P. 1
ETIKA PROFESI

ETIKA PROFESI

|Views: 18|Likes:
Published by Arif Rahman Hakim
etika profesi hakim
etika profesi hakim

More info:

Published by: Arif Rahman Hakim on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

1 PENGERTIAN ETIKA DAN MORAL etika berasal dari bahasa yunani etika sebagai tingkah laku manusia etika

sebagai pengambilan keputusan moral etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan buruk etika tentang hak dan kewajiban moral moral sebagai landasan dan patokan bertindak. Moral terkait dengan sosial budaya moral penyeimbang pikiran negatif perbuatan tidak bermoral 2 KLASIFIKASI ETIKA DAN MORAL moral sebagai kumpulan peraturan lisan atau tertulis tulisan para bijak merupakan petunjuk moral moralitas objektif memandang perbuatan sebagai apa adanya moralitas subjektif memandang perbuatan tidak sebagai apa adanya moralitas intrinsik menentukan perbuatan baik dan buruk lepas dari hukum positif moralitas ekstrinsik menentukan perbuatan baik dan buruk berdasarkan hukum positif. EY Kanter moralitas individu dalam ruang gerak dalam wilayah moralitas publik. Etika diklasifikasikan sebagai pengambilan sikap etika sebagai adat kebiasaan moralitras intrinsik berasal dari diri manusia. Moralitas ekstrinsik bersifat perintah moralitas hetronom kewajiban menaati diluar kehendak pelaku moralitas otonom kesadaran akan kewajiban dari diri sendiri 3 moralitas dan hukum moral dari relung hati yang terdalam hukum sebagai panglima tertinggi kesepakatan nasional sebagai kesepakatan moral nasional pelaksanaan hukum membutuhkan moral alvin tofler manusia mengalami indeks kesementaraan karena saling terpengaruh keanekaragaman. Kebenaran dapat bersifat relatif Interaksi dan Intervensi budaya asing dapat mempengaruhi moral kesepakatan moral nasional sebagai moral yang kokoh. Ideologi yang saling menawarkan etika kehidupan berbangsa dan bernegara 4.etika cabang dari filsafat filsafat sebagai pandangan hidup cinta akan kebijaksanaan filsafat mencari hakekat terdalam filsafat sebagai pandangan hidup filsafat dapat dikelompokkan pada tiga cabang ontologi tentang keberadaan sesuatu epistimologi tentang asal, syarat susunan,metode, validitas pengetahuan.

Aksiologi tentang hakikat nilai, kriteria dan kedudukan suatu nilai. Aksiologi dapat dimasukkan filsafat etika dan estetika etika sebagai cabang dari filsafat. Plato filsafat pangkal dari seluruh pengetahuan apa yang dapat kita ketahui berkaitan dengan non fisik apa yang boleh kita kerjakan berkaitan dengan etika sampai dimana pengharapan kita berkaitan dengan agama apa yang dinamakan manusia berkaitan dengan antropologi 5 ETIKA = FILSAFAT MORAL etika sebagai rasional kritis dan mendasar tentang pandangan moral. Filsafat untuk kebaikan umat manusia Aristoteles= etika mengkaji kesusilaan dalam hidup operseorangan etika sebagai bagian filosofia praktika Aristoteles= ethika Nichomachela tata pergaulan dan pengharapan manusia tidak egois. Tidak egois berasal dari moral H. De Vos = etika umum tentang prinsip moral, pengertian dan fungsi etika, tanggung jawab, suara hati. Etika khusus sebagai etika berkaitan dengan bidang tertentu, kehidupa pribadi,antar pribadi. Etika merupakan philosopical study of morality subyek etika manusia sehingga etika sebagai filsafat manusia. 6. PROFESI pekerjaan pada umumnya profesi sebagai pekerjaan profesi sebagai keahlian khusus profesi adalah pengetahuan tinggi profesi dengan pelatihan khusus prafesi diabdikan untuk kepentingan orang lain keberhasilan profesi bukan berdasar keuntungan finansial profesi terdapat standard kualifikasi tanggung jawab terhadap pekerjaan dan hasil pekerjaan etik profesi honorarium 7. KRITERIA PROFESIONAL terdapat ijin anggota organisasi anggaran dasar anggaran rumah tangga kecakapan ilmu yang khusus dimiliki profesional otonomi dalam pekerjaan mengucapkan janji atau sumpah dimuka publik tanggung jawab kode etik profesi

profesi merupakan kebutuhan publik standard kualifikasi honorarium 8. PROFESI HUKUM profesi hukum terkait dengan profesi lain etika profesi dan etika profesi hukum saling berinteraksi profesi hukum sebagai penasihat terkait dengan etika dan moral profesi hukum berkaitan dengan tanggung jawab dan kejujuran profesi hukum bersikap apa adanya dan memiliki keberanian profesi hukum memiliki kemandirian moral profesi hukum memiliki kesetiaan profesi hukum sebagai penegak peraturan hukum profesi hukum terkait dengan sosial budaya profesi hukum berfungsi sebagai social engineering pembangunan sosial kemasyarakatan tidak dapat lepas dengan adat, etika, moral profesi hukum pelaksana dan pengawal Hak asasi manusia hak asasi manusia merupakan bagian dari hukum Bung Karno = profesi hukum sebagai pengawal konstitusi. Honorarium 9. PROFESI LUHUR Profesi luhur lahir dari masyarakat cikal bakal profesi luhur dari Inggris profesi luhur merupakan pengabdian motivasi utama bukan mencari nafkah profesi luhur penuh tanggung jawab. profesi luhur diatur dalam hukum positif profesi luhur mengutamakan orang yang dibantu profesi luhur mengabdi pada tuntutan luhur profesi. Profesi luhur harus didukung oleh moralitas tinggi profesi luhur memiliki idealisme yang tinggi. 10. ETIKA PROFESI HUKUM etika sebagai ilmu praktis kehidupan etika profesi hukum merupakan kenyataan empiris (praktek hukum). Etika profesi hukum dan prinsip moral umum tika profesi hukum terkait dengan sejarah hukum, psikologi hukum, sosiologi hukum. Etika profesi hukum merupakan etika normatif etika profesi hukum melaksanakan etika secara objektif etika profesi hukum dan pelayanan masyarakat 11.MANFAAT ETIKA PROFESI HUKUM manfaat etika profesi hukum dan etika pada umumnya. etika profesi hukum sebagai panutan dalam melayani masyarakat etika profesi hukum guna kepentingan masyarakat

Hukum mengatur keseimbangan hak dan kewajiban dalam masyarakat hukum dan etika menciptakan tata tertib kehidupan masyarakat hukum dan etika menjawab kebutuhan keadilan dan penegakan nilai kebenaran. Ikatan hubungan hukum profesi hukum dengan klien terkait dengan kode etik. Ikatan hubungan hukum profesi hukum dengan klien dapat mengarah pada hukum pidana. Hubungan keperdataan profesi dan klien perikatan menjanjikan hasil (resultaatsverbintenis). Masyarakat turut sebagai penilai etis atau tidak etis perilaku profesi hukum pantauan etika profesi hukum sampai pada pribadi profesi hukum merupakan pemantau bagi kinerja profesi hukum merupakan penegak bagi profesi hukum. Perikatan hukum antara profesi luhur dengan yang dilayani adalah menjanjikan usaha (inspanningverbitenis). Etika dikodifikasikan dalam bentuk kode etik kode etik profesi hukum menyatu dengan hukum kode etik profesi hukum. Kode etik profesi hukum sebagai tuntutan masyarakat.ETIKA. Bermanfaat terhadap negara bermanfaat terhadap hukum 12. 13.KODE ETIK PROFESI HUKUM kode etik advokat kode etik notaris . Merupakan pelindung dan panutan bagi profesi hukum. Menjanjikan keberhasilan sebagai pelanggaran hukum dan kode etik.masyarakat dan otoritas kekuasaan. KODE ETIK PROFESI DAN HUKUM etika serta etika profesi hukum bagian dari filsafat untuk kebaikan kehidupan manusia. Penjatuhan sanksi. organisasi profesi hukum perbedaan terletak pada penjatuhan sanksi. hukum. IKATAN HUKUM HUBUNGAN HUKUM PROFESI hubungan hukum profesi hukum dengan klien atas dasar perikatan perdata. 14. Penyeimbang dengan etika profesi non hukum.

1.tuntutan profesi .batin/pikiran etika = moral = kehidupan berbangsa dan bernegara moralitas (penilaian) = -obyektif -subyektif moralitas = -general -yuridis sikap moral= -bebas -pilihan -perenungan moralitas-------------sosial budaya------keanekaragaman--------interaksi-------kesementaraan--------perubahan 2 etika cabang dari filsafat filsafat = -pandangan hidup -ilmu etika= -filsafat moral -ilmu profesi= -pekerjaan -keahlian khusus -pengetahuan tinggi -pelatihan khusus -pengabdian -otonom -kode etik -standard kualifikasi profesi= -individu -kelompok -publik profesi = -umum --------tanggung jawab= pekerjaan serta hak-hak orang lain dan public -khusus = . Pengertian etika dan moral etika = .sosial kemasyarakatan/ social budaya .sebagai ilmu -sebagai bagian dari moral moral = .lingkungan keluarga .kewajiban .

.idealism -pengabdian luhur. etika profesi hukum etika profesi = -empiris -prinsip moral khusus etika profesi hukum= -sejarah hukum -psikologi hukum -sosiologi hukum etika profesi hukum = -kaidah hukum -masyrakat/penilai -kode etik -dewan kehormatan nilai moral profesi hukum= -kejujuran -apa adanya -tanggung jawab -kemandirian moral -keberanian -kesetiaan manfaat dan tanggung jawab etika profesi manfaat etika profesi= -diri sendiri -masyarakat -negara -hukum etika dan hukum etika dan hukum= -tertib kehidupan masyarakat -keadilan masyarakat -penegakan kebenaran kode etik profesi kode etik= -prinsip-prinsip kesatuan moral .

(4) 2005. 1997. Rekaman Proses Workshop.MH.B.SH. Kode Etik Prof. Dasar-dasar Etika dan Moralitas (Pengantar Kajian Etika Profesi Hukum).Lubis. Aditya Bakti.SH. Bandung.Abdul Kadir Wahid.SH.. Etika Profesi kerangka berpikir). Bandung. 2006. 2002. Semarang.Etika Profesi dan Etika Profesi Jakarta. 2004.. Tarsito.Mhum. Sinar Grafika.Abdulkadir Muhammad. 2001. (5) (6) (7) Suhrawardi K.SH. Citra Aditya Bakti.Citra Drs. Advokat Indonesia (Langkah Menuju Penegakan).CN.Wiranata.MH. Dr Liliana Tedjosaputro. Hadi Herdiansyah dkk. Hukum.SH. Anang Sulistyono. aneka ilmu.* literatur: (1) (2) (3) Dr. Etika Profesi Hukum. SH. PSHK... Refika Aditama. Hukum Dan Nuansa Tantangan Profesi Hukum Di Indonesia. Etika Profesi Hukum.SH. Shidharta.. I Gede A.. Moralitas Profesi Hukum (suatu tawaran Prof.. 2003. . Bandung. Jakarta. Bandung.-kesepakatan organisasi -peraturan -menghindari kesalahan profesi -tuntutan masyarakat -perlindungan -penegakan pembahasan kode etik advokat pembahasan kode etik notaris 7 ETIKA PROFESI *Dr Tanudjaja.

Jakarta. (10) Supriadi. 2004. Kanisius. Pradnya Paramita. Jakarta. Yogyakarta. Storia Grafika. Landasan Etika Profesi. umum mengenai perbuatan. 25 Etika Profesi.Kanter. Etika & Tanggung Jawab Profesi Hukum Di Indonesia. kewajiban. Kanisius. Etika Hukum. James J. Prof. Jakarta.T.Y.Sumaryono.Mhum. (11) Daryl Koehn. Dalam kamus besar bahasa Indonesia : (1) (2) etika merupakan ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk serta moral memiliki arti: a) ajaran tentang baik buruk yang diterima tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). asusila.Ko Tjay Sing. SH. berdisiplin... akhlak.(8) (9) As'ad Sungguh. Christine S. Jakarta.Kansil. SH. 2003. 1978.. sikap.SH.. Drs. (12) E. Pustaka Filsafat. isi hati atau keadaan perasaan.T. budi pekerti. Jakarta. bersemangat. Etika Profesi Hukum (Sebuah Pendekatan Sosio Religius).S. Gramedia Jakarta.Spillane SJ berpendapat bahwa etika atau ethics memperhatikan dan mempertimbangkan tingkah laku manusia dalam pengambilan keputusan moral. b) kondisi mental yang membuat orang tetap berani. Jakarta. PENGERTIAN SERTA FUNGSI ETIKA DAN MORAL Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yakni Ethos adalah ta etha artinya adat kebiasaan. 1. Sinar Grafika. 2006. 2000. . Sinar Grafika. C. Rahasia Pekerjaan Dokter Dan Advokat.MH. 2001.Kansil. (14) Prof..SH. bergairah. Pokok- Pokok Etika Profesi Hukum. (13) E. 2002.

seperti para bijak. kumpulan peraturan dan ketetapan entah lisan atau tertulis. wejangan-wejangan. moralitas objektif Moralitas perbuatan yang melihat perbuatan manusia sebagaimana apa adanya. setempat yang diyakini kebenarannya. moralitas subjektif . khotbah-khotbah.Moral merupakan landasan dan patokan bertindak bagi setiap orang dalam kehidupan sehari-hari ditengah-tengah kehidupan sosial kemasyarakatan maupun dalam lingkungan keluarga dan yang terpenting moral berada pada batin dan atau pikiran setiap insan sebagai fungsi kontrol untuk penyeimbang bagi pikiran negatif yang akan direalisasikan. Moral sebenarnya tidak dapat lepas dari pengaruh sosial budaya. ajaran tentang moral adalah ajaranajaran. antara lain para pemuka agama dan masyarakat. Franz Magnis suseno membahas. dimiliki oleh setiap pelakunya. Hal tersebut akan lebih mudah kita pahami manakala mendengar orang mengatakan perbuatannya tidak bermoral. Moral selalu mengacu pada baik buruknya manusia sebagai manusia. tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik. patokan-patokan. mungkin benar atau salah terlepas dari berbagai modifikasi kehendak bebas yang 2. tulisan-tulisan para bijak. Ajaran moral bersumberkan kepada berbagai manusia dalam kedudukan yang berwenang. Sumaryono mengklasifikasikan moralitas atas: 1. Perkataan tersebut mengandung makna bahwa perbuatan tersebut dipandang buruk atau salah karena melanggar nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku dalam masyarakat. Contoh: membunuh merupakan perbuatan tidak baik. Jadi perbuatan itu mungkin baik atau buruk.

Moralitas perbuatan yang melihat perbuatan manusia tidak sebagaimana adanya karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor pelakunya. 3. ekonomi dan ideologi. artinya didukung oleh struktur kekuasaan politik. baik atau buruk berdasarkan hakikatnya terlepas tidak bergantung dari pengaruh hukum positif. misalkan cara pengambilan keputusan dibuat dengan etis ataukah tidak.latar belakang. Mutu moralitas publik banyak ditentukan oleh pelaksanaan kepemimpinan dalam suatu negara. baik atau buruk berdasarkan hakikatnya bergantung dari pengaruh hukum positif. Meskipun kemudian diatur dalam hukum positif. contohnya berilah kepada orang lain apa yang menjadi haknya. tidaklah memberikan akibat yang signifikan. EY. moralitas ekstrinsik Moralitas perbuatan yang menentukan suatu perbuatan benar atau salah. dsbnya. moralitas intrinsik Moralitas perbuatan yang menentukan suatu perbuatan atas benar atau salah. Hal tersebut pada dasarnya sudah merupakan kewajiban. seperti emosional. 4. pengetahuan. . Etika merefleksikan mengapa seseorang harus mengikuti moralitas tertentu atau bagaimana kita mengambil sikap yang bertanggung jawab ketika berhadapan dengan berbagai moralitas. bahwa moralitas individu mendapat ruang gerak dalam wilayah moralitas masyarakat (publik). Moralitas publik adalah moralitas yang terwujud dan didukung oleh wilayah publik. Hukum positif dijadikan patokan dalam menentukan kebolehan dan larangan atas suatu perbuatan. Kanter tidak hanya membahas etika pada wilayah individu akan tetapi terdapat pendapatnya.

berasal dari diri manusia itu sendiri sehingga perbuatan manusia itu baik atau buruk terlepas atau tidak dipengaruhi oleh peraturan hukum yang ada. namun produk hukum itu sendiri tidak dapat lepas dari produk politik yang tidak dapat mengcover seluruh kehendak masyarakat. baik yang bersifat perintah ataupun larangan. sehingga pelaksanaan hukum dengan baik dan ikhlas sesungguhnya bergantung pada moral setiap individu. Guna memudahkan pengertian tersebut maka dapat diberikan . maupun dalam sosial kemasyarakatan dalam mengatur tingkah lakunya. jamaknya mores yang juga berarti adat kebiasaan.sedangkan moral berasal dari bahasa latin. Secara etismologis kata etika sama dengan kata moral yang mengandung pengertian adat kebiasaan. pelaksanaan peraturan hukum membutuhkan moral dari pelaku. (2) moralitas yang bersifat ekstrinsik. Pemahaman persamaan antara etika dan moral dapat diartikan sebagai suatu nilai dan norma yang berfungsi sebagai patokan dan panutan bagi setiap person ataupun kelompok. Hukum meskipun harus mengacu pada kepentingan sosial kemasyarakatan agar tercapai suatu kepastian dan keadilan hukum. menurut Bartens yang dikutip oleh Abdul Kadir Muhammad menyatakan bahwa kata yang sangat dekat dengan etika adalah moral. bukan bergantung pada sifat memaksa dari hukum. Perbedannya dari bahasa asalnya yakni etika berasal dari bahasa Yunani. penilaiannya didasarkan pada peraturan hukum yang berlaku. Kata ini berasal dari bahasa latin “mos”. Liliana Tedjosaputro membagi moralitas kedalam dua bagian yakni: (1) moralitas dapat bersifat intrinsik.Pengertian moral.

Sikap moral itulah yang pada umumnya dijadikan pedoman bagi manusia ketika mengambil suatu tindakan.namun ada pula sikap moral yang perlu direnungkan secara mendalam sebelum ditetapkan menjadi suatu keputusan. maupun bangsa dan negara. melainkan karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak sipelaku sendiri. Dalam konteks inilah lalu timbul suatu cabang etika yang disebut etika profesi. Etika merupakan hasil perenungan dari moralitas yang dirasakan perlu adanya etika dalam kehidupan. kelompok. Renungan terhadap moralitas tersebut merupakan pekerjaan etika. (2) moralitas otonom. kesadaran manusia akan kewajiban yang ditaatinya sebagai suatu yang dikehendakinya sendiri karena diyakini . diterjemahkan oleh Lili Tjahjadi tentang membedakan moralitas menjadi dua: (1) moralitas hetronom. karena merupakan kewajiban moral untuk mewujudkan sesuatu yang baik baik bagi diri sendiri.setiap manusia siapapun dan apapun profesinya membutuhkan perenungan-perenungan atas moralitas yang terkait dengan profesinya. setiap manusia yang sehat secara rohani pasti memiliki sikap moral dalam menghadapi keadaan-keadaan yang menyertai perjalanan hidupnya. misalnya karena mau mencapai tujuan yang diinginkan ataupun karena perasaan takut pada penguasa yang memberi tugas kewajiban itu. Pendapat Imanuel Kant. Dengan demikian. Shidharta mengemukakan. masyarakat.suatu gambaran manakala seseorang tidak melaksanakan suatu peraturan ataupun etika maka orang tersebut merasa sebagai beban moral. Sikap moral ini ada yang hadir begitu saja tanpa harus disertai pergulatan atas pilihan-pilihan dilematis. sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri.

adalah ketika menyadari bahwa kita seyogyanya mengontrol pikiran kita. Mengutip dari Srisumantri. Didalam moralitas otonom orang mengikuti dan menerima hukum bukan lantaran mau mencapai tujuan yang diinginkannya taupun lantaran takut pada penguasa. Moralitas demikian menurut Kant disebut sebagai otonom kehendak yang merupakan prinsip tertinggi moralitas. pikiran yang baik dapat menghasilkan moral atau etika yang baik sedangkan pikiran yang buruk akan menghasilkan tindakan yang buruk. sebab ia berkaitan dengan kebebasan. melainkan itu dijadikan kewajiban sendiri berkat nilainya yang baik. yang perlu dipahami bahwa segala gerakan organ tubuh merupakan pikiran sebagai pemimpin. Tahap tertinggi dalam kebudayaan moral manusia. bahwa Nilai-nilai etika dan moral harus diletakkan sebagai landasan atau dasar pertimbangan dalam setiap kegiatan di bidang keilmuan. ujar Charles darwin. hal yang hakiki dari tindakan mahluk rasional atau manusia Pendapat lain menyatakan moral berasal dari dalam relung hati yang terdalam sehingga perbuatan baik ataupun buruk sebenarnya dirinya sendiri sebagai penilai utama. Pikiran merupakan faktor penentu dan pemutus suatu tindakan yang akan kita lakukan.sebagai hal yang baik. Pada kondisi manusia yang telah mampu mempergunakan pikiran sebagai filter atau alat kontrol bagi . sedangkan etika merupakan manifestasi dari moral yang berasal dari adat kebiasaan dan sosial kemasyarakatan yang telah berproses menjadi suatu bentuk etika sebagai pedoman bertindak baik ranah formal maupun non formal sehingga sering dikatakan suatu perbuatan baik bila dilaksanakan maka telah beretika serta sebaliknya dikatakan tidak beretika.

Ajaran-ajaran moral guna meningkatkan moralitas agar manusia menjadi baik. Salah satu dari keragaman itu ditandai oleh berbagai ideologi yang saling menawarkan diri sebagai pilihan terbaik. Dalam perkembangan jaman yang makin kompleks timbullah tantangan yang dihadapi oleh ajaran-ajaran moral makin kompleks. Padahal apa yang baik menurut satu pihak sering dianggap buruk oleh yang lainnya. sedangkan etika bertugas memberikan argumentasi rasional dan kritis guna mendukung ajaran moral. yang mengakibatkan manusia terjebak dalam keanekaragaman gaya hidup dan banyak kepribadian. masyarakat akan meroket kesuatu krisis adaptasi yang historis. Indoktrinasi dalam ajaran-ajaran moral akan sering dipertanyakan jika tidak lagi mampu memberikan orientasi yang jelas bagi penganutnya. Etika yang telah disepakati oleh setiap kelompok akan menepis kehilangan orientasi sehingga kebenaran sebenarnya bersifat relatif karena kebenaran merupakan produk pikiran masing-masing sehingga perlu adanya . Kehancuran ini adalah kejutan masa depan”.perbuatannya maka hal yang buruk dapat ditiadakan minimal dapat ditekan. Menurutnya.”Apabila keanekaragaman bertemu dan berpadu dengan kesementaraan dan kebaruan. Kita akan menciptakan lingkungan yang demikian sementaranya asingnya dan kompleksnya sehingga mengancam jutaan orang dengan kehancuran adaptif. Kekaburan orientasi itu muncul justru karena bertambah banyaknya ragam orientasi yang ada. Pendapat Alvin Tofler yang diterjemahkan Koesdyantinah memberi gambaran betapa manusia dewasa ini dan dimasa-masa mendatang akan mengalami indeks kesementaraan.

Beberapa aliran penting dalam etika adalah sebagai berikut: 1. 4.dalam perkembangannya kajian etika.kesepakatan yang tentunya tidak dapat melepaskan diri dari kebenaran universal. 6. Lilana memaparkan bahwa. Etika adalah pemikiran sistematis dan yang dihasilkannya secara langsung bukan . etika berfungsi untuk membantu manusia mencari orientasi secara kritis dalam berhadapan dengan moralitas yang membingungkan. 3. etika theologis ialah aliran yang berkeyakinan bahwa ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia itu dinilai dengan sesuai dan tidak sesuainya perbuatan itu dengan perintah Tuhan (Theos=Tuhan). etika vitalisme ialah aliran yang menilaibaik buruknya perbuatan manusia itu sebagai ukuran ada tidak adanya daya hidup (vital) yang maksimum mengendalikan perbuatan itu. etika hedonisme ialah aliran yang berpendapat bahwa perbuatan susila itu adalah perbuatan yang menimbulkan hedone (kenikmatan dan kelezatan). etika idealisme ialah aliran yang berpendirian bahwa perbuatan manusia janganlah terikat pada sebab musabab lahir. Franz Magnis Suseno mengemukakan pendapat tentang. etika naturalisme ialah aliran yang beranggapan bahwa kebahagiaan manusia itu didapatkan dengan menurutkan panggilan natura (fitrah) kejadian manusia sendiri. 5. terdapat banyakaliran-aliran didalamnya. etika utilitarianisme ialah aliran yang menilai baik dan buruknya perbuatan manusia itu ditinjau dari kecil dan besarnya manfaatbagi manusia (utility=manfaat). tetapi haruslah berdasarkan pada prinsip kerohanian (idea) yang lebih tinggi. 2.

Kita ada ditengah-tengah pandangan mengenai etika dan moral yang beraneka ragam bahkan tidak jarang saling bertentangan sehingga kita bingung mengikuti moralitas yang mana. 3. Adanya pelbagai ideologi yang ditawarkan sebagai penuntun hidup. daerah asal yang bervariasi. atau ekstrem untuk cepat-cepat menolak hanya karena masih relatif baru dan belum biasa. Etika juga diperlukan oleh kaum agama yang disatu pihak menemukan dasar kemantapan mereka dalam iman kepercayaan mereka. kita hidup dalam masyarakat yang semakin pluralistik. Pengertian ini perlu dicari dengan landasan pemikiran sebagai berikut: 1. dilain pihak sekaligus mau berpartisipasi tanpa takut-takut dan dengan . 2. Meski masih belum dijumpai batasan baku tentang makna modernisasi. Kita hidup dalam masa transformasi masyarakat yang kian lama menuju modernisasi. agama berbeda. Dalam keseharian kita banyak bertemu dan bergaul dengan berbagai orang dan karakter yang serba berbeda dari suku yang beragam.kebaikan. Proses perubahan sosial budaya dan moral ternyata tidak jarang digunakan berbagai pihak untuk memancing di air keruh. Etika dapat dijadikan tatanan untuk mengkritisi secara objektif dan memberi penilaian agar tidak mudah terpancing. Untuk menentukan pilihan itulah perlu refleksi kritis etika. tidak naif. dan sebagainya. melainkan suatu pengertian yang lebih mendasar dan kritis. masingmasing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup. juga dalam bidang moral. konsep ini membawa perubahan besar dalam struktur kebutuhan dan nilai masyarakat yang akibatnya menentang pandangan-pandangan moral tradisional. 4.

masyarakat. disis lain filsafat dapat diartikan sebagai ilmu yang selalu mencari hakekat yang terdalam. aksiologi. Etika yang berkaitan dengan etika profesi merupakan etika yang senantiasa mengikuti perkembangan modernisasi yang tak dapat dibendung. 2. Tidak dapat dipungkiri penyandang profesi. seperti perubaham moral yang diakibatkan oleh proses transformasi menuju modernisasi yang menentang keberadaan pandangan moral tradisional. filosof. Filsafat sebagai pandangan hidup merupakan suatu produk nilai atau sistem nilai yang diyakini kebenarannya dan dapat dijadikan pedoman perilaku oleh individu. pemuka masyarakat/adat. (2) (3) . Keadilan. Refleksi kritis etika merupakan alat untuk memecahkan permasalahan moral. equality before the law merupakan harapan moral masyarakat yang masih terus diperjuangkan. ETIKA CABANG DARI FILSAFAT Filsafat dapat dimaknai sebagai pandangan hidup.tidak menutup diri dalam semua dimensi kehidupan masyarakat yang sedang berubah itu Refleksi kritis etika tidak hanya untuk menentukan moralitas mana yang dipakai karena terdapat norma yang bertentangan. kelompok. epistemologi. Pada prinsipnya cabang filsafat dapat dikelompokkan pada tiga cabang filsafat yaitu: (1) ontologi. sehingga perlunya etika yang kritis untuk mengatasi kendala yang ada. tentunya pandangan hidup yang cinta akan kebijaksanaan. kepastian hukum. hukum yang berfungsi sebagai salah satu faktor penentu etika yang kritis.

kriteria.Kanter : Etika sama artinya dengan filsafat moral atau ilmu tentang moralitas. Aksiologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki tentang hakikat nilai. Jadi etika bukan sebuah ajaran melainkan sebuah ilmu. metode. Etika bukan sumber tambahan bagi ajaran moral melainkan filsafat atau pemikiran rasional-kritis dan mendasar tentang ajaran dan pandangan moral. B) etika. dan validitas pengetahuan. Filsafat merupakan ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang didalamnya mencakup empat persoalan sebagai berikut: A) apakah yang dapat kita ketahui ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh metafisika (ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal yang non fisik atau tidak terlihat). dan kedudukan suatu nilai. apakah yang boleh kita kerjakan ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh . C) sampai dimananakah pengharapan kita ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh agama. Filosof Plato mengungkapkan filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada. syarat susunan.Ontologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki tentang keberadaan sesuatu. Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki tentang asal. Etika membahas tentang nilai-nilai yang baik bagi manusia dan nilai inilah dikenal sebagi moral. Pada kelompok aksiologi dapat dimasukkan cabang-cabang filsafat etika dan estetika. Dapat disimpulkan etika merupakan cabang dari filsafat tentang hakikat nilai atau aksiologi yang merupakan nilai berkaitan dengan sikap dan perilaku manusia atau kelompok manusia. Menurut EY.

fisika (mengkaji tentang dunia materiil). b. yang meliputi: 1. tata pergaulan dan penghargaan seorang manusia. yang . 3. 2. 3. Filosofia praktika (Filsafat yang memberi petunjuk dan berbagai pedoman mengenai tingkah laku hidup dan kesusilaan yang seharusnya dilakukan/diperbuat). matematika (mengkaji tentang barang menurut kuantitasnya). Filosofia produktiva (pencipta) (filsafat yang mengkaji dan membimbing serta menuntun manusia tentang pengetahuan sehingga menjadikan manusia produktif melalui sebuah ketrampilan yang bersifat khusus)”. ekonomia (mengkaji tentang kesusilaan dalam hidup kekeluargaan).B. politika (mengkaji tentang kesusilaan dalam tantanan hidup kenegaraan). Aristoteles merupakan tokoh filsafat yang menempatkan etika sebagai pembahasan utama dalam tulisannya “Ethika Nichomachela” dengan pendapatnya. Guna mendukung pendapat Plato dapat kita padukan dengan pendapat Aristoteles yang dikutip dari I Gede A. Mengamati pemikiran plato maka makin mendukung opini bahwa etia merupakan bagian dari filsafat hal tersebut merupakan jawaban terhadap tujuan utama dari filsafat yang berarti cinta akan kebijaksanaan adalah untuk kebaikan umat manusia yang bijaksana penuh dengan kedamaian. etika (mengkaji tentang kesusilaan dalam hidup perseorangan).D) apakah yang dinamakan manusia ? Pertanyaan tersebut dijawab oleh antropologi (ilmu tentang manusia). Filosofia teoritika/spekulatif Filsafat yang bersifat objektif. yang terdiri atas: 1.Wiranata sebagai berikut: “ Pembagian filsafat menurut Aristoteles a. 2. metafisika (mengkaji tentang “ada”).

De Vos juga menyatakan etika sebagai bagian dari filsafat. filsafat politik. filsafat matematika. 8. Sebagai bagian filsafat dan bahkan sebagai salah satu cabang filsafat yang paling tua. kehidupan pribadi. metafsika. 6. 10. Etika dapat dibedakan menjadi. antar pribadi. pengertian dan fungsi etika. Menurut Srisumantri yang dikutip dari Liliana. Etika khusus merupakan etika yang sudah dikaitkan dengan konteks bidang tertentu. 3. 7. filsafat agama. 11. filsafat dalam perkembangannya antara lain mencakup: 1. filsafat. 9. Filosof H. 5. etika umum dan etika khusus. Etika umum membahas tentang prinsip moral. estetika (filsafat seni). Etika dapat dikaji dari berbagai aspek. maka etika juga dikembangkan sebagai bagian dari kajian ilmu pengetahuan.tidak didasarkan oleh egoisme atau kepentingan individu. filsafat pendidikan. 2. akan tetapi secara garis besar terdapat tiga aspek yang dominan dalam mempelajari etika yaitu: . suara hati. epistimologi (filsafat pengetahuan). akan tetapi didasarkan kepada hal-hal yang alruistik. yaitu memperhatikan orang lain. filsafat hukum. tanggung jawab. 4. etika (filsafat moral). filsafat sejarah.

problema-problema dan tipe-tipe argumen yang dipergunakan dalam membahas isu-isu moral dalam wadah kode etik. 3. keputusan. Aspek ini memberikan informasi tentang fakta-fakta yang berkembang. 2) aspek konseptual diarahkan pada penjernihan konsep-konsep/ide-ide dasar.1) aspek normatif aspek normatif ialah aspek yang mengacu pada normanorma/standar moral yang diharapkan untuk mempengaruhi perilaku. dan struktur profesional. baik norma-norma kehidupan bersama ataupun norma-normamoral yang diaturdalam standar profesi bagi kaum profesi. sehingga penanganan aspek normatif dan konseptual dapat segera direalisasikan. karakter individual. kebijakan. dengan demikian etika sebagai filsafat manusia. Etika merupakan cabang filsafat sebagai ilmu yang merupakan philosopical study of morality. sehingga subyek yang melakukan etika adalah manusia. baik di masyarakat maupun dalam organisasi profesi. 3) aspek deskriptif kajian ini berkaitan dengan pengumpulan fakta-fakta yang relevan dan spesifikasi yang dibuat untuk memberikan gambaran tentang fakta-fakta yang terkait dengan unsur-unsur normatif dan konseptual. Dengan aspek ini diharapkan perilaku dengan segala unsur-unsurnya tetap berpijak pada norma. prinsipprinsip. PENGERTIAN PROFESI DAN PROFESI HUKUM . Kajian konseptual ini juga untuk mempertajam pemahamanpemahaman kode etik dengan tetap menekankan pada kepentingan masyarakat dan organisasi profesi itu sendiri.

Pekerjaan pada umumnya berbeda dengan profesi baik dari segi ketrampilan maupun tanggung jawab yang diembannya. orang dapat memenuhi apa yang menjadi dengan adanya lapangan kerja. Orientasi nilai budaya ketiga dari hakikat kerja adalah bahwa bekerja merupakan upaya terus menerus untuk berkarya yakni dengan mencapai hasil yang lebih baik dan lebih baik lagi. dengan berbagai pelatihan khusus. Berkaitan dengan pekerjaan pada umumnya Cycle Kluckohn yang dikutip oleh koentjaraningrat menyatakan: antropolog seperti Cycle Kluckohn dan Florence Kluckohn juga menempatkan diri untuk menelaah hakikat kerja (karya) bagi manusia. . gaya hidupnya.maka kemungkinan timbulnya kejahatan dapat dihindari pula. dihapuskan/dicegah. Menurut mereka ada nilai-nilai budaya yang memandang kerja itu sekedar untuk memenuhi nafkah. namun ada pula yang memandang kerja sebagai upaya menggapai kedudukan dan kehormatan. Thomas Aquinas berpendapat. amal bagi sesamanya. dengan bekerja. 2. dengan surplus hasil kerjanya. 3. manusia juga dapat berbuat dengan kerja orang dapat mengontrol atau mengendalikan Profesi oleh berbagai ahli diartikan sebagai pekerjaan dengan keahlian khusus menuntut pengetahuan tinggi. 4. Ini juga berarti bahwa dengan tidak adanya pengangguran. perwujudan kerja mempunyai empat tujuan sebagai berikut: 1. maka pengangguran dapat kebutuhan hidup sehari-harinya.

ditentukan adanya standar kualifikasi profesi. diabadikan untuk kepentingan orang lain. untuk dapat disebut sebagai profesi. dikutip dari Supriadi. . keberhasilan tersebut bukan didasarkan pada keuntungan finansial.Pattern Jr. 5. 3) memiliki pengetahuan atau kecakapan “esoterik” (yang hanya diketahui dan dipahami oleh orang-orang tertentu saja) yang tidak dimiliki oleh anggota-anggota masyarakat lain. 4. Berkaitan dengan pendapat tersebut. serta pula bertanggung jawab dalam memajukan dan penyebaran profesi yang bersangkutan. ada lima ciri yang kerap disebut kaum profesional sebagai berikut: 1) 2) mendapat izin dari negara untuk melakukan suatu tindakan tertentu. yang merupakan kode etik. keberhasilan tersebut antara lain menentukan berbagai ketentuan 2.Menurut pendapat Brandels yang dikutip oleh A. mempunyai hak suara yang menyebarluaskan standar dan/atau cita-cita perilaku yang saling mendisiplinkan karena melanggar standar itu. 3. ciri-ciri pengetahuan (intellectual character). menjadi anggota organisasi/pelaku-pelaku yang sama-sama. Profesi bukan hanya dibutuhkan oleh seseorang atau kelompok akan tetapi menyangkut kebutuhan publik sehingga peran negara dibutuhkan untuk mengesahkan/mengangkat seseorang menjadi penyandang profesi agar meniadakan/meminimalkan kerugian atau tindakan yang tidak bertanggung jawab terhadap pihak yang membutuhkan jasa profesi serta tidak merugikan kepentingan publik.pekerjaan itu sendiri harus mencerminkan adanya dukungan yang berupa: 1. maka terdapat pendapat Daryl Koehn yang dikutip dari Supriadi mengatakan meskipun kriteria untuk menentukan siapa yang memenuhi syarat sebagai profesional amat beragam.

Adapun Hak Asasi manusia yang berlaku universal. serta memanfaatkannya. beraktifitas dan sebagainya. memeluk agama. mengembangkan kebudayaan. seperti membeli dan menjualnya.4) 5) memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaan mereka. meliputi: 1) hak-hak asasi pribadi (personal rights).karena profesi ini berkaitan langsung dengan pengaturan kehidupan sosial kemasyarakatan. sehingga interaksi antar profesi merupakan ciri dari profesi. . Profesi hukum memiliki ciri tersendiri dibandingkan dengan profesi lainnya. Perkembangan hukum dewasa ini akibat pemikiran filosofi bahwa manusia memiliki hak dasar yang harus dilindungi sebagai Hak Asasi Manusia yang harus dilindungi sebagai hak hukum yang tertinggi. 2) hak-hak asasi ekonomi (property rights). Profesi hukum secara khusus berhubungan dengan masyarakat pencari keadilan.dan secara publik dimuka umum mengucapkan janji untuk memberi pekerjaan itu tidak amat dimengerti oleh masyarakat yang lebih luas. dsb. memperalihkannya. seperti hak untuk memilih pendidikan. merupakan kebebasan menyatakan pendapat. merupakan hak memiliki sesuatu. Profesi hukum sebagai profesi diantara profesi lain tidak dapat lepas atau berdiri sendiri sebagai suatu gambaran pada saat suatu perusahaan dalam proses go public maka selain profesi hukum berperan juga profesi dibidang ekonomi ikut andil didalamnya. bantuan kepada mereka yang membutuhkan dan akibatnya mempunyai tanggung jawab dan tugas khusus. kemudian berpengaruh pada kehidupan berbangsa dan bernegara. 3) hak-hak asasi dan kebudayaan (social and cultural rights).

dalam tugas pembelaan. harus ada kebebasan. yaitu: a) b) harus ada ilmu (hukum) yang diolah didalamnya. Sebagai suatu kriteria profesi hukum dapat ditelaah dari pertemuan para Advokat tanggal 27 Juni 1971dalam piagam Baturaden yang merumuskan tentang unsur-unsur untuk dapat disebut profession.4) hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. tidak boleh ada dicust verhouding (hubungan mengabdi kepada kepentingan umum. 5) hak-hak asasi untuk mendapatkan perlakuan tata cara peradilan dan Perkembangan penegakan hukum dan/ hak asasi manusia perlindungan (procedural rights). dengan hak merahasiakan itu oleh undang-undang. yaitu hubungan kepercayaan diantara ada kewajiban merahasiakan informasi dari client dan perlindungan ada imuniteit terhadap penuntutan tentang hak yang dilakukan ada kode etik dan peradilan kode etik (tuchtrechtspraak). ada honorarium yang tidak perlu seimbang dengan hasil pekerjaan dinas) hierarkis. . c) d) e) f) menjadi tujuan. Advokat dan client. g) h) atau banyaknya usaha atau pekerjaan yang dicurahkan (orang tidak mampu harus ditolong tanpa biaya dan dengan usaha yang sama). tentang Advokat jelas mengatur Advokat sebagai oficium Nobille (profesi terhormat) serta sebagai pembela Hak Asasi Manusia. menimbulkan profesi hukum makin berkembang bahkan pada Undangundang nomor: 18 Tahun 2003. mencari nafkah tidak boleh ada clienten verhouding.

. adanya suatu kode yang mengedalikan sikap dari pada anggota. Adanya pandangan hidup yang bersifat objektif dengan fungsi pelaksanaan dari pelaksana dari penasihat yang diberikan. 2. PROFESI LUHUR Franz Magnis Suseno membedakan profesi menjadi profesi pada umumnya dan profesi luhur. tidak mengutamakan motof-motif yang bersifat materiil. 4. 3. Adanya suatu bentuk perusahaan. memungkinkan dipupuknya hubungan pribadi dalam sehingga memecahkan kebutuhan para klien yang bersifat pribadi pula (person by person basis) diiringi dengan sistem pembayaran honorarium. dasar ilmiah berupa ketrampilan untuk merumuskan sesuatu berdasarkan teori akademi dan memerlukan sesuatu dasar pendidikan yang baik dan diakhiri dengan suatu sistem ujian. Batasan profesi yang dapat berlaku pada profesi hukum pada umumnya ditetapkan pada tahun 1977 oleh Peradin dalam seminar pembinaan profesi hukum sebagai berikut: 1. 5. Kebutuhan klien terhadap kinerja profesi sebatas keahlian dan tuntutan profesinya tidak menyangkut pribadi penyandang profesi sehingga terdapat batasan yang jelas tidak menyimpang dari segi profesionalisme kinerja profesi. yang berdiri. Profesi luhur merupakan profesi yang menekankan pada pengabdian kepada masyarakat sehingga merupakan suatu pelayanan pada manusia atau masyarakat dengan motivasi utama bukan untuk memperoleh nafkah dari pekerjaannya. praktik sesuatu. tidak mementingkan diri sendiri.Batasa profesi yang diberikan tidak dapat dikategorikan sebagai profesi pada umumnya. dalam menghadapi persoalan. fungsi penasihat. Fungsi sebagai penasihat sering-sering diiringi jiwa mengabdi. 4.

serta tanggung jawab terhadap dampak pekerjaan yang dilakukan tidak sampai merusak lingkungan hidup (berkaitan dengan prinsip kedua. Berkaitan dengan moralitas tinggi magnis menyatakan terdapat tiga ciri : 1) 2) 3) berani berbuat dengan bertekad untuk brtindak sesuai dengan sadar akan kewajibannya.Profesi pada umumnya terdapat dua hal yang harus ditegakkan yaitu. ETIKA PROFESI HUKUM Etika sebagai cabang filsafat merupakan ilmu terapan atau ilmu yang menyangkut praktis kehidupan.Jaksa. psikologi hukum. mendahulukan orang yang dibantu. hormat terhadap hak-hak orang lain. tuntutan profesi. menjalankan profesinya dengan bertanggung jawab baik terhdap pekerjaan maupun hasil dari pekerjaan. . Catur wangsa penegak hukum seperti Polisi.Advokat. Profesi luhur tidak hanya menjadi pendapat para ahli akan tetapi telah diterapkan dalam peraturan perundangan. tentang Advokat. serta mengabdi pada tuntutan luhur profesi. Etika profesi hukum merupakan etika yang berasal dari kenyataan empiris dalam praktek hukum sehingga tidak dapat dikaitkan dengan prinsip-prinsip moral secara umum.Hakim. dan memiliki idealisme yang tinggi. seperti Undang-undang nomor: 18 tahun 2003. dan sosiologi hukum. 5. Terdapat pula dua kategori untuk profesi luhur yaitu. Etika profesi agar menjadi etika yang berkualitas juga harus merujuk dari berbagai cabang ilmu hukum seperti sejarah hukum. Pelaksanaan profesi luhur yang baik menurut Magnis Suseno harus didukung dengan moralitas yang tinggi.

Etika profesi hukum temasuk kategori etika normatif yang berupaya menindaklanjuti hal-hal yang telah digambarkan secara objektif. Sesuai dengan pendapat Sidharta: “disisi lain. Sebagian ahli hukum dan/ ahli etika beranggapan profesi hukum harus tunduk pada kaedah hukum. selanjutnya penyandang profesi dapat memilihnya. maka profesi hukum harus bersikap dan berprilaku menurut kaidah hukum serta kaedah sosial. para penyandang profesi hukum senantiasa bersinggungan dengan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Kewenangan inilah menyebabkan profesi hukum membutuhkan muatan moralitas yang lebih tinggi dibandingkan profesi lain. karena eksis untuk melayani anggota masyarakat ketika masyarakat berhadapan langsung dengan suatu otoritas kekuasaan. Nilai-nilai tersebut ada yang bersifat tetap tetapi ada pula yang mengalami perubahan. Tidak dapat dipungkiri fungsi profesi hukum untuk melayani kepentingan masyarakat dan masyarakat memiliki hak untuk melaporkan kepada dewan kehormatan apabila profesi hukum dipandang melanggar etika profesi. Penyandang profesi hukum dalam melaksanakan tugas profesinya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat etis. mengikuti . dengan tanpa memperhatikan kaedah sosial selain hukum seperti adat setempat yang berkembang dan berlaku dimasyarakat. Etika normatif memberikan penilaian sikap baik dan buruk. Pandangan etis atau tidak etis tidak hanya dikalangan profesi hukum itu sendiri karena harus berhubungan dengan masyarakat dan masyarakat tetaplah sebagai penilai utama apakah penegak hukum bermoral ataukah tidak. Sebagai contoh seorang terdakwa membutuhkan jasa Advokat pada saat menghadapi otoritas peradilan dan memang Advokat oleh peraturan perundangan diberikan kewenangan untuk melakukan hal tersebut.

. Ia juga bukan profesi yang demikian eksklusifnya yang berdiri diatas menara gading dan karena itu memiliki sistem nilai yang secara ekstrem berbeda dengan nilai-nilai masyarakat pada umumnya. Etika profesi harus dinamis mengikuti perkembangan masyarakat sesuai dengan dengan prinsip-prinsip moral yang berkembang dan hidup di masyarakat. demikian pula sebaliknya”. Profesi hukum adalah profesi yang berintegrasi dengan masyarakat luas.perkembangan masyarakat pada suatu temapat dan waktu tertentu.IBI JUS NULLUM ><SUMMUN IUS SUMMA INJURIA. sedangkan kaum realisme=kepastian hukum dikejar akan melukai hukum membuat hukum menjadi kaku karena menggeneralisir semua keadaan. profesi hukum bukan lagi profesi yang bebas nilai. dan yang cenderung berubah itu adalah nilai-nilai instrumentalnya. Faktor kejujuran memegang kendali yang terbesar untuk mengarah pada profesional karena profesi mempunyai keahlian khusus.sedangkan masyarakat (orang awam) tidak/kurang memahami dapat dengan mudah menjadi obyek pembohongan/ penipuan. Nilainilai tetap ini adalah nilai-nilai dasar. Beberapa nilai moral profesi hukum yang harus mendasari kepribadian profesional hukum sebagai berikut: 1) kejujuran. Karena interaksi ini. UBI JUS INCERTUM. Kaum legisme= asas hukum harus ditegakkan. sehingga nilai-nilai yang dianggap baik oleh masyarakat juga harus dijadikan ukuran dalam etika profesi tersebut. Cicero mengemukakan dimana ada masyarakat disana pasti ada hukum (ubi societas ibi ius). karena logika dari terbentuknya hukum karena kehendak masyarakat guna kepentingan masyarakat.

Dalam melaksanakan tugas profesinya dapat membantu segala persoalan yang berkaitan dengan profesinya. Setia terhadap hukum dan penegakan hukum serta kode etik. berani memberi nasihat kepada klien sesuai dengan kondisi hukum klien 3) bertanggung jawab. sehingga berpegang teguh pada moral profesinya dengan analisa yuridis yang mandiri. Mempunyai pengertian menghayati dan menunjukkan diri dengan apa adanya. 6. Setia terhadap bangsa dan negara. Setia tehadap profesi mulia yang diembannya. 4) kemandirian moral.2) bersikap apa adanya. 6) Kesetiaan. Menuntaskan segala tanggung jawab yang diembannya hingga tuntas atau telah ada penyelesaian dan pemberesan. Berani menolak segala bentuk korupsi kolusi nepotisme. MANFAAT ETIKA PROFESI & TANGGUNG JAWAB PROFESI Etka profesi pada awalnya terbentuk guna kepentingan kelompok profesi itu sendiri karena bermula dari pemasalahan-permasalahan yang imbul. 5) Keberanian. Tidak terpengaruh oleh pendapat pihak lain. Mengandung pengertian melaksanakan etika yang telah disepakati bersama oleh organisasi profesi yang dituangkan dalam kode etik. dalam perkembangannya sesuai dengan situasi dan kondisi ilmu pengetahuan filsafat yang terkait dengan etika maka berkembang menjadi lebih maju sesuai dengan hasil penelitian empiris yang didukung oleh norma yang ada diperoleh suatu hipotesa dan sampailah pada hasil akhir . menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundangan dan kode etik. Merupakan keberanian untuk bersikap dalam melaksanakan tugasnya dengan segala resiko yang dihadapi sesuai asas dan ketentuan hukum. setia terhadap moralitas yang tinggi.

Masyarakat dapat memperoleh kesempatan luas untuk mengabdikan diri demi kepentingan publik. Tanggung jawab etika profesi tidak dapat lepas dari manfaat etika profesi. apabila segala bidang kehidupan dapat berjalan dengan maksimal maka mekanisme . Penyandang profesi memiliki manfaat terhadap masyarakat. berkembang maju baik bidang ekonomi. Seiring dengan hal tersebut maka peran profesi makin dibutuhkan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. pelayanan sesuai dengan kebutuhannya mengingat profesi memiliki keahlian khusus yang tidak dimiliki pihak lain. Etika profesi merupakan bagian dari kebutuhan profesi dalam sistem pergulatan profesi baik diantara profesi itu sendiri maupun terhadap masyarakat. Segala bidang dalam aktifitas negara saling terkait. teknologi. Komunikasi antar daerah maupun negara makin cepat membuktikan mobilitas masyarakat makin meninggi dan tidak terkendali. Perkembangan masyarakat yang makin majemuk . serta bidang yang lain. mengglobal.profesi guna kepentingan masyarakat dengan konsekuensi logis etika profesi merefleksikan kinerjanya secara etis atas kebutuhan masyarakat. Adapun manfaat etika profesi dalam perkembangan terdiri dari: (a) (b) manfaat terhadap diri sendiri. Penyandang profesi dapat berperan serta memajukan negara dengan keahlian bidang tertentu yang dimilikinya. Kualitas dari profesi harus makin meningkat guna mengimbangi kemajuan jaman serta kuantitas dari bertambahnya jenis kebutuhan penanganan oleh profesi akibat kemajuan dari berbagai bidang merupakan tantangan profesi yang harus didukung perangkat etika profesi yang memadai sebagai suatu tanggung jawab profesi. (c) Manfaat terhadap negara.

Kebebasan harus diartikan sebagai kebebasan hukum yakni kebebasan sesuai ketentuan hukum yang berupaya mengcover moral . jadi aku ada). Negara kita adalah negara hukum dan hukum sebagai panglima yang tertinggi. Tanggung jawab oleh sebagian ahli hukum diartikan sebagai . (d) Manfaat terhadap hukum. Tanggung jawab tidaklah dapat lepas dari akibat kebebasan memilih yang harus diterima dengan lapang dada. dan adat istiadat yang berlaku dimasyarakat. Profesi hukum merupakan profesi yang terdepan dalam berupaya menegakkan hukum berfungsi sebagai panutan bagi profesi selain hukum dan masyarakat. Kebebasan tersebut menimbulkan konsekuensi logis terhadap dampak positif maupun negatif yang harus diterima dengan analogi segala langkah kehidupan tidak dapat lepas dari efek positif dan efek negatif.pembangunan dalam segala bidang menjadi maju yang berdampak pada kemajuan negara. Tanggung jawab merupakan bentuk pelaksanaan kewajibannya dan yang tak kalah pentingnya tanggung jawab atas kesalahan yang telah diperbuat. Setiap orang memiliki kebebasan baik secara natural maupun secara yuridis untuk menentukan sikap dalam kehidupan sehari-hari termasuk memilih pekerjaan/profesi yang akan digeluti. Kebebasan tidaklah dapat dilaksanakan dengan sebebas-bebasnya mengingat kebebasan dapat menyentuh hak hukum atau kebebasan orang lain. Emmanuel levinas menyatakan respondeo ergo sum (aku bertanggung jawab. Profesi pada bidangnya masingmasing tetap hukum menjadi panutan bagi profesi sesuai pandangan segala segi kehidupan harus berpatokan pada hukum yang berlaku. hukum kebiasaan.

Hukum dan etika memiliki nilai kemanfaatan yang sama yaitu mencitacitakan tertib kehidupan masyarakat serta memberi jawaban atas kebutuhan keadilan masyarakat dengan penegakan nilai-nilai kebenaran. Paul Scholten menyatakan. ETIKA BERKAITAN DENGAN HUKUM Etika merupakan bagian dari filsafat yang selalu berupaya menuju pada kebaikan kehidupan manusia baik secara lahir maupun batin. kelompok maupun masyarakat/publik. Etika dalam perkembangannya dikodifikasikan dalam bentuk kode etik oleh setiap kelompok sosial bahkan didukung berlakunya oleh peraturan perundangan sehingga kode etik itu sendiri bukanlah etika pada umumnya tetapi menyatu dengan ketentuan hukum yang berlaku. Meskipun demikian tetap memberikan nuansa yang berbeda dari segi sanksi yang dijatuhkan bila terjadi pelanggaran. Tanggung gugat sebenarnya merupakan tanggung jawab atas tuntutan hukum. tapi disisi lain terdapat tanggung jawab moral yang tidak dapat digantikan oleh tanggung gugat secara hukum. sehingga hak orang lain tidak berbenturan dengan hak orang lain serta adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban. bahwa baik hukum maupun moral (etika) kedua-duanya mengatur perbuatan-perbuatan manusia sebagai manusia. Terdapat pertanggungjawaban lain yang tidak dapat terselesaikan yaitu tanggung jawab hati nurani serta dampaknya terhadap nama baik penyandang profesi. Keduanya sama. 7. Sanksi pelanggaran kode etik sesuai dengan kesepakatan kelompok yang dituangkan dalam kode . yaitu mengatur perbuatan-perbuatan kita. bahkan moral pertanggungjawabannya diwakilkan pada kode etik melalui Dewan Kehormatan.tanggung gugat. sedangkan hukum untuk mengatur tata kehidupan manusia baik individu.

Kewenangan atas keputusan melebihi sanksi administratif merupakan kewenangan peraturan perundangan dalam hal ini otoritasnya diserahkan kepada para penegak hukum. Selain makin banyaknya penyandang profesi.etik. pengguna jasa profesi. Keberadaan organisasi profesi dipandang penting untuk menjatuhkan sanksi bagi pelanggar kode etik. Sanksi-sanksi diharapkan lebih efektif . juga menghindari kesalahan profesi tanpa ada pertangungjawaban dengan mengotak-atik kelemahan etika guna mengamankan penyandang profesi itu sendiri. Pengaturan etika disusun dalam bentuk kode etik dipandang penting mengingat jumlah penyandang profesi makin banyak sehingga membutuhkan ketentuan baku yang mampu mengendalikan serta mengawasi kinerja profesi. Faktor lain yang mendukung dibentuknya kode etik secara baku karena tuntutan masyarakat yang makin kompleks dan kritis sehingga ada kepastian hukum tentang benar atau tidaknya penyandang profesi dalam menjalankan tugasnya. pada umumnya dalam bentuk sanksi administratif. masyarakat/publik. Penegakan terhadap pelaksanaan kode etik secara konsekuen dilakukan oleh organisasi profesi sebagai pencetus lahirnya kode etik. KODE ETIK PROFESI Kode etik merupakan prinsip-prinsip yang merupakan kesatuan moral yang melekat pada suatu profesi sesuai kesepakatan organisasi profesi yang disusun sesara sistematis. Kode etik dapat dikatakan merupakan sekumpulan etika yang telah tersusun dalam bentuk peraturan berdasarkan prinsip moral pada umumnya yang disesuaikan dan diterima sesuai jiwa profesi guna mendukung ketentuan hukum yang berlaku demi kepentingan profesi. 8. bangsa dan negara.

membantu penyandang profesi dalam menentukan apa yang harus lembaga (institution). membahas dan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan profesi. bahwa kode etik (standar etika) tersebut mengandung beberapa tujuan sekaligus. 5. 3. 2. penelitian dan publikasi/penerbitan profesi. Ditambahkan oleh Holloway. juga merupakan wadah bagi pengembangan profesi.Holloway dikutip dari Shidarta. Menurut E. membela hak-hak anggotanya. 2. pengukuran dan standar evaluasi yang dipakai dalam profesi. hubungan antara klien dan penyandang profesi. dan masyarakat pada umumnya. Selain organisasi sebagai penegakan etika. standar-standar untuk pelatihan. 4. administrasi personalia. konsultasi dan praktik pribadi. sebagai tempat tukar menukar informasi. Kewenangan tersebut dapat mengakibatkan pencabutan ijin praktek. tingkat kemampuan kompetensi yang umum. yaitu untuk: 1. sehingga terdapat beban moral bagi pelanggar yang secara psikis merasa dikucilkan dalam pergaulan profesi bahkan akan menjadi lebih berarti manakala organisasi profesi telah diberikan kewenangan oleh Undang-undang untuk memberikan Ijin praktek. 7. kode etik itu memberi petunjuk untuk hal-hal sebagai berikut: 1. mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etis dalam pekerjaannya. 6. .karena telah dibahas diantara penyandang profesi. menjelaskan dana menetapkan tanggung jawab kepada klien.

tentang jabatan Notaris. membiarkan profesi menjaga reputasi (nama baik) dan fungsi dari anggota- profesi dalam masyarakat melawan kelakuan buruk anggota tertentu dari profesi itu. tentang Advokat. IKATAN HUKUM DALAM HUBUNGAN HUKUM PROFESI . mencerminkan pengharapan moral dari komunitas masyarakat (atas merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atas pelayanan penyandang profesi itu kepada masyarakat). tentang perlindungan konsumen. 4. Namun disadari atau tidak. 5. Perkembangan hukum di Indonesia terdapat beberapa Undangundang yang mencantumkan kode etik harus ditaati sehingga kode etik merupakan bagian dari hukum positif yang akan menimbulkan sanksi hukum bagi pelanggar disisi lain penegakan kode etik juga merupakan tujuan dari hukum positif. Undang-Undang Nomor: 30 Tahun 2004. Adapun Undang-undang tersebut antara lain: 1) pasal 17 ayat 1 huruf f Undang-Undang Nomor: 8 Tahun 1999. pada pasal 85 disinggung beberapa jenis sanksi yang bisa dikaitkan dengan pelanggaran kode etik. kejujuran dari penyandang profesi itu sendiri. 9. 2) 3) Undang-Undang Nomor: 18 Tahun 2003. Kode etik oleh Edgar Bodenheimer dapat dikelompokkan kedalam jenis aturan yang disebut autonomic legislation. kode etik dapat saja secara diam-diam diadopsi menjadi salah satu jenis sumber formal hukum. melarang pelaku usaha periklanan memproduksi iklan yang melanggar etika dan/atau ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.3. Biasanya kode etik tidak pernah dianggap sebagai bagian dari hukum positif suatu negara.

Selain unsur pembeda antara profesi pada umumnya dan profesi luhur dari segi pengabdiannya, terdapat unsur lain yang membedakannya, yaitu ikatan hukum antara penyandang profesi dengan pihak yang dilayani. Hubungan keperdataan yang terjadi terhadap profesi pada umunya dengan yang dilayani merupakan perikatan yang menjanjikan suatu hasil (resultaatsverbintenis), sedangkan perikatan hukum antara profesi luhur dengan yang dilayani adalah perikatan yang menjanjikan usaha (inspanningsverbitenis). Profesi yang terikat dalam hubungan hukum yang menjanjikan usaha dituntut memiliki landasan intelektual dan standar kualifikasi serta moral yang lebih tinggi, sehingga Penghargaan yang diberikan oleh masyarakat tentunya lebih tinggi. Sebagai suatu gambaran dapat diamati pada hubungan antara Advokat dan klien idealnya menggunakan perikatan model menjanjikan suatu usaha dalam hal Advokat menjanjikan keberhasilan maka merupakan pelanggaran terhadap kode etika. Advokat tersebut baik sadar atau tidak sadar telah merendahkan profesi luhur yang seharusnya dijunjung tinggi. 10. PENGAWASAN SERTA PENINDAKAN ORGANISASI YANG PROFESI TERHADAP PENYANDANG PROFESI

MELANGGAR KODE ETIK. Organisasi merupakan kelompok dari sebagian masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama serta berinteraksi sosial dalam organisasi dengan didukung oleh perangkat aturan demi kepentingan organisasi maupun kepentingan masyarakat. Pendapat serupa juga dikemukakan Max Weber yang dikutip oleh Miftah Thoha sebagai berikut: organisasi atau kelompok kerja sama merupakan suatu hubungan sosial yang dihubungkan dan dibatasi oleh aturan-aturan. Aturanaturan ini sejauh mungkin dapat memaksa seseorang untuk

melakukan kerja sebagai suatu fungsi yang ajek, baik dilakukan oleh pimpinan maupun oleh pegawai-pegawai administrasinya. Aspek dari pengertian dimaksud oleh Max Weber ialah bahwa suatu organisasi atau kelompok kerja sama ini mempunyai unsur kekayaan sebagai berikut. Organisasi merupakan tata hubungan sosial, dalam hal ini seorang individu melakukan proses interaksi sesamanya didalam organisasi tersebut.
1.

Organisasi

mempunyai

batas-batas

tertentu

(boundaries) sehingga seseorang yang melakukan hubungan interaksi dengan lainnya tidak atas kemauan sendiri. Mereka dibatasi oleh aturan-aturan tertentu; 2. Organisasi merupakan suatu kumpulan tata aturan, yang bisa membedakan suatu organisasi dengan kumpulankumpulan kemasyarakatan. Tata aturan ini menyusun proses interaksi diantara orang-orang yang bekerja sama didalamnya sehingga interaksi tersebut tidak muncul begitu saja;
3.

Organisasi merupakan suatu kerangka hubungan

yang berstruktur didalamnya berisi wewenang, tanggung jawab, dan pembagian kerja untuk menjalankan sesuatu fungsi tertentu. Istilah lain dari unsur ini ialah terdapatnya hierarki (hierachy). Konsekuensi dari adanya hierarki ini bahwa didalam organisasi ada pimpinan atau kepala dan bawahan atau staf. Pendapat Max Weber lebih condong kearah interaksi, struktur organisasi, serta pentingnya aturan dalam organisasi, sedangkan Kelompok masyarakat tidak akan membentuk suatu organisasi tanpa adanya kehendak yang sama serta yang terpenting mempunyai tujuan

organisasi yang akan dicapai demi kepentingan bersama yang juga merupakan kepentingan anggota juga, bahkan yang dikatakan sebagai tujuan organisasi merupakan motivasi awal terbentuknya suatu organisasi, sedangkan Amitai Etziomi yang dikutip oleh Miftah Thoha mengemukakan bahwa: organisasi sebagai pengelompokan orang-orang yang sengaja disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Kelompok semacam ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.

mempunyai pembagian kerja, kekuasaan, dan

pertanggungan jawab yang dikomunikasikan. Pembagian ini tidaklah dikomunikasikan. Pembagian ini tidak dilakukan secara acak (random) melainkan sengaja dilakukan untuk meningkatkan usaha mencapai tujuan tertentu; 2. adanya satu atau lebih pusat kekuasaan yang dapat dipergunakan untuk mengendalikan usaha-usaha organisasi yang telah direncanakan dan yang dapat diarahkan untuk mencapai tujuan. Pusat kekuasaan ini juga harus dapat dipergunakan untuk menilai kembali secara ajek pelaksanaan organisasi, dan menyempurnakan struktur yang dianggap perlu untuk meningkatkan efisiensi; dan 3. adanya suatu pergantian kepegawaian, misalnya seseorang yang cara kerjanya tidak memuaskan dapat dipindahkan dan diganti oleh orang lain. Dalam organisasi juga dapat dilakukan usaha memadukan kembali kegiatan kepegawaian dengan cara pemindahan atau promosi. Pelaksanaan organisasi baik struktur maupun sistem kerja organisasi diarahkan pada tujuan organisasi yang merupakan kehendak dari para

Tujuan dari organisasi sebagai suatu patokan dasar justru dapat membaca itikad dari suatu organisasi baik terhadap anggota organisasi. sehingga pendapat ini lebih melihat pada cita-cita sebagai realita dari suatu organisasi. mempunyai gambaran prospek yang jelas. Peran organisasi dengan patokan yang jelas memberikan kesempatan luas yang terkondisi positif untuk mencapai tujuan yang dapat mengcover kehendak masyarakat maupun kehendak anggota.anggotanya. adanya batas-batas yang jelas. akan lebih jelas persoalannya bahwa organisasi itu bagaimanapun adanya. Tujuan yang khusus merupakan pengendali suatu organisasi tidak melenceng dari cita-cita organisasi sehingga diharapkan organisasi dapat terfokus pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. 2. sesama organisasi. Perbedaan gambaran itu meliputi hal-hal antara lain: 1. dan adanya suatu sistem insentif yang mampu mendorong berbagai tipe partisipasi dalam usaha bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. 4. adanya jenjang otoritas. 3. adanya suatu sistem komunikasi. adanya aturan-aturan yang normatif. Tujuan organisasi dapat terwujud apabila didukung oleh seperangkat sistem yang . masyarakat maupun negara. Lebih lanjut Richard scott yang dikutip oleh Miftah Thoha mengemukakan organisasi sebagai tujuan khusus dalam hal-hal sebagai berikut: organisasi itu sebagai suatu kolektivitas yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus tertentu sedikit banyak didasarkan pada asas kelangsungan. dan berbeda dari sekedar khususnya tujuan atau kelangsungan aktivitas. 5.

Padahal kajian ini pasti akan lebih menarik jika dibentangkan bersama contoh kasus nyata yang dihadapi para fungsionaris hukum kita. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Shidarta sebagai berikut: secara jujur harus diakui. Anggota dari suatu organisasi dapat pindah ke organisasi lain apabila akan dijatuhi sanksi dari organisasinya. karena mendapat pengaruh dari fungsi profesi berdasarkan kondisi jaman yang tidak lain memiliki perbedaan atas kebutuhan masyarakat atas fungsi profesi itu sendiri.didalamnya terdapat aturan atau batasan yang jelas bagi organisasi baik secara umum maupun khusus bagi anggotannya. Kondisi demikian menyebabkan bahan kajian etika profesi hukum di Indonesia menjadi sangat kering dan berhenti pada ketentuan-ketentuan normatif yang abstrak. bahwa pengembangan etika profesi hukum di Indonesia kurang berjalan dengan baik dalam dunia hukum kita. sehingga penegakan etika profesi hanya sebagai wacana ataupun cita-cita dari organisasi profesi. Banyak pelanggaran etika profesi yang tidak mendapat penyelesaian secara tuntas. bahkan terkesan didiamkan. Lembaga semacam Dewan atau Majelis Pertimbangan Profesi yang bertugas menilai pelanggaran etika masih belum berwibawa dimata para anggotanya. Terbentuknya beberapa Organisasi profesi hukum menimbulkan dilema dalam penegakan etika profesi. akan tetapi letak perbedaan pada tujuan dari suatu organisasi terpengaruh oleh latar belakang dari sejarah perkembangannya. Munculnya berbagai organisasi profesi sejenis dengan Kode Etiknya sendiri- . karena setiap organisasi profesi memiliki Kode Etik masing-masing. Kriteria dari suatu organisasi secara umum memiliki kesamaan dengan organisasi profesi.

semakin mengurangi nilai kajian ini dimata orang-orang yang mempelajari etika profesi hukum. Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Abdulkadir Muhammad bahwa: sama halnya dengan penegakan hukum adalah penegakan Kode Etik. Kajian terhadap efektifitas hukum ataupun etika profesi tidak dapat dicermati dari nilai yang ada. karena Kode Etik adalah bagian dari hukum positif. mengawasi pelaksanaannya supaya tidak terjadi pelanggaran.sendiri. Penegakan Kode Etik adalah usaha melaksanakan Kode Etik sebagaimana mestinya. dan jika terjadi pelanggaran memulihkan Kode Etik yang dilanggar itu supaya ditegakkan kembali. Sebagai konsekuensi penegakan Kode Etik maka organisasi profesi memiliki perangkat Pengawas guna mengawasi keseharian profesi/profesi hukum dalam menjalankan tugasnya. maka norma-norma penegakan hukum Undang-undang juga berlaku pada penegakan Kode Etik. organisasi profesi ini merupakan wadah untuk mengembangkan . Pendapat serupa juga dikemukakan oleh Liliana Tedjosaputro sebagai berikut: organisasi profesi merupakan unsur pendukung bagi suatu profesi. bahkan dengan ditegakkannya Kode Etik maka berarti telah menegakkan hukum karena Kode Etik sebagai bagian dari hukum positif. Penegakan Kode Etik serupa dengan penegakan terhadap hukum positif. Anggota Organisasi profesi/profesi hukum wajib mematuhi Kode Etik layaknya mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. akan tetapi harus disertai gambaran riel yang terjadi dimasyarakat. serta Dewan Kehormatan dalam memeriksa dan mengadili profesi/profesi hukum yang melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik.

Nilai objektif tersebut memang tidak dapat dipisahkan dari subyek yang memberikan penilaian. Subyek ini dapat berupa individu. Sesuai pula dengan yang dikemukakan oleh Shidarta sebagai berikut: nilai tidak lain adalah kualitas dari sesuatu. Penjatuhan sanksi yang objektif merupakan suatu harapan demi tegaknya etika profesi sekaligus merupakan pelindung bagi para anggotanya dan memiliki kewibawaan dimata masyarakat. atau universal. Organisasi profesi yang solid akan memberikan kewibawaan yang tinggi bagi para anggotanya dan dimata anggota masyarakat dan juga Pemerintah. serta tempat untuk menyelesaikan permasalahan profesi. Apabila kualitas tersebut dilihat dari kondisi sebenarnya maka nilai demikian disebut nilai objektif. tukar menukar informasi dan perlindungan dikalangan anggotanya. Apabila ada pelanggaran. kelompok masyarakat. Organisasi profesi yang solid akan memberikan rasa nyaman dan perlindungan bagi anggotanya. Nilai yang diberikan oleh subyek disebut nilai subyektif dan pada umumnya nilai memang bersifat subyektif karena subyeklah yang . Pengertian objektif itu sendiri memiliki makna yang dapat diperdebatkan. suatu bangsa. mengingat yang ditegakkan adalah etika yang merupakan sekumpulan nilai sehingga penegakannya tidak dapat lepas dari subyek yang menilai. penjatuhan sanksi yang objektif diterima dengan lapang dada oleh anggota yang melanggar Kode Etiknya. Sesuatu yang dimaksud disini adalah sesuatu obyek yang tertentu. tempat untuk bertukar pikiran. Bahkan organisasi profesi bertanggung jawab adanya penyalahgunaan tanggung jawab profesi yang terjadi dikalangan profesi dan juga penjatuhan sanksi akibat adanya pelanggaran profesi.dan memajukan profesi.

tetapi dalam prakteknya sangat sulit untuk menentukan mana nilai objektif dan subyektif. Secara teoritis kedua macam nilai ini dapat dibedakan. yang dijelaskan oleh Suhrawardi K. itulah sebabnya ada pendapat yang mengatakan bahwa nilai itu senantiasa bersifat subyektif. kebiasaan. akan tetapi dimulai dari sosialisasi kepada anggotanya dalam setiap rapat organisasi mengenai tujuan pokok rumusan etika. Walaupun kriteria nilai objektif adalah dilihat dari obyeknya. dan semakin banyak subyek yang memberikan nilai yang sama pada suatu obyek. Pembahasan dan penilaian bersama menimbulkan anggota organisasi dapat menerima sanksi pelanggaran secara lapang dada karena anggota telah menyadari atas resiko terhadap pelanggaran yang telah diperbuat. karenanya suatu nilai dapat menjadi objektif harus melalui proses yang objektif pula dan dalam organisasi dapat diwujudkan dalam bentuk penilaian anggota atas suatu obyek agar dapat bersifat objektif. Pembahasan dari para anggota atas proses penegakan Kode Etik sangat berpengaruh dalam menegakkan etika profesi. maka dikatakan semakin bernilai objektiflah obyek yang bersangkutan. kebudayaan dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negara dengan negara tertentu tidak .memberikan keputusan tentang nilai itu.Lubis sebagai berikut: namun demikian dapat diutarakan bahwa prinsip-prinsip yang umum dirumuskan dalam suatu profesi akan berbeda-beda satu sama lain. namun tetap saja yang menentukan nilai dari obyek itu adalah si subyek. Hal ini dapat terjadi disebabkan perbedaan. Nilai objektif dan subjektif saling bertaut sehingga sulit dipisahkan. adat-istiadat. Penegakan terhadap Kode Etik bukan saja melalui sanksi terhadap anggotanya.

standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab kepada klien. dan 5. 4. Standar standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas. lembaga (institution). sehingga layaknya Kode Etik sebagai suatu Undang-undang. Adapun yang menjadikan tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam Kode Etik profesi adalah: 1. Pengertian pelanggaran terhadap Kode Etik memiliki makna yang luas. Tujuan dari rumusan etika harus disadari oleh anggota profesi sebagai suatu kepentingan bersama bahkan sebagai kepentingan person profesi dalam memberikan arah serta standar dalam melaksanakan profesinya. Dengan demikian. standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu. standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati Kitab Undang-undang etika (Kode Etik) profesi dalam pelayanannya. standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaannya. 2. 3.sama. dan masyarakat pada umumnya. standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi. karena pelanggaran dimaksud juga merupakan pelanggaran terhadap hukum. sedangkan pengertian pelanggaran terhadap hukum .

yaitu: 1. Kode Etik juga mengandung dalam falsafah hukum. 4. pada umumnya mengandung hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi para profesionalis. Kredibilitas profesi Advokat dimasyarakat bukan semata-mata demi kepentingan Advokat. Sesuai yang dikemukakan oleh Oemar Seno Adji bahwa: Kode Etik sebagai wadah peraturan-peraturan perilaku yang disepakati bersama oleh masyarakat profesi. Sedemikian pentingnya Kode Etik harus ditegakkan serupa hukum positif mengingat keberadaan Kode Etik sebagai hukum khusus yang terkait dengan kepentingan publik. dilayani. akan tetapi mempunyai fungsi penting di dalam masyarakat profesi. 3. kewajiban-kewajiban pada umum. dan kewajiban terhadap orang ataupun profesi yang . tempat Kode Etik itu adalah dalam perangkat hukum khusus yang memang mempunyai karakteristik khusus. Hal serupa juga dikemukakan oleh Todung Mulya Lubis sebagai berikut: “dengan demikian. apa yang dikualifisir sebagai normatieve etiek. Sebagai normatieve etiek. karena rasa hormat terhadap etika profesi inilah yang memelihara kredibilitas profesi itu dimata masyarakat”. tetapi harus dikembalikan pada tujuan keberadaan Advokat yang terdiri dari berbagai kepentingan dan hal tersebut dapat ditelaah dari sifat pemberlakuan Kode Etik. kewajiban pada diri sendiri. umumnya dapat dikatakan bahwa Kode Etik mengandung ketentuan-ketentuan yang bersifat gesinnung. ketentuan-ketentuan mengenai kerekanan.juga merupakan pelanggaran terhadap Kode Etik. 2.

Kode Etik profesi hukum tidak ditegakkan dengan menggunakan mekanisme atau prosedur dan sanksi yang telah diatur dalam Kode Etik yang bersangkutan. Penegakan tanpa diimbangi oleh faktor pendukung yang lain menimbulkan kelemahan hukum yang justru dapat dimanfaatkan demi kepentingan mengelabui Kode Etik itu sendiri. maka Hadi Herdiansyah dan rekan mengutip dari B. sistem pengawasan dan penindakan. karena pemahaman dan penegakannya belum cukup lengkap dan jelas. sikap melindungi penghayatan yang keliru terhadap pengertian solidaritas dan . rendah.Arief Sidharta menyatakan sebagai berikut: faktor lemahnya pelaksanaan dan penegakan Kode Etik profesi hukum antara lain adalah: 1. tingkat responsivitas lembaga-lembaga yang bertugas menegakkan Kode Etik pada umumnya masih substansi Kode Etik. 3. dalam praktek. Seperti sikap ewuh pakewuh.Luasnya cakupan Kode Etik memerlukan perhatian khusus tidak saja terhadap penegakannya. sejawat moralitas. 4. sanksi dan aturan prosedural faktor kultural yang kurang mendukung kultur secara berlebihan. Berkaitan dengan penegakan Kode Etik. akan tetapi juga terhadap materi. banyak pengemban profesi hukum dan masyarakat pada umumnya tidak mengetahui dan memahami secara baik dan lengkap tentang substansi dan prosedur yang diatur dalam Kode Etik profesi hukum. 5. 2. kelembagaan.

hal tersebut sebagai dasar bagi penegak hukum untuk menegakkan supremasi hukum. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Shidarta sebagai berikut: organisasi profesi merupakan wadah penting untuk pembinaan profesi. maka peran organisasi profesi makin luas demi kepentingan umum. pada perkembangan dunia ilmu pengetahuan yang makin modern. dan sebagainya. sistem nilai ini mengejawantah sebagai budaya (kultur) profesi.6. penyandang profesi adalah pendukung kebudayaan. Sistem nilai ini juga tercermin dari Kode Etik profesi. yakni masyarakat atau komunitas profesi. 7. anggaran dasar. dan Tingkat konsistensi lembaga dalam menjatuhkan Karakter organisasi profesi hukum yang tertutup eksklusif menyebabkan sempitnya kesempatan sanksi kepada pelanggar Kode Etik masih rendah. Setiap profesi selalu didukung oleh sistem nilai yang dituangkan dalam standar kualifikasi dan kompetensi dari penyandang profesi ini. Pengawasan dalam pelaksanaannya dilakukan oleh Komisi Pengawas merupakan bentuk penegakan hukum terhadap penegak hukum. Dengan kata lain. dan masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan terhadap profesi hukum yang menyebabkan partisipasi masyarakat menjadi rendah. Pembinaan ini terutama ditujukan kepada manusia-manusia yang menyandang profesi tersebut. dan anggaran rumah tangga organisasi profesi. Sistem nilai tersebut juga hadir dalam praktek keseharian yang dilakukan dalam hubungan antara para penyandang profesi dengan para pengguna jasa mereka. . atau sebaliknya.

dengan kata lain meskipun anggaran dasar. pengawasan maupun penindakan terhadap anggotanya. Organisasi merupakan manajemen yang tentunya dikelola oleh pengurus. anggaran rumah tangga maupun Kode Etik sudah sesuai dengan ketentuan yang ada tanpa didukung oleh manajemen yang profesional maka organisasi tidak akan mampu melakukan pembinaan. Manajemen ini bisa diartikan sebagai seperangkat kegiatan atau suatu proses untuk mengoordinasikan dan mengintegrasikan penggunaan sumber-sumber daya dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi melalui orang-orang. Organisasi profesi dapat berperan sesuai dengan yang diharapkan. akan tetapi juga dibutuhkan fungsi pembinaan bagi para anggotanya dengan tujuan efektifitas dilaksanakannya etika profesi. . Besesuaian dengan pendapat Shrode dan Voich. Pembinaan yang dilakukan oleh organisasi profesi diharapkan dapat meminimalkan pelanggaran etika dalam organisasi ataupun anggota organisasi. teknik-teknik dan informasi dan dijalankan dalam kerangka suatu struktur organisasi. bahkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi harus tertata dengan baik serta sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan. maka suatu hal yang pokok adalah bagaimana organisasi itu akan “dibuat berjalan”.Peran organisasi profesi tidak hanya pengawasan dan penindakan. selanjutnya baru dapat mengatur anggotanya. yang dikutip oleh Abdul Wahid dan Anang Sulistyono sebagai berikut: apabila kita sudah mulai berbicara mengenai organisasi. Proses ini tidak lain merupakan kegiatan manajemen. apabila sistem dalam organisai profesi tertata dengan baik sehingga mekanisme organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.

yaitu disatu sisi. Organisasi profesi memiliki tantangan yang berat terhadap penindakan atas penyalahgunaan profesi oleh anggota sejawat demi terwujudnya profesionalisme dalam penerapannya. 11. Terjadinya penyalahgunaan profesi hukum tersebut disebabkan adanya faktor kepentingan. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Supriadi bahwa: dalam kenyataannya. dan disisi lain. Sumaryono mengatakan bahwa penyalahgunaan dapat terjadi karena adanya persaingan individu profesional hukum atau tidak adanya disiplin diri. Dalam profesi hukum dapat dilihat dua hal yang sering berkontradiksi satu sama lain.Pendapat tersebut menempatkan orang-orang guna mencapai tujuan organisasi. praktek pengembalaan hukum yang berada jauh dibawah cita-cita tersebut. Tantangan organisasi profesi bukan hanya penindakan penyalahgunaan profesi. Kualitas pengurus organisasi memegang peranan penting baik dari segi keilmuan maupun dari segi moralitas serta komitmen yang tinggi terhadap organisasi itu sendiri. karena suatu sistem manajemen pelaksanaannya dilakukan oleh pengurus. akan tetapi dituntut mampu mengawasi kinerja profesi agar tidak melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik profesi. . Klien kadangkala tidak segan-segan menawarkan bayaran yang menggiurkan baik kepada penasihat hukum ataupun Hakim yang memeriksa perkara. penyalahgunaan profesi hukum terjadi karena desakan pihak klien yang menginginkan perkaranya cepat selesai dan tentunya ingin menang.ditengah-tengah masyarakat sering terjadi penyalahgunaan profesi hukum oleh anggotanya sendiri. Selain itu.PERIKATAN DALAM HUBUNGAN HUKUM PROFESI. citacita etika yang terlalu tinggi.

tentang bagaimana menyelesaikan atau menangani posisi hukum klien sesuai ketentuan hukum yang berlaku.Hubungan hukum profesi antara penyandang profesi dengan pengguna jasa profesi dalam ranah hukum keperdataan. setelah klien merasa penyandang profesi hukum dalam hal ini notaris atau advokat dianggap mampu dan sesuai yang diharapkan maka terwujudlah suatu bentuk perjanjian baik lisan maupun tertulis. Perjanjian untuk dapat menimbulkan perikatan harus memenuhi syarat sahnya perjanjian sesuai ketentuan pasal 1320 BW yang berbunyi sebagai berikut: 1. baik karena undang-undang. selanjutnya pasal 1234 BW menyatakan tiap-tiap perikatan adalah untuk memberikan sesuatu. atau untuk tidak berbuat sesuatu. sepakat mereka untuk mengikatkan dirinya. kecakapan untuk membuat suatu perikatan. Hubungan hukum terwujud setelah ada kesepakatan antara penyandang profesi dengan klien. penyandang profesi luhur memiliki perbedaan. Ketentuan pasal 1320 BW setelah terpenuhi maka berlakulah Pacta Sunt Servanda yaitu semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. untuk berbuat sesuatu. suatu hal tertentu. Pada Perjanjian pekerjaan pada umumnya kedua belah pihak dapat mengajukan tuntutan prestasi baik terhadap pelaksanaan pekerjaan . 4. 2. suatu sebab yang halal. 3. Perikatan yang dilakukan antara pekerjaan pada umumnya. penyandang profesi. Perjanjian menimbulkan perikatan sesuai pasal 1233 Burgerlijk Wetboek yang mengatur tiap-tiap perikatan dilahirkan baik karena persetujuan.

akan tetapi penyandang profesi apabila berkeyakinan akan keberhasilan masih dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan. Bahkan terdapat ahli hukum Belanda Paul Scholten menyatakan kegiatan menemukan hukum (rechtsvinding) adalah seni. Prestasi utama yang harus direalisasikan oleh penyandang profesi berkaitan dengan kemampuan intelektual guna menyelesaikan permasalahan hukum yang ada. Perjanjian atau hubungan hukum pada penyandang profesi dengan pengguna profesi meskipun tetap menggunakan asas kebebasan berkontrak akan tetapi dibatasi oleh kode etik masing-masing profesi. namun seni dalam penemuan hukum tidak diartikan ketrampilan atau teknik melainkan suatu bentuk pemberian bentuk pada gambaran- . Hubungan hukum yang terjadi antara penyandang profesi dan pengguna jasa dibedakan menjadi dua model perikatan (verbintenis) yang terdiri dari. Profesi luhur menggunakan perikatan yang menjanjikan suatu usaha sehingga dituntut memiliki landasan intelektual dan standar kualifikasi yang lebih tinggi dan sudah sepatutnya mendapat penghargaan lebih tinggi dari masyarakat. Pengguna jasa profesi tidak dapat menuntut jaminan keberhasilan. mengingat asas kebebasan berkontrak tetap tidak diperkenankan untuk melanggar ketentuan hukum. sedangkan hukum sendiri bersifat abstrak. Beliau sangat menekankan arti penting dari seni dalam penemuan hukum. oleh karenanya penyandang profesi merupakan profesi kepercayaan. perikatan yang menjanjikan suatu hasil (resultaatsverbintenis) dan perikatan yang menjanjikan suatu usaha (inspanningsverbintenis).maupun hasil kerja dari pihak dalam perjanjian sesuai dengan asas kebebasan berkontrak.

11) PENGADUAN.gambaran yang kabur. 21) KODE ETIK&DEWAN KEHORMATAN. 9) PELAKSANAAN KODE ETIK. 20) KETENTUAN LAIN TENTANG DEWAN KEHORMATAN. 2. 12.------------officium nobile perlindungan hukum anggota. 13) PEMERIKSAAN TINGKAT PERTAMA OLEH DEWAN KEHORMATAN CABANG/DAERAH. 1. Metode interpertasi : gramatikal. 3) KEPRIBADIAN ADVOKAT. 10) DEWAN KEHORMATAN (KETENTUAN UMUM). membebankan kewajiban. 23) PENUTUP.--------officium nobile . 5) HUBUNGAN DENGAN TEMAN SEJAWAT. 12) TATA CARA PENGADUAN. historis. 8) KETENTUAN-KETENTUAN LAIN TENTANG KODE ETIK. Penciptaan bentuk hukum seperti ini merupakan seni.PEMBUKAAN: Tujuan kode etik Advokat: 1. 14) SIDANG DEWAN KEHORMATAN CABANG/DAERAH. 7) CARA BERTINDAK MENANGANI PERKARA. 16) SANKSI-SANKSI. 2) KETENTUAN UMUM. 6) TENTANG SEJAWAT ASING. 15) CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN. 18) PEMERIKSAAN TINGKAT BANDING DEWAN KEHORMATAN PUSAT.KODE ETIK ADVOKAT Kode etik Advokat Indonesia terdiri dari: 1) PEMBUKAAN. 19) KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN. otentik. 22) ATURAN PERALIHAN. 4) HUBUNGAN DENGAN KLIEN. yaitu membuat sesuatu (fakta konkret) mengkristalisasi menjadi hukum. 17) PENYAMPAIAN SALINAN KEPUTUSAN.

--. Advokat memiliki kebebasan sesuai kode etik dan UU RI nomor: 18 tahun 2003. b. Pasal 15. kejujuran.nasihat & penyelesaian kasus klien dengan baik. menjaga citra dan martabat kehormatan profesi. kerahasiaan. Kebebasan Advokat berdasarkan: 1) 2) 1) 2) 3) 4) 1) 2) 3) kehormatan Advokat.klien. keterbukaan.Advokat (profesi terhormat) dilindungi: 1) 2) 3) Hukum. Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya didalam sidang Pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan. undang-undang. kemandirian. --. kode etik. kepribadian Advokat.fakta yuridis & penegakan hukum Advokat (penegak hukum) berpegang teguh: Kewajiban Advokat: . tentang Advokat pasal 14 yang mengatur. Advokat bebas dalam menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundang-undangan (lihat penjelasannya). setia dan menjunjung tinggi kode etik dan sumpah profesi jujur dan bertanggung jawab kepada: a.Pengadilan.

KETENTUAN UMUM Advokat --.(pasal 1ayat 1 dan 2).penegakan hukum --.c.--.jasa hukum ---. harus saling menghargai juga terhadap teman sejawat. Honorarium (pasal 1 (7) UU tentang Advokat) : 1) 2) 3) 4) imbalan jasa.penegak hukum --. pihak yang berpraktek sebagai Advokat.KEPRIBADIAN ADVOKAT. Klien (pasal 1 (3) UU tentang Advokat): 1) 2) 3) 1) 2) 1) 2) orang.imunitas.terutama dirinya sendiri.kesejahteraan. lembaga lain. 2. diluar Pengadilan. 3. badan hukum. d. pembayaran. 26(4) UU menerima dan memeriksa pengaduan (ps 26(5) UU tentang Teman sejawat : Dewan Kehormatan: tentang Advokat).negara atau masyarakat. Advokat sebagai penegak hukum (ps 5(1) UU tentang Advokat) sejajar dengan instansi penegak hukum lain. Advokat --. mengawasi pelaksanaan kode etik Advokat (ps 13(1). teman sejawat asing (pasal 1(8) UU tentang Advokat) .didalam Pengadilan. Advokat) . kesepakatan. --.WNI harus berkepribadian: . perjanjian.

Alasan penolakan nasihat dan bantuan hukum Advokat: Advokat dilarang menolak nasihat dan bantuan hukum dengan alasan (pasal 18 (1) UU tentang Advokat): 1) 2) 3) 4) 1) 2) 1) 2) 3) 4) perbedaan agama. imbalan materi bukan tujuan utama. bertentangan dengan hati nurani. menjunjung tinggi hukum. menjunjung tinggi UUD RI. perbedaan politik. perbedaan kepercayaan. mengutamakan tegaknya hukum. memelihara rasa solidaritas diantara teman sejawat. memperjuangkan HAM. luhur dan mulia. menjunjung tinggi kode etik Advokat serta sumpah jabatannya.1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 1) 2) bertakwa kepada Tuhan YME. . perbedaan kedudukan sosial. memberi bantuan hukum dan pembelaan hukum kepada teman Tujuan Advokat (bagian b menimbang UU tentang Advokat): Beberapa hal yang wajib diperhatikan Advokat: sejawat dalamperkara pidana. jujur mempertahankan keadilan dan kebenaran. tidak sesuai dengan keahliannya. bebas dan mandiri. kebenaran dan keadilan. moral yang tinggi. satria.

harus menolak perkara yang tidak ada dasar hukum. honorarium sesuai kemampuan klien.5) 6) 7) 8) tidak diperkenankan melakukan pekerjaan lain yang dapat menjunjung tinggi sebagai profesi terhormat. memberi keterangan yang sebenarnya sesuai ketentuan hukum yang tidak menjamin perkara pasti menang. derajat dan martabat Advokat. menjaga rahasia jabatan. tidak membebani biaya yang tidak perlu. saling mempercayai. sopan terhadap semua pihak dengan mempertahankan hak dan apabila diangkat sebagai pejabat negara tidak diperkenankan merugikan kebebasan. martabat Advokat. klien. menghargai. 5. 11) hak retensi sepanjang tidak merugikan kepentingan klien.HUBUNGAN DENGAN TEMAN SEJAWAT 1) 2) saling menghormati. . perkara cuma-cuma juga harus diperhatikan.HUBUNGAN DENGAN KLIEN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) utamakan jalan damai. 4. dalam sidang Pengadilan tidak menggunakan kata tidak sopan baik lisan atau tertulis. tidak melepaskan tugas pada saat posisi tidak menguntungkan pengurusan kepentingan bersama dua pihak atau lebih harus berlaku. 10) mengundurkan diri. praktek sebagai Advokat.

15 UU tentang Advokat) . pihak lawan atau oleh jaksa Penuntut Umum. 7. penanganan perkara maka hubungannya hanya boleh melalui advokat tersebut. 6. jaksa Penuntut Umum.CARA BERTINDAKMENANGANI PERKARA 1) 2) 3) 4) 5) 6) Surat Advokat kepada teman sejawat dapat ditunjukkan kepada isi pembicaraan atau korespondensi upaya damai antar Advokat perkara perdata.SEJAWAT ASING wajib tunduk pada kode etik Advokat Indonesia. tidak dipergunakan sebagai bukti di Pengadilan. menghubungi Hakim harus bersama-sama dengan Perkara pidana. 7) imunitas hukum dalam sidang pengadilan (pasal 14. Advokat pihak lawan. serta Advokat berkewajiban mengingatkan klien untuk memenuhi kewajiban terhadap Advokat semula. kecuali surat dibubuhi catatan Sans Prejudice. menghubungi Hakim harus bersama-sama dengan Advokat tidak mengajari dan mempengaruhi saksi yang diajukan Advokat mengetahui seseorang menunjuk Advokat dalam Hakim. mengganti Advokat dengan pencabutan surat kuasa Advokat semula Kehormatan tidak melalui media masa atau cara lain.3) 4) 5) keberatan terhadap tindakan teman sejawat diajukan ke Dewan tidak merebut klien. 6) Advokat semula wajib memberi/menyerahkan semua surat dan keterangan berkaitan dengan perkara.

kepada klien. 8. 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) dilarang memasang iklan semata-mata mencari perhatian orang Kantor Advokat dan cabangnya tidak diadakan ditempat yang tidak mencantumkan yang bukan Advokat sebagai Advokat dipapan tidak mengijinkan karyawan yang tidak berkualifikasi untuk tidak mencari publisitas di media masa. diperiksa Pengadilan tempat terakhir Pengadilan selama tiga tahun. nama atau memperkenalkan sebagai Advokat.8) 9) Advokat wajib memberi bantuan hukum cuma-cuma (pasal 1 (9) Advokat wajib menyampaikan pemberitahuan putusan Pengadilan UU tentang Advokat). pengawasan dan pelaksanaan kode etik oleh Dewan kehormatan. penanganan perkara dengan kliennya.DEWAN KEHORMATAN (KETENTUAN UMUM) .13). 9. merugikan kedudukan dan martabat Advokat. Pengawasan berdasarkan uu tentang advokat oleh organisasi Advokat dan komisi pengawas (ps 12.PELAKSANAAN KODE ETIK 1) 2) Advokat wajib tunduk pada kode etik.KETENTUAN-KETENTUAN LAIN TENTANG KODE ETIK 1) Advokat profesi mulia dan terhormat (officium nobile) selaku penegak hukum sejajar Jaksa dan Hakim dilindungi hukum. 10. mengurus perkara atau nasihat hukum. Advokat dapat mengundurkan diri bila timbul perbedaan cara Advokat mantan hakim atau panitera tidak menangani perkara yang serta papan nama dengan ukuran dan bentuk yang berlebih-lebihan. undangundang dan kode etik.

pengadu/teradu ? 11. PENGADUAN Pengaaduan diajukan oleh pihak yang berkepentingan dan merasa dirugikan yaitu: a) b) c) klien. pejabat pemerintahan. Dewan Pimpinan pusat/Cabang/Daerah organisasi profesi dimana d) e) teradu menjadi anggota baik untuk kepentingan organisasi atau untuk kepentingan umum. 13.PEMERIKSAAN 1) KEHORMATAN CABANG/DAERAH Dewan Kehormatan menerima pengaduan tertulis disertai bukti. kemudian menyampaikan kepada teradu paling lambat 14 hari. DPP.1) memeriksa dan mengadili perkara pelanggaran kode etik melalui tingkat Dewan Kehormatan Cabang/Daerah (tingkat pertama) dan tingkat pusat sebagai tingkat terakhir. 12.TATA CARA PENGADUAN 1) 2) Pengaduan secara tertulis dengan alasannya. . teman sejawat Advokat. 3) 4) DPC menerima pengaduan akan diserahkan kepada DPC yang pengaduan disampaikan Ke Dewan kehormatan Pusat maka akan TINGKAT PERTAMA OLEH DEWAN berwenang. suatu tempat tidak terdapat dewan Kehormatan Cabang maka aduan disampaikan pada cabang yang terdekat atau Dewan Kehormatan Pusat dimana teradu menjadi anggota. anggota masyarakat. 2) beban biaya oleh DPC. diteruskan Ke Dewan Kehormatan Cabang/Daerah yang berwenang.

Jawaban yang diadukan diterima maka menetapkan hari sidang pengadu dan teradu harus hadir sendiri. CATATAN: pelanggaran kode etik yang bersifat pidana apabila telah diputus peradilan umum maka sudah pasti salah dimana efektivitas Dewan Kehormatan. serta berhak mengajukan saksi dan bukti. 3) 4) 5) 6) tidak ada jawaban dapat diputus tanpa kehadiran kedua belah pihak. pemeriksaan. salah satu ketu majelis (jumlah ganjil). 14.SIDANG DEWAN KEHORMATAN CABANG/DAERAH 1) Majelis Dewan Kehormatan Cabang/daerah sekurang-kurangnya tiga orang anggota. SIDANG PERTAMA SALAH SATU PIHAK TIDAK HADIR : 1) penundaan sidang 14 hari. dapat didampingi penasehat sidang pertama Dewan Kehormatan menjelaskan tata cara dengan panggilan secara patut (3hari). pemeriksaan tanpa hadir teradu dan diputuskan. upaya perdamaian untuk yang bersifat perdata selanjutnya kedua belah pihak mengemukakan alasan pengaduan dan pembelaan serta saurat bukti dan saksi akan diperiksa. . bila tidak memberi jawaban maka DPC/D menyampaikan pemberitahuan kedua dengan peringatan apabila dalam waktu 14 hari sejak tanggal surat peringatan tidak memberi jawaban dianggap melepaskan hak jawabnya.2) Paling lambat 21 hari teradu memberi jawaban tertulis disertai bukti surat. pengadu tidak hadir aduan gugur dan tidak dapat mengajukan lagi untuk hal yang sama kecuali dianggap berkaitan dengan kepentingan organisasi atau umum. 2) teradu 2 kali tidak hadir.

15. c. berhalangan disebut dalam keputusan. keberatan. mengulangi peringatan keras). keputusan sidang terbuka.menerima pengaduan dari pengadu dan mengadili serta menjatuhkan sanksi-sanksi kepada teradu. 4) pemecatan dari keanggotaan organisasi profesi untuk bagian 3 dan 4 pemberhentian organisasi profesi menyampaikan ke Mahkamah Agung untuk dicatat dalam daftar Advokat. Keputusan Dewan Kehormatan dapat berupa : a. mengulangi dan/ tidak pemberhentian sementara untuk waktu tertentu (pelanggaran berat. berita acara sidang. anggota Majelsi Kehormatan Adhoc. . CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN 2) 3) 4) 5) 1) 2) 3) keputusan memuat pertimbangan dan pasal kode etik yang keputusan dengan suara terbanyak dan diucapkan disidang terbuka.2) 3) 4) 5) 1) Majelis dapat terdiri dari: Dewan Kehormatan atau ditambah Majelis dipilih oleh rapat Dewan Kehormatan Cabang. 16. peringatan biasa (pelanggaran tidak berat). dilanggar. tidak mengindahkan dan menghormati kode etik.SANKSI/HUKUMAN mengindahkan sanksi peringatan).menyatakan pengaduan dari pengadu tidak dapat diterima.menolak pengaduan dari pengadu. anggota majelis kalah pengambilan suara berhak membuat catatan keputusan ditanda tangani. sidang tertutup. peringatan keras (pelanggaran berat. b.

? 2) menerima salinan keputusan.PEMERIKSAAN BANDING DEWAN KEHORMATAN PUSAT 1) Pengadu atau teradu tidak puas atas putusan tingkat pertama dapat Batas waktu banding beserta memori banding 21 hari sejak Dewan Kehormatan Cabang/Daerah setelah menerima memori Kontra memori paling lambat 21 hari sejak terima memori banding. 4) 5) 6) 7) 8) apabila tidak menyampaikan dianggap telah melepaskan haknya. instansi-instansi yang dianggap perlu. yang ada. Dewan Kehormatan Cabang/Daerah. Selambat-lambatnya 14 hari berkas perkara diteruskan kepada Upaya banding menyebabkan ditundanya pelaksanaan keputusan Susunan Majelis Dewan Kehormatan Pusat seperti Dewan Dewan Kehormatan Pusat memutus berdasarkan berkas perkara melakukan upaya hukum banding ke Dewan Kehormatan Pusat. apabila keputusan telah berkekuatan hukum tetap. Dewan Kehormatan Pusat. bila dianggap perlu dapat meminta bahan tambahan dari pihak yang bersangkutan atau memanggil mereka dengan biaya sendiri. ? Dewan Pimpinan Pusat. Kehormatan Cabang/daerah.17.? 3) banding dalam waktu 14 hari mengirim kepada pihak terbanding.PENYAMPAIAN SALINAN KEPUTUSAN Paling lambata 14 hari setelah putusan diucapkan salinan putusan harus disampaikan kepada: 1) 2) 3) 4) 5) teradu. pengadu. . 18. Dewan pimpinan Cabang/Daerah dari semua organisasi profesi.

e. b. 20. f. pengadu baik selaku pembanding ataupun terbanding. b. merubah. c. 19. dewan Pimpinan Pusat dan masing-masing organisasi profesi. d. membatalkan.KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT 1) Putusannya dapat berupa: a. anggota yang diadukan/teradu baik sebagai pembanding ataupun terbanding. salinan a. 2) Putusan mempunyai kekuatan hukum tetap sejak diucapkan dan bersifat final dalam sidang terbuka dengan atau tanpa kehadiran para pihak.9) Dewan Kehormatan Pusat dapat memeriksa langsung dengan adanya surat persetujuan dari kedua belah pihak agar perkaranya diperiksa langsung oleh dewan Kehormatan Pusat. Dewan Kehormatan Cabang/Daerah. 4) Apabila seorang Advokat telah dipecat maka Dewan Kehormatan Pusat/Cabang/Daerah meminta kepada Dewan Pimpinan Pusat/organisasi profesi untuk memecat dari keanggotaan organisasi profesi. Dewan Pimpinan Cabang/Daerah. c. menguatkan.KETENTUAN LAIN TENTANG DEWAN KEHORMATAN keputusan disampaikan kepada: . 10) Semua ketentuan untuk pemeriksaan tingkat pertama berlaku bagi pemeriksaan tingkat banding. instansi-instansi yang dianggap perlu. 3) Selambat-lambatnya 14 hari setelah keputusan diucapkan.

eksekusi atas sanksi-sanksi dalampelanggaran kode etik . merupakan organisasi Notaris. -pemeriksaan dan penjatuhan sanksi pada tingkat banding. LARANGAN DAN PENGECUALIAN. . .KETENTUAN UMUM.TATA CARA PENEGAKAN KODE ETIK: a. 13.RUANG LINGKUP KODE ETIK. dengan kewajiban melaporkan kepada dewan Pimpinan Pusat agar diumumkan dan diketahui oleh setiap anggota dari masingmasing organisasi.pemeriksaan dan penjatuhan sanksi: -alat perlengkapan. . b.KEWAJIBAN PENGURUS PUSAT. c. -pemeriksaan dan penjatuhan sanksi pada tingkat pertama. . .KETENTUAN UMUM a) Ikatan Notaris Indonesia (INI) merupakan satu-satunya wadah pemersatu bagi semua dan setiap orang yang memangku dan menjalankan tugas sebagai pejabat umum di Indonesia.Dewan kehormatan berwenang menyempurnakan hal-hal yang telah diatur maupun yang belum diatur tentang Dewan Kehormatan dalam kode etik ini.PEMECATAN SEMENTARA.KODE ETIK NOTARIS Kode Etik Notaris Ikatan Notaris Indonesia (INI) terdiri dari: . -pemeriksaan dan penjatuhan sanksi pada tingkat terakhir. .KETENTUAN PENUTUP 1. .pengawasan.SANKSI.KEWAJIBAN.

Dewan Kehormatan Daerah (kota/Kabupaten) yang bertugas untuk: -melakukan pembinaan. kewajiban serta kewenangan untuk mewakili dan bertindak atas nama perkumpulan baik diluar maupun dimuka Pengadilan. yang bersifat internal atau yang tidak mempunyai kaitan dengan kepentingan masyarakat secara langsung pada tingkat akhir final (Dewan . -pengurus wilayah adalah pengurus perkumpulan pada tingkat propinsi. Dewan Kehormatan Wilayah (propinsi). bimbingan. pengawasan. Notaris pengganti khusus). Dewan Kehormatan adalah alat perlengkapan perkumpulan sebagai suatu badan atau lembaga yang mandiri dan bebas dari keberpihakan dalam perkumpulan. f) Dewan Kehormatan Pusat (nasional). c) d) Disiplin organisasi : kewajiban-kewajiban terutama kewajiban Pengurus terdiri dari: -pengurus pusat adalah pengurus perkumpulan pada tingkat nasional yang mempunyai tugas. Notaris pengganti. -pengurus Daerah adalah pengurus perkumpulan pada tingkat kota/Kabupaten. pembenahan anggota dalam menjunjung tinggi Kode Etik. e) administrasi dan finansial yang telah diaturoleh perkumpulan.b) Kode Etik Notaris merupakan seluruh kaidah moral yang ditentukan oleh perkumpulan INI (termasuk didalamnya pejabat sementara Notaris. -memeriksa dan mengambil keputusan atas dugaan pelanggaran ketentuan Kode Etik dan/atau disiplin organisasi.

dalam rangka menjaga dan memelihara citra serta wibawa lembaga notarist dan menjunjung tinggi keluhuran harkat dan martabat jabatan Notaris. h) Kewajiban adalah sikap perilaku. perbuatan atau tindakan yang harus dilakukan anggota perkumpulan maupun orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan Notaris. . g) Pelanggaran adalah perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh anggota perkumpulan maupun orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan Notaris yang melanggar ketentuan Kode Etik dan/atau disiplin organisasi. perilaku dan perbuatan/tindakan apapun yang tidak boleh dilakukan oleh anggota perkumpulan maupun orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan notaris.Kehormatan Pusat). upaya dan alat pemaksa ketaatan dan disiplin anggota perkumpulan maupun orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan Notaris dan menegakkan Kode Etik dan disiplin organisasi. yang dapat menurunkan citra serta wibawa lembaga notariat ataupun keluhuran harkat dan martabat jabatan Notaris. i) Larangan adalah sikap. Dewan Kehormatan Daerah kepada Majelis Pengawas Daerah atas dugaan pelanggaran kode etik dan jabatan Notaris. j) Sanksi adalah suatu hukuman sebagai sarana. k) Eksekusi merupakan pelaksanaan putusan Dewan Kehormatan yang berkekuatan hukum tetap. Dewan Kehormatan Wilayah kepada Majelis Pengawas Wilayah dan/atau Majelis pengawas daerah. tingkat pertama (Dewan Kehormatan Daerah). tingkat banding (Dewan Kehormatan Wilayah). -memberikan saran dan pendapat oleh Dewan Kehormatan Pusat kepada majelis pengawas.

dasar papan putih dengan huruf hitam. 200cmx80cm. i) memasang satu buah papan nama dengan pilihan ukuran 100cmx40cm. mandiri. penuh rasa tanggung jawab meningkatkan ilmu pengetahuan yang telah dimiliki tidak terbatas mengutamakan pengabdian kepada kepentingan masyarakat dan memberikan jasa pembuatan akta dan jasa kenotarisan lainnya menetapkan satu kantor ditempat kedudukan dan kantor tersebut Notaris. menghormat dan menjunjung tinggi harkat dan martabat jabatan menjaga dan membela kehormatan perkumpulan. merupakan satu-satunya kantor bagi Notaris yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas jabatan sehari-hari. pada ilmu pengetahuan hukum dan kenotariatan.l) Klien adlah setiap orang atau badan yang secara sendiri-sendiri atau bersama-sama datang kepada Notaris untuk membuat akta. tidak berpihak.RUANG LINGKUP KODE ETIK Kode etik notaris berlaku yang memangku dan menjalankan jabatan Notaris maupun dalam kehidupan sehari-hari. akhlak serta kepribadian yang baik. untuk masyarakat yang tidak mampu tanpa memungut honorarium.LARANGAN DAN PENGECUALIAN Notaris dan orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan Notaris wajib: a) b) c) d) e) f) g) h) memiliki moral. 150cmx60cm. berdasarkan peraturan perundang-undangan dan isi sumpah jabatan. . 3.KEWAJIBAN. 2. negara. bertindak jujur. berkonsultasi dalam rangka pembuatan akta serta minta jasa Notaris lainnya.

-penjelasanPasal 19 ayat (2) uu Nomor 30 tahun 2004 tentang jabatan Notaris. menciptakan suasana kekeluargaan dan kebersamaan dalam yang meninggal dunia. tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang secara umum disebut sebagai membedakan status ekonomi dan/atau status sosialnya. q) kewajiban untuk ditaati dan dilaksanakan antara lain namun tidak terbatas pada ketentuan yang tercantum dalam: -UU Nomor30 tahun 2004 tentang jabatan Notaris.j) hadir. n) o) melaksanakan tugas jabatan dan kegiatan sehari-hari serta saling memperlakukan rekan sejawat secara baik.saling menghargai.LARANGAN Notaris dan orang lain yang memangku dan menjalankan jabatan Notaris dilarang: .saling menghormati. k) l) membayar uang iuran perkumpulan secara tertib. 4. mengikuti dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang oleh perkumpulan. p) memperlakukan setiap klien yang datang dengan baik. membayar uang duka untuk membantu ahli waris teman sejawat melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan tentang honorarium menjalankan jabatan Notaris. diselenggarakan melaksanakan setiap dan seluruh keputusan perkumpulan. -isi sumpah jabatan Notaris. m) ditetapkan perkumpulan. -Anggaran Dasardan Anggaran Rumah Tangga INI. mematuhi. menghormati. saling membantu serta saling berusaha menjalin komunikasi dan tali silaturahim.

kegiatan pemasaran. . dalam bentuk: - dibuatnya. . m) n) membentukkelompok rekan sejawat yang bersifat eksklusif dengan menggunakan/mencantumkan gelar tidak sesuai dengan peraturan tujuan untuk melayani kepentingan suatu instansi/lembaga. menetapkan honorarium lebih rendah dari penetepan perkumpulan.ucapan selamat. memaksa klien agar membuat akta kepadanya. . menandatangani akta yang minutanya dibuat pihak lain. bersama-sama. berusaha atau berupaya klien notaris lain berpindah kepadanya. mempekerjakan karyawan kantor notaris lain tanpa persetujuan. menjelaskan dan atau mempersalahkan rekan notaris atau akta yang menggunakan sarana media cetak dan/atau elektronik. perundangan. melakukan usaha-usaha persaingan tidak sehat. iklan. . d) e) f) g) h) i) j) k) l) Bekerja sama dengan biro jasa/orang/badan hukum.a) b) c) mempunyai lebih dari satu kantor. mengirimkan minuta untuk ditandatangani klien.ucapan belasungkawa. . diluar lingkungan kantor. baik sendiri maupun secara dengan mencantumkan nama dan jabatannya. Kesalahan serius membahayakan klien notaris wajib memberitahukan kepada rekan.ucapan terima kasih.kegiatan sponsor. memasang papan nama dan/atau tulisan Notaris/kantor Notaris melakukan publikasi atau promosi diri. .

pemberhentian dengan tidak hormat. 7. sebagai berikut: 1) 2) 3) memberikan ucapan selamat. onzetting (pemecatan). 5. -sumpah jabatan Notaris. dipasang dgn radius max 100 meter dari kantor notaris. 20cmx50cm dasar warna putih tulisan hitam tanpa mencantumkan nama notaris. terbatas pada pelanggaran-pelanggaran terhadap: p) Hal-hal menurut ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran rumah Tangga atau keputusan organisasi profesi (INI). Penjatuhan sanksi-sanksi disesuaikan dengan kwantitas dan kwalitas pelanggaran.o) melakukan pelanggaran terhadap kode etik. Fax yang diterbitkan resmi PT. 6. peringatan. schorsing (pemecatan sementara). antara lain namun tidak -Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. pemuatan nama dan alamat notaris dalam buku panduan nomor memasang penunjuk jalan dengan ukuran tidak melebihi telepon.Telkom atau lembaga resmi. berduka cita dengan tidak mencantumkan nama pribadi. TATA CARA PENEGAKAN KODE ETIK . -penjelasan pasal 19 ayat 2 undang-undang tentang Jabatan Notaris.PENGECUALIAN Beberapa hal merupakan pengecualian tidak termasuk pelanggaran. SANKSI Sanksi terhadap pelanggar kode etik berupa: 1) 2) 3) 4) 5) teguran.

. Pusat. b) c) Ternyata ada dugaan kuat pelanggaran kode etik maka dalam 7 hari Dewan Kehormatan Daerah akan memutuskan setelah kerja Dewan Kehormatan Daerah berkewajiban memanggil anggota. a) PEMERIKSAAN DAN PENJATUHAN SANKSI PADA TINGKAT PERTAMA: dugaan pelanggaran kode etik baik diketahui oleh dewan Kehormatan daerah/laporan dari Pengurus Daerah ataupun pihak lain kepada Dewan Kehormatan Daerah. PEMERIKSAAN DAN PENJATUHAN SANKSI 8. d) Keputusan melanggar atau tidak melanggar selambat-lambatnya 15 hari kerja setelah tanggal sidang dimana notaris telah didengar keterangan dan atau pembelaannya. 9. ALAT PERLENGKAPAN: Dewan Kehormatan: alat perlengkapan perkumpulan. melakukan pemeriksaan dan penjatuhan sanksi pelanggaran kode etik.Pengawasan dan pelaksanaan kode etik: 1) 2) 3) tingkat pertama oleh Pengurus Daerah INI dan Dewan Kehormatan tingkat banding oleh Pengurus Wilayah INI dan Dewan tingkat terakhir oleh Pengurus Pusat INI dan Dewan Kehormatan Daerah. selambat-lambatnya 7 hari kerja harus segera mengadakan sidang. Kehormatan Wilayah. mendengarkan keterangan dan pembelaan teradu disertai dengan sanksinya.

Berlaku pula apabila Dewan kehormatan Daerah tidak sanggup menyelesaikan atau memutuskan permasalahan yang dihadapi. i) pada tingkat Pengurus Daerah belum dibentuk Dewan Kehormatan Daerah.daerah. wilayah.e) anggota dipanggil tidak datang tanpa kabar dalam waktu 7hari kerja. pengurus pusat. dan Dewan Kehormatan Pusat. b) permohonan naik banding dikirim tercatat atau dikirim langsung ke Dewan Kehormatan Wilayah tembusan Dewan Kehormatan Pusat. h) putusan Dewan Kehormatan Daerah wajib dikirim oleh Dewan Kehormatan Daerah kepada anggota yang melanggar. maka Dewan Kehormatan Daerah akan bersidang dan menentukan putusannya. maka panggilannya akan diulang 2 kali dengan jarak waktu 7 hari kerja. tembusannya kepada Pengurus Cabang. f) setelah panggilan ketiga juga tidak datang tanpa kabar dengan alasan apapun. 10. Dewan Kehormatan Daerah wajib berkonsultasi dengan Pengurus Daerahnya. . g) sanksi pemberhentian sementara (schorsing) atau pemecatan (onzetting) dari keanggotaan perkumpulan. dalam waktu 7 hari kerja setelah putusan. a) PEMERIKSAAN DAN PENJATUHAN SANKSI PADA TINGKAT BANDING: putusan sanksi pemecatan sementara (schorsing) atau pemecatan (onzetting) dari keanggotaan perkumpulan dapat dimohonkan banding dalam waktu tiga puluh hari kerja setelah tanggal penerimaan putusan. Pengurus Daerah. maka Dewan kehormatan Wilayah berkewajiban dan berwenang menjalankan kewajiban dan kewenangan Dewan Kehormatan Daerah dalam rangka penegakan kode etik atau dewan Kehormatan Daerah terdekat. Pengurus Pusat.

11. dewan Kehormatan Daerah. pengurus wilayah.selanjutnya putusan dalam 30 hari kerja. c)Dewan kehormatan Wilayah setelah menerima tembusan 7 hari mengirim berkas kepada Dewan kehormatan Pusat. pengurus wilayah dan pengurus daerah. pengurus pusat. . g) apabila putusan Dewan Kehormatan Wilayah karena Dewan Kehormatan Daerah belum terbentuk. e) f) anggota tidak hadir tanpa pertanggungjawaban diputus 7 hari Dewan Kehormatan Wilayah mengirim putusannya tembusannya setelah Dewan kehormatan Wilayah menerima permohonan banding. anggota guna melakukan pembelaan. PEMERIKSAAN DAN PENJATUHAN SANKSI PADA TINGKAT TERAKHIR a)putusan penjatuhan sanksi pemecatan sementara atau pemecatan dari keanggotaan perkumpulan dapat diajukan pemeriksaan tingkat terakhir kepada Dewan kehormatan Pusat dalam waktu 30 hari kerja setelah penerimaan surat putusan dewan Kehormatan Wilayah. maka keputusannya merupakan tingkat banding. pengurus daerah dan pengurus pusat INI pusat dalam waktu 7 hari kerja setelah putusan. d) setelah menerima permohonan 30 hari kerja anggota dipanggil untuk membela diri. b)permohonan dengan surat tercatat atau langsung kepada Dewan Kehormatan Pusat dan tembusannya kepada Dewan Kehormatan Daerah.c) d) Dewan Kehormatan Daerah dalam waktu 7 hari mengirim berkas setelah diterima 7 hari Dewan Kehormatan Wilayah memanggil kepada Dewan kehormatan Pusat.

KEWAJIBAN PENGURUS PUSAT penjatuhan sanksi pemecatan sementara. Wilayah. b)hanya pengurus pusat dan/atau alat perlengkapan yang lain dari perkumpulan atau anggota yang ditunjuk yang berhak dan berwenang . pusat. pengurus daerah dan pengurus pusat. pengurus cabang. 12. 13. EKSEKUSI a)putusan yang ditetapkan Dewan Kehormatan Daerah. pengurus pusat wajib memecat sementara sebagai anggota perkumpulan disertai usul kepada konggres agar anggota perkumpulan dipecat dari anggota perkumpulan. pemberhentian tidak hormat sebagai anggota perkumpulan wajib diberitahukan oleh pengurus pusat kepada Majelis Pengawas Daerah. KETENTUAN PENUTUP a)anggota perkumpulan wajib menyesuaikan praktek maupun perilaku dalam menjalankan jabatannya dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam peraturan dan/atau kode etik ini. Pusat dilaksanakan pengurus Daerah. e)putusan dikirim 7 hari kerja tembusan kepada Dewan Kehormatan Daerah. 15.PEMECATAN SEMENTARA anggota perkumpulan yang telah melanggar UU No. dan tembusannya kepada menteri Hukum dan HAM RI. 30 Tahun 2004 tentang jabatan Notaris dengan putusan dan diputus bersalah dipidana yang berkekuatan hukum tetap.h) tidak hadir tanpa pertanggungjawaban diputus 30 hari kerja setelah Dewan Kehormatan Pusat memperoleh permohonan. wilayah. b)pengurus daerah wajib mencatat dalam buku anggota perkumpulan atas keputusan Dewan Kehormatan Daerah. 14. selanjutnya nama notaris. pemecatan. kasus dan keputusan diumumkan dalam media notariat.

.untuk memberikan penerangan seperlunya kepada masyarakat tentang kode etik notaris dan Dewan Kehormatan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->