P. 1
Bhn Kuliah Metpen Perumusan Hipotesis

Bhn Kuliah Metpen Perumusan Hipotesis

|Views: 1|Likes:
Published by dies_vadis

More info:

Published by: dies_vadis on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2015

pdf

text

original

Perumusan Hipotesis

HIPO (HYPO)

: kurang dari, di bawah, lemah

TESIS (THESIS) : pendapat, pernyataan HIPOTESIS : pendapat yang bersifat sementara perlu diuji kebenarannya uji hipotesis tesis

HIPOTESIS DIRUMUSKAN UNTUK MENJAWAB PERMASALAHAN PENELITIAN DENGAN MENGGUNAKAN INFORMASI ILMIAH .

JIKA INFORMASI ILMIAH CUKUP (PENELITIAN ANALITIK) HIPOTESIS PERLU JIKA INFORMASI ILMIAH KURANG (SESUATU YANG BARU) .deskriftif murni HIPOTESIS TIDAK PERLU .penelitian eksploratif .

HIPOTESIS PENELITIAN DUGAAN (PREDIKSI) YANG DIBUAT SEBELUM KEJADIAN YANG DIPERSOALKAN TERJADI  DITURUNKAN DARI TEORI YANG HENDAK DIUJI KEBENARANNYA  LAHIR SETELAH PENELITI MENGEMUKAKAN GAGASANNYA => PERMASALAHAN => PERUMUSAN MASALAH  MENGARAHKAN PENELITIAN  .

Contoh : DEBU ISPA “ Semakin besar nilai konsentrasi debu semakin besar kemungkinan terkena Ispa” “ Ada hubungan antara perubahan nilai kosentrasi debu dengan nilai probabilitas terkena Ispa” .

Contoh:  Merokok merupakan faktor risiko PJK  Ada perbedaan antara jumlah anak dengan risiko terjadinya kanker serviks pada ibunya  Semakin tinggi kadar kolesterol semakin tinggi risiko terjadinya CHD  Kebiasaan mencuci tangan berpengaruh terhadap kecacingan .

CIRI-CIRI POKOK HIPOTESIS Merupakan kalimat deklaratif  Mengekspresikan korelasi dua variabel/lebih  Merupakan jawaban sementara (tentatif) terhadap permasalahan  Berkaitan dengan teori-teori yang ada  Memungkikan untuk dibuktikan secara empirik. (Mengandung istilah yang operasional)  .

Keterujian Korelasi (provable)  Mempunyai cakupan yang “cukupan” (tidak terlalu umum) .Kelayakan pembuktian empirik ditentukan oleh: a. Keterukuran variabel (measurable) b.

penetapan desain/jenis penelitian .penentuan alat ukur/pengukuran 2.melalui keputusan uji hipotesis secara statistik . Petunjuk pengolahan data-analisis data . 4. 3.penetapan populasi/sampel .KEGUNAAN HIPOTESIS 1. Tuntunan arah penelitian : Hubungan dua fenomena atau lebih Identifikasi variabel-variabel yang dipakai Petunjuk untuk memilih rancangan penelitian .

HIPOTESIS STATISTIK BERASAL DARI HIPOTESIS PENELITIAN  PERNYATAAN TENTANG NILAI PARAMETER SUATU POPULASI  HARUS DIRUMUSKAN SEHINGGA MEMUNGKINKAN UNTUK DIUJI BERDASARKAN DATA EMPIRIS HASIL PENELITIAN SUATU SAMPEL  DIUJI DENGAN UJI STATISTIK  PROSES PENGUJIAN BERAKHIR DENGAN KEPUTUSAN : => MENERIMA ATAU MENOLAK HIPOTESIS TERSEBUT  .

terhadap …..MACAM HIPOTESIS STATISTIK 1.. . dengan …  Tidak ada pengaruh ….. H0 = Hipotesis nol = Hipotesis nihil = Null hypothesis Merupakan hipotesis yang akan diuji Pernyataan H0 :  Tidak ada perbedaan ………  Tidak ada hubungan antara ….

karena merupakan pernyataan yang dianggap benar Berkaitan langsung atau sama dengan Hipotesis Penelitian .MACAM HIPOTESIS STATISTIK 2. H1 atau Ha = Hipotesis alternatif = Alternative Hypothesis Merupakan hipotesis tandingan dari H0 Biasanya merupakan hipotesis yang ingin dibuktikan oleh peneliti.

... terhadap …. dengan …  Ada pengaruh ….Pernyataan H1 :  Ada perbedaan ………  Ada hubungan antara …. H0 dan H1 harus Mutually Exclussive dan Exhaustive : keduanya tidak dapat terjadi secara bersamaan dan salah satu dari keduanya harus terjadi .

Keputusan Pengujian Hipotesis H0 diterima  H1 ditolak atau H0 ditolak  H1 diterima .

PENERIMAAN H0 PADAHAL SESUNGGUHNYA H0 BENAR ===> KEPUTUSAN BENAR 2.ADA BEBERAPA PELUANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN : 1. PENERIMAAN H0 BILA SESUNGGUHNYA H1 BENAR ===> KEPUTUSAN SALAH .

PENOLAKAN H0 BILA SESUNGGUHNYA H1 BENAR ===> KEPUTUSAN BENAR KESIMPULAN : SETIAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN ADA 2 RISIKO KESALAHAN . PENOLAKAN H0 BILA SESUNGGUHNYA H0 BENAR ===> KEPUTUSAN SALAH 4.3.

DALAM PENGUJIAN HIPOTESIS ADA DUA MACAM KESALAHAN : 1. KESALAHAN TIPE I = GALAT TIPE I = TYPE I ERROR =  ERROR = FALSE POSITIVE MENOLAK H0 PADAHAL KENYATAANNYA H0 BENAR 2. KESALAHAN TIPE II = GALAT TIPE II = TYPE II ERROR =  ERROR = FALSE NEGATIVE MENERIMA H0 PADAHAL KENYATAANNYA H0 SALAH .

PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENOLAK H0 MENERIMA H0 KENYATAAN KEJADIAN DI POPULASI H0 BENAR  H0 SALAH  KEPUTUSAN YANG BAIK. BILA  DAN  SEKECIL MUNGKIN ===> SULIT DICAPAI  DIPERKECIL.  MAKIN BESAR .

05 ARTINYA PROBABILITAS UNTUK MENOLAK H0 PADAHAL H0 BENAR .ADALAH SEBESAR 0.05 BERARTI DALAM 100 KALI PENOLAKAN H0 TERDAPAT 5 KALI MENOLAK H0 PADAHAL H0 BENAR  = TINGKAT KEMAKNAAN (SIGNIFICANT LEVEL) 1- DISEBUT KUAT UJI (POWER OF TEST) : PROBABILITAS UNTUK MENOLAK H0 BILA TERNYATA H0 SALAH . = 0.P(H0 DITOLAK | H0 BENAR) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->