Tujuan akhir dari IIN adalah sebagai alat pemersatu bangsa dan sebagai pendukung pengambilan keputusan dan

langkah-langkah strategis untuk pembangunan nasional di segala bidang demi suksesnya cita-cita nasional untuk mensejahterakan rakyat Indonesia.

INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL Dr. Fahmi Amhar Peneliti Utama Bakosurtanal

Aug 25, '07 12:52 AM untuk semuanya

Pada 25-26 Juni 2007 ini, di Jakarta berlangsung Rapat Koordinasi Nasional Infrastruktur Data Spasial
Nasional (Rakornas-IDSN). Makhluk apa sesungguhnya IDSN ini? Data Spasial adalah data hasil pengukuran, pencatatan, dan pencitraan terhadap suatu unsur keruangan yang berada di bawah, pada, atau di atas permukaan bumi dengan posisi keberadaannya mengacu pada sistem koordinat nasional. Infrastruktur berarti semua yang diperlukan guna mengelola data spasial, baik itu si data sendiri (fundamental data set), format bakunya, perangkat teknologi jaringannya, aturan main dengan data, lembaganya hingga orang-orangnya. Istilah IDSN mulai dipopulerkan di Amerika Serikat sejak sekitar satu dekade Ide dasarnya adalah sebagian besar urusan masyarakat itu terkait dengan suatu data keruangan, yang lokasi atau posisinya itu signifikan dalam pengambilan kesimpulan. Contoh: ketika kita memilih tempat tinggal, pekerjaan, sekolah anak hingga pilihan berlibur, semua ini pasti terkait dengan data spasial. Kita ingin tinggal di lokasi yang air atau udaranya masih baik, tidak terlalu bising, namun infrastrukturnya siap dan aksesnya mudah. Kita juga ingin bekerja di tempat yang strategis namun tidak terlalu jauh dari rumah. Demikian juga untuk yang lain. Untuk itulah kita perlu data atau informasi seperti peta, buku alamat, rute angkutan umum, kode pos dan sebagainya. Mencari Sinergi Berbagai lembaga membuat, mengumpulkan, mengelola, menetapkan dan menyebarkan data spasial, misalnya: Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) dengan jaringan kontrol geodesi, geoid nasional, cakupan foto udara, hipsografi (matriks elevasi atau peta kontur), batimetri dasar laut, garis pantai, utilitas, penutup lahan, sistem lahan, dan liputan dasar laut ( sea bed cover) dan sebagainya. Badan Pertanahan Nasional dengan kerangka dasar kadastral dan bidang tanah, aspek legalitas atas tanah, penggunaan tanah, zona nilai tanah / nilai aset kawasan, karakteristik tanah dan sebagainya. Departemen Keuangan dengan data pertanahan yang terkait dengan perpajakan, tanah yang dijaminkan untuk keperluan perbankan dan sebagainya. Departemen Dalam Negeri dengan data batas wilayah NKRI, wilayah administrasi kepemerintahan, namanama tempat (toponimi) dan sebagainya. Departemen Perhubungan dengan data rute dan izin trayek transportasi umu, volume lalu lintas dan sebagainya.

perkebunan dan sebagainya. tubuh air/hidrologi lingkungan bangunan (termasuk data kawasan rawan banjir). rencana tata ruang dan sebagainya. Di level masyarakat kita membayangkan suatu aplikasi seperti berikut: Pak Haji Ahmad bermaksud membangun sebuah pesantren terpadu. geologi. kawasan pengungsian. gempa dan sebagainya. Kalaupun pekerjaannya an sich tak tumpang tindih. terjadi tumpang tindih pekerjaan. dakwah dan agrobisnis. potensi sumberdaya laut. Departemen Kehutanan dengan data kawasan hutan (termasuk lokasi-lokasi HTI dan HPH). namun lembaga lainnya membeli lagi citra yang sama. Idealnya Kita memang harus memiliki data spasial yang dibangun dan diselenggarakan dengan baik. baik secara pribadi maupun kelembagaan. semua akan baik-baik saja. yang menggabungkan pendidikan. sumur pemboran dan hidrogeologi. kode area telepon.com). Departemen Pertanian dengan data klasifikasi tanah. kemampuan SDM-nya amat beragam. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dengan data cakupan citra satelit. Departemen Perdagangan dengan data lokasi pasar atau toko yang telah terdaftar. Departemen Pekerjaan Umum dengan data jaringan jalan. Aplikasi semacam ini sudah ada di internet misalnya Google Earth (http://earth. instalasi limbah. Ini akan sangat penting dalam upaya memberikan kemudahan pertukaran dan penyebarluasan data spasial antar lembaga pemerintah dan antar lembaga pemerintah dengan masyarakat. namun dalam pengumpulan data masih mungkin tumpang tindih. gudang obat. gayaberat. Celakanya. Badan Pusat Statistik dengan data wilayah pengumpulan data statistik. dikelola secara terstruktur. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan data lingkungan budaya. kedua pembelian tadi sama-sama harus ditanggung oleh rakyat melalui APBN. daerah rawan sosial dan sebagainya. daerah epidemi dan sebagainya. posisi daerah yang terliput gerhana dan sebagainya. Departemen Sosial dengan data lokasi masyarakat adat. mengaktifkan koneksi internet dan membuka portal IDSN. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral dengan data kuasa pertambangan. karena ketidaktahuan atau aturan main yang tidak kondusif. vulkanologi. ditambah masyarakat sering menginginkan jalan pintas – karena jalan resminya kurang jelas atau terlalu panjang. gudang Bulog. Departemen Kesehatan dengan data lokasi fasilitas medis. peta rawan bencana geologi dan sebagainya. sumberdaya mineral. Untuk itu. jaringan air bersih. posisi-posisi tempat atau fasilitas wisata. posisi antene BTS telekomunikasi seluler dan sebagainya. lokasi lahan pangan. keanekaragaman hayati.Departemen Komunikasi dan Informatika dengan data wilayah kode pos. Kemudahan pertukaran dan penyebarluasan data spasial akan memberikan manfaat untuk meningkatkan efisiensi baik anggaran pemerintah. Badan Meteorologi dan Geofisika dengan data iklim dan geofisika. sumberdaya hutan.google. kondisi wilayah pesisir dan sebagainya. dan sebagainya. hasil kegiatan statistik dan sebagainya. maupun masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi. Departemen Kelautan dan Perikanan dengan data oseanografi. Akibatnya. Dia akan disambut oleh peta dasar Indonesia yang dapat diperbesar dan diklik. jumlah uang yang terlibat juga tidak sama. taman nasional dan sebagainya. dia cukup menyalakan komputer. Misalnya. seismik eksplorasi. Sebenarnya bila semua pelaku di atas mengerjakan dengan baik tugas pokoknya serta saling berkoordinasi. transparan dan terintegrasi dalam suatu jaringan nasional. Realitasnya. . suatu lembaga pemerintah telah mengadakan citra satelit yang mahal. volume wisatawan dan sebagainya. informasi cuaca.

Contoh tampilan Google-Earth – tinggal ditambah dengan aplikasi multi sektoral dalam IDSN .

(4) ada software bebas (free & open source) yang didedikasikan untuk pertukaran data dan berbagai aplikasi bersama. pak Haji Ahmad mengaktifkan modul tata ruang. Sejauh mana kesiapan setiap pihak yang terlibat dalam mewujudkan pelayanan publik semacam ini m enjadi ”indikator kesiapan syariah” yang sesungguhnya dari setiap pelaku pelayanan publik. Kemudian setelah itu. untuk memutuskan apakah rencana tersebut bisa diteruskan atau dikaji ulang. mencari informasi curah hujan tahunan ke server BMG. Dapat ditambahkan juga pengecekan ke server Depdagri untuk mencari tahu tanah itu persisnya ikut wilayah administrasi mana. barulah pak Ahmad mendapat ”saran” dari komputer. murah. kemutakhiran) yang memadai serta disajikan dalam format yang dapat dibuka bersama-sama. dengan data pada server yang berbeda. Setelah pak Haji Ahmad memilih perkiraan lokasi. sementara informasi lain dikenakan biaya – maka untuk itu perlu ada mekanisme pembayaran elektronik (e-cash) yang aman. lancar dan handal – tidak sering terganggu. aman dan berkualitas adalah kewajiban negara yang diamanahkan oleh syariah. dan melihat kondisi vegetasi dari citra satelit aktual di server LAPAN. pak Haji Ahmad mengaktifkan modul untuk mencek legalitas. Suatu mekanisme pelayanan publik yang mudah. yang dalam hal ini akan mencari tahu ke server BPN. dia menjalankan aplikasi untuk mencek bebas bencana – misalnya untuk bencana longsor. Tiga masalah saja yang akan dicek: bebas bencana – bebas sengketa – dan sesuai tata ruang. Setelah semua informasi itu terkumpul. Modul ini akan ”lari” ke server Departemen PU dan Bappeda. Semua ”mimpi sorga” di atas hanya akan terwujud dan efektif bila (1) semua lembaga terkait memang berniat untuk membuka data yang dimilikinya.Salah satu aplikasi di portal impian ini adalah mencari lahan bebas masalah. Lalu modul yang sama akan mencek kondisi geologisnya ke server Badan Geologi. (3) semua lembaga menyetor metadata yang berisi informasi singkat atas data spasial yang dikelolanya sehingga pencariannya mudah. Sebuah modul akan mencari data hipsografi ke server Bakosurtanal – yang secara simultan (on-fly) akan diolah menjadi data lereng. Terakhir. (5) terdapat server dan jaringan internet yang aman. agar sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Hal serupa juga dapat dilakukan untuk bencana yang lain. . Beberapa informasi mungkin sama sekali bebas. (2) semua data yang ditawarkan itu dalam kualitas (akurasi. Juga ke server Depkeu untuk mencari tahu status perpajakannya. Setelah itu modul tersebut akan segera menghitung apakah daerah itu rawan longsor berdasarkan kaidahkaidah yang diprogramkan di dalamnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful