PENGAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA

Makalah disampaikan pada Pelatihan Tenaga Teknisi/Laboran LPTK diselenggarakan atas kerjasama antara Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 22 Agustus s.d. 30 September 2005

Oleh : Drs. Putut Hargiyarto

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2005

1

PENGAMANAN DAN KESELAMATAN KERJA A. Pendahuluan Selalu ada resiko kegagalan (risk of failures) pada setiap proses/aktifitas pekerjaan. Dan saat kecelakaan kerja (work accident) terjadi, seberapapun kecilnya, akan mengakibatkan efek kerugian (loss). Karena itu sebisa mungkin dan sedini mungkin, kecelakaan/ potensi kecelakaan kerja harus dicegah/ dihilangkan, atau setidak-tidaknya dikurangi dampaknya. Penanganan masalah keselamatan kerja di dalam sebuah perusahaan harus dilakukan secara serius oleh seluruh komponen pelaku usaha, tidak bisa secara parsial dan diperlakukan sebagai bahasan-bahasan marginal dalam perusahaan. Secara umum penyebab kecelakaan di tempat kerja adalah sebagai berikut: 1. Kelelahan (fatigue) 2. Kondisi tempat kerja (enviromental aspects) dan pekerjaan yang tidak aman (unsafe working condition) 3. Kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaan, ditengarai penyebab awalnya (pre-cause) adalah kurangnya training 4. Karakteristik pekerjaan itu sendiri. Hubungan antara karakter pekerjaan dan kecelakaan kerja menjadi fokus bahasan yang cukup menarik dan membutuhkan perhatian tersendiri. Kecepatan kerja (paced work), pekerjaan yang dilakukan secara berulang (short-cycle repetitive work), pekerjaan-pekerjaan yang harus diawali dengan "pemanasan prosedural", beban kerja (workload), dan lamanya sebuah pekerjaan dilakukan (workhours) adalah beberapa karakteristik pekerjaan yang dimaksud. Penyebab-penyebab di atas bisa terjadi secara tunggal, simultan, maupun dalam sebuah rangkain sebab-akibat (cause consequences chain). B. Manajemen Bahaya Aktifitas, situasi, kondisi, kejadian, gejala, proses, material, dan segala sesuatu yang ada di tempat kerja/ berhubungan dengan pekerjaan yang menjadi/ berpotensi menjadi sumber kecelakaan/ cedera/ penyakit/ dan kematian disebut dengan Bahaya/ Resiko. Secara garis besar, bahaya/ resiko dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu:

2 1. Bahaya/ resiko lingkungan Termasuk di dalamnya adalah bahaya-bahaya biologi, kimia, ruang kerja, suhu, kualitas udara, kebisingan, panas/ termal, cahaya dan pencahayaan. dll. 2. Bahaya/ resiko pekerjaan/ tugas Misalnya: pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan secara manual, peralatan dan perlengkapan dalam pekerjaan, getaran, faktor ergonomi, bahan/ material kerja (PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)) .dll. 3. Bahaya/ resiko manusia Kejahatan di tempat kerja, termasuk kekerasan, sifat pekerjaan itu sendiri yang berbahaya, umur pekerja, Personal Protective Equipment, kelelahan dan stress dalam pekerjaan, pelatihan, dsb Berdasarkan "derajad keparahannya", bahaya-bahaya di atas dibagi ke dalam empat kelas, yaitu: 1. Extreme risk 2. High risk 3. Moderate risk 4. Low risk Dalam manajemen bahaya (hazard management) dikenal lima prinsip pengendalian bahaya yang bisa digunakan secara bertingkat/ bersama-sama untuk mengurangi/ menghilangkan tingkat bahaya, yaitu: 1. Penggantian/ substitution (contoh), juga dikenal sebagai engineering control. 2. Pemisahan/ separation a. Pemisahan fisik/ physical separation (contoh) b. Pemisahan waktu/ time separation (contoh) c. Pemisahan jarak/ distance separation 3. Ventilasi/ ventilation 4. Pengendalian administratif/ administrative controls (contoh) 5. Perlengkapan perlindungan personnel/ Personnel Protective Equipment/ PPE (contoh)

seperti gangguan cara berkomunikasi. Pesawat terbang jet (140 dB) . Pada saat prosedur operasional sedang dibuat 3. Dampak non-auditorial (Non-auditory effects) Dampak ini bersifat psikologis. Musik rock (metal) (115 dB) 6. kebingungan. Bor listrik (88-98 dB) 3. Gergaji mesin (110-115 dB) 5. Dan jika resiko ini terjadi (biasanya secara medis sudah tidak dapat diatasi/ "diobati"). Suara anak ayam (di peternakan) (105 dB) 4. Secara umum dampak kebisingan bisa dikelompokkan dalam dua kelompok besar. Berikut ini adalah beberapa tingkat kebisingan beberapa sumber suara yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk menilai tingkat keamanan kerja: 1. stress. Dampak auditorial (Auditory effects).3 Ada tiga tahap penting (critical stages) di mana kelima prinsip tersebut sebaiknya diimplementasikan. Resiko terbesar adalah hilangnya pendengaran (hearing loss) secara permanen. dan berkurangnya kepekaan terhadap masalah keamanan kerja. Percakapan biasa (45-60 dB) 2. Pada saat pekerjaan dan fasilitas kerja sedang dirancang 2. 2. dan Dampak ini berhubungan langsung dengan fungsi (perangkat keras) pendengaran. yaitu: 1. yaitu: 1. Contoh Pengendalian Bahaya Kebisingan (Noise) Kebisingan sampai pada tingkat tertentu bisa menimbulkan gangguan pada fungsi pendengaran manusia. sudah barang tentu akan mengurangi efisiensi pekerjaan si penderita secara signifikan. Sirene ambulans (120 dB) 7. suara dering/ berfrekuensi tinggi dalam telinga. seperti hilangnya/ berkurangnya fungsi pendengaran. Pada saat perlengkapan/ peralatan kerja dibeli C. Teriakan awal seseorang yang menjerit kesakitan (140 dB) 8.

Pekerjaan pemipaan (plumbing) 3. di mana kebisingan bisa menjadi sumber bahaya yang potensial bagi pekerja antara lain: 1. Pertambangan batu bara dan berbagai jenis pertambangan logam Catatan: Lingkungan dengan tingkat kebisingan lebih besar dari 104 dB atau kondisi kerja yang mengakibatkan seorang karyawan harus menghadapi tingkat kebisingan lebih besar dari 85 dB selama lebih dari 8 jam memiliki tergolong sebagai high level of noise related risks Formula NIOSH (National Institute of Occupational Safety & Health) untuk menghitung waktu maksimum yang diperkenankan bagi seorang pekerja untuk berada dalam tempat kerja dengan tingkat kebisingan tidak aman adalah sebagai berikut: T= 480 2 (L −85)/3 = waktu maksimum di mana pekerja boleh berhadapan dengan tingkat kebisingan (dalam menit) di mana: T L 3 = = tingkat kebisingan (dB) yang dianggap berbahaya exchange rate Bandingkan formula yang telah ditetapkan oleh NIOSH tersebut dengan formula yang masih digunakan oleh OSHA.4 Sedangkan industri. Industri perkayuan (wood working & wood processing) 2. yakni: T= 8 2(L −90)/5 waktu maksimum di mana pekerja boleh berhadapan dengan tingkat kebisingan (dalam jam) di mana: T = L 5 = = tingkat kebisingan (dB) yang dianggap berbahaya exchange rate Seringkali seseorang mengira dirinya telah berhasil “beradaptasi” dengan lingkungan yang bising manakala tidak merasa terganggu lagi dengan “tingkat .

  Modifikasi “tempat” mesin.5 kebisingan” yang pada awalnya sangat mengganggu dirinya. Terdengarnya suara-suara dering/ berfrekuensi tinggi di telinga Volume suara yang makin keras pada saat harus berbicara dengan orang lain “Mengeraskan” sumber suara hingga tingkatan tertentu yang dianggap oleh seseorang sebagai kebisingan Implementasi prinsip-prinsip pengendalian bahaya untuk resiko yang disebabkan oleh kebisingan 1. Penggantian (substitution)   Mengganti mesin-mesin lama dengan mesin baru dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah Mengganti “jenis proses” mesin (dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah) dengan fungsi proses yang sama. contohnya pengelasan digunakan sbg penggantian proses riveting. Catatan: o Pertimbangan-pertimbangan teknis... seperti “welder qualification”. Indikator adanya (potensi) gangguan kebisingan beresiko tinggi diantaranya: 1. Jika hal yang sama terjadi pada anda. panas (high temperature). dan radiasi cahaya. spt pemberian dudukan mesin dengan materialmaterial yang memiliki koefisien redaman getaran lebih tinggi Pemasangan peredam akustik (acoustic barrier) dalam ruang kerja . misalnya: resiko karena adanya penggunaan tenaga listrik. termasuk analisis kekuatan struktur harus benar-benar diperhatikan (re-calculation) o Selalu ada resiko-resiko baru yang berhubungan dengan pekerjaan baru (welding). welding equipment. 3. Karena itu perlu juga dikembangkan prosedur-prosedur baru (prinsip pengendalian administratif) untuk membantu proses minimisasi resiko kerja. 2. HATI-HATI! Mungkin fungsi pendengaran anda mulai terganggu.

Rotasi pekerjaan dan pengaturan jam kerja termasuk dua cara yang biasa digunakan. 3.6 hanging baffles 2. Pemisahan (separation) a. Pemisahan waktu (time separation)  Mengurangi lamanya waktu yang harus dialami oleh seorang bekerja untuk “berhadapan” dengan kebisingan. Pemisahan fisik (physical separation)  Memindahkan mesin (sumber kebisingan) ke tempat yang lebih jauh dari pekerja b. Pengendalian administratif (administrative controls)  Larangan memasuki kawasan dengan tingkat kebisingan tinggi tanpa alat pengaman . Perlengkapan perlindungan personnel (personnel protective equipment/ PPE)  Penggunaan earplug dan earmuffs 4.

Meninggikan penerangan : menambah jumlah dan meletakkan penerangan pada daerah kerja. • Bagaimana Caranya? a. c. Keluhan pegal di daerah mata dan sakit kepala sekitar mata 4. Kelelahan mata sehingga berkurang daya dan efisiensi kerja 2. Meningkatnya kecelakaan kerja E. 3. Kata Kunci Pada penyelenggaraan Pencahayaan 1. hal ini terbukti dapat meningkatkan efisisiensi dan kenyamanan naker. Penggunaan cahaya alamiah merupakan gerakan ramah lingkungan. Kelelahan mental 3. Pemerataan cahaya dalam tempat kerja dapat ditingkatkan melalui cahaya alami.7  Larangan/ peringatan untuk terus mengenakan PPE selama berada di dalam tempat dengan tingkat kebisingan tinggi REMEMBER! No guarantee that all action will eliminate the risks! Work environment is so dynamic! When a risk is identified by inspection or user report. Bersihkan jendela dan pindahkan sekat yang menghalangi cahaya alamiah . sehingga akan menghemat biaya. Pemindahan tenaga kerja : pekerja muda pada shift malam Akibat Penerangan yang buruk : 1. b. Kerusakan penglihatan 5. Pengendalian bahaya Pencahayaan Pencegahan kelelahan : 1. Perbaikan kontras : dengan memilih latar penglihatan yang tepat 2. a real action of risk handling must be taken IMMEDIATELY!! D. Cahaya alami adalah yang terbaik dan merupakan sumber cahaya yang murah. OPTIMALKAN PENCAHAYAAN ALAMI • Mengapa ? a.

Dinding dan langit2 yang cerah akan membuat ruangan menjadi nyaman. Permukaan warna cerah penting dalam pekerjaan teliti dan pemeriksaan • Bagaimana caranya? a. sehingga kondusif untuk bekerja efisien d. Pantulan terbesar pada warna putih (90%). Perbedaan warna akan memberikan perbedaan pantulan. Dinding dan langit2 yang cerah akan menghemat energi karena dg sedikit cahaya dapat meningkatkan penerangan kamar c. Atur agar langit-langit dan tata lampu dapat saling memantul sehingga pencahayaan makin merata • Petunjuk penting : . Pasang genting transparan untuk menambah cahaya alamiah • Petunjuk penting : a. Ubah tempat kerja atau lokasi mesin agar dapat lebih banyak terkena cahaya alamiah c. putih = 80-90 % pantulan) untuk langit2 dan warna muda (50-85% pantulan) untuk dinding. atau cuaca dingin di musim dingin c. Jangan gunakan bahan/cat mengkilap agar tidak menyilaukan d. Untuk dapatkan pantulan sempurna gunakan warna paling cerah (mis. GUNAKAN WARNA CERAH PADA DINDING DAN LANGIT-LANGIT • Mengapa ? a. Sendirikan saklar lampu pada tempat dekat jendela agar dapat dimatikan bila cahaya alamiahnya terang e. Hindari perbedaan kecerahan antara dinding dan langit2 c. Gabungkan cahaya alamiah dengan cahaya buatan untuk meningkatkan pencahayaan tempat kerja b. Cermatilah : jendela dan genting kaca akan menyebabkan cuaca panas di musim panas. Perluas atau pertinggi jendela agar makin banyak cahaya alamiah yang masuk d. b.8 b. Di musim panas cegah bukaan jendela dari sinar matahari langsung 2. terendah pada warna hitam b.

Usahakan cahaya alamiah dengan membuka pintu atau memasang jendela dan genting kaca e. tetapi juga memberikan pencahayaan yang merata serta mencegah bertumpuknya kotoran. tangga dan gudang boleh jadi kurang daripada di ruang produksi. balik pintu dan gudang cenderung terlindung dan gelap karena tidak terjangkau sinar matahari. Pindahkan lampu agar makin terang d. TERANGI LORONG. Tangga.9 a. Penerangan pada lorong. Tempat gelap menyebabkan kecelakaan. Tempatkan saklar dekat pintu masuk/ keluar lorong dan tangga f. atau jika tiba-tiba mati dapat menimbulkan kecelakaan . lorong dan gudang digunakan secara teratur. tetapi hal ini penting bagi keselamatan transportasi dan perpindahan orang/barang c. 3. sehingga perlu perhatian pada daerah ini c. Pasang saklar otomatis bila tangga. Bersihkan jendela dan pasang lampu b. TANGGA. Bersihkan dinding dan langit2 secara teratur. apalagi pada pemindahan barangbarang b. karena debu akan menyerap banyak cahaya b. Warna cerah dinding dan langit2 membuat lingkungan kerja menjadi nyaman dan efektif. Tata lampu adalah bagian penting dalam pemeriksaan berkala dan program pemeliharaan b. TURUNAN DLL • Mengapa ? a. Penerangan yang memadai pada tempat-tempat ini akan mencegah kerusakan bahan dan produk • Bagaimana caranya? a. Pindahkan sekat yang menghalangi sinar masuk c. Bagian atas lampu yang terbuka bukan hanya memberikan pantulan dari langit2. Gunakan warna cerah pada tangga agar nampak jelas • Petunjuk penting : a. c.

karena tidak ekonomis dan mengurangi terangnya ruang kerja b. PENCAHAYAAN MERATA MENGURANGI PERUBAHAN CAHAYA • Mengapa ? a. Kurangi zone bayangan dengan pemasangan lampu. Ubah posisi lampu dan arah cahaya agar jatuh pada objek kerja d. Penting untuk mencegah kelap-kelip. PENERANGAN YANG MEMADAI MENJADIKAN PEKERJAAN EFISIEN DAN NYAMAN SEPANJANG WAKTU • Mengapa ? a. Hilangkan kap. pantulan dinding serta perbaikan layout ruang kerja e. Penerangan yang baik pada lorong dan tangga mencegah kecelakaan naker dan tamu. Pertimbangkan untuk mengubah ketinggian lampu dan menambah penerangan utama agar ruang makin terang c.dan kecelakaan • Bagaimana caranya? a. Penerangan yang memadai dan pas akan membantu pekerja mengawasi benda kerja secara cepat dan rinci sesuai tuntutan tugas • Bagaimana caranya? a. produktifitas rendah. Gunakan cahaya alamiah d. Bekerja menjadi lebih nyaman dan efisien pada ruangan dengan variasi penerangan kecil c. Pertimbangkan umur pekerja.10 d. yang tua perlu penerangan lebih besar . Perubahan pandangan dari terang ke gelap memerlukan adaptasi mata dan membutuhkan waktu serta menimbulkan kelelahan b. Pemasangan lampu mempertimbangkan kebutuhan pekerjaan c. Hindari cahaya bergetar dengan menukar neon dengan lampu pijar 5. Penerangan memadai mengurangi kesalahan dan kecelakaan c. Bayangan pada permukaan benda kerja menyebabkan hasil kerja buruk. mengurangi kerusakan produk dan meningkatkan citra perusahaan. gangguan & kelelahan mata. Kombinasikan cahaya alamiah dan cahaya buatan b. karena melelahkan mata d. Penerangan memadai meningkatkan kenyamanan pekerja dan ruang kerja b. 4.

jendela. pasang lampu pada batang yang tegar c. Pasang penerangan lokal dekat dan di atas pekerjaan teliti dan pemeriksaan b. karena biasanya mereka berkaca mata d. Lampu pijar timbulkan panas. PASANG PENERANGAN LOKAL UNTUK PEKERJAAN TELITI DAN PEMERIKSAAN • Mengapa ? a. bersihkan lampu. Rawatlah tata lampu secara rutin. Gunakan neon untuk pekerjaan warna yang cermat d. Pastikan penerangan lokal tidak mengganggu pandangan naker b. pekerjaan presisi dan pemerikaan memerlukan lebih banyak penerangan b. Usahakan penerangan yang baik dan memadai secara murah. Kombinasi penerangan utama dan lokal akan diperoreh penerangan memadai dan mengurangi gangguan akibat adanya bayangan • Bagaimana caranya? a.11 e. mudah dibersihkan dan dirawat c. Gunakan kap agar tidak menyilaukan d. Penerangan lokal yang memadai akan meningkatkan keselamatan dan efisiensi c. Usahakan penerangan lokal mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan. Pada mesin yang bergetar. Periksalah kesehatan mata naker > 40 tahun. hindari ini dengan memasang lampu TL . Dibanding dengan pekerjaan produksi dan kantor. reflektor. Pastikan kombinasi cahaya alamiah dan buatan memberikan kontras antara benda kerja dan bidang latar • Petunjuk penting : a. Warna dinding yang cerah memantulkan lebih banyak cahaya dan memperbaiki atmosfer ruang kerja c. dinding. Penerangan diatur agar lebih mudah mengamati objek • Petunjuk lain: a. sekat dsb b. banyak cara untuk mencapai hal itu 6.

Coba berbagai posisi agar diperoleh pencahayaan yang baik . Silau menyebabkan tidak nyaman dan kelelahan mata c. PINDAHKAN BENDA MENGKILAP AGAR TIDAK MENYILAUKAN • Mengapa? a. Lampu lokal dipasang sedekat mungkin dengan benda kerja 8. Silau tidak langsung sama dengan silau langsung dapat mengurangi daya lihat tenaga kerja b. Pemasangan lampu lokal yang tepat menghemat energi dan sangat efektif 7. Kurangi pantulan dari permukaan mengkilap atau pindahkan letaknya b. shg perlu penerangan yang baik b. PINDAHKAN • SUMBER CAHAYA ATAU PASANG TABIR UNTUK MENGURANGI SILAU Mengapa? a. Kurangi silau dari jendela dengan sekat. Gunakan penutup pada benda mengkilap c. Pasang lampu lokal f. Ganti kaca jendela dari bening ke buram b. Banyak cara menguranginya silau • Bagaimana caranya? a. Pekerja tua lebih sensitif thd silau. tabir. Pindahlan lampu di atas kepala atau naikkan d. Ubah arah pencahayaan • Petunjuk lain : a. tirai dsb e. Jangan pakai lampu telanjang (pakailah kap) c. Membuat kurang nyaman dan kelelahan mata • Bagaimana caranya? a. Kurangi nyala lampu d. Pasang panel display atau layar b.12 e. Silau langsung atau pantulan mengurangi daya lihat orang b. Buat latar yang terang di belakang benda kerja • Petunjuk lsin : a.

Penerangan yang kotor dan tidak terpelihara akan mengurangi pencahayaan b. hindarilah hal tsb 9. Menurunkan kadar kontaminan dalam lingkungan kerja sampai pada tingkat yang tidak membahayakan kesehatan naker yaitu di bawah NAB sehingga terhindar dari PAK 2. Penyelenggaraan ventilasi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis : 1.13 c. Maksud diselenggarakannya ventilasi adalah : 1. Disebut juga sebagai ventilasi pengenceran 2. Sedapat mungkin gunakan lampu yang kapnya terbuka agar debu tidak menumpuk F. Pemeliharaan dan kebersihan akan menghemat energi c. Pengendalian Bahaya Pencemaran Udara/Polusi Pengendalian bahaya akibat pencemarann udara atau kondisi udara yang kurang nyaman dapat dilakukan antara lain dengan pembvuatan ventilasi yang memadai. Ventilasi pengeluaran setempat : pengisapan dan pengeluaran kontaminan secara serentak dari sumber pancaran sebelum kontaminan tersebar ke seluruh ruangan 3. Ventilasi penurunan panas : perlakuan udara dengan pengendalian suhu. kecepatan aliran dan distribusi untuk mengurangi beban panas yang diderita naker. Bersihkan secara teratur b. Pantulan menyilaukan membuat mata lelah dan menurunkan kinerja. Ventilasi Umum : pengeluaran udara terkontaminasi dari suatu ruang kerja melalui suatu bukaan pada dinding bangunan dan pemasukan udara segar melalui bukaan lain atau kebalikannya. BERSIHKAN JENDELA DAN PELIHARA SUMBER PENERANGAN • Mengapa ? a. Rencanakan program pemeliharaan sebagai program terpadu d. Pemeliharaan akan menambah umur bola lampu • Bagaimana caranya? a. Menurunkan kadar yang tidak menimbulkan kebakaran atau peledakan yaitu di bawah Batas Ledak Terendah (BLT) atau Lower Explosive Limit (LEL) . Petugas memadai dalam hal alat dan ketrampilan c. kelembaban.

Secara mekanis melalui : a. . hilang waktu kerja karena sakit dan kecelakaan dsb. Kipas angin dipasang di dinding. jendela. Aliran atau pergantian udara terjadi karena kekuatan mekanis seperti kipas. kebakaran. Mencegah kerugian ekonomi karena kerusakan mesin oleh korosi. peledakan. Adapun cara menyelenggarakan ventilasi terdiri dari : 1. Memberikan penyegaran udara agar diperoleh kenyamanan dengan menurunkan tekanan panas 4. beda suhu sehingga beda kerapatan udara antara bangunan dengan sekelilingnya 2. Meningkatkan ketahanan fisik dan daya kerja naker 5. Secara alamiah di mana aliran atau pergantian udara terjadi karena kekuatan alami : beda tekanan udara sehingga timbul angin. atau atap.14 3. blower dan ventilasi atap b.

Pasang sistem pengeluaran udara kotor yang efisien dan aman • Udara kotor menjadi penyebab gangguan kesehatan sehingga mengarah pada kecelakaan kerja. sakit kepala. Kipas angin berfungsi mengisap atau mengeluarkan kontaminan. pusing. Kata kunci pada penyelenggaraan Ventilasi 1. sehingga terjadi inefisiensi. . iritasi mata dan tenggorok. tetapi juga dapat memasukkan udara G. Selain itu juga menyebabkan kelelahan.15 c. Oprtimalkan penggunaan ventilasi alamiah agar udara ruang kerja nyaman • Udara segar dapat menghilangkan udara panas dan polusi 3. Optimalkan sistem ventilasi untuk menjamin kualitas udara ruang kerja. 2.

Buat petunjuk dan peringatan yang jelas . Alat Perlindungan Diri (Personal Protective Equipment) 1. Hearing protection 4. Perbaiki fasilitas kesejahteraan bersama pekerja 4. Hand protection 6. Sediakan ruang pertemuan dan pelatihan 5. Sediakan tempat makan dan istirahat yang layak agar unjuk kerja baik 3. Ventilasi yang baik dapat membantu mengendalikan dan mencegah akumulasi panas H. cuci dan kakus agar terjamin kesehatan 2. Foot protection I. Head & Face protection 2. Respiratory protection 5. Upayakan perbaikan tempat ganti. Kata kunci untuk pengaturan APD 1.16 • Aliran udara yang baik pada tempat kerja sangat penting untuk mencapai kerja produktif dan sehat. Eyes protection 3.

17 6. Yakinkan bahwa penggunaan APD sangat diperlukan . Sediakan APD secara memadai 7. penyesuaian dan latihan 9. Pilihlah APD terbaik jika risiko bahaya tidak dieliminasi dengan alat lain 8. Pastikan penggunaan APD melalui petunjuk yang lengkap.

Pantau tanggung jawab atas kebersihan dan pengelolaan ruang kerja . Sediakan layanan untuk pembersihan dan perbaikan APD secara teratur 12. Sediakan tempat penyimpanan APD yang memadai 13. Yakinkan bahwa penggunaan APD dapat diterima oleh pekerja 11.18 10.

Permukaan jalan rata. tidak licin dan tanpa rintangan 4. Penanganan dan Penyimpanan Bahan 1. anak tangga yang rapat . Tandai dan perjelas rute transport barang 2. Pintu dan Gang harus cukup lebar untu arus dua arah 3. Kemiringan tanjakan 5-8%.19 J.

Gunakan kereta beroda untuk pindahkan barang 7. Gunakan rak bertingkat di dekat tempat kerja .20 5. Gunakan rak penyimpanan yang dapat bergerak/mobil 8. Perbaiki layout tempat kerja 6.

kerek dll 11. Gunakan konveyor. Gunakan alat pengangkat 10. Bagi dalam bagian kecil-kecil 12. Gunakan pegangan 13. Hilangkan/kurangi perbedaan ketinggian permukaan .21 9.

Dipikul supaya seimbang . Kurangi pekerjaan yang dilakukan dengan cara membungkuk/memutar badan 16. Pemindahan horisontal lebih baik dengan mendorong/menarik daripada mengangkat/menurunkan 15.22 14. Naik/turunkan barang secara perlahan di depan badan tanpa membungkuk dan memutar tubuh 18. Rapatkan beban ke tubuh sewaktu membawa barang 17.

Pengendalian bahan (yang dapat ter)bakar . Tandai dengan jelas dan bebaskan jalan keluar darurat K. Kombinasikan pekerjaan angkat berat dengan tugas fisik ringan 20. Untuk mencegah terjadinya kebakaran adalah dengan mencegah bertemunyan salah satu dari dua unsur lainnya. Penempatan sampah 21.23 19. kebakaran merupakan peristiwa berkobarnya api yang tidak dikehendaki dan selalu membawa kerugian. 1. Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Pertimbangan utama mengapa perlu upaya penanggulangan bahaya kebakaran adalah karena : adanya potensi bahaya kebakaran di semua tempat. Kebakaran terjadi akibat bertemunya 3 unsur : bahan (yang dapat ter)bakar. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu : mengidentifikasi potensi penyebab kebakaran di lingkungan tempat kerjanya dan melakukan upaya pemadaman kebakaran dini. suhu penyalaan/titik nyala dan zat pembakar (O2 atau udara). Dengan demikian usaha pencegahan harus dilakukan oleh setiap indivisu dan unit kerja agar jumlah peristiwa kebakaran. penyebab kebakaran dan jumlah kecelakaann dapat dikurangi sekecil mungkin melalui perencanaan yang baik.

serta bahan-bahan yang mudah meledak pada bentuk serbuk atau debu. Selain itu kewaspadaan diperlukan bagi bahan-bahan yang berada pada suhu tinggi. bahan yang relatif mudah terbakar seperti batu bara. diberi sekat dari bahan tahan api. Bahan seperti ini memerlukan pengelolaan yang memadai : penyimpanan dalam tabung tertutup. Bahan bakar yang memiliki titik nyala rendah dan rendah sekali harus diwaspadai karena berpotensi besar penyebab kebakaran. kain. jerami. • JANGAN MENGISI MINYAK PADA WAKTU KOMPOR MENYALA Kebakaran Klasifikasi • SUMBU KOMPOR JANGAN ADA YANG KOSONG • JANGAN MENINGGALKAN KOMPOR YANG MENYALA • JANGAN MENGGUNAKAN STEKER BERLEBIHAN • SAMBUNGAN KABEL HARUS SEMPURNA (TAATI PERATURAN PLN) • HATI-HATI MENARUH LILIN DAN OBAT NYAMUK (BERI ALAS YANG TIDAK MUDAH TERBAKAR) . atau terjadi hubung singkat rangkaian listrik. bahan yang jika bertemu dengan air menghasilkan gas yang mudah terbakar (karbit). api pembakaran sampah dsb. kapuk. kayu kering. sampah kering. Bahan bakar dapat dibedakan dari jenis. kertas. pemanas. titik nyala dan potensi menyala sendiri. api rokok. 3. karet. ruang penyimpanan terbuka atau dengan ventilasi yang cukup serta dipasang detektor kebocoran. petir. bahan yang bersifat mengoksidasi. 2. Sumber penyalaan yang lain : benda membara. terpisah dari bahan lain. reaksi eksoterm. bunga api. plastik. Pengendalian Titik nyala Sumber titik nyala yang paling banyak adalah api terbuka seperti nyala api kompor.cat. timbulnya bara api juga terjadi karena gesekan benda dalam waktu relatif lama. Api terbuka tersebut bila memang diperlukan harus dijauhkan dari bahan yang mudah terbakar.24 Untuk mengendalikan bahan yang dapat terbakar agar tidak bertemu dengan dua unsur yang lain dilakukan melalui identifikasi bahan bakar tersebut. lampu minyak.

sinar matahari. Kebakaran kelas (tipe) B. tekstil. 5. yaitu kebakaran bahan cair atau gas yang mudah terbakar. kayu. Kebakaran kelas (tipe) C.gemuk. busa dll. hilangkan jejak kejahatan. seperti : aluminium. b. seperti : bensin. bahan alam yang melimpah. yaitu kebakaran listrik yang bertegangan d. yaitu kebakaran bahan padat kecuali logam. Pengelompokan itu adalah : a. letusan gunung berapi.25 Berdasar Permenaker Nomor : 04/MEN/1980 penggolongan atau pengelompokan jenis kebakaran menurut jenis bahan yang terbakar. b. yang sejenis dengan itu. magnesium. angin dan topan. c. sering terjadi pada gudang bahan kimia di mana bahan bereaksi dengan udara. seperti : kertas. plastik. c. air dan juga dengan bahan-bahan lainnya yang mudah meledak atau terbakar. sehingga air paling banyak dipakai untuk memadamkan kebakaran. minyak. 4. alat yang diperlukan berupa ember atau slang/pipa karet/plastik. Kebakaran karena peristiwa alam. gempa bumi. Perlengkapan dan alat pemadam kebakaran sederhana 1) Air. murah dan tidak ada akibat ikutan (side effect). Kebakaran karena sifat kelalaian manusia. Peralatan Pemadaman Kebakaran Untuk mencegah dan menanggulangi kebakaran perlu disediakan peralatan pemadam kebakaran yang sesuai dan cocok untuk bahan yang mungkin terbakar di tempat yang bersangkutan. . Kebakaran kelas (tipe) A. seperti : kurangnya pengertian pengetahuan penanggulangan bahaya kebakaran. yang sejenis dengan itu. Kebakaran karena kesengajaan untuk tujuan tertentu. kurangnya kesadaran pribadi atau tidak disiplin. dll. a. alkohol. aspal. yaitu kebakaran bahan logam. yang sejenis dengan itu. kurang hati menggunakan alat dan bahan yang dapat menimbulkan api. LPG dll. Kebakaran karena penyalaan sendiri. Persedian air dilakukan dengan cadangan bak-bak iar dekat daerah bahaya. karet. Kebakaran kelas (tipe) D. d. tujuan taktis pertempuran dengan jalan bumi hangus. terutama berkenaan dengan cuaca. dimaksudkan untuk pemilihan media pemadam kebakaran yang sesuai. Sebab-sebab Kebakaran a. misalnya sabotase. kalium. petir. mencari keuntungan ganti rugi klaim asuransi.

Alat Pemadam Api Ringan (APAR) APAR adalah alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada awal terjadinya kebakaran. Jenis APAR meliputi : jenis air (water). kain katun. dipergunakan untuk alat bantu penyelamatan dan pemadaman kebakaran. busa (foam). serbuk kering (dry chemical) gas halon dan gas CO2. bahan yang dapat menutup benda terbakar sehingga udara tidak masuk sehingga api padam. Caranya dengan menimbunkan pada benda yang terbakar menggunakan sekop atau ember 3) Karung goni. Konstruksi APAR sebagai berikut : 7. Zat keluar dari tabung karena dorongan gas bertekanan. yang berfungsi untuk menyelimuti benda terbakar dari oksigen di sekitar bahan terbakar sehingga suplai oksigen terhenti.26 2) Pasir. PETUNJUK PEMILIHAN APAR Pilih yang sesuai Zat Kimia Kering (Dry Chemical) Multi Purpose Serba guna Sodium bicarbonat NaHCO3 Tidak Tidak Purple K CO2 Carbon dioxide CO2 Tidak Halon Halon 1211 Air Water Air bertekanan Zat Kimia Basah (Wet Chemical) Pump tank Tanki & pompa Ya Loaded Stream (Stored pressured) Busa bertekanan Ya A Ya Tidak Ya . 4) Tangga. luasnya minimal 2 kali luas potensi api. atau selimut basah sangat efektif untuk menutup kebakaran dini pada api kompor atau kebakaran di rumah tangga. b. Tabung APAR harus diisi ulang sesuai dengan jenis dan konstruksinya. gantol dan lain-lain sejenis.

genggam handel & guyur bahan terbakar Bekerja dengan cepat Disarankan tersedia pada gudang bahan bakar minyak dan gas. 1) Sistem hidran mempergu- nakan air sebagai pemadam api. rumah. pipa semprot dan kumparan slang 2) Sistem penyembur api . Waktu ideal : 3 detik operasi. mobil serta bahan mudah terbakar lainnya Lepas pena kunci. guyur bahan terbakar 8. Sesuai untuk alat elektronik dan gudang bahan makanan Lepas pena kunci. waktu maksimum terus menerus 8 detik. pipa kopel. Harus diperiksa secara periodik. APAR jenis tertentu bukan merupakan pemadam untuk segala jenis kebakaran. APAR kimiawi ideal dioperasikan pada suhu kamar c. pilar hidran (di luar gedung). perkantoran dsb. b. genggam handel & arahkan moncong ke sumber api Murah.27 B C Keterangan Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Tidak Sesuai untuk lab dan tempat bahan kimia Lepas pena kunci. APAR hanya ideal dioperasikan pada situasi tanpa angin kuat. 10 detik berhenti. minimal 2 tahun sekali. boks hidran (dalam gedung) berisi : slang landas. Dipompa. Lepas pena kunci. Alat Pemadam Kebakaran Besar Alat-alat ini ada yang dilayani secara manual ada pula yang bekerja secara otomatis. sekolah. genggam handel & guyur bahan terbakar Pegang moncong. c. oleh karena itu sebelum menggunakan APAR perlu diidentifikasi jenis bahan terbakar. Karakteristik APAR : a. Terdiri dari pompa. Bila telah dipakai harus diisi ulang e. saluran air. d. genggam handel & arahkan moncong di bawah api Petunjuk Pemakaian Bahan ini tidak meninggalkan bekas. Sesuai untuk bahan bangunan. grdung.

keras dan lebar. Pedoman Singkat antisipasi dan tindakan pemadaman kebakaran a. diperlukan bagi petugas yang datang menggunakan kendaraan pemadam kebakaran. kombinasi antara sistem isyarat alat pemadam kebakaran. Untuk itu diperlukan fasilitas : 1) Daun pintu dapat dibuka keluar 2) Pintu dapat dibuka dari dalam tanpa kunci 3) Lebar pintu dapat dilewati 40 orang/menit 4) Bangunan beton strukturnya harus mampu terbakar minimal 7 jam. Siagakan APAR selalu siap pakai. mudah dijangkau dan mudah dilihat. nyalakan alarm. c. kadang harus mondar-mandir/keluar masuk mengambil air. e. b. Beberapa kebakaran terlambat diketahui karena tidak ada fire alarm. bila api terlanjur besar maka makin sulit memadamkannya. rak buku dsb. 9. hubungi petugas pemadam kebakaran. 10. d. Jalan petugas. Bila terjadi kebakaran besar : bertindaklah dengan tenang. L. Daftar Pustaka . Beri tanda segitiga warna merah panjang sisi 35 cm. beritahu orang lain untuk pengosongan lokasi. b. Bila terjadi kebakaran kecil : bertindaklah dengan tenang. Fire alarm secara otomatis akan mempercepat diketahuinya peristiwa kebakaran. juga untuk keperluan evakuasi. Fasilitas Penunjang Keberhasilan pemasdaman kebakaran juga ditentukan oleh keberadaan fasilitas penunjang yang memadai. Upayakan latihan secara periodik untuk dapat bertindak secara tepat dan tenang. antara lain : a.28 (sprinkler system). 3) Sistem pemadam dengan gas. Tempatkan APAR selalu pada tempat yang sudah ditentukan. tidak terlindung benda/perabot seperti lemari. identifikasi bahan terbakar dan tentukan APAR yang dipakai. sehingga perlu jalan yang memadai.

(2003). (1985). (2009). Yogyakarta: Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. (2000). Teori Kerja Bangku. (1993). Diambil pada tanggal 21 November 2005 dari http://www. Daryanto.com/?aksi=info. Jakarta: Penerbit PPM Silalahi. Pustaka Binaman Pressindo. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Bennet N. Prinsip Dasar Kesehatan Kerja. (1995).id/index. Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif. Silalahi. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Ronald M Scott.depkes.29 ____________. (1996) Ergonomic Checkpoints : International Labour Office. Indikatator Kinerja yang harus dipenuhi oleh Sekolah Menengah Kejuruan Bertaraf Internasional. Jakarta: CV Haji Masagung. (2001).hrmpartner-indonesia. Jakarta : Depdiknas Tasliman. Jakarta: Gunung Agung.php?option= articles&task=viewarticle&artid=61&Itemid=3 Depnakertrans. Jakarta: PT. Rudi Suardi (2005). London : Lewis .go.htm-38-k Depdiknas. Geneva. Penelitian Pengetahuan Keselamatan Kerja Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. B.id/publikasi/Buletin/Seg.kinerja Depkes.go.depdiknas.htm.pascauny. Diambil pada tanggal 21 November 2005. Diambil pada tanggal 5 Mei 2009 dari http://smkbi. Industrrial Hygiene. dari: http://. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Informasi Isi UUPTKV 12-D Bagi Praktisi Manajemen Sumber Daya. Sumantri (1989).Jas/Edisi_14th_VII_2000/Penelit ian_Pengetahuan. dan Rumondang B. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2001). Introduction to Publisher. (1985). Suma’mur. Diambil pada tanggal 21 November 2005 dari situs: http://www. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja.net/uuptkv/info_isi_uuptkv 12d. Suma’mur. Jakarta: Bumi Aksara Depdiknas. (1987).

(1980). Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel.30 Tia Setiawan dan Harun. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. .