P. 1
Rencana Kerja Dan Syarat

Rencana Kerja Dan Syarat

|Views: 278|Likes:
Published by Daniel Pansela
Contoh rks
Contoh rks

More info:

Categories:Types, Speeches
Published by: Daniel Pansela on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/10/2015

pdf

text

original

RENCANA KERJA DAN SYARAT- SYARAT (RKS

)

Nomor Tanggal Pekerjaan Lokasi

: 20/RKS/DAK/SMKN 2/2009 : : Perencanaan dan Pembangunan rumah tinggal 2 lantai : Jalan Ciumbeleuit, Bandung

BAB I SYARAT- SYARAT UMUM

1.1.

PEMBERI TUGAS

Yang bertindak sebagai Pemberi Tugas adalah : Nama : Verarossa de Mamosa , ST,. MT ( nama owner ) Selaku : Pemilik, dan Pengguna bangunan

1.2.

SUMBER DANA

Penghasilan pribadi Bapak Verarossa de Mamosa, ST., MT

1.3. PERENCANA, PENGAWAS Yang bertindak sebagai pengawas proyek ini adalah PT. Bangun Rumah Karya, yang bertindak sebagai kontraktor utama yang melaksanakan pembangunan ini, dan Bapak Vererossa de Mamosa., ST, MT. sebagai pemilik proyek ini.

1.4.

PELAKSANA

Yang dimaksud dengan pelaksana pekerjaan adalah tim pelaksana dari PT. Bangun Rumah Karya yang akan melaksanakan perencanaan dan pembangunan rumah tinggal di jalan ciumbeleuit sesuai dengan gambar kerja yang telah disetejui oleh Bapak Verarossa de Mamosa., ST, MT. sesuai dengan yang tertera pada Rencana Kerja dan Syarat-syarat.

harus ada ketentuan pemerintah yang mengatur penyaesuaian harga (ekshalasi). Jangka waktu pelaksanan pekerjaan yang dimaksud dalam RKS ini ditetapkan selama 90 ( Sembilan Puluh ) hari kalender.hal tersebut diatas sudah di selesaikan. kerusakankerusakan yang belum diperbaiki. Belum memenuhi ketentuan administrasi. .2. hasil kurang memuaskan.BAB 2 SYARAT. 2. 3. Bilamana hal. kecuali dalam keadaan “ force majeure ”. Jika ada akibat tindakan dari pemerintah di bidang moneter harus menyesuaikan dengan petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan oleh yang berwenang untuk mengikuti dan menyesuainkannya. Terdapat kesalahan dalam pelaksanaan. 3. makam pembayaran angsuran dapat dilakukan.1. Dalam kaitannya dengan kebijakan moneter. 2. 2. KENAIKAN HARGA 1. 4. dan kebijaksanaan moneter dari pemerintah. gunung meletus. Bahwa pada hakekatnya dalam batas berlakunya surat perjanjian kerja sama (SPKS) pekerjaan yang di maksud dalam RKS ini segala kenaikan harga bahan dan upah kerja menjadi tanggung jawab pelaksana dalam bentuk “ Claim “ tidak dibenarkan. topan badai. terhitung sejak dikeluarkannya surat Perintah kerjasama ( SPKS ) ditanda tangani. sambaran petir). PENANGGUHAN PEMBAYARAN PEMBAYARAN akan ditangguhkan apabila: 1. Yang di maksud dengan force majeure adalah suatu kejadian di luar kekeuasaan kontraktor baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi jalannya pekerjaan yaitu antara lain: akibat bencana alam ( misalnya banjir. Apabial terjadi force majeure seperti yang di maksud dengan ayat 2 pasal ini kontraktor dapat mengajukan ganti rugi kepada peberi tugas setelah mendapat pengakuan dan keterangan secara tertulis dari pihak yang berwenang. 2. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN 1. sabotase. Belum ada persetujuan dalam perhitungan claim lenaikan harga yang terjadi pada angsuran tersebut apabila terjadi force majeure. gempa bumi.SYARAT ADMINISTRASI 2.

3. terhitung setelah tanggal penyerahan pertama. maka pihak kedua wajib mengembalikan uang.2. 2. kepada pihak pertama. Kelalaian dalam memasukan hal-hal tersebut diatas berakibat penundaan waktu pelaksanan pekerjaan menjadi tanggung jawab pelaksana tidak ada perpanjangan waktu itu.5.3. PENGUKURAN Pelaksana sebelum memulai pengukuran harus memperhatikan ketentuan batasbatas yang telah ditentukan oleh pemberi tugas. SANGSI-SANGSI DAN DENDA Jika berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi oleh pihak pertama. 2. Dalam masa pemeliharaan ini tim pelaksana tetap bertanggung jawab tehadap penyempurnaan pekerjaan berdasarkan petunjuk dan pengarahan pemberi tugas. 2. Hasil pengukuran ini . Pengambilan peil dan pengukuran harus atas persetujuan dari pengelola pekerjaan dan ila ada hal-hal yang belum jelas atau terdapat permasalahan harus segera disampaikan untuk segera ditetapkan. Rencana kerja terinci dan dibuat sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan. Pelaksana sebelum melasksanakan pekerjaan harus membuat time schedule dengan curva s. JANGKA WAKTU PEMELIHARAAN 1. 2.6. Masa pemeliharaan pekerjaan yang dimaksud dalam RKS ini ditetapkan minimal 180 ( Seratus delapan puluh ) hari kalender. pelaksana harus sudah memasukan rencana kerja yang terdiri dari: 1. Bagan pengerahan tenaga dan pengadaan bahan-bahan dari alat-alat yang urutannya disesuaikan dengan bagan rencana dan bagan pengadaan bahanbahan yang urutan atau disesuikan dengan bagan rencana kerja. 2. Kekeliruan dalam hal ini menjadi tanggung jawab pelaksana. ternyata pihak kedua tidak melaksanakan pekerjaan sesuai surat perjanjian kerjasama ( SPKS ) dan petunjuk teknis. 2. Penyerahan pertama pekerjaan dapat dilakukan apabila telah memenuhi persyaratan sebagai berikut: Pekerjaan secara fisik telah selesai 100% terpasang yang dinyatakan dalam berita acara kemajuan pekerjaan. RENCANA KERJA Paling lambat 1 ( satu ) minggu setelah menerima surat perjanjian kerjasama (SPKS).4.

9. Tim pengawas berhak menginstruksi kepada tim pelaksana yang kurang memadai dengan bobot pekerjaan yang dilaksanakan atau menolak atau minta ganti rugi pekerja yang tidak terampil ahli dalam pekerjaan.7. Tim pelaksana harus menjaga kertiban dan keamanan di dalam di lingkungan sekitar pekerjaan dari hal-hal serta kejadian kejadian yang dapat merugikan.10. Kelambatan pekerjaan yang diakibatkan oleh tidak adanya atau kekurangan peralatan menjadi tanggung jawab pelaksana. 2. 1. pemadam kebakaran dan lain –lain yang mudah dicapai. 3.8.dituangkan dalam suatu berita acara ynag ditanda tangani oleh pelaksanan atau pemberi tugas. obat-obatan. 2. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN Pemberi tugas berhak mengistruksikan kepada pelaksana untuk mengadakan/ melengkapi/ menambah jumlah peralatan bila dirasa kurang memadai dalam usaha mencapai target prestasi. Semua biaya pengadaan dan pemeliharaan peralatan tersebut harus menjadi tanggung jawab pelaksana dan dianggab sudah termasuk dalam harga. kerusakan. 2. Pelaksana wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk pertolongan pertama antara lain. 2. semuanya menjadi tanggung jawab tim pelaksanaan. LAPORAN KEGIATAN INI . Pelaksana harus memenuhi peraturan perburuhan yang berlaku serta memberikan/ mengadakan fasilitas yang di perlukan pada pekerjaan selama masa pelaksanaan ini. 2. kerugian lainya serta gugataan apapun yang berhubungan denga pelaksanaan dan yang ada sangkut pautnya degan pelaksanaan pekerjaan ini. KEAMANAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA 1. 2. GANTI RUGI Pemberi tugas tidak bertanggung jawab atas ganti rugi atau gugatan-guagatan yang diajukan oleh pekerja atau gugatan-gugatan yang diajukan oleh pekerja atau buruh supplier atau pihak ketiga yang berhubungan dengan kecelakaan. 2.11. 2. Tim pelaksana harus mengadakan tenaga kerja yang cukup serta terampil untuk melaksankan pekerjaan ini. TENAGA KERJA 1.

25%. 50%. 100% dan hal-hal penting.15. 2.12. 2. BERITA ACARA KEMAJUAN PEKERJAAN. juga dilaporkan langkahlangkah apa yang telah diambil dalam mengatasi hal tersebut. sebagai foto dokumentasi. yang dianggap perlu atau dikehendaki oleh pemberi tugas. 2. Berita acara penyerahan pekerjaan yang pertama Berita acara penyerahan pekerjaan yang pertama dibuat oleh pelaksana pekerjaan dan pemberi tugas atas berita acara kemajuan pekerjaan presatasi 100% dan berita acara pemeriksaan pekerjaan setelah masa pemeliharaan selesai. dan dinyatakan tidak ada perbaikan-perbaikan pekerjaan. dan tim pengelola pembangunan pekerjaan atas dasar pemeriksaan langsung hasil pekerjaan yang dinyatakan selesai denga prestasi 100%. pelaksana diwajibkan dengan segera melaporkan secara tertulis segala sesuatu hal yang luar biasa atau diluar dugaan yang terjadi di lapangan baik yang mempengaruhi pekerjaan atau tidak. Berita acara pemeriksaan pekerjaan Berita acara pemeriksaan pekerjaan akan dibuat oleh pengawas besama-sama pelaksana. FOTO-FOTO KEMAJUAN PEKERJAAN Kotraktor wajib membuat foto-foto kemajuan pekerjaan dari 0% . 2. 2. TAMU DAN PENGUNJUNG Setiap tamu dan pengunjung yang masuk ke lapangan harus dicatat pada buku tamu.14. dan sebagainya hingga kontrak selesai dan diterima oleh pemberi tugas . PEMERIKSAAN PEKERJAAN DAN PENYERAHAN PEKERJAAN Berita acara kemajuan pekerjaan Berita acara kemajuan pekerjaan akan dibuat oleh pengawas bersama-sama pelaksana atas prestasi yang dicapai dalam satu minggu dan berdasarkan laporan-laporan harian dan catatan buku harian.13. kotor. . 3. hilang. Masing-masing foto dicetak berwarna dalam ukuran kartu pos dan ditambah foto tampak keseluruhan gedung ukuran 10 R diserahkan lengkap dengan albumnya. PERLINDUNGAN TERHADAP PEKERJAAN Pelaksanaan bertanggun jawab atas keamanaan seleuruh pekerjaan serta termasuk bahan –bahan dari pekerjaan yang sudah terpasang dan dilindungi terhadap kerusakan. 1.Meskipun ada laporan mingguan.

2. . SERTA PERIJINAN Pelaksanaan harus mentaati segala peraturan.spesifikasi pekerjaan. 2. bahan dan keamanan serta kebersihan selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan dengan memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. 2. Menjaga kebersihan lapangan dari tumpukan tanah atau bekas bongkaran atau sampah. Pemberi tugas dapat mengeluarkan perintah yang menghendaki pemberhentian kepada tenaga yang tidak memenuhi syarat. Menjaga keamanan lapangan serta pekerjaan terhadap hal-hal yang tidak di kehendaki. ONGKOS.18. bahan dan keamanan serta kebersihan selama berlangsungnya pelaksanaan pekerjaan. ia harus segera member tugas secara tertulis dengan menguraikan ketidak sesuaian atau penyimpangan itu. 2.17.PEMBERITAHUAN. dan bobot prestasi pekerjaan. KEWAJIBAN –KEWAJIBAN PEMBERI TUGAS DAN PELAKSANA 1. 4. UPAH.Pemotretan tiap objek diambil dalam tiga keadaan dan dijelaskan pada album. 3.ONGKOS. Mengatur penempatan bahan baik di gudang maupun di lapangan agar tidak rusak dan tidak mengganggu kelancaran pelaksanaan pekerjaan atau membahayakan pekerja atau umum.gambar dan/atau spesifikasi.UNDANGAN. DAN KEBERSIHAN Pelaksana wajib mengatur pengunaan lapangan dalam hal berhubungan mengenai pekerjaan. KETERTIBAN . 2.undang pemerintah republic Indonesia yang menyangkut kontrak pekerjaan ini. 1.sampah lainnya. KEWAJIBAN MEMENUHI UNDANGAN.16. Bagaimana pelaksanaan menemukan suatu ketidak sesuaian atau penyimpangan gambar. 2.peraturan apapun yang dikeluarkan pemerintah setempat atau penegak hukum yang mempunyai wewenang mengenai pekerjaan yang ada atau akan ada hubungannya dengan mereka. 3.syarat ini. Pelaksanaan harus taat pada syarat-syarat ini dalam melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan yang tertera pada gambar –gambar dan yang di uraikan dalam spesifikasi pekerjaan dan di dalam lingkup syarat. PEREUTARAN. arah pemotretan. kantor sementara serta fasilitasnya sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pelaksanaan. PEMBERITAHUAN. hingga dalam segala hal pemberi tugas merasa puas. KEAMANAN. Mengatur penempatan gudang. Pelaksanaan ini harus memenuhi dan memberikan segala keterangan yang dekehendaki pemerintah dan mentaati pereturan. undang.

kekurangan. Semua bahan. barang. 3.3. 4. Pelaksana wajib nenaganggung segala perijinan yang diperlukan untuk poekerjaan ini dengan instansi terkait bila diperlukan. dan semua pekerjaan harus berkualitas baik.bahan (baik yang udah maupun yang belum) atau jenis pekerjaan yang sudah dilaksanakan . dan biaya untuk membuka. pembatalan atau pengatian macam standar setiap bahan barang yang digunakan dalam pekerjaan dan dilaksanakan dengan perintah-peritah tertulis dari pemberi tugas.kekurangan dan sesuai dengan dokumen kontrak. 1.20. Sebelum membuat suatu perubahan dari gambar-gambar atau spesifikasi pekerjaan yang diperlukan untuk penyesuaian yang telah disebut di atas pelaksana harus memberitahukan pada pemberi tugas secara tertulisdengan menerangkan dan memberikan alas an perubahan-perubahan tersebut dan pemberi tugas akan mengeluarkan petunjuk atau instruksi. menurut undang. Pelaksana menjamin member tugas bahwa semua bahan bangunan dan perlangkapan yang di sediakan menurut kontrak ini seluruhnya dalam keadaan baru dan baik. Pemberi tugas dapat member insrtuksi untuk menyingkirkan dari tempat pekerjaan. 3. bahan-bahan apa saja yang tidak sesuai. Yang dimaksud dengan perubahan pekerjaan tambah dan atau pekerjaan kurang adalah yang terjadi karena pengubahan bahan atau pengatian atas rencana. Pelaksana harus membayar dan membebasakan pemberi tugas dari tanggung jawab membayar upah atau ongkos ( termasuk segala pungutan atau pajak ) yang resmi. kualitas atau kuantitas dari pekerjaan yang tercantum dalam gambargambar kontrak dan terurai dalam spesifikasi.barang. PERUBAHAN –PERUBAHAN/ PEKERJAAN Pemberi tugas dapat mengeluarkan instruksi tertulis yang menghendaki perubahan pekerjaan tambah dan pekerjaan yang keurang layak dan tidak mengubah nilai.19. bebas dari cacat. 2. serta penambahan. 2. Pemberi tugas dapat mengeluarkan instruksi agar pelaksana pembongkar pekerjaan apa saja yang di tutup tetapi tidak memenuhi syarat teknis untuk di periksa. MATERIAL-MATERIAL DAN PERSYARATAN 1. atau mengatur untuk mengadakan pengujian bahan. dan pembuatannya harus dari masingmasing jenis dan standar (mutu) yang di sebut dalam rencana kerja dan syaratsyarat kerja ini. 5. Semua pekerjaan yang tidak sesuai dengan standar ini di anggap tidak memenuhi syarat bila di minta oleh pemberi tugas kualitas bahan bangunan dan perlengkapan yang di gunakan berupa hasil tes bahan dai laboratorium bahan konstruksi teknis yang diakui. . Semua material yang di pakai pekerjaan ini di utamakan peroduksi dalam negeri.bahan . 2. barang. 4. 2.barang.undang yang berlaku. bersama dengan biaya perbaikannya harus sudah termasuk di dalam harga. dan pengujian.

Harga satuan tidak tercantum dalam daftar rincian harga ditentukan bersama oleh pelaksana dan pemberi tugas. PERATURAN DAN STANDAR 1. b.23.4. c. . 2. Tata cara pelaksanaan dan lain-lain petunjuk yang berhubungan debgan peraturan yang sah berlaku di RepublikIndonesia selama pelaksanaan kontrak ini harus betul-betul ditaati kecuali dibatalkan oleh rencana kerja dan syarat-syarat. Harga-harga dalam daftar rincian harga harus dipakai sebagai dasar dalam menentukan harga satuan pekerjaan yang bersifat sama dan syaratsyarat yang dilaksanakan dengan syarat-syarat serupa. 2. keuangan foto-foto dokumentasi beserta hal-hal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan seperti yang telah tercantum dalam petunjuk teknis yang telah diberikan. PEKERJAAN LAIN-LAIN Pada waktu pekerjaan kepada pemberi tugas tim pelaksana harus menyerahkan: Laporan akhir pelaksanaan yang berisi tentan laporan fisik. Harga-harga dalm daftar rincian harga dimana pekerjaan tidak serupa atau dikerjakan dengan syarat-syarat yang serupa . pelaksana harus mengutamakan jasa produksi dalam negeri meskipun tetap harus memperhatikan syarat-syarat mutu bahan dan jasa yang berdasarkan persetujuan pemberi tugas. 2. maka ketentuan yang berasal dari standarstandar atau peratuarn tersebut bersifat melengakapi sejauh tidak bertentangan.21.22. Nilai dari perubahan pekerjaan yang dimaksud harus diikuti ketentuanketentuan sebagai berikut: a. 2. PENGUTAMAAN JASA DAN PRODUKSI DALAM NEGERI Kecuali ditentukan lain dalam kontrak untuk pelaksanaan penyelesaian dan pemeliharaan pekerjaan. Bila mana dalam rencana kerja dan syarat-syarat telah ditentukan patokan kualitas bahan-bahan bangunan.

Pembuatan kusen kayu.1.BAB III SYARAT –SYARAT TEKNIS 3. 2. plafon usuk. gording. keramik dinding 20/25 Pasang instalasi listrik Pengecatan seluruh Pembersihan lokasi B. 6. reng Pasang genteng. plesteran dan acian 4. 4.lisplang. nok. Pembersihan lokasi . URAIAN UMUM 3. kerpus plafon. urug tanah kembali. 7. 5. 9. urugan pasir Pembuatan kolom. 6. REHABILITASI TEMPAT PARKIR DAN GUDANG Galian tanah. kerpus. krepyak. 3. Lingkup Pekerjaan yang dilaksanakan Rehabilitas Gedung SD N Malangrejo Sleman adalah sebagai berikut : A. jendela.1. REHABILITASI RUANG KELAS 1. 2. murplat. usuk dan reng 5.1. Bongkar genteng. Pemasangan genteng dan kerpus Pemasangan plafon eternity Pemasangan instalasi listrik Pemasangan lantai keramik 30/30 Pemasangan penggantung dan pengunci 10. usuk dan reng Pasang keramik lantai 30/30. reuiter. 8. Pengecatan seluruh 11. daun pintu. 3. 1. ringbalk Pasangan bata.

b. maka yang mengikat adalah ukuran yang berada di dalam gambar detail. sampah kerusakan-kerusakan atau hal-hal yang merupakan akibat dari p[ekerjaan Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. d. termasuk segala sesuatu yang berada di dalamnya diserhkan sebagai tanggung jawab Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. 5. 6. 3. Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara secara swakelola tidak boleh diborongkan kepada pihak ketiga (pemborong/rekanan)meliputi pekerjaan: Pekerjaan Pelaksanaan Pekerjaan Administrasi dan Pelaporan Pekerjaan Perawatan.2. c. mengadakan alat bantu dan sebagainya. . Lapangan pekerjaan. meliputi antara lain mendatangkan semua bahan. a. tetapi masih dalam lingkup pekerjaan yang harus dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Pelaksanaan dan Pemimpin Kegiatan. Jika terdapat perbedaan antara ukuran yang terdapat di dalam gambar utama dengan ukuran yang terdapat di dalam gambar detail. a. termasuk pembersihan lokasi pekerjaan. Mekanisme pengadaanya langsung atau tidak langsung termasuk dalam usaha penyelesaian dan penyerahan pekerjaan dalam keadaan sempurna dan lengkap. 4. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negaraharus menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan dalam keadaan selesai. termasuk pembersihan lokasi sebelum penyerahan pekerjaan antara lain pembersihan bahan-bahan bangunan yang tidak terpakai. gambar-gambar dan spesifikasai teknis. pengerahan tenaga kerja. Pengelolaan pekerjaan Pengelolaan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. Pekerjaan lain yang tercantum ataupun yang dimaksudkan dalam Juklak. b. termasuk pekerjaan yang tidak ditentukan dengan jelas dalam persyaratan teknis dan gambar. Ukuran-ukuran Ukuran-ukuran telah ditetapkan seperti pada gambar.

SYARAT PELAKSANAAN TEKNIS BAHAN Air Untuk seluruh pelakasanaan pekerjaan dipakai air tawar bersih dan tidak mengandung minyak. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan terbebas dari bahan-bahan organik. asam alkali. harus dan keras atau memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam SNI 03-4141-1996. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%. memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam SNI 03-6817-2002. Bila digunakan Portland Cement (PC) yang telah disimpan lama harus diadakan pengujian terlebih dahulu oleh laboratorium yang berkompeten. Kadar lulmpur tidak boleh melebihi 5%. 2. tidak dapat dihancurkan dengan jari. tidak dapat dihancurkan dengan jari. Pengambilan dan pemakaian ukuran-ukuran yang keliru dan tidak sesuai dengan gambar perencana baik dan sebelum dan selama pelaksanaan pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara sepenuhnya. garam. Portland Cement (PC) Portland Cement (PC) yang digunakan harus PC sejenis (NI-8) dan masih dalam kantong utuh atau baru serta memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam SNI 15-2049-1994. 1.2.1. Sebagai patokan/ukuran pokok ± 0. bahan-bahan organis atau bahan – bahan lain yang merusak bangunan. SYARAT. Butiranbutiran harus tajam dan keras. . Dalam pengangkutan Portland Cement (PC) yang telah disimpan lama harus dijaga agar tidak menjadi lembab.00 diambil lapangan. 3. Kadar lumpur tidak boleh melebihi 5%. 3. Pasir laut tidak boleh digunakan. adukan plesteran dan beton bitumen. lumpur dan sebagainya. dan penempatannya harus ditempat yang kering. c. d. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang 3 mm persegi. Butiran-butiran harus tajam dan keras. 4. a. Pasir laut tidak boleh digunakan. 5. dan lain-lain tujuan. peninggian.3. Butiran-butirannya harus dapat melalui ayakan berlubang 3 mm persegi.2. harus memenuhi syarat-syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam SNI 03-4141-1996. Pasir Pasang Pasir untuk adukan pasangan. Portland Cement (PC) yang sudah membatu (menjadi keras) tidak boleh dipakai. Pasir Urug Pasir untuk pengurukan. 3.3.1. Pasir Beton b.

b. b. Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok.  Miring arah serat (tangensial) tidak melebihi 1/7. Besar mata kayu tidak melebihi ¼ dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 5 cm. tidak berpori serta mempunyai gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan PBI-197. . Mutu kayu ada 2 (dua) macam yaitu mutu A dan mutu B. Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi 1/3 tebal kayu.6. d. Koral Beton/Split Digunakan koral yang bersih. beton ring balok untuk pekerjaan beton bukan struktur. seperti yang ditunjukkan dalam gambar. kolom praktis.  Balok tidak boleh mengandung lubang radial kayu yang lebih besar 1/10 dari tinggi balok.      Yang dimaksud kayu mutu B.  Retak dalam arah radial tidak boleh melebihi ¼ tebal kayu. bermutu baik. Miring arah. Harus kering udara (kadar lengas 5%) Besar mata kayu tidak melebihi 1/6 dari lebar balok dan juga tidak boleh lebih dari 3. 7. dan retak-retak menurut lingkaran tidak melebihi ¼ tebal kayu. bahwa segala akibat dari kekurangan-kekurangan yang berhubungan dengan pemakaian tidak akan merusak atau mengurangi nilai konstruksi. a. a. kayu yang tidak termasuk dalam mutu A. Yang dimaksud mutu kayu A adalah memenuhi syarat-syarat pelaksanaan sebagai berikut :   b. hingga setara dengan mutu beton K-225 dan harus memenuhi persyaratan dalam SNI 03-2458-1991. a. Mutu campuran beton yang dicapai dalam pekerjaan non struktur/struktur pendukung mengunakan campuran 1 Pc : 2 Psr : 3 Split. memenuhi syarat.5 cm. Kayu Pada umunnya kayu bersifat baik dan sehat dengan ketentuan. c. Butiran-butiran split dapat melalui ayakan berlubang persegi 76 mm dan tertinggal di atas ayakan berlubang 20 mm. tetapi memenuhi syarat-syarat Pelaksanaan sebagai berikut : Kadar lengas kayu 30%. dan retak-retak menurut lingkaran tidak melebihi 1/5 tebal kayu. Beton Non Struktural Pekerjaan ini meliputi beton sloof. c. serat (tangensial) tidak melebihi 1/7. 8. Koral/Split hitam mengkilap keabu-abuan.syarat pelaksanaan yang ditentukan dalam PPKKI-1961.

d. bidang-bidang harus rata atau rusuk-rusuknya harus siku atau bersudut 90 derajat. a. Bidangnya tidak boleh retak-retak. Warna. Penampung besi harus bulat serta memenuhi persyaratan SNI 07-0663-1995. lebar 11. yang penting harus ditanyakan oleh test laboratorium resmi dan sah.2 cm.3. e. satu ukuran. Bentuk.5 cm. c. 9. satu warna. Batu Bata Merah Persyaratan batu bata merah harus memenuhi persyaratan seperti tertera dalam NI10 atau dengan persyaratan-persyaratan sebagai berikut : a. 3. PEKERJAAN GALIAN DAN URUGAN . d. satu sama lain harus sama. 10. lebar maksimal 4 tebal maksimal 5% dengajn selisih maksimal ukuran antara bata terkecil. b. asam alkali dan bebas dari cacat seperti serpi-serpi. lebar 11. Besi Beton Besi beton yang digunakan mutu U-24. Pemasangan batu bata setiap maksimal 12 m2 = (3m x 4m) luas bidang harus diberi kolom praktis. f. Penyimpanan terbesar dari ukkuran seperti tersebut diatas adalah panjang maksimal 3%. Untuk mencapai mutu beton setara K-175 menggunakan campuran 1 Pc : 3 Psr : 5 Split sampai K-225 untuk pekerjaan ini pada umumnya dapat dipakai volume campuran 1 Pc : 2 Ps : 3 Split. g. b. dan seterusnya sesuai yang ditentukan. satu kualitas. Suara apabila dipukul oleh benda keras suaranya nyaring. tebal 5 cm. Besi harus bersih dan tidak mengandung minyak/lemak. dan apabila dipatahkan warna penampang harus sama merata kemerah-merahan. tebal 5. Bata merah harus satu pabrik. Campuran beton mengunakan perbandingan volume. Ukuran yang digunakan : Panjang 24 cm. atau Panjang 24 cm.c.5 cm.

Pengadaan dan pemasangan pondasi pelat pondasi beton-beton bertulang. T-15. 1. Beton Kualitas beton yang digunakan adalah dengan mutu beton K-225 dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan Peraturan Beton Bertulang 1971 (PBI-1071) dan SK. dibawah pasangan dinding batu bata dan selasar. Tulangan besi beton harus diikat dengan kawat beton untuk menjamin besi tersebut tidak berubah anyamannya selama pengecoran. dan setiap lapisan harus dipadatkan menggunakan alat pemadat (mesin compactor) ataupaun dikerjakan secara manual sehingga tidak terjadi penurunan tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pondasi menggantung. 3. 2.  Syarat-syarat Bahan ( lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan ) Syarat-syarat pelaksanaan. sloof. pelat pondasi beton.1991-03 Pemasangan tulangan besi beton harusa sesuai dengan gambar konstruksi. Sebelum pengecoran. kokoh dan lain-lain komponen yang ditunjukkan pada gambar. stek besi untuk kolom.    .SNI. c. kemudian mengurug kembali galian disisi kanan dan kiri pondasi atau bagian lain dari bangunan. dengan hasil yang baik dan rapih. bahan-bahan. T-15.4. cetakan harus bersih dari kotoran baik sampah bekas bekisting maupun kotoran. peralatan dan alat bantu lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar.Meliputi penggalian tanah untuk pondasi dan pekerjaan lainnya yang memerlukan penggalian tanah. a. 3. Pengadaan besi beton dan merakit tulangan untuk sloof. dan tebal sellimut beton 2 cm. rollag. Menyediakan tenaga kerja. Pengecoran Beton Cara pengadukan biasanya mengunakan mesin molen.SNI. PEKERJAAN PONDASI DAN LANTAI Lingkup Pekerjaan a. ataupun kerusakan pada lantai bangunan. Pengurugan yang tebalnya lebih dari 20 cm harus dilaksanakan selapis demi selapis setiap 10 cm. (tiap ujung besi diberi hak/tekukan) sambungan dan kait-kait dalam pembuatan sengkang-sengkang harus sesuai dengan persyaratan yang tercantum pada PBI-1971 dan SK. b.1991-03 Pembuatan tulangan untuk batang-batang lurus atau dibengkokkan.

Syarat-syarat Pengiriman dan penyimpanan a. Bahan didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaaan utuh dan tidak cacat. . T-15. Pengecoran harus dilaksanakan sebaik mungkin dengan mengunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti kropos yang dapat memperlemah konstruksi. d. tanah dan sebagainya. penulangan dan penempatan penahan jarak harusa selalu diperiksa sebelum pengecoran dilaksanakan. bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai dengan jenisnya. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan untuk memperbaiki dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan a.1991-01. agar mudah dibongkar tanpa merusak permukaan beton. 4.  Pekerjaan Bekisting Bekisting harus dipasang sesuai bentuk dan ukuran-ukuran yang telah ditetapkan pada gambar. Bila terjadi kerusakan. yaitu kurang lebih 21 hari. Beton yang dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3x24 jam setelah penngecoran. tidak lembab dan bersih sesuai persyaratan yang ditentukan oleh pabrik. bila ada kerusakan Tim Rehabillitasi Bangunan Gedung Negara wajib menganti atas biaya Tim Rehabillitasi Bangunan Gedung Negara. Bahan harus disimpan ditempat terlindung. kering. b. 5. Tempat penyimpanan harus cukup. potongan-potongan kayu. Pembukaan bekisting baru dilakukan setelah memenuhi syarat-syarat yang dicantumkan dalam PBI-1971 dan SNI. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan. c. bebas dari kotoran seperti serbuk gergaji. Beton harus dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaanpekerjaan lain. Bekisting harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan tetap pada kedudukannya selama pengecoran.Ukuran-ukuran dan ketinggian. Bekisting harus rapat dan tidak bocor permukaannya. b. c.

03. Setelah batu bata merah terpasang dengan adukan. Bagian-bagian beton setelah dicor selama dalam masa pengerasan harus selalu dibasahi dengan air terus menerus selama 1 minggu atau lebih sesuai ketentuan dalam peraturan beton bertulang. nat/siar-siar harus dikorek sedalam 1 cm dan dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air. Bagian pasangan bata yang berhubungan dengan setiap bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton diameter 8 mm.5 m.        PEKERJAAN DINDING Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. jarak 40 cm. Pasangan dinding bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih dahulu dan siar telah dikorek serta dibersihkan dari aduk yang tersisa. setiap tahap terdiri maksimal 24 lapis atau maksimal tinggi 1 m. Sebelulm digunakan batu bata merah harus direndam dalam bak air atau drum hingga basah merata. 1. PBI-1971 dan SK. Persyaratan Bahan (lihat syarat-syarat pelaksanaan teknis bahan) Syarat-syarat Pelaksanaan 2. yang terlebih dulu ditanam dengan baik pada bagian pekerjaan . 3.T15.5. Pemasangan dinding dilakukan bertahap. Plesteran dibagian luar dan dalam ruangan serta net. 3. a) Pasangan Bata Sebagian besar dinding dari batu bata merah. acian dan sekonengan diseluruh bagian dinding ruangan/bangunan. bahan dan alat bantu untuk : Pekerjaan pasangan pondasi batu Pekerjaan pasangan batu bata dinding bangunan dan dinding didalam ruangan. diikuti cor kolom praktis. Pekerjaan pemasangan kolom dan ringbalk beton dan kolom beton praktis dan balok lantai. Peralatan yang diperlukan termasuk alat bantu dan alat angkut yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini sesuai yang ditentukan. jarak antara kolom 3 – 3. Bila dinding ½ bata yang luasnya lebih besar 9 m2 = (3 m x 3 m) maksimal 12 m2 = ( 3m x 4m ) harus ditambahkan kolom dan balok penguat ( kolom praktis ) dengan ukuran 15 x 15 cm dengan tulangan pokok 4 – diameter 12mm begel Ø 8 – 12 cm. Sesuai dengan gambar yang telah disepakati untuk melaksanakan.1991. dengan menggunakan adukan campuran 1 Pc : 3 Kp : 10 Psr.d.

5. seperti plesteranretak. bengkok. Dinding disikat sampai bersih dan disiram air. Plesteran kedua berupa acian semen (PC). terutama semen harus dalam keadaan tertutup atau dalam kantong yang masih disegel dan berlabel pabrik. bahan rusak. barulah plesteran lapis pertama dapat dikerjakan. terlindung. tidak rata. dan tegak lurus. Bila ada hal-hal yang tidak ada tempatnya. sama rata. datar. adanya pecahan atau retak. kecuali ditetapkan lain. dalam keadaan tidak cacat. rusak selama waktu pelaksanaan. singkirkan semua hal yang dapat merusak atau menganggu pekerjaan. siar-siar sebelumnya harus dikerok sedalam 1 cm untuk membersihkan pegangan pada plesteran. keropos. Pada permukaan dinding yang akan diplester. Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. 4. pelaksanaan pasangan harus cermat. maka bagian tersebut harus dibongkar untuk diperbaiki. Bahan harus diletakkan ditempat yang kering. pasir. Syartat-syarat Pelaksanaan Pengamanan Pekerjaan . Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara harus mengganti dengan persetujuan Pimpro atau wakil yang ditunjuk. rapid an benar-benar tegak lurus. batu kali dan krikil. Syarat-syarat Pelaksanaan Pengiriman dan Penyimpanan Barang Selain batu bata merah. Pasangan batu bata merah untuk dinding ½ batu harus menghasilkan dinding finis setebal 15 cm dan untuk dinding 1 (satu) batu finis adalah 25 cm.beton dan bagian yang terlebih dahulu ditanam dalam pasangan bata sekurang-kurangnya 30 cm. Tebal plesteran dinding tidak boleh kurang dari 1 cm atau lebih dari 2 cm. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan baik sebelum dan selama pelaksanaan. Pekerjaan plesteran akhir harus lurus. Untuk bidang yang kedap air/pasangan dinding batu bata yang dekat dengan tanah (diatas sloof). semua pasangan dinding batu bata diberi trasram dengan adukan 1 PC : 4 Ps dengan ketinggian 40 cm dari permmukaan lantai. bersih. tidak tegak lurus. berventilasi baik. b) Pekerjaan Plesteran Bersihkan permukaan sampai benar-benar siap menerima adukan plesteran. bertuliskan tipe dan tingkatnya. bahan bangunan yang dikirim kelokasi (site). Tim Rehabilitasi BangunanGedung Negara bertanggung jawab atas penentuan prosedur/cara perbaikan dan hal-hal lain yang terjadi selama pelaksanaan.

Perakitan kuda-kuda harus sudah selesai pada saat balok ring selesai dicor. Oleh karena lebar ruangan 7 atau 8 m sedangkan kayu yang ada di pasaran pada umumnya ukuran 4m.Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan melindungi pekerjaan tersebut dari kerusakan. F. Pekerjaan pemasangan atap ini dilakukan secara berurutan yang dimulai dari pemasangan kuda-kuda. Untuk jenis atap seng atau metal sheet yang lain tidak menggunakan usuk dan reng. Apabila batang menerima gaya tarik. Gaya yang terjadi berupagaya tekan dan gaya tarik. Apabila terjadi kerusakan pada ruang/gedung tersebut. Untuk perkuatan pada sambungan kayu disarankan dipasang plat besi (beugel) dan baut. balok bubungan/nok.5/30 dengan toleransi 2 mm. Pada batang yang mengalami gaya tekan dapat dibuat sambungan lubang dan pen. Pekerjaan atap meliputi pembuatan dan pemasangan kuda-kuda beton. Pemasangan rangka atap dilakukan setelah beton balok ring mengering. baik untuk kuda-kuda. usuk dan reng. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan untuk memperbaikinya dengan tidak mengurangi mutu pekerjaan. usuk menggunakan kayu bengkirai ukuran 5/7cm. Apabila menggunakan penutup atap standar pabrik/pabrikan.masing batang pada rangka tersebut. serta pemasangan penutup atap (genteng/seng gelombang/atap lainnya).5/12 dan 3. usuk dan yang terakhir adalah reng. murplat umumnya 8/12 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan. sambungan dapat berbentuk miring berkait atau menggunakan alat penyambung baut. Masing-masing jenis penutup atap memiliki ukuran yang berbeda sehingga penggunaan kayu. PEKERJAAN KAYU DAN ATAP Pekerjaan kusen pintu dan jendela menggunakan kayu bengkirai. Untuk usuk umumnya digunakan kayu ukuran 5/7 cm dan reng dapat digunakan kayu ukuran 2/3 cm. maupun gording. Ukuran kayu yang digunakan untuk nok. Semua pekerjaan yang kelihatan harus diketam halus untuk ram dan pintu ukuran 3. gording. balok tembok (murplat) dan plisir (listplank). nok. yang harus diperhatikan adalah arah gaya yang terjadi pada masing. Pemasangan penutup atap dapat dilakukan secara bertahap setelah reng . ram pintu/jendela dari kayu bengkirai kualitas baik ukuran rangka daun jendela menggunakan 3/8 cm dengan toleransi tebal 2 mm. c. Pemasangan usuk dan reng hendaknya dipasang pada jarak sesuai kebutuhan. maka diperlukan sambungan pada rangka kuda-kuda. gording. gording. murplat menggunakan kayu bengkirai ukuran 8/12 cm. disarankan untuk memeriksa ketentuan pemasangan usuk dan reng yang tertera pada brosur. nok. Untuk nok. gording. b. reng menggunakan kayu bengkirai ukuran 2/3 cm. Untuk penyambungan rangka kuda-kuda kayu. Beberapa catatan penting dalam urutan pelaksanaan pekerjaan atap antara lain: a. dan gording serta jarak usuk dan reng harus menyesuaikan.

Kecuali ditentukan lain. Dalam pelaksanaannya wajib menyediakan genteng serep sebanyak 1 % dari jumlah genteng yang terpasang. penyediaan bahan/material. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pengadaan tenaga kerja. dengan perekat 1PC:3PS dan diaci PC. 2. PEKERJAAN PLAFOND 1. c. Jarak reng disesuaikan dengan ukuran gentengnya dan usuk dilaksanakan sesuai gambar. dalam spesifikasi ini maka semua pekerjaan maupun tambahan-tambahan bahan yang berhubungan dengan pekerjaan ini adalah menjadi tanggung jawab Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. Cara pengerjaan. sehingga pekerjaan langit-langit dapat dilaksanakan dengan hasil yang baik dan sempurna. Kerpus dipasang dengan kualitas dan merk yang sama. 2. d. Persyaratan Bahan . bentuk. peralatan serta alat bantu lainnya yang diperlukan dalam pelaksanan pekerjaan ini. e. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah seluruh ruangan.terpasang (untuk penutup atap genteng) G. b. 3. Atap dari genteng glasur semerek dan seukuran. Lingkup Pekerjaan a. Sebelum dipasang genteng. H. volume serta detail ukuran lainnya sesuai yang tercantum dalam gambar dan RAB. 5. PEKERJAAN PENUTUP ATAP 1. ukuran reng 2/3 cm. 4. Pekerjaan ini meliputi pekerjaan pemasangan plafon dengan seluruh detail seperti yang disebutkan/disyaratkan dalam dokumen gambar. pekerjaan kap harus lengkap dan kuat benar terlebih dahulu.

diwajibkan mengadakan pengecekan/pemeriksaan kembali terhadap pekerjaan yang erat hubungannya dengan pekerjaan langit-langit ini antara lain instalasi kabel listrik penerangan dan daya. dan rangka ini dicat dengan meni kayu sebanyak 2x laburan. lurus.5 cm (nat) e. diwajibkan adanya kerja c. b. dari kayu kelas II mutu A (setempat) kering. Ukuran asbes plat yang digunakan adalah modul 100 x 100 cm. Pekerjaan bawah lantai ini meliputi seluruh detail yang disebutkan /ditunjukkan dalam gambar sebagai dasar dari lantai finishing keramik.a. dll. b. bebas dari cacat kayu yang ada seperti sobek serat. bersih dari retakan danlubang. Jarak antara tiap panel plafon adalah 0. lubang bekas paku. b. agar f. Pekerjaan dibawah Lantai a. Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 untuk balok pembagi dan balok induk sebagai balok utama adalah 6/12. Lingkup Pekerjaan   Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga. Sisi bawah dari tiap rangka langit-langit tersebut harus halus (diserut). bahan dan alat-alat bantu yang dibutuhkan pekerjaan ini untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik. d. dll. 3. sudut tiap potongan asbes plat setelah pemotongan adalah harus rapi dan mulus. Sebelum pekerjaan pemasangan langit-langit dimulai. c. Persyaratan Bahan . Bahan-bahan yang digunakan harus benar-benar halus. Sebelum dilaksanakannya pemasangan langit-langit ini. PEKERJAAN LANTAI DAN PELAPIS DINDING 1. Bahan rangka pemggantung. pemasangan atap. semua pekerjaan lain yang terletak di atas langit-langit harus sudah terpasang secara sempurna. I. Spesifikasi bahan lain yang digunakan seperti tercantum dalam syarat-syarat teknis bahan tentang kayu. Bahan yang digunakan adalah lembaran asbes plat. tidak cacat. Tepi. d. e. Rangka langit-langit yang digunakan adalah kayu 5/7 kayu kruing untuk balok pembagi dan balok induk sebagai balok utama adalah 6/12. Syarat-syarat pelaksanaan a.

tempat pelaksanaan Pekerjaan harus dilindungi dari dari lalu lintas orang dan barang. e. bersih dan bebas alkali. asam maupun bahan organik lainnya Tebal yang diisyaratkan 10 cm atau setebal sesuai dengan gambar dan disiram dengan air kemudian ditimbris untuk memperoleh kepadatan yang maksimal. 2. Syarat-syarat Penerimaan dan Penyimpanan Barang    Bahan yang didatangkan ke tempat pekerjaan harus berkualitas baik dan tidak cacat dan bersih Beberapa bahan tertentu masih dalam kantong/kemasan aslinya yang masih disegel dan berlabel pabrik. pasir dan air sesuai dengan persyaratan bahan. d. dinding keramik a. Pasir urug dibawah lantai diisyaratkan harus keras. harus sesuai dengan persyarata bahan. Pelaksanaa pekerjaan harus mengacu pada gambar dan detail yang disebutkan/ditunjukkan dalam daftar finishing bahan. Bila terjadi kerusakan. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan untuk memperbaikinnya dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan. Lingkup Pekerjaan    Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga.  Bahan-bahan yang dipakai. Bahan harus disimpan di tempat yang harus terlindung dan tertutup kering. sesuai persyaratan yang telah ditentukan. c. Bahan lain yang tidak terdapat pada daftar di atas akan tetapi dibutuhka untuk menyelesaikan/penggantian dalam pekerjaan ini harus baru kualitas terbaik dari jenisnya. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan    Selama 7 hari setelah pekerjaan dilaksanakan.   Lantai keramik yang digunakan sesuai dengan persyaratan bahan. lantai KM/WC ukuran 20/20 dan dinding menggunakan keramik 20/25 merk sekualitas “mulia” KW 1. bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk terlaksanannya pekerjaan ini. Pekerjaan keramik pada lantai ukuran 30/30. tidak lembab dan bersih. Tim rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan melindungi pekerjaan tersebut dari kerusakan yang diakibatkan oleh pekerjaan yang lain. Syarat-syarat Pelaksanaan    Tanah yang akan dijadikan dasar lantai harus dipadatkan sehingga terdapat permukaan yang rata untuk memperoleh daya dukung tanah yang maksimal. Semen Portland. Persyaratan Bahan b. . dengan menggunakan alat timbris. Lantai. serta mecapai hasil yang baik.

1. Syarat-syarat Pengiriman dan Penerimaan Barang d. Syarat-syarat Pengamanan Pekerjaan e. Bidang lantai keramik yang terpasang harus benar-benar rata. Pemotongan keramik harus menggunakan alat potong khusus sehingga hasil potongan presisi dan tidak retak-retak. semen yang dikirim ke lokasi pelaksanaan harus dalam keadaan tertutup. Tim Rehabilitasi Bnagunan Gedung Negara bertanggung jawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpan baik sebelum maupun selama pelaksanaan pekerjaan. bertuliskan type dan tingkatannya serta dalam keadaan utuh dan tidak cacat. terlindung dan bersih.        Keputusan bahan. Lebar siar-siar harus sama dan kedalaman maksimum 3mn membentuk garis lurus atau sesuai dengan gambar. berventilasi baik. jika dianggap perlu dengan memperhatikan kemiringan lantai untuk memudahkan pengaliran air. . Syarat-syarat pelaksanaan c. siar-siar diisi dengan bahan pengisi dengan bahan pengisi berwarna/grout semen.     Selain pasir. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda yang melekat. atau dapat digunakan acian PC ditambah bahan perekat. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK J. jenis warna. Bila ada hal-hal yang tidak ada tempatnya. Alas dari lantai keramik adalah lantai beton tumbuk dengan ketebalan 4 cm sesuai dengan gambar. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara diwajibkan untuk memperbaikinnya dengan tidak mengurangi kualitas pekerjaan.   Bahan keramik yang telah terpasang dihindarkan dari injakan selama 3 x 24 jam setelah pemasangan. Bahan lain yang tidak terdapat dalam daftar diatas akan tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. Bila terjadi kerusakan. tekstur dan produk akan diambil dalam musyawarah Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. Pekerjaan yang termasuk pekerjaan instalasi ini merupakan pekerjaanseluruh sistem listrik secara lengkap. bahan rusak atau hilang. sehingga instalasi ini dapat bekerja dengan sempurna dan aman. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara harus menggantinya. harus diadakan baru dan berkualitas terbaik dalam jenisnya. Bahan-bahan diletakkan di tempat yang kering. Lingkup Pekerjaan Listrik a. atau kantong masih disegel dan berlabel dari pabrik. Spesifikasi teknis bahan harus tetap sesuai dengan persyaratan diatas. Adukan pengikat dengan campuran 1 PC : 3 Psr ditambah bahan perekat. sehingga benar-benar bersih.

jenis kabel. Kabel Daya a. beton. Pekerjaan tersebut harus dapat menjamin bahwa pada saat penyerahan pertama. Splice/Pencabangan b. Kecuali dipersyaratkan lain. PVC asbes. dll seperti karet. yang diameternya disesuaikan dengan diameter kabel. composit dll. Tidak diperkenankan adanya “splice” pencabangan ataupun sambungan sambungan baik dalam feader maupun cabang-cabang.dll) harus berada di dalam conduit PVC kelas AW yang disesuaikan dengan ukurannya. 1. tape sintetis. nomor dan jenis pintalannya. Instalasi dan Pemasangan Kabel 1. splice case. 2. Bahan Semua kabel yang akan dipergunakan untuk instalasi listrik harus memenuhi peraturan SII dan PLN. lokasi voltage dan lainnya harus dipasang memakai cara yang disetujui oleh pabrik atau menurut anjuran yang ada. Semua kabel NYA ditanam di dalam perkerasan (tembok. Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara dengan dibantu oleh kepala Pelaksanaan harus mengurus penyambungan daya listrik ke PLN termasuk pengurusan administrasinya. Semua kabel harus baru dan harus jelas ukurannya. c. kecuali pada cutlet atau pada kotak-kotak penghubung yang bisa dipakai. Bahan Isolasi Semua bahan isolasi untuk pencabangan.b. untuk penggunaan. connection.5 mm². Untuk kabel distribusi digunakan NYA dan penerangan taman dengan menggunakan kabel NYFGBY. konduktor yang dipakai adalah dari tipe   Untuk insyalasi penerangan adalah NYA/NYM dengan conduit pipa PVC. Semua kabel dengan penampang 2 mm keatas harus jenis pilin (stranded) dan instalasi tidak boleh memakai kabel dengan penampang lebih kecil dari 2. c. panel maupun tempat lainnya harus menggunakan connector yang terbuat dari tembaga yang diisolasi dengan porselen atau bakelit ataupun PVC. dan harus diklem. 2. Semua sambungan kabel baik dalam juntion box. jalan. harus dari tupe yang disetujui. semua biaya resmi akan dibayar oleh Tim Rehabilitasi Bangunan Gedung Negara. . instalasi pekerjaan tersebut sudah dapat dipergunakan. resin.

single gang. kode warna insulasi kabel harus sesuai ketentuan PUIL yaitu: Fasa 1 = Merah . Kabel untuk instalasi penerangan dari instalasi stop kontak harus dari kabel inti tembaga dengan isolasi PVC. Kemudian dicat oven warna putih. satu inti atau lebih (jenis NYM). Box terbuat dari plat baja tebal minimum 0. 10 ampere. dudukan sterter dan termnal box baru cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan unsur teknis komponen lampu itu sendiri. Stop Kontak biasa yang dipakai untuk pemasangan di dinding adalah stop kontak satu phasa. Ballast harus dari jenis “low loss ballast” dan harus dapat dipergunakan single lampu ballast (satu lampu flourentscent). Kabel-kabel disambung sesuai dengan warna atau nama masing-masing. Saklar Dinding Saklar harus dari type untuk pemasangan rata dinding. Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pipa PVC/protolen yang khusus untuk listrik. Stop Kontak Biasa b. Kabel instalasi    e. c. double gang.   Penyambungan kabel Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan yang sudah ditentukan (misal Junction box). Kabel dalam box harus diberikan saluran klem sendiri-sendiri. kapasitor. d. Kabel harus mempunyai penampang 2. serta sebelum dan sesudah penyambungan harus dilakukan pengetesan tahanan isolasi. Penerangan dan Stop Kontak a.    Junction Box untuk Saklar dan Stop Kontak Junction box harus dari bahan metal dengan kedalaman tidak kurang dari 35mm. type in bouw dengan rating 250 volt.  3. rating 250 volt. Kotak dari metal harus memiliki terminal petanahan (Grounding). sehingga tidak menempel pada ballast atau kapasitor. Lampu dan Armatur      Semua armatur lampu yang terbuat dari metal harus mempunyai terminal petanahan (Grounding) Semua tempat ballast.7 mm. Saklar atau stop kontak menggunakan baut atau ditanamkan dalam dinding.d.5 mm². 13 ampere. dicat dasar tahan karat. Ventilasi didalam box harus dibuat dengan sempurna.

Cat dinding sekualitas merk Decolith. Cat meni sekualitas merk JAGO dipergunakan untuk kusen pintu/jendela. Tiap daun pintu yang ditentukan dalam gambar dipasang 3 buah engsel “H” kualitas baik ukuran 140 mm. Pengujian tersebut meliputi:     g. Cat kayu sekualitas merk EMCO d. yaitu diameter minimal ¾ inchi. c. Pipa. Test kenaikan temperatur. Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara kotak sambung (Junction Box) dan armatur lampu. Pengujian (Testing) Pengujian (testing) dilakukan dan diisyaratkan oleh lembaga yang berwenang. Klem dan aksesoris lainnya harus sesuai antara satu dengan yang lainnya. Test keamanan isolasi. a. dan semua besi yang kelihatan. Daun pintu yang ditentukan dalam gambar dipasang grendel 1 inchi.    Fasa 2 Fasa 3 Netral Tanah (Ground) = Kuning = Hitam = Biru = Hijau-Kuning Pipa Instalasi Pelindung Kabel Pipa instalasi pelindung kabel feeder yang dipakai adalah PVC klas AW atau kelas GIP. . pyan bidang sambungan dan semua kayu yang akan dicat. besar dua kali putar. Elbow. baut. c. Tes kontinuitas. Cat meni sekualitas merk JAGO dipergunakan untuk begel. L. Socket. plepet. Junction box. b. PEKERJAAN CAT a.f. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI K. Daun pintu yang ditentukan dalam gambar dipasang slot tanam sekualitas SES asli. b. Test kekuatan tegangan impuls.

dempul. f. satu luar diplamir pakai plamir sesuai merk catnya. cat dasar. Proses pengecatan dilaksanakan setelah tembok kering. .e. dengan pengecatan sebanyak 2 kali atau lebih hingga rata dan baik. Proses cat: Untuk kayu meni satu kali.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->