SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembuatan kantor. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara. Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan. Ciptanusa Buana Sentosa . Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas. b. tegangan. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. Laporan Harian dan Mingguan 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. 1. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. Ditempat pekerjaan. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu.10. dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah.13 PT. Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi.9. tekanan.9. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung.00 sampai dengan 16. agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. dll. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas. 1. KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN. kuat arus. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. • Jumlah material masuk / ditolak.11. LOS KERJA DAN GUDANG a.2. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2.00 ). penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar). b. LAPORAN-LAPORAN 1. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a. d. 1. Laporan Pengetesan 1.1. 1. atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui.9. 3 . Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan.

b. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing. Kebersihan dan Ketertiban a. harus diberi penerangan yang cukup.14 PT. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b.2. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. b. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama.1. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. 3 .11. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b.13. peralatan. 1. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan. TESTING DAN COMMISSIONING a.11. c. 1. dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. gudang.11. los kerja.3. Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing. b. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. b.14. 1. b. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). kantor. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu.12. 1. 1. Air kerja a. harus selalu dalam keadaan bersih. Penjagaan a. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan.11.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air. Ciptanusa Buana Sentosa . 1. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta. maka yang terakhir ini yang akan berlaku. Penimbunan / penyimpanan barang.4. Pada kantor.

PEKERJAAN PLAMBING 3 . maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2. Selama masa pemeliharaan ini. e. Selama masa pemeliharaan ini. 1. ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas.15. d. Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. i. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. g.16. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance. f. h.15 PT. Selama masa pemeliharaan. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Selama masa pemeliharaan ini. maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. lengkap dengan manualnya. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set. Repair Manual dan As-built drawing. 1. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan.

Sleeve 8. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan. 3. Sambungan fleksibel 6. Katup 4. atap. Lubang pembersihan 9. terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. Ciptanusa Buana Sentosa . pemasangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.1. Pengujian 13.2.3. Penggantung dan penumpu 7.2.4.bahan utama dan pembantu serta pengujian.1. pembuatan. 3. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1. transportasi. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing. Galian 10. 2. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. tembok dll. peralatan. Pengecatan 11. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1.1.masing sistem pipa. 3.peralatan bahan. 3. Strainer 5. gambar dan bill of quantity. 2. Instalasi Sistem Air Limbah 3. sleeve yang menembus lantai.1. Pipa 2.1. Instalasi Sistem Air Bersih 2. Sambungan 3. Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan. 3. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama. Seluruh pekerjaan. perlengkapan dan fixtures. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan.3. 2. Pengakhiran 12. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing. kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja. 3 .16 PT.1. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi.

Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN.5 bar. Ciptanusa Buana Sentosa .50 12. Type : 3 DIN 16928. Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm. Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek.4.1.50 15 10 10 10 Tek. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer.10 B. Type : 3 DIN 16928.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.2. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat.5174 PN : PN.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. ONORM B. 3 .2.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12.1. 3. ONORM B. selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari.2.6. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran. Bahan 12.1.5. 3.5174 Temp : 95 . welding joint.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. 3.17 PT. 3. Polypropelene Random Copolymer.1. Std. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik. selama dan sesudah pemasangan.10 PN. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek.2. air karat dan stress sebelum.100° L-PN.

Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius.BS 21/ ANSI B 2. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12. 3. 3 .1.screwed end. welding joint. Spesifikasi PV 10. Dia 50 mm keatas.100° L-PN.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir. Solvent Cement Joint Type.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.5174 PN : PN. bronze atau strainer A. ONORM B.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.BS 21/ ANSI B 2.4. Dia 50 mm keatas. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW. Solvent Cement joint type.1.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb. ONORM B.5.2. sch 40. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi. ASTM A 53.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end.BS 21/ ANSI B 2.3. 3. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. Ciptanusa Buana Sentosa .screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.9. wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16.2.1. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb. Dia 50 mm keatas.5 bar.2.3 class 300 lb.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges. welding joint. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah. bronze atau strainer A. Tekanan standard 10 bar. Type : 3 DIN 16928. Type : 3 DIN 16928. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. 3. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.5174 Temp : 95 .18 PT. Dia 50 mm keatas. Polypropelene Random Copolymer.

Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type.6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting. model concentric. Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium. bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2.2. Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb. 3.9.19 PT. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW). 3. Dia 50 mm keatas. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting. Reducer : Seperti diatas. 3. Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah.2. model concentric. Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.3 class 150 lb. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar.9.1. Spesifikasi PV 10. Reducer : Seperti diatas. Reducer : Seperti diatas.2. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb. Specifikasi PV 10 Penggunaan: . wrought steel butt weld fitting ANSI B 16. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.2.2. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.7. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 .10. Dia 50 mm keatas. screwed end. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Solvent Joint type. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar. Welding joint. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.8. model concentric.

1.3. O = Oil.11.20 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . 3. Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan.3. serta memperkecil banyaknya penyilangan. kerapihan. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai. G = Gas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3. 3 .O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water. PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1.2. 3.

Sambungan lengkung. 3 . Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. 9. 16.21 PT. Ciptanusa Buana Sentosa 2. a. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh. 17. harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. 6. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik . reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. 7. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. 14.2. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air. pengatur. 10. 5. lantai. Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. 12. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. 11.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar. sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar. 4. ‰ Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain. ‰ Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8. . 15. harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 . balok.5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. Semua galian. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan. Pada pemasangan alat-alat pemuaian. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. 13. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c. katup balik dan sebagainya. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. membersihkan semua kotoran. harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. Selama pemasangan. 3. kolom atau langit-langit. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan.100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. ‰ Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut.

Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °.3. saringan dan hal-hal lain yang sejenis. 3. 3. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak. Perubahan perubahan arah Titik percabangan.2 Pipa PVC 100 1.6 0. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada.5 150 1. Ciptanusa Buana Sentosa . 2.8 2. Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5.9 80 0. b.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0. Beban-beban terpusat karena katup.2. Penggantung dan Penumpu Pipa 1.8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2.2 1.22 PT. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18.0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran.0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4.9 1.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 .

‰ Katup . 4.6. Pemasangan Katup-katup Pengaman. Semua pipa dan gantungan. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. 4. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda. b. NO. 5. Pemasangan Pengukur Tekanan. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen.3.5. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar.3. 1.katup Pengaman harus sumber tekanan. 4. pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan.4. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm ‰ Lain-lain. Pemasangan Katup-katup. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter.3. 5. 3. 5. 3.3. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan. ukuran katup 20 mm Katup by-pass. Katup-katup pengurang tekanan.titik rendah. 3 .benda keras/ tajam. kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. 7. 1. ‰ Pemasangan sambungan fleksibel. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP c.3. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3.7. penumpu sebelum dicat. 3. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah.3. 2. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. 3. 6. ‰ 3. 3. Sambungan masuk dan keluar peralatan.23 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. Bentuk gantungan. Ciptanusa Buana Sentosa . ‰ Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. 2.

Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.9. 3. Katup-katup pengontrol. 5. ‰ Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan. 2. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. 4. 3.3.12. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan. 6. Pemasangan sambungan expansi. Ciptanusa Buana Sentosa .3. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan.3.24 PT. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan. di tempat-tempat yang mungkin timbul 3. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa. Setiap pompa d. minimum Dia. Sambungan Las 1. mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa.alat saniter sebagai berikut : ‰ Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve ‰ Pada waste fitting dan Siphon. 6.3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. Sambungan lem 1. 3. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi.3. 2. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja.13. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm. 3.10. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat. 5. udara. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa. Pemasangan Ven Udara Otomatis. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas. 3. c. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa.8. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. 3 . 3. 3. serta 3. 2. 3. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum.14.3.11.3.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat. 4.

16. Setelah pipa dan tangki diuji. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan. c.3. Pemeriksaan sebagian. 5. 2. pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. tekanan air keluar kran dia. 3. Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap. Ciptanusa Buana Sentosa . 2. h. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas. dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem. PENGUJIAN 1.3. b. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat.2 ppm atau lebih. Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air. 3 . f. d. baik yang di pipa atau di tangki. Pemeriksaan setelah pemasangan. a.cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda. 1. 2. Setelah alat plambing dipasang. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat. 3. e. 3. Katup Label (Valve Tag) 1. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan.25 PT. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". b. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug.3. dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. g.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan.15. Selubung Pipa.3. 3. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan.tempat tertinggi dan kantong udara. 4.sebagian.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan.4. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana.0. dengan bagian perbagian. Pemasangan Ven Udara Otomatis. 3. kebisingan pompa ( ± 60 dB ). dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa.17. ‰ Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup.18. menggunakan cara.benda asing disingkirkan. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi.

3.1.6.1. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. TESTING DAN COMMISSIONING 1. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Š Pipa servis Š Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Š Flens Š Peralatan yang belum dicat dari pabrik Š Peralatan yang catnya harus diperbarui Š Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut. Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a. 3 . 3. Pompa Suplai c. Pengkabelan e. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. Ciptanusa Buana Sentosa . Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i.5. Pemipaan d.5. 3. 4. Tangki Persediaan Air Bersih b. Peralatan Instrument dan pengendalian g. 4. Penyambungan ke peralatan penunjang h. Semua tenaga. Panel Listrik f. bahan.26 PT. Š Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran. Penyambungan ke peralatan plambing.

q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. c. National Plumbing Code Handbook . dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. Pompa Transfer a. Ciptanusa Buana Sentosa . Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c. pipa penguras. Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank). Permukaan dinding licin dan bersih c. PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. Sumur Hisap. Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic. Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a.1975. f.3 4. e. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e.1 4. b. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4. Membuat kemiringan pada lantai. d. f. atau dengan konstruksi beton yang kedap air. Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas.27 PT. PU e.3. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa. Tanpa sudut tajam c. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. Depnaker. b. d. maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air.2. d.3. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers.2. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit. Depkes. pipa isap. Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari. b. kabel dsb. q Panel daya dan Pengendalian 3 . Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk.

28 4. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1. . .Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya.Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya. Ciptanusa Buana Sentosa .Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai.Mengurus semua izin terkait yang diperlukan. PS2dan seterusnya. . . 4. . pemasangan dan pengujian Panel listrik.4.Pengadaan. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat. PT. . . Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis. q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa. dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata.Pengadaan. q Level switch untuk ON / OFF. pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control. c. e.3. d. Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f.Pengadaan. b. Peralatan kendali. .3 Pompa Booster/Distribusi a.Pompa pertama. 3 .Pengadaan.3. pemasangan dan pengujian Pengkabelan. dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H. Pengaturan pompa pada sistem pressure control .Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ).alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump. . pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam .Penyambungan ke semua peralatan penunjang. untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System.Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e. Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : .

2. Peralatan Utama 1. Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ). Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. 10 meter bagian luar atas di cor beton. Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. Izin Pengeboran. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. a. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. c.kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. Sumur dalam. dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang. disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci. Sebelum memulai pengeboran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor. c. 2. d. 3 . Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a. f. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. d. Peralatan pengeboran. b. * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ). Peraturan dan Refrensi. konstruksi dan keadaan tanah. * Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. Ciptanusa Buana Sentosa . SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. Perijinan. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong. Konstruksi sumur dibuat sekurang . 1. * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium.29 PT. ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). ukuran pipa 100 mm. agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. Izin Usaha.

5. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. 3. Ciptanusa Buana Sentosa 4. 2. sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus. . . Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang. 4. . Kapasitas Sand Filter 0. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. Peralatan uji. semua peralatan uji. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. 4. dengan meter air putar atau meter air Venturi. Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. 3 . sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong.6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. 4. 2. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. pada saat beban pemakaian air surut.Pengukur debit. 4. pada saat beban pemakaian air surut.7 . dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah. peralatan uji tersebut antara lain : . 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : .Katup pengatur . Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam.3. Perpipaan CARBON FILTER 1.Vent sumur .3 m3 / menit 8.Gambar sumur terpasang secara detail. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : . 2. Selain pengujian diatas.3. 6.5 4.Katup penahan aliran balik. . 3. Perlengkapan sumur dalam. multi media automatic / manual backwash. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type.Seluruh laporan hasil pengujian. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air.Penduga permukaan air. multi media automatic / manual backwash.30 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam.Katup pelepas udara otomatis. Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan.3. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit.Manometer.

Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. 15 kw . Variable Speed System Kapasitas : 0.3 m3/ menit 160 m. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell.3 m3 / menit 8. Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2.2 kw . Ciptanusa Buana Sentosa .3. Kapasitas Sand Filter 0. 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. Lengkap dengan tangki tekan. 3. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ).31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT.8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1.7 kw . Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2.4 m3/menit 37 m FRP 3 . Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Perpipaan 4. Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3. 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm.35 m3/ menit 35 m. 6. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0.

4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °.0. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0. Limbah Dapur.2. Penyambungan dengan peralatan Plambing 3. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan.3. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron. ƒ Level switch untuk alarm banjir.32 5. Urinal. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1. ƒ Tangga monyet ƒ Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. 4. 5. 5. Floor Drain 4. 5. ƒ Level switches untuk kendali pompa. Roof Drain PERPIPAAN 1. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. Perpipaan 2. 3. maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini. Air Hujan. Umum ƒ Macam perpipaan air limbah adalah. 2. dan Floor Drain. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : ƒ Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar ƒ Sleeve untuk pipa ven ƒ Sleeve untuk kabel-kabel.1. Roof q q q q 5. 3 . 2. 3. ƒ Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN". Lavatory. sampai saluran halaman melalui septik tank. Clean Out 5. PT. Ciptanusa Buana Sentosa . Air Limbah Saniter. Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset. badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara.

Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu. 5. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. manhole dan pipa vent. Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX).4. ƒ Stainless steel shaft ƒ Silicon Carbide ƒ Heavy duty grease lubricated bearing ƒ Stainless steel casing guide rail support ƒ Quick discharge coupling 3. Spesifikasi motor sbb : ƒ Squirrel cage induction type ( IP 68 ) ƒ Winding insulation class F ƒ Water tight ƒ Vertically mounted 4. 4. 5.33 PT. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut.6. 1. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar.7. 5. 3. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan. 5. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. 4. Sistem kendali motor pompa ƒ Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage. MANHOLE 1. 2. cabang atau belokan. Ciptanusa Buana Sentosa . SUMUR RESAPAN 1. lurus. 2. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. 5. 5. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : ƒ Dasar sumur berupa batu kerikil ƒ Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang. sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. 3. 3 . ƒ Apabila beban aliran kecil. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi.5. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : ƒ Cast Iron Casing ƒ Cast iron vortex type Impeller with knife. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel. ƒ Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan. maka satu pompa bekerja secara bergantian.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. ƒ Apabila beban aliran besar. 3. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen. maka pompa bekerja bersamaan. Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. 2. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton. ƒ Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. 4. ƒ Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja ƒ Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar.

2. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage.12. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2.10. screw outlet connection with flange for waterprooving. . 3. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan. 5. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove. 5. 3.9. FLOOR DRAIN 1.8. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb. Floor Clean Out terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm. Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi.11. ROOF DRAIN 1. 3.: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1. ƒ Bitumen Coated Neck for adjustable fixing.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Ciptanusa Buana Sentosa 5. 5. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. Floor Drain terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring. 5. 3. ƒ Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain). ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan. 3 .34 PT. 4. 5. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : ƒ Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. 2. 2. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2.

Benka. Teral. Teral. PT. Paragon. Mitra Utama Sentosa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. 4. Paragon. Sigma) FKK. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai. 5. 3. PT.13. 6. 2. URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. Bohemi 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . HE/ TG. Bestindo Aquatek Sejahtera. Ebara CV. 2. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO. Spindo (PT. Ebara Equal.35 PT. 3. SEWAGE TREATMENT PLANT 1. Equal. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete. Dwi Prima Engineering PT. Bio Master Bakrie.

bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara. Fushiman. 16.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. 9. Publikasi code dan Standard Publikasi. Socla PENN.2. 13. 18.Guide and Data Book 3 . Honeywell Yoshitake. Kitz (PT. 6.SMACNA .ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. 15. Austindo Kimco.1. Sinar Mas Andhika).1.36 6.1. PT. SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan. Code atau Standard yang belum ada di Indonesia. Kitz (PT. 17. Honeywell Toyo. Pralon Rucika. Rucika. 14.5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin. Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika. Ciptanusa Buana Sentosa . Pipa PVC Class AW 12.1. 8. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. Fushiman. Whale Tank 6. 6. Slumberger. Weistinghouse Enduro. Untuk Publikasi.85 . Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : . 12. Sam Yang Proco. 10. Pralon Yoshitake. 20. Potter Toyo.ASHRAE . 11. Sinar Mas Andhika). code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan. 19.

Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform.1. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis. filter dll.lain standard belum tercantum diatas. Semua landasan untuk peralatan dan motor. NFPA . Platforms. yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1. pipa. Instalasi 1.5.1.40 NC 35 . ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian.3. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan. Landasan Peralatan. kaku dan tidak bergetar dalam operasinya. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. Kondisi udara luar ™ Temperatur ™ Relative Humidity 35 ° C 65 % 2. 2.7. termasuk juga accessories duct seperti damper. 7. Umum. 7. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut. Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan ™ Temperatur 20 ° C ± 2 ° C ™ Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu.alat bantu tersebut.4. baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat. Noise Criteria ™ Ruang Rapat ™ Ruang Kerja 7. 3 .45 NC Perlindungan Kebakaran. venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air. PT.bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan.37 7. 3.1.1. 30 . Pencapaian Peralatan Untuk Service. sehingga tujuan yang dimaksud tercapai. Ciptanusa Buana Sentosa . Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct.90A ARI AMCA CTI Dan lain.6. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6.

Perlindungan Peralatan. ™ Landasan penyangga peralatan (steel bases).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel). pemasangan. ™ Semua baut.1. pasir.1. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. 7. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana. Pengadaan. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan.11. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung. kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing. sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. Penomoran. conditioning).2. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. bahan-bahan baik yang sudah. Ciptanusa Buana Sentosa .1.2. 3 . maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan. 7. Bahan. mur dan washer haruslah zinc electroplated.8. 7. posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail.2.38 PT. debu. 7. Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan. Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya. lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya. Anti Karat ™ Semua peralatan bantu instalasi. untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya. 7.1.9. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan.2. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%). Untuk itu ukuran. maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. peralatan yang tertanam didinding. Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning). flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang. beserta ukuran dan lokasi yang tepat.10. 7. dudukan.1. Peralatan bantu. landasan. Sebelum penyerahan. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7. Sleeve. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor.

isolasi panas dll. Axial fan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. 8.39 PT. 4. filter. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. pemasangan. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. Pengadaan. Pengadaan. 7. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. 14. memakai inverter. 3. Pengadaan . 5. Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. 11. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. 9. Propeller fan. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. 13. 12. Isolasi panas/suara dll. terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit . volume control damper. thermostat ruangan. damper. spliter damper. 10. pemasangan. pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. Menyerahkan gembar-gambar. Pengadaan. gauge. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. 7. sensor. Pengadaan. Pengadaan. Attenuator dll. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara. access panel. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. pemasangan. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. Mendidik petugas dari pemilik gedung.3. pemasangan. humidistat dll. Ciptanusa Buana Sentosa . return air grille. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.0* atau lebih tinggi 3 . pemasangan. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini. Filter. pemasangan. 6. air cooled type. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent.

unit harus dilengkapi dengan Sub cooling.3.3. fusible plug. 7. crank case heaters. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4. secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. Ciptanusa Buana Sentosa .40 PT. Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik. Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal. sensors dan refrigerant volume.1. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *. PRESSURE TESTING 3 . Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0.5 meter diatas pondasi. shutoff valves. Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC. terukur 1 meter secara horizontal dan 1. CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik. System ini haruslah dipasang dipabrik. thermal protectors for compressor dan fan motors.8 HP sampai 10 HP. over current protection for the inverter and anti-recycling timers.2. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel. control circuit fuses. 7. Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch.

3.cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik. Ciptanusa Buana Sentosa .5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini. Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0. Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan.cm N.3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan. Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10. sebelum disambungkan ke outdoor unit. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik. Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai. Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 .41 PT.3. Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 . 7.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik.C1220T.

8. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC . Ciptanusa Buana Sentosa . BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 . Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang.3.3.3. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7. 7.6.3.75mm2 .25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan. CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis. Oil. Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve. fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ).1. EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant. 1 phase dan 50 Hz. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching.42 PT.5.3. Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari. Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. 7. operational mode. lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik. cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain. fan speed selector.7. malfunction code and filter cleaning timing. 7. FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan.4. air filter. thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting. 7.

9. 60 .mild steel hot dipped galvanized . adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti. Insulation : Armaflex. . 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7. Honeywell 7. • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel. KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type. Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m. • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya. didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan.3. FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7.11. fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari. • Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar.3. dan dalam batas. remote. kemampuan (performance) peralatan.batas yang normal. • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat.2. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan. Pipa refrigerant : INABA DENKO c.4.10 MERK YANG DISETUJUI a.4. INABA DENKO d.3. Ciptanusa Buana Sentosa 7.3. adjustable pitch dan harus digerakan langsung. 7. AC VRV = Daikin b.casing .4000 hz.4. on off switch dan pilot lamp. ™ Material fan : .cast . Refrigerant : Dupont. Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7.43 PT.74 di Amerika. Spesifikasi Teknis Axial Fan ™ Impeller fan dari type airfoil blade. operation mode. 7.1.alluminium die. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re . Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature.impeller .10 E 12 watt pada octave band mid freq.shaft . sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 .carbon steel 3 . Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini.4.

Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara. kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet. Motor dari jenis TEFC. . ™ Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan).6.5. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH. Inl. Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat. 7.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder. PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 .5. d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1.3. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan.5” WG). Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter.52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0. Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit. FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan. IP 54. Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini.1. ™ Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet). Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting. Propeller Fan (wall atau ceiling fan) ™ Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling.2. Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet). fresh air fan harus dari bahan tipe metallic.5. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol. b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame. rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast. • Casing terbuat dari heavy gauge (1. ™ Fan harus digerakan langsung.grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan. 7.44 PT. Untuk fan diameter 500 ke atas.6.pelumasan ™ ™ ™ ™ ™ . c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL .08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0. isolasi kelas F. 7.1.5. Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan.line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis. harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std. 52-76). Ciptanusa Buana Sentosa 7. 7. 7. • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya.

d. diffuser.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0. ‰ SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association). 7.7. 7. damper. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %.45 PT.4. standard yang digunakan.2. Pipe Hanger dll. berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining. Spring Isolators. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max. Restrain Isolators. Konstruksi Duct. spliter damper. c. Neoprene Mounts. density: 52 Kg/ M3 3 . Publikasi.7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan.021 W/m. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron. register.7. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad.7. Bahan duct dari pipa PVC. the Guide and Data Book. fitting. 7. Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct. 7. 7. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7.6.1. Ciptanusa Buana Sentosa .7. dalam duct Air flow max.5. ‰ ASHRAE.7. Ducting panel tebal 20 mm. grilles. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. b.0135 1. volume damper. Split System Unit.2. Umum a. • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara.3. Out Door Unit. support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini. Instalasi Ducting 1. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin. ‰ Carrier Air Conditioning Hand Book.

kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut. Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. semua elboww harus dari type full radius elbouw. Untuk keadaan dimana harus 3 . c. Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3.6 m-1m 8. Right jack plane. Penggantung duct. d. f.Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane. 5. Reducer (transition). 4. 9. Bentangan < 0. Penguatan duct. Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2. 6. Elbow. Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi. . e.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.46 PT. h.Pemeriksaan kekuatan support a. apabila tidak ada cahaya maka ducting ok. Run Test : akan dilakukan beberapa test. 7.Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. kelembaban serta static dan velocity pressure. V jack plane. g. kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0. Lubang pengetesan. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ). Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium. b.000 Fpm (10 m/s). Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct.6 m 0. Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) . Straight jack plane. dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail. cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. Ciptanusa Buana Sentosa . antara lain: . Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam.

10. 7. k. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki.9. alat-alat bantu. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper. Tekanan kerja max. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi. material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek. pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt.8. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. l.10. atau 3 slot. d) Warna untuk diffuser. 7. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan. i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile. 5 inch H20. Alumunium Flexible Round Duct. j) Slot diffuser dari tipe 1.2. f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya.65 mm atau lebih. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. tanpa memakai volume damper. PEKERJAAN PEMIPAAN 7. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser. 3 . j. sesuai gambar detail.1. Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness. GRILLE. Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m. Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara. 7. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”. Ciptanusa Buana Sentosa . maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV. Sambungan flexible. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.47 PT. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting. Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH). Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara.

• Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare. solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas. Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin. 8. 1. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant. sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih. Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan. Lingkup Pekerjaan.48 PT. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7. panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7. ALAT – ALAT BANTU. 3 . 3. M a t e r i a l 1. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar.12.1. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan. 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.11.3.2. 6. 5. : Pipa PVC klas AW. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu). Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik. Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Pipa Refrigerant 7.4. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik.12. Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan. Pipa Condensate 2. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya.10. 4.10. Ciptanusa Buana Sentosa . Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings. 2. Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard. 10. 9. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder. 7. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC.10. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini. 7. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System.

2. 3 .Supply voltage/ current .Motor yang menjadi satu dengan fan.Jenis induction motor.49 PT.Temperatur detector dari type thermistar.jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route. Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana. Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika).8.5 HP keatas.1 mA b.Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max. lokasi panel dan perletakan instrument kontrol. OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop. Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green. Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail.Control output (Output voltage ) . voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase.plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON. .13. B.set point scale .Fungsi control . jalur. 2.Insulation class E Motor Fan : .white).5 HP.Temp. 50 ° C 90 % RH : 2 . Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7. Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : .detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. 100 ° C. Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit. (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector. .red. 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.S (Inggris). Spesifikasi Teknis 1. Ciptanusa Buana Sentosa . Peralatan Kontrol a. Temperatur Controller (TC) .peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : ™ ™ ™ ™ ™ ™ Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7. diatas). Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7.3. jumlah phasa tergantung kapasitas fan. temp.10 V : 0-16 V DC/max.1 ph/220 V/50 Hz .max. dan JIS (Jepang).12. Pemborong wajib mengikuti peraturan.3 tingkat kecepatan . DIN (Jerman).Ambient temp/RH . Temperatur Sensor (TS) . Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.

™ Untuk kabel yang menyeberangi selokan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya. ƒ Voltmeter . harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium. white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. ™ Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo. white. hendaknya minimum 15 kali diameter kabel. 3. ™ Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan. jalan raya atau instalasi lainnya. PEKERJAAN LAIN-LAIN 7.jari pembelokan kabel. -R-S-T ™ Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control. ™ Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. Wiring ™ Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard. ƒ Ampere meter . jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung. ™ Pada route kabel.untuk 3 ph dengan selector phase switch ƒ Disconnecting switch untuk remote star stop. ƒ Pilot lamp. ™ Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis.1.peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. green.red. ™ Pondasi peralatan. ™ Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. P o n d a s i ™ Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC. 7.mesin. 3 . kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali.untuk 3 ph dengan selector phase witch. green. Ciptanusa Buana Sentosa .14. ™ Jari. ™ Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa.kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. ™ Kabel yang dipasang didalam tanah. ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi. ™ Semua panel star delta dilengkapi dengan : ƒ Pilot lamp . Panel remote harus dilengkapi untuk masing. ™ Kabel.14.50 PT. ™ Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan.masing Peralatan dengan pilot lamp ( red. bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin. sesuai dengan detail drawing. ™ Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui.

batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui.15.51 PT.3.Barometer / pressure gauge 6. adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran.tegangan yang tidak wajar.15. Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai. ™ Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi. pipa yang diperlukan.Hood untuk mengukur udara didiffuser. . alat. Pengukuran temperatur udara . Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa.15. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7. ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan.besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul. sehingga didapatkan besaran.Tachometer atau sejenisnya 4.mesin. antara lain : 1.besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana. 7.2.15.betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana.Voltmeter . ™ Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan. 2. ™ Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk.bagiannya.Thermometer 3. Peralatan Ukur.alat. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing.Ampermeter / ampertang 5.4. atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin. ™ Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni. Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB. 7. 3 . Pelaksanaan TAB ™ Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian. Pengukuran putaran (rpm) . profil.Sling psychrometric .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana.kondisi setempat. Ciptanusa Buana Sentosa . Pengukuran tekanan . 7. ™ Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil. Pengukuran listrik .1.modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut.15. dudukan-dudukan atau penggantung. Pengukuran laju aliran udara .peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb.Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing. 7. ™ Untuk menyesuaikan dengan kondisi.

™ Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran.15.masing FCU/ FAN.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. ™ Sebelum melaksanakan TAB. mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan. tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. type. 6. 4. 7. Kontrator harus membuat suatu rencana kerja. 11. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara. Test dan catat temp. KDK. 3. Balancing System Distribusi Udara. ™ Dalam pelaksanaan TAB. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design. NUG. 7. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. 2. Siemens National. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan. 2. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil. ™ Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini. 3. harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas.besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana.5. Mitsubitshi AEG (GAE). 1. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. 8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Dalam pelaksanaan TAB. Ciptanusa Buana Sentosa . dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. ™ Sebelum melaksanakan TAB. Test dan catat motor full load amper.52 PT. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. 1. Indentifikasi ukuran. dimana hasil. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design. Prosedure Testing and Adjusting. 5. Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing. Kruger 3 .

Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12. 10. Mason. 11. 8. Perlengkapan Fire Water Tank 5. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. 14. Panel listrik. 2. TDI Duct MG. 12. Rucika. 7. National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1. yang telah dibuat sebelumnya. ALP Active. Kabel Metal. Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10. 6. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 .2.53 PT. 5. 15. control system dan Fire Resistence Cable 14. Ciptanusa Buana Sentosa . Parawoll. 9. Wangi. ACI Kinetek. Crane Pralon. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. Insulflex Kembla. ABB Armaflex. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. Springkler Control Valve Set 6. concrete blok ) 13. Confordaire Prima Prima Wangi. Insflex AAF atau setara Paramount. 17. 8. 16. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. Confordaire Sigma Cool. Wavin Voksel. Thermaflex.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3. Thermofoil 731 DEC Insulated. Sisalation 436. Parawoll. pengecatan. 13. Valved Connection to main Water supply source 4. 8. Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. Fire Pump test ventui flow tube. 8. Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. Spingkler Head 7. Infoil. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. Hydrant Box 8. Supreme Sigma Cool.1.

sebaliknya apabila turun mencapai L. maka fire water tank harus diisi. 3. pipa isap. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2. pipa penguras. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran. Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. alarm horn.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. Ciptanusa Buana Sentosa . indicating lamp 3 . q q q q 8. Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki. Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis. indicating lamp • Main pump On. alarm horn & indicating lamp • Water level too low. 4. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3.3.54 PT. 4. 6. masukan air harus berhenti. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. alarm horn & indicating lamp • Water level drop. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20.

Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan. Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set.55 PT. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3. Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang. Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam. Ciptanusa Buana Sentosa . uji coba springkler maupun springkler flushing. 2.4. 8. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch. 9.

‰ Hose rack untuk slang 40 mm. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve.6. 8.B. ‰ "JET" Firehose A.56 PT. ‰ "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe.8 dengan modifikasi.8. dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange.one type size 40 mm x 30 meter including couplings. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. PILLAR HIDRAN ‰ Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. BOX HIDRAN 1. Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box outdoor type. ‰ Hydrant valve. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box recessed type. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI). B. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. Alarm Lamp dan Alarm Horn. ‰ Hose rack untuk slang 40 mm. ukuran 750 mm. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish. ukuran 750 mm L. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. 8.8. ‰ Hydrant valve. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8. chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. 8.7. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance.5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. Box harus dilengkapi Alarm Push Button. ‰ Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No.

Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2. 2. . Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2. Ciptanusa Buana Sentosa 8. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1.11. 3. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 . 8. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2.9.57 PT.

q Manometer isap dan tekan. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6.9 l / hr ( 100 % ) .63. HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 .58 PT. pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat. 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. Ciptanusa Buana Sentosa 4. Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : . Starting : Battery 24 V.47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket. kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic. 3. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. . Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya.

8. 15. 12. PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7.Hose rack 6.Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.Machino coupling dia. 13. 40 mm .59 PT.Linen Hose dia.Machino coupling dia. 40 mm .Bak kontrol dan tutup. 16. Ciptanusa Buana Sentosa . Perlengkapan :. 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 . KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1. 65 mm X 30 mm . 9. 14. 10.Variable jet & spray nozzle dia. MAIN CONTROL VALVE Size : 4”. 17. 65 mm . 11.Stop valve .Linen Hose dia. 65 mm .8 mm Perlengkapan : . 40 mm X 30 m . Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat.8 mm : .Variable jet & spray nozzle dia.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1.

3. Appron. Kitz Ozeki. TA. 11. Du Pont Viking. 2. viking. Lowara Notifier. Appron. Keystone NBC. Teral. Grinnel. Wormald. Notifier Toyo. 12. Toyo. nagano. Viking.60 PT. Central Bakrie. Spindo (PT. Chubb Ozeki. Kitz NBC. 16. 8. Toyo. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. Grinel. 13. Nippon Steel. 4. Central. 6. Grinnel Vitaulic. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . 14. Alpindo Ozeki. 7. Patterson Equal. Grinnel Central. Vitaulic. Central Potter. 17. 1. Sanwell. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. Yamato Yamato. Viking. 15. 5. 9. 3 . Sigma) Grinel.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. Siemens. 10. Appron. Alpindo Central.

antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit.2. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Appron Radox. Menyelenggarakan pemeriksaan. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. . Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. siap pakai dan handal. PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j. Welson. 21. Central Ozeki. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings). Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. saklar dan seluruh stop-kontak. armature. dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. p. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna. 1. Pengadaan. l. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. Panel-panel tenaga. pengujian. 20.61 PT. • Pekerjaan pentanahan / grounding n. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. • Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. Fuji Danfos.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. o. Pengadaan. • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya. aman. 19.Belimo Toyo. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini. Grinnel. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa 1.1. k. pemasangan dan mengecek ulang atas design. LINGKUP PEKERJAAN m. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. titik nyala lampu. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki. Central. 22.

Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. VDE/DIN. • Penggunaan MCB : . NEMA dan sebagainya. Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . 3 phasa. Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T. Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. 7. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V. warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. Panel Tegangan Rendah 3. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1. terminal terminal. • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%.62 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. rating amper sesuai gambar.Outgoing pada PDTR . isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar.1. Spare space harus disediakan seusai gambar. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul.3. 8. 4 kawat. IEC. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. Ciptanusa Buana Sentosa .3. Komponen panel : Accessories Bus bar. 50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase . 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. BS.Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan. 3 . 4. 5. 6. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar.

Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran. Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000.63 PT.perbaikan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating. 3 . sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan . Ciptanusa Buana Sentosa . besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas. Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1. PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset. untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan.3.2. Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. penyambungan . sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST.penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya.

Automatic load sharing Type : Free standing. Semua panel harus ditanahkan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala. Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset. under voltage dan over voltage relay. Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung. Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. AMF.64 PT. auto synchron. earth fault relay dan reserve power relay. Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal). 5. pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali. Ciptanusa Buana Sentosa . Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set . front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit. 4. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. 3. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . auto load sharing.

Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1. Lighting Fixtures 6.45 mm. 8. • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan. 7.4. FRC. Kabel Tegangan Rendah 9. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. BCC. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3. NYA. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas.5 mm dengan cat powder coating warna putih.65 PT. NYFGbY.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1. NYMHY.3.6 KV dan 0. 10.8 mm finishing 3 . Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2. 0. kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11.5 mm² 1. Ciptanusa Buana Sentosa .2 mm.3. NYM. 9. Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13.5 KV untuk kabel NYM 12.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0. Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.3. Sebelum dipergunakan. Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.

3. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE. Ciptanusa Buana Sentosa . 19.3. 20. 3 . Rak kabel / cable Tray 18. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik. Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar. 13. 11. 12. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL. Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas . Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). Lamp holder menggunakan standard E . Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal. • • 1. 15.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam. 16. Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0.3. 1. Kotak-Kontak dan Saklar 14. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus.1 mm.0 mm. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm. Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu. • Fitting lampu standard E-27.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10. • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp.66 PT.27. • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1.5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2.6.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2.5. jarak antar penggantung maximum 1 meter. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery.7.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1. 17. Penggantung dibuat dari Hanger Rod.

36. 22. Sebelum pemesanan/pembuatan panel.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 30. Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. handal dan mudah perawatan. PERLENGKAPAN INSTALASI q. diklem dan disusun rapi. 24. Kabel – Kabel 29.warna kabel harus sama.5. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan. 26. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan. Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel . Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ).4. Ciptanusa Buana Sentosa . Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. 1. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik.600 mm dari lantai terhadap as panel. t. 27. 34. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai. 28. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. 35. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.67 PT. 25. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 3 .kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi. 33. Semua panel harus ditanahkan.1. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel.2. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Panel-panel 21. Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar. r.5. s. 1. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. 31. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. 32.5. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. 23.

• Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel.68 • PT. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. 38. kecuali dinyatakan lain dalam gambar.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari. 43. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. Ciptanusa Buana Sentosa . Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. 42. Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. 40. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok. Penyambungan kabel menggunakan las doop. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang. 41. 39. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit.

Pentanahan (Grounding) 47. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Kotak – Kontak dan Saklar 44. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban.5. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. Ciptanusa Buana Sentosa . yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. 1. Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. PENGUJIAN u. Setelah peralatan tersebut dipasang.4. 50. Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel.5. Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. 48. belokan harus dengan radius min. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya.kontak dan 1. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang. sehingga nampak rapi. Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas. 49. 6 mm² dan max. diklem dan disusun rapi. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm. Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah. 15 x diameter kabel. 95 mm². Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ).69 PT. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya. penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug). Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak . 1. 46. 45. 3 .6. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. harus diadakan pengujian secara individual.3. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm.

FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan.8. maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ). GAE 3 . Hasna Prima. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1. • Test pompa-pompa seluruhnya. Produk bahan dan peralatan. Ciptanusa Buana Sentosa . Ega Tekelindo. Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan. ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar. Hasna Prima. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0. GE . GEM SACI. yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa. dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian. Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. MG Rickstar.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1. CIC.7. 1. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Ega Tekelindo. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Alpivar.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG. Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. • Test peralatan (beban) lainnya. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan.

Schwabe Creation.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT. Voksel Fuji. Schwabe Creation. Vossloh Philips. NYA. Kabelindo. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. NYMHY. Interlite Philips Philips Philips Philips. Schwabe Creation. CIC. Vossloh. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips. NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. Kabel Metal. GAE SACI. Vossloh Philips. Vossloh.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. GAE SACI. DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. Interlite Philips Creation. Radox Ega. Philips. Philips. Ciptanusa Buana Sentosa . Clipsal 3M. Interlite Philips Philips Philips Philips. Star Delta starter. Interlite Philips Philips Philips Philips. Philips. Philips. Vossloh. ballast. CIC. Nexans. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu. Vossloh 3 . CIC. Vossloh Philips.

Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi. termasuk air terminal (batang penerima). SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. Interack. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Ciptanusa Buana Sentosa 2. z. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek. Interlite Manvier. termasuk disini air terminal. . WA. Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. instalasi dan testing terhadap seluruh material. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. x. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. peralatan dan 3 . Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Schwabe Creation. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan. pemasangan bahan. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini.72 PT. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material. bb. dd. Vossloh. Philips. Clipsal. LINGKUP PEKERJAAN aa. material. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir. Vossloh Philips. penghantar down conductor. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Hits Berker. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut.2. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. cc. UMUM w.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. Schwabe Creation. Vossloh. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif.1. Philips. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. MK. y. Metosu 2.

9. Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi.4. jj. Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm. SALURAN / PENGHANTAR ii. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara. ll. 2. SURAT IJIN kk. Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff. dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya. walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen. 2.11.3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan. 2. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance). Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 . AIR TERMINAL ee. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas.73 PT. BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan. hh.10. Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana. . PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana. 2. 2.8. gg. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat. Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan. 2. Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana. Seluruh saluran penghantar. Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm². lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan. dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. 2. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah. Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana.7. Dilengkapi dengan FRP Support Mast. 2. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol).6. Ciptanusa Buana Sentosa 2.5. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal.

garansi. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan. Prevectron 3. perincian penawaran ( Bills of Quantity ). UMUM mm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima. petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan. pemasangan.2. sertifikasi. Ketika PLN sudah hidup kembali. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² .74 PT.12. rr. . Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. Bila PLN padam. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. qq. pengujian. penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing). petunjuk dari pabrik pembuat. • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). pemeliharaan. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. oo. Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang. merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp. Ciptanusa Buana Sentosa 3. maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. service. Bakrie. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 .Medium Class 4 besar PPI. termasuk gambar-gambar. maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan. standard dan peraturan yang terkait. Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. nn. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3. System 3000. Spindo Produk LPI Guardian.1.

3. 58. benar dan memenuhi persyaratan 3. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas . Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57. Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62. Pengadaan.4.3. dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja.75 PT. Pengadaan. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat. Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini).3. Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3. Lingkup Pekerjaan Terminasi 61. single operation.. Membuat As-built Drawing 59. Lingkup Pekerjaan Utama 51. 3. Pengadaan. dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek. 3. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap.. harus 3 .5. Silent type. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. 52.4.3. KVA dan . ) 3. Menyerahkan Tools Kit 3.2. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting). Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60.3. Umum .3. 67. 53. LINGKUP PEKERJAAN 3. Ciptanusa Buana Sentosa 3. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56. sesuai standard DIN 6270 A.. KVA Prime Power. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63. Mengadakan pelatihan operator. 68.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable). Setting dan aligment kedudukan Genset.1. termasuk anchor 66. DIESEL GENERATOR 69. Handling Genset di atas pondasi 65. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll.. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64. Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi. 70.. pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55.4.1. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C.3.

ventilasi ruangan. • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. 78. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa . 84. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. 73. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital. 79. 75.76 PT. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator. disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat. 82. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C). 76. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. ventilasi ruangan. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. 77. serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. Perhitungan system peredam suara. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. 72. 74.5 %. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. 83. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan. alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. 80. peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ). 81.

Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint. titik netral Generator. 88. Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan . Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator. 3. Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ). PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. 91. Pengujian . AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi.77 PT. 95. 93. 89. Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . Instalasi 90. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat. Ciptanusa Buana Sentosa 3.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%. 14. AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. 92. Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat. AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87.4. Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal.keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. 94.3.4.

Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%.25% selama 1 jam tanpa interupsi.Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% . akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3.5.0% selama 15 menit tanpa interupsi.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • .100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank. Country of Origin : Complete Built up.50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test .30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0. KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss. Jumlah Unit xx. by Manufacture Warranty tt.8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww. Perlengkapan :.75% selama 2 jam tanpa interupsi .Battery dan charger . Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 . .Exhaust muffler Critical type with counter flange .78 PT.110% selama 1 jam tanpa interupsi ..100% selama 1 jam tanpa interupsi . . Safety Device vv.nya . Ciptanusa Buana Sentosa .. Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu. Diesel Engine (Single Operation) Type : Open.

101. 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 . Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve.2. Sistem Bahan Bakar 96.75 HP. 220 V / 380 V. 103.5 bar Motor : 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/. Warna cat akan ditentukan kemudian. Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar. Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105. alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer. dengan penyambungan pipa ulir. dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual. Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana.6.79 PT. dimana penyambungannya dengan system flange. 99. Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya. Umum 3. 3. three phase sensing 3. Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter.6. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar. 97. 102. Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar. pipa pembuangan gas ( ventilasi ). Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat.50 / 0. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam. 100.1. Ciptanusa Buana Sentosa . 98. pipa pemakaian (supply). 104. medium class.5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ). 106.6. pipa pengembalian (return) bahan bakar.0. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ). Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan. 3 ph.

Sistem Pendingin ddd. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. ggg. Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya. jjj. Sistem Ventilasi Ruang mmm. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana.9. Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth. kkk. hhh. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. 3. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. nnn. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya. Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana. Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer). berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. lll. Ciptanusa Buana Sentosa . Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB. zz. ccc.10. Pada permukaan bahan peredam suara. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3.8. Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset. 3. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10. 3 meter dari jarak dinding perimeter. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin. bbb. 3 . eee.7. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal. 3. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. iii. Sistem Peredam Suara fff.80 PT. Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100. Sistem Gas Buang yy. Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.

Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. National Hager. K2 Power. Cater Pillar. Nitech SACI. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ). Marathon Power Factor : 0. DEIF. Atau setara Deep Sea. Ntional. Siemens. AEG Omron. Celsa. Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. AEG. EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji.81 PT. MG.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo. Deutz . Ciptanusa Buana Sentosa . Omron 3 . Telemecanique. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. Circutor. Daewoo. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan. AVK.

3. Interack 4. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. 3 . ttt.4. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan. 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. PENJELASAN SISTEM sss. UMUM ppp. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.2.82 PT. qqq. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box. Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi. 4. rrr. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. 4. Supreme Kabel Metal. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No.1. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai.

Quescent Current : ± 0.83 PT. 114.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 . 113.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu.1mA Alarm Current : ± 25.Output Voltage : 5 . gangguan elektromagnetis.Operating Temperature : -10 ~ +50º C . 117. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu.0 mA . Input signal harus bebas dari prioritas signal digital .EOL : ± 100 KΩ 3 . Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan. gangguan elektromagnetis.Working Temperature : -10 . Input dimonitor untuk sirkuit terbuka.Activation Current : ± 4. 109.0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115. 116.0 mA . Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.EMC : ± 10V/m . Data teknis lainnya : .1mA . perubahan suhum kelembaban dan karatan.13 VDC Quescent Current : ± 0. 119. 108. perubahan suhum kelembaban dan karatan. 110.13 VDC .+50ºC . Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base.Quiescent Current : ± 0. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Data-data teknis lainnya : .Storage Temperature : -30 ~ +75º C .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107. 112. Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology).Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111.6 mA . 118. Ciptanusa Buana Sentosa .Frequency Test : dapat dipakai berulang kali .Alarm Current : ± 25. Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .

124. Data teknis lainnya : . Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol.Relay Rating : 30V/2. jika terjadi penekanan.Alarm Current : ± 16.Quiescent Current : ± 4. fault.7 mA .1 VDC . 126.0 – 1.7 VDC .+50ºC . 80 mA 3 .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC . batas signal bahaya normal kepada unit MCFA.Alarm Voltage : 3.Quiescent Current : ± 0. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. 127. Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut. 125. L129.Fault voltage (open) : > 22.Activation Current : ± 2.5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . steady on : Pulse Output .84 PT. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. 121.Fault Voltage (short) : 0V . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. 130.4 VDC .7V – 16. 123.Confirmation Led : Steady output . 125VAC/1.Working Temperature : -10 . Ciptanusa Buana Sentosa .0 mA .0A . Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu.5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch. flashing .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .0 – 1.3. 128. juga mempunyai indikasi pada modul.Working Temperature : -10 . Data teknis lainnya : . Dapat memancarkan alarm. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. 122.+50ºC .0 mA . output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.0A .Wiring Capacity : 1.Wiring Capacity : 1.5 mA . 120.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .

baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ). persimpangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1. Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. Seluruh kotak sambungan.5 mm². Synthetic Sound. 3 .85 PT. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD). dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut. MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas.6 mm². Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini. at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja. Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom. Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones. Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia. Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2. Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector. Ciptanusa Buana Sentosa . Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0.5 mm². Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja. 20 mm.2 Watt : 85 dB. Sealed Acid Battery.

Tiap-tiap zone. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis. Siemens Esser.86 PT. ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya.Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap.5 mm². Supreme. Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2. Untuk manual push button. Edward.5 m di bawah plafond. vvv.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya.Power supply . xxx. NYM. harus dilakukan testing / pengetesan. Fixed / Head Esser. Voksel NYA.5. Siemens Kabelindo. dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. Siemens Esser. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V. 4. Siemens Esser. Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan. Edward. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Alarm Bell dipasang kira-kira 0. Edward.7. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu. Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini. dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap. PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan. Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana.5 m dari lantai. Ditempat pekerjaan. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Siemens Esser.Sealed Acid Battery . Semua kabel harus dipasang didalam conduit. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA . Satu persatu detector ditest. 4. yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. www. Edward.6. dipasang pada ketinggian 1. : 2 loops Produk Esser. 4. ROR . Edward. 21mA Colour : Red Smoke. dilengkapi : . pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. TESTING / COMMISSIONING yyy. Kabel Metal. zzz. Edward. Ciptanusa Buana Sentosa .ITC STP AWG 18 3 . aaaa.

Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Mixer Pre Amplifier. pemasangan instalasi Sound System. Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional. dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB. dengan sound pressure level ± 114 dB. dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil). Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro . untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV . Ciptanusa Buana Sentosa 5. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier.87 mV. . Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut . Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt.2. Input Range : 0. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini.87 PT. Volume Control/Attenuator. Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume. 5. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. PERSYARATAN TEKNIS. Mempunyai diameter 6 inchi.5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. Ceiling Loud Speaker. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. memenuhi standard EVAC. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia. 3 . Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz. Clipsal 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. LINGKUP PEKERJAAN.3. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan. Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi. Pengadaan. • Untuk di luar (parkir area). Impedance ± 4 ohm Microphone. Power input = 15W.1.

sesuai gambar rencana. iiii. MP3/MP4.20 mm .50/60 Hz : : : : 30 – 10.7. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik. bbbb. Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan.5 mm2. dengan kabel NYMHY 2 x 1. Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. Output level : . 5. DC 24 Volt. 5. Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r. Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. jjjj. eeee. GAMBAR KERJA. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan.5 mm2. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. gggg. 3 . Ditempat pekerjaan. LAIN-LAIN.6. 20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1. Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm. menggunakan pipa high Impact dia. dddd.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM.5. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. hhhh. FM 5. Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow.5 mm2.4. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. call active relay. menggunakan ramset.000 Hz 1% 50 dB CD. Ciptanusa Buana Sentosa . Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. dan klem setiap 100 cm. Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna. PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING. Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia. Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow. PEMASANGAN INSTALASI. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector. Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor. menggunakan pipa High Impact dia. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya.88 PT. bbbb. fault relay. 220 Volt + 10% . Klem yang dipakai ke plat beton. Durados atau Cable Connection. cccc. cccc. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay. ffff. dynabolt. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan.

bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Panasonic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. Supreme. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Panasonic. Panasonic. Double H. Panasonic. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Voksel Ega. serta cermat. TOA Bosch. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone. Panasonic. TOA Bosch. Panasonic. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Clipsal Interack. TOA Bosch. PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. 3 . dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.1. Ciptanusa Buana Sentosa . TOA Bosch. oooo. Panasonic. nnnn. Panasonic. Panasonic. PVC High Impact dia 20 mm 6. Panasonic. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. UMUM mmmm. Ceiling Loud Speaker. Kabel Metal. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. TOA Bosch. TOA Bosch. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. TOA Bosch. TOA Bosch. TOA Kabelindo. Panasonic. TOA Bosch. NYMHY. TOA Bosch.89 PT. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6.

Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti. 6. Ciptanusa Buana Sentosa . sehingga sistem berfungsi dengan baik. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Mengurus ijin penyambungan. Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon. digital dan 64 extention analog. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun. Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT. Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. wwww. jjjj. 135. Tipe executive harus mempunyai display digital. Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT. 138. tttt. Telkom. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system). banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara. Terminal 136. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. Telkom. Kabel Telepon. 132. Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. hands free dan kelebihan lainnya.2. 139. qqqq. Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. 137.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133. LINGKUP PEKERJAAN pppp. Telkom. rrrr. vvvv. seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. 16 digital extention card. Power Supply dan MDF dll. Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu.3. Pesawat Telepon 134.6 mm². 3 . PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131.90 PT.

flush mounting dan bukan jenis claw fix. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. 148. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan.4. 142. Untuk mempermudah pengenalan. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. 6. kuat dan teratur. tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. 146.5. ukuran dan jumlah inti kabel. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup. qqqq.6 mm². Siemens Supreme. 141. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. 6. Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. aaaaa. Tidak diperkenankan mengganti jenis. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. Pemasangan konduit harus rapi. Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. 143. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. Conduit Telepon. 145. Ciptanusa Buana Sentosa . pppp. Outlet 147. dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas. harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. Toshiba. TESTING / COMMISSIONING bbbbb. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas.5 mm. Tranka 3 . Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan. Kabel Metal. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah.91 2 Kabel indoor/outdoor PT. 144. Kabelindo. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. tttt.

Clipsal 3 M. UMUM ddddd. Legrand 7. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. eeeee. Double H. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Ciptanusa Buana Sentosa .5 Mhz Input Level : 40. National Ega. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. 20 mm Berker.92 PT.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. fffff. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. MK. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. ggggg.1. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Clipsal.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan.862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7. 3 . Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858.

Maruichi 8.93 PT. Clipsal National. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. PAL. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard.4 dB – 1.3. Shikoku. Fagor. NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. Fagor.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider. Double-H. Ciptanusa Buana Sentosa . Ikusi Nexus. PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 .4. Sistem MTAV harus bisa untuk output video.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7. Belden Ega. Modulator. Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus. 7. Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji. Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling). Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi). PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. SECAM.

Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera. Sistem CCTV ini terdiri dari Camera.4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1. sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval.2. AGC On (Luminance) 3 . Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya.4. 8. Monitor.3.1. Pemasangan. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour). 8.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai. 8. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi.4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB. PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi.94 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal.

5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than . diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas.60 dB Output frequency : 47 . 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal .5. 4 way JPEG compression recording modes. camera drive unit. Built-in 16 ch multiplex recording system. PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 1V (p-p)/75 ohm. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : .95 PT.0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc . PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. Colour monitor dan Time lapse VTR. Sequential switcher. Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 . unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8. Peralatan utama seperti . Built-in 160 GB HDD. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton. kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1. 8. Ciptanusa Buana Sentosa .6. Video Input : 16 terminal.230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5.10 dB. 1V (p-p)/75 ohm. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal . seperti ditunjuk dalam gambar rencana.150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording. PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar.

iiiii.96 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. Supreme. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. 3 . Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini.3. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.2. 20 mm 9. 2. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9. ONI Metosu Produk Bosch. Clipsal Three stars. 9. Sanyo. LINGKUP PEKERJAAN 1. Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9. UMUM hhhhh. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.1.multi core untuk motorized Belden. Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub. 3. jjjjj. Komunikasi data intern di dalam gedung.Juri Kabelindo. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Double H. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Tranka Ega. Ciptanusa Buana Sentosa . Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. Kabel Metal.

short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa. and 802.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration. Ciptanusa Buana Sentosa . Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3.5 in x 7. RJ-45 connectors. 5.1. overthermis. 2. link duplex.3 in (19. 3.3cm) 1. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4. Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9.67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC. : : : : : : : : IEEE 802. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut. overcurrent. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF.3. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T. RPS.11a. 802.5 in x 1. Peralatan dan Bahan 1. 6. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2. PoE indicators : GLC-SX-MM. Material dan Peralatan Utama 1. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik.1 x 19.97 PT. link status.5 lb (0. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik.2. fasa nol. four-pair Cat.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9.1 x 3.4 GHz 7.3. : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 .11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2. fasa netral. 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3.11b. 4. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik. link speed.

agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik. 9. 13. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai. 18. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2. 7. 6. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8. 11. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit. Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet. 20. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. Accessories : Fan. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . 15. 2. Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. juga harus kuat. 5. 9.4. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. 16. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 10. 17. 19.98 PT. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. Ciptanusa Buana Sentosa . Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). 7. 14. 12. 4. Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai. Besaran pipa conduit adalah 20mm.5 kali penampang kabel. 8. Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel. Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya. 3.

3. • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e. 9. Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f.5. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung.1. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b. Ciptanusa Buana Sentosa . TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2.5.99 PT. 9. Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c.

100 PT. Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . Ciptanusa Buana Sentosa . Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A. 5. dan category kabel. lepas jumper dari lokasi detektor. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber . Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. Pengetesan Kabel UTP 3. Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner. 3. Catat semua data. atenuasi. (Gb.2). Atur OLTS ke nilai nol. hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification. Untuk mengeset OLTS kenilai nol. Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . Pada lokasi B.1. Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali. Pada lokasi A. 3. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B .4). Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. 4. 7. Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk).1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih . 6. Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2. alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel. Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama. Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3. (Gb. Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . Ukur loss dari arah yang lain. Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing).3). 1. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb. 1. dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya . pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A . LAN cable tester. 2. Ukur loss pada satu arah. atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1. 9. 8. lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana.2. 3. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . Ulangi procedure diatas. (Gb. pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel. pada ujung kabel serat optik. Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut.

3. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut. Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server. 3. panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub. Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 . 1.101 PT. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. 2. 2. Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. 3. 2. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). Network Center Hub dan Network Management Softwar 1. Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . 1. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain. Setelah login selesai.5. Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1.2. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. 4. Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain. Ciptanusa Buana Sentosa . Tahap–tahap pengetesan : 1. 2. 3. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna. Tahap-tahap pengetesan : 1. 9. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet.

Router. 7. Liebert.P. 9. Northern Telecom. 9. 3. Introduction to Network b. Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T. Ethernet Connectivity Certification c. Upsonic. etc. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a. Setelah penandatangan uji serah terima. I. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1.6. HP. 6. HP. Cisco. end-toend. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai . Cisco. Belden. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ……….Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang.102 PT. Next Readings.) dan selama 90 hari untuk produk software.6.2. Cabling. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1. testing harus dilakukan 24-hour burn in test. Merlin Gerin. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. BGS net akan masuk dalam periode garansi.6. Nortel. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. 3 . Comscope. 4. 9. 9. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9. 2. PRODUK SISTEM LAN Peralatan. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Siemens. Nortel.6. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss.M. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. 5.3. 2 3 4. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. 8.1. 9.7. Ciptanusa Buana Sentosa .

Iwatec.103 PT. Spesifikasi Teknis 3 . Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide.

2. 3. 1978. 1. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material. Apabila ada sesuatu yang diragukan. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya.4. 3.3 th. 3 . jarak peralatan satu dengan lainnyya. 7. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. PERSETUJUAN MATERIAL. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1. Ciptanusa Buana Sentosa 1. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3. . BRITISH STANDARD 2. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK. agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. Gambar-gambar Arsitek. ANSI Code A. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas. PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1.3.2.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1. 2.5. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. GAMBAR – GAMBAR 1. Peraturan Daerah DKI No. Koordinasi yang baik perlu ada. 1. 1.1173 th. 1978 4. Pemborong harus menyerahkan shop drawing. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No.17. maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong. KOORDINASI 1. Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan.104 PT. 5.1 3. lengkap dengan dimensi peralatan. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. th. 1. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran.4. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. 1975. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. 2. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. 6.53 th 1987.

sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan. . spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. 1. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi. Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun.105 PT. 2. telah terpasang di beberapa lokasi. performance dari peralatan. Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi. Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur. 2. 4.6. 3. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa 3. Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). ƒ Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. PERALATAN DAN BAHAN 1. ƒ Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. Data-data pemilihan meliputi : ƒ Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini.

Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : ƒ Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi ƒ Hasil pengetesan peralatan ƒ Hasil pengetesan kabel. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan.7.8. Pada setiap gambar “as built”. dinding dan lain sebagainya. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. 3 . LAPORAN-LAPORAN 1. harus tercantum : ƒ Nama Pemilik ƒ Judul gambar/dan bagian dari bangunan ƒ Nomor gambar ƒ Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar ƒ Tanggal 1. dan lain sebagainya. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. 1. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : ƒ Kegiatan fisik ƒ Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis. Ciptanusa Buana Sentosa . As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. 2. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti.106 PT. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi. ƒ Jumlah material masuk/ditolak ƒ Keadaan cuaca ƒ Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui. maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. 4. Bila pihak MK/Direksi Pengawas. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik. As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki.

harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir. As built drawing b. Selama masa pemeliharaan ini. lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini. d. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya. 4. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. 3. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. PEMBOBOKAN. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ). Selama masa pemeliharaan ini. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini. Spare part dan tools. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna.11. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 .10.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. Perubahan material. .12. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. 3. Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon.14.13. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga).107 PT. 2. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. Ciptanusa Buana Sentosa 1. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1. Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c. 2. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. 2. GARANSI Semua peralatan. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis. 1. 1.9. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. Pembobokan tembok. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan. 1. Data test report e. Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong. bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama. 1. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru.

Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. pemasangan. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator. 2. 4. Pengadaaan dan pemasangan semua material. 6. pemasangan. 3. Menyerahkan gambar-gambar. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. 3 . Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. Bila tidak. Pengadaan. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan.15.1. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. Ciptanusa Buana Sentosa . apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. Pengadaan. 2. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz & 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt & 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. panel-panel. 2. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil. 3. pemasangan. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna. Pengadaan. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. 2. Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1. pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini.108 PT. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. 3. 1. 5.2.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : ƒ Operation manual ƒ Maintenance manual ƒ Daftar suku cadang yang perlu disediakan ƒ Gambar as built drawing ƒ Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator ƒ Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. ƒ Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. ƒ Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller ƒ Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. ƒ Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta ƒ Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. ƒ Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. ƒ Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator ƒ Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. ƒ Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. ƒ Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. ƒ Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. ƒ Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. ƒ Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator ƒ Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. ƒ Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. ƒ Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. ƒ Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator ƒ Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel ƒ Terbuat dari stainless steel plate finish ƒ Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. ƒ Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. ƒ Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft ƒ Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. ƒ Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. ƒ Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. ƒ Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. ƒ Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. ƒ Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. ƒ Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. ƒ Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. ƒ Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

ƒ ƒ ƒ

ƒ 3.2.

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan.

DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door ƒ Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya ƒ Dilengkapi dengan narrow jamb ƒ Terbuat dari stainless steel ƒ Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button ƒ Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. ƒ Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator ƒ Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. ƒ Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer ƒ Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. ƒ Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. ƒ Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111

2.

3.

4.

5.

6.

7.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ Untuk Kereta Lift/Elevator. sesuai standart kapasitas. Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) ƒ Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. Ciptanusa Buana Sentosa . ketinggian dan berat nominal. ƒ ƒ ƒ 8. ƒ Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%).3. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”. ƒ Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. ƒ Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. 10. ƒ Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. ƒ Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus.112 PT. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. 9. Rem ƒ Rem harus menggunakan sistem arus listrik. 3. yang terbuat dari besi cor. ƒ Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. Selain ketentuan tersebut diatas. ƒ Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar. Campensating ƒ Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning. ƒ Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras. Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. Counter Weight ƒ Rangka counter weight terbuat dari profil baja. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. 11. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm.5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. DATA MESIN PENGGERAK 3 . ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14.

Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: ƒ Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. ƒ Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak. Antara base frame dan penyangga. Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. 3. 4. 5.4. 2. 6. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan. 3 . 2. Pengaman pada pintu kereta elevator. akan bekerja bila tersentuh. ROPE 1. Ciptanusa Buana Sentosa . dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. ƒ Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik. Pengaman terhadap ketegangan rope. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja.113 PT. Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. ƒ Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. Pada saat demikian. apabila pengamanan ini bekerja. apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal.6. dan ƒ Level 10 cm di atas level lantai teratas. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart. Pembatasan yang ada yaitu : ƒ Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. 2. berupa : ƒ Door safety edges sebanyak 2 buah. KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. SAFETY DEVICE 1. 3. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz. 3. dengan mendapat sumber daya dari batere. 4. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : ƒ Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus. 3.5. Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control. 3. 3. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang.

4. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. Ciptanusa Buana Sentosa . Lampu dan switch di pit elevator. PANEL KONTROL LIFT 1.8. Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ 7. lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik. Intercom dengan master station. 5. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. ƒ Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya. 7. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. 3.7. 3 . INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. 6. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ). PT. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat. maka lift akan bekerja secara normal kembali. diatas dan dibawah kereta lift.114 3. lift akan berhenti bekerja. Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator. tanpa berhenti di lantai-lantai lain. ƒ Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. 6. 7. maka lift akan bekerja sebagai berikut : ƒ Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. dengan cabang pada masing-masing kereta. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar. ƒ Tanpa melihat arah geraknya. 2. Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland. Pada saat pemindahan tersebut. Ruang Maintenance dan Ruang Security. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. Earth Quick Protection. 2. 4. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. 5. ƒ Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. 3. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang.

3 phase. 9. ANSI code A17. 11% dari kapasitas beban kereta lift.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK.1. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7.5 Kw. Ciptanusa Buana Sentosa . 4. Testing Comissioning. 50 Hz BS.1 & LF-PK. Continous test : 1 x 24 jam LAIN . JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4. 220V.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. 4.115 PT. JIS BS. Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun. ANSI code A17.Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage. KELENGKAPAN LIFT 3 .1. 50 Hz AC 1 phase.2. 220/380V.1.2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R.

Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. 1. Mitsubitshi 3 . Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. Ciptanusa Buana Sentosa .116 PT. NO.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful