P. 1
Cara Kerja Ilmuwan

Cara Kerja Ilmuwan

|Views: 355|Likes:
Published by dearavina

More info:

Published by: dearavina on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2015

pdf

text

original

CARA KERJA ILMUWAN

Perkembangan peradaban manusia selalu dihiasi oleh berbagai aktivitas manusia dalam mencari dan menemukan jawaban terhadap berbagai fenomena yang terjadi di jagat raya ini, baik fenomena alam fisik, alam hayati, termasuk fenomena manusia sebagai individu, insan sosial, politik, ekonomi, maupun sebagai insan Tuhan, salah satu bentuk aktivitas itu adalah proses mencari keajegan fenomena-fenomena alam maupun manusia berdasarkan logika rasional dan empirikal. Aktivitas demikian itu merupakan proses pencarian dan pengembangan ilmu yang dilakukan para ilmuwan (scientist). Dalam konteks ini ilmuwan dapat disebut sebagai seorang yang mempunyai kemampuan dan hasrat untuk mencari pengetahuan baru, asas-asas baru, dan bahan-bahan baru dalam suatu bidang ilmu. 1. Hakikat Pengetahuan Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika. Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya adalah :  Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.  Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan keempatnya serentak.

ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya. konsep. rasa. tanpa memiliki metode. dan mekanisme tertentu. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. Dalam pengertian lain. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang . prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. dan aroma masakan tersebut. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Sedangkan. Pengetahuan termasuk.  Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk. (Blog Enas76) Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Karl Pearson. baik mengenai matafisik maupun fisik. pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. tetapi tidak dibatasi pada deskripsi. Misalnya. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. teori. hipotesis.

sebab pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. jadi ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu dan epistemilogi ilmu berkaitan dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. sifat. Misalnya. dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi) pengetahuan tersebut disusun. kalau kita ingin membicarakan epistemologi ilmu.menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri. terlihat bahwa ilmu (science) berbeda dengan pengetahuan. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi). 105) Apabila kita bertanya : “ apakah yang akan terjadi sesudah mati?” Maka pertanyaan tersebut tidak kita ajukan kepada ilmu melainkan kepada agama. ketiga landasan ini saling berkaitan. Sebab ilmu membatasi diri pada objek kajian yang berada dalam lingkup pengalaman empirik manusia. disamping pengetahuan lainnya yaitu seni dan agama. Ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui manusia. Misalnya pengetahuan tentang matematika. (Suriasumantri. Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tak langsung turut memperkaya kehidupan kita. seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi. Jadi. Dari uraian diatas. maka hal ini harus dikaitkan dengan ontologi dan aksiologi ilmu. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. sedangkan masalah hidup sesudah mati merupakan sesuatu yang . tidak menekankan pada pengalaman. Dalam matematika. Sukar untuk dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak ada. ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris. Selain pengetahuan empiris. melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi.

manusia mempunyai mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Ilmu melakukan kajian terhadap alam sebagaimana adanya (dassein) dan terbatas pada lingkup pengalaman empirik manusia. Seni disisi lain dari pengetahuan mencoba mengungkapkan objek penelaahannya itu pada bidang estetika (keindahan). Kemampuan Manusia Mengembangkan Pengetahuan Terdapat dua hal utama mengapa manusia dapat bahasa mengembangkan yang mampu pengetahuannya. Pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab oleh ilmu atau agama. Jenis-jenis Pengetahuan menurut bidang kajiannya masing-masing 2. Pertama. Dengan demikian setiap pengetahuan memiliki bidang kajian masing-masing. Demikian pula seandainya ada pertanyaan lagu “nina bobo” apa yang harus kita perdengarkan agar anak dapat tidur terlelap. Pengetahuan dikumpulkan oleh ilmu dengan tujuan untuk menjawab permasalahan yang dihadapi manusia dalam kehidupan sehari-hari dan menawarkan berbagai kemudahan kepada manusia.bersifat transendental (gaib) yang merupakan objek kajian agama. Seekor beruk bisa saja mengkomunikasikan informasi kepada kelompoknya bahwa ada segerombolan gorila datang menyerang. melainkan oleh seni. namun bagaimana . ILMU Mengkaji bidang empirik PENGETAHUAN SENI Mengkaji bidang estetika AGAMA Mengkaji bidang transdental Gambar 1. sedangkan agama merupakan jenis pengetahuan manusia yang mengkaji bidang transendental.

yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan . Namun binatang tidak bisa menalar tentang gejala tersebut. mereka sudah jauh-jauh berlindung ke tempat yang aman sebelum gunung meletus. apa yang dapat dilakukan untuk mencegah semua terjadi. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. melalui. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu tercantum dalam apa yang dinamakan metode ilmiah. faktor apa yang menyebabkannya. Binatang mampu berpikir namun tidak mampu berpikir nalar. Metode Ilmiah Kata metode berasal dari bahasa Yunani methodos yang terdiri dari kata hodos yang berarti jalan.2011). Ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah (Komara.pun berkembang bahasanya. uraian ilmiah. arah atau cara. Suriasumantri (2011) berpendapat bahwa . adalah kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. dan prefiks meta yang berarti menuju. Sehingga methodos berarti penelitian. 3. Metode juga bisa dikatakan sebagai proses atau prosedur yang sistematis menurut prinsip atau teknik-teknik ilmiah yang digunakan dalam suatu disiplin untuk mencapai suatu maksud atau tujuan (Kebung. metode ilmiah. Seperti diketahui berpikir adalah kegiatan mental yang menghasilkan pengetahuan. Dengan cara bekerja ini maka pengetahuan yang dihasilkan diharapkan mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yang diminta oleh pengetahuan ilmiah. sesudah. Perbedaan utama antara seorang Professor nuklir dengan anak kecil yang membangun bom atom dari pasir di play group nya terletak pada kemampuannya dalam menalar. Kedua. Metode ilmiah merupakan prosedur atau langkah-langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Secara garis besar cara berpikir seperti itu disebut penalaran. jalan pikiran analitis mengenai gejala tersebut. Instink binatang jauh lebih peka dari instink seorang insinyur geologi. yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap.metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran. mengapa gunung meletus. dia tidak mampu mengkomunikasikan kepada berukberuk lainnya.2011).

. Oleh sebab itu maka diperlukan cara berpikir induktif yang berdasarkan kriteria kebenaran korespondensi.1993). Metode ilmiah ini pada dasarnya adalah sama bagi semua disiplin keilmuan baik yang termasuk dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial. Meskipun argumentasi secara rasional didasarkan kepada premis-premis ilmiah yang telah teruji kebenarannya namun dimungkinkan pula pilihan yang berbeda dari sejumlah premis ilmiah yang tersedia yang dipergunakan dalam penyusunan argumentasi. Bila pun terdapat perbedaan dalam kedua kelompok keilmuan ini maka perbedaan tersebut sekedar terletak pada aspek-aspek tekniknya dan bukan pada struktur berpikir atau aspek metodologinya. Secara sistematik dan kumulatif pengetahuan ilmiah disusun setahap demi setahap dengan menyusun argumentasi mengenai sesuatu yang baru berdasarkan dari pengetahuan yang telah ada. melainkan pengetahuan yang merupakan sarana berpikir ilmiah. Metode ilmiah ini tidak dapat diterapkan kepada pengetahuan yang tidak termasuk ke dalam kelompok ilmu. Matematika dan bahasa tidak mempergunakan metode ilmiah dalam menyusun pengetahuannya. sebab matematika bukanlah ilmu. Ditilik dari cara memperoleh kebenaran metode ilmiah berbeda dari metode-metode lainnya. Demikian juga dengan bidang sastra yang termasuk kepada humaniora yang jelas tidak mempergunakan metode ilmiah dalam penyusunan tubuh pengetahuannya (Suriasumantri. Misal.tubuh pengetahuan yang disusunnya merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. yang mengajar orang agar bertahan pada pendiriannya. sebab sesuai dengan hakikat rasionalisme yang bersifat pluralistik. Penjelasan yang bersifat rasional ini dengan kriteria kebenaran koherensi tidak memberikan kesimpulan yang bersifat final. Dalam hal ini maka metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan cara berfikir induktif dalam mengembangkan tubuh pengetahuannya. seperti metode tenasiti. Berpikir deduktif memberikan sifat yang rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya. teknik pengamatan bintang-bintang di langit akan berbeda dengan teknik pengamatan anak di taman kanak-kanak yang sedang belajar. metode otoritas dan metode a priori. Mengenai metode ini kita menemukan banyak pendapat. maka dimungkinkan disusunnya berbagai penjelasan terhadap suatu objek pemikiran tertentu. Metode tenasiti dianggap sebagai yang paling miskin.

T. Institusi menuntut ketaatan hidup. Secara ontologis maka ilmu membatasi masalah yang terdapat dalam ruang lingkup jangkauan pengalaman manusia. Dengan ini orang akan memperoleh ketenangan dan keamanan. Teori . Namun dalam metode ini setiap orang mulai mengajukan pertanyaan. Pada metode otoritas kebenaran datang dari institusi yang memiliki kewenangan atas suatu kelompok tertentu manusia. 121) Karena masalah yang dihadapinya adalah nyata maka ilmu mencari jawabannya pada dunia yang nyata pula. Dalam metode a priori setiap orang dapat menerima pandangan apapun jika itu cocok dengan pikirannya tanpa perlu dibuktikan dengan fakta empiris yang dapat diamati. dan melarang setiap penelitian pribadi. Dalam hal ini maka metode ilmiah merupakan cara berpikir gabungan antara deduktif dan induktif. Metode ini kelihatan lebih baik walaupun gagal menjelaskan fakta empiris dengan tepat. dan diakhiri dengan fakta pula.pada apa yang ia yakini. Namun metode ini akan mengumpulkan orang dan orang tidak dilatih untuk berpikir dan bertanya tentang pendapat atau keyakinannya.H Huxley dalam bukunya yang berjudul The method of Scientific Investigation. Metode ini sungguh menghalangi daya kreasi dan berpikir sendiri. science: Method and Meaning mengemukakan bahwa metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerjanya pikiran. kendati jawabannya tidak mendasar. Namun justru disini lebih mudah muncul perlawanan. apa pun juga teori yang menjembatani antara keduanya. (Suriasumantri. Sedangkan kita tahu bahwa beripikir itu merupakan kegiatan mental yang mampu menghasilkan pengetahuan. Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapinya agar dia mengerti mengenai hakikat permasalahan itu dan dengan demikian maka ia dapat memecahkannya. Dalam hal ini maka pertama-tama ilmu menyadari bahwa masalah yang dihadapinya adalah masalah konkret yang terdapat dalam dunia fisik yang nyata. menemukan jawabannya sendiri. Kata Einstein ilmu dimulai dengan fakta. Oleh karena itu dengan menggunakan mekanisme demikian diharapkan pengetahuan yang dihasilkan nanti memiliki karakteristik tertentu sebagaimana yang diisyaratkan sebagai pengetahuan ilmiah yakni memiliki sifat rasional dan teruji pada dunia empirik.

Upaya ditujukan untuk menjawab atau menerangkan pertanyaan penelitian yang diidentifikasi. Tiga langkah pertama merupakan metode penelitian.. tetap harus didukung oleh fakta empirik untuk dinyatakan benar. Dengan demikian maka pelaksanaan penelitian menyangkut dua hal. Hal ini tidak lain dari menduduk perkarakan masalah yang diteliti (diidentifikasi) dalam kerangka teoretis yang relevan dan mampu menangkap. menerangkan. Tahapan Metode Ilmiah Garis besar tahapan-tahapan dalam metode ilmiah (Komara. teori itu merupakan penjelasan yang berkesesuaian dengan objek yang dijelaskannya. Menyatakan objek penelitian masih saja belum spesifik. merumuskan dan mengidentifikasi masalah b) Menyusun kerangka pokiran (logical construct) c) Merumuskan hipotesis (jawaban rasional terhadap masalah) d) Menguji hipotesis secara empirik e) Melakukan pembahasan f) Menyimpulkan. Disinilah pendekatan rasional (deduktif) digabungkan dengan pendekatan empirik (induktif) dalam langkah-langkah yang disebut metode ilmiah. Namun. Artinya. yaitu menetapkan masalah penelitian. Menyusun kerangka pemikiran yaitu mengalirkan jalan pikiran menurut kerangka yang logis. merumuskan dan mengidentifikasi masalah. Sedangkan mengidentifikasi atau menyatakan masalah yang spesifik dilakukan dengan menyatakan pertanyaan penelitian. Mencari. serta menunjukkan perspektif terhadap masalah itu.yang dimaksud disini adalah penjelasan mengenai gejala yang terdapat dalam dunia empirik yang diabstraksikan secara intelektual. apa yang dijadikan masalah penelitian dan apa objeknya. yaitu pertanyaan yang belum dapat memberikan penjelasan yang memuaskan berdasarkan teori atau hukum yang ada.2011) yaitu: a) Mencari. Cara . secara implisit metode dan teknik melarut di dalamnya. sedangkan langkah-langkah berikutnya bersifat teknis penelitian. yaitu metode dan hal teknis penelitian. baru menyatakan pada ruang lingkup mana penelitian akan bergerak. Suatu penjelasan betapapun meyakinkan.

Merumuskan hipotesis. dan hipotesis nol. Dua kelompok yang pertama merupakan bagian dari kalimat proposisi. Konsekuen tergantung pada kenebaran antiseden. atau variabel-variabel itu terjadi. peristiwa-peristiwa. bahwa hipotesis adalah kesimpulan yang diperoleh dari penyusunan kerangka pikiran. berupa proposisi deduksi. ternyata kalimat itu mengandung tiga komponen. sedangkan komponen dependensi merupakan sifat hubungan dari antiseden dan konsekuen merupakan linkage dalam proposisi itu.(4) dapat diuji baik kebenaran maupun kesalahannya. konsekuen dan dependensi. Dependensi mengandung arti bahwa hubungan antara antiseden dan konsekuen merupakan hubungan sebab-akibat yang benar. hukum. Hipotesis ini merupakan pernyataan sementara yang diatur secara sistematis sehingga salah satu pernyataan menjadi kesimpulan (konsekuen) dari pernyataan lainnya (antiseden). Antiseden yang tidak benar menyebabkan konsekuen yang tidak benar (tidak dependen). Hipotesis deskriptif merupakan hipotesis lukisan. menunjukkan dugaan sementara tentang bagaimana (how) bendabenda. Merumuskan berarti membentuk poposisi yang sesuai dengan kemungkinan serta tingkat kebenarannya. Hipotesis kerja merupakan hipotesis yang meramalkan atau menjelaskan akibat- . Sebagaimana telah dijelaskan. Hipotesis argumentasi yaitu hipotesis penjelasan. hipotesis kerja.berpikir (nalar) ke arah memperoleh jawaban terhadap masalah yang diidentifikasi ialah dengan penalaran deduktif. Bentuk-bentuk proposisi menurut tingkat keeratan hubungannya (linkage) serta nilai informasinya (informative value). peristiwa-peristiwa. Macam-macam hipotesis yang sering dijumpai yaitu hipotesis deskriptif. sedangkan hal yang bersifat khusus tidak lain adalah masalah yang diidentifikasi. atau variabel-variabel itu terjadi. Hal yang umum ialah teori. Beberapa syarat logika yang harus terkandung dalam hipotesis antara lain: (1) dapat menjelaskan kenyataan yang menjadi masalah dan dasar hipotesis. Jika dikaji kembali kalimat proposisi. (2) mengandung sesuatu yang mungkin. baik berupa teori maupun hipotesis. menunjukkan dugaan sementara tentang mengapa (why) benda-benda. hipotesis argumentasi. cara penalaran deduktif adalah cara penalaran yang berangkat dari hal yang umum (general) kepada hal-hal yang khusus (spesifik). yaitu antiseden.(3) dapat mencari hubungan kausal dengan argumentasi yang tepat dan. dalil.

Kesimpulan penelitian adalah penemuan dari hasil interprestasi dan pembahasan. Hasil pembahasan tidak lain adalah kesimpulan. pikiran kita diarahkan pada dua titik pandang. Dengan kata lain. suatu sebab mungkin akan menimbulkan beberapa akibat. Kedua. Menguji hipotesis ialah membandingkan atau menyesuaikan segala yang terkadung dalam hipotesis dengan data empirik. yaitu mengaitkan pada variabel-variabel dari topik aktual. Membahas dan menyimpulkan sudah termasuk pekerjaan interpretasi terhadap hal-hal yang ditemukan dalam penelitian. atau mungkin pula suatu akibat ditimbulkan oleh beberapa penyebab. bahwa menurut pendapat kita tidak ada hubungan yang berarti atau perbedaan yang signifikan . Pertama. Karena hipotesis ini mempergunakan perangkat statistik atau matematik maka disebut hipotesis statistik. yang selanjutnya akan ditolak melalui buktibukti yang sah. bertujuan memeriksa ketidakbenaran suatu dalil atau teori. dan selanjutnya kita mencoba memastikan ketidakmungkinan hipotesis ini. atau pula kepda induksi yang diperoleh orang lain (hasil penelitian orang lain) yang relevan. Melalui prosedur ini maka kita membuat dugaan dengan hati-hati.akibat dari suatu variabel yang menjadi penyebabnya. cara sederhana untuk mengetahui faktor penyebab timbulnya suatu akibat adalah dengan membandingkan berbagai peristiwa dalam suatu fenomena. kerangka pikiran yang telah disusun. pandangan diarahkan ke depan. Jika ternyata hipotesis ini ditolak maka pekerjaan kita pindah ke hipotesis kerja. atau sebagai bukti dari penerimaan hipotesis yang diajukan. Jadi hipotesis ini menjelaskan suatu ramalan bahwa jika suatu variabel berubah maka variabel tertentu akan berubah pula. bahkan ini harus merupakan frame of work pembahsan penelitian. Perbandingan atau penyesuaian itu pada umumnya didasarkan pada pemikiran yang beranggapan bahwa di alam ini suatu peristiwa mungkin tidak terjadi secara tersendiri. Penemuan dari interpretasi dan pembahasan harus merupakan jawaban terhadap pertanyaan penelitian sebagai masalah. Hipotesis nol yakni hipotesis statistik. Menurut John Stuart Mills. Oleh karena itu hipotesis nol disebut kebalikan dari hipotesis kerja. Dengan kata . Pembahasan tidak lain adalah mencocokan deduksi dalam kerangka pikiran dengan induksi dari empirik (hasil pengujian hipotesis). Dalam interpretasi.

Teori memberikan penjelasan mengenai suatu sektor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Misalnya dalam sosiologi dikenal teori-teori perubahan sosial. dalam ekonomi dikenal teori mekanika Newton dan teori relativitasinstein yang hanya menjelaskan satu sektor tertentu dari disiplin masing-masing. Teori merupakan salah satu konsep dasar penelitian sosial.1993). Perumusan Masalah Khasanah Pengetahuan ilmiah Perumusan Hipotesis Penyusunan Kerangka berpikir Diterima Pengujian Hipotesis Ditolak Skema Metode Ilmiah (Suriasumantri.lain penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan itu ditolak atau diterima (Suriasumantri.1993) Secara faktual tidak ada satu pun dari pola-pola penjelasan tersebut mampu menjelaskan secara keseluruhan suatu kajian keilmuan dan oleh sebab itu dipergunakan pola yang berbeda untuk menjelaskan masalah yang berbeda pula. TEORI Menurut Braithwaite sebagaimana dikutip Wallance (1990: 85) teori merupakan suatu sistem deduktif dari seperangkat proporsi menurut prinsip-prinsip logis. . Teori adalah seperangkat konsep/konstruk.

(http://arrosyadi. dan akan turun sebab penawaran bertambah sedangkan permintaan umumnya tetap. Misalnya dengan prinsip ekonomi. yakni mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya.defenisi dan proposisi yang berusaha menjelaskan hubungan sistimatis suatu fenomena. mengenai adanya hukum permintaan dan penawaran. sebaliknya pada musim paceklik harga gabah akan naik. yang berbunyi sebagai berikut: “jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap maka harga akan baik. sebab umumnya penawaran berkurang sedangkan permintaan tetap. kita dapat menjelaskan pengertian efisiensi dan dapat mengembangkan berbagai teknik untuk meningkatkan efisiensi. Posisi hukum berada dalam sebuah teori.” Pernyataan yang berupa hubungan sebab-akibat atau hubungan kausalitas ini memungkinkan kita untuk meramalkan sesuatu yang akan terjadi sebagai akibat dari sesuatu sebab. Jika kita menyimak hukum permintaan dan penawaran tadi kita dapat meramalkan apa yang akan terjadi terhadap gabah ketika panen raya tiba. Contoh prinsip. misalnya dalam ekonomi dikenal prinsip ekonomi dan dalam fisika dikenal prinsip kekekalan energi. . Dalam teori mikro. Prinsip dapat diartikan sebagai pernyataan yang berlaku secara umum bagi sekelompok gejala tertentu. Sebuah prinsip mampu menjelaskan kejadian-kejadian yang terjadi dalam lapangan keilmuan.com/2010/04/20/pengertian-teori/) HUKUM Hukum pada hakekatnya merupakan pernyataan yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu hubungan sebab-akibat (kausalitas). umpamanya. dengan cara memerinci hubungan sebab-akibat yang terjadi. bila penawaran naik sedangkan permintaan tetap maka harga akan turun.wordpress. seperti analisis sistem dan riset operasional. yang mampu menjelaskan kejadian yang terjadi. PRINSIP Disamping hukum dalam sebuah teori keilmuan juga dikenal ada kategori pernyataan yang disebut prinsip.

Sebagai petunjuk arah. kita bisa berpegangan pada prinsip .html .Hulum gravitasi Newton menggunakan massa gravitasi.html POSTULAT Postulat adalah pernyataan yang diterima tanpa pembuktian dan dapat digunakan sebagai premis pada deduksi • Ada yang menyamakan postulat dengan aksioma sehingga mereka dapat dipertukarkan • Ada yang berpendapat bahwa ada harapan bahwa pada suatu saat postulat dapat dibuktikan Contoh Postulat Postulat Geometri Dengan mistar dan jangka.dapat dilukis lingkaran dengan sebarang titik sebagai pusat dan jari-jari sebarang panjang Postulat Ekivalensi Massa 1. Karena seorang pemimpin yang berprinsip pasti akan terarah dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin. http://carapedia. m dan M 3.Hukum lembam Newton menggunakan massa lembam.Prinsip merupakan petunjuk arah layaknya kompas.com/2011/10/postulat-dan-premis_31. m G = ma 2.com/pengertian_definisi_prinsip_info2118. Seorang leader atau pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang berprinsip. 1.dapat dilukis garis lurus dari suatu titik ke titik lain 2.blogspot.Postulat: massa lembam m = massa gravitasi m (dapat diterangkan oleh Einstein) http://dohkamtis.prinsip yang telah disusun dalam menjalani hidup tanpa harus kebingunan arah karena prinsip bisa memberikan arah dan tjuan yang jelas pada setiap kehidupan kita.dapat dihasilkan garis lurus terhingga dengan sebarang panjang 3.

Bila postulat dalam mengajukan argumentasinya tidak memerlukan bukti tentang kebenarannya. Beberapa media massa kerapkali menurunkan berita terjadinya kecelakaan di jalan tol Jakarta-Cikampek yang diakibatkan oleh kelalaian sopir akibat mengalami kelelahan. Sekiranya orang beranggapan bahwa keadaan jalan pada waktu pagi buta adalah aman disebabkan jarangnya kendaraan yang lalu lalang. sedangkan asumsi harus ditetapkan dalam sebuah argumentasi ilmiah. Menurut pendapatnya justru mengemudikan mobil pada waktu pagi buta di jalan tol Jakarta-Cikampek sangat tidak aman disebabkan banyak sopir yang melakukan perjalanan jauh menuju Jakarta telah mengalami kelelahan sehingga mengemidikan kendaraannya sembrono. ASUMSI Asumsi merupakan kebalikan dari postulat. Agar tidak memilih cara yang keliru.Untuk memahami kedudukan postulat sebenarnya tidak begitu sulit. untuk memahami eksistensi asumsi dapat mengambil contoh cara orang mengemudi mobil di jalan tol Jakarta-Cikampek pada pagi buta. toh asumsinya bahwa jalanan aman bukan? Sebaliknya mungkin juga terdapat orang lain yang mempunyai pendapat yang berbeda. . sebab asumsinya jalanan rawan kecelakaan. Mengambil kasus mengemudikan mobil lewat jalan tol Jakarta-Cikampek. ternyata asumsi yang kedua benar sebab secara faktual ruas jalan tersebut sangat rawan kecelakaan terutama jika mengemudikan kendaraan pada pagi buta. Oleh karena itu ia akan sangat berhati-hati ketika melewati jalan tol Jakarta-Cikampek tersebut. maka kemungkinan besar orang itu akan mengendarai mobilnya kurang hati-hati. dan postulat adalah ibarat titik dalam lingkaran tersebut yang eksistensinya kita tetapkan secara sembarang. Secara filsafati postulat merupakan titik mula dalam menyusun argumentasi. maka asumsi yang kita pegang kebenarannya harus dibuktikan. Seperti kita ingin mengelilingi sebuah lingkaran maka kita harus mulai dari sebuah titik dalam lingkaran tersebut.

Program Studi Pendidikan IPA. Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian. diunduh tanggal 29 november 2012 . D.com/2011/10/postulat-dan-premis_31. Filsafat Ilmu.E. Model Pembelajaran Inkuiri. (2011). Tidak dipublikasi.Daftar Pustaka Kebung. Jakarta : PT Prestasi Pustakaraya Komara.html. Suriasumantri. K.com/2010/04/20/pengertian-teori http://carapedia.(2011). SPs UPI.com/pengertian_definisi_prinsip_info2118.blogspot.J. Makalah Tugas Mata Kuliah Pengajaran Biologi Sekolah Lanjut. Filsafat Ilmu Pengetahuan.(1993).html http://dohkamtis. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan http://arrosyadi.wordpress. (2010). Bandung: PT Refika Aditama Mulyadi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->