TEKNOLOGI BATU BARA

Jenis-Jenis Teknologi Proses Gasifier Batubara 1. Fungsi Gasifikasi Gasifikasi adalah suatu teknologi proses yang mengubah batubara dari bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas. Berbeda dengan pembakaran batubara, gasifikasi adalah proses pemecahan rantai karbon batubara ke bentuk unsur atau senyawa kimia lain. Secara sederhana, batubara dimasukkan ke dalam reaktor dan sedikit dibakar hingga menghasilkan panas. Sejumlah udara atau oksigen dipompakan dan pembakaran dikontrol dengan uap agar sebagian besar batubara terpanaskan hingga molekul-molekul karbon pada batubara terpecah dan dirubah menjadi ”coal gas”. Coal Gas merupakan campuran gas-gas hidrogen, karbon monoksida, nitrogen serta unsur gas lainnya. Gasifikasi batubara merupakan teknologi terbaik serta paling bersih dalam mengkonversi batubara menjadi gas-gas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik. Teknologi IGCC (Integrated Gasification Combined Cycle) merupakan salah satu teknologi batubara bersih yang sekarang di kembangkan. Istilah IGCC ini merupakan istilah yang paling banyak digunakan untuk menyatakan daur kombinasi gasifikasi batubara terintegrasi. Meskipun demikian masih ada beberapa istilah yang digunakan yaitu ICGCC (Integrated Coal Gasification Combined Cycle) dan CGCC (Coal Gasification Combined Cycle) yang sama artinya. Dalam makalah ini untuk selanjutnya akan digunakan istilah IGCC. Komponen utama dalam riset IGCC adalah pengembangan teknik gasifikasi batubara. Proses gasifikasi ini melalui beberapa proses kimia dalam reaktor gasifikasi (gasifier). Mula-mula batubara yang sudah diproses secara fisis yaitu batubara yang telah dihancurkan dalam ukuran + 20 mm – 100 mm diumpankan ke dalam reaktor dan akan mengalami proses pembakaran yang dikontrol oleh steam dan angin sehingga tidak terbentuk api tetapi bara. Kecuali bahan pengotor, batubara bersama-sama dengan oksigen dikonversikan menjadi hidrogen, karbon monoksida, methana, CO2, H2, N2. IGCC merupakan perpaduan teknologi gasifikasi batubara dan proses pembangkitan uap. Gas hasil gasifikasi batubara mengalami proses pembersihan sulfur dan nitrogen. Sulfur yang masih dalam bentuk H2S dan nitrogen dalam bentuk NH3 lebih mudah dibersihkan sebelum dibakar dari pada sudah dalam bentuk oksida dalam gas buang. Kemudian gas yang sudah bersih ini dibakar di ruang bakar dan kemudian gas hasil pembakaran disalurkan ke dalam turbin gas untuk menggerakkan generator. Gas buang dari turbin gas dimanfaatkan dengan menggunakan HRSG (Heat Recovery Steam Generator) untuk membangkitkan uap. Uap dari HRSG (setelah turbin gas) digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang akan menggerakkan generator.

45 % dan yang lebih tinggi 5 . penggunaan air sebagai pendingin terbatas. Dalam hal lingkungan : emisi SO2. Penggunaan IGCC sangat menguntungkan karena pada pembangkit konvensional memerlukan sistem scrubbing gas yang besar untuk membersihkan sulphur pada gas buang. pirolisis. Gasifikasi umumnya terdiri dari empat proses. NOX. dan reduksi tidak dapat dibedakan. dan reduksi.Teknologi IGCC ini mempunyai kelebihan yaitu dalam hal bahan bakar : tidak ada pembatas untuk tipe. Pada proses gasifikasi ada suatu proses juga yang tidak kalah pentingnya adalah proses desulfurisasi yang mana sebagai penghilang hidrogen sulfurisasi yang merupakan gas beracun. efisiensi akan rendah. yaitu pengeringan. Sulfur pada batubara yang terkonversi menjadi H2S akan diekstrak menjadi belerang murni yang bernilai jual tinggi. oksidasi. Disamping itu pembangkit listrik IGCC mempunyai produk sampingan yang merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual seperti : sulfur. Sehingga perlu untuk mengeringkan batubara dan mengumpankan kedalam gasifikator dalam butiran dengan ukuran + 20 mm – 100 mm. Tar yang merupakan by-product dari pemutusan rantai karbon akan dipisahkan menggunakan electric tar separator dan dapat dimanfaatkan sebagai minyak bakar. Coal gasifier tidak mengeluarkan polutan hingga ramah lingkungan. Jika kelembaban tinggi. pirolisis. Coal gasifier sangat cocok untuk industri / pabrik skala menengah hingga besar yang memiliki ruang terbatas serta dekat dengan pemukiman. yaitu: .10 % dibandingkan PLTU batubara konvensional. Kecuali menghasilkan coal gas. Pada gasifier jenis tipe gasifikasi unggun tetap (fixed bed gasification). ukuran dan kandungan abu dari batubara yang digunakan. Instalasi peralatan tidak membutuhkan ruang yang luas. Hanya sebagian kecil fraksi mineral yang ikut terbakar dan membentuk debu yang akan dipisahkan dengan dust cyclone. Efisiensi pembangkit listrik dengan menggunakan teknologi IGCC ini berkisar antara 38 . mineral pada batubara yang tidak terbakar akan tertampung dibagian bawah reaktor sebagai slag serta material padatan lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan. CO2 serta debu dapat dikurangi tanpa penambahan peralatan tambahan seperti de-SOX dan de-NOX dan juga limbah cair serta luas tanah yang dibutuhkan juga berkurang. Sebagian besar proses gasifikasi memerlukan batubara relatif kering yaitu kurang dari 15% kelembaban. oksidasi. Hal ini dimungkinkan dengan adanya proses gasifikasi sehingga energi yang terkandung dalam batubara dapat digunakan secara efektif dan digunakannya HRSG untuk membentuk suatu daur kombinasi antara turbin gas dan turbin uap. dan biaya operasional dalam jangka panjang akan rendah. kontak yang terjadi saat pencampuran antara gas dan padatan sangat kuat sehingga perbedaan zona pengeringan. Salah satu cara untuk mengetahui proses yang berlangsung pada gasifier jenis ini adalah dengan mengetahui rentang temperatur masing-masing proses. tar (light oil).

Komposisi produk yang tersusun merupakan fungsi temperatur. dan gas yang tidak terkondensasi) dari arang atau padatan karbon bahan bakar juga menggunakan panas yang diserap dari proses oksidasi. \ • Oksidasi Oksidasi atau pembakaran arang merupakan reaksi terpenting yang terjadi di dalam gasifier. pemisahan volatile matters (uap air. pirolisis.77 kJ/mol karbon Reaksi pembakaran lain yang berlangsung adalah oksidasi hidrogen yang terkandung dalam bahan bakar. seperti volatile matters pada batubara. 2. Produk cair yang menguap mengandung tar dan PAH (polyaromatic hydrocarbon). Produk pirolisis umumnya terdiri dari tiga jenis. ketika komponen yang tidak stabil secara termal. pecah dan menguap bersamaan dengan komponen lainnya. CO.• Pengeringan: T > 150 °C • Pirolisis/Devolatilisasi: 150 < T < 550 °C • Oksidasi: 70 < T < 550 °C • Reduksi: 50 < T < 120 °C Proses pengeringan. Pembakaran mengoksidasi kandungan karbon dan hidrogen yang terdapat pada bahan bakar dengan reaksi eksotermik. cairan organik. dan arang. Produk yang dihasilkan pada . tekanan. Oksigen yang dipasok ke dalam gasifier bereaksi dengan substansi yang mudah terbakar. CO2. Reaksi yang terjadi pada proses pembakaran adalah: C + O2 CO2 + 393. Proses pirolisis dimulai pada temperatur sekitar 230 °C. dan komposisi gas selama pirolisis berlangsung. sedangkan gasifikasi mereduksi hasil pembakaran menjadi gas bakar dengan reaksi endotermik. dan CH4). Pada pirolisis. Reaksi yang terjadi adalah: H2 + ½ O2 H2O + 742 kJ/mol H2 • Reduksi (Gasifikasi) Reduksi atau gasifikasi melibatkan suatu rangkaian reaksi endotermik yang disokong oleh panas yang diproduksi dari reaksi pembakaran. Pada pengeringan. Hasil reaksi tersebut adalah CO2 dan H2O yang secara berurutan direduksi ketika kontak dengan arang yang diproduksi pada pirolisis. kandungan air pada bahan bakar padat diuapkan oleh panas yang diserap dari proses oksidasi. tar. sedangkan proses oksidasi bersifat melepas panas (eksotermik). Suatu rangkaian proses fisik dan kimia terjadi selama proses pirolisis yang dimulai secara lambat pada T < 100 °C dan terjadi secara cepat pada T > 200 °C. H2O. Proses Gasifikasi • Pirolisis Pirolisis atau devolatilisasi disebut juga sebagai gasifikasi parsial. Proses ini menyediakan seluruh energi panas yang dibutuhkan pada reaksi endotermik. yaitu gas ringan (H2. dan reduksi bersifat menyerap panas (endotermik).

Reaksi berikut ini merupakan empat reaksi yang umum telibat pada gasifikasi. Reaksi ini juga dipilih pada aplikasi IGCC (Integrated Gasification Combined-Cycle) yang mengacu pada nilai kalor metan yang tinggi.98 kJ/mol o Methanation Methanation merupakan reaksi pembentukan gas metan. Reaksi yang terjadi pada Boudouard reaction adalah: CO2 + C 2CO – 172. seperti H2. seperti uap air yang dicampur dengan udara dan uap yang diproduksi dari penguapan air. steam dipasok sebagai medium penggasifikasi dengan atau tanpa udara/oksigen. Reaksi yang terjadi pada methanation adalah: C + 2H2 CH4 + 74.proses ini adalah gas bakar. dan CH4. o Water-gas reaction Water-gas reaction merupakan reaksi oksidasi parsial karbon oleh steam yang dapat berasal dari bahan bakar padat itu sendiri (hasil pirolisis) maupun dari sumber yang berbeda. 3. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut: CO + H2O CO2 + H2 – 41. CO. o Boudouard reaction Boudouard reaction merupakan reaksi antara karbondioksida yang terdapat di dalam gasifier dengan arang untuk menghasilkan CO. Reaksi ini digunakan pada pembuatan gas CO.90 kJ/mol karbon Pembentukan metan dipilih terutama ketika produk gasifikasi akan digunakan sebagai bahan baku indsutri kimia. Proses Desulfurisasi • Signifikansi Desulfurisasi .38 kJ/kg mol karbon Pada beberapa gasifier. Reaksi ini dikenal sebagai water-gas shift yang menghasilkan peningkatan perbandingan hidrogen terhadap karbonmonoksida pada gas produser.58 kJ/mol karbon o Shift conversion Shift conversion merupakan reaksi reduksi karbonmonoksida oleh steam untuk memproduksi hidrogen. Reaksi yang terjadi pada water-gas reaction adalah: C + H2O H2 + CO – 131.

