BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Asam Benzoat Asam benzoat (C6H5COOH) adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Nama asam ini berasal dari gum benzoin (getah kemenyan), yang dahulu merupakan satu-satunya sumber asam benzoat. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya. (www.wihans.web.id/asam benzoat.html). Asam benzoat merupakan zat pengawet yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoat disebut juga senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan yang telah dibuka dari kemasannya. Struktur asam benzoat seperti pada gambar 2.1 berikut ini. COOH

Gambar 2.1 Struktur Asam Benzoat (Wikipedia, 2010) Jumlah maksimum asam benzoat yang boleh digunakan adalah 1000 ppm atau 1 gram per kg bahan (permenkes No 722/Menkes/per/1X/1988). Pembatasan penggunaan asam benzoat ini bertujuan agar tidak terjadi keracunan pada tubuh manusia. Konsumsi yang berlebihan dari asam benzoat dalam suatu bahan makanan tidak dianjurkan karena jumlah zat pengawet yang masuk ke dalam tubuh akan bertambah dengan semakin banyak dan seringnya mengkonsumsi. Lebih-lebih lagi jika dibarengi dengan konsumsi makanan awetan lain yang mengandung asam benzoat. Asam benzoat mempunyai ADI 5 mg per kg berat badan (hanssen, 1989 dalam Warta Konsumen, 1997). Asam benzoat berdasarkan bukti-bukti penelitian

Universitas Sumatera Utara

Cair 5.8 (Kirk & Othmer. Sifat Kimia 1. Sifat Fisika 1. Temperatur leleh normal 3. reduksi asam benzoat pada gugus karboksil dapat membentuk benzil alkohol. nitrasi Universitas Sumatera Utara . Viskositas (1300C) 10. Reaksi cincin yang terjadi adalah sulfonasi.26 mPa. Volume kritis 8.s (cPa) : 534 J/g : 3227 KJ/mol : 147 J/g : 2.chem-istry. Temperatur didih pada 1 atm 4. 25 C o : 122. yang digunakan pada pembuatan nilon. sehingga dapat untuk reaksi substitusi lebih lanjut. Asam benzoat mempunyai cincin dengan letak meta. 2. dosis racun adalah 6 mg asam benzoat/kg berat badan melalui injeksi kulit tetapi pemasukan melalui mulut sebanyak 5 sampai 10 mg/hari selama beberapa hari tidak mempunyai efek negatif terhadap kesehatan.menunjukkan mempunyai toksinitas yang sangat rendah terhadap manusia dan hewan.4 0C : 249 0C : 1. Pada manusia. Densitas -. a.1cm3/mol : 0. Panas pembakaran 12. pH pada larutan jenuh.248 : 1. Hidrogenasi asam benzoat menjadi kaprolaktam dengan katalis nikel dan direaksikan dengan NOHSO4. dan kaprolaktam sebagai intermediate. Dengan pemilihan katalis dan kondisi operasi. (www. Faktor kompresibilitas kritis 9.316 gr/cm3 : 1.47 MPa : 751oK : 339.org). Tekanan kritis 6. Panas pencampuran 13. 1989) b.12 gr/mol : 122.029 gr/cm3 : 4. Temperatur kritis 7. Reduksi cincin asam benzoat membentuk asam karboksilat siklis. Panas penguapan pada 140oC 11. 3. Massa Molar 2. Padat -.

Produk proses ini mengandung turunan asam benzoat yang terklorinasi dalam jumlah yang signifikan. Pada zaman sekarang. sebagai zat aditif untuk mengebor lumpur dan agen retardant pada karet alam dan sintetis. plasticizer. 2. Oksidasi asam benzoat menjadi fenol dengan katalis tembaga.2 Pembuatan Asam Benzoat Secara Historis Proses industri pertama melibatkan reaksi antara benzotriklrodia (triklorometil benzene) dengan kalsium hidroksida dalam air. asam benzoat yang digunakan untuk konsumsi manusia didapatkan dari distilasi getah kemenyan. (www. Mereka juga meneliti bagaimana asam hipurat berhubungan dengan asam benzoat.1. Justus von Liebig dan Friedrich Wohler berhasil menentukan struktur asan benzoat pada tahun 1832. Salkowski menemukan bahwa asam benzoat memiliki aktivitas anti jamur.dan klorinasi. Universitas Sumatera Utara .3 Kegunaan Asam Benzoat Asam benzoat banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan.id).1 Sejarah Perkembangan Asam Benzoat Asam benzoat pertama kali ditemukan pada abad ke – 16. Oleh karena itu. dan antiseptik sebagaimana tertera dalam tabel 2. Deaktifasi dapat dilakukan dengan katalis atau dengan menaikkan suhu. 2. tetapi agak sulit pada deaktifasi cincin karena adanya gugus karboksil.web. 5. Sedangkan turunan asam benzoat dapat digunakan sebagai pengawet makanan. (www. Garam potasium dari asam benzoat direaksikan dengan CO2 pada kenaikan suhu dan tekanan dapat membentuk asam terepthalat. menggunakan besi sebagai katalis. dalam farmasi sebagai antiseptik.1. Pada tahun 1875.wihans. obat-obatan dermatologi.1. yaitu bahan makanan dan minuman berasa asam seperti sirup.web. Kalsium benzoat yang dihasilkan kemudian diubah menjadi asam benzoat dengan menggunakan asam klorida. asam benzoat yang digunakan untuk konsumsi diproduksi secara sintetik.1.wihans. 4. 2.id). Distilasi kering getah kemenyan pertama kali dideskripsikan oleh Nostradamus (1556) dan selanjutnya oleh Alexius Pedemontanus (1560) dan Blaise de Vigenere (1596). obat-obatan. berikut.

stirena.Inisiator polimerisasi vinil klorida. Bahan pembuat cat 7. Obat-obatan 8. Sodium benzoat (NaOH) 4. Pengawet bahan farmasi 5. akrilik Benzoil klorida . Parfum 2. Bahan produksi benzil benzoat Herbisida 1. Pelarut Plasticizer pada resin polivinil klorida (PVC) Universitas Sumatera Utara . Pengawet makanan (kemasan) 3. Curing agent polimer termoset-ing (misal poliester) 3. Benzoil peroksida Benzophenane Dipropilen glikol dibenzoat Dietilen glikol dibenzoat Anhidrid benzoat 2.5-asam Diklorobenzoat 4. vinil asetat. Pengawet kosmetika 3. Bleaching agent tepung. Pengawet makanan 2.No. 1 Fenol Turunan Asam Benzoat Kegunaan Bahan Perekat Kayu Dipropilen glikol dibenzoat Dietilen glikol dibenzoat 2. Penghambat korosi 6. Agen benzolating pembuatan cat dan farmasi 2.3-amino-2. lemak dan minyak 1. Absorber cahaya ultra violet Plasticizer (sda) Plasticizer (sda) 1. Trietilen glikol dibenzoat Polietilen glikol dibenzoat Trimetil pentanediol Mono-isobutil monobenzoat 1.

1. Pelapis permukaan 3. Pelarut 2. Parfum dan tepung 6. Obat-obatan 7. Butil benzoat 2. Carrier untuk cat fiber poliester 5. Pelarut parfum dan tepung 5. Krim antiseptik 7. Obat (aditif diseinfektan) 3. Parfum dan tepung 12. 8-hidroksiquinolin benzoat 2. Pestisida (agen penetrasi) 4. Pewarna tekstiil 6. Resin alkid Pelapis permukaan 1. Resin sebagai pelapis 1. Bahan pengusir nyamuk 3. Asam heksahidrobenzoat Kaprolaktam Metil benzoat Pembuatan nilon 66 Parfum dan tepung Tabel 2. Obat salep luka bakar 8. Kegunaan Turunan Asam Benzoat Universitas Sumatera Utara .1. Plasticizer (resin selulosa asetat 11. Sukrosa benzoat Ammonium benzoat Benzonitril Benzonitril 10. Tinta 4. Benzoguanamin Resin benzoguanamin Bahan vernis Bahan vernis 1. Mitisida 2. Pasta gigi dan pencuci mulut 3. 9. Benzyl benzoat dan nitroselulosa) 4. 13.

2 Toluena Toluena adalah suatu senyawa tidak berwarna.                     CH3 Gambar 2. Pada waktu itu. trinitrotoluena (TNT) menghasilkan daya ledak yang tinggi dan produksi toluena dalam jumlah besar diperlukan untuk pembuatan TNT tersebut. toluena juga digunakan sebagai obat inhalan oleh karena sifatnya yang memabukkan. Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri dan juga sebagai bahan pelarut bagi industri lainnya. xylena dan senyawa C9-aromatik dimana dipisahkan dengan cara fraksinasi.2. Toluena ditemukan antara produk degradasi dengan cara pemanasan resin tersebut. sumber utama dari toluena adalah pemanasan batu arang. Toluena dikenal juga sebagai metilbenzena ataupun fenilmetana yaitu cairan bening tak berwarna yang tak larut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzena. (Wikipedia. kata tolu. xylene.2 Struktur senyawa toluena Universitas Sumatera Utara . cairan berbau aromatic yang khas dimana tidak setajam benzena. dan senyawa aromatik C9 dengan pembentukan katalitik dari nafta. Asal kata toluena diambil dari sebuah resin alami. Toluena secara umum diproduksi bersama dengan benzene. Amerika Selatan. toluena. (Othmer & Kirk. kebanyakan terjadi dengan sulfolane atau tetraetilena glikol dan zat terlarut. Hasil pembentukan kasar ini diekstraksi.2 berikut ini merupakan senyawa turunan benzena dengan gugul metana berada pada cincin benzena. merupakan sebuah nama dari sebuah kota kecil di Colombia. ke dalam sumur campuran dari benzene.  Toluena juga mudah sekali terbakar. 1989) Struktur toluena seperti pada gambar 2. 2011)    Sebelum perang dunia pertama. Seperti pelarut-pelarut lainnya.

Reaksi substitusi oleh metil. Sifat Kimia 1. Tekanan kritis 6.548 mPa. Universitas Sumatera Utara . Reaksi hidrogenasi. platinum atau paladium dapat menjenuhkan cincin aromatik sebagian maupun keseluruhan. Reaksi oksidasi.17 kJ/mol : 33. metana dan bifenil. 1989) : 92.15 0K : 383.15 0K Cair pada 298.316 L/mol : 0. dan 3-etil-3-fenil pentana. benzal klorida dan benzotriklorida. Panas penguapan 12. Panas pembakaran : 11. Titik didih normal 4. Temperatur leleh normal 3. dengan katalis kobalt. C6H5CH3 + 3/2 O2 Br/Co/Mn C6H5COOH + H2O 3. mangan atau bromida pada fase cair menghasilkan asam benzoat. Reaksi substitusi oleh logam alkali menghasilkan normal-propil benzena. 2. Densitas Padat pada 93. Viskositas 10. Faktor kompresibilitas kritis 9.15 0K 5. menghasilkan benzena. Klorinasi pada 100oC atau dengan ultraviolet membentuk benzil klorida. dengan katalis nikel.a. Massa Molar 2.18 L/mol : 9.108 MPa : 591.59 kJ/mol : -3734 kJ/mol (Kirk & Othmer. 4.s (cPa) : 50.8oK : 0.264 : 0.38 L/mol : 4.15 0K b. pada temperatur tinggi dan reaksi radikal bebas. 3fenil pentana. Temperatur kritis 7. Volume kritis 8. Sifat Fisika 1. Panas pembentukan 11.14 gr/mol : 178.

2. Tekanan kritis 12. 9.82 kJ/mol : 154. penguraian suatu peroksida.043 MPa : 29. 8. tinta. Sifat Fisika 1. 3.59 K : 5. a. Udara bebas memiliki komposisi oksigen sebesar 21% dan sekitar 79% merupakan nitrogen. dan poliuretan serta untuk obat-obatan. Secara industri. 4.444 kJ/mol : 6. Toluena juga digunakan untuk memproduksi benzena dan sebagai pelarut dalam cat. oksigen didapatkan dengan cara penyulingan udara cair. Oksigen terdapat dalam bentuk molekul diatomik yang diskrit. Temperatur kritis 11.1   Kegunaan dari toluena Penggunaan utama dari toluena adalah sebagai campuran yang ditambahkan ke bensin untuk meningkatkan nilai oktan.378 J/mol K 10. 2.2. 5. produk kosmetik kuku.3 Oksigen (O2) Merupakan unsur kimia yang digunakan sebagai oksidator pada reaksi pembentukan asam benzoat dengan reaktan adalah toluena. Berat Molekul Nomor atom Keelektronegatifan Jari – Jari Atom Titik didih Titik lebur Densitas (00C. 7.325 kPa) Panas peleburan Panas penguapan : 32 gr/mol : 8 : 3. Meskipun berbagai macam cara untuk mendapatkan oksigen terlarut. pengharum sintetis. pewarna.429 gr/l : 0.5 : 0. 6. botol soda plastik.40C : 1. dan sintesis kimia organik.2. penguraian panas garam – garam yang mengandung anion kaya oksigen. lem. diantaranya adalah dengan proses elektrolisis. penguraian panas oksida logam. Toluena juga digunakan dalam produksi polimer yang digunakan untuk membuat nilon.0074 nm : –1830C : –218. Kapasitas panas (250) Universitas Sumatera Utara . dan agen-agen pembersih. pelapis. 101.

Kondensasi benzaldehid dengan katalis logam alkali sianida membentuk benzoin.13 kJ/mol (Kirk & Othmer. 5.2. Berat molekul 2. 4. 2. a. 3. Titik lebur 6. Viskositas 4. Panas penguapan : 106. 2.124 kg/kmol : 1046 kg/m3 : 1. Volume kritis 9. Temperatur kritis 7. Berbentuk kristal berwarna pink muda. Hidrogenasi karbonil menghasilkan benzil alkohol. Berfungsi sebagai katalis Berat molekul Densitas Titik lebur Titik beku : 245.4H2O) 1.5 Benzaldehide (C6H5COH) Merupakan produk samping yang terbentuk sebelum terbentuknya asam benzoat dengan proses oksidasi oleh oksigen yang dibantu dengan katalis mangan asetat. Substitusi hidrogen dengan klorin membentuk benzoil klorida. Tekanan kritis 8. 2.589 gr/cm3 : 80oC : 140 oC dengan melepas air kristal Kelarutan dalam air : mudah larut dengan air dan glikol. 6. Sifat Kimia : 1.9 oK : 247. Titik didih 5.15 oK : 695 oK : 4.321 cp : 451. Reaksi oksidasi membentuk asam benzoat. Sifat Fisika : 1. 7. 4. Universitas Sumatera Utara .01 gr/mol : 1. 1989) b. Densitas 3.4 Mangan Asetat (Mn(C2H3O2)2. 3.65 MPa : 324 cm3/mol : 42.

6 Benzil Alkohol (C7H8O) Merupakan produk samping yang terbentuk sebelum terbentuknya asam benzoat dengan proses oksidasi oleh oksigen yang dibantu dengan katalis mangan asetat.55 oK : 258. Substitusi cincin misalnya sulfonasi dan nitrasi dapat berpengaruh.7. Viskositas 4. Substitusi meta terjadi bila ada pengaruh dari gugus karbonil.1. Densitas 3. Titik lebur 6. Benzil alkohol dapat direfluks dengan kalium permanganat (KMnO4) ataupun oksidator lainnya dalam air membentuk asam benzoat 2.15 oK : 677 oK : 46. Sifat Fisika : 1.tipe Reaksi Oksidasi a. Tipe. tanpa merusak gugus karbonil. a. Berat molekul 2.140 kg/kmol : 1. (Kirk & Othmer. Dehidrogenasi Misalnya dalam pembuatan alkohol primer menjadi aldehid. Temperatur kritis 7. 2.53 kJ/mol (Kirk & Othmer. Universitas Sumatera Utara . 1989) b. Sifat Kimia : 1.7 Proses Pembuatan Senyawa Asam Benzoat. Secara umum proses yang digunakan dalam produksi asam benzoat adalah oksidasi toluen fase cair dengan katalis Mangan Asetat.334 m3/mol : 50.6 Bar : 0.5. Panas penguapan : 108. Substitusi meta terjadi bila ada pengaruh dari gugus karbonil. tanpa merusak gugus karbonil.044 g/cm3 : 1. Volume kritis 9. Substitusi cincin misalnya sulfonasi dan nitrasi dapat berpengaruh.321 cp : 478. Titik didih 5. Tekanan kritis 8. 2. 1989) 2.

Oksidasi Yaitu dengan penggunaan reaksi intermediate C6H5CH3 C6H5CCl3 CH3OH + CO C6H5CH3 + O2 C6H5COH + 1 O2 2 C8H4O + 2 H2O + 2 CO2 C6H5COOH CH3COOH C6H5COH C6H5COOH + H2O Bahan-bahan pengoksidasi disesuaikan berdasarkan reaksi yang dapat terjadi dan pengaruh reaksi terhadap kontrol yang harus dilakukan. Seperti pada reaksi pembuatan naphtalen menjadi pthalat anhidrid. d. Dehidrogenasi.5 O2 f. peleburan alkali. klorat. Atau pada pembuatan asam benzoat dari benzil alkohol. CH3CHOHCH3 + ½ O2 CH3CHO + H2O CH3COCH3 + H2O b. pemasukan gugus oksigen. Pemasukan atom oksigen kedalam gugus suatu molekul. asam dan garam hipoklorit. Bahan-bahan tersebut antara lain permanganat. ozon. dan pemecahan rantai karbon. Misalnya reaksi pembuatan asam dari alhehid. e. dikromat. CH4 + O2 (C6H5)CH3OH + O2 CH2O + H2O C6H5COOH + H2O CH3COOH (C6H5)2COH Atau oksidsi hidrokarbon menjadi alkohol. Misal pada reaksi pembuatan aldehid dari hidrokarbon.C2H5OH + ½ O2 Atau alkohol sekunder menjadi keton. asam nitrit dan nitrogen tetraoksida. Universitas Sumatera Utara . Kombinasi dari 1 dan 2. asam sulfat berasap (oleum). C10H8 + 4. CH3CHO + ½ O2 (C6H5)2CH + ½ O2 c. Dehidrogenasi yang bersama-sama dengan kondensasi molekuler Seperti pada kasus dimana dua molekul benzen dari difenil atau dua molekul toluena dari stilbene atau ketika metilantraquinon dirubah menjadi antracin yellow C. natrium klorit dan klorin dioksida. dan udara. garam tembaga. peroksida.

. maka ditambahkan katalis sebanyak 2 – 6% berat dari ptalat anhidrid yang masuk reaktor. 1.... maka diperlukan reflux kondensor untuk mengembalikan air.. Karena reaksi bersifat eksotermis.. Dari Benzaldehida dengan reaksi cannizzaro... Benzil alcohol kemudian dapat dipisahkan dari asam benzoat dengan cara destilasi.. sampai kandungan ptalat anhidrid kurang dari 5%. setelah direaksikan dengan steam dalam suatu batch kettle tertutup yang dilengkapi dengan pengaduk.. Katalis yang dipergunakan adalah sodium dikromat yang mengandung sedikit nikel oksida dan disodium ptalat..2.(1) Dalam proses ini phtalat anhidrat mengalami decarboxylasi. Untuk 100 bagian ptalat anhidird diperlukan steam dengan rata 2-20 bagian/jam. Proses Dekarboksilat Ptalat Anhidrat Reaksi : C6H4 (CO)2 O + H2O   C6H5COOH + CO2 . Disproporsionasi benzaldehida yang diinduksi oleh basa dalam reaksi Cannizzaro akan menghasilkan sejumlah asam benzoat dan benzil alcohol dalam jumlah yang sama banyak. Gambar 2. Gas yang keluar dari condensor sebagian besar terdiri dari CO2 dan sisanya adalah uap air dan asam benzoat.8 Berbagai macam reaksi pembuatan asam benzoat lainnya.. asam ptalat dan asam benzoat yang terbentuk. kemudian steam diinjeksikan sambil dilakukan pengadukan pada reaktor agar steam terdispersi merata.. Asam benzoat yang diperoleh selanjutnya dipisahkan dengan cara destilasi. 2. Mula-mula campuran ptalat anhidrid dan katalis dalam reaktor dipanaskan sampai diatas suhu 200oC. Reaksi ini berlangsung beberapa saat. Agar reaksi tersebut berjalan sempurna.3 Reaksi Cannizarro Universitas Sumatera Utara .. Hasil yang diperoleh pada proses ini sebesar 80 – 85% dari ptalat anhidrid yang ada..

Penghidrolisis II dibagi menjadi 2 aliran yang satu Universitas Sumatera Utara . yang bereaksi dengan asam benzoat membentuk benzoyl chlorida.385 pada suhu 20oC untuk menghasilkan benzotriklorid kasar. 4.3. Benzo triklorid dan katalisator yang telah dimurnikan kemudian diumpankan pada hidrolisis tingkat I.375 sampai 1. yang satu dikembalikan kehidrolisator I untuk menghasilkan benzotriklorida yang lebih banyak dan yang lainnya dimurnikan atau untuk membuat natrium benzoat. Proses hidrolisis benzo triklorid Reaksi : C6H5CH3 + 3 Cl2 C6H5CCl3 + C6H5COOH 2C6H5COCl + 2 H2O C6H5CCl3 + 3 HCl 2 C6H5CCl3 + 3 HCl 2 C6H5COOH + HCl (2) (3) (4) Toluena diklorinasi pada 100 – 150oC sampai berat jenis larutan tersebut mencapai 1.375-1. Reaksi : C6H5CH3 + 3 Cl2 C6H5CH3 + 2 H2O C6H5CCl3 + 3 HCl C6H5COOH+ 3 HCl (6) (7) (Faith Keyes and Clark. Penghidrolisis II dibagi menjadi dua aliran.385 pada suhu 20oC untuk menghasilkan benzo trikhlorid kasar. 1975) Toluena diklorinasi dengan bantuan sinar matahari pada suhu 100-150oC sampai berat jenis larutan tersebut mencapai 1. Sebagian kecil alkali dapat ditambah pada hasil reaksi untuk menetralkan sebagaian sisa HCl yang bisa diabsorbsi dalam air untuk menghasilkan asam Hidroklorid benzotriklorid dan katalisator yang telah dimurnikan kemudian diumpankan pada Hidrolisis tingkat I yang beraksi dengan asam benzoat membentuk benzotriklorid. Sebagian kecil alkali dapat ditambahkan pada hasil reaksi untuk menetralkan sebagian sisa HCl yang biasanya diabsorbsi dalam air untuk mendapatkan asam hidro klorida. Proses klorinasi toluena Pembuatan asam benzoat dari reaksi klorinasi toluen. Kondisi reaktan toluena berupa cairan dan gas (pada reaktor-01) untuk berupa cairan (pada reaktor-02).

sehingga bahan baku mudah dicukupi dari dalam negeri.89oC dengan tekanan 3 Universitas Sumatera Utara . Reaksi oksidasi berlangsung pada temperatur 148. 2. 2.10 Deskripsi Proses Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan asam benzoat yaitu dengan cara mengoksidasi toluena menggunakan oksigen sebagai oksidator dan mangan asetat dalam bentuk kristal sebagai katalis. Indonesia merupakan produsen penghasil toluena secara domestik yang dipenuhi oleh beberapa perusahaan milik negara maupun swasta. Toluena 99% sebagai bahan baku utama disimpan dalam tangki penyimpanan bahan baku (TK – 102) pada kondisi fasa cair. Asam benzoat yang dihasilkan sebesar 74-80% berat muatan benzotriklorid. proses yang dipilih adalah proses oksidasi toluena dengan menggunakan mangan asetat sebagai katalis dengan pertimbangan bahwa: 1. Campuran ini selanjutnya dipanaskan menggunakan heater (E-101) sebelum masuk ke dalam reaktor (R-101). Proses produksi yang lebih ramah lingkungan. temperatur 300C dan tekanan 1 atm. 3. Toluena ini dicampur terlebih dahulu dengan mangan asetat (Mn(C2H3O2)2.dikembalikan ke hidrolisator untuk menghasilkan benzotriklorid yang lebih banyak dan yang satu dimurnikan atau untuk membuat natrium benzoat.9 Seleksi Proses Pada pra rancangan pabrik pembuatan asam benzoat ini.89oC kemudian masuk ke dalam reaktor (R-101). Oksigen dalam tangki penyimpanan (TK-101) pada 30oC dipanaskan terlebih dahulu hingga temperaturnya mencapai 148. 2.4H2O) dengan berat 2.3% fraksi massa dari toluena yang dimasukkan ke dalam mixer (M101). karena tidak menggunakan senyawa berbahaya yang dapat merusak lingkungan. Konversi reaksi yang dihasilkan lebih besar yakni 60% dibandingkan dengan menggunakan reaksi yang lain dan juga dengan menggunakan toluena sebagai bahan baku dapat menghasilkan produk samping seperti benzaldehide dan benzil alkohol yang meningkatkan nilai ekonomi di dalam pabrik.

Temperatur produk (bottom) yang dihasilkan dari keluaran reboiler sekitar 165. digunakan drum drier (DE-201) sebagai mesin pengering.52oC. Pembentukan Benzil Alkohol 3. Toluena dan uap air yang terbentuk dalam reaksi kemudian dikondensasikan melalui kondensor (E-104). Universitas Sumatera Utara .444oC dimana semua komponen kecuali asam benzoat berubah wujud menjadi fasa uap (destilat) pada tekanan 2. Reaksi berlangsung sangat cepat dengan waktu tinggal 5 . 2. untuk kemudian diubah menjadi fasa cair dan dikumpulkan ke dalam tangki penyimpanan sementara (drum horizontal). kemudian dialirkan melewati cooler (E-204) sehingga terjadi penurunan suhu untuk dapat dikristalisasi di dalam crystallizer (CR-201) menjadi kristal asam benzoat. Toluena yang tidak bereaksi dan produk samping/by-product yang terbentuk [seperti benzaldehide (1-2%) dan benzil alkohol (10%)] didaur ulang kembali ke dalam reaktor oksidasi untuk dilakukan proses reaksi kembali membentuk produk asam benzoat.II-15   atm secara kontinu dan bersifat eksoterm. Adapun reaksi oksidasi yang berlangsung dalam reaktor yakni: 1. Produk underflow dalam kolom destilasi ini dinamakan asam benzoat. Pembentukan Asam Benzoat Reaksi selesai setelah toluena terkonversi 60% di dalam reakor. Temperatur operasi yang digunakan adalah 148.5 psia. Untuk menghilangkan komposisi air yang terkandung dalam kristal asam benzoat. Pembentukan Benzaldehide.10 menit. sedangkan oksigen yang tidak bereaksi sempurna dan tidak dapat dikondensasikan dikeluarkan dari reaktor.   Untuk memisahkan campuran asam benzoat dari by product dan impurities yang terbentuk dilakukan dengan proses destilasi.

203 22 32 7 TK .P=1553.104 C .000 TON / TAHUN Skala : Tanpa Skala Digambar Nama NIM : Wankin Septario Gultom : 060405054 Tanggal T.201 DE -2 37 01 TT . Irvan.209 21 28 J-211 E .204 FC J-206 M-102 E .202 TC 35 TC TK .201 9 E-110 12 J .201 PI FC FC 25 LI TK . Ir.202 J .205 LC T .203 LI FC PC LI LIC 15 6 10 16 V .204 CR .101 FC J . Eng.210 E .103 PC 14 20 17 PC 30 E -31206 LI TT. Rosdanelli Hasibuan.201 18 LC FC 19 RB.202 LC V .102 E .202 Kondensat DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA DIAGRAM ALIR PROSES PRODUKSI PABRIK PEMBUATAN ASAM BENZOAT PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN ASAM BENZOAT DARI TOLUENA DAN OKSIGEN DENGAN REAKSI OKSIDASI MENGGUNAKAN MANGAN ASETAT SEBAGAI KATALIS KAPASITAS : 6. Ir.205 E .103 5 RB .208 J . MSi Universitas Sumatera Utara .104 E .105 JC .201 Air pedingin bekas No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Kode TK-101 TK-102 TT-103 TT-104 TT-201 TK-202 TK-203 JC-101 C-102 JC-103 E-101 E-102 E-103 E-104 E-105 E-106 M-101 R-101 D-201 V-101 E-110 E-201 E-202 E-203 E-204 E-205 E-206 E-207 Keterangan Tangki Oksigen Tangki Toluena Gudang Mangan Asetat Gdg MnAs Sementara Gudang Asam Benzoat Tangki Benzil Alkohol Tangki Benzaldehide Kompresor Conveyor Kompresor Heater Heater Heater Kondensor Kondensor Heater Mixer Reaktor Flash Drum Drum Vaporizer Cooler Cooler Kondensor Cooler Heater Kondensor Cooler No 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 Kode Keterangan E-208 Cooler M-102 Mixer 2 T-201 V-201 RB-201 T-202 V-202 RB-202 CR-201 DE-201 J-101 J-102 J-103 J-104 J-105 J-201 J-202 J-203 J-204 J-205 J-206 J-207 J-208 J-209 J-210 J-211 C-201 C-202 Kolom Destilasi 1 Akumulator 1 Reboiler 1 Kolom Destilasi 2 Akumulator 2 Reboiler 2 Crystallizer Drum Drier Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Conveyor Conveyor C .101 JC .103 Air Proses J-105 J.101 FIC TT-104 D.FLOWSHEET PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN ASAM BENZOAT DARI TOLUENA DAN OKSIGEN MENGGUNAKAN MANGAN ASETAT SEBAGAI KATALIS DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 6.202 T .208 FC LI M-101 J .102 8 FC 13 J .207 26 C .201 TC 34 E .201 TC 24 FC FC 36 33 40 PI E .207 3 LI TK.101 E .8 kPa) FC Air Pendingin (T=28o C.202 FC 38 39 E .MT Dosen Pembimbing II: Dr.101 LC E .P= 1 atm) 11 Gas off FC FC LI FC J .101 J .102 FC 4 LI V .102 2 R.201 FC 27 29 J. Tangan Diperiksa / Disetujui Dosen Pembimbing I: Dr.103 1 E .202 LI J .000 TON/TAHUN Steam(T=200o C.201 E .106 23 J-203 J .