (the change creator). dan memiliki motivasi yang kuat (Lambing dan Kuehl. Hal ini membutuhkan visi. percaya diri. Gede Prama (Swa 09/XI/1996).

2001) baik melalui proses pendidikan dan pelatihan (Ulrich dan Cole. Baron dan Markman. Leitch dan Horrison. 1987. Littunen. Kemampuan mengatasi permasalahan juga dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan untuk belajar (Deakin. 2003) dan motivasi dalam memulai usaha (Gray. sifat kepribadian atau bakat (Naffziger. 2000. dan Freel. Uraikan sikap dan watak wirausaha yang baik tersebut? 3) Seorang wirausaha yang berhasil dalam usaha memiliki ciri-ciri tertentu.. Cope dan Watts. Mumford. 1990. Minniti. 1998. Gibb. 1994. dan Bygrave. peluang usaha (Eckhardt dan Shane. 2003). 2002.. Uraikan latar belakang mengapa seseorang perlu untuk melakukan wirausaha atau memilih menjadi pegawai? 13 . 2000. Jelaskan ciri-ciri wirausaha yang berhasil tersebut? 4) Jelaskan keterampilan apa saja yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha? 5) Setelah menyelesaikan pendidikan.1995. 1993). Ardichvili et al. Robinson dan Sexton. 2003) dan bimbingan pihak lain (Brown. biasanya kita diperhadapkan kepada dua pilihan yaitu menjadi pegawai atau berwirausaha. 1997. 1995. Sulivan. 1999) maupun dari pengalaman (Henderson. 1993. Rae. Shane et al. EVALUASI 1) Uraikan pengertian wirausaha dan kemampuan apa saja yang diperoleh dari hasil wirausaha? 2) Untuk menjadi seorang wirausaha diperlukan watak dan sikap yang baik. 1999. Rae. 2003).Banyak contoh yang menunjukkan bahwa keberhasilan wirausaha sering dikaitkan dengan kemampuan wirausahawan dalam menghadapi permasalahan lingkungan usahanya (Birley dan Westhead. Collins et al. 2000). 6. 1990. 2000..

RANGKUMAN Kepempinan (Leadership) mempunyai arti yang luas. Kepengikutan sebagai elemen penting menjalankan kepemimpinan. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memimpin orang lain. Ada tiga hal yang paling utama dalam penerapan kepemimpinan yaitu : 1.1. 2. Seseorang yang menduduki jabatan pemimpin dituntut kemampuan tertentu yang tidak dimiliki oleh SDM lainnya dalam organisasi. 2. Leadership 4. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan dan memberi contoh sikap kepemimpinan yang positif. Kepeminan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain dalam hal ini para bawahan sedemikian rupa sehingga orang lain itu mau melakukan kehendak pemimpin meskipun secara pribadi hal ini mungkin tidak disenangi. c. Mahasiswa dapat merumuskan suatu strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan 3. 3. TUJUAN KHUSUS a. b. sehingga dalam proses penetapan definisi kepemimpinan didasarkan pada bagian-bagian alur pikir para teoritukus. Kemampuan mengubah “Egosentrisme” para bawahan menjadi “organisasi-organisasi” 14 . KATA KUNCI: Entrepreneurship. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu menjelaskan konsep kepemimpinan dalam wirausaha serta penerapanya dalam dunia empiris.

5. URAIAN PEMBELAJARAN A. Pendahuluan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menyaksikan berbagai aktivitas wirausaha yang tidak terlepas dari sikap kepemimpinan bahkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang yang ada dengan mengelola sumber daya yang tersedia. Kewirausahaan dan kepemimpinan melekat pada diri manusia yang merupakan khalifah yang diutus oleh yang Maha Kuasa untuk menjalankan Misi (Amanah) yaitu jujur, adil, dan bertanggung jawab. Pokok bahasan ini akan diuraikan sikap kepemimpinan yang positif; faktor-faktor yang dipertimbangkan dalammemimpin orang lain; dan merumuskan suatu

strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan. B. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat Kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan (Robbins 1996). Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi diantara pemimpin dan pengikut (bawahan) yang menginginkan perubahan yang nyatayang menceminkan tujuan besarnya (J.C. Rost., 1993). Senada dengan yang dikemukakan oleh Richard L. Daft, (1999) bahwa kepemimpinan merupakan salah satu fenomena yang paling mudah diobservasi, tetapi menjadi salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami. Akan tetapi perkembangan ilmu saat ini telah membawa banyak kemajuan sehingga pemahaman tentang kepemimpinan menjadi lebih sistematis dan obyektif.

15

Kepemimpinan merupakan proses untuk mendorong dan membantu orang lain untuk bekerja secara antusias dalampencapaian tujuan. Kepemimpinan yang berhasil bergantung pada perilaku, ketrampilan,

tindakan yang tepat, bukan pada ciri pribadi. Berdasarkan definisi Kepemimpinan di atas ada 3 variabel utama yang tercakup didalam kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan yang melibatkan orang lain. Seorang wirausaha akan berhasil apabila dia berhasil memimpin karyawannya atau mau bekerjasama untuk memajukan perusahaannya. 2. Kepemimpinan menyangkut distribusi kekuasaan. Para wirausaha mempunyai otoritas untuk memberikan sebagian kekuasaan kepada bawahannya dan diangkat menjadi pemimpin pada bagian tertentu. 3. Kepemimpinan menyangkut penanaman pengaruh dalam rangka mengarahkan para bawahan. Seorang wirausaha tidak hanya mengatakan apa yang harus dikerjakan oleh karyawan tetapi harus mampu mempengaruhi karyawannya untuk berprilaku dan bertindak memajukan perusahaan. Mengacu pada definisi kepemimpinan di atas, maka seorang pemimpin diharapkan mempunyai keterampilan yaitu: 1. Ketrampilan teknis ; mengacu pada pengetahuan dan ketrampilan 2. Ketrampilan manusiawi ; kemampuan bekerja secara efektif dengan orang-orang dan membina kerja tim 3. Ketrampilan konseptual ; kemampuan untuk berpikir dalam kaitannya dengan model, kerangka, hubungan yang luas. untuk

16

C. Sikap Kepemimpinan Wirausaha Peranan pemimpin amat penting dalam mencapai tugasorganisasi, namun demikianeksistensi bawahan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sukses tidaknya dalam mencapai tujuan organisasi tergantungpada kemampuan pimpinan untuk mempengaruhi bawahan dalam mengajak dan meyakinkan mereka, sehingga para bawahan ikut berpartisipasi terhadap apa yang telah dianjurkan dengan penuh semangat. Pemimpin adalah mempunyai pengertian menggerakkan organisasi lain agar organisasiorganisasi tersebut dengan penuh semangat dan bergairah dapat

menyelesaikan pekerjaan sesuai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Seorang pemimpin adalah motor penggerak dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan kemampuannya seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan menyelaraskan tujuan organisasi ke dalam programprogramnya. Pendapat Fred Luthans, orang yang satu berbeda dengan yang lainnya selain terletak pada kemampuannya untuk bekerja juga tergantung pada keinginan mereka yang bekerja atau tergantung motivasinya. Kepemimpinan yang efektif hanya akan terwujud apabila dijalankan sesuai dengan fungsinya. Fungsi kepemimpinan itu berhubungan langsung dengan situasi sosial dalamkehidupan organisasi/kelompok masing-

masing, yang mengisyaratkan bahwa setiap kepemimpinan berada di dalam situasi sosial kelompok atau orgnisasinya. Oleh karena itu situasi sosial itu selalu berubah dan berkembang, maka proses kepemimpinan tidak mungkin dilakukan sebagai kegiatan rutin yang diulang-ulang. Tidak satupun cara bertindak/berbuat yang dapat digunakan secara persis sama dalam menghadapi dua situasi yang terlihat sama, apabila berbeda dilingkungan suatu organisasi oleh seorang pimpinan. Sehingga satu cara bertindak yang efektif dari seorang pimpinan tidak dapat ditiru secara

17

pemimpin mendominasi dan merasa unggul. Kepercayaan Fiedler. 18 .tepat dengan mengharapkan hasil yang sama efektifnya oleh pimpinan lain. Integritas 6. memberi pujian atau hiburan terhadap anggota kelompok atau bawahannya atau menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. (1976) perilaku kepemimpinan secara umum diartikan sebagai tindakan-tindakan khusus dimana seorang pemimpin para anggota kelompok supaya mereka melakukan serta mengkoordinasikan pekerjaan di dalam kelompok mereka. dituntut mandiri dan faktor lain yang membuat motivasi tinggi 2. penekanan pada hukuman. kerugian manusiawi. Kecerdasan 9. Dalam hal ini meliputi: menjalin hubunganhubungan kerja. pendidikan pegawai yang lebih baik. Penguasaan Teknis 7. Kepemimpinan positif . Pada prinsipnya sikap kepemimpinan dalam wirausaha dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Keramahan dan Kecintaan 5. Keterampilan Menganjar 10. Ketergegasan Dalam Mengambil Keputusan 8. Kepemimpinan negatif . Antusiasme 4. Kemudian Ordway Tead mengemukakan ada 10 sikap kepemimpinan dalam wirausaha yaitu: 1. Energi Jasmani dan Mental 2. Kesadaran akan Tujuan dan Arah 3. menekankan imbalan-ekonomik.

dalam kata tersebut terkandung beberapa pengertian yang saling berhubungan erat. Dalam kehidupan berorganisasi tidaklah bisa dihindari dua peran. seorang pemimpin tidakdapat melepaskan diri dari kekuasaan yang dimilikinya. Kekuasaan ganjaran maksudnya kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam menyediakan ganjaran/hadiah bagi orang lain. French dan Raven dalam Gibson dkk (1995)mendentifikasikan bentuk kekuasaan yaitu reward power (kekuasaan ganjaran).D. coercive power (kekuasaan paksaan). menuntun dan menggerakkan organisasi lain melalui pengaruhnya. si satu pihak sebagai pimpinan di lain pihak sebagai bawahan. mempelopori. yakni: bergerak lebih awal. mengarahkan pikiran. Pemimpin disebut juga kader. sebagai perumus kegiatan agar proses-proses dalam organisasi berjalan dan terlaksana. Jadi keberadaan seorang pemimpin dalam organisasi adalah penting. karena fungsi pemimpin sebagai motor penggerak dalam proses-proses organisasi. 19 . Memimpin Orang Lain Proses mempengaruhi orang lain. expert power (kekuasaan keahlian) dan refernt power (kekuasaan referent). serta kekuasaan referent adalah seseorang karena kepribadian atau kharisma yang dimilikinya. berjalan didepan. membimbing. Sedangkan kekuasaan keahlian adalah kekuasaan khusus yang tidak dimiliki orang lain (bawahan). mengambil langkah pertama. kekuasaan karena jabatan atau hierarki dalam organisasi. Seorang pemimpin adalah panutan bagi yang dipimpin. Kekuasaan paksaan adalah kekuasaan yang dimiliki oleh seorang pemimpin untuk menghukum atau memberi sangsi kepada orang lain dan kekuasaan legitimasi yaitu. legitimate power (kekuasaan legitimasi).

Pendapat yang dikemukakan oleh Kastz dan Rosesenzwig.Davis (1972) mengemukakan kepemimpinan adalah kemampuan meyakinkan orang-orang lain untuk penetapan tujuan atau sasaran dengan penuh semangat. bahwa kepemimpinan adalah sebagai kemampuan untuk mempengaruhi kelompok ke arah tercapainya tujuan. Ini adalah suatu faktor manusiawi yang mengikat kelompok secara bersama-sama dan memberikan dorongan (motivasi untuk mencapai tujuan). Kepemimpinan tercipta karena adanya dinamika antar pribadi dan kelompok yang meliputi: H H H Proses interaksi oang-orang secara langsung dalam kelompok Memiliki kandungan yang berbeda dari anggotanya Rapat adalah bentuk aktivitas kelompok dan digunakan untuk mendukung suatu keputusan Keberhasilan kepemimpinan seseorang tidak lepas dari peranan pimpinan secara langsung. 20 . Keberhasilan seorang pemimpin pada umumnya diukur dari produktivitas dan efektivitas pelaksanaan tugas-tugas yang dibebankan pada dirinya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Robbins. Peranan perilaku pemimpin yang mendorong menyatukan pengikut/bawahan ke arah tujuan-tujuan tertentu dalam tingkungan tertentu. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan dengan bersemangat. Apabila produktivitas naik dan semua tugas dapat dilaksanakan dengan efektif maka dapat disebut sebagai pemimpin yang berhasil. (1996). Hal ini disebabkan selain sistem atau manajemen yang mendukung keberhasilan kepemimpinan tetapi faktor sifat-sifat pribadi seorang pemimpin juga menentukan keberhasilan kepemimpinan.

partisipasi mendorong orang untuk menerima tanggungjawab 21 . persyaratan menjadi pemimpin. sifat-sifat utama pemimpin. serta etika profesi kepemimpinan. Strategi Meningkatkan Moral Kerja Karyawan Teori kepemimpinan adalah generalisasi satu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang historis.E. Untuk pencapain tujuan bersama tersebut maka seorang pemimpin harus merumuskan strategi untuk dapat meningkatkan moral kerja karyawan dengan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaran organisasi atau bisnis. memimpin. F Menerima tanggungjawab. partisipasi berarti keterlibatan mental dan emosional F Motivasi. perasaan atau tingkah laku orang lain untuk suatu tujuan bersama. sebab musabab timbulnya kepemimpinannya. Pemimpin adalah orang yang memimpin umumnya pada kelompok yang lebih dari dua orang (organisasi) dan kepemimpinan yang diartikan sebagai kemampuan dan aktivitas seseorang dalam mengendalikan. Pada prinsipnya tiga gagasan penting dalam partisipasi karyawan yaitu: F Keterlibatan mental. sarana membina nilai-nilai manusiawi tertentu serta menghendaki adanya upaya jangka panjang para pemimpin organisasi. Jadi teori kepemimpinan ada dua pengertian yaitu pemimpin dan kepemimpinan itu sendiri. Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok yang mendorong mereka untuk memberikan kontribusi kepada tujuan kelompok. memotivasi orang untuk memberikan kontribusi. tugas pokok dan fungsinya. mempengaruhi pikiran. kesempatan untuk menyalurkan inisiatif dan kreatifitas guna mencapai tujuan organisasi (teori y).

Uraikan pengertian kepemimpinan yang positif dan negatif serta berikan contoh? 3) Jika saudara sebagai salah seorang pimpinan pada sebuah perusahaan.6. kiatkiat apa yang anda lakukan agar meningkatkan semangat kerja karyawannya? 4) Starategi meningkatkan moral kerja karyawan sangat menentukan keberhasilan seorang wirausaha. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian kepemimpinan dalam wirausaha? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari! 2) Pada prinsipnya sikap kepemimpinan terdiri atas dua jenis yaitu kepemimpinan positif dan negatif. Uraikan rumusan strategi dalam meningkatkan moral kerja karyawan? Berikan contoh rill dengan mengambil kasus wirausaha yang sukses di kota saudara! 22 .

Pendahuluan Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. TUJUAN KHUSUS a. RANGKUMAN Pada prinsipnya yang paling utama harus dilakukan dan dimiliki oleh seorang wirausahawan adalah: 1. 2. Tipologi & Evaluasi Resiko Bisnis 4. KATA KUNCI: Identifikasi.1. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi dan mengevaluasi resiko bisnis suatu perusahaan atau organisasi. dari pengalamanpengalaman tersebut timbul suatu motivasi untuk mengembangkan usaha. dari kesenangan berusaha ini akan timbul kreatifitas untuk menciptakan suatu usaha serta keberanian mengambil keputusan yang berisiko. URAIAN PEMBELAJARAN A. Setelah usaha berjalan maka timbul proses pembelajaran berdasarkan pengalaman yang pernah dijumpai atau dirasakan. Mahasiswa diharapkan dapat mengevaluasi resiko bisnis 3. Kesenangan untuk berusaha. 5. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masing- 23 . Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi resiko bisnis b. 2. Mahasiswa dapat menjelaskan tipologi pengambilan resiko bisnis c. Jadi.

Pengertian & Identifikasi Resiko Bisnis Para wirausaha menyukai mengambil risiko realistik karena mereka ingin berhasil. 1988). Wirausahawan dikenal sebagai pengambil risiko (risk taker) sejati. dan mengevaluasi resiko bisnis. Resiko lahir sebagai akibat kelalaian orang (SDM). Jadi.masing situasi itu. dan Pattigrew (1998) mengemukakan bahwa terdapat dua kelompok wirausahawan yang satu sama lain berlawanan. Selain itu resiko juga disebabkan oleh fakor eksternal misalnya pesaing baru mampu mengubah paradigma bisnis atau bencana alam. lingkungan keluarga dan pengalaman kerja. hasilnya adalah kemampuan mendapatkan keuntungan. menyatakan bahwa jiwa wirausaha ditimbulkan dari berbagai latar belakang pendidikan. prosedur atau penggunaan teknologi baru. 24 . yaitu kelompok “opportunist” dan “craft” entrepreneur. Glancey. tipologi pengambilan resiko bisnis. situasi risiko kecil dan situasi risiko tinggi dihindari karena sumber kepuasan ini tidak mungkin terdapat pada masingmasing situasi itu. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai (Meredith et al. Ringkasnya. proses yang tidak sesuai dengan sistem. B. Mereka mendapat kepuasan besar dalam melaksanakan tugas-tugas yang sukar tetapi realistik dengan menerapkan keterampilanketerampilan mereka. Ringkasnya. Wirausaha adalah proses dinamik dalam tahapan pencapaian kesejahteraan dengan risiko waktu dan risiko lainnya. Hisrich & Peters (1992). Pada pokok bahasan ini akan menyajikan tentang pengertian dan identifikasi resiko bisnis. dan hal ini memiliki peranan penting dalam penciptaan lapangan kerja. wirausaha menyukai tantangan yang sukar namun dapat dicapai..

Perbedaan hakiki terletak pada kenyataan bahwa seorang wirausaha akan menilai kemungkinan sukses perusahaan itu. Menggunakan Checklist. Pengambil risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi serta merupakan bagian penting dalam mengubah ide menjadi realitas. pengalaman manajerial yang baik dan proaktif menciptakan usaha baru. Kelompok „craft entrepreneur‟ adalah kelompok wirausaha yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi. makin rendah rasio utang yang optimal.1. dan melakuan reaksi terhadap perubahan berdasarkan kebutuhan pasar ketimbang proaktif dalam menciptakan usaha baru. 25 . Langkah-langkah mengidentifikasi resiko yaitu : a. meliputi : Kerugian hak milik. secara sistimatik dan menyeluruh serta sampai keberanian mengambil resiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan tersebut. terutama pada perilaku pengambil risiko. mereka enggan untuk menggunakan bantuan dari luar. Kerugian personal dan kewajiban mengganti kerugian. Penilaian situasi seorang wirausaha berlainan sekali dari dua tipe orang di atas. Resiko bisnis adalah tingkat resiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila ia tidak menggunakan utang. 2. b. Tipologi Pengambilan Resiko Pada umum ciri-ciri wirausaha saling berkaitan. Pengidentifikasian resiko merupakan proses penganalisaan untuk menemukan secara sistematis dan berkesinambungan resiko (kerugian yang potensial) yang menantang perusahaan. C. Kelompok wirausahawan opportunist dicirikan oleh rendahnya tingkat pendidikan (terutama pendidikan teknis) dan kurangnya pengalaman manajerial. Makin besar resiko bisnis perusahaan. Ada tiga Tipologi pengambilan resiko antara lain: a. Menjelaskan jenis-jenis kerugiaan yang dihadapi.

kita membedakan diantara resiko pasar yang diukur dengan koefisien beta. Untuk itu dibutuhkan kemauan dan keberanian untuk menghitung dan mengambil risiko yang moderat. c. Sebaliknya dengan umur dan jumlah keluarga.b. Seseorang yang memiliki jiwa wirausaha sudah pasti akan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan sesuatu yang belum pernah ada atau sesuatu yang baru. dalam arti mengambil risiko yang sesuai (tidak terlalu berat dan tidak terlalu ringan). Ada dua demensi baru tentang pengukuran dalam evaluasi resiko yaitu : 26 . Evaluasi Resiko Ketika kita menguji resiko dari titik pandang individual investor. dengan standar resiko berdiri sendiri (risk on a standalone basis) yang mana dapat dihilangkan dengan diversifikasi. D. semakin besar pula keyakinannya terhadap kesanggupannya mempengaruhi hasil dari keputusan-keputusannya dan semakin besar kesediaannya untuk mencoba apa yang dilihat orang lain berisiko. makin tua umur seseorang yang tidak diikuti dengan tambahan pengetahuan dan pengalaman menjadikan kemunduran pada diri seseorang dan berperilaku negatif yang dapat menurunkan jiwa wirausahanya. Pendidikan dan pengetahuan juga turut mempengaruhi rasionalisasi seseorang dalam menerima risiko kegagalan yang mungkin terjadi. Pengambil risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan-kemampuan wirausaha juga sangat penting. Hisrich & Peters (1992). Realisme demikian akan membatasi kegiatankegiatan wirausaha pada situasi-situasi yang dapat mempengaruhi hasilnya. Semakin besar keyakinan seorang pada kemampuan diri sendiri.

27 . hal ini merupakan resiko bisnis yang mana didefinisikan sebagai suatu ketidakpastian yang melekat pada proyeksi dari ROE yang akan datang dengan asumsi perusahaan didanai semata-mata dengan cammon stock. d. Variabel harga masukan. artinya produk atau servis dimana dijual pada pasar yang mempunyai tingkat perubahan yang tinggi sangat mendorong suatu resiko bisnis dibanding yang stabil. yaitu tingkat resiko dari aktivitas perusahaan jika tidak menggunakan utang atau resiko yang berkaitan dengan proyeksi tingkat pengembalian aktiva (ROA) dari suatu perusahaan dimasa mendatang. Resiko Bisnis. Variabelitas harga jual. termasuk biaya pengembangan produk. dengan asumsi faktor lain tetap.1. Jika perusahaan menggunakan hutang dan saham preferen maka pemusatan resiko bisnisnya pada pemegang saham”. tidak pasti dalam menghadapi resiko bisnis yang tinggi. Lebih lanjut resiko bisnis tergantung beberapa faktor antara lain : a. Resiko Keuangan. Sejumlah mana biaya-biaya bersifat tetap. 2. adalah resiko tambahan yang ditanggung pemegang saham akibat dari leverage keuangan. Kemampuan menyesuaikan harga terhadap perubahan harga masukan. “Secara konsepsi fase stockholders suatu resiko yang pasti melekat dalam operasional. perusahaan yang biasa masukannya. c. semakin kecil resiko bisnis. e. Resiko finansial merupakan resiko yang berada dalam common stockholders sebagai suatu hasil dari keputusan pendanaan dengan hutang atau saham prioritas. Variabilitas permintaan (unit yang terjual) artinya semakin stabil penjualan unit produk perusahaan. b.

EVALUASI 1) Jelaskan pengertian resiko dan cara mengidentifikasi resiko bisnis? 2) Seorang wirausaha dalam mengelola usahanya harus memiliki kemampuan untuk mengetahui tipologi resiko. Uraiakan dan berikan contoh jenis tipologi resiko bisnis yang dihadapi seorang wirausaha? 3) Jelaskan dimensi-dimensi pengukuran dalam mengevaluasi resiko bisnis bagi seorang wirausaha? 28 .6.

Dari sudut pandang sempit pembuatan keputusan adalah kegiatan pemilihan atas berbagai alternatif yang berbeda (Choice making). RANGKUMAN Pembuatan keputusan merupakan elemen penting bagi seorang wirausaha dalam pengelolaan bisnisnya. KATA KUNCI: Proses Keputusan. Pembuatan keputusan bagi seorang wirausaha dapat dipandang dari berbagai prespektif yang berbeda. TUJUAN KHUSUS a. Evaluasi Keputusan 4.1. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan kedudukan wirausaha dalam pengambilan keputusan b. Sedangkan dari sudut pandang lebih luas pembuatan keputusan menggabarkan suatuproses rangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu. 29 . TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi kedudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan serta membedakan keputusan yang sistemmatis dan yang tidak sistem matis. Mahasiswa dapat membedakan evaluasi keputusan yang sistematis dan tak menentu 3. Karena semua wirausaha harus membuat keputusan-keputusan agar dapat menentukan efektivitas dan efisiensi operasional usahanya. Mahasiswa diharapkan dapat mengetahui proses pengambilan keputusan c. 2.

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. maupun sosial. secara spesifik pernyataan tersebut dapat diartikan sebagai gambaran sebuah pernyataan” kepastian dan atau ketidak pastian”. URAIAN PEMBELAJARAN A. Kaitan dengan kehidupan seharihari sering kali dihadapkan dengan asumsi-asumsi probabilitas. (2005) mendefinisikan pengambilan keputusan adalah penataan pilihan langkah atau tindakan dari sejumlah alternatif. kemungkinan terjadinya gejolak dimasyarakat akibat kenaikan harga kesemunya ini sangat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang wirausaha. dapat dikemukakan beberapa pokok pikiran penting. pekerjaan. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seseorang wirausaha berhubungan erat dengan pemecahan masalah-masalah yang dihadapinya. seperti kemungkinan terjadi lonjakan harga. Perilaku pemecahan masalah bersifat adaptif. Kadudukan wirausaha dalam proses pengambilan keputusan/pemecahan masalah. seperti masalah pribadi. seperti masalah pribadi.5. maupun sosial. 2. 30 . Pendahuluan Kenyataan sehari-hari sering kali kita mendengar adanya pernyataan ”mungkin dan atau tidak mungkin”. yaitu: 1. Oleh karena itu sangat dibutuhkan kejelian seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. Pemecahan masalah oleh wirausaha berkenaan dengan penggunaan strategi-strategi (rencana atau pola) pencarian alternatif yang relevan. pekerjaan. Pada pokok bahasan ini menguraikan kedudukan seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan. proses keputusan dan metode dalam mengevaluasi keputusan bisnis B. Kedudukan Wirausaha Dalam Proses Pengambilan Keputusan Koonyz dan Weihrich.

dan usaha mendapatkan solusi yang diinginkan.3.1.. tergantung pada keterampilan dan pelatihan yang dimiliki para wirausa (Gibson. Proses Pembuatan Keputusan Pembuatan keputusan dapat digambarkan sebagai suatu urutan langkahlangkah sebagai berikut: Gambar 4. menyatakan bahwa para wirausaha sebagaian besar cenderung untuk menggunakan strategi-strategi yang lebih sederhana. Kompleksnya situasi pemecahan masalah. pilihan strategi. et al. Pengambilan keputusan yang efektif merupakan suatu proses yang kompleks. C. walau dalam menghadapi masalah yang kompleks. 1997). penggunaan informasi. faktor kepribadian. Nimran (2004). sangat menentukan pengambilan keputusan akhir seorang wirausaha. Proses Pemgambilan Keputusan Perumusan Masalah Pengembangan Alternatif Evaluasi Alternatif Pemilihan Alternatif Terbaik Implementasi Keputusan Evaluasi Hasil-hasil 31 . Para peneliti percaya bahwa sebagian besar wirausaha ingin memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan.

intuisi. 1. Beberapa langkah yang hendaknya diketahui oleh seorang wirausaha. 1997) Tipe Kep. Kenali kriteria keputusan. gaya hidup. Perbandingan Tipe Evaluasi Keputusan (Gibson. megembangkan 2 model pengambilan keputusan yaitu model pengambilan keputusan optimasi dan model pengambilan keputusan alternatif. d. Tabel 4. tidak ada cara yang sama dengan sebelumnya juga karena masalahnya kompleks atau sangat penting. Keputusan tidak terprogram yaitu baru. Kep. e. ketidak pastian dan tidak terstruktur. yaitu: a. c. Pastikan kebutuhan akan suatu keputusan. Hubungan sebab dan akibat. Terprogram Kep. toleransi pada hal yang membingungkan.. Tidak Terprogram Masalah Prosedur Sering. Keputusan terprogram terjadi jika suatu situasi sering muncul. jarak tetapi akhirnya mereka semuanya sama. berulang. Kembangkan alternatif-alternatif. 2. yaitu harus mengambil keputusan. tidak berstruktur. ketidakpastian dalam hubungan. Evaluasi Keputusan Walaupun para wirausaha di berbagai sektor usaha berbeda-beda berdasarkan latar belakang. dan prosedur pasti Baru. Alokasikan bobot (Skor tertinggi pada keputusan prioritas). Ketergantungan pada kebijakan. b.D. Pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang telah di evaluasi. baik secara eksplisit atau implisit dalam mengevaluasi keputusan. prosedur rutin dan dapat disusun untuk melakukan evaluasi menyelesaikannya. Para ahli mengembangkan beberapa metode mengklasifikasi keputusan dalam rangka melakukan evaluasi yang intinya dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram. et al. aturan.1. Perlunya kreativitas. Robbins (1996). rutin. Tidak ada prosedur yang ada untuk menangani masalahnya. pemecahan masalah kreatif 32 .

Uraikan kedua tipe keputusan tersebut? 33 . Evaluasi 1) Jelaskan peran seorang wirausaha dalam kedudukannya sebagai pengambil keputusan? 2) Uraikan beberapa kendala yang dihadapi seorang wirausaha dalam mengambil keputusan? 3) Seorang wirausaha dalam pengambilan keputusan yang baik. harus memahami berbagai prosedur dalam pengambilan keputusan. Uraikan prosedur dalam proses pengambilan keputusan bisnis? 4) Dalam evaluasi keputusan dapat dibedakan 2 tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram.6.

prilaku dan pengalaman wirausaha. KATA KUNCI: Wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat memahami makna pembelajaran wirausaha b. Ketika pembelajaran dipandang sebagai konsep wirausaha. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat memiliki pengetahuan dan pembelajaran dalam menumbuhkan sikap wirausaha. maka hal ini berkaitan dengan bagaimana seorang wirausahawan 34 . kecakapan. yaitu dengan memasukkan ide. 2. dan bahkan fakta baru melalui pesan-pesan komunikatif (proses pembelajaran). Salah satu cara untuk merubah sikap dan perilaku tersebut adalah melalui pendekatan persuasif. pendapat. pikiran. TUJUAN KHUSUS a.1. RANGKUMAN Belajar merupakan proses perubahan nilai. Proses pembelajaran dalam pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan untuk bekal hidup sasaran didik ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat. 3. Mahasiswa diharapkan dapat membedakan antara pembelajaran kognitif. Pesan yang disampaikan dengan sengaja dimaksudkan untuk menimbulkan kontradiksi dan inkonsistensi di antara komponen sikap individu dan perilakunya sehingga mengganggu kestabilan sikap dan membuka peluang terjadinya perubahan yang diinginkan. sikap. dan perilaku. sehingga belajar sambil bekerja sangatlah penting. Pendidikan Bisnis & Pembelajaran 4. c.

Pendahuluan Pembelajaran merupakan suatu proses mengolah informasi menjadi kompetensi. Efektivitas pembelajaran sangat tergantung pada effektifitas dalam mengakses terhadap sumber pengetahuan ataupun pengalaman serta effektivitas dalam mentransformasi pengetahuan dan pengalamannya menjadi kompetensi dan prestasi. Akan tetapi hal tersebut tidak hanya cukup memahami cara-cara wirausaha saja. tetapi harus terjun secara aktif dan melakukan untuk memahami 'what is it that work' dan menyadari bahwa ia dapat melakukan hal tersebut. URAIAN PEMBELAJARAN E. yang mana hal tersebut akan memperkaya stock of knowledge. 5. Siklus pembelajaran yang baik dan benar akan terus meningkatkan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya yang terus berubah sehingga ia dapat unjuk kinerja dengan optimal pada apa yang dikerjakannya. perilaku. Pengalaman yang dikaji maknanya akan memberikan pemahaman dan kesimpulan atas sesuatu kejadian. sikap dan perilakunya. Proses pembelajaran merupakan siklus dari aktivitas sehari-hari yang memberikan pengalaman pada seseorang. tetapi proses berpikir yang berorientasi ke masa yang akan datang dalam menciptakan suatu realitas masa depan. Dalam hal ini belajar tidak hanya bertujuan untuk memperoleh pengalaman semata. Pembelajaran wirausaha dilakukan dengan maksud belajar bekerja dengan cara berwirausaha. dan kinerja. 35 . kapasitas. serta mengelola dan mengorganisasikan perusahaan.mengenali dan bertindak terhadap peluang yang ada. Pengetahuan ditransfer oleh seseorang dari sumbernya sehingga untuk bisa mendapatkan pengetahuan tersebut seseorang harusmempunyai akses terhadap sumber pengetahuan.

Jadi pembelajaran merupakan proses sosial dan organisasional. kapabilitas pribadi. sikap dari aktivitas sosial dan pengalamannya sehari-hari. dan prestasi. F. Karakteristik internal meliputi sifat.Pembelajaran wirausaha dipengaruhi olehkarakteristik internal dan lingkungan eksternal. serta pembelajaran organisasi dalam pendidikan bisnis. membedakan antara pembelajaran kognitif. Namun pembelajaran dalam usaha kecil. Dengan demikian pada Pokok bahasan ini akan diuraikan makna pembelajaran wirausaha. Sedangkan pengaruh eksternal merupakan faktor-faktor yang berasal dari pola hubungan dengan lingkungan alam. Teori Pembelajaran Bagi Wirausaha Belajar adalah istilah umum yang sudah tidak asing lagi bagi setiap orang. dan disimpulkan sehingga ia mengetahui apa yang harus dilakukan dikemudian hari untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan membuat sesuatu yang lebih baik. seseorang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang terus berubah (Cope and Watts. seseorang mendapatkan pengalaman.lingkungan sosial dan lingkungan usaha dalam aktivitas wirausahanya. prilaku dan pengalaman wirausaha. dipahami. keyakinan. ketermpilan. sistimnilai. Demikian seterusnya. Berdasarkan konsep pembelajaran sepanjang hayat (long life learning) setiap orang mendapatkan dan mengakumulasikan pengetahuan. Dari aktivitasnya. yang akan dikaji. Belajar merupakan proses yang kompleks dan dapat bersifat informal dalam memahami fenomena yang terjadi di sekitar individu Dengan belajar. motivasi. proses siklus tersebut akan memperkaya stock of knowledge. kapasitas dan kapabilitas 36 . topik ini menjadi penting karena pembelajaran wirausaha merupakan faktor yang menentukan bagi pertumbuhan usahanya. 2000).

ataupun mengintegrasikan suatu ide. Selanjutnya. Single loop learning terjadi manakala suatu organisasi melakukan usahanya tetapi tanpa perubahan. (1997 dalam Claston et al. sedangkan pembelajaran secara double loop learning terjadi manakala ada suatu perubahan dominan yang sejalan dengan cara pembelajaran. memperbaiki. konsep.1. Implementing dan improving merupakan dua tahap yang sama dengan single loop learning sedangkan integrating setara dengan double loop learning. 1999) membandingkan tiga cara pembelajaran. keterampilan. Hall 37 . Pedler et al. yaitu "mengimplementasikan" (implementing) dan "memperbaiki“ (improving) serta "mengintegrasikan" (integrating). sehingga seseorang dapat mengimplementasikan. respon atau perilaku. maupun teknologi. yaitu single loop learning dan doule loop learning. Pembelajaran akan meningkatkan kemampuan kognisi. Proses pembelajaran tersebut digambarkan oleh sebagai berikut berikut : Gambar 5. Siklus Balajar Progresif Mumford (1996) Argyris dan Schon (1978) mengidentifikasi 2 jenis pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut bisa didapat dari pengalaman kognitif.. afeksi. dan perilaku.seseorang sehingga ia menjadi lebih mampu beradaptasi dan survive dalam lingkungannya. maupun pengalaman melakukan sesuatu.

Pembelajaran kognitif Pembelajaran kognitif memfokuskan pada perubahan kandungan kognitif dari proses pembelajaran.2. sedangkan dalam jangka panjang mampu menumbuhkan identitas dan daya adaptabilitas seseorang yang sangat penting bagi keberhasilannya.2 menunjukkan bahwa proses pembelajaran wirausaha dipengaruhi oleh banyak faktor seperti motivasi. diantaranya adalah : 1. seperti pada Gambar tentang model konseptual pembelajaran kewirausahaan sebagai berikut: Gambar 5. Faktor-faktor tersebut kemudian membentuk sebuah karakteristik internal yang mempengaruhinya dalam menggerakkan usahanya. A Conceptual model of entrepreneurial learning Pada Gambar 5. lingkungan usaha. kompetensi. G. serta prestasi dari usahanya.(1996) menyatakan bahwa dalam jangka pendek pembelajaran akan merubah sikap dan kinerja seseorang. Rae dan Carswell (2000) lebih rinci menggambarkan tentang perkembangan wirausaha. sistim nilai.Metode-Metode Pembelajaran Wirausaha Proses pembelajaran juga dapat dibedakan atas proses serta pengaruh yang diakibatkannya. di mana pengetahuan disebarkan dan 38 .

pendekatan kognitif telah banyak diterapkan terutama dalam teori motivasi. Indikator kognitif berkaitan dengan pilihan harapan terhadap penghargaan (rewards). 2003). Dari perilaku cobacoba tersebut seseorang dapat mengetahui mana yang baik dan benar atau sebaliknya. serta penetapan tujuan (yang merupakan garis depan dari penelitian motivasi moderen). 39 . Hubber tidak menekankan bahwa pembelajaran harus merubah perilaku seseorang. Dalam perilaku organisasi.. Saat ini. pemberian atribut dan locus of control. 1991. Pembelajaran kognitif terjadi karena adanya hubungan antara indikator lingkungan kognitif dan harapan-harapan. 1991. Seseorang dapat belajar melalui proses informasi yang mengakibatkan beberapa potensi perilakunya berubah. 1995 dalam Lichtenstein. Pembelajaran perilaku Hubber (1999) memberi ilustrasi tentang pembelajaran sebagai berikut. Hal ini dikarenakan proses belajar bisa saja hanya merubah pola pikir seseorang. Lunberg. Semuanya adalah konsep kognitif yang mewakili perilaku organisasi dalam hal pencapaian tujuan atau maksud tertentu (purposefullness). ilmu pengetahuan kognitif berfokus lebih banyak pada struktur dan proses kompetensi manusia. seperti halnya ekpektansi. Pembelajaran perilaku (behavioral learning) merupakan proses adaptasi yang dihasilkan dari coba-coba dan mengarah pada proses yang memberikan keuntungan selektif bagi yang bersangkutan (Levintal.ditransfer sehingga dapat merubah peta kognitif seseorang (Brown and Dugvid. 1994 dalam Lichtenstein et al. 2003). 2. Nanoka.

Di dalam model pembelajaran ini hasil-hasil umpan balik ditimbulkan oleh suatu proses pengamatan konsekuensi dari suatu tindakan dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk menyesuaikan tindakan selanjutnya dalam rangka menghindari kesalahan yang sama di masa depan dan mengembangkan pola perilaku keberhasilan. Walaupun bentuk dari pembelajaran ini dapat menghasilkan inteligensi dalam sistem pembelajaran single loop. Pola ini oleh Argyris dan Schon (1978) disebut sebagai single loop learning yang bersifat rutin. 40 . tetapi sistem ini tidak dapat menentukan standarnya sendiri yang sesuai. Hal ini digambarkan sebagai pembelajaran pada kulitnya. pengulangan yang terus menerus atau dihafalkan tanpa dipikir lebih lanjut.Burgoyne dan Hodgson (1983) mengemukakan bahwa terdapat tiga tingkat pembelajaran perilaku yang dapat dialami oleh seseorang. menunjukkan adanya asimilasi informasi faktual yang mempunyai manfaat segera tetapi tidak ada implikasi pengembangan dalam jangka panjang. Single loop learning meliputi pembelajaran dari konsekuensi perilaku sebelumnya. 2) Pembelajaran tingkat kedua menggambarkan pengasimilasian sesuatu yang dapat dialihkan dari situasi satu ke situasi yang lain dimana orang tersebut telah memiliki cara pandang yang berbeda tentang konsepsinya pada suatu aspek tertentu. Argyris (1994) mengemukakan bahwa pola pembelajaran single loop berlangsung selama proses pemecahan persoalan dimana yang bersangkutan mengabaikan isu-isu mengapa permasalahan tersebut muncul. Secara umum hal ini merupakan pembelajaran yang lebih mendasar tetapi masih masuk dalam kategori single loop learning. yakni: 1) Pembelajaran tingkat pertama.

41 . Pembelajaran double loop berhubungan dengan ide-ide dari sistem yang terkoordinir. 2003). 1990 dalam Lichtenstein. Dalam pembelajaran double loop. 1978. kesadaran dan pemahaman diri pada tingkatan yang lebih mendalam. Pemahaman tersebut juga akan memunculkan pertanyaan apakah seorang wirausahawan memiliki kemampuan untuk belajar bagaimana cara belajar. sistem akan belajar untuk belajar sehingga menjadi lebih cerdas dalam menentukan kriteria operasional yang mendasari perilaku. yakni dengan cara terus menerus mempertanyakan dan merefleksikan strategi. Burgoyne dan Hodgson (1993) mengidentifikasi bahwa proses pembelajaran dialami oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari yang menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dari arus informasi yang diterimanya secara berkelanjutan. Double loop learning memerlukan asumsi yang mendasari terjadinya nilai-nilai serta risiko yang secara fundamental berubah.tanyakan tidak hanya pada caracara yang telah mapan. yang sejalan dengan pengertian double loop learning. Hal ini akan berpengaruh pada visi. Pembelajaran dari pengalaman Pembelajaran dari pengalaman lebih menekankan pada proses yang sedang berjalan daripada belajar bagaimana melakukan sesuatu. tetapi juga nilai yang mendasarinya serta persepsi perilakunya. Senge. 3. Pola pembelajaran double loop terdiri dari sistem monitoring dan koreksi perilaku serta menentukan perilaku yang tepat. sasaran dan nilai-nilai yang mendasarinya (Argyris dan Schon.

Cope dan Watts (2000) menegaskan bahwa pembelajaran berdasarkan pengalaman dapat direncanakan dan dimunculkan. Langkah ini merupakan langkah paling penting guna menghindari kesalahan yang sama atau meningkatkan hasil yang lebih baik. sedangkan reflective observation merupakan langkah dimana seseorang berusaha meninjau atau menggaliarti pengalaman yang diperolehnya yang selanjutnya dilakukan pemahaman tentang konsep atau hubungan yang mendasari pertimbangan seseorang terhadap suatu tindakan yang akan dilakukan (abstract conceptualisation). Langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah active experimentation yaitu langkah seseorang untuk selalu mencoba hal-hal baru berdasarkan pengalaman yang pernah didapatkannya. 42 . menunjukan bahwa concrete experience merupakan suatu aktifitas atau pengalaman seseorang secara langsung. sebagai berikut: Gambar 5. Mumford (1996) mengemukakan suatu model pembelajaran dari pengalaman yang terdiri dari empat langkah dimana satu sama lain saling berhubungan atau saling menunjang.3.3 : Konsep Pembelajaran dari Kolb Gambar 5.

Di sini individu lebih cenderung menggunakan pengalamannya ada sendiri dalam dengan memecahkan permasalahan yang dibandingkan menggunakan pengalaman orang lain. dimana seseorang berfikir bagaimana memperoleh informasi terbaru sebagai jalan atau pertimbangan untuk bertindak. sehingga akan meminimalkan kesalahan yang sama 43 . dimensi ini menghadirkan suatupenerimaan berdasarkan pengalaman dan pertimbangan yang matang. Active experimentation menurut Kolb sama dengan doing. salah satu langkah yang dapat digunakan adalah dengan cara problem solving. small group discussions atau games. selain itu individu dituntut untuk belajar bagaimana menerapkan teori yang ada melalui analisa sistematis. Pembelajaran merupakan proses belajar seseorang terhadap suatu kejadian yang dialaminya sendiri maupun dari pengalaman orang lain yang diketahuinya. Abstract generalization atau conceptualisation memiliki kesamaan dengan thinking. sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. dimensi ini mengkaji pengaruh pengalaman yang didapatnya terhadap dirinya. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa untuk meningkatkan pembelajaran. Burgoyne dan Hodgson (1983) juga menekankan pentingnya 'specific critical incident' dalam menstimulasi pembelajaran. dimensi ini mengharuskan seseorang untuk berfikir atau membandingkan bagaimana suatu hal berkaitan dengan pengalamannya sendiri. Reflective observation menurut Kolb sama dengan watching. seseorang perlu menggunakan kemampuannya secara terus menerus dan proaktif merefleksikan kejadian masa lalu sebagai media belajar.Kolb (1984) dalam Ulrich dan Cole (1989) mengemukakan bahwa concrete experience sama dengan feeling atau sensing.

dan motivasi yang semuanya merupakanhasil dari pembelajaran. perilaku pekerja dapat dianalisis dan dikelola untuk memperbaiki kinerjanya maupun kinerja organisasi. Hatch (1997) mengemukakan bahwa kurva pembelajaran memberikan bukti bahwa suatu organisasi mengalami proses belajar. Pembelajaran Organisasi Perilaku organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan proses pembelajaran.pada suatu proses yang sama atau meniadakan kesalahan yang sama serta melakukan upaya perbaikan yang berkelanjutan. Kurva pembelajaran menunjukkan hubungan negatif antara biaya produksi dan kuantitas barang-barang yang dihasilkan. dimana ditunjukkan dengan adanya peningkatan output melalui perbaikan cara-cara produksi. sehingga seorang wirausahawan akan mampu mengantisipasi adanya perubahan dan siap dengan adanya perubahan yang terjadi. H. organisasi harus mampu membangkitkan komitmen anggotanya dan membangun kapasitas belajar pada semua level organisasi secara berkelanjutan. Sebagai contoh. Selain itu proses pembelajaran dapat menciptakan perubahan secara gradual pada orientasi atau sikap seseorang dengan arus informasi yang berkelanjutan. Berdasarkan prinsip pembelajaran. Dengan proses pembelajaran seorang wirausahawan dapat mengembangkan usahanya lebih maju sehingga produk yang dihasilkan akan jauh lebih baik dan sulit ditiru oleh perusahaan lain atau pesaing. Untuk mengantisipasi perubahan lingkungan usaha. sikap manajer. kemampuan pekerja.Pembelajaran Organisasi & Wirausaha 1. Menurut Marquardt (1996) organisasi pembelajaran (learning organization) adalah organisasi yang terus belajar sungguh-sungguh dan 44 .

dan teknologi yang saling berhubungan dan saling menunjang sebagai sistim. dan tak henti-henti mentransformasi diri agar dapat memperoleh. Convergent learning menekankan pada spesialisasi dan standarisasi dari kemampuan. dan menggunakan pengetahuan dengan lebih baik demi keberhasilan. Kesalahan (error) dapat menjadi sifat yang dapat menghambat proses pembelajaran. pengetahuan. maka proses pembelajaran itu dapat dikategorikan sebagai "double loop learning".secara bersama-sama. Lima sub sistim tersebut dapat dilihat pada Gambar berikut: Gambar 5. Marquardt berpendapat bahwa organisasi pembelajaran terdiri dari lima sub sistim. Subsistim Dalam Organisasi Pembelajaran Organization Knowledge Learning People Technology Choueke dan Armstrong (1998) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi adalah suatu proses pendeteksian dan pengoreksian kesalahankesalahan. manusia. Mintzberg dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa pembelajaran organisasi sebagai suatu proses berkelanjutan.4. Dua hal yang biasanya terjadi dalam proses pembelajaran organisasi adalah sifat yang mengarah kepada satu tujuan (convergent) atau mengarah kepada banyak tujuan (divergent). yaitu belajar. sistem 45 . mengelola. Jika dalam proses pembelajaran sebuah organisasi dapat menjalankan kebijakannya dan mencapai tujuannya. Hendry et al. organisasi. (1995) dalam Kirk (1999) mengemukakan bahwa kandungan dari pembelajaran organisasi harus dipertimbangkan serta prosesnya harus bersifat efisien dan efektif.

Ketika keberhasilan sulit untuk ditunjukkan. Hal ini seringkali sulit untuk diketahui karena indikator dari keberhasilan secara konstan dimodifikasi setiap waktu. keragu-raguan terhadap kompetensi. Pada dasarnya ia menggambarkan bahwa kapabilitas organisasi sebagai “dinamika rutinitas perusahaan yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dalam efisiensi atau efektivitas” dan “kumpulan dari tacit knowledge yang 46 . dan operasi utama dari organisasi dalam bidang tertentu yang memfokukan pada efisiensi.pengendalian. organisasi mengkomunikasikannya melalui cerita-cerita dan simbol-simbol serta norma perilaku dan harapan-harapan. Kegagalan pembelajaran terjadi karena keragu-raguan dalam meraih keberhasilan. Wright (1997) memasukkan istilah “akumulasi pembelajaran” sebagai salah satu aset tak berwujud yang memberikan kontribusi terhadap kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk yang tidak dapat ditiru (inimitability). dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan (benchmarking). dan jebakan keberhasilan. Selanjutnya. Pembelajaran dalam organisasi juga menyangkut proses budaya. Matlay menyatakan bahwa terdapat banyak kesulitan dalam proses pembelajaran yang mereka gambarkan sebagai "supertitious learning". Matlay (2000) mengemukakan bahwa organisasi pada dasarnya belajar dari proses pengorganisasian pihak lain. Sebagai contoh. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). maka sulit pula keberhasilan tersebut dipelajari berdasarkan pada hal-hal yang telah dilakukan di masa lampau. Supertitious learning terjadi ketika hubungan antara tindakan dan hasil yang diperoleh tidak dapat ditentukan secara tepat.

Gibb (1997) mengemukakan dua tipe pembelajaran. Ia menyarankan dua faktor penting dalam membangun kapabilitas organisasi. Sejumlah penulis menjelaskan metode yang berbeda-beda dari perilaku pembelajaran dalam perusahaan yang mempengaruhi mereka untuk menciptakan (create). yaitu: kemampuan inovasi. yaitu pembelajaran dalam rangka mengatasi atau menyesuaikan diri dengan perubahan. sistem tersebut dapat belajar untuk belajar. Argyris dan Schon (1978) kemudian mengembangkan teori pembelajaran organisasi ini dengan pendapatnya tentang "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". Sementara itu Pedler (1997) dalam Chaston et al. prosedur dan sistem organisasi yang tertanam dalam cara berperilaku”. (1999) mengemukakan tiga tahapan pembelajaran sebagai berkut: (1) Mengimplementasikan (implementing): melakukan sesuatu dengan benar. melakukan eksperimen secara sistematis dan 47 . a) adaptive learning. Konsep pembelajaran organisasi juga dapat didekati dari ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan pendapat tentang sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem memiliki kesadaran dengan sendirinya. dan b) generative learning yaitu kapasitas untuk menciptakan dan berpikir proyektif.dibangun dalam proses organisasi. dicirikan oleh reliabilitas yang konstan tetapi terbatas karena kurangnya daya tanggap terhadap perubahan lingkungan. menggunakan secara bersama-sama (share) dan menyimpan pengetahuan dalam perusahaan. (2) Memperbaiki (improving) dicirikan dengan memberikan gagasan (initiative-taking). dan kemampuan belajar.

(3) Mengintegrasikan (integrating) dicirikan dengan “melakukan hal-hal dengan lebih baik” secara kreatif melalui pemecahan masalah secara sistematis dan holistik (menyeluruh). Namun demikian. Hal ini dikarenakan alat yang digunakan untuk mengekplorasi konstruk pembelajaran organisasi pada umumnya dilakukan untuk studi skala besar. Cara-cara tersebut diturunkan dari suatu model “tahapan” dari perkembangan pembelajaran. Dengan demikian. Hill dan McGowan (1999) telah dapat mengukur persepsi individu manajer tentang kecenderungan tenaga kerja yang tergabung dalam masing-masing cara belajar. tetapi hanya sedikit yang mengoperasionalkan konstruk pembelajaran melalui aplikasi teknik kuantitatif pada usaha kecil. Berdasarkan beberapa uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa sekurang-kurangnya terdapat dua arah konsep pembelajaran organisasi yakni. yang memuluskan jalan ke arah pembentukan teori tentang pembelajaran organisasi dengan "double loop learning" yang menantang pendapat terdahulu tentang "single loop learning". 48 . dari kalangan modernis yang mengikuti arus ilmu pengetahuan alam yang mengembangkan sistem cybernetics dengan menambahkan "reflexive loop” yang memungkinkan sistem untuk memiliki kesadaran belajar dengan sendirinya dan dari kalangan ahli psikologi Amerika.melakukan segala sesuatu dengan lebih baik tetapi masih terkendala oleh masih kecilnya skala peningkatan di dalam batas-batas yang ada.jelas bahwa sejumlah penulis mengenali dan berupaya untuk mendefinisikan tipe perilaku pembelajaran yang berbeda pada tataran organisasi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cara-cara yang berbeda ini berhubungan dan berdampak pada kapabilitas organisasi? Dari beberapa literatur yang berhubungan dengan pembelajaran organisasi.

2. mereka belajar melalui pengalaman langsung ketika mereka dihadapkan pada pengambilan keputusan secara coba-coba (trial and error). Pembelajaran dan Pendidikan Wirausaha Kemampuan belajar seorang wirausahawan dalam pemecahan masalah yang tidak terstruktur dan berisiko sudah tidak diragukan lagi. yaitu dimensi rentang waktu (jangka panjang dan jangka pendek) dan dimensi target (tugas atau orang) sebagai mana terlihat dalam tabel berikut: Tabel 5.1 Empat Tipe Pembelajaran Fokus pembelajaran Rentang Waktu Jangka Pendek Jangka Panjang Sumber : Hall. Mereka belajar dari pengalaman mendirikan dan mengelola usaha. sehingga wirausahawan yang belajar dengan sungguh-sungguh akan lebih berhasil dalam usahanya dibandingkan dengan wirausahawan yang tidak pernah belajar.Selain itu organisasi pada dasarnya dapat belajar dengan cara yang dijelaskan oleh proses pengorganisasian pihak lain. kemampuan untuk mengenali mengapa suatu masalah terjadi dan kemampuan mengatasinya. yang meliputi proses pembelajaran. Perolehan kemampuan tersebut merupakan hasil dari proses belajar. dimana dalam proses tersebut banyak mempelajari berbagai konsep. dan 49 . sebagai contoh. dan secara tidak langsung dari pengalaman organisasi lain seperti melalui proses peniruan ataupun pembandingan (Benchmarking). Hall (1996) mengemukakan bahwa proses pembelajaran pengusaha dapat dilihat dari dua dimensi. (1996) Tugas (Task) Performance Adaptabilitas Pribadi (self) Sikap Identitas Tabel di atas menunjukkan bahwa dalam jangka pendek aktifitas pengembangan difokuskan pada peningkatan performance skill.

Oleh karena itu perlu diidentifikasi isu-isu kunci dalam proses pembelajaran dan pengembangan wirausaha. Adaptabilitas danidentitas biasa disebut sebagai metaskill. Adapun program pembelajaran jangka panjang diorientasikan pada tingkat adaptabilitas terhadap tugas dan pembentukan identitas pribadi. 2) Latihan keterampilan teknis (technical know how) atau profesionalisme untuk bidang tertentu baik tingkat rendah. dan memasukkan cara-cara baru dalam menginstropeksi diri sendiri. Metaskill ini identik dengan double loop learning dan merupakan kemampuan yang sangat penting di masa sekarang dan yang akan datang. Sedangkan yang termasuk di dalam identitas adalah keterbukaan untuk menerima masukan. atau tinggi. karena keduanya memberi kemampuan untuk belajar bagaimana agar bisa belajar. menengah. Dalam penelitian ini isu-isu kunci yang akan diangkat adalah isu yang berkenaan dengan pembelajaran melalui pendidikan dan pelatihan. Adapun pengertian dari masing-masing isu tersebut adalah sebagai berikut: Sagir (1986) mengemukakan bahwa program Pendidikan dan Pelatihan pada hakikatnya merupakan jalur dan jenjang yang berkesinambungan yang menunjukkan peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang meliputi: 1) Pendidikan umum atau pendidikan dasar yang merupakan bekal agar SDM mempunyai pengetahuan dasar yang memadai dan siap untuk dilatih. pembimbingan (mentoring). Termasuk di dalam adaptabilitas adalah belajar bersikap terbuka terhadap perubahanserta melakukan beberapa perubahan.memasukkan komponen sosialisasi serta sikap yang membentuk identitas perusahaan ke dalam program pengembangan. 50 . dan pengalaman.

Latihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya guna meningkatkan keterampilan. bukan hanya memiliki kemampuan teknis. mempersiapkan SDM agar lebih kreatif.Jenjang latihan untuk pengembangan diri. Choueke dan Amstrong (1998) mengusulkan materi pendidikan atau pelatihan wirausaha dalam membangun kompetensi wirausaha sebagai berikut: 51 . program Diklat berhubungan dengan peningkatan kinerja. Jadi. Dalam prakteknya kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama. Ranupandojo dan Husnan (2002) mengemukakan bahwa istilah pendidikan dan pelatihan (Education and training) sering dipertukarkan dengan istilah pengembangan (development) seperti yang dipakai oleh Flippo. Dari pendapat Sagir di atastampak pelatihan sesungguhnya adalah bahwa fungsi pendidikan dan untuk meningkatkan dan upaya mengembangkan kemampuan karyawan (teknismaupun manajerial). mengembangkan diri untuk menjadi unsur pimpinan dalam bidangnya yang mampu dikembangkan. 2) Latihan ialah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi. Ranupandojo dan Husnan (2002) juga mengemukakan bahwa : 1) Pendidikan ialah suatu kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan umum seseorang termasuk di dalamnya peningkatan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kegiatan mencapai tujuan. dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuannya. terutama aspek profesionalisme kerja. tetapi juga memiliki kemampuan manajerial. kecakapan.

Program mentoring menekankan pada upaya untuk membantu wirausahawan dalam menafsirkan'critical incident' sebagai pengalaman belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil pembelajaran. Materi Pendidikan atau Pelatihan Wirausaha Sumber : Choueke dan Amstrong (1998). Hal ini didukung oleh hasil penelitian Armstrong (dalam.2. Mentoring atau bimbingan sangat dibutuhkan oleh seorang wirausahawan guna membantu 52 . sehingga sangat diperlukan bimbingan terhadap pengalaman tersebut. 1998) yang menunjukkan bahwa "pengalaman" merupakan sumber utama dari pembelajaran. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikemukakan bahwa 'critical incident' sangat penting diterapkan untuk memahami proses pembelajaran wirausaha.Tabel 5. ‘Critical incident’ yang dialami dapat menghasilkan tingkat pembelajaran yang lebih tinggi serta mendasar. Cope and Watts (2000) melakukan penelitian tentang proses pembelajaran dari wirausahawan dalam hubungannya dengan proses personal dan siklus pengembangan usahanya. Choueke and Armstrong. Mereka menemukan konsep 'critical incident' yang menunjukkan bahwa wirausahawan sering menghadapi masa atau episode kritis yang traumatik dan berkepanjangan dan menggambarkan kejadian-kejadian bermuatan emosional.

Pendekatan pembelajaran dari pengalaman ini memberikan kemampuan bagi individu dan organisasi untuk melakukan selfrenewal dengan melakukan pendekatan yang proaktif. EVALUASI 1) Jelaskan makna pembelanjaran bagi seorang wirausaha? 2) Uraikan perbedaan antara pembelanjaran kognitif. dalam praktek usaha yang sesungguhnya. Hal ini biasa disebut dengan pembelajaran dari pengalaman (learning from experience). perilaku dan pembelajaran pengalaman wirausaha? 3) Jelaskan empat tipe dalam pembelajaran wirausaha? 4) Berikan contoh pendidikan kewirausahaan yang ada di Indonesia? 53 . self-development pada pembelajaran karir jangka panjang. 6. Robinson dan Sexton (1994) mengemukakan bahwa pembelajaran merupakan proses yang terintegrasi dengan pekerjaan. Pendekatan pembelajaran dari pengalaman sangat bermanfaat digunakan untuk pengembangan seorang wirausahawan. karena pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan pada wirausahawan untuk memanfaatkan on-the job experience dan memberikan meta skill untuk learning how to learn.menafsirkan kejadian-kejadian yang dialami selama proses pembelajaran yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha.

Hal ini seringkali disamakan dengankebutuhan akan kekuasaan. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa mampu membangkitkan semangat/motivasi. 2. Seorang wirausahawan yang mempunyai motivasi yang kuat juga menunjukan keteguhan yang kuat. daya inovasi dan kompentesi wirausaha serta penerapanya dalam kehidupan nyata. daya inovasi dan kompentensi wirausaha. Daya Inovasi & Kompentesi Wirausaha 4. Daya inovasi merupakan salah satu ciri khas utama dari seorang wirausahawan. KATA KUNCI: Motivasi. RANGKUMAN Para wirausahawan efektif harus punya keinginan untuk memimpin. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha c. karena dengan inovasi seorang wirausahawan akan mampu 54 . TUJUAN KHUSUS a. memenangkan suatu perdebatan atau meraih posisi dengan kewenangan yang lebih besar. Mahasiswa dapat menggali daya inovasi seorang wirausaha d. Seseorang dengan motivasi kepemimpinan yang tinggi banyak berpikir mengenai cara mempengaruhi orang banyak. Mahasiswa diharapakan dapat menjelaskan kompentesi wirausaha 3.1. Motivasi wirausaha membutuhkan keinginan untuk mempengaruhi orang lain. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian motivasi. Keteguhan atau biasa disebut tekad adalah suatu motif yang melibatkan suatu ketahanan untuk terus fokus pada sasaran ketika sedang dihadang berbagai rintangan. b.

seorang wirausahawan harus memiliki manajemen diri yang baik. Wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. 5. keterampilan. Keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. URAIAN PEMBELAJARAN A. Hal ini dikarenakan seorang wirausahawan selain sebagai pemilik usaha (manajer) juga sebagai pelaksana usaha sehingga sangat dibutuhkan kemampuan untuk melihat dan memanfaatkan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya. dan kemampuan yang dapat memenuhi kebutuhan hasil kerja yang lebih efektif. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. 55 . Kompetensi adalah suatu kemampuan lebih dari seorang individu jika dibandingkan dengan individu yang lain. dalam arti seorang wirausahawan harus mampu mengelola kemampuan dirinya dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha. Secara umum kompetensi wirausahawan sama dengan kompetensi manajer ditambah kemampuan membaca peluang dan manajemen diri. Pendahuluan Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal.meningkatkan produktivitas perusahaan dengan cara menciptakan produkproduk baru yang inovatif maupun mengembangkan cara-cara pemasaran yang inovatif sehingga akan memiliki daya saing yang kuat dibandingkan dengan produk maupun cara pemasaran dari pesaing. sedangkan untuk dapat memanfaatkan peluang yang ada. selain itu kompetensi dapat didefinisikan sebagai pengetahuan. seorang wirausahawan harus bekerja keras.

dan menerapkan sanksi positif dan negatif secara cepat. memerintahkan pada mereka apa yang mesti dilakukan. daya inovasi seorang wirausaha. Motivasi Usaha Motivasi berasal dari kata latin "movere" = to move = memindahkan. dayainovasi dan kompentensi wirausaha. mengaktifkan. seorang wirausahawan harus bekerja keras. Seseorang yang tidak sanggup menggunakan kekuasaan akan mendapatkan kesulitandalam menjalankan peran wirausaha. para usahawan dan manajer harus tekun di sejumlah pekerjaan. mengarahkan dan menyalurkan perilakunya menuju tercapainya tujuan. Kekuasan bisa dipandang sebagai mata uang seorang wirausahawan.Daya inovasi dan kompentensi yang dimiliki seorang wirausaha merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaran usaha. (2003) mengemukakan bahwa keinginan untuk berprestasi merupakan faktor motivasi yang penting di antara para wirausahawan handal. artinya pindah dan suatu kondisi tertentu ke kondisi yang lain. Seorang individu yang ingin menjadi wirausahawan tapi tidak punya kegairahan dalam meraihnya. Pokok bahasan ini akan diuraikan pengertianmotivasi. Para wirausahawan sukses harus mau menggunakan kekuasaan terhadap para bawahan. dan kompentesi wirausaha B. kiat-kiat membangkitkan motivasi wirausaha. sarana utama yang digunakan seorang 56 . Motif sebagai sesuatu yang ada dalam diri manusia yang membangkitkan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hampir semua tulisan sepakat bahwa para wirausahawan mempunyai keinginan yang relatif tinggi untuk meraih prestasi. Dengan demikian motivasi terjadi melalui suatu proses yang berhubungan dengan kebutuhan manusia. memindahkan. tidak mungkin sukses baik dalam menciptakan maupun mengimplementasikan sebuah visi. Shane et al.

Oleh karena itu.wirausahawan untuk membereskan banyak hal dalam suatu wadah usahanya. 3) penekanan biaya. 4) inovasi dan feature terbaru dari sebuah merek. (2000) menjelaskan bagaimana motivasi berpengaruh pada berbagai aspek perilaku manusia. Seorang wirausahawan harus mempunyai keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dengan maksud untuk melancarkan pengaruh terhadap orang-orang lain. sikap tegar harus ditujukan pada segala hal yang benar. mereka mempunyai hal yang diperlukan untuk kelancaran usahanya. atau tidak mempunyai semangat yang menggebu-gebu dalam segala aktivitasnya. sementara keputusan dibuat setelah ditemukannya peluang usaha. Wirausahawan harus memiliki tekad untuk menindaklanjuti. Seluruh proses tersebut sangat tergantung pada kemauan seorang wirausahawan untuk bermain dalam pertandingan tersebut. hal itu adalah : 1) memuaskan pelanggan. hal ini karena peluang usaha didapat dalam proses evaluasi. Selanjutnya Collins et al. Dalam kebanyakan wadah usaha yang beroperasi dalam iklim bisnis dewasa ini. 5) mengamati kejadian dengancepat untuk mengambil tindakan-tindakan yang efektif. Sangat teguh mengejar suatu strategi yang tidak tepat bisa membawa organisasi ke jurang kehancuran. dan 6) kualitas dari barang yang diproduksinya. 2) pertumbuhan. ketegaran mesti dilakukan dengan berlandaskan pada sikap rasional. Tentu saja. terutama dalam mengkomunikasikan visi mereka kepada para pegawai. Para wirausahawan harus dan tak boleh letih. Collins et al. dan mesti memiliki keteguhan untuk memastikan bahwa perubahan-perubahan telah melembaga dalam wadah usahanya. (2000) mengemukakan bahwa keberhasilan wirausaha sangat tergantung pada kemauannya untuk menjadi wirausahawan. Wirausaha merupakan proses yang dimulai dari pengenalan peluang usaha 57 .

industri. 1998) menyatakan bahwa wirausaha utamanya tidak termotivasi oleh financial incentive. atau keinginan untuk "menjadi bos bagi diri sendiri" dan faktor-faktor yang "mendorong" (push) seperti ketidakamanan pekerjaan (insecurity) dan kejenuhan bekerja akibat pekerjaan yang berulang-ulang (redundancy). Studi yang dilakukan oleh Knight. dan Jero W. Kemampuan kognitif memungkinkan seorang wirausahawan mengembangkan visi yang hidup termasuk strategi untuk berhasil. 1983 (dalam Rambat. L. di samping guna menemukan arti baru bagi kehidupannya. keterampilan dan kemampuan pada kesempatan pertama dan memberikan dorongan serta energi untuk menetapkan tindakan yang diperlukan. Pattigrew (1996)dalam Walton (1999) mengemukakan bahwa motivasi wirausaha (entrepreneurial motivations) dapat merupakan faktor penting untuk kinerja perusahaan. Keberhasilan dari seluruh proses tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi serta faktor kognitif seperti pengetahuan. tetapi oleh keinginan untuk melepaskan diri dari lingkungan yang tidak sesuai/diinginkan. Motivasi awal untuk menjalankanaktivitas wirausaha umumnya dikategorikan dalam bentuk faktor-faktor yang "menarik" (pull) seperti menentukan peluang usaha. Faktor motivasi yang dimaksud dapat diringkas sebagai berikut : 58 . Kondisi lingkungan seperti sistem hukum. tetapi motivasi wirausahawan akan mengarahkan tindakan wirausaha pada kondisi lingkungan yang berbeda.dan ditindaklanjuti dengan pengembangan produk. keinginan untuk mengumpulkan kekayaan. keterampilan dan kemampuan dari seorang wirausahawan. pasar modal dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi wirausaha. Motivasi membantu seorang wirausahawanmemperoleh pengetahuan.

7) The educational refuge. lingkungan kantor/perusahaan maupun dalam masyarakat. Anggota masyarakat yang tidak setuju dengan kondisi lingkungannya biasanya akan mencoba menjalankan usaha yang tidak terkait dengan lingkungan yang ada. Para wanita yang merasa telah mendapatkan perlakuan diskriminatif dibandingkan kaum laki-laki baik dalam sistim pendidikan. dimana peluang-peluang ekonomi di negara lain yang lebih menguntungkan sering kali mendorong orang untuk meninggalkan negaranya yang tidak stabil secara politis untuk berwirausaha. Banyak orang yang gagal dalam studinya atau mereka yang tidak cocok dengan sistim pendidikan yang ada. 2) The corporate refuge. Banyak individu yang memperoleh pendidikan dan pengalaman dari bisnis yang dibangun oleh keluarganya sejak ia masih anak-anak mereka biasanya kemudian akan berusaha untuk mencoba bisnis lain daripada yang selama ini dikerjakan oleh keluarganya. 6) The society refuge. pekerja-pekerja yang tidak puas dengan lingkungan perusahaannya merasa bahwa kepuasan kerjanya akan meningkat dengan memulai dan menjalankan bisnis sendiri. 5) The housewife refuge. akan berusaha membuktikan bahwa dirinya mampu. 4) The feminist refuge. 59 . 3) The parental (paternal) refuge. caranya yaitu dengan mendirikan usahanya sendiri.1) The foreign refuge. menjadi terpacu untuk berwirausaha. Para ibu rumah tangga yang pada awalnya sibuk mengurus anak dan rumah tangganya akan mencoba membantu suaminya dalam hal keuangan karena kebutuhan-kebutuhan anak-anak yang makin tinggi.

Input individu dan konteks pekerjaan adalah dua kategori kunci dari faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi. Model Motivasi Prestasi Kerja Sumber : Kreitner and Kinicki. tugas yang diselesaikan oleh seseorang. mengusulkan suatu model konsep yang menjelaskan bagaimana motivasi mempengaruhi perilaku dan prestasi kerja. seperti diperlihatkan pada Gambar berikut. mengintegrasikan berbagai elemen yang pada intinya model itu mengidentifikasi penyebab dan konsekuensi dari motivasi. pendekatan organisasi terhadap pengakuan dan penghargaan.1. 2000 Pada gambar di atas. dan budaya organsiasi. cukupnya supervisor pengawasan dan pembimbing.Mitchell (1999). seorang peneliti Perilaku Organsiasi yang terkenal. Kedua kategori yang menjadi faktor yang mempengaruhi satu sama lain 60 . Organizational Behavior. Gambar 6. Konteks pekerjaan mencakup lingkungan hati. Model tersebut.

jumlah usaha yang dikeluarkan. dan menetapkan. prestasi dipengaruhi oleh motivasi perilaku. dan suatu kombinasi dari faktor yang memungkinkan dan membatasi konteks pekerjaan. Perilaku mencerminkan sesuatu yang dapat kita lihat atau dengar. Pemberian bimbingan ini mungkin berlanjut pada penyempurnaan model peran karyawan yang berhasil. Perilaku. Sebagai contoh. dan membantu mereka mempertahankan self-afficay dan self-esteem yang tinggi. 61 . akan sulit untuk bertahan pada suatu proyek jika seseorang bekerja dengan bahan baku yang cacat atau perlengkapan yang rusak. Selanjutnya. Dengan demikian. Usaha yang sesungguhnya atau prestasi adalah hasil motivasi yang berkaitan dengan perilaku langsung. yaitu meminta. Motivasi melibatkan suatu proses psikologis untuk mencapai puncak keinginan dan maksud seorang individu untuk berperilaku dengan cara tertentu. secara langsung dipengaruhi oleh kemampuan dan pengetahuan (keterampilan) individu.sebagaimana proses yang berkaitan dengan motivasi. Hasil dari motivasi secara umum dinilai dengan perilaku yang ditunjukkan. atau strategi pilihan yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan atau tugas. mengarahkan. Sebaliknya perilaku yang termotivasi cenderung meningkat pada saat para manajer memberi para karyawan bahan-bahan dan pelengkapan yang mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan dan memberikan bimbingan yang efektif. terdapat empat kesimpulan penting untuk diperhatikan dalam model tesebut: Pertama.motivasi berbeda dengan perilaku. motivasi. Lebih lanjut gambar tersebut memperlihatkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi pada saat mereka yakin bahwa prestasi kerja mereka akan diakui dan diberi penghargaan yang setimpal.

(1992) berpendapat bahwa wirausahawan adalah seorang yang inovatif. Hirsch dan Peters. Mereka membuat perubahan melalui introduksi teknologi. Keempat. dan perilaku motivasi yang sesuai. serta kualitas catatan kuliah. motivasi. Prestasi juga mencerminkan suatu standar eksternal yang biasanya ditetapkan oleh organisasi dan dinilai oleh manajer. tetapi daya beli adalah hasil ciptaan dari wirausaha yang melakukan inovasi. proses atau produk. 62 . Inovasi menciptakan sumberdaya. Menurut Schumpeter hanya orang-orang yang luar biasa saja yang mempunyai kemampuan menjadi wirausahawan dan mereka mampu melakukan perubahan-perubahan yang luar biasa. dan motivasi. faktor konteks pekerjaan. karena tidak ada sesuatupun yang menjadi sumberdaya sampai orang menemukan manfaat dari sesuatu yang terdapat di alam. Perilaku dipengaruhi oleh input dari individu. sehingga memberinya nilai ekonomi. jumlah waktu yang dihabiskan untuk belajar dalam menghadapi ujian dipengaruhi oleh motivasi individu. Prestasi mencerminkan suatu akumulasi perilaku yang muncul dari waktu ke waktu dalam seluruh konteks dan orang. Dalam bidang sosial dan ekonomi tidak ada sumberdaya yang lebih besar dalam perekonomian daripada daya beli. Sebagai contoh. Ketiga. Daya Inovasi Drucker (1985) mengemukakan bahwa inovasi adalah tindakan yang memberi sumberdaya kekuatan dan kemampuan baru untuk menciptakan kesejahteraan. motivasi diperlukan tetapi bukan merupakan satu-satunya kontributor yang mencukupi prestasi kerja. faktor konteks pekerjaan. kemampuan dan tujuan pribadi. perilaku berbeda dengan prestasi. Kesimpulan ini mengungkapkan bahwa persoalan prestasi disebabkan oleh suatu kombinasi input individu. perilaku dipengaruhi oleh lebih dari sekedar motivasi. C.Kedua.

Di dalam tulisannya The Theory of Economc Development. Kontribusi Joseph Schumpeter terhadap pemahaman dari mekanisme perkembangan teknologi dan pembangunan ekonomi telah dikenal secara luas. dimana dengan perubahan tersebut akan membangkitkan peluang dan mengkonversi peluang tersebut ke dalam aktivitas-aktivitas produksi. Ia harus terarah secara spesifik. ia menciptakan pelanggan dan pasar yang baru. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi sumber inovasi (Howel dan Higgins. yaitu . Pengertian wirausahawan sebagai inovator membedakannya dengan pemilik usaha kecil yang tidak punya ambisi mengembangkan usahanya tetapi tetap sebagai self employed. penemuan (invention). Inovasi merupakan sarana seorang wirausaha untuk mengeksploitasi perubahan ketimbang membuat perubahan-perubahan. Ia menekankan peranan dari wirausahawan sebagai penyebab utama dari pembangunan ekonomi. Dalam prosesnya.Dengan demikian seorang wirausahawan juga merupakan orang yang mampu mengembangkan teknologi baru. 1990) : 63 . pengembangan (extention). Dalam hal ini seorang wirausahawan lebih dikenal sebagai orang yang menginisiasi perubahanperubahan besar. Kuratko dan Hodges (1995) mengelompokkan empat jenis inovasi yang bisa dikembangkan. dan sintesis. jelas dan memiliki desain yang dapat diterapkan. penggandaan (duplication). Ia juga menjelaskan bagaimana wirausahawan yang inovatif menantang perusahaan-perusahaan yang sedang jaya dengan cara memperkenalkan penemuan baru yang membuat teknologi dan produk yang ada waktu itu menjadi ketinggalan jaman. Inovasi yang sukses adalah yang sederhana dan terfokus. Pengertian seperti ini akan lebih relevan untuk menggambarkan perusahaan besar.

Perubahan persepsi.a. b. Kejadian yang tidak terduga. Secara umum kompetensi terdiri dari elemen-elemen sebagai berikut: a. atau ketahanan. Perubahan demografi. atau keterampilan kognitif dalam perilaku. sikap atau nilai maupun pendirian. Proses sesuai kebutuhan. b. pengendalian diri. e. d. bakat atau sifat. 64 . Misalkan berkaitan dengan kepercayaan diri. pengetahuan diri. Sifat dasar (bawaan atau bakat): kecenderungan atau watak umum dalam berperilaku atau cara merespon. Ketidakharmonisan. Kompetensi merupakan karakteristik individu yang dapat diukur dengan cara membedakan secara signifikan antara orang-orang yang berprestasi baik dan yang biasa saja atau antara orang yang berkinerja efektif dan yang tidak efektif. D. daya tahan stres. Konsep pengetahuan dasar (belajar). c. Kompetensi akan membedakan orang yang berprestasi baik dengan yang biasa-biasa saja. Motif: kebutuhan yang mendasari atau pola pikir yang mengarahkan. Perubahan pada industri dan pasar. f. Kompetensi Wirausaha Hooghiemstra (1992) mendefinisikan kompetensi sebagai karakteristik dasar individu yang berhubungan dengan sebab seseorang menjadi efektif dan superior dalam pekerjaannya. konsep diri. Kompetensi dapat berupa motif. g. menggerakkan dan memilih perilaku individu misalkan kebutuhan untuk berhasil.

e. (1992) Kompetensi secara umum memiliki perbedaan berdasarkan proses pengajarannya. apakah teknis atau interpersonal. Knowledge dan Skills. sikap atau nilai yang diukur oleh uji responden yang menanyakan apa yang mereka hargai. d. Trait. kemampuan mendengarkan secara aktif). Kemampuan atau keterampilan kognitif dan perilaku: apakah tersembunyi (misal alasan yang induktif atau deduktif) atau yang terlihat (misal.2. Dari sudut pandang efisiensi. Merubah motif dan sifat mungkin dapat dilakukan tetapi harus melalui proses yang sangat panjang.c. Kekuatan pengetahuan tentang fakta-fakta atau prosedur. Self concept. Personal charakteristics disini terdiri dari: Motive. Hubungan Kompetensi Dengan Kinerja Individu Sumber : Hooghiemstra. dalam proses rekruasi aturannya adalah merekrut berdasarkan karakteristik motivasi inti dan sifat bawaan yang selanjutnya perlu dilakukan 65 . sedangkan sikap dan nilai-nilai merupakan indikator-indikator yang lebih sulit untuk diajarkan. Pengetahuan dan keterampilan merupakan salah satu dari indikator kompetensi yang paling mudah diajarkan. sulit dan membutuhkan biaya yang sangat mahal. Kebanyakan temuan menunjukkan bahwa pengetahuan jarang dapat membedakan antara kinerja yang rata-rata dan superior. apa yang mereka pikirkan atau tertarik dalam melakukan sesuatu. yang diukur dengan uji responden. Konsep diri. Kompetensi juga dapat dihubungkan dengan kinerja dalam model alur sebab yang sederhana sebagai berikut: Gambar 6.

Dalam pendekatan orientasi kerja. Misalkan menetapkan proses serta pekerjaan yang diperlukan. Dalam pendekatan orientasi pekerja. mereka merekrut berdasarkan gelar pendidikannya dan berasumsi bahwa kandidat tersebut memiliki atau dapat diindoktrinasi dengan motif dan sifat yang diperlukan. Jadi dapat dikemukakan bahwa kompetensi adalah kumpulan atribut-atribut spesifik yang dimiliki dan digunakan oleh seseorang untuk dapat menyelesaikan 66 .pegembangan pengetahuan dan keterampilan. yang ditunjukkan oleh pengetahuan. kompetensi juga disebutkan sebagai atribut kemampuan spesifik yang dibutuhkan seseorang dan dijabarkan dalam langkah-langkah pekerjaan untuk menyelesaikan tugas tertentu. selanjutnya menetapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk masing-masing langkah tersebut. yakni dengan memadukan kedua metode tersebut. Pendekatan definisi kompetensi dapat dilakukan melalui 3 hal yaitu orientasi pekerja. Kenyataan menunjukkan bahwa merekrut orang yang memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan kebutuhan dan melatih mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaan tertentu lebih effisien jika dibandingkan dengan merekrut orang yang berpendidikan tinggi namun tidak memiliki sifat dan motif yang sesuai dengan pekerjaan tertentu. Namun kebanyakan perusahaan melakukan sebaliknya. Sandberg (2000) mengemukakan bahwa kompetensi adalah pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pekerjaan. Pendekatan multimethode lebih bersifat komprehensif karena berusaha menghindari kritikan yang muncul dari dua pendekatan lain. orientasi pekerjaan dan orientasi multimethode. keterampilan dan kemampuan (KSAs) dan sifat bawaan individu yang diperlukan untuk dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. kompetensi didefinisikan sebagai atribut yang dimiliki oleh seseorang atau pekerja.

Mereka yang dapat menyelesaikan tugas lebih baik daripada yang lain berarti orang tersebut lebih kompeten daripada lainnya. Conceptual competencies (Kemampuan konseptual) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan konseptual yang mana dicerminkan di dalam perilaku usahawan. sumberdaya kepemimpinan. 67 . sementara kemampuan peluang dapat dimasukkan dalam keterampilan memanfaatkan peluang (opportunity skills). penggunaan hubungan dan koneksi. serta daya inovasi yang tinggi. misalnya dalam konteks kerjasama dan kepercayaan. kemampuan kognitif. pengenalan peluang sedangkan human relation dan administrasi dapat digabungkan dalam kepemimpinan. Relationship competencies (Kemampuan hubungan) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan interaksi orang per orang atau individu dengan kelompok. keterampilan berkomunikasi dan hubungan antar pribadi 3. pemahaman dan penyerapan informasi yang kompleks. kemampuan bernegosiasi. Menurut Baum paling tidak terdapat beberapa kompetensi wirausaha yang sangat diperlukan yaitu pengetahuan. 2. keterampilan. (2000) mengemukakan bahwa secara umum terdapat enam area kompetensi wirausaha yang dapat dikenali yakni: 1. dan pengambilan pengembangan keputusan. Baum et al. manusia.tugas. administrasi. misalkan keterampilan dalam mengambil keputusan. Man et al. peluang. self management. (2001) mengemukakan bahwa kompetensi wirausaha hampir sama dengan kompetensi seorang manajer tetapi ditambahkan 2 keterampilan yaitu peluang dan manajemen diri. Opportunity competencies (Kemampuan peluang) yaitu kompetensi yang berhubungan dengan mengenali dan mengembangkan peluang pasar melalui berbagai cara.

Lebih lanjut Man et al. teknologi termasuk di dalamnya membangun tim kerja. Commitment competencies (Kemampuan komitmen) yaitu kompetensi atau kemampuan yang menggerakkan seorang wirausahawan untuk menjadikan usahanya lebih berkembang. Pendekatan kompetensi menjadi suatu alat yang populer untuk mempelajari krakteristik wirausahawan. 1995). atau hasil (menuju keberhasilan standar kemampuan atau wewenang dalam area fungsional).. Kemampuan dapat dipelajari dari masukannya (kemampuan terdahulu). memimpin pekerja. Strategic competencies (Kemampuan stratejik) yaitu kompetensi atau kemampuan yang berhubungan dengan penetapan. proses (perilaku atau tugas yang mendorong ke arah kemampuan). Kompetensi wirausaha sangat diperlukan oleh seorang wirausahawan dalam berupaya pengembangan usahanya. (1999) mengemukakan bahwa kompetensi juga dapat di ukur berdasarkan seberapa besar individu tersebut mampu dalam pencapaian tujuan. keuangan. Boyatzis (1982) mengemukakan bahwa kemampuan wirausaha berhubungan erat dengan managerial competencies. 68 . Organizing competencies (Kemampuan pengorganisasian) yaitu kompensasi yang berhubungan dengan pengorganisasian sumberdaya internal dan eksternal seperti SDM.4. Pendekatan ini semata-mata berasumsi bahwa kemampuan belum tentu membuat seorang wirausahawan berkompeten. Penekanan proses atau pendekatan perilaku mempelajari sifat wirausaha dengan dimensi proses dari kondisi daya saing. pelatihan dan pengendalian. 5. evaluasi dan penerapan strategi perusahaan 6. melainkan kemampuan hanya dapat dipertunjukkan oleh tindakan dan perilaku orang tersebut (Gartner dan Starr.

daya inovasi dan kompentensi wirausaha? 2) Jelaskan beberapa factor motivasi dalam wirausaha dan model motivasi untuk mencapai kinerja yang tinggi? 3) Uraikan beberapa kiat yang dapat menumbuhkan daya inovasi wirausaha? 4) Jelaskan hubungan kompetensi dengan kinerja individu? 5) Uraikan atas enam demensi kompentesi yang harus dikenali oleh setiap wirausaha? 69 . EVALUASI 1) Jelaskan pengertian motivasi.6.

Kemampuan seseorang untuk menilai peluang dan memanfaatkan peluang tersebut merupakan modal dasar untuk melaksanakan aktivitas wirausaha. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. Namun karena kurangnya informasi. 2. namum tidak sesulit yang dibayakan banyak orang. URAIAN PEMBELAJARAN A. banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wiraswasta.Pendahuluan Dewasa ini. Sebagian orang beranggapan bahwa 70 . TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menilai peluang usaha/bisnis serta mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. 5. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun kelayakan usaha 3.1. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Kelayakan Usaha 4. TUJUAN KHUSUS a. bidang dan macam peluang usaha c. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha b. KATA KUNCI: Menilai Peluang. dunia kewirausahaan (kewiraswastaan) tampaknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas. Mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi. RANGKUMAN Menjadi wirausaha yang handal tidaklah muda.

seseorang yang melakukan transaksi pada peluang yang muncul dari suatu teknologi baru. bidang dan macam peluang usaha. Berdasarkan pendapat Kirzner tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa peranan informasi di pasar merupakan faktor yang sangat penting dalam wirausaha. seorang wirausahawan adalah seorang yang mengambil keuntungan dari peluang dagang. Hal ini bisa terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pengetahuan ataupun informasi dari mereka yang melakukan transaksi. seorang wirausahawan akan dapat memetik keuntungan dengan bertindak sebagai pemula yang memfasilitasi perdagangan. Pokok bahasan ini di uraikan tentang pengertian dan lingkup peluang bisnis/usaha. Kewirausahaan adalah kemampuan diri seseorang dalam menentukan dan mengevaluasi peluang-peluang usaha dengan mengelola sumber-sumber daya yang ada. Oleh karena itu kewiraswastaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya. 71 . serta menyusun kelayakan usaha B. Dengan mengetahui peluang dagang. penemu yang kreatif. identifikasi. sementara keberadaan manusia di dunia ini merupakan mahluk utama dan titik sentral berkembangnya peradaban masyarakat. Dengan demikian. Oleh karena itu kewirausahaan melekat pada diri manusia. Semakin sering seseorang berusaha berwiraswasta maka intuisi dalam membaca peluang semakin tajam. Pengertian Dan Lingkup Peluang Usaha Kirzner (1999) menyatakan bahwa wirausahawan adalah sebagai orang yang 'waspada' pada peluang yang menguntungkan dalam mekanisme pasar.kewiraswastaan adalah dunianya kaum pengusaha besar dan mapan.

pasar dan metode organisasi baru dapat diperkenalkan melalui pembentukan cara (means) baru.1. berasal dari metode produksi baru. Eckhardt dan Shane (2002) juga mengidentifikasi tipe-tipe peluang. atau hubungan antara means dan ends. Dalam hal ini keputusan wirausaha meliputi kreasi atau identifikasi daripada means dan ends baru yang sebelumnya tidak terdeteksi oleh pelaku pasar. Dalam lingkungan kondisi yang tidak seimbang sering muncul peluang baru yang menenggelamkan peluang yang lama. perubahan yang berasal dari penemuan daerah pasar baru. pelanggan (ends). peluang yang berasal dari gap antara 72 . Peluang usaha yang telah dieksploitasi secara maksimal juga akan menenggelamkan peluang tersebut. Peluang usaha mempunyai siklus karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternalnya. 2. di antaranya yaitu: 1. bahan baku. serta mekanisme penyebaran informasi. Dalam proses eksploitasi peluang. Berdasarkan sumber peluang seperti: peluang yang berasal dari informasi yang asimetrik. berasal dari penemuan bahan baku baru. jasa. Waktu siklus peluang usaha tersebut tergantung pada pembatasan mekanisme peniruan. Pengertian Peluang Usaha Eckhardt dan Shane (2002) mendefinisikan peluang sebagai situasi dimana barang. Berdasarkan asal perubahannya. seseorang mencari sumberdaya dan melibatkannya dalam aktivitas yang dapat memberikan informasi guna meningkatkan kepedulian bersama di antara pelaku pasar tentangkarakteristik informasi peluang yang dapat mendorong ataupun menekan seseorang dalam menindaklanjuti peluang usaha yang ada. seperti perubahan yang berasal dari kreasi produk atau jasa baru. dan berasal dari cara mengorganisasi.

dan peluang yang berasal dari identifikasi katalisator perubahan yang menghasilkan peluang usaha. Faktor dinamika perkembangan masyarakat c. peluang yang berasal dari perbedaan tingkat produktivitas. 2.pasokan dan permintaan. Kesadaran akan suatu kesempatan adalah titik awal yang sebenarnya untuk melihat peluang usaha. Peluang usaha diartikan sebagai kesempatan usaha. Lingkup Peluang Usaha Kendatipun peluang usaha bersifat luas namun dapat disederhanakan dengan mengklasifikasikan dari berbagai sudut pandang sebagai berikut: 73 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada 3 (tiga) faktor utama yang merupakan variabel dasar dalam upaya identifikasi peluang usaha yaitu: a. Hal ini meliputi suatu pandangan pendahuluan terhadap kemungkinan adanya peluang-peluang di hari depan. Faktor kebutuhan masyarakat b. Faktor keberadaan dunia usaha dalam memenuhi kebutuhan. Suatu pengetahuan tentang dimana kita berdiri maka perlu menyadari adanya suatu peluang usaha yang dapat ditinjau dari berbagai aspek yang terdiri dari : H H H H H Pasar Persaingan Keinginan konsumen/pelanggan Kekuatan-kekuatan kita Kelemahan-kelemahan kita Dengan adanya peluang usaha mencakup aspek-aspek yang sangat luas dan bersifat selalu terbuka karena itu tidak ada alasan tertutupnya kesempatan berusaha asal saja mampu mencermati perubahan-perubahan atau pergeseran peradaban yang terjadi pada masyarakat.

pemilik usaha mandiri (selfemployed) dan pelaku usaha (businessman). Peluang usaha baru sama sekali. Dari segi lama barunya peluang usaha dapat dijumpai 3 (tiga) kemungkinan peluang usaha yang terbuka. pendapatan. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan primer 2. Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan sekunder 3. b. Peluang usaha baru yang disempurnakan/dikembangkan dari usaha yang sudah ada/lama. Dalam kaitan itu karena peluang usaha berdasarkan hierarki kebutuhan Maslow dalam pembagian sebagai berikut : dapat dikelompokan ke 1. Berdasarkan Hiraki Kebutuhan Manusia Seperti disajikan pada bagian awal. Berdasarkan lama-barunya peluang usaha.a. Peluang usaha akan terbuka dan menjadi peluang usaha baru khususnya dilakukan pada daerah-daerah baru. dan status sosial masyarakat. 2. Karena dalam bahasa sehari-hari sering terjadi kerancuan penggunaan istilah wirausahawan (entrepreneur). Lingkup peluang usaha dengan klasifikasi di atas. kemudian mempunyai demensi kuantitatif dan kualitatif yang ditentukan oleh faktor pendidikan. dimana peluang usaha ini sebelumnya belum ada tetapi kemudian diciptakan. Oleh karena itu perlu dibedakan konseptualisasi wirausaha sebagai berikut: (1) Antara konsep di wirausaha dalam (entrepreneurial) pengertian dan manajerial dan (managerial) pengorganisasian pengkoordinasian 74 . Peluang usaha untuk pemenuhan kebutuhan tertier. 3. peluang usahatimbul adanya kebutuhan manusia. yaitu : 1.

Hal ini diilustrasikan di dalam Tabel berikut ini. Ardichvili et al.1. Tabel 7. Wirausahawan mengidentifikasi peluang usaha. Bidang Dan Macam Peluang Usaha Ardichvili et al. yaitu wirausahawandan pelaku usaha manajerial yang merupakan wirausaha di dalam pengertian formal semata. Peluang usaha tidak akan menjadi usaha yang berhasil apabila tidak dikembangkan lebih lanjut.(2) Antara pemilik usaha (business-owner) atau usaha mandiri (selfemployed). (2000) lebih lanjut menyatakan bahwa proses identifikasi dan pengembangan peluang usaha dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: kewaspadaan yang dimiliki 75 . Proses identifikasi dan pengembangan peluang itu sendiri merupakan siklus yang terus berkembang. Berdasarkan dikotomi ganda dari self-employed lawan employee dan entrepreneurial lawan managerial.Identifikasi. (2003) mengemukakan bahwa identifikasi dan pemilihan peluang yang tepat untuk usaha baru merupakan kemampuan yang sangat penting bagi keberhasilan wirausahawan. Ketiga tipe ini tergolong ke dalam Schumpeterian entrepreneurs. Peluang tersebut harus dibuat bukan ditemukan begitu saja. menciptakan dan menyajikan nilai tambah bagi stakeholders. C. dan pengembangan peluang usaha memerlukan kerja kreatif dari seorang wirausahawan. dan pekerja (employee). Tipologi Wirausaha Tipologi Entrepreneurial Self-employed Schumpeterian entrepreneurs Employees Intrapreneurs Executive Managerial Managerial business owners Sumber : Carree and Thurik (2002). akan dihasilkan tiga tipe yang dapat membedakan dengan wirausaha.

juga memudahkn identifikasi peluang usaha tersebut yang pada umumnya diklasifikasikan berdasarkan sektorsektor jenis kegiatan usaha yaitu : 76 . yaitu : Gambar 7. begitu banyak ragam peluang usaha. informasi dan pengetahuan yang dimiliki.1. Skema berikut ini dapat dipakai sebagai acuan.seorang wirausahawan. sifat individu dan tipe-tipe peluang itu sendiri. jaringan sosial. Identifikasi Peluang Usaha Pendekatan Subyek Pemakai Prespektif peluang usaha yang sangat terbuka dan sangat luas. Untuk lebih memudahkan dalam memahami identifikasi peluang usaha maka dengan pendekatan subyek/pelaku bisnis di masyarakat.

yang diperoleh merupakan pihak lain. Perusahaan Jasa yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa pelayanan kepada memperoleh penghasilan. Perusahaan Manufaktur (Pabrikasi) yaitu perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi produk setengan jadi atau barang jadi.Kelayakan Usaha Kelayakan usaha adalah sebagai suatu hasil analisis yang dilakukan secara cermat tentang dapat tidaknya (layak. tidak layaknya) suatu usaha dilakukan yang berdaya guna dan berhasil guna dimasa yang akan datang. meliputi: ª Permintaan ª Pemasaran ª Harga 77 . Tujuan dilakukan kelayakan usaha adalah untuk menghindari ketelanjuran atau terjadinya penanaman modal yang terlalu besar untuk kegiatan yang ternyata tidak memberikan keuntungan. 2. sebagai imbalannya perusahaan kelebihan harg jual barang produksi di atas harga pokok produksinya merupakan keuntungan perusahaan. Aspek Pasar. 1. Keuntungan kelebihan harga jual di atas harga beli 3.1. Aspek-aspek Penilaian Dalam Kelayakan Usaha : a. perusahaan Perdagangan yaitu perusahaan yang kegiatan utamanya jual-beli barang dagang. D. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam desain kelayakan usaha : HIdentifikasi kesempatan usaha dan tujuan usaha HAspek-aspek kelayakan usaha HAlat dan kerangka analisis HData dan sumber data HKriteria penilaian 2.

meliputi: ª Skala produksi yang optimal ª Proses produksi ª Perlengkapan ª Pemilikan lokasi ª Alat analisis aspek teknis dapat dilakukan dengan analisis perbandingan biaya setiap alternatif. c. Aspek Ekonomi. ARR. metode transportasi (pemilihan lokasi) dan metode skoring/pemberian bobot. 6. kerusakan lingkungan (polusi). Market Share. Aspek Finasial. dll d. Aspek Manajemen. Uraikan ruang lingkup dalam menilai peluang usaha? 3) Uraikan dengan jelas identifikasi menilai peluang usaha dari sudut pandang pemakai? 4) Berikan salah satu contoh dalam membuat studi kelayakan dalam menilai peluang usaha? 78 . dll b. BEP.ª Analisis aspek pasar yaitu: peramalan permintaan. SWOT. BCR. meliputi: ª Jadwal pelaksanaannya ª Bentuk organisasinya ª Analisa jabatan & analisa TK e. Aspek Teknik. terdiri dari: ª ROI ª Alat analisis yang digunakan dalam aspek finansial adalah kriteria investasi seperti : PP. Amndal. IRR. Contoh : naiknya pendapatan. dan adat istiadat. Budaya dan Sosial Dampak-dampak yang ditimbulkan oleh proyek tersebut. NPV. EVALUASI 1) Jelaskan pengertian peluang usaha? Berikan contoh rill dalam menilai peluang usaha! 2) Dalam menilai peluang usaha dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang.

Mahasiswa diharapkan dapat mereview jurnal nasional dan internasional 3. TUJUAN KHUSUS a. itik albio dan itik lokal. TUJUAN UMUM Diharapkan mahasiswa dapat menyusun kasus studi kelayakan usaha. Hasil survei menunjukkan bahwa potensi ternak itik yang dikembangkan peternak di Kecamatan Konda relatif kecil karena pengelolaannya masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil dimana populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden adalah 285 ekor yang terdiri dari itik bali. Hasil produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh peternak itik di Kecamatan Konda belum optimal yaitu 43 butir telur per tahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150–250 butir telur per tahun sehingga pendapatan yang diperoleh per bulan 79 . MATERI PEMBELAJARAN Contoh Kasus: STUDI KELAYAKAN USAHA POTENSI BUDIDAYA TERNAK ITIK DI KECAMATAN KONDA A.Ringkasan Hasil Survei Tahun 2007 Survei yang dilaksanakan di Kecamatan Konda Kabupaten Kendari dengan tujuan untuk mengetahui potensi budidaya ternak yang digunakan dalam mengembangkan hasil produksi telur. Mahasiswa diharapkan dapat mereview artikel nasional dan internasional c. 2. itik khaki.1. Mahasiswa diharapkan dapat menyusun studi kelakan usaha b. mereview artikel dan jurnal. KATA KUNCI: Contoh Kasus. Rewiew Artikel & Jurnal 4.

071 2.500. Populasi ternak itik pada awal tahun 91 ekor terdiri dari 20 ekor itik jantan atau (22%) dan 71 ekor betina (78%). Dengan demikian masalah yang dihadapi adalah : ”Bagaimana potensi dan teknik budidaya yang digunakan oleh peternak itik serta kendala-kendala apa yang dihadapi”. tipe petelur dan tipe dwiguna. Sistim usahatani ternak dengan mengoptimalkan teknik budidaya ternak itik dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak tetapi apabila dikelola secara tradisional dan dalam skala usaha kecil maka pengelolaan usaha kurang efisien. Produksi dan Produktivitas Ternak di Kecamatan Konda Kelurahan/ Desa Konda Masagena Pouso Jaya Moreme Cialam Jaya Jumlah Awal Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) adalah pelatihan Akhir Tahun Jantan (ekor) Betina (ekor) Jumlah (ekor) Produksi Telur (butir) Produktivitas (butir) 4 4 2 4 3 20 14 17 14 13 13 71 18 21 19 17 16 91 6 10 9 11 7 43 44 66 69 39 24 242 50 76 78 50 31 285 2. Produksi dan Produktivitas Ternak itik yang dikembangkan di Kecamatan Konda adalah itik tipe pedaging. Kondisi populasi produksi dan produktivitas ternak tahun 2007 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7. Secara rata-rata rasio 80 .rata-rata sebesar Rp 156. Sedangkan pada akhir tahun populasi ternak meningkat menjadi 285 ekor (214%) terdiri dari 43 ekor jantan (15%) dan 242 ekor betina (85%). Oleh karena itu strategi dan program yang harus dilaksanakan oleh pemerintah dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik tentang ternak itik dan bantuan modal.673 1.-.790 2. Faktor penyebabnya adalah penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim dan kekurangan modal. Populasi. B.353 47 42 42 43 42 43 Sumber : Hasil Survei Tahun 2007 Pada Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa ternak yang diusahakan oleh petani pada akhir tahun 2007 mengalami peningkatan dibanding populasi pada awal tahun 2007.2.006 10.813 1.

10% dari bantuan pemerintah dan 70% di beli.Teknologi Budidaya Itik Produksi telur maupun daging yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh kualitas induk dan bibit ternak yang diusahakan. Sistim pemeliharaan ternak yang dilakukan di Kecamatan Konda adalah sistem gembala dan perkandangan. pemeliharaan.5 – 3. Faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak itik yang dihasilkan oleh peternak di Kecamatan Konda adalah penguasaan teknologi budidaya ternak masih minim terutama cara memilih induk. Menurut petunjuk komposisi pakan ternak 40% jagung. C.353 butir dan produktivitas telur rata-rata perekor 43 butir dalam setahun. 40% dedak halus dan 20% kosentrat. Dan pada malam hari dimasukan ke dalam kadang untuk menghindari dan melindungi ternak dari gangguan binatang. nasi dan jagung sedangkan kosentrat tidak diberikan akibatnya produksi telur belum optimal. Pemberian pakan yang dilakukan peternak belum optimal yaitu 2x sehari dengan komposisi tidak teratur. Jumlah produksi yang dihasilkan lebih rendah dibanding hasil produksi ternak itik yang dibudidayakan yaitu produksi daging 146 ekor dan telur 10. Artinya pada siang hari itik dilepas untuk mengembala mencari makanan. ampas kelapa. Induk/bibit ternak yang dikembangkan adalah 285 ekor terdiri dari itik Bali. pemberian pakan. Kemudian pakan merupakan kebutuhan penting yang menentukan hasil produksi. Jenis pakan yang diberikan adalah dedak padi. Produktivitas ternak itik dikelola dengan teknik budidaya itik Bali 150 butir dan itik Khaki 250 butir pertahun. 81 . umbi cincang.5 bulan dalam setahun. pemberantasan hama dan penyakit serta kekurangan modal kerja untuk membiyayi kegiatan usahanya. itik Alabio dan binit itik lokal. Dari 20 responden menunjukkan 20% memperoleh induk/bibit dengan cara tetas telur. itik Khaki.ternak itik jantan dan betina 1 : 6 dan jangka waktu bertelur rata-rata diantara 2.

5 bulan 45%. Jenis penyakit yang menyerang ternak adalah penyakit lumpuh.Modal Usaha Modal yang digunakan oleh peternak dalam mengembangkan usahanya adalah modal sendiri. pencuri. Dari 20 responden yang diteliti menyatakan bahwa lama bertelur dalam 1 (satu) tahun bervariasi yaitu 2. Oleh karena itu bantuan modal berupa kredit lunak dengan tingkat bunga rendah diharapkan para peternak itik di Kececamatan Konda. Hasil Panen Produsi telur itik yang dipanen di Kecamatan Konda tahun 2004 sebanyak 10. Hal ini menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh peternak belum optimal. Cara memanen setiap pagi para peternak mengambil telur itik dikandang dan di bawah kolom rumah atau di halaman dengan mengunakan keranjang atau sejenisnya untuk menyimpan telur itik.353 butir. E. Cara pengobatan yang dilakukan adalah 20% menggunakan minyak gosok pada kaki dan 80% menyatakan tidak tahu.pemangsa. Hal ini merupakan salah satu faktor penyebab rendahnya produktivitas ternak di Kecamatan Konda. tempat ternak beristrahat/tidur. Dari 20 orang responden 90% diantaranya tidak melakukan dan 10% melakukan pengendalian penyakit. 3.5 bulan 15% sedangkan menurut teknik budidaya lama bertelur berkisar antara 3. Salah satu tantangan yang dihadapi oleh peternak itik di Kecamatan Konda adalah penyakit itik. Dari 20 responden yang diteliti 90% menyatakan bahwa kekurangan modal dan 10% modalnya cukup. Kelemahan sistim gembala adalah produksi telur rendah dibanding sistim lanting dan sistim terkurung.0 bulan 40% dan 3. D. 82 . tempat berkembang biak dan memudahkan kontrol.5 bulan sampai 4 bulan.

harga berfluktuasi. Harga yang telur berkisar antara Rp 750-Rp 950 per butir sedangkan daging berkisar Rp 15. 83 . pemeliharaan dan perkandangan. Dengan demikian pelatihan teknik budidaya ternak itik menjadi prioritas utama disamping pemberdayaan PPL dan bantuan modal kerja berupa kredit lunak dengan tingkat bunga yang rendah. Harga telur berkisar antara Rp 500-Rp 750 per biji sedangkan daging berkisar antara Rp10.2. pengendalian hama dan penyakit.000 – Rp 25. Jalur kedua adalah peternak menjual telur dan daging kepada pedagang pengecer dan pedangan pengecer menjual kepada konsumen. Jalur tata niaga pemasaran hasil produksi ternak itik.000 per ekor.000 per ekor. Jalur pertama adalah peternak menjual telur dan daging itik langsung kepada konsumen. G. 2.000-Rp 20. pemberian pakan. Kendala-Kendala dan Penyelesaiannya Kendala-kendala yang dihadapi oleh peternak itik dalam mengembangkan usahanya adalah kekurangan modal kerja. penguasaan teknik budidaya ternak itik yang minim yaitu mulai dari pemilihan induk/bibit.F. PETERNAK (1) KONSUMEN (2) PENGECER Keterangan : 1. Pemasaran Hasil Produksi Pemasaran hasil produksi ternak itik baik telur maupun daging di Kecamatan Konda melalui 2 jalur seperti gambar berikut : Gambar 7. pemanenan.

itik Khaki.000) Rp 3. Alabio dan itik lokal.500 Jumlah Dari tabel tersebut di atas..755. Analisis Usaha Ternak Itik PEMASUKAN : • Penjulan telur selama 2 tahun (2 x 35 x 26 x 3. Sumber : Hasil Proyeksi (Rp3.500 Rp 1.353 butir telur pertahun dengan produktivitas rata-rata 43 butir per ekor pertahun dibanding produktivitas itik yang diusahakan dengan teknik budidaya berkisar antara 150 – 250 butir pertahun per ekor.3.000 • Biaya pakan 40 x 720 x 0.296.000 …. Populasi ternak yang dikembangkan oleh 20 orang responden yang diteliti adalah 285 ekor terdiri dari jantan 43 ekor dan betina 242 ekor.000. Jenis itik tersebutadalah itik Bali..000 + Rp 7.000 • Penyusutan Kandang ……………. menunjukkan pendapatan yang diperoleh peternak itik setip bulan rata-rata Rp 3.755. 2.000 ………………………… Jumlah Hasil Penjulan …………………………………… PENGELURAN : • Pembelian itik induk 40 x 20.5 x 950) ……………………………… • Penjulan itik 50 x Rp 20. Usahatani ternak itik di Kecamatan Konda masih bersifat tradisional dengan skala usaha kecil..…. 84 .500. Analisa Usaha Ternak Itik Tabel 7.500 Rp 6.000 + Jumlah Pengeluran ……………………………………… Pendapatan ………………………………………………. I.Rp 800.051.500 : 24 = Rp 156.000. Produksi dan produktivitas yang dihasilkan oleh ternak itik di itik Kecamatan Konda belum optimal yaitu 10.000 • Biaya Pemeliharaan ……………….296. Kesimpulan Dari Kasus 1.Rp 200.15 x 300…Rp 1..H.051. Rp 1...

3. Faktor yang menyebabkan produktivitas kekurangan modal,

ternak itik

rendah

adalah

penguasaan teknik budidaya ternak itik minim

terutama pemilihan induk/bibit, pemberian pakan, pemeliharan dan perkandangan, pengendalian hama dan penyakit dan teknologi pemanenan. J. Rekomendasi Dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak itik, diperlukan wirausahawan dan kepemimpinan dimasa datang, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan program sebagai berikut : 1. Pelatihan tentang teknik budidaya ternak itik dan kewirausahaan. 2. PPL peternakan diberdayakan.

85

Contoh Review Artikel : MANAJER-MANAJER INTEGRASI : PEMIMPIN KHUSUS PADA WAKTU-WAKTU KHUSUS
By.Ronald N. Ashkenas dan Suzanne C. Francis, Des 2006

A.Abstract Tidaklah mudah untuk melintasi wilayah berbatu yang harus diseberangi dua organisasi yang harus bersatu. Inilah mengapa perusahaan-perusahaan yang cerdik akan menunjuk seorang manajer yang baru dan berjenis unik. B. Pendahuluan ⌦ Pertimbangan Irony : Kurang dari separuh keseluruhan Merjer dan Akuisisi (M&A) telah mencapai tujuan-tujuan strategik dan finansial yang diinginkan, namun perusahaan mengeluarkan lebih banyak untuk M&A selama tahun lalu dari yang sebelumnya. Menurut para bankir investasi J.P. Morgan, perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mengeluarkan 3,3 trilyun dolar untuk M&A di tahun 1999, tepatnya 32% lebih banyak dibanding tahun 1998. Pada dasarnya, bahwa rata-rata perusahaan yang gagal mendapatkan nilai yang mereka harapkan dari investasi yang bernilai 1,6 trilyun dolar. Tentu saja merupakan suatu irony yang mahal. ⌦ Lebih ironis lagi : meskipun integrasi diantara perusahaan yang dibeli dengan organisasi induk adalah suatu proses yang sulit dan rumit, secara tradisional tidak pernah ada seorang pun yang bertanggungjawab untuk proses tersebut. ⌦ Untuk mengatasi kesenjangan dalam akuntabilitas tersebut, beberapa perusahaan yang telah memahami dapat menunjuk seorang pemandu yaitu manajer integrasi untuk membimbing semua orang melintasi wilayah berbatu dan seringkali tidak terpetakan yang harus diseberangi kedua organisasi tersebut sebelum mereka dapat berfungsi sebagai satu kesatuan. ⌦ Ditemukan bahwa manajer-manajer integrasi membantu proses M&A dalam empat cara pokok : á Melakukkan upaya percepatan, á Membuat sebuah struktur, á Membentuk hubungan-hubungan sosial diantara kedua organisasi, á Membantu merancang kesuksesan-kesuksesan jangka-pendek yang memproduksi hasil-hasil bisnis. ⌦ Untuk menunjukkan bagaimana mereka bekerja, kami akan menyampaikan kira-kira lima cara akuisisi dan peranan yang dimainkan manajer-manajer integrasi dalam masing-masing akuisisi. Selanjutnya kami akan melihat siapa yang tepat seharusnya melakukan pekerjaan tersebut :
86

C.Suatu Pekerjaan Yang Menunggu Untuk Dijelaskan F Sebagaimana kepala J&J‟s Quality Institute & veteran 18 tahun dari perusahaan itu, Quinn memiliki pemahaman kuat atas proses-proses bisnis J&J‟s dan bagaimana meningkat kan proses-proses tersebut. Tetapi apa yang diperlukan dalam kasus yang sekarang? Siapa yang akan membelinya ? Apa arti sebenarnya dari integrasi dalam kasus ini? Bagaimana Quinn dapat masuk ke dalamnya ? F Dalam banyak hal, peranan dari manajer integrasi adalah lebih mirip dengan pekerjaan kewirausahaan di suatu perusahaan pemula dibanding suatu posisi dalam suatu organi sasi yang sudah mapan. Seperti perusahaan pemula, suatu akuisisi dimulai dengan suatu strategi dan rencana finansial yang mengandung gagasan cemerlang atas bagaimana jadinya suatu organisasi baru di masa mendatang. F Ketika integrasi berlangsung, pemikiran awal dari Quinn ini pun terkonfirmasikan. Tetapi timbul dua peranan lain yang tidak diantisipasikannya. Kejutan pertama adalah bahwa Quinn ternyata menjadi pemicu emosi bagi banyak orang. F Kejutan kedua bahwa mendapat akses kepada ketua operasi grup J&J‟s merupakan jalan dua arah. F Semua manajer integrasi yang kami wawancarai mendapat pengalamanpengalaman yang mirip dengan Bill Quinn yaitu mereka memulai penugasan-penugasan mereka dengan suatu deskripsi pekerjaan yang kasar dan tidak jelas, yang mereka isi sendiri dengan berlalunya waktu. D.Hidup di Jalur Cepat Ada dua periode kritis dalam masa berlangsungnya dari sebagian besar akuisisi yaitu : Î Pertama adalah waktu diantara pengumuman transaksi dan penutupannya. Î Kedua adalah 100 hari pertama setelah penutupan. Salah satu peranan terpenting manajer integrasi adalah menggerakkan orang secepat mungkin melalui dua batas waktu ini. E. Membuat Kekacauan Menjadi Teratur Î Menempatkan bersama dua perusahaan membutuhkan pemutusan dan penyambungan hubungan untuk ratusan proses dan prosedur secepat mungkin. Î Jadi salah satu cara paling efektif dimana seorang manajer integrasi menuntun proses adalah dengan menciptakan struktur di dalam mana tim itu dapat beroperasi secara efektif.

87

transaksi belumlah impas. yang seringkali melibatkan perbedaan-perbedaan bahasa dan budaya. Mendapatkan Hasil-Hasil Awal Î Mempercepat berbagai hal. G.F. Keyakinan ini seringkali merupakan suatu prasyarat yang diperlukan bagi integrasi sejati. sang manajer mungkin menggunakan salah satu atau semua dari empat strategi berikut ini: 88 . yang dijerumuskan bersama dalam suatu perusahaan gabungan. Karena tugas bagi manajer integrasi adalah mengarahkan kesuksesan-kesuksesan tangibel secara cepat yang tidak pernah dapat dicapai sebelum perusahaan-perusahaan itu bersatu. para pekerja di kedua perusahaan perlu membangun hubungan-hubungan baru. Apa yang Dilakukan Manajer-manajer Integrasi ⌦ Dalam akuisisi terdapat perbedaan. membangun struktur-struktur. Î Keberhasilan semacam ini yang biasanya dicapai dalam 100 hari pertama tidak hanya memberikan impas dari transaksi tetapi juga membangun keyakinan pada pikiran para manajer dan staf bahwa akuisisi ini adalah masuk akal. Î Pada perjalanan sampai membawa pada hasil-hasil bisnis. Î Namun hubungan-hubungan tersebut adalah esensial untuk membawa bersama dua bisnis sangat berbeda yang keberhasilannya tergantung pada fungsi-fungsi mereka yang terjalin erat selagi mempertahankan budayabudaya unik di lokasi-lokasi yang terpisah. Î Di samping mempertahankan jalannya bisnis harian. terkadang di luar kehendak mereka. Membangun Hubungan-Hubungan Sosial Î Orang yang terlibat dalam merjer dan akuisisi seringkali merupakan orang lain. yang menuntut suatu keseimbangan dalam upaya-upaya yang berbeda dari sang manajer integrasi. Î Sang manajer integrasi dapat menyelesaiakan diantara dua budaya dengan memudahkan hubungan-hubungan sosial diantara orang di kedua sisi. H. dan menempatkan hubungan-hubungan sosial adalah hal kritis tetapi mereka sendiri adalah sama dengan punya peta tetapi tidak pernah digunakan untuk pergi. ⌦ Namun dalam suatu proyek integrasi tunggal.

kemampuan untuk terus-menerus belajar dan menyesuaikan diri mungkin merupakan perbedaan diantara organisasi yang sukses dan organisasi yang tidak. 89 . Seorang Pemimpin Baru untuk Ekonomi Internet Î Î Î Pemimpin yang telah berfokus pada dikelolanya integrasi atas perusahaanperusahaan yang diakuisisi. menciptakan struktur-struktur yang fleksibel dan tanpa batas.I. Di era Internet. dimana organisasi-organisasi berubah dengan kecepatan cahaya. membangun dan mengerjakan kembali mitra dan persekutuan. Organisasi-organisasi dalam era Internet terus-menerus menemukan kembali diri mereka. Tetapi jenis kepemimpinan yang telah kami jabarkan memiliki implikasi-implikasi lebih luas.

Mengapa diperlukan strategi pembelajaran baru dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis ? C. Untuk menentukan program dan strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk sifat wirausaha di Perancis 90 . serta berani mengambil resiko. pelatihan. Disamping itu mereka mempunyai kemampuan yang menonjol dalam menetapkan sasaran dan strategi usahanya. Mike Hanson. pembimbingan.Pendahuluan ⌦ Wirausahawan merupakan individu yang spesifik. Untuk memberikan pemahaman yang baik tentang perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis. Permasalahan Dan Motivasi Riset 1. Bagaimana pengaruh perilaku kewiraswastaan pada masyarakat dan individu agar merubah nilai entrepreneurial pada orang-orang mudah dan masyarakat secara kolektif di Prancis ? 2. serta memimpin dan mensinergikan anak buah serta mitra usahanya untuk keberhasilan usahanya. ⌦ Kompetensi tersebut diperoleh dari kekuatan lainnya yaitu kemampuan dan kemauannya untuk terus belajar baik melalui pendidikan. 2.Tujuan Riset 1. Carayannis & Evans. dan terutama dari pengalaman usahanya. mereka berperan sebagai inovator. ⌦ Kemampuan untuk terus belajar dibutuhkan dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya karena mereka memerlukan strategi positioning yang tepat dalam suatu lingkungan persaingan yang dinamis. pencari peluang usaha yang menguntungkan.Contoh Review Jurnal : STRATEGI PEMBELAJARAN LINTAS BUDAYA PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN : PELAJARAN DAN KONSEP KUNCI DIPELAJARI DARI STUDI SISWA KEWIRAUSAHAAN (Elias G. mengorganisasikan kegiatandan sumberdaya. B. 2002) A.

tapi patut mendapatkan…. (1998). kelompok. (2001) mengemukakan “Entreprenneurship adalah sebuah kemerdekaan dalam fondasi kontruksi di Perancis.. ) Schindler dan Thomas (1993) ditemukan lima dimensi kepercayan yaitu integritas. kami juga berharap jika kita semua mempunyai hak untuk berhasil”. dan keterbukaan. ) Evans dan Hanson. ) Beranger dkk (1998) menyimpukan bahwa lingkungan di Perancis membuat proses penciptaan sulit dilakukan oleh entrepreneur. organisasi dan masyarakat. ) Giget.Kajian Riset Dan Konsep Pengembangan Riset 1. Kita semua memiliki kemerdekaan untuk menjadi entrepreneur. loyalitas. dilemahkan oleh keluarganya dan lingkungan sosialnya. secara definisi optimis. 1998). insinyiur. ) Artikel yang berjudul “ Dari menciptkan bisnis ke menciptakan pekerjaan” yang ditulis Anhur Andersen dan APCE (Agency For Business Creation) menyatakan bahwa terdapat aspek-aspek budaya tertentu yang membuat enterpreneursip sulit dilakukan di Prancis (Anderson. Masyarakat mengiginkan anak-anaknya untuk profesi lebih terhormat seperti pegawai negeri. (1999) menyatakan bahwa salah satu tujuan utama strategi ini adalah untuk membawa siswa ketingkatan terlibat secara aktif dalam pembelajaran bersama dengan para instruktur. menunjukan bahwa : ) Arthur Andersen-Apce. professor. (1998) menyatakan bahwa “Orang Perancis tidak suka entrepreneur. Entrepreneurship adalah pembuatan dan pembentukan nilai dari nol. 91 . kompentesi. Rewiew Riset Berdasarkan analisis temuan-temuan terdahulu dari penelitian tentang entrepreneurship di tingkat mahasiswa. master dan tingkat pendidikan lanjutan (profesional) di Prancis dan Amerika Serikat. pengacara atau dokter.…” ) Ahar Rahmani. ) Menurut Timmons (1994). Entrepreneurship berkaitan dengan definisi pembuatan dan distribusi nilai dan manfat pada individu. Menyatakan bahwa pengambilan resiko oleh enterpreneurship. Para pemuda di Perancis pada saat ini beranggapan bahwa yang merupakan kewajiban pemerintah dan system untuk memberi keamanan kerja dan pekerjaan. kosistensi. Jika hal ini benar maka pengembangan jiwa entrepreneurial menghadapi tantangan besar. ) Branger dkk (1998).D. kecuali mereka telah menganggur lama.

Kedewasaan : Individu membangun berdasarkan pengalaman dan meningkatkan karirnya melalui pengembangan berdasarkan pengetahuan dan networking. (2001). Kesadaran : Individu dihadapkan dengan enterperneurship sebagai alternatif yang memungkinkan sebagaimana jalur-jalur karir yang lain. Penciptaan : Individu berpindah dari pengetahuan dan pembelajaran kepelaksanaan pembentukan sebuah perusahaan atau bentuk yang lainnya (contoh enterperneurship) dari kemampuan-kemampuan enterperneurship yang dikuasainnya. 2. menunjukan adanya “Research Gap” dari penelitian yang dilakukan oleh Arthur AndersenApce. Fondasi : Penciptaan dan penguatan nilai-nilai entrepreneurial baik untuk individu dan masyarakat secara keseluruhan. 92 . 1 di atas. maka jalur karir entrepreneurship untuk setiap individu dapat dibagi atas lima tahapan unik yaitu : 1. Spesialisasi : Kemampuan awal yang dibutuhkan untuk pembuatan suatu bisnis diperoleh individu mengidentifikasikan dirinya sendiri sebagai enterperneurial. 2.Berdasarkan kajian hasil penelitian terdahulu. 4. (1998) dan Ahar Rahmani. 3. juga melalui validasi dan pengutan eksternal dari karir yang telah dipilihnya. Kerengka Konsep Pengembangan Riset Sebagaimana model dalam Fig. 5.

Para responden tidak akan diberi informasi tambahan melebihi yang diterima disurat. 2. Teori skor sebenarnya digunakan untuk menguji reabiliti. Hal ini agar memperkecil error yang disebabkan oleh misunderstanding pertanyaan. 3. Populasi & Sampling Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di prancis. guna mengetahui perubahan nilai entrepreneurial yang diketahui siswa sebelum dan sesudah menerima pengetahuan serta intruksi yang berhubungan dengan entrepreneurship dalam hubungannya dengan ekonomi dan manfaat kolektif pada masyarakat secara keseluruhan. perlakuan khusus hanya dilakukan pada siswa yang bersifat quasiexperimental karena berhubungan dengan perasaan mereka tengang nilainilai entrepreneurship. lulusan sekolah bisnis di Perancis. dalam rangka menjamin realibilitas dan validitas maksimal. tapi bisa juga menjadi masalah karena jarak sehingga akses untuk riset tertentu terbukti sulit. 4. Metode Survey a. Metodologi 1. Selanjutnya dalam penelitian ini menggunakan desain experimental (Pretes/Post-test). Selanjutnya untuk mengevaluasi riset kuantitatif digunakan metode interval sama Thurstone. murit SMP dan SMA di Prancis. alumni sekolah bisnis. Bisa saja hal ini bukan merupakan masalah. Teknik pengambilan sampling menggunakan non proposional quota sample untuk siswa dan mahasiswa serta proposional sampling untuk manajer bisnis. Adapun kelompok-kelompok siswa yang dimaksud adalah siswa SMP. SMA. Pengukuran rasio akan digunakan dalam riset kuantitatif b. lulusan sekolah bisnis Internasional. Perluasan Riset Kenegara Lain Kesulitan lain yang dihadapi adalah ketersediaan riset yang dilakukan di negara lain yang berhubungan dengan topik ini. dan professional (manajer). 93 . Kuisioner pre-test akan diberikan kepada sejumlah orang untuk menjamin bahwa pertanyaan didalamnya dapat dimengerti dengan baik. Rancangan Penelitian Observasi dan pengukuran akan terdiri atas complex multi-part sample.E.

S2. Hingga saat ini. (5) Sangat Tidak setuju. Hasil Penelitian Penelitian ini merupakan survei berkelanjutan yang terdiri atas survei yang dilakukan pada siswa entrepreneurship di Perancis dan Amerika Serikat di tingkat pendidikan S1. (2) Sangat Setuju. untuk memilih perusahaan besar dibanding dengan perusahaan dibanding dengan banyak perusahaan besar kecil. (3) Setuju. (4) Tidak Setuju. Kuisioner menyedikan jawaban yang mungkin menjadi pilihan responden yaitu : (1) Sangat setuju sekali.F. penulis telah mengumpulkan informasi dari siswa entrepreneurship di Perancis secara spesifik yang dibagi menjadi 4 kelompok sample yaitu : Kelompok siswa S2 yang telah mengambil kursus entrepreneurship (series 1) Kelompok siswa yang terus mendidik siswa entrepreneur (series 2) dan (d) kelompok siswa S1 yang telah mengikuti entrepreneurship (series 3 & 4) Peneliti menfokuskan pada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dan dibandingkan hasilnya untuk keempat grup untuk menggabrkan temanteman tahap awal dari riset empiris kami. ) Sukses entrepreneursihp sebagaian besar ditentukan oleh kesempatan ) Entrepreneur itu egois ) Kompotisi karena ekonomi tidak disukai menghancurkan ) Entrepreneurship adalah kebanyakan tempat bagi orang-orang yang gagal dibidang lainnya 94 . dan pendidikan lanjutan. (6) Sangat tidak setuju sekali Daftar pertayaan & histrogram jawaban responden dari masing-masing kelompok sampel dengan menggunakan program Excel : ) Dalam bisnis lebih disukai ) Lebih menguntungkan bagi masyarakat untuk menjadi entrepreneur.

Sebagai tambahan. Data series 1 tidak tersedia untuk tiga pertanyaan berikut : 1. 2. Ketika diperlukan untuk melibatkan entrepreneur muda dalam proses pendidikan. maka pendidikan dibuat semirip mungkin dengan keyataan. kerataif dan mengespresikan individualitasnya. Saran Untuk Pendidikan Tinggi Beberapa rekomendasi untuk pengajaran entrepreneurship dipendidikan tinggi dapat diajukan saran yang berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari riset empiris dan literature sebagai berikut : 1. Hasil penelitian kami memberikan pandangan bagi pengajar entrepreneurship dan pembuat keputusan pengembangan ekonomi dalam mengidentifikasi daya dorong maksimal serta faktor keberhasilan dan kegagalan yang dapat mempengaruhi program-programpendidikan dan isentifekonomi yang ditargetkan pada pengembangan sifat danbudaya usahawan yang berkesinambungan di Prancis dan dinegara lainnya H. Training lebih penting 3. siswa harus didorong untuk menjadi berbeda. Siswa harus disadarkan tentang realita-realitas-realitas pasar dan mengerti bahwa penciptaan bisnis adalah alternatif yang mungkin.) Entrepreneurship merugikan 2. Kesimpulan Berdasarkan pertimbangan bahwa tujuan pendidikan entrepreneurship dan realita lingkungan yang dihadapi pendidikan dan siswa adalah sama. Dibutuhkan tahap awal pendidikan ulang dimana siswa harus dihadapkan ulang dengan pendapat yang terbentuk sebelumnya mengenai entrepreneur dan entrepreneurship. 3. 95 . Rencana bisnis merupakan alat paling kehidupan keluarga penting untuk menciptakan bisnis baru. sukses di entrepreneurship G. Satu-satunya tujuan rencana bisnis dibanding kepribadian adalah untuk mendapatkan pendanaan (personality) sebagai faktor usaha baru.

Harus ada hubungan yang lebih dekat antara kelompok-kelompok konsultan dengan penelitian-penelitian entrepreneurial. Menciptakan lingkungan yang dinamis untuk eksperimen penyelenggaraan bisnis. Secara jelas kita dapat melihat bahwa hal yang dapat dialakukan di Amerika Utara selalu bisa diterapkan di negara lain. Tujuan melakukan ini dalah untuk mencoba dan membuat pengertian lebih baik atas kontek entrepreneurial di Perancis yang unik. 6. kemandirian. Tidak perlu diragukan lagi bahwa pendidikan entrepreneurship memberi pengetahuan dan keahlian sertamemberikan kecendrungan keberhasilan entrepreneurial karena sukses ini tergantung pada lingkungan. Siswa harus memiliki hubungan yang erat dengan professor dan yang lain agar dapat menyedikan informasi dan bantuan bagi siswa dan juga memberikan semacam jaminan proyek-proyek yang berhubungan dengan penciptaan bisnis. begitu pula pengetahuan dan keahlian yang diajarkan. Proses pendidikan yang berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian yangdapat diterapkan dilingkungan yang luas akan tidak efisien bila dengan peningkatan sukses dilingkungan manapun. Mendorong integrasi fertikal dan horizontal. turut sertakan mahasiswa dalam program pendikan SMP dan SMA. Dalam artikel ini. 8. motivasi. Pada saat yang sama kita bisa mengabaikan keberhasilan program pendidikan di Amerika Serikat atau Kanada. 7. Kita harus mencoba dan menciptakan model pembeljaran yang dibutuhkan untuk menjamin sukses ekonomi perusahaan-perusahaan sejenis di Perancis.4. Memperkenalkan siswa pada lingkungan entrepreneurial yang kaya dimana kretivitas. seharusnya program membuat siswa untuk menciptakan sebuah perusahaan setelah mereka keluar dari sekolah. penulis menunjukan model lingkungan entrepreneurship dalam rangka memperoleh pengertian yang lebih baik atas kekuatan dan hambatan yang memberi kontribusi pada keberhasilan dan kegagalan aktivitas penciptaan dan penerapan entrepreneurship. Riset telah membuktikan bahwa entrepreneur yang mencari nasehat konsultan professional memiliki rasio keberhasilan lebih tinggi. 9. Selanjutnya beberapa reviuew jurnal lainnya yang berhubungan dengan kewirausahaan sebagai berikut: 96 . Program-program teknik dan bisnis harus bekerja bersama. ada semacam usaha nasional untuk mendorong kalaborasi dua bidang ini. 5. dan individualitas dapat secara mudah dieksperisikan.

c) Pendidikan wirausaha : berfokus pada bentuk. Sangatlah penting untuk 'dekat' dan membangun pengertian yang dalam melalui kesertaan dalam penelitian ini. 97 . pendidikan. Model-model yang menekankan pada karakteristik telah mengesampingkan eksplorasi tentang proses bagaimana manusia belajar dan bekerja dengan cara wirausahanya. proses dan pengetahuan apa yang sangat signifikan dalam pembelajaran mereka dan bagaimana hubungannya dengan teori pembelajaran. Hal ini disarikan oleh Rae (2000) sebagai berikut: a) Pribadi wirausaha untuk menentukan sifat psikologis dan kepribadiannya. dan efektivitas program pendidikan terutama dari perspektif pendidikan. b) Perkembangan karir wirausaha. misalnya "self efficacy" (keberuntungan). Hal ini dilakukan untuk kepentingan penetapan kebijakan publik. Rae (2000) melakukan penelitian dengan pendekatan naratif yang mengakui bahwa wirausaha dan pembelajarannya merupakan proses kreatif dan melihat bahwa wirausahawan dan perusahaannya sebagai unit analisis. Pendekatan secara 'constructionism' (Burr. proses. penuturan dan 'discourse' (percakapan). d) Pendekatan kognitif pada pembelajaran wirausaha mengkonsentrasikan pada arti pengetahuan dan penggunaan ingatan. d) Mengembangkan model konseptual tentang pembelajaran wirausaha yang akan bermanfaat bagi wirausaha dan pendidikan. b) Bagaimana orang belajar bekerja dengan cara wirausahawan. c) Teori wirausaha apa yang dapat dibentuk dari pengalaman wirausahawan. dan pilihan hidup seseorang dalam wirausaha. Dengan cara ini sejarah yang meliputi kejadian. yaitu pola-pola karir sebagai faktor yang signifikan . Pembahasan perspektif ciri-ciri dan bakat wirausaha telah mengubah penelitian dari penelitian wirausahawan sebagai entitas menuju pemahaman tentang proses pembentukan wirausahawan. 1995) ini bertujuan memahami cara-cara wirausaha dalam konteks budaya melalui bahasa. David Rae (2000): Understanding Entrepreneurial Learning: A Question of How? Penelitian ini menggambarkan bagaimana memahami proses intrinsik manusia dalam mengembangkan praktek dan kemampuan wirausaha.1. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan antara lain adalah: a) Bagaimana pengertian identitas personal berubah seiring dengan perubahan seseorang menjadi wirausahawan dengan fokus pada pembentukan dan proses menjadi pribadi wirausahawan.

maka hal ini akan mengungkap 'the mind and the working of the mind' dari aktor wirausaha. proses dan pengertian yang membentuk kehidupan seorang wirausahawan dapat ditangkap dan dieskplorasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan. c) Orientasi pertumbuhan dan tujuan untuk mengembangkan usaha. Sandra Hogarth-Scott and Nicholas Wilson (1999): Small business start-ups: success factors and support implications Hasil penelitian ini memperkuat beberapa temuan empiris dari penelitian sebelumnya pada bidang yang sama.budaya. bahkan untuk badan usaha yang sangat kecil sekalipun. dimana mereka mendapatkan keterampilan dan prosesnya. dimana terdapat perbedaan yang berhubungan dengan : a) Latar belakang dan pengalaman dari pemilik usaha dan persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Penelitian ini memperkuat proposisi yang diajukan. pengalaman belajar dan teori-teori pribadi yang diamati seharusnya dapat digunakan. dari mana mereka mendapat peluang dan prosesnya. terutama yang berhubungan dengan heterogenitas dari usaha kecil dan pendirinya serta pengaruh dari faktorfaktor pendorong dan daya tarik di dalam keputusan untuk memulai usaha. Perubahan-perubahan dalam persepsi. dan identitas diri. Kathryn Watson. menggunakan metode kualitatif yang menggambarkan tentang isu-isu pembelajaran. mentoring dan mempertemukan antara mentor dan kliennya dari kalangan wirausahawan. penelitian ini menyangkut hanya pada pembentukan usaha kecil dan tahapan awal dari perkembangan usaha kecil. Walaupun demikian. d) Tingkat pelatihan dan bimbingan yang diterima dari lembaga pendukung. b) Motivasi untuk memulai usaha dan tujuan di dalam menjalankan usahanya. Cara ini juga dapat mengungkapkan kejadian-kejadian dalam kurun waktu tertentu. pengembangan wirausaha. 2. Penelitian ini membantu pemahaman tentang apa yang perlu diketahui wirausahawan. Menyadari bahwa pembelajaran merupakan proses yang berkelanjutan maka kita haruslah mengikuti proses tersebut dalam periode waktu tertentu. Robert Sullivan (2000): Entrpreneurial Learning and Mentoring Penelitian ini. 98 . 3. bagaimana mereka belajar. apakah hal itu berhubungan dengan siklus perkembangan perusahaannya dan bagaimana bimbingan (mentoring) yang terbaik diberikan. inovasi. Lebih lanjut Rae (2000) berpendapat bahwa apabila kita dapat memahami dua nilai nyata dari masyarakat wirausaha. e) Alasan menghentikan usaha. sasaran.

competitive strategies. motivasi dan strategi perusahaan. dan Ken G. dukungan yang diberikan haruslah bersifat responsif (menjawab apa yang dibutuhkan) dan fleksibel terhadap kebutuhan individu pada waktu tertentu. Smith (2001) : A Multidimensional Model of Venture Growth Penelitian yang dilakukan oleh Baum (2001) menggambarkan model secara multidimensi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sifat dari CEO dan kompetensi umum serta lingkungan memiliki pengaruh yang signifikan sebagai pengaruh tidak langsung.Sullivan (2000) menetapkan tujuan penelitiannya pada tiga hal. motivation. Sebagai variabel endogen adalah pertumbuhan usaha (venture growth). c) Identifikasi cara dan waktu yang tepat bagi pembelajaran dan pemberian dukungan yang efektif. Kemampuan memberikan bantuan secara tepat waktu merupakan faktor kunci dalam memberikan nilai tambah terbesar. yakni : a) Identifikasi proses pembelajaran dan implikasinya. Penelitiannya menunjukkan bahwa adanya mentoring akan memberikan nilai tambah kepada manfaat jangka panjang terhadap klien dan masyarakat. Sedangkan pendekatan siklus hidup perusahaan perencanaan kapan pelatihan dan bantuan lainnya perlu diberikan. yaitu dari sudut pandang teori manajemen. teori organisasi. Edwin A. d) Mengembangkan model pembelajaran berbasis studi kasus. Penelitian Baum ini menggunakan pendekatan model struktural dan pengolahan data yang digunakan adalah program LISREL. teori perilaku organisasi. Sebagai indikator langsung bagi pertumbuhan perusahaan digunakan kompetensi spesifik dari CEO. Robert Baum. Locke. general competencies. Penelitian ini melibatkan 307 perusahaan dari bidang pengolahan kayu. Sebanyak 18 indikator digunakan untuk mengukur variabel eksogen tersebut. sedangkan variabel eksogen terdiri dari traits. akan tetapi pada akhirnya. 99 . environment. dan wirausaha. specific competencies. Sulivan (2000) meyakini bahwa pembelajaran wirausaha merupakan faktor kritis yang menentukan keberlangsungan hidup pertumbuhan usaha kecil dan menengah diberbagai pasar. J. 4. b) Identifikasi kebutuhan khusus dan tahapan perkembangan wirausaha saat dimana kebutuhan tersebut perlu diberikan. Hasil temuan Sullivan (2000) mengindikasikan bahwa pertimbangan bimbingan tidak hanya pada isi dari bimbingan yang diberikan tetapi juga kemampuan interpersonal dan sikap dari mentor akan berpengaruh terhadap efektivitas kegiatan bimbingan. dan size.

100 . Dengan menggunakan metode analisis data LISREL diperoleh kesimpulan bahwa pengalaman. sehingga perhatian penelitian harus digeser. specific competencies. Melalui hasil yang dicapai. Lee dan Eric W. 5. Sementara itu. traits memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui general competencies. K. (b) Dalam penelitian ini berhasil dibuktikan bahwa ukuran perusahaan (firm size) merupakan variabel moderator. yaitu: (a) Sifat kepribadian (personality traits) wirausahawan secara umum bukan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan usaha. motivation dan competitive strategies. motivation dan competitive strategies. penelitian ini dinyatakan telah memberikan kontribusi terhadap literatur wirausaha dalam tiga bentuk.Hasil penelitian Baum mengindikasikan bahwa specific competencies. Sedangkan pendidikan memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha melalui ukuran perusahaan. Sebanyak 168 perusahaan yang tergolong usaha kecil dan menengah dari kalangan etnis China di Singapura disurvei dalam penelitian ini. Don Y. yang semula pada penelitian tentang sifat keperibadian wirausahawan (entrepreneurial traits). aktivitas pengembangan jaringan kerja. Dua jenis kepribadian wirausaha lainnya. Kemudian kelompok variabel background terdiri dari education dan experience. internal locus of control. dan jumlah mitra usaha serta locus of control dan need for achievement memiliki dampak positif terhadap perkembangan usaha. Kelompok variabel kepribadian (personality traits) terdiri dari need for achievement. selanjutnya adalah kemampuan wirausahawan (entrepreneurial skills). (c) Tehnik analisis dengan menggunakan LISREL dengan pendekatan PLS (partial least square) terbukti memberikan hasil analisis yang lebih baik. dan kelompok variabel networking activities terdiri dari besarnya dan frekuensi jaringan komunikasi yang dimiliki. Penelitian ini mengungkap tentang pengaruh dari sifat kepribadian seorang wirausahawan. General copetencies memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap venture growth melalui specific competencies. motivation dan competitive strategies memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap pertumbuhan usaha (venture growth). Tsang (2001) : The Effects of Entrepreneurial Personality Background and Network Activities on Venture Growth. yaitu self reliance dan extroversion memiliki dampak negatif terhadap jumlah mitra dan berdampak positif terhadap aktivitas pengembangan jaringan kerja. latar belakangnya dan aktivitas pengembangan jaringan kerja (networking) terhadap pertumbuhan usaha. self reliance dan extroversion.

1997. 2002. Jakarta. Journal of Euro-Marketing. Dictonary of American English. 1993. Kumar. Thiad College Edition Purnomo. Neufeldt Victoria dan Guralnik David. 2002. Riyanti B. 2003. International Handbook of Entrepreneurship Research. D. Defining & Researching Leadership as a Behavioral Construt : An Idiopathic Approach. 1999. 2006. Kamus Webster’s. Usaha Kecil dan Menegah di Indonesia. Carree. Tambunan. 2004. Rajawali Pers. Kamalesh. Internet: m. 2003. T. Manajemen Pemasaran Analisis.A. 2000. Journal of Small Business Management. Lado A. Kwaku Appiah. XXXII.DAFTAR PUSTAKA Adu.al. ABI/INFORM Global. Cambridge. Lau. Market Orientation. Perencanaan Implementasi dan Pengendalian. The Impact of Entrepreneurship on Economic Growth. The Performance of Small Enterprises During Economic Crisis: Evidence from Indonesia. Health Care Management Science. 2000. M. Organizational Capabilities and Performance of SMEs in Dynamic and Stable Environments. STIE Stikubank. Jakarta. 2004. Usahawan Indonesia No. 1988. Tambunan.R.S et. (1994). Market Orientation and Performance: Do the Findings Established in Large Firm Hold in the Small Business Sector?. Refleksi Dinamika Inovasi Teknologi UKM di Indonesia: Studi Kasus Industri Logam dan Permesinan. A. Semarang Richard Daft.. 2002. Acad Managet. 3. P. Rost.A. Kasmir. 2003. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian. Grasindo. P. 6. Human Resource Systems and Sustained Competitive Advantage a Competence-based Perspective. Zukkieflimansyah dan Banu Muhamad H. Salemba Empat.caree@mw. Copyright 1999. Jakarta Kotler P. Journal of Applied Behavior Science. 101 . Jakarta Raju. Organizational Competencies and Performance: An Empirical Investigation of a Path-Analytical Model. 08/TH. Tranformational Leadership : A Pescription for Contemporary Organizations. Joseph C. Penerbit Erlangga.al. Journal of American Academy of Business. and Thurik.unimaas. Theresa et. Entrepreneurship and Innovation journal. Kewirausahaan. Beberapa Isu Penting. Wilson M. Pencapaian Keunggulan Bersaing Berkelanjutan Melalui Fungsi dan Peran Sumber Daya Manusia. The Relationship between Market Orientation and Performance in the Hospital Industry: A Structural Equation Modeling Approach.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful