HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI USIA 1-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI

I TAHUN 2004/2005. Skripsi, Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang. Prioritas pembangunan kesehatan diarahkan pada upaya penurunan angka kematian bayi. Salah satu penyebab utama kematian menurut Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001 adalah kejadian diare. Pada era sekarang 80% bayi yang baru lahir di Indonesia tidak lagi menyusu sejak 24 jam pertama setelah mereka lahir padahal, pemberian makanan padat pada bayi dibawah usia 4 bulan sering menyebabkan gangguan diare. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 1-6 bulan, sedangkan tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 1-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I. Jenis penelitian yang dilakukan adalah explanatory research dengan metode survei melalui pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel berdasarkan teknik purposive dari populasi bayi yang berusia 1-6 bulan. Untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan variabel yang diteliti yaitu tentang pemberian ASI eksklusif dan Kejadian diare dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada ibu bayi, kemudian data yang diperoleh diolah dan dianalisa menggunakan uji Kendall’s tau_b, dari uji tersebut dapat diambil simpulan ada hubungan yang signifikan jika asymp sig kurang dari 0,05 dan sebaliknya tidak ada hubungan yang signifikan jika nilai asymp sig lebih dari 0,05. Hasil penelitian diperoleh kategori pemberian ASI persentase tertinggi pada bayi yang tidak diberi ASI secara eksklusif sampai minimal usia 4 bulan sebesar 68%, sedangkan untuk kategori kejadian diare terdapat pada bayi yang tidak mengalami kejadian diare yaitu sebesar 64%. Dari uji kendall’s tau_b didapat koefisien korelasi sebesar 0,425 lebih kecil dari 0,5 dengan nilai asymp sig sebesar 0.003 lebih kecil dari 0,05, sehingga dari penelitian ini dapat diambil simpulan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare, dimana dari uji kendall’s tau_b tersebut diketahui bahwa

Bambang Wahyono (Anggota) NIP. Oktia Woro. M. Bagi setiap instansi ataupun pabrik serta tempat kerja lain diharapkan dapat memberikan kelonggaran cuti melahirkan dan kemudian memberikan ijin kepada pekerjanya untuk menyusui anaknya dalam waktu kerja. Kejadian Diare iii HALAMAN PENGESAHAN Telah dipertahankan dihadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan. S.semakin lama bayi diberi ASI secara eksklusif semakin kecil kemungkinan bayi untuk terkena kejadian diare. 1319933872 NIP. Eram Tunggul P. M. KH. Khomsin. Drs. maka perlu meningkatkan frekuensi pemberian informasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sampai bayi usia 4-6 bulan.Kes (Ketua) NIP. 131674366 iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO . 132303558 2.S NIP. M. DR.Pd Drs. Bagi ibu-ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I harus berusaha memberikan ASI eksklusif sampai bayi berumur minimal 4 bulan.KM. Kata Kunci : ASI eksklusif . Sekretaris. 131695159 3. Pada hari : Senin Tanggal : 15 Agustus 2005 Panitia Ujian Ketua Panitia. Saran dari penelitian ini karena masih ada pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia kurang dari 4 bulan. Universitas Negeri Semarang. Herry Koesyanto.Kes (Anggota) NIP. dr. 1. 131571549 Dewan Penguji. M.

2. 4. Bambang Wahyono selaku Pembimbing II atas petunjuk dan bimbingan dalam penyelesaian skripsi ini.Al Mujadalah: 11).Kes selaku Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan sekaligus Pembimbing I yang telah membimbing dan memberi pengarahan hingga selesainya skripsi ini. . Dekan Fakulas Ilmu Keolahragaan yang telah memberikan izin penelitian. M. Kakak dan adikku yang selalu memacu asaku untuk menggapai kemilau cita-cita. 3. 2.untaian kata ini kupersembahkan untuk 1. Dalam penyusunan skripsi ini. v KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. 5. “ Kenikmatan terindah adalah rasa syukur kepada Allah SWT” (Penulis). Bapak Drs.S. “ Keberanian terbesar adalah kesabaran dan guru terbaik adalah pengalaman” (Ali bin Abi Thalib). Sutardji. M. Rekan-rekan Wisma RHI 007. PERSEMBAHAN Untaian. Oktia Woro KH. Almamaterku. Untuk itu. pengorbanan dan do’a. Ibu dr. hidayah dan Inayah-Nya.“ Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berilmu”(QS. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 1-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan Tahun 2004/2005”. 3. Drs. Keponakanku terkasih. Ayah dan ibu tercinta yang selalu menghiasi relung jiwaku dengan segenap cinta. penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. banyak pihak yang telah memberikan bantuan yang tidak ternilai harganya.

..................................................... Semarang.... vii DAFTAR TABEL ................... v DAFTAR ISI ................. x DAFTAR GAMBAR ..................... 6.................................... vi 7.....................5 Manfaat Penelitian ........... 1 1...... 1 1.... i SARI ......................................................... 5................................... penulis berharap mudah-mudahan skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca....................................... Agustus 2005 Penulis vii DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................. iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ... Akhirnya........................ xii BAB I PENDAHULUAN .................... 5 1.......1 Latar Belakang ........................................................................................... 5 1....2 Permasalahan .........................................................................4 Penegasan Istilah ....................................................... Bapak dan Ibu Dosen jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan yang bermanfaat dalam rangka penyusunan skripsi ini..................... 5 1............ Endang Susilowati............. 6 .................3 Tujuan Penelitian ................... Masyarakat wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan yang telah ikut berpartisipasi dalam penelitian ini............................................................. xi DAFTAR LAMPIRAN ................................ Ibu drg....................................................... Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.......................................................................4.............................................. iv KATA PENGANTAR .......................................................... Kepala Puskesmas Kedungwuni I yang telah memberikan ijin selama penelitian...........................................................................................................................

....2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare ...... 24 Populasi Penelitian ... 17 2.....1...1.............................................. 24 Sampel Penelitian...............................................................................................2 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi ........2 Komposisi ASI ............1................2 Pemberian ASI Eksklusif .......1............1.................................................................................. 27 .......1..1...............1..........4 Diare ................................... 13 2.........................................................1...........................................3 Minuman Buatan Sebagai Pengganti ASI .......................... 14 viii 2....2 Hipotesis . 7 2............. 26 Prosedur Penenelitian .......1....................1...................5 Penggunaan ASI secara Tepat ................1..............................2......................................... 18 2...........................4....1 Air Susu Ibu (ASI) ............ 25 Rancangan Penelitian ...............................................1..................................1 Definisi Diare ..................... 22 2...6 Faktor faktor yang Mempengaruhi Penggunan ASI ............................. 20 2...................................................................................3 Pencegahan Penyakit Diare .....................................1.......1 Pengertian ASI .............................................................................................1 Pengertian Pemberian ASI eksklusif ... 26 Teknik Pengumpulan Data .....1...... 7 2........ 21 2..................1.........1.... 14 2...............5 Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Diare ..................................................................................................BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS .................................................................... 18 2........ 15 2................. 9 2...............................................4..................................1..... 10 2......................................3 Volume ASI ..2....................4 Aspek Imunologik ASI .................1 Landasan Teori . 7 2...... 19 2... 24 Variabel Penelitian ......1.............................. 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN .......................................1......................1................................................ 7 2....... 8 2......1............6 Kerangka Teori.....4................... 14 2..............................1..............

............................................................ 37 4........................................................ Grafik Distribusi Sampel menurut Jenis Kelamin ....... 28 Pengolahan Data ........ Tabel Kenaikan Berat Badan Rata-Rata menurut Umur ........... Grafik Distribusi Sampel menurut Pemberian ASI Eksklusif ..................................... 33 ix 4.................................................................... 39 ...............Alat Pengumpul Data .........................2.......................................... 33 4........... Tabel Jumlah Bayi Usia 1-6 bulan menurt Desa di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan ................................. 52 LAMPIRAN-LAMPIRAN ......................... 24 2......................................... 50 DAFTAR KEPUSTAKAAN ......................................................... 29 Validitas dan Reliabiitas Data ...2 Karakterisik Sampel ....................................................................................................... 50 Saran ............................. Grafik Distribusi Sampel menurut Kelompok Umur .......................... 54 x DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1....................3 Pembahasan ...................................... 42 BAB V SIMPULAN DAN SARAN ....................... Kerangka Teori .... 30 Analisis Data ................................................. 33 4........................................................... 50 Simpulan ......................................................................2............................................................ 13 2........................................................ 33 4...............2 Hasil Penelitian ............................1 Deskripsi Data ................. 38 4......................................................................1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...................................................... 35 xi DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1.......... 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................................. 37 3...........................................

.................. .................. Hasil validitas dan Reliabilitas Kuesioner Penyaring ........................................ 40 7.......................................................... 62 5............................. Surat Ijin Penelitian dari Badan Peencanaan Daerah Kabupaten Pekalongan ..... 63 6........... 71 12..... Surat Undangan Dosen Penguji...... 57 3............... Data Kasar Validitas dan Reliabitas Kuesioner Utama ....... 64 7.................. Tabel Crosstab dan korelasi non parametrik pemberian ASI eksklusif dengan kejadia diare ............................................................................ Grafik Distribusi Pemberian ASIEksklusif dengan Kejadian Diare 42 xii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1................ 40 8............................. Grafik Distribusi Sampel menurut Pemberian Kolostrum ......................... 65 8...................... Hasil validitas dan Reliabilitas Kuesioner Utama............................ 68 10.............. Grafik Distribusi Sampel menurut Kejadian Diare ........................... Kuesioner Penyaring............................................................................................................. Kuesioner Utama .......................................................................................................... 39 6..... Peta Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni ........ 55 2............................................................... 76 xiii 1 .................. 72 13................. 74 15......5..... Penentuan Kriteria Deskritif Hasil Penelitian . Grafik Distribusi Sampel menurut Alasan Tidak Diberikannya ASI Eksklusif . Data Kasar Validitas dan Reliabitas Kuesioner Penyaring ... 61 4......... 66 9............... Surat Pengangkatan atau penguji Skripsi... 75 16...... Grafik Distribusi Sampel menurut Kebersihan Penyediaan Makanan atau Minuman Pengganti ASI ................................................................................... 70 11................... Surat Keterangan telah mengadakan Penlitian di Wilayah Kera Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan ........ Tabel Product Moment ... 73 14....... Tabulasi Data Hasil Penelitian .......... Tabel Frekuensi Hasil Penelitian ........... 41 9..

namun tingkat kematian di Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam upaya penurunan angka kematian bayi. Pada tahun 1960. (UNDP.8 kali lebih tinggi dari Thailand. Dalam dokumen Propenas 2000-2004 upaya-upaya ini termaktub dalam tiga program pembangunan kesehatan nasional. dimana bayi sudah diberi makan selain ASI sebelum berusia 4 bulan. 2004:2). program upaya kesehatan. yaitu 4. 2 Salah satu penyebab utama kematian di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1995 yang dikutip (Nuraini Irma Susanti. Meskipun angka pencapaian penurunan kematian telah begitu menggembirakan. Pada beberapa dekade terakhir ini. upaya penurunan angka kematian bayi dan balita tetap merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan kesehatan.1 Latar Belakang Prioritas pembangunan kesehatan diarahkan pada upaya penurunan angka kematian bayi dan balita.BAB I P E N DA H U L U A N 1. 2004:2). serta perbaikan gizi masyarakat (UNDP. Perilaku tersebut sangat beresiko bagi bayi untuk terkena diare karena alasan sebagai berikut.3 kali lebih tinggi dari Filipina dan 1. 1. Angka ini turun menjadi 68 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1989. yaitu program kesehatan lingkungan. 2004:1) adalah kejadian diare. 57 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1992 dan 46 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1995 (UNDP. Sedangkan kejadian diare pada bayi menurut (Nuraini Irma Susanti. 2004:5).6 kali lebih tinggi dari Malaysia. perilaku sehat dan pemberdayaan masyarakat. Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia adalah 128 per 1000 kelahiran. Demikian juga pada tahun 2001. kejadian diare masih merupakan penyebab utama kematian bayi seperti pada periode sebelumnya. (1) pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan selain ASI. Oleh karena itu sampai saat ini. 2004:1) dapat disebabkan karena kesalahan dalam pemberian makan. (2) bayi .

Unicef juga mencatat penurunan yang tajam dalam menyusui berdasarkan tingkat umur dari pengamatannya diketahui bahwa 63% disusui hanya pada bulan pertama. Dari penelitian tersebut juga didapatkan bahwa 37.kehilangan kesempatan untuk mendapatkan zat kekebalan yang hanya dapat diperoleh dari ASI serta yang ke (3) adanya kemungkinan makanan yang diberikan bayi sudah terkontaminasi oleh bakteri karena alat yang digunakan untuk memberikan makanan atau minuman kepada bayi tidak steril. Berbeda dengan makanan padat ataupun susu formula. Kolostrum dibuang oleh kebanyakan ibu karena dianggap kotor dan tidak baik bagi bayi. 30% bulan ketiga. dimana seharusnya ibu memberikan ASI yang merupakan makanan utama yang sangat diperlukan bayi. Berdasarkan hasil penelitian Utami Roesli terhadap ibu-ibu yang menghentikan pemberian ASI eksklusif kepada bayinya dilaporkan bahwa alasan . Selain itu ASI juga selalu aman dan bersih sehingga sangat kecil kemungkinan bagi kuman penyakit untuk dapat masuk ke dalam tubuh bayi (General Java Online. 45% bulan kedua. Pada era sekarang 80% bayi di Indonesia tidak lagi menyusu sejak 24 jam pertama sejak mereka lahir. 12% bulan kelima dan hanya 6% pada bulan keenam bahkan lebih dari 200. ASI bagi bayi merupakan makanan yang paling sempurna.4% ibu-ibu tidak pernah mendengar informasi tentang ASI eksklusif (Utami Roesli . Pemberian ASI secara dini dan eksklusif sekurangkurangnya 4-6 bulan akan membantu mencegah penyakit pada bayi. 2005:2). padahal 98% ibu-ibu tersebut menyusui bayinya.000 bayi atau 5% dari populasi bayi di Indonesia saat itu tidak disusui sama sekali (MM Novaria. 19% bulan keempat.9% ibu-ibu tidak pernah mendengar informasi tentang ASI sedangkan 70. 2001:21). Berdasarkan hasil 3 penelitian Unicef di Indonesia setelah krisis ekonomi dilaporkan bahwa hanya 14% bayi yang disusui dalam 12 jam setelah kelahiran. 2004:1). Hal ini disebabkan karena adanya antibodi penting yang ada dalam kolostrum dan ASI (dalam jumlah yang sedikit). Hasil penelitian terhadap 900 ibu disekitar Jabotabek (1995) diperoleh fakta bahwa yang dapat memberikan ASI eksklusif selama 4 bulan pertama kelahiran bayi hanya sekitar 5%.

Data mengenai kejadian diare dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan tahun 2004 diketahui bahwa jumlah penderita diare semua umur sebanyak 20.900 jiwa yang tersebar di 24 Puskesmas. Namun. 2000:47). Wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I persentase penderita diare bayinya sebesar 19. jumlah tersebut paling besar bila dibandingkan 23 Puskesmas lainnya. takut bayi akan tumbuh menjadi anak yang tumbuh manja (Utami Roesli. tidak di beri ASI 4 tetap berhasil “jadi orang”. namun sering kali proses menyusui dilakukan tidak tepat. penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemberian ASI secara eksklusif dengan kejadian diare pada 5 bayi usia 1-6 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan pada . supaya proses menyusui dapat berjalan dengan baik. (BKKBN. bila dibandingkan dengan target yang harus segera dicapai pada tahun 2020. 2001:65).17%.yang paling sering dikemukakan oleh masyarakat tidak memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia minimal 4 bulan yaitu karena merasa ASI tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya walaupun sebenarnya hanya sedikit sekali (2-5%) yang secara biologis memang kurang produksi ASInya. angka pencapaian tersebut belum menggembirakan. takut di tinggal suami. Berdasarkan latar belakang diatas. Alasan berikutnya yaitu karena ibu bekerja untuk mereka beranggapan bahwa ASI saja tidak cukup untuk kebutuhan hidup bayi. akhirnya ASI tidak keluar dan ibu tidak mau menyusui dan bayinya pun tidak mau menyusu (Utami Roesli. karena belum mencapai target 80%. Proses menyusui memerlukan pengetahuan dan latihan yang tepat. angka pencapaian tersebut telah meningkat sebesar 36% bila dibandingkan dengan hasil survei serupa yang diadakan oleh WHO (World Health Organization) pada tahun 1986. Memang. 2002:1). Dari Hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 1997 tercatat bahwa pemberian ASI eksklusif sampai bayi berumur 4 bulan di Indonesia hanya 52%. Tidak heran bila hasil survei membuktikan masih sedikit bayi yang menerima ASI eksklusif sampai bayi berusia minimal 4 bulan.

air putih. Setelah diketahui dan dipahami latar belakang masalahnya. Kejadian diare merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya konsistensi tinja yang melembek sampai cair dan frekuensi buang air besar (defekasi) bertambah lebih dari biasanya (lebih dari 3 kali dalam sehari) (Siti Habsyah Masri 2004:1). maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini yaitu: Apakah ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 1-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan tahun 2004/2005? 1. 1. Bayi usia 1-6 bulan adalah bayi yang sudah berusia 1 bulan sampai bayi yang sudah berusia tepat 6 bulan (UNICEF.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif ngan kejadian diare pada bayi usia 1-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni I Pekalongan tahun 2004/2005. dan 6 tanpa tambahan makanan padat seperti pisang. 2. Bagi Peneliti . Bayi usia 1-6 bulan. sehingga perlu kiranya masalah tersebut untuk diteliti.2 Permasalahan Pada prinsipnya suatu penelitian tidak terlepas dari permasalahan. madu.5 Manfaat Penelitian 1. Kejadian Diare. Pemberian ASI eksklusif. bubur susu. 1. Pemberian ASI eksklusif yaitu bayi yang hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan lain seperti. 3. air teh. jeruk. dianalisis dan dipecahkan. 1. dan nasi tim (Utami Roesli 2001:1). 2005:1).4 Penegasan Istilah Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda perlu ditegaskan beberapa istilah sebagai berikut: 1. bubur nasi.tahun 2004/2005. biskuit. susu formula. pepaya.

1 Pengertian ASI Secara alamiah. Pemberian ASI secara penuh sangat dianjurkan oleh ahli gizi diseluruh dunia. 2.Sebagai pengalaman langsung dalam melakukan penelitian dan dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh. ASI merupakan makanan yang paling cocok bagi bayi karena mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat oleh manusia ataupun susu yang berasal dari hewan seperti susu sapi.1 Air Susu Ibu (ASI) 2.1. seorang ibu mampu menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) segera setelah melahirkan. susu kerbau. seperti yang diperoleh dari susu kolostrum (Diah Krisnatuti dan Yeni Yenrina. Pernyataan tersebut didukung oleh Syahmien Moehji (2002:23) yang mengatakan bahwa ASI merupakan makanan yang mutlak untuk bayi yaitu pada usia 4-6 bulan pertama kehidupannya.1. Jika dibandingkan dengan susu sapi. Air Susu Ibu (ASI) mempunyai kelebihan antara lain mampu mencegah penyakit infeksi.1. 7 BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS 2. ASI diproduksi oleh alveoli yang merupakan bagian hulu dari pembuluh kecil air susu. atau susu kambing. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi dengan komposisi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. 3.1 LandasanTeori 2. Bagi Masyarakat Masyarakat memahami tentang pentingnya pemberian ASI secara eksklusif sebagai modal dasar bagi kelangsungan hidup dan tumbuh kembang seorang anak. Tidak satupun susu buatan manusia (susu formula) dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi. ASI mudah didapat dan tidak perlu . 2001:5). Bagi Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Sebagai tambahan kepustakaan dalam pengembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Oleh karena itu ASI harus diberikan pada bayi. Dengan demikian ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi dan mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh susu sapi. 1. Cairan ini dari kelenjar payudara dan keluar pada hari kesatu sampai hari keempat-tujuh dengan komposisi yang selalu berubah dari hari kehari. Kolostrum merupakan cairan pertama yang berwarna kekuning-kuningan (lebih kuning dibandingkan susu matur).2 Komposisi ASI. kolostrum dapat berfungsi sebagai pencahar yang ideal untuk membersihkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang. Pada ibu yang sehat dan memiliki . maka sebaiknya menyusui dilakukan setelah bayi lahir (dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir) karena daya hisap pada saat itu paling kuat untuk merangsang pengeluaran ASI selanjutnya (Utami Roesli. ASI Transisi (Peralihan). air teh. 2. 9 2. Melalui ASI dapat dibina kasih sayang. namun mencukupi kebutuhan bayi.1. ASI memiliki komposisi yang berbeda-beda dari hari ke hari. Pada masa ini kadar protein berkurang. air tajin dan makanan prelaktal (sebelum ASI lancar produksi) lain.8 dipersiapkan terlebih dahulu. ASI mature merupakan ASI yang diproduksi sejak hari ke-14 dan seterusnya dengan komposisi yang relatif konstan. Kolostrum mengandung zat anti infeksi 10-17 kali lebih banyak dibandingkan ASI matur. sekalipun produksi ASI pada hari-hari pertama baru sedikit. 3. ASI transisi diproduksi pada hari ke-4 sampai 7 hari ke-10 sampai 14.1. Selain itu. ketentraman jiwa bagi bayi yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan jiwa bayi. ASI Mature. 2000:12). harus dihindari untuk mendapatkan manfaat maksimal dari ASI. Pemberian air gula. sedangkan kadar karbohidrat dan lemak serta volumenya semakin meningkat. Kolostrum.

Volume ASI yang dapat dikonsumsi bayi dalam satu kali menyusu selama sehari penuh sangat bervariasi. IgG sudah terbentuk pada kehamilan bulan ketiga. anti virus dan anti toksik. 1.1. Fungsi dari pada IgG ini ialah anti bakteri. hanya memproduksi sejumlah kecil ASI. 2001:25). Imunoglobulin G.4 Aspek Imunologik Air Susu Ibu. Di dalam tubuh manusia terdapat 5 macam imunoglobulin.jumlah ASI yang cukup. yaitu: 1 Enam bulan pertama : 500-700 ml ASI/ 24 jam 2 Enam bulan kedua : 400-600 ml ASI/ 24 jam 3 Setelah satu tahun : 300-500ml ASI/ 24 jam Menurut Deddy Muchtadi (1996:30) bahwa dalam kondisi normal kirakira 100 ml ASI pada hari kedua setelah melahirkan.1. 2. meskipun umumnya payudara yang berukuran sangat kecil. 2. ASI ini merupakan makanan satu-satunya yang paling baik bagi bayi sampai umur enam bulan (Utami Roesli. dan jumlahnya akan meningkat sampai kira-kira 500 ml dalam minggu kedua.1. anti jamur. dapat menembus plasenta pada waktu bayi lahir kadarnya sudah sama dengan kadar IgD ibunya. Imunoglobulin M. terutama yang ukurannya tidak berubah selama masa kehamilan. Secara normal. produksi ASI yang efektif dan terus-menerus akan dicapai pada kira-kira 10-14 hari setelah melahirkan. volume ASI dari waktu ke waktu berubah. Selama beberapa bulan berikutnya bayi yang sehat akan mengkonsumsi sekitar 700-800 ml ASI setiap 24 jam. Emosi seperti tekanan (stress) atau kegelisahan merupakan faktor penting yang mempengaruhi jumlah produksi ASI selama minggu-minggu pertama menyusui. 2. IgM mulai dibentuk pada kehamilan minggu ke-14 dan mencapai kadar seperti . Ukuran payudara tidak ada hubungannya 10 dengan volume air susu yang dapat diproduksi. Imunoglobulin adalah suatu golongan protein yang mempunyai daya zat anti terhadap infeksi.3 Volume ASI Hasil penyelidikan Suhardjo yang dikutip oleh Yeni Yenrina dan Diah Krisnatuti (2002:9).1.

diperlukan untuk pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus. oleh karena itulah janin tidak pernah sakit (infeksi) selama didalam kandungan (Sunoto 2001:17). sedangkan SigA sudah mencapai puncaknya pada usia 1 tahun. baik pada manusia maupun pada binatang menyusui (mamalia). Asam laktat ini akan menghambat pertumbuhan bakteri yang berbahaya dan parasit lainnya (Deddy Muchtadi. Dalam usus bayi yang diberi ASI. terutama imunoglobulin G. Fungsi dari pada IgM ini ialah untuk aglutinasi. baik pembentukannya maupun fungsinya. ASI mengandung pula faktor-faktor kekebalan seperti berikut ini: 1. Zat besi yang terikat tersebut tidak dapat digunakan oleh bakteri-bakteri usus yang . 6. 11 4. Imunoglobulin E. janin telah mendapat imunoglobulin dari pada ibunya melalui plasenta. 2. 5. Faktor Laktoferin Suatu protein yang mengikat zat besi ditemukan terdapat dalam ASI. 3. IgE belum diketahui tetapi diduga berfungsi seperti anti alergik. Imunoglobulin A. Ada 2 macam IgA ialah serum (di dalam darah) dan IgA sekresi (berasal dari sel mokosa) yang selanjutnya disebut SigA. Perpindahan Immunoglobulin dari Ibu ke Bayi. bakteri ini mendominasi flora bakteri dan memproduksi asam laktat dari laktosa. Imunoglobulin D. Selama janin masih didalam kandungan. Terdapat bukti yang nyata bahwa ada hubungan yang erat antara imunoglobulin ibu dan anak.orang dewasa pada umur 1-2 tahun. Selain imunoglobulin. Faktor Bifidus Merupakan suatu karbohidrat yang mengandung nitrogen. IgD belum banyak diketahui. IgA sudah dibentuk pula oleh janin tetapi jumlahnya masih sangat sedikit. IgA serum mencapai kadar seperti pada orang dewasa pada usia 12 tahun. 1996:36).

1. dan kadarnya bisa naik hingga 3000-5000 kali lebih banyak dibandingkan dengan kadar lisozim dalam susu sapi. 2003:15). yang membutuhkannya untuk pertumbuhan. Lisozim Lisozim merupakan salah satu enzim yang terdapat dalam ASI sebanyak 6-300 mg/100 ml.1. Oleh karena itu. 2001:7). Interferon Berfungsi menghambat pertumbuhan virus (Diah Krisnatuti dan Yeni Yenrina. 2001:7) 6. Faktor Laktospirosidase Merupakan enzim yang terdapat dalam ASI dan bersama-sama dengan peroksidase hydrogen dan ion tiosinat membantu membunuh streptokokus (Solihin Pudjiadi.berbahaya. tapi belumlah . 2003:15).5 Penggunaan ASI secara Tepat ASI betapapun baik mutunya sebagai makanan bayi. 1996:30). 2. 3. 4. 2001:7) 7. karena mungkin dapat mempengaruhi daya perlindungan yang diberikan laktoferin (Deddy Muchtadi. 12 pemberian zat besi tambahan kepada bayi yang disusui harus dicegah. Sel Limfosit dan Makrofag Berfungsi untuk mengeluarkan zat antibodi untuk meningkatkan imunitas terhadap penyakit (Diah Krisnatuti dan Yeni Yenrina. Enzim demikian memiliki fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram negatif mungkin juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus. Faktor Anti Stafilokokus Faktor tersebut merupakan asam lemak yang melindungi bayi terhadap penyerbuan stafilokokus (Solihin Pudjiadi. 5. 13 8. Faktor Sel -Sel Fagosit Merupakan pemakan bakteri yang bersifat patogen (Diah Krisnatuti dan Yeni Yenrina.

Faktor psikologis 1) Takut kehilangan daya tarik sebagai seorang wanita. Jika ASI cukup.1. 2002:19). Perubahan sosial budaya. 4. 2) Meniru teman. Faktor fisik ibu Ibu sakit. 2) Tekanan batin 3. Sebelum disusukan payudara merasa tegang 3.merupakan jaminan bahwa gizi selalu baik. tetangga atau orang terkemuka yang memberikan susu botol. sekitar 8 kali sehari (Soetjiningsih. 14 2. kecuali apabila ASI tersebut diberikan secara tepat dan benar (Sjahmien Moehji. Bayi kencing lebih sering. Berat badan naik dengan memuaskan sesuai dengan umur. 2001:49) Untuk mengetahui banyaknya produksi ASI. Air Susu Ibu yang banyak dapat merembes keluar melalui puting 2. setelah menyusu bayi akan tertidur tenang selama 3-4 jam 5. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 1 Kenaikan berat padan rata-rata menurut Umur Umur Kenaikan Berat Badan Rata-Rata 1-3 bulan 700 gr/ bulan 4-6 bulan 600 gr/ bulan 7-9 bulan 400 gr/ bulan Sumber: Soetjiningsih(1997:20). 1) Ibu-ibu bekerja atau kesibukan sosial lainnya.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan ASI. 2.1. seperti mastitis biasanya enggan menyusui bayinya karena . 1997:20). beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai patokan untuk mengetahui jumlah ASI cukup atau tidak yaitu: 1. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi ibu memberikan ASI kepada bayinya antara lain: 1. Ibu tidak dapat melihat berapa banyak ASI yang telah masuk ke perut bayi (Joan Nelson.

pepaya.3. bubur susu. air teh. 5. 2. 15 jeruk. air putih.3. dan tim (Utami Roesli 2000:3) Pemberian ASI eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi apabila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan. ASI adala . Meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI. dan pemberian ASI dapat diteruskan sampai ia berusia 2 tahun (Utami Roesli. 4. manfaat pemberian ASI sangat banyak antara lain: 1. tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula.payudaranya terasa nyeri bila digunakan untuk menyusui bayinya. 1997:17).1 Pengertian pemberian ASI Eksklusif ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja. madu.1. Penerangan yang salah justru datangnya dari petugas kesehatan sendiri yang menganjukan penggantian ASI dari susu kaleng (Soetjiningsih. 2. Menurut Utami Roesli (2001:31). bubur nasi.1.2 Pemberian ASI Eksklusif 2. 2001:1). sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI. ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang karena disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada masa pertumbuhannya. Setelah bayi berusia 6 bulan ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Sebagai Nutrisi Terbaik.2 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi.1. dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang. 6. biskuit. Faktor kurangnya petugas kesehatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful