PROPOSAL PENELITIANPENYUSUNAN BENTUK-BENTUK AKTIVITAS PENDIDIKANJASMANI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITASSISWA SEKOLAH DASAR KELAS AWALKERJASAMA PENELITIANJURUSAN PENDIDIKAN

OLAHRAGA FPOK UPIDENGAN BIDANG PENGEMBANGAN KESEGARAN JASMANIDAN PENDIDIKAN JASMANI JAKARATAPUSAT PENGEMBANGAN KUALITAS JASMANIDEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALTAHUN 2009 LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN1. Judul Penelitian : Penyusunan Bentuk-Bentuk Aktivitas PendidikanJasmani Untuk Meningkatkan Kreativitas SiswaSekolah Dasar Kelas Awal2. Pelaksanaa. Nama Lengkap : Yusup Hidayat, S.Pd., M.Si.b. Pangkat/Gol./NIP : IIIc / Lektor /132 243 754c. Jabatan : Staf Pengajar FPOK UPId. Instansi : FPOK UPI3. Jumlah Tim Peneliti :4. Lokasi Penelitian : Sekolah Dasar Negeri Cisitu Kota Bandung5. Jangka Waktu Penelitian : 3 Bulan6. Biaya yang Diperlukan : Rp. 100.000.000.-7. Sumber Biaya : Pusekjas Depdiknas Jakarta8. Anggota Peneliti : 1. Drs. Yunyun Yudiana, M.Pd.2. Dra. Tite Juliantine, M.Pd.3. Didin budiman, S.Pd., M.PdJakarta, 30 April 2009DiketahuiKetua Jurusan Pendidikan Olahraga Ketua PelaksanaDrs. Sucipto, M. Kes. AIFO Yusup Hidayat, S.Pd. M.SiNIP. 131664362 NIP. 132243753Pusat Pengembangan Kualitas JasmaniDepartemen Pendidikan NasionalDirektur,dr. Widaninggar W., M.Ed.NIP. 1401621002 Penyusunan Bentuk-Bentuk Aktivitas Pendidikan Jasmani UntukMeningkatkan Kreativitas Siswa SD Kelas AwalA. Latar Belakang MasalahPendidikan jasmani adalah panggung tempat proses pembelajaran gerakdan atau belajar melalui gerak (Kroll, 1982 dalam Lutan 1992). Pendidikanjasmani merupakan salah satu dimensi tingkah laku yang sangat penting, sebabberurusan dengan kebutuhan primer manusia (kebutuhan bergerak), bersifatalamiah, nyata dan juga logis serta mencakup tidak hanya peristiwa jasmaniah,namun juga proses mental-intelektual, dan sosial, dan karena itu, cakupan kegiatan-nya dapat berupa olahraga(sport),permainan(game),senam

(gymnastic),tar i(dance),dan latihan atauexercise. (Verdien & Nixon, 1985; Barrow, 1983;Adams, 1991; dan Takahessi, 2000). Karena itu pula tujuannya diarahkanpadapencapaian perkembangan yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek psikomotorik,tetapi juga perkembangan pengetahuan dan penalaran (kognitif), perkembanganwatak dan sifat-sifat kepribadiannya (afektif)Sebagai bagian terpadu dari proses pendidikan, Penjaskes turut ambilbagian dalam mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang ber tanggungja wab (A nar ino, 1980) . Bahkan Reiff dkk. (A da m, 1991) menegaskanbahwa memasuki abad 21 program Penjaskes merupakan sebuah progr amr evitalisasi sekolah. Karena itu, proses pembelajaran dalam Penjaskes harusdiarahkan agar siswa sebagai aktor atau pelaku utama dapat memanipulasiraganya sebagai media bagi optimalisasi aspek-aspek perkembangan danpertumbuhan secara simultan, dan karena itu pula bahan ajar harus dipilih agar3 relevan dengan kebutuhan siswa sebagai pribadi dan kebutuhan masyarakatsekitar, disajikan dalam tata urut yang metodis- sistematis namun fleksibel, dandiwadahi dalam sebuah skenario proses belajar mengajar dibawah arahan gurusebagai “sutradara”atau pengarah agar kegiatan tetap berada pada koridor yangrelevan dengan tujuan yang dicanangkanPendidikan jasmani di sekolah mempunyai peran unik dibanding matapelajaran lain, karena melalui pendidikan jasmani selain dapat digunakanuntukpengembangan aspek fisik dan psikomotor, juga ikut berperan dalam pengem-bangan aspek kognitif dan afektif secara serasi dan seimbang. Hal ini seperti yangdiungkapkan oleh Djati dalam Lutan (2001:v) bahwa, “Sungguh tidak

dimensi kreativitas merupakan unsurkekuatan sumber daya manusia yang handal untuk menggerakkanpembangunan nasional melalui perannya dalam penelusuran. 1999). Amerika Latin. sebagai berikut :“Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segalabidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapatsekaligus meningkatkan produktivitas. mutu.11/MPR/1983. adanya ketidaktermotivasian peserta didik untukberpartisipasi dalam aktivitas Penjaskes di sekolah (Lavay. dan efisiensi kerja. tampak adanya fenomena bahwaproses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar cenderung masihmenggunakan model pembelajaran yang mengekang kebebasan siswa.Hasilsurvey yang dilakukan oleh Cholik dan Harsono (dalam Ngasmain danSoepartono. dan para siswa akan mendapatkan5 penghar gaan atas hasil usahanya. Padahaldalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kebebasan untuk memilih danmenentukan materi yang dipelajarinya. hingga karya yangsangat minim (Lutan. Hasil survey pada tingkat globalmenunjukkan beberapa indikasi lain.diragukanlagi. 1999).. Tidak mngherankan jikakemudian mencuat istilah krisis kepercayaan dalam pendidikan jasmaniKrisis kepercayaan terhadap kontribusi pendidikan jasmani sebagai suatubidang studi yang selama ini diyakini cukup handal untuk memupuk perkem-bangan manusia secara menyeluruh. Berdasarkan fakta empirik.”Penerapan berbagai bentuk.Kreativitas. pada tingkat makro. kreativitas.sehingga situasi kebebasan dapat tercipta. memberikan sumbangan yang sangat berhargabagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh. terutama yangterkait dengan kualitas proses pembelajaran. 1999) menunjukkan adanya kecenderungan siswa kurang meminatiaktivitas Penjaskes karena dirasakan sangat berat.ter masuk I ndones ia. mengalami keterlantaran yang kronis.4 kelangkaan infrastruktur. agar kegiatanpembelajaran menjadi bermakna.pengembangan dan penemuan Iptek. makakawasan Afrika. seperti siswa memiliki tingkat kebugaranjasmani yang rendah dan keterampilan gerak dasar yang tidak memadai(Panggrazi & Daeur. sehingga diharapkan dapat membentukkreativitasnya.mempunyai makna sebagai berikut:Pertama.Persoalan-persoalan seperti diuraikan di atas bisa berdampak padamunculnya masalah-masalah lain. 1997). mulai dari alokasi waktu yang terbatas. yakni kesenjanganantara teori dan praktek di lapangan. Secara umum para guru Penjaskessaat ini dihadapkan pada kondisi-kondisi unik dan pelik yang mengancamdanmenekan secara serius. jika ditinjau dari sudut pandang pendidikan dan pembangunan.”Meskipun secara konseptual Penjaskes memiliki peran penting dalampeningkatan kualitas hidup siswa tetapi secara umum fakta di lapanganmasihmenunjukkan bahwa Penjaskes memiliki setumpuk permasalahan. bahwa pendidikan jasmani yang bermutu. Ocenia. Penelitian di . kualifikasi tenaga yang tidak sesuai. dan lebih par ah kawasan A sia. yang diselenggarakan denganmematuhi kaidah-kaidah pedagogi. dkk. Hasil penelitian yang dilakukan di Netherlandsmenunjukkan bahwa pada remaja usia 13-17 tahun terjadi penurunan tingkataktivitas jasmani dan aktivitas jasmani siswa laki. Kecuali kawasan Eropa Barat dan Amerika Utara. termasuk bagaimana cara mempelajarinya. Mestinya hal ini dipahami oleh setiap guru.laki lebih aktif secaras ignifikan daripada siswa ( Biddle dan Chatzisarantis. Betapa pentingnya kreativitas dalam sistem pendidikan ditekankanoleh para wakil rakyat melalui Tap MPR RI No.bentuk aktivitas pendidikan jasmani meru-pakan sebuah strategi bagi guru untuk mendekati pencapaian suatu tujuan khususpendidikan. sungguh merupakan masalah serius yangperlu segera diatasi. 1995). termasuk di dalamnya peningkatan kreativitas sebagai bagiandaridomain afektif.

Pd. Instansi : FPOK UPI3.dr.SiNIP.Pd.permainan(game).tetapi juga perkembangan pengetahuan dan . 1994). Barrow.b. 1401621002 Penyusunan Bentuk-Bentuk Aktivitas Pendidikan Jasmani UntukMeningkatkan Kreativitas Siswa SD Kelas AwalA.Si. tidak hanya pada aspek psikomotorik.Ed. AIFO Yusup Hidayat.PdJakarta. cakupan kegiatan-nya dapat berupa olahraga(sport). Pemikiran mengenai makna PROPOSAL PENELITIANPENYUSUNAN BENTUK-BENTUK AKTIVITAS PENDIDIKANJASMANI UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITASSISWA SEKOLAH DASAR KELAS AWALKERJASAMA PENELITIANJURUSAN PENDIDIKAN OLAHRAGA FPOK UPIDENGAN BIDANG PENGEMBANGAN KESEGARAN JASMANIDAN PENDIDIKAN JASMANI JAKARATAPUSAT PENGEMBANGAN KUALITAS JASMANIDEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONALTAHUN 2009 LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN1. M. M.Pd. dan sosial. Judul Penelitian : Penyusunan Bentuk-Bentuk Aktivitas PendidikanJasmani Untuk Meningkatkan Kreativitas SiswaSekolah Dasar Kelas Awal2. S. dan Takahessi. Didin budiman.-7.. 132243753Pusat Pengembangan Kualitas JasmaniDepartemen Pendidikan NasionalDirektur.000. meskipunharus dikaji lagi validitas psikometrisnya. M. Kes. 1982 dalam Lutan 1992).dan latihan atauexercise. Anggota Peneliti : 1. Jabatan : Staf Pengajar FPOK UPId. S. dan karena itu. menemukan bahwakreativitas anak-anak Indonesia cenderung rendah dibandingkandengan beberapa negara lain yang diteliti. 131664362 NIP.namun juga proses mental-intelektual. M. 1983. Biaya yang Diperlukan : Rp. 1985. Nama Lengkap : Yusup Hidayat. Sucipto.2. nyata dan juga logis serta mencakup tidak hanya peristiwa jasmaniah.3.tar i(dance). Dra. Jumlah Tim Peneliti :4. (Verdien & Nixon.Adams. Pendidikanjasmani merupakan salah satu dimensi tingkah laku yang sangat penting.000. 100. Pangkat/Gol. bersifatalamiah. S.Indonesia yangdilakukan oleh Jellen dan Urban (dalam Supriadi. M. Yunyun Yudiana./NIP : IIIc / Lektor /132 243 754c. Lokasi Penelitian : Sekolah Dasar Negeri Cisitu Kota Bandung5..senam (gymnastic). sebabberurusan dengan kebutuhan primer manusia (kebutuhan bergerak)..Pd. 2000). M.NIP. Widaninggar W. 1991. Jangka Waktu Penelitian : 3 Bulan6. M. Drs. Pelaksanaa. Sumber Biaya : Pusekjas Depdiknas Jakarta8. Karena itu pula tujuannya diarahkanpadapencapaian perkembangan yang menyeluruh. Tite Juliantine. 30 April 2009DiketahuiKetua Jurusan Pendidikan Olahraga Ketua PelaksanaDrs. Latar Belakang MasalahPendidikan jasmani adalah panggung tempat proses pembelajaran gerakdan atau belajar melalui gerak (Kroll.Pd.

”Meskipun secara konseptual Penjaskes memiliki peran penting dalampeningkatan kualitas hidup siswa tetapi secara umum fakta di lapanganmasihmenunjukkan bahwa Penjaskes memiliki setumpuk permasalahan. mengalami keterlantaran yang kronis.Hasilsurvey yang dilakukan oleh Cholik dan Harsono (dalam Ngasmain danSoepartono. 1999). adanya ketidaktermotivasian peserta didik untukberpartisipasi dalam aktivitas Penjaskes di sekolah (Lavay. dan lebih par ah kawasan A sia. makakawasan Afrika. dandiwadahi dalam sebuah skenario proses belajar mengajar dibawah arahan gurusebagai “sutradara”atau pengarah agar kegiatan tetap berada pada koridor yangrelevan dengan tujuan yang dicanangkanPendidikan jasmani di sekolah mempunyai peran unik dibanding matapelajaran lain. Bahkan Reiff dkk. Ocenia. tampak adanya fenomena bahwaproses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar cenderung masihmenggunakan model pembelajaran yang mengekang kebebasan siswa. seperti siswa memiliki tingkat kebugaranjasmani yang rendah dan keterampilan gerak dasar yang tidak memadai(Panggrazi & Daeur. (A da m. bahwa pendidikan jasmani yang bermutu. Kecuali kawasan Eropa Barat dan Amerika Utara. Amerika Latin. Hasil penelitian yang dilakukan di Netherlandsmenunjukkan bahwa pada remaja usia 13-17 tahun terjadi penurunan tingkataktivitas jasmani dan aktivitas jasmani siswa laki. karena melalui pendidikan jasmani selain dapat digunakanuntukpengembangan aspek fisik dan psikomotor. proses pembelajaran dalam Penjaskes harusdiarahkan agar siswa sebagai aktor atau pelaku utama dapat memanipulasiraganya sebagai media bagi optimalisasi aspek-aspek perkembangan danpertumbuhan secara simultan.ter masuk I ndones ia.4 kelangkaan infrastruktur. 1999) menunjukkan adanya kecenderungan siswa kurang meminatiaktivitas Penjaskes karena dirasakan sangat berat. juga ikut berperan dalam pengem-bangan aspek kognitif dan afektif secara serasi dan seimbang.penalaran (kognitif). hingga karya yangsangat minim (Lutan. yakni kesenjanganantara teori dan praktek di lapangan. sungguh merupakan masalah serius yangperlu segera diatasi. memberikan sumbangan yang sangat berhargabagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Secara umum para guru Penjaskessaat ini dihadapkan pada kondisi-kondisi unik dan pelik yang mengancamdanmenekan secara serius. 1980) . dkk. perkembanganwatak dan sifat-sifat kepribadiannya (afektif)Sebagai bagian terpadu dari proses pendidikan. Hasil survey pada tingkat globalmenunjukkan beberapa indikasi lain. 1991) menegaskanbahwa memasuki abad 21 program Penjaskes merupakan sebuah progr amr evitalisasi sekolah. Karena itu. Padahaldalam proses . Penjaskes turut ambilbagian dalam mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang ber tanggungja wab (A nar ino. 1997). kualifikasi tenaga yang tidak sesuai. terutama yangterkait dengan kualitas proses pembelajaran. Berdasarkan fakta empirik. mulai dari alokasi waktu yang terbatas. Hal ini seperti yangdiungkapkan oleh Djati dalam Lutan (2001:v) bahwa.laki lebih aktif secaras ignifikan daripada siswa ( Biddle dan Chatzisarantis. “Sungguh tidak diragukanlagi. dan karena itu pula bahan ajar harus dipilih agar3 relevan dengan kebutuhan siswa sebagai pribadi dan kebutuhan masyarakatsekitar. 1995). 1999). yang diselenggarakan denganmematuhi kaidah-kaidah pedagogi. disajikan dalam tata urut yang metodis..sistematis namun fleksibel. Tidak mngherankan jikakemudian mencuat istilah krisis kepercayaan dalam pendidikan jasmaniKrisis kepercayaan terhadap kontribusi pendidikan jasmani sebagai suatubidang studi yang selama ini diyakini cukup handal untuk memupuk perkem-bangan manusia secara menyeluruh.Persoalan-persoalan seperti diuraikan di atas bisa berdampak padamunculnya masalah-masalah lain.

sehingga siswamemiliki motivasi yang tinggi.Menemukan bentukbentuk model pembelajaran pendidikan jasmani untukmeningkatkan kreativitas siswa Sekolah Dasar . meskipunharus dikaji lagi validitas psikometrisnya. pada tingkat mikro. Pemikiran mengenai makna kreativitas dalam kondisi makro di atas. mutu. dan para siswa akan mendapatkan5 penghar gaan atas hasil usahanya. Upaya itu antara laindengan mengembangkan model pembelajaran yang lebih efektif untukmembantu pengembangan kreativitas peserta didik secara optimal. kebermaknaan studi kreativitas dalamkaitan pendidikan terletak pada hakikat dan perannya sebagai dimensiyang member i ciri keunggulan bagi pertumbuhan diri manusia yangsehat. termasuk di dalamnya peningkatan kreativitas sebagai bagiandaridomain afektif. sebagai berikut :“Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segalabidang yang memerlukan jenis-jenis keahlian dan keterampilan serta dapatsekaligus meningkatkan produktivitas. Beberapa riset menunjukkan bahwakreativitas yang tampil dalam ranah berpikir ternyata sangat bergunabagi individu dalam rangka penyesuaian dirinya secara nyata(Garfield. Betapa pentingnya kreativitas dalam sistem pendidikan ditekankanoleh para wakil rakyat melalui Tap MPR RI No. agar kegiatanpembelajaran menjadi bermakna. dan efisiensi kerja.sehingga situasi kebebasan dapat tercipta.maka masalah yang perlu dikaji lebih mendalam melalui penelitian ini adalahsebagai berikut :1. efektif dan produktif. Mestinya hal ini dipahami oleh setiap guru. Penerapan beragam bentuk aktivitas pendidikanjasmani mer upakan salah satu jalan keluar untuk mengatasi permasalahantersebut.bentuk aktivitas pendidikan jasmani meru-pakan sebuah strategi bagi guru untuk mendekati pencapaian suatu tujuan khususpendidikan. terencana dan sistematis pada upayapengaktualisasian potensi kreatif anak didik. termasuk bagaimana cara mempelajarinya. pada tingkat makro. maka penelitianini akan didasarkan pada beberapa rumusan tujuan sebagai berikut:1. kreativitas.Kedua.Apakah terdapat perbedaan bentuk-bentuk aktivitas pendidikan jasmani dalammeningkatkan kreativitas siswa Sekolah Dasar kelas awal ?C. Tujuan PenelitianSesuai dengan kedua rumusan masalah penelitian di atas. jika ditinjau dari sudut pandang pendidikan dan pembangunan.Banyak faktor penyebab kurang berhasilnya pembelajaran pendidikanjasmani di sekolah. 1994). sehingga diharapkan ditemukan cara-cara strategis untukmengatasi permasalahan tersebut. Rumusan Masalah.mempunyai makna sebagai berikut:Pertama.pengembangan dan penemuan Iptek. Penelitian di Indonesia yangdilakukan oleh Jellen dan Urban (dalam Supriadi.11/MPR/1983.”Penerapan berbagai bentuk. Karena diharapkan dengan mener apkan ber agam bentuk aktivitaspendidikan jasmani.Sehubungan dengan latar belakang masalah yang telah dikemukakan.Apakah bentuk-bentuk aktivitas pendidikan jasmani dapat meningkatkankreativitas siswa Sekolah Dasar kelas awal ?2. maka yang menjaditema sentral penelitian ini adalah “Penyusunan Bentu-Bentuk AktivitasPendidikan Jasmani Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SD Kelas Awal”7 B. mengisyaratkan bahwalembaga-lembaga pendidikan di Indonesia perlu untuk mulai memberi6 perhatian yang sungguh-sungguh. dimensi kreativitas merupakan unsurkekuatan sumber daya manusia yang handal untuk menggerakkanpembangunan nasional melalui perannya dalam penelusuran.pembelajaran hendaknya siswa diberi kebebasan untuk memilih danmenentukan materi yang dipelajarinya.Kreativitas. 1969.1996). dalam Ruindungan. Berkenaan dengan isu tersebut. Kaitan dengan penelitian ini tujuan yangingindicapai adalah menyusun bentuk-bentuk aktivitas pendidikan jasmani untukmeningkatkan kreativitas. sehingga diharapkan dapat membentukkreativitasnya. menemukan bahwakreativitas anak-anak Indonesia cenderung rendah dibandingkandengan beberapa negara lain yang diteliti. atmosfir pembelajaran dapat terbentuk.

yakni: (1)waktu reaksi masihlambat. Manfaat PraktisSelain dapat memberikan manfaat secara teoretis. senam.Anggapan DasarGallahue (1993) mengungkapkan beberapa karakteristik perkembangangerak anak usiasiswa Sekolah Dasar kelas awal. serta kreativitas sebagaivariabel terikat atau kriterium yang merangkum dua dimensi konstruk.2. (7) aktivitas-aktivitas mata dan beberapa anggota tubuhlainnya berkembang secara lambat. yakni sejumlah prinsip atau kaidah yang dapat dijadikan8 pedoman dalam menyusun bentuk-bentuk aktivitas pendidikan jasmani untuk meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Dasar kelas awal (kelas 1 dan 2). karena disebabkan oleh awal dari kesulitan dalam koordinasi mata-tangandan mata-kaki.G. dangerak berirama yang secara konseptual diasumsikan dapat mengembangkankreativitas siswa Sekolah Dasar kelas 1 dan 2. (4) anak-anak sering mempunyaipandangan yang jauh dalam hal melakukan aktivitas. senam.2.Batasan PenelitianUntuk kepentingan efektivitas dan efisiensi proses dan hasil penelitian.Definisi Operasional1. dan gerak berirama.Variabel yang akan diteliti terdiri atas variabel bentuk-bentuk aktivitasjasmani sebagai variabel bebas (faktor). (3) persepsivisual secara mekanis dilakukan secara penuh.Penelitian hanya akan dilaksanakan pada siswa Sekolah Dasar CisituBandung kelas 1 dan 29 F.Kreativitas adalah skor yang diperoleh setiap siswa dalam mengungkapkantingkat kreativitasnya yang diperoleh melalui angket yang dikembangkanoleh peneliti dengan mengacu kepada dimensi konstruk kreativitas secarakognitif(aptitude creativity)dan secara afektif(non aptitude creativity). (6) kebutuhan keterampilan dasar untuk permainan yang berhasil akan baikuntuk dikembangkan.Bentuk aktivitas jasmani adalah jenis-jenis aktivitas jasmani untuk siswaSekolah Dasar kelas 1 dan 2 yang terdiri atas aktivitas permainan. Manfaat Penelitian1. (2) laki-laki dan perempuan dalam pengeluaran energi selaludilakukan secara penuh walaupun daya tahannya masih rendah dan mudah lelah. yaituaktivitas permainan. (5) sebagian besar potensi kemampuan gerak dasarnyabaik.terutamamasalah ketersediaan waktu dan ruang lingkup variabel penelitian. yaitudimensi kreativitas secara kognitif(aptitude)dan secara afektif(non-aptitude)3.Mendapatkan data mengenai perbedaan kreativitas siswa sebelum dansesudah menerapkan bentuk-bentuk aktivitas pendidikan jasmani yang telahtersusun untuk meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Dasar kelas awal.2. yaitu tersusunnya bentuk-bentukaktivitas pendidikan jasmani untuk meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Dasarkelas awal (kelas 1 dan 2).maka perlu di batasi beberapa hal yang terkait dengan penelitian ini.Akan tetapi respons untuk melakukan latihan apapu tetap besar . hasil penelitian ini jugadiharapkan dapat memberikan manfaat praktis. Manfaat TeoretisPenelitian ini diharapkan dapat member i mas ukan yang berarti bagipengembangan teoretis.1.kelas awal. Begitu pula aktivitas-aktivitas seperti10 menahan atau memukul bola dan melempar amat membutuhkan latihan untuklebih terkuasai .Sesuai dengan jenis penelitian yang dikembangkan maka penelitian ini hanyadilaksanakan selama 3 bulan dengan prosedur penelitian diuraikan di bab 32. yang pada giliriannya dapat digunakan oleh para gurupendidikan jasmani dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani di SekolahDasarE. terdiri atas tiga aktivitas pokok.D. Akan tetapi untuk diperluaslagi masih belum siap.

termasuk kebutuhan perkembangankreativitasnya yang diyakini sebagai salah satu aspek yang memiliki kontribusisignifikan terhadap keberhasilan belajar anak.Selanjtunya. dimana anak senang akan aktivitas mencoba-coba. dan (4) aktivitas untuk meningkatkan kemampuan fisik dankeberanian. lari cepat.latihan relaksasi. pada prinsipnya siswa diberi kebebasan untukbereksplorasi dan mengekspresikan diri melalui gerak yang disesuaikan denganperiode masa kanak-kanak. banyak sekali jenisdan bentuk gerakan yang perlu dipelajari.lagi. Siswa diberi kebebasan untuk berpikir. dapat dikatakan bahwa melaluipenerapan bentuk-bentuk latihan yang didalamnya memberikan kebebasan padaanak untuk berpikir. Hal ini sesuai dengan karakteristik anakusia 6-7 tahun. pengembangan kreativitas melalui berbagaibentuk aktivitas gerak atau jasmani. aktivitas latihan gerak untuk pengembangan. gerak itu sendiri bukan semata-mata peristiwa jasmaniahsaja.Lebih operasional Sugiyanto dan Sudjarwo (1997) menjelaskan beberapaktivitas gerak yang diperlukan untuk anak usia Sekolah Dasar kelas awal. aktivitas pengujian diri dan aktivitas yang menggunakanalat-alat.Sekaitan dengan hal tersebut. Adams (1991) menegaskan bahwa ada perbedaan kemampuanpenampilan gerak pada anak laki-laki dan perempuan yang ber usia antara 5-11.Dalam kaitan dengan pengembangan kreativitas melalui penerapan berbagaibentuk aktivitas gerak. aktivitas latihan gerak untukpengembangan.Oleh karena itu penyusunan bentuk-bentuk aktivitas pendidikan jasmani siswaSekolah Dasar kelas awal sangatlah dibutuhkan untuk menunjang peningkatankreativitas. aktivitasgerak tari kreatif. dan memecahkanmasalah yang pada prinsipnya semua itu mendukung terhadap pengembangankreativitas. (1) menambahkan bahwa gerak yang diperlukan oleh anak-anak yang sesuaiberdasarkan pada sifat-sifat perkembangan geraknya meliputi: (1)aktivitas yangmenggunakan keterampilan. perlombaan.Seperti diketahui. mencoba. ter masuk di dalamnya pengembangan kreativitas. seperti aktivitas12 mengatasi masalah menurut cara dan kemampuan anak masing-masing. mencoba. dan lingkungan. dan memecahkan masalah.Karena itu.bermain. Denganpengertian lain. mencoba. dan bahkan norma sosialnya. seperti pengenalan keterampilan berolahraga. berlatih dalam situasi drill. menari berkelompok. dan disesuaikan dengankebutuhan diri. Adapun bentuk-bentukaktivitas jasmani .11 Dalam kaitannya dengan pengembangan kreativitas. (2) aktivitas secara beregu atau berkelompok. aktivitas gerak tari kreatif. dibina. jiwa. antaralain. dan lain-lain. yang didalamnya terdapat bentuk-bentuk aktivitasyangmemberikan kebebasan pada anak untuk berpikir. pemberian kesempatan belajar gerak melalui aktivitas jasmani yangcukup pada masa kanak-kanak untuk menjaga dan mengembangkan kondisi diridan lingkungannya sangatlah penting. (3) aktivitasmencoba-coba. diasumsikan akanmendukung terhadap pengembangan kreativitas siswa. akan tetapi gerak manusia seutuhnya meliputi raga.Seperti aktivitas bermain secara berkelompok. perkembangan gerak. danmemecahkan masalah melalui aktivitas jasmani yang pada prinsipnya mendukungterhadap pengembangan kreativitasnya. sedangkan anak perempuan lebih baik dalam hal gerak yang membutuhkantingkat fleksibilitas tinggi dan tugas-tugas gerak yang memerlukan koordinasigerak yang halus. anak dituntut dan diarahkan belajar gerak yang sesuaidenganperkembangan dan kebutuhan dirinya. seperti aktivitas mengatasi masalah menurut cara dan kemampuananak masing-masing.Anak laki-laki lebih baik dalam hal gerak melompoat. dan melemparjauh. seperti program latihan untuk pengembangan kemampuan fisik.Sesuai dengan uraian singkat di atas. sebab akan berguna untuk perkembangan anak secara keseluruhan.

Sumber data variabel pertama di dapat dari hasil pengamatan (observasi)terhadap beberapa bentuk aktivitas jasmani yang dapat mengembangkankreativitas siswa Sekolah Dasar kelas 1 dan 2. 3. yaitu (1)aktivitas permainan (game) (2) aktivitas senam (gymnastic). dan juga memperhatikan karakteristikdaripopulasi secara umum memiliki kesamaan.. sedang populasi terjangkaunya adalah Siswa Sekolah Dasarkelas 1 dan 2 yang berada di wilayah Kota Bandung.Tabel 2Pola Eksperimen Melalui Observasi Penilaian Bentuk Aktivitas JasmnaiKelompok Observasi Variabel BebasSiswa Sekolah dasar Kelas 1 Bentuk aktivitas jasmani (Permainan.Y= Kondisi kreativitas siswa SD kelas 2 setelah diberi perlakuan pembelajaran4aktivitas jasmani.Siswa Sekolah dasar Kelas 2Senam. makaditurunkan hipotesis sebagai berikut: (1) Terdapat bentuk-bentuk aktivitaspendidikan jasmani yang dapat meningkatkan kreativitas siswa Sekolah Dasarkelas awal. Instrumen PenelitianVariabel-variabel yang diteliti sebagai landasan untuk memperoleh datapenelitian meliputi: (1) bentuk aktivitas jasmani untuk siswa sekolah dasar kelasawal aau kelas 1 dan 2.13 G. Prosedur Penelitian1. senam. Aktivitas jasmani yang dimaksud adalah aktivitas permainan. (2) Terdapat perbedaan bentukbentuk aktivitas pendidikan jasmaniyang dapat meningkatkan kreativitas siswa Sekolah dasar kelas awal. Metode PenelitianMetode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen quasi dilapangan dengan pola observasional tindakan. dangerak berirama Pengukur an dilaksanakan selama proses penelitian berjalan.Adapun bentuk instrumen dan teknik pengambilan datanya diper oleh denganmenggunakan f or mat observasi sebagai berikut:Tabel 3Format Observasi TindakanBentuk . Berkaitandengan hal tersebut. (1982) yang menyatakanbahwa besarnya sampel tergantung pada ketetapan yang diinginkan peneliti dalammenduga parameter populasi pada taraf kepercayaan tertentu. Oleh kar ena waktu dansumber daya peneliti yang terbatas.Untuk lebih jelasnya Pola eksperimen yang dilaksanakan adalah sepertipada tabel 2 di bawah ini. dan (2) tingkat kreativitas siswa Sekolah Dasar kelas 1dan 2.yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi tiga kategoripokok sesuai dengan ruang lingkup materi dalam pendidikan jasmani.F. dan Gerak Berirama14 2. HipotesisMengacu kepada anggapan dasar yang telah diuraikan di atas. Pelaksanaan pengukuran dilakukan15 terhadap tiga bentuk aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan kreativitassiswa. maka siswa yang dijadikan sampelpenelitian ini adalah siswa kelas 1 dan 2 Sekolah Dasar Negeri Cisituyangberjumlah 80 orang yang berusia antara 6 sampai dengan 8 tahun. Penentuanjumlah sampel ini didasari oleh pendapat Ary. melalui desain tes awal dan tesakhir satu kelompok (One group pretest-posttest design) . dan aktivitasgerakberirama (rytmic). Populasi dan SampelPopulasi sasaran dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas 1dan 2 se Jawa Barat.Notasi rancanganeksperimennya adalah sebagai sebagai berikut:Tabel 1Notasi Rancangan PerlakuanKelompok Sampel Tes Awal Perlakuan Tes AkhirSiswa SD Kelas 1Y Bentuk Aktivitas (X)Y12Siswa SD Kelas 2YBentuk Aktivitas (X)Y34Keterangan Tabel:Y= Kondisi Awal kreativitas siswa SD kelas 11Y= Kondisi Awal kreativitas siswa SD kelas 23Y= Kondisi kreativitas siswa SD kelas 1 setelah diberi perlakuan pembelajaran2aktivitas jasmani. dkk. sampel dipilih dan ditentukan denganselected randomsamplingdanmatched random assignment. dan tidak ada satukaidah pun yang dapat dipakai untuk menetapkan besarnya sampel.

8. Y. Psikologi Perkembangan..6. C. yaitu analisis prosentase dilanjutkan denganmengkategorikan dalam bentuk kualitatif. (1980).Understanding Motor Development.. S. Kebudayaan & Pengembangan IptekBandung: Alfabeta. A. MediaKom.Dwi Priyatno.Foundation of Physical Education.5.C.(1997).Perkembangan Anak.Bandung: Remaja Rosdakarya. Kreativitas.Daftar PustakaDAFTAR PUSTAKAAdams.Toronto: CV.Curriculum Theory and Design in Physical Education.Dictionary of Spor t Science. Jacobs L.Education Psychology: Winndow on Classroom. Elizabeth.17 Barrow.FourthEdition.Motivation For a Physical ActiveLifestyle Through Physical Education. R.7.Hurlock.Bobbi De Porter. Ratih Tresnati.J. Mengambil resiko5. 1999. dan analisis uji omega kuadrat untuk mengukur kekuatanpengaruh perlakuan atau signifikansi praktis dari perlakuan yang diberikan(Diekhoff. (1994).2. . 1996).. P.3. M.Aktivitas Pendidikan JasmaniUntuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SD Kelas AwalTgl.Bucher.Schor ndorf . & Kauchak.L. Evaluasi (Penilaian)BAspek Non Aptitude (dimensi yang1. (1987).Man And Movement Principles Of Physical Education. (1995).org/edonline/Inquiry-Based Learning Explanation. Rasa ingin tahuterkait dengan ciri-ciri afektif )2.Dedi Supriadi.H. Imajinatif3.. Surabaya : Usaha Nasional.thirteen. Edisi pertama. dan Razavieh A. Fleksibilitas (Keluwesan)3. andSport Science. Bakker. Philadelphia : Lea & Febiger.Desmita.http:/ /www.. D.Ety Rochaety. Deborah A.al.Foundation of PhysicalEducation and Behaviour. (2008). & Seiler. Tertantang dengan fluralitas4. D.Dalam Auweele. Charles A.Quantum Learning MembiasakanBelajar Nyaman Dan Menyenangkan.. Exercise. dan Chatzisarantis. (1998).Mizan Media Utama. (2007).Mitra Wacana Media. Elaborasi (Kerincian)5.V. S. 1997).Yogyakarta.. M. (2007). F. Metodologi PenelitianDengan Aplikasi SPSS. & Wuest.4.Gallahue. N.. Observasi : …………………. Orisinalitas (Keaslian)4..Dimensi KreativitasNo Nama Siswa A B Keterangan1 2 3 4 5 1 2 3 4 51.. Singapore : Mc Graw-Hill International Book Company. (1982)Pengantar Penelitian DalamPendidikan.Anarino. William C. Usia/Kelas : ……………….Biddle. Terjemahan Arief Furchan. Rancangan Teknik Pengolahan DataData hasil observasi terhadap penilaian kemampuan keterampilanpermainan anak usia sekolah dasar kelas awal atau kelas 1 dan 2 (usia 6-8 tahun)yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistikdeskriptif dan inferensial. & Ozmun. Abdul Majid Latief.Htm. Er ich. (1978). Durand. Mosby Company. Mike Hernacki. Sekolah : ……………….London: Prentice-Halol.Physical Education---Its Philosophic Bases.Cetakan ketiga.H. J. Fluiditas (Kelancaran)dengan ciri-ciri kognitif)2. analisis perbedaan dua rata-rata(Sudjana. Jenis kelamin : ………………. Verlag KarlHofmann.Biddle. Jakarta.dst.Eggen.Philadelphia: Lea & Febiger. Instrumen yang digunakan dikembangkan oleh peneliti dengan merujuk kepada dua dimensi konstruk kreativitas. (1991).Kategori / level : ………………….Ary D.SPSS untuk Analisis Data & Uji Statistik. 1983. (2006). et.New York : Longman Group Limited. Menghargai16 Adapun untuk variabel tingkat kreativitas siswa diukur denganmenggunakan teknik quesioner.Keterangan:AAspek Aptitude (dimensi yang terkait1. yaitu dimensiyang terkait dengan ciriciri kognitif dari kreativitas (dimensiaptitude) dandimensi yang terkait dengan ciri-ciri afektif dari kreativitas (dimensinon aptitude)4.Jakarta: Erlangga.Beyer. 5-26) Canada: Human Kinetics. Inc. Psychology For Physical Educations(hh.Bentuk aktivitas: ………………….

C.B. Prentice-Hall Internatrional. (1999). (1996).Rusli Lutan. Asas-Asas Pendidikan Jasmani Pendekatan PendidikanGerak di Sekolah Dasar. Boston: Allyn and Bacon.Munandar. P.Bandung: ITB dan FPOK UPI-Bandung. Gramedia Pustaka.Diser tasi Doktor PPS IKIP Bandung.Nana Syaodih Sukmadinanta.L. RJ.Rusli. (2000).Utami Munandar. S. (2006). (1992).Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat.Modifikasi Olahraga dan Model PembelajaranSebagai Strategi Pembinaan Olahraga Usia Dini Bernuansa Pendidikan.Supervisi Pendikan Jasmani: Konsep dan Praktik. (2001).Mosby-Year Book.Model Bimbingan Peningkatan Kreativitas SiswaSekolah Menengah Umum.Jakarta.Mengembangkan Bakat Dan Kreativitas Anak Sekolah. & Nixon.Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Inc: United State of America. (1999)..Hyllegard. (2001). Lutan.Lavay. Departemen P&K.Alfabeta. Rink. New Paradigm of Sport and Physical Educatio in the 21 century. Krisis Global Pendidikan Jasmani. (1991).. T. C. Canada: Human Kinetics. The School Physical Education. (1997). W. (1996). H.Bandung:Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.18 Judith E. New York: John Willey & Sons . R.Rusli. (1999).19 Takahesshi.Kreativitas dan Keberbakatan: Strategi MewujudkanPotensi Kreatif dan Bakat. Reinterpretasi HasilKongr es World Summit on Physical Education.DepartemenPendidikan dan Kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu PendidikanBandung. Lutan.Utami Munandar.DirjenOlahraga. 1997.Manusia dan Olahraga: Seri Bahan Kuliah Olahraga ITB. (1995).Mengajar Pendidikan Jasmani Pendekatan PendidikanGerak Di Sekolah Dasar.FourthEdition.Soul International Sport Science Congres. Mood.Jakarta:Rineka Cipta.Ruindungan Max.Metode Penelitian Pendidikan.Jakarta: PT. dan Daeur.Bandung.Interpreting Research In Sportand Exercise Science.Sudjana.Metode Statistika.Tarsito. Bandung.P. DP.Rusli Lutan.Sugiyono. (2007). (1996) .Konferensi Nasional Pendidikan Jasmani dan Olahraga.Jakarta: Dirjen Olahraga.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. and Johnson.Ngasmain & Soepartono. (2002).W. & French. V. R.Johnson.Positive BahaviorManagement Strategie For Physical Education. Edisi Ke 6. J. G.Rusli.Verdien. Curiculum in Japan.Analizing in tne Jepenese Educations Ministrys Course of Study WorldWar II.L. Frank. Inc. Lutan.Pangrazi. (2001). (1985). Inc.P. Henderson.U. (2004). Teaching Physical Education For Learning.E.Joining Together: GroupTheory & Group skill(Fourth Edition). Morrow.Terjemahan.P. David.M akalah. The McGraw-Hill Companies.Physical Education Teacher Education:Guidelenes For Sport Pedagogy.RemajaRosdakarya.Dynamic Physical Education ForElementary School.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful