MANAJEMEN AGRIBISNIS PERIKANAN “AGROINDUSTRI “

OLEH KELOMPOK 3 : MARYONO L241 10 004 MULIANINGSI L241 10 003 ADE SETIA INDAH PRATIWI L241 10 005

JURUSAN PERIKANAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan kerja keras dan semangat kami dapat mengatasi tantangan tersebut. Dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi penyusunan maupun dari isi makalah itu sendiri. Makassar. Oleh karena itu.KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nyalah sehingga kami dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Sehingga makalah ini jauh lebih bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkannya. 27 Februari 2012 Kelompok 3 BAB I . kritik dan saran sangat dibutuhkan kelompok kami untuk lebih menyempurnakan isi dari makalah ini. Oleh karena itu. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Urutan itu diikuti secara konsisten juga oleh negara Malaysia. Thailand. sebagai penghasil devisa telah mengembangkan agroindustri dari komoditas karet sehingga ia mampu mengekspor karetnya dalam bentuk barang jadi karet. luas areal yang dimiliki dan posisinya dalam pemasaran hasil. dan yang paling kelihatan perkembangannya adalah China. I.PENDAHULUAN I. Thailand telah berhasil mengembangkan berbagai komoditas pertanian sekaligus pengembangan agroindustrinya melalui jasa penelitian yang tangguh. Karena agroindustri merupakan subsistem dari agribisnis yang menjadi sektor yang punya potensial tinggi untuk dikembangkan bahkan menjadi pendapatan utama suatu negara menjadi lebih maju. BAB II PEMBAHASAN . terkhusus pada agroindustri perikanan. Pengembangan agroindustri memang diperlukan suatu kesabaran yang tinggi. Malaysia yang mula-mula mengandalkan perkebunan karetnya. selanjutnya berkembang ke kegiatan agroindustri untuk mengolah hasil pertanian yang dapat memperpanjang daya simpan komoditas terutama untuk keperluan ekspor. China dengan tahapan rencana pembangunan lima tahunannya telah memprogram urutan itu tanpa terpengaruh oleh imingan apapun dari luar. Hasil yang dicapai dari kegiatan agroindustri berupa tabungan masyarakat serta devisa yang cukup besar yang dapat membiayai langkah selanjutnya yakni menuju masyarakat industri. ketrampilannya. kemudian ia mendiversifikasi karetnya dengan kelapa sawit yang mempunyai potensi lebih besar untuk dikembangkan dalam kegiatan agro industri. Apalagi bahwa dunia pertanian dicirikan oleh kondisi petani yang selalu berada pada tingkatan yang rendah baik dari pendidikannya.2 Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat memahami tentang agroindustri.1 Latar Belakang Urutan transformasi yang benar adalah dari mayoritas penduduk yang mula-mula berkecimpung dalam kegiatan pertanian menghasilkan barang primer.

Strategi pengembangan agroindustri yang dapat ditempuh harus disesuaikan dengan karakteristik dan permasalahan agroindustri yang bersangkutan. Dengan kata lain.pestisida. industri yang memproduksi peralatan dan mesin pertanian. mesin pertanian dan lain-lain. agroindustri merupakan bagian (subsistem) agribisnis yang memproses dan mentranformasikan bahan-bahan hasil pertanian (bahan makanan. industri input pertanian (pupuk. Dari batasan diatas. Secara umum permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan ogroindustri adalah: (a) sifat produk pertanian yang mudah rusak dan bulky sehingga diperlukan teknologi pengemasan dan transportasi yang mampu mengatasi masalah tersebut. menuju agroindustri yang tangguh. Apabila dilihat dari sistem agribisnis. pestisida. dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. agroindustri merupakan penggerak utama perkembangan sektor pertanian. Industri hulu adalah industri yang memproduksi alat-alat dan mesin pertanian serta industri sarana produksi yang digunakan dalam proses budidaya pertanian. Dengan demikian agroindustri meliputi industri pengolahan hasil pertanian. (c) kualitas produk pertanian dan agroindustri yang dihasilkan pada umumnya masih rendah sehingga mengalami kesulitan dalam persaingan pasar baik didalam negeri maupun di pasar internasional. harus ditunjang melalui pengembangan agroindustri. terlebih dalam masa yang akan datang posisi pertanian merupakan sektor andalan dalam pembangunan nasional sehingga peranan agroindustri akan semakin besar. maju dan efisien sehingga mampu menjadi leading sector dalam pembangunan nasional. Definisi agroindustri dapat dijabarkan sebagai kegiatan industri yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku. agroindustri merupakan sub sektor yang luas yang meliputi industri hulu sektor pertanian sampai dengan industri hilir. Dalam kerangka pembangunan pertanian. (b) sebagian besar produk pertanian bersifat musiman dan sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim sehingga aspek kontinuitas produksi agroindustri menjadi tidak terjamin. pupuk. dan (d) sebagian besar industri berskala kecil dengan teknologi yang rendah. .II. Sedangkan industri hilir merupakan industri yang mengolah hasil pertanian menjadi bahan baku atau barang yang siap dikonsumsi atau merupakan industri pascapanen dan pengolahan hasil pertanian. Efek multiplier yang ditimbulkan dari pengembangan agroindustri meliputi semua industri dari hulu sam pai pada industri hilir. dalam upaya mewujudkan sektor pertanian yang tangguh.1 PENGERTIAN AGROINDUSTRI Agroindustri berasal dari dua kata agricultural dan industry yang berarti suatu industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku utamanya atau suatu industri yang menghasilkan suatu produk yang digunakan sebagai sarana atau input dalam usaha pertanian. merancang. maju serta efisien. herbisida dan lain-lain) dan industri jasa sektor pertanian. kayu dan serat) menjadi barang-barang setengah jadi yang langsung dapat dikonsumsi dan barang atau bahan hasil produksi industri yang digunakan dalam proses produksi seperti traktor.

pestisida. Dengan demikian dari uraian diatas menunjukan bahwa Agroindustri pengolahan hasil pertanian. pemilihan (grading). pengalengan (canning) dan proses pabrikasi lainnya. Disatu sisi. agroindustri hasil pertanian mampu memberikan sumbangan yang sangat nyata bagi pembangunan di kebanyakan negara berkembang karena empat alasan. antara lain: (a) memiliki keterkaitan yang kuat baik dengan industri hulunya maupun ke industri hilir.Hal ini disebabkan karena karakteristik dari agroindustri yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan industri lainnya. permintaan terhadap jasa pengolahan akan meningkat sejalan dengan peningkatan produksi pertanian. dan (d) menambah pendapatan dan keuntungan produsen. (b) menghasilkan produk yang dapat dipasarkan atau digunakan atau dimakan. agroindustri jasa sektor pertanian (supporting services). Pengolahan yang dimaksud meliputi pengolahan berupa proses transpormasi dan pengawetan melalui perubahan fisik atau kimiawi. mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (a) dapat meningkatkan nilai tambah. Pengolahan dapat berupa pengolahan sederhana seperti pembersihan. (c) meningkatkan daya saing. penyimpanan. binatang dan ikan. yang mengolah bahan baku yang bersumber dari tanaman. pengepakan atau dapat pula berupa pegolahan yang lebih canggih. seperti penggilingan (milling). Akibat dari permintaan ke belakang ini adalah: (a) . yaitu: Pertama. penggorengan (roasting). agroindustri tidak hanya bersifat reaktif tetapi juga menimbulkan permintaan ke belakang. agroindustri input pertanian (pupuk. II. Dari definisi tersebut terlihat bahwa pelaku agroindustri pengolahan hasil pertanian berada diantara petani yang memproduksi dengan konsumen atau pengguna hasil agroindustri. yaitu peningkatan permintaan jumlah dan ragam produksi pertanian. agroindustri pengolahan hasil pertanian. dan distribusi. (c) mampu memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif baik di pasar internasional maupun di pasar domestik. ketiga. Ini berarti bahwa suatu negara tidak dapat sepenuhnya menggunakan sumber daya agronomis tanpa pengembangan agroindustri. kedua.2 AGROINDUSTRI HASIL PERTANIAN Agroindustri pengolahan hasil pertanian merupakan bagian dari agroindustri. Menurut Azis (1992). Jadi. Agroindustri melakukan transformasi bahan mentah dari pertanian termasuk transformasi produk subsisten menjadi produk akhir untuk konsumen. pemintalan (spinning). pengepakan. penepungan (powdering). (d) dapat menampung tenaga kerja dalam jumlah besar. Dengan perkataan lain. Di sisi lain. ekstraksi dan penyulingan (extraction). agroindustri yang memproduksi peralatan dan mesin pertanian. (e) produk agroindustri pada umumnya bersifat cukup elastis sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang berdampak semakin luasnya pasar khususnya pasar domestik. agroindustri hasil pertanian adalah pintu untuk sektor pertanian. pengolahan adalah suatu operasi atau rentetan operasi terhadap terhadap suatu bahan mentah untuk dirubah bentuknya dan atau komposisinya. secara garis besar agroindustri dapat digolongkan menjadi 4 (empat) yang meliputi: pertama. herbisida dan lain-lain) dan keempet. (b) menggunakan sumberdaya alam yang ada dan dapat diperbaharui.

Tetapi pengadaan bahan baku jangan sampai merupakan isu yang dominan sementara pemasaran dipandang sebagai isu kedua. Tetapi karena pengkajian agronomi memerlukan waktu dan sumberdaya yang cukup banyak maka identifikasi kebutuhan pasar sering dilakukan terlebih dahulu. Agroindustri dapat menghemat biaya dengan mengurangi kehingan produksi pasca panen dan menjadikan mata rantai pemasaran bahan makanan juga dapat memberikan keuntungan nutrisi dan kesehatan dari makanan yang dipasok kalau pengolahan tersebut dirancang dengan baik. Pemasaran biasanya merupakan titik awal dalam analisis proyek agroindustri. sementara pengkajian pemasaran dapat memilih berbagai alternatif tanaman atau ternak. termasuk produk dari proses sederhana seperti pengeringan. pengaruh kebijaksanaan pemerintah dan pasar internasional. Indicator penting lainnya tentang pentingnya agroindustri dalam sector manufaktur adalah kemampuan menciptakan kesempatan kerja.3 KARAKTERISTIK AGROINDUSTRI Sebelum mengembangkan agroindustri pemilihan jenis agroindustri merupakan keputusan yang paling menentukan keberhasilan dan keberlanjutan agroindustri yang akan dikembangkan. agroindustri melibatkan 27 persen dari angkatan kerja. yaitu pengadaan bahan baku. Produk agroindustri. Transformasi penting lainnya dalam agroindustri kemudian terjadi karena permintaan terhadap makanan olahan semakin beragam seiring dengan pendapatan masyarakat dan urbanisasi yang meningkat. agroindustri pangan merupakan sumber penting nutrisi. Analisis pemasaran mengkaji lingkungan eksternal atau respon terhadap produk agroindustri yang akan ditetapkan dengan melakukan karakteristik konsumen. agroindustri hasil pertanian sebagai dasar sektor manufaktur. Kedua. dan lain-lain). Di Amerika Serikat misalnya. sementara usahatani hanya melibatkan 2 persen dari angkatan kerja. listrik. mendomonasi ekspor kebanyakan negara berkembang sehingga menambah perolehan devisa. Ketiga. Alasan lain adalah karena lahan dapat digunakan untuk berbagai tanaman atau ternak. agroindustri pengolahan hasil pertanian menghasilkan komoditas ekspor penting. Kelangsungan agroindustri ditentukan pula oleh kemampuan dalam pengadaan bahan baku. pengolahan dan pemasaran. . Pilihan tersebut ditentukan oleh kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada tiga komponen dasar agroindustri. Nilai tambah produk agroindustri cenderung lebih tinggi dari nilai tambah produk manufaktur lainnya yang diekspor karena produk manufaktur lainnya sering tergantung pada komponen impor. Keempat. (b) akibat selanjutnya produksi pertanian dan pendapatan petani meningkat. dan (c) memperluas pengembangan prasarana (jalan. karena baik pemasaran maupun pengadaan bahan baku secara bersama menentukan keberhasilan agroindustri.petani terdorong untuk mengadopsi teknologi baru agar produktivitas meningkat. II.

karena bahan bakunya yang berasal dari pertanian (tanaman. 1991). dan pemasaran produk. (d) Keterkaitan internasional. Kedua. (c) Keterkaitan kelembagaan. makanan ternak. Salah satu permasalahan yang timbul akibat sifat karakteristik bahan baku agroindustri dari pertanian adalah tidak kontinyunya pasokan bahan baku.Karakteristik agroindustri yang menonjol sebenarnya adalah adanya ketergantungan antar elemen-elemen agroindustri. Ketiga. adalah hubungan antar berbagai jenis organisasi yang beroperasi dan berinteraksi dengan mata rantai produksi agroindustri. Fluktuasi harga komoditas yang tinggi di pasar internasional memperbesar ketidakpastian finansial disisi input dan output. yaitu pengadaan bahan baku. hewan. . Ketidakpastian produksi pertanian dapat menyebabkan ketidakstabilan harga bahan baku sehingga merumitkan pendanaan dan pengelolaan modal kerja. dan peluang ekspor. Agroindustri harus dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari empat keterkaitan sebagai berikut: (a) Keterkaitan mata rantai produksi. adalah keterkaitan berupa pengaruh kebijakan makro pemerintah terhadap kinerja agroindustri. impor bersaing. Tiga karakteristik lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah: Pertama. Sebagai salah satu contoh pada tahun 1986 dari 6 janis kegiatan agroindustri terjadi idle investment sekitar 20–60 persen dengan urutan agroindustri adalah marganire. sehingga seringkali terjadi kesenjangan antara ketersediaan bahan baku dengan produksi dalam kegiatan agroindustri (idle investment). minyak kelapa. pengolahan. karena banyak produk-produk agroindustri merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi atau merupakan komoditas penting bagi perekonomian suatu negara maka perhatian dan keterlibatan pemerintah dalam kegiatan agroindustri sering terlalu tinggi. adalah keterkaitan antara tahapan-tahapan operasional mulai dari arus bahan baku pertanian sampai ke prosesing dan kemudian ke konsumen. karena suatu produk agroindustri mungkin diproduksi oleh beberapa negara maka agroindustrilokal terkait ke pasar internasional sebagai pasar alternatif untuk bahan baku. (b) Keterkaitan kebijaksanaan makro-mikro. dan beragam (variability). dan pengolahan ikan (Soekartawi. yaitu musiman (seasonality). Pengelolaan agroindustri dapat dikatakan unik. karena komponen biaya bahan baku umumnya merupakan komponen terbesar dalam agroindustri maka operasi mendatangkan bahan baku sangat menentukan operasi perusahaan agroindustri. mudah rusak (perishabelity). adalah kesaling ketergantungan antara pasar nasional dan pasar internasional dimana agroindustri berfungsi. ikan) mempunyai tiga karakteristik.

penepungan (powdering). yang tadinya komoditas pertanian yang perishable menjadi tahan disimpan lebih lama. Aktivitas Pengolahan. Fungsi teknis pengolahan seharusnya dipandang dari perspektif strategis tersebut. Bentuk Produk. penggorengan (roasting). Yang perlu diperhatikan adalah penyebaran marjin dari meningkatnya nilai tambah tersebut antar mata rantai pemasaran. Beberapa contoh aktivitas pengolahan adalah penggilingan (milling).4 TEKNIS PENGOLAHAN AGROINDUSTRI HASIL PERTANIAN Pemahaman tentang komponen-komponen pengolahan memerlukan pemahaman fungsifungsinya. meningkatkan kualitas hasil. diterima konsumen. Sasaran-sasaran ini dicapai dengan merancang dan mengoperasikan kegiatan pengolahan yang hemat biaya atau dengan meragamkan produk. Klasifikasi tahapan perubahan bentuk pada proses pengolahan dan bentuk produk dalam agroindustri hasil pertanian adalah sebagai berikut: Tabel 1. Agroindustri pengolahan hasil pertanian merupakan aktivitas yang merubah bentuk produk pertanian segar dan asli menjadi bentuk yang berbeda sama sekali. tiga tujuan pengolahan agroindustri adalah merubah bahan baku menjadi mudah diangkut. pengalengan (canning) dan proses pabrikasi lainnya. pemintalan (spinning). dan Tingkatan Proses . dan meningkatkan kualitas dari produk itu sendiri. Fungsi pengolahan harus pula dipahami sebagai kegiatan strategis yang menambah nilai dalam mata rantai produksi dan menciptakan keunggulan kompetitif.II. meningkatkan ketrampilan produsen. meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Dari segi teknis. Untuk itu. Pada umumnya proses pengolahan ini menggunakan instalasi mesin atau pabrik yang terintegrasi mulai dari penanganan input atau produk pertanian mentah hingga bentuk siap konsumsi berupa barang yang telah dikemas. Pendapat yang hampir sama dikemukakan oleh Soekartawi (1991). sehingga meningkatkan harga dan nilai tambah. Dengan demikian manfaat agroindustri adalah merubah bentuk dari satu jenis produk menjadi bentuk yang lain sesuai dengan keinginan konsumen. dan tahan lama. diperlukan kebijaksanaan yang dapat menditribusikan manfaat dari terjadinya peningkatan nilai tambah tersebut. dan meningkatkan pendapatan. ekstraksi dan penyulingan (extraction). terjadinya perubahan fungsi waktu. bahwa agroindustri dapat meningkatkan nilai tambah.

II. karena biaya tetap (fixed cost) yang tinggi maka perusahaan seperti itu harus memiliki kepastian penyediaan bahan baku serta kepastian pasar untuk produk yang dihasilkan dan beroperasi mendekati kapasitas efektifnya agar perusahaan tersebut berjalan sehat (viable). Proses agroindustri tidak hany terdiri dari operasi tunggal tetapi terdiri dari beberapa tahap dengan sistemsistem penunjang. Teknologi maju dan mesin-mesin berkapasitas besar dapat mengurangi biaya peubah (variable cost) seperti biaya tenaga kerja per unit output serta dapat memperkuat kedudukan perusahaan di pasar produk bersangkutan. Sebagai contoh. pengelolaan. . Tetapi tingkat produksi dan teknologi yang tinggi menuntut pengembangan prasarana. pilihan diantara berbagai jenis peralatan dan mesin-mesin untuk menyelesaikan proses yang sama. dan volume produksinya yang besar sehingga dapat menarik pembeli dengan jumlah pembelian besar. tetapi kemudian dirangkaikan dalam kontek perusahaan secara keseluruhan. Pertama. pertanyaan tentang sumber tenaga yang menjalankan mesin penggilingan. Jenis teknologi yang digunakan untuk masing-masing sistem harus ditetapkan secara terpisah. Disamping itu. dan tenaga kerja terampil. Perlu diingat bahwa pilihan teknologi pada kebanyakan operasi pengolahan dapat dikelompokan ke dalam 2 kategori. pilihan diantara proses-proses yang menghasilkan produk akhir yang sama. standar kualitasnya yang konsisten. sedangkan tingkat tekanan uap yang dirancang untuk mesin penggilling akan menentukan apakah motor-motor pada bagian pencucian digerakan tenaga listrik atau tenaga uap. Masing-masing sistem mempunyai kendala dan alternatif teknis.5 PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI HASIL PERTANIAN Alternatif teknologi yang tersedia untuk pengolahan hasil-hasil pertanian bervariasi mulai dari teknologi tradisional yang digunakan oleh industri kecil (cottage industry) sampai kepada teknologi canggih yang biasanya digunakan oleh industri besar. Dengan demikian alternatif teknologi tersebut bervariasi dari teknologi yang padat karya sampai ke teknologi yang padat modal. Kedua. karena kualitas outputnya yang tinggi.

Pemilihan teknologi adalah satu keputusan yang sangat penting dalam pelaksanaan agroindustri. faktor-faktor yang berkaitan dengan teknologi pengolahan atau faktor-faktor yang berkaitan dengan persyaratan produk dan proses perlu diidentifikasi. bagaimana pentingnya tenaga kerja. maka . Kebutuhan pengolahan (process requirements). beberapa pertanyaan berikut ini perlu mendapat jawaban: (a) sampai tingkat mana penggunaan kapasitas yang mungkin dan bagaimana pengaruhnya terhadap biaya produksi. dan (e) apa implikasi pengelolaan dari masing-masing teknologi dan faktor-faktor sosial ekonomi apa yang mempengaruhi penyediaanbahan baku. Sudah barang tentu bahwa setiap jenis alat pengolahan memiliki kemampuan tertentu untuk mengolah suatu bahan baku menjadi berbagai bentuk produk. setiap perusahaan agroindustri terdiri dari komponen-komponen fisik sebagai berikut: (a) penerimaan dan penyimpanan bahan mentah. pemeliharaan dan perbaikkan. dan stabilitas). pengemasan. pemusatan. Setelah menetapkan produk yang diinginkan serta semua semua parameter dalam sistem penyediaan bahan baku. Karena preferensi konsumen sangat beragam. (b) secara relatif. Dalam menyelidiki pilihan teknologi. (d) pengemasan. (c) pengolahan utama (pemisahan. (d) infrastruktur apa dan pelayanan pendukung apa yang diperlukan oleh masing-masing alternatif teknologi. (e) penyimpanan produk-produk yang dihasilkan. maka teknologi yang dipilihpun harus mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Sistem administrasi dan pengolahan serta perumahan staf juga diperlukan untuk menjamin operasi pabrik secara efisien. dan distribusi. perusahaan agroindustri memerlukan sistem-sistem penunjang seperti sumber energi. perlakuan dan dan pembuangan limbah. penyimpanan. Untuk menemukan teknologi atau paket barang modal yang tepat untuk suatu perusahaan agroindustri. air. Austin (1981) menunjukkan bahwa kriteria utama yang harus diperhatikan dalam pemilihan teknologi diantaranya adalah: (a). (c) bagaimana setiap alternatif teknologi mempengaruhi produksi dan fleksibilitas pemasaran. modal. penyimpanan. (b). pekerja dan pelanggan. Kebanyakan agroindustri juga mempunyai sistem penerimaan. pencampuran. dan faktor-faktor produksi lainnya dalam biaya setiap alternatif teknologi di lokasi yang direncanakan. Disamping komponen-komponen fisik tersebut diatas. dan paling sedikit mempunyai sistem produk sampingan yang dilengkapi dengan tahap-tahap pengolahan. perusahaan tersebut harus memahami pasar yang dilayani dan memahami ketersediaan bahan baku. Teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pasar terutama yang menyangkut kualitas. dan penyiapan bahan-bahan yang diperlukan dalam pengolahan secara terpisah. (b) pengkondisian bahan mentah.Pada tahap-tahap produksi. Semakin tinggi kemampuan suatu alat untuk menghasilkan berbagai jenis produk. bahan-bahan. Kebutuhan kualitas (quality requirements). dan (f) pengiriman produk-produk yang dihasilkan.

c. (d). Namun demikian pengembangan agroindustri dalam rangka mendukung ketahanan pangan juga menghadapi sejumlah kendala. Pemasaran dan distribusi belum berkembang terutama karena keterbatasan infrastruktur berupa sarana transportasi. Pemilihan teknologi harus disesuaikan dengan kapasitas yang akan digunakan. pemilikan dan akses terhadap sarana teknologi dan alat-alat pengolahan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas barang masih kurang. (c).6 KENDALA PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI Sebagai sektor yang mempunyai kekuatan untuk menjadi penggerak ekonomi nasional. Penguasaan. Oleh karena itu. antara lain adalah: a. pengetahuan dan sikap yang profesional masih terbatas baik dalam jumlah. d. agroindustri telah memperlihatkan peran yang sangat besar. Sumberdaya manusia yang memilki ketrampilan. kualifikasi. g. Biasanya suatu pengelolaan akan berjalan baik pada tahap awal karena besarnya kegiatan masih berada dalam cakupan pengelolaan yang optimal (optimum management size). Penggunaan kapasitas (capacity utilization). II. Belum adanya kebijakan yang mengontrol dan mengendalikan ekspor bahan mentah untuk melindungi dan merangsang berkembangnya agroindustri di dalam negeri. Belum terfokusnya arah dan orientasi perkembangan agroindustri sehingga sulit untuk menetapkan skala prioritasnya. maupun sebarannya. Kapasitas kemampuan manajemen (management capability). f. Sentra-sentra produksi belum dapat diandalkan untuk bekerja secara efektif dan efisien sehingga mampu menyediakan bahan baku dan menghasilkan produk secara berkesinambungan dalam jumlah dan kualitas yang memadahi. pemilihan teknologi harus memadukan pertimbangan antara kompleksitas teknologi dan biaya yang dibutuhkan. b. Belum efektifnya peran lembaga yang berperan dalam pengadaan stok produk agroindustri melemahkan sistem cadangan produk pertanian yang secara tradisional telah dikembangkan masyarakat selama ini. masalah biasanya mulai muncul dan hal itu menandakan bahwa skala usaha sudah melebihi kapasitas pengelolaan.akan semakin kompleks jenis teknologinya dan akan semakin mahal investasinya. Setelah besar. Faktor inilah yang menyebabkan mutu produk olahan belum dapat memenuhi standar kualitas yang diharapkan lebih-lebih penyesuaian dengan standarisasi produk yang diperlukan untuk mengisi pasar internasional. sedangkan kapasitas yang akan digunakan sangat tergantung dari ketersediaan dan kontinuitas bahan baku (raw material). e. . komunikasi dan informasi.

misalnya berupa penciptaan lapangan kerja baru. (c) memakan tempat.Dengan gambaran yang cukup kompleks tersebut di atas. dan pemasaran sangat diperlukan. distribusi. Peningkatan produktivitas agroindustri diarahkan sehingga matarantai kegiatan agroindustri dalam negeri tidak lagi mengandalkan produk atau bahan baku diimpor. sehingga menambah devisa bagi negara. sebagai cara untuk menyesuaikan dengan tren perubahan tersebut di atas. sehingga nilai tambah yang diciptakan dapat dinikmati pelaku agroindustri domestik. sehingga kegiatan agroindustri diarahkan untuk mendukung substitusi impor. Komoditas hasil usaha tani yang belum diolah pun memiliki peluang menghasilkan devisa. hendaknya diorientasikan untuk mewujudkan kondisi agroindustri yang diharapkan dengan karakter sebagai berikut . Sumberdaya Agroindustri memiliki dimensi pemerataan karena melibatkan banyak pelaku pada berbagai strata sosial. Tidak sedikit pula permintaan impor berbagai komoditas agroindustri kita ke negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam pendukung agroindustri. (2) Menguatnya Kapasitas Dan Kemampuan Pelaku Agroindustri Untuk Menghimpun Dalam Rangka Meningkatkan Posisi Tawar. Sektor ini melibatkan tenaga kerja cukup banyak yang selama ini tidak memperoleh kesempatan bekerja maupun . Sehingga pengembangan agroindustri tidak perlu bergantung pada komponen impor. yaitu: (a) bersifat musiman. Inilah hakekat dari peningkatan produktivitas dan daya saing. Sebaliknya. Untuk maksud tersebut peningkatan dan perbaikan teknologi produksi. maka konsepsi pengembangan agroindustri. (e) transmisi harga rendah. Meningkatnya produktivitas dan daya saing juga dapat dilihat dari sisi tersedianya bahan baku. Kemandirian inilah yang perlu diwujudkan. agroindustri mampu menunjukkan kemampuannya untuk menjadi katup pengaman untuk mencegah terjadinya keterpurukan ekonomi yang lebih parah. (b) mudah rusak. meningkatnya daya saing agroindustri hendaknya diarahkan agar sektor ini muncul sebagai sektor andalan yang mampu memberi respons yang cepat dan besar terhadap dinamika pasar dan setiap kebijaksanaan pemerintah. Hal ini terjadi karena sesuai dengan ciri-ciri agroindustri. dan (f) struktur pasar monopsonis. Dihadapkan pada cepatnya perubahan dan dinamika tuntutan masyarakat maka. (1) Meningkatnya Produktivitas dan Daya Saing Agroindustri Ketika Indonesia mengalami krisis multidimensional. agroindustri umumnya di ekspor. mulai dari petani berskala usaha mikro hingga pengusaha agroindustri skala besar. Ciri-ciri agroindustri ini terkait erat dengan karakteristik komoditas pertanian. (d) amat beragam. Aneka sumberdaya pertanian tersedia secara alami di seluruh pelosok tanah air.

dan perubahan selera konsumen yang semakin bergeser dari produk-produk tahan lama yang dihasilkan secara massal ke produk produk yang lebih bersifat customized. Suatu kebijaksanaan (policy) lahir antara lain karena desakan masyarakat kepada policy makers. Usaha agroindustri skala kecil dapatbergerak luwes menyesuaikan diri dalam situasi yang cepat berubah karena tidak perlu terhambat oleh persoalan persoalan birokrasi sebagaimana yang sering dikeluhkan oleh perusahaan besar. yang umumnya dicirikan dengan kecilnya pemilikan atau penguasaan faktor produksi terutama tanah dan modal. perilaku dan kesempatan pengembangan usahanya. keterbatasan akses terhadap sumber-sumber permodalan. termasuk para pengusaha kecil dan menengah dapat mengembangkan usahanya (Saragih. dan kelemahan di bidang organisasi dan manajemen.berusaha di sektor formal. perdagangan. Keterbatasan ini dapat mempengaruhi motivasi. usaha agroindustri kecil memiliki tenaga penjualan dan wirausaha yang tertempa secara alami. Maupun Dalam Hubungannya Dengan Sektor Lain Upaya integral untuk memperkuat kaitan struktural agroindustri (secara internal maupun eksternal) merupakan keniscayaan. Sektor ini hanya dapat menjadi kekuatan yang efektif apabila dikombinasi dengan sektor hulu dan hilir serta industri penunjang lain yang terkait misalnya. Kesempatan bekerja dan berusaha akan semakin besar dan semakin berkembang. industri. Para petani-nelayan merupakan kelompok yang dominan dalam masyarakat agroindustri. yang akan lebih tepat untuk ditangani oleh usaha kecil. Sebab keberadaan agroindustri yang terpisah dengan industri hulu dan hilir tidak akan mampu menjadi penggerak ekonomi secara efektif. Hanya dengan mensinergikan semua kompetensi itulah agroindustri kita akan mampu bersaing di pasar global. Tingkat kemampuan dan profesionalisme sumberdaya manusia yang umumnya masih rendah. untuk dipadukan dan disatukan dalam wadah yang efektif. Selain itu. Lemahnya peran kelompok pendukung kebijakan ketahanan pangan untuk mengingatkan . seiring dengan berkembangnya agroindustri. Agar kelompok ini dapat berkembang bersama-sama pelaku ekonomi lainnya maka perlu adanya kebijaksanaan yang memberikan kesempatan dan peluang yang lebih besar agar para petani-nelayan. menyebabkan kebijakan diresidualkan bahkan disimpangkan implementasinya. Dengan demikian. 2000). Kebijakan akan berjalan dengan baik bila didukung oleh pemerintah yang memahami tentang makna dan tujuan kebijakan tersebut disertai kelompok pendukung kebijakan tersebut baik kelompok formal. Penguatan kapasitas dan kemampuan pelaku agroindustri sangat dimungkinkan karena agroindustri dapat diusahakan bahkan pada skala kecil relatif sehingga tidak memerlukan banyak modal investasi. . representatif dan memiliki posisi tawar tinggi. keterbatasan dalam penguasaan teknologi. maupun non-formal di masyarakat. Kekurangmampuan dalam memanfaatkan dan memperluas peluang dan akses pasar. (3) Menguatnya Keterkaitan Struktural Agroindustri. Baik Secara Internal. konsolidasi dan pengorganisasian pelaku agroindustri merupakan langkah efektif untuk meningkatkan posisi tawar.penguasa. Upayanya adalah menggabungkan sumberdaya mereka yang kecil dan tersebar. dan jasa. transportasi. vokalitas untuk memperjuangkan pendapat dan kebutuhan dari kelompok ini biasanya relatif rendah.

Agroindustri diharapkan mempunyai kemampuan untuk ikut memacu pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional. Dengan demikian. Seperti diketahui. pemasaran dan berbagai kegiatan atau jasa penunjangnya. dan peningkatan nilai tambah yang.Agroindustri merupakan rangkaian kegiatan agrobisnis berbasis pertanian yang saling berkaitan dalam suatu sistem produksi. Masing-masing jenis dan tingkat kegiatan memiliki karakteristik kebijaksanaan pengembangan yang spesifik. agroindustri membutuhkan paying pelindung berupa kebijaksanaan makro dan mikro. pengolahan. pembangunan ekonomi daerah. pengeringan. tingkat resiko. Kebijaksanaan ekonomi makro dan mikro diharapkan agar dapat menciptakan kesempatan dan kepastian usaha. Oleh karena itu diperlukan kebijaksanaan makro maupun mikro yang . baik secara internal maupun dalam hubungannya dengan sektor lain. agroindustri dapat berperan dalam peningkatan nilai tambah melalui empat kategori agroindustri dari yang paling sederhana (pembersihan dan pengelompokan hasil atau (grading). Koordinasi antar pelaku dan pembina usaha akan melibatkan banyak Departemen dan Lembaga pemerintah baik di pusat maupun di daerah. Keterkaitan structural antar sub-sistem amat vital dan merupakan kunci sukses dalam membangun agroindustri yang tangguh. seperti pertumbuhan ekonomi (PDB). dsb) dan upaya merubah kandungan kimia (termasuk pengkayaan kandungan gizi)(Saefuddin. Untuk melanjutkan misi tersebut. peningkatan devisa negara. pada gilirannya. secara beragam dan bermutu. melalui perannya sebagai penyedia pangan. pengalengan. maka pelaku agroindustri dapat berperan dalam menstabilkan harga. Kegiatan agroindustri dapat menghasilkan produk pangan dan/atau produk nonpangan. (4) Kebijaksanaan Makro dan Mikro Ekonomi Yang Mendukung Agroindustri merupakan sektor yang esensial dan besar kontribusinya dalam mewujudkan sasaran-sasaran dan tujuantujuan pembangunan ekonomi nasional. distribusi. pemotongan dan pencampuran hingga ke pengolahan (pemasakan. 1999). dan sebagainya. modal kerja. untuk keberhasilan pengembangan agroindustri diperlukan langkah yang mengkordinasikan dan mengintegrasikan kebijakan dan program secara lintas sektoral dan antar pusat-daerah secara harmonis. Diperlukan koordinasi kebijakan dengan lembaga terkait. tingkat kesulitan. kesempatan kerja. agar kapasitas dan sumberdaya yang terkait dengan agroindustri dapat disinergikan secara efektif. Upaya peningkatan nilai tambah melalui kegiatan agroindustri selain meningkatkan pendapatan juga dapat berperan penting dalam penyediaan pangan bermutu dan beragam yang tersedia sepanjang waktu. Karena itu. sejauh pada aspek produksi. dalam hal. teknologi yang dibutuhkan dan tingkat marjin yang diperoleh. pemisahan (ginning) penyosohan. Bagi Indonesia. Bahkan hampir semua jenis pangan yang dipasarkan dan dikonsumsi berasal dari kegiatan produsen agroindustri di dalam negeri maupun di luar negeri. dapat meningkatkan pendapatan atau daya beli penduduk. tingkat kemandirian kita masih cukup tinggi karena sebagian besar produk agroindustri yang dikonsumsi penduduk utamanya berasal dari agroindustri dalam negeri. ketika terjadi kelangkaan pangan pada saat produksi rendah.

dengan memberikan kucuran modal yang besar maka hasilnya juga besar jika dikelola dengan baik. di satu pihak memberi insentif kepada pelaku agroindustri agar mengembangkan keseluruhan jenis kegiatan di atas secara propor-sional.1 Kesimpulan Dengan mengenali potensi. Mendukung upaya menjaga stabilitas ketahanan pangan yang agroindustri merupakan subsistem dari agribisnis.2 Saran Pemerintah harus lebih memperhatikan sektor-sektor lain terutama pada sektor perikanan. Karena potensinya cukup besar. sehingga memiliki multiplier effects yang tinggi . . Masyarakat harus sadar bahwa bidang agroindustri memberikan masa depan yang cerah karena penyerapan tenaga kerja yang besar. Dan menjadi salah satu devisa negara yang menjanjikan.mampu. Dapat dikembangkan dalam skala kecil dan menengah. Memiliki keterkaitan ke hulu dan hilir . c. III. kemampuan dan kapasitas agroindustri maka perlu dirumuskan kebijaksanaan pengembangannya dengan ciri : a. BAB III PENUTUP III. b.

Februari 2012 Di unduh pada tanggal 27 . A. Djamhari. Soekartawi. Dukungan Politik dan Kebijakan Ekonomi untuk Pembanguan Pertanian. 1981. Yogyakarta. Makalah disampaikan pada Seminar Rekonseptualisasi Pembangunan Pertanian sebagai Basis Ekonomi Bangsa. Azis. http://www. Jakarta. 4531/Agroindustri Periakanan. PT.com/2009/12/agroindustri. Agribisnis.html. Di unduh pada tanggal 27 Februari 2012. Raja Grafindo Persada.DAFTAR PUSTAKA Austin.html. 1991.trobos. Jakarta. Teori dan Aplikasinya.blogspot. J.E. November 14. A.com/?tag=agroindustri perikanan. Paper pada Panel Diskusi Jakarta American Club. EDI Series in Economic Development.C. Agroindustrial Project Analysis. 1992. 2000. Siapa dan Bagaimana Menggarap Agroindustri.html. 2004. Choirul. Washington. http://blog. Desember 1992. Jakarta. 24Juli 1999.M. Saefuddin.scribd. Bungaran (2000): Kebijakan pertanian untuk merealisasikan agribisnis sebagai penggerak utama perekonomian negara. RANGKUMAN PEMIKIRAN Saragih. 23 .com/doc/8279. D. http://agribisnis. 1999. Makalah pada seminar Nasional Agroindustri III. Infokop Nomor 25 Tahun XX. Centre policy for agro studies. Di unduh pada tanggal 27 Februari 2012. ORIENTASI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI SKALA KECIL DAN MENENGAH. USA.