P. 1
Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa

|Views: 201|Likes:
Published by Miftahul Husnah

More info:

Published by: Miftahul Husnah on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2015

pdf

text

original

2011

Pancasila Sebagai Ideologi B Bangsa

MIFTAHUL HUSNAH 409321037 Pend Fisika Ekst’09 P

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Pend. Fisika UNIMED

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah di mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN). Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan pengetahuan yang luas untuk kami para mahasiswa/i mata kuliah tersebut. Ucapan terima kasih penulis ucapakan kepada bapak dosen yang bersangkutan dibidang mata kualiah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) yang telah menuntun saya dalam mengerjakan makalah ini. Ucapan yang sama penulis sampaikan kepada teman – teman yang telah ikut serta membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Saya penulis berharap makalah ini dapat membantu adik – adik kelas dan para pembaca pada umumnya serta dapt bermanfaat untuk para pembaca. Akhirnya, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah ini.

Hormat Saya

Miftahul Husnah 409321037

BAB I PENDAHULUAN
A.Latar belakang
Pancasila sebagai dasar filsafat serta idiologi bangsa dan negara indonesia bukan terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada idiologi –idiologi lain didunia, namun terbentuknya pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa indonesia. Secara kualitas pancasila sebelum disahakan menjadi dasar filsafat negara nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan dan nilai –nilai religius. Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang besar dan heterogen. Disebut bangsa yang besar karena jumlah penduduknya menempati urutan keempat terbanyak setelah RRC, Amerika Serikat dan India. Indonesia juga bangsa yang heterogen karena terdiri atas banyak suku bangsa dengan berbagai macam agama, budaya, bahasa dan adat istiadat. Kita patut bersyukur bahwa bangsa yang besar dan heterogen ini dapat bersatu dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak bangsa – bangsa yang besar dalam sejarahnya hancur karena tidak mampu mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan. Contohnya adalah Uni Soviet dan Yugoslavia. Mengapa bangsa Indonesia mampu mempertahankan persatuan dan kesatuan ? salah satu jawabannya adalah karena kita telah sepakat Pancasil sebagai dasar negara dan ideologi nasional Indonesia. Nilai-nilai luhur Pancasila merupakan kesepakatan bersama dan menjadi titik temu antarkelompok dan golongan masyarakat Indonesia. Sebagai ideologi negara, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diterima dan dijadikan acuan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, kita perlu memelihara dan mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia.

B. Rumusan Masalah
Bila kita perhatikan kronologis proses persidangan BPUPKI dan PPKI dari tanggal 29 mei sampai tanggal 18 agustus 1945 akan kita dapati beberapa rumusan pancasila.

Adanya

beberapa

rumusan

pancasila

didalam

sejarah

ketatanegaraan

indonesia,memang menimbulkan permasalahan di tangah-tangah masyarakat kita yaitu mengenai issue kelahiran pancasila. Salah satu sebab munculnya issue kelahiran pancasila ialah kenyataan bahwa sampai dengan tahun 1967 bangsa indonesia masih mengadakan peringatan hari lahirnya apncasila pada tanggal 1 juni, hal ini hal ini juga tidak lepas dari kaitan tokoh ,yaitu bung karno. Jadi apabila kita perhatikan rumusan dasar negarayang dikemukakan oleh mr.muh yamin tanggal 29 mei 1945 sampai dengan rumusan pancasila dasar negara yang dikemukakan oleh soekarno pada tanggal 1 juni 1945, masih merupakan unsur yang belum mengikat demikian pula rumusan pancasila yang terdapat didalam piagam jakarta tanggal 22 juli 1945, yang diterima oleh B[UPKI dalam masa sidangnyayang kedua dari tanggal 10-16 juli 1945 jga belum mengikat dan belum pernah dilaksanakan sebagai dasar negara. Karena badan yang berwenag untuk menetapakn dasar negara dan undangundang dasar negara adalah panitia persiapan kemerdekaan indonesia(PPKI), maka secara yuridis ketetapan itulah merupakan ketetapan yang syah dan mengikat dan ternyata PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 menetapkan dasar negara pancasila sebagai nama yang tercantum sekarang dalam UUD 1945. Kedudukan hukum panitia persiapan kemerdekaan indonesia sebagai bagan resmi indonesia dalam negara indonesia yang harus sehari memproklamirkan kemerdekaanya adalah tersendiri dan kusus tidak ada bandinganya dalam sejarah ketatanegaraan indonesia. Penerimaan oleh seluruh rakyat dan bangsa indonesia atas proklamasi kemrdekaan yang diucapkan dwi tunggal bung karno dan bung hata sebagai wakil dari bangsa indonesia.

BAB I PEMBAHASAN

Indonesia sebagai sebuah bangsa tentu juga membutuhkan ideologi nasional. Di dalam ideologi nasional itu tercantum seperangkat nilai yang dianggap baik dan cocok bagi masyarakat Indonesia. Nilai – nilai itu diterima dan diakui serta menjadi tujuan mulia dari bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa nilai – nilai itu adalah nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah ideologi nasional dari bangsa Indonesia.

I.

Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua

kata dari Sansekerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Lima sendi utama penyusun Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan tercantum pada paragraf ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-undang Dasar 1945.1

Sejarah Perumusan
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yaitu :
1. Muhammad Yamin

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato pada tanggal 29 Mei 1945. Pada tanggal 29 mei 1945 itu badan penyelidik mengadakan sidangnya yang pertama. Peristiwa ini kita jadikan tonghak sejarah, karena pada saat itulah mr. muh. Yamin mendapat

1

http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila#cite_ref-Suwarno_p12_0-0

kesempatan yang pertama untuk mengemukakan pidatonya dihadapan sidang lengkap badan penyelidik. Yamin merumuskan lima dasar sebagai berikut: 1) Peri Kebangsaan, 2) Peri Kemanusiaan, 3) Peri Ketuhanan, 4) Peri Kerakyatan, dan 5) Kesejahteraan Rakyat. Dia menyatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan hidup ketatanegaraan yang telah lama berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.2 Setelah berpidato beliau menyampaikan usul tertulis mengenai rancangan UUD republic Indonesia. Didalam pembukaan dari rancangan UUD itu tercxantum perumusan lima asas dasar Negara yang berbunyi sebagai berikut : 1.) Ketuhanan yang maha esa 2.) Kebangsaan persatuan Indonesia 3.) Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab 4.) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 5.) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Perlu dicatat bahwa usul lima asas dasar Negara yang dikemukakan oleh dr. muh. Yamin secara lisan dan tidak dikemukakan secara tertulis. 2. Ir. Soekarno (1 juni 1945) Pada tanggal 1 juni 1945 ir.Soekarno mengucapkan pidatonya dihadapan sidang hari ketiga badan penyidik.Dalam pidato itu juga dikemukakan 5 hal untuk menjadi dasar dasar Negara merdeka. Yang perumusan dan sistematikanya sebagai berikut; a. Kebangsaan Indonesia b. Internasionalisme/ perikemanusiaan c. Mufakat / demokrasi
2

Suwarno, P.J. 1993. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Jakarta : Kanisius. : hlm. 12.

d. Kesejahteraan social e. Ketuhanan yang berkebudayaan. Untuk lima Dasar Negara itu oleh beliau diusulkan pula agar di beri nama Pancasila. Dikatakanya bahwa nama ini berasal dari seorang ahli bahasa kawan beliau ,tetapi tidaj di katakanya kemudian di trima oleh siding. Jika perumusan dan sistematik yang di kemukakan /diusulkan oleh Ir.Soekarno itu itu kita bandingkan dengan pancasila yang sekarang , nyata sekali bahwa perumusan dan sistematiknya berbeda dengan rumusan yang terdapat dalam alinea IV Pembukaan UUD 1945 Pada tahun 1947, pidato Ir,Soekarno tanggal 1 juni 1945 di terbikan dengan nama “Lahirya Pancasila “, kemudian menjadi popular dalam masyarakat bahwa Pancasila adalah nama dari Dasar Negara kita meskipun bunyi rumusan dan sistematika serta metode pikir antara usul Dasar Negara 1 Juni 1945 tidak sama dengan Dasar Negara yang di sahkan dalam Pembukaan UUD1945 tanggal 18 Agustus 1945. 3. Piagam Jakarta (22 juni 1945) Pada tanggal 22 juni1945 9 tokoh nasional yang juga tokoh dokuritsu Junbi coosakai mengadakan pertemuan untuk membahas pidato serta usul usul mengenai asas dasar yang tekah dikemukakan dalm siding siding badan penyelidik. Setelah mengadakan pembahasan, maka oleh Sembilan tokoh tersebut disusunlah sebuah piagam yang kemudian terkenal dengan nama ‘’piagam jakarta’’ Yang didalamnya terdapat perumusan dan sistematik pancasila sebagai berikut: 1.) Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat islam bagi pemeluk pemeluknya. 2.) Kemanusiaan yang adil dan beradab 3.) Persatuan Indonesia 4.) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaandalam permusyawaratan perwakilan 5.) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Adapun Sembilan tokoh nasional itu adalah : 1) Ir. Soekarno 2) Drs. Moh. Hatta 3) Mr. A.A. Maramis

4) Abikoesno Tjokrosoejoso 5) Abdoelkahar Muzakir 6) Haji Agus Salim 7) Mr. Ahmad Soebardjo 8) K.H. Wachid Hasim 9) Mr. muhamad yamin 4. Penerimaan piagam Jakarta oleh badan penyelidik (14 juli 1945) Piagam Jakarta yang didalamnya terdapat perumusan dan sistematik pancasila sebagaimana diuraikan tersebut itu diatas kemudian ditrima oleh badan penyelidik dalam sidangnya kedua pada tanggal 14-16 juni 1945. Samapi disisni kita dapat mengetahui bagaimana hubungan secarakronologis sejarah dan sistematika lima asas Negara berturut turut mulai tanggal: 29 mei 1945, 1 juni 1945 dan 14 juli 1945. akan tetapi inipun belum final disamping badan itu sendiri belum merupakan perwakilan yang representative. 5. Panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (9 agustus 1945) Pada taggal 19 agustus terbentuklah panitia persiapan kemerdekaan (dokuritsu junbi linkai), yang juga sering disebut panitia persiapan kemerdekaan Indonesia (PPKI).Ir. Soekarno diangkat sebagai ketua dan Drs. Moh.Hatta sebagai wakil ketuanya.Panitia persiapan kemerdekaan ini penting sekali fungsinya, apalagi setelah proklamasi keanggotanya disempurnakan. Badan yang mula-mula bersifat ‘’badan buatan jepang””hadiah kemerdekaan’’dari jepang setelah takluknya jepang dan proklamasi kemerdekaan republic Indonesia lalu mempunyai sifat”badannasional indonesia’. Badan yang mula-mula bertugas memeriksa hasil-hasil badan peneyelidik, tetapi menurut sejarah kemudian mempunyai kedudukan dan fungsi yang penting sekal, yaitu : a. Mewakili seluruh bangsa Indonesia b. Sebagai pembenuk Negara. (yang menyusun Negara Indonesia tentang proklamasi kemerdekaan tanggal 17 agustus 1945) c. Menurut teori hokum, badan seperti itu mempunyai wewenang untuk meletakan dasar Negara.

6. Proklamasi kemerdekaan (17 agustus 1945) Pada tanggal 14 agustus 1945 jepang menyerah kalah kepada sekutu.Pada saat itu terjadilah kekosongan kekuasaan di Indonesia. Inggris yang oleh sekutu diserahi tugas untuk memelihara keamanan di asia tenggara termasuk Indonesia pada saat itu belum datang. Sementara itu sambil menunggu kedatangan inggris, tugas penjagaan keamanan di Indonesia oleh sekutu diserahkan kepada jepang yang telah kalah perang itu. 7. Pengesahan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 Proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 agustus 1945 itu telah melahirkan Negara republic Indonesia. Untuk melengkapi alat-alat perlengkapan Negara sebagaimana lazimnya suatu Negara yang merdeka , maka Panitia Persiapan Pancasila Kemerdekaan Indonesia (di singkat : PPKI) segera mengadakan sidang. Dalam sidangnya pada tanggal 18 Agustus 1945 itu, PPKI yang telah disempurnakan antara lain telah mengesahkan UndangUdang Dasar Negara yang kini terkenal dengan sebutan UUD 1945. UUD 1945 yang telah disahkan oleh PPKI itu terdiri dari dua bagian “pembukaan” dan bagian “Batang Tubuh UUD” yang berisi 37 pasal ,1 aturan Peralihan terdiri atas 4 pasal , 1 Aturan Tambahan terdiri dari 2 ayat. Didalam bagian “Pembukaan” yang terdiri atas empat alinea itu di dalam alinea ke 4 tercamtum perumusan pancasila yang berbunyi sebagai berikut: 1) Ketuhanan YAang Maha Esa. 2) Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3) Persatuan Indonesia. 4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. 5) Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagaimana telah kita ketaui bahwa pancasila yang sah dan benar sebagai dasar Negara adalah pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu penjelasan dari sila-sila pancasila haruslah bersumber,berpedoman dan berdasarka kepada pembuka UUD 1945; maksudnya sila-sila pancasila bersumber hokum pada UUD 1945. Pengertian dari pancasila itu sendiri adalah sebagai berikut : 1. Sila pertama (ketuhanan yang maha esa)

Alinia ketiga dalam pembuka UUD 1945,sumber hukumnya adalah.“atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur,supaya berkehidupan yang bebas,maka rakyat Indonesia menyatakan denga ini kemerdekaanya.’’ 2. Sila kedua (kemanusiaan yang adil dan beradab) Alinia pertama UUD 1945,sumbar hukumnya adalah.’’bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsadan oleh seab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskankarena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan’’. 3 . Sila ketiga (persatuan Indonesia) Alinia keempat pembuka UUD 1945, sumber hukumnya adalah.’’maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu undang undang dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada persatuan indonesia’’. 4. Sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan) Alinia keempat pembuka UUD 1945, sumber hukumnya adalah,’’maka disusunlahkemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu undang undang dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan Negara republic Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhnan yang maha esa dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.’’ 5. Sila kelima (Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia) Alinia kedua pembuka UUD 1945,sumbar hukumnya adalah,’’dan perjuangan pergerakan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.’’ 3 Pancasila sebagai perkataan adalah sesuatu sebutan, suatu istilah untu memberi nama kepada dasar filsafat ( Asas kerokhanian) Negara kita. Didalam nama itu tersimpul isi darifilsafat Negara. Melainkan hanya ditunjukan bahwa filsafat Negara kita tersusun dari lima hal. Yang masing masing merupakan suatu sila suatu asas peradaban, suatu asas keadaban. Orang hendaknya jangan merasa tahu telah mengerti pacasila hanya karena hafal akan ucapan kelima sila pancsila. Kita harus berusaha memahami apa bentuk dari susunan pancasila seperti yang tertera pada pembuka undang undang dasar 1945 itu. Pancasila yang terdiri dari lima sila itu tidaklah merupakan kumpulan dari sila sila yang boleh dicerai beraikan satu dari yang lain. Pancasila dengan kelima silanya itu harus kita artikan sebagai
3

Kaelan,M.S.,DRS. 1995.Pancasila Sebagai Yuridis Kenegaraan.Yogyakarta:Paradigma

suatu pancasila dengan kelima silanya itu.Ini memang dikehendaki sesuai dengan fungsinya sebagai dasar filsafat Negara. Suatu dasar fisafat Negara harus merupakan kesatuan,keseluruhan. Boleh terdiri atas bagian-bagian itu harus tidak saling bertentangan, dansemuanay harus menyusun suatu hal yang baru/ lain dan utuh. Tiap tiap bagian (sila) merupakan bagian yang mutlak apabila dihilangkan satu bagian (sila) saja, hilanglah halnya juga(pancasila) itu. Sebaiknya terlepas dari hal yang (baru/ lain dan uuh yaitu pancasila).4

II.

Ideologi
a. Pengertian Ideologi Secara etimologi ideology berasal dari bahasa yunani yaitu eidos dan logos. Eidos berarti gagasan dan logos berarti berbicara (ilmu). Maka secara etimologis ideology adalah berbicara tentang gagasan/ilmu yang mempelajari tentang gagasan. Gagasan yang dimaksud disini adalah gagasan yang murni ada dan menjadi landasan atau pedoman dalam kehidupan masyarakat yang ada atau berdomisili dalam wilayang Negara dimana mereka berada. b. DefinisiIdeologi Dalam beberapa kamus atau reference, dapat terlihat bahwa definisi ideology ada beberapa macam. Keanekaragaman definisi ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang keahlian dan fungsi lembaga yang member definisi tersebut. Seperti : a. Definisi ideology menurut BP-7 Pusat (kini telah dilikuidasi) b. Definisi yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Maswadi, ahli ilmu politik Universitas Indonesia. Beradasarkan definisi ideology pancasila diatas, dapat disimpulkan bahwa. Pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang meliputi sila-sila Pancasila sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, alinea IV yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 19455 c. Unsur Ideologi Menurut M. Sastraprated, ideologi sebagai seperangkat gagasan mengandung tiga

unsure, yaitu:
4
5

Thaib,Dahlan,SH,Msi. 1994.Ketatanegaraan Pancasila.Yogyakarta:UPP AMP YKPN Srijanti, A. Rahman. 2008. Etika Berwarga Negara. Jakarta : salemba empat. hal 22

1) Berisi penafsiran atau pemahaman terhadap suatu kenyataan, artinya orang atau masyarakat dapat membuat penafsiran tentang keadaan berdasar ideologi. 2) Berisi nilai-nilai yang dianggap baik dan diterima oleh masyarakat sebagai pedoman bertindak, artinya masyarakat dapat berbuat berdasarkan nilai yang dianggap baik. 3) Memuat suatu orientasi tindakan, artinya ideologi merupakan suatu pedoman kegiatan untuk melaksanakan nilai – nilai yang terkandung di dalamnya. d. Manfaat Ideologi bagi Suatu Bangsa Dalam kehidupan suatu bangsa, adanya ideologi sangat dperlukan. Dengan ideologi, suatu bangsa akan : 1) Mampu memandang persoalan – persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa itu memecahkan persoalan – persoalan yang dihadapi sehingga tidak terombang ambing dalam menghadapi persoalan – persoalan besar, baik yang berasal dari dalam masyarakat sendiri maupun dari luar ; 2) Memilki pegangan dan pedoman bagaimana ia memecahkan masalah – masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya; 3) Mempunyai pedoman bagaimana bangsa itu membangun dirinya. Berdasarkan pada kemanfaatan tersebut maka ideologi dalam suatu masyarakat memiliki fungsi sebagai berikut : 1) Sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh suatu masyarakat. 2) Sebagai sarana pemersatu masyarakat.6

e. Landasan Hukum Pancasila sebagai Ideologi Nasional Indonesia
6

Wijianto dan Siti Aminah Y. 2005. Kewarganegaraan ( Citizanship ). Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.

Kedudukan Pancasila sebagai ideology bangsa tercantum dalam ketetapan MPR No.XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamatan Pancasila (Eka Prasetya Pancakarsa) dan penetapan tentang penegasan Pancasila sebagai dasar negara. Berdasarkan pada ketetapan MPR tersebut, secara jelas menyatakan bahwa kedudukan Pancasila dalam kehidupan bernegara Indonesia adalah sebagai: • Dasar Negara Adapun makna Pancasila sebagai dasar negara sebagai berikut: 1) Sebagai dasar menegara atau pedoman untuk menata negara merdeka Indonesia. Arti menegara adalah menunjukkan sifat aktif daripada sekedar bernegara; 2) Sebagai dasar untuk aktivitas negara. Diartikan bahwa aktivitas dan pembangunan yang dilaksanakan negara berdasarkan peraturan perundangan yang merupakan penjabaran dari prinsip – prinsip yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945; 3) Sebagai dasar perhubungan anatar warga negara yang satu dengan warga negara yang lainnya. Diartikan bahwa penerimaan Pancasila oleh masyarakat yang berbeda – beda latar belakangnya menjalin interaksi dan bekerja sama dengan baik. • Identitas Nasional Ideologi nasional mengandung makna ideologi yang memuat cita-cita tujuan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila merupakan ideologi yang terbuka, bukan ideologi tertutup. Pancasila memenuhi syarat sebagai ideologi terbuka karena: (1) Nilai-nilai Pancasila bersumber dari bangsa Indonesia sendiri. (2) Nilai-nilai dari Pancasila tidak bersifat operasional dan langsung dapat diterapkan dalam kehidupan.

III.

Funsi dan Peranan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat,

Berbangsa dan Bernegara
Fungsi dan Peranan Pancasila meliputi : a. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia b. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia c. Pancasila sebagai dasar Negara republic indonesia d. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia e. Pancasila sebagai perjanjian luhur Indonesia f. Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia g. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia h. Pancasila sebagai moral pembangunan i. Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila7

IV.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
Ciri khas ideology terbuka ialah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari

luar, tetapi berasal dari dalam diri bangsa sendiri, yaitu dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya dengan dasar konsesus seluruh masyarakat dan tidak diciptakan oleh Negara. Oleh karena itu, ideology terbuka adalah milik semua rakyat sehingga ideology terbuka bukan hanya dapat dibenarkan, melainkan dibutuhkan.8 Sumber semangat ideologi terbuka sebenarnya terdapat dalam penjelasan umum UUD 1945 yang menyatakan seperti dibawah ini :

Terutama bagi negara baru dan Negara muda, lebih baik hokum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok ini diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya dan mencabutnya.

Yang sanagat penting dalam pemerintahan dan dalam hidup Negara ialah semangat, semangat penyelenggara Negara, semangat para pimpinan negara

7 8

Srijanti, A. Rahman. 2008. Etika Berwarga Negara. Jakarta : salemba empat. hal 23-24 Pandji Setijo . 2001. Pendidikan Pancasila (Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa) Edisi ke2.Jakarta : Grasindo. hal :91

a) Latar Belakng Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka • Proses pembangunan nasional dipengaruhi oleh dinamika masyarakat sehingga peran besar yang diberikan oleh Negara/pemerintah berpindah kebadan usaha swasta • Ideology tertutup (marxisme/leninisme/komunisme) mengalami kebangkrutan karena dilaksanakan secara drogmatis • Pengalaman sejarah politik di Indonesia saat dipengaruhi komunisme (ideology tertutup) sangat besar sehingga mempenagruhi Pancasila menjadi dogma

Tekad Indonesia untuk menjadikan Pancasila satu-satunya asas dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara (Tap MPR tentang GBHN dan referendum). Contoh : Pancasila adalah pengayom kegiatan agama. 9

b) Hal – hal yang membatasi keterbukaan ideologi pancasila adalah sebagai berikut : • • •

Stabilitas nasional yang mantab Tetap berlakunya laranagan terhadap komunisme di Indonesia Adanya pencegahan atas pengembanagn ideology liberal di Indonesia, dan Pencegahan terhadap gerakan ekstrem dan paham-paham lain yang bias menggoyahkan nilai persatuan bangsa.10

9

Minto Rahayu. 2007.Pendidikan Kewarganigaraan Perjuanagan Menghidupi Jati Diri Bangsa.Jakarta: Grasindo. hal : 47-48 10 Pandji Setijo . 2001. Pendidikan Pancasila (Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa) Edisi ke2.Jakarta : Grasindo. Hal:92

BAB III UPAYA MEMPERTAHANKAN IDEOLOGI PANCASILA

Pada era reformasi ini, rakyat Indonesia banyak mendapatkan kemerdekaan dan kebebasan untuk ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan negara. Rakyat tidak hanya menjadi objek yang selalu harus menuruti keinginan penguasa. Sekarang rakyat Indonesia berdaulat di negara Indonesia. Ini sesuai dengan prinsip negara yang berkedaulat rakyat atau demokrasi. Sebagai ideologi bangsa, Pancasila telah diterima sebagai kesepakatan seluruh masyarakat sehingga Pancasila dapat mempersatukan bangsa. Nilai-nilai Pancasila diakui berisikan cita-cita luhur bangsa. Oleh karena itu, kita sebagai warga bangsa dan warga negara berkewajiban mempertahankan Pancasila sebagai ideology nasional. Tindakan yang harus kita kembangkan dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara kita, antara lain: a. Mempelajari Pancasila secara benar sehingga menerima kebenarannya; b. Mewujudkan nilai-nilai Pancasil dalam kehidupan sehari-hari dengan cara mentaati norma-norma yang berlaku; c. Menjaga kemurniaan Pancasila dengan tetap terbuka terhadap nilai-nilai baru; d. Melawan berbagai ancaman, baik yang dating dari dalam maupun dari luar yang berusaha merongrong ideologi bangsa; e. Mengakui dan menghargai keanekaragaman bangsa;

f.Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara; g. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; h. Mengawasi penyelenggara negara agar tidak berkuasa secara mutlak dan absolute; i. Taat dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang telah disepakati.11

BAB IV PENUTUP
1.Kesimpulan Ideologi nasional Indonesia adalah Pancasila. Pancasila yang dimaksud adalah Pancasila sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV. Pancasila sebagai ideology nasional bersifat terbuka karena memenuhi dimensi realitas, idea,dan fleksibel. Kita perlu memelihara bangsa dan sebagai acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan pilihan ideologi yang tepat untuk bangsa Indonesia yang heterogen.

2.Saran Perlunya kesadaran seluruh masyarakat dan menjalankan sistim ketatanegaraan yang baik terutama menjalankan pancasila dalam kehidupan Negara. Kita sebagai bangsa Indonesia harus bisa memahami dan mengerti arti dari Pancasila itu sendiri juga cuma biasa mebaca dan mendengarkan tetapi juga biasa mambaca dan mendengarkan ,tetapi juga melaksanakan apa yang ada pada pancasila itu sendiri.

11

Wijianto dan Siti Aminah Y. 2005. Kewarganegaraan ( Citizanship ). Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.

DAFTAR PUSTAKA

Aminah Y, Siti .,Wijianto. 2005. Kewarganegaraan ( Citizanship ). Jakarta: Piranti Darma Kalokatama. Kaelan,M.S.,DR. 1995.Pancasila Sebagai Yudiris Kenegaraan.Yogyakarta:Paradigma Rahma, Srijanti, A. 2008. Etika Berwarga Negara Edisi 2. Jakarta : salemba empat Rahayu, Minto. 2007.Pendidikan Kewarganigaraan Perjuanagan (Menghidupi Jati Diri Bangsa). Jakarta : Grasindo. Setijo, Pandji . Pendidikan Pancasila (Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa) Edisi ke2. Jakarta : Grasindo. Suwarno, P.J. 1993. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. Jakarta : Kanisius Thaib,Dahlan,SH,Msi. 1994.Ketatanegaraan Pancasila.Yogyakarta:UPP AMP YKPN http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila#cite_ref-Suwarno_p12_0-0

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->