KOMPOSISI DARAH

LAPORAN PRAKTIKUM Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Fisiologi Hewan Yang dibina oleh Dra. Hj. Annie Istanti, M.Kes dan Nuning Wulandari, S.Si, M.Si

Oleh: Kelompok 3 Off B / Pendidikan Biologi 1. Dewi Novrina U (110341421558) 2. Hosnul Khotimah (110341421555) 3. Mutiara Solihatun (110341421536) 4. Rinda Annisa 5. Rizky Pradita Y (110341421542) (110341421545)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN BIOLOGI Februari 2013

KOMPOSISI DARAH A. TUJUAN Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui secara kualitatif keberadaan protein, karbohidrat, dan lemak di dalam darah, serta unsur Natrium dan Klorida

B. DASAR TEORI Darah adalah cairan yang tersusun atas plasma cair (55 %), yang komponen utamanya adalah air, dan sel-sel yang mengambang di dalamnya (45%). Plasma kaya akan protein-protein terlarut lipid, dan karbohidrat. Limfe sangat mirip dengan plasma, hanya saja kosentrasinya sedikit lebih rendah total tubuh darah sendiri merupakan satu per dua belas berat tubuh, dan pada manusia umumnya volume darah adalah kurang dari lima liter (George, 1999). Darah adalah suatu jaringan yang bersifat cair, terdiri dari sel-sel darah merah, darah putih, keping darah serta plasma darah. Sel-sel darah merah berjumlah 4-5 juta sel/mm3 darah, sel darah putih berjumlah antara 5.000-8.000 sel.mm3 darah dan keping darah berjumlah 150.000400.000 keping/mm3 darah. Plasma darah mempunyai komposisi 90% air, 7%protein, 1% garam anorganik, dan 2% kandungan lainnya (Susilowati, 2010). Menurut Kimball (1994), fungsi darah yaitu : 1. Mengangkut bahan-bahan (dan panas) ke dari semua jaringan-jaringan badan. 2. Mempertahankan badan terhadap penyakit menular. 3. Plasma membagi pritein yang diperlukan untuk membentuk jarinagan. 4. Hormon, enzim diantarkan dari organ ke organ dengan perantara darah. 5. Sel darah merah mengantarkan oksigen ke jaringan dan menyingkirkan sebagian dari karbon dioksida. Plasma darah merupakan bagian cair darah. Cairan ini didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi. Plasma terdiri dari 90% air, 7-8% protein, dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam, karbohidrat, lipid, dan asam amino. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu

(3) menarik dan mengikat kation anorganik. Disbanding dengan zat-zat lainnya protein memiliki prosentase paling tinggi karena protein di dalam darah ini memiliki fungsi yang lebih kompleks disbanding dengan zat-zat lainnya. dan elektrolit yang sangat penting yaitu ion-ion natrium. klorida dan bikarbonat. Hormon 6. Asam urat 8. Darah cair atau plasma darah adalah cairan darah berbentuk butiran-butiran darah. Zat lain dalam plasma darah adalah asam piruvat dan asam laktat yang merupakan intermediate metabolit. Fungsi protein tersebut adalah (1) transport CO2 dan O2. (6) menyediakan sumber untuk dirinya sendiri. Protein seperti fibrinogen. Selain itu warna darah juga dapat disebabkan oleh keberadaan protein yang berfungsi sebaagi transport oksigen. albumin dan globulin 3. Dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. asam amino. dsb. Hemoglobin merupakan salah satu protein yang berikatan dengan bentuk porifirin yang . Enzin 4. magnesium.ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial. dan (8) mengatur tekanan dalam pembuluh. Gas oksigen. Isi Kandungan Plasma Darah Manusia : 1. (4) berperan dalam proses pembekuan darah. gliserin. Sedangkan komponen seluler terdiri dari sel-sel darah yang volumenya ±45%. Di dalamnya terkandung benang-benang fibrin / fibrinogen yang berguna untuk menutup luka yang terbuka. Plasma darah yang berwarna kekuningkuningan volumenya ±55%. Plasma darah berbeda dengan serum darah terutama pada serum tidak terdapat faktor pembentukan fibrinogen. Sari makanan dan mineral seperti glukosa. Antibodi 5. asam lemak. dan fosfat jumlahnya sangat sedikit. (2) memiliki pH (buffer). Ion-ion lainnya kalium. nitrogen dan karbondioksida 2. Urea 7. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah dibekukan. (7) mengatur mekaninsme kekebalan tubuh. kolesterol. (5) mengikat dan mengedarkan Natrium.

ALAT DAN BAHAN Alat :  Corong pisah  Mesin Sentrifuge  Tabung Sentifuge  5 Tabung reaksi  Rak Tabung reaksi  Gelas piala 50 mL  Gelas piala 250 mL  Gelas ukur 10 mL  Penjepit tabung reaksi  Lampu spiritus  Pipet tetes  Gelas arloji  Cawan Petri  Kertas saring  Kaki tiga  Korek api  Lap  Kain pel Bahan :  Darah segar sapi  Na Oksalat  HCl 1 %  Asam asetat  Reagen Millon  Reagen Benedict  Perak nitrat  Aquades . (Tim Pembina. Hemoglobin memiliki distribusi yang luas dan hamper ditemukan pada semua filum hewan. 2012) C.mengandung Fe.

Persiapan Pengambilan Darah (Darah beroksalat) Melarutkan 1 gram Na Oksalat dalam 20 cc NaCl 0. CARA KERJA 1. menambahkan 2-3 tetes asam asetat encer Menyaring dengan menggunakan corong dan kertas saring setelah larutan tersebut dingin . Pembuatan Filtrate Mengambil 5 cc plasma oksalat Memasukkannya ke dalam gelas piala Menambahkan 50 cc aquades Memanaskannya sampai mendidih Setelah mendidih. Endapan ini akan digunakan untuk uji adanya Kalsium (Ca) Di atas endapan putih terlihat supernatan dan residu yang berupa sel-sel darah merah Memisahkan supernatant (=plasma oksalat) dengan menggunakan pipet tetes Memasukkan supernatan ke dalam tabung reaksi 3.B.9% Memasukkan 500 cc darah lembu ke dalam larutan tersebut 2. Pembuatan Plasma Oksalat Memasukkan 25 cc darah ke dalam sentrifus Melakukan pemusingan 3000 rpm selama 45 menit Hasil dari pemusingan ini akan terlihat endapan berwarna putih pada dasar tabung.

Koagulum yang tertinggal pada kertas saring akan digunakan untuk uji protein. Glukosa. dan Kalsium (Ca)  Uji Protein Mengambil Koagulan dari kertas saring Menambahkan beberapa tetes aquades Menambahkan beberapa tetes (± 10 tetes) Millon Mengamati perubahan warna yang terjadi  Uji Glukosa Memasukkan 5 cc fitrat dalam tabung reaksi Menambahkan beberapa tetes larutan Benedict (10 tetes) Memanaskan larutan tersebut Mengamati perubahan warna yang terjadi  Uji Klorida (Cl) Memasukkan 5 cc fitrat ke dalam tabung reaksi Menambahkan beberapa tetes perak nitrat Mengamati perubahan warna yang terjadi  Uji Kalsium (Ca) Menggunakan endapan putih yang diperoleh dari kegiatan 2 Menuangkan residu berwarna merah sampai habis . Klorida (Cl). Uji Protein. sedangkan filtratnya untuk uji karbohidrat dan klorida (Cl) 4.

Meneteskan 1-2 tetes HCl 1% pada endapan Mengamati perubahan yang terjadi Menambahkan larutan Na Oksalat untuk mengendapkan kembali Mengamati perubahan yang terjadi E. Beberapa lama kemudian ada endapan putih di bawah tabung reaksi Uji Kalsium (Ca) Endapan Putih + HCl + Na Oksalat Warna endapan: Putih Warna HCl: Bening Endapan + HCl: Endapan larut. DATA PENGAMATAN Uji Uji Protein Perlakuan Koagulan + Aquades ↓ Ditambahakan ± 10 tetes Millon Perubahan yang Terjadi Warna koagulan: putih Koagulan + Aquades: koagulan tidak larut dalam aquades Koagulan + aquades + milon: warna koagulan Merah Uji Glukosa Filtrat + Benedict ↓ Dipanaskan Warna filtrat: Bening Filtrat + Benedict: warna Biru Bening Warna ketika dipanaskan: warna Hijau Bening kemudian berubah warna menjadi kuning kemerahan Warna akhir sesaat setelah diangkat: warna Hijau Kecoklatan Uji Klorida (Cl) Filtrat + Perak Nitrat Warna Filtrat: Bening Filtrat + Perak Nitrat: warna menjadi Putih Susu. warna larutan keruh .

atau 16 tabung reaksi yang tersusun melingkar. selanjutnya melakukan pemusingan sebesar 3000 rpm selama 45 menit. Setelah semua tabung diletakkan di dalam sentrifuge. bagian tengah adalah residu dan bagian bawah beripa endapan putih. Setelah aquades dan supernatant tercampur selanjutnya menyiapkan pemanas untuk memansakannya. Sebelum memberi perlakuan. Masing-masing tabung tersebut terdapat 25 cc darah karena banyaknya darah terdebut sesuai dengan ukuran tabung sentrifus. ketika dipanaskan .9% yang selanjutnya memasukkan 500 cc darah sapi tersebut ke dalam campuran tersebut. Hal yang pertama dilakukan adalah melarutkan 1 gram Na Oksalat dalam 20 cc NaCl 0. ANALISA DATA Pada praktikum kali ini menggunakan darah sapi sebagai sampel untuk mengetahui komposisi darah yang ada di dalamnya terutama plasma darah. Supernatant yang masih berada di dalam tabung sentrifus diambil sebanyak 5 cc dengan menggunakan pipet tetes kemudaian memasukkannya ke dalam gelas piala dan diberi 50 cc aquades. Lalu memanaskan campuran tersebut hingga mendidih. sedangkan residu disisihkan karena tidak digunakan untuk kegiatan selanjutnya. Hasilnya darah yang telah disentrifuge tadi terbagi menjadi tiga bagian. terlebih dahulu membuat plasma oksalat dengan cara mensentrifus yang mana berfungsi untuk memisahkan sel darah dari plasmanya. klorida (Cl). dan kalsium (Ca) dalam plasma darah. Dalam kegiatan ini dilakukan empat kali perlakuan yang berbeda-beda. jadi tabung yang telah berisi darah yang telah tercampur larutan tersebut hanya berjumlah 5 tabung saja.Endapan larut + Na Oksalat: terbentuk endapan kembali di bawah dan warna larutan menjadi makin bening F. menggunakan supernatant (plasma oksalat) hasil sentrifus sebelumnya. Supernatan (plasma oksalat) nantinya dimanfaatkan dalam pembuatan filtrate dan endapan putih nantinya digunakan untuk menguji kalsium. 8. Untuk pembuatan filtrate. glukosa. Namun karena di dalam satu kelas hanya terdiri dari lima kelompok. tabung sentrifus tersebut diambil kemudian diamati. Seusai melakukan pemusingan. Bagian atas berupa supernatant. dimana masing-masing perlakuan tersebut dilakukan untuk mengetahui kandungan protein. Di dalam sentrifuge bisa ditempati 4.

Ketika endapan putih tadi disaring. kemudian memberinya beberapa 3 tetes aquades dan mendiamkannya selama beberapa menit. Perlakuan ke dua adalah menggunakan 5 cc filtrate beserta benedict untuk menguji kandungan glukosa yang ada di dalamnya. nantinya koagulan dan filtarnya akan digunakan untuk melakukan kegiatan selanjutnya. Endapan putih tadi disaring dengan mengguanakn kertas saring serta corong. bahkan koagulan tidak larut dalam aquades. Setelah itu diberi 5 tetes benedict. . pada kertas saringnya akan meningglakan ampas putih yang mana itu merupakan koagulan sedangkan hasil saringan tersebut berupa filtrate yang berwarna bening. Kemudian dipananskan diatas pemanas hingga mengalami perubahan warna lagi. Hal ini disebabkan karena ketika mendidih campuran supernatan diberi 3 tete asam asetat encer sehingga menimbulkan sebuah endapan putih. Hasil yang didapat adalah koagulan tersebut berubah warna menjadi merah. Hal pertama yang dilakukan adalah mengambil 5 tetes filtarat kemudian memasukkannya ke dalam tabung reaksi. tepat dibawah corong terdapat gelas piala. Hal pertama yang dilakukan adalah mengambil koagulan dan meletakkannya ke dalam gelas arloji.campuarnnya berwarna kuning bening. stelah itu memberikan 10 tetes Millon untuk menguji protein yang terkandung di dalamnya dan mendiamkannya beberapa menit. Setelah didiamkan beberapa menit warna campuran tersebut adlah hijau kecoklatan. warnanya berubah menjadi biru bening. Hasilnya tidak terjadi perubahan apapun. Perlakuan pertama berupa pengujian protein. warna awal koagulan adalah putih. Setelah melalui proses pembuatan filtrate maka selanjutnya melakukan perlakauan yang telah ditentukan sebelumnya. warna Millon adalah bening. lama waktu yang kami gunakan untuk mendiamkan koagulan tersebut hingga berwarna merah. Hal ini disebabkan karena banyaknya koagulan yang praktikan ambil sehingga tidak sebanding dengan jumlah millon yang diteteskan sehingga butuh waktu yang lam untuk menunggu koagulan tersebut berubah warna menjadi merah. Ketika dalam proses pemanasan warna campuran tersebut berubah dari biru bening menjadi warna hijau bening dan ketika pemanasan usai warnanya berubah menjadi kuning kemerahan. Namun ketika mendidih menjadi sebuah endapan. Warna awal dari filtrate ini adalah adalah bening.

Selanjutnya pada perlakuan ke tiga menggunakan filtrate dengan perak nitrat. Setelah mendapatkan endapat putih tersebut selanjutnya endapan putih tersebut dicampur dengan HCl 1% yang memiliki warna bening sebnayak 5 tetes. Menurut Generalic (2003) fungsi reagen Millon adalah untuk menguji keberadaan protein yang mengandung fenol. dilakukan uji protein untuk membuktikan bahwa salah satu molekul komponen darah adalah protein. Kegiatan awal menagmbil 5 cc filtart dan memasukkannya ke dalam tabung reaksi dan menambahkan 5 tetes perak nitrat. warna perak nitrat adalah bening. produksi panas dan energi. Maka dari itu. . Selanjutnya endapan yang terlarut tadi dicampur dengan 5 tetes Na Oksalat yang memiliki warna bening dan didiamkan beberapa saat. Pengujian protein yang dilakukan pada darah ini terkait dengan pernyataan Ariyani (2012) bahwa protein merupakan nutrien yang sangat penting untuk pertumbuhan. cara untuk mengambil endapan putih yang berada di dalam tabung sentrifus yang masih berisi residu yaitu dengan menggunakan pipet tetes yang berisi aquades dan menacmpurnya denagn residu kemudian mengambilnya kembali dan embuang residu tersebut hingga tidak tersisa lagi residu yang berada di dalam tabung sentrifus. dan mendidamkannya sesaat. Garam merkuri akan terbentuk jika zat uji mengandung asam amino dan garam ini akan memberikan warna yang spesifik yaitu merah. G. Hasilnya endapan putih tersebut terlarut dalam HCl 1% dan larutannya berubah warna menjadi keruh. diusahakan untuk melakukannya seacara hati-hati agar endapan putih tidak ikut terbuang. Kemudian kegiatan terakhir adalah menguji kalsium dengan perlakuan menggunakan endapan putih hasil dari sentrifus tadi. Reagen Millon terdiri dari merkuri dan ion merkuro dalam asam nitrat dan asam nitrit. Setelah didiamkan beberapa menit campuran tersebut berubah warna menjadi putih susu. PEMBAHASAN Pengamatan yang pertama adalah pengamatan yang dilakukan untuk menguji adanya protein pada darah sapi. Hasil campuran tersebut stelah didiamkan menghasilkan endapan kembali di dasar tabung dan warna larutan menjadi semakin bening. Uji protein ini menggunakan reagen Millon. sebagai komponen darah dan pembawa oksigen dalam bentuk hemoglobin. Hasil positif dari uji Millon adalah adanya perubahan warna pada zat uji menjadi merah karena adanya pengaruh merkuri.

Hasil yang didapatkan berupa solut atau padatan. akan berlaku prinsip kelarutan timbal balik atau kelarutan biner. Maka dari itulah digunakan koagulan yang merupakan hasil pemadatan dari plasma darah yang diduga mengandung protein. air yang terdapat pada plasma akan melakukan reaksi serah terima proton. Alasan digunakannya koagulan dalam pengujian protein dikarenakan. Koagulan merupakan padatan berwarna putih hasil penggumpalan plasma oksalat yang dididihkan dengan asam asetat encer. Sistem biner fenol-air merupakan sistem dua fasa. Penambahan ini bertujuan untuk melarutkan koagulan agar berada dalam fasa cair sehingga akan mudah direaksikan dengan Millon. Telah disebutkan dalam pembahasan sebelumnya bahwa uji Millon akan bereaksi positif pada protein yang mengandung gugus fenol. Dalam praktikum ini. padatan tersebut adalah koagulan. Reaksi pencapaian kesetimbangan antara air dan asam asetat ini nantinya akan membentuk ion H3O+ dan basa konjugasi asam asetat. bahwa plasma darah mengandung 91 persen air. Langkah uji protein yang pertama adalah menambahkan akuades berwarna bening pada koagulan yang berwarna putih tersebut. akuades tidak dapat melarutkan koagulan. molekul air akuades dapat menyatu dengan fenol jika jumlahnya lebih sedikit dari fenol). Pada praktikum ini. Fenol akan mudah larut dalam akuades jika jumlah fenol lebih sedikit dari akuades. Fenol dapat larut dalam akuades dan akuades dapat larut dalam fenol. mengacu pada pernyataan Rastogi (2007). Alasan digunakannya asam asetat (CH3COOH) dalam reaksi pembuatan koagulan dikarenakan asam asetat merupakan larutan asam lemah yang dapat direaksikan dengan air. .Zat uji digunakan pada uji protein adalah koagulan. Hal tersebut dikarenakan jumlah koagulan yang diambil untuk ditetesi akuades pada gelas arloji terlalu banyak sehingga akuades tidak mampu melarutkan fenol. Terbentuknya padatan koagulan pada reaksi pemanasan plasma oksalat bersama asam asetat ini ini sesuai dengan pendapat Kuchel (2009) dimana menyatakan bahwa ketika direaksikan dengan asam asetat di atas pemanas spirtus.go.id. pada pengamatan ini dilakukan penambahan asam asetat pada koagulan yang dipanaskan karena diharapkan akan terjadi reaksi antara asam asetat dengan air dalam plasma yang kemudian akan membentuk solut. Warna koagulan adalah putih.lipi. Telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa komponen plasma darah adalah 91 persen air. Jika fenol dilarutkan dalam air. Sebaliknya. 7 persen protein dan 2 persen makromolekul lain. fenol dalam bentuk solid dan akuades dalam bentuk cair (pdii. Jadi. 2009).

Hal tersebut berlangsung sekitar 15 menit.kemendiknas.id. berdasarkan teori yang dikutip dari pernyataan Sood (2006).edu. selain globulin dan albumin. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengubah warna koagulan menjadi merah ini disebabkan karena zat uji tidak dipanaskan setelah ditetesi reagen Millon. fibrinogen sebagai protein plasma utama yang lain juga memiliki gugus fenol berupa cincin benzena sebagai komponen strukturalnya (bse. selain albumin. khususnya protein yang memiliki gugus fenol.upi. Protein plasma utama yang terakhir adalah haptoglobin yang . warna koagulan dalam gelas arloji yang telah ditetesi akuades masih berwarna putih. keberadaan globulin juga dapat memberikan pengaruh terhadap perubahan warna koagulan yang berubah menjadi merah setelah ditetesi reagen Millon pada uji protein ini.go. Empat protein utama tersebut adalah albumin. Asam amino tirosin merupakan asam amino dengan molekul fenol pada rantai R-nya. ada empat protein utama yang terkandung dalam plasma darah. Sedangkan globulin. Reaksi positif ini menunjukkan bahwa koagulan memiliki kadungan protein. Hal tersebut menjelaskan bahwa keberadaan albumin sebagai protein plasma memberikan pengaruh pada perubahan warna koagulan menjadi merah dalam uji Millon karena albumin memiliki gugus fenol sebagai rantai samping asam aminonya. Cara untuk mempercepat perubahan warna pada uji Millon adalah dengan dipanaskan agar segera terbentuk garam merkuri pada reaksi antara Millon dan larutan uji (kimia. Beberapa menit pertama. Menurut teori. 2009). tanpa tahun). fibrinogen dan haptoglobin. globulin. warna koagulan tidak langsung berubah. Menurut Rastogi (2007). Jika larutan positif mengandung globulin maka larutan akan bercampur dalam fenol. maka perubahan warna koagulan pada uji protein ini berlangsung sangat lambat. prinsip ini menjelaskan bahwa globulin merupakan protein plasma yang mengandung gugus fenol. kemudian terus berubah warna menjadi merah. Karena tidak dipanaskan. Perubahan warna zat uji koagulan yang berubah menjadi merah menunjukkan bahwa salah satu atau beberapa dari keempat protein utama tersebut merupakan protein yang mengandung gugus fenol. Jadi. globulin merupakan molekul yang dapat diuji keberadaannya menggunakan larutan penguji fenol melalui suatu uji yang disebut sebagai uji Pandy. Warna koagulan perlahan berubah menjadi merah jambu.Ketika ditambahkan Millon pada koagulan yang telah ditetesi akuades. Secara tidak langsung.com. Menurut Mardiani (2011) albumin merupakan protein yang mengandung asam amino tirosin sebagai komponen strukturalnya.

orange atau merah bata serta adanya endapan. dan setelah bunsen dimatikan filtrat menjadi hijau kecoklatan. Pengamatan yang selanjutnya adalah pengamatan untuk mengetahui kandungan glukosa dalam darah dengan menggunakan uji benedict.merupakan pengikat hemoglobin bebas yang dilepaskan oleh eritrosit.2000). Berbeda dengan ketiga protein plasma lainnya yang telah diketahui mengandung gugus fenol. Reagen yang digunakan dalam uji glukosa ini adalah benedict yang mengandung kuprum biru (II) atau Cu2+ yang dapat direduksi menjadi ion kuprum yang menghasilkan kupro oksida (Cu2O) yang tidak larut dalam air dan berwarna merah bata. Hal ini sesuai dengan penyataan Uji benedict menggunakan dasar reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid atau keton bebas dalam suasana alkalis. Dari analisis data diketahui bahwa setelah diberi perlakuan untuk melakukan uji glukosa yaitu dengan pemberian reagen benedict. karena keterbatasan literatur. Namun. Hal ini sudah sesuai dengan pernyataan Uji positif ditandai dengan terbentuknya larutan hijau. Jadi bahan uji yang mengandung gula pereduksi akan bereaksi positif dengan bukti adanya perubahan warna bahan uji dengan merah bata pada uji benedict ini dikarenakan gugus aldehid atau keton bebas akan mereduksi Cu2+ menjadi Cu2O yang berwarna merah bata. dari pengamatan yang telah dan melalui pembahasan yang telah dilakukan. Dari hasil ini diketahui bahwa filtrat ini menunjukkan hasil yang positif terhadap uji glukosa yang dilakukan. Gugus yang mereduksi Cu2+ itu adalah gugus aldehid atau keton bebas yang dimiliki oleh gula pereduksi. seperti yang terdapat pada laktosa dan maltosa. Uji benedict adalah uji kimia yang dilakukan untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi yang memiliki gugus aldehid atau keton bebas. pernyataan ini juga diperkuat oleh pernyataan lain . (Poedjiadi . dapat ditarik pernyataan secara umum bahwa reaksi Millon beraksi positif berubah warna menjadi merah karena setidaknya ada tiga protein plasma darah utama yaitu albumin. globulin dan fibrinogen yang mengandung fenol sebagai gugus fungsi asam amino penyusunnya. Setelah dipanaskan warnanya menjadi hijau kehitaman. (Lehninger. belum dapat diketahui dengan pasti apakah haptoglobin juga mengandung gugus fenol seperti halnya ketiga protein plasma yang lain. merah. warna filtrat berubah menjadi biru bening. 1997) Selain itu.

tetapi hanya sampai pada warna hijau kehitaman dan endapan merah bata yang dihasilkan pun sangat sedikit. Hal ini karena bahan uji yang merupakan filtrat darah mengandung gula pereduksi. . Maksudnya. Sehingga hasil akhir yang diperoleh adalah filtrat yang telah berubah warna menjadi kehijauan. maka ketika ditetesi reagen benedict akan terjadi reduksi ion Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehida atau keton bebas yang dimiliki oleh gula pereduksi sehingga dihasilkan Cu2O yang ditandai dengan terbentuknya endapan atau perubahan warna filtrat menjadi warna merah bata. Selain bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya gula pereduksi pada suau zat. berdasarkan pernyataan diatas dapat diketahui bahwa kandungan gula pereduksi pada filtrat masih dapat dikatakan sedikit karena perubahan warna yang ditunjukkan tidak sampai pada rentang merah bata. dari data pengamatan dapat diketahui bahwa semakin pekat warna filtrat yang telah diberi perlakuan dan semakin banyak endapan merah bata yang dihasilkan.Uji benedict yang menunjukkan reaksi positif dengan perubahan warna hijau berarti bahan uji tersebut mengandung 1 % gula pereduksi per 1 ml. Pada uji benedict. karena semakin banyak gula dalam larutan maka semakin gelap warna endapan. yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata (Campbel. yang juga berlaku secara kuantitatif. 2000) Dalam pengamatan. teori yang mendasarinya adalah gula yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis. Gula pereduksi yang ada dalam filtrat memiliki gugus aldehid dan keton bebas yang mereduksi benedict yang mengandung Cu2+ menjadi Cu2O yang tidak larut dalam air. uji benedict ini juga dapat digunakan untuk mengetahui data secara kuantitatif.5 %. Dari pernyataan ini diketahui bahwa apabila ada suatu filtrat yang mengandung gula pereduksi. 1908) Percobaan yang dilakukan menunjukkan reaksi yang positif terhadap uji ini yaitu dengan adanya perubahan warna bahan uji menjadi hijau setelah dipanaskan. orange 1. kuning 1 %. maka semakin banyak gula pereduksi yang dikandungnya. (Biol. menjadi Cu+. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Uji benedict adalah uji untuk mengetahui adanya gula pereduksi. 2002). (Poedjiadi. dan merah bata 2 % atau lebih per ml nya.

(Subiyanto. natrium dalam bentuk klorida. Reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut : Cl. Menurut Subiyanto (1994) plasma darah tersusun atas zat padat yang larut yang meliputi salah satunya adalah elektrolit. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan.+ AgNO3  AgCl(s) endapan putih + NO3- . potasium. sulfat karbonat dan dan fosfat yang hadir dengan konsentrasi dalam keadaan normal tidak terlalu banyak dan dalam bentuk elektrolit. yaitu dari yang semula berwarna bening kekuningan menjadi berwarna putih dan pada bagian dasar tabung terdapat endapan berwarna putih. kalsium. Saat filtrat ditambahkan 10 tetes perak nitrat terjadi perubahan warna. magnesium. Hal ini sudah sesuai dengan pernyataan Salah satu penyusun plasma darah adalah glukosa. Pada jumlah 9 % tersebut terdapat garam inorganic seperti besi. Hal ini menunjukkan jumlah Klorida dalam plasma darah lebih banyak daripada di dalam sel darah.5. 1994) Glukosa sendiri dapat ditemukan pada darah karena aliran darah sendiri pada dasarnya mendistribusikan glukosa ke seluruh jaringan tubuh untuk sumber energi.7 dan dalam 450 ml sel darah ± 26. Uji klorida pada darah menunjukkan hasil positif yang ditandai dengan adanya endapan putih dan warna larutan yang menjadi putih keruh. Hal ini menunjukkan bahwa dalam plasma darah terdapat elektrolit dan ion ion yang terlarut di dalamnya.yang terlarut. sehingga sudah jelas bahwa koagulan mengandung protein dan sudah tidak lagi digunakan untuk pengujian glukosa. Adanya perubahan warna dan adanya endapan tersebut menunjukkan bahwa plasma darah mengandung klorida. bukan koagulannya. Selain itu Rastogi (1976) menyebutan dalam tabelnya jumlah klorida dalm 550 ml plasma darah adalah ± 56. Selain itu pada Rastogi (1976) menyatakan bahwa komposisi plasma adalah 91 % air dan 9% zat padat yang terlarut yang di dalamnya terdapat hanya 7 % protein yang terlarut. hal ini dikarenakan koagulan telah dilakukan untuk uji protein dengan uji milon dan bereaksi positif. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa klorida banyak terdapat pada plasma darah. Endapan yang terbentuk merupakan reaksi antara ion klorida dengan perak nitrat sebagai reagennya yang nantinya akan bereaksi dan menghasilkan AgCl dalam bentuk solid dan NO3. Dari pengamatan dapat diketahui bahwa pada filtrat yang merupakan plasma darah terkandung glukosa.Pada percobaan ini yang digunakan adalah filtrat.

1976) Berdasarkan teori tersebut.4 mEq. Secara teoritis. Lebih lengkap. Keberadaan kalsium dalam plasma darah dibuktikan melalui perlakuan penambahan sejumlah larutan pada endapan putih darah dalam pengamatan kali ini. Kadar kalsium dalam 550 ml plasma darah ± 1. Pernyataan tersebut didukung oleh Subiyanto (1994: 41) dan Tim Pembina MK Fisiologi Hewan (2012: 20) yang menyatakan bahwa plasma darah tersusun oleh air. (Sari. oxyhaemoglobin. sementara dalam 450 ml sel darah tidak ditemukan sama sekali adanya kalsium. asam amino. dan aneka ragam zat organic dan anorganik dalam jumlah kecil. Endapan putih diperoleh dari darah yang di-sentrifuge kemudian diambil bagian supernatan dan residunya hingga hanya tersisa endapan putih tersebut di dasar tabung sentrifuge. HCO3-. Zat padat terlarut dalam darah meliputi protein plasma. protein terlarut. zat padat yang larut. keseimbangan asam-basa dalam tubuh. Tipe anion yang kedua adalah plasma protein haemoglobin. 2011) Terdapat dua tipe anion dalam darah yaitu anion dari asam yaitu Cl. Klorida di angkut di dalam darah dan limfe akibat kerja jantung dan otot rangka. dan gas terlarut. elektrolit.Klorida merupakan elektrolit bermuatan negatif. Melarutnya endapan putih pada larutan HCl menunjukkan bahwa . banyak terdapat pada cairan ekstraseluler (di luar sel) . Rastogi (1976: 223) menyatakan bahwa plasma darah tersusun oleh 91% air dan 9% zat terlarut. peranan klorida dalam darah adalah sebagai buffer atau penyangga pH dalam darah agar pH dalam darah tetap seimbang. Hal ini ditunjukkan oleh adanya perubahan yang terjadi pada endapan putih setelah ditetesi HCl dan Na Oksalat. Kedua anion tersebut bertindak sebagai buffer darah. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan. uji kalsium pada darah menunjukkan hasil positif terhadap keberadaan kalsium dalam darah. dan PO4 2-. Salah satu zat lain tersebut ialah kaslium (Ca2+) yang berperan sebagai elektrolit. berperan penting dalam keseimbangan cairan tubuh.dan SO4 2-yang tidak bergabung dengan hidrogen pada pH darah. (Rastogi . dimana 7% dari zat terlarut tersebut merupakan protein terlarut sementara sisa 2%nya merupakan zat-zat lain. Endapan putih yang masih menempel pada dinding tabung sentrifus ditambahkan dengan larutan HCl (berwarna bening) dan memberikan hasil dimana endapan tersebut menjadi larut sehingga menghasilkan warna larutan yang keruh. endapan tersebut merupakan kumpulan kalsium yang terpisah dari plasma darah setelah dilakukan pemusingan.

bersifat tidak larut dalam air namun larut dalam asam kuat. Dengan berasumsi bahwa endapan putih ialah kalsium (Ca2+). Hasil pengamatan menunjukkan larutan keruh lama kelamaan kembali menjadi bening dengan beberapa endapan tampak di dasar tabung. Sehingga pantaslah apabila larutan yang terbentuk tesebut dikatakan sebagai larutan natrium oksalat. Pernyataan trsebut diperkuat oleh Schumm (1978) dalam Antony (2010) yang menyatakan bahwa “Kalsium oksalat adalah persenyawaan garam antara ion kalsium dan ion oksalat. Sementara itu. HCl merupakan salah satu jenis asam kuat. Pernyataan kelarutan kalsium oksalat hanya terjadi pada asam kuat tersebut sesuai dengan hasil yang diperoleh dalam pengamatan mengingat sebelum ditambahkan larutan natrium oksalat. Fenomena tersebut menunjukkan adanya reaksi antara larutan CaCl2 dengan larutan natrium oksalat.”. maka jelas terlihat bahwa endapan putih (kalsium) menjadi larut dengan larutan HCl sehingga memunculkan larutan yang tampak keruh. maka disimpulkanlah endapan putih yang diambil dari pemisahan komponen darah tersebut merupakan . endapan putih terlebih dahulu ditambahkan larutan HCl. Karena endapan menampakkan ciri-ciri yang dimiliki oleh unsur kalsium. maka dapat diketahui bahwa larutan bening yang kembali terbentuk tersebut merupakan larutan kalsium oksalat – hasil reaksi antara kation kalsium dengan anion oksalat. dan unsur kalsium merupakan unsur yang bermuatan 2+. endapan yang terbentuk merupakan butir-butir garam yang terbentuk melalui reaksi antara kation Na+ dengan anion Cl-. larutan yang keruh tersebut kemudian ditetesi dengan larutan natrium oksalat (Na2C2O4). Seluruh hasil pereaksian tersebut semakin menunjukkan bahwa terdapat kalsium dalam darah. Senyawa ini terdapat dalam bentuk kristal padat non volatil. yakni berupa endapan berwarna putih. reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut: Ca(s) + 2 HCl (aq) → CaCl2 (aq) + H Dalam reaksi tersebut. Penyimpulan kandungan kalsium yang terdapat pada endapan putih tersebut didasarkan pada adanya kation yang bereaksi dengan larutan oksalat dimana kation tersebut harus bermuatan positif dengan nilai electron valensi 2 (Hal ini berhubungan dengan nilai valensi oksalat yang bermuatan 2-). Setelah ditunggu beberapa saat.terdapat suatu reaksi yang mengindikasikan adanya kalsium. yang dapat dituliskan sebagai berikut: Na2C2O4(aq) + CaCl2(aq) → CaC2O4 (aq) + 2NaCl(s) Berdasarkan reaksi tersebut.

Rastogi (1976: 237) menyatakan bahwa keberadaan kalsium dalam darah berguna dalam proses koagulasi darah (coagulation blood). normalnya unsur kalsium terdapat dalam darah di bagian cairnya (plasma darah). thrombin akan membentuk benang-benang fibrin.kalsium. ion kalsium membantu pengubahan protrombin menjadi thrombin. H. Keseimbangan jumlah kalsium dalam darah dikontrol oleh suatu sistem hormone tertentu agar homeostasis makhluk hidup terus terjaga. Seperti yang telah dijelaskan di atas. Khusus dalam darah. Endah (2003) menyatakan “Secara umum kalsium berfungsi dalam kontraksi otot. membantu menstabilkan tekanan darah. Unsur kalsium dalam darah memiliki peran penting dalam proses fisiologisyang menunjang fungsi darah bagi suatu organisme. KESIMPULAN Di dalam darah khusunya di dalam plasma darah terdapat berbagai macam zat yaitu diantaranya adalah protein dan karbohidrat yang setelah diuji menggunakan reagen mendapatkan hasil positif. . dimana pada perkembangan selanjtnya. penggmpalan darah. Menurut teori Howell tentang proses koagulasi darah. membantu transmisi gelombang listrik pada saraf. sedangkan unsur-unsur ion yang diuji dan menunjukkan keberadaanya dalam darah adalah unsur Natrium dan Klorida. dan lain-lain”.

Jakarta: Erlangga Endah. Thenawidjaja).. . (Online) http://www. Diakses tanggal 24 Februari 2013 Fried. http://repository. Status Darah dan Titer Newcastle Disease pada Burung Puyuh Petelur yang Diberi Ransum Menggunakan Tepung Daun Orok-orok sebagai Sumber Protein.glossaryperiodni. S.ac. Campbell. Animal Agricultural Journal. 1908. Kimball. Diakses tanggal 24 Februari 2013. A. Kuchel..id. (Online). Ir.bse. A reagent fot the detection of reducing sugar . diakses tanggal 20 Februari 2013. hal. 193-202. Lehninger. Wahyono.go.L. diterjemahkan oleh R. Biologi (edisi ke-Edisi ke-5. (1997). diterjemahkan oleh M.lipi.).pdf?sequence=6. Phillip.Terjemahan Prof.id/bitstream/123456789/21806/4/Chapter%20II.A. jilid 5. 2003. Benedict. Lestari dkk. 2003. Dasar-dasar Biokimia(edisi ke-Jilid 1.ipb.ac.go. 2009. pdii. Biol. 2010. Jakarta: Airlangga Generalic. 2002.DAFTAR PUSTAKA Antony.com. George. Ariyani. 1999.A. dkk. Murwani. Enni. 2009. Fenol dan Kurva Eutektik dari Campuran Biner. F. Bogor: IPB Penerbitan Erlangga. Millon’s Reaction Croatian English Chemistry Dictionary and Gloosary. Jakarta: Erlangga./3308354359. Siti Soetarmi T. Sri. Schaum's Outline of Theory and Problems og Biology. Jilid 1. 1-1. DR. Manfaat Penting Kalsium untuk Anak-anak. 2012. Pradana Dwi. London: The McGraw Hill Company.usu. http://repository. 6 (485-487) Buku Pegangan Belajar Kimia. Fifth Edition. Pemanfaatan Talas sebagai Salah Satu Sumber Pangan Alternatif. Biology. R. diakses tanggal 20 Februari 2013. (Online).kemendiknas.id/bitstream/handle/123456789/47353/F11ema_BAB%20II%2 0Tinjauan%20Pustaka. (Online) www.id/ . 2009. H.pdf.pdf. N. John. Schaum’s Outlines of Biochemistry. 1983.. (Online) http://www. Diakses 24 Februari 2013.

(Online) http://id. Subiyanto. Klorida. Malang: UM Press. Malang: UIN Malang.. Jakarta: UI Pers. Sood. Fisiologi Hewan.upi. Tim Pengajar Mata Kuliah Kimia Dasar UPI. Essentials of Animal Physiology. Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. 2006.html. Medical Laboratory Technology. Diakses tanggal 24 Februari 2013 . (Online). Petunjuk Praktikum Fisiologi Hewan. Petunjuk Praktikum Uji Protein. Yulita. http://www. S.com/doc/55994831/KLORIDA diakses tanggal 20 Februari 2013 Susilowati. Bogor: Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Rastogi. Malang: UM Press. Dasar-dasar Biokimia. Ramnik. 2010. Poedjiadi.C. Sari. Mumbai: Jaypee Brothers Publishers Tim Pembina MK Fisiologi Hewan. 2011. 2011.kimia. 1994. 2012. 2010.scribd. Protein./ujiprotein.Mardiani. Tanpa Tahun. Retno. . Anna. 1976. UK: New Age International Publishers.edu/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful