P. 1
rks_me.pdf

rks_me.pdf

|Views: 258|Likes:
Published by Rina Idawani

More info:

Published by: Rina Idawani on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2015

pdf

text

original

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui. • Jumlah material masuk / ditolak. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. 1.9. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi.10. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini.2. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas. atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah. LAPORAN-LAPORAN 1. Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan. dll. tegangan. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. 3 . Laporan Harian dan Mingguan 1. b. 1.1.11. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Pembuatan kantor. Ciptanusa Buana Sentosa . untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. tekanan. Ditempat pekerjaan. 1.00 sampai dengan 16. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2.9. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. LOS KERJA DAN GUDANG a. d. penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar).13 PT. Laporan Pengetesan 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. e.00 ). agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu.9. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara. 1. KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas. b. kuat arus.

Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. kantor. c.2. los kerja. b.11.11. Penjagaan a. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 1. maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini.14. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. harus selalu dalam keadaan bersih. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan.11. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Kebersihan dan Ketertiban a. Air kerja a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta. b. 1. 3 . harus diberi penerangan yang cukup. 1. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. 1. peralatan. Ciptanusa Buana Sentosa . harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu.13. b. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. TESTING DAN COMMISSIONING a. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan. 1. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama. Penimbunan / penyimpanan barang. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing. b. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.12. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b. Pada kantor.1. gudang.4.14 PT. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas.3. maka yang terakhir ini yang akan berlaku. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. b. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap.11.

Selama masa pemeliharaan ini. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan. Ciptanusa Buana Sentosa . g.16. PEKERJAAN PLAMBING 3 . maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. d. 1. maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas. f. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c.15 PT.15. ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini. i. SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance. 1. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set. Selama masa pemeliharaan ini. Repair Manual dan As-built drawing. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. e. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya. sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. h. TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. lengkap dengan manualnya. Selama masa pemeliharaan ini. Selama masa pemeliharaan.

pemasangan. 3.1. gambar dan bill of quantity. kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja.bahan utama dan pembantu serta pengujian. Ciptanusa Buana Sentosa . terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. Pengakhiran 12. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing. tembok dll. Lubang pembersihan 9. transportasi. 2. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.1. peralatan. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1.3. 3. Sleeve 8. Sambungan 3. Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan. perlengkapan dan fixtures. Katup 4.1. 3. Seluruh pekerjaan.1. sleeve yang menembus lantai. 2. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi.1. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan.4. 3. Pengujian 13. Galian 10.16 PT. 2. 3.peralatan bahan. Penggantung dan penumpu 7. Instalasi Sistem Air Bersih 2. pembuatan.masing sistem pipa. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1.2. Pipa 2. Pengecatan 11. Instalasi Sistem Air Limbah 3. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. 3 .3. atap. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.1. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama. Sambungan fleksibel 6. Strainer 5.2.

Type : 3 DIN 16928. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer.5174 Temp : 95 . Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12.2.10 PN.50 15 10 10 10 Tek.1. 3. 3. selama dan sesudah pemasangan. Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm.1. ONORM B.5. 3.10 B.1.5 bar.4. ONORM B.50 12.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. 3.6.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek. air karat dan stress sebelum.2. Polypropelene Random Copolymer.2. Type : 3 DIN 16928.100° L-PN. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik. Bahan 12. Ciptanusa Buana Sentosa . Std.1.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb. Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN. selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3.2.17 PT. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.5174 PN : PN. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. welding joint. 3 .

Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12.5174 Temp : 95 .1.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.BS 21/ ANSI B 2. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Solvent Cement Joint Type.5 bar. bronze atau strainer A.BS 21/ ANSI B 2. sch 40.2. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb. welding joint. 3. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end.100° L-PN.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.5.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Solvent Cement joint type. ASTM A 53.2. Ciptanusa Buana Sentosa .5174 PN : PN.screwed end. 3.9. wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16. Spesifikasi PV 10. 3. ONORM B. Type : 3 DIN 16928.3.4. welding joint.1. Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius.BS 21/ ANSI B 2.18 PT.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. ONORM B. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW. Dia 50 mm keatas. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric.2. bronze atau strainer A. Type : 3 DIN 16928. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi.3 class 300 lb.screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb.1.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Dia 50 mm keatas. Polypropelene Random Copolymer. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16. Dia 50 mm keatas. Tekanan standard 10 bar.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. Dia 50 mm keatas.

Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah. Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.9.7.2. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 . Specifikasi PV 10 Penggunaan: . 3.3 class 150 lb.2.10. model concentric. bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2.6.2. Dia 50 mm keatas.2. Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb.2. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting.9. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar. Solvent Joint type. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. 3. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW). Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.1. Dia 50 mm keatas.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16. Welding joint. Reducer : Seperti diatas. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Reducer : Seperti diatas. model concentric. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.19 PT. wrought steel butt weld fitting ANSI B 16. screwed end. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. 3. Reducer : Seperti diatas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Spesifikasi PV 10.8. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Ciptanusa Buana Sentosa . model concentric.

1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan. 3. kerapihan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3. Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W.2.11. PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1.3.O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water. Ciptanusa Buana Sentosa . 3.3. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai. G = Gas. serta memperkecil banyaknya penyilangan.20 PT. O = Oil. 3 .

harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8. 5. Pada pemasangan alat-alat pemuaian. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. 16. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. membersihkan semua kotoran. Sambungan lengkung. 11.2. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. katup balik dan sebagainya. . Ciptanusa Buana Sentosa 2. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. a. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. 12. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. kolom atau langit-langit. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. 10. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar. 6. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. Selama pemasangan. kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air. Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.21 PT. 17. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 . 7. ‰ Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain. 3 . sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. 15. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. ‰ Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah.100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. pengatur. 4. 13. Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. balok. 9. 3. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik . Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik. ‰ Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil.5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan. Semua galian. lantai. 14. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang.

Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a.8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2. Perubahan perubahan arah Titik percabangan. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 .0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4. Beban-beban terpusat karena katup.0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5. 2.6 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18.9 80 0. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1. 3.3. b. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda. Penggantung dan Penumpu Pipa 1.2 1.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0.2. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a.9 1. saringan dan hal-hal lain yang sejenis.2 Pipa PVC 100 1. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3.8 2. Ciptanusa Buana Sentosa . Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger.22 PT. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran.5 150 1. 3. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak.

katup Pengaman harus sumber tekanan. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. ‰ Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda. 4.benda keras/ tajam. ‰ 3. b. 1. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3.5. NO. 1. Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm ‰ Lain-lain. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. Pemasangan Pengukur Tekanan. 7. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen. 4. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. penumpu sebelum dicat.4. pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik. 5. Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP c. 3.6.3.titik rendah. 2. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa. Pemasangan Katup-katup. Ciptanusa Buana Sentosa . 4.3.3. kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. ukuran katup 20 mm Katup by-pass. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. Pemasangan Katup-katup Pengaman. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan. Sambungan masuk dan keluar peralatan. 5. 3. Katup-katup pengurang tekanan.23 PT.3. Semua pipa dan gantungan. 3.3. ‰ Pemasangan sambungan fleksibel.3. 5. ‰ Katup . 3. 2. 3.7. 6. 3 . Bentuk gantungan. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah.

Sambungan lem 1. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa.24 PT. Setiap pompa d.8. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. 6. 2. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. 3.alat saniter sebagai berikut : ‰ Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve ‰ Pada waste fitting dan Siphon.10. Pemasangan sambungan expansi. 3. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi. c. 3. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam. 3. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi. Sambungan Las 1. minimum Dia. 3. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan. 2.13. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm. 2. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. 5. Katup-katup pengontrol.11.3.12.3. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.3. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat. Pemasangan Ven Udara Otomatis. 5.9. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting. 4. 3 .14. 6. 3. serta 3. mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak.3. 3. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa. udara. ‰ Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan. 4.3. Ciptanusa Buana Sentosa . Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum. 3. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan.3. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. di tempat-tempat yang mungkin timbul 3.3. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat.

pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama.17. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas. 2. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat.3. kebisingan pompa ( ± 60 dB ). ‰ Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. c. g. dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan.cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap. Pemeriksaan sebagian. menggunakan cara. 5. 2. f. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan. e.2 ppm atau lebih. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi. PENGUJIAN 1. Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas. dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. Pemasangan Ven Udara Otomatis. a. 3. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja.16.sebagian. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain.3. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. h.15. 3. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana. Pemeriksaan setelah pemasangan. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan. 3. 1. b.4. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a. Ciptanusa Buana Sentosa . Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas. Selubung Pipa. b. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan. 2. 3 .25 PT. tekanan air keluar kran dia. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". Setelah alat plambing dipasang.0. baik yang di pipa atau di tangki.tempat tertinggi dan kantong udara.3.3. Katup Label (Valve Tag) 1. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup. 3. dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa. Setelah pipa dan tangki diuji. 4.18.benda asing disingkirkan. d. dengan bagian perbagian.

4. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system.1. Pemipaan d. 3 . Peralatan Instrument dan pengendalian g. Penyambungan ke peralatan plambing. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a. Semua tenaga.5.5. TESTING DAN COMMISSIONING 1. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. 3. 3.6. bahan. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. Š Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. Ciptanusa Buana Sentosa . Tangki Persediaan Air Bersih b. 3. Pompa Suplai c. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Š Pipa servis Š Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Š Flens Š Peralatan yang belum dicat dari pabrik Š Peralatan yang catnya harus diperbarui Š Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut. Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas. 2. 4. Penyambungan ke peralatan penunjang h. Pengkabelan e.26 PT. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Panel Listrik f.1.

27 PT. Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a. Pompa Transfer a. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c. pipa penguras. dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk. q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas. PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a.3 4. Depkes. d.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah. atau dengan konstruksi beton yang kedap air. b. PU e. Ciptanusa Buana Sentosa . b. Tanpa sudut tajam c.2. Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari. kabel dsb. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic. Depnaker. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4. Membuat kemiringan pada lantai.2. f. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas. d. Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit. c. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e. Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank).3. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. National Plumbing Code Handbook . maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air. b. Sumur Hisap.1 4. q Panel daya dan Pengendalian 3 . d.1975. pipa isap.3. f. Permukaan dinding licin dan bersih c. e. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d.

pemasangan dan pengujian Panel listrik. . PT. dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”.3. .Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL. Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : .Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ). q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa. Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump. b. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1. dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata. . Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H. d.3 Pompa Booster/Distribusi a. untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System. c. Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis.28 4. 3 .Penyambungan ke semua peralatan penunjang. e. Pengaturan pompa pada sistem pressure control .Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya. . pemasangan dan pengujian Pengkabelan.Pengadaan. . Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e.Pengadaan. 4.Mengurus semua izin terkait yang diperlukan. pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control. .alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan. q Level switch untuk ON / OFF.4.Pengadaan. pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam . . Peralatan kendali.Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya. PS2dan seterusnya. .Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai.Pengadaan.3. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL. .Pompa pertama.

Sebelum memulai pengeboran.kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. a. Izin Pengeboran. * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ). Izin Usaha. Peralatan Utama 1. Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a. Perijinan. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. c. Sumur dalam. d. pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. konstruksi dan keadaan tanah. b. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. Ciptanusa Buana Sentosa . Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing. Peralatan pengeboran. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. d.29 PT. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ). ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. c. f. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. 2. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium. disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah. 10 meter bagian luar atas di cor beton. 3 . 1. ukuran pipa 100 mm. * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. * Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa. Konstruksi sumur dibuat sekurang . Peraturan dan Refrensi. 2.

3. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air. 2. .Pengukur debit.Katup penahan aliran balik. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : . 4. dengan meter air putar atau meter air Venturi. sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam.3. . Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. 4. Perlengkapan sumur dalam. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. 5. Peralatan uji. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 6. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. Perpipaan CARBON FILTER 1. pada saat beban pemakaian air surut.Manometer.6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : . 3 .Gambar sumur terpasang secara detail. multi media automatic / manual backwash. 2. Kapasitas Sand Filter 0.5 4. 4.3.Katup pelepas udara otomatis. .3 m3 / menit 8. Ciptanusa Buana Sentosa 4.Penduga permukaan air. Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. . Selain pengujian diatas. 2.30 PT. 3. Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang. sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong. 4. pada saat beban pemakaian air surut. dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah.Seluruh laporan hasil pengujian.Vent sumur .Katup pengatur . peralatan uji tersebut antara lain : .3. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. multi media automatic / manual backwash. semua peralatan uji. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.7 . * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang.

380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Variable Speed System Kapasitas : 0.31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT.35 m3/ menit 35 m.7 kw . Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. 15 kw .3 m3 / menit 8. Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ). 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. Lengkap dengan tangki tekan. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell.8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1. 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0.3. 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3. Perpipaan 4. Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2.4 m3/menit 37 m FRP 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Kapasitas Sand Filter 0. 6. Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2.2 kw .3 m3/ menit 160 m.

maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °. ƒ Level switch untuk alarm banjir. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0. maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini. Penyambungan dengan peralatan Plambing 3. 2. PT. ƒ Tangga monyet ƒ Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1.32 5. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : ƒ Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar ƒ Sleeve untuk pipa ven ƒ Sleeve untuk kabel-kabel. 3 . Limbah Dapur. sampai saluran halaman melalui septik tank. Clean Out 5. 2. dan Floor Drain. 5. Urinal.0. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang. Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1. Ciptanusa Buana Sentosa . Lavatory.4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6. 3. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan.1. Floor Drain 4. Air Hujan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Air Limbah Saniter. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. Roof Drain PERPIPAAN 1. 4. ƒ Level switches untuk kendali pompa. 5.3. 5. Perpipaan 2. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron.2. Roof q q q q 5. Umum ƒ Macam perpipaan air limbah adalah. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. ƒ Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN". badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara. 3.

7. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX). lurus. MANHOLE 1. sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. maka pompa bekerja bersamaan. manhole dan pipa vent. ƒ Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan.6. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi. ƒ Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa. 5.33 PT. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. 5. 2. 4.5. ƒ Apabila beban aliran besar. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. 1. ƒ Stainless steel shaft ƒ Silicon Carbide ƒ Heavy duty grease lubricated bearing ƒ Stainless steel casing guide rail support ƒ Quick discharge coupling 3. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. 3. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton. maka satu pompa bekerja secara bergantian. 3 . 4. 5. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 3. SUMUR RESAPAN 1. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. 2. ƒ Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja ƒ Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. Sistem kendali motor pompa ƒ Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage. cabang atau belokan. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel. Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen.4. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. 5. 4. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : ƒ Dasar sumur berupa batu kerikil ƒ Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang. Spesifikasi motor sbb : ƒ Squirrel cage induction type ( IP 68 ) ƒ Winding insulation class F ƒ Water tight ƒ Vertically mounted 4. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar. 5. Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. 3. ƒ Apabila beban aliran kecil. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : ƒ Cast Iron Casing ƒ Cast iron vortex type Impeller with knife.

5. Ciptanusa Buana Sentosa 5. 5. 4. 3. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2. Floor Drain terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring.: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1.11. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. 3. 3. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm. screw outlet connection with flange for waterprooving.34 PT. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : ƒ Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange.8. ƒ Bitumen Coated Neck for adjustable fixing. 3. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage. ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. 2. Floor Clean Out terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body. 5. ROOF DRAIN 1. 5. 2.12. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. . Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup.9. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. 3 . 5. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet.10. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 2. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2. FLOOR DRAIN 1. selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. ƒ Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain).

URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. Equal. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete. 2. 2. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai. Paragon.13. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO. Spindo (PT. Ciptanusa Buana Sentosa . SEWAGE TREATMENT PLANT 1. PT. PT. Ebara CV. Benka. Bohemi 3 . Paragon. Dwi Prima Engineering PT. 3. HE/ TG. Bio Master Bakrie. 5. Bestindo Aquatek Sejahtera. Teral. 6. Sigma) FKK.35 PT. 4. Teral. Mitra Utama Sentosa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Ebara Equal. 3.

Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. 12. Weistinghouse Enduro. 19. 9. Pipa PVC Class AW 12. code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan. Potter Toyo. Kitz (PT.1.2.36 6.5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin.85 . 13. Untuk Publikasi. Sam Yang Proco. Publikasi code dan Standard Publikasi.ASHRAE . Slumberger. 16. 20.1. 17. Honeywell Toyo. Ciptanusa Buana Sentosa . 6.bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara. Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika. Sinar Mas Andhika). Honeywell Yoshitake.1. Rucika. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. Kitz (PT. Pralon Yoshitake. 11. Whale Tank 6. 15. Code atau Standard yang belum ada di Indonesia.SMACNA . Socla PENN. Fushiman. Fushiman. Austindo Kimco. 18. 6. PT.ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. 10. 8. 14.1. SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan.Guide and Data Book 3 . Pralon Rucika. Sinar Mas Andhika).

7. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati. Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform. Landasan Peralatan.90A ARI AMCA CTI Dan lain. 30 . 7. pipa. filter dll. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan. Kondisi udara luar ™ Temperatur ™ Relative Humidity 35 ° C 65 % 2. kaku dan tidak bergetar dalam operasinya. Umum. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya.1.4. termasuk juga accessories duct seperti damper.45 NC Perlindungan Kebakaran. Pencapaian Peralatan Untuk Service. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut.40 NC 35 . Platforms.lain standard belum tercantum diatas. Semua landasan untuk peralatan dan motor.1.3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian. Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct. 2.5.6. venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air. yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. NFPA . PT. 3. Ciptanusa Buana Sentosa .7. Instalasi 1.1. Noise Criteria ™ Ruang Rapat ™ Ruang Kerja 7.bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat.1. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis. sehingga tujuan yang dimaksud tercapai. 3 . baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat.alat bantu tersebut. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan.37 7.1. Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan ™ Temperatur 20 ° C ± 2 ° C ™ Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3.

Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning).10. pemasangan. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan. beserta ukuran dan lokasi yang tepat. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7. peralatan yang tertanam didinding. landasan. Penomoran. Peralatan bantu.11. 3 . ™ Landasan penyangga peralatan (steel bases).9. lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya. kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing. pasir.1. 7. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung.1. bahan-bahan baik yang sudah. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan. debu.1.2. Bahan. conditioning). posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail. 7. Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan. 7.2. Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya. maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui.1. 7. sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel). Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor.38 PT. Sebelum penyerahan. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. 7. ™ Semua baut. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%). Pengadaan. Ciptanusa Buana Sentosa . dudukan. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. 7.1.2. flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. Untuk itu ukuran. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1. mur dan washer haruslah zinc electroplated. maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana. untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. Sleeve.2. Perlindungan Peralatan.8. Anti Karat ™ Semua peralatan bantu instalasi.

Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. memakai inverter. 6. 12. spliter damper. Pengadaan. 4. pemasangan.0* atau lebih tinggi 3 . gauge. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya. 10. Mendidik petugas dari pemilik gedung. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper. terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit .39 PT. Isolasi panas/suara dll. isolasi panas dll. pemasangan. Menyerahkan gembar-gambar. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting. Pengadaan . buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. sensor. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. Filter. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. Pengadaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. humidistat dll. 7. Propeller fan.3. Pengadaan. filter. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. access panel. Pengadaan. pemasangan. 11. 13. Attenuator dll. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent. 5. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. Pengadaan.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. 14. pemasangan. return air grille. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini. Axial fan. Ciptanusa Buana Sentosa . 7. 3. 9. damper. pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. volume control damper. 8. pemasangan. air cooled type. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated. thermostat ruangan. pemasangan.

3. shutoff valves. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4. terukur 1 meter secara horizontal dan 1. Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal. thermal protectors for compressor dan fan motors. Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system. Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik. Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik.5 meter diatas pondasi. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings.1. fusible plug. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel. over current protection for the inverter and anti-recycling timers.8 HP sampai 10 HP. PRESSURE TESTING 3 .2. Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan. sensors dan refrigerant volume.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *. secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. unit harus dilengkapi dengan Sub cooling. 7. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi. System ini haruslah dipasang dipabrik.3. crank case heaters. Ciptanusa Buana Sentosa .40 PT. 7. control circuit fuses. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0.

Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0. Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik. Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10.3.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump.3.5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 .C1220T.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan. sebelum disambungkan ke outdoor unit. Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf. Ciptanusa Buana Sentosa . Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 .3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21.cm N. Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik.41 PT.cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik. 7.

EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant.3. 7.7. Ciptanusa Buana Sentosa . Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve. 7.25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit.3.6. 7. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis. fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ). cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain. thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting.75mm2 . 1 phase dan 50 Hz.3.5.3. BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 . Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya. Oil. air filter. Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang. 7. malfunction code and filter cleaning timing.4. FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari. Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal. lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik.8. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7.3.42 PT. operational mode. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC . fan speed selector. CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0.

• Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar.4. sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 . 7. didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan.mild steel hot dipped galvanized .impeller . Spesifikasi Teknis Axial Fan ™ Impeller fan dari type airfoil blade. adjustable pitch dan harus digerakan langsung.3. Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m. ™ Material fan : .74 di Amerika. • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya. 60 .43 PT. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re . Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature. Honeywell 7.10 MERK YANG DISETUJUI a.10 E 12 watt pada octave band mid freq. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini. • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel. Ciptanusa Buana Sentosa 7.9. Insulation : Armaflex.cast . Refrigerant : Dupont. fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari. operation mode.3.4.3.4.batas yang normal. Pipa refrigerant : INABA DENKO c. 7.alluminium die.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7.4000 hz. FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. on off switch dan pilot lamp. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type. INABA DENKO d.11.1.carbon steel 3 . KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan. dan dalam batas. remote. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan. AC VRV = Daikin b.casing . • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat.2. adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti.3. Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7.shaft . kemampuan (performance) peralatan.4. 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7. .

5. 7. Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter.line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . 52-76).5. PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 . Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara. FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan.6. 7. ™ Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan). fresh air fan harus dari bahan tipe metallic. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan. Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting. • Casing terbuat dari heavy gauge (1.5.52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0. Propeller Fan (wall atau ceiling fan) ™ Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling. Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel.1.08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0. Inl. b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH. d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1. IP 54. Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini. 7. Motor dari jenis TEFC. kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet.pelumasan ™ ™ ™ ™ ™ .5. 7. Untuk fan diameter 500 ke atas. .5” WG).grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan. harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std.3. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit. ™ Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet). ™ Fan harus digerakan langsung. isolasi kelas F. Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya.1. Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan. Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet).44 PT. rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast.6. 7.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol.2. Ciptanusa Buana Sentosa 7. • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya.

Neoprene Mounts. Ducting panel tebal 20 mm. Restrain Isolators.7. • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7. ‰ SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association).45 PT. Umum a.7. Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %. d. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut.021 W/m. Spring Isolators. register. Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin.4.3. Instalasi Ducting 1.7. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad. Bahan duct dari pipa PVC.2. 7. fitting. Pipe Hanger dll.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan.7. Ciptanusa Buana Sentosa .0135 1.7. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll.7. ‰ ASHRAE. dalam duct Air flow max. support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. diffuser. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya. spliter damper.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7. Konstruksi Duct.5. 7. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron. c. 7. Out Door Unit. volume damper. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting.1. ‰ Carrier Air Conditioning Hand Book. b. berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining. Split System Unit.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0. standard yang digunakan. Publikasi. 7. 7.2.6. density: 52 Kg/ M3 3 . Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. the Guide and Data Book. damper. grilles.

f. 4. h.6 m 0. kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0. Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting. Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium. Reducer (transition). g. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct. Straight jack plane. Ciptanusa Buana Sentosa . Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya. dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail. antara lain: . cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 9. e.6 m-1m 8. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam. 5. Run Test : akan dilakukan beberapa test. kelembaban serta static dan velocity pressure. b. Lubang pengetesan. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2. Bentangan < 0.Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. V jack plane. . semua elboww harus dari type full radius elbouw. Penguatan duct.000 Fpm (10 m/s). Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting. c.Pemeriksaan kekuatan support a. 6. 7.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) . Untuk keadaan dimana harus 3 . d. Right jack plane.Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . Elbow. Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ). Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi.46 PT. Penggantung duct. apabila tidak ada cahaya maka ducting ok.

Sambungan flexible. 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i.65 mm atau lebih. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile. pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. Alumunium Flexible Round Duct. GRILLE. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi. 7. f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. 3 . material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek. maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV.1. sesuai gambar detail. k.10.8. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki. Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m. Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara. Tekanan kerja max. l. atau 3 slot. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. d) Warna untuk diffuser. j) Slot diffuser dari tipe 1. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”.2. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH). Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan. alat-alat bantu.10. 7. Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness. Ciptanusa Buana Sentosa . i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register. tanpa memakai volume damper. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu. j. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. 5 inch H20.47 PT. PEKERJAAN PEMIPAAN 7. Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang.9. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser.

panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini. 8.4. 5. • Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu). Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan. Ciptanusa Buana Sentosa .10.12.10.1. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang.2. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan. 4. Lingkup Pekerjaan.48 PT. solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas. 2. 7. 6. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare. Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik.3.12. sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih. Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa. Pipa Refrigerant 7. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System. 3 . : Pipa PVC klas AW. 1. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini. 10. ALAT – ALAT BANTU. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant.10. Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard.11. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. 7. Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan. 7. M a t e r i a l 1. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC. 9. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan. Pipa Condensate 2.

diatas). Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7.3. Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green. 0. 3 . Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail.detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. B.plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON.Control output (Output voltage ) . Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. lokasi panel dan perletakan instrument kontrol.3 tingkat kecepatan . OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop. Pemborong wajib mengikuti peraturan.5 HP.5 HP keatas. jalur. dan JIS (Jepang). 100 ° C. Spesifikasi Teknis 1.12.2. Ciptanusa Buana Sentosa .Insulation class E Motor Fan : . DIN (Jerman). Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb. 50 ° C 90 % RH : 2 .Ambient temp/RH .jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route. .set point scale . Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit. voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase.peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : ™ ™ ™ ™ ™ ™ Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7.Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max.S (Inggris).8.white). Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : . temp.1 mA b.Jenis induction motor.Supply voltage/ current . Temperatur Sensor (TS) .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. Temperatur Controller (TC) .Temperatur detector dari type thermistar.Motor yang menjadi satu dengan fan.10 V : 0-16 V DC/max. 2.13. Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika).red.Fungsi control .Temp. jumlah phasa tergantung kapasitas fan. (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector.49 PT. Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0.max. Peralatan Kontrol a. Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7. .1 ph/220 V/50 Hz .

white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. 3 . ™ Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan. ƒ Voltmeter . ™ Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo.14.untuk 3 ph dengan selector phase witch. kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali. white. 3. 7.red. ™ Semua panel star delta dilengkapi dengan : ƒ Pilot lamp . ™ Jari. harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium. ™ Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. ƒ Pilot lamp. ™ Untuk kabel yang menyeberangi selokan.masing Peralatan dengan pilot lamp ( red. ™ Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan. jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung. ™ Pada route kabel. ™ Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin. green.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya. sesuai dengan detail drawing. P o n d a s i ™ Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC. hendaknya minimum 15 kali diameter kabel. ™ Kabel. ™ Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis. ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi. jalan raya atau instalasi lainnya. ƒ Ampere meter . ™ Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui.mesin. ™ Kabel yang dipasang didalam tanah.kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. PEKERJAAN LAIN-LAIN 7.50 PT.1.untuk 3 ph dengan selector phase switch ƒ Disconnecting switch untuk remote star stop.jari pembelokan kabel. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. Panel remote harus dilengkapi untuk masing.peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. -R-S-T ™ Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control. ™ Pondasi peralatan. ™ Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa. green.14. Ciptanusa Buana Sentosa . Wiring ™ Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard.

antara lain : 1.Hood untuk mengukur udara didiffuser. Pengukuran laju aliran udara . pipa yang diperlukan. dudukan-dudukan atau penggantung.alat. ™ Untuk menyesuaikan dengan kondisi. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing. 7. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7. ™ Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil. 3 .1. .Sling psychrometric . ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan.Thermometer 3. Pengukuran putaran (rpm) . ™ Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk.besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing. alat.betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana.2. Ciptanusa Buana Sentosa .15.15.15. Pelaksanaan TAB ™ Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian. Pengukuran temperatur udara .Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya.15. Peralatan Ukur. sehingga didapatkan besaran.modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut.kondisi setempat.15.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana.mesin. ™ Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan. 2.bagiannya.Barometer / pressure gauge 6.peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb. profil.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa. atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin. ™ Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi.Tachometer atau sejenisnya 4. batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui.besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul. Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs. 7. Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai.Voltmeter . Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB.51 PT.4.tegangan yang tidak wajar. adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran. 7.Ampermeter / ampertang 5.3. ™ Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni. 7. Pengukuran tekanan . Pengukuran listrik .

Kontrator harus membuat suatu rencana kerja. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. 8. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO. ™ Dalam pelaksanaan TAB. Siemens National. harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas. 5.52 PT. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan. Test dan catat motor full load amper. Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing. ™ Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. Balancing System Distribusi Udara. PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. ™ Sebelum melaksanakan TAB.masing FCU/ FAN.besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana. dimana hasil. Test dan catat temp. KDK. type. NUG. 6. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. 2. 3. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan. tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. 1. 1. Kruger 3 .5. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. ™ Sebelum melaksanakan TAB. Prosedure Testing and Adjusting.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Dalam pelaksanaan TAB. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. 11. disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. 4. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10. 7. ™ Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran. Mitsubitshi AEG (GAE). 2. mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil.15. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. Indentifikasi ukuran. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design. 7. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara.

Sisalation 436. Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10. Hydrant Box 8. Parawoll. Spingkler Head 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. 2. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3. yang telah dibuat sebelumnya. Parawoll. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 . 17. 8. Insulflex Kembla. Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. 5. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. Kabel Metal. Confordaire Prima Prima Wangi. Perlengkapan Fire Water Tank 5. Crane Pralon. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12. Mason. 8. Infoil. 9. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. control system dan Fire Resistence Cable 14. 14. 10. Springkler Control Valve Set 6. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. Wavin Voksel. Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi. TDI Duct MG.53 PT. 15. Thermaflex. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. ABB Armaflex. 16. ALP Active. Fire Pump test ventui flow tube. ACI Kinetek. 7. Thermofoil 731 DEC Insulated. Ciptanusa Buana Sentosa . Panel listrik.1. concrete blok ) 13. 13. Rucika.2. National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. 8. pengecatan. 6. Wangi. Confordaire Sigma Cool. 12. Supreme Sigma Cool. 11. Insflex AAF atau setara Paramount. 8. Valved Connection to main Water supply source 4.

Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis. pipa isap. alarm horn & indicating lamp • Water level drop.3. masukan air harus berhenti. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. maka fire water tank harus diisi. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20. pipa penguras. Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. alarm horn & indicating lamp • Water level too low. q q q q 8. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. indicating lamp 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran. 6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3.54 PT. alarm horn. indicating lamp • Main pump On. sebaliknya apabila turun mencapai L. Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2. 3. Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. 4. 4.

2. Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler. 8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3.4. Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set. uji coba springkler maupun springkler flushing. Ciptanusa Buana Sentosa . sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan. Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan. Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1.55 PT. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . 9. Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam.

‰ Hose rack untuk slang 40 mm. Alarm Lamp dan Alarm Horn. B.8. chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa.7. q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. ‰ Hose rack untuk slang 40 mm. BOX HIDRAN 1. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm. ‰ Hydrant valve. 8. Box harus dilengkapi Alarm Push Button. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper.6. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C.8. 8. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4.B. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve. PILLAR HIDRAN ‰ Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI). dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe.56 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8.8 dengan modifikasi. 8. ‰ "JET" Firehose A. ‰ Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. ukuran 750 mm. ‰ "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box recessed type. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box outdoor type. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish. ‰ Hydrant valve.one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota.5. ukuran 750 mm L. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.

2. Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota.11. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 . Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 8. Ciptanusa Buana Sentosa 8. 3.9. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. . 2. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1.57 PT. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2.

5. . HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 . Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : . Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6.58 PT. q Manometer isap dan tekan.47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket.63. kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic. Ciptanusa Buana Sentosa 4. Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya. 3. Starting : Battery 24 V.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch.9 l / hr ( 100 % ) .

65 mm .Linen Hose dia. 9.Machino coupling dia.Hose rack 6. 17. 13.59 PT.Variable jet & spray nozzle dia. 12.Stop valve .Variable jet & spray nozzle dia. 8. 15.8 mm Perlengkapan : . 11. 14. 10. MAIN CONTROL VALVE Size : 4”.Linen Hose dia. 40 mm . Perlengkapan :. KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1. 65 mm . 65 mm X 30 mm . Ciptanusa Buana Sentosa .Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.Machino coupling dia. 40 mm . Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat. 16. 40 mm X 30 m . 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 .Bak kontrol dan tutup.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1.8 mm : . PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7.

Central.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . Central Bakrie.60 PT. TA. Alpindo Ozeki. 17. Lowara Notifier. 12. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. Wormald. Toyo. 10. 1. Grinnel Vitaulic. Patterson Equal. Kitz Ozeki. 9. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. Kitz NBC. 11. Appron. Central Potter. 3 . Grinnel Central. 13. 3. Alpindo Central. viking. 8. Viking. Yamato Yamato. Grinnel. 15. Grinel. 14. Chubb Ozeki. Spindo (PT. Toyo. Keystone NBC. Teral. Viking. 2. Sigma) Grinel. Notifier Toyo. Sanwell. nagano. 16. 6. Siemens. Appron. Nippon Steel. Du Pont Viking. Appron. 4. Vitaulic. 5. 7.

Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Menyelenggarakan pemeriksaan. 19. Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. k. titik nyala lampu. siap pakai dan handal.2. Central Ozeki. • Pekerjaan pentanahan / grounding n. dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang. 20. Pengadaan. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings). Fuji Danfos.61 PT. Central.Belimo Toyo. armature. 22. PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. p. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki. Appron Radox. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Panel-panel tenaga. Welson. pemasangan dan mengecek ulang atas design. saklar dan seluruh stop-kontak. aman. Ciptanusa Buana Sentosa 1. l. o. • Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit. • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya. 21. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap. .1. Grinnel. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. 3 . dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. 1. LINGKUP PEKERJAAN m.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Pengadaan. pengujian.

Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal. 4 kawat. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. 6.Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah. • Penggunaan MCB : . BS.62 PT. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. Panel Tegangan Rendah 3. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key. rating amper sesuai gambar. Komponen panel : Accessories Bus bar. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V. warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase .3. terminal terminal.1. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1. VDE/DIN. IEC. NEMA dan sebagainya. 8. Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna. 7. Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T. 3 . Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C.3. 5. 4. 3 phasa. penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. Spare space harus disediakan seusai gambar.Outgoing pada PDTR . Ciptanusa Buana Sentosa . 50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL. • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%.

untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur).penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding.63 PT. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas.3. lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1. Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan . sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana. penyambungan . Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000.perbaikan.2. Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating. Ciptanusa Buana Sentosa . 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C. Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran. PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset.

Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set . Automatic load sharing Type : Free standing. Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung. under voltage dan over voltage relay. auto synchron.64 PT. Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal). pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali. 4. Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. auto load sharing. front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit. Ciptanusa Buana Sentosa . earth fault relay dan reserve power relay. 5. Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). 3. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset. Semua panel harus ditanahkan. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. AMF.

Kabel Tegangan Rendah 9. Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1.2 mm. Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY.4.5 mm dengan cat powder coating warna putih. 7.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas. NYFGbY. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas. Ciptanusa Buana Sentosa . NYM. 0. Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min.5 KV untuk kabel NYM 12. 8. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13. NYMHY. FRC.8 mm finishing 3 . • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan. kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.3.3. Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.65 PT. 9.6 KV dan 0. 10. BCC. Sebelum dipergunakan.5 mm² 1.3.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3.45 mm. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0. Lighting Fixtures 6. NYA. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1.

6.0 mm.3. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE. Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam.1 mm. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik.5 mm dengan cat powder coating warna putih. 3 . Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik. Ciptanusa Buana Sentosa . Penggantung dibuat dari Hanger Rod. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10.5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal. Lamp holder menggunakan standard E . 1.3. 19.27. 12. • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1.5. • • 1. Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kotak-Kontak dan Saklar 14.3. • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.7. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat. Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2. Rak kabel / cable Tray 18. jarak antar penggantung maximum 1 meter. 15. 13. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. 17. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.66 PT. Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar. 20. 16. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas . Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. 11. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu. Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. • Fitting lampu standard E-27.

harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. 36. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan.600 mm dari lantai terhadap as panel. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. s. 35.1. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. 32. diklem dan disusun rapi. 25. 31.67 PT. 23. 28. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. 27.5. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 1. Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel . Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. t. Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). PERLENGKAPAN INSTALASI q. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. r. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. 24. 3 . Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Panel-panel 21. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ). Sebelum pemesanan/pembuatan panel. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai. 30. handal dan mudah perawatan. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. Semua panel harus ditanahkan. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan. Kabel – Kabel 29. 33. 22.4. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. 26. 34.5. Ciptanusa Buana Sentosa .5.2.kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi. Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar. 1. Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya.warna kabel harus sama.

Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit. kecuali dinyatakan lain dalam gambar. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung. 43. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. 41. Penyambungan kabel menggunakan las doop. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. • Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37. Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan. 42. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. 39. 40. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang.68 • PT. 38. Ciptanusa Buana Sentosa .

yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut. 46. harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. 3 .6. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1. harus diadakan pengujian secara individual. 45. 1. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL. diklem dan disusun rapi. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ). Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel. Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas. Setelah peralatan tersebut dipasang. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. Pentanahan (Grounding) 47. Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. 1.5. Kotak – Kontak dan Saklar 44. sehingga nampak rapi. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri.4. 50. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. belokan harus dengan radius min. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak .5. 6 mm² dan max. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm. 49.3. 15 x diameter kabel. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm. 48. penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug). Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). PENGUJIAN u. Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas.kontak dan 1.69 PT. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. 95 mm².

ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas. 1.7. GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik. maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1.8. • Test pompa-pompa seluruhnya. GAE 3 . Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. GE . Ciptanusa Buana Sentosa . Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Produk bahan dan peralatan. Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1. Hasna Prima.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. MG Rickstar. Hasna Prima. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan. Ega Tekelindo. CIC. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya. dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. Ega Tekelindo.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan. Alpivar. • Test peralatan (beban) lainnya. FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0. GEM SACI. yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa.

NYMHY. Star Delta starter.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT. Interlite Philips Creation. Schwabe Creation. Radox Ega. Vossloh Philips. CIC. Vossloh 3 . DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. Kabelindo. NYA. Clipsal 3M. CIC. Philips. GAE SACI. Schwabe Creation. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips. Philips. Schwabe Creation. Nexans. Interlite Philips Philips Philips Philips.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. Kabel Metal. Vossloh. Philips. Interlite Philips Philips Philips Philips. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. CIC. Vossloh Philips. Voksel Fuji. GAE SACI. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu. Interlite Philips Philips Philips Philips. Ciptanusa Buana Sentosa . Vossloh. Vossloh. Philips. Vossloh Philips. ballast.

Ciptanusa Buana Sentosa 2.72 PT. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. MK. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. . Interack. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material.2. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. y. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Vossloh. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. Philips. Philips. UMUM w. x. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. dd. Vossloh Philips. termasuk disini air terminal. Schwabe Creation. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. z. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. termasuk air terminal (batang penerima). pemasangan bahan. instalasi dan testing terhadap seluruh material. Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. peralatan dan 3 . LINGKUP PEKERJAAN aa. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Vossloh. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. Metosu 2. Clipsal. material. Schwabe Creation. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan. cc. bb. Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi.1. Interlite Manvier. WA. penghantar down conductor. Hits Berker.

Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm². SURAT IJIN kk. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya.11. PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm. Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan. jj. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan. Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. 2. Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana. BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah. Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi. . 2. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah. ll.3. 2. Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal. 2. lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan.5. hh.7. 2.73 PT. Dilengkapi dengan FRP Support Mast. 2. Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara. Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat.9. AIR TERMINAL ee. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana.10. walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen.6. Seluruh saluran penghantar. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance). 2.4. gg. SALURAN / PENGHANTAR ii.8. 2. Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 . dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol). Ciptanusa Buana Sentosa 2.

petunjuk dari pabrik pembuat. penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing). pengujian. • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima. Spindo Produk LPI Guardian. maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. Bila PLN padam. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3. Ketika PLN sudah hidup kembali. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan.1. service. Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang. Bakrie. sertifikasi. Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). nn. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Prevectron 3. standard dan peraturan yang terkait.12. . Ciptanusa Buana Sentosa 3. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. pemasangan.Medium Class 4 besar PPI. rr. oo. termasuk gambar-gambar. petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan. qq. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 .2. garansi.74 PT. System 3000. UMUM mm. Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp. pemeliharaan. perincian penawaran ( Bills of Quantity ).

Mengadakan pelatihan operator.3. 3. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll.3. Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi.3. KVA dan . Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini). 3. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas . ) 3. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60. Handling Genset di atas pondasi 65. Pengadaan. 68. Lingkup Pekerjaan Utama 51. benar dan memenuhi persyaratan 3.3. 52. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63. Setting dan aligment kedudukan Genset. harus 3 . Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat.1. LINGKUP PEKERJAAN 3. Lingkup Pekerjaan Terminasi 61. Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini.3. Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3.75 PT. Ciptanusa Buana Sentosa 3.2. 67. Pengadaan. 70.4. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting). 53.4.1. Pengadaan. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C. Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62..3. Umum . termasuk anchor 66. Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57.3. dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja. KVA Prime Power.4. sesuai standard DIN 6270 A.. dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Silent type.. Membuat As-built Drawing 59.. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64. single operation. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. DIESEL GENERATOR 69. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56..5. pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55. 58. Menyerahkan Tools Kit 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable).

73. Perhitungan system peredam suara. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. 76. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. 72. dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital. 74. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. 81. 77. 82. 84. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain.5 %. saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan. 78. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator.76 PT. peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ). Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. 83. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1. saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. 79. 75. ventilasi ruangan. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. Ciptanusa Buana Sentosa . disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. ventilasi ruangan. 80. 3 .

AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87. Ciptanusa Buana Sentosa 3. 92. AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini. Instalasi 90. Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . 89. AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi.keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan . Pengujian . 95. 14. 3. Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ). 94.4. PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. 91. titik netral Generator. Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat.77 PT. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%.3. Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint. 88. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. 93.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85.2. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • . Perlengkapan :.100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank.Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% . . Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 . akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3. Country of Origin : Complete Built up.Exhaust muffler Critical type with counter flange . by Manufacture Warranty tt.5.50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test .8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww.30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0. Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%. Diesel Engine (Single Operation) Type : Open. . Ciptanusa Buana Sentosa .110% selama 1 jam tanpa interupsi .Battery dan charger . KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss.0% selama 15 menit tanpa interupsi... Jumlah Unit xx.25% selama 1 jam tanpa interupsi.nya . Safety Device vv.75% selama 2 jam tanpa interupsi .100% selama 1 jam tanpa interupsi . Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu.78 PT.

dengan penyambungan pipa ulir. 3 ph. Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. 97. Ciptanusa Buana Sentosa . Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ). dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual. 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 . 220 V / 380 V.2. Warna cat akan ditentukan kemudian. medium class.6. 100. Sistem Bahan Bakar 96. 3.50 / 0. Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya. pipa pemakaian (supply). Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m.6. Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105. three phase sensing 3.75 HP.1. Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar. alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar. 104. Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung. Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange. 98. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana. Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat. 101. dimana penyambungannya dengan system flange. 106.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/. 99.6. Umum 3.0. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible. 102. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing.79 PT. 103. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar. pipa pengembalian (return) bahan bakar. pipa pembuangan gas ( ventilasi ).5 bar Motor : 0.5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ). Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter.

7. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100. lll. Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. 3 . Sistem Gas Buang yy. Pada permukaan bahan peredam suara.80 PT.10. Sistem Ventilasi Ruang mmm. nnn. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10. iii. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya. ggg. Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa. Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer). Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana.9. jjj. Sistem Pendingin ddd. zz. Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana.8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal. 3. 3 meter dari jarak dinding perimeter. ccc. Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. Sistem Peredam Suara fff. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. eee. berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. hhh. bbb. kkk. 3. Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya. Ciptanusa Buana Sentosa . 3.

Cater Pillar. Omron 3 . K2 Power. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No. Siemens. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. MG. Atau setara Deep Sea. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan. Ciptanusa Buana Sentosa . Marathon Power Factor : 0. National Hager.81 PT. Nitech SACI. Celsa. Circutor. Daewoo. AEG. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji. Deutz . DEIF.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ). AVK. Telemecanique. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Ntional.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo. AEG Omron. Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle.

untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Interack 4. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4.3. ttt. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. Supreme Kabel Metal. 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo.82 PT. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.1. Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. PENJELASAN SISTEM sss.4. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system. rrr. UMUM ppp. qqq.2. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Ciptanusa Buana Sentosa . dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai. 4. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. 4. 3 .

Working Temperature : -10 .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . gangguan elektromagnetis.6 mA . Input dimonitor untuk sirkuit terbuka.83 PT.Frequency Test : dapat dipakai berulang kali .Output Voltage : 5 . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. perubahan suhum kelembaban dan karatan.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . 110.0 mA . Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base. perubahan suhum kelembaban dan karatan. Data teknis lainnya : . Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 .EOL : ± 100 KΩ 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107.EMC : ± 10V/m .0 mA . 113. Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap. Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan.+50ºC .Alarm Current : ± 25. 116.Quescent Current : ± 0. 119. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. 118.1mA Alarm Current : ± 25.1mA . Data-data teknis lainnya : .13 VDC .Storage Temperature : -30 ~ +75º C . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. 117. 108.13 VDC Quescent Current : ± 0. 109.Activation Current : ± 4. Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology). Input signal harus bebas dari prioritas signal digital .Operating Voltage : 16 – 32 VDC . Ciptanusa Buana Sentosa .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111. 114.Quiescent Current : ± 0.0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115.Operating Temperature : -10 ~ +50º C . gangguan elektromagnetis. Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan. 112.

0 mA .0A .84 PT.0 – 1. flashing .Fault Voltage (short) : 0V . Ciptanusa Buana Sentosa .3.+50ºC .5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch.Alarm Voltage : 3. fault. 122.Activation Current : ± 2.7V – 16.0A .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut. Data teknis lainnya : . output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm. 123.Quiescent Current : ± 0.1 VDC . Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. 121.Fault voltage (open) : > 22.Working Temperature : -10 . 125VAC/1.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .Alarm Current : ± 16. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. jika terjadi penekanan. 130.Relay Rating : 30V/2. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max. L129.Working Temperature : -10 . Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung.Quiescent Current : ± 4.0 – 1.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .Wiring Capacity : 1. batas signal bahaya normal kepada unit MCFA.7 VDC .0 mA .4 VDC .Wiring Capacity : 1.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .7 mA . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol.Confirmation Led : Steady output . 127. Dapat memancarkan alarm. 120. 125. Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .+50ºC . steady on : Pulse Output . juga mempunyai indikasi pada modul. 124. 80 mA 3 . Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu.5 mA . Data teknis lainnya : . 128. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. 126.

persimpangan. MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas. 3 . Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0.5 mm².85 PT. at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja. Seluruh kotak sambungan. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. Synthetic Sound. Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini. Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2.2 Watt : 85 dB. Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja. dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut. Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia. MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD). Ciptanusa Buana Sentosa . 20 mm.5 mm². Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. Sealed Acid Battery. Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ). Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom. Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1.6 mm².

Edward. Tiap-tiap zone. Semua kabel harus dipasang didalam conduit. xxx. LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Edward.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2. : 2 loops Produk Esser. Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini. www. zzz. Alarm Bell dipasang kira-kira 0. 4. Edward. dilengkapi : . 4.86 PT. aaaa. dipasang pada ketinggian 1. TESTING / COMMISSIONING yyy. Fixed / Head Esser.5 mm². Supreme. Voksel NYA. yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas.5. PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan. Siemens Esser. Untuk manual push button. Edward. Kabel Metal. dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap. harus dilakukan testing / pengetesan.5 m di bawah plafond. Edward.7.Sealed Acid Battery .5 m dari lantai.6. Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Siemens Kabelindo. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA . baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). NYM. Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana. 21mA Colour : Red Smoke. Ditempat pekerjaan. Siemens Esser. ROR . Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V. dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.Power supply .Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap. Edward. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis.ITC STP AWG 18 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Siemens Esser. ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya. vvv. Satu persatu detector ditest. Siemens Esser. 4.

Clipsal 5. Impedance ± 4 ohm Microphone. dengan sound pressure level ± 114 dB. Power input = 15W. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. Mixer Pre Amplifier. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. LINGKUP PEKERJAAN. Ciptanusa Buana Sentosa 5. Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi.87 mV.5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. memenuhi standard EVAC. dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil). pemasangan instalasi Sound System. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional. Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV . Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. Input Range : 0. Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro . dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB. 3 . Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. Ceiling Loud Speaker. . PERSYARATAN TEKNIS. • Untuk di luar (parkir area).87 PT.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia.2. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. 5. Mempunyai diameter 6 inchi.3. Volume Control/Attenuator.1. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt. Pengadaan. Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan. Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz.

dynabolt. Ciptanusa Buana Sentosa . sesuai gambar rencana. Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow.50/60 Hz : : : : 30 – 10. LAIN-LAIN. dddd. Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. jjjj.4. Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik. menggunakan pipa High Impact dia. bbbb. ffff. 5. menggunakan pipa high Impact dia. PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING.88 PT. Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya. cccc. 20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1. 3 .5 mm2.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM.5 mm2. dan klem setiap 100 cm. iiii. Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. dengan kabel NYMHY 2 x 1. Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. gggg. Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia.7.000 Hz 1% 50 dB CD. GAMBAR KERJA. 220 Volt + 10% . Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. FM 5. Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor. Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm. Ditempat pekerjaan. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector. cccc. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang.5 mm2. PEMASANGAN INSTALASI. Durados atau Cable Connection. call active relay. Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow.6.5. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. eeee. MP3/MP4. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan.20 mm . Output level : .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan. fault relay. 5. DC 24 Volt. bbbb. Klem yang dipakai ke plat beton. menggunakan ramset. hhhh.

TOA Bosch. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Panasonic. Supreme. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Kabel Metal. Panasonic. Double H. Panasonic. PVC High Impact dia 20 mm 6. TOA Bosch. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. TOA Bosch. Panasonic. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. TOA Bosch. TOA Bosch.1. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. UMUM mmmm. TOA Bosch. Voksel Ega. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA. PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. TOA Bosch. TOA Kabelindo. nnnn. oooo. NYMHY. Panasonic. Panasonic. Ciptanusa Buana Sentosa . merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Panasonic. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Clipsal Interack. TOA Bosch. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 3 . Panasonic. Panasonic. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6.89 PT. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone. serta cermat. Ceiling Loud Speaker. Panasonic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. TOA Bosch. Panasonic. TOA Bosch.

banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. vvvv. 138. LINGKUP PEKERJAAN pppp. Ciptanusa Buana Sentosa . Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT. Tipe executive harus mempunyai display digital. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Terminal 136. rrrr. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Telkom. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. 137. tttt. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system). Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu. Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. hands free dan kelebihan lainnya. seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. 6. Power Supply dan MDF dll. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT. wwww. Telkom. Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. Mengurus ijin penyambungan. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding.90 PT. Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT. Kabel Telepon. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara.6 mm². 135. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. Pesawat Telepon 134. termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun. Telkom. jjjj. PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. qqqq. 139.2. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. digital dan 64 extention analog. 3 . sehingga sistem berfungsi dengan baik. 132. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. 16 digital extention card. Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM.3. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133.

Untuk mempermudah pengenalan. TESTING / COMMISSIONING bbbbb.5 mm. Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx. Outlet 147. qqqq. 144. Conduit Telepon. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. 145. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. 6. 6. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Toshiba. flush mounting dan bukan jenis claw fix. pppp. harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Siemens Supreme. ukuran dan jumlah inti kabel. 148. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan.4.5. Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. Pemasangan konduit harus rapi. Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup. Kabel Metal. Tranka 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Kabelindo. 141. 146. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas. Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester. kuat dan teratur.6 mm².91 2 Kabel indoor/outdoor PT. tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan. 142. Tidak diperkenankan mengganti jenis. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. tttt. 143. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. aaaaa. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan.

3 .92 PT. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. ggggg. UMUM ddddd.1. Ciptanusa Buana Sentosa .862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . Legrand 7. 20 mm Berker. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Clipsal 3 M. MK. Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Clipsal. eeeee.5 Mhz Input Level : 40. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.2. National Ega. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858. fffff. Double H. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7.

PAL. PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. Maruichi 8. Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus.3. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. Modulator. Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi). SECAM. Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard. PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Double-H. Sistem MTAV harus bisa untuk output video. Ikusi Nexus.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Clipsal National. NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. Fagor. dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik.4 dB – 1. 7. Fagor. Belden Ega. Shikoku. Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 . Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling).93 PT.4.

94 PT. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour). Pemasangan. AGC On (Luminance) 3 . Ciptanusa Buana Sentosa .4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1. 8. Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera.2. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. Sistem CCTV ini terdiri dari Camera. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya. Monitor. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi. 8. sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor. Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai.4.3. 8. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval. PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera.4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB.1.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than .150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording.230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5.95 PT.10 dB.6.5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. Built-in 16 ch multiplex recording system. 1V (p-p)/75 ohm. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS. kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1. seperti ditunjuk dalam gambar rencana. Peralatan utama seperti . PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal . Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 . 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal .5. Video Input : 16 terminal. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Sequential switcher. diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : .0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc .60 dB Output frequency : 47 . unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8. 8. 4 way JPEG compression recording modes. camera drive unit. Ciptanusa Buana Sentosa . 1V (p-p)/75 ohm. Built-in 160 GB HDD. Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U. Colour monitor dan Time lapse VTR. PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton.

1. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. 9. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.2. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan.Juri Kabelindo. Sanyo. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9. 2. Kabel Metal. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Ciptanusa Buana Sentosa . merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.3.multi core untuk motorized Belden. Clipsal Three stars. jjjjj. 3. Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. UMUM hhhhh. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. LINGKUP PEKERJAAN 1. 20 mm 9. Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Supreme. Double H. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Komunikasi data intern di dalam gedung. ONI Metosu Produk Bosch.96 PT. 3 . iiiii. Tranka Ega. Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub.

67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC. 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802. 5. 802.3 in (19. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik.11a. Material dan Peralatan Utama 1. link status. fasa nol. 3.11b.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration.5 in x 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9. : : : : : : : : IEEE 802.1. : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 . Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9.97 PT. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik. RJ-45 connectors.1 x 19.5 lb (0. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan. 6.3. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage. RPS.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4.5 in x 1. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik. Ciptanusa Buana Sentosa . overcurrent. PoE indicators : GLC-SX-MM. 2.3cm) 1. short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa. overthermis.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System.11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2. link speed.2. Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3. four-pair Cat.4 GHz 7. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang.3. link duplex. and 802. fasa netral. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF.1 x 3. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3. Peralatan dan Bahan 1. 4. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut.

Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel. 16. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. Besaran pipa conduit adalah 20mm. 3. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. juga harus kuat. 15. 10. 13. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8. 20. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . 2. Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai. agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik.5 kali penampang kabel. 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount. 14. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. 17. Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet. 18. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik. Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). 19. 7. Accessories : Fan. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai.4. Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. 6. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit. Ciptanusa Buana Sentosa . 11. 7. 8. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. 9. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. 12. 5.98 PT. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. 9.

Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f. 9. Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2.5.5.1. harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data . 9. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c. TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b. Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1.99 PT.

Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. 6. dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya . pada ujung kabel serat optik. (Gb. Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. 1. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. 5. dan category kabel. Pada lokasi B. Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber .2. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana. Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing). Pengetesan Kabel UTP 3. 9. Ukur loss pada satu arah. (Gb. pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A . Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. Atur OLTS ke nilai nol.3). 1. Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali. lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb. atenuasi.100 PT. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . 3. Untuk mengeset OLTS kenilai nol. Catat semua data.4). Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A. 7. Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama. lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik. hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification.2). sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner. Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1. 3. 8. Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2. lepas jumper dari lokasi detektor. Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut.1. pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel.1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih . Ulangi procedure diatas. 2. LAN cable tester. Pada lokasi A. Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk). alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel. Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . Ukur loss dari arah yang lain. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B . (Gb. 4.

Setelah login selesai. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub. Ciptanusa Buana Sentosa . Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server. 2. Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. 9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1. 3. 2. pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain.5. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama. Network Center Hub dan Network Management Softwar 1.2. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . 2. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. 3. 4. 2. 2. Tahap-tahap pengetesan : 1. Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain. Tahap–tahap pengetesan : 1. Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). 3. Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 . Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. 3. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut. 1. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut.101 PT. 1. Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit.

Siemens. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a. Cisco. HP. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1. 4. Introduction to Network b. Liebert. end-toend.3. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ………. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1. 2.6. 9. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. I.2. 3. 9. 9.M. Next Readings. Upsonic. Belden.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang. 5. 8.6. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. PRODUK SISTEM LAN Peralatan. Cisco. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Comscope.6. Setelah penandatangan uji serah terima. Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. Northern Telecom. 9. Nortel. 3 . Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss. 6. Ciptanusa Buana Sentosa . etc. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. 7. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. Cabling. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai .P. testing harus dilakukan 24-hour burn in test. Router. 2 3 4. 9. Merlin Gerin. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. Ethernet Connectivity Certification c. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9. BGS net akan masuk dalam periode garansi.1.7.102 PT. HP. Nortel.) dan selama 90 hari untuk produk software.6.

Iwatec.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide. Ciptanusa Buana Sentosa . Spesifikasi Teknis 3 .103 PT.

3.4. 5. 1978 4. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran. GAMBAR – GAMBAR 1. 1. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material.1. BRITISH STANDARD 2. 1. 1978. ANSI Code A. Apabila ada sesuatu yang diragukan. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1.3 th. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.4. Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan. 2. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai. Pemborong harus menyerahkan shop drawing.1 3.53 th 1987. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. PERSETUJUAN MATERIAL. 6. . Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya. PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3.3. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. jarak peralatan satu dengan lainnyya. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. 1.5. pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. Gambar-gambar Arsitek. 2. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK. 7. 1.2. Ciptanusa Buana Sentosa 1. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1. 1975.1173 th. 2. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. th. 3 . maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada.17. Koordinasi yang baik perlu ada.104 PT. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. Peraturan Daerah DKI No. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. KOORDINASI 1. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. lengkap dengan dimensi peralatan. 3.

performance dari peralatan. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. 2. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi. Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini. Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. 2. Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun.6. Ciptanusa Buana Sentosa 3. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur.105 PT. ƒ Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. . ƒ Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. 3 . 3. PERALATAN DAN BAHAN 1. spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi. Data-data pemilihan meliputi : ƒ Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. 1. sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek. 4. telah terpasang di beberapa lokasi.

Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : ƒ Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi ƒ Hasil pengetesan peralatan ƒ Hasil pengetesan kabel. ƒ Jumlah material masuk/ditolak ƒ Keadaan cuaca ƒ Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui. dinding dan lain sebagainya. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui. Pada setiap gambar “as built”. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik. LAPORAN-LAPORAN 1. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan. dan lain sebagainya. Ciptanusa Buana Sentosa . Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : ƒ Kegiatan fisik ƒ Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis.8. maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. 4. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom. 3 .106 PT. harus tercantum : ƒ Nama Pemilik ƒ Judul gambar/dan bagian dari bangunan ƒ Nomor gambar ƒ Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar ƒ Tanggal 1. Bila pihak MK/Direksi Pengawas. 1.7.

Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon. As built drawing b. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ). Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga).11. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. 1. 4. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya. Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Perubahan material. Data test report e. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 . MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. Ciptanusa Buana Sentosa 1. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya.10. 2. d. bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama. Spare part dan tools. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong. Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c. 1. Selama masa pemeliharaan ini. GARANSI Semua peralatan. . Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir.14. Pembobokan tembok. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis. Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f. 2. 1.9. 2. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna.13. Selama masa pemeliharaan ini.107 PT. lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 1.12. harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. PEMBOBOKAN. 3. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. 3.

pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini. Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1. apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. 1. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong. 2. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz & 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt & 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. 2. Pengadaan.108 PT. 3. 6. Ciptanusa Buana Sentosa . peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. Menyerahkan gambar-gambar. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil. pemasangan. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. 3. Pengadaan. Bila tidak. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya.15. Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1. panel-panel. 3. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator. 2. 2. 5. 2.1. Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. 3 . Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. Pengadaan.2. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. 4. pemasangan. pemasangan. Pengadaaan dan pemasangan semua material. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : ƒ Operation manual ƒ Maintenance manual ƒ Daftar suku cadang yang perlu disediakan ƒ Gambar as built drawing ƒ Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator ƒ Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. ƒ Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. ƒ Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller ƒ Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. ƒ Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta ƒ Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. ƒ Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. ƒ Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator ƒ Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. ƒ Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. ƒ Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. ƒ Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. ƒ Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. ƒ Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator ƒ Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. ƒ Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. ƒ Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. ƒ Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator ƒ Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel ƒ Terbuat dari stainless steel plate finish ƒ Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. ƒ Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. ƒ Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft ƒ Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. ƒ Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. ƒ Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. ƒ Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. ƒ Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. ƒ Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. ƒ Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. ƒ Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. ƒ Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

ƒ ƒ ƒ

ƒ 3.2.

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan.

DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door ƒ Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya ƒ Dilengkapi dengan narrow jamb ƒ Terbuat dari stainless steel ƒ Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button ƒ Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. ƒ Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator ƒ Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. ƒ Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer ƒ Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. ƒ Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. ƒ Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111

2.

3.

4.

5.

6.

7.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”. ƒ ƒ ƒ 8. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. 10. 9. ƒ Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) ƒ Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. ƒ Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. ƒ Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. ƒ Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ƒ Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus. ketinggian dan berat nominal. Ciptanusa Buana Sentosa . yang terbuat dari besi cor.112 PT. ƒ Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%). ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”.5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. DATA MESIN PENGGERAK 3 . Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ƒ Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14. Campensating ƒ Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ Untuk Kereta Lift/Elevator.3. sesuai standart kapasitas. ƒ Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras. 3. Rem ƒ Rem harus menggunakan sistem arus listrik. 11. Selain ketentuan tersebut diatas. Counter Weight ƒ Rangka counter weight terbuat dari profil baja.

ƒ Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik.4. Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi. 3. Pada saat demikian. Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control. dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka.113 PT. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . 2. Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. Pengaman terhadap ketegangan rope. 4. KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. 3. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. Pembatasan yang ada yaitu : ƒ Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. ƒ Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: ƒ Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal. ƒ Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : ƒ Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus. 3. akan bekerja bila tersentuh.5. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board. 3. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per. 4. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. dan ƒ Level 10 cm di atas level lantai teratas. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. 3. 6. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis. Pengaman pada pintu kereta elevator. 2. Antara base frame dan penyangga. dengan mendapat sumber daya dari batere. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan. SAFETY DEVICE 1. 3. 2.6. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak. 5. apabila pengamanan ini bekerja. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart. ROPE 1. berupa : ƒ Door safety edges sebanyak 2 buah.

3 . diatas dan dibawah kereta lift. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. 4.7. 3. 2. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. PT. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ). 6. Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland. Ruang Maintenance dan Ruang Security. Ciptanusa Buana Sentosa . lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar.114 3. 5. tanpa berhenti di lantai-lantai lain. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. 7. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat. Lampu dan switch di pit elevator. 2. Pada saat pemindahan tersebut. Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. ƒ Tanpa melihat arah geraknya. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. 3. Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. 4. Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. 3. Intercom dengan master station. Earth Quick Protection.8. maka lift akan bekerja sebagai berikut : ƒ Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. 7. INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1. ƒ Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system. 6. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. dengan cabang pada masing-masing kereta. ƒ Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. ƒ Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya. 5. lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. lift akan berhenti bekerja. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. maka lift akan bekerja secara normal kembali.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ 7. PANEL KONTROL LIFT 1.

Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage. 50 Hz BS. 220V.1.1. Continous test : 1 x 24 jam LAIN .1. Testing Comissioning. 220/380V.2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R. KELENGKAPAN LIFT 3 .1 & LF-PK. JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4. 4. ANSI code A17.5 Kw. 3 phase. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7. Ciptanusa Buana Sentosa . 9. Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun. 4. 11% dari kapasitas beban kereta lift.2. JIS BS. ANSI code A17.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. 50 Hz AC 1 phase.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK.115 PT.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. 1. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma. NO. berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.116 PT. Mitsubitshi 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->