Makalah : TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

A. Pengertian Belajar menurut Pandangan Teori Behavioristik Secara Umum Teori behavioristik adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan

(5) Stimulus Control in Operant Learning. alat peraga. apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak dapat diamati dan diukur. (6) The Elimination of Responses (Gage. apa saja yang diberikan guru (stimulus) dan apa saja yang dihasilkan siswa (respon). 1984). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika Ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. Walaupun Ia sudah belajar giat. (2) Primary and Secondary Reinforcement. Berliner.cara tertentu untuk membantu siswa belajar.semakin kuat. Yang dapat diamati hanyalah stimulus dan respon. namun jika anak tersebut belum dapat mempratekkan perhitungan perkalian. (4) Contingency Management. anak belum dapat menghitung perkalian. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh Teori Behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) . atau cara. (3) Schedules of Reinforcement.Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Teori ini mengutamakan pengukuran. Menurut Teori Behavioristik. Dalam contoh diatas stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa. Bila . Sebagai contoh. Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan (input) yang berupa stimulus dan keluaran (respon) yang berupa respon. semuanya harus dapat diamati dan diukur. misalnya daftar perkalian. Sifatnya mekanis Mementingkan masa lalu Menurut Teori Behavioristik. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat. Oleh sebab itu. Ciri-ciri Teori Behavioristik:      Mementingkan faktor lingkungan Menekankan pada faktor bagian Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif. balajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru tersebut. Dengan kata lain. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik. maka Ia belum dianggap belajar. belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai interaksi antara stimulus dan respon. sebab pengukuran merupakan suatu hal yang penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. meliputi: (1) Reinforcement and Punishment. pedoman kerja.

dan Human Nature and The Social Order (1940). Misalnya ketika Guru memberi tugas kepada siswa-siswanya. Mental and social Measurements (1904). Bentuk paling . Ateacher’s Word Book (1921). Watson. Maka penambahan tugas tersebut merupakan penguatan positif (positive reinforcement) dalam belajar. Pada dasarnya para penganut aliran behavioristik setuju dengan pengertian belajar diatas. namun ada beberapa perbedaan pendapat diantara mereka.Your City (1939). Bila tugas-tugasnya dikurangi ini justru meningkatkan aktivitas belajarnya. Jadi penguatan merupakan salah satu bentuk stimulus yang penting diberikan (ditambahkan) atau dihilangkan (dikurangi) untuk memungkinkan terjadinya respon. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap tetap dikuatkan. Edwin Guthrie. Robert Gagne dan Albert Bandura. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Setiap dari pelopor – pelopor ini memberikan kontribusi yang kuat bagi perkembangan teori ini dari awal perkembangannya hingga sekarang. Skinner. Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895. Pandangan Teori behavioristik menurut para Ahli Tokoh-tokoh aliran behavioristik diantaranya adalah Thorndike. berturutturut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik. Secara singkat. Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons. B. belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). sebagai berikut : 1. Buku-buku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903). Menurut Thorndike. ketika tugas itu ditambahkan maka Ia akan semakin giat belajar.penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon tersebut akan semakin kuat. Teori Belajar Menurut Thorndike Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Chark Hull. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Pavlov. maka pengurangan tugas merupakan pengutan negatif (negative reinforcement) dalam belajar. Animal Intelligence (1911).

dan setelah kurang lebih 10 sampai dengan 12 kali. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. kucing baru dapat dengan sengaja enyentuh kenop tersebut apabila di luar diletakkan makanan. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru. Dengan tidak tersengaja kucing telah menyentuh kenop. selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Hukum Kesiapan (law of readiness). yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) . maka terbukalah pintu sangkar tersebut. yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak . Dari percobaan ini Thorndike menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : a. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. Dalam melaksanakan coba-coba ini. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”. b. sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst Dalam percobaan tersebut apabila di luar sangkar diletakkan makanan. dan kucing segera lari ke tempat makan. demikian selanjutnya. maka kucing berusaha untuk mencapainya dengan cara meloncat-loncat kian kemari. Percobaan ini diulangi untuk beberapa kali.dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Hukum Latihan (law of exercise). Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. Percobaan Thorndike yang terkenal dengan binatang coba kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat.

Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response) Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. 1984). suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Hukum Sikap ( Set/ Attitude) Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. c. b. tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. materi pelajaran akan semakin dikuasai. Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. c. maupun psikomotornya. Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element) Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif). Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. Binatang melakukan respons-respons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto. sosial .dilanjutkan atau dihentikan. walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. Hukum Respon by Analogy Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami . Namun. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. ia mendapatkan muka manis gurunya. tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. Misalnya. Makin sering diulangi. Sebaliknya. Hukum akibat (law of effect). Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. bila anak mengerjakan PR. emosi . Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. jika sebaliknya. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. ia akan dihukum. d.

2) Hukum akibat direvisi. Dengan kata lain. tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. Menurutnya. namun Ia menganggap hal-hal tersebut sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan. Selain menambahkan hukum-hukum baru. 1. namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamati. karena kajiannya tentang belajar dengan ilmuilmu lain seperti biologi. yaitu sejauh dapat diamati dan diukur. 3) Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. Teori Belajar Menurut Watson Watson adalah seorang tokoh aliran behavioristik yang datang sesudah Thorndike. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. fisika yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata. walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar mengajar. sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Asumsinya bahwa. 4) Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur.dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : 1) Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. Ia tetap mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam benak siswa itu penting. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah. e. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. hanya dengan cara demikianlah maka dapat diramalkan perubahan-perubahan apa yang akan terjadi setelah seseorang melakukan belajar. Watson adalah seorang behavioris murni. .

Namun Ia mengemukakan bahwa stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan kebutuhan sebgaimana yang dijelaskan oleh Chark dan Hull. Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Gredler. walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya. maka hukuman tidak lagi dipentingkan dalam belajar. teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis sangat penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. Dalam kenyataannya. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus . maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Namun Skinner mengemukakan dan mempopulerkan akan pentingnya penguatan (reinforcement) dalam teori belajarnya. Oleh sebab itu. 2. seperti perubahan-perubahan mental yang terjadi ketika belajar. Yaitu gabungan stimulusstimulus yang disertai suatu gerakan. Namun Ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin. walaupun demikian mereka tetap mengakui hal itu adalah penting. 1991). oleh sebab itu dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap. pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell. teori-teori demikian tidak banyak digunakan dalam kehidupan praktis. agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap. Ia juga mengemukakan. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat mampu merubah kebiasaan dan perilaku seseorang. Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie Demikian juga dengan Edwin Guthrie. sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. seperti halnya teori evolusi.Para tokoh aliran behavioristik cenderung untuk tidak memperhatikan hal-hal yang tidak dapat diukur dan tidak dapat diamati. Teori Belajar Menurut Clark Hull Chark hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. Namun teori ini masih sering dipergunakan dalam berbagai eksperimen di laboratorium. Dijelaskannya bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara . 3. semua tingkah laku bermanfaat untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Bagi Hull. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam belajar. Ia juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. terutama setelah Skinner memperkenalkan teorinya.

Pada tahun 1884 ia menjadi direktur departemen fisiologi pada institute of Experimental Medicine dan memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu (Bakker. Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia yaitu desa tempat ayahnya Peter Dmitrievich Pavlov menjadi seorang pendeta. Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing. Ia dididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke Seminari Teologi. Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands(1902) dan Conditioned Reflexes(1927). 4. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran. Pavlov lulus sebagai sarjan kedokteran dengan bidang dasar fisiologi. 1991). dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936). melainkan tingkah lakunya. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap.dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Gredler. Dalam mengelola kelas. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme. . guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. peranan maupun bicara. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Ivan Pavlov meraih penghargaan nobel pada bidang Physiology or Medicine tahun 1904. 1985). Siswa atau peserta didik harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat.

suara lagu dari penjual es krim Walls yang berkeliling dari rumah ke rumah. Sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar. maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula. bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih. terjadi proses menandai sesuatu yaitu membedakan . Awalnya mungkin suara itu asing. Apakah situasi ini bisa diterapkan pada manusia? Ternyata dalam kehidupan sehar-hari ada situasi yang sama seperti pada anjing. sedang merah adalah rangsangan buatan. yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia. Tanpa disadari. dengan segala kelebihannya. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons. Pavlov berpendapat. baru makanan. tetapi setelah si penjual es krim sering lewat. Contoh lain adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu atau tombol antrian di bank. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginkan. secara hakiki manusia berbeda dengan binatang. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan. Makanan adalah rangsangan wajar. maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. bila tidak ada lagu tersebut betapa lelahnya si penjual berteriak-teriak menjajakan dagangannya. maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu. Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing. Namun demikian. Bayangkan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnya air liur pada anjing tersebut. maka nada lagu tersebut bisa menerbitkan air liur apalagi pada siang hari yang panas. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang. Sebagai contoh. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan. Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan dapat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan.Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu. Kini sebelum makanan diperlihatkan.

Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”. Dalam perkembangan psikologi belajar. alat pemberi makanan.F. Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. Pada tahun 1938. es. nasi goreng. Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Dalam beberapa hal. bel masuk kelas-istirahat atau usai sekolah dan antri di bank tanpa harus berdiri lama. penampung makanan. Teori Belajar Menurut Skinner Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant ( penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan.1970) B. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian. Manajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yanag tidak tepat. lampu yang dapat diatur nyalanya. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan.bunyi-bunyian dari pedagang makanan(rujak. dan lantai yang . ia mengemukakan teori operant conditioning. siomay) yang sering lewat di rumah. 5. yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol. Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Skinner membuat eksperimen sebagai berikut : Dalam laboratorium Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “skinner box”.

untuk menghindari adanya hukuman. Selama tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box. Robert Gagne ( 1916-2002).  Dalam proses pembelajaran. tidak sengaja ia menekan tombol. jika benar diberi penguat. proses ini disebut shapping. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi.dapat dialiri listrik. Bentuk bentuk penguatan positif berupa hadiah. tidak digunakan hukuman.  Tingkah laku yang diinginkan pendidik. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus. Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning. 6. perilaku. Karena dorongan lapar tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Beberapa prinsip Skinner antara lain :  Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. Ketrampilan paling .  Materi pelajaran. Untuk itu lingkungan perlu diubah. dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer. lebih dipentingkan aktifitas sendiri. diberi hadiah. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang. atau penghargaan.  Dalam proses pembelajaran.  Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika.  Dalam pembelajaran digunakan shapping. digunakan sistem modul. makanan keluar. Bentuk bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan. jika salah dibetulkan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media.

Ia seorang psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri. Respon atau perilaku tertentu dibentuk dengan menggunakan metode drill atau metode pembiasaan. Teori ini hingga sekarang masih merajai praktek pembelajaran di Indonesia. dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan masalah). Albert Bandura (1925-masih hidup).rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. kemampuan meniru. mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri. Aplikasi Teori Behavioristik dalam kegiatan Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah perkembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah Teori Behavioristik. diskriminasi. C. Hal ini tampak jelas pada penyelenggaraan pembelajaran dari tingkat dini. Sekolah Menengah. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. seperti kelompok bermain. 7. pembentukkan perilaku (shaping) dengan penataan kondisi secara ketat. Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah:     Perhatian. mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat. mencakup kemampuan fisik. keakuratan umpan balik. perilaku sebagai hasil yang tampak. mencakup kode pengkodean simbolik. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. Taman Kanak-Kanak. rangkaian SR. mendudukan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR. individu dan siswa pasif. Teori Behavioristik dengan hubungan stimulus dan responnya. Penyimpanan atau proses mengingat. asosiasi verbal. reinforcement dan hukuman. Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di Mondare alberta berkebangsaan Kanada. Istilah seperti hubungan stimulus dan respon. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Sekolah Dasar. sampai pada . Motivasi. Eksperimennya yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya. Reproduksi motorik. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan.

Langkah. bila siswa menjawab secara benar sesuai dengan keinginan guru. . langkah-langkah pembelajaran yang berpijak pada teori behavioristik yang dikemukakan oleh Sucaiti dan Prasetya Irawan (2001) dapat digunakan dalam merancang pembelajaran.langkah tersebut meliputi : a. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti. tujuan pembelajaran. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidnetifikasi pengetahuan awal (entry behavior) siswa. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. karakteristik siswa. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. Evaluasi menekankan pada proses pasif. sifat materi pembelajaran. hal ini menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya. sedangkan belajar sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. kuis atau tes. pembentukan perilaku dengan cara drill (pembiasaan) disertai reinforcement atau hukuman masih sering dilakukan. b. Artinya. Maksudnya. Evaluasi hasil belajar menuntun satu jawaban benar. keterampilan secara terpisah dan biasanya menggunakan paper and pencil test. Siswa diharapkan akan dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan siswa secara individual. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar atau siswa. tetap. apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh siswa. Pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. Evaluasi belajar dipandang sebagai bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. tidak berubah. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada keterampilan yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan.Perguruan Tinggi. Secara umum. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks atau buku wajib dengan penekanan pada keterampilan mengungkapkan kembali isi buku teks atau buku wajib. pasti.

dsb. Mementingkan bagian-bagian c. e. Memberikan penguatan atau reinforcement (mungkin penguatan positif atau penguatan negatif ) atau hukuman i. latihan atau tugas-tugas. k. Menentukan materi pelajaran Memecah materi pelajaran menjadi bagian kecil-kecil. Sebagai konsekuensi teori ini. . Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon e. Mementingkan pengaruh lingkungan b. Guru tidak banyak memberi ceramah. topik. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. sub pokok bahasan. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan g. j. Menyajikan materi pelajaran Memberikan stimulus. Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan. f. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu: a. f. tes atau kuis. meliputi pokok bahasan. Memberikan penguatan lanjutan atau hukuman l. Evaluasi hasil belajar. Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa h. g. Demikian seterusnya m. d.c. tetapi instruksi singkat yng diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. dapat berupa pertanyaan baik lisan maupun tertulis. Memberikan stimulus baru Mengamati dan mengkaji respon yang telah diberikan. sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. para guru yang menggunakan paradigma behaviorisme akan menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap. Mementingkan peranan reaksi d.

mengetik. daya tahan dan sebagainya. guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. Penerapan teori behaviroristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai central. dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. olahraga dan sebagainya. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa. Kritik terhadap behavioristik adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru. suka mengulangi dan harus dibiasakan. contohnya: percakapan bahasa asing. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah tebentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. spontanitas. menggunakan komputer. suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian. komunikasi berlangsung satu arah. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk perolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : Kecepatan. berenang. bersikap otoriter. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. kelenturan. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. Kritik ini sangat tidak berdasar karena penggunaan teori behavioristik mempunyai persyartan tertentu sesuai dengan ciri yang dimunculkannya. sehingga kejelian dan kepekaan guru pada situasi dan kondisi belajar sangat penting untuk menerapkan kondisi behavioristik. menari. Kesalahan harus segera diperbaiki. dan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diamati dan diukur. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. perlu motivasi dari luar. Tidak setiap mata pelajaran bisa memakai metode ini. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. reflek. .Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. bersifat mekanistik. Murid dipandang pasif .

mengetik. dan daya tahan. Cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa. . olahraga. 2. jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa. Kelebihan dan Kekurangan Teori Behavioristik Kelebihan 1. Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning).D. Penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa ( teori skinner ) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata – kata kasar . Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan. spontanitas. dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur. 3. suka mengulangi dan harus dibiasakan. suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian. Contoh : percakapan bahasa asing. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya Kekurangan 1. menari. Dapat dikendalikan melalui cara mengganti mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. 2. berenang. kelenturan. refleks. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. ejekan . bersifat meanistik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful