Makalah : TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

A. Pengertian Belajar menurut Pandangan Teori Behavioristik Secara Umum Teori behavioristik adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respons pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan. Hukuman kadang-kadang digunakan dalam menghilangkan atau mengurangi tindakan tidak benar, diikuti dengan menjelaskan tindakan yang diinginkan. Teori belajar behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus-responnya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan metode pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon. Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pebelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pebelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pebelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. Faktor lain yang dianggap penting oleh aliran behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement). Bila penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon akan

(4) Contingency Management. Ciri-ciri Teori Behavioristik:      Mementingkan faktor lingkungan Menekankan pada faktor bagian Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif. pedoman kerja. Berliner. namun jika anak tersebut belum dapat mempratekkan perhitungan perkalian. misalnya daftar perkalian. Faktor lain yang juga dianggap penting oleh Teori Behavioristik adalah faktor penguatan (reinforcement) . semuanya harus dapat diamati dan diukur. (5) Stimulus Control in Operant Learning. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika Ia dapat menunjukkan perubahan tingkah lakunya. atau cara. apa yang terjadi di antara stimulus dan respon dianggap tidak penting diperhatikan karena tidak dapat diamati dan diukur. Dalam contoh diatas stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada siswa. Menurut Teori Behavioristik. Beberapa prinsip dalam teori belajar behavioristik. apa saja yang diberikan guru (stimulus) dan apa saja yang dihasilkan siswa (respon). (2) Primary and Secondary Reinforcement. Sedangkan respon adalah reaksi atau tanggapan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru tersebut.cara tertentu untuk membantu siswa belajar. anak belum dapat menghitung perkalian. 1984). Sebagai contoh.Penguatan adalah apa saja yang dapat memperkuat timbulnya respon. Sifatnya mekanis Mementingkan masa lalu Menurut Teori Behavioristik.semakin kuat. (6) The Elimination of Responses (Gage. Yang dapat diamati hanyalah stimulus dan respon. (3) Schedules of Reinforcement. Bila . belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai interaksi antara stimulus dan respon. maka Ia belum dianggap belajar. alat peraga. Menurut teori ini yang terpenting adalah masukan (input) yang berupa stimulus dan keluaran (respon) yang berupa respon. Dengan kata lain. sebab pengukuran merupakan suatu hal yang penting untuk melihat terjadi tidaknya perubahan tingkah laku tersebut. meliputi: (1) Reinforcement and Punishment. Begitu pula bila respon dikurangi/dihilangkan (negative reinforcement) maka respon juga semakin kuat. Walaupun Ia sudah belajar giat. Teori ini mengutamakan pengukuran. balajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Oleh sebab itu.

sebagai berikut : 1. Maka penambahan tugas tersebut merupakan penguatan positif (positive reinforcement) dalam belajar. Chark Hull. Bila tugas-tugasnya dikurangi ini justru meningkatkan aktivitas belajarnya. Setiap dari pelopor – pelopor ini memberikan kontribusi yang kuat bagi perkembangan teori ini dari awal perkembangannya hingga sekarang. S2 dari Harvard tahun 1896 dan meraih gelar doktor di Columbia tahun 1898. Mental and social Measurements (1904). maka pengurangan tugas merupakan pengutan negatif (negative reinforcement) dalam belajar. belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut stimulus (S) dengan respon (R ). namun ada beberapa perbedaan pendapat diantara mereka. Menurut Thorndike. Teori Belajar Menurut Thorndike Thorndike berprofesi sebagai seorang pendidik dan psikolog yang berkebangsaan Amerika. Pavlov. Misalnya ketika Guru memberi tugas kepada siswa-siswanya. berturutturut akan dibahas karya-karya para tokoh aliran behavioristik. Bentuk paling . Pada dasarnya para penganut aliran behavioristik setuju dengan pengertian belajar diatas. Lulus S1 dari Universitas Wesleyen tahun 1895.Your City (1939). Dari eksperimen kucing lapar yang dimasukkan dalam sangkar (puzzle box) diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons. Ateacher’s Word Book (1921). Skinner. Buku-buku yang ditulisnya antara lain Educational Psychology (1903). Secara singkat. Edwin Guthrie. Begitu juga bila penguatan dikurangi (negative reinforcement) respon pun akan tetap tetap dikuatkan.penguatan ditambahkan (positive reinforcement) maka respon tersebut akan semakin kuat. B. Pandangan Teori behavioristik menurut para Ahli Tokoh-tokoh aliran behavioristik diantaranya adalah Thorndike. Watson. Jadi penguatan merupakan salah satu bentuk stimulus yang penting diberikan (ditambahkan) atau dihilangkan (dikurangi) untuk memungkinkan terjadinya respon. dan Human Nature and The Social Order (1940). ketika tugas itu ditambahkan maka Ia akan semakin giat belajar. Animal Intelligence (1911). perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha –usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Stimulus adalah suatu perubahan dari lingkungan eksternal yang menjadi tanda untuk mengaktifkan organisme untuk beraksi atau berbuat sedangkan respon dari adalah sembarang tingkah laku yang dimunculkan karena adanya perangsang. Robert Gagne dan Albert Bandura.

maka terbukalah pintu sangkar tersebut. Dari percobaan ini Thorndike menemukan hukum-hukum belajar sebagai berikut : a. maka kucing berusaha untuk mencapainya dengan cara meloncat-loncat kian kemari. dan setelah kurang lebih 10 sampai dengan 12 kali. Oleh karena itu teori belajar yang dikemukakan oleh Thorndike ini sering disebut dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Hukum Kesiapan (law of readiness). kucing baru dapat dengan sengaja enyentuh kenop tersebut apabila di luar diletakkan makanan. dan kucing segera lari ke tempat makan. Prinsip law of exercise adalah koneksi antara kondisi (yang merupakan perangsang) dengan tindakan akan menjadi lebih kuat karena latihan-latihan. Dengan tidak tersengaja kucing telah menyentuh kenop.dasar dari belajar adalah “trial and error learning atau selecting and connecting learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. maka asosiasi tersebut akan semakin kuat. Adanya pandangan-pandangan Thorndike yang memberi sumbangan yang cukup besar di dunia pendidikan tersebut maka ia dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelopor dalam psikologi pendidikan. Percobaan ini diulangi untuk beberapa kali. selanjutnya stimulus baru ini akan menimbulkan response lagi. kucing tersebut cenderung untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang tidak mempunyai hasil. yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”. Hukum Latihan (law of exercise). Dalam melaksanakan coba-coba ini. Percobaan Thorndike yang terkenal dengan binatang coba kucing yang telah dilaparkan dan diletakkan di dalam sangkar yang tertutup dan pintunya dapat dibuka secara otomatis apabila kenop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. yaitu semakin siap suatu organisme memperoleh suatu perubahan tingkah laku. yaitu semakin sering tingkah laku diulang/ dilatih (digunakan) . b. maka pelaksanaan tingkah laku tersebut akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Setiap response menimbulkan stimulus yang baru. tetapi akan melemah bila koneksi antara keduanya tidak . demikian selanjutnya. sehingga dapat digambarkan sebagai berikut: S R S1 R1 dst Dalam percobaan tersebut apabila di luar sangkar diletakkan makanan.

Hukum Aktifitas Berat Sebelah ( Prepotency of Element) Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam proses belajar memberikan respon pada stimulus tertentu saja sesuai dengan persepsinya terhadap keseluruhan situasi ( respon selektif). 1984). ia akan dihukum. ia mendapatkan muka manis gurunya. Namun. Hukum Reaksi Bervariasi (multiple response) Hukum ini mengatakan bahwa pada individu diawali oleh prooses trial dan error yang menunjukkan adanya bermacam-macam respon sebelum memperoleh respon yang tepat dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Hukum Sikap ( Set/ Attitude) Hukum ini menjelaskan bahwa perilakku belajar seseorang tidak hanya ditentukan oleh hubungan stimulus dengan respon saja. b. c. walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa dipeantarai pengartian. jika sebaliknya. tetapi juga ditentukan keadaan yang ada dalam diri individu baik kognitif. materi pelajaran akan semakin dikuasai. bila anak mengerjakan PR. Hukum ini menunjuk pada makin kuat atau makin lemahnya koneksi sebagai hasil perbuatan. Hukum Respon by Analogy Hukum ini mengatakan bahwa individu dalam melakukan respon pada situasi yang belum pernah dialami karena individu sesungguhnya dapat menghubungkan situasi yang belum pernah dialami . Hukum akibat (law of effect). Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. Binatang melakukan respons-respons langsung dari apa yang diamati dan terjadi secara mekanis(Suryobroto. Sebaliknya. Thorndike berkeyakinan bahwa prinsip proses belajar binatang pada dasarnya sama dengan yang berlaku pada manusia. Selanjutnya Thorndike menambahkan hukum tambahan sebagai berikut: a. suatu perbuatan yang diikuti akibat tidak menyenangkan cenderung dihentikan dan tidak akan diulangi. d.dilanjutkan atau dihentikan. emosi . tergantung pada “buah” hasil perbuatan yang pernah dilakukan. sosial . maupun psikomotornya. c. Makin sering diulangi. Suatu perbuatan yang disertai akibat menyenangkan cenderung dipertahankan dan lain kali akan diulangi. yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Prinsip menunjukkan bahwa prinsip utama dalam belajar adalah ulangan. Koneksi antara kesan panca indera dengan kecenderungan bertindak dapat menguat atau melemah. Misalnya.

fisika yang sangat berorientasi pada pengalaman empirik semata. Ia tetap mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam benak siswa itu penting. Selain menambahkan hukum-hukum baru. 2) Hukum akibat direvisi. Menurutnya. Watson adalah seorang behavioris murni. Dikatakan oleh Thorndike bahwa yang berakibat positif untuk perubahan tingkah laku adalah hadiah. belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Makin banyak unsur yang sama maka transfer akan makin mudah. Teori Belajar Menurut Watson Watson adalah seorang tokoh aliran behavioristik yang datang sesudah Thorndike.dengan situasi lama yang pernah dialami sehingga terjadi transfer atau perpindahan unsur-unsur yang telah dikenal ke situasi baru. tetapi adanya saling sesuai antara stimulus dan respon. dalam perjalanan penyamapaian teorinya thorndike mengemukakan revisi Hukum Belajar antara lain : 1) Hukum latihan ditinggalkan karena ditemukan pengulangan saja tidak cukup untuk memperkuat hubungan stimulus respon. Hukum perpindahan Asosiasi ( Associative Shifting) Hukum ini mengatakan bahwa proses peralihan dari situasi yang dikenal ke situasi yang belum dikenal dilakukan secara bertahap dengan cara menambahkan sedikit demi sedikit unsur baru dan membuang sedikit demi sedikit unsur lama. . 4) Akibat suatu perbuatan dapat menular baik pada bidang lain maupun pada individu lain. namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamati. namun Ia menganggap hal-hal tersebut sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan. yaitu sejauh dapat diamati dan diukur. karena kajiannya tentang belajar dengan ilmuilmu lain seperti biologi. walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar mengajar. 1. sebaliknya tanpa pengulanganpun hubungan stimulus respon belum tentu diperlemah. namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. e. Dengan kata lain. Asumsinya bahwa. 3) Syarat utama terjadinya hubungan stimulus respon bukan kedekatan. hanya dengan cara demikianlah maka dapat diramalkan perubahan-perubahan apa yang akan terjadi setelah seseorang melakukan belajar. sedangkan hukuman tidak berakibat apa-apa.

3. seperti halnya teori evolusi. Namun teori ini masih sering dipergunakan dalam berbagai eksperimen di laboratorium. sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis. walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya. oleh sebab itu dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam belajar. semua tingkah laku bermanfaat untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Yaitu gabungan stimulusstimulus yang disertai suatu gerakan. maka hukuman tidak lagi dipentingkan dalam belajar. Namun Skinner mengemukakan dan mempopulerkan akan pentingnya penguatan (reinforcement) dalam teori belajarnya. teori-teori demikian tidak banyak digunakan dalam kehidupan praktis.Para tokoh aliran behavioristik cenderung untuk tidak memperhatikan hal-hal yang tidak dapat diukur dan tidak dapat diamati. seperti perubahan-perubahan mental yang terjadi ketika belajar. 2. maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebut. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat mampu merubah kebiasaan dan perilaku seseorang. Dalam kenyataannya. pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell. Ia juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus . Teori Belajar Menurut Edwin Guthrie Demikian juga dengan Edwin Guthrie. Namun Ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin. Teori Belajar Menurut Clark Hull Chark hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. terutama setelah Skinner memperkenalkan teorinya. Namun Ia mengemukakan bahwa stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan kebutuhan sebgaimana yang dijelaskan oleh Chark dan Hull. Gredler. Bagi Hull. Oleh sebab itu. Ia juga mengemukakan. Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis sangat penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia. walaupun demikian mereka tetap mengakui hal itu adalah penting. 1991). Dijelaskannya bahwa hubungan antara stimulus dan respon cenderung hanya bersifat sementara . agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap.

. Karya tulisnya adalah Work of Digestive Glands(1902) dan Conditioned Reflexes(1927). Classic conditioning ( pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing. 1991). Pikiran mengenai tugas atau rencana baru akan mendapatkan arti yang benar jika ia berbuat sesuatu (Bakker. Gredler. Pavlov lulus sebagai sarjan kedokteran dengan bidang dasar fisiologi. melainkan tingkah lakunya. Guthrie juga percaya bahwa hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. Saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pada tahun 1884 ia menjadi direktur departemen fisiologi pada institute of Experimental Medicine dan memulai penelitian mengenai fisiologi pencernaan. guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara. 1985). Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme. Ia dididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke Seminari Teologi. peranan maupun bicara. Ivan Pavlov meraih penghargaan nobel pada bidang Physiology or Medicine tahun 1904. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936). dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya. Siswa atau peserta didik harus dibimbing melakukan apa yang harus dipelajari. dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. 4. Hal ini sesuai dengan pendapat Bakker bahwa yang paling sentral dalam hidup manusia bukan hanya pikiran. oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap. Dalam mengelola kelas. Penguatan sekedar hanya melindungi hasil belajar yang baru agar tidak hilang dengan jalan mencegah perolehan respon yang baru.dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia yaitu desa tempat ayahnya Peter Dmitrievich Pavlov menjadi seorang pendeta.

suara lagu dari penjual es krim Walls yang berkeliling dari rumah ke rumah. baru makanan. maka akan keluarlah air liur anjing tersebut. Kini sebelum makanan diperlihatkan. Bectrev murid Pavlov menggunakan prinsip-prinsip tersebut dilakukan pada manusia. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Kemudian Pavlov mengadakan eksperimen dengan menggunakan binatang (anjing) karena ia menganggap binatang memiliki kesamaan dengan manusia. tetapi setelah si penjual es krim sering lewat. Apakah situasi ini bisa diterapkan pada manusia? Ternyata dalam kehidupan sehar-hari ada situasi yang sama seperti pada anjing. Tanpa disadari. rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnya air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons. Dari eksperimen Pavlov setelah pengkondisian atau pembiasaan dapat diketahui bahwa daging yang menjadi stimulus alami dapat digantikan oleh bunyi lonceng sebagai stimulus yang dikondisikan. yang ternyata diketemukan banyak reflek bersyarat yang timbul tidak disadari manusia. maka yang diperlihatkan adalah sinar merah terlebih dahulu. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang. dengan segala kelebihannya. Namun demikian. perilaku manusia dapat berubah sesuai dengan apa yang diinginkan. Bayangkan. sedang merah adalah rangsangan buatan. Sehingga kelihatan kelenjar air liurnya dari luar.Bertitik tolak dari asumsinya bahwa dengan menggunakan rangsangan-rangsangan tertentu. Apabila diperlihatkan sesuatu makanan. terjadi proses menandai sesuatu yaitu membedakan . Pavlov berpendapat. maka pada suatu ketika dengan hanya memperlihatkan sinar merah saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula. bila tidak ada lagu tersebut betapa lelahnya si penjual berteriak-teriak menjajakan dagangannya. Ketika lonceng dibunyikan ternyata air liur anjing keluar sebagai respon yang dikondisikan. Makanan adalah rangsangan wajar. Awalnya mungkin suara itu asing. bahwa kelenjar-kelenjar yang lain pun dapat dilatih. Contoh lain adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu atau tombol antrian di bank. secara hakiki manusia berbeda dengan binatang. Ia mengadakan percobaan dengan cara mengadakan operasi leher pada seekor anjing. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang. maka nada lagu tersebut bisa menerbitkan air liur apalagi pada siang hari yang panas. Sebagai contoh.

1970) B. es. Dalam perkembangan psikologi belajar. lampu yang dapat diatur nyalanya. Hasil konferensi dimuat dalam jurnal berjudul Journal of the Experimental Behaviors yang disponsori oleh Asosiasi Psikologi di Amerika (Sahakian. Skinner mengadakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. nasi goreng.F. alat pemberi makanan. Gaya mengajar guru dilakukan dengan beberapa pengantar dari guru secara searah dan dikontrol guru melalui pengulangan dan latihan. pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik. penampung makanan. 5. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Dalam beberapa hal. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. dan lantai yang . Pada tahun 1938. Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. ia mengemukakan teori operant conditioning.bunyi-bunyian dari pedagang makanan(rujak. Manajemen Kelas menurut Skinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi perilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada perilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada perilaku yanag tidak tepat. yang sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol. bel masuk kelas-istirahat atau usai sekolah dan antri di bank tanpa harus berdiri lama. Teori Belajar Menurut Skinner Seperti halnya kelompok penganut psikologi modern. siomay) yang sering lewat di rumah. Operant Conditioning adalah suatu proses perilaku operant ( penguatan positif atau negatif) yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Buku itu menjadi inspirasi diadakannya konferensi tahunan yang dimulai tahun 1946 dalam masalah “The Experimental an Analysis of Behavior”. Skinner menerbitkan bukunya yang berjudul The Behavior of Organism. Skinner membuat eksperimen sebagai berikut : Dalam laboratorium Skinner memasukkan tikus yang telah dilaparkan dalam kotak yang disebut “skinner box”.

tidak sengaja ia menekan tombol. Bentuk bentuk penguatan negatif antara lain menunda atau tidak memberi penghargaan. Beberapa prinsip Skinner antara lain :  Hasil belajar harus segera diberitahukan kepada siswa. jika salah dibetulkan. atau penghargaan. proses ini disebut shapping. Gagne adalah seorang psikolog pendidikan berkebangsaan amerika yang terkenal dengan penemuannya berupa condition of learning.  Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. untuk menghindari adanya hukuman. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif.  Dalam proses pembelajaran. Selama tikus bergerak kesana kemari untuk keluar dari box. Robert Gagne ( 1916-2002). digunakan sistem modul. Gagne pelopor dalam instruksi pembelajaran yang dipraktekkannya dalam training pilot AU Amerika.  Tingkah laku yang diinginkan pendidik. makanan keluar. Gagne disebut sebagai Modern Neobehaviouris mendorong guru untuk merencanakan instruksional pembelajaran agar suasana dan gaya belajar dapat dimodifikasi. perilaku.  Materi pelajaran. Secara terjadwal diberikan makanan secara bertahap sesuai peningkatan perilaku yang ditunjukkan si tikus. jika benar diberi penguat. 6. diberi hadiah.  Dalam pembelajaran digunakan shapping. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Teori Gagne banyak dipakai untuk mendisain software instruksional. Ketrampilan paling . Ia kemudian mengembangkan konsep terpakai dari teori instruksionalnya untuk mendisain pelatihan berbasis komputer dan belajar berbasis multi media. memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang. Untuk itu lingkungan perlu diubah.  Dalam proses pembelajaran. Karena dorongan lapar tikus berusaha keluar untuk mencari makanan. Bentuk bentuk penguatan positif berupa hadiah.dapat dialiri listrik. dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variabel Rasio rein forcer. lebih dipentingkan aktifitas sendiri. Berdasarkan berbagai percobaannya pada tikus dan burung merpati Skinner mengatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. tidak digunakan hukuman.

Penyimpanan atau proses mengingat. 7. Istilah seperti hubungan stimulus dan respon. mencakup peristiwa peniruan dan karakteristik pengamat. rangkaian SR. Motivasi. dan belajar konsep) sampai pada tipe belajar yang lebih tinggi (belajar aturan dan pemecahan masalah). mencakup dorongan dari luar dan penghargaan terhadap diri sendiri. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement dan akan menghilang bila dikenai hukuman. Belajar dimulai dari hal yang paling sederhana dilanjutnkan pada yang lebih kompleks ( belajar SR. diskriminasi. Sekolah Menengah. Taman Kanak-Kanak. asosiasi verbal. mendudukan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Hal ini tampak jelas pada penyelenggaraan pembelajaran dari tingkat dini. Reproduksi motorik. keakuratan umpan balik. Prakteknya gaya belajar tersebut tetap mengacu pada asosiasi stimulus respon. Teori ini hingga sekarang masih merajai praktek pembelajaran di Indonesia. individu dan siswa pasif. Ia seorang psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial serta efikasi diri. Respon atau perilaku tertentu dibentuk dengan menggunakan metode drill atau metode pembiasaan. mencakup kemampuan fisik. Aplikasi Teori Behavioristik dalam kegiatan Pembelajaran Aliran psikologi belajar yang sangat besar mempengaruhi arah perkembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini adalah Teori Behavioristik. seperti kelompok bermain. C. kemampuan meniru. pembentukkan perilaku (shaping) dengan penataan kondisi secara ketat. Guru harus mengetahui kemampuan dasar yang harus disiapkan. Albert Bandura (1925-masih hidup). Eksperimennya yang sangat terkenal adalah eksperimen Bobo Doll yang menunjukkan anak meniru secara persis perilaku agresif dari orang dewasa disekitarnya. reinforcement dan hukuman. Sekolah Dasar. sampai pada .rendah menjadi dasar bagi pembentukan kemampuan yang lebih tinggi dalam hierarki ketrampilan intelektual. Faktor-faktor yang berproses dalam belajar observasi adalah:     Perhatian. Teori Behavioristik dengan hubungan stimulus dan responnya. perilaku sebagai hasil yang tampak. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di Mondare alberta berkebangsaan Kanada. mencakup kode pengkodean simbolik.

Maksudnya. . Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan. tetap. apa yang dipahami oleh pengajar atau guru itulah yang harus dipahami oleh siswa. pembentukan perilaku dengan cara drill (pembiasaan) disertai reinforcement atau hukuman masih sering dilakukan. sehingga belajar adalah perolehan pengetahuan. bila siswa menjawab secara benar sesuai dengan keinginan guru. kuis atau tes. Evaluasi menekankan pada proses pasif. keterampilan secara terpisah dan biasanya menggunakan paper and pencil test. sedangkan mengajar adalah memindahkan pengetahuan kepada orang yang belajar atau siswa.Perguruan Tinggi. karakteristik siswa. dan biasanya dilakukan setelah selesai kegiatan pembelajaran. hal ini menunjukkan bahwa siswa telah menyelesaikan tugas belajarnya.langkah tersebut meliputi : a. langkah-langkah pembelajaran yang berpijak pada teori behavioristik yang dikemukakan oleh Sucaiti dan Prasetya Irawan (2001) dapat digunakan dalam merancang pembelajaran. tujuan pembelajaran. Langkah. b. Secara umum. sehingga aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada buku teks atau buku wajib dengan penekanan pada keterampilan mengungkapkan kembali isi buku teks atau buku wajib. sifat materi pembelajaran. Pembelajaran dan evaluasi menekankan pada hasil belajar. Evaluasi belajar dipandang sebagai bagian yang terpisah dari kegiatan pembelajaran. tidak berubah. Siswa diharapkan akan dapat memiliki pemahaman yang sama terhadap pengetahuan yang diajarkan. Teori ini menekankan evaluasi pada kemampuan siswa secara individual. Pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan berpijak pada teori behavioristik memandang bahwa pengetahuan adalah obyektif. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. Pengetahuan telah terstruktur dengan rapi. Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti. Artinya. Pembelajaran mengikuti urutan kurikulum secara ketat. pasti. Menentukan tujuan-tujuan pembelajaran Menganalisis lingkungan kelas yang ada saat ini termasuk mengidnetifikasi pengetahuan awal (entry behavior) siswa. Penyajian isi atau materi pelajaran menekankan pada keterampilan yang terisolasi atau akumulasi fakta mengikuti urutan dari bagian ke keseluruhan. sedangkan belajar sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut siswa untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan. Evaluasi hasil belajar menuntun satu jawaban benar.

Hasil belajar yang dicapai adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Bahan pelajaran disusun secara hierarki dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. sehingga tujuan pembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. Memberikan penguatan atau reinforcement (mungkin penguatan positif atau penguatan negatif ) atau hukuman i. f. Memberikan penguatan lanjutan atau hukuman l. e. para guru yang menggunakan paradigma behaviorisme akan menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap. tes atau kuis. f. Guru tidak banyak memberi ceramah. g. Mementingkan peranan kemampuan yang sudah terbentuk sebelumnya Mementingkan pembentukan kebiasaan melalui latihan dan pengulangan g. Evaluasi hasil belajar. sub pokok bahasan. k. dapat berupa pertanyaan baik lisan maupun tertulis. meliputi pokok bahasan. . Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menerapkan teori behavioristik adalah ciri-ciri kuat yang mendasarinya yaitu: a. topik. d. Sebagai konsekuensi teori ini. Menentukan materi pelajaran Memecah materi pelajaran menjadi bagian kecil-kecil. Mengutamakan mekanisme terbentuknya hasil belajar melalui prosedur stimulus respon e. Mementingkan pengaruh lingkungan b. Mementingkan peranan reaksi d. latihan atau tugas-tugas. j. Memberikan stimulus baru Mengamati dan mengkaji respon yang telah diberikan. Menyajikan materi pelajaran Memberikan stimulus. Mementingkan bagian-bagian c. tetapi instruksi singkat yng diikuti contoh-contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Mengamati dan mengkaji respons yang diberikan siswa h. dsb.c. Demikian seterusnya m.

Kritik ini sangat tidak berdasar karena penggunaan teori behavioristik mempunyai persyartan tertentu sesuai dengan ciri yang dimunculkannya. mengetik. spontanitas.Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. Metode behavioristik ini sangat cocok untuk perolehan kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti : Kecepatan. Murid dipandang pasif . bersifat mekanistik. suka mengulangi dan harus dibiasakan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Penerapan teori behaviroristik yang salah dalam suatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yang sangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai central. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. . contohnya: percakapan bahasa asing. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah tebentuknya suatu perilaku yang diinginkan. menggunakan komputer. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. perlu motivasi dari luar. daya tahan dan sebagainya. Kesalahan harus segera diperbaiki. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Penggunaan hukuman yang sangat dihindari oleh para tokoh behavioristik justru dianggap metode yang paling efektif untuk menertibkan siswa. berenang. sehingga kejelian dan kepekaan guru pada situasi dan kondisi belajar sangat penting untuk menerapkan kondisi behavioristik. kelenturan. olahraga dan sebagainya. Kritik terhadap behavioristik adalah pembelajaran siswa yang berpusat pada guru. guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari murid. komunikasi berlangsung satu arah. menari. bersikap otoriter. Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa. dan hanya berorientasi pada hasil yang dapat diamati dan diukur. Tidak setiap mata pelajaran bisa memakai metode ini. dan sangat dipengaruhi oleh penguatan yang diberikan guru. suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi permen atau pujian. reflek. Pembelajaran berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati.

D. Contoh : percakapan bahasa asing. dan daya tahan. dan hanya berorientasi pada hasil yang diamati dan diukur. berenang. Sangat cocok untuk memperoleh kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan yang mengandung unsur-unsur seperti kecepatan. refleks. Cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominasi peran orang dewasa. mengetik. 2. sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya Kekurangan 1. bersifat meanistik. ejekan . Penggunaan hukuman sebagai salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa ( teori skinner ) baik hukuman verbal maupun fisik seperti kata – kata kasar . 3. Murid hanya mendengarkan dengan tertib penjelasan guru dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara belajar yang efektif. olahraga. suka mengulangi dan harus dibiasakan. jeweran yang justru berakibat buruk pada siswa. 2. . Pembelajaran siswa yang berpusat pada guru (teacher centered learning). Dapat dikendalikan melalui cara mengganti mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian. Kelebihan dan Kekurangan Teori Behavioristik Kelebihan 1. kelenturan. menari. spontanitas.