1

PERBEDAAN PENGARUH SENAM OTAK DAN SENAM LANSIA TERHADAP KESEIMBANGAN PADA ORANG LANJUT USIA
Oleh : Isnaini Herawati dan Wahyuni ABSTRAK

Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak tahan terhadap jejas, termasuk infeksi. Pada orang lanjut usia, terdapat kemunduran organ tubuh seperti otot, tulang, jantung, dan pembuluh darah, serta sistem saraf yang mengakibatkan orang tua mengalami penurunan keseimbangan. Senam lansia dan senam otak merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang ada di Panti Wredha Dharma Bhakti Pajang Surakarta. Sampel yang diambil adalah orang tua yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 40 orang. Data hasil penelitian diuji dengan uji statistik wilcoxon ranks test, diperoleh hasil bahwa senam otak dan senam lansia dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap keseimbangan, yang ditunjukkan dengan nilai P < 0.05. Hasil uji mann whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan pengaruh senam otak dan senam lansia terhadap keseimbangan pada orang lanjut usia. Kesimpulan yang bisa diambil bahwa yang penting bagi orang lanjut usia adalah bergerak, apapun jenisnya. Untuk memperkuat hasil penelitian ini, disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan dengan menambah jumlah dan variasi responden dan variabel dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan bagi orang lanjut usia. Kata Kunci : senam otak, senam lansia, keseimbangan, orang tua
ABSTRACT THE EFFECT OF BRAINGYM AND LANSIA GYM IN BALANCE OF OLD PEOPLE Aging is a slowly losing process of the ability of tissues to regenerate and keep their normal structure and function in order to stand on from any disturbance, including infection. In older people degeneration of organs like muscles, bones, heart, blood vessels and nerve systems cause decrease in balance. Braingym and Lansia gym are an alternative solution to solve those problems. Population in this research are all old people in Panti Wredha Dharma Bhakti Pajang Surakarta. Samples taken is old people which is preserve the inclusion criteria in the amount of 40 people.Data of the result was tested using wilcoxon rank test and mann whitney test. The result that braingym and lansia gym give positive effect in balance, which is shown by grade P < 0,05. Braingym have a bigger mean deviation than lansia gym. The conclution is, it is important for older people to move , whatever the kind of movement is. To improve the result of this research we suggest to do a further research with more respondens, amount, and variation. Keyword : braingym, lansiagym, balance, Older People

Pembangunan nasional di segala bidang telah membuahkan hasil, yaitu meningkatnya derajad kesehatan masyarakat secara umum, dimana dapat kita lihat terjadinya penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatnya umur harapan hidup waktu lahir. Umur harapan hidup di Indonesia tahun 2000 mencapai lebih dari 70 tahun (Darmojo, 1999). Jumlah usia

Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004

biokemis pada jaringan tubuh dan akhirnya mempengaruhi fungsi. Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 . 5% akan mengalami fraktur tulang lain. Reuben.6/orang. 1999). sebagian besar wanita. dkk (1996) mendapatkan insiden jatuh di masyarakat Amerika Serikat pada umur lebih dari 65 tahun berkisar 1/3 populasi lansia setiap tahun dengan rata-rata jatuh 0.34% pada tahun 2020 ( BPS. terus menerus dan berkelanjutan yang dapat menyebabkan perubahan anatomis. Kematian akibat jatuh sangat sulit diidentifikasi karena sering tidak disadari oleh keluarga atau dokter pemeriksanya.Bureau of the Census . Diestimasikan 1% lansia yang jatuh akan mengalami fraktur collum femuris. hemarthroses. Fraktur collum femuris merupakan komplikasi utama akibat jatuh pada lansia.000 lebih lansia di Amerika Serikat per tahun. Resiko untuk terjadinya perlukaan akibat jatuh merupakan efek gabungan dari penurunan respon perlindungan diri ketika jatuh dan besar kekuatan terbantingnya (Reuben. bahkan Indonesia diperkirakan akan mengalami pertambahan warga lansia terbesar di dunia. Kecelakaan merupakan penyebab kematian kelima pada tahun 1994 untuk lansia. sebaliknya jatuh juga bisa merupakan akibat penyakit lain misalnya serangan jantung mendadak (Darmojo. pelvis. dua pertiganya akibat jatuh. yaitu sebesar 414% (Kinsella & Taeuber. 5% akan mengalami perlukaan jaringan lunak. berlangsung secara alamiah. 1993). humerus. Gangguan keseimbangan merupakan penyebab utama yang sering mengakibatkan seorang lansia mudah jatuh. dan lain-lain. Usia lanjut merupakan proses alami yang tidak dapat dihindarkan. Insiden di rumah-rumah perawatan (nursing home ) 3 kali lebih banyak (Tinneti. 1996). sekitar 30% lansia umur lebih dari 65 tahun jatuh setiap tahunnya. Dari data USA. Berdasarkan survey di masyarakat Amerika Serikat. 1994). antara tahun 1990 – 2025. Perlukaan jaringan lunak yang serius seperti sub dural hematome. memar. diderita oleh 200. kemampuan badan dan jiwa (Constantinides.2 lanjut pada tahun 2000 7. seperti iga. fisiologis. separuh dari angka tersebut mengalami jatuh berulang. dan keseleo otot juga sering merupakan komplikasi akibat jatuh (Kane et al. Proses menjadi tua disebabkan oleh faktor biologi. 1992).1994).28% dan diproyeksikan sebesar 11.

yaitu : 1) Lansia laki-laki dan perempuan berusia 60 – 75 tahun. 4) tidak mengalami cacat fisik yang mengganggu aktivitas. Surakarta.3 1992). dapat berkomunikasi dengan baik. Sampel yang diambil harus memenuhi kriteria tertentu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Random Sampling. meskipun ringan akan tetap memberatkan. Dilakukan pengukuran nilai keseimbangan sebelum dilakukan perlakuan senam. O1 O1 X0 X1 O2 O2 Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 .Desain penelitian yang digunakan adalah One group pretest posttest design. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Panti Wredha. 2) Tidak mempunyai gangguan jantung dan gangguan neurologi. Setelah itu dilakukan pengukuran nilai keseimbangan setelah perlakuan dan dibandingkan nilainya sebelum dan sesudah perlakuan. Usaha pencegahan merupakan langkah yang harus dilakukan karena apabila sudah terjadi komplikasi. Pajang. Penurunan keseimbangan bisa diperbaiki dengan berbagai latihan olah raga. selama 2 bulan mulai bulan Oktober sampai Desember 2003. Surakarta. Pajang. Penelitian yang dilakukan peneliti termasuk penelitian quasi eksperimen. Dengan populasi semua orang lanjut usia penghuni Panti Wredha Dharma Bhakti. 5) Responden harus mengikuti program latihan secara teratur. diantaranya senam lansia dan senam otak. 3) Responden kooperatif. kemudian diberikan perlakuan senam otak dan senam lansia selama 3 kali seminggu selama 8 minggu. Lima persen dari penderita jatuh ini mengalami patah tulang atau memerlukan perawatan di rumah sakit.

Sedangkan definisai operasional keseimbangan adalah kemampuan untuk mengontrol tubuh dan center of gravity secara relatif yang diperlukan agar dapat menjaga postur dan gerakan yang akan diukur dengan timed up and go test yang diukur dalam satuan waktu (Anemaet. Untuk mengetahui pengaruh latihan terhadap keseimbangan digunakan wilcoxon sign ranks test. Setelah dilakukan pengumpulan data awal. 1999). dan 20 orang diberikan perlakukan senam otak satu minggu 3 kali selama 8 minggu. maupun aktivitas masingmasing responden tidak sama. Latihan yang dilakukan sebagian besar dilakukan secara individual mengingat kondisi fisik. diambil 40 orang yang memenuhi kriteria inklusi.4 Keterangan : O1 : Observasi sebelum perlakuan O2 : Observasi sesudah perlakuan X0 : Perlakuan dengan senam lansia X1 : Perlakuan dengan senam otak Variabel yang akan diteliti adalah keseimbangan. dengan umur berkisar antara 60 – 90 tahun. HASIL PENELITIAN Klien yang ada di Panti Wredha Dharma Bhakti Pajang seluruhnya berjumlah 87 Orang. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mengontrol tubuh dan center of gravity secara relatif yang diperlukan agar dapat menjaga postur dan gerakan. Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 . 20 orang diberikan perlakuan senam lansia. Data-data yang telah diperoleh selanjutnya dilakukan pengolahan dengan analisa statistik menggunakan SPSS dengan analisa diskriptif untuk memperoleh gambaran responden. dan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara kedua senam digunakan uji mann whitney..

35 50 N Mean Std Deviasi Minimum Maksimum Tabel 3.01) Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 .33 24.03±7.014 (<0. Descriptive Statistic Group 2 (Senam Otak) Umur Responden 20 70.000 (<0.75 33.31 56 Tug Test Sesudah Senam 20 20.23 11.53 7.24  P 0.19  Sesudah Senam ( x ±SD) 19.5 Tabel 1. Distribusi Responden Menurut Umur Umur 60–65 th 66–70 th 71–75 th Kelompok 1 (Senam Lansia) 6 (30%) 3 (15%) 11 (55%) Kelompok II (Senam Otak) 5 (25%) 2 (10%) 13 (65%) Tabel 4.57 10. Descriptive Statistic Group 1 (Senam Lansia) Umur Responden 20 70.28 8.61 60 75 Sebelum Senam 20 21.15 5.00 N Mean Std Deviasi Minimum Maksimum Tabel 2.83 60 75 Tug Test Sebelum Senam 20 24.05) 0.13 10.80 5.00 35.92±9.94±10.32 7.00 Sesudah Senam 20 20.86 21.59±6.95 11. Tug Test Sebelum dan Sesudah Latihan Kelompok Senam Lansia (n=20) Senam Otak (n=20) Sebelum Senam ( x ±SD) 20.17 12.

Pada dasarnya senam otak Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 .27 t -4. Latihan yang meliputi komponen keseimbangan akan menurunkan insidensi jatuh pada orang lanjut usia sebesar 17%. Selain itu senam lansia bermanfaat untuk memelihara kebugaran jantung dan paru. Penurunan inilah yang membuat lansia mudah jatuh sakit. bahwa latihan daya tahan yang intensif akan meningkatkan kecepatan langkah (gait) sekitar 12% dan kekuatan untuk menaiki tangga sebesar 23-38%. Menurut Reuben (1996). Hasil penelitian Reuben. P 0. Pengaruh senam otak terhadap keseimbangan berhubungan dengan penggunaan otak secara keseluruhan. P = 0. Menurut Darmojo (1999).6 Tabel 5. dkk (1996). bahwa penurunan keseimbangan pada orang tua dapat diperbaiki dengan berbagai latihan keseimbangan.77 3. Gabungan latihan daya tahan dan keseimbangan akan meningkatkan kecepatan langkah lanjut usia yang hidup di masyarakat sebesar 8%.05). frustasi. faktor yang murni milik lanjut usia yang berperan besar terhadap terjadinya jatuh adalah muskuloskeletal. yang ditunjukkan dengan nilai P = 0.01) PEMBAHASAN Sebelum dan Sesudah Senam Lansia Hasil uji statistik menyatakan bahwa ada pengaruh senam lansia terhadap keseimbangan. Ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara tug test sebelum dan sesudah senam otak.00 (<0. Uji Statistik Selisih Tug Test Kelompok Senam Lansia Senam Otak n = 20 n = 20 Selisih Sebelum dan Sesudah 0. Sebelum dan Sesudah Senam Otak Hasil yang diperoleh. dan kelenturan tulang dan sendi. Pada umumnya lansia akan mengalami penurunan pada kemampuan otak dan tubuh.79 .02±2. daya tahan.000 (<0.014 (<0. sehingga sistem muskuloskeletal yang menurun dapat diperbaiki.45±0. pikun. dan gangguan-gangguan lain. Senam lansia ditujukan untuk penguatan.05).

mengatur tekanan darah. mengetuk jari. 2002). yang pada umumnya sudah mengalami Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 . cepat beralih perhatian. dan juga koordinasi ( Dennison. Hal ini disebabkan karena responden berusia rata-rata 71 tahun. proses plastisitas ini harus dipertahankan dengan latihan atau permainan yang prosedurnya membutuhkan konsentrasi. Tidak heran bila pada para lansia terjadi penurunan berupa kemunduran daya ingat. memori visual. Perbedaan Pengaruh Senam Lansia dan Senam Otak terhadap Keseimbangan Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai P = 0. Senam otak merupakan salah satu contoh latihan yang mudah dilakukan oleh orang lanjut usia karena bisa dilakukan dimana saja. juga terjadi kelambanan pada tugas motorik sederhana seperti berlari. orientasi. Karena dengan bergerak memberikan efek yang bagus terhadap semua jaringan tubuh. karena kedua senam tersebut mempunyai inti yang sama. dan tidak membutuhkan energi yang banyak. yaitu bergerak. Namun kebanyakan proses lanjut usia ini masih dalam batas-batas normal berkat proses plastisitas. Penurunan belahan otak kanan lebih cepat dari pada yang kiri. Yang penting bagi orang tua adalah selalu bergerak. Proses ini adalah kemampuan sebuah struktur dan fungsi otak yang terkait untuk tetap berkembang karena stimulasi. Hal ini bisa dipahami. tidak sedenter. dimana senam otak memberikan pengaruh yang lebih terhadap keseimbangan. Oleh sebab itu agar tidak cepat mundur.7 merupakan serangkaian latihan gerak sederhana yang membantu mengoptimalkan fungsi dari segala macam pusat yang ada di otak manusia. Senam ini dapat memperlancar aliran darah dan oksigen ke otak. ulit berkonsentrasi. meningkatkan penglihatan. dan lain-lain. meningkatkan energi tubuh. kapan saja.05) yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara senam lansia dan senam otak dalam mempengaruhi keseimbangan pada orang lanjut usia. meningkatkan daya ingat dan konsentrasi. kelambanan dalam persepsi sensoris serta dalam reaksi tugas kompleks. keseimbangan jasmani. Dari hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa ada perbedaan pengaruh antara senam lansia dan senam otak.00 (<.

Missouri : Mosby Inc. Sebagian besar responden lebih menyenangi senam otak dari pada senam lansia. keduanya memberikan hasil yang positif terhadap keseimbangan lansia. sebaiknya diberikan senam lansia.66. sebaiknya diberikan senam otak. harus selalu diperhatikan kondisi lansia secara umum. Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 . Oleh sebab itu senam tersebut dapat digunakan sebagai alternatif untuk melatih kebugaran fisik secara umum bagi lansia. nadi. Baik senam lansia maupun senam otak. Senam lansia kan memberikan pengaruh yang lebih baik apabila gangguan keseimbangannya disebabkan karena muskuloskleletal. Selain itu kegiatan senam menyenangkan karena didalamnya terdapat permainan-permainan utuk mengasah otak SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kesimpulan yang bisa diambil dari penelitian ini adalah bahwa senam lansia yang dilakukan 20 responden di Panti Wredha Pajang. dan mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja. dan kondisi umum harus selalu dilakukan untuk menghindari resiko yang mungkin timbul. WK & Michelle EM. misalnya untuk lansia dengan demensia . Guide to Clinical Practice . DAFTAR PUSTAKA Anemaet. Kontrol terhadap tekanan darah. Saran Saran yang perlu dianjurkan terkait dengan hasil penelitian ini adalah : 1) dalam melakukan latihan terhadap lansia. disarakan dilakukan penelitian lanjut dengan menambah jumlah dan variasi sampel. karena tidak membutuhkan waktu khusus. St Louis.8 kemunduran otak. Surakarta 3 kali seminggu selama 8 minggu dapat menngkatkan nilai tug test sebesar 1. 2) Untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 2000. Sedangkan untuk lansia dengan kelemahan muskuloskeletal. Home Rehabilitation .21 dan senam otak meningkatkan nilai tug test sebesar 3. dalam memberikan latihan/senam kepada lansia harus diperhatikan kondisi-kondisi khusus yang mempengaruhi keterbatasannya. 3) Untuk memperkuat hasil penelitian ini.

Reuben DB. MC. B. 1996. 1999. Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Kane RL.9 Constantinides. Ouslander JG and Abrass IT. Jakarta : Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. K & Tauber. Yoshikawa TT and Besdine RW. Infokes Vol 8 No 1 Maret – September 2004 . US. 1994. 1993. Evaluating the Elderly Patient. Dubuque Iowa : Kendall-Hunt Publishing Coy. 1994. An Aging World II.Coy. In Essentials of Clinical Geriatrics. Geriatric Psychiatry. Kinsella. Sev. Washington DC : International Population Report. Appleton & lange. General Pathobiology. Graw-Hill Inform. P. Darmojo. Bureau of The Census.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful