P. 1
Penghapusan UN

Penghapusan UN

|Views: 442|Likes:
Published by habieb_dymiati
bangsad barcelona
bangsad barcelona

More info:

Published by: habieb_dymiati on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2014

pdf

text

original

Penghapusan UN

PRO KONTRA UJIAN NASIONAL
Oleh: H. 1

Karso Lektor Kepala FPMIPA UPI
A. Pendahuluan Memang benar bahwa ujian nasional (UN) telah memunculkan kontroversi yang berkepanjangan yang masih meninggalkan sejumlah persoalan dan petanyaan yang menarik untuk dikaji. Mengapa muncul pro dan kontra? 1 1. Mengapa muncul kelompok yang menolak keberadaan UN? Telah muncul berbagai tanggapan dan pendapat yang beragam dari berbagai kalangantentang UN yang dilansir oleh sejumlah media masa. Di antara mereka ada yang secara tegas menolak keberadaan UN dalam bentuk apapun dan mengantinya dengan ujian sekolah. Argumentasi yang dapat dikemukakan sebagai penolakan UN antara lain: 1 a. Dilihat dari UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 8 ayat 1: “Evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemampuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan”. 2 b. Karena sifat ujiannya nasional, maka bidang kajian yang di-UN-kan dianggap lebih penting daripada pelajaran lain, sehingga sebagian besar upaya sekolah hanya ditujukan untuk mengantarkan peserta didik mencapai keberhasilan dalam UN. Padahal materi UN hanya mencakup aspek intelektual, belum mampu mengukur seluruh aspek pendidikan secara utuh. Dalam hal ini telah terjadi malpraktik dengan kesan penyempitan terhadap makna dan hakekat pendidikan yang utuh menjadi hanya menyangkut aspek kognitif untuk beberapa pelajaran yang diujikan. Kecakapan motorik, sosial, emosional, moral atau budi pekerti, dan aspek spiritual dianggap diabaikan. 3 c. Menurut sebagian ahli tes, UN dalam keadaan sekarang bertentangan dengan kaidah pendidikan itu sendiri. Dalam kaidah pendidikan tes digunakan untuk menjamin kualitas anak didik, bukan untuk menghukumnya. Sekarang ini UN digunakan untk menghukum anak didik yang telah belajar selama tiga tahun tetapi tidak lulus dalam UN yang hanya dilaksanakan dalam beberapa menit dan beberapa mata pelajaran. Padahal seharusnya 1 pemerintah introspeksi diri bahwa ketidaklulusan anak didik adalah cerminan dari ketidakmampuan pemerintah dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada siswa. Jangan kesalahan itu dibebankan kepada para siswa. 2 d. Kenyataannya sekarang ini di lapangan, di sekolah-sekolah ada yang mulai berkiblat pada bimbingan les. Para siswa lebih percaya pada bimbingan les daripada kepada guru mereka sendiri, yang mengajar selama tiga tahun. Guru mata pelajaran yang di-UN-kan saja merasa terabaikan, bagaimana dengan guru mata pelajaran yang non-UN? Tidak sedikit ada yang mendatangkan guru bimbingan belajar atau bentuk-bentuk kersajama antara lembaga bimbingan belajar dengan sekolah. Ada yang berangapan bahwa dunia pendidikan berkiblat pada UN, sehingga telah mengerdilkan makna pendidikan. Menurut Ketua Komisi X DPR RI Heri Ahmadi (Pikiran Rakyat, 19 Desember 2007) mengungkapkan bahwa “Pelaksanaan UN ini mengakibatkan fungsi sekolah sebagai tempat belajar semakin kehilangan makna, sebab yang

pasal 58. ayat 2) pencapaian standar nasional pendidikan. ayat 1). jenjang. 3 3) Evaluasi terhadap peserta didik. kemajuan. tenaga kependidikan. Hal ini memang benar. jalur. dan pengendalian mutu pendidikan (pasal 35. karena sering terdengar adanya berita-berita yang negatif yang dilakukan oleh oknum guru atau sekolah dalam pelaksanaan UN. Kemudian menurut hasil penelitian di ITB. pengelolaan. 2 2) Evaluasi dilakukan terhadap peserta didik. ayat 3) dan/atau menilai (pasal 58. satuan/lembaga pendidikan. ayat 3) dan/atau lembaga yang diselenggarakan oleh masyarakat dan/atau yang diselenggarakan oleh organisasi profesi. Beberapa pasal pada Undang-undang Sisdiknas No. antara lain: 1 a. ayat 2). ayat 1). efisiensi anggaran. belum memberikan jaminan kualitas lulusan meningkat. ayat 1). penjaminan. proses. ayat 1). Mengapa muncul kelompok yang mendukung keberadaan UN? Namun tentu saja wajar kalau ada pula kelompok yang mendukung untuk tetap dilaksanakannya UN. dan 58 mengamanatkan bahwa evaluasi perlu dilakukan untuk (a) pengendalian mutu pendidikan secara nasional (pasal 57. satuan. 5 5) Pasal 59 berisi tentang lembaga yang harus melakukan evaluasi dan membentuk lembaga evaluasi yang mandiri disertai beberapa spesifikai tentang apa dan siapa yang dievaluasi. dan (b) memantau (pasal 35. dan program pendidikan untuk memantau atau menilai pencapaian standar nasional dilakukan oleh suatu lembaga mandiri (pasal 58. 1 1) Terhdap hasil belajar peserta didik perlu dilakukan evaluasi oleh pendidik dengan tujuan utama untuk memantau proses. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan alasan mengapa UN perlu tetap dipertahankan. Sebagai contoh penulis pernah menemukan suatu sekolah di suatu kabupaten terpencil yang hanya mengajarkan mata pelajaran yang di-UN-kan saja untuk para siswa di kelas tiga. dan jenis pendidikan (pasal 59. dan evaluasi pendidikan) (pasal 35. ayat 2). dan program pendidikan untuk memantau (pasal 35. Masyarakat dan/atau organisasi profesi dapat membentuk lembaga yang mandiri untuk melakukan evaluasi sebagaimana ynag dimaksud dalam pasal 58 (pasal 59. dan pasal 59. pasal 57.terpenting bagaimana sekolah dapat meluluskan siswanya”. Belum lagi tentang disvaritas mutu sekolah. 1 2. Berdasarkan pasal-pasal dan ayat-ayatnya serta kaitannya satu sama lain. ayat 2) pencapaian standar nasional pendidikan (isi. maka dapat ditarik suatu pemahaman seperti berikut ini. dan perbaikan hasil belajar peserta ddik secara berkesinambungan (pasal 58. 4 4) Pasal 35. yaitu pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. 57. . Tidak sedikit pula pendapat yang mendukung dilaksanakan UN terutama didasarkan pada argumentasi tentang pentingnya UN sebagai pengendali mutu pendidikan secara nasional dan pendorong atau motivator bagi peserta didik dan penyelenggara pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan. satuan/lembaga pendidkan. kompetensi lulusan. ayat 3) dan/atau menilai (pasal 58. ternyata lebih banyak mahasiswa yang drop out yang pada waktu di SMA-nya mengikuti bimbingan belajar daripada mereka yang tidak mengikuti bimbingan belajar. dapat berupa badan standarisasi. 3 e. sarana dan prasarana. pembiayaan. 1 b. 20 Tahun 2003 yang terkait langsung dengan kegiatan ujian atau evaluasi pendidikan adalah pasal 35.

diantaranya: 1 a) Selain penerapan ujian sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. dan (2) sebagian kepala sekoah. lembaga pendidikan kabupaten/kota. guru. Kesimpulan dan Rekomendasi Ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari uraian diskusi munculnya argumentasi pro dan kontra tentang UN. guru. dan antar provinsi. dan penyelenggara pendidikan dalam meningkatkan upayanya secara optimal. diantaranya: 1 a) Ujian merupakan strategi yang umum digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan manakala sumber daya yang dimiliki oleh suatu negara relatif terbatas. 2 b) Secara konseptual. pemerintah juga secara bertahap perlu meningkatkan mutu sekolah melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Sejalan dengan kesimpulan di atas ada beberapa rekomendasi yang berkaitan dengan munculnya pro dan kontra tentang UN. dan orang tua belum memiliki pemahaman dan keyakinan tentang pentingnya ujian untuk meningkatkan mutu pendidkan. 3 c) Undang-undang Sisdiknas No. dan kepala sekolah. kemungkinan berkaitan dengan (1) kurangnya balikan yang diterima siswa. peningkatan mutu dan distribusi guru. penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan memegang peranan strategis untuk mengantarkan terealisasinya amanat tersebut. Pemerintah pusat melalui suatu badan standarisasi. ujian memegang peranan strategis di dalam sistem pendidikan di negara berkembang seperti Indonesia. kabupaten/kota. 1 B. provinsi. siswa. dan (2) motivator atau pendorong bagi guru. sekolah. serta peningkatan . 20 Tahun 2003 mengamanatkan sejumlah kegiatan evaluasi dan ujian yang polanya masih terbuka untuk didiskusikan. dan prestasi nasional secara keseluruhan. ujian merupakan strategi evaluasi yang potensial untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui (1) pengendalian mutu lulusan. Oleh karena itu. Secara konseptual UN mampu menyediakan informasi yang akurat kepada masyarakat tentang 1 prestasi yang dicapai oleh setiap peserta didik. siswa. Potensi tersebut belum sepenuhnya terwujud di dalam system persekolahan di Indonesia.2 c. UN perlu dilaksanakan dalam rangka menegakkan akuntabilitas pengelola dan penylenggara pendidikan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dan masyarakat pada umumnya. Informasi ini dapat digunakan untuk membandingkan prestasi belajar antar sekolah. Dalam konteks ini UN merupakan instrumen yang potensial untuk menyediakan informasi penting dalam menegakkan akuntabilitas.

kisi-kisi soal. 7 d) Yang paling penting sekarang adalah bagaimana meningkatkan pemahaman guru dan penyelenggara pendidikan lainnya terhadap kurikulum. 6 c) Walaupun manajemen berbasis sekolan (MBS) dalam konteks otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan telah memberikan kewenangan penyelenggaraan pendidikan kepada sekolah. Semua permasalahan sebagaimana diilustrasikan di atas akan bermuara pada perlunya dibangun hubungan yang harmonis antara kurikulum dan guru sebagai pengembang sekaligus pelaksananya. guru. . namun untuk satuan pendidikan yang terakreditasi perlu diberi kewenangan untuk menentukan kelulusan peserta didiknya dengan mempertimbangkan prestasi dan kepribadian peserta didik yang telah dicatat oleh sekolah dalam proses yang cukup panjang. Kepentingan pendidikan nasional dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia bisa dilakukan bukan dalam bentuk UN tetapi dalam bentuk penilaian yang bersifat nasional. Ujian kelulusan dan pemantauan standar nasional kompetensi lulusan perlu diintegrasikan. sehingga mereka bisa menjadikan kurikulum tersebut sebagai acuan dalam pembelajaran. dan sekolah perlu dirancang secara lebih rinci. penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan melakukan pemantauan ketercapaian standar nasional kompetensi lulusan secara terpisah. balikan kepada siswa. tetapi bukan berarti seluruh peran pusat dihapuskan. 2 b) Beberpa alternatif model evaluasi hasil belajar pada akhir satuan pendidikan atau UN adalah sebagai berikut: 3 (1) Penyempurnaan UN yang telah dilaksanakan sejak tahun 2001 sampai dengan 2006 dengan menerapkannya oleh lembaga mandiri dengan beberapa perbaikan. Jika kurikulum sudah dijadikan sebagai acuan dalam pembelajaran. Dalam hal ini. kemudian materi ujian dikembangkan dari kurikulum yang diberlakukan dengan benar. (Bukan melalui sertifikasi dalam bentuk portofolio).1 kinerja guru dalam proses pembelajaran. Selain itu. 4 (2) Pelaksanaan UN seperti 2001-2006 dipandang masih perlu diterapkan. pusat melalui badan standarisasi. 5 (3) Sekolah yang terakreditasi diberi kewenangan untuk menyelenggarakan ujian sendiri dengan menggunakan standar kompetensi. maka tidak ada alasan untuk tidak menerima diberlakukannya UN. antara lain lingkup ujian dan batas kelulusannya disosialisasikan secara lebih dini. dan prosedur baku dari pusat.

karena akan diujikan. Kenapa belajar. makanya logikanya ada departemen/kementrian pendidikan yang (seharusnya) diawaki oleh seorang yang cakap dan pakar di bidang pendidikan. Kamis (10/12/09). dan bukan karena pertimbangan akademik. "Siswa di Kendari. apalagi pengalaman JK adalah masa yang sudah masuk peti sejarah dan sulit dicopas lagi di era yang sama sekali berbeda ini. Yogyakarta.Setuju dengan tanggapan pak Dhar atas opini JK soal UN! Sebenarnya baik JK maupun SBY (dulu dan kini) serta B-ono. Kalau tidak ada ujian dan semua bisa lulus. Lha wong fungsi evaluasi aja JK gak paham kok berani ngomong besar seperti ini. "Orang bisa menjadi pintar itu karena belajar. yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat BK-PTIS. merupakan sarana untuk membuat seluruh siswa di Indonesia sama pintarnya. :-) Memang orang pintar karena belajar. Sleman.Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan ketidaksetujuannya terkait putusan Mahkamah Agung (MA) yang menghapuskan pelaksanaan ujian nasional (UN). Tapi buat