dimana hidrogen sulfurisasi (H2S) merupakan bagian yang dominan. CO2 yang cenderung mengikis dan merusak peralatan bersama-sama dengan air (H2O) dan menyebabkan kebocoran gas batubara. • Prinsip Reaksi Pada Proses Desulfurisasi Bahan gas berkontak dengan counter cairan desulfurisasi. busa sulfur yang dihasilkan pada saluran air semburan dan regenatif disaring dan cream sulfur dihasilkan. Desulfurisasi gas batubara adalah untuk menghilangkan hidrogen sulfurisasi yang merupakan gas beracun. substansi phenol teroksidasi menjadi substansi oleh udara 2HQ + I / 2O2 = 2Q + H2O . Setelah cairan teroksidasi dan mengalami regenerasi. Dalam waktu yang bersamaan. HS teroksidasi menjadi substansi sulfur sederhana oleh ion logam berharga tinggi NaHS + NaHCO3 + 2 NaVO3 = S + Na2v2o3 + H2O Dalam saat itu. H2S bereaksi dengan cairan Na2CO3 dan terserap H2S + Na2CO3 = NaHS + NaHCO3 Dalam saluran air reaksi. desulfurisasi sangat penting artinya. dan kemudian dikirim ke perbengkelan untuk digunakan. Karena itu. ion logam berharga rendah yang dihasilkan segera dioksidasi substansi quinone menjadi ion logam berharga tinggi Na2V2O3 + Q Na2CO3 + H2O 2NaVO3 + HQ Pada saluran air pancar dan regeneratif. Gas hasil pemurnian dilepaskan dari puncak menara dan membuang air melalui alat penangkap tetesan. yang melanjutkan proses desulfurisasi. Gas batubara mengandung gas caustic seperti H2S. yang menyerap H2S. cairan mengalir ke dalam saluran air dengan cairan gundul melalui alat pengatur posisi cairan dan digerakkan ke menara desulfurisasi melalui pompa desulfurisasi.Sulfur dalam gasifikator terdiri dari abio-sulfur dan sulfur organik. menimbulkan pencemaran di atmosfir atau bahkan menimbulkan ledakan yang merusak lingkungan dan melukai pekerja. • Deskripsi Proses Desulfurisasi Gas batubara mengandung H2S masuk ke menara desulfurisasi melalui dasar dan di dalam lapisan paking bereaksi dengan cairan tandus desulfurisasi yang disemprotkan dari puncak menara. Cairan yang disemprotkan dari puncak yang menyerap hidrogen sulfurisasi mengalir ke dalam saluran air yang kaya cairan melalui pompa regeneratif untuk memisahkan sulfur dan dikirim ke saluran air semburan dan reneneratif untuk bereaksi dengan udara.

mau tidak mau masyasrakat harus berpaling pada bahan bakar alternatif yang lebih murah seperti Briket Batubara. Bandar Lampung dan Gresik Jawa Timur dengan kapasitas terpasang 115. BA. namun biaya produksi menjadi meningkat karena pada Batubara tersebut terjadi rendemen sebesar 50%. jenis ini mengalami terlebih dahulu proses dikarbonisasi sebelum menjadi Briket. Jenis Briket Batubara 1. BA dan belum berproduksi secara kontinyu. 2. dan karenanya gas terdesulfurisasi dan termurnikan Jenis-jenis Teknologi Proses Briket Batubara Briket Batubara adalah bahan bakar padat yang terbuat dari Batubara dengan sedikit campuran seperti tanah liat dan tapioka. Dengan proses karbonisasi zat-zat terbang yang terkandung dalam Briket Batubara tersebut diturunkan serendah mungkin sehingga produk akhirnya tidak berbau an berasap. Teknologi pembuatan Briket tidaklah terlalu rumit dan dapat dikembangkan oleh masyarakat maupun pihak swasta dalam waktu singkat. Briket ini cocok untuk digunakan untuk keperluan rumah tangga serta lebih aman dalam penggunaannya. Jenis Berkarbonisasi (super). Briket ini umumnya digunakan untuk industri kecil. Pembakaran dan Pemanasan. BA terdapat beberpa perusahaan swasta lain yang meproduksi Briket Batubara namun jumlahnya jauh lebih kecil dibanding PT.Proses reaksi terus berlangsung. Bahan baku utama Briket Batubara adalah Batubara yang sumbernya berlimpah di Indonesia dan mempunyai cadangan untuk selama lebih kurang 150 tahun. jenis yang ini tidak mengalamai dikarbonisasi sebelum diproses menjadi Briket dan harganyapun lebih murah. Produsen terbesar Briket Batubara di Indonesia saat ini adalah PT. Namun dengan kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005. untuk mengatasi kekurangan tersebut diharapkan partisipasi serta . tentunya penggunaan Briket Batubara oleh kalangan rumah tangga maupun industri kecil/menengah akan lebih ekonomis dan menguntungkan. sehingga masyarakat lebih memilih Minyak Tanah untuk bahan bakar sehari-hari. namun demikian kemampuan produksi dari PT. Karena zat terbangnya masih terkandung dalam Briket Batubara maka pada penggunaannya lebih baik menggunakan tungku (bukan kompor) sehingga akan menghasilkan pembakaran yang sempurna dimana seluruh zat terbang yang muncul dari Briket akan habis terbakar oleh lidah api dipermukaan tungku. Briket Batubara mampu menggantikan sebagian dari kegunaan Minyak Tanah sepeti untuk : Pengolahan Makanan. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero). Pengeringan. Sebetulnya di Indonesia telah mengembangkan Briket Batubara sejak tahun 1994 namun tidak dapat berkembang dengan baik mengingat Minyak Tanah masih disubsidi sehingga harganya masih sangat murah. atau PT. BA yang mempunyai 3 pabrik yaitu di Tanjung Enim Sumatera Selatan.000 ton per tahun. Dengan adanya kenaikan BBM khususnya Minyak Tanah dan Solar. Disamping PT. Jenis Non Karbonisasi (biasa). masih sangat kecil.

Penduduk Indonesia sebagian besar tinggal di pedesaan 3.5 kg dan mempunyai lubang-lubang sebanyak 22 lubang 2. Type yontan (silinder) untuk keperluan rumah tangga Type ini lebih dikenal dan popular. menjadi lebih bermanfaat 6. Mempunyai suhu pembakaran yang tetap (± 3500C) dalam jangka waktu yang cukup panjang (8-10 jam) 4. Jenis briket Dikenal 2 jenis briket yaitu : 1. Keunggulan Briket Batubara • • • • • Lebih murah Panas yang tinggi dan kontinyu sehingga sangat baik untk pembakaran yang lama Tidak beresiko meledak/terbakar Tidak mengeluarkan sauara bising serta tidak berjelaga Sumber Batubara berlimpah Teknologi pembuatan briket batubara dari batubara bubuk yang dapat menimbulkan kesulitan pada waktu pengangkutan ternyata sudah banyak dilakukan dibeberapa negara. Type egg (telor) untuk keperluan industry dan rumah tangga . Adanya endapan batubara dengan cadangan terbatas (10 juta ton) yang dapat dimanfaatkan secara skala kecil untuk daerah sekitarnya 7.keikutsertaan pihak swasta untuk memproduksi dan mensosialisasikan penggunaan Briket Batubara disetiap daerah. disebut dengan yontan. tinggi 142 mm. Batubara Indonesia mudah pecah dan bernilai kalori tinggi 5. Setelah pembakaran masih mempunyai kekuatan tertentu sehingga mudah untuk dikeluarkan dari dalam tungku masak 5. suatu nama local berbentuk silinder dengan garis tengah 150 mm. Potensi batubara Indonesia yang sangat besar 2. Sifat briket yang baik 1. Memanfaatkan batubara bubuk yang tidak dipakai sukar ditransport. dengan investasi yang rendah 4. Mempunyai kekuatan tertentu sehingga tidak mudah pecah waktu diangkat dan dipindah-pindah 3. berat 3. Hal yang mendorong pemanfaatan briket untuk masyarakat dan industry kecil Indonesia antara lain : 1. Gas hasil pembakaran tidak mengandung gas karbon monoksida yang tinggi b. Dapat dilaksanakan dengan teknologi sederhana. Tidak berasap dan tidak berbau pada saat pembakaran 2. Kebijaksanaan pemerintah untuk mengurangi pemakaian minyak dan kayu bakar Teknik Pembriketan Batubara a.

gerabah. Ukuran butir batubara 2. Karakteristik pembakaran Sifat pembakaran adalah sangat penting disamping tergantung dari sifat batubaranya. Analisa batubara contoh sebagai berikut : Table analisa kimia batubara contoh korea Sifat Atom fixed carbon nilai kalor S (belerang) Moisture volatile matter Kelas Contoh 8. selanjutnya ditambah lempung (20%) sebagai bahan pengikat dan air 10%.70 4570 0.66 subbitumine Korea 39.47 1.70 3. bata. Batubara bubuk ( 5 mm) diberi air (10%) ditekan dengan mesin tekan pembriketan pada tekanan 120 kg/cm2 sehingga diperoleh briket. Tekanan mesin pada waktu pembriketan 3.20 antrasit .19 50.5 53. Kadar air yang terkandung dalam batubara Beberapa pengalaman. pandai besi dan sebagainya.Type ini juga dipergunakan untuk bahan bakar industry kecil seperti untuk pembakaran kapur.24 7160 0. briket dengan kuat tekan > 6 kg/cm2 cukup kuat dan tidak mudah pecah pada saat dibawa.29 3. Untuk type telor perlu ditambah molasses (7%) dan diroll pada mesin briket type rol d. Makin besar udara yang ikut terbakar makin pendek lama pembakaran briket dan makin tinggi nilai kalori batubara yang dibuat briket makin lama waktu pembakaran. Makin besar udara yang diberikan (dengan membuka udara kompor masak) makin pendek waktu pembakaran briket walaupun diperoleh suhu maksimum yang lebih tinggi. Pembuatan Briket Dari Batubara Contoh batubara digerus sampai ukuran 5 mm. Teknis pembuatan Proses pembuatan briket yontan cukup sederhana. Jenis ini mempunyai lebar 32-39 mm panjang 46-58 mm dan tebal 20-24 m c. diangkut dan diangkat e. tetapi juga untuk keperluan rumah tangga. Karakteristik pembakaran briket ini (lama dan suhu pembakaran) tergantung pula dari besarnya udara yang terbakar (air supply) dan nilai kalori batubaranya.91 39. Parameter dalam pembuatan briket Beberapa parameter dalam pembuatan briket antara lain sebagai berikut : 1. genteng.

Berasap cukup banyak dan berbau tajam 2. Catatan : penambahan lempung dapat menyerap bau tar dan mempertinggi kualitas briket walaupun dapat mengurangi nilai kalornya. Karakteristik pembakaran Dari hasil pembakaran diperoleh data sebagai berikut : 1. sedang briket korea 8 jam. Suhu pembakaran tertinggi sedikit lebih tinggi daripada briket korea yaitu 6500C – 7000C (briket korea 6000C 3. Hal ini dapat ditempuh dengan melakukan karbonisasi terhadap batubara pada suhu rendah dan ternyata berhasil baik. Dengan mengatur pipa bukaan udara lebih kecil diharapkan waktu pembakaran lebih panjang. .2 Hasil yang diperoleh memberikan data bahwa kuat tekan berikut adalah cukup baik (> 6 kg/cm2) b. Kuat tekan Dari hasil penekanan dengan mesin pembriketan yang sama diperoleh data sebagai berikut : Bahan PengikatKuat Tekan Lempung (kg/cm2 20% 7.5 jam.Sebaiknya dipergunakan batubara dengan ash tinggi c. Lama waktu pembakaran pada suhu 3500C ternyata jauh lebih pendek ± 2.5 30% 10. Meniadakan asap dan bau Percobaan untuk mengurangi/meniadakan asap dan bau dari briket batubara telah dilakukan dengan mengurangi volatile matter. Hanya masalah lama waktu pembakaran dari briket batubara ini masih relative lebih pendek yaitu sekitar ± 4 jam.Penambahan lempung dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dan besarnya relative didekatkan dengan kadar ash dan briket yontan korea a.

Proses Pembuatan Briket Batubara Proses Pembuatan Briket Batubara Non Karbonisasi (Tipe Biasa) Proses Pembuatan Briket Batubara Karbonisasi (Tipe Super) .

5400/hari 3 ltr/hari Warung Makan Rp.000.000/hari Rp. 497.502.450/hari Penghematan Rp.550/hari Parameter Antara Minyak Tanah dan Briket Parameter Minyak Tanah Nilai Kalori 9. 12. 9000/hari Rp. 2. Briket Batubara merupakan bahan bakar padat yang terbuat dari Batubara.800 Briket 5.60 kg Rp.000/hari 10 ltr/hari Industri Kecil Rp. 3600/hari Rp. 1000 ltr/hari 2.000/hari 45. 75. 18.000/hari 25 ltr/hari Industri Menengah Rp. Perbandingan Pemakaian Minyak Tanah dengan Briket Penggunaan Minyak Tanah Briket Rumah tangga Rp. Untuk mengurangi beban subsidi tersebut maka pemerintah berusaha mengurangi subsidi yang ada dialihkan menjadi subsidi langsung kepada masyarakat miskin. Rp.300 . 1. Minyak Tanah di Indonesia yang selama ini di subsidi menjadi beban yang sangat berat bagi pemerintah Indonesia karena nilai subsidinya meningkat pesat menjadi lebih dari 49 trilun rupiah per tahun dengan penggunaan lebih kurang 10 juta kilo liter per tahun.000/hari Rp.000 kkal/ltr Ekivalen 1 ltr Biaya Rp.000/hari 1.000/hari Rp. 30. Namun untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM dalam hal ini Minyak Tanah diperlukan bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapat. 30.Pemanfaatan Briket Dari Batubara • Bahan Bakar Alternatif Akhir-akhir ini harga baha bakar minyak dunia meningkat pesat yang berdampak pada meningkatnya harga jual bahan bakar minyak termasuk Minyak Tanah di Indonesia.400 kkal/kg 1. bahan bakar padat ini murupakan bahan bakar alternatif atau merupakan pengganti Minyak Tanah yang paling murah dan dimungkinkan untuk dikembangkan secara masal dalam waktu yang relatif singkat mengingat teknologi dan peralatan yang digunakan relatif sederhana.

Tungku/Kompor portabel. jenis dan ukuran Kompor harus disesuaikan dengan kebutuhan. 2. memuat lebih dari 8 kg briket dibuat secara permanen. Jenis ini digunakan untuk keperluan rumah tangga atau rumah makan. Jenis ini dipergunakan untuk industri kecil/menengah. Pada prinsipnya Kompor/Tungku terdidri atas 2 jenis : 1.• Kompor/Tungku Briket Batubara Penggunaan Briket Batubara harus dibarengi serta disiapkan Kompor atau Tungku. Persyaratan Kompor/tungku harus memiliki : • • • Ada ruang bakar untuk briket Adanya aliran udara (oksigen) dari lubang bawah menuju lubang atas dengan melewati ruang bakar briket yang terdiri dari aliran udara primer dan sekunder Ada ruang untuk menampung abu briket yang terletak di bawah ruang bakar briket . Tungku/Kompor Permanen. jenis ini pada umumnya memuat briket antara 1 s/d 8 kg serta dapat dipindah-pindahkan.

In the past 10 to 15 years. Struktur molekul batubara dengan berat molekul yang tinggi harus dirusak sehingga menjadi molekul kecil. Untuk mengkonversi batubara menjadi bahan bakar cair terdapat 3 macam proses yaitu : • Likuifaksi Langsung • Likuifaksi Tak Langsung • Karbonisasi dan Pirolisa The chemical industry and the refinery industry applied gasification in the 1960s and 1980s. konversi kimia batubara menjadi gas. respectively. Krisis energi pada tahun 70-an menyebabkan kebangkitan arti pentingnya gas batubara sebagai alternatif energi. Beberapa dekade penelitian dan pengembangan telah menghasilkan teknologi yang dewasa ini sedang 'digalakkan'. pembangkit yang lebih besar dan lebih maju terus dibangun. gas batubara dengan cepat ditinggalkan pada akhir abad ke-19. Pada waktu gas alam ditemukan dalam jumlah berlimpah. Sejarah Gasifikasi Batubara Gasifikasi batubara. yang dilakukan melalui: • Menambahkan hidrogen • Merejeksi karbon c. memungkinkan perbaikan proses lebih lanjut. Mineral matter harus diambil. Kandungan hidrogen harus ditingkatkan sehingga rasio H/C juga meningkat. b. Sebelum penemuan “gas alam". pertama kali digunakan untuk menghasilkan gas untuk kerperluan penerangan dan panas di AS dan Inggris pada awal abad ke-19. untuk mengkonversi batubara menjadi bahan bakar cair sintesis terdapat 4 (empat) hal yang harus diperhatikan: a. Di seluruh dunia terdapat 62 unit gasifikasi .Jenis-jenis Teknologi Proses Liquifaksi Batubara Berdasarkan perbandingan karakteristik fisika dan kimia. Hal ini mungkin dengan cara hidrogenasi dimana oksigen. Hal ini menentukan konversi batubara menjadi fluida: liquid atau gas . Sebuah upaya masif mulai dilakukan untuk mengkomersilkan teknologi ini pada skala besar untuk energi bersih dan produksi bahan baku kimia. Cadangan batubara yang melimpah di Amerika Serikat dan negara-negara lain merupakan tantangan bagi para insinyur – mengenai bagaimana cara memanfaatkan cadangan bahan bakar fosil dengan jalan yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan sebagaimana metode pembakaran batubara tradisional. nitrogen dan sulfur akan diubah menjadi air. ammonia dan H2S d. gas batubara merupakan bahan bakar pilihan bagi penerangan kota di seluruh Amerika Serikat dan Eropa. it has started to be used by the power industry in Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC) plants. for feedstock preparation. Kandungan hetereatom harus dikurangi. Hal ini mungkin dilakukan dengan tiga proses kimia yaitu: • Pirolisa (thermal decomposition) • Perengkahan (cracking) dan Hidrogenasi (hydrogenation) • Oksidasi sebagian atau seluruhnya.

Biaya unit konstruksi pembangkit ini agak lebih tinggi dari unit PC (pulverized coal) dan kemungkinan akan menjadi setara dalam waktu dekat dengan semakin banyaknya unit yang dibangun dan munculnya desain standar. kemudian uap yang dihasilkan dari panas buangan digunakan untuk menggerakkan generator kedua. Metode ini mencapai efisiensi 45-50% dibandingkan dengan pembangkit listrik tradisional yang hanya menggunakan satu siklus untuk menghasilkan listrik dengan hanya 35% efisiensi. dengan menggunakan teknik kimia yang tersedia. syngas juga dapat dikonversi secara kimia menjadi bahan bakar cair untuk digunakan pada alat transportasi (batubara cair). Gasifikasi batubara untuk pembangkit tenaga listrik memungkinkan penggunaan teknologi pembakaran modern yang umum di pembangkit listrik gas alam.dari partikulat hingga hujan asam yang disebabkan oleh batubara belerang tinggi. Selain itu. Atau hidrogen dapat dimurnikan dari syngas untuk menghasilkan bahan bakar hidrogen. belum lagi pelepasan CO2. dan masalah lingkungan pada pertambangan. Sebagai teknologi yang dibutuhkan untuk mengembangkan metode ekonomis . 315 MW Unit gasifikasi batubara menawarkan fleksibilitas yang unik. pemicu ozon tanah dan hujan asam. dan mencoba untuk menghilangkan polutan dari gas buang merupakan tindakan yang harus dilakukan. Cara Kerja Gasifikasi Batubara Unit gasifikasi batubara membakar batubara dengan oksigen murni dan uap untuk menghasilkan gas sintetis atau 'syngas'. berupa campuran karbon dioksida. Pembakaran batubara menggunakan mode apapun adalah proses yang kotor. berpotensi mencemari air tanah. hidrogen dan karbon monoksida. Syngas dibakar di turbin gas alam konvensional untuk menghasilkan energi listrik dengan menggunakan turbin gas efisiensi tinggi yang direkayasa untuk menghilangkan jelaga dan meminimalkan pembentukan nitrogen oksida (NOx). Spanyol. IGCC Puertollano. abu yang dihasilkan berada dalam keadaan vitreous atauglasslike yang dapat didaur ulang sebagai agregat beton. Dalam pembangkit combined cycle. Efisiensi yang meningkat dengan penerapan combined cycle menghasilkan penurunan 50% emisi CO2 pada pembangkit tenaga listrik. polusi merkuri. teknologi combined cycle menghasilkan lebih banyak energi dari pembakaran bahan bakar. tidak seperti pembangkit PC yang menghasilkan abu yang harus dikubur. Salah satu keuntungan utama bagi lingkungan dari gasifikasi batubara adalah kesempatan untuk menghilangkan kotoran seperti belerang dan merkuri dan jelaga sebelum membakar bahan bakar. Pembangkit listrik IGCC dapat digunakan untuk produksi tenaga listrik pada saat permintaan puncak dan kemudian bergeser ke produksi bahan bakar cair di malam hari.batubara dan 24 dalam tahap perencanaan operasional. dibandingkan dengan pembangkit batubara konvensional. gas yang dibakar dalam sebuah turbin akan menghasilkan listrik. Keuntungan Bagi Lingkungan Masalah yang melekat dalam pembakaran batubara sudah umum diketahui .

.penyerapan karbon.penghapusan CO2 guna mencegah rilis ke atmosfer.unit gasifikasi batubara dapat dimodifikasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim karena sebagian besar CO2 yang dihasilkan dapat dipisahkan dari syngas sebelum pembakaran.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful