P. 1
PERANCANGAN SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA PADA JARINGAN KOMPUTER (Studi Kasus Chevron Geothermal Indonesia Ltd. Darajat )

PERANCANGAN SISTEM PENCEGAHAN FLOODING DATA PADA JARINGAN KOMPUTER (Studi Kasus Chevron Geothermal Indonesia Ltd. Darajat )

5.0

|Views: 1,639|Likes:
Tugas Akhir Teknik Informatika STT-Garut Tahun 2011
Tugas Akhir Teknik Informatika STT-Garut Tahun 2011

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Sekolah Tinggi Teknologi Garut on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

06/04/2015

(Dony Ariyus & Rum Andri KR, 2008)

Perbedaan antara dua type sinyal ini antara lain :

Analog : Dirancang untuk Suara ( voice ) Tidak Efesien untuk data Banyak Kesalahan

Noise dan rentan kesalahan (Error) Kecepatan relative rendah Overloading Tinggi

Setiap sinyal analaog bisa di konversi ke bentuk Digital. Digital : Dirancang untuk data

dan suara Informasi Dicrete Level Kecepatan t

inggi Overhead rendah, Setiap

sinyal digital dapat di konversi ke analog. (Dony Ariyus & Rum Andri KR, 2008). Sinyal

analog merupakan sinyal untuk menampilkan data analog. Sinyal analog berupa

berbagai macam gelombang elektromagnetik yang langsung, terus menerus dan

disebarkan melalui media transmisi. Data analog merupakan data yang diimplikasikan

melelui ukuran fisik serta memeiliki nilai berulang secara terus-menerus dalam beberapa

intereval. Biasanya data analog menempati spectrum frequency yang terbtas. Contoh

64

data analog adalah data suara, audio dan video. Suara percakapan manusia ditemukan

memiliki frequency berkisar antara 100 hz-khz dan rentang dinamis sekitar 25 db.

Sinyal digital merupakan sinyal untuk menampilkan data digital. Data digital

merupakan data yang memiliki deretan nilai yang berbeda dan memiliki cirri tersendiri.

Contoh data Digital adalah teks, bilangan bulat dan karakter-karakter lain. Terdapat

beberapa permasalahan pada data digital. Bahwa data dalam bentuk karakter-karakter

yang dapat di pahami menusia tidak dapat langsung ditransmisikan dengan mudah

dalam system komunikasi. Data tersebut harus ditranmisikan dalam bentuk binner

terlebih dahulu.

Konsep dan Istilah

Data ditransmisikan melalui Tranmitter ( Pemancar ) dan Reciver (Penerima)

dengan melalui medium tranmisi.

Media transmisi diklasifikasikan sebagai berikut :

Media terpadu (Guided Media ): Gelombang-gelombang dipandu melewati jalur fisik.

Contoh: twisted pair, kabel koaksial dan serat optic.

Media Tak terpadu ( un-guided media ) menyediakan suatu peralatan untuk

mentransmisikan gelombang elektromagnetik tetapi tidak memandunya. Contoh :

penyebaran melalui udara, ruang hampa udara dan air laut.

Direck link : menyatakan arah transmisi antara dua perangkat dimana sinyal

disebarkan langsung dari transmitter ke pesawat penerima tanpa perangkat perantara

(amplifier atau repeater yang dipakai untuk meningkatkan sinyal) Gambar 2.32

menunjukan medium transmisi point to point untuk direct link antara dua perangkat.

Gamabar 2.33 menunjukan konfigurasi multipoint dimana terdapat lebih dari dua

perangkat pada medium yang sama.

Gambar 2.31 Konfigurasi Transmisi Point-to point untuk direct link

(Dony Ariyus & Rum Andri KR, 2008)

65

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->