P. 1
Trauma Ekstremitas

Trauma Ekstremitas

|Views: 766|Likes:
Published by Annisa Abdighifari

More info:

Published by: Annisa Abdighifari on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2014

pdf

text

original

TRAUMA EKSTREMITAS

(Muh. Andry Usman) Calcaneus 01 044

Definisi Trauma ekstremitas adalah trauma yang mengakibatkan cedera pada ekstremitas.. Secara umum dikenal dalam bentuk :
  

Fraktur Dislokasi Amputasi

I. FRAKTUR

Fraktur adalah Hilangnya kontinuitas tulang, tulang rawan sendi, tulang rawan epifisis, baik yang bersifat total maupun yang parsial. Tulang mempunyai daya lentur (elastisitas) dengan kekuatan yang memadai, apabila trauma melebihi dari daya lentur tersebut maka terjadi fraktur (patah tulang). Penyebab terjadinya fraktur adalah trauma, stres kronis dan berulang maupun pelunakan tulang yang abnormal. Prioritas dalam menangani fraktur :
  

Fraktur spinal Fraktur tulang kepala dan tulang rusuk Fraktur ekstremitas

Klasifikasi Fraktur 1. Klasifikasi etiologis 2. Klasifikasi klinis

Akibat trauma yang terus menerus pada suatu daerah tertentu. Klasifikasi radiologis Klasifikasi etiologis 1. Berhubungan dengan dunia luar melalui luka 3. Akibat trauma tiba-tiba 2.3. FRAKTUR DENGAN KOMPLIKASI. FRAKTUR TERTUTUP. Berdasarkan lokalisasi o Diafiseal o Metafiseal o Intra-artikuler o Fraktur dengan dislokasi 2. non-union Klasifikasi radiologis 1. Klasifikasi klinis 1. Terjadi karena kelemahan tulang akibat adanya kelainan patologi pada tulang 3. Fraktur yang disertai komplikasi seperti infeksi. mal-union. Tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar 2. FRAKTUR TRAUMATIK. delayed union. FRAKTUR PATOLOGIS. FRAKTUR STRESS. Berdasarkan konfigurasi o Fraktur transversal o Fraktur oblik o Fraktur spiral o Fraktur Z o Fraktur komunitif o Fraktur baji o Fraktur avulse o Fraktur depresi o Fraktur impaksi o Fraktur pecah (burst) o Fraktur segmental o Fraktur epifisis . FRAKTUR TERBUKA.

o Fraktur total o Fraktur tidak total (crack) o Fraktur torus atau buckle o Fraktur garis rambut o Fraktur greenstick 4. Berdasarkan ekstensi.KLASIFIKASI FRAKTUR BERDASARKAN KONFIGURASI GARIS FRAKTUR 3. Berdasarkan hubungan antara fragmen dengan fragmen lainnya o Tidak bergeser o Bergeser        Bersampingan Angulasi Rotasi Distraksi Over-riding Impaksi KLASIFIKASI FRAKTUR BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA FRAGMEN DENGAN FRAGMEN LAINNYA Gambaran Klinis Anamnesis         Datang dengan suatu trauma Ketidakmampuan untuk menggunakan anggota gerak Nyeri Pembengkakan Gangguan fungsi anggota gerak Deformitas Kelainan gerak Krepitasi .

Pemeriksaan Fisik  Inspeksi (look) o Bandingkan dengan bagian yang sehat o Perhatikan posisi anggota gerak o Keadaan umum penderita secara keseluruhan o Ekspresi wajah karena nyeri o Adanya tanda-tanda anemia karena perdarahan o Apakah terdapat luka pada kulit dan jaringan lunak untuk membedakan fraktur tertutup dan terbuka o Perhatikan deformitas  Palpasi Harus dilakukan secara hati-hati oleh karena penderita sangat nyeri Hal-hal yang perlu diperhatikan :      Temperatur Nyeri tekan Krepitasi Pemeriksaan vaskuler daerah distal è palpasi arteri radialis. arteri dorsalis pedis. arteri tibialis posterior Pengukuran tungkai terutama pada tungkai bawah untuk mengetahui adanya perbedaan panjang tungkai  Pergerakan        Pemeriksaan neurologis .

edema. Prioritas jangan lupa ABC 2.Ketahui jumlah darah yang hilang pada fraktur di pelvis & extremitas .Dislokasi .Fraktur . saraf dan lainnya.  Gejala : nyeri. Mencegah gerakan patah tulang yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan lunak sekitarnya seperti: pembuluh darah.Sindroma kompartemen 3.Luka terbuka neurovaskuler .Bahaya timbulkan syok .Amputasi . denyut nadi hilang. Pemeriksaan radiologis Prinsip Pertolongan 1. Mengurangidanmenghilangkanrasanyeri. 2. parestesi dan kelumpuhan Trauma ekstremitas 1. otot.Impaled object . Sindroma kompartemen  Trauma (fraktur terbuka/terutup/kompressi) menyebabkan perdarahan/hematoma. Kenali komplikasi dan pengobatan dari : .

DISLOKASI 2. Pada dasarnya dislokasi : 1.Secondary survey  periksa neurovaskuler distal lesi o  Fraktur femur  hilang darah 1000 cc  Fraktur pelvis  darah  rongga abdomen & retroperitoneal  Robekan buli-buli  Robekan pembuluh darah besar 1.Tindakan emergency . Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya (dari mangkuk sendi).Nyeri hebat . Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi.Perubahan bentuk anatomi . ..Mudah dikenal .Penderita diperiksa pada primary survey . II.

Tulang mempunyai daya lentur (elastisitas) dengan kekuatan yang memadai. Traumatik Amputasi.Tidak mengancam jiwa . stres kronis dan berulang maupun pelunakan tulang yang abnormal. FRAKTUR dan DISLOKASI Oleh Rohman Azzam Pengertian Fraktur atau patah tulang adalah keadaan dimana hubungan atau kesatuan jaringan tulang terputus. anggota tubuh akibat trauma. Trauma (benturan) .Rujuk III.Periksa denyut nadi. apabila trauma melebihi dari daya lentur tersebut maka terjadi fraktur (patah tulang).. Sanggah & luruskan e 2. Penyebab terjadinya fraktur adalah trauma. Traumatik amputasi adalah terbuangnya suatu bagian tubuh. Bagaimana patah tulang itu terjadi ? a. persarafan distal lesi 1. xtremitas  posisi menyenangkan penderita .

Benturan langsung . 4. Bagaimana Mengetahui Adanya Patah Tulang 1. Contoh: Seorang yang senang baris berbaris dan menghentak-hentakkan kakinya. Jejas (tanda yang menunjukkan bekas trauma). dan perhatikan hal-hal dibawah ini: 1.Benturan tidak langsung b. Tekanan/stres yang terus menerus dan berlangsung lama Tekanan kronis berulang dalam jangka waktu lama akan mengakibatkan fraktur (patah tulang) yang kebanyakan pada tulang tibia. Terlihat adanya tulang yang keluar dari jaringan lunak. Pemeriksaan: Inspeksi (Lihat) bandingkan dengan sisi yang normal. Adanya crepitasi (suara dan sensasi berkeretak) pada perabaan yang sedikit kuat. Ingat bahwa fraktur tidak selalu terjadi pada daerah yang mengalami trauma (tekanan). Riwayat: Setiap patah tulang umumnya mempunyai riwayat trauma yang diikuti pengurangan kemampuan anggota gerak yang terkena.Ada dua trauma/ benturan yang dapat mengakibatkan fraktur. Adanya nyeri tekan pada daerah cedera (tenderness). b. c. maka mungkin terjadi patah tulang di daerah tertentu. . Pembengkakan 5. 2. fibula (tulang-tulang pada betis) atau metatarsal pada olahragawan. Adanya keadaan yang tidak normal pada tulang dan usia Kelemahan tulang yang abnormal karena adanya proses patologis seperti tumor maka dengan energi kekerasan yang minimal akan mengakibatkan fraktur yang pada orang normal belum dapat menimbulkan fraktur. Adanya Deformitas seperti Angulasi (membentuk sudut) atau. Rotasi (memutar)dan Pemendekan 3. Adanya perubahan asimetris kanan-kiri 2. militer maupun penari. Palpasi (Meraba dan merasakan) Perlu dibandingkan dengan sisi yang sehat sehingga penolong dapat merasakan perbedaannya. yaitu: . Rabalah dengan hati-hati ! a.

c. Dengan kata lain: sendi rahangnya telah mengalami dislokasi. 3. Anda akan menemukan: 1. Pada pemeriksaan ini dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut: § Terdapat gerakan abnormal ketika menggeerakkan bagian yang cedera § Korban mengalami kehilangan fungsi pada bagian yang cedera. misal meraba dengan kuat sekali. Dislokasi ini dapat hanya komponen tulangnya saja yang bergeser atau terlepasnya seluruh komponen tulang dari tempat yang seharusnya (dari mangkuk sendi). 2. denyut nadi tak teraba. 3. . Gerakan Terdapat dua gerakan yaitu : Aktif: Adalah pemeriksaan gerakan dimana anda meminta korban menggerakkan bagian yang cedera. Seseorang yang tidak dapat mengatupkan mulutnya kembali sehabis membuka mulutnya adalah karena sendi rahangnya terlepas dari tempatnya. Adanya gerakan abnormal dengan perabaan agak kuat. Pasif: Dimana penolong melakukan gerakan pada bagian yang cedera. Perhatian: Jangan lakukan pemeriksaan yang sengaja untuk mendapat bunyi crepitasi atau gerakan abnormal. Selain itu pada bagian yang mengalami fraktur. Apabila korban mengalami hal ini. § Pemeriksaan Komplikasi Periksalah di bawah daerah patah tulang. maka dapat disebabkan oleh dua kemungkinan yaitu akibat nyeri karena adanya fraktur atau akibat kerusakan saraf yang mempersarafi bagian tersebut (ini diakibatkan oleh karena patahan tulang merusak saraf tersebut). kulit berwarna kebiruan dan pucat. otot-otot disekitarnya mengalami spasme DISLOKASI Pengertian Dislokasi adalah terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi.

otot. Pembidaian harus memfixasi tulang yang patah dan persendian yang berada di atas dan dibawah tulang yang . Tetapi situasi yang memerlukan Resusitasi baik pernafasan maupun jantung dan cedera kritis yang multipel harus ditangani terlebih dahulu. 3. 2. saraf dan lainnya. 2. 4. fraktur spinal. mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri. fraktur extremitas Perhatian: Dalam menangani fraktur. 2. Prioritas dalam menangani fraktur: 1. pembalut atau bidai Tangani dengan hati-hati Observasi dan atasi syok bila perlu Segera cari pertolongan medis Fraktur dan dislokasi harus diimobilisasi untuk mencegah memburuknya cedera. Pembidaian adalah proses yang digunakan untuk imobilisasi fraktur dan dislokasi. ligamen-ligamennya biasanya menjadi kendor. DRABC Atasi perdarahan dan tutup seluruh luka Korban tidak boleh menggerakkan daerah yang terluka atau fraktur Imobilisasi fraktur dengan penyandang. 5. jangan hanya terpaku pada frakturnya saja tetapi selalu mulai dengan DRABCH dan lakukan monitoring secara periodik. fraktur tulang kepala dan tulang rusuk. mencegah gerakan patah tulang yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan lunak sekitarnya seperti: pembuluh darah. Penanganan Secara Umum 1. Sebuah sendi yang pernah mengalami dislokasi. 3. Karena terpeleset dari tempatnya.Dislokasi yang sering terjadi pada olahragawan adalah dislokasi sendi bahu dan sendi pinggul (paha). maka sendi itupun menjadi macet. 6. Akibatnya. juga terasa nyeri. Dan selalu ingat jika Anda tidak terlatih dan tidak berpengalaman jangan melakukan reposisi baik pada fraktur mapun pada dislokasi. Selain macet. 7. sendi itu akan gampang dislokasi lagi. PEMBIDAIAN Pertolongan Pertama pada Patah Tulang Prinsip Pertolongan 1.

cincin. Ikatan harus cukup jumlahnya. Bidai Soft adalah bidai dari bantal. 6. Sepatu. jam dan alat yang mengikat tubuh lainnya perlu dilepas. jadi tidak perlu harus dipastikan dulu ada atau tidaknya patah tulang. 4. 2. Ikatan jangan terlalu ketat dan jangan terlalu kendor. Jika mungkin naikkan bagian tubuh yang mengalami patah tulang. Tipe-tipe bidai: 1. sebelum dipasang diukur terlebih dahulu pada anggota badan yang tidak sakit. 2. Bidai Traksi Digunakan untuk imobilisasi ujung tulang yang patah dari fraktur femur sehingga dapat terhindari kerusakan yang lebih lanjut. PEMBALUTAN . Bidai harus meliputi dua sendi. Aturan dasar yang harus diingat ketika melakukan pembidaian: Jika ragu-ragu fraktur atau tidak ‘ Bidai Bidai Rigid sebelum digunakan harus dilapisi dulu. dimulai dari sebelah atas dan bawah tempat yang patah. Melewati minimal 2 sendi yang berbatasan. alumunium atau bahan lainyang keras. 3. plastik. selimut. Ikatlah bidai dari distal ke proximal Periksalah denyut nadi distal dan fungsi saraf sebelum dan sesudah pembidaian dan perhatikan warna kulit ditalnya. handuk atau pembalut atau bahan yang lunak lainnya. Syarat Pembidaian 1. 3. c. Bidai Rigid adalah bidai yang terbuat dari kayu. Bidai dibalut/ dilapisi sebelum digunakan. Jika mungkin naikkan anggota gerak tersebut setelah dibidai. Traksi merupakan aplikasi dari kekuatan yang cukup untuk menstabilkan patah tulang yang patah. traksi bukanlah meregangkan atau menggerakkan tulang yang patah sampai ujung-ujung tulang yang patah menyatu. 1. Jika yang cedera adalah sendi. b.fraktur. 4. 3. Lakukan pembidaian pada bagian badan yang mengalamai cedera. 5. 2. bidai harus memfixasi sendi tersebut beserta tulang disebelah distal dan proximalnya. Lakukan juga pembidaian pada kecurigaan patah tulang. Prinsip Pembidaian a. 5. gelang.

Dapat dipakai benda apa saja yang kaku dan cukup panjang melewati sendi dan ujung tulang yang patah. Lewatkan pembalut pada bagian lekuk tubuh seperti leher. kalau kedua kaki bawah mengalami cedera. I – Berikan Ice (es)atau kompres dingin 3.Pembalut harus dipasang cukup kuat untuk mencegah pergerakan tapi tidak terlalu kencang sehingga mengganggu sirkulasi atau menyebabkan nyeri. Ikatan harus cukup kuat pada daerah yang sehat. C -Compress(tekan) bagian yang sakit . Topang lengan atau tungkai dengan bidai sampai pembalut cukup memfixasi Setiap 15 menit periksa agar pembalut tudak terlalu ketat Periksa pembalut supaya tidak longgar Dengan Bidai 1. R – Rest (istirahat) bagian yang sakit 2. Cara Imobilisasi Fraktur Dengan Pembalut Gunakan pembalut lebar bila ada. Pertolongan pokok pada cedera ini: 1. Dalam usaha untuk mencegah pergesekan dan ketidaknyamanan pada kulit. lutut dan pergelangan kaki jika diperlukan. tetapi kalau Anda meragukan beratnya cedera perlakukan sebagai fraktur. Pengikatan selalu dilakukan di atas bidai atau pada sisi yang tidak cedera. Taruh pembalut dibawah bagian tubuh yang terjadi fraktur. Ujung-ujung lengan/tungkai dibalut di atas dan dibawah daerah fraktur. TRAUMA JARINGAN LUNAK Terkilir. 1. 3. regangan dan memar yang dalam lebih dulu ditangani dengan prosedur RICE. Dengan cara ini biasanya sudah memadai. pengikatan dilakukan di depan dan diantara bagian yang cedera. Pakai perban bantal diantara bidai dan bagian tubuh yang dibidai. 2. Periksa dengan interval 15 menit untuk menjamin bahwa pembalut tidak terlalu kencang akibat pembengkakan dari jaringan yang cedera. 3. 2. 4. penggunaan bantalan lunak dianjurkan sebelum melakukan balutan.

peregangan atau robekan urat yang masih menyambung. TERKILIR Terkilir merupakan kecelakaan sehari-hari. bengkak dan memar. Robekan ini diikuti oelh perdarahan di bawah kulit. eratkan dengan balutan.4. Kalau cedera sangat ringan bagian yang cedera distirahatkan dan sarankan agar korban berobat ke dokter. terutama di lapangan olahraga. . stabilkan dan topang bagian yang cedera dalam posisi yang paling nyaman bagi korban. dan darah yang mengumpul di bawah kulit itulah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan. tetapi dengan arah yang salah sehingga mengakibatkan persendian mendapat tekanan berlebihan. A.   Perhatian: Untuk luka yang baru saja terjadi jangan olesi balsem pada tempat yang bengkak atau memijatnya. Tetapi bila cedera berat segera cari pertolongan medis. Tungkai yang cedera ditopang dan ditinggikan supaya aliran darah ke tempat itu berkurang dan untuk mengurangi memar. Terkilir disebabkan adanya hentakan keras terhadap sebuah sendi .   Seputar bagian yang cedera ditekan sedikit dengan gumpalan kapas atau karet busa yang tebal. dinginkan bagian tersebut dengan es yang dibungkus dalam kain atau dengan kompres dingin untuk mengurangi nyeri. bila perlu. E – Elevate (tinggikan) bagian yang sakit  Istirahatkan. Bila cedera baru saja terjadi.

4. Kebanyakan pergelangan kaki terkilir ke arah dalam. Pastikan ada tidaknya patah tulang 3. Dapat pula dengan menekan tulang kering dan tulang betis ke arah salaing mendekati. Dalam hal ini.Gejala dan Tanda 1. Bila tak ada patah tulang lakukan tindakan selanjutnya. Dalam hal ini. Istirahatkan korban dan kendorkan sepatu penderita. Itulah sebabnya terdapat rasa nyeri bila ditekan terutama di daerah ini. kemungkinan besar ujung tulang-tulang itu patah. Terkilir pergelangan kaki Terkilir paling banyak terjadi pada daerah pergelangan kaki. keterbatasan pergerakan dan kehilangan fungsi. tulang yang patah biasanya adalah ujungujung bawah tulang betis dan tulang kering. . 2. Dengan akibat. Rasa sakit yang cukup kuat. apabila terasa nyeri. Memar (cepat timbul). ligamen antara tulang betis dan tulang kering bagian depan terobek. rasa nyeri dan bengkak berawal di mata kaki sebelah dalam Pertolongan: 1. DRABC 2. dan pembengkakan pun terjadi di depan mata kaki. Periksalah dengan jalan menekan tulang itu dari telapak kaki dan betis bagian atas secara hati-hati. 3. Terkilir ke arah luar dapat juga terjadi. Bengkak.

tidak menyebabkan robeknya kulit. pekerjaan atau kecelakaan. Compress dilakukan dengan menggunakan pembalut tekan atau pembalut elastis 7. 2. . Cari pertolongan medis 8. Prevalensi Fraktur lebih sering terjadi pada orang laki-laki daripada perempuan dengan umur dibawah 45 tahun dan sering berhubungan dengan olahraga. o Grade II: luka lebih luas tanpa kerusakan jaringan lunak yang ekstensif. Closed frakture (simple fracture).5. Selama 24 jam berikutnya penderita tidak boleh mempergunakan kakinya yang cedera untuk menahan berat badan. patah pada seluruh garis tengah tulang. Prinsip RICE (lihat Luka memar). Fraktur terbuka digradasi menjadi: o Grade I: luka bersih dengan panjang kurang dari 1 cm. Biasanya disertai dengan perpindahan posisi tulang. Jika tidak ada pembalut. integritas kulit masih utuh. Untuk sementara balutlah pergelangan kakinya dengan pembalut ataupun mitela seperti gambar di bawah ini: 6. merupakan fraktur dengan luka pada kulit (integritas kulit rusak dan ujung tulang menonjol sampai menembus kulit) atau membran mukosa sampai ke patahan tulang.luas dan melintang. Pembengkakan biasanya mereda setelah 36-48 jam kemudian. Open fracture (compound frakture / komplikata/ kompleks). Jenis fraktur 1. Strapping tidak boleh sampai menutupi penuh pergelangan kaki. Strapping tersebut dikenakan dengan kaki dalam kedudukan terbujur dan lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. Ia harus beristirahat dengan kaki yang cedera diletakkan lebih tinggi dari bagian tubuh lainnya. 3. dapat pula mempergunakan plester menurut cara Gibney (Gibney ankle strapping). Complete fraktur (fraktur komplet). Sedangkan pada Usila prevalensi cenderung lebih banyak terjadi pada wanita berhubungan dengan adanya osteoporosis yang terkait dengan perubahan hormon.

Penatalaksanaan Segera setelah cedera perlu untuk me. metastasis tulang. Oblik. Komunitif. dengan pendekatan bedah. Spiral. plat. 4. pemendekan ekstremitas. paget. Prinsip penanganan fraktur meliputi : Reduksi Reduksi fraktur berarti mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotasi anatomis Reduksi tertutup. fraktur yang terjadi pada daerah tulang berpenyakit (kista tulang. fraktur membentuk sudut dengan garis tengah tulang. 6. 13. fraktur dengan frakmen patahan terdorong ke dalam (sering terjadi pada tulang tengkorak dan wajah). 14. Perkiraan waktu imobilisasi yang dibutuhkan untuk penyatuan tulang yang mengalami fraktur adalah krg lbh 3 bln. fraktur dimana tulang mengalami kompresi (terjadi pada tulang belakang). tertariknya fragmen tulang oleh ligamen atau tendo pada prlekatannya. Iimobilisasi Imobilisasi dapat dilakukan dengan metode eksterna dan interna Mempertahankan dan mengembalikan fungsi Status neurovaskuler selalu dipantau meliputi peredaran darah. Depresi. Greenstick. Transversal.Grade III: sangat terkontaminasi. 12. parasthesia ( kesemutan ). . pembengkakan lokal dan perubahan warna. fraktur sepanjang garis tengah tulang. krepitus. paku. dan mengalami kerusakan jaringan lunak ekstensif. 5. 8. Pemeriksaan Tanda dan gejala kemudian setelah bagian yang retak di imobilisasi. o Manifestasi klinis Nyeri terus menerus. nyeri. bidai dan alat yang lainnya. fraktur dengan tulang pecah menjadi beberapa fragmen. gerakan. paloor ( kepucatan/perubahan warna). mengembalikan fragmen tulang ke posisinya ( ujung ujungnya saling berhubungan ) dengan manipulasi dan traksi manual. Epifisial. Alat fiksasi interna dalam bentuk pin.imobilisasi bagian yang cedera apabila klien akan dipindhkan perlu disangga bagian bawah dan atas tubuh yang mengalami cedera tersebut untuk mencegah terjadinya rotasi atau angulasi. fraktur dimana salah satu sisi tulang patah sedang sisi lainnya membengkok. paralisis ( kelumpuhan/ketidakmampuan untuk bergerak ). kaawat. Patologik. Reduksi terbuka. hilangnya fungsi. 11. fraktur melalui epifisis. perabaan. deformitas. dan pulselessnes ( tidak ada denyut ) Rotgen sinar X Pemeriksaan CBC jika terdapat perdarahan untuk menilai banyaknya darah yang hilang. Avulsi. tumor). 10. Kompresi. perawat perlu mnilai pain ( rasa sakit ). Impaksi. Alat yang digunakan biasanya traksi. sekrup. fraktur memuntir seputar batang tulang. 9. fraktur dimana fragmen tulang terdorong ke fragmen tulang lainnya. 7.

tergantung dari regio mana yang mengalami fraktur. Humerus  Suprakondiler  Batang  Proksimal ( impaksi )  Proksimal ( dengan pergeseran ) g. Falang ( jari ) b. a. Femur  Intrakapsuler  Intratrohanterik  Batang  Suprakondiler k. Karpal d. Metakarpal c. Radius dan ulna f. Klavikula h. Skafoid e. Pelvis j. Tibia  Proksimal  Batang  Maleolus . Vertebra i. serta nutrisi yang diberikan.

Kalkaneus m.l. Metatarsal n. falang (jari kaki) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->