Sejarah dan Teori Sastra Bandingan

A. Sejarah Sastra Bandingan

Istilah sastra bandingan kali pertama muncul di negara Inggris yang dipelopori oleh para pemikir Perancis seperti Fernand Baldensperger, Jean-Marie Carre’, Paul van Tieghem, dan MariusFrancois Guyard. Mereka ini dalam ilmu sastra bandingan akhirnya lebih dikenal sebagai pelopor aliran Perancis atau aliran lama (Hutomo, 1993: 1). Pada perkembangan selanjutnya, sastra bandingan ini juga berkembang di Amerika, mengembangkan konsep-konsep sastra bandingan aliran Perancis, sehingga sastra bandingan aliran Amerika ini disebut sebagai aliran baru (Hutomo, 1993: 1). Aliran Perancis sebagai aliran lama berpendapat bahwa sastra bandingan adalah pembandingan sastra secara sistematik dari dua negara yang berlainan (Hutomo, 1993: 1). Sedangkan aliran Amerika berpandangan lebih luas. Aliran Amerika tidak hanya membandingkan dua karya sastra dari dua negara yang berlainan, tetapi juga membandingkan sastra dengan bidang ilmu atau seni tertentu (Hutomo, 1993: 3). Oleh aliran Perancis hal tersebut tidak disetujui. Namun dalam praktiknya ternyata aliran Perancis juga melaksanakan konsep aliran Amerika (Hutomo, 1993: 4).

A. Sastra Bandingan, Sastra Dunia, dan Sastra Umum

bagaimana halnya dengan pengertian antara sastra dunia dan sastra umum? Sastra dunia. sastra umum. Sedangkan menurut Suripan Sadi Hutomo (1993: 5) bahwa pada dasarnya sastra bandingan itu berlandaskan sastar nasional suatu negara. sastra nasional yaitu sastra bangsa atau negara tertentu. sastra Indonesia. Meskipun masih terdapat kekaburan. Tentang sastra bandingan menurut Renne Wallek sebagai pendukung aliran Amerika dijelaskan bahwa sastra bandingan pada mulanya muncul dalam studi sastra lisan.Berbicara mengenai sastra bandingan tidak bisa dilepaskan dengan pembicaraan tentang sastra nasional. maka diperlukan pemahaman tentang sastra bandingan. nasional di sini adalah batas wilayah politik suatu bangsa (Endraswara. . Menurut Budi Darma (2004: 28). sastra umum dan sastra dunia. pengertiannya ialah sastra yang menjadi milik berbagai bangsa di dunia dan karena penyilangan gagasan yang timbal balik. Dalam hal ini beberapa pakar sastra telah berupaya untuk memberikan pengertian antara sastra bandingan. dan transformasinya ke sastra tulis (1989: 47-48). sastra nasional. daerah penyebarannya. Sastra yang secara umum menjadi milik bangsa. 2008: 134). dan lain-lain. Mencermati kutipan di atas. Untuk mengatasi permasalahan di atas. Tiga pengertian sastra tersebut sering tumpang tindih. Sastra yang ditulis dalam bahasa nasional dan bertema universal (Zaidan dkk. sastra Inggris. sehingga seperti yang dikatakan oleh Wellek dan Warren (1989: 47). misalnya sastra Brunei Darussalam. khususnya dalam bidang sastra rakyat. sastra nasional. namun sedikit banyak membantu dalam pemecahan masalah. jika dilihat dalam kamus istilah sastra. sastra umum dan sastra dunia. Kemudian cerita rakyat ini dicari asal usulnya. 2007: 182). studi bandingan secara akademis kurang begitu sukses. dan sastra dunia. Jika disimpulkan dalam hal ini pengertian sastra nasional bertumpu pada masalah geografis. Walaupun sebenarnya merupakan studi yang sangat penting.

Objek Kajian Sastra Bandingan Objek kajian Sastra Bandingan menurut Suripan Sadi Hutomo (1990: 9-11) adalah sebagai berikut: 1. Membandingkan karya seorang pengarang yang telah menjadi warga suatu Negara tertentu dengan karya seorang pengarang dari Negara lain 5. A.memperkaya kehidupan manusia (Sudjiman. 1986: 68).1993: 6). atau duduk sama rendah dan berdri sama tinggi. Membandingkan dua karya sastra dari dua orang pengarang berwarga Negara Indonesia yang menulis dalam bahasa asing yang berbeda . Membandingkan dari dua Negara yang berbeda dalam bahasa yang sama 3. dengan sastra nasional bangsa lain di dunia. dan bukan karya sastra golongan teri (Hutomo. sebenarnya banyak berkaitan dengan istilah Weltliliterature yang dikumandangkan oleh pujangga Jerman yang bernama Goethe. Sedangkan menurut Hutomo (1993: 6). Membandingkan dua karya sastra dari dua Negara yang bahasanya benar-benar berbeda 2. Membandingkan karya seorang pengarang Indonesia dalam bahasa daerah dan bahasa Indonesia 6. Membandingkan karya awal seorang pengarang di Negara asalnya dengan karya setelah berpindah kewarganegaraannya 4. Istilah sastra dunia. sastra dunia adalah sastra nasional yang diberi peluang meletakkan dirinya dalam lingkungan sastra dunia dengan fungsi dan kriteria tertentu serta sejajar. Konsep Goethe lebih mengarah pada World Masterpiece atau sastra agung dunia.

gaya. A. Tradisi. . yang dijadikan bahan penulisan karya sastra. barangkali. ada baiknya jika kita menyempatkan diri memahami teori intertekstualitas. 2. plagiat. Konsep Pengaruh dalam Sastra Bandingan Istilah pengaruh tidak sama dengan istilah menjiplak.7. 3. Pengaruh. misalnya unsur struktur. Afinitas. tema. Membandingkan karya sastra seorang pengarang yang berwarga Negara asing di suatu Negara dengan karya pengarang dari Negara yang ditinggalinya (kedua karya sastra ini ditulis dalam bahasa yang sama) A. dan epigon. studi sastra bandingan menurut Hutomo (1993: 11-12) melandaskan diri pada 3 hal yaitu: 1. Untuk melaksanakan studi pengaruh. Praktik Sastra Bandingan Pada umumnya jika kita melihat praktik sastra bandingan baik di negara Timur maupun di negara Barat. yaitu keterkaitan unsur-unsur intrinsik (unsur dalaman) karya sastra. yaitu unsure yang berkaitan dengan kesejarahan penciptaan karya sastra. mood (suasana yang terkandung dalam karya sastra) dan lainlain.

acuan. yakni berupa pemutarbalikan hipogram . Dalam kaitan dengan proses kreatif pengarang. 1993:14). Menurut Rifaterre (dalam Hutomo. Studi intertekstualitas itu adalah menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik teks 3. kehadiran sebuah teks itu sebenarnya merupakan hasil yang diperoleh dari teks-teks lain 5. dll) yang terdapat di dalam suatu teks sastra pendahulu yang kemudian dijadikan model. yakni perluasan atau pengembangan hipogram 2. 1993: 14) hipogram dapat berupa: 1. Studi intertekstualitas itu mempelajari keseimbangan antara unsur intrinsik dan ekstrinsik teks yang disesuaikan dengan fungsi teks di masyarakat 4. peristiwa. 1993: 13-14). Pada hakikatnya sebuah teks itu mengandung berbagai teks 2. Hipogram Hipogram adalah unsur cerita (baik berupa ide. pengertian teks (sastra) janganlah ditafsirkan terbatas pada bahan sastra. Ekspansi. Konversi. kalimat. teori intertekstualitas mempunyai kaidah dan prinsip sebagai berikut: 1. Jika menggunakan teori interteks harus memahami makna hipogram. atau latar teks yang lahir kemudian (teks sastra yang dipengaruhinya) (Hutomo. tetapi harus mencakup seluruh unsur teks. ungkapan. Teori Intertekstualitas Menurut Julia Kristeva (dalam Hutomo. termasuk bahasa A. Dalam kaitan studi intertekstualitas.A.

yakni manipulasi kata dan kalimat atau manipulasi tokoh dan plot cerita 4. yakni intisari dari hipogram . Modifikasi.3. Ekserp .

yakni sastra bandingan yang menyangkut teks-teks lisan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Sastra bandingan lama. 3. Simpulan Dari uraian pendek ini dapat disimpulkan bahwa sastra bandingan sebagai ilmu mencakup : 1. . Sastra bandingan modern. teori dan metode yang dipergunakan dapat saling meminjam metode dan teknik penganalisisannya. Sastra bandingan lisan. dan dari satu tempat ke tempat lain. yakni sastra bandingan yang menyangkut studi naskah 2. yakni sastra bandingan yang menyangkut teks sastra modern Antara ketiga pembagian sastra tersebut.A. dari satu generasi kegenerasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful