BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang

Masa puerperium atau masa nifas, mulai setelah partus selesai, dan berakhir kira-kira setelah 6 minggu. Akan tetapi, seluruh alat genital baru pulih kembali sebelum ada kehamilan selama 3 bulan. Dalam masa kehamilan, sistem reproduksi, system pencernaan, system perkemihan dan system muskuloskeletal akan berubah namun pada masa nifas akan berangsur-angsur pulih kembali seperti pada masa sebelum hamil. Disamping itu, terjadi juga perubahan-perubahan lain, seperti hemokonsentrasi dan timbulnya laktasi. Setelah janin dilahirkan fundus uteri kira-kira setinggi pusat; segera setelah plasenta lahir, tinggi fundus uteri + 2 jari dibawah pusat. Otot-otot uterus berkontraksi segera postpartum. Pembuluh-pembuluh darah yang berada diantara anyaman otot-otot uterus akan terjepit. Proses ini akan menghentikan perdarahan setelah plasenta dilahirkan. Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks ialah segera postpartum bentuk serviks agak menganga seperti corong. Bentuk ini disebabkan karena korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi, sedangkan serviks tidak berkontraksi, sehingga seolah-olah pada perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin. Warna seviks sendiri merah kehitam-hitaman karena penuh dengan pembuluh darah. Konsistensinya lunak. Pada pencernaan ibu mungkin akan lebuh merasa sering lapar dan kebutuhan pun akan meningkat. Karena peningkatan steroid ketika kehamilan dan penurunan fungsi ginjal pada pasca partum dan fungsinya akan kembali normal setelah kurang lebih satu bulan setealh melahirkan. Dan pada system musculoskeletal ibu akan mengalami adaptasi kembali setelah melahirkan.

1

1.2 Tujuan a. Tujuan Umum
• •

Untuk mengetahui perubahan-perubahan fisiologis ibu nifas. Memberikan informasi kepada ibu nifas tentang perubahan-perubahan yang terjadi.

b. Tujuan Khusus • •
• •

Untuk memahimi perubahan fisiologis system reproduksi ibu nifas Untuk memahimi perubahan fisiologis system pencernaan ibu nifas Untuk memahimi perubahan fisiologis system perkemihan ibu nifas. Untuk memahimi perubahan fisiologis system muskuloskeletal ibu nifas.

1.3 Sistematika Penulisan

Kata pengantar Daftar isi Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 1.3 Sistematika penulisan Bab II Pembahasan 2.1 Perubahan fisiologis sistem reproduksi
2

2) Involusi uterus atau pengerutan uterus merupakan suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil dengan bobot hanya 60 gram.2 Perubahan fisiologis sistem pencernaan 2.1 Simpulan Daftar pustaka BAB II PEMBAHASAN 2. Involusi uterus melibatkan reorganisasi dan penanggalan decidua/endometrium dan pengelupasan lapisan pada tempat implantasi plasenta 3 . Seorang bidan dapat membantu ibu untuk memahami perubahan-perubahan ini.1 Perubahan Fisiologis Sistem Reproduksi Dalam masa nifas.4 Perubahan fisiologis sistem musculoskeletal Bab III Penutup 3.2. Uterus atau rahim yang berbobot 60 gram sebelum kehamilan secara perlahan-lahan bertambah besarnya hingga 1 kg selama masa kehamilan dan setelah persalinan akan kembali ke keadaan sebelum hamil. Involusi uteri dapat juga dikatakan sebagai proses kembalinya uterus pada keadaan semula atau keadaan sebelum hamil.(1) Perubahan yang terjadi di dalam tubuh seorang wanita sangatlah menakjubkan.1 Involusi Uterus(1. alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil.(1) 2.1. Perubahan alat-alat genital ini dalam keseluruhannya disebut involusi.3 Perubahan fisiologis sistem perkemihan 2.

4 . 3) Efek Oksitosin Oksitosin menyebabkan terjadinya kontraksi dan retraksi otot uterin sehingga akan menekan pembuluh darah yang mengakibatkan berkurangnya suplai darah ke uterus. Penurunan ukuran uterus yang cepat itu dicerminkan oleh perubahan lokasi uterus ketika turun keluar dari abdomen dan kembali menjadi organ pelviks. 2) Autolysis Autolysis merupakan proses penghancuran diri sendiri yang terjadi di dalam otot uterine. Proses ini membantu untuk mengurangi situs atau tempat implantasi plasenta serta mengurangi perdarahan. Proses involusi uterus adalah sebagai berikut : 1) Iskemia Miometrium. Kemudian naik ke tingkat umbilicus dalam beberapa jam dan bertahan hingga satu atau dua hari dan kemudian secara berangsur-angsur turun ke pelviks yang secara abdominal tidak dapat terpalpasi di atas simfisis setelah sepuluh hari. Disebabkan oleh kontraksi dan retraksi yang terus menerus dari uterus setelah pengeluaran plasenta membuat uterus relative anemi dan menyebabkan serat otot atrofi. warna dan jumlah lochia. Segera setelah proses persalinan puncak fundus kira-kira dua pertiga hingga tiga perempat dari jalan atas diantara simfisis pubis dan umbilicus.sebagai tanda penurunan ukuran dan berat serta perubahan tempat uterus. Enzim proteolitik akan memendekkan jaringan otot yang telah sempat mengendur hingga 10 kali panjangnya dari semula dan lima kali lebar dari semula selama kehamilan atau dapat juga dikatakan sebagai pengrusakan secara langsung jaringan hipertropi yang berlebihan hal ini disebabkan karena penurunan hormon estrogen dan progesteron.

2. 3. Hasil dari proses ini dialirkan melalui pembuluh getah bening. Akhir kala III persalinan tinggi fundus uteri teraba 2 jari bawah pusat dengan berat uterus 750 gr. Enam minggu postpartum fundus uteri bertambah kecil dengan berat uterus 50 gr. Perubahan uterus ini berhubungan erat dengan perubahan-perubahan pada miometrium. Pada miometrium terjadi perubahan-perubahan yang bersifat proteolisis. Penurunan ukuran uterus Uterus secara berangsur-angsur menjadi kecil (involusi) sehingga akhirnya kembali seperti sebelum hamil. Bayi lahir fundus uteri setinggi pusat dengan berat uterus 1000 gr. Satu minggu postpartum tinggi fundus uteri teraba pertengan pusat simpisis dengan berat uterus 500 gr. 4. Decidua yang tersisa ini menyusun kembali menjadi dua lapisan sebagai hasil invasi leukosit yaitu : 5 . 1. Dua minggu postpartum tinggi fundus uteri tidak teraba diatas simpisis dengan berat uterus 350 gr.Gambar 1. Decidua tertinggal dalam uterus setelah separasi dan ekspulsinplasenta dan membrane yang terdiri dari lapisan zona basalis dan suatu bagian lapisan zona spongiosa pada decidua basalis (tempat implantasi plasenta) dan decidua parietalis (lapisan sisa uterus). 5.

1) Suatu degenerasi nekrosis lapisan superficial yang akan terpakai lagi sebagai bagian dari pembuangan lochia dan lapisan dalam dekat miometrium. Decidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan. 6 . tempat plasenta merupakan tempat dengan permukaan kasar. tidak rata dan kira-kira sebesar telapak tangan.2 Involusi Tempat Plasenta (1. 2) Lapisan yang terdiri dari sisa-sisa endometrium di lapisan basalis. maka lapisan luar dari decidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik. pada akhir minggu ke-2 hanya sebesar 3-4 cm dan pada akhir nifas 1-2 cm.3) Setelah persalinan. 2. Endometrium akan diperbaharui oleh proliferasi epithelium endometrium. Penyembuhan luka bekas plasenta khas sekali. Regenerasi endometrium diselesaikan selama pertengahan atau akhir dari postpartum minggu ketiga kecuali di tempat implantasi plasenta. Gambar 2. Dengan cepat luka ini mengecil. tetapi luka bekas plasenta tidak meninggalkan parut. Pada permulaan nifas bekas plasenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh thrombus. Endometrium ini tumbuh dari pinggir luka dan juga dari sisa-sisa kelenjar pada dasar luka. Biasanya luka yang demikian sembuh dengan menjadi parut. Pengeluaran Lochia ini biasanya berakhir dalam waktu 3 sampai 6 minggu. suatu campuran antara darah yang dinamakan lochia. Hal ini disebabkan karena luka ini sembuh dengan cara dilepaskan dari dasarnya tetapi diikuti pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka. yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat.1.Perubahan lapisan miometrium Dengan involusi uterus ini.

Bentuk ini disebabkan oleh korpus uteri yang dapat mengadakan kontraksi. sedangkan serviks tidak berkontraksi. setelah janin lahir.1.3) Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus.1. Perubahan-perubahan yang terdapat pada serviks postpartum adalah bentuk serviks yang akan menganga seperti corong. 2. fasia.Gambar 3. berangsur-angsur menciut kembali seperti sediakala. Regenerasi endometrium Regenerasi endometrium terjadi di tempat implantasi plasenta selama sekitar 6 minggu. Pertumbuhan kelenjar endometrium ini berlangsung di dalam decidua basalis.4 Perubahan pada Serviks (1. jaringan penunjang alat genetalia menjadi agak kendor. Untuk memulihkan kembali sebaiknya dengan latihan-latihan dan gimnastik pascapersalinan.3 Perubahan Ligamen (4) Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus. 2. Tidak jarang pula wanita mengeluh “kandungannya turun” setelah melahirkan oleh karena ligament. Epitelium berproliferasi meluas ke dalam dari sisi tempat ini dan dari lapisan sekitar uterus serta di bawah tempat implantasi plasenta dari sisa-sisa kelenjar basilar endometrial di dalam deciduas basalis. sehingga seolah-olah pada 7 . Pertumbuhan kelenjar ini pada hakekatnya mengikis pembuluh darah yang meembeku pada tempat implantasi plasenta yang menyebabkannya menjadi terkelupas dan tak dipakai lagi pada pembuangan lochia. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retroflexi.

Setelah persalinan. ostium eksterna dapat dimasuki oleh 2 hingga 3 jari tangan. robekan serviks menjadi sembuh. setelah involusi selesai. Perbedaan portio sebelm dan sesudah melahirkan.5 Lochia (1. ostium externum dapat dilalui oleh 2 jari. Pada serviks terbentuk sel-sel otot baru yang mengakibatkan serviks memanjang seperti celah. Walaupun begitu.2) Dengan adanya involusi uterus. pinggir-pinggirnya tidak rata tetapi retak-retak karena robekan dalam persalinan. Campuran antara darah dan decidua tersebut dinamakan Lochia. terutama pada pinggir sampingnya. Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus.1. Oleh robekan ke samping ini terbentuk bibir depan dan bibir belakang pada serviks. Lochia adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi 8 . ostium externum tidak serupa dengan keadaannya sebelum hamil. pada umumnya ostium externum lebih besar dan tetap ada retak-retak dan robekan-robekan pada pinggirnya. Beberapa hari setelah persalinan. Decidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan. setelah 6 minggu persalinan serviks menutup. 2. maka lapisan luar dari decidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik.perbatasan antara korpus dan serviks uteri terbentuk semacam cincin. yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat. Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh 1 jari saja. Warna serviks sendiri merah kehitam-hitaman karena penuh pembuluh darah. Karena hyperpalpasi ini dan karena retraksi dari serviks. Gambar 4. dan lingkaran retraksi berhubungan dengan bagian atas dari canalis cervikallis.

putih kekuningan dan lebih banyak mengandung leukosit. 9 . warnanya biasanya merah dan mengandung darah dari perobekan/luka pada plasenta dans erabut dari deciduas dan chorion. Pengeluaran Lochia dapat dibagi berdasarkan waktu dan warnanya diantaranya : 1. Lochia Rubra/ merah (kruenta) Lochia ini muncul pada hari pertama sampai hari ketiga masa postpartum. Lochia mengalami perubahan karena proses involusi. juga terdiri dari leukosit dan robekan laserasi plasenta. keluar cairan seperti nanah berbau busuk. hari 3 – 7 post partum. Sesuai dengan namanya.basa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat dari pada kondisi asam yang ada pada vagina normal. Bila pengeluaran Lochia tidak lancar maka disebut Lochiastasis. 6. verniks caseosa. Lochia Sanguinolenta Berwarna kuning berisi darah dan lendir. 4. Lochia Purulenta : terjadi infeksi. 3. 2. 5. Secret mikroskopik Lochia terdiri dari eritrosit. Warnanya lebih pucat. peluruhan deciduas. Warnanya biasanya kekuningan atau kecoklatan. Lochia ini terdiri dari lebih sedikit darah dan lebih banyak serum. sisa mekoneum dan sisa darah. Lochia Serosa Lochia ini muncul pada hari 7-14 pascasalin. Lochia mempunyai bau yang amis meskipun tidak terlalu menyengat dan volumenya berbeda-beda pada setiap wanita. Lochia Alba Lochia ini muncul lebih dari hari kesepuluh postpartum atau setelah 2 minggu. sel epitel dan bakteri. Terdiri dari sel desidua. selaput lendir serviks dan serabut jaringan yang mati. rambut lanugo.

Total jumlah rata-rata pembuangan Lochia kira-kira 8 hingga 9 oz atau sekitar 240 hingga 270 ml. sejumlah kecil sebagai lochia serosa dan sejumlah lebih sedikit lagi lochia alba. Lochia mempunyai suatu karakteristik bau yang idak sama dengan secret menstrual.Bila Lochia tetap berwarna merah setelah 2 minggu ada kemungkinan tertinggalnya sisa plasenta atau karena involusi yang kurang sempurna yang sering disebabkan retroflexio uteri. dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut. Umumnya jumlah lochia lebih sedikit bila wanita postpartum berada dalam posisi berbaring daripada berdiri.2. Gambar 5.6 Perubahan pada Vulva. Lochia disekresikan dengan jumlah banyak pada awal jam postpartum yang selanjutnya akan berkurang sejumlah besar sebagai lochia rubra. Bau yang paling kuat pada Lochia Serosa dan harus dibedakan juga dengan bau yang menandakan infeksi. Vagina dan Perineum (1. Hal ini terjadi akibat pembuangan bersatu di vagina bagian atas manakala wanita dalam posisi berbaring dan kemudian akan mengalir keluar manakala dia berdiri.5) Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia manjadi lebih menonjol. Puerperium 10 .1. 2. kedua organ ini tetap berada dalam keadaan kendur.

latihan otot perineum dapat mengembalikan tonus tersebut dan dapat mengencangkan vagina hingga tingkat tertentu. 7. Beri nasihat ibu untuk membersihkan vulva setiap kali BAB atau BAK. Pastikan bahwa ia mengerti untuk membersihkan daerah disekitar vulva terlebih dahulu.Segera setelah melahirkan. Mengevaluasi tinggi fundus. 6. evaluasi keadaan umum ibu. 4.7 Peran Bidan 1. Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya. perineum sudah mendapatkan kembali sebagian besar tonusnya sekalipun tetap lebih kendur dari pada keadaan sebelum hamil. periksa kemungkinan perdarahan dari robekan perineum. dari depan ke belakang.1. Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Menjaga kesehatan ibu dan bayi. 8. perineum menjadi kendur karena sebelumnya teregang oleh tekanan kepala bayi yang bergerak maju. 2. Menganjurkan ibu untuk selalu berdekatan dengan bayinya (rooming-in). Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh. 2. baik fisik maupun psikologis. Ukuran vagina akan selalu lebih besar dibandingkan keadaan saat sebelum persalinan pertama. 3. Mengajarkan ibu bagaimana membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Pada post natal hari ke 5. bari kemudianmembersihkan daerah sekitar anus. Jika ibu mempunyai luka episiotomy atau laserasi sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh daerah luka. Hal ini dapat dilakukan pada akhir puerperium dengan latihan harian. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan dibawah matahari atau disetrika. memperkirakan kehilangan darah secara keseluruhan. Meskipun demikian. 11 . 5.

9. Memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan diri. 10. KB.5) Ibu biasanya lapar segera setelah melahirkan.1 Nafsu Makan (1. 12. dan perawatan bayi. Ibu sering kali cepat lapar setelah melahirkan dan siap makan pada 1-2 jam post primordial. menyusui.2 Perubahan Fisiologis Sistem Pencernaan 2. 11. 2. merujuk atau mengobati bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi. imunisasi. Menjelaskan tanda bahaya selama nifas kepada ibu seperti . Memberikan pelayanan KB. Melakukan rujukan bila diperlukan. dan dapat ditoleransi dengan diet yang 12 .2. • • • • • • • • Demam Perdarahan aktif Banyak keluar bekuan darah Bau busuk dari vagina Pusing Lemas luar biasa Penyulit menyusukan anaknya Nyeri panggul atau abdomen yang lebih hebat dari nyeri kontraksi biasa. mendeteksi masalah. sehingga ia boleh mengonsumsi makanan ringan. Memberikan pertolongan pertama dalam keadaan gawat darurat dengan melibatkan klien dan keluarga. 14. 13. Melakukan kunjungan asuhan dalam rangka melaksanakan skrining komprehensif.

Faktor-faktor tersebut mendukung konstipasi pada ibu nifas dalam minggu pertama.2. Sistem pencernaan pada masa nifas membutuhkan waktu yang berangsurangsur untuk kembali normal. gerak tubuh berkurang dan usus bagian bawah sering kosong jika sebelum melahirkan diberikan enema. 2.4) Buang air besar secara spontan bisa tertunda selama dua sampai tiga hari setelah ibu melahirkan. namun asupan makanan juga mengalami penurunan selama satu atau dua hari. Setelah benar-benar pulih dari efek analgesia. Kelebihan analgesia dan anastesia bisa memperlambat pengembalian tonus dan motilitas ke keadaan normal 2.ringan. diperlukan waktu 3 – 4 hari sebelum faal usus kembali normal. Meskipun kadar progesteron menurun setelah melahirkan.3 Pengosongan Usus (1. Kebiasaan mengosongkan usus secara regular perlu dilatih kembali untuk merangsang pengosongan usus. diare sebelum persalinan. anastesia. laserasi atau hemoroid. kebanyakan ibu merasa sangat lapar. Kebiasaan buang air yang teratur perlu dicapai kembali setelah tonus usus kembali normal. enema sebelum melahirkan. Akan tetapi proses konstipasi 13 . kurang makan atau dehidrasi.2. Keadaan ini bisa disebabkan karena tonus otot usus menurun selama proses persalinan dan pada awal masa pascapartum. Pola makan ibu nifas tidak akan seperti biasa dalam beberapa hari dan perineum ibu akan terasa sakit untuk defekasi. Suppositoria dibutuhkan untuk membantu eliminasi pada ibu nifas.2 Motilitas (1. Permintaan untuk memperoleh makanan dua kali dari jumlah yang biasa dikonsumsi disertai konsumsi camilan yang sering ditemukan. dan keletihan. penurunan tonus dan motilitas otot traktus cerna menetap selama waktu yang singkat setelah bayi lahir. Kerapkali untuk pemulihan nafsu makan.5) Secara khas. Ibu sering kali sudah menduga nyeri saat defekasi karena nyeri yang dirasakannya di perineum akibat episiotomi.

3. Anjurkan ibu untuk minum sedikitnya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui). Keadaan ini bias disebabkan karena tonus otot usus menurun selama proses persalinan dan pada awal pascapartum.1. 2.5) 14 . 4. atau dehidrasi. Anjurkan ibu untuk makan diet berimbang untuk mendapatkan protein. 2.2.4. Ibu seringkali sudah menduga nyeri saat defekasi karena nyeri yang dirasakannya di perineum akibat episiotomy.juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan kekhawatiran lukanya akan terbuka bila ibu buang air besar. atau hemoroid. 2. Anjurkan ibu untuk meminum kapsul vitamin A 200000 unit agar bisa memberikan vitamin A kepada bayinya melalui ASI.kebiasaan BAB yang teratur perlu dicapai kembali setelah tonus otot kembali normal. diare sebelum persalinan. Fungsi Sistem Perkemihan (1. laserasi.2. Anjurkan ibu untuk bangun dari ranjang dan berjalan-jalan segera setelah melahirkan akan membantu merangsang pergerakan perut. 2. 6. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi tambahan 500 kalori tiap hari. enema sebelum melahirkan.3 Perubahan Fisiologis Sistem Perkemihan 2. kurang makan. mineral.5 Peran Bidan 1.4 Defekasi Buang air besar secara spontan bias tertunda selama 2 sampai 3 ari setelah ibu melahirkan. Anjurkan ibu untuk meminum pil zat besi setidaknya selama 40 hari pascabersalin. dan vitamin yang cukup. Memberitahukan ibu tentang senam kegel dan menganjurkan ibu untuk melakukannya. 3. 7. 5.

.3. 70 % dari air tubuh terletak di dalam sel-sel dan dikenal sebagai cairan intraselular.Mencapai hemostatis internal Cairan yang terdapat dalam tubuh terdiri dari air dan unsur-unsur yang terlarut di dalamnya. c.Dehidrasi adalah kekurangan cairan atau volume air yang terjadi pada tubuh karena pengeluaran berlebihan dan tidak diganti. dilaktasi traktus urinarius bisa menetap selama tiga bulan.Keseimbangan asam basa tubuh Batas normal PH cairan tubuh adalah 7. dan kreatin. kandungan air sisanya disebut cairan ekstraselular.4) 15 . Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu satu bulan setelah wanita melahirkan.4 disebut alkalosis dan jika PH < 7.3 Komponen Urine (1. racun dan zat toksin Ginjal mengekskresi hasil akhir metabolism protein yang mengandung nitrogen terutama: urea. Cairan ekstraselular dibagi antara plasma darah. Pada sebagian kecil wanita.Edema adalah tertimbunnya cairan dalam jaringan akibat gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh. 2. 2. b. sedangkan penurunan kadar sterorid setelah wanita melahirkan sebagian menjelaskan sebab penurunan funngsi ginjal selama masa pasca partum. diperlukan kira-kira dua sampai 8 minggu supaya hipotonia pada kehamilan dan dilatasi ureter serta pelvis ginjal kembali ke keadaan sebelum hamil.35 disebut asidosis .35-7.5) Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut menyebabkan peningkatan fungsi ginjal.2 Sistem Urinarius (1.a.40.Mengeluarkan sisa metabolisme. asam urat.3. Bila PH >7. dan cairan yang langsung memberikan lingkungan segera untuk sel-sel yang disebut cairan interstisial : .

Pemecahan kelebihan protein di dalam sel otot uterus juga menyebabkan proteinuria ringan (+1) selama satu sampai dua hari setelah wanita melahirkan. yang disebabkan oleh penurunan kadar estrogen. pengosongan yang tak sempurna dan urine residual kecuali jika dilakukan asuhan untuk mendorong terjadinya pengosongan kandung kemih bahkan saat tidak merasa untuk berkemih. dan hilangnya peningkatan volume darah akibat kehamilan.3. selama dua sapai tiga hari pertema setelah melahirkan. merupakan akibat otolisis uterus yang berinvolusi. terutama pada malam hari. Laktosuria positif pada ibu meyusui merupakan hal yang normal.3. Dinding kandung kemih dapat mengalami hiperemesis dan edema. merupakan mekanisme tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan. Uretra dan meatus urinarius bisa juga mengalami edema. yakni sewaktu bayi melewati jalan lahir. hilangnya peningkatan tekanan vena pada tingkat bawah. Diuresis pascapartum. yang meningkat selama pasca partum.5 kg selama masa pasca partum.Glikosuria ginjal diinduksikan oleh kehamilan menghilang.2. terisi penuh dan hipotonik dapat mengakibatkan overdistensi. Kehilangan cairan melalui keringat dan peningkatan jumlah urine menyebabkan penurunan berat badan sekitar 2.4) Dalam 12 jam pasca melahirkan.5 Uretra dan Kandung Kemih (1. Pengambilan urine dengan cara bersih atau melalui kateter sering menunjukkan adanya trauma pada kandung kemih. BUN (blood urea nitrogen). Kandung kemih yang oedema. salah satu mekanisme untuk mengurangi cairan yang teretensi selama masa hamil ialah diaforesis luas. seringkali disertai di daerah-daerah kecil hemoragi. Asetonuria bisa terjadi pada wanita yang tidak mengalami komplikasi persalinan atau setelah suatu persalinan yang lama dan disertai dehidrasi. Pengeluaran kelebihan cairan yang tertimbun selama hamil kadang-kadang disebut kebalikan metabilisme air pada masa hamil (reversal of the water metabolisme of pregnancy) 2. 16 .2) Trauma bila terjadi pada uretra dan kandung kemih selama proses melahirkan. Hal ini terjadi pada sekitar 50% wanita.4 Diuresis Postpartum (1. 2. ibu mulai membuang kelebihan cairan yang tertimbun di jaringan selama ia hamil.

bisa menyebabkan distensi kandung kemih.Kombinasi trauma akibat kelahiran. peningkatan kapasitas kandung kemih setelah bayi lahir. 5. leserasi vagina. atau episiotomi menurunkan atau mengubah refleks berkemih. jika tidak menghilang maka ibu mengalami ISK. 2. 1993). Memberitahukan ibu tentang senam kegel dan menganjurkan ibu untuk melakukannya. Melakukan rujukan bila diperlukan.3. pada masa pascapartum tahap lanjut. Anjurkan ibu untuk minum sedikitnya 3 liter setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui). Anjurkan ibu untuk bangun dari ranjang dan berjalan-jalan segera setelah melahirkan akan membantu kandungkemih bergerak (keinginan untuk berkemih). Memberitahu ibu tentang efek persalinan pada kandung kemih dan uretra akan menghilang dalam 24 jam pascapartum. dkk. dan efek konduksi anestesi menyebabkan keinginan untuk berkemih menurun. 4. rasa nyeri pada panggul yang timbul akibat dorongan saat melahirkan. Distensi kandung kemih yang muncul segera setelah wanita melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebih karena keadaan ini bisa menghambat uterus berkontraksi dengan baik. 17 . Penurunan berkemih. distensi yang berlebihan ini dapat menyebabkan kandung kemih lebih peka terhadap infeksi sehingga mengganggu proses berkemih normal (Cinningham. 3.6 Peran Bidan 1. Anjurkan kepada ibu untuk segera berkemih jika telah ada keinginan untuk berkemih. tonus kandung kemih biasanya akan pulih kembali dalam lima sampai tujuh hari setelah bayi lahir. 2. 6. Selain itu. Apabila terjadi distensi berlebih pada kandung kemih dalam mengalami kerusakan lebih lanjut (atoni). Dengan mengosongkan kandung kemih secara adekuat. seiring diuresis pascapartum.

2. tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu.1 Dinding perut dan peritoneum Setelah persalinan. Akan tetapi. Ibu postpartum memiliki tingkat diastasis sehingga terjadi pemisahan muskulus rektus abdominishal tersebut dapat dilihat dari pengkajian keadaan umum. walaupun semua sendi lain kembali normal sebelum hamil. kaki wanita tidak mengalami perubahan setelah melahirkan. otot-otot dari dinding abdomen seharusnya dapat normal kembali dalam beberapa minggu. Stabilisasi sendi lengkap pada minggu ke-6 sampai minggu ke-8 setelah wanita melahirkan.4. Tempat yang lemah ini menonjol kalau berdiri atau mengejan. Kadang-kadang pada wanita yang asthenis terjadi diastasis dari otot-otot rectus abdominis sehingga sebagian dari dinding perut di garis tengah hanya terdiri dari peritoneum.4. dinding perut longgar karena diregang begitu lama.2.4 Perubahan Fisiologis Sistem Muskuloskeletal (1.2) Adaptasi sistem muskuloskeletal ibu yang terjadi selama masa hamil berlangsung secara terbalik padsa masa pascapartum. Melalui latihan postnatal. jarak kehamilan yang dapat menentukan berapa lama tonus otot kembali normal. 2. 2.3 Striae Striae pada dinding abdomen tidak dapat menghilang sempurna melainkan membentuk garis lurus yang samar. Hal ini biasanya ditandai oleh nyeri tekan 18 .4 Simpisis pubis Meskipun relatif jarang.4.2 Kulit abdomen Kulit abdomen yang melebar selama masa kehamilan tampak melonggar dan mengendur sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan yang dinamakan strie. paritas. 2. fascia tipis dan kulit. tetapi simpisis pubis yang terpisah ini merupakan penyebab utama morbiditas maternal dan kadang-kadang penyebab ketidakmampuan jangka panjang. Adaptasi ini mencakup halhal yang membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi dan perubahan pusat gravitasi ibu akibat pembesaran rahim.4. aktivitas.

mendeteksi masalah. Sering kali klien tidak mampu berjalan tanpa bantuan. Diskusikan dengan ibu tentang pentingnya otot-otot perut dan panggul kembali normal. 2. Menganjurkan ibu untuk beristirahat cukup untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. pada beberapa wanita lain gejala dapat menetap sehingga diperlukan kursi roda.4. 6. 3. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi banyak protein untuk mempercepat proses penyembuhan. Ibu akan merasa lebih kuat dan ini menyebabkan otot perutnya menjadi kuat sehingga mengurangi rasa sakit pada punggung. Menjelaskan bahwa latihan tertentu (senam nifas) selama beberapa menit setiap hari sangat membantu. Memberitahu ibu bila ibu kurang istirahat akan mempengaruhi beberapa hal : mengurangi jumlah ASI yang diproduksi. serta untuk tidur siang atau beristirahat selagi bayi tidur. merujuk atau mengobati bila terjadi komplikasi pada ibu dan bayi. Sementara pada kebanyakan wanita gejala menghilang setelah beberapa minggu atau bulan. 7. menyebabkan depresi dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.signifikan pada pubis disertai peningkatan nyeri saat bergerak ditempat tidur atau saat berjalan. 19 . 2. Pemisahan simpisis dapat dipalpasi. memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan.4 Peran Bidan 1. Melakukan kunjungan asuhan dalam rangka melaksanakan skrining komprehensif. 5. 4. Sarankan ibu untuk kembali ke kegiatan-kegiatan rumah tangga secara perlahanlahan.

Pertumbuhan kelenjar ini pada hakekatnya mengikis pembuluh darah yang meembeku pada tempat implantasi plasenta yang menyebabkannya menjadi terkelupas dan tak dipakai lagi pada pembuangan lochia. Perubahan yang terjadi di dalam tubuh seorang wanita sangatlah menakjubkan.1 Simpulan a. alat-alat genetalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perubahan Fisiologis Sistem Reproduksi Dalam masa nifas. Uterus atau rahim yang berbobot 60 gram sebelum kehamilan secara perlahan-lahan bertambah besarnya hingga 1 kg selama masa kehamilan dan setelah persalinan akan kembali ke keadaan sebelum hamil. Epitelium berproliferasi meluas ke dalam dari sisi tempat ini dan dari lapisan sekitar uterus serta di bawah tempat implantasi plasenta dari sisa-sisa kelenjar basilar endometrial di dalam deciduas basalis. Regenerasi endometrium terjadi di tempat implantasi plasenta selama sekitar 6 minggu. Seorang bidan dapat membantu ibu untuk memahami perubahan-perubahan ini.BAB III PENUTUP 3. 20 . Perubahan alat-alat genital ini dalam keseluruhannya disebut involusi. Pertumbuhan kelenjar endometrium ini berlangsung di dalam decidua basalis.

ostium eksterna dapat dimasuki oleh 2 hingga 3 jari tangan. 21 . Dengan adanya involusi uterus. Decidua yang mati akan keluar bersama dengan sisa cairan. Suppositoria dibutuhkan untuk membantu eliminasi pada ibu nifas. Akan tetapi proses konstipasi juga dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan ibu dan kekhawatiran lukanya akan terbuka bila ibu buang air besar. Secret mikroskopik Lochia terdiri dari eritrosit. Faktor-faktor tersebut mendukung konstipasi pada ibu nifas dalam minggu pertama. b. Tidak jarang ligamentum rotundum menjadi kendor yang mengakibatkan letak uterus menjadi retroflexi. Lochia mempunyai bau yang amis meskipun tidak terlalu menyengat dan volumenya berbeda-beda pada setiap wanita. Setelah persalinan. setelah 6 minggu persalinan serviks menutup. Campuran antara darah dan decidua tersebut dinamakan Lochia. setelah janin lahir. Perubahan Fisiologis Sistem Pencernaan Sistem pencernaan pada masa nifas membutuhkan waktu yang berangsurangsur untuk kembali normal. sel epitel dan bakteri. Vulva dan vagina mengalami penekanan serta peregangan yang sangat besar selama proses melahirkan bayi. Setelah 3 minggu vulva dan vagina kembali kepada keadaan tidak hamil dan rugae dalam vagina secara berangsur-angsur akan muncul kembali sementara labia manjadi lebih menonjol. Lochia adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat dari pada kondisi asam yang ada pada vagina normal. maka lapisan luar dari decidua yang mengelilingi situs plasenta akan menjadi nekrotik. kedua organ ini tetap berada dalam keadaan kendur. Lochia mengalami perubahan karena proses involusi.Ligamen-ligamen dan diafragma pelvis serta fasia yang meregang sewaktu kehamilan dan partus. Serviks mengalami involusi bersama-sama uterus. yang biasanya berwarna merah muda atau putih pucat. peluruhan deciduas. Pola makan ibu nifas tidak akan seperti biasa dalam beberapa hari dan perineum ibu akan terasa sakit untuk defekasi. berangsur-angsur menciut kembali seperti sediakala. dan dalam beberapa hari pertama sesudah proses tersebut.

Perubahan Fisiologis Sistem Muskuloskeletal Adaptasi sistem muskuloskeletal ibu yang terjadi selama masa hamil berlangsung secara terbalik padsa masa pascapartum. Fungsi ginjal kembali normal dalam waktu satu bulan setelah wanita melahirkan. d. walaupun semua sendi lain kembali normal sebelum hamil. dilaktasi traktus urinarius bisa menetap selama tiga bulan. Stabilisasi sendi lengkap pada minggu ke-6 sampai minggu ke-8 setelah wanita melahirkan. 22 . sedangkan penurunan kadar sterorid setelah wanita melahirkan sebagian menjelaskan sebab penurunan funngsi ginjal selama masa pasca partum. kaki wanita tidak mengalami perubahan setelah melahirkan. Akan tetapi. Perubahan Fisiologis Sistem Perkemihan Perubahan hormonal pada masa hamil (kadar steroid yang tinggi) turut menyebabkan peningkatan fungsi ginjal. dkk .c. 1993). Pada sebagian kecil wanita. diperlukan kira-kira dua sampai 8 minggu supaya hipotonia pada kehamilan dan dilatasi ureter serta pelvis ginjal kembali ke keadaan sebelum hamil (Cunningham. Adaptasi ini mencakup halhal yang membantu relaksasi dan hipermobilitas sendi dan perubahan pusat gravitasi ibu akibat pembesaran rahim.

2005. Ilmu Kebidanan. 4) http://harnawatiaj.com/2008/05/04/masa-nifas/ 5)http://zietraelmart. Sarwono. Churcill Livingstone: London Varney. 1983. Myles Textbook for Midwifery. Obstetri Fisiologi. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta. 2) Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung. Varney’s Midwifery.com/journal/item/22/PERUBAHAN_FISIOLOGIS_MASA _NIFAS 23 . 2001. Ruth Bennet.wordpress.multiply. 3) Prawirohardjo.DAFTAR PUSTAKA 1) V. Eleman: Bandung.