P. 1
Bayi Hipotermi

Bayi Hipotermi

|Views: 123|Likes:
Published by Tutwuri Sunrise
Perinatal care
Perinatal care

More info:

Published by: Tutwuri Sunrise on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2015

pdf

text

original

Bayi Hipotermi

Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal. Adapun suhu normal bayi adalah 36,5-37,5 °C. Suhu normal pada neonatus 36,5-37,5°C (suhu ketiak). Gejala awal hipotermi apabila suhu <36°C atau kedua kaki & tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (suhu 32-36°C). Disebut hipotermi berat bila suhu <32°C, diperlukan termometer ukuran rendah (low reading thermometer) yang dapat mengukur sampai 25°C. (Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo, 2001). Disamping sebagai suatu gejala, hipotermi merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian. (Indarso, F, 2001). Sedangkan menurut Sandra M.T. (1997) bahwa hipotermi yaitu kondisi dimana suhu inti tubuh turun sampai dibawah 35°C. Etiologi Penyebab terjadinya hipotermi pada bayi yaitu : 1)Jaringan lemak subkutan tipis. 2)Perbandingan luas permukaan tubuh dengan berat badan besar. 3)Cadangan glikogen dan brown fat sedikit. 4)BBL (Bayi Baru Lahir) tidak mempunyai respon shivering (menggigil) pada reaksi kedinginan. (Indarso, F, 2001). 5)Kurangnya pengetahuan perawat dalam pengelolaan bayi yang beresiko tinggi mengalami hipotermi. ( Klaus, M.H et al, 1998). Mekanisme hilangnya panas pada BBL Mekanisme hilangnya panas pada bayi yaitu dengan : 1Radiasi yaitu panas yang hilang dari obyek yang hangat (bayi) ke obyek yang dingin. 2)Konduksi yaitu hilangnya panas langsung dari obyek yang panas ke obyek yang dingin. 3)Konveksi yaitu hilangnya panas dari bayi ke udara sekelilingnya. 4)Evaporasi yaitu hilangnya panas akibat evaporasi air dari kulit tubuh bayi (misal cairan amnion pada BBL). (Indarso, F, 2001). Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh hipotermi Akibat yang bisa ditimbulkan oleh hipotermi yaitu : 1)HipoglikemiAsidosis metabolik, karena vasokonstrtiksi perifer dengan metabolisme anaerob. 3)Kebutuhan oksigen yang meningkat. 4)Metabolisme meningkat sehingga pertumbuhan terganggu. 5)Gangguan pembekuan sehingga mengakibatkan perdarahan pulmonal yang menyertai hipotermi berat. 6)Shock. 7)Apnea. 8)Perdarahan Intra Ventricular. (Indarso, F, 2001). Pencegahan dan Penanganan Hipotermi Pemberian panas yang mendadak, berbahaya karena dapat terjadi apnea sehingga direkomendasikan penghangatan 0,5-1°C tiap jam (pada bayi < 1000 gram penghangatan maksimal 0,6 °C). (Indarso, F, 2001). Alat-alat Inkubator Untuk bayi < 1000 gram, sebaiknya diletakkan dalam inkubator. Bayi-bayi tersebut dapat dikeluarkan dari inkubator apabila tubuhnya dapat tahan terhadap suhu lingkungan 30°C. Radiant Warner Adalah alat yang digunakan untuk bayi yang belum stabil atau untuk tindakan-tindakan. Dapat menggunakan servo controle (dengan menggunakan probe untuk kulit) atau non servo controle (dengan mengatur suhu yang dibutuhkan secara manual). Pengelolaan Menurut Indarso, F (2001) menyatakan bahwa pengelolaan bayi hipotermi : (1)Bayi cukup bulan -Letakkan BBL pada Radiant Warner. -Keringkan untuk menghilangkan panas melalui evaporasi. -Tutup kepala. -Bungkus tubuh segera. -Bila stabil, dapat segera rawat gabung sedini mungkin setelah lahir bayi dapat disusukan. (2)Bayi sakit -Seperti prosedur di atas. -Tetap letakkan pada radiant warmer sampai stabil. Bayi kurang bulan (prematur) -Seperti prosedur di atas. Masukkan ke inkubator dengan servo controle atau radiant warner dengan servo controle. (3)Bayi yang sangat kecil -Dengan radiant warner yang diatur dimana suhu kulit 36,5 °C. Tutup kepala. Kelembaban 40-50%. Dapat diberi plastik pada radiant warner. Dengan servo controle suhu kulit abdomen 36, 5°C. Dengan dinding double. - Kelembaban 40-50% atau lebih (bila kelembaban sangat tinggi, dapat dipakai sebagai sumber infeksi dan kehilangan panas berlebihan). Bila temperatur sulit dipertahankan, kelembaban dinaikkan. Temperatur lingkungan yang dibutuhkan sesuai umur dan berat bayi. Tabel 2.1 Temperatur yang dibutuhkan menurut umur dan berat badan neonatus Umur Berat Badan Neonatus <1200 gr 1201-1500 gr 1501-2500 gr > 2500 gr 0-24 jam 34-35,4 33,3-34,4 31,8-33,8 31-33,8 24-48 jam 34-35 33-34,2 31,4-33,6 30,5-33 48-72 jam 34-35 33-34 31,2-33,4 30,133,2 72-96 jam 34-35 33-34 31,1-33,2 29,8-32,8 4-14 hari 32,6-34 31-33,2 29 2-3 minggu 32,2-34 30,5-33 3-4 minggu 31,6-33,6 30-32,2 4-5 minggu 31,2-33 29,5-32,2 5-6 minggu 30,6-32,3 29,31,8 Sumber : Klaus, M,H et al. (1998). Penatalaksanaan Neonatus Resiko Tinggi : Mempertahankan Suhu Tubuh Untuk Mencegah Hipotermi Menurut Indarso, F (2001) menyatakan bahwa untuk mempertahankan suhu tubuh bayi dalam mencegah hipotermi adalah : (1)Mengeringkan bayi segera setelah lahir Cara ini merupakan salah satu dari 7 rantai hangat ; a.Menyiapkan tempat melahirkan yang hangat, kering dan bersih. b.Mengeringkan tubuh bayi yang baru lahir/ air ketuban segera setelah lahir dengan handuk yang kering dan bersih. c.Menjaga bayi hangat dengan cara mendekap bayi di dada ibu dengan keduanya diselimuti (Metode Kangguru). d.Memberi ASI sedini mungkin segera setelah melahirkan agar dapat merangsang pooting reflex dan bayi memperoleh kalori dengan : -Menyusui bayi. -Pada bayi kurang bulan yang belum bisa menetek ASI diberikan dengan sendok atau pipet. -Selama memberikan ASI bayi dalam dekapan ibu agar tetap hangat. e.Mempertahankan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan pada waktu rujukan. f.Memberikan

Tunda beberapa hari sampai keadaan umum membaik yaitu bila suhu tubuh stabil. langsung menangis kuat.penghangatan pada bayi baru lahir secara mandiri.Pada bayi lahir dengan resiko. yaitu bayi diletakkan telungkup dalam dekapan ibunya dan keduanya diselimuti agar bayi senantiasa hangat. b. gunakan air hangat. Suhu tubuh yang menunjukkan 350 atau kurang menunjukkan tanda tanda hipotermi. Mild Hipothermia  .Pada bayi lahir sehat yaitu cukup bulan. gunakan selimut atau kain hangat yang diseterika terlebih dahulu yang digunakan untuk menutupi tubuh bayi dan ibu. memandikan bayi ditunda 24 jam setelah kelahiran. (2)Cara lain yang sangat sederhana dan mudah dikerjakan setiap orang ialah metode dekap. Tindakan yang harus dilakukan adalah segera menghangatkan bayi di dalam inkubator atau melalui penyinaran lampu. Bila bayi tidak dapat menghisap beri infus glukosa 10% sebanyak 60-80 ml/kg per hari. berat < 2500 gram. (3)Bila tubuh bayi masih dingin. Tidak boleh memakai buli-buli panas.Melatih semua orang yang terlibat dalam pertolongan persalinan. g. a. Menunda memandikan bayi lahir sampai suhu tubuh normal Untuk mencegah terjadinya serangan dingin. bayi sudah lebih kuat dan dapat menghisap ASI dengan baik. (4)Biasanya bayi hipotermi menderita hipoglikemia sehingga bayi harus diberi ASI sedikit-sedikit dan sesering mungkin. Menangani Hipotermi (1)Bayi yang mengalami hipotermi biasanya mudah sekali meninggal. Lakukan berulangkali sampai tubuh bayi hangat. keadaan umum bayi lemah atau bayi dengan berat lahir 2000 gram sebaiknya jangan dimandikan. Hipotermi diakibatkan oleh lepasnya panas karena konduksi. Symptom and sign hipotermi :  berjalan terhuyung huyung  bicara komat kamit  menggigil  pernpasan lambat  lemah/ apti  kulit pucat dan dingin Kehilangan suhu tubuh dapat terjadi melalui proses Respirasi ? Radiasi  Conduksi ? Conveksi  Evaporasi Tanda dan gejala 1. ibu/keluarga dan penolong persalinan harus menunda memandikan bayi. Pada saat memandikan bayi. bahaya luka bakar. konveksi atau radiasi.

2 oC – 28 oC Hyperventilasi Halusinasi ? Gemetar ? Pulpillary dilatasi ? Hiporefleksia 3. ? ? ? ? Severe Hypothermia <28oC Loss of occular reflex Pulmonary edema Cardiac and Respiratory Failure ? Coma ? Apnea ? Death Penanganan 1.? 35 °C – 32.2 °C ? Tachypnea ? Ataxia ? ? Tachycardia ? Apati Normal. Mengurangi hilangnya panas tubuh ? menambah lapisan pakaian ? Hypothermia Wrap (bungkus) ? Pakaian kering ? Ruangan 2. ? ? ? Moderate Hypothermia 32. Makanan dan cairan . gemetaran dapat terjadi 2.

Pada cuaca dingin.suhu tubuhnys cenderung menurun.Rokok/nicotine 3. Perawatan yang kurang tepat setelah bayi lahir .Makanan/minuman yang mengandung alkohol dan caffeine .Karbohydrat .relatif lebih besar dibandingkan dengan berat badannya sehingga panas tubuhnya cepat hilang. . Food types b. 2. 1.Faktor penyebab utama adalah Kurang pengetahuan akan pentingnya mengeringkan bayi.Panas tubuh juga bisa hilang melalui penguapan .Protein . b.Penyebab Luas permukaan tubuh pada bayi baru lahir(terutama jika berat badannya rendah). Hangatkan ? Api atau sumber panas lainnya ? ? Body to body contact Heat can be applied to transfer heat to major arteries – Minuman hangat – Gula a. Sedangkan Hipotermi menurut Rutter tahun 1999 adalah suhu inti tubuh dibawah 36 derajat celcius. Faktor – factor yang dianggap resiko untuk terjadinya hipotermia Resiko terjadinya hipotermia dapat terjadi bila : 1. Yang harus dihindari . yang bisa terjadi jika seorang bayi baru lahir dibanjiri oleh cairan ketuban.Pengertian Hipotermia adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh berada di bawah 35 derajat celcius. Food intake .a.Lemak c.

Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur 4. gunakan selimut atau kain hangat yang disetrika terlebih dahulu yang digunakan untuk menutupi tubuh bayi dan ibu.Tindakan yang harus dilakukan adalah segera menghangatkan bayi di dalam inkubator atau melalui penyinaran lampu. Asfiksia. Suhu badan tidak terjaga selama perjalanan Rujukan 7. Lakukanlah berulang kali sampai tubuh bayi hangat. Bila tubuh bayi masih dingin masih dingin . beri infuse glukosa / dektrose 10% sebanyak 60 – 80 ml /kg per hari.2. sehingga bayi harus diberi ASI sedikit – sedikit sesering mungkin . Umur bayi belum cukup saat dipindahkan / dikirim untuk rujukan 6.   Cara lain yang sangat sederhana dan mudah dikerjakan oleh setiap orang adalah menghangatkan bayi melalu panas tubuh bayi. Bila bayi tidak menghisap .hipoksia atau penyakit-penyakit pada bayi c. Bayi dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir 3. Biasanya bayi hipotermi menderita hipoglikemia .  e.Komplikasi . denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh baayi yang mengeras ( sklerema) d.Tanda dan Gejala  Tanda-tanda hipotermia sedang ( stress dingin) adalah : o Kaki teraba dingin o o o o o o o Kemampuan menghisap lemah Aktifitas berkurang (letargi) Tangisan lemah Kulit berwarna tidak rata ( cutis marmorata ) Jika hipotermia berlanjut akan timbul cedera dingin cold injury Suhu aksila 32 – 36 derajat celcius Tanda – tanda hipotermia berat ( cedera dingin ) adalah  Sama dengan hipotermia sedang       Bibir dan kuku kebiruan Pernafasan lambat Pernaafasan tidak teratur Bunyi jantung lambat Suhu aksila < 32 derajat celcius Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis metaabolik Gejala Gejala hipotermia bayi baru lahir :      Bayi tidak mau minum atau menetek Bayi tampak lesu dan lemah atau mengantuk saja Kulitnya pucat dan tubuh bayi teraba dingin Bayi menggigil Dalam keadaan berat .Penanganan hipotermi bayu baru lahir  Bayi yang mengalami hipotermi biasanya mudah sekali meninggal. Tempat melahirkan yang dingin 5.

Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin Tanda – tanda hipotermia berat a. meningkatkan kebutuhan oksigen.50C (suhu ketiak). Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin. dan tangan teraba dingin. Pernafasan tidak teratur e. mengakibatkan hipoksemia dan berlanjut dengan kematian (Saifudin. Prinsip Dasar Suhu normal bayi. maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang (Suhu 320C – 360C). 1994) 3. menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema). 1994). Kemampuan menghisap lemah e. Pengertian Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 360C (Dep. Muka. tidak cepat dikeringkan. Penilaian hipotermia bayi baru lahir Gejala hipotermia bayi baru lahir a. denyut jantung bayi. Bibir dan kuku kebiruan c. Ini orang apa hewan ya?? HIPOTERMIA 1. Bayi tampak lesu atau mengantuk c. Tangisan lemah c. eh pas udah punya pacar baik & cakep pula malah diselingkuhin. Aktifitas berkurang.   Hipoglikemia Asidosis metabolic Kematian Pas ngejomblo pengen punya pacar. Tubuh bayi teraba dingin d. RI. Radiasi : dari objek ke panas bayi Contoh : timbangan bayi dingin tanpa alas b. 2002) Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir : a. Bayi tidak mau minum / menetek b.50C – 37. Dalam keadaan berat. Pernafasan lambat d. Konveski : penguapan dari tubuh ke udara Contoh : angin dari tubuh bayi baru lahir (Wiknjosastro. Konduksi : panas tubuh diambil oleh suatu permukaan yang melekat ditubuh Contoh : pakaian bayi yang basah tidak cepat diganti. 2. d. Bunyi jantung lambat f. Kaki teraba dingin f. baru lahir. Evaporasi : karena penguapan cairan yang melekat pada kulit Contoh : air ketuban pada tubuh bayi. ujung kaki dan tangan berwarna merah terang b. 2002) 4. c. Bagian tubuh lainnya pucat c. Penyebab dan . letargis b. Hipotermia menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metoblis anerobik. kaki dan tangan (sklerema) (Saifudin. Aktifitas berkurang.Kes. Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung. Tanda – tanda hipotermia sedang : a. Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis metabolik g. Gejala awal hipotermia apabila suhu < 360C atau kedua kaki. letargis b. Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh < 320C. Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata) d. baru lahir berkisar 36. Resiko untuk kematian bayi Tanda – tanda stadium lanjut hipotermia a.

maka memandikan bayi. Infeksi d. Pencegahan Hipotermia Pencegahan hipotermia merupakan asuhan neonatal dasar agar BBL tidak mengalami hipotermia. Apabila tidak tersedia inkubator cara ilmiah adalah menggunakan metode kanguru cara lainnya adalah dengan penyinaran lampu. Penyebab utama Kurang pengetahuan cara kehilangan panas dari tubuh bayi dan pentingnya mengeringkan bayi secepat mungkin b. Kurang gizi. 5) Bayi asfiksia. 1992) 5. menutup bayi dengan selimut atau topi dan menenmpatkan bayi di atas perut ibu (kontak dari kulit ke kulit).000 gram. langsung menangis kuat. Faktor lingkungan b. kaus tangan dan kaki. 1994). sepsis. 2) Pada bayi lahir dengan resiko (tidak termasuk kriteria diatas). Resiko untuk terjadinya hipoermia 1) Perawatan yang kurang tepat setelah bayi lahir 2) Bayi dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir 3) Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur 4) Tempat melahirkan yang dingin (putus rantai hangat). Prinsip dasar mempertahankan suhu tubuh bayi baru lahir dan mencegah hipotermia.Kes. Aliran udara melalui jendela / pintu yang terbuka akan mempercepat terjadinya penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. hipoglikemia perdarahan intra kranial. Faktor Pencetus Faktor pencetus terjadinya hipotermia : a. a. Bila tidak tersedia alat NGT. bersih. bersih. stabil. apabila terdapat alat yang canggih seperti inkubaator gunakan sesuai ketentuan. energi protein (KKP) f. Mencegah bayi kehilangan panas dengan cara : a) Memberi tutup kepala / topi bayi b) Mengganti kain / popok bayi yang basah dengan yang kering dan hangat b. berat > 2.5 – 37. bayi sudah lebih kuat dan dapat menghisap ASI dengan baik. Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas d. hipoksia. ditunda beberapa hari sampai keadaan umum membaik yaitu bila suhu tubuh bayi. jangan dimandikan. Jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk menaruh bayi di atas dada (karena ibu lemah atau syok) maka hal-hal yang dapat dilakukan : 1. (DepKes RI. segera ganti dengan selimut / kain yang hangat. dapat hangat 2) Segera hangatkan tubuh bayi dengan metode kanguru bila ibu dan bayi berada dalam satu selimut atau kain hangaat yang diserterika terlebih dahulu. a. Gangguan endokrin metabolik e. Obat – obatan g. resusitasi yang lama.Resiko a. setiap bayi lahir harus segera dikeringkan dengan handuuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). segera ganti dengan selimut / kain yang hangat. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk pencegahan hipotermi adalah mengeringkan bayi segera mungkin. Disebut hipotermia bila suhu tubuh turun dibawah 36. Aneka cuaca (DepKes RI. RI. 8. ditunda selama + 24 jam setelah kelahiran. 1992) 6. Untuk mencegah terjadinya serangan dingin. Karena itu ASI sedini mungkin dapat lebih sering selama bayi menginginkan.50C. 3) Ulangi sampai panas tubuh ibu mendingin. sindrom dengan pernafasan. Mengeringkan dan membungkus bayi dengan kain yang hangar . 1) Pada bayi baru lahir sehat yaitu lahir cukup bulan. dan hangat 2) Segera hangatkan tubuh bayi dengan metode kanguru. Bila terlalu lemah hingga tidak dapat atau tidak kuat menghisap ASI. (DepKes RI. hal ini disebabkan karena : a.500 gram. diberi topi / tutup kepala. Hipotermia Sedang 1) Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang kering. Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut. 1992) 7. Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dari pakaiannya agar ia tidak kedinginan. ibu / keluarga dan penolong persalinan harus menunda memandikan bayi.50C pada pengukuran suhu melalui ketiak BBL mudah sekali terkena hipotermia. Beri ASI dengan menggunakan NGT. Segera ganti dengan selimut atau lainnya hangat ulangi sampai panas tubuh ibu menghangatkan tubuh bayi 4) Mencegah bayi kehilangan panas dengan cara : a) Memberi tutup kepala / topi kepala b) Mengganti kain / pakaian / popok yang basah dengan yang kering atau hangat 5) Biasanya bayi hipotermi menderita hipoglikemia. Pusat pengaturan panas pada bayi belum berfungsi dengan sempurna b. Mengeringkan bayi baru lahir segera setelah lahir Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. Menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu tubuh bayi stabil Untuk mencegah terjadinya serangan dingin. Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cols stres) yang merupakan gejala awal hipotermia. Tindakan Pada Hipotermia Segera hangatkan bayi. Syok c. Bila selimut atau kain mulai mendingin. Suhu normal pada neonatus adalah 36. b. keadaan bayi lemah atau bayi dengan berat lahir < 2. Hipotermi Berat 1) Keringkan tubuh bayi dengan handuk yang kering. sebaiknya bayi. Beri infus dextrose 10% sebanyak 60 –80 ml/kg/liter 6) Segera rujuk di RS terdekat (Dep. bila perlu ibu dan bayi berada dalam satu selimut atau kain hangat 3) Bila selimut atau kain mulai mendingin. Selanjutnya bayi diletakkan dengan telungkup diatas dada untuk mendapat kehangatan dari dekapan bayi. Permukaan tubuh bayi relatif luas c.

30 WIB Anak : Kedua Alamat : Jl.70C b. RR : 60 x/menit c. Bentuk : simetris. UUB : rata. Nadi cepat 2.2. Bulu mata : ada g. Konjungtiva : agak pucat 6. Pemberian nutrisi Dasar : 1) Bayi belum mendapatkan asupan nutrisi 2) Turgor kulit jelek 3) Refleks gerak bayi berkurang 4) Bayi menangis lemah 5) Bayi tampak mengantuk c.Kes. INTERPRETASI DATA DASAR 1. Aktivitas lemah i. Jenis persalinan : Sponta pervaginam 6. Menangis lemah g. Diagnosa Bayi baru lahir dengan hipotermi sedang Dasar : a. Bentuk : simetris b. berwarna tidak rata (cutis marviorata) 15. Posisi : simetris b. Jumlah perdarahan Kala I : Blood slym Kala II : 50 cc Kala III : 150 cc Kala IV : 250 cc Jumlah : 450 cc 3. Tanda-tanda vital : Temp : 35. Memastikan ruang bayi yang terbaring cukup hangat (Dep. Nutrisi tidak adequat Dasar : Daya isap bayi terhadap ASI lemah b. Kepala a. Tampak mengantuk tetapi masih bisa dibangunkan h. 2007. Katamso Alamat : Jl. Moulage : tidak ada d. Jakarta Saifuddin. Hidung a. Jari tangan : lengkap d. Perawatan tali pusat Dasar : tali pusat masih basah III. Jend. 1994). Lilitan tali pusat : Tidak ada 7. Ekstremitas a. Bayi menggigil f. Katamso – Kota Metro Nama Ibu : Ny. Pernapasan cuping hidung : tidak ada 7. 1994. dkk. INPKKR-POGI & YBS – SP. UUK : cembung c. Wiknjosastro Gulardi H. Kulit : turgor jelek. IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL 1. RI. Strabismus : tidak ada c. Kesadaran : Composmentis 3. Potensial terjadi asfiksia Dasar : a. DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. APGAR SCORE 6/7 c. ”H” TAHUN 2007 I. Segera hangatkan bayi Dasar : 1) Suhu 35. Pols : 130 x/menit d.00 WIB dengan amniotomi 5. Aktivitas : lemah. Ketidaknyamanan pada bayi Dasar : 1) Bayi menggigil 2) Nadi cepat d. Jakarta. JNPK-KR. Perut Bentuk : normal. Suhu 35. Pedoman Penanganan Kegawatdaruratan Obstektrik dan Neonatal. Bentuk : simetris kanan – kiri b. ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN HIPOTERMI SEDANG TERHADAP BAYI Ny. Bayi belum mendapat asupan nutrisi e. Departemen Kesehatan RI. Episiotomi : Tidak ada B. Bentuk : simetris kanan-kiri b.7oC RR : 60 x/menit BB : 2900 gram Pols : 130 x/menit Aktivitas : lemah Daya hisap : lemah Ekstrimitas : membiru Refleks : lemah APGAR SCORE Menit I A : 1 Menit V A : 1 P : 2 P : 2 G : 1 G : 2 A : 1 A : 1 R : 1 R : 2 Jumlah 6 7 4. PENGUMPULAN DATA DASAR Tanggal 2 Oktober 2007 A. Pupil mata : peka terhadap rangsang cahaya d. Mamae : ada c. Pemeriksaan Fisik 1. Abdul Bari. Ekstrimitas membiru d. Tali pusat masih basah 2. Asuhan Persalinan Normal. Potensial terjadi hipotermi berat Dasar : a. Jakarta. Waktu pecahnya ketuban : 08. Refleks a. Departemen Kesehatan RI. Bentuk kepala : bulat. Posisi : simetris b. Apgar Score6/7 c. Caput succedeneum : tidak ada e. Telinga a. Riwayat persalinan sekarang Usia kehamilan : 38 minggu Lama persalinan Kala I : 8 jam Kala II : 30 menit Kala III : 20 menit Kala IV : 2 jam Jumlah : 10 jam 50 menit 2. Masalah a. Palatum : tidak ada palotoskisis c. Jari kaki : lengkap c. ________________. Keterbatasan aktifitas Dasar : 1) Aktifitas lemah 2) Tampak mengantuk tapi masih bisa dibangungkan 3) Menangis lemah c. Mata a. Resiko infeksi Dasar : tali pusat masih basah 3. Gusi : licin. Hipoglikemi Dasar : Bayi belum mendapat asupan nutrisi 3. Keadaan : bersih tidak ada pengeluaran serumen 9. Keadaan umum : Baik 2. Refleks kaki (staping) : ada d. Menggenggam (graping) : ada c. berdenyut b. tidak ada pengeluaran sekret c. Menghisap (sucking) : lemah b. Refleks hisap : lemah e. agak pucat d. Asuhan Kesehatan Anak Dalam Konteks Keluarga. tali pusat masih basah 12. Turgor buruk d. Anus : ada 13.70 C 2) APGAR Score 6/7 3) Extrimitas membiru 4) Kedua kaki teraba dingin 5) Kulit terdapat bercak merah 6) Menangis lemah 7) Tampak mengantuk tetapi masih bisa dibangunkan 8) Aktivitas lemah b. Meletakkan bayi didekat ibu 3. Ekstrimitas : membiru IV. tampat mengantung 14. Pemenuhan lingkungan yang nyaman Dasar : 1) Bayi belum dibersihkan 2) Bayi menggigil d. ujung-ujung membiru b. Bibir : tidak ada skisis 8.70C b. “H” Jenis Kelamin : Perempuan Tanggal Lahir : 2 Oktober 2007 Jam : 09. Jend. Katamso Kota Metro Kota Metro 1. Skelera : tidak ikterik e.. Leher Pergerakan leher : leher tampak ekstensi bila badan diangkat 10. Apgar Score 6 / 7 b. Jend. Genetalia a. simetris 5. KEBUTUHAN INTERVENSI DAN KOLABORASI SEGERA Beri tahu keluarga . Kulit terdapat bercak merah f. Identitas Nama Anak : Bayi Ny. Ukuran antropometri BB : 2900 gram PB : 45 cm Lila : 8 cm LK : 33 cm LD : 30 cm II. Suara nafas : tidak ada ronchi dan hwezing pernapasan belum teratur 11. Jenis kelamin : perempuan b. Luka hidung : bersih. “S” Umur : 25 tahun Umur : 27 tahun Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP Suku : Jawa Suku : Jawa Agama : Islam Agama : Islam Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Wiraswasta Alamat : Jl. Jakarta. Kedua kaki teraba dingin e. Kebutuhan a. tidak ada pembesaran. Dada a. Keadaan : bersih f. 2002. “H” Nama Ayah : Tn. Suhu 35. Refleks moro : ada 16. Keadaan air ketuban : Jernih 4. Pelayanan Kesehatan Maternal & Neonatal. Mulut a.

4. Melakukan pemantauan bati baru lahir a. Tanda-tanda vital Suhu : 36. Bayi baru lahir tanggal 2-10-2007 pukul 09. Observasi kemampuan ibu dalam menjaga kebersihan bayinya e. Pernapasan sulit (lebih dari 60 x/menit). nadi. Diagnosa Bayi baru lahir ke-2 Dasar : a. Observasi kemampuan ibu dalam melakukan teknik penghangatan e. Mengganti kain/pakaian/popok yang basah dengan yang kering d.00 WIB S : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat O : 1. mengantuk berlebihan e. Ajarkan pada ibu tentang cara menghangatkan bayi c. Pemberian ASI a. Ajarkan pada ibu tentang untuk menyusui yang benar c. Menunda memandikan bayi + 24 jam setelah kelahiran c. Aktivitas (bayi menggigil. Menjaga personal hygiene bayi a. banyak muntah. Menghangatkan tubuh bayi a.30 WIB b. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu menyusui bayinya 3. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu menjaga kebersihan bayinya. > 60 x/mnt. RENCANA MANAGEMEN 1. biru/pucat d. Keaktifan bayi c. Segera mengeringkan tubuh bayi dengan handuk kering. Ibu mau menghangatkan bayinya dengan metode kanguru 2. Anjurkan pada ibu utnuk melakukan teknik penghangatan pada bayi baru lahir d. badan lemas dan kejang) VII. Membantu ibu menyusui bayinya kepanpun ketika bayi mau menyusui 4. Anjurkan pada ibu untuk mengjaga kebersihan bayinya d. Pemantauan bayi baru lahir a. < 30 x/mnt. Menjelaskan tanda dan bahaya pada bayi baru lahir a. Observasi kemampuan ibu dalam membantu ibu menyusui bayinya e. Menghisap lemah. pols 5. Kontak langsung kulit ibu dengan kulit bayi diantara bagian tubuh bayi dengan dada dan perut ibu dalam baju kanguru 2. Tali pusat masih basah 4. Suhu tubuh terlalu rendah ( < 36 0C) c. Keadaan umum bayi baik 3. Pantau kemampuan menghisap b. BB. Bayi dipakaikan topi atau kain untuk menjaga kepala tetap hangat b. Ajarkan pada ibu tentang cara memandikan bayi c. Jelakan pada ibu tentang pentingnya mempertahankan suhu tubuh bayi b. Hangatkan tubuh bayi a. Merawat tali pusat d. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya pemeliharaan kebersihan bayi b. EVALUASI 1. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu melakukan teknik penghangatan 2. PELAKSANAAN 1. b. Pantau keadaan umum bayi seperti suhu. Warna kulit terutama 24 jam pertama.tentang persiapan rujukan apabila keadaan bayinya semakin buruk. Keadaan umum baik . Tanda-tanda vital Suhu : 360C Nadi : 120 x/menit RR : 40 x/menit CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-2 Tanggal 3-10-2007 jam : 09. Ajarkan pada ibu tentang penanganan dini terhadap tanda bahaya bayi baru lahir c. bersih dan hangat b. Menggunakan popok yang dilapisi plastik sehingga bayi mendapat sumber panas terus menerus c. V. Bayi dalam keadaan bersih 4. Melakukan perawatan kebersihan bayi baru lahir a. Anjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin d. Bayi mau diberi/mendapatkan ASI meskipun sedikit-sedikit 3. Memandikan dengan mandi kering 3. menangis lemah. Pakaian/popok selalu dalam keadaan kering 5. Jelaskan pada ibu mengenai tanda bahaya bayi baru lahir b. Libatkan anggota keluarga lainnya dalam memantau keadaan bayi baru lahir VI. Bayi baru lahir hari ke-2 2.5 0C Nadi : 135 x/menit RR : 40 x/menit A : 1. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya ASI bagi bayi b.

c.00 WIB S : 1.5 0C Nadi : 135 x/menit RR : 40 x/menit 2. Refleks menghisap (+). Eliminasi BAK 6-7 x/hari. Penyuluhan pemberian imunisasi dini P : 1. Ibu mengatakan berat badan bayi bertambah 2. Ibu mengatakan bayinya sudah mulai aktif O : 1. Diagnosa Bayi baru lahir ke-7 Dasar : Bayi lahir spontan tanggal 2-10-2007 pukul 09. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI setiap mau menyusui CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-14 Tanggal 16-10-2007 jam : 09. Ibu mengatakan bayinya sudah dapat menghisap ASI kuat 2. BB : 3300 gram Pols : 130 x/menit .30 WIB 2. Tanda-tanda vital Suhu : 36. ASI sudah mulai banyak 3. Penyuluhan tentang personal hygiene/kebersihan tubuh P : 1. Evaluasi cara perawatan kebersihan bayi baru lahir 4. Kebutuhan a. Penyuluhan tentang pemberia ASI c. Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan perawatan bayi baru lahir 4. Ibu mengatakan bayinya BAK dan BAB 3. Pesonal hygiene c. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI eksluif selama 6 bulan dan melakukan pencegahan infeksi pada bayi baru lahir 3. Masalah Potensial terjadi infeksi tali pusat Dasar : tali pusat masih basah 3. Masalah Untuk sementara tidak ada 3. Beritahu pada ibu mengenai tanda-tanda bahaya pada BBL 3. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara ekslusif selama 6 bulan 2. Libatkan keluarga dalam menjaga kestabilan suhu badan bayi baru lahir CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-7 Tanggal 9-10-2007 jam : 09. BB : 3000 gram Pols : 138 x/menit RR : 40 x/menit Temp : 36. Ibu mengatakan sudah bisa melakukan perawatan pada bayinya dan tali pusat sudah puput O : 1. Tali pusat masih basah 4. ASI diberikan setiap bayi menangis. Penyuluhan tentang pemberian ASI ekslusif dan mencegah infeksi pada bayi baru lahir dengan perawatan teknik septik dan antibiotik b. Pantau keadaan umum bayi 2. Penyuluhan tentang perawatan tali pusat dengan teknik aseptik dan antiseptik b. BAB 3 x/hari A : 1.00 WIB S : 1. Tali pusat masih basah d. Kebutuhan a.50C Lila : 9 cm 2.

Masalah Untuk sementara tidak ada 3. Anjurkan pada ibu untuk mnejaga personal hygiene bagi bayinya 2. BAB 3 x/hari A : 1. Anjurkan pada ibu untuk memb Label: CONTO . Penyuluhan tentang perawatan bayi sehari-hari dirumah b. Anjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusifnya 3. Penyuluhan tentang nutrisi yag adequat P : 1. Refleks menghisap (+) Refleks sucking (+) Refleks stapping (+) Refleks moro (+) 3.RR : 34 x/menit Temp : 36. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi sehari-hari dengan benar 4.30 WIB 2. Diagnosa Bayi baru lahir ke-14 Dasar : bayi baru lahir spontan tanggal 2-10-2007 pukul 09. Kebutuhan a. Eliminasi BAK 6-7 x/hari.50C Lila : 9 cm 2. ASI diberikan setiap bayi mau/menangis dan ASI sangat lancar 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->