SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

9.1.13 PT. d.00 ). e. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. 1. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. 1.9. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2.10. agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah. Laporan Pengetesan 1. Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. Laporan Harian dan Mingguan 1.11. penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar). KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN. b. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi. 1. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. LAPORAN-LAPORAN 1. • Jumlah material masuk / ditolak. Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas. tekanan. tegangan. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. b. kuat arus. atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Pembuatan kantor. dll.9. Ciptanusa Buana Sentosa . Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08.00 sampai dengan 16. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas.2. 1. Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan. Ditempat pekerjaan. 2. LOS KERJA DAN GUDANG a. 3 .

harus diberi penerangan yang cukup.11. peralatan. harus selalu dalam keadaan bersih. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. 1. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. 1.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing. gudang. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. TESTING DAN COMMISSIONING a.11. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. Ciptanusa Buana Sentosa . Air kerja a. b. maka yang terakhir ini yang akan berlaku. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. 1. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.1. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). Penjagaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta.13. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b.12. b. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. los kerja.14. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan. 1. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama. Penimbunan / penyimpanan barang. b. 3 . c. Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing. Kebersihan dan Ketertiban a. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a.3.2. 1. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. kantor.11. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. b.11. Pada kantor. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan. harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. 1. b. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama.14 PT. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain.

h. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set. PEKERJAAN PLAMBING 3 . Selama masa pemeliharaan ini. lengkap dengan manualnya. maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. 1. f.16. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Ciptanusa Buana Sentosa . SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2. TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan.15 PT. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. i. Selama masa pemeliharaan ini. g. maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. d. Selama masa pemeliharaan. e. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. Selama masa pemeliharaan ini. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini. 1. Repair Manual dan As-built drawing. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas.15. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya.

peralatan. kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja. Sleeve 8. Pengujian 13. 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Galian 10. terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya.1. transportasi. Pengecatan 11.peralatan bahan. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1. Seluruh pekerjaan. Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan. Sambungan fleksibel 6.1. 3. Pipa 2. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing. Strainer 5. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama. perlengkapan dan fixtures. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1. sleeve yang menembus lantai. pembuatan.1.masing sistem pipa.3. 2. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi. Pengakhiran 12.3. Sambungan 3. 3 . Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan. Penggantung dan penumpu 7. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. Lubang pembersihan 9.1.4. Instalasi Sistem Air Limbah 3.16 PT. Instalasi Sistem Air Bersih 2.2. 3.1. 2. atap. tembok dll. 3.bahan utama dan pembantu serta pengujian.2. 3. Katup 4.1. gambar dan bill of quantity. pemasangan. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.

5 bar. 3.50 15 10 10 10 Tek. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12. Type : 3 DIN 16928. Bahan 12. 3.5174 PN : PN.2. Ciptanusa Buana Sentosa . SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Polypropelene Random Copolymer. selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari.2.2. Std. 3.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran. Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN.100° L-PN.1.1. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik.5.4.6. selama dan sesudah pemasangan.50 12.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3. welding joint.1.1. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat. air karat dan stress sebelum.17 PT. 3. ONORM B.10 PN.10 B.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb. Type : 3 DIN 16928. Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek. Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. 3 . screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb.2. ONORM B.5174 Temp : 95 .

welding joint.5 bar. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb.screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb. Solvent Cement joint type. Polypropelene Random Copolymer. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi. 3. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. 3 .9.3. ONORM B. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16. bronze atau strainer A. Ciptanusa Buana Sentosa .metal body class 150 lb dengan sambungan ulir. Dia 50 mm keatas. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb.BS 21/ ANSI B 2.BS 21/ ANSI B 2.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir.1. Spesifikasi PV 10. 3. Type : 3 DIN 16928. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges.2. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end.5.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges.3 class 300 lb.screwed end.18 PT. Tekanan standard 10 bar. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric. Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius. welding joint. 3. Type : 3 DIN 16928. wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16. Solvent Cement Joint Type. sch 40. ONORM B.BS 21/ ANSI B 2.5174 Temp : 95 .1.10 Sambungan/fitting : Electric Welding.2.2.4. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.100° L-PN. Dia 50 mm keatas.5174 PN : PN.1. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. ASTM A 53.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. Dia 50 mm keatas. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Dia 50 mm keatas. bronze atau strainer A.

Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.10. Spesifikasi PV 10. model concentric. Specifikasi PV 10 Penggunaan: . Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.7. Reducer : Seperti diatas. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW). Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb. 3.2. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Solvent Joint type.2. Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium.2.8. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.9.3 class 150 lb. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar. Reducer : Seperti diatas. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. 3. model concentric. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.1. 3.2. Dia 50 mm keatas. Ciptanusa Buana Sentosa .2. Reducer : Seperti diatas. screwed end. Welding joint. Dia 50 mm keatas. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 . wrought steel butt weld fitting ANSI B 16. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar.6. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.19 PT. bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2. Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah.9. model concentric.

PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1.O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3.11. G = Gas. O = Oil.3. Ciptanusa Buana Sentosa . Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W. serta memperkecil banyaknya penyilangan.20 PT.1. kerapihan. 3 .3.2. 3. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai.

Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c.2. reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. 13. sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar. ‰ Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah. 12. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. 6. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. 15. harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. kolom atau langit-langit. 16. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan.5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. pengatur. 9. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8.21 PT. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. Pada pemasangan alat-alat pemuaian. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik .100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. 14. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. 5. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. Sambungan lengkung. Selama pemasangan. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan. Semua galian. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan. 7. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. 11. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. 3 . Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. 17. Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. membersihkan semua kotoran. lantai. balok. 10. 4. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. ‰ Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang. Ciptanusa Buana Sentosa 2. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh. bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 . Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. a. kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air. . 3. katup balik dan sebagainya. ‰ Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar.

Ciptanusa Buana Sentosa .3.22 PT.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3.2 Pipa PVC 100 1. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 .5 150 1. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak. Penggantung dan Penumpu Pipa 1.8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger.9 80 0. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a. Perubahan perubahan arah Titik percabangan.6 0. 3. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a. 3.0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5.8 2. Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda.2. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °. 2. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1.2 1. b.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. Beban-beban terpusat karena katup.9 1.0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0. saringan dan hal-hal lain yang sejenis.

3. 2. 3. Pemasangan Katup-katup. Katup-katup pengurang tekanan. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. Sambungan masuk dan keluar peralatan. 5.5.3. Pemasangan Pengukur Tekanan. 3. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen.3. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3. Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm ‰ Lain-lain.4. 3 . 3.benda keras/ tajam. Semua pipa dan gantungan. 5. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda. penumpu sebelum dicat.23 PT. Bentuk gantungan. Ciptanusa Buana Sentosa . ukuran katup 20 mm Katup by-pass.3. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan. 7. pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik. 3. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a. b. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak.titik rendah.6. 4. 3. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup.3. Pemasangan Katup-katup Pengaman. Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. 6. ‰ Pemasangan sambungan fleksibel.3. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah. 1. ‰ Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP c. NO. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter. 4.7. 2. kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. ‰ Katup .katup Pengaman harus sumber tekanan. ‰ 3. 5. 1. 4.

3. 6.3. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan.10. 5. 6.3. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan. Sambungan Las 1. c. Ciptanusa Buana Sentosa . mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa. Sambungan lem 1. Katup-katup pengontrol. 2. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat. 4.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja. Setiap pompa d. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b.8. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1. ‰ Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan.11.12.24 PT. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. 5. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.13. Pemasangan sambungan expansi. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat.3. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis. 3 . 3. serta 3. 3. 4. 3. minimum Dia. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.9. 3. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi.3. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa. 2. Pemasangan Ven Udara Otomatis. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan. udara.14.3. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting.alat saniter sebagai berikut : ‰ Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve ‰ Pada waste fitting dan Siphon. 3. 3. 3. di tempat-tempat yang mungkin timbul 3. 3. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa.3. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum. 2. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm.

b. g. 2. c.3. dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan.benda asing disingkirkan. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana. Ciptanusa Buana Sentosa . 3 .2 ppm atau lebih. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug.18. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. 3. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". kebisingan pompa ( ± 60 dB ). Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. Setelah alat plambing dipasang. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap. 3.3. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. 1. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan. Pemeriksaan setelah pemasangan. Selubung Pipa. 3. b.15. ‰ Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat.16. Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas. Katup Label (Valve Tag) 1. h. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a.cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda.3. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat. e. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan. 5. 4. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi. Pemasangan Ven Udara Otomatis. 3. menggunakan cara. baik yang di pipa atau di tangki.sebagian.4. 3. Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas. tekanan air keluar kran dia. d. Pemeriksaan sebagian.3.tempat tertinggi dan kantong udara. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air. PENGUJIAN 1.17.0. dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa. dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. 2. 2. a. Setelah pipa dan tangki diuji. f. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan.25 PT. dengan bagian perbagian.

3.5.5. Peralatan Instrument dan pengendalian g. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Š Pipa servis Š Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Š Flens Š Peralatan yang belum dicat dari pabrik Š Peralatan yang catnya harus diperbarui Š Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut. Pemipaan d. 3.6.26 PT. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. Panel Listrik f. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. 3. Penyambungan ke peralatan plambing. Pengkabelan e. Ciptanusa Buana Sentosa . Penyambungan ke peralatan penunjang h. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a. 3 . 4. TESTING DAN COMMISSIONING 1. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system. 2. Semua tenaga. Š Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. 4.1. Tangki Persediaan Air Bersih b. Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. bahan. Pompa Suplai c.1.

b. pipa penguras. dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank). Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas.1975. maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air. Ciptanusa Buana Sentosa . atau dengan konstruksi beton yang kedap air. f. pipa isap. National Plumbing Code Handbook . Pompa Transfer a. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit. b. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4. d. b.2.3.3. q Panel daya dan Pengendalian 3 . kabel dsb. e. q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. Membuat kemiringan pada lantai. PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a. Sumur Hisap.27 PT. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa.1 4. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e. Tanpa sudut tajam c. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c. Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers. PU e. Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a. Depkes. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. f.2. Permukaan dinding licin dan bersih c. Depnaker. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. c.3 4. d. Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas. d.

. untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System. dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata.Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya. pemasangan dan pengujian Pengkabelan. . Ciptanusa Buana Sentosa . q Level switch untuk ON / OFF.Mengurus semua izin terkait yang diperlukan. Peralatan kendali. b. .4.Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL.3. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e.Pengadaan.Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai. Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : . Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump. d.Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya. e. 3 . Pengaturan pompa pada sistem pressure control . pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control.3.Pengadaan. c. Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis. . . pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam .Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ).Pompa pertama. q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat. .Penyambungan ke semua peralatan penunjang.Pengadaan.Pengadaan. . . PT. 4.3 Pompa Booster/Distribusi a. . PS2dan seterusnya.alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan. dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”. pemasangan dan pengujian Panel listrik.28 4.

* Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. c. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing. c. Peralatan Utama 1. Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ). Izin Pengeboran. b. 3 . * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong.kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. Peraturan dan Refrensi. a. disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. f. agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. d.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa.29 PT. SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. 2. Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a. Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. Izin Usaha. d. pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. 10 meter bagian luar atas di cor beton. Perijinan. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. Konstruksi sumur dibuat sekurang . * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ). 1. Sumur dalam. Peralatan pengeboran. ukuran pipa 100 mm. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. Sebelum memulai pengeboran. konstruksi dan keadaan tanah. ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang.

Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. pada saat beban pemakaian air surut. 3. peralatan uji tersebut antara lain : . Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang.30 PT. Ciptanusa Buana Sentosa 4. semua peralatan uji. 3.3. 4.3. . dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.Katup pengatur . 4. Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang.Penduga permukaan air. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : .3 m3 / menit 8. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. dengan meter air putar atau meter air Venturi.5 4. 6. Kapasitas Sand Filter 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam. sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong.3. Perpipaan CARBON FILTER 1. 4. Peralatan uji. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air. 3 .6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. Perlengkapan sumur dalam. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7.7 .Gambar sumur terpasang secara detail. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. 2.Manometer. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. 4. . 5.Pengukur debit. Selain pengujian diatas. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit.Katup pelepas udara otomatis. 2.Vent sumur . sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus. pada saat beban pemakaian air surut.Seluruh laporan hasil pengujian. . multi media automatic / manual backwash. Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan. 2. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. .Katup penahan aliran balik. multi media automatic / manual backwash. 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : .

Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3.3.2 kw .4 m3/menit 37 m FRP 3 . Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4.7 kw . Lengkap dengan tangki tekan. Kapasitas Sand Filter 0. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ). 3. 15 kw . 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0.35 m3/ menit 35 m. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. Perpipaan 4.31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. Variable Speed System Kapasitas : 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. Ciptanusa Buana Sentosa .8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1.3 m3 / menit 8. 6. Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2.3 m3/ menit 160 m. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm.

3. maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °. 3.3.32 5. 2. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. 3 . ƒ Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN". Floor Drain 4. badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. ƒ Tangga monyet ƒ Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1. 5. Clean Out 5. Penyambungan dengan peralatan Plambing 3. Roof q q q q 5. Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1.0. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan.1. ƒ Level switch untuk alarm banjir. 5. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1. sampai saluran halaman melalui septik tank. Air Limbah Saniter. Urinal. 4. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : ƒ Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar ƒ Sleeve untuk pipa ven ƒ Sleeve untuk kabel-kabel. dan Floor Drain. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0.4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. ƒ Level switches untuk kendali pompa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Limbah Dapur. Roof Drain PERPIPAAN 1. maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini. Perpipaan 2. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Umum ƒ Macam perpipaan air limbah adalah. PT.2. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset. Lavatory. 5. Air Hujan.

4. 5. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. ƒ Stainless steel shaft ƒ Silicon Carbide ƒ Heavy duty grease lubricated bearing ƒ Stainless steel casing guide rail support ƒ Quick discharge coupling 3. 2. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton. 1. 2. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel.5. ƒ Apabila beban aliran kecil. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX). SUMUR RESAPAN 1. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen. 3. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. 5.6.7. 5. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan. 3. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : ƒ Cast Iron Casing ƒ Cast iron vortex type Impeller with knife. 5. 2. cabang atau belokan. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut. Sistem kendali motor pompa ƒ Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage. 5. 5. Spesifikasi motor sbb : ƒ Squirrel cage induction type ( IP 68 ) ƒ Winding insulation class F ƒ Water tight ƒ Vertically mounted 4.33 PT. 4. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. 4. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi. ƒ Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja ƒ Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar. Ciptanusa Buana Sentosa . ƒ Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa. maka satu pompa bekerja secara bergantian. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : ƒ Dasar sumur berupa batu kerikil ƒ Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. 3. sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. MANHOLE 1. maka pompa bekerja bersamaan. Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. lurus. ƒ Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan. 3 . Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. ƒ Apabila beban aliran besar. manhole dan pipa vent. 4.

Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi. Floor Clean Out terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body. 5. 3.11. 5. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm.10. 2. FLOOR DRAIN 1. 5. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : ƒ Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange. screw outlet connection with flange for waterprooving. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb. ƒ Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain).: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1.8. 3. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. 3 . 2. Floor Drain terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring.9. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. Ciptanusa Buana Sentosa 5. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. ƒ Bitumen Coated Neck for adjustable fixing. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup. 4. .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. ROOF DRAIN 1. ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. 2. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan.12. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan. 5. selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan.34 PT. 5. 3. 3.

2. PT. 6. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai. Ebara CV. Teral. Paragon. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Ciptanusa Buana Sentosa . Teral. Mitra Utama Sentosa. Bohemi 3 .35 PT. PT. URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. Bestindo Aquatek Sejahtera. Spindo (PT. Benka. 3. 2. Dwi Prima Engineering PT. Paragon. Equal. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO. SEWAGE TREATMENT PLANT 1. Ebara Equal. 3. 4. HE/ TG. Sigma) FKK. 5.13. Bio Master Bakrie.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Fushiman. Code atau Standard yang belum ada di Indonesia. Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : . Kitz (PT. Untuk Publikasi.36 6. Austindo Kimco.1.85 . 20. 17. 11. 18. 9.1.bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara. Pipa PVC Class AW 12.2. 13. 16. 6. Honeywell Toyo. Sinar Mas Andhika). Potter Toyo. Sam Yang Proco.SMACNA . Sinar Mas Andhika). SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan. 8. Rucika. Ciptanusa Buana Sentosa .ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. Fushiman. Honeywell Yoshitake. Weistinghouse Enduro. 14.5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin. code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan. Kitz (PT. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika. Publikasi code dan Standard Publikasi. 19.Guide and Data Book 3 . Slumberger. Pralon Yoshitake. PT. 15.1. Socla PENN.1. Whale Tank 6. 10. Pralon Rucika.ASHRAE . 6. 12.

kaku dan tidak bergetar dalam operasinya.3. baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat. Landasan Peralatan.45 NC Perlindungan Kebakaran.5. ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian. pipa.1. PT. Platforms. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat.alat bantu tersebut. termasuk juga accessories duct seperti damper. Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct. Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform. 3 . Semua landasan untuk peralatan dan motor. 7. yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1. Kondisi udara luar ™ Temperatur ™ Relative Humidity 35 ° C 65 % 2. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu. Instalasi 1.1.4. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan.90A ARI AMCA CTI Dan lain. Noise Criteria ™ Ruang Rapat ™ Ruang Kerja 7.bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. Ciptanusa Buana Sentosa . sehingga tujuan yang dimaksud tercapai. 7. filter dll. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut. 30 .1. Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan ™ Temperatur 20 ° C ± 2 ° C ™ Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3.6.7. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan. NFPA . venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air.40 NC 35 .1. 3.37 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6.1.lain standard belum tercantum diatas. Pencapaian Peralatan Untuk Service. Umum. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. 2. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya.

7. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana.1. Ciptanusa Buana Sentosa . 7. ™ Landasan penyangga peralatan (steel bases).1. maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui. bahan-bahan baik yang sudah.8.2. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning). lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya. kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing.2. 3 . debu. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%).9.1. conditioning). sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang. Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan. 7. 7. Bahan. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan. Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya. mur dan washer haruslah zinc electroplated. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. Penomoran. pemasangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel). Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor. maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung. ™ Semua baut. pasir. beserta ukuran dan lokasi yang tepat. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7.1. Peralatan bantu. sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan. landasan.11. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI. posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail. Untuk itu ukuran.1.2. Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor.10. Sebelum penyerahan. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1.2. flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. 7. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai. Anti Karat ™ Semua peralatan bantu instalasi. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. 7. dudukan. peralatan yang tertanam didinding. untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya.38 PT. Perlindungan Peralatan. Pengadaan. Sleeve.

filter. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara.39 PT. Pengadaan. access panel. air cooled type. Isolasi panas/suara dll. 7. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. gauge. Attenuator dll. memakai inverter.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. pemasangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. pemasangan. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. pemasangan. Pengadaan.3. isolasi panas dll. 3. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. Pengadaan. pemasangan. Axial fan. 8. 10. Menyerahkan gembar-gambar. Pengadaan. pemasangan. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. volume control damper. 14. Filter. sensor. terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit . 7. pemasangan. 4. pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya. humidistat dll. 11. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. Ciptanusa Buana Sentosa . thermostat ruangan. 5. Mendidik petugas dari pemilik gedung. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent. damper. 12. Pengadaan . 13. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. spliter damper. 9. return air grille.0* atau lebih tinggi 3 . Pengadaan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper. 6. Propeller fan.

PRESSURE TESTING 3 . CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik. Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. sensors dan refrigerant volume. over current protection for the inverter and anti-recycling timers.5 meter diatas pondasi. shutoff valves. thermal protectors for compressor dan fan motors. fusible plug.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *. secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. unit harus dilengkapi dengan Sub cooling. Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan. crank case heaters. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4.8 HP sampai 10 HP. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0. 7. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal. System ini haruslah dipasang dipabrik. control circuit fuses. Ciptanusa Buana Sentosa . Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik. Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system. Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. terukur 1 meter secara horizontal dan 1.40 PT. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel.1. dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch.2.3. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi. 7.3.

sebelum disambungkan ke outdoor unit. Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik.5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik. Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 . Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor.41 PT. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik. Ciptanusa Buana Sentosa .3. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0. Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 . 7.3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21.cm N.cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik. Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai.3. Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10.C1220T. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan.

CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0. Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve. Ciptanusa Buana Sentosa . 7. lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan. 7. Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7.42 PT. FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan.3. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching. thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting. cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain. operational mode.75mm2 .7.5. air filter. fan speed selector.25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit.4. BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 . Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis. Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari. Oil.8. fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ). 7. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC .3.3.3. EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant. malfunction code and filter cleaning timing.3. 1 phase dan 50 Hz.6.1. 7.

7.batas yang normal.10 E 12 watt pada octave band mid freq.4. INABA DENKO d. kemampuan (performance) peralatan. Insulation : Armaflex. Ciptanusa Buana Sentosa 7. FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan. didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan. on off switch dan pilot lamp. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini. Refrigerant : Dupont. 7. • Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan. fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari. • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya.10 MERK YANG DISETUJUI a. Honeywell 7.74 di Amerika.shaft .alluminium die.3. remote.4000 hz. Pipa refrigerant : INABA DENKO c. adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti. • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel.3. AC VRV = Daikin b. dan dalam batas. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re .impeller .carbon steel 3 . .43 PT.1. Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature.4.2.9.11. Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7. 60 . Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type. operation mode. 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7.4. adjustable pitch dan harus digerakan langsung. Spesifikasi Teknis Axial Fan ™ Impeller fan dari type airfoil blade.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7.3. sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 .cast . Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m. • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat. ™ Material fan : .4.mild steel hot dipped galvanized .casing .3.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . Propeller Fan (wall atau ceiling fan) ™ Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling. harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std. IP 54. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH.6. Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting.52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0. b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame. Untuk fan diameter 500 ke atas.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder.5. Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara. 7.1.pelumasan ™ ™ ™ ™ ™ . Inl. Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan. • Casing terbuat dari heavy gauge (1. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit. • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya.44 PT. FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan. 7.grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan. Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel. Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet). rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast. Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter. 7. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung.5. Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat.08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0. ™ Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan). fresh air fan harus dari bahan tipe metallic.line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis. ™ Fan harus digerakan langsung. Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini.1.5.5” WG). ™ Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet).2. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan. Ciptanusa Buana Sentosa 7.3.5. isolasi kelas F. kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet. 52-76). d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1. PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 .6. Motor dari jenis TEFC. . 7. c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya. 7.

Publikasi. dalam duct Air flow max. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max.7. spliter damper. Split System Unit. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. 7. Neoprene Mounts. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll. berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya.45 PT. 7. c.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut.2. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron. Out Door Unit. register. 7. grilles. fitting.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit. Umum a.7. support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya.2. Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin.7. 7. damper. b.6. d. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %.7.3. Ducting panel tebal 20 mm.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0. ‰ ASHRAE. Bahan duct dari pipa PVC. volume damper. Instalasi Ducting 1.5. density: 52 Kg/ M3 3 . • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7.4. Restrain Isolators. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting. ‰ SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association).7.0135 1.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. ‰ Carrier Air Conditioning Hand Book. Konstruksi Duct.021 W/m.1. Ciptanusa Buana Sentosa . the Guide and Data Book. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. diffuser. standard yang digunakan. 7.7. Pipe Hanger dll. Spring Isolators. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan. Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct.

Straight jack plane. Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail. Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. d. Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting. cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. 4. . g. Lubang pengetesan. kelembaban serta static dan velocity pressure. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2.000 Fpm (10 m/s). Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct. Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. 7. antara lain: . f. 6.6 m-1m 8. 9.Pemeriksaan kekuatan support a. kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ).46 PT.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) . Untuk keadaan dimana harus 3 . Bentangan < 0. b.Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . V jack plane. Right jack plane. Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya. Run Test : akan dilakukan beberapa test.6 m 0. Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane. Penggantung duct. c. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam. Penguatan duct. semua elboww harus dari type full radius elbouw. e. 5. h. kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0. apabila tidak ada cahaya maka ducting ok. Elbow.Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. Reducer (transition). Ciptanusa Buana Sentosa . Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi.

REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. Ciptanusa Buana Sentosa . Sambungan flexible. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang. 7. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan. material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek. GRILLE. PEKERJAAN PEMIPAAN 7. i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper. 5 inch H20. Alumunium Flexible Round Duct. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”. 7.47 PT. tanpa memakai volume damper. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya.2. d) Warna untuk diffuser. maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV. pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH).9. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi.10. k. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile. j) Slot diffuser dari tipe 1. sesuai gambar detail. j. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting.65 mm atau lebih.10.8. Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara. Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang. alat-alat bantu. atau 3 slot. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU. Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness.1. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. l. 7. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt. 3 . Tekanan kerja max. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa. Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m.

1. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7. panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini. Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan. Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas. ALAT – ALAT BANTU. • Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang. 4. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu). Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin. sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih. 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. M a t e r i a l 1. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder. Ciptanusa Buana Sentosa . Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare. Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings. Lingkup Pekerjaan. Pipa Refrigerant 7. 10. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System. 3 .10. 3.11.3. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan. • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. 9. 1. Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. 7. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan. 7. Pipa Condensate 2. 5.48 PT.2. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa. 2.12. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini. 6.10. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar.4. : Pipa PVC klas AW.12.10. 8. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik.

Ambient temp/RH . Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.S (Inggris). 100 ° C. Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green. Temperatur Sensor (TS) . (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector. temp. 2.3.max. Peralatan Kontrol a. B. Temperatur Controller (TC) . Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit.peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : ™ ™ ™ ™ ™ ™ Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7. Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7. OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop.Motor yang menjadi satu dengan fan.Control output (Output voltage ) . jumlah phasa tergantung kapasitas fan.white). Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail.12.Temp.jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route. voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase. lokasi panel dan perletakan instrument kontrol.5 HP keatas. Ciptanusa Buana Sentosa . Pemborong wajib mengikuti peraturan. 3 . diatas). Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika).Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max. 50 ° C 90 % RH : 2 .red. Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : .Insulation class E Motor Fan : .Fungsi control .49 PT. Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana.1 ph/220 V/50 Hz . Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0. DIN (Jerman). Spesifikasi Teknis 1.Supply voltage/ current .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.3 tingkat kecepatan .Jenis induction motor.Temperatur detector dari type thermistar.1 mA b. jalur. .8.plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON. 0. dan JIS (Jepang).10 V : 0-16 V DC/max. Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7. .13.detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi.2.5 HP.set point scale .

masing Peralatan dengan pilot lamp ( red. harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium. ™ Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui. ™ Jari. hendaknya minimum 15 kali diameter kabel.1. sesuai dengan detail drawing.untuk 3 ph dengan selector phase switch ƒ Disconnecting switch untuk remote star stop. ™ Semua panel star delta dilengkapi dengan : ƒ Pilot lamp .kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin. white. ™ Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan.jari pembelokan kabel.50 PT. Wiring ™ Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard. ƒ Ampere meter . ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi.14.untuk 3 ph dengan selector phase witch. ™ Untuk kabel yang menyeberangi selokan. Panel remote harus dilengkapi untuk masing. jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung. -R-S-T ™ Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control. ™ Pada route kabel. white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali. P o n d a s i ™ Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC.14.peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. ™ Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. 3 . PEKERJAAN LAIN-LAIN 7. jalan raya atau instalasi lainnya. ™ Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. ™ Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan. ™ Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa. ™ Pondasi peralatan. ™ Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis.red. green. ƒ Voltmeter . ™ Kabel yang dipasang didalam tanah. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. Ciptanusa Buana Sentosa . ƒ Pilot lamp.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya. 7.mesin. 3. ™ Kabel. ™ Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo. green.

15. Pengukuran tekanan . 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana. 3 .peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb.bagiannya. ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan.besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana.15. 7. batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui.tegangan yang tidak wajar. dudukan-dudukan atau penggantung.alat.modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut. 7. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7.15.Sling psychrometric . Pengukuran temperatur udara .betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa.kondisi setempat.Tachometer atau sejenisnya 4. 7. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing. atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin. ™ Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk. pipa yang diperlukan.Hood untuk mengukur udara didiffuser.3. alat. ™ Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan. Pengukuran laju aliran udara . ™ Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni. profil.2.Ampermeter / ampertang 5. ™ Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil. sehingga didapatkan besaran. antara lain : 1. Pengukuran putaran (rpm) .51 PT.Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya. Peralatan Ukur. . Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing. Pengukuran listrik .besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul. adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran. Pelaksanaan TAB ™ Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian.4.Barometer / pressure gauge 6.mesin. 7.15.15. Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB.1. ™ Untuk menyesuaikan dengan kondisi.Voltmeter . Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai. Ciptanusa Buana Sentosa . Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs.Thermometer 3. ™ Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi.

harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas. PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. 2. 3. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil. 8. type. ™ Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran. dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. Prosedure Testing and Adjusting. NUG. ™ Dalam pelaksanaan TAB. Test dan catat motor full load amper. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design. Kruger 3 . 3.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. 1. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan. 7. Balancing System Distribusi Udara. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. 4. tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design. 1. mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan.52 PT.5. Siemens National. 5. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Dalam pelaksanaan TAB. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin. 2. dimana hasil. 11. KDK. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara. Mitsubitshi AEG (GAE).besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. ™ Sebelum melaksanakan TAB. Test dan catat temp. Kontrator harus membuat suatu rencana kerja.masing FCU/ FAN.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. 6. Ciptanusa Buana Sentosa . Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing. 7. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10.15. ™ Sebelum melaksanakan TAB. ™ Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini. Indentifikasi ukuran. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design.

12. pengecatan. 17. Insflex AAF atau setara Paramount. 2. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. 8. ALP Active. Hydrant Box 8. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. Perlengkapan Fire Water Tank 5. Sisalation 436. 16. Mason. control system dan Fire Resistence Cable 14. Kabel Metal. ABB Armaflex. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 . Parawoll. 11. yang telah dibuat sebelumnya. Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12. Wavin Voksel. Fire Pump test ventui flow tube. 10.2. Thermofoil 731 DEC Insulated. 15. 8. 5. Ciptanusa Buana Sentosa . Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. Insulflex Kembla. National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Spingkler Head 7. 13. Infoil. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. Confordaire Prima Prima Wangi. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. 9. 8. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. Rucika. TDI Duct MG. Parawoll. ACI Kinetek. concrete blok ) 13. Confordaire Sigma Cool. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3. Springkler Control Valve Set 6. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. 8. Panel listrik. Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10. Thermaflex. Supreme Sigma Cool. 6. 14.53 PT. 7. Crane Pralon. Wangi.1. Valved Connection to main Water supply source 4. Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi.

Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. 4. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3. masukan air harus berhenti. q q q q 8. Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2. indicating lamp • Main pump On.3. pipa penguras.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. maka fire water tank harus diisi. 6. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20.54 PT. 4. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. alarm horn & indicating lamp • Water level too low. POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. 3. pipa isap. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran. alarm horn & indicating lamp • Water level drop. indicating lamp 3 . Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis. alarm horn. sebaliknya apabila turun mencapai L. Ciptanusa Buana Sentosa . Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki.

2. Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler. 9. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.4. sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . uji coba springkler maupun springkler flushing. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan. Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam. 8. Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang.55 PT. Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. Ciptanusa Buana Sentosa . Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set.

ukuran 750 mm L.5.7. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI).8 dengan modifikasi. B.8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. 3 . ‰ Hose rack untuk slang 40 mm. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance. PILLAR HIDRAN ‰ Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. Alarm Lamp dan Alarm Horn. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. ‰ Hydrant valve. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm.56 PT. ‰ Hose rack untuk slang 40 mm.B. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box recessed type. q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve.6. ‰ Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. ukuran 750 mm. 8. chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. BOX HIDRAN 1.one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Ciptanusa Buana Sentosa . chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe. Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box outdoor type. 8. ‰ "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish.8. Box harus dilengkapi Alarm Push Button. ‰ Hydrant valve. 8. dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange. ‰ "JET" Firehose A. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa.

11. 2. . Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 . Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.57 PT. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1.9. 8. 2. Ciptanusa Buana Sentosa 8. Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota. 3. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch.

Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6.58 PT.9 l / hr ( 100 % ) . q Manometer isap dan tekan. 3.47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket. Ciptanusa Buana Sentosa 4.63. kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. . pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat. 5. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. Starting : Battery 24 V. Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya. HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 . Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : .

40 mm . 10. KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1. 65 mm .Bak kontrol dan tutup.Variable jet & spray nozzle dia. 11. 15.8 mm : . Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat. Perlengkapan :. 40 mm X 30 m . 65 mm X 30 mm .Variable jet & spray nozzle dia. 17. 9.59 PT. 40 mm . MAIN CONTROL VALVE Size : 4”. 8. 13.Machino coupling dia.Hose rack 6.Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1. PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7.Linen Hose dia. 16.Stop valve .8 mm Perlengkapan : . 12. 65 mm . 14.Machino coupling dia. 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 .Linen Hose dia. Ciptanusa Buana Sentosa .

Kitz NBC. Viking. 17. 16. Siemens. Grinnel Vitaulic. 8. Central. nagano. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . 4. 6. 5. Du Pont Viking. Keystone NBC. Wormald. 12. Lowara Notifier. 1. Central Bakrie. Viking. Chubb Ozeki. 10. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. Nippon Steel. Spindo (PT. Toyo. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. Grinel. 2. Sigma) Grinel. 3. Toyo. Vitaulic. 15. Appron. Alpindo Ozeki.60 PT. Appron. Sanwell. Grinnel. 13. 7. Patterson Equal. Grinnel Central.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. Central Potter. TA. Alpindo Central. 11. Appron. 14. Teral. 9. Yamato Yamato. Kitz Ozeki. Notifier Toyo. 3 . viking.

Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. Appron Radox. • Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.Belimo Toyo. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Pengadaan. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Central. • Pekerjaan pentanahan / grounding n. k. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki. 20.61 PT. Pengadaan. 22. Ciptanusa Buana Sentosa 1. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings). antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit. PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j.2. 21. saklar dan seluruh stop-kontak. armature. Central Ozeki. • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya.1. aman. pemasangan dan mengecek ulang atas design.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. Grinnel. l. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. pengujian. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna. . dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang. titik nyala lampu. Welson. o. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Panel-panel tenaga. p. Menyelenggarakan pemeriksaan. LINGKUP PEKERJAAN m. siap pakai dan handal. 1. Fuji Danfos. 19. 3 .

3 .62 PT. NEMA dan sebagainya.3. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. 5. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. • Penggunaan MCB : . Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar. VDE/DIN. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan. 7.1. 8. Panel Tegangan Rendah 3. 4. • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%. warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. 6. penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. 3 phasa.Outgoing pada PDTR .Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. rating amper sesuai gambar. 4 kawat.3. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL. Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. BS. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase . Spare space harus disediakan seusai gambar.Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal. Ciptanusa Buana Sentosa . Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V. IEC. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul. terminal terminal. Komponen panel : Accessories Bus bar. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah.

Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating. Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. penyambungan . lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana. besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C. sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan .perbaikan.penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST.63 PT.3.2. untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1.

seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set . Ciptanusa Buana Sentosa . Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset. auto synchron. Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). Semua panel harus ditanahkan. auto load sharing. pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. under voltage dan over voltage relay. AMF. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala. Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung. PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal). earth fault relay dan reserve power relay. Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. 3. Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.64 PT. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . Automatic load sharing Type : Free standing. front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit. 5. 4.

Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. NYMHY. 7. 10.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3.5 KV untuk kabel NYM 12. 0. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0.8 mm finishing 3 . Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. BCC.3. 9. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2. Ciptanusa Buana Sentosa . Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY.5 mm² 1.5 mm dengan cat powder coating warna putih.6 KV dan 0. Lighting Fixtures 6.4.45 mm. NYA.65 PT. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1. FRC. 8. Kabel Tegangan Rendah 9. Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.2 mm. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY.3. • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13. kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas. NYFGbY. Sebelum dipergunakan.3. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. NYM. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0.

19. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm.66 PT.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Ciptanusa Buana Sentosa . • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1. Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. 20. 11. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL.27. Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1. Kotak-Kontak dan Saklar 14. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2. 3 . ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10. • Fitting lampu standard E-27. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik. Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE. Rak kabel / cable Tray 18. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery.6.5. Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus. 16. • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp. 13. Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam.5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2. 15.0 mm. • • 1. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar. Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan.7. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas . Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0. jarak antar penggantung maximum 1 meter. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal.1 mm. 17. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1.3. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). Lamp holder menggunakan standard E . 1. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat. 12.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Penggantung dibuat dari Hanger Rod.3.3.

27. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 33. Kabel – Kabel 29. 26. 1. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan.4. r. 25.1.5. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai. 1. 3 .5. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. s. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. 36.67 PT.kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi. Semua panel harus ditanahkan. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik. PERLENGKAPAN INSTALASI q. Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). 22. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. 24. t. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. 30. Sebelum pemesanan/pembuatan panel. 35. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Ciptanusa Buana Sentosa . Panel-panel 21.warna kabel harus sama.5. 31. 23. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan.600 mm dari lantai terhadap as panel. 34. Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar. diklem dan disusun rapi. handal dan mudah perawatan. 32. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya.2. 28. Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel . Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman.

• Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang. Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. 39. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok. 40. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. 42. 41. 43. kecuali dinyatakan lain dalam gambar. 38. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm.68 • PT. Penyambungan kabel menggunakan las doop.

Ciptanusa Buana Sentosa . belokan harus dengan radius min. Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut. 50. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya.5.4. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya. 95 mm². 15 x diameter kabel. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min.kontak dan 1. 46. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ). harus diadakan pengujian secara individual.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya.69 PT. sehingga nampak rapi. Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm. Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. 48. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Kotak – Kontak dan Saklar 44. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. diklem dan disusun rapi. 6 mm² dan max. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm. Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah. harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. 49. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL. Pentanahan (Grounding) 47.3. penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug). Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak .6. 3 .500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. 1.5. Setelah peralatan tersebut dipasang. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). 1. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. 45. PENGUJIAN u.

Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v.8. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. GAE 3 . FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. 1.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0. Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. GE . maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ). dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. Ega Tekelindo.7. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1. • Test pompa-pompa seluruhnya. CIC. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan. Ciptanusa Buana Sentosa . GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian. ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar. • Test peralatan (beban) lainnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa. GEM SACI. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan. Alpivar. Hasna Prima. MG Rickstar. Hasna Prima.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. Ega Tekelindo. Produk bahan dan peralatan.

GAE SACI. Nexans.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. Interlite Philips Philips Philips Philips. Vossloh 3 . NYA. Clipsal 3M. CIC. Interlite Philips Creation. Kabelindo. Star Delta starter. Ciptanusa Buana Sentosa . Radox Ega. Interlite Philips Philips Philips Philips. CIC. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT. Philips. Philips. Voksel Fuji. Vossloh Philips. Vossloh. Vossloh Philips. NYMHY. GAE SACI. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips. DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. Interlite Philips Philips Philips Philips. CIC. Schwabe Creation. Vossloh. NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. Kabel Metal. Philips. Vossloh Philips. Schwabe Creation. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. Schwabe Creation. Philips. ballast. Vossloh.

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. Ciptanusa Buana Sentosa 2. pemasangan bahan. UMUM w. Metosu 2. Interack. Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. Schwabe Creation. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. dd. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. cc. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan. Hits Berker. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif. instalasi dan testing terhadap seluruh material. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek. Vossloh. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Philips.72 PT. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Interlite Manvier. termasuk air terminal (batang penerima).2. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. x. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Clipsal. WA. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. MK. material. penghantar down conductor. z. Schwabe Creation. y.1. Vossloh. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. termasuk disini air terminal. Vossloh Philips. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. peralatan dan 3 . Philips. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. bb. . LINGKUP PEKERJAAN aa.

Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana. 2. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol). BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan.10. Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas. 2. lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan. 2. ll. Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 . Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah. gg. Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga. Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan. SALURAN / PENGHANTAR ii.6. AIR TERMINAL ee. PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm. dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. 2. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal.3. hh.4. Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi. 2.5. Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm². dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah. 2.8. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara. 2. Dilengkapi dengan FRP Support Mast. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat. Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff. jj.7. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya. 2. SURAT IJIN kk. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance).11. .9. Seluruh saluran penghantar. Ciptanusa Buana Sentosa 2.73 PT. PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana.

penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing). petunjuk dari pabrik pembuat. Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard. pemasangan. pengujian. qq. maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. rr. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. UMUM mm. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.12. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan. maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp. Bila PLN padam. termasuk gambar-gambar. Spindo Produk LPI Guardian. oo. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima.Medium Class 4 besar PPI. Prevectron 3. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² .2. sertifikasi. maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. perincian penawaran ( Bills of Quantity ). petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan. Ketika PLN sudah hidup kembali. service. PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan.74 PT. • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3. Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. pemeliharaan. Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi.1. Ciptanusa Buana Sentosa 3. nn. garansi. System 3000. . Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. Bakrie. standard dan peraturan yang terkait.

58. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat. Lingkup Pekerjaan Utama 51. Pengadaan. Mengadakan pelatihan operator. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63... Ciptanusa Buana Sentosa 3. dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Membuat As-built Drawing 59.3. 70. Menyerahkan Tools Kit 3. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting). Pengadaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable).. 52. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56. harus 3 . pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55. 3.3.. Pengadaan. 67.4. LINGKUP PEKERJAAN 3. sesuai standard DIN 6270 A. DIESEL GENERATOR 69.2. KVA Prime Power.5. Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64. Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi. Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57. KVA dan . 3.3.3. Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62.3.3.1. Umum . Setting dan aligment kedudukan Genset.75 PT. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. termasuk anchor 66. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja. benar dan memenuhi persyaratan 3. Handling Genset di atas pondasi 65. dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek. 68. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C.4. Silent type. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas . 53.4. single operation. ) 3.3. Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini). Lingkup Pekerjaan Terminasi 61.1. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll.. Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3.

saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. 76.5 %. dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital. Perhitungan system peredam suara. alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. 79. ventilasi ruangan. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1. 78. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. 84.76 PT. 82. 81. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator. 73.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. 3 . • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain. peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ). 75. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat. 74. serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. ventilasi ruangan. 80. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. 72. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. 83. Ciptanusa Buana Sentosa . 77. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C).

Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint. Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. Instalasi 90. Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator. Pengujian . Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal. Ciptanusa Buana Sentosa 3. Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ).77 PT. 93. AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87.3. Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini. 89. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%. 91. 88. 3. AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat. PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. 94.4. 14.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan . AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi. 95.keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. titik netral Generator.4. 92.

KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss.50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test . Safety Device vv. Perlengkapan :.100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank. Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu. Country of Origin : Complete Built up.5.nya .0% selama 15 menit tanpa interupsi.Battery dan charger . Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 .. Diesel Engine (Single Operation) Type : Open.78 PT. Ciptanusa Buana Sentosa .8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww.75% selama 2 jam tanpa interupsi . . by Manufacture Warranty tt.Exhaust muffler Critical type with counter flange . Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%.Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% . .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • .110% selama 1 jam tanpa interupsi . akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3. Jumlah Unit xx.30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0.25% selama 1 jam tanpa interupsi..100% selama 1 jam tanpa interupsi .

Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible.75 HP.50 / 0. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing. pipa pengembalian (return) bahan bakar. Umum 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar.2. 99. 220 V / 380 V. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 . 100. medium class.5 bar Motor : 0. three phase sensing 3.6. Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan. 98. Sistem Bahan Bakar 96.6. 97. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar. Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ). 3 ph. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam.0. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange. dengan penyambungan pipa ulir. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual.5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ). Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105.79 PT. dimana penyambungannya dengan system flange. 106. Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat. 102. pipa pembuangan gas ( ventilasi ). alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer. Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya.1. Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung. pipa pemakaian (supply). 103. Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m. Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve. 104. Warna cat akan ditentukan kemudian. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter. 101. 3. Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana.6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/.

berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. Ciptanusa Buana Sentosa . Sistem Ventilasi Ruang mmm. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3. Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB.10.80 PT. 3. ccc. eee. 3 meter dari jarak dinding perimeter. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana. 3. Sistem Peredam Suara fff. nnn. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal. kkk. ggg. Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer). Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100. Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya. 3. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya. iii. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. bbb. lll. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth.8. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. zz. Sistem Gas Buang yy.9. Pada permukaan bahan peredam suara. Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset. hhh. Sistem Pendingin ddd. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. jjj. Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana. 3 . Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa.7.

AEG. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Atau setara Deep Sea. DEIF. Cater Pillar. AVK. Omron 3 . AEG Omron. Nitech SACI.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ). Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. MG. Circutor. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. Marathon Power Factor : 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo. Ntional. Ciptanusa Buana Sentosa . K2 Power. Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. Daewoo. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. Siemens. Deutz . EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji. Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle. National Hager. Celsa. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan.81 PT. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No. Telemecanique.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No. qqq. 4. PENJELASAN SISTEM sss. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan.4. 3 . 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. 4. Interack 4. Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi. ttt. dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4.1. UMUM ppp.3. Ciptanusa Buana Sentosa . Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran. rrr.82 PT. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Supreme Kabel Metal. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system.2.

116. Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap.83 PT. Ciptanusa Buana Sentosa .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.1mA . 108. Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111.0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115. 118.0 mA .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107. Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 . 110. Data-data teknis lainnya : . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu.Activation Current : ± 4.1mA Alarm Current : ± 25. 113.Output Voltage : 5 . Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base. Data teknis lainnya : .EMC : ± 10V/m . 117.Storage Temperature : -30 ~ +75º C .Operating Temperature : -10 ~ +50º C . 112. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka.6 mA . Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . 109.Working Temperature : -10 . Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology).Operating Voltage : 16 – 32 VDC .13 VDC Quescent Current : ± 0. perubahan suhum kelembaban dan karatan. 114.EOL : ± 100 KΩ 3 .13 VDC . gangguan elektromagnetis.Alarm Current : ± 25. perubahan suhum kelembaban dan karatan.Quescent Current : ± 0. Input signal harus bebas dari prioritas signal digital .+50ºC .Frequency Test : dapat dipakai berulang kali .Quiescent Current : ± 0. 119.0 mA . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. gangguan elektromagnetis. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol.

Data teknis lainnya : .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut.0 mA .7 mA .Wiring Capacity : 1. Data teknis lainnya : .+50ºC . 127.1 VDC . batas signal bahaya normal kepada unit MCFA. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. L129.5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm. 122.+50ºC .Working Temperature : -10 . 123.Wiring Capacity : 1. 120. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. 124. flashing .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .4 VDC .Confirmation Led : Steady output .Working Temperature : -10 .7 VDC . juga mempunyai indikasi pada modul. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.84 PT.Quiescent Current : ± 0. jika terjadi penekanan. 125. steady on : Pulse Output .5 mA .Alarm Voltage : 3. Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung. Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+.Relay Rating : 30V/2. 126.Quiescent Current : ± 4. output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.Alarm Current : ± 16.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .0 – 1.Fault voltage (open) : > 22. fault.3. 128. Dapat memancarkan alarm.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu.0 – 1.Activation Current : ± 2.5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch.0 mA . 80 mA 3 . Ciptanusa Buana Sentosa .7V – 16. 125VAC/1.0A . 121.0A .Fault Voltage (short) : 0V .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC . 130.

Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom. Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini.5 mm². baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ). Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones. Seluruh kotak sambungan. Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas. MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD). Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. Sealed Acid Battery. Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia. Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja. 20 mm.5 mm².6 mm². Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector. Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0. 3 . dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut. Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1. Synthetic Sound. Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. persimpangan.85 PT.2 Watt : 85 dB.

Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Edward. dilengkapi : . www. ROR .5 m dari lantai. Siemens Esser. Satu persatu detector ditest.5 m di bawah plafond.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2.Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap. Siemens Kabelindo. Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V. harus dilakukan testing / pengetesan. Alarm Bell dipasang kira-kira 0. Siemens Esser. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). xxx. LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Edward.5 mm². Ditempat pekerjaan.Sealed Acid Battery . 4.5.86 PT. NYM. dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. TESTING / COMMISSIONING yyy. Siemens Esser.ITC STP AWG 18 3 . Semua kabel harus dipasang didalam conduit. zzz. dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap. 21mA Colour : Red Smoke. 4. Supreme. Untuk manual push button. Edward. Edward. Edward. vvv. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA . : 2 loops Produk Esser.7. Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana.Power supply . Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. Kabel Metal. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis. 4. Voksel NYA. Ciptanusa Buana Sentosa . PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan. aaaa. Siemens Esser. dipasang pada ketinggian 1. Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini. ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya. Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0.6. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Tiap-tiap zone. Fixed / Head Esser. Edward. yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas.

KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia. Pengadaan. . Ciptanusa Buana Sentosa 5. 3 . memenuhi standard EVAC. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro . Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt. Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut .87 mV. dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil). Volume Control/Attenuator. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan.1. Clipsal 5. LINGKUP PEKERJAAN. Input Range : 0. PERSYARATAN TEKNIS. 5.5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional. Ceiling Loud Speaker. dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. dengan sound pressure level ± 114 dB. Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz. Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi. Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV .87 PT.2. Mixer Pre Amplifier. Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume. Impedance ± 4 ohm Microphone. Power input = 15W.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. • Untuk di luar (parkir area).3. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. pemasangan instalasi Sound System. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Mempunyai diameter 6 inchi.

MP3/MP4.88 PT. dengan kabel NYMHY 2 x 1.6. Output level : . Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. dddd.5 mm2. Ciptanusa Buana Sentosa . 20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1. Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. PEMASANGAN INSTALASI. PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya. Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan. GAMBAR KERJA. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. cccc. dynabolt. menggunakan pipa High Impact dia. hhhh. fault relay. jjjj. ffff. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector. Klem yang dipakai ke plat beton. Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna. Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan. call active relay.5 mm2. 5.50/60 Hz : : : : 30 – 10.7. 220 Volt + 10% .5 mm2. 5. LAIN-LAIN. eeee.4. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik.5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay.000 Hz 1% 50 dB CD. bbbb. iiii.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM. Ditempat pekerjaan. sesuai gambar rencana. dan klem setiap 100 cm. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia. FM 5. bbbb. Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r. 3 . Durados atau Cable Connection. Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor. menggunakan ramset. cccc.20 mm . DC 24 Volt. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. gggg. menggunakan pipa high Impact dia. Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow. Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow.

Panasonic. Panasonic. Double H. Ciptanusa Buana Sentosa . Voksel Ega. oooo. UMUM mmmm. PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. TOA Bosch. Panasonic. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Panasonic. TOA Bosch. TOA Kabelindo. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. nnnn. TOA Bosch. Panasonic. Panasonic. Panasonic. Panasonic. TOA Bosch. Supreme. NYMHY. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. TOA Bosch. TOA Bosch. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Clipsal Interack. Kabel Metal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. TOA Bosch. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6. Panasonic. Panasonic. TOA Bosch. Panasonic. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. TOA Bosch. 3 . untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. TOA Bosch. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. serta cermat. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone.1. Ceiling Loud Speaker. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. PVC High Impact dia 20 mm 6.89 PT.

139. Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133. seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. 16 digital extention card. wwww. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. Telkom. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Ciptanusa Buana Sentosa . Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu. maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. vvvv. Telkom.2. 3 . banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. sehingga sistem berfungsi dengan baik. Telkom. LINGKUP PEKERJAAN pppp. 132. rrrr. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. Power Supply dan MDF dll. 138.6 mm².3. Kabel Telepon. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. qqqq. 137. Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. Terminal 136. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system). Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. 135. Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. jjjj.90 PT. Mengurus ijin penyambungan. PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131. digital dan 64 extention analog. termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun. Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT. tttt. Tipe executive harus mempunyai display digital. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. 6. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding. Pesawat Telepon 134. Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. hands free dan kelebihan lainnya.

Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. 142. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. Outlet 147. Untuk mempermudah pengenalan. Tranka 3 . Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Siemens Supreme. Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. 146. ukuran dan jumlah inti kabel. Pemasangan konduit harus rapi.6 mm². tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan. 6. aaaaa. kuat dan teratur. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. pppp. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. Kabelindo.4.91 2 Kabel indoor/outdoor PT. tttt. Ciptanusa Buana Sentosa . Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. Conduit Telepon.5 mm. TESTING / COMMISSIONING bbbbb. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. 144. Tidak diperkenankan mengganti jenis. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah. Toshiba. harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. 148. 143.5. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester. 145. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. 6. Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. Kabel Metal. 141. qqqq. flush mounting dan bukan jenis claw fix.

dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . Clipsal 3 M. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Legrand 7. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. 20 mm Berker. 3 .5 Mhz Input Level : 40. fffff.92 PT. Clipsal. UMUM ddddd. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7. Double H.862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7.1. National Ega. Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858. ggggg. MK. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan. eeeee. Ciptanusa Buana Sentosa . Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini.

7. Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Double-H. NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. Maruichi 8. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 . Clipsal National. PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. SECAM. Fagor. – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard. Sistem MTAV harus bisa untuk output video. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus.3. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling). Shikoku. Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Belden Ega.4. Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji. Fagor.93 PT.4 dB – 1.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi). Modulator. Ikusi Nexus. PAL.

Pemasangan.2. Monitor. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai.4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB. Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video. Ciptanusa Buana Sentosa .4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1.3. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi. Sistem CCTV ini terdiri dari Camera. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi. PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera. 8. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. 8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. 8. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval. AGC On (Luminance) 3 .94 PT.4. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera. sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor.1. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour).

0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc . camera drive unit.6. Sequential switcher.95 PT. PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar. Peralatan utama seperti .5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia.230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu. Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U. Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8. Built-in 160 GB HDD. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas.5. Built-in 16 ch multiplex recording system. 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : . seperti ditunjuk dalam gambar rencana. Video Input : 16 terminal.60 dB Output frequency : 47 . 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal . 1V (p-p)/75 ohm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than . 1V (p-p)/75 ohm. Ciptanusa Buana Sentosa . PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal .150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording.10 dB. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton. kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 . Colour monitor dan Time lapse VTR. PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. 8. 4 way JPEG compression recording modes. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi.

96 PT.2. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub. Supreme. LINGKUP PEKERJAAN 1. Kabel Metal. Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. 2. Sanyo.3. iiiii. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.multi core untuk motorized Belden. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. 20 mm 9. Double H. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. 3 . Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9.1.Juri Kabelindo.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Clipsal Three stars. Tranka Ega. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. ONI Metosu Produk Bosch. UMUM hhhhh. 3. jjjjj. Komunikasi data intern di dalam gedung. Ciptanusa Buana Sentosa . 9.

fasa nol. 3. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan. Material dan Peralatan Utama 1.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik. : : : : : : : : IEEE 802.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9. link status. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang. and 802.11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2.2. 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802. 4.1 x 3. 802.97 PT.11b. fasa netral.11a.1 x 19.5 in x 7. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3. overcurrent. overthermis.5 lb (0.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF. 5.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4.1. RJ-45 connectors. PoE indicators : GLC-SX-MM. Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3.5 in x 1.3cm) 1. 6. link speed. RPS. Ciptanusa Buana Sentosa . : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 . Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage. link duplex. short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa. Peralatan dan Bahan 1.3.3 in (19. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2.3. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut.4 GHz 7. four-pair Cat.67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC. 2.

5. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. 18. 8. juga harus kuat. Besaran pipa conduit adalah 20mm. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8. 13. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. 7. 17. 20. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. 3. Accessories : Fan. 9. 11. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. 7. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2. 4. 19. 15. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet. 6. Ciptanusa Buana Sentosa . Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. 14. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik.4. 2. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel.98 PT.5 kali penampang kabel. 10. 9. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit. agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik. 16. 12. Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1.

5.5. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2. 3.99 PT. Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c. Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung. Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f.1. 9. TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. Ciptanusa Buana Sentosa . • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data . Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . 9.

Ciptanusa Buana Sentosa . Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. LAN cable tester.2. Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. 8. Untuk mengeset OLTS kenilai nol. Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. pada ujung kabel serat optik. Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. (Gb. alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel. dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya .1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih . Ulangi procedure diatas.2). Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . 5. Pada lokasi B. 6. 2. pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A . Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk). Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3. 3. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana. Catat semua data. lepas jumper dari lokasi detektor. pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel. Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1. Pengetesan Kabel UTP 3. atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. (Gb. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B . lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb.4). Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama. dan category kabel. sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner. Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber . lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik. atenuasi. 7. 4. 1. 3. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. 1. Atur OLTS ke nilai nol. Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing). Ukur loss pada satu arah. Ukur loss dari arah yang lain. (Gb.100 PT. Pada lokasi A. hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification.1. 9.3). 3. maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali.

Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 . Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet. 1. 1. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna. 4. 2. Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server. Setelah login selesai. 9. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. 2. 3. Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit. panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut.101 PT. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. Tahap-tahap pengetesan : 1. Ciptanusa Buana Sentosa .5. pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. 2.2. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut. 3. 2. Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. 3. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama. 3. Tahap–tahap pengetesan : 1. Network Center Hub dan Network Management Softwar 1. 2.

6. Comscope. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. Northern Telecom. 8. HP. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1. Belden. Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T. 7. 3. Router. Liebert. 9. Nortel. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. etc. end-toend. Cisco. HP. 2 3 4. 9.) dan selama 90 hari untuk produk software. I. Ethernet Connectivity Certification c.1.6.3. 9. Upsonic.M.7. Siemens. Cisco. 9.102 PT. 4. Setelah penandatangan uji serah terima.6. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. Cabling. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ………. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a. 2.2. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. BGS net akan masuk dalam periode garansi. testing harus dilakukan 24-hour burn in test. Nortel. Introduction to Network b. 9. Merlin Gerin. 6.6.P. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai . Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. Next Readings. PRODUK SISTEM LAN Peralatan. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. Ciptanusa Buana Sentosa . 3 . 5.

Spesifikasi Teknis 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Iwatec.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide.103 PT.

Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya. Ciptanusa Buana Sentosa 1.3. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No. maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong. ANSI Code A. 1975. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. BRITISH STANDARD 2. Koordinasi yang baik perlu ada.104 PT.4. 6. 7. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai. PERSETUJUAN MATERIAL.4. GAMBAR – GAMBAR 1. 5.1 3. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. 2. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan. 1. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas.3 th. KOORDINASI 1. lengkap dengan dimensi peralatan.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3. pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas.17. 3 . Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1. Peraturan Daerah DKI No. 1.1. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.2.53 th 1987.1173 th. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. 1. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. 3. PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. 1978. 2. Apabila ada sesuatu yang diragukan.5. 3. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1. Pemborong harus menyerahkan shop drawing. 1. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK. . agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain. jarak peralatan satu dengan lainnyya. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. th. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material. 2. Gambar-gambar Arsitek.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. 1978 4.

Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek. 4.6.105 PT. Data-data pemilihan meliputi : ƒ Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. ƒ Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi. 2. sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan. tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. telah terpasang di beberapa lokasi. Ciptanusa Buana Sentosa 3. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini. 3. . harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. 1. Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun. PERALATAN DAN BAHAN 1. performance dari peralatan. ƒ Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 2. Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. 3 .

8. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui. Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : ƒ Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi ƒ Hasil pengetesan peralatan ƒ Hasil pengetesan kabel. harus tercantum : ƒ Nama Pemilik ƒ Judul gambar/dan bagian dari bangunan ƒ Nomor gambar ƒ Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar ƒ Tanggal 1. dan lain sebagainya. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti. As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. 4. dinding dan lain sebagainya. maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. 2. Pada setiap gambar “as built”.7. 3 . Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi. ƒ Jumlah material masuk/ditolak ƒ Keadaan cuaca ƒ Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui. Bila pihak MK/Direksi Pengawas. Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : ƒ Kegiatan fisik ƒ Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis. LAPORAN-LAPORAN 1. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan.106 PT. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. Ciptanusa Buana Sentosa . 1.

Perubahan material. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. 1. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan.11. d. GARANSI Semua peralatan. Pembobokan tembok. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. As built drawing b. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna. 2. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 .14. 2. Selama masa pemeliharaan ini. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1. 3. 3. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis. Ciptanusa Buana Sentosa 1. 1.9. Spare part dan tools. bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama.10. 1.13. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1. Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon. 1.107 PT. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini.12. Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir. Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ). Selama masa pemeliharaan ini. Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c. 4. Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Data test report e. harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. 2. PEMBOBOKAN. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong. .

buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. 2. 3. Bila tidak. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz & 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt & 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil. panel-panel. pemasangan. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. Menyerahkan gambar-gambar. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. Pengadaan.15. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 3. 2. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan. Pengadaan. 1. peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini. Pengadaan. 5.108 PT. Pengadaaan dan pemasangan semua material.2. 3 . Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. 6. Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 2. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong.1. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya. 2. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator. pemasangan. Ciptanusa Buana Sentosa . dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. pemasangan.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : ƒ Operation manual ƒ Maintenance manual ƒ Daftar suku cadang yang perlu disediakan ƒ Gambar as built drawing ƒ Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator ƒ Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. ƒ Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. ƒ Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller ƒ Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. ƒ Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta ƒ Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. ƒ Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. ƒ Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator ƒ Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. ƒ Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. ƒ Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. ƒ Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. ƒ Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. ƒ Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator ƒ Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. ƒ Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. ƒ Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. ƒ Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator ƒ Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel ƒ Terbuat dari stainless steel plate finish ƒ Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. ƒ Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. ƒ Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft ƒ Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. ƒ Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. ƒ Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. ƒ Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. ƒ Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. ƒ Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. ƒ Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. ƒ Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. ƒ Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

ƒ ƒ ƒ

ƒ 3.2.

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan.

DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door ƒ Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya ƒ Dilengkapi dengan narrow jamb ƒ Terbuat dari stainless steel ƒ Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button ƒ Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. ƒ Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator ƒ Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. ƒ Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer ƒ Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. ƒ Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. ƒ Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111

2.

3.

4.

5.

6.

7.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

ƒ Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. Rem ƒ Rem harus menggunakan sistem arus listrik. ketinggian dan berat nominal. ƒ Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. Ciptanusa Buana Sentosa . Counter Weight ƒ Rangka counter weight terbuat dari profil baja. diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. Selain ketentuan tersebut diatas. ƒ Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. ƒ ƒ ƒ 8. 11. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14. Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) ƒ Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. sesuai standart kapasitas. 3. DATA MESIN PENGGERAK 3 .5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ƒ Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras. ƒ Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. ƒ Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. ƒ Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%). yang terbuat dari besi cor. Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. 10. ƒ Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar. 9.112 PT. Campensating ƒ Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ Untuk Kereta Lift/Elevator.3. ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”.

Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. 2. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: ƒ Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. ƒ Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. 3.4. dengan mendapat sumber daya dari batere. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal. ƒ Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. ROPE 1.6. 3. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per. 3.113 PT. akan bekerja bila tersentuh. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. Pembatasan yang ada yaitu : ƒ Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. 3 . 6. dan ƒ Level 10 cm di atas level lantai teratas. 3. 4. apabila pengamanan ini bekerja. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang.5. Pengaman pada pintu kereta elevator. 2. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. 5. berupa : ƒ Door safety edges sebanyak 2 buah. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : ƒ Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak. Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. 2. SAFETY DEVICE 1. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan. Pengaman terhadap ketegangan rope. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis. ƒ Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. Antara base frame dan penyangga. Pada saat demikian. 4. 3. KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal.

4. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ).114 3. lift akan berhenti bekerja. dengan cabang pada masing-masing kereta.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ 7. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. 4. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang. maka lift akan bekerja sebagai berikut : ƒ Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. 3 .8. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. Lampu dan switch di pit elevator. 5. diatas dan dibawah kereta lift. 5. Earth Quick Protection. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik.7. ƒ Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. Pada saat pemindahan tersebut. 3. 2. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. 7. Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. PANEL KONTROL LIFT 1. 6. Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland. Ruang Maintenance dan Ruang Security. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar. 3. Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator. maka lift akan bekerja secara normal kembali. INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1. Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. 6. 7. Intercom dengan master station. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system. ƒ Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. 2. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat. Ciptanusa Buana Sentosa . Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. ƒ Tanpa melihat arah geraknya. ƒ Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. 3. PT. tanpa berhenti di lantai-lantai lain.

220V.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. 4. 3 phase.2. Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun.2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7. Testing Comissioning.1.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK. ANSI code A17.Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage. Continous test : 1 x 24 jam LAIN . KELENGKAPAN LIFT 3 . JIS BS. 220/380V. 11% dari kapasitas beban kereta lift. ANSI code A17.1. 50 Hz AC 1 phase.1 & LF-PK. 50 Hz BS. Ciptanusa Buana Sentosa .1. 4.115 PT. 9. JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4.5 Kw.

Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. 1.116 PT. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma. NO.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. Ciptanusa Buana Sentosa . Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah. berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Mitsubitshi 3 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful