SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

NO

URAIAN

HAL

3.1

SYARAT-SYARAT UMUM SISTEM INSTALASI PLAMBING

3-8

3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7

PEKERJAAN PLAMBING PEKERJAAN PERPIPAAN PEKERJAAN SISTEM AIR BERSIH PEKERJAAN SISTEM AIR LIMBAH PEKERJAAN SISTEM TATA UDARA PEKERJAAN SISTEM PEMADAMAN KEBAKARAN SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

3-15 3-16 3-25 3-32 3-36 3-53

4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 4.9

PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT PEKERJAAN PENANGKAL PETIR PEKERJAAN DIESEL GENERATING SET PEKERJAAN FIRE ALARM PEKERJAAN TATA SUARA PEKERJAAN TELEPON PEKERJAAN MASTER ANTENE PEKERJAAN CCTV

3-61 3-37 3-74 3-82 3-87 3-89 3-92 3-93 3-96

PEKERJAAN LAN PEKERJAAN TRANPORTASI VERTIKAL

5.1 5.1

PERATURAN UMUM PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT

3-104 3-108

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

PERSYARATAN TEKNIS UMUM
1.1. UMUM Persyaratan ini merupakan bagian dari persyaratan teknis ini. Apabila ada klausul dari persyaratan ini yang dituliskan kembali dalam persyaratan teknis ini, berarti menuntut perhatian khusus pada klausul-klausul tersebut dan bukan berarti menghilangkan klausulklausul lainnya dari syarat-syarat umum. 1.2. PERATURAN DAN ACUAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi atau mengacu kepada Peraturan Daerah maupun Nasional, Keputusan Menteri, Assosiasi Profesi Internasional, Standar Nasional maupun Internasional yang terkait. Pelaksana Pekerjaan dianggap sudah mengenal dengan baik standard dan acuan nasional maupun internasional dari Amerika dan Australia dalam spesifikasi ini. Adapun standar atau acuan yang dipakai, tetapi tidak terbatas, antara lain seperti dibawah ini : 1.2.1. Listrik Arus Kuat (L.A.K) • SNI-04-0227-1994 tentang Tegangan Standar. • SNI-04-0255-200 tentang Persyaratan Umum Instalasi Listrik. • SNI-03-7015-2004 tentang Sistem Proteksi Petir pada Bangunan. • SNI-03-6197-2000 tentang Konversi Energi Sistem Pencahayaan. • SNI-03-6574-2001 tentang Tata Cara Perancangan PencahayaanDarurat, Tanda Arah dan Sistem Peringatan Bahaya pada Bangunan. • SNI-03-6575-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Pencahayaan Buatan pada Bangunan. • SNI-03-7018-2004 tentang Sistem Pasokan Daya darurat Listrik Arus Lemah (L.A.L) • SNI-03-3985-2000 tentang Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. • KepMen PU 10/KPTS/2000 tg. 1-03-2000 tentang Ketentuan Teknis Pengaman Terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. • UU No. 32/1999 tentang Telekomunikasi dgn PP No. 52/2000 tentang Telekomunikasi Indonesia. • Wolsey, Planning for TV Distribution System • Wisi, CATV System Refference • Sony, CATV Equipment • National, Cable Master Antenna System • AVE, VOE, PI, UIL Plambing
• • • • •

1.2.2.

1.2.3.

Peraturan Daerah (PERDA) setempat Peraturan-peraturan Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Perencanaan & Pemeliharaan Sistem Plambing, Soufyan Nurbambang & Morimura. Pedoman Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2000 atau edisi terakhir. SNI 03-6481-2000 atau edisi terakhir tentang Sistem Plambing

1.2.4.

Pemadam Kebakaran • SNI-03-1745-2000 tentang Pipa tegak dan Slang. • SNI-03-3989-2000 tentang Sprinkler Otomatik. • Perda Pemda setempat • Penanggulangan Bahaya Kebakaran Dalam Wilayah Setempat • Departemen Pekerjaan Umum, Skep Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan Teknis Pengamanan terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
3-8

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • •

LITERATURE DAN / ATAU REFERENCE National Fire Codes : NFPA-10, Standard for Portable Fire Extinguisher NFPA-13, Standard for The Installation Sprinkler Systems NFPA-14, Standard for The Installation Standpipe and Hose Systems NFPA-20, Standard for The Installation Centrifugal Fire Pumps Mc. Guiness, Stein & Reynolds Mechanical & Electrical for Buildings

1.2.5.

Tata Udara Gedung (T.U.G) • SNI-03-6390-2000 tentang Konservasi Energi Sistem Tata Udara • SNI-03-6572-2001 tentang Tata Cara Perancangan Sistem Ventilasi dan Pengkondisian Udara pada Bangunan Gedung. • SNI-03-6571-2001 tentang Sistem Pengendalian Asap pada Bagunan Gedung. • SNI-03-7012-2004 tentang Sistem Manajemen Asap di dalam MAL, Atrium dan Ruangan Bervolume Besar. • ASHRAE 62-2001 Standard of Ventilation for Acceptable IAQ. • CARRIER, Hand Book of Air Conditioning System Design. • ASHRAE HVAC Design Manual for Hospital and Clinics. • ASHRAE Handbook Series Transportasi Dalam Gedung (T.D.G) • SNI-03-2190-1999 Kostruksi Lift Penumpang dengan Motor Traksi • SNI-03-6248-2000 Konstrusi Eskalator. • Peraturan Depnaker tentang Lift Listrik, Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. • Strakosch, Vertical Transfortation. • Gina Barney, Elevator Traffic • Luonir Janovsky, Elevator Mechanical Design.

1.2.6.

1.3. GAMBAR-GAMBAR a. Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. b. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangannya harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada, petunjuk instalasi dari pabrik pembuat dan mempertimbangkan juga kemudahan pengoperasian serta pemeliharaannya jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan. c. Gambar-gambar Arsitek, Struktur dan Interior serta Specialis lainnya (bila ada) harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan dan detail finishing instalasi. d. Sebelum pekerjaan dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus mengajukan gambar kerja dan detail, “Shop Drawing” kepada Konsultan Pengawas untuk dapat diperiksa dan disetujui terlebih dahulu sebanyak 3 (tiga) set. Dengan mengajukan gambar-gambar tersebut, Pelaksana Pekerjaan dianggap telah mempelajari situasi dari instalasi lain yang berhubungan dengan instalasi ini. Persetujuan tersebut tidak berarti membebaskan Pelaksana Pekerjaan dari kesalahan yang mungkin terjadi dan dari tanggung jawab atas pemenuhan kontrak. e. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus membuat gambar-gambar terinstalasi, “As-built Drawings” disertai dengan Operating Instruction, Technical and Maintenance Manual, harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas pada saat penyerahan pertama pekerjaan dalam rangkap 5 (lima) terdiri dari atas 1 (satu) asli kalkir berikut diskettenya dan 4 (empat) cetak biru dan dijilid serta dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A0 atau A1 atau disebutkan lain dalam proyek ini. As-built Drawing ini harus benar-benar menunjukkan secara detail seluruh instalasi M & E yang ada termasuk dimensi perletakan dan lokasi peralatan, gambar kerja bengkel, nomor seri, tipe peralatan dan informasi lainnya sehingga jelas.
3-9
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

f.

Operating Instruction, Technical and Maintenance Manuals harus cetakan asli (original) berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia sebanyak 5 (lima) set dan dijilid dan dilengkapi dengan daftar isi, notasi dan penjelasan lainnya, dalam ukuran A4.

1.4. KOORDINASI Pelaksana Pekerjaan instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pelaksana Pekerjaan lainnya, agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan a. Koordinasi yang baik perlu ada agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi lain. b. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini tidak mengindahkan koordinasi dari Konsultan Pengawas, sehingga menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibat menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan ini. 1.5. RAPAT KOORDINASI LAPANGAN Wakil Pelaksana Pekerjaan harus selalu hadir dalam setiap rapat koordinasi proyek yang diatur oleh Konsultan Pengawas. Peserta rapat koordinasi harus mengetahui situasi dan kondisi lapangan serta bisa memberi keputusan terhadap sebagian masalah. 1.6. PERALATAN DAN MATERiAL Semua peralatan dan bahan harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan, sesuai dengan spesifikasi yang diuraikan, maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. 1.6.1. Persetujuan Peralatan dan Material 1. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu setelah menerima Surat Perintah Kerja (SPK), dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan maupun material, Pelaksana Pekerjaan diharuskan menyerahkan daftar dari material-material yang akan digunakan. Daftar ini harus dibuat rangkap 4 (empat) yang didalamnya tercantum nama-nama dan alamat manufacture, catalog dan keterangan-keterangan lain yang dianggap perlu oleh Konsultan Pengawas dan Konsultan Perencana antara lain : - Manufacturer Data Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi. - Performance Data Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu table atau kurva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatanperalatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. - Quality Assurance Suatu pembuktian dari pabrik pembuat atau distributor utama terhadap kualitas dari unit berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah dipasang di beberapa lokasi dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik. 2. Persetujuan oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas akan diberikan atas dasar atau sesuai dengan ketentuan diatas. Contoh Peralatan dan Material 1. Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan contoh bahan-bahan yang akan dipasang kepada Konsultan Pengawas paling lama 2 (dua) minggu setelah daftar material disetujui. Semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengembalian contoh-contoh ini adalah menjadi tanggungan Pelaksana Pekerjaan.

1.6.2.

3 - 10
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2.

Konsultan Pengawas tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang tidak berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh / dokumen ini.

1.6.3.

Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama harus diproduksi pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan. Penggantian Peralatan dan Material 1. Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender sudah memenuhi spesifikasi, walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pelaksana Pekerjaan pelaksana pekerjaan. 2. Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena suatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik ( equal or better ) yang disetujui. 3. Bila Konsultan Pengawas membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik, maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pelaksana Pekerjaan. Pengujian dan Penerimaan 1. Khusus peralatan utama, harus ditest dahulu oleh Pemilik dan didampingi Konsultan Perencana di pabrik masing-masing yang sebelumnya sudah ditest oleh pabrik yang bersangkutan dan disetujui untuk dikirim ke lapangan. 2. Semua peralatan-peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini dikirim dan dipasang dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesan dengan baik, Pelaksana Pekerjaan harus melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan - peralatan yang terpasang, dan jika sudah ditest dan memenuhi fungsi-fungsinya sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari kontrak, maka seluruh unit lengkap dengan peralatannya dapat diserahkan berdasarkan Berita Acara oleh Konsultan Pengawas. Perlindungan Pemilik Atas penggunaan bahan / material, sistem dan lain-lain oleh Pelaksana Pekerjaan, Pemilik dijamin dan dibebaskan dari segala claim ataupun tuntutan yuridis lainnya.

1.6.4.

1.6.5.

1.6.6.

1.7. IJIN-IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1.7.1. Pelaksanaan pemasangan a. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan, jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesoris yang dipakai. Konsultan Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. b. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan untuk mengecek kembali atas segala ukuran / kapasitas peralatan (equipment) yang akan dipasang. Apabila terdapat keraguan-keraguan, Pelaksana Pekerjaan harus segera menghubungi Konsultan Pengawas untuk berkonsultasi. c. Pengambilan ukuran atau pemilihan kapasitas peralatan yang sebelumnya tidak dikonsultasikan dengan Konsultan Pengawas, apabila terjadi kekeliruan maka hal
3 - 11
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

d.

tersebut menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. Untuk itu pemilihan peralatan dan material harus mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atas rekomendasi Konsultan Perencana. Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan konsultan dalam menentukan performnya, asumsi-asumsi ini harus diganti oleh Pelaksana Pekerjaan sesuai actual dari peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan. Untuk itu Pelaksana Pekerjaan wajib menghitung kembali performanya dari peralatan tersebut dan memintakan persetujuan kepada Konsultan Pengawas.

1.7.2.

Penambahan / Pengurangan / Perubahan Instalasi 1. Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana karena penyesuaian dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas. 2. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada kepada Konsultan Pengawas sebanyak rangkap 3 (tiga) set yang akan dikirim oleh Konsultan Pengawas kepada Konsultan Perencana. 3. Perubahan material dan lain-lainnya, harus diajukan oleh Pelaksana Pekerjaan kepada Konsultan Pengawas secara tertulis dan jika terjadi pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Konsultan Perencana dan Konsultan Pengawas secara tertulis. Sleeves dan inserts Semua sleeves menembus lantai beton untuk instalasi sistem elektrikal harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Semua inserts beton yang diperlukan untuk memasang peralatan, termasuk inserts untuk penggantung ( hangers ) dan penyangga lainnya harus dipasang oleh Pelaksana Pekerjaan. Pembobokan, Pengelasan dan Pengeboran 1. Pembobokan tembok, lantai, dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini serta mengembalikannya ke kondisi semula, menjadi lingkup pekerjaan Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. 2. Pembobokan / pengelasan / pengeboran hanya dapat dilaksanakan apabila ada persetujuan dari pihak Konsultan Pengawas secara tertulis. Pengecatan Semua peralatan dan bahan yang dicat, kemudian lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan dempul dan dicat dengan warna yang sama, sehingga nampak seperti baru kembali. Penanggung Jawab Pelaksanaan a. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu ada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pelaksana Pekerjaan dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Konsultan Pengawas. b. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada ditempat pekerjaan pada saat diperlukan / dikehendaki oleh Konsultan Pengawas.

1.7.3.

1.7.4.

1.7.5.

1.7.6.

1.8. PENGAWASAN a. Pengawasan setiap hari terhadap pelaksanaan pekerjaan adalah dilakukan oleh Konsultan Pengawas. b. Konsultan Pengawas harus dapat mengawasi, memeriksa dan menguji setiap bagian pekerjaan, bahan dan peralatan. Pelaksana Pekerjaan harus mengadakan fasilitasfasilitas yang diperlukan.

3 - 12
PT. Ciptanusa Buana Sentosa

atau ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas.00 ).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c. b. tegangan. Permohonan untuk mengadakan pengawasan tersebut harus dengan surat yang disampaikan kepada Konsultan Pengawas. LOS KERJA DAN GUDANG a. Pemeriksaan khusus dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. e. Ditempat pekerjaan. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh Konsultan Pengawas. apabila ada permintaan dari pihak Konsultan Pengawas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini. Pelaksana Pekerjaan diharuskan untuk membuat kantor. d. 2. 3 . Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditandatangani oleh manajer proyek harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas untuk diketahui / disetujui. Jika diperlukan pengawasan oleh Pengawas harian diluar jam-jam kerja ( 08. 1.2.00 sampai dengan 16. Bagian-bagian pekerjaan yang telah dilaksanakan tetapi luput dari pengamatan Konsultan Pengawas adalah tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan. 1. Pelaksana Pekerjaan wajib membuat laporan harian dan mingguan yang memberikan gambaran mengenai: • Kegiatan fisik • Catatan dan perintah Konsultan Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun tertulis. • Jumlah material masuk / ditolak.11.9. KANTOR PELAKSANA PEKERJAAN. untuk keperluan pelaksanaan tugas administrasi lapangan. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus menyerahkan kepada Konsultan Pengawas dalam rangkap 3 ( tiga ) mengenai hal-hal sebagai berikut : • Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi. 1. penyimpanan barang / bahan serta peralatan kerja dan sebagai area / tempat kerja (peralatan pekerjaan kasar). Konsultan Pengawas menempatkan petugas-petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan. Laporan Pengetesan 1. LAPORAN-LAPORAN 1. 1. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS a. Laporan Harian dan Mingguan 1. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan instalasi ini secara periodik dan tidak kurang dari tiap 2 (dua) minggu. gudang dan los kerja ini dapat dilaksanakan bila terlebih dahulu mendapatkan ijin dari pemberi tugas / Konsultan Pengawas.1. tekanan.9. dan hari libur maka segala biaya yang diperlukan untuk hal tersebut menjadi beban Pelaksana Pekerjaan yang perhitungannya disesuaikan dengan peraturan pemerintah.13 PT. Pembuatan kantor. kuat arus. Ciptanusa Buana Sentosa . dll.9.10. • Hasil pengetesan mesin atau peralatan • Hasil pengetesan kabel • Hasil pengetesan kapasitas aliran udara. gudang dan los kerja di halaman tempat pekerjaan. dimana pelaksanaan tugas instalasi berlangsung. b. agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi surat perjanjian Pelaksanaaan Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. • Jumlah tenaga kerja dan keahliannya • Keadaan cuaca • Pekerjaan tambah / kurang • Prestasi rencana dan yang terpasang 2.

b. Peralatan dan sistem instalasi ini harus digaransi selama 1 (satu) tahun terhitung sejak saat penyerahan pertama. 1. harus dilengkapi dengan KWh meter dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu.1. harus selalu dalam keadaan bersih. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak saat penyerahan pertama. Penerangan dan Sumber Daya / listrik kerja a. TESTING DAN COMMISSIONING a. b. 1. Penjagaan a. harus diberi penerangan yang cukup. Peraturan-peraturan yang lain tentang ketertiban akan dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan.12. gudang dan tempat-tempat pelaksanaan pekerjaan yang dianggap perlu. Semua kebutuhan air yang diperlukan dalam setiap bagian pekerjaan dan sebagainya harus disediakan oleh pihak Pelaksana Pekerjaan. c. Kebersihan dan Ketertiban a.2.3. peralatan. Pada kantor. Peti PPPK dengan isinya yang selalu lengkap. los kerja. guna keperluan pertolongan pertama pada kecelakaan harus selalu ada di tempat pekerjaan. maka Pelaksana Pekerjaan diwajibkan segera mengambil segala tindakan guna kepentingan si korban atau para korban. Air kerja a.11. bila Konsultan Pengawas / Pemberi Tugas menentukan lain. Apabila menggunakan sumber air yang sudah ada (eksisting) harus dilengkapi dengan meter air.4. dan berkoordinasi dengan Konsultan Pengawas terlebih dahulu. los kerja dan tempat pekerjaan dilaksanakan dalam bangunan.14 PT. Bila menggunakan daya listrik dari bangunan existing. 3 . maka yang terakhir ini yang akan berlaku. Pelaksana Pekerjaan wajib mengadakan penjagaan dengan baik serta terus menerus selama berlangsungnya pekerjaan atas bahan. b. Jika terjadi kecelakaan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. mesin dan alat-alat kerja yang disimpan di tempat kerja ( gudang lapangan ) b. menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. serta melaporkan kejadian tersebut kepada instansi dan departement yang bersangkutan / berwenang (dalam hal ini Polisi dan Department Tenaga Kerja) dan mempertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan yang berlaku. bahan dan peralatan baik dalam gudang maupun diluar (halaman). kantor.11. Penimbunan / penyimpanan barang. sesuai dengan prosedur testing dan commissioning dari pabrik pembuat dan instansi yang berwenang b. Daya listrik baik untuk keperluan penerangan maupun untuk sumber tenaga /daya kerja harus diusahakan oleh Pelaksana Pekerjaan. Pelaksana Pekerjaan instalasi ini harus melakukan semua testing dan commissioning yang dianggap perlu untuk mengetahui apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta. b. harus diatur sedemikian rupa agar memudahkan jalannya pemeriksaan dan tidak mengganggu pekerjaan dari bagian lain. Kehilangan yang diakibatkan oleh kelalaian penjagaan atas barang-barang tersebut diatas. KECELAKAAN DAN PETI PPPK a. Ciptanusa Buana Sentosa .13. 1. 1. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN a. b. gudang.14.11.11. Semua bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan termasuk daya listrik untuk testing. 1. 1.

SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL 2.16. Pelaksana Pekerjaan instalasi harus melatih petugaspetugas yang ditunjuk oleh Pemilik dalam teori dan praktek sehingga dapat mengenali sistem instalasi dan dapat melaksanakan pengoperasian dan pemeliharaannya. g. i.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL c.15. Selama masa pemeliharaan ini. PEKERJAAN PLAMBING 3 . seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan sepenuhnya. Ciptanusa Buana Sentosa . sampai peralatan tersebut memenuhi syarat-syarat. Selama masa pemeliharaan ini. ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. Selama masa pemeliharaan. Pada waktu unit-unit mesin tiba di lokasi. Technical dan Maintenance Manuals rangkap 5 (lima) terdiri atas 1 (satu) set asli dan 4 (empat) copy telah diserahkan kepada Konsultan Pengawas.15 PT. Pelaksana Pekerjaan harus menyelenggarakan semacam pendidikan dan latihan serta petunjuk praktis operasi kepada orang yang ditunjuk oleh Pemberi Tugas tentang operasi dan perawatan lengkap dengan 3 copies buku Operating Maintenance. maka Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan / penggantian / penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pelaksana Pekerjaan instalasi ini. • Semua gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) beserta Operating Instruction. untuk seluruh instalasi ini Pelaksana Pekerjaan diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya. f. segala sesuatunya atas biaya Pelaksana Pekerjaan. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik yang ditandatangani bersama oleh Pelaksana Pekerjaan dan Konsultan Pengawas. Selama masa pemeliharaan ini. h. lengkap dengan manualnya. Bila peralatan mengalami kegagalan dalam pengetesan-pengetesan yang disyaratkan didalam spesifikasi teknis ini. TRAINING Sebelum penyerahan pertama pekerjaan. 1. maka Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan daftar komponen / part list seluruh komponen yang akan dipasang dan dilengkapi dengan gambar detail / photo dari masing-masing komponen tersebut. maka pabrik pembuat bertanggung jawab terhadap peralatan yang diserahkan. d. e. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah : • Berita acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik. Repair Manual dan As-built drawing. Daftar komponen tersebut diserahkan kepada Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas masing-masing 1 (satu) set. setelah mengalami pengetesan ulang dan sertifikat pengetesan telah diterima dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. 1. GARANSI Setiap sertifikat pengetesan harus diserahkan oleh pabrik pembuatnya. apabila Pelaksana Pekerjaan instalasi tidak melaksanakan teguran dari Konsultan Pengawas atas perbaikan / penggantian / penyetelan yang diperlukan.

peralatan bahan. atap. pembuatan. Penggantung dan penumpu 7. Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas. 2.2. Katup 4. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah Gambar Kerja Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan.3. Sambungan fleksibel 6.1. pemasangan. Detail denah perpipaan Detail denah perkabelan Detail penempatan sparing. Sleeve 8. sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi. Strainer 5. Sambungan 3. Pengujian 13. Instalasi Sistem Air Bersih 2.1. sehingga pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang mendekati keadaan sebenarnya. transportasi. 3.1.bahan utama dan pembantu serta pengujian.1.1. gambar dan bill of quantity. tembok dll. Ciptanusa Buana Sentosa . Gambar Instalasi Terpasang Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan. Pengecatan 11. Seluruh pekerjaan.4. peralatan.1. kontraktor akan memberi tanda sesuai jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja. Pipa 2. Lubang pembersihan 9. 3. 2. Instalasi Sistem Air Limbah 3. 3 . Pengakhiran 12. Galian 10. SISTEM PERPIPAAN SPESIFIKASI PERPIPAAN Umum Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi : 1. terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya. 3. Peralatan Bantu Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing. 3.masing sistem pipa. akan menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut: Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. 2. perlengkapan dan fixtures. Uraian Pekerjaan Lingkup pekerjaan secara garis besar sebagai berikut : 1.3.16 PT. Umum Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing secara keseluruhan adalah pengadaan. 3. sleeve yang menembus lantai.

2. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik.5. Kerja 10 10 10 5 5 5 Tek.10 PN.2. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.100° L-PN.5 bar. ONORM B. 3. Bahan 12. 3. 3 .50 15 10 10 10 Tek.40 PV-10 PV-10 PV-10 PV-5 Spesifikasi Isolasi IA IA IA IA IA IA IA Pipa Header HD/ Pompa dan pipa ABK 10 10 15 GIP IA Air Limbah Luar /AK Catatan IA = tidak diisolasi IB = diisolasi GRV = GRAVITASI Tekanan uji tidak terbatas pada table ini namun juga harus mengacu pada tekanan actual pompa 3.5174 PN : PN. Std.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik pembuat. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan SISTEM Air dingin Dalam gedung Air dingin Diluar gedung Hidran di luar gedung Air limbah pengaliran gravitasi Air hujan Air limbah gravitasi toilet Vent Kode Sistem AB AB IH/OH ABK AH AK VT Tek.2. selain disebut diatas harus juga terlindung dari cahaya matahari. 3. Ciptanusa Buana Sentosa .50 12. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb.1.1.6. air karat dan stress sebelum. Polypropelene Random Copolymer.1. Type : 3 DIN 16928. ONORM B.4. Type : 3 DIN 16928. 3. welding joint.17 PT. Uji 15 15 20 15 15 15 Rendam Spesifikasi Pipa PN. selama dan sesudah pemasangan. Untuk pipa baja dibawah tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm.10 B.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.5174 Temp : 95 .2.1. Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin didalam gedung Tekanan standard 12.

Solvent Cement joint type. Ciptanusa Buana Sentosa . Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.3.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.cast iron body class 300 lb dengan sambungan flanges. bronze atau strainer A. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300 lb.malleable cast Strainer iron body class 300 lb dengan sambungan ulir.2. Dia 40 mm kebawah screwed end Dia 50 mm keatas plain end.5174 PN : PN. ONORM B. screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb.screwed end. Dia 50 mm keatas. Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius. Type : 3 DIN 16928. Dia 50 mm keatas.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges.screwed Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 300 lb. ONORM B. 3.18 PT.10 Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 150 lb.cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges. Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.3 class 300 lb. Dia 50 mm keatas. Solvent Cement Joint Type. wrought steel Butt weld fitting ANSI B 16.1.5 bar. 3 . Spesifikasi PN 10 Penggunaan : Air dingin diluar gedung Tekanan standard 12.2.1.BS 21/ ANSI B 2. Uraian Keterangan Pipa : Polypropelene Random Copolymer.BS 21/ ANSI B 2.5174 Temp : 95 . sch 40. Polypropelene Random Copolymer. welding joint.100° L-PN. Spesifikasi B 40 Penggunaan : Hydrant Tekanan Standard 15 bar Uraian Keterangan Pipa : Black steel pipe ERW. Dia 50 mm keatas.4.BS 21/ ANSI B 2. Spesifikasi PV 10. Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi. 3. 3. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar.metal body class 150 lb dengan sambungan ulir.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah. ASTM A 53.10 Sambungan/fitting : Electric Welding. Type : 3 DIN 16928.2.1. Tekanan standard 10 bar. welding joint. bronze atau strainer A.5. Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric. Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah.9.

Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Dia 50 mm keatas.9. Reducer : Seperti diatas. model concentric. Reducer : Seperti diatas. Specifikasi PV 10 Penggunaan: . Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah. Screwed Dia 50 mm keatas forged steel RF class 150 lb. cast iron body class 150 lb dengan sambungan flanges 3. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3. 3.2. Ciptanusa Buana Sentosa .10. Dia 50 mm keatas. Spesifikasi PV Penggunaan : Pipa Venting Tekanan standard 5 bar (klas AW). Spesifikasi PV 10. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Reducer : Seperti diatas.9. Solvent Joint type. screwed end.2. Solvent Cement Joint atau Rubber Ring type. Skedule katup PEMAKAIAN Katup < 40 mm dia Isolasi 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Pengatur 50 mm ke atas Katup < 40 mm dia Searah 50 mm ke atas 3 . bronze atau A-metal body class 150 lb dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2. Fitting : PVC Injection Moulded pressure fitting. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. model concentric. 3.3 class 150 lb. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 5 bar. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.6. wrought steel butt weld fitting ANSI B 16.Air Limbah Grafitasi Toilet Tekanan Standard 10 bar. Welding joint. Uraian Keterangan Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas 10 bar Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau Factory Made Fabricated fitting.2. sch 40 Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF class 150 lb.8. model concentric.2. Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat. Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.7.1.2.19 PT. Spesifikasi GIP Penggunaan : Header pada Pompa dan Pipa Air limbah Tekanan standard 10 Bar Uraian Keterangan Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium. Penggunaan : Air hujan Tekanan Standard 10 bar.

3. serta memperkecil banyaknya penyilangan. ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai.2. kerapihan. PERSYARATAN PEMASANGAN Globe Globe Globe Swing check Globe check double swing check disk check “Y” type “Bucket” type Die and flow type Dial type Umum 1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan. O = Oil.20 PT. 3 .3.11. 3. Ciptanusa Buana Sentosa . G = Gas.O & G Ball Butterfly Gate Diaphargm Butterfly Gate Globe Butterfly Diaphargm Butterfly Globe Steam Globe 50 mm ke atas flanged Katup pengatur (Regulating valve) s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Non return valve s/d 40 mm screwed 50 mm ke atas flanged Strainer Pressure Reducer Pressure Indicator Dial dia 100 mm Note : W = water.1. 3. Persyaratan jenis peralatan Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut : Fungsi peralatan Katup penutup (stop valve) Ukuran & Joint s/d 40 mm screwed W.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Air bersih di dalam gedung Air bersih di luar gedung Air panas di dalam gedung Hydrant Drain Gate Gate Gate Gate Gate Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Globe Globe Globe Globe Globe Butterfly Butterfly Butterfly Gate Butterfly Swing Swing Swing Swing Swing Guided membrane Guided membrane Guided membrane Guided membrane Double disc 3.

balok. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup. 17. 10.2. 14. ‰ Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil. harus dibuat dudukan beton pada jarak 2 .100 mm2 atau lebih kecil : 1%-2% b. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya yang bekerja ke arah memanjang. Untuk pembuatan vent pembuangan hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung. katup balik dan sebagainya. pengatur. sesuai dengan permintaan & persyaratan pabrik. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan. Di bagian dalam bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % c. sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik buangan. 15. .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar. benda-benda tajam/ runcing serta penghalang lainnya. Selama pemasangan. 16. Pada pemasangan alat-alat pemuaian. a. 12. harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula. harus ditutup dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-benda lain. Ciptanusa Buana Sentosa 2. Di bagian luar bangunan Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 % Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 % 8. Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah pengisian maupun pengurasan. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut. harus dilengkapi dengan water mur atau flens. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. kolom atau langit-langit. 5. 9. 7. angkur-angkur pipa dan pengarah-pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut. Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung. 3 . 3. Sambungan lengkung. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan. reducer dan expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik. membersihkan semua kotoran. 11. celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakai dengan bahan rock-wool atau bahan tahan api yang lain. bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api. 4.21 PT. 6. 13. tidak kurang dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan. Semua galian. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik . ‰ Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding. kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar. Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. lantai. Katup-katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik. ‰ Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain.5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting. Di bagian dalam toilet Garis tengah 50 mm2 . kemudian harus ditambahkan sealant agar kedap air.

8 2. harus digunakan 2 buah elbow 45 ° dan dilengkapi dengan clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda.0 4 ---------------------------------------------------------200 atau lebih 5. Penggantung dan Penumpu Pipa 1.0 4 --------------------------------------------------------------------------------------------50 0. brackets atau sadel dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang diberikan dalam tabel berikut ini : --------------------------------------------------------------------------------------------Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang (mm) ----------------------------Interval Interval Mendatar Tegak (m) (m) --------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 1. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini : a. Beban-beban terpusat karena katup. b.6 0. ----------------------------------------------------------------------------------------------3 .5 150 1.1 --------------------------------------------------------------------------------------------Catatan : Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran.22 PT.2 Pipa PVC 100 1.8 2 ---------------------------------------------------------25 s/d 40 2. Ciptanusa Buana Sentosa .3. Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap dari 2 kekuatan puncak. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut 90 °. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut : a. maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa ukuran terkecil yang ada.9 80 0. Perubahan perubahan arah Titik percabangan.0 4 ---------------------------------------------------------100 s/d 150 4.2. 3. saringan dan hal-hal lain yang sejenis. 3.0 3 ---------------------------------------------------------Pipa GIP 50 s/d 80 3. 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. Diameter Batang ------------------------------------------------------------------------------------------------Ukuran Pipa Batang -----------------------------------------------------------------------------------------------Sampai 20 mm 6 mm 25 mm s/d 50 mm 9 mm 65 mm s/d 150 mm 13 mm 200 mm s/d 300 mm 15 mm 300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger.9 1.2 1.

3. 3. Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dan menghindari terjadinya retak/patah pipa akibat penurunan tanah dan struktur bangunan. 2.5.katup Pengaman harus sumber tekanan. spesifikasi dan untuk bagianbagian berikut ini : a. Bentuk gantungan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup. 3. b. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen. kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat. Ciptanusa Buana Sentosa .6. 3.23 PT. 3. harus memakai dasar zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Sambungan masuk dan keluar peralatan. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik.4. 3 . Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar.benda keras/ tajam. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda.3. pada urugan pipa bagian atas harus dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu konstruksi jalan. Semua pipa dan gantungan. 1. NO.titik rendah. Pemasangan Katup-katup Pengaman. ukuran katup 20 mm Katup by-pass. ‰ Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type. penumpu sebelum dicat. Di ruang Mesin UKURAN PIPA UKURAN KATUP c. 6.3. 5. 5. 4. Pemasangan Pengukur Tekanan. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter. ‰ 3.7. Pipa yang melintasi jalan kendaraan. 4. 3. ‰ Pemasangan sambungan fleksibel. 1.3. Pemasangan Katup-katup. disediakan di tempat-tempat yang dekat dengan 3. 7. Katup-katup pengurang tekanan. 4. 5. Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan yang ada perlu diketahui : a.3. JENIS CAIRAN Air Bersih Air Kotor Air Bekas Air Pemadam Kebakaran Pipa Gas WARNA PIPA Biru Hitam Coklat Merah Kuning Cara pemasangan pipa dalam tanah. Sampai 75 mm 20 mm 100 mm s/d 200 mm 40 mm 250 mm atau lebih besar 50 mm ‰ Lain-lain.3. ‰ Katup . 2. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa.

3. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari pabrik pipa. 3 . di tempat-tempat yang mungkin timbul 3.10.3. mempergunakan lem yang sesuai dengan jenis pipa. udara.alat saniter sebagai berikut : ‰ Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve ‰ Pada waste fitting dan Siphon. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum. 3. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan. 3.9. Pemasangan Ven Udara Otomatis. 3. 4. Ven udara otomatis harus disediakan di tempat.3. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi.3. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting.13. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda. 2. Ciptanusa Buana Sentosa .3. 3. 3.3. 3. 5.12. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada Direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.tempat tertinggi dan kantong ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam.14. 75 dengan pembagian skala ukur maksimum 2 Sambungan ulir 1. serta 3. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white dengan campuran minyak.8.11. Setiap bejana tekan Diameter pengukur tekanan kali tekanan kerja. Pemasangan sambungan expansi. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir. 5. Sambungan yang mudah dibuka Sambungan ini dipergunakan pada alat. Katup-katup pengontrol. 4. minimum Dia.3. Sambungan lem 1. 2. Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan kelebihan tekanan. Setiap pompa d.24 PT. Sambungan Las 1. 6. sesuai rekomendasi dari pabrik pipa. 2. 3. maka untuk ini harus dipergunakan alat press khusus. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC. Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal threat. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer. ‰ Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa dari luar bangunan dengan pipa dari dalam bangunan untuk menghindari terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun struktur bangunan. 3. c. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas. 6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL b.

d. g. pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama. Setelah alat plambing dipasang. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat. dengan bagian perbagian. dilakukan pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam perencanaan seperti kapasitas pompa. h.0.4. 2. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu sebelum diurug. 3. Selubung Pipa. Desinfeksi : Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor selama 1 jam setelah itu dibilas. b. 5.15. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa khusus untuk pengetesan.3.16. 3. 2. Setelah pipa dan tangki diuji. f. Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu dibilas. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan di tags katup. tekanan air keluar kran dia. b. 1. 2. a.3.18. c. menggunakan cara. 3.3 kg/ cm2 ) dan lain-lain. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan pemeliharaan.17. kebisingan pompa ( ± 60 dB ). dengan tekanan 1 1/2 x tekanan kerja selama 1 jam tanpa ada penurunan tekanan (antara 10 kg/cm2) dan dilanjutkan pengujian per sistem.sebagian. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed atau "Caulk" 3. 3 .25 PT.cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. Pembersihan Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan. 4. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana. 3. e.tempat tertinggi dan kantong udara. dites selama ± 2 menit tanpa penurunan tekanan.3.3. Pemeriksaan setelah pemasangan. Ciptanusa Buana Sentosa . Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan. 3. Pemeriksaan sebagian. baik yang di pipa atau di tangki. dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai PPI dengan sisa kadar chloor 0. Untuk yang mempunyai kedap air harus digunakan sayap. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut menembus konstruksi beton. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada penurunan tinggi air. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves". Katup Label (Valve Tag) 1. ‰ Ven udara otomatis harus disediakan ditempat. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu : a.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.benda asing disingkirkan. berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan ditentukan oleh pengawas.2 ppm atau lebih. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau kawat. Pemasangan Ven Udara Otomatis. PENGUJIAN 1. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi.

bahan. 3.1. sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan yang ditentukan. oleh Pemberi Tugas dan akan dikeluarkan PENGECATAN Umum Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut: Š Pipa servis Š Support pipa dan peralatan Konstruksi besi Š Flens Š Peralatan yang belum dicat dari pabrik Š Peralatan yang catnya harus diperbarui Š Pengecatan pada pipa air bersih dan air panas hanya di beri tanda arah panah jalur pipa tersebut. untuk mengetahui apakah seluruh instalasi yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. 4. 2. Pemipaan d. SISTEM AIR BERSIH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : a. Peralatan Instrument dan pengendalian g. 4. Š Untuk pipa pemadam pengecatan harus berwarna merah dan harus dapat memberi indikasi adanya Instalasi Peadam Kebakaran. Semua tenaga. Semua pengetesan disaksikan sertifikat oleh Pemberi Tugas.5. perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong. Pompa Suplai c. Ciptanusa Buana Sentosa . Tangki Persediaan Air Bersih b. 3. Pengkabelan e.6.1. 3. TESTING DAN COMMISSIONING 1. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system.5. Penyambungan ke peralatan plambing. 3 . Panel Listrik f.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i.26 PT. Penyambungan ke peralatan penunjang h.

Depnaker. pipa isap. Permukaan dinding licin dan bersih c.2. e.27 PT. Tangki persediaan air bersih terletak di area service Basement (Ground Water Tank). Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut : a. f. Pompa pemindah akan bekerja otomatis oleh level switch yang dipasang di tangki bawah maupun tangki atas. pipa penguras. Pompa pemindah berfungsi untuk memindahkan air dari tangki air bawah ke tangki air atas. Depkes. b. sehingga terjadi aliran air minimum selama 20 menit. c. PERATURAN DAN REFERENSI Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain adalah: a. Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa. Tanpa sudut tajam c. maka harus dibuat sumur hisap pada tangki air. b.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan & Moimura) c. dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990. Sistem pompa pemindah sekurang-kurangnya terdiri dari 2 ( dua ) pompa. f. Pompa Transfer a.3 4. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki e. q Panel daya dan Pengendalian 3 . Tangki air bawah dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975 b. d. Sistem Pengendalian q Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah. PERALATAN UTAMA Tangki Persediaan Air Bersih a. kabel dsb. Sumur Hisap. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki d. atau dengan konstruksi beton yang kedap air. Ciptanusa Buana Sentosa .3. Membuat kemiringan pada lantai. Tangki air bawah berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan cadangan selama 2 (dua) hari.3.2. Setiap pompa pemindah antara lain terdiri dari : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Inlet dan Outlet headers. b. PU e. d.1 4. National Plumbing Code Handbook .1975. q Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu q Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap 4. d. q Katup – katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet Strainers. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga q Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar q Pipa peluap dan pipa penguras q Indicator muka air q Selubung untuk laluan pipa masuk.

3. dan harus mampu menjaga tekanan air didalam pipa pada setiap lantai merata. b. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat.Penyambungan ke semua peralatan penunjang. e. c. Pengaturan pompa pada sistem pressure control . . Ciptanusa Buana Sentosa . PT.Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva pemilihan pompa yang akan dipakai. . pemasangan dan pengujian Pengkabelan.Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ). pemasangan dan pengujian Panel listrik. q Level switch untuk ON / OFF.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL e.Pembuatan sumur dalam dan pengujiannya. Peralatan kendali.Pompa pertama. Pengaturan pompa adalah sebagai berikut : q Pompa bekerja apabila muka air di tangki atas turun mencapai level L dan akan stop apabila muka air naik sampai level H. Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb : q Pompa Centrifugal End Suction lengkap dengan motor q Tangki tekan dengan tipe membrane q Inlet dan Outlet header q Katup-katup inlet dan outlet q Check valve anti pukulan air q Inlet strainers per pompa q Panel daya dan pengendalian q Pressure switch / flow monitor switch q Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa q Pengkabelan q Dudukan pompa f. pemasangan dan pengujian peralatan instrumen dan control. q Level switch untuk proteksi pompa q Pengkabelan q Penunjuk tekanan pada inlet dan outlet pompa q Dudukan pompa.4. Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis. q Semua pompa akan tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki bawah turun sampai level LL. . d.28 4. PS2dan seterusnya.Pengadaan. kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1.3 Pompa Booster/Distribusi a.Pengadaan. 3 . . . Pompa Suplai (Deep Well) Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut : .Pengadaan. . 4. . . . dan akan kembali normal apabila muka air naik sampai batas “ L ”. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump.3. untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh mempergunakan Pressure Control System.Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan seterusnya.Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka air di tangki hisap turun sampai batas LL.Mengurus semua izin terkait yang diperlukan.alat plambing pada lantai-lantai yang membutuhkan. pemasangan dan pengujian Pompa sumur dalam .Pengadaan.

Pemborong harus mengurus semua perizinan pengeboran air tanah. maka lubang pada batu karang harus ditutup kembali dengan beton cor. * Pipa naik 100 mm sedalam 90 meter dari ujung jambang. Peralatan pengeboran. Izin Usaha. 3 . Testing dan Commissioning 1 Pemborong harus melakukan pengujian lengkap antara lain : * Pengujian debit dan penurunan muka air ( Drawdown Test ). 2. dan ujung sumur akan berhenti diatas batu karang. a. f. pemborong sumur bor harus mempunyai surat izin perusahaan Pengeboran air tanah yang dikeluarkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan Departemen Pertambangan dan Energi. Setiap sumur harus mampu mengeluarkan air sebanyak 12 m³/jam dan 240 m³/hari. Peraturan dan Refrensi. c. Biaya pengurusan dan biaya perizinan dibebankan kepada Pemborong. pemborong harus menyampaikan gambar kerja kepada pengawas untuk mendapat persetujuan yang menunjukkan letak sumur maupun konstruksi pengeboran. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh PAM maupun Direktorat Geologi. d. Sebelum memulai pengeboran. SIPP di wilayah setempat dan izin-izin lainnya yang diwajibkan. * Bila pengeboran menembus batu karang pada bagian ujung sumur. Konstruksi sumur dibuat sekurang . * Pengujian pemulihan kedalaman muka air ( Recovery Test ).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Penyambungan ke semua peralatan pemakai. Peraturan dan persyaratan teknis yang terkait sebagaimana ditentukan di RKS untuk Pekerjaan Sistem Plambing. Sumur dalam. konstruksi dan keadaan tanah. Kedalaman sumur diperkirakan 150 meter. ditetapkan oleh Direktorat Geologi Tata Lingkungan ( minimal 3 buah ). disebelah luarnya diisi koral / pasir cuci.29 PT. Batu karang * Bila pengeboran menembus batu karang didaerah pipa naik maka diluar pipa naik setebal batu karang harus dicor beton agar sumber air yang melalui batu karang tidak diambil. Peralatan pengeboran yang dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan pengeboran harus mempergunakan mesin bor yang memadahi dan sesuai dengan rekayasa. Pembuatan shops drawings Pembuatan As Built Drawings a.kurangnya sebagai berikut : * Pipa jambang 150 mm sedalam 60 meter. Izin Pengeboran. Peralatan Utama 1. * Jumlah pipa saringan yang menggunakan Stainless steel 304. 2. Peraturan yang digunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini antara lain: b. 1. ukuran pipa 100 mm. c. 10 meter bagian luar atas di cor beton. agar air pada kedalaman ini tidak masuk ke sumur. Ciptanusa Buana Sentosa . d. Perijinan. e Bahan pipa dan saringan sebagai berikut : * Pipa jambang dan pipa naik menggunakan Galvanized Steel Pipe ( GSP ) BS 1387 class medium. Peraturan dan persyaratan yang dikeluarkan oleh Dinas Keselamatan Kerja. b.

Perlengkapan sumur dalam.Pengukur debit.Penduga permukaan air. Ciptanusa Buana Sentosa 4. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 3. 6. 2. 4.3 m3 / menit 8. 3 Rekayasa Serah terima pekerjaan harus disertai rekayasa sebagai berikut : . Pemborong harus melakukan pengujian yang diwajibkan oleh Instansi Pemerintah yang berwenang.Vent sumur .Katup pengatur . pada saat beban pemakaian air surut.6 SPESIFIKASI PERPIPAAN Lihat “Spesifikasi Perpipaan” SAND FILTER 1. Sand filter berfungsi meningkatkan mutu air. . .Manometer. Peralatan uji yang digunakan harus dapat diandalkan.3. multi media automatic / manual backwash. Carbon filter berfungsi menghilangkan bau yang terdapat didalam air. sudah ditera dan mudah dibaca secara terus menerus.3. .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - * Pengujian terus menerus 3 kali 24 jam. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. 3 . peralatan uji tersebut antara lain : . 5. semua peralatan uji. Backwash ( Pencucian filter ) harus dilakukan setiap hari selama 5 menit sampai 10 menit. 3. Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. pada saat beban pemakaian air surut. 4.Seluruh laporan hasil pengujian. 4. multi media automatic / manual backwash.Katup pelepas udara otomatis.Gambar sumur terpasang secara detail. Selain pengujian diatas. dengan meter air putar atau meter air Venturi.30 PT. dengan membran tekan atau sistem electroda lampu listrik arus lemah. Sumur dalam harus mempunyai kelengkapan antara lain : . sumber daya dan biaya uji dibebankan kepada Pemborong. * Pengujian yang diwajibkan oleh instansi Pemerintah yang berwenang. Perpipaan CARBON FILTER 1.5 4. Peralatan uji. * Pengujian kwalitas air oleh laboratorium. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell. 4. 2. Kapasitas Sand Filter 0. Laju aliran maksimum adalah 10 m2 / m2 / jam.3. Filter yang dipergunakan adalah dari jenis pressure type. .Katup penahan aliran balik.7 . 2.

4 m3/menit 37 m FRP 3 . Sand q q q q : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Submersible Pump Direct Coupled with Electro Motor 0. 6. Pompa Distribusi q Type q q q q q q q q 4.2 kw . Ciptanusa Buana Sentosa . Filter terdiri dari : q Tangki termasuk screen q Filter Media q Valves q Interconnecting piping q Instruments q Life Indicator 7. Pompa Transfer q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 3. Pompa Deep Well q Type q Kapasitas q Tekanan q Motor Rated q Shaft Seal q Casing q Speed q Base Frame q Efisiensi q Impeler 2. 3. Lengkap dengan tangki tekan. Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell : Packaged Booster Pump Standard Manufacturer ( Out Door Type ). 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm. Variable Speed System Kapasitas : 0.35 m3/ menit 35 m. Perpipaan 4.3 m3 / menit 8. Kapasitas Sand Filter 0. Bahan tangki terbuat dari Wound polyester sedangkan screen terbuat dari bronze atau stainless stell.22 m3/menit Tekanan : 35 m AQ Motor Rated : 2.3 m3/ menit 160 m. 380/III Phase/ 50 Hz Shaft Seal : Mechanical Casing : Cast Iron/Standard Manufacturer Speed : 2900 rpm Base Frame : Cast Iron or Steel Efisiensi : Minimum 80% : : : : Vertical Cylinder Tank 0. 15 kw . Cast Iron or Steel Minimum 80% Bronze / Stainless Stell Centrifugal End Suction Pump Direct Coupled with Electro Motor 0.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5.3.8 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH 1.31 Filter ( SF ) Type Kapasitas Tekanan Material PT.7 kw . 380 V/III Phase/50 Hz Mechanical Cast Iron/Standard Manufacturer 3000 rpm.

Perpipaan 2. Khusus fitting air hujan mempergunakan cast iron. Floor Drain 4. 3. 3. Air Limbah Saniter. dan Floor Drain. 2. Roof Drain PERPIPAAN 1. Carbon Filter ( CF ) q Type : Vertical Cylinder Tank q Kapasitas : 0. PT. ƒ Level switch untuk alarm banjir. Setiap bagian Sum Pit harus dapat dipompa. maka dasar bak harus miring 1 : 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 °. Limbah Air Hujan Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. Limbah Dapur. Setiap bak Sump Pit minimum harus dipasang dua buah pompa Submersible. Lavatory. 5. 3 . Clean Out 5. maka harus dibuat bak Sump Pit seperti diuraikan disini. 4. Limbah Saniter Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. ƒ Tangga monyet ƒ Manhole untuk laluan pompa (2 buah) POMPA SUMP PIT 1. Urinal. ƒ Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN". Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan. badan rapat air sedangkan tutup harus rapat udara. Umum ƒ Macam perpipaan air limbah adalah.0. Ciptanusa Buana Sentosa . Tank ( RT ) Gedung Utama Type : Cubical Fiber Tank Kapasitas : 8 m3 Tekanan :-m Material : FRP SISTEM AIR LIMBAH LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah sbb : 1.2. Air Hujan. 2. ƒ Level switches untuk kendali pompa. Bak Sump Pit harus dilengkapi sbb : ƒ Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar ƒ Sleeve untuk pipa ven ƒ Sleeve untuk kabel-kabel. Roof q q q q 5. Penyambungan dengan peralatan Plambing 3.32 5. sampai saluran halaman melalui septik tank.4 m3/menit q Tekanan : 37 m q Material : FRP 6. 5.1. 5. Bak Sump Pit harus dibuat dari konstruksi beton bertulang.3. BAK SEWAGE / SUMP PIT 1.

Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah. ƒ Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan. 5. 3. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX). Rembesan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota. Ciptanusa Buana Sentosa . 5. ƒ Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa.33 PT. 5. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut.4. lurus. 2.6. 2. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat bitumen. 3. 1. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti karat. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet. ƒ Stainless steel shaft ƒ Silicon Carbide ƒ Heavy duty grease lubricated bearing ƒ Stainless steel casing guide rail support ƒ Quick discharge coupling 3. ƒ Tutup dibuat dari plat beton/ plat baja ƒ Diantara tanah dan dinding luar harus diisi koral dan ijuk sesuai gambar. Konstruksi sumur rembesan antara lain sbb : ƒ Dasar sumur berupa batu kerikil ƒ Dinding sumur berupa dinding berlubang yang dibuat dari beton atau beton blok berlubang. Rembesan hanya dapat berfungsi dengan baik didaerah yang mempunyai lapisan pasir kasar. pekerjaan sumur rembesan akan merupakan pekerjaan divisi sipil/ konstruksi. ƒ Apabila beban aliran kecil. SUMUR RESAPAN 1. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu. ƒ Apabila beban aliran besar. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel. 5. 4. Air yang akan dimasukkan dalam rembesan adalah air hujan. 5. Spesifikasi motor sbb : ƒ Squirrel cage induction type ( IP 68 ) ƒ Winding insulation class F ƒ Water tight ƒ Vertically mounted 4. 4.7. Jenis rembesan yang dimaksud disini adalah sumur rembesan. 5. 2.5. 3 . maka pompa bekerja bersamaan. 4. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR) 5. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton. 3. MANHOLE 1. cabang atau belokan. sehingga setelah diisi grease akan terbentuk penahan bau. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb : ƒ Cast Iron Casing ƒ Cast iron vortex type Impeller with knife.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. manhole dan pipa vent. maka bidang rembesan harus berada dilapisan pasir kasar. maka satu pompa bekerja secara bergantian. Sistem kendali motor pompa ƒ Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di bak sewage.

4. 2. 3. ƒ Bitumen Coated Neck for adjustable fixing. Pemasangan P” TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa buangan air limbah yang menuju bak sewage.: Outlet diameter Cover diameter 2" 4" 3" 6" 4" 8" FLOOR CLEAN OUT 1. ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for water prooving. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang pipa bangunan. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket. FLOOR DRAIN 1. P" TRAP P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet. 3. 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 3. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut : ƒ Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange. screw outlet connection with flange for waterprooving. Floor Drain terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring. 5.9. 2. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi waterproove. . Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan standard DIN 4040 jenis kombinasi. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan.11.12. 2.34 PT. P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2.8. Water Prooved type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap. 5. selanjutnya secara berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass dengan kapasitas 15 liter. Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet sehingga mudah dibuka dan ditutup. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening Waterprooved Type 2.10. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang terbawa dalam limbah dapur. ROOF DRAIN 1. ƒ Bitumen Coated cover dome type CANOPY DRAIN Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat skematik Floor Drain). Ciptanusa Buana Sentosa 5. 3. 5. Floor Clean Out terdiri dari: ƒ Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type ƒ PVC neck ƒ Bitumen coated cast iron body. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap. 3 . 5.

2. Ebara CV. Teral. Bahan septic tank dapat terbuat dari fiber glass ataupun beton concrete. PT. Benka. Equal. Sistem kerja septik tank yaitu air limbah yang masuk harus dapat diurai dengan menggunakan bakteri pengurai sehingga air yang dihasilkan dari dalam septic tank tersebut layak untuk untuk dibuang ke saluran kota (tidak berbau) PRODUK INSTALASI PLAMBING NO. SEWAGE TREATMENT PLANT 1. Bohemi 3 .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 5. 4. Sigma) FKK. Paragon. Septik tank menggunakan system pengolahan dengan menggunakan bakteri pengurai. Mitra Utama Sentosa. Dwi Prima Engineering PT. 3. 3. Ebara Equal. URAIAN Pompa Centrifugal dan pompa booster (paket) Pompa Submersible Filter Air Bersih Sewage Treatment Plant Pipa Galvanized GIP Fitting Class 10 K MERK 1. 2. Teral. Ciptanusa Buana Sentosa . 5.13.35 PT. Bio Master Bakrie. PT. 6. HE/ TG. Bestindo Aquatek Sejahtera. Paragon. Spindo (PT.

ketentuan yang perlu diikuti untuk semua bagian. Pralon Yoshitake. 8. 9. Socla PENN. Pralon Rucika.bagian yang dalam pelaksanaannya berhubungan dengan instalasi tata udara. 19. Weistinghouse Enduro. 12. 20. Honeywell Yoshitake. 6. Sinar Mas Andhika). Austindo Kimco. Publikasi code dan Standard Publikasi. 6. 13.Guide and Data Book 3 .36 6.1. Fushiman. 17. Sinar Mas Andhika). SISTEM INSTALASI TATA UDARA KETENTUAN UMUM YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISTEM TATA UDARA Umum Pasal-pasal di bawah ini menjelaskan secara umum ketentuan. Untuk Publikasi. Pipa PVC Class AW 12.1.2. 10. Pemborong wajib mengikuti Standard codes atau Publikasi International yang berlaku dan merupakan edisi terakhir antara lain seperti : . Rucika. code dan standard yang berlaku di Indonesia wajib dijadikan pedoman untuk instalasi maupun peralatan. Fushiman. Tosen Fanal Nagano Antasan Rucika. Code atau Standard yang belum ada di Indonesia. Whale Tank 6.85 . Kitz (PT. Potter Toyo. Sam Yang Proco. Slumberger. Kitz (PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. 14. PT.1. Honeywell Toyo.ASHRAE . Ciptanusa Buana Sentosa . 15.5 Kg/ Cm Fitting Pipa PVC Safety Valve Flow Switch Gate Valve Class 20 K Class 10 K Globe Valve Class 20 K Class 10 K Air Vent Valve Flexible Joint Class 10 K Level Switch Pressure Gauge Roof Drain “P” Trap Water meter Roof tank Wavin.SMACNA . 18. 16.1. 11. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah ketentuan spesifik yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.

PT. kaku dan tidak bergetar dalam operasinya. Instalasi 1. Semua peralatan ataupun peralatan bantu dalam prinsip pemasangannya harus mudah untuk bisa diamati. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara pemasangan yang secara teknis praktis.1. di service dan mudah dicapai dalam perbaikan. Pencapaian Peralatan Untuk Service. 7.3. 3. maupun terhadap penyebaran api disebabkan adanya celah-celah antara pipa atau duct dengan dinding atau lantai harus menggunakan material yang sesuai untuk tujuan tersebut. 30 .90A ARI AMCA CTI Dan lain.7. 3 .45 NC Perlindungan Kebakaran. Platforms. venting harus dilengkapi dengan pinggiran beton ( curb ) sekeliling bagian – bagian instalasi tersebut sehingga konstruksinya betul – betul kedap air.alat bantu tersebut. maka platform harus diperkuat dengan suatu frame besi kanal (siku) yang dilas atau dibautkan. yang berlaku untuk bagian-bagian peralatan yang Kondisi Perancangan 1. Kondisi udara luar ™ Temperatur ™ Relative Humidity 35 ° C 65 % 2. termasuk juga accessories duct seperti damper. Untuk itu kontraktor dalam pemasangannya wajib memperhatikan posisi yang terbaik dari peralatan dan accessories tsb. sehingga tujuan yang dimaksud tercapai. Landasan Peralatan. Noise Criteria ™ Ruang Rapat ™ Ruang Kerja 7.5.1. filter dll.37 7.lain standard belum tercantum diatas. Penetrasi Atap semua bagian instalasi yang menembus atap seperti duct. baik dan dapat dipertanggung jawabkan serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang dikeluarkan pabrik dari peralatan ataupun alat. Umum. Berat peralatan diartikan berat dalam operasinya. NFPA . 2.1.6.1. ukurannya sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian. pipa. Semua peralatan maupun instalasi yang mengharuskan diperlukan tahan terhadap api dalam jangka waktu tertentu.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6.bagian peralatan maupun motor yang berada diluar landasan. Semua landasan untuk peralatan dan motor.40 NC 35 .4. 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Kondisi dalam ruangan yang di kondisikan ™ Temperatur 20 ° C ± 2 ° C ™ Relative Humidity 55 % ± 5 % RH 3. atau dikeling ke frame sehingga cukup kuat. Untuk peralatan seperti fan dan sejenis yang menggantung dan duduk pada suatu platform.

Bahan. 7. Perlindungan Peralatan. flens dan lain sebagainya) harus dicat dengan cat anti karat. ™ Semua baut. 3 .1. Semua ducting atau pipa tembus dinding harus menggunakan sleeve dengan clereance 20 mm jika duct atau pipa berisolasi. peralatan yang tertanam didinding.2. clereance tetap dibutuhkan 20 mm antara isolasi dan sleeve menembus atap harus diperpanjang ± 200 mm diatas atap lantai.2. Menjadi tanggung jawab dan keharusan bagi kontraktor untuk melindungi peralatan-peralatan. Pengadaan. conditioning).8. yaitu zinchromate dan selanjutnya cat finish dengan warna yang ditentukan. 7. Peralatan bantu. sleeve dan lain-lain yang diperlukan tertanam atau menembus concrete atau tembok harus dipasang dan dilengkapi sesuai petunjuk dagang. sesuai seperti yang dicantumkan pada daftar peralatan atau data sheet atau sabagai tercantum pada gambar rencana. Peralatan dan bahan yang rusak atau cacat karena tidak dilakukan perlindungan yang benar adalah merupakan bagian instalasi yang tidak bisa diterima (serah terima belum 100%). untuk setiap peralatan dan accessories yang berada dalam shaft atau ceiling yang memerlukannya. maka penggeseran untuk posisi yang tepat dari acces panel tsb sehubungan dengan letak peralatan / accessories dan kaitannya dengan arsitek/interior perlu dibicarakan dengan Direksi untuk disetujui. Anti Karat ™ Semua peralatan bantu instalasi. Sebelum penyerahan.9. dudukan.2. debu.11. Untuk itu ukuran.10. 7.1.2. 7.1. pengaturan dan pengujian semua peralatan tata udara (air 7. cacat ataupun mengganggu situasi sekitarnya ataupun oleh alam (hujan. posisi yang disiapkan untuk keperluan tsb harus dikonsultasikan dengan Direksi dan disertai gambar detail. 7. landasan. beserta ukuran dan lokasi yang tepat. Sleeve. Nama Peralatan/Accessories Semua peralatan terpasang dan accessoriesnya harus diberi code nama peralatan dan nomor.1. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan instalasi ini meliputi seluruh pekerjaan pengadaan dan pemasangan Instalasi Tata Udara (Air Conditioning). Bila dalam gambar rencana sudah ditunjukkan ada acces panel yang diperlukan. 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Disamping itu kontraktor harus mengusulkan kepada Direksi (bila belum ditunjukkan pada gambar) pintu-pintu service (acces panel).1. lembab) ataupun oleh bahan-bahan kimia sekitarnya. yang berasal dari besi dan sebelumnya tidak diperlakukan untuk anti karat ( semacam penggantung. seluruhnya harus bersih dari bebas las-lasan. instalasi dibersihkan atau ditest dan diajust kembali untuk membuktikan bahwa peralatan dan bahan beroperasi dengn baik. pemasangan. mur dan washer haruslah zinc electroplated. maupun belum terpasang bila diperkirakan bisa rusak. PERSYARATAN TEKNIS PERALATAN DAN INSTALASI. bahan-bahan baik yang sudah. sehingga diperoleh suatu instalasi yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama dan siap untuk dipergunakan. Bila ada peralatan atau accessories yang belum mempunyai kode nama dan nomor.38 PT. dicat dasar dengan zinchromate dan cat akhir (finish) 2 lapis. Lingkup pekerjaan instalasi ini secara garis besarnya adalah sebagai berikut : Pengadaan dan Pemasangan 1. ™ Landasan penyangga peralatan (steel bases). Ventilasi Mekanis (Mechanical Ventilation) secara lengkap termasuk semua perlengkapan dan sarana penunjangnya. Penomoran. kontraktor wajib mengusulkan kepada Direksi dan semua ini sudah harus tercantum dalam as built drawing. Ciptanusa Buana Sentosa . pasir.

pemasangan.0* atau lebih tinggi 3 . damper. terdiri dari satu outdoor unit dengan sejumlah indoor unit . Pengadaan. Propeller fan. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. 4. Pengadaan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi ducting lengkap dengan fire damper. 10. Filter. return air grille. Attenuator dll. pengaturan dan pengujian interlock sistim instalasi tata udara dan ventilasi dengan sistim fire alarm yang ada. yang ditunjuk mengenai cara – cara menjalankan dan memelihara instalasi ini. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. thermostat ruangan. filter. Mendidik petugas dari pemilik gedung. dan system bisa beroperasi pada minimum koneksi beban pendinginan 2. Pengadaan . 8. 5. 11. humidistat dll. memakai inverter. Outdoor unit harus bisa terkoneksi dengan berbagai model indoor sebagai berikut : • Ceiling Mounted Cassette Type (Double Flow) • Ceiling Mounted Cassette Type (Multi Flow) • Ceiling Mounted Cassette Corner Type • Slim Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Mounted Built-In Type • Ceiling Mounted Duct Type • Ceiling Suspended Type • Wall Mounted Type • Floor Standing Type • Concealed Floor Standing Type • Ceiling Suspended Cassette Type (Connection Unit Series) Nilai COP system pada beban 50% harus = 4. Memberikan garansi terhadap mesin / peralatan yang terpasang. 13. Pengadaan. spliter damper.2 Kw dan mempunyai kemampuan untuk merubah putaran motor compressor sesuai dengan beban pendinginan. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi pemipaan air pengembunan ( drainage ) sampai kesaluran air terdekat lengkap dengan fitting. Outdoor dan indoor harus mempunyai fleksibilitas design dan sampai ke 64 unit indoor bisa tersambung kepada 1 refrigeration sirkuit dan dikontrol secara independent Condensing unit harus dilengkapi dengan inverter. pemasangan. air cooled type. Melakukan pekerjaan atau ketentuan lain yang tercantum dalam dokumen ini beserta addendumnya. Perbaikan kembali semua kerusakan dan finishing yang diakibatkan oleh pekerjaan instalasi ini. pengaturan dan pengujian peralatan ventilasi mekanikal ( Mechanical ventilation ) seperti : Centrifugal fan. 12. pemasangan. VAC SYSTEM VRV Jenis AC adalah VRV system. volume control damper. 7.39 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . 6. Pengadaan. Axial fan. pemasangan. sensor.3. 14. pemasangan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. isolasi panas dll. 3. pemasangan. dimana setiap indoor unit mempunya kemampuan untuk mendinginkan ruangan secara independent. Pengadaan dan pemasangan semua pekerjaan sipil yang terjadi akibat instalasi ini seperti tercantum dalam dokumen ini. Isolasi panas/suara dll. Menyerahkan gembar-gambar. 9. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik bagi instalasi ini seperti kabel dan panel tata udara. 7. pengaturan dan pengujian seluruh instalasi kontrol sistem Indoor Unit dan Outdoor Unit dan kontrol komponen seperti katup. gauge. access panel. Pengadaan. back drap damper ( non return damper ) supply air diffuser/register/grille/slot/integrated.

7. crank case heaters. shutoff valves. Noise level outdoor tidak boleh melebihi 68 DB(A) pada saat operasi normal. Ciptanusa Buana Sentosa . Outdoor harusnya model modular dan bisa dipasang secara berderet di setiap sisinya Compressor Compressor haruslah type hermetic dengan effisiensi tinggi dan dilengkapi dengan inverter control yang berfungsi untuk merubah kecepatan putaran yang menyesuaikan dengan cooling load yang dibutuhkan. secara otomatis compressor inverter dengan jam operasi terendah yang akan start lebih dulu pada setiap kali operasi. Oil recovery cycle akan secara otomatis beroperasi setelah 1 jam sejak startup dan seterusnya setiap 6 jam operasi. PRESSURE TESTING 3 . Untuk memastikan liquid refrigerant tidak menguap saat menuju indoor unit. System ini haruslah dipasang dipabrik. control circuit fuses. Outdoor unit harus terisi R410A dari pabrik.3.5 meter diatas pondasi. CONDENSING UNIT System ini harus bisa terkoneksi dengan pipa refrigerant harus bisa sepanjang 165 meter dengan beda ketinggian 90 m tanpa oil trap Baik indoor maupun outdoor harus dirakit dan ditest di pabrik.Pada saat temperature outdoor 35 C dan suhu indoor 27 C DB/19 C WB System yang ditawarkan harus bisa melakukan automatic test operation system.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL *. instalasi harus sesuai dengan standard BS EN378: 2999 bagian 1 – 4.40 PT. Magnet Neodymium harus dipakai di rotor compressor untuk menambah torsi compressor Pada konfigurasi system dengan outdoor lebih dari 1 unit. • • • • Outdoor unit harus memiliki 2 atau 3 compressor SCROLL dan tetap bisa beroperasi jika 1 compressor rusak Outdoor dengan ukuran 5 HP dan 8 HP memiliki 1 kompressor SCROLL Indoor yang terkoneksi ke outdoor mempunyai kapasitas dari 0. 7. over current protection for the inverter and anti-recycling timers. dengan kemampuan maximum static pressure = 78 Ps Condensing unit harus mempunyai kemampuan untuk beroperasi dengan noise lebih rendah pada saat malam hari baik secara otomatis maupun dengan manual setting Safety Devices Outdoor unit haruslah mempunyai peralatan safety sebagai berikut : high pressure switch. thermal protectors for compressor dan fan motors. Heat Exchanger Heat exchanger harus terbuat dari tube tembaga yang terpasang secara mekanis ke Fin alumunium yang dilapisi resin film anti korosi dengan ketebalan antara 2 sampai 3 micron Refrigerant Circuit Terdiri atas Liquid dan Gas shut off valve dan solenoid Valve dan komponen lain untuk keperluan safety Fan Motor Motor Outdoor unit harus memiliki multispeed operation dengan inverter DC. fusible plug.8 HP sampai 10 HP. unit harus dilengkapi dengan Sub cooling. Untuk melakukan pengecekan system secara otomatis yang meliputi pengecekan : control wirings.3. terukur 1 meter secara horizontal dan 1.1.2. sensors dan refrigerant volume. Casing outdoor haruslah wheatherproof terbuat dari baja anti karat dilapisi dengan Baked Enamel.

41 PT.3 Bar (149 Psi) Pressurize to 21. Jumlah tambahan dari Flare Standard Tightening Torque refrigerant ini harus disupply oleh Nut Kgf. sebelum disambungkan ke outdoor unit. Insulasi pipa refrigerant yang dipakai adalah type close cell XLPE dengan fire rated Class “O” dengan ketebalan minimal 10 mm untuk Suction lines dan 10 mm untuk Liquid lines dan mesti 3 . Pekerjaan pemipaan harus di test tekanan dengan memakai dry nitrogen sesuai table di bawah ini dan dicek ulang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi : Step1 Step2 Step3 Pressurize to 10. Baik bagian suction maupun gas haruslah diinsulasi dengan insulasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik sehingga tidak terjadi kondensasi Seluruh koneksi shut off valve di dalam outdoor unit haruslah di brazed untuk mencegah kebocoran refrigerant Peralatan kerja untuk instalasi refrigerasi system haruslah dipakai. Dry Nitrogen (OFN) harus dialirkan kedalam system pemipaan selama dilakukan brazing sehingga tidak terbentuk karbon didalam pipa yang nantinya bisa merusak compressor. System pemipaan kemudian harus divacuumed sampai 0.cm N.2 torr (-755mmHg) Dan ditahan pada kondisi ini selama 1 jam minimal sampai pada 4 jam tergantung dari panjang pipa dengan memakai 2 stage Vacuum Pump.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah pekerjaan pemipaan dilakukan. Jumlah tambahan refrigerant (HFC R410A) harus dihitung berdasarkan standard dari pabrik dan ditimbang dengan mempertimbangkan panjang pipa actual yang terpasang dengan merefer ke installation manual dari pabrik. Sebelum pembungkusan pipa dengan insulasi dan sebelum VRV system dinyalakan. Pengerjaan ini harus dilakukan sebelum indoor unit disambungkan pada koneksi listrik.C1220T.3. Pengisian refrigerant ini harus dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan dibawah pengawasan dari perwakilan pabrik. PIPE MATERIAL Pipa refrigerant haruslah de-oxidized phosphorous seamless copper pipe sesuai dengan standard JIS H300 . Ciptanusa Buana Sentosa .5 Bar (312 Psi) Pressurize to 38 Bar (551 Psi) 3 minutes or longer 5 minutes or longer Approx 24 HOURS minimum Allows discovery of minor leaks Allows discovery of major leaks Outdoor unit haruslah dipasangkan ke pemipaan system dengan memakai torque wrench dengan torsi pemasangan yang sesuai dengan table dibawah ini.cm kontraktor pemasang dan diawasi Size oleh perwakilan dari pabrik ¼ 144~176 1420~1720 Pressure test harus dilakukan oleh 3/8 333~407 3270~3990 kontraktor pemasang dan diawasi oleh perwakilan pabrik ½ 504~616 4950~6030 Proses vacuum system pemipaan harus 5/8 630~770 6180~7540 dilakukan oleh kontraktor pemasang 3/4 990~1210 9270~11860 dan diawasi oleh perwakilan pabrik.3. 7.

7.25mm2 tipe PVC non screened CY flexible control cabling dari indoor unit ke outdoor unit. cassette dan under ceiling haruslah standard dari pabrik Pipa 25 mm yang terinsulasi haruslah dipasangkan sebagai pipa drain dari setiap indoor unit menuju ke daerah pembuangan air drain.1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dilindungi dengan penutup pada bagian yang terexpose dengan sinar matahari.5. fan speed selector. Laporan tertulis harus diberikan kepada pemilik paling lambat 1 minggu setelah setiap visit dilakukan Kontraktor pemasang harus memberikan garansi pemasangan selama 12 bulan terhitung dari tanggal hand over 7.3. Ciptanusa Buana Sentosa .7.75mm2 . EQUIPMENT MAINTENANCE & WARRANTY Supplier harus memberikan garansi 12 months warranty unit ( tidak termasuk consumable materials seperti : Refrigerant.3. Oil. 1 phase dan 50 Hz. air filter. Indoor type ducted haruslah mempunyai static pressure external yang sesuai dengan spesifikasi di gambar dan di BQ Filter udara untuk type Ducted haruslah disupply oleh kontraktor pemasang. Dengan tegangan operasi 220 – 240 volt AC . Juga bisa menampilkan malfunction code untuk keperluan maintenance Kontraktor pemasang haruslah sudah pernah mengikuti training pemasangan yang dilakukan oleh perwakilan pabrik dan mendapatkan sertifikat tanda keberhasilan dalam training yang diikutinya EQUIPMENT COMPLIANT WITH RoHS DIRECTIVE Material yand dipakai untuk membuat unit outdoor dan indoor haruslah memenuhi the RoHS Directive (Restriction of Harzardous Substances) pada komponen electrical dan electronicnya. 7. Electronic proportional expansion valve harus bisa mengontrol aliran refrigerant kedalam unit indoor sesuai dengan beban pendinginan yang dibutuhkan oleh ruangan.3. lebih disukai insulation yang 1 merk dengan pipa refrigerant yang disupply Pekerjaan brazing harus dilakukan oleh kontraktor pemasang dengan diawasi oleh perwakilan dari pabrik. BUILDING CENTRALIZED CONTROL SYSTEM – (Optional) Sebuah Screen Touch operated system centralized controller dengan merk yang sama dengan unit AC haruslah mempunyai fungsi sebagai berikut : • Monitoring operasional dari system AC 3 . FAN COIL UNITS Indoor unit haruslah dari jenis dan kapasitas yang sesuai dengan yang ada didalam BQ sesuai dengan design condition Terdiri dari komponen dasar : Fan.3. Filter udara untuk model ductless harus disupply dari pabrik Koil evaporator haruslah type DX yang terbuat dari icopper tubes yang dipasangkan ke alumunium fin secara mekanis.6. 7. operational mode. Evaporator koil dan electronic proportional expansion valve.8. Sistem control juga harus dilengkapi dengan automatic address setting function yang merupakan standard Remote control untuk indoor unit haruslah bisa melakukan fungsi : on/off switching.42 PT. Control response harus memakai tipe Proportional Integral Derivative (PID) Fan haruslah direct drive centrifugal. CONTROL Sistem control harus memakai 2 kabel dengan diameter inti 0.4. thermostat setting dan merupakan tipe liquid crystal display yang menampilkan temperature setting. 7. Fasilitas Auto swing untuk tipe wall. fuses ) and labour dari tanggal startup atau 18 months setelah unit dikapalkan dari pabrik terhitung yang mana yang lebih dahulu 3 kali warranty visit harus dilakukan selama masa warranty untuk memeriksa kondisi unit ( tidak termasuk pekerjaan pembersihan ). malfunction code and filter cleaning timing.3.

operation mode. sesuai standard yang berlaku dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance) seperti sebagai contoh AMCA standard 210 .3. kemampuan (performance) peralatan. ™ Material fan : . • Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam operasinya. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini. Spesifikasi Teknis Axial Fan ™ Impeller fan dari type airfoil blade.casing .1. 7 hari seminggu dan 365 hari setahun untuk mensupport pelayanan purna jual dan memberikan jaminan sepenuhnya kepada kontraktor pemasang 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • 7. 7.4. Pipa refrigerant : INABA DENKO c. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type. Honeywell 7.4.43 PT. fan speed dari seluruh indoor unit 1 tahun schedule dari operational system Bisa menggunakan fire alarm signal untuk mematikan seluruh AC CALL CENTER Supplier AC haruslah memiliki sebuah call center yang beroperasi selama 24 hours sehari. • Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel.carbon steel 3 . remote.9.3. Bilamana ternyata noise levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m.shaft . adjustable pitch dan harus digerakan langsung.2. 7. • Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re . didaerah outletnya harus diberi kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan. • Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar. Insulation : Armaflex. KONTRAKTOR PEMASANG Haruslah sudah berpengalaman dalam melakukan pemasangan AC VRV minimal selama 5 tahun dengan melakukan minimal 10 proyek dengan hasil yang memuaskan. 60 . on off switch dan pilot lamp.cast . FAN Lingkup Pekerjaan Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.4000 hz.10 MERK YANG DISETUJUI a.mild steel hot dipped galvanized . Ciptanusa Buana Sentosa 7.3.3. adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus diikuti.4.10 E 12 watt pada octave band mid freq. dan dalam batas. AC VRV = Daikin b.4.74 di Amerika. .11. kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan.batas yang normal. INABA DENKO d.impeller . • Fan harus sudah mendapatkan sertifikat. Kontraktor dapat memperlihatkan proyek – proyek yang sudah menggunakan VRV atau siap melakukan survey ke proyek – proyek tersebut bisa dilakukan jika diperlukan 7. Refrigerant : Dupont. Start/Stop untuk semua indoor unit Kontrol setting: temperature.alluminium die.

Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting. d) Tahanan aliran udara mula-mula pada kecepatan 1. rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari alluminium diecast.2.5. Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya ukuran filter. 7. ™ Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data sheet). Motor dari jenis TEFC. IP 54. • Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol.line centrifugal Fan • Blade fan harus dirancang aerodinamis. Umum Spesifikasi teknis yang diuraikan berikut ini adalah sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi Spesifikasi Teknis a) Pre filter untuk Indoor Unit.44 PT. • Casing terbuat dari heavy gauge (1.5. Acces harus disediakan untuk tujuan inspeksi atau pembersihan.6.1.52 m/s (300 fpm) tidak boleh lebih dari 20 Pa (0. Semua filter harus underwriter laboratory class 1 atau setara.3. • Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL .pelumasan ™ ™ ™ ™ ™ . Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel.08” WG) dan tahanan udara pada akhirnya maksimum 125 Pa (0. ™ Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high pressure fan). ™ Fan harus digerakan langsung. Inl. FILTER / SARINGAN UDARA Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan Filter/saringan udara yang masuk/inlet ke Fan.grease ball bearing Bisa dilakukan speed kontrol motor fan. kecuali bila dinyatakan ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet. 7. c) Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut terhadap type dan effisiensinya.5. isolasi kelas F. Ciptanusa Buana Sentosa 7. Indoor Unit dan Fan Coil Unit seperti yang ditunjukkan dalam spesifikasi teknik ini. Untuk fan diameter 500 ke atas.5. . PEREDAM GETARAN Lingkup Pekerjaan 3 . Instalasi filter harus sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuat.5” WG).1. • Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya. Propeller Fan (wall atau ceiling fan) ™ Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling. bacward curve dari plate allumunium dan digerakan langsung. 7. Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet). harus fire resistance dan washable tebal 50 mm dengan effisiensi 30-35 % dan arrestance 94-96 % dalam keadaan low velocity (ASHARAE teest std. 7. b) Filter harus dipasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame. 7. fresh air fan harus dari bahan tipe metallic.4 mm minimum) mild steel lengkap dengan flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan epoxy powder. 52-76). Filter harus dapat dioperasikan pada kecepatan aliran udara sampai 500 fpm tanpa mengalami kerusakan.6.

Jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti pekerjaan duct.7. fitting. b. Ducting panel tebal 20 mm. 7. Peredam getaran yang terpasang haruslah sesuai dengan persyaratan/ rekomindasi pabrik pembuat alat/mesin.5. = = = = = = = = = = = = = Polyurethane dilapis sandwich dengan alumunium foil yang dicoating lapisan anti bakteri 20 mm 75 mikron.2. Fan dan kalau dirasa perlu juga untuk duct dll. berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining.021 W/m. Jenis peredam getaran yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan mesin/unit yang akan diredam getarannya. density: 52 Kg/ M3 3 . • Bahan isolasi • • • • • • • • • • • • 7.45 PT. support dan lain-lain komponen/ accessories yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini.7.0135 1. Peredam getaran dapat berupa Neoprene Pad. diffuser. d. volume damper.6. Spesifikasi Teknis Alat peredam getaran (Vibration Isolator) ini harus dapat meredam getaran mesin dengan effisiensi 90 %. Split System Unit. PEKERJAAN DUCTING Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan untuk butir ini adalah pengadaan dan pemasangan (termasuk fabrikasi) duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi. 7.4 Kg/m2 -50 – +80 °C 0 – 100 % 2000 Pa 12 m/s 7. damper. 80 micron setelah coating 52 ± 2 Kg/m3 200 N/mm2 0. ‰ Carrier Air Conditioning Hand Book. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya.3.dan attenuator berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. the Guide and Data Book. c. Umum a.7. 7. Restrain Isolators. spliter damper. dalam duct Air flow max. Pipe Hanger dll.4. 7.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Lingkup pekerjaan butir ini adalah pengadaan dan pemasangan alat peredam getaran (Vibration Isolation/ Eliminator) untuk semua mesin yang bergetar seperti Indoor Unit. Out Door Unit. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan. grilles. Bahan duct dari pipa PVC. ‰ ASHRAE. 7.1. Jika diperlukan internal lining untuk ukuran duct tersebut.7. ‰ SMACNA (Sheet Metal and Air ConditioningContractors National Association).7.°C B1 (terbakar tapi tidak merambatkan api) 0.2. Ketebalan panel Ketebalan alumunium Density dari polyurethane Tahanan tekanan Konduktivitas panas Ketahanan api Koefisien gesek Berat Suhu optimal penggunaan Kelembaban Tekanan max. Neoprene Mounts. register. standard yang digunakan. Konstruksi Duct. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan penampang laluan udara. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran ducting. Spring Isolators. Instalasi Ducting 1. Ciptanusa Buana Sentosa .7. Publikasi.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static pressure didalam duct sampai 2” WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum 2. Untuk kondisi tertentu yang memerlukan isolasi suara dengan pemakaian isolasi dalam. Bentangan < 0.Pemeriksaan kekuatan support a. 6. Percabangan (take off) harus memakai splitter damper yang dapat diatur dan dikunci pada kedudukannya. g. Penggantung duct.6 m 0. kemiringan duct dibuat tidak lebih dari 14 0. 4.Vibration test : test vibrasi yang ditimbulkan oleh getaran FCU (by others) . cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi. Untuk keadaan dimana harus 3 . f. kecuali kalau ditentukan hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut. apabila tidak ada cahaya maka ducting ok. Reducer (transition). Pada main supply dan return duct harus dibuat lobang pengetesan untuk mengukur temperatur. Elbow. Penguat menggunakan profil Sharped disk aluminium dan reinforcement bar aluminium. kelembaban serta static dan velocity pressure. .46 PT. Instalasi : • Sambungan antar ducting menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan grille menggunakan PVC invisible flange • Sambungan antar ducting dengan volume damper menggunakan profil “F” Sambungan antar ducting dengan FCU menggunakan profil chair section bar aluminium dan terpal Noise yang timbul dalam ducting tergantung pada desain serta ukuran dalam ducting. 9. d. Penguatan duct. Ciptanusa Buana Sentosa . h.000 Fpm (10 m/s). Bending : Pembentukan elbow & branch menggunakan alat khusus yaitu manual bending tool Gluing : Penyambungan antar bagian TD duct dan pemasangan invisible flange menggunakan lem khusus dengan ditambahkan aluminium tape untuk Vapour Barrier dan kerapihan Sealant : Sealant diberikan pada setiap sudut bagian dalam ducting untuk menambahkan kemampuan menahan kebocoran Support / hanger : besi siku 30x30x3 (galvanized) dan As Drat putih Ø8mm (galvanized) • Bahan hanger / suport besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm besi siku 30x30x3 dan As Drat putih Ø8mm Jarak maksimum 4m 2m section bar aluminium 3. Setelah selesai ditutup kembali dengan plastik probe yang diisolasi. c. V jack plane. Run Test : akan dilakukan beberapa test. Right jack plane. semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat cross broken ( patah silang ). dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail.Leaking test : test kebocoran dengan menggunakan lampu dari dalam ducting kemudian diamati dari luar apakah ada cahaya yang tembus. semua elboww harus dari type full radius elbouw. e. Straight jack plane. Lubang pengetesan.Noise test : test kebisingan suara (DB meter disiapkan pihak owner) . 5. antara lain: . Alat kerja : Cutting : Pemotongan materian TD lembaran menggunakan 4 buah macam pisau: Left jack plane. 7. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA. Reinforcement : Reinforcement (penguat) ducting tambahan akan diberikan sesuai dengan ukuran ducting dan tekanan udara dalam ducting. b.6 m-1m 8. jari—jari (R t) sama dengan lebar duct.

Ciptanusa Buana Sentosa . tanpa memakai volume damper. Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6 mm.10. Tekanan kerja max. alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jenis fire resistance. g) Damper dari diffuser adalah galvanized iron sheet BJLS 80 type : “Opposed blade damper”. sehingga tidak menyebabkan pengecilan luas penampang. acessories dengan isolasi atau tanpa isolasi sesuai seperti yang ditunjukkan pada gambar rencana yang melengkapi dokumen ini. 3 . k.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL i. Finishing : di cat hitam h) Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara. Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus memakai alignment strip. Sambungan flexible. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan pada butir ini adalah pengadaan dan pemasangan instalasi pemipaan lengkap dengan fitting-fitting.2. Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas dasar (RT)/(RH).65 mm atau lebih. alat-alat bantu. 7. j. serta dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki. PEKERJAAN PEMIPAAN 7. cara pemasangan harus dalam satu garis lurus sedemikian rupa.1. fire resistant ke duct yang masuk keluar dari fan atau AHU/FCU. i) Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register. 5 inch H20. 7. sesuai gambar detail. grille dan register harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile. c) Untuk diffuser yang supply udaranya berasal dari VAV. GRILLE. 7.47 PT. REGISTER & DIFFUSER a) Pada setiap main duct harus disiapkan volume damper untuk pengaturan udara b) Diffuser. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke beton dipergunakan ramset / dynabolt.9. Alumunium Flexible Round Duct.10. b) Seluruh sisi plenum harus diperkuat dengan besi siku 40 x 40 x 3 dan kalau perlu memakai bracing pada sisi yang paling panjang. material adalah alumunium anodized dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek. Panjang flexible connection tak lebih dari 2 m. Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double thickness. PLENUM a) Pleneum sesuai dengan dimensinya harus menggunakan material sesuai dengan ketentuan yang tersebut terdahulu. menggunakan short radius elbouw ( R t lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes. f) Grille sama seperti supply register dalam konsstruksinya. pemborong harus memasang sambungan flexible connection dari bahan double sheet glass cloth tebal 0. l. maka type diffuser harus khusus untuk pemakain dengan VAV. Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara.8. j) Slot diffuser dari tipe 1. dan tidak menimbulkan kebocoran pada sambungan. e) Supply register harus mempunyai vertical dan horizontal blade yang dapat diatur defleksinya dan memakai volume damper. Flexible duct ke peralatan memakai klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic. d) Warna untuk diffuser. atau 3 slot. grille dan register di anodized dengan warna akan ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi.

Pipa refrigerant harus dipasang sesuai dengan persyaratan "Ashrae Guide Book" dan atau persyaratan pabrik. 10. kering dan bebas dari debu dan kotoran dan hendaknya dipasang sependek mungkin.10. Strainer hendaknya dipasang dalam jaringan refrigerant sebelum masuk ke thermostatic expansion valve. 3 . panel-panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalur-jalur instalasi lainnya. solder tintead 95-5" dapat dipergunakan kecuali pada pipa discharge gas panas. Sambungan pipa jenis "hard drawn tubing” harus disambung dengan perantaraan wrought copper fitting atau non porbus brass fittings. Hendaknya semua pipa refrigerant harus dikerjakan secara hati-hati dan sebaik mungkin.4. Kontraktor sudah harus memperhitungkan adanya perbedaan tinggi antara Kondensing dan Evaporator terhadap adanya panjang pipa yang melebihi dari standard. ALAT – ALAT BANTU. berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan mendapat persetujuan dari Pihak Pemberi Tugas dan MK sebelum dilaksanakan. Pipa refrigerant harus disangga dan digantung dengan baik untuk mencegah melentur dan meneruskan getaran mesin kepada bangunan. • Thermometer yang dipasang cocok untuk batas-batas temperatus yang diperlukan dari media ini. 7. Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan.12.3.12. dan dianjurkan dipakai solder perak dengan meniupkan gas mulia seperti nitrogrn kering ke dalam pipa yang sedang disambung untuk menghindarkan terbentuknya kerak oksida di dalam pipa.1. Solder lunak "tintead 50-50" tidak boleh dipergunakan.10.10. M a t e r i a l 1. nyala api atau lainnya yang sesuai untuk pipa refrigerant. 4.2. Pipa jenis "soft drawn tubing" dapat disambung dengan solder. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL 7. Konstruksi Pemipaan Refrigerant & Drain untuk Split System. 7. • Thermometer harus dikalibrasi dulu sebelum dipasang. 8. Pada pipa "precharged refrigerant lines" yang disediakan oleh pabriknya maka harus dipasang sesuai dengan persyaratan pabrik.11. 6. 1. sebelum dipasang semua bagian harus sudah bersih. Fitting untuk flare points hendaknya jenis standard SAE forged brass flare menurut ARI standard 720 dengan unit short shank flare. Umum Seperti apa yang ditunjukkan dalam gambar rencana. : Pipa Tembaga (Copper) ASTM B280 type L/M 7. 9. (refrigerant dan drain/kondensasi) termasuk fitting-fitting dan alat-alat bantu). : Pipa PVC klas AW.48 PT. Menyediakan dan memasang instalasi pemipaan untuk seluruh system AC. • Sumur dari thermometer harus betul-betul tercelup kedalam media yang diukur terutama bila ada isolasi pipa. 7. jalur-jalur pipa yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route dan ukuran pipa.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7. 5. Pipa Condensate 2. • Mempunyai dua bacaan dalam F dan C • Type thermometer adalah Industrial type dengan posisi sudut pembacaan yang dapat dirubah-rubah kedudukannya. 2. 3. Ciptanusa Buana Sentosa . Lingkup Pekerjaan. Pipa Refrigerant 7. Thermometer • Dipasang seperti ditunjukkna dalam gambar.

Supply voltage/ current . Peralatan Listrik Motor Listrik Motor untuk FCU (IU) : .Ambient temp/RH . OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop.S (Inggris).white). voltmeter serta ampermeter dengan selector switch untuk 3 phase.set point scale .10 V : 0-16 V DC/max.1 ph/220 V/50 Hz . . Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7. Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan dengan jalurjalur instalasi lainnya berikut detail.detail yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan Direksi. Umum Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana.peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh : ™ ™ ™ ™ ™ ™ Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK) Dinas Pemadam Kebakaran Lembaga Pengujian Bahan Dinas Keselamatan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya 7. dan JIS (Jepang).5 HP. B. Peralatan Kontrol a.1 mA b. Temperatur Sensor (TS) . Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor minimum 0.3 tingkat kecepatan .13.plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON. Temperatur Controller (TC) .12.Control output (Output voltage ) .Jenis induction motor.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.Temperatur detector dari type thermistar.49 PT. (motor satu permanent split capacitor packaged dengan dengan thermal overload FCU) protector. 3 . Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.8.max. 2. Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green.Insulation class E Motor Fan : .Fungsi control . Pemborong wajib mengikuti peraturan. 50 ° C 90 % RH : 2 . Pemborong AC harus menyiapkan kabel control dari thermostat menuju Outdoor Unit dan Indoor Unit dan melakukan penyambungan kabel power dari panel ke Outdoor/Indoor Unit. Panel Starter Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7. temp.Control input Input voltage/current : PI : ° C pada range ° C to 32 ° C : 16 V DC/10 mA : max.Motor yang menjadi satu dengan fan.3.Temp. . DIN (Jerman). lokasi panel dan perletakan instrument kontrol.red. 0. 100 ° C.5 HP keatas. Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA (Amerika).jalur kabel dan perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang menunjukkan route. jalur. jumlah phasa tergantung kapasitas fan. diatas).2. Spesifikasi Teknis 1. Ciptanusa Buana Sentosa .

3. ™ Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC yang bersangkutan. ™ Untuk kabel yang menyeberangi selokan. ™ Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa. ™ Kabel. jenis NYFGbY harus dipasang sekurangkurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung.untuk 3 ph dengan selector phase witch. ™ Semua panel star delta dilengkapi dengan : ƒ Pilot lamp . hendaknya minimum 15 kali diameter kabel.peralatan lainnya harus mengikuti petunjuk-petunjuk/ pedoman pabrik pembuat peralatan-peralatan tersebut. 7. ƒ Voltmeter . jalan raya atau instalasi lainnya.kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem penggantung dan wire rod yang diramset ke beton. ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration eliminators) untuk melindungi. ™ Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan.masing Peralatan dengan pilot lamp ( red. Ciptanusa Buana Sentosa . ™ Pada route kabel.14. Wiring ™ Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam PVC conduit JIS standard.red. ™ Pemborong AC harus menyerahkan gambar layout beserta ukuran pondasi untuk masing-masing peralatan sebelum dilaksanakan oleh pihak lain kepada Direksi untuk diperiksa dan disetujui. ™ Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis. -R-S-T ™ Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control.50 PT. green. P o n d a s i ™ Semua pondasi beton yang diperlukan untuk mesin-mesin Condensing Unit (Outdoor Unit ) tidak termasuk dalam pekerjaan pemborong AC. harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium. ™ Jari. ƒ Pilot lamp.14.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Catatan : Temperatur Controller (TC) dan Temperatur Sensor (TS) atau gabungan dari TC dan TS (Thermostat) adalah dari merek yang sama dan dari jenis yang sesuai untuk kebutuhannya. green. sesuai dengan detail drawing. bangunan dari suara berisik dan getaran yang ditimbulkan oleh mesin. ƒ Ampere meter . 3 . white )dan plat nama masing-masing Peralatan dll. Panel remote harus dilengkapi untuk masing. ™ Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai metal flexible conduit. PEKERJAAN LAIN-LAIN 7. ™ Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan.mesin. white. tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda adanya galian kabel dan tanda arah kabel. ™ Kabel yang dipasang didalam tanah. ™ Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabel metal atau Kabelindo. kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali. ™ Pondasi peralatan.jari pembelokan kabel.untuk 3 ph dengan selector phase switch ƒ Disconnecting switch untuk remote star stop.1.

Ciptanusa Buana Sentosa .besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar rencana sehingga sistem betul. atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau penggantung (hanger) untuk mesin. alat. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari peralatan balancing. ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan.Voltmeter .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Pemborong AC harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar rencana. dudukan-dudukan atau penggantung. Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang cukup dan dibuat pada lantai. Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs. Pengukuran temperatur udara . antara lain : 1. ™ Untuk menyesuaikan dengan kondisi. ™ Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh dudukandudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan.51 PT. ™ Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil.Sling psychrometric .peralatan ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb. sehingga didapatkan besaran. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING 7.15.mesin.15. 7.penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa.kondisi setempat. 2.modifikasi yang perlu untuk memenuhi syarat tersebut.Ampermeter / ampertang 5. batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang disetujui. Lingkup Pekerjaan Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing.15.15.4. 7.betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai dengan rencana.15. .Barometer / pressure gauge 6.2.1.3. adjusting dan balancing untuk seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran.besaran pengukuran yang sesuai atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana.Hood untuk mengukur udara didiffuser. profil.Tachometer atau sejenisnya 4. Pengukuran laju aliran udara . Pengukuran putaran (rpm) . Umum Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti tandard NEBB.tegangan yang tidak wajar. Pengukuran tekanan . ™ Pemborong AC harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission) kedalam ruanganruangan yang dihuni. Peralatan Ukur. ™ Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk. 7. ™ Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi.bagiannya. 3 .Thermometer 3.alat. Pengukuran listrik .Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya. pipa yang diperlukan. Pelaksanaan TAB ™ Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian. 7.

5. mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian pekerjaan. 4. Ciptanusa Buana Sentosa .52 PT. ™ Sebelum melaksanakan TAB.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ™ Dalam pelaksanaan TAB. URAIAN AC Sistem VRV Motor Fan MERK Daikin. 8. ™ Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran. Mitsubitshi AEG (GAE). Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam batas % yang dibolehkan. 5. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan. harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas. Kruger 3 . ™ Dalam pelaksanaan TAB. ™ Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini. 11. KDK.item yang akan dilakukan untuk masing-masing system yang akan dilakukan pengetesan. Balancing System Distribusi Udara. 2. ™ Sebelum melaksanakan TAB. d b dan w b dari udara masuk dan keluar dari coil. type. 2. dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. 7. 1. tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang diperlukan bagi pihak maintenance dan operation. dimana hasil.masing FCU/ FAN.15. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : NO. Test dan catat temp. juga diwajibkan melaksanakan pengukuran terhadap besaran. PRODUK INSTALASI TATA UDARA Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasi ke MK/Direksi. masing-masing diffuser dan lakukan recheck terhadap performance dari jenis diffuser.besaran yang tidak tercantum dalam gambar rencana. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara. Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu bentuk formulir yang berisi item. Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone 10. NUG. Kontrator harus membuat suatu rencana kerja. 6. Siemens National. Prosedure Testing and Adjusting. disamping pengukuran yang dilakukan terhadap besaran-besaran yang ditentukan dalam design.pengukuran terhadap besaran-besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh pengawas. 7. Test dan catat motor full load amper. 1. 3. 3. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design. Indentifikasi ukuran.hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama 9. Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari MK/Direksi. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk mendapatkan cfm dan fan sesuai design.

Pekerjaan lain yang berhubungan ( contoh : Pondasi. Panel listrik. Pekerjaan listrik yang berhubungan ( contoh : Panel ) 12. Valved Connection to main Water supply source 4. 8. 11. Insflex AAF atau setara Paramount. Sisalation 436. 13.2. Parawoll. Insulflex Kembla. control system dan Fire Resistence Cable 14. 10. Isolasi Ducting Ducting Komponen Panel Listrik Isolasi Pipa Pipa Tembaga Pipa PVC Kabel Listrik Grille Diffuser Aluminium Foil Flexible Duct Filter Isolasi Ducting Peredam Getaran Paramount. 2. Pillar hydrant dan Kotak Hydrant Halaman 9. Supreme Sigma Cool. TDI Duct MG. Rucika. Sambungan dengan pemadam Kebakaran Kota ( Siamese Connection ) 10. Parawoll. 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. Wangi. 14. Wavin Voksel. ABB Armaflex. Fire Pump test ventui flow tube. 17. Spingkler Head 7. Ciptanusa Buana Sentosa . Thermaflex. Fire Water Tank harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut : q Manhole q Tangga monyet 3 . Crane Pralon. Springkler Control Valve Set 6. 8.53 PT. 16. Kabel Metal. Hydrant Box 8. Confordaire Prima Prima Wangi. TANGKI AIR PEMADAM KEBAKARAN ( TANGKI BAWAH ) 1. Tangki Air unutk cadangan pemadam kebakaran merupakan tangki existing. 7.1. pengecatan. 9. National SISTEM PEMADAM KEBAKARAN LINGKUP PEKERJAAN Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb : 1. 8. ACI TD Pre-Insulated Alumunium Duct. Thermofoil 731 DEC Insulated. ALP Active. 6. Confordaire Sigma Cool. concrete blok ) 13. Infoil. Pompa kebakaran dengan penggerak listrik 2. Mason. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE ) 11. ACI Kinetek. 15. 8. Perlengkapan Fire Water Tank 5. Tangki Air Pemadam Kebakaran berfungsi untuk menyediakan air dengan volume tertentu setiap saat. Pompa kebakaran dengan penggerak Diesel 3. yang telah dibuat sebelumnya. 12.

3. Motor Pompa q Motor pompa harus mendapat sumber daya dari PLN dan Genset secara otomatis q Sumber daya dari PLN harus diambil dari switch khusus sebelum main switch. sebaliknya apabila turun mencapai L. Air pengisi Fire Water Tank Apabila terjadi kebakaran.54 PT. maka fire water tank harus diisi. Pengaturan pada sambungan ke sumber air yang dipasang secara permanent adalah sebagai berikut : Apabila permukaan air dalam fire water tank telah naik mencapai ambang batas H. alarm horn & indicating lamp • Water level too low. Pompa pemadam kebakaran harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama dan satu pompa joki. pipa isap. alarm horn. 6. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pipa vent penghubung maupun vent ke udara luar Pipa peluap Water level indicator Sleeve untuk laluan pipa masuk. masukan air harus berhenti. 4. dimana akan menggunakan 1 (satu) set pompa pemadam kebakaran standart NFPA 20. indicating lamp • Main pump On. System pemadam kebakaran yang digunakan merupakan system terpisah. untuk masing-masing system hydrant dan springkler 2.3. q q q q 8. maka fire water tank harus dapat diisi secara cepat dari beberapa macam sumber air maupun persediaan air yang ada termasuk dari kolam renang. POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. pipa penguras. kabel listrik dan sebagainya q Exhaust fan 3. indicating lamp 3 . Pompa pemadam kebakaran antara lain harus terdiri dari perlatan sbb : q Jockey pump dengan motor q Main pump dengan motor q Diesel fire pump dengan menggunakan diesel engine q Inlet dan Outlet header q Inlet dan Outlet valves q Check valve against water hammer q Inlet strainers q Power and control panels q Flow regulator q Pressure switches q Pressure gauges q Hydraulic connections q Electric connections q Best frame q Announciating pump status : • Jockey pump On. Pompa pemadam kebakaran harus mampu memasok kebutuhan air pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa pada setiap saat secara otomatis. Untuk pompa utama jenisnya dapat Horizontal Split Case atau centrifugal End Suction dan vertical multi stages untuk pompa jockey dengan flanged connection dan komponen sebagai berikut : q Cast iron casing q Bronze impeller q Heavy duty steel shaft q Mechanical seal q Heavy duty grease lubricated bearings 5. alarm horn & indicating lamp • Water level drop. 4.

Engine driven fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam Engine driven fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadam kebakaran yang antara lain terdiri dari : • Centrifugal fire pump • Gasoline or diesel engine • Starting device with pully or motor starter • Battery starter and outside battery charger • Engine speed control devixe • Fuel oil tank • Hydraulic connections • Electric connections • Control board • Instrumentations 8. maka satu atau dua main pump start sampai stop secara manual oleh operator apabila uji coba atau pemadam telah selesai.4. sampai ambang batas yang telah ditentukan maka pompa joki akan start dan akan stop otomatis diambang batas tekanan yang juga telah ditentukan.55 PT. q Main Control Valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm system maupun dengan mechanical alarm gong apabila terjadi suatu aliran air sebesar satu kepala springkler q Main Control Valve set antara lain harus terdiri dar peralatan sbb : • Main stop valve lockable • Wet alarm valve • Alarm gong set • Flow switch • Pressure indicators • Test valve set 3. Main Control Valve Set q Main Control Valve Set harus dipasang setiap maksimum 500 kepala springkler untuk bahaya kebakaran ringan dan 1000 kepala springkler untuk bahaya kebakaran sedang. 2. Standard pompa dan kontrol panel harus NFPA 20 Approve Engine Driven Fire Pump Engine driven fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air pemadam kebakaran pada saat pompa listrik gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadam. calibrated • Test valve lockable • Drain valve lockable 3 . uji coba springkler maupun springkler flushing. q Branch control valve set harus mampu memberikan signal listrik kepada control alarm systrm apabila terjadi aliran air sebesar satu kepala sprinkler. SPRINGKLER CONTROL VALVE SET 1. q Apabila tekanan air dalam jaringan terus turun karena dibukanya satu atau lebih katup hidran atau bekerjanya beberapa kepala springkler. Springkler control valve set terdiri dari dua keperluan yaitu main control valve set dan branch control valve set. q Branch control valve sat antara lain harus terdiri dari peralatan sbb : • Branch stop valve lockable • Flow switch. Brance Control Valve Set q Branch control valve set harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan. Pengaturan pompa pemadam kebakaran adalah sbb : q Apabila tekanan air dalam jaringan turun disebabkan adanya kebocoran. 9. 8. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 7.

Ciptanusa Buana Sentosa .8 dengan modifikasi. 1500 mm T & 270 mm D dicat powder coating warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. FIRE BRIGADE CONNECTION 1. SPRINKLER HEAD Sprinkler head yang dipergunakan disini dari jenis glass bulb dengan temperatur pecah 68 0C. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. Setiap pillar hydrant harus dilengkapi dengan gate valve untuk memudahkan maintenance. Fire brigade connection yang dipergunakan disini adalah two way siamese connection untuk pemasangan free standing dengan ukuran 100 x 65 x 65 mm. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam Kebakaraan DKI). BOX HIDRAN 1.one type size 40 mm x 30 meter including couplings. ukuran 750 mm. 3 . Box harus dilengkapi Alarm Push Button. PILLAR HIDRAN ‰ Pillar hydrant yang dipergunakan disini adalah jenis short type two way dengan main valve dan branch valves ukuran 100 x 65 x 65 mm. chronium plated bronze dengan jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box. B. ‰ Hydrant valve. Sprinkler Flushing q Sprinkler flushing harus dipasang diibagian ujung dari branch main pipe atau branch sub main pipe. 8. Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No. Alarm Lamp dan Alarm Horn. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 8.8. dibuat dari Chromium plated brass yang dilengkapi dengan flushing flange. ‰ Hose rack untuk slang 40 mm. kecuali daerah gudang dan parkir boleh mempergunakan bronze finish. chromium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box recessed type.6. Sprinkler Test Valve & Drain ( STV & D ) q STV & D harus dipasang seperti tertera dalam gambar perencanaan q Test valve harus diset pada laju aliran sebesar satu kepala sprinkler terkaiit q Drain Valve harus dapat mengalairkan alir mati dalam jaringan pipa sprinkler q STV & D terdiri dari lockable Test Valve dan Lockable Drain Valve. ‰ "JET" Firehose A-one type size 40 mm x 30 meter including couplings. q Springkler flushing terdiri dari pipa drain diameter 25 mm yang ditap dari ujung branch main atau submain ke springkler drain riser melalui valve. 1500 mm T & 250 mm D dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN pada tutup yang dapat dibuka 180° dan dilengkapi stopper. ‰ Hydrant valve.56 PT. Outdoor hydrant box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb : ‰ Steel box outdoor type. chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa. ‰ Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No.7. Jenis coupling harus disesuaikan dengan model yang dipergunakan oleh Mobil Dinas Kebakaran Kota. q Springkler flushing dimaksud untuk membuang air mati dalam jaringan pipa springkler.B. ‰ Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm 2. 8. ‰ "JET" Firehose A.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 4. 8.5. ‰ Hose rack untuk slang 40 mm. ukuran 750 mm L.8.

Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2. Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk setiap luas 100 m2. Ciptanusa Buana Sentosa 8. POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK LISTRIK ( PU 2101 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 9 bar Type : Centrifugal End Suction Impeller : Bronze Packing : Mechanical Seal Shaft : Steel ( SAE 1045 ) Bearing : Steel ball bearing self lubricated Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Standard motor : NEMA Standard Rotor : Squiirel cage Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 72 kw Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. 3. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan pompa : q Pipa isap dan pipa tekan dengan sambungan kaku dan lentur dengan Victaulic coupling sesuai standard UL / Fm q Manometer tekan dan isap q Pressure switch q Panel control pompa ( UL / FM standar ) q Automatic aiir relief valve POMPA PACU ( UP – 01 ) Kapasitas : 25 GPM Head : 10 bar Type : Vertical Multi Stage Centrifugal pump Housing : Cast iron Impeller : Cast Bronze Packing / Seal : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealled ball bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Feed voltage : 220 / 380 V / 3 phase / 50 Hz Rotor : Squiirel cage 3 . 8.9.11. 2. PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE) 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. . Siamese connection dibuat dari bronze lengkap dengan built-in check valve dan outlet coupling yang sesuai dengan standard yang dipergunakan oleh Dinas Pemadam Kota. 2.57 PT. SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN POMPA PEMADAM KEBAKARAN 1. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan oleh setiap penghuni bangunan.

. Manual stop Oleh operator Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard DIESEL PENGGERAK POMPA KEBAKARAN Type : Watercoled Diesel Kapasitas Prime : 150 KVA ( maksimum ) Putaran : 1500 RPM / 50 Hz Aspiration : Turbocharged Air To Air Aftercooled Cycle : Four Stroke Cyclinder : 6. 3. kabel dan kontrol q Pemipaan isap dan tekan dengan sambungan kaku dan lentur dari Victaulic.47 l / hr ( 75 % ) Perlengkapan : q 2 set of lead acid battery dengan standar pabrik q Maintenance standar tool steel q Battery charger yang terintegrasi dengan unit diesel penggerak pompa q Tangki bahan bakar harian dengan kapasitas cukup untuk operasi 6 jam terus menerus yang dilengkapi dengan bracket.9 l / hr ( 100 % ) . Jumlah : 1 unit Standard pompa : NFPA Standard Perlengkapan Pompa : q Unit panel daya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Protection class : IP 44 Insulation class :F Daya pompa : 3 kw Sistem operasi : Automatic start stop dengan pressure switch. HYDRANT PILLAR DENGAN KATUP UTAMA Ukuran : 65 X 65 X 100 mm Tipe sambungan : Machino coupling KOTAK HYDRANT KEBAKARAN LUAR GEDUNG 3 . POMPA KEBAKARAN DENGAN PENGGERAK DIESEL ( PU 2103 ) Kapasitas : 750 GPM Head : 8 bar Type : Horozontal Split Casing Housing : Cast Iron Impeller : Cast Iron Packing : Mechanical Seal Shaft : SS 304 Bearing : Sealed Ball Bearing Couple : Direct Couple Sincronous speed : 2900 rpm Sistem operasi : Automatic start dengan pressure switch. 5. q Manometer isap dan tekan. Starting : Battery 24 V.58 PT. pipa q Engine control drive terdiri dari : • Manual / automatic starter • High and low water temperatur • High and low oil temperatur • Indicator tekanan minyak pelumas • Perlengkapan standar lain sesuai dengan standar pabrik pembuat. Ciptanusa Buana Sentosa 4.63. Governor : Hydrant Mechanical Fuel System : Direct Injection without glow plug Fuel Consumption : .

Linen Hose dia. KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG Ukuran : 1300 X 750 X 200 mm Bahan : Mild steel ukuran 1. 65 mm X 30 mm . 65 mm .Variable jet & spray nozzle dia. 40 mm X 30 m .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Ukuran Bahan Perlengkapan : 950 X 660 X 200 mm : Mild steel ukuran 1. 40 mm . Ciptanusa Buana Sentosa .Machino coupling dia. 11. 17.Variable jet & spray nozzle dia.59 PT. PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 3 kg Jenis : Dry powder multi purpose PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 5 dan 7 kg Jenis : CO2 PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE ) Type : Portable Kapasitas : 25 kg Jenis : CO2 SPRINKLER Type HYDRANT VALVE Size : Up right & Pendent : 1 ½” & 2 ½” 7. 40 mm .Bak kontrol dan tutup.Stop valve . 13. 16.Linen Hose dia. MAIN CONTROL VALVE Size : 4”.8 mm Perlengkapan : . Perlengkapan :.8 mm : .Hose rack 6. 15. 9. 10.Hose rack SAMBUNGAN KEMBAR SIAM / SIAMESSE CONNECTION Ukuran : 100 X 65 X 65 mm Type : Free standing type dengan chromium plated finish atau cast Iron free standing type dengan lapisan anti karat.Machino coupling dia. 14. 12. 8. Sambungan : Jenis coupling harus disesuaikan dengan dinas kebakaran Setempat. 65 mm . 6” & 8” SPRAY NOZZLE Size : 1 1 / 2 “ & 2 1 / 2” HOSE PRESSURE SWITCH PRESSURE GAUGE 3 .

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PRODUK PEMADAM KEBAKARAN NO. viking. 8. Appron. 14. Central Bakrie. Alpindo Ozeki. 11. 17. Du Pont Viking. 12. Patterson Equal. 15. Grinnel.60 PT. Viking. 5. Grinel. Ciptanusa Buana Sentosa Globe Valve Class 20 Indoor Hydrant Box Fire Extinguisher Pillar Hydrant Siammesse Connection Branch Control Valve Main Control Valve Joint Coupling . 10. nagano. Sigma) Grinel. Sanwell. Keystone NBC. Fire pump Jockey Pump Fire Suppession Sistem Springkler Head Black Steel pipe SCH. Vitaulic. Central. Yamato Yamato. Kitz NBC. 2. TA. Grinnel Vitaulic. 9. 40 Safety Valve / Relieve Valve / Release Valve Flowswicth Buttefly Gate Valve Class 16 K Class 20 URAIAN MERK Ideal Pump. Central Potter. 3. Notifier Toyo. Toyo. Grinnel Central. Wormald. Chubb Ozeki. Lowara Notifier. Toyo. 1. 6. 4. Appron. Nippon Steel. Viking. Teral. 16. 3 . Kitz Ozeki. Spindo (PT. Appron. 13. Siemens. Alpindo Central. 7.

Welson. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. titik nyala lampu. 3 . Pengadaan. 20. Central Ozeki. pengujian. aman. p. 22. . 19. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. Fuji Danfos. Grinnel. l. o. Central. Pengadaan. • Kabel feeder untuk panel penerangan dan panel-panel tenaga • Panel-panel penerangan. antara lain : • Sistim penerangan secara lengkap termasuk di dalamnya pengkawatan dan konduit. Dwier SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL 1. • Pekerjaan pentanahan / grounding n.61 PT. Menyerahkan gambar instalasi yang terpasang (As-built drawings). dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Landing Valve Hose Reel Kabel FRC Control Valve Automatic Air Vent Ozeki. pemasangan dan mengecek ulang atas design. 21. Panel-panel tenaga. Ciptanusa Buana Sentosa 1. armature. saklar dan seluruh stop-kontak.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 18. Appron Radox. k. dan pengesahan seluruh instalasi listrik yang terpasang. baik yang telah disebutkan dalam gambar / Rencana Kerja dan Syarat-syarat maupun yang tidak disebutkan namun secara umum / teknis diperlukan untuk memperoleh suatu sistim yang sempurna.1. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. LINGKUP PEKERJAAN m. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. 1. • Pengadaan dan pemasangan peralatan kontrol berikut panelnya. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. PEKERJAAN LISTRIK ARUS KUAT UMUM j. siap pakai dan handal. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. pemasangan dan pengaturan dari perlengkapan dan bahan yang disebutkan dalam gambar atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini.Belimo Toyo. Panel Distribusi Utama (PDTR) secara lengkap.2. Menyelenggarakan pemeriksaan.

50 Hz dan solidly grounded dan harus dibuat mengikuti standard PUIL. 4. Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluannya dan telah disetujui oleh Konsultan Pengawas. rating amper sesuai gambar.Outgoing pada PDTR . 8. 7. NEMA dan sebagainya. terminal terminal.62 PT. Untuk itu penampang busbar harus sesuai ketentuan dalam PUIL. 3 phasa. BS.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 4 kawat.Incoming pada panel beban sampai dengan minimal 20A 1 phase . warna dan cat akan ditentukan kemudian oleh pihak Owner. isolator switch dan perlengkapan lainnya harus buatan pabrik dan berkualitas dan dipasang di dalam panel dengan kuat dan tidak boleh ada bagian yang bergetar. KETENTUAN BAHAN dan PERALATAN 1. Body / badan panel harus ditanahkan secara sempurna.Outgoing pada • Circiuit breaker harus dari tipe automatic trip dengan kombinasi thermal dan instantaneouse magnetic unit • Main Circuit Breaker dari setiap panel emergensi harus dilengkapi shunt trip terminal. Ciptanusa Buana Sentosa . penyambungan-penyambungan pada komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen-komponen lainnya. Besarnya busbar harus diperhitungkan dengan besar arus yang mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan kenaikkan suhu lebih besar dari 65° C. Komponen panel : Accessories Bus bar. Spare space harus disediakan seusai gambar. Pintu panelpanel harus dilengkapi dengan master key. Panel-panel harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di zinchromate dan di duco 2 kali dan harus di cat dengan cat bakar. dimana lapisan warna busbar tersebut harus tahan terhadap panas yang timbul.1. Panel-panel daya dan penerangan lengkap dengan semua komponen yang harus ada seperti yang ditunjukkan pada gambar. 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. VDE/DIN. 3 . 6. Panel-panel yang dimaksud untuk beroperasi pada 220/380V. Busbar • Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-S-T. Panel Tegangan Rendah 3. 5.3. • Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. IEC. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa sehingga perbaikan-perbaikan. • Bus bar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut : Phasa : Merah. • Penggunaan MCB : .Breaking capasity sesuai dengan gambar perencanaan.3. Kuning dan Hitam Netral : Biru Ground : Hijau / Kuning Circuit breaker • Penggunaan MCCB untuk : . • Bus bar adalah batang tembaga murni dengan minimum conduktivitas 98%.

besarnya busbar harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65°C.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Alat Ukur Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak tahan getaran. Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semiflush mounting dalam kotak tahan getaran.perbaikan. Umum Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE / DIN dan juga harus mengikuti peraturan IEC dan PUIL 2000.penyambungan pada komponenkomponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen komponen lainnya. sehingga bila perlu dilaksanakan perbaikan .2. Panel Kontrol Genset ( PKG ) 1. PKG harus mampu melayani dan mengontrol genset seperti yang dijelaskan pada spesifikasi teknis diesel genset. untuk Ampere meter dan Volt meter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas dari pengaruh induksi serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). Pintu dari panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan master key. warna abu – abu Kanzai atau akan ditentukan kemudian oleh pihak Perencana / Pemberi Tugas. Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan sebagainya harus diatur sedemikian rupa.63 PT. lapisan yang dipergunakan untuk memberi warna busbar dan seluruh harus spasi dari jenis yang tahan terhadap kenaikan suhu yang diperbolehkan. Panel control dilengkapi dengan peralatan proteksi seperti : Short circuit Over current Under voltage dan Over voltage Ground fault (earth fault current) Over load Reverse power relay Gangguan lain sesuai standard pabrik pembuat Emergency shut-down system Ukuran dari tiap-tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan keperluan . 1 busbar netral dan 1 busbar untuk grounding. Start Blocking pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari sistem MCFA gedung. 3 . Ciptanusa Buana Sentosa .3. Panel-panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi dan seluruhnya harus di Zinchromate dan di duco 2 kali dan harus dipakai cat dengan powder coating. sesuai dengan yang telah disetujui oleh Konsultan pengawas / Perencana. Setiap busbar copper harus diberi warna sesuai peraturan PLN. Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase R-ST. Komponen-komponen pengukuran yang dipakai : KW meter Ampermeter Voltmeter Frequency Meter Cos Phi Meter 1. Untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm dengan skala linier dan ketelitian 1% dan bebas pengaruh induksi serta bersertifikat tera dari LMK / PLN ( minimum 1 buah untuk setiap jenis alat ukur). penyambungan .

Semua panel harus ditanahkan. 4. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Automatic load sharing Type : Free standing. Protection : IP 23 Measuring Device : • Ammeter c/w current transformator • Voltmeter c/w 7 step selector switch • Frequency meter • Power factor meter • KWH meter • KW meter • Hours meter • DC Volt meter • DC Ampere meter Signal Lamps : Main CB “ON” • Main Failure • Genset Running • Genset on Load • Alarm Enable • Battery On • Low Oil Pressure • Over Temperatur • Engine Over Speed • Start Failure • Under Voltage • 3 . pada waktu PLN padam dan auto stop pada saat PLN sudah hidup kembali. auto synchron. front operated Tegangan : 380 – 415 V Protection device : Circuit breaker minimum 24 kA dengan over current Short circuit. under voltage dan over voltage relay. Sistem Operasi PKG PKG harus dapat mengontrol unit genset. AMF.64 PT.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. Fungsi Operasi PKG + AMF Untuk pengaturan diesel genset secara manual baik untuk keperluan operasi ataupun pengetesan berkala. earth fault relay dan reserve power relay. auto load sharing. Untuk fungsi engine shutt-down pada saat terjadi kelainan operasi mesin. Untuk pengaturan diesel genset secara otomatik. Ciptanusa Buana Sentosa . seperti dijelaskan dalam lingkup pekerjaan diesel generating set . 3. Ketentuan Teknis Bahan dan peralatan Panel Kontrol Generator ( PKG ). 5. PKG terdiri atas beberapa cubicle paling kurang sebagai berikut: 1 Cubicle Incoming G1 1 Cubicle Outgoing G1 Instalasi Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata (horizontal). Main CB outgoing / beban PKG tidak akan bekerja atau ON pada saat terjadi kebakaran atau AMF setelah menerima sinyal general alarm dari system MCFA gedung.

kabel penerangan dipergunakan kabel NYM sedangkan untuk kabel grounding dari jenis BCC 11.6 KV dan 0. Lighting Fixtures 6.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan min. • Braket penggantung terbuat dari plat baja tebal 0. Ciptanusa Buana Sentosa . NYA.7 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 3. 8. Lampu Tabung ( Down Light ) • Lighting fixtures harus dilengkapi dengan reflector alluminium tebal minimal 1. Untuk kabel feeder / power dari jenis NYY. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2. Sebelum dipergunakan.5 KV untuk kabel NYM 12. • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas. BCC.2 mm. Kabel Tegangan Rendah 9.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • • • • Charge Failure Reverse Power Emergency Stop CB Tripped Push Button : Signal Lamp Test • Signal Reset • Emergency Stop • CB “ Closed” • CB “ Open” • 1. FRC. 7.3 mm dengan cat powder coating warna putih • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) TL-D atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Lampu Baret • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0.3.5 mm² 1. Reccessed Mounted (RM) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. NYMHY.5 mm dengan cat powder coating warna putih. Lampu TL Balk • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. Pada prinsipnya kabel-kabel yang dipergunakan adalah jenis NYY. kabel dan peralatan bantu lainnya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Konsultan Pengawas.65 PT. 10. NYM. • Louver dibuat dari alaumunium anodized double mirror (M4) • Daya yang dipakai adalah sesuai dengan gambar perencanaan. NYFGbY. Kabel FRC (kabel tahan api) harus mempunyai karakteristik sebagai berikut : Fire Resistance Fire Retardant Low Smoke Halogen Free Low toxicity Low corrosivity Ambient Temperature : 20 – 60ºC 13. • Reflector dibuat dari alumunium mirror tebal 0. 9.3.45 mm.8 mm finishing 3 .4. 0.3.

5.3. • Cover terbuat dari acrylic dengan tebal 2. Factor pengisian konduit harus mengikuti ketentuan pada PUIL. 12. Bahan bahan untuk rak kabel dan penggantung harus buatan pabrik. 20.1 mm. Lamp holder menggunakan standard E . • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah jenis Cool Daylight / 54 atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas .5 mm dengan cat powder coating warna putih. Lampu Exit • Rumah lampu dari plat baja/besi tebal minimal 0. Penggantung dibuat dari Hanger Rod.27. Konduit Konduit instalasi penerangan yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact. 3 . • Lampu yang digunakan jenis Inscandescesnt Lamp. jarak antar penggantung maximum 1 meter.66 PT.6. ukurannya disesuaikan dengan kebutuhan. 15. • Tiang terbuat dari pipa baja diameter 1 1/4” – 1 ½ “ dengan cat khusus.0 mm • Tabung lampu yang dapat dipakai adalah Seri 84 (Natural White) atau sesuai dengan persetujuan Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas. Kotak-Kontak dan Saklar 14. Contoh harus disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan Pengawas.3. Lampu Emergency Sesuai dengan gambar perencanaan yang dilengkapi dengan nicad battery dengan kapasitas mem back-up lampu minimal sampai dengan 2 jam. • Frame terbuat dari allumunium extrusion tanpa cat dengan tebal 1. 19. 13. 17.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 10. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata adalah tipe pemasangan masuk / inbow ( flush mounting ). 1.3. • Lampu harus dilengkapi dengan nicad battery. 11. Flush-box ( inbow doos ) untuk tempat saklar. Rak kabel terbuat dari plat digalvanis dan buatan pabrik. Penggantung harus rapi & kuat sehingga bila ada pembebanan tidak akan berubah bentuk.500 mm dari permukaan lantai atau sesuai gambar 1. Kotak-kontak biasa (inbow) yang dipasang mempunyai rating 13 A dan mengikuti standard VDE. • Braket tiang terbuat dari plastik pabrikan. sedangkan kotak-kontak khusus tenaga (outbow) mempunyai rating 15 A dan mengikuti standard BS (3 pin) dengan lubang bulat.5 mm dengan cat powder coating warna putih • Cover terbuat dari acrylic tebal 2. • Lampu yang dipakai dari jenis lampu incandescent dan PLC atau sesuai gambar.0 mm. Penggantung harus dicat dasar anti karat sebelum dicat akhir dengan warna abu-abu. Rak kabel / cable Tray 18. Ciptanusa Buana Sentosa . • • 1. Lampu Wastafel (GMS) • Rumah lampu terbuat dari plat baja/besi tebal minimal 0. kotak-kontak dinding dan push button harus dipakai dari jenis bahan blakely atau metal. Kotak-kontak dinding yang dipasang 300 mm dari permukaan lantai kecuali ditentukan lain dan ruang-ruang yang basah / lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar dipasang 1. 16. • Fitting lampu standard E-27.7. Lampu Taman • Casing luar terbuat dari acrylic opal tebal 3 mm. Diameter dari kap lampu minimal 150 mm.

5. 25. kabel-kabel dari / ke terminal panel harus melalui tangga kabel. Ketinggian panel yang dipasang pada dinding (wall-mounted) = 1. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya.2. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan ketentuan PUIL. Penyambungan kabel ke terminal harus menggunakan sepatu kabel ( cable lug ) yang sesuai.1. 32. r.warna kabel harus sama.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 33. Seluruh klem kabel yang digunakan harus buatan pabrik. 34. kecuali pada Tdoos untuk instalasi penerangan. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan.600 mm dari lantai terhadap as panel. dapat disesuaikan dengan kondisi setempat. 22. 1. 30. 26. Kabel daya yang dipasang horizontal / vertical harus dipasang pada tangga kabel. PERLENGKAPAN INSTALASI q. Ciptanusa Buana Sentosa . Sedangkan untuk panel yang dipasang menempel tembok ( outbow ). handal dan mudah perawatan. Perlengkapan instalasi yang dimaksud adalah material-material untuk melengkapi instalasi agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan. Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam junction box / doos. s. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. Panel-panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuat dan harus rata ( horizontal ). Semua panel harus ditanahkan. 35. t. Untuk panel yang dipasang tertanam ( inbow ) kabel . 3 .5. 23. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. 36. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. Panel-panel 21.4. Setiap kabel yang masuk / keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Juction box / doos yang digunakan harus cukup besar dan dilengkapi tutup pengaman. 1.kabel dari / ke terminal panel harus dilindungi pipa PVC High Impact yang tertanam dalam tembok secara kuat dan teratur rapi. Letak panel seperti yang ditunjukan dalam gambar. 24.67 PT. Sebelum pemesanan/pembuatan panel. diklem dan disusun rapi. Kabel – Kabel 29.5. 28. harus mengajukan gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan perencana dan Konsultan Pengawas. 27. 31. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel.

kecuali dinyatakan lain dalam gambar. • Instalasi Kabel Bawah Tanah Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum. Kabel tidak boleh terpuntir dan diberi label yang menunjukan arah disetiap jarak 1 meter. Tarikan kabel yang menuju peralatan yang tidak melalui trench atau yang menelusuri dinding ( outbow ) harus dilindungi dengan pipa pelindung. Pelaksana Pekerjaan wajib memasang kabel sampai dengan peralatan tersebut. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah jalannya kabel. Kabel harus utuh menerus tanpa sambungan. Pengujian dengan Megger harus tetap dilaksanakan dengan nilai tahanan isolasi minimum 500 kilo ohm. Kabel-kabel yang menembus dinding atau lantai harus menggunakan pipa sleeve. dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan di atasnya diamankan dengan batu bata press sebagai pelindungnya. 42. 41. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis dengan penampang minimum 2 ½ kali penampang kabel. Kabel tegangan rendah yang akan dipasang harus mempunyai serifikat lulus uji dari PLN yang terutama menjamin bahan isolasi kabel sudah memenuhi persyaratan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 37.68 • PT. 43. pipa ini minimal dari Metal ( Pipa GIP ). Ciptanusa Buana Sentosa . Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya. Penyusunan konduit di atas rak kabel harus rapih dan tidak saling menyilang. Instalasi Kabel Tenaga Letak pasti dari peralatan atau mesin-mesin di sesuaikan dengan gambar dan kondisi setempat apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut dapat meminta petunjuk Konsultan Pengawas. Penanaman tidak boleh dilakukan di malam hari. 38. Agar diusahakan pipa pelindung tidak bergoyang maka harus dilengkapi 3 . Patok-patok ini dicat kuning dan bertulisan merah. Kabel penerangan yang terletak di atas rak kabel harus tetap di dalam konduit. 39. Kabel tidak boleh dibelokan dengan radius kurang dari 15 x diameternya. Tarikan kabel yang melalui trench harus diatur dengan baik / rapi sehingga tidak saling tindih dan membelit. Penyambungan kabel feeder tidak diperbolehkan. Semua kabel yang dipasang di atas langit-langit harus diletakkan pada suatu rak kabel. Penanaman kabel harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi minimum 4 cm. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel. Tidak diperkenankan melakukan pengurugan sebelum Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui perletakan kabel tersebut. Setelah pengurugan selesai setiap 15 meter harus dipasang patok beton 20 x 20 x 60 cm dan bertuliskan “KABEL TANAH”. Penyambungan kabel menggunakan las doop. 40. Di atas belokan tersebut diletakan patok beton bertuliskan “KABEL TANAH” dan arah belok.

3 . Dalamnya pentanahan minimal 12 meter dan ujung elektroda pentanahan harus mencapai permukaan air tanah.6. Kabel yang ada di atas harus diletakkan pada rak kabel dan warna kabel harus disesuaikan dengan phasanya.4. Kotak-kontak dan saklar yang akan dipakai adalah tipe pemasangan masuk dan dipasang pada ketinggian 300 mm dari level lantai untuk kontak . 15 x diameter kabel. 50. Setelah peralatan tersebut dipasang. Penghantar pentanahan pada panel-panel menggunakan BCC dengan ukuran min.69 PT.5.5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL dengan klem-klem dan perlengkapan penahan lainnya. Untuk kabel dengan diameter 16 mm² atau lebih harus dilengkapi dengan sepatu kabel untuk terminasinya. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm² atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri. harus diadakan pengujian secara individual. 46. 1. harus diadakan pengujian secara menyeluruh dari system untuk menjamin bahwa system berfungsi dengan baik. Pentanahan (Grounding) 47.500 mm untuk saklar atau sesuai gambar detail. Kotak – Kontak dan Saklar 44. Sebelum semua peralatan utama dari system dipasang. belokan harus dengan radius min. Pada setiap sambungan ke peralatan harus menggunakan pipa fleksibel. PENGUJIAN u. 6 mm² dan max. Sistem pentanahan harus memenuhi peraturan yang berlaku dan persyaratan yang ditunjukan dalam gambar / RKS. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Seluruh panel dan peralatan harus ditanahkan. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk mengidentifikasikan phasenya sesuai dengan PUIL.3. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel (cable ladder). penyambungan ke panel harus menggunakan sepatu kabel (cable lug). diklem dan disusun rapi. Kotak-kontak yang khusus dipasang pada kolom beton harus terlebih dahulu dipersiapkan sparing untuk pengkabelannya disamping metal doos tang harus terpasang pada saat pengecoran kolom tersebut 1. 45. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan kabel support minimum setiap 50 cm. 49. Kotak-kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab / basah harus dari tipe water dicht ( bila ada ). Pada setiap belokan pipa pelindung yang lebih besar dari 1 inchi harus menggunakan pipa fleksibel. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m disetiap ujungnya.kontak dan 1. Ciptanusa Buana Sentosa . 1. agar dicapai harga tahanan tanah (ground resistance) dibawah 2 (dua) ohm. 48. 95 mm². Pengukuran Pentanahan tanah dilaksanakan oleh Pelaksana Pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas. sehingga nampak rapi. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan sertifikat pengujian yang baik dari pabrik pembuat dan LMK / PLN serta instansi lainnya yang berwenang untuk itu. yang diukur setelah tidak hujan selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Pengukuran ini harus disaksikan Konsultan Pengawas.

CIC. GEM 3 Capasitor Bank Komponen Panel Maker Capasitor 525 V Nokian. Apabila hasil pengujian dinyatakan baik.6/1 KV (Kabel Tegangan Rendah): • Pengukuran tahanan isolasi dengan megger 1. Test meliputi : Test Beban Kosong ( No Load Test ) Test Beban Penuh ( Full Load Test ) NO LOAD TEST Test ini dilakukan tanpa beban artinya peralatan di test satu per satu seperti misal pengujian Instalasi 0. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. Ciptanusa Buana Sentosa . ABB Komponen Panel TR MCB MCCB Fixed MCCB Adjustable Rating ACB Adjustable Rating 2 Panel Manufacturer Free standing & wall mounted Finishing box powder : * Powder coating Rickstar. • Test peralatan (beban) lainnya. • Test pompa-pompa seluruhnya. maka test berikutnya harus dilaksanakan secara keseluruhan ( Full Load Test ). MG Rickstar.7. 1. Produk bahan dan peralatan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1.000 Volt • Pengukuran tahanan pentanahan Dan harus diberikan hasil test berupa Laporan Pengetesan / hasil pengujian pemeriksaan. Hasna Prima. dengan schedule / pengaturan waktu oleh Konsultan Pengawas. Selesai test 3 x 24 jam harus dibuatkan Berita Acara test jam untuk lampiran penyerahan pertama pekerjaan. Ega Tekelindo. pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Spesifikasi Teknis Merk / Produk MG. Hasil test harus mendapat pengesahan dari Perencana dan Konsultan Pengawas. Pelaksana Pekerjaan baru dapat mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.8. GE . Lamanya test ini harus dilakukan 3 x 24 jam non stop dengan beban penuh. Test ini meliputi : • Test nyala lampu-lampu dengan nyala semuanya. Semua biaya yang timbul dari pelaksanakan pengujian menjadi tanggung jawab Pelaksana Pekerjaan v.70 4 Measuring Device Ampermeter PT. dan semua biaya dan tanggung jawab teknik sepenuhnya menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. FULL LOAD TEST (TEST BEBAN PENUH) Test beban penuh ini harus dilaksanakan Pelaksana Pekerjaan sebelum penyerahan pertama pekerjaan.000 Volt • Pengukuran tahanan instalasi dengan megger 1. Hasna Prima. GAE 3 . Alpivar. Ega Tekelindo. yang dilaksanakan bersama-sama sub pekerjaan pompa pompa. PRODUK INSTALASI LISTRIK ARUS KUAT Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. GEM SACI.

Clipsal 3M. Schwabe Creation. ballast. Vossloh 3 . DOL Control Fuse Kabel – kabel Konduit Cable Mark Lampu TL TKI /Balk Standard 4A NYY. Kabel Metal. Philips. GAE SACI. Star Delta starter. Kabelindo.71 13 Down Light PLC 14 Recced Mounted RM 300 M4 15 Lampu Baret 16 Lampu GMS PT. Vossloh Philips. CIC. Schwabe Creation. Interlite Philips Philips Philips Philips. CIC. Vossloh. NYMHY. Interlite Philips Creation. GAE Telemecanique / Omron / Axle Omron/National/ Telemecanique Telemecanique / AEG / Siemens 5 6 7 8 9 10 11 12 Push Button & Pilot Lamp Control Relay Contactor. Voksel Fuji. Radox Ega. Philips. fitting Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Philips Philips Philips Philips. Philips. Ciptanusa Buana Sentosa . Vossloh Philips. Vossloh. Vossloh Philips. Legrand Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Lampu. Nexans. NYA. NYM FRC PVC Higt Impact Risesun/ Omron / MG Supreme. Schwabe Creation. Vossloh. GAE SACI. Interlite Philips Philips Philips Philips. CIC. Philips.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Voltmeter Frequency Meter Cos phi meter Merk / Produk SACI. Interlite Philips Philips Philips Philips.

Schwabe Creation. Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum didalam gambar maupun pada spesifikasi/syarat-syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan kedalam pekerjaan ini. Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis non radioaktif. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. z. UMUM w. bb. serah terima dan pemeliharaan selama 12 bulan. Clipsal. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. electroda pentanahan dan peralatan lainnya seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut. MK. Vossloh. WA. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan ini. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. National 18 19 20 Nicad Battery Stop kontak. Yang dimaksud dengan sistem penangkal petir dalam pekerjaan ini ialah semua penyediaan dan pemasangan sistem penangkal petir. Schwabe Creation. termasuk disini air terminal.1. penghantar down conductor. x. Philips. Interlite Manvier. . Hits Berker. instalasi dan testing terhadap seluruh material. Termasuk didalam pekerjaan ini adalah pengadaan barang/material. peralatan dan 3 . dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.2. cc.72 PT. down conductor pentanahan/grounding dan bak kontrolnya serta peralatan lain yang berkaitan dengannya sebagai suatu sistem keseluruhan maupun bagian-bagiannya seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang dispesifikasikan. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Ciptanusa Buana Sentosa 2. Philips. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN PENANGKAL PETIR 2. Vossloh Philips. Vossloh. Metosu 2. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek ini adalah pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek. Interlite 17 Lampu Exit Fluorescent TL-D Starter Condensor Fitting Ballast Armature Minimal 2 jam Philips Philips Philips Philips. termasuk air terminal (batang penerima).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesifikasi Teknis Ballast Armature Merk / Produk Philips. sehingga sesuai dengan ketentuan pada RKS ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Interack. pemasangan bahan. material. Saklar Kabel tray / kabel ladder Galvanized Tri Abadi. LINGKUP PEKERJAAN aa. dd. y.

10. dan harus di sesuaikan dengan gambar arsitek. Sambungan dari Down Conductor ke elektroda Pentanahan harus dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan tahanan tanah. walaupun tidak tercantum pada syarat-syarat teknis khusus atau gambar dokumen. 2. jj. dengan kata lain kabel tersebut harus menerus dan utuh tanpa sambungan. PENTANAHAN Tahanan tanah harus lebih kecil dari 2 Ohm.7. 2. Penghantar dari batang peninggi / tiang ke bak kontrol pentanahan seperti gambar rencana. 2.6. Ground rod harus terbuat dari tembaga seperti gambar rencana. hh. 2. harus diusahakan tidak ada sambungan baik yang horizontal maupun yang vertical / jalur menara.9.5.4. Pelaksana Pekerjaan harus mempunyai ijin khusus dan berpengalaman dalam pemasangan penangkal petir dan dibuktikan dengan memberikan daftar proyek-proyek yang sudah pernah dikerjakan. ditanamkan kedalam tanah secara vertikal sedalam minimal 12 (dua belas) meter dan harus mencapai air tanah. Saluran penghantar ini mampu mencegah terjadinya side flashing dan electrification building. PEMASANGAN AIR TERMINAL/PENANGKAL PETIR Pemasangan air terminal (head) dipasang sesuai gambar rencana. lurus dan rapi dan ditambatkan pada rangka/dinding bangunan. SURAT IJIN kk. 2.8. Pelaksana Pekerjaan berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengurusan perijinan instalasi sistem penangkal petir oleh instalasi Depnaker wilayah setempat hingga memperoleh sertifikasi / rekomendasi 3 . Bak kontrol banyaknya sesuai gambar rencana.3. Sambungan harus diusahakan agar dapat dibuka untuk keperluan pemeriksaan atau pengetesan tahanan tanah (ground resistance). Dilengkapi dengan FRP Support Mast. BATANG PENINGGI Sistem penangkal petir dipasang setinggi 5 (satu) meter dari atap bangunan. Secara keseluruhan air terminal harus terisolasikan dari bangunan yang dilindunginya pada seluruh kondisi. gg. Sambungan/klem penyambungan harus dari bahan tembaga. PENAMBAT / KLEM Kabel yang turun kebawah vertikal harus diklem agar kuat. AIR TERMINAL ee. Seluruh saluran penghantar. sesuai dengan rekomendasi pabrik pembuatnya. SAMBUNGAN PADA BAK KONTROL Sambungan pada bak kontrol harus menjamin suatu kontak yang baik antar penghantar yang disambung dan tidak mudah lepas. BAK KONTROL Pada setiap ground road harus dibuatkan bak pemeriksaan (bak kontrol).Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL perlengkapan sistem penangkal petir sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku seperti yang ditunjukkan pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya sistem/peralatan.73 PT. 2. 2. Air terminal harus tidak mengalami korosi pada atmosfir normal.11. SALURAN / PENGHANTAR ii. Air terminal dari jenis non rdioaktif dengan radius minimal 70 meter ff. Saluran / penghantar haruslah memenuhi test standard IEC 60 – 1 : 1989 dari kabel high voltage shielded 50 mm². ll. 2. . Ciptanusa Buana Sentosa 2.

perincian penawaran ( Bills of Quantity ). Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Air Terminal (Batang Penerima) 2 3 Conductor Pipa Galvanized Spesifikasi Teknis Jenis Non Radio aktif Radius Perlindungan minmal 70 meter Dilengkapi dengan FRP Support Mast HV Shielded Cable 50 mm² . • Continuity test : Pelaksana Pekerjaan harus memberikan laporan hasil testing tersebut. qq. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. pemeliharaan.74 PT. Spindo Produk LPI Guardian. . maka harus diadakan pengetesan terhadap instalasinya maupun terhadap sistem pentanahannya. standard dan peraturan yang terkait. Prevectron 3. Ciptanusa Buana Sentosa 3. termasuk gambar-gambar. pengujian.1. Pengetesan yang harus dilakukan : • Grounding Resistant test : Ukuran tahanan dari pentanahan dengan mempergunakan metode standard. Ketika PLN sudah hidup kembali. garansi.2. petunjuk dari pabrik pembuat. SPESIFIKASI TEKNIS DIESEL GENERATING SET 3.12. Pelaksana Pekerjaan harus bertanggung jawab untuk mengenali dengan baik semua persyaratan yang diminta didalam spesifikasi ini. peraturan setempat dan perintah dari Konsultan pengawas selama masa pelaksanaan pekerjaan. sertifikasi. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi peralatan dan material yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan. setelah itu baru terjadi pemindahan beban kembali ke 3 . PRODUK INSTALASI PENANGKAL PETIR Peralatan. pemasangan. 1 (satu) Unit Diesel Generating set kapasitas 150 KVA Prime Power disediakan sebagai sumber daya cadangan bila PLN padam. Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan. rr. System 3000. PENGUJIAN / PENGETESAN Untuk mengetahui baik atau tidaknya sistem penangkal petir yang dipasang. Klaim yang terjadi atas pengabaian hal-hal di atas tidak akan diterima. merupakan kewajiban Pemorong untuk penggantinya tanpa ada penggantian biaya SISTEM KERJA GENSET pp.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 2. maka Genset masih akan terus melayani beban untuk waktu tidak kurang dari 15 menit. nn. UMUM mm. petunjuk operasi dan pemeliharaan serta latihan petugas instalasi ini dari pihak Pemilik bangunan. service. penyediaan gambar terinstalasi (As-built Drawing). maka Genset akan start secara otomatis (Auto Start) dalam waktu 10 – 15 detik (adjustable). Bila PLN padam.Medium Class 4 besar PPI. oo. Bakrie.

LINGKUP PEKERJAAN 3. Pengadaan. Melaksanakan terminasi kabel feeder dari Genset ke PKG 63. Membuat As-built Drawing 59. pemasangan dan pengujian 1 (satu) unit Diesel Generating Set kapasitas . Pengadaan. Lingkup Pekerjaan Yang Terkait 64. DIESEL GENERATOR 69.. sesuai standard DIN 6270 A. Menyediakan kontrol terminal untuk sensor PLN ke PKG 62. Pekerjaan sipil dan finishing yang diperlukan dan perapihan kembali yang diakibatkan oleh instalasi ini. Lingkup Pekerjaan Instalasi Operasi Sistem Genset 54. 67.1. Mesin Diesel Generator harus dilengkapi dengan suatu dudukan yang terbuat dari bahan baja. Handling Genset di atas pondasi 65. Menyerahkan Tools Kit 3. pemasangan dan pengujian sistem pentanahan unit Genset dan PKG 56.. benar dan memenuhi persyaratan 3.3. 3. Setting dan aligment peredam getaran (Anti Vibration Mounting).. Pekerjaan sipil ( bobokan dan perapihan kembali dll. KVA dan .3.3. 68. Lingkup Pekerjaan Terminasi 61.3.2. 52.4. pemasangan dan pengujian kabel daya dan kontrol dari unit Genset ke PKG 55.5. dimana antara mesin dengan dudukan dan antar dudukan dengan pondasi mesin yang akan disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan. single operation. harus 3 .4. 70.3.. Membuat buku petunjuk operasi dan pemeliharaan serta trouble shooting 60. Mengadakan pelatihan operator. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan suatu daya listrik dengan kapasitas tidak kurang seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana untuk tipe pemakaian secara terus-menerus pada kondisi kerja setempat. dengan pertimbangan agar rectifier perangkat tidak mengalami perubahan catu daya dalam waktu pendek.75 PT.3. Silent type. dimana tempratur keliling tidak melebihi 45° C dan rata-rata temperature keliling adalah 40° C. Melakukan testing dan commissioning instalasi tersebut 57.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PLN dan Genset akan mati setelah melalui waktu pendinginan/cooling down time sekitar 300 detik (adjustable). Pengadaan dan Pemasangan kabel feeder dari Genset ke PKG lengkap dengan kabel ladder / tray termasuk terminasi. ) 3. KVA Prime Power. Umum . Lingkup Pekerjaan Pemilik Menyediakan surat yang diperlukan untuk perizinan ke Instansi terkait (bila dipersyaratkan) 3.. Mengurus perijinan ke Instansi Depnaker dan Ditjen Pertambangan & Energi sehubungan dengan pekerjaan ini (biaya perizinan dan pengurusannya termasuk lingkup Pelaksana Pekerjaan ini). Setting dan aligment kedudukan Genset. Koordinasi dengan Pelaksana Pekerjaan lain maupun Instalasi terkait untuk menjamin bahwa instalasi tersebut sudah lengkap. 53.1.3. Ciptanusa Buana Sentosa 3. 3. 58. termasuk anchor 66.4. Pengadaan. Lingkup Pekerjaan Utama 51.

saluran udara buang dan saluran asap sehubungan dengan spesifikasi mesin Diesel Generator set yang diusulkan. 84. Generator yang dipergunakan harus mampu menghasilkan daya listrik sesuai dengan kondisi terpasang yang ditunjukkan didalam Gambar Rencana secara terus-menerus pada putaran nominal mesin Diesel dan pada tegangan nominal Generator yang dipergunakan harus dibuat untuk pemakaian dalam ruangan dengan kelas pengamanan tidak kurang dari IP 23 dan dapat menahan kelebihan beban 10 % selam 1 jam dalam selang waktu 12 jam. dimana untuk selanjutnya akan disebut Automatic Main Failure ( AMF ) type Digital.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 71. 74. 80. saluran udara buang dan saluran asap harus dilampirkan pada surat penawaran. 77. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan peralatan yang dapat mengatur putaran mesin secara otomatis sehingga mesin akan selalu bekerja pada putaran nominalnya pada kondisi beban antara beban nol dan beban penuh dengan toleransi tidak lebih dari 2 %. 73. 83. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system peredam suara. 72. dimana rangkaian medan magnitnya mendapatkan catu daya dari terminal Generator melalui suatu rangkaian elektronik dengan tidak mempergunakan sikat komutator. Mesin Diesel Generator yang dipergunakan harus merupakan peralatan yang selalu siap dipergunakan pada setiap saat.76 PT. Perhitungan system peredam suara. peredam suara pada saluran gas buang ( max 65 dB ± 5 dB ). Mesin Diesel harus dilengkapi dengan filter bahan bakar dan filter udara pembakaran. Rangkaian elektronik yang dimaksud dalam butir di atas harus mampu mengatur tegangan Generator secara terus-menerus pada tegangan nominal sebesar 220/380 Volt dengan toleransi tidak lebih dari 1. 81. AMF module ini bisa disuplai oleh Pelaksana Pekerjaan Genset yang pemasangannya dilakukan oleh Panel Maker atau pengadaannya oleh panel maker dan pemasangan oleh Pelaksana Pekerjaan. Mesin Diesel harus dilengkapi dengan alat pengaman guna menghentikan operasi mesin dan atau memberikan indikasi adanya gangguan untuk setiap gangguan sebagai berikut : • Putaran kerja melebihi 110 % putaran nominal. alat pengisi muatan battery dengan catu daya yang berasal dari Generator dan yang berasal dari PLN. 75. 3 . 78.5 %. untuk itu mesin ini harus mempunyai perlengkapan berupa pompa sirkulasi minyak pelumas otomatis dan manual. PKG harus mempunyai bagian yang dapat mengoperasikan mesin secara otomatis pada saat terjadi gangguan pada sumber daya yang berasal dari PLN. 76. Pelaksana Pekerjaan harus menghitung kembali system saluran udara buang dan saluran asap sehingga tidak akan mengurangi kapasitas mesin untuk membangkitkan daya sesuai yang diminta. 82. ventilasi ruangan. Hubungan kumparan stator Generator hendaknya hubungan bintang dimana reaktansi hubung singkatnya tidak lebih 15 %. • Tekanan kerja minyak pelumas lebih kecil dari nilai nominalnya (tidak kurang dari 3 kg/cm²) • Temperatur kerja air pendingin melebihi nilai nominalnya (tidak kurang dari 75 °C). ventilasi ruangan. disediakan bahan peredam getaran tipe gabungan pegas dan karet perdam getaran. Ciptanusa Buana Sentosa . serta harus dilengkapi dengan brosur / manual asli dari pabrik sebagai dasar perhitungan. • Dan lain-lain pengaman yang dinilai perlu dan sesuai dengan rekomendasi pabrik Generator yang dipergunakan harus mampu membangkitkan tegangan tanpa bantuan sumber daya lain. 79. Mesin Diesel Generator secara keseluruhan harus mampu dioperasikan dari Panel Kontrol Generator.

14.4. 89. termasuk rak dan tangga kabel dan pintu-pintu ruangan yang terbuat dari logam sesuai dengan ketentuan ini. PKG dan semua bagian logam didalam Ruang Diesel. 94. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan titik pentanahan bagi mesin Diesel Generator. Pengujian .77 PT. 92. Spring anti vibration mounting harus mempunyai effisiensi tidak kurang dari 95%. 88. Instalasi 90. Anchor dari Diesel Genset harus benar-benar tepat pada lubang pondasi yang telah ditetapkan dan dicek dengan baik dan kuat. Posisi Diesel Genset harus lurus baik secara vertical maupun horizontal. AMF Digital harus mampu menjalankan Diesel Genset pada waktu tegangan PLN mencapai batas 80 % dari tegangan nominalnya tanpa kelambatan waktu operasi. Pipa exhaust dan Silencer harus diisolasi dengan Rockwool 2” density 60 kg/m³ dan dibungkus dengan galvanized sheet di sepanjang pipa ( jacketing ). Sambungan pipa ke mesin harus mempergunakan flexible joint.keadaan berikut : • Alat penghubung beban tersambung / terputus • Kegagalan start • Gangguan pada rangkaian pengisi battery • Kapasitas battery lemah • Gangguan operasi lainnya 86. Ciptanusa Buana Sentosa 3.2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 85. AMF harus dapat menghentikan pelayanan Diesel pada waktu pelayanan dari PLN telah normal kembali dan kemudian menghentikan Diesel dengan kelambatan waktu operasi tidak kurang dari 10 menit. 93. AMF Digital harus dilengkapi dengan fasilitas peralatan sebagai berikut: • Saklar pemilih operasi manual / otomatis • Tombol penghenti bunyi bel • Tombol reset • Tombol penghenti operasi mesin • Tombol penguji lampu indicator dan bel • Dan lain-lain 87. 95. Waktu start Diesel Genset adalah sekitar 10 – 15 detik kemudian. 91.3. Test pabrik pembuat harus dilakukan menurut standard pabrik dan minimal meliputi testing : • Insulation level • Squence • Protection device • Operation • Full load running ( Load Bank / Building Load ) • Temperature rise • Governour control • Sound pressure level 15. 3. AMF Digital yang dipergunakan harus dapat memberikan indikasi mengenai keadaan .4. Test lapangan harus dilakukan minimal meliputi : • Squence • Protection device • Operation • Sound pressure level • Load running ( Load Bank / Building Load ) : 3 . Diesel Genset harus didudukan di atas pondasi dengan mempergunakan spring atau rubber mounting yang direkomendasikan oleh pabik pembuat. titik netral Generator.

110% selama 1 jam tanpa interupsi . akan dilakukan uji beban nyata selama 2 hari ( 2 x 24 jam) 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • .Droop Kit : 1 ( satu ) : Minimum 25% .8 : Star dan Netral Grounded – 4 terminal : IP 21 : Class H : 10% selama 1 jam dalam setiap 12 jam kerja ww.0% selama 15 menit tanpa interupsi. Ciptanusa Buana Sentosa .5.nya . Alternator • Output kontinyu • Tegangan • Frekwensi • Power Factor • Connection • Protection • Insulation • Overload capacity 3 . by Manufacture Warranty tt. Perlengkapan :. Measuring Device ::Oil Pressure Gauge Oil Temperatur Gauge Water Temperatur Gauge Charging Ammeter Tachometer Fuel Oil Pressure Gauge Thermometer untuk discharge gas di turbo charger Low Oil Pressure High Water Temperatur Over Speed Lampu Indikator dan horn pada panel generator uu..75% selama 2 jam tanpa interupsi .25% selama 1 jam tanpa interupsi.Exhaust muffler Critical type with counter flange .30% Load : 380 – 415 V : 50 Hz : 0.50% selama 1 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test . Country of Origin : Complete Built up. . Jumlah Unit xx.100% selama 1 jam tanpa interupsi .78 PT. Silent Type Kapasitas Prime : 500 KVA dan 50 KVA Prime Power Putaran : 1500 RPM Pendinginan : Radiator Aspiration : Turbocharger + Intercooler Starting : Battery 24 V Jumlah Silinder : 8 Type of engine : In-Line Governor : Electronic Fuel System : Direct Injection Konsumsi Bahan bakar : Maksimum ± 50 liter / jam pada beban 75%. Diesel Engine (Single Operation) Type : Open.Battery dan charger .100% selama 3 jam tanpa interupsi dan rejection & sudden load test Setelah lulus uji dengan load bank. KETENTUAN TEKNIS BAHAN DAN PERALATAN ss.. Safety Device vv. .

Diameter alat ini ditunjukkan dalam Gambar Rencana sesuai dengan ukuran pipanya. medium class.5 bar Motor : 0. 98. Warna cat akan ditentukan kemudian.6.6. Tangki penyimpanan bahan bakar harian harus mempunyai kapasitas minimum tidak kurang dari 500 liter. Tangki penyimpanan bahan bakar harus mempunyai sarana penyambungan pipa pengisian dari tangki bahan bakar mingguan. alat pengukur isi tangki dan pengatur operasi pompa bahan bakar alasan sebagai indicator low level lengkap dengan alarm / buzzer. Pelaksana Pekerjaan membongkar dan memasang kembali pompa bahan bakar manual existing dengan pemipaan secara parallel dilengkapi Gate Valve dan Check Valve. Umum 3. 3. Setiap hubungan pipa dengan pompa harus dilengkapi dengan pipa flexible. 97. Pelaksana Pekerjaan wajib memberikan lapisan anti karat Zinchromate buatan ICI atau setara sebanyak 2 lapis dan cat akhir berwarna coklat pada dudukan tanki di atas. 102. Spesifikasi Pompa Bahan Bakar Type : Gear Laju Aliran : 50 liter / jam Tekanan : 1. dengan penyambungan pipa ulir. 104.5 % rated solid state type with rotating silicon Controlled rectifier ( brush – less ). Katup operasi yang diameter lebih bedar dari 50 mm harus terbuat dari bahan besi cor dengan sambungan-sambungan jenis Flange 105. 100. pipa pengembalian (return) bahan bakar. 99.79 PT. Untuk hubungan dengan peralatan tersebut dipergunakan tipe penyambungan Flange. Diameter pipa bahan bakar yang dipergunakan harus sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana dan mempunyai perlengkapan katub operasi seperti tertera dalam Gambar Rencana. Ukuran alat ini harus sesuai dengan pipa yang terhubung. pipa pemakaian (supply). 103. 3 ph. Pipa bahan bakar yang dipergunakan adalah pipa baja hitam. 101. Ciptanusa Buana Sentosa . pipa pembuangan gas ( ventilasi ). three phase sensing 3. 106. pompa bahan bakar dan peralatan-peralatan lainnya. 50 Hz On / Off : Pompa dapat bekerja secara manual & automatic 3 .1.2.6.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • Voltage regulation : +/. yang terbuat dari bahan karet khusus untuk bahan bakar.50 / 0. Sistem Bahan Bakar 96. Pompa bahan bakar adalah jenis Gear Pump yang sesuai untuk pemakaian bahan bakar berkapasitas tidak kurang dari yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana ( 50 liter / menit ).75 HP. Tangki ini harus terbuat dari bahan Mild Steel Plate melalui proses anti karat. dimana penyambungannya dengan system flange. kecuali pada tempat penyambungan tangki penyimpanan bahan bakar. Penyambungan Flange juga diharuskaan pada pemipaan yang panjangnya lebih dari 12 m. 220 V / 380 V. Check Valve yang dipergunakan harus dapat menahan aliran balik dari bahan bakar. dan digerakkan oleh motor listrik sesuai dengan kebutuhan serta dilengkapi dengan panel kontrol operasi otomatis dan manual. Pipa bahan bakar secara keseluruhan harus dilapis dengan lapisan anti karat Zinchromate dari ICI sebanyak 2 lapis dan cat finishing.0.

Hubungan pipa gas buang antara mesin dan peredam suara (Silincer). Pelaksana Pekerjaan wajib menempatkan lapisan Glasscloth. 3. Lubang ventilasi ( Intake air maupun Exhaust air ) harus dilengkapi dengan sound attenuator sehingga kebisingan di sisi-sisi tersebut tidak lebih dari 60 dB. Pada permukaan bahan peredam suara. eee. harus dilengkapi dengan penghubung flexible seperti yang telah direncanakan oleh pabrik pembuatnya. Apabila tidak ditentukan lain oleh Konsultan pengawas. Pelaksana Pekerjaan diwajibkan membuat perhitungan kembali system peredaman suara ini untuk menentukan ukuran sound attenuator berdasarkan noise level yang telah ditentukan tersebut di atas. Peredam suara (Silincer) yang dipergunakan hendaknya tidak menimbulkan kebisingan sehingga mengganggu operasi bangunan dan disyaratkan tidak melebihi batas 65 dB diukur pada jarak 3 meter dari ujung pipa gas buang pada kondisi beban mesin nominal. hhh. kkk.80 PT. Sistem ventilasi ruangan ( Intake air dan Exhaust air ) harus sedemikian rupa sehingga dalam keadaan semua mesin beroperasi maka rata-rata temperature keliling tidak melebihi 40 °C atau batas temperature yang akan mengganggu operasi mesin. iii. Sistem Gas Buang yy. nnn. berbentuk sama seperti yang ditunjukkan dalam Gambar Rencana lengkap dengan penghubung flexible dan pengarah aliran udara serta diisolasi sesuai dengan ketentuan ini. Pipa pembuangan gas buang adalah jenis pipa baja hitam kelas medium berdiameter yang cukup untuk tidak mengakibatkan terjadinya back pressure yang akan mempengaruhi terjadinya pengurangan kapasitas mesin pada pemasangan seperti ditunjukkan dalam Gambar Rencana. Ciptanusa Buana Sentosa . Sistem Pendingin ddd. zz. Khusus untuk pemasangan peredam yang akan ditempatkan pada ruang peredam suara. ccc. ggg. lll.8. Untuk kelengkapan system peredaman suara ini maka pintu-pintu ruang Genset haruslah memiliki Transmission loss ( TL ) 40 dB. 3. Sistem ventilasi ruangan mengandalkan Intake air louver yang akan memasukkan udara ke dalam ruangan Genset. bbb.9. Sistem Peredam Suara fff. 3 . Pelaksana Pekerjaan harus mempergunakan baja siku 40 x 40 x 4 mm sebagai rangka dudukannya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 3.10. Isolasi tersebut harus dipasang mulai dari pipa flexible penghubung mesin dengan peredam suara sampai 50 cm dari ujung pipa gas buang. maka Pelaksana Pekerjaan wajib mempergunakan baja strip berukuran 1 x 3/8” sebagai penahan peredam suara ke dinding ruangan dimana pemasangan bagian harus mempergunakan Fisher tipe S-10. 3. 3 meter dari jarak dinding perimeter. Pipa pembuangan gas buang harus diisolasi untuk menahan radiasi panas yang mungkin timbul dengan Rockwool berbentuk Preform (setengah pipa) setebal tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m³ dan dilapis lagi dengan alumunium Jacketing tahan temperature sampai dengan 1000° C aaa. Sistem Ventilasi Ruang mmm. jjj. Penghubung flexible ini tidak perlu diisolasi. Ujung cerobong saluran udara ini harus dilengkapi dengan wiremesh sebagaimana tertera di Gambar Rencana. Bahan peredam suara yang dipergunakan pada dinding ruangan adalah rockwool dengan ketebalan tidak kurang dari 50 mm dan kepadatan tidak kurang dari 60 kg/m3. Pelaksana Pekerjaan wajib menyediakan cerobong udara bebas pendingin mesin dengan bahan plat baja galvanis kelas BJLS 100.7.

Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No. Siemens. Telemecanique. AEG Omron.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ooo. Circutor.81 PT. AEG. MG. PRODUKSI INSTALASI GENSET Peralatan. Omron 3 . Cater Pillar. DEIF. Marathon Power Factor : 0. Celsa.8 MCCB Adjustable Rating MCB Digital Standard Standard Merlin Gerlin ( MG ). Omron 6 7 Control Relay Control Fuse 8 9 Current Transformer Measuring Device Voltage meter Ampere meter KWH meter Axle. Ciptanusa Buana Sentosa . bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Ntional. K2 Power. Mitsubishi Pendingin : Radiator Tegangan Frekuensi : 380 ~ 415 V : 50 Hz 2 Alternator Stamford. Deutz . Nitech SACI. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas dan Pemberi Tugas. Daewoo. Sistem exhaust ventilasi Ruang Genset untuk sirkulasi udara didalam ruangan pada kondisi Genset stand by dan system exhaust ventilasi tidak beroperasi saat generator operasi. EASIGen 3 Komponen Panel 4 AMF Module 5 KWH Meter Fuji. AVK. 1 Uraian Diesel Generator Spesifikasi Terknis Kapasitas : 150 KVA Prime Power Type Putaran : Open : 1500 rpm Merk / Produk Perkins. Atau setara Deep Sea. National Hager.

82 PT.1. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. 3 . ttt. Supreme Kabel Metal.2. PENJELASAN SISTEM sss. qqq. dimana pada waktu terjadi kebakaran akan memberikan indikasi secara audio (bell) maupun visual (lampu warna merah) dari mana asal kebakaran tersebut dimulai. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Interack 4. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Peralatan utama yang terdapat dalam sistem Fire Alarm ini adalah : • Thermal Detector Conventional • Smoke Detector Conventional • Manual Push Button (Break Glass) • Alarm Bell • Zone Indicator • Indicator Lamp • Module • Master Control Panel Adresssable 4. Fungsi sistem deteksi dan alarm kebakaran adalah sistem deteksi awal apabila terjadi kebakaran. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Ciptanusa Buana Sentosa . Tranka 11 Ladder & tray Tri Abadi. 10 Uraian Kabel-kabel Spesifikasi Terknis Merk / Produk Kabelindo. UMUM ppp. rrr. Bahan-bahan dan peralatan-peralatan pembantu instalasi fire alarm system harus sesuai dengan persyaratan-persyaratan pekerjaan dan gambar instalasi fire alarm system. 4. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN FIRE ALARM 4. pemasangan & pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap untuk dipakai. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin. LINGKUP PEKERJAAN Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan instalasi ini harus melaksanakan pengadaan.4. 4. Fire alarm system ini menerima signal kebakaran yang diberikan baik secara otomatis dari detector maupun secara manual dari push button box.3. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No.

116.+50ºC . Jenis yang digunakan adalah Rate of Rise detector dan Fixed Temperature detector yang memiliki response lamp di base.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Smoke Detector Conventional 111. perubahan suhum kelembaban dan karatan. 110.0 mA .Working Temperature : -10 .0 mA EMC : ± 10 V/m Activation Temperature : 67ºC Operating Temperature : -10 ~ +50º C Storage Temperature : -30 ~ +75º C Relative Humidity : ≤ 95% ( 40 ± 2ºC) Input Module (Mini Module) 115. 108.83 PT. perubahan suhum kelembaban dan karatan.EMC : ± 10V/m . 119.1mA .13 VDC Quescent Current : ± 0.Operating Temperature : -10 ~ +50º C .Quiescent Current : ± 0.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) . Jenis yang dipakai adalah prinsip photoelectric yang memiliki 2 buah response lamp dan mempunyai karateristik sensitivitas yang rata (flat response technology). Sirkit dan sensor mempunyai performa yang tinggi dalam pendeteksian temperature ditetapkan. Data-data teknis lainnya : . Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.Output Voltage : 5 .6 mA . gangguan elektromagnetis. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. Input signal harus bebas dari prioritas signal digital . Data Teknis lainnya : Frequency Test : dapat dipakai berulang kali Operating Voltage : 16 – 32 VDC Output Voltage : 5 .Operating Voltage : 16 – 32 VDC .EOL : ± 100 KΩ 3 .Quescent Current : ± 0. gangguan elektromagnetis. 117. Memiliki kepekaan homogen untuk membedakan jenis asap. 118. Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu.0 mA .Alarm Current : ± 25. Ciptanusa Buana Sentosa .Activation Current : ± 4.Operating Voltage : 16 – 32 VDC . 109. Signal akan dipancarkan ke pengontrol dan pemicu sesuai dengan pengesetan.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Thermal Detector Conventional 107. 114.1mA Alarm Current : ± 25.13 VDC . 112.Frequency Test : dapat dipakai berulang kali .Storage Temperature : -30 ~ +75º C . Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Data teknis lainnya : . Mempunyai stabilitas tinggi terhadap debu. 113.

4 VDC . flashing . batas signal bahaya normal kepada unit MCFA.3.Fault voltage (open) : > 22.Relay Rating : 30V/2.7 VDC . 126. L129. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich. 128. 122. Alarm Bell Persyaratan teknis harus dipenuhi : Konstruksi : Anti karat Operating Voltage : 18 s/d 36 V DC Curent Consumption : max. 120.0A . Tidak direkomendasikan penggunaan modul ini untuk memadamkan kendali/kontrol secara langsung. Data teknis lainnya : . Ciptanusa Buana Sentosa .5 mA . Data teknis lainnya : . 80 mA 3 .Confirmation Led : Steady output . 123.1 VDC . jika terjadi penekanan. 127.Wiring Capacity : 1. Indikator alarm dapat dihubungkan dengan L+.0 mA . 125. Input dimonitor untuk sirkuit terbuka. steady on : Pulse Output .+50ºC .Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .Alarm Current : ± 16.Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .84 PT. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol. Dapat memancarkan alarm. 125VAC/1.5 mm² Manual Push Button Jenis yang dipakai merupakan surface mounted dan dilengkapi dengan reset switch.7 mA .Wiring Capacity : 1.0 – 1. juga mempunyai indikasi pada modul.0A .Alarm Voltage : 3.Fault Voltage (short) : 0V .7V – 16.+50ºC .Working Temperature : -10 .0 mA .Activation Current : ± 2. 130.Working Temperature : -10 .Relative Humidity : ≤ 95% ( 40±2ºC) .Quiescent Current : ± 4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Output Module (Control Module) Output Module adalah alat untuk mengaktifkan peralatan external menurut ungkapan logika yang telah ditetapkan lebih dulu dan juga diharapkan menerima konfirmasi aktifasi tersebut. Kesalahan / fault akan secara otomatis dimonitor dan ditunjukkan dengan pengontrol.Operating Voltage : ± 16 – 32 VDC .Quiescent Current : ± 0.5 mm² Collective Input Module (Monitor Module) Collective input module (monitor module) ini dapat menghubungkan detector conventional/collective ke peralatan utama fire alarm. fault. 121. Dapat mengaktifkan peralatan eksternal oleh logika yang telah ditetapkan lebih dulu. 124. output dapat berupa denyut atau signal menurut set-up Dip-Switch.0 – 1. Alamat / zone dapat diset lewat Dip-Swtich.

Seluruh kotak sambungan. Ciptanusa Buana Sentosa . 20 mm. Sealed Acid Battery.2 Watt : 85 dB. 3 . Indicator Lamp Indicator Lamp merupakan lampu indikator yang dipasang paralel dengan group detector. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton ( vertikal ). Pemasangan Terminal Box harus dikoordinasikan dengan Konsultan Pengawas dan Pember Tugas Pipa Konduit Semua kabel harus dipasang didalam pipa konduit PVC High impact dia.6 mm². Seluruh saluran ini harus terpisah dengan sistem saluran lainnya yang terdapat pada bangunan ini.5 mm². Pemasangan pipa konduit vertikal harus inbow. Kelengkapan MCFA antara lain Fireman intercom.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL - Power Consumption Desibel Rating : 1. Kabel untuk instalasi telepon jack menggunakan kabel ITC 2 x 0. Power supply charger yang mempunyai voltmeter DC. Main Control Fire Alarm (MCFA) MCFA yang digunakan memakai Sistem Addressable 2 loops dengan Detector Convensional kapasitas 40 zones. dan lain-lain harus dipasang tutup sehingga tidak akan masuk benda-benda lain kedalam kotak tersebut. Kabel Kabel untuk main Power Supply dari setiap perlengkapan dalam sistem menggunakan NYM dengan ukuran minimal 3 x 2. persimpangan. Zone Indicator ini ditutup dengan plastik dan pada tutup ini terdapat tulisan Zone Number (Nomor Zone) yang disesuaikan dengan letak zone indicator tersebut. at 3 m Zone Indicator Zone Indicator ini menunjukan zone mana yang bekerja.85 PT. MCFA harus mempunyai pintu dengan jendela penglihat (LCD).5 mm². Kabel untuk instalasi circuit antar detector dan break glass digunakan kabel NYA dengan diameter minimum 2 x 1. Synthetic Sound. Lampu indicator ini akan menyala hanya jika group detector yang bersangkutan bekerja. MCFA ini harus mempunyai fasilitas lampu tanda : Bell Off Reset Testing Lamp test Fault Signal General Signal for Alarm Condition Signal for “Zone Off” MCFA ini harus mempunyai output berupa : Visible/Audible Alarm Visible/Audible Fault Alarm Test Signal (Visible) Optical Signal “Zone Off” Terminal Box (Kotak Sambung) Terminal Box terbuat dari plat baja dengan tebal minimal 2 mm Ukuran dari Terminal Box menyesuaikan dengan kebutuhan dan mendapatkan persetujuan dari Konsultan Pengawas atau Pemberi Tugas.

5 m dari lantai. TESTING / COMMISSIONING yyy. dengan menggunakan alat pemanas dan untuk smoke detector menggunakan asap.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Kabel untuk instalasi Main Bell dan Red Lamp menggunakan kabel NYM 3 x 2.ITC STP AWG 18 3 . ditest satu persatu dan diberi nomor urutan zonenya. Siemens Esser. Ditempat pekerjaan. Tiap-tiap zone. www.Battery charger Alarm Bell Manual Break Glass Local lamp Detector Coventional Jack Telephone Kabel-kabel Spesifikasi Teknis Tipe : Konvensional Kap. dipasang pada ketinggian 1. Edward. NYM. 4. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Alarm Bell dipasang kira-kira 0.86 PT. 4. Siemens Esser.6. harus dilakukan testing / pengetesan. Siemens Esser. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Siemens Esser.6 m dari detector tanpa ada timbunan barang atau alat-alat lainnya. Siemens Kabelindo. Semua kabel harus dipasang didalam conduit. Voksel NYA. ROR . Edward. Edward. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi Surat Perjanjian serta dengan cara-cara yang benar dan tepat serta cermat. : 2 loops Produk Esser. PRODUKSI SISTEM FIRE ALARM Peralatan. Supreme.Power supply . Ciptanusa Buana Sentosa . Siemens 2 3 4 5 6 7 Sound press level bell ± 90 dB Standard model Rating AC/DC 2V. xxx. Edward. Untuk manual push button. Fixed / Head Esser. aaaa. Edward. LAIN-LAIN Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. dilengkapi : . Disekitar detector harus ada ruangan bebas sekurang kurangnya pada jarak 0. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN uuu. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi teknis. yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas.7. Denah setiap lantai menunjukan lokasi perkiraan letak detector dan peralatan-peralatan lain dari sistem ini.5. zzz. Kabel Metal.5 mm². Ukuran conduit dan kabel harus sesuai gambar rencana. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian MCFA .5 m di bawah plafond. vvv.Sealed Acid Battery . dimana letak yang pasti dijelaskan pada gambar. 21mA Colour : Red Smoke. Satu persatu detector ditest. 4. Edward. baik yang diatas plafond (horizontal) maupun yang di dinding / tembok / beton (vertical). Setelah pekerjaan Fire Alarm ini diselesaikan.

LINGKUP PEKERJAAN. Horn Speaker Horn speaker harus mempunyai frekuensi 350 Hz – 10 kHz. dengan sensitivitas tidak kurang dari 96 dB.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No 8 Konduit Uraian Spesifikasi Teknis PVC high impact Produk Ega. Distortion kurang dari 1% pada batas frekwensi. Loud speaker dilengkapi dengan matching trafo 70 V/ 100 V dan ditap pada 1 watt dan 3 watt. Frekwensi respone antara 50 Hz sampai dengan 15 kHz. Pemasangan Sound System sesuai dengan gambar rencana antara lain sebagai berikut . Mixer Pre Amplifier. Pengadaan dan pemasangan peralatan utama tata suara seperti yang tertuang dalam sIstem perencanaan.1. pemasangan instalasi Sound System. memenuhi standard EVAC. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TATA SUARA (PUBLIC ADDRESS) 5. 5. PERSYARATAN TEKNIS.2.5 W ~ 60 W atau disesuaikan dengan kebutuhan.processor yang mampu memprogram sinyal informasi evakuasi dari perintah panel Fire Alarm serta mampu memutar ulang pemberitahuan evakuasi dalam bahasa English dan bahasa Indonesia. Microphone harus dilengkapi dengan Heavy Duty Press to Talk Switch. Clipsal 5. sehingga berfungsi dengan baik dan memuaskan. Input Range : 0. • Untuk di luar (parkir area). haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. . 3 . Mixer Pre Amplifier harus memiliki 10 input channel dengan modul-modul yang akan mempunyai input sensitive variable 1 mV . Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. Impedance ± 4 ohm Microphone. Volume Control/Attenuator mempunyai 5 step pembesaran volume.87 PT. • Untuk di dalam bangunan dipasang seperti gambar rencana. Pagging Microphone type Dynamic Microphone dengan Patern Omini Directional. Mempunyai diameter 6 inchi. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Power Amplifier. Loud speaker harus mempunyai frekwensi antara 80 Hz sampai dengan 12 kHz. Pengadaan. Ceiling Loud Speaker. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. dengan sound pressure level ± 114 dB. Power input = 15W. Digital Announcer / Message Manager Berbasis pada micro . dipasang car calling ( pemanggil sopir / pengendara mobil).3. Power Amplifier haruslah memiliki output total seperti ditunjuk dalam gambar rencana dan tegangan output 70 V/100 V dan frekwensi response antara 20 Hz sampai dengan 20 kHz. Volume Control/Attenuator. Ciptanusa Buana Sentosa 5.87 mV.

Semua kabel yang melalui shaft adalah outbow. hhhh. PENGUJIAN / TESTING COMISSIONING. Penyambungan-penyambungan harus dilakukan dalam kotak penyambungan dengan menggunakan Electrical Spring Connector.20 dB Output impedance : 10 K ohm Distortion : 1% S/N Ratio : 65 dB Receiver Frequency : AM. cccc. GAMBAR KERJA. Semua ceiling loud speaker di dalam bangunan dihindari dari cacat/ dalam box dan dilindungi dari cacat dalam box dipasang sedemikian rupa dengan memperhatikan estetika ruang. dynabolt.20 mm . dengan kabel NYMHY 2 x 1. fault relay. 3 . Cassete Recorder Cassette Player/CD Player. menggunakan pipa High Impact dia. LAIN-LAIN. FM 5. Semua kabel yang terpasang dalam tembok adalah inbow.5 mm2. gggg. dddd.7. call active relay. Ditempat pekerjaan. eeee. Begitu juga pemasangan column speaker harus disesuaikan dengan sudut pancaran speakernya. Semua instalasi sound system yang dipasang harus ditest secara sempurna sehingga impedansinya sesuai dengan yang diinginkan. Ciptanusa Buana Sentosa . Semua equipment harus diketanahkan yang dihubungkan dengan kawat BCC dari sistem pentanahan. bbbb. Jalur seluruh kabel diatur sejajar dan dekat jalur kabel listrik. PEMASANGAN INSTALASI. Instalasi ini klem setiap jarak 60 cm.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Contact relay Power : : Emergency active relay. Instalasi ke Semua kabel yang terpasang dibawah plat beton adalah out bow menggunakan pipa High Impact dia. pengawas menempatkan petugas pengawas yang bertugas setiap saat untuk mengawasi pekerjaan Pelaksana Pekerjaan agar pekerjaan dapat dilaksanakan atau dilakukan sesuai dengan isi 5. bbbb. 5. Gambar kerja harus mendapat persetujuan perencana / Konsultan Pengawas sebelum dilaksanakan. Frequency Response Distortion S/N Ratio Capacity player T u n e r.5 mm2. iiii. walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan sehingga instalasi dapat bekerja dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan. DC 24 Volt. menggunakan pipa high Impact dia.5 mm2. Semua perlengkapan untuk mengadakan pengetesan harus disediakan oleh Pelaksana Pekerjaan yang bersangkutan. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan. Output level : . Klem yang dipakai ke plat beton.88 PT. jjjj. cccc.6. sesuai gambar rencana. Semua equipment yang dipasang harus ditest sehingga bekerja dengan sempurna. Pengetesan dilakukan bersama-sama Konsultan Pengawas. 220 Volt + 10% . Instalasi ini diklem ke rak besi siku atau tangga kabel. menggunakan ramset. 20 mm dengan menggunakan kabel NYMHY 2 x 1. 20 mm dengan kabel NYMHY 2 x 1.4.50/60 Hz : : : : 30 – 10. Rack Cabinet terpasang free standing diruang monitor. ffff. Durados atau Cable Connection. 5. dan klem setiap 100 cm. MP3/MP4.5.000 Hz 1% 50 dB CD.

TOA Bosch. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. nnnn. serta cermat. Clipsal Interack. Supreme. Panasonic. TOA Bosch. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Uraian Cassette Tape Player Radio Tuner AM/FM Reciever Pre Amplifier Graphic Equalizer Power Amplifier Microphone. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. oooo. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN TELEPON 6. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. Ceiling Loud Speaker. Double H. Voksel Ega. TOA Bosch. UMUM mmmm. PRODUK SISTEM TATA SUARA Peralatan. TOA Kabelindo. TOA Bosch. Panasonic. TOA Bosch. Tri Abadi 10 Digital Announcer 11 Volume Control 12 Kabel 13 Conduit 14 Kabel Rack NYA. Column Speaker Horn Speaker Spesifikasi Teknis Produk Bosch. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Panasonic.1. Panasonic. NYMHY. Panasonic. 3 . TOA Bosch. Panasonic.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Surat Perjanjian Pelaksana Pekerjaan serta dengan cara-cara yang benar dan tepat. PVC High Impact dia 20 mm 6. Ciptanusa Buana Sentosa . Panasonic. TOA Bosch. Panasonic. TOA Bosch. Panasonic. TOA Bosch.89 PT. Panasonic. Kabel Metal. TOA Bosch. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti. Panasonic. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan.

Hal ini saat mengajukan approval material harus dilengkapi dengan fotocopy surat lulus dari PT.3. meliputi penyediaan dan pemasangan: Kabel dan pipa instalasi telepon Kabel feeder telepon Kotak kontak telepon Kelengkapan-kelengkapan lainnya yang menunjang pekerjaan ini. Mengadakan training bagaimana menggunakan sistem telepon. 138. 137. Aksesories lainnya antara lain : Surge Aresster. Telkom. digital dan 64 extention analog. Pengadaan dan pemasangan Key Telpon kapasitas 16 / 64 ext lengkap dengan MDF. Pengadaan dan pemasangan terminal box telepon uuuu. Untuk terminal yang ditempatkan pada lokasi berkelembaban tinggi. Tipe executive harus mempunyai display digital. Power Supply dan MDF dll. tttt. LINGKUP PEKERJAAN pppp. maka box terminal harus diberi pelindung dari bahan anti karat dengan pintu-pintu yang kedap udara. 135. Kabel Telepon. Key telpon dilengkapi dengan key phone digital display 133. Pesawat Telepon 134. qqqq. banyak sambungan 16 (delapan) nomer telepon atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. Baik pesawat standard maupun executive harus bekerja secara full digital. Mempersiapkan jaringan dalam (indoor wiring system). rrrr.6 mm². 6. Pesawat yang ditawarkan harus dinyatakan baik oleh PT.2. Terminal 136. Telkom. 132. sehingga sistem berfungsi dengan baik. 3 . Pesawat-pesawat telepon yang disediakan adalah tipe standard dan tipe executive. 16 digital extention card. Key Telpon mempunyai 16 analog trunk card. 139. seandainya terjadi kerusakan saluran dan atau untuk menampung perkembangan dikemudian hari. Untuk setiap penyambungan kabel telepon harus dengan metoda jumpering dan memakai terminal-terminal berisolasi sesuai standard TELKOM. PERSYARATAN TEKNIS Key Telpon 131. Untuk penggunaan didalam bangunan digunakan jenis ITC (indoor-telepone cable) dengan diameter minimal 0. Menyelenggarakan pemeliharaan terhadap sistem. sehingga sistem telepon tersebut dapat berfungsi dengan tepat dan benar. Ciptanusa Buana Sentosa . Mengurus ijin penyambungan. serta mampu bekerja secara normal pada jaringan lokal PT. termasuk penyediaan suku cadang selama waktu minimal 3 tahun.90 PT. Mengadakan test sistem secara menyeluruh. Semua kabel harus mempunyai kabel cadangan untuk pengganti. hands free dan kelebihan lainnya. wwww. Telkom.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 6. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Pengadaan dan pemasangan pesawat standard dan pesawat eksekutif lengkap dengan display dan hands free atau sesuai persetujuan Pemberi Tugas. vvvv. jjjj. Sistem pemasangan terdiri atas 2 jenis yaitu pemasangan meja dan pemasangan dinding.

ukuran dan jumlah inti kabel. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 1 Key Telpon Kapasitas 16 /64 Jenis ITC/UTC – pair Panasonic. Terbuat dari bahan plastik warna putih yang tahan panas.6 mm². harus dilakukan Testing dan Commissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. 141. pppp. Tranka 3 . Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. Pemasangan konduit yang berada didalam kolom dilaksanakan sebelum pengecoran sedangkan yang berada didinding dilaksanakan sebelum dinding diplester. Pemasangan konduit harus dilengkapi klem. PRODUK SISTEM TELEPON Peralatan. elbouw dan peralatan bantu lain yang sesuai serta dipasang dengan cara yang benar. Setiap sambungan harus dilakukan pada kotak sambung (doos) yang dilengkapi tutup.5. kuat dan teratur. Pemasangan konduit harus rapi. Toshiba. tanpa ada persetujuan Konsultan Pengawas. Jumlah inti kabel disesuaikan dengan petunjuk dalam gambar. Penarikan saluran (dalam konduit) harus dikelompokkan secara rapi dengan kode nomor yang berurutan sesuai lokasi (nomor) pesawat telepon. qqqq. Dilengkapi box baja galvanized tebal minimum 3. 143. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. Untuk penggunaan diluar bangunan dan tertanam digunakan UTC (Underground telepon cable) dengan diameter minimal 0. 6. dapat dimintakan petunjuk Konsultan Pengawas. 148. Tidak diperkenankan mengganti jenis. 145. Siemens Supreme. tttt. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN xxxx. Kabel telepon dimasukkan kedalam pipa pelindung / konduit dari pipa PVC High Impact berdiameter minimum 20 mm. Conduit Telepon. Apabila terjadi kesukaran dalam menentukan letak tersebut. aaaaa.5 mm. flush mounting dan bukan jenis claw fix. Kabel Metal. Ciptanusa Buana Sentosa . Kabelindo. Konduit tersebut dilengkapi kawat pancingan dan dijaga agar tidak pecah.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 140. Setelah pekerjaan Telephone ini diselesaikan. 146.91 2 Kabel indoor/outdoor PT. maka konduit kabel telepon harus dicat warna biru selebar 3 cm disetiap jarak lebih kurang 1 meter. TESTING / COMMISSIONING bbbbb. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. Outlet 147.4. Letak outlet telepon seperti yang ditunjukkan dengan gambar dan disesuaikan dengan keadaan setempat. 142. Untuk mempermudah pengenalan. 144. 6.

Clipsal. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.1. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Spesfikasi Teknis Merk / Produk 3 4 5 Outlet telepon Conduit PVC Cable marking Tipe : Flush & jack Hight impact dia. UMUM ddddd. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. National Ega. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini. Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN MASTER ANTENE 7. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. fffff. 20 mm Berker.5 Mhz Input Level : 40. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang di syaratkan. Double H.2. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.862 Mhz : 75 ohm : 20 dB 7.5 ~ 84 dBm Output Frequency Range : 47 – 862 Mhz Output Level : 75 ~ 90 Mhz Supply Voltage : + 12 VDC Active Combiner Number of Input Frequency Range Input / output impedance Gain Regulation :4 : 4 . Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : Modulator Selectable Output Channel Colour System : PAL / SECAM/ NTSC Audio Operatio Module : Mono / Stereo/Dua Input frequency : 50 – 858. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini.92 PT. eeeee. Legrand 7. MK. ggggg. Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya san suatu daftar referensi pemasangn harus dilampirkan dalam surat penawaran KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. Clipsal 3 M. 3 . haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.

SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN CCTV 3 . 7.3. Fagor.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL TV Reciever set Video Input : 1V (p Input Antena Receive Syestem Dimension Screen Facility TV Oultlet Model Side Loss 7. Spur unit (Distributor) ditempatkan sesuai fungsi dan kemudahan maintenance. Modulator. Pelaksana Pekerjaan baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.2 dB PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN Peralatan Utama dari MATV system (Divider.4.4 dB – 1. PENGUJIAN Semua peralatan dalam system suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang keagenan peralatan tersebut. dimana perusahaan tersebut harus memberikan surat jaminan atas bekerjanya system setelah ternyata hasil pengujian adalah baik. Shikoku.93 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . Clipsal National. Sistem MTAV harus bisa untuk output video. Fagor. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Bahan / Peralatan Peralatan Oultet Kabel Pipa conduit Conduit metal Spesifikasi Teknis Merk / Pabrik Pembuat Nexus. Maruichi 8. Penempatan receiver amplifier (booster) harus disesuaikan dengan losses yang ada dan level input ke TV set yang diharuskan yaitu antara 60 – 80 dB V. Pengukuran video signal level dilakukan dengan dB Gain Meter. Ikusi Nexus. – p) : VHF / UHF 75 ohm : CCIR standard. Active Combiner dll) ditempatkan pada ruangan khusus (ruang kontrol administrasi). Ikusi Coaxial 5 C dan 7 C PVC High Impat Fuji. Tee unit/coupler/splitter ditempatkan dilokasi yang cukup terlindung Mempunyai jarak yang cukup aman dari pengaruh interferensi instalasi listrik (yang memerlukan supply 220 VAC/ 50 Hz) terutama di atas plafond (ceiling). SECAM. PRODUKSI SISTEN MAV Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. NTSC : 21 “ : Audio/Video with infra red remote control : Single : 0. PAL. Double-H. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan spesifikasi yang disyaratkan. Belden Ega.

8. Monitor. 8. Monitor Adalah merupakan alat yang mentransfer isyarat elektronik yang dikirim oleh camera menjadi gambar pada sebuah layar televisi. Termasuk didalam peralatan tersebut adalah sebagai berikut : • Colour Camera • Colour Monitor • Digital Video Recorder Pelaksana Pekerjaan harus melengkapi dan merakit peralatan tersebut dan bila perlu harus melengkapi dengan peralatan tambahan sesuai persyaratan pabrik pembuatnya. Sistem CCTV ini terdiri dari Camera. LINGKUP PEKERJAAN Yang termasuk pekerjaan instalasi ini adalah Pengadaan. PENJELASAN UMUM Sistem Closed Circuit Television System dipergunakan untuk membantu pengawasan dengan cara mengamati kegiatan operasi suatu gedung melalui video camera. tanpa ada gangguan atau cacat instalasi. DATA TEKNIS PERALATAN UTAMA SPESIFIKASI TEKNIS COLOUR CAMERA Type Colour Camera : PAL – NTSC Power Supply : To be Supplied from the specified Camera Drive Unit Horizontal Resolution : 470 TVL Scene Ilumination : 22 lux Pick-up Device : Interline Transfer CCD with -512(H) x 582(V) pixels Scanning System : 2 : 1 interlace Frame Frequency : 25 Hz Resolution (at centre) : Horizontal: More than 330 lines Vertical : More than 400 lines Recommended Illumination : 150 lux at F 1. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN Kamera Adalah merupakan alat pengamat dari sistem CCTV yang sudah dilengkapi dengan lensa. Penyetelan dan Pengujian serta menyerahkan dalam keadaan beroperasi dengan baik dan siap pakai. Sistem CCTV yang direncanakan adalah berwarna (colour). Ini hanya berfungsi untuk memberikan gambar dari lokasi yang diamati ke monitor melalui kabel video.94 PT. Posisi camera yang tidak diamati dapat di bypass tanpa merubah urutan pengamatan maupun waktu interval.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8.2.4. Pemasangan. Switcher Alat yang dipakai untuk menghubungkan 2 (dua) atau lebih camera ke monitor tunggal. Ciptanusa Buana Sentosa .3.4 Minimum Illumination : 10 lux at F 1. AGC On (Luminance) 3 . sehingga pengamat dapat memilih hasil gambar mana yang akan ditampilkan pada layar monitor.1.4 AGC On Signal to Noise Ratio : 44 dB. 8. Hasil gambar dapat diamati melalui TV monitor. Kamera yang digunakan adalah type fixed colour camera.

PRODUK SISTEM CCTV Peralatan. Peralatan utama seperti . Kabel instalasi yang digunakan untuk isyarat video dan untuk keperluan control menggunakan coaxial cable RG 59/U. 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Multi screen output : 1 terminal .5.150 mA DIGITAL VIDEO RECORDER ( DVR) Digital Recording. camera drive unit.6. PEMASANGAN Pemasangan colour camera dipasang sesuai petunjuk gambar. harus dilakukan Testing dan Comissioning yang disaksikan oleh Konsultan Pengawas. 4 way JPEG compression recording modes. kabel power menggunakan NYMHY 2 x 1. unbalanced External Storage : SCSI Interface Copy : SCSI Interface 8. Colour monitor dan Time lapse VTR. 8. Cara pemasangan colour camera tersebut digantung pada ceiling atau plafond dengan rangka penguat/ hanger yang diperkuat pada dak beton. Video Input : 16 terminal.10 dB. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana 3 . Built-in 16 ch multiplex recording system.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Gain Control ALC Lens Select Switch Lens Mount Ambient Operating : : : : AGC On/Off Switchable DC/Video Switchable CS – Mount -10 Derajat Celcius Temperature +50 Derajat Celcius COLOUR MONITOR ( TV MODULATOR ) Function : Accept baseband video and audio signals and converts than to any cannel Transmission standard : PAL and or NTSC Spurious standar : Less than . Sequential switcher.95 PT. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Video Output : 16 terminal. Ciptanusa Buana Sentosa . 1V (p-p)/75 ohm.0 MHz (1 dB) Audio input level : 300 mV RMS Power requirement : + 12 Vdc . seperti ditunjuk dalam gambar rencana. 1V (p-p)/75 ohm.5 mm² yang semuanya dalam pelaksanaan harus dimasukkan dalam pipa PVC high impact dia. diletakan pada ruang kontrol (ruang administrasi) lantai satu. 1 V (p-p) / 75 ohm Audio Input/Output : . 1V (p-p) / 75 ohm (BNC) Synch Output : 1 VBS. Built-in 160 GB HDD.60 dB Output frequency : 47 . Pelaksana Pekerjaan dapat mengajukan usulan lain untuk penempatan colour camera ini.230 MHz Output level : + 95 dBuV Video input level : 1 Vp-p (3 dB) Video frequency response : 25 Hz to 5. PAL composite video signal with looping trough (BNC) Spot Output : 1 terminal . 20 mm TESTING / COMMISSIONING Setelah pekerjaan CCTV ini diselesaikan. Biaya Testing menjadi beban Pelaksana Pekerjaan. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi.

Server KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN 9. Ciptanusa Buana Sentosa . UMUM hhhhh. 9. Sanyo. merupakan kewajiban Pelaksana Pekerjaan untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya. Tranka Ega. Supreme. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN LAN 9. untuk mengetahui kondisi yang berpengaruh pada pekerjaan. 3. Pelaksana Pekerjaan harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ataupun yang tertera dalam gambar-gambar.1.96 PT. Komunikasi antar lantai menggunakan switch/hub. Kabel Metal. Clipsal Three stars. Komunikasi data intern di dalam gedung. iiiii.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas. 3 .multi core untuk motorized Belden. 2. Honeywell 3 4 Conduit Kabel Rack PVC high impact dia. haruslah mempelajari seluruh Dokumen Kontrak dengan teliti.2. dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada spesifikasi ini. ONI Metosu Produk Bosch.Juri Kabelindo. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1 Uraian Peralatan Utama Spesifikasi Teknis Digital Video Recorder 16 Ch 160 GB Monitor LCD 21” 2 Kabel-kabel Coaxial RG59U NYMHY . Setiap Pelaksana Pekerjaan yang menangani pekerjaan ini. jjjjj. Bila ternyata ada perbedaan antara spesifikasi bahan atau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini.3. 20 mm 9. LINGKUP PEKERJAAN 1. Double H.

3 in (19. RPS. Penomoran harus dilakukan serapi mungkin dan penomoran harus berurutan sesuai dengan kondisi ruangan. multilayer switch : IP Base Software feature set (IPB) : 24/48 users : 32 Gbps forwading bandwidth : 1000BASE-T. 850-nm wavelength : : : : : : : Rack/2U Intel® Xeon Quad Core E5405 146GB 15K 3. four-pair Cat. 5. 1000BASE-SX SFP transceiver module for MMF. Untuk kabel UTP dan Fiber Optik. 802. RJ-45 connectors. link speed. fasa nol. and 802. PoE indicators : GLC-SX-MM.97 PT.3cm) 1. overcurrent. sertifikat lulus pengujian harus dari Principal atau Distributor yang ditunjuk untuk dapat mengeluarkan sertifikat Kelaikan barang.3. 3. 4. : : : : : : : : IEEE 802.1. 50-60Hz (power supply) Wi-Fi Certification : IEEE 802.6 UTP : Internal-Power-Supply Connector : System-status LEDs: System. Semua titik data harus diberi nomor agar mudah dalam perawatannya termasuk juga kabel backbone / fiber optik.1 x 3. link status. link duplex. overthermis. Ciptanusa Buana Sentosa .1 x 19. Semua pentanahan dari system harus dilakukan pengukuran tahanan dengan maksimum 2 ohm pada masing-masing pentanahan dan dilakukan pada keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut-turut. Semua sambungan kabel harus terhindari dan gesekan langsung dengan kabel arus kuat atau listrik.2. Rack IP Base Support Performance Connectors & Cabling Power Connectors Indicators Modul Tambahan 9.11b.5 lb (0.5in HS SAS Raid-5 Integrated dual Gigabit Ethernet 3 Years Windows Server 2003 Standard Server • Form factor/height • Processor • Hard disk • RAID • Network Interface • Warranty • OS Rack Mount • Type • Dimension 4. 2. Wireless • Standard • Type • Antennas • Dimensions • Weight • System Memory • Input Power • Wi-Fi Certification 2.1s 1000BASE-X (SFP) : 24/48 Ethernet 10/100/1000 ports & 4 SFP-based Gigabit Ethernet ports : 1RU fixed-configuration.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 9. Panel-panel tersebut harus dilengkapi dengan sertifikat lulus pengujian dari pembuat panel yang menjamin bahwa setiap peralatan dalam panel tersebut berfungsi baik dan bekerja sempurna dalam keadaan operasional maupun gangguan berupa undervoltage.5 in x 1.11g AIR-LAP1131AG-x-K9 (Cisco IOS Software) 2.5 in x 7. 6.67 kg) 32 MB RAM 100-240 VAC. Material dan Peralatan Utama 1. Hub Switch • Standard • Type • • • • • • • • 3.11a. Peralatan dan Bahan 1.3.4 GHz 7. short circuit dan lain-lainnya serta merger antara fasa. fasa netral. : Close Rack 19” 45U & Wall mount 15U : 1100mm & 470mm 3 .

Kabel backbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke rack mount di setiap ruangan ME di setiap lantai. Penyambungan pipa conduit kabel menggunakan sock yang ukurannya sesuai dengan besaran pipa conduit. 13. 4. 14. 3. 15. Terminasi kabel fiber optik untuk backbone dilakukan di semua titik di dalam rack mount.5 kali penampang kabel.98 PT. agar kita dapat mengetahui instalasi tersebut dapat berfungsi dengan baik. 20. 6. Besaran pipa conduit adalah 20mm. Tahanan pentanahan yang dipasang pada rack mount maksimum 2 ohm. Kabel UTP dan kabel bacbone fiber optik harus di tarik dari rack mount ke semua titik di setiap ruangan di setiap lantai. 11. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan. Pemasangan kabel ledder ditempel pada tembok di bawah rack mount ayng menghubungkan antar rack mount dengan titik. Rack mount harus dilengkapi dengan grounding untuk menghindari adanya gelombang elektromagnetik yang mempengaruhi arus kabel data. Terminasi kabel UTP dilakukan di semua titik di dalam rack mount dengan menggunakan punch tools yang telah disesuaikan dengan standarisasi Installasi Structure Cabling System. Kabel yang dipasang diatas trunking dan kabel ladder harus diklem dengan klem-klem kabel anti ultra violet. 8. Setiap pemasangan kabel-kabel data harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m setiap ujungnya. 9. Prosedur Kerja Pekerjaan Kabel Data 3 . PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN 1. 10. Accessories : Fan. Power Outlet 12 hole : EIA 568 : UTP Category 6 : 2000nm : Fiber Optic Multimode : OM3 : 19” Rack 2U : 2KVA : Support Ethernet 10/100 Cabling • Standard • Type Backbone • Standard • Type • Technology Backbone • Type • Capacity • Connection 6. 12. juga harus kuat. Rack Mount 42U dan Wallmount Rack harus dipasang sesuai dengan petunjuk dari pabrik pembuatnya dan harus rata ( horizontal ). 16. 5. 19. Semua kabel yang dipasang menembus dinding atau beton harus dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimal 2.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL • 5. Semua kabel harus terlindungi oleh pipa atau kanal guna menghindari gesekan atau pertemuan dengan kabel listrik yang mempunyai arus lebih kuat. Kabel yang masuk / keluar dari rack mount harus dilengkapi dengan gland dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam. 7. Untuk memperkuat wall mount rack digunakan dynabolt ukuran S8. 9. Setelah semua instalasi terpasang maka harus dilakukan mergering pada setiap titik instalasi. 18. 2. 17. Label pada patch panel harus disusun berurutan demikian pula dengan yang di sisi user harus pula disesuaikan dengan nomor yang terpadat pada patch panel. Penyusunan pipa conduit kabel diatas kabel tray harus rapih dan tidak boleh saling menyilang. 7. Pemasangan Wall mount rack harus rapi dan tidak boleh miring. Ciptanusa Buana Sentosa .4.

Pengonekan • Tarik kabel ke dalam pipa yang sudah dipasang • Lakukan penarikan dengan kawat pancing • Pilih kawat pancing yang kuat dan lentur • Pastikan jumlah kabel untuk pipa pada jumlah yang benar • Pemakaian box untuk tempat kabel • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Kelompokan kabel yang sudah di tarik dan diberi label • Pastikan installasi tidak ada yang tertinggal e. harus di adakan pengetesan yang di laksanakan oleh pemborong disaksikan 3 . TESTING / COMMISSIONING Tahap–tahap Pengetesan Kabel dan Unit LAN Setelah instalasi seluruh kabel dan komponen LAN telah diselesaikan dan siap untuk dioperasikan. Testing • Lakukan magger test dan test instalasi • Pastikan instalasi benar f. • Pastikan klem pada instalasi kencang ( pipa tidak bergerak ) d. Ciptanusa Buana Sentosa . Pemipaan • Beri tanda dilapangan ( marking ) • Lakukan pembentukan pipa ( bending ) pada daerah yang diperlukan • Lakukan pengeboran tempat untuk klem • Pemberian warna sesuai warna instalasi kabel data. 3. Pemilihan alat dan bahan • Periksa alat yang akan digunakan dan pastikan alat tersebut layak digunakan • Pilih material yang sesuai dengan spek dan sudah disetujui • Hindari pemakaian bahan material yang rusak/bekas c. 9. 9.5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. Alat-alat: • Tang potong • Tang Kombinasi • Obeng -/+ • Pisau kater • Magger test • Tester • Dll Urutan kerja a. Pelajari gambar • Pelajari gambar kerja dan pastikan gambar tidak ada perubahan dan sudah dikoordinasi dengan pekerjaan lain • Hitung jumlah material yang digunakan • Pastikan persediaan material cukup sesuai gambar b. • Memudahkan pelaksanaan pekerjaan instalasi kabel data .1.5.99 PT. Rekaman-Rekaman • Berita acara test commisioning • Chek list pekerjaan 2. Tujuan: • Memastikan kebenaran pekerjaan instalasi kabel data pada sebuah ini gedung.

2). 1. Juga mampu mengukur NEXT (Near End Crosstalk). Hubungkan jumper S2 ke jalur kabel fiber . Testing dan commissioning jaringan kabel di lakukan tahap demi tahap dari tiap outlet ke patch panel pada satu lantai (horizontal testing) dan dari masing– masing lantai ke main patch panel (vertical testing). Alat – alat yang di gunakan dalam pengetesan kabel UTP 1. Pengetesan Kabel Serat Optik Alat–alat yang dibutuhkan untuk pengetesan kabel serat Optik : 1. 6. Transmission loss adalah rata-rata dari loss pada kedua arah tersebut. pasang sebuah jumper antara outlet sumber dan outlet detector OLTS pada lokasi A .2. 3. 8. alat ukur yang mempunyai kemampuan untukmengukur empat pair kabel. 2.1. Infrared viewing device Digunakan untuk menentukan adanya sinyal optis 2. Jika data hasil pengukuran menunjukan nilai yang lebih tinggi dari pengukuran pertama. 7. LAN cable tester. Pengetesan Loss Kabel Serat Optik Pada saat melakukan pengetesan harus dihindari melihat secara langsung pada keluaran sumber optik. (Gb. 9. lepas jumper dari lokasi detektor.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL bersama – sama pihak BSG dan perencana. Los pada arah A ke B diukur pada lokasi B. Ulangi procedure diatas. lepas jumper dari outlet detector OLTS dan hubungkan ke kabel serat optik. Ukur loss dari arah yang lain. Atur OLTS ke nilai nol. (Gb. dan category kabel. 3. Pengesetan ke nilai nol juga menghilangkan losses pada kabel jumper. hasil pengukuran tidak boleh melewati nilai seperti yang tercantum pada technical specification. Jumper D1 dihubungkan dari outlet detector pada OLTS di lokasi A ke jalur fiber . Ukur loss pada satu arah.3). 5. Hubungkan test jumper antara ujung kabel serat optic dan outlet detector pada lokasi B . pengukuran meliputi panjang kabel dan koneksi kabel. lakukan kurang lebih dari 20 detik untuk menyelesaikan pengaturan ini (Gb. Optical Loss Test Set ( OLTS ) 2. Kabel jumper 4 core Digunakan untuk koneksi equipment dan kabel serat optik 3.4). Pada kedua lokasi OLTS harus diset ke nilai nol . Lakukan hal yang sama pada ujung kabel di lokasi B. Juga dilakukan pengecekan pada peralatan dan kondisi konektor pada jumper . (Gb. Lepaskan jumper D2 dari jalur kabel fiber pada lokasi B. Pada lokasi A. Loss dalam arah B ke A diukur pada lokasi A. 4. Catat semua data. 1. Set OLTS sesuai dengan instalasi pada buku panduan pemakaian test set . atau pada ujung kabel yang terhubung ke alat pengukur loss. Lepaskan jumper S1 dari jalur fiber pada lokasi A. 3. pada ujung kabel serat optik. Pengetesan Kabel UTP 3.1) Tekan tombol zero Set terus menerus selama 1 detik atau lebih .100 PT. atenuasi. Pengetesan karakteristik kabel UTP 3 . dengan tujuan untuk menghilangkan tegangan offset yang bias menyebabkan error pada saat pengukuran cahaya yang rendah levelnya . maka semua konektor harus dibersihkan dan pengetesan diulang kembali. Ciptanusa Buana Sentosa . sedangkan testing dan commissioning untuk komponen LAN akan di lakukan di setiap lantai dan dikeseluruhan system sampai system tersebut berjalan dengan baik dan disetujui oleh pihak MK/Owner. Pada lokasi B. Untuk mengeset OLTS kenilai nol.

panggil salah satu aplikasi yang ada dilantai tersebut. 1.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pengukuran NEXT dan atenuasi dilakukan pada satu system koneksi dari panel terminasi kabel sampai ke outlet. 2. dilakukan Login ke Netware File Server yang dihubungkan dengan segmen LAN PC workstation tersebut. Network Management Software harus dapat mengubah segmentasi Local Area Network (LAN). Semua hasil pengukuran dicatat dan hasilnya tidak boleh melebihi nilai yang tercantum pada spesifikasi teknis. Setelah login selesai. Bila aplikasi tersebut bisa berjalan dengan baik berarti Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation telah bekerja dengan sempurna.101 PT. 9. Dengan menggunakan PC workstation yang ada dilantai 1 dilakukan login ke Netware File Server yang tidak ada dalam segment yang sama. 1. Pengukuran panjang kabel dilakukan untuk mangecek apakah ada kabel yang terputus atau tidak. Router Router harus berfungsi sebagai pengatur Interworking traffic dan Router tersebut dapat dikatakan bekerja dengan baik bila PC workstation dilantai 1 dapat melakukan hubungan dengan Netware File Server yang tiadk berada dalam satu segment dan berada dilantai lain. 3. Langkah diatas diulangi untuk PC workstation pada lantai lain dan File Server yang berbeda. 2. Dengan menggunakan PC workstation yang ada di lantai 1. pengujian dilakukan perbagian system karena cara kerja dari masing–masing part terkait satu sama lain. Network Management Sofware dapat meng-disable atau enable port dari Network hub pada tiap lantai . Local Network Hub & Fiber Optic Installation Seluruh PC (Personal Computer) workstation yang ada disetiap lantai dihubungkan dengan Intelligent hub tersebut dihubungkan dengan Network Center Hub untuk kemudian dengan Netware File Server. Serah Terima Pekerjaan LAN/Office Automation 3 .2. Network Center Hub dan Network Management Softwar 1. Contoh : User dari Accounting melakukan login ke file Server untuk Aplikasi Kredit. Pengukuran koneksi harus dilakukan untuk mengecek apakah ada kabel yang salah koneksinya. Tahap–tahap pengetesan : 1. Network Management Software harus dapat menampilkan status panel dari Network Center hub. 4.5. 3. 2. Tahap–tahap Pengetesan Sistem Dalam system networking. 3. 3. Pengetesan fungsi Intelligent Local Network Hub & Fiber Optic Installation harus dilaksanakan dengan melakukan testing hubungan secara system antara PC workstation di tiap lantai dengan Netware File Server di Network Center. 2. Tahap-tahap pengetesan : 1. 2. Network Management Software harus dapat menampilkan aktifitas dari tiap segment. Ciptanusa Buana Sentosa .

Nortel. Ethernet Connectivity Certification c. etc) Gambar jaringan secara lengkap (physical & logical) Serial numbers Quick Reference Sheets Manual 9. Siemens. 9. etc. Instalasi Checklist Problem dan Event Log Daftar Inventary Peralatan Daftar Lokasi Peralatan Hasil kabel testing (dB Loss. PRODUK SISTEM LAN Peralatan. 3 . Upsonic. 2. Liebert. 9.1.6.3. I. 4. Comscope. Setelah habis masa garansi pemborong hrus menawarkan pilihan kepada ………. Cisco.) dan selama 90 hari untuk produk software. end-toend. 2 3 4. Untuk masuk kepada Critical Care Program dan harus menjamin tersedianya sparepart untuk seluruh produk jaringan yang terpasang. 7. Ciptanusa Buana Sentosa .6.102 PT.7.2. Cisco. Next Readings. HP. Ini harus dilakukan sebelum penandatanganan uji searah terima. 9. 8. Introduction to Network b. Local/Remote Router Certification Maintenance Selama masa garansi pemborong harus menyediakan Support dan Maintenance Service “Free of Charge” untuk spare parts dan tenaga kerjanya. Setelah penandatangan uji serah terima. Router. Uraian Structure Cabling Network Hubs Router Bridge UPS Spesifikasi Teknis AT&T.6.6. Nortel. BGS net akan masuk dalam periode garansi. Paling sedikit harus dilakukan 50% random test untuk tiap lantai . HP. Pelaksana Pekerjaan dimungkinkan untuk mengajukan alternative lain yang setaraf dan Pelaksana Pekerjaan baru dapat menggantinya bila sudah ada persetujuan resmi dan tertulis dari Konsultan Pengawas.P. testing harus dilakukan 24-hour burn in test. Cabling. Garansi Garansi diberikan selama satu tahun untuk seluruh hardware produk (Hub. Northern Telecom. Hal ini untuk menjamin konektivitas dan performance dari jaringan secara keseluruhan. Belden. Referensi produk yang dapat dipakai adalah sebagai berikut : No 1. 9. 6. TRAINING PEMELIHARAAN DAN GARANSI Training Pemborong harus menyediakan fasilitas training meliputi : a.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Setelah semua jaringan terpasang. 9. Merlin Gerin. 5. bahan dan material yang dipergunakan harus memenuhi spesifikasi. DOKUMENTASI Pemborong harus menyediakan dokumentasi dari keseluruhan jaringan computer yang telah di install yang terdiri dari : 1. 3.M.

Ciptanusa Buana Sentosa . Spesifikasi Teknis 3 . Iwatec.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL No Uraian Exide.103 PT.

3. 1978. 5. 3 . 2.53 th 1987. dan sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material. Peraturan Daerah DKI No. Yang dimaksud gambar kerja adalah gambar yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan. PELAKSANAAN PEMASANGAN 1. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki Surat Ijin Pemasangan Instalasi Elevator dan Escalator dari Instalasi yang berwenang dan telah biasa mengerjakannya. 1.2. KOORDINASI 1. 6. jarak peralatan satu dengan lainnyya. Struktur/Sipil maupun Interior harus dipakai sebagai referensi untuk pelaksanaan. lengkap dengan dimensi peralatan. Pedoman Pengawasan Instalasi Lift No. Gambar-gambar rencana dan persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya. 2. 7. Pemborong harus menyerahkan gambar kerja dan detailnya kepada pemilik dalam rangkap 3 (tiga) untuk disetujui.3. 2. Umum Dalam jangka waktu 90 hari setelah menerima SPK. Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai. GAMBAR – GAMBAR 1. sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi dari bangunan yang ada.378/KPTS/1978 sebagai SKBI – 3.4.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL PEKERJAAN TRANSPORTASI VERTIKAL 1. Ciptanusa Buana Sentosa 1. 1975. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. Apabila dalam pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain. Koordinasi yang baik perlu ada. 1. Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan pemborong instalasi lainnya. Apabila ada sesuatu yang diragukan.1173 th. 1978 4. pemborong harus segera menghubungi MK/Direksi Pengawas. BRITISH STANDARD 2.3 th. 1. ANSI Code A.1 3. MK/Direksi Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan tersebut diatas. Gambar-gambar Arsitek.17. Pemborong harus menyerahkan shop drawing. 3. 1. jarak terhadap dinding dan dimensi accessories yang dipakai.104 PT.1. Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan. PERATURAN UMUM PERATURAN PEMASANGAN Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan sebagai berikut: 1. th.5. PERALATAN DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN 1. . PERSETUJUAN MATERIAL. Suatu daftar referensi pemasangan harus dilampirkan dalam Surat Penawaran. agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajukan instalasi yang lain. daftar peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini untuk disetujui oleh MK/Direksi Pengawas. maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab pemborong. Keputusan Gubernur Kepala Daerah DKI Jakarta No. agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.4.

Ciptanusa Buana Sentosa 3. telah terpasang di beberapa lokasi. . 2.6. Shop Drawings Pemborong harus mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang diperlukan untuk diperiksa dan disetujui. tetapi tetap harus dipenuhi sesuai spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Pemborong. 3.105 PT. Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti pemborong sudah mempelajari dengan seksama gambar-gambar Struktur. spesifikasi dan informasi yang tercetak jelas dan cukup detail sehubungan dengan persyaratan/ketentuan spesifikasi. Pemborong harus melengkapi dengan seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga). 3 . Umum Semua peralatan dari bahan maupun komponennya harus baru dan sesuai dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan diproduksi secara teratur. Penggantian Peralatan dan Bahan Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender pada dasarnya harus sudah memenuhi spesifikasi walaupun dalam pengajuan saat tender kemungkikan ada peralatan dan bahan yang belum memenuhi spesifikasi. 2. ƒ Performance Data Data-data kemapuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau curva yang meliputi informasi yang diperlukan dalam menseleksi peralatan-peralatan lain yang ada kaitannya dengan unit tersebut. harus diproduksi oleh pabrik (merk) yang sama. PERALATAN DAN BAHAN 1. Peralatan dan Bahan Sejenis Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama. Yang menyatakan bahwa produk ini sudah diproduksi beberapa tahun.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Pemilik tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh/dokumen ini. sehingga memberikan kemungkinan dapat dipertukarkan. performance dari peralatan. ƒ Quality Asurance Suatu pembuktian dari pabrik atau Supplier setempat terhadap kualitas produk. 1. Arsitek maupun gambar-gambar instalasi lainnya serta sudah menghasilkan kondisi yang sebenarnya di proyek. Pemborong harus menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan tanda. Data-data pemilihan meliputi : ƒ Manufacturer Data Berupa brosur-brosur. Daftar Peralatan dan Bahan Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada proyek ini harus diserahkan untuk mendapat persetujuan MK/Direksi Pengawas dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis. 4. Seleksi Data Untuk persetujuan bahan dan peralatan. Daftar peralatan dan bahan yang diajukan harus memenuhi spesifikasi. dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik.

1. dan lain sebagainya. maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut harus ditanggung oleh Pemborong. ƒ Jumlah material masuk/ditolak ƒ Keadaan cuaca ƒ Pekerjaan tambah/kurang Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda tangani oleh Project Manager harus diserahkan kepada MK/Direksi Pengawas untuk diketahui/disetujui. 2. As Build Drawing ( Gambar instalasi terpasang ) Pemborong haru menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar transparant daln 3 (tiga) set gambar cetak birunya. LAPORAN-LAPORAN 1.106 PT.8. Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada proyek ini. maka sebagai penggantinya harus dari jenis setaraf atau lebih baik yang disetujui. 3 .7. yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. karena sesuatu hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti. 4. Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan oleh pihak MK/Direksi Pengawas. Penanggung jawab tersebut diatas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki. Ciptanusa Buana Sentosa . harus tercantum : ƒ Nama Pemilik ƒ Judul gambar/dan bagian dari bangunan ƒ Nomor gambar ƒ Nomor lembar gambar dan jumlah lembar gambar ƒ Tanggal 1. membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN Penanggung jawab instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan. Pada setiap gambar “as built”. Pemborong harus menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar Kontrak terhadap deviasi-deviasi. dinding dan lain sebagainya. Laporan Harian dan Mingguan Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan gambaran mengenai : ƒ Kegiatan fisik ƒ Catatan dan perintah MK/Direksi Pengawas yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi. berikut gambar-gambar detail dan gambar potongan. Laporan Pengetesan Pemborong instalasi ini harus menyerahkan kepada MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut : ƒ Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi ƒ Hasil pengetesan peralatan ƒ Hasil pengetesan kabel. pengembangan dan revisirevisi yang terjadi semasa pelaksanaan. As built ini harus menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom. Bila pihak MK/Direksi Pengawas.

lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam pelaksanaan instalasi ini. Spare part dan tools. Sejak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakahir. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN 1. 1. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI 1.11. Pembobokan tembok.9. As built drawing b. PENGELASAN DAN PENGEBORAN 1. Pembobokan/pengelasan/pengeboran tersebut diatas baru dapat dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari pihak pemilik secara tertulis. Ciptanusa Buana Sentosa 1. d. Pemborong instalasi ini diwajibkan memperbaiki dan melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna. 3.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 1. Pemborong harus menyerahkan dokumen lengkap pada saat serah terima pekerjaan pertama berupa : a. baik yang belum atau yang sudah diperingatkan sebelumnya tanpa adanya tambahan biaya. Pemborong instalasi ini harus menyerahakan setiap gambar perubahan yang ada kepada pihak MK/Direksi Pengawas dalam rangkap 3 (tiga). bahan dan mutu hasil pekerjaan harus digaransi selama minimum 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan pertama.14. bila terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi. Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi f. Bila terjadi kerusakan pada peralatan utama (mis : motor terbakar ).10. Nama-nama supplier peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini lengkap dengan alamat dan nomor telepon. Dan pekerjaan tambah/kurang/perubahan yang ada harus disetujui oleh MK/Direksi Pengawas secara tertulis. IJIN – IJIN Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab pemborong. 2. Perubahan material. Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut. maka motor tersebut harus diganti dengan yang baru dan tidak boleh wiringnya digulung baru. 4. 2. Selama masa pemeliharaan ini.12. 1. GARANSI Semua peralatan.107 PT. seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab pemborong sepenuhnya. harus dikembalikan ke kondisi semula dan menjadi lingkup pekerjaan instalasi ini. Data test report e. 3. harus dikonsultasikan dengan MK/Direksi Pengawas. 2. Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak saat penyerahan pertama. Semua point a s/d f harus dibundel dalam satu bundel dan diserahkan sebanyak 3 (tiga) sets. . Selama masa pemeliharaan ini. 1. dan lain-lainnya harus mendapat instruksi dari pemilik secara tertulis sebelum dilaksanakan. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS 3 . Pelaksanaan Instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Pemborong wajib mengganti atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri. Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain : q Brosur Teknis q Maintenance Manual q Operator Manual q Elektrikal wiring/kontrol c.13. PEMBOBOKAN.

pemasangan. Memberikan garansi terhadap mesin/peralatan. 2. Mengadakan pemeliharaan instalasi ini secara berkala selama masa pemeliharaan. 4. peralatan utama serta perlengkapan bantu yang diperlukan dalam pemasangan instalasi ini sesuai dengan jumlah Lift/Elevator yang tergambar ataupun terurai dalam spesifikasi teknis sehingga didapatkan suatu instalasi yang baik dan sempurna dalam pemasangannya. Menyerahkan gambar-gambar. Pengadaan. sehingga pada waktu serah terima pertama instalasi tersebut harus sudah dapat dipergunakan oleh pemilik. URAIAN LINGKUP PEKERJAAN Lingkup pekerjaan Elevator sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana dan spesifikasi. apabila ada permintaan dari pihak MK/Direksi Pengawas/Pemberi Tugas dan atau bila ada gangguan dalam instalasi ini.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. 5. Pekerjaan Instalasi Listrik yang termasuk pekerjaan ini adalah sistem instalasi listrik secara lengkap sehingga instalasi ini dapat berjalan dengan baik dan aman. Pemborong pekerjaan instalasi Lift/Elevator harus melakukan pengadaan. Pengadaan. Garis besar lingkup pekerjaan instalasi Lift/Elevator yang dimaksud adalah sebgai berikut : 1. pengaturan dan pengujian sumber daya listrik. 6. peralatan control dan lain-lain bagi instalasi ini. pengaturan dan pengujian Lift/Elevator. 3.108 PT. Ciptanusa Buana Sentosa . pemasangan. Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 kali tiap minggu. 3. Pengadaan. Teknisi pelaksanaan pekerjaan ini harus sudah tiba di lapangan dalam waktu 1x24 jam sejak waktu dipanggil.2. Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan harus dilaksanakan oleh pemborong instalasi ini. 2. buku petunjuk cara menjalankan dan memelihara serta data teknis lengkap peralatan instalasi yang terpasang. LINGKUP PEKERJAAN PEMBORONG 2. Yang menjadi lingkup pekerjaan dari Pemborong Instalasi Lift/Elevator adalah sebagai berikut: 1. panel-panel. pemasangan. 2. 3 . Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang ditawarkan/dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan maka pemborong wajib memberitahukan hal tersebut merupakan kewajiban pemborong untuk melengkapi peralatan tersebut sehingga sempurna. Seluruh peralatan yang direncanakan dalam instalasi ini adalah untuk bekerja pada frekwensi 50 Hz & 2 Hz dan tegangan 220/380 Volt & 10 % LINGKUP PEKERJAAN ELEVATOR/LIFT UMUM Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar terlampir. Bila tidak. Pengadaaan dan pemasangan semua material. 3. 2. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK 1. pemasangan semua pekerjaan sipil yang diperlukan dari instalasi Lift/Elevator ini. pengaturan dan pengujian serta menyerahkan dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan. 1. maka perbaikan dapat diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong. dan instalasinya yang terpasang selama 1 (satu) tahun sejak serah terima pertama. Pemborong agar menawarkan peralatan yang sesuai untuk digunakan dengan ketentuanketentuan pada spesifikasi ini.1.15. 2. lengkap dengan kontrol dan accessoriesnya.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

2. 3. 4. 5.

6.

Penyediaan dan pemasangan serta penambahan semua profil baja untuk tumpuan/pengikat guide rail pada sisi kereta, dan profil baja yang diperlukan untuk dudukan traction machine ( semua profil baja harus dicat anti karat ). Mengadakan testing dan commissioning lengkap dengan pengadaan peralatan serta perlengkapan lainnya yang diperlukan untuk kebutuhan tersebut. Training meliputi operation, maintenance sampai dengan trouble shooting untuk tenaga-tenaga yang ditunjuk oleh pemilik. Pengadaan dokumen yang diperlukan sebanyak 3 (tiga) set yang terdiri dari antara lain : ƒ Operation manual ƒ Maintenance manual ƒ Daftar suku cadang yang perlu disediakan ƒ Gambar as built drawing ƒ Semua electronic dan electric wiring dll. Semua pengurusan izin-izin dari pihak yang berwenang sehubungan dengan pemasangan instalasi ini dan yang menyangkut biaya pengurusannya sudah harus termasuk dalam penawaran pekerjaan ini .

3.1.

DATA KERETA LIFT/ELEVATOR 1. Rangka kereta Elevator ƒ Terbuat atas profil baja yang dicat anti karat. ƒ Pada rangka ini terdapat paling sedikit empat buah sliding type guide shoes, dimana dua buah terletak pada bagian atas kereta dan yang lain pada bagian bawah kereta tepat di Guide Rail. ƒ Gide Shoes yang dipakai adalah tipe Roller ƒ Setiap guide shoes harus dilengkapi dengan sistem pelumas sendiri ( self lubrication ) untuk mencegah cepatnya ke-ausan. ƒ Pada rangka bagian bawah yang merupakan tempat tumpuan lantai kereta, harus terdapat bantalan karet. Lantai Kereta ƒ Terbuat dari plat baja yang dicat anti karat dan dilapisi dengan heavy duty tile, warna ditentukan kemudian. ƒ Bagian bawahnya dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. ƒ Ukuran dan kekuatan dari lantai ini harus sesuai dengan kapasitas angkut elevator Dinding Kereta Elevator ƒ Dinding dalam konstruksinya harus sedemikan rupa sehingga mudah dipasang atau dilepas, sehingga memudahkan dalam perakitan di lapangan. ƒ Pada bagian luarnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara. Langit-langit Kereta Lift/Elevator ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak berkurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. ƒ Terdapat lampu untuk penerangan normal dan untuk penerangan darurat dengan sumber daya dari batere tipe NI-CAD dry cell lengkap dengan automatic chargernya. ƒ Jenis lampu disesuaikan dengan interior yang dipilih oleh Architect, kecuali belum ditentukan, maka dapat digunakan sebagai acuan adalah type Flourescent ligthting circular milky white acrylic cover ( khusus untuk lift penumpang ), atau 2 buah flourescent (TL) 2x20 watt dengan milky white acrylic cover. ƒ Terdapat exhaust Grille dengan Exhaust Fan yang diletakkan diatas kereta. ƒ Pada bagian atas harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara.
3 - 109

2.

3.

4.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

5.

Pintu Kereta Lift/Elevator ƒ Terdiri atas dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti tergambar untuk lift dengan type Single Door. ƒ Terdiri atas masing-masing dua panel automatic center opening dengan dimensi seperti pada gambar untuk lift dengan type Through Door. ƒ Penggerak pintu kereta adalah motor listrik yang dilengkapi alat pengukur kecepatan. ƒ Pada bagian dalamnya harus dilapisi dengan suatu bahan peredam suara Indikator Kereta Lift/Elevator ƒ Terletak diatas pintu kereta yang dilengkapi dengan penunjuk arah perjalanan kereta, indicator posisi sangkar elevator dengan tipe digital disertai bunyi bel. Car Operating Panel ƒ Terbuat dari stainless steel plate finish ƒ Push button yang dipakai merupakan soft touch button yang menyala bila tersentuh. ƒ Untuk Lift dengan type Trough Door setiap bagian dari pintu lift dilengkapi dengan Car Operating Panel. ƒ Terdiri atas peralatan sebagai berikut : ∗ Push button untuk setiap lantai ∗ Push button untuk membuka pintu kereta ∗ Push button untuk menutup pintu kerete ∗ Push button untuk emergency stop ∗ On-Off switch untuk independent operation ∗ Key switch untuk independet operation ∗ Lampu tanda kelebihan penumpang yang dilengkapi dengan buzzer ∗ Plat nama dari pabrik pembuat lift ∗ Tulisan kapasitas lift penumpang Pintu Lift dan Pintu Shaft ƒ Lift harus dilengkapi dengan sistem pintu yang bekerja secara otomatis. ƒ Pintu harus mempunyai mekanisme kerja membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pintu kereta dan pintu shaft harus membuka dan menutup secara serempak, sesaat setelah kereta lift datang di suatu lantai dan sesaat sebelum kereta lift bergerak meninggalkan lantai. ƒ Pada saat lift bergerak, pintu kereta tidak bolah dapat dibuka dari dalam kabin, meskipun tombol pembuka pintu ditekan. ƒ Pada saat lift bergerak, motor listrik penggerak pintu harus memberikan torsi yang cukup kuat pada daun pintu, untuk mencegah pintu dibuka secara paksa dari dalam kabin. ƒ Pada saat tidak ada sumber daya listrik, pintu-pintu harus dapat dibuka secara paksa dengan tangan dari dalam kabin dan dari luar shaft. ƒ Setiap pintu shaft harus dilengkapi dengan suatu sistem interlock jenis electro mechanical, yang mencegah pintu dibuka secara paksa, kecuali dengan kunci khusus yang disediakan untuk melepas sistem interlock tersebut. ƒ Sistem interlock electro mechanical pada pintu shaft tersebut harus dapat dibuka dari kabin, pada saat lift berhenti pada suatu lantai. ƒ Sistem interlock harus dibuat sedemikian sehinggaa dapat dilepas dari dalam kabin, pada saat tidak ada sumber daya listrik. ƒ Semua peralatan interlock dan kunci dari pintu kereta dan pintu shaft harus dapat diperiksa, ditest dan diganti bagian-bagiannya, apabila rusak. ƒ Semua pintu lift harus dilengkapi dengan kontak-kontak listrik yang mencegah lift bergerak kecuali apabila pintu-pintu telah tertutup rapat. Kontak-kontak ini harus
3 - 110

6.

7.

8.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL

ƒ ƒ ƒ

ƒ 3.2.

diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dicapai oleh orang-orang yang tidak berkepentingan. Untuk lift tertentu pintu lift dilengkapi dengan kaca. Pintu lift harus dilengkapi dengan “safety edge” yang terpasang dari ujung atas sampai ujung bawah panel pintu. Apabila peralatan ini menyentuh orang atau benda pada saat pintu sedang menutup, maka pintu kereta dan pintu shaft secara otomatis harus kembali pada posisi membuka penuh. Pintu baru akan menutup kembali secara otomatis, setelah melampaui waktu yang ditentukan.

DATA PERALATAN DI SHAFT 1. Magnetitic Landing Device Untuk memberhentikan kereta elevator pada setiap lantai yang dituju dengan toleransi maksimum sebesar 5 mm dari level lantai yang bersangkutan. Landing Door ƒ Mempunyai type dan dimensi yang sama dengan pintu keretanya ƒ Dilengkapi dengan narrow jamb ƒ Terbuat dari stainless steel ƒ Harus dilengkapi dengan kunci pembuka secara manual dan interlock secara electric dan mekanis serta dilengkapi dengan alat penutup otomatis dengan weight closer. Door Sills dan Toe Guards Terletak dibawah pintu, terbuat dari Extruded aluminium natural control, yang didudukkan pada beton yang telah disediakan. Hall Button ƒ Hanya ada satu buah disetiap lantai ∗ Untuk lantai yang paling bawah hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah atas. ∗ Untuk lantai yang paling atas hanya terdapat satu push button untuk operasi ke arah bawah. ∗ Untuk lantai yang lainnya terdapat dua buah push button untuk operasi ke arah atas bawah. ƒ Push button merupakan soft touch button yang menyala bila ditekan. Car Position Indicator ƒ Terdapat diatas pintu setiap lantai dengan tipe Digital. ƒ Harus dilengkapi dengan Hall Lantern dan gong yang hanya menyala dan berbunyi pada saat kedatangan kereta. Buffer ƒ Buffer yang dipakai harus dari jenis oil buffer dimana pada bagian atasnya diberikan karet setebal 5 mm. ƒ Untuk setiap elevator minimum dipergunakan empat buah buffer dimana dua buah untuk car buffer dan yang lain untuk counter weight buffer. ƒ Buffer ini ditempatkan di atas suatu dudukan beton yang disediakan sendiri oleh pemborong pekerjaan lift (tidak boleh di angkur langsung ke lantai beton struktur yang ada). Guide Rail Pemborong pekerjaan Lift agar memberikan data-data untuk Rail, bracket dan peralatannya sebagai contohnya adalah sebagai berikut :
3 - 111

2.

3.

4.

5.

6.

7.

PT. Ciptanusa Buana Sentosa

ƒ ƒ ƒ 8. ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal 1” dan panjangnya 14. ƒ Isi counter weight adalah sebesar Kereta Elevator ditambah dengan 50 % dari kapasitas beban (balancing 50%). ∗ Rail harus dipasang pada bracket pada setiap jarak 2 meter maksimum dengan memakai besi siku ukuran 80x80x8 mm. ƒ Setiap sepatu penuntun harus bergerak pada permukaan rel penuntun dengan halus. 10. DATA MESIN PENGGERAK 3 . Counter Weight ƒ Rangka counter weight terbuat dari profil baja.5” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya. ƒ Kontraktor Lift harus menyediakan satu alat yang gunanya khusus untuk melepas rem secara manual setelah kereta lift berhenti secara darurat. 11.112 PT. Untuk Counter Weight ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange. ƒ Rope tensioning berupa pulley yang diberikan beban. sesuai standart kapasitas. diletakkan di pit dan dilengkapi dengan safety switch. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut 5/8”. yang terbuat dari besi cor. Campensating ƒ Terdiri dari rope yang terbuat dari kawat baja dengan inti kawat baja yang dilengkapi dengan rope tensioning. ƒ Rangka counter weight harus dicat anti karat dan isinya dilapis dengan suatu bahan anti karat. konstruksi dari rail harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dari pabrik. 9. ƒ Semua rem harus dirancangkan untuk dapat bekerja pada kapasitas normal dan sanggup memegang dan memberhentikan lift pada kondisi yang paling berat/sukar. Sepatu Penuntun ( Guide Shoes ) ƒ Sepatu penuntun harus berbentuk roda atau bentuk lain yang sesuai dengan standart pabrik dan terikat secara kuat pada bagian atas dan bawah dari kereta lift dan counter weigth. Ciptanusa Buana Sentosa . ƒ Sirkuit sistem kontrol rem harus saling mengunci (interlock) secara elektris dengan sirkuit kontrol motor traksi dan harus direncanakan dan diatur sehingga rem hanya bekerja untuk memegang kabin lift pada saat lift telah berhenti di suatu lantai dan rem tidak digunakan untuk memberhentikan lift. Selain ketentuan tersebut diatas. Rem ƒ Rem harus menggunakan sistem arus listrik. ∗ Rail harus diklem pada bracket dengan memakai sliding slip dan mur baut ¾”. ∗ Rail yang dipakai harus terbuat dari profil baja T dengan lebar flange.3. ∗ Sambungan rail terbuat dari plat baja setebal ½” dan panjangnya 12” yang dipasang dengan mur baut 5/8” sebanyak empat buah di setiap sisinya.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ Untuk Kereta Lift/Elevator. ƒ Sepatu rem harus bekerja tanpa menimbulkan suara keras. ketinggian dan berat nominal sesuai standart kapasitas. ketinggian dan berat nominal. Rail harus dilapis dengan suatu bahan anti karat dan pemegang rail harus dicat anti karat. 3.

KONTROL SISTEM Setiap elevator harus mempunyai sebuah panel kontrol untuk mengoperasikan kereta Elevator. dan ƒ Level 10 cm di atas level lantai teratas. Mesin penggerak kereta elevator terdiri dari motor arus bolak balik 3 phase 380 V dengan toleransi 10 % Volt 50 Hz. sistem intercom dan bel alarm harus tetap berfungsi. ROPE 1. ƒ Ketinggian langit-langit kereta ini tidak kurang dari 2300 mm dimana terdapat pintu darurat yang hanya bisa dibuka dari atas kereta dan dilengkapi safety switch sehingga lift tidak beroperasi selama pintu tersebut terbuka. berupa : ƒ Door safety edges sebanyak 2 buah. akan bekerja bila tersentuh. 3. Panel kontrol lift ini harus bisa dihubungkan dengan card reader dari system Access Control.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 1. maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak. apabila pengamanan ini bekerja. 5. 2.113 PT. ƒ Safety gear sebanyak empat buah yang terletak dibagian bawah dari pengimbang. Pada saat demikian. 6.6.4. 3 . Berat dan kereta akan mengadakan pengereman di rail dan micro switch yang ada disana akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. ƒ Secepatnya setelah menerima daya listrik dari Diesel Generating Set Emergency. Ciptanusa Buana Sentosa . 4. dimana pada waktu mesin bekerja defleksi dari karet tersebut tidak boleh lebih besar dari 3 mm. dengan mendapat sumber daya dari batere. Pembatasan yang ada yaitu : ƒ Level 6 cm di bawah level lantai terbawah. 3. 2. Sistem pemasangan rope adalah 2 : 1 dimana ujung dari pada rope dipasangkan pada rope end (detch and Hitch) yang terletak pada suatu profil baja dengan dilapisi karet setebal 25 mm dan dilengkapi safetay switch dan per. Sertifikat kawat penggantung harus diserahkan kepada pemilik sebelum pelaksanaan. Pengaman terhadap kelebihan perjalanan. Pengaman pada pintu kereta elevator. Rope yang dipakai adalah kawat baja dengan inti kawat baja. 3. 3. dimana secara otomatis akan membunyikan buzzer yang diletakkan di car board. Mesin penggerak ini dilengkapi dengan suatu base frame yang duduk diatas penyangga beton dan ditempatkan di ruang mesin elevator diatas shaft. Pengamanan terhadap kelebihan penumpang. Antara base frame dan penyangga. Jenis alat kontrol yang harus dipakai adalah CV – GEAR LESS. ƒ Pemindahan rangkaian dari jaringan listrik PLN ke Diesel Emergency Set dilakukan secara otomatis di panel utama dan pekerjaan ini termasuk tugas Kontraktor Listrik.5. apabila pengaman ini bekerja maka panel kontrol akan mematikan mesin penggerak dan baru dapat dijalankan kembali bila secara manual posisi kereta dikembalikan ke kedudukkan normal. lampu darurat didalam kereta harus menyala secara otomatis. Pengaman lift pada saat Sumber Daya listrik PLN terputus : ƒ Pada saat sumber daya listrik utama dari PLN terputus. 3. harus ditempatkan bantalan karet sebagai peredam getaran. Pengaman terhadap kelebihan kecepatan. Pengaman terhadap ketegangan rope. 3. 4. 2. semua lift harus dapat bekerja kembali secara normal. yang sekaligus sebagai kontrol induk yang akan mengendalikan elevator di dalam sistem kontrolnya. apabila terjadi kelebihan kecepatan maka: ƒ Centrifugal switch yang ada di speed governor akan menyebabkan panel kontrol mematikan mesin penggerak. Diameter minimum dari rope yang dipakai disesuaikan dengan kapasitas lift secara standart. kereta lift secara tiba-tiba akan berhenti. SAFETY DEVICE 1.

6. maka lift akan bekerja secara normal kembali. Penarikan kabel untuk paging system yang langsung dikontrol/dihubungkan dengan paging sentral oleh Kontraktor sound system. Intercom dengan master station. 3. Pengaman Bila Terjadi Kebakaran Di lantai Dasar harus disediakan dan dipasang Sakelar khusus untuk petuga-petugas pemadam kebakaran dengan tulisan dalam Bahasa Indonesia “SAKELAR KEBAKARAN”. maka lift akan bekerja sebagai berikut : ƒ Semua panggilan lift dan permintaan lantai akan dibatalkan. PANEL KONTROL LIFT 1. 6. Dengan mendudukkan sakelar pada posisi Sakelar pada posisi “ON”. tanpa berhenti di lantai-lantai lain. diatas dan dibawah kereta lift. Semua komponen kontrol harus dapat bekerja dengan baik pada temperatur maksimum 40 oC dan RH maksimum 95 %. ƒ Sistem kerja lift akan berubah dari kontrol secara kolektif menjadi tidak kolektif. ƒ Tanpa melihat arah geraknya. Earth Quick Protection. Perlu dilengkapi Supervisory panel dengan 3 buah intercom yang diletakkan di Ruang Mesin. PT. Lengkapi dengan peralatan ALD ( Automatic Landing Device ). lift akan berhenti sesaat dan secepatnya setelah mendapatkan aliran listrik. 5. 2. 7. dan tidak ada panggilan atau permintaan baru terdaftar. Sakelar ini harus diberi tulisan yang jelas untuk kedudukan “ON” atau “OFF”. dengan cabang pada masing-masing kereta. Panel kontrol akan diletakkan di atas suatu dudukan beton ringan yang akan disediakan oleh pemborong lift dan harus dilapisi karet setebal 5 mm dan hanya dapat dilayani dari depan. 4. ƒ Untuk selanjutnya pengoperasian lift tersebut hanya dapat dilakukan dari dalam kereta dan lift tidak akan melayani panggilan dari luar kereta/lantai. Ciptanusa Buana Sentosa . INSTALASI LISTRIK Pekerjaan instalasi listrik yang termasuk lingkup kerja dari pemborong instalasi ini adalah: 1.7. 4. Alat kontrol harus dilengkapi dengan suatu alat pencegah interferensi dengan gelombang pemancar yang ada. Didalam operasinya setiap cabang dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil master station dan setiap master station dapat memanggil setiap cabang. Ruang Maintenance dan Ruang Security. 7. Untuk mengoperasikan sakelar tersebut tidak boleh menggunakan kunci dan harus diletakkan didalam kotak besi yang mempunyai panel depan terbuat dari stainless steel hairline finish dan tutup kaca yang mudah dipecahkan. lift secara otomatis akan bergerak turun ke lantai dasar. Penyediaan kabel FRC/MICC untuk fire lift oleh kontraktor listrik. 3. Lampu dan switch di pit elevator.114 3. Penambahan batere tipe NI – CAD dry cell lengkap dengan Automatik Charger. lift akan berhenti bekerja. Kabel kontrol dari panel kontrol elevator ke setiap bagian yang memerlukannya. 2. di masing-masing ruang mesin elevator dan di ruang Control Engineering. Panel daya (tebal 2 mm ) untuk masing-masing lift beserta kabel feeder dari panel daya ke panel kontrol elevator. 3 . Semua kabel yang masuk atau keluar panel ini harus dilengkapi dengan cable gland. Bila sumber listrik utama dari PLN telah terhubung kembali maka rangkaian akan dipindahkan ke keadaan semula pada panel utama listrik di lantai Basement. 3. Panel kontrol ini adalah dari jenis free standing close type dengan lubang ventilasi secukupnya. ƒ Setelah membuka pintu di lantai dasar dan melepas penumpang-penumpangnya.8. 5.Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ 7. Box panel harus terbuat dari plat baja tebal 2 mm dengan rangka penguat dan dicat anti karat. Pada saat pemindahan tersebut.

Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL 8. Ciptanusa Buana Sentosa .2. 220V. Variable Freq) Seperti pada gambar Center Opening Automatic Doors AC 7. JIS Ditentukan kemudian : Stainless steel hair line position indikator operating Panel : Standard type heavy duty Dot type/stainless steel hairline finish Faceplate : Soft touch button : Door safety edge Entrance Hall Car Positioan Indicator : Push Button Hall Lantern : Vertical circular type setiap lantai Arrival gong : setiap lantai Face plate of signal : Stainless steel Face plate of signal : Stainless steel 4.1 & LF-PK. ANSI code A17. 9. 4.LAIN DATA LIFT DATA LIFT PENUMPANG (LF-PK. Continous test : 1 x 24 jam LAIN .2) Jumlah Lift Fungsi Tipe Lift Kapasitas Kecepatan Penggerak Kontrol Lantai yang dilayani Tipe Pintu Sumber Tenaga (V/Hz) Sumber Penerangan (V/Hz) Application Codes Matrials & Wirings Sistem Penomoran KETENTUAN DIMENSI Ukuran Kereta Elevator Ukuran Bukaan Pintu (mm) Ukuran Hoistway (mm) Kedalam Pit (mm) Tinggi Overhead (mm) Ukuran R. 11% dari kapasitas beban kereta lift. 3 phase.Mesin Elevator ENTRANCE DESIGN Model Entrance Landing Doors Landing Sills SIGNAL FIXTURES Dalam Kereta Lift Face plate of car Hall Car position and direction Indicator Car operating Panel Pengaman ujung pintu : NARROW JAMB with Painted Powder Coating : Painted : Extruded hard alumunium : : : : : : Disesuaikan dengan masing-masing produk 800 mm Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) Sesuai gambar (tersedia) : : : : : : : : : : : : : 2 Unit Lift Penumpang Type Standard Passenger Passenger Lift 680 Kg ( 10 Orang ) 60 mpm AC – VVVF (Variable Voltage.1. Testing Comissioning. 50 Hz BS. 50 Hz AC 1 phase. 4. KELENGKAPAN LIFT 3 .1. 220/380V.1.115 PT. ANSI code A17. Masa jaminan seluruh peralatan adalah 1 tahun. JIS BS.5 Kw.

Pemborong baru bisa mengganti bila ada persetujuan resmi dan tertulis. Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah. Ciptanusa Buana Sentosa .Pembangunan MESS LEMHANNAS Republik Indonesia PERSYARATAN TEKNIS BAB 3 : PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Eemergency car lighting with automatic Charger Interphone system and Emergency Paging System Overload Protection Divice Electric Fan ARD (Automatic Rescue Device) Arrival gong Auxiliary car Operating Panel Single phasing protection Manhole (car) Switch Pit switch Maintenance switch (di dalam & di luar car) Nuisance Call Cancellation (untuk menghapus panggilan semu. NO. Mitsubitshi 3 .116 PT. PERALATAN Elevator / Lift MERK / PEMBUAT Sigma. Pemborong dimungkinkan untuk mengajukan alternatif lain yang setaraf dengan yang dispesifikasikan. berdasarkan proteksi dari beban) Non reverse phase sequence protection Lampu di atas dan di bawah car lift berikut kawat pengaman & stop kontak Emergency alarm Rope ditandai untuk tanda di lantai mana car berada PRODUK INSTALASI TRANSPORTASI DALAM GEDUNG Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi. 1.