P. 1
Masalah Kependudukan

Masalah Kependudukan

|Views: 51|Likes:
Published by Prd Dighizqi
maslah kependudukan
maslah kependudukan

More info:

Published by: Prd Dighizqi on Mar 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

3/18/13

Masalah Kependudukan

Profil

Publikasi

Riwayat Hidup

Penulisan Buku

Menu Utama
Halaman Utama Profil Penelitian Publikasi Riwayat Hidup Penulisan Buku Materi Pelatihan

Friday , 17 June 2011 02:05

Penulisan Buku

Masalah Kependudukan Dalam Pembangunan Ekonomi
Penduduk merupakan modal dasar dalam pembangunan, tapi dari sisi lain juga bisa menjadi beban oleh negara untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Robert Malthus yang datang di akhir abad ke 18 dengan teorinya, pada dasarnya menyatakan bahwa penduduk yang banyak merupakan penyebab kemiskinan. Menurut Malthus laju pertumbuhan penduduk yang mengikuti deret ukur tak akan pernah terkejar oleh pertambahan makanan dan pakaian yang hanya bertambah secara deret hitung. Namun pada akhir abad ke XX teori Malthus ini mulai dibantah oleh pakar kependudukan dan pakar ekonomi. Alasan teori ini mulai ketinggalan disebabkan telah berhasilnya beberapa negara mengurangi laju pertumbuhan penduduk, sementara dari sisi produksi telah berhasil ditingkatkan melalui kemajuan terknologi. Teori Malthus ini pada dasarnya beranjak dari dua gagasan utama: 1) manusia selalu memerlukan sandang pangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan 2) nafsu seksual antara dua jenis kelamin akan selalu ada dan tidak akan berubah sifatnya. 1. Masalah Kependudukan Masalah penduduk dan kependudukan dapat kita soroti dengan pendekatan sistem. Sistem adalah suatu totalitas bagian (satuan komponen) yang terdiri dari berbagai sub komponen yang saling berkaitan, saling tergantung, berinteraksi, saling menentukan sehingga membentuk suatu kesatuan yang terpadu dan harus diperhitungkan dalam setiap mengambil keputusan. Kebijaksanaan kependudukan nasional pada hakikatnya bertujuan mempengaruhi sistem demografi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem-sistem yang lain dalam makrosistem kependudukan, untuk membawa penduduk kepada suatu keadaan di mana ciri dan perilaku demografinya menguntungkan bagi pembangunan nasional yang pada hakikatnya merupakan usaha untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk itu sendiri. Sebagai fenomena yang sudah menjadi masalah dapat disebut antara lain: 1) tekanantekanan pada usaha peningkatan ekonomi karena jumlah penduduk yang besar dan laju pertumbuhan penduduk yang cepat; 2) tekanan-tekanan pada usaha pembangunan, pendidikan dan tenaga kerja karena komposisi penduduk yang muda dan pertambahan yang cepat dari golongan penduduk usia sekolah dan tenaga kerja; dan 3) masalah-masalah pada usaha keamanan dan pembangunan daerah karena tidak terpenuhinya kesempatan kerja dan kepadatan penduduk yang tinggi yang tidak merata. Kebijaksanaan dalam bidang-bidang pembangunan yang lain pada hakikatnya tertujuan pada peningkatan kualitas hidup melalui sistem-sistem diluar sistem demografi tersebut dan sebagian dari kebijaksanaan tersebut selain tertuju untuk mengatasi masalah juga dapat secara langsung mempengaruhi sistem demografi. 2. Kebijaksanaan Kependudukan Kebijaksanaan itu meliputi penyediaan lapangan kerja untuk penduduk yang menghendakinya, memberikan kesempatan pendidikan, meningkatkan kesehatan serta usahausaha menambah kesejahteraan penduduk lainnya. Selanjutnya secara terperinci mengenai kebijaksanaan kependudukan di Indonesia pada masa lalu dinyatakan sebagai berikut: a). Kebijaksanaan kependudukan yang menyeluruh dan terpadu perlu dilanjutkan dan makin ditingkatkan serta diarahkan untuk menunjang peningkatan taraf hidup, kesejahteraan dan kecerdasan bangsa serta tujuan-tujuan pembangunan lainnya. b). Pelaksanaan kebijaksanaan dan program-program kependudukan yang meliputi antara lain pengendalian kelahiran, penurunan tingkat kematian anak-anak, perpanjangan harapan hidup, penyebaran penduduk dan tenaga kerja yang lebih serasi dan seimbang. c). Program keluarga berencana berperan ganda, ialah untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujutkan keluarga kecil sejahtera serta mengendalikan pertumbuhan penduduk. d). Dalam rangka pengendalian pertumbuhan penduduk perlu diambil langkah-langkah untuk mempercepat turunnya tingkat kelahiran. e). Jumlah peserta keluarga berencana perlu makin ditingkatkan atas dasar kesadaran dan secara sukarela dengan mempertimbangkan nilai-nilai agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. f). Penanganan dan pendidikan mengenai masalah kependudukan bagi seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda, perlu ditingkatkan dan lebih diperluas. 3. Pertambahan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman Dari segi lingkungan, masalah pemukiman adalah masalah penduduk. Ketika manusia berjumlah terbatas dan hidup serba sahaja, maka cara hidup dan bermukin manusia diserasikan dengan lingkungan alam. Waktu itu kita tidak mengenal masalah lingkungan hidup. Tapi manusia bertambah banyak dan akal pikirannya berkembang, sehingga cara hidup dan bermukim tidak lagi diserasikan dengan lingkungan alam. Malah sebaliknya lingkungan yang diubah untuk dicocokkan dengan cara hidup dan bermukim manusia. Ruang dirombak untuk membangun berbagai bentuk perumahan dengan fasilitas pelayanan hidup yang bermacam-macam, seperti pelayanan kesehatan,

Bahan Ajar
Agribisnis Ekonomi Makro Ekonomi Pembangunan Ekonomi Sumberdaya Filsafat Ilmu Metodologi Penelitian Statistik Inferensial Matematika Ekonomi

Links
Pendidikan Tinggi (DIKTI) Direktorat Ketenagaan Direktorat Prof. Pendidik Sertifikasi Guru Rayon 5 Universitas Riau Situs DP2M Dikti Universitas Bung Hatta Universitas Riau

Photo Album loading images: 0/18

almasdi.unri.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=82:artikel2011&catid=25:the-project

1/3

ac. Kesulitan orang tua dalam membiayai anak-anak yang banyak. seperti pelayanan kesehatan. di samping kesehatan dan perkembangan fisiknya. permukimannya terus berkembang. Design by Universitas Riau almasdi. jalanjalan diperbesar dan diperbaiki. dan peningkatan jumlah penduduk yang berlebihan.php?option=com_content&view=article&id=82:artikel2011&catid=25:the-project 2/3 . yaitu mentalitas si miskin itu sendiri. menghambat perkembangan berfikir anak-anak. hiburan atau pasar yang harus ditunjang oleh prasarana jalan. pedesaan dan kota. Masyarakat yang berpenghasilan renadah kemampuan menabung dan pembentukan investasi baik dari sisi modal maupuan keterampilam sangat kecil. menyimpulkan bahwa perkembangan ekonomi dan perluasan pendidikan dasar telah memperluas jurang pemisah antara pria dan wanita. Pengaruh daripada dinamika penduduk terhadap pendidikan juga dirasakan pada keluarga. Sikap ini bukanlah sikap yang seluruhnya irasional. sampah berserakan dimana-mana. sehingga tidak ada satu kotapun yang mampu menampung arus penghuni baru yang datang dari daerah pedesaan. pedagang kakilima dilokalisasi. Apabila orang telah terperangkap dalam jurang kemiskinan. 4. akan tetapi bersamaan dengan pembangunan tersebut timbul masalah lain. BIMAS. Akibatnya. usaha ekonomi desa (UED). Pertambahan penduduk yang cepat. Kredit Candak Kulak. MP: Peneliti dan Pengamat Ekonomi Pedesaan. persediaan air yang sehat tidak dapat memenuhi kebutuhan dan akibatnya wabah penyakit menyerang masyarakat.id/index. biasanya menunjukkan angka kelahiran yang tinggi. Oleh: Prof. Proyek seperti perumahan dibangun. BUUD/KUD. banyak negara yang sebelumnya mengarahkan perhatian terhadap pendidikan universitas. Lembaga Penelitian Universitas Riau Copyright @ 2010. Masalah Kemiskinan Salah satu wabah penyakit yang menyerang negara-negara sedang berkembang dewasa ini adalah kemiskinan berserta saudara kembarnya keterbelakangan. Sebaliknya pengetahuan dunia ditekan secara tajam pada tingkat yang terbawah. Sebab-sebab Kemiskinan Sebab-sebab kemiskinan yang pokok bersumber dari empat hal. Almasdi Syahza. 5. berbicara dan kemauannya. tetapi komposisi usia secara piramida pada penduduk yang berkembang dengan cepat juga berakibat bahwa rasio antara guru yang terlatih dan jumlah anak usia sekolah akan terus berkurang. Untuk mengatasi ini pemerintah Indonesia telah mengambil beberapa upaya diantaranya. tidak lagi hanya menambah produksi barang-barang dan jasa-jasa. Peledakan penduduk menyebabkan pula membesarnya lagi urbanisasi. dan tidak lagi melihat untuk keluar dari jurang itu. Helen Callaway. keluarga dengan jumlah anak banyak dan jarak kehamilan yang dekat. listrik. seorang ahli antropologi Amerika yang mempelajari masayakat buta huruf. Begitu juga untuk memacu kualitas sumberdaya manusia pemerintah mewajibkan setiap penduduk Indonesia minimal pendidikannya setingkat dengan sekolah lanjutan pertama (SLTP) atau dikenal dengan program wajib belajar sembilan tahun (Wajar 9 tahun). dimasa orde baru dicanangkan 8 jalur pemerataan. Hal ini akan menyulitkan atau menjadi penghambat dalam pembangunan ekonomi. pasar diperbaiki. Kondisi tersebut akan mempertinggi tingkat reproduksi sehingga tingkat kelahiran juga tinggi dilingkungannya. kredit usaha rakyat (KUR). lebih banyak memanfaatkan tenaganya disbanding pemanfaatan pemikirannya. lebih mempersulit masalah ini. pendidikan. masalah harga tanah yang terus-menerus meningkat yang menimbulkan spekulasi dan masalah penyediaan perumahan bagi golongan yang kurang mampu. air minum dan sebagainya. sehingga berdampak kepada tingkat kesuburannya yang tinggi. tetapi pembangunan mengandung pula unsur membangun manusia jasmaniah. SE. rohaniah dan mengubah nasib manusia untuk keluar dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. juga mengarah pada aptisme di dunia yang kesulitan untuk mengatasinya. Pembangunan di negara-negara sedang berkembang bukan hanya meningkatan pendapatan nasional. maka ia cenderung mengambil sikap "nerimo" dalam bahasa Jawanya atau accommodation. Hampir di mana-mana pria diberikan prioritas untuk pendidikan umum dan latihan-latihan teknis. lepas daripada pengaruhnya terhadap kualitas dan kuantitas pendidikan. Daerah pemukiman bertambah luas. 6. Sesungguhnya keempat hal ini dalam kenyataannya kait mengait. Kondisi ini berdampak terhadap daya saing meraih peluang kerja. Pada masa reformasi dikembangkan berbagai jenis kebijakan pembangunan. minimnya keterampilan yang dimiliki. antara lain: kredit koperasi primer untuk anggota (KKPA) untuk petani di pedesaan. cenderung untuk menghambat perimbangan pendidikan. ketidakmampuannya untuk memanfaatkan kesempatan-kesempatan yang disediakan. Tidak hanya persediaan dana yang kurang. Keterkaitan ini dapat dilihat pada Gambar 10. jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Dari sisi lain masyarakat yang berpenghasilan rendah. Dr.3/18/13 Masalah Kependudukan perumahan dengan fasilitas pelayanan hidup yang bermacam-macam. Dari pandangan lain kemiskinan juga identik dengan keterbelakangan. dan pengaruhnya kepada lingkungan hidup makin besar pula. dan antara bagian masyarakat yang kaya dan miskin. Sebagai suatu rangkaian. dan terakhir ini dicanangkan Inpres Desa Tertinggal (IDT). Kekurangan fasilitas pendidikan menghambat program persamaan/perimbangan antara laki-laki dan wanita. SD INPRES. Penelitian yang dilakukan pada beberapa negara dengan latar belakang budaya yang berlainan menunjukkan bahwa jika digabungkan dengan kemiskinan.. Karena kota tidak mampu menampung arus yang datang akibatnya pengangguran di kota makin lama makin membengkak. Pertambahan penduduk yang cepat menghambat program-program perluasan pendidikan. angkutan. bahkan beberapa daerah di Indonesia telah mengembangkan wajib belajar 12 tahun. Mereka adalah orang-orang yang mampu menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia. Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan Di negara-negara yang anggaran pendidikannya paling rendah. Tingkat pendidikan adalah sangat menentukan sebagai alat menyampaikan informasi kepada manusia tentang perlunya perubahan dan untuk meransang penerimaan gagasan-gagasan baru.unri. secara diam-diam mengalihkan sasarannya. Karena dalam kenyataannya kedua hal itu melemahkan fisik dan mental manusia yang tentunya mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan.

3/18/13 Masalah Kependudukan almasdi.ac.unri.php?option=com_content&view=article&id=82:artikel2011&catid=25:the-project 3/3 .id/index.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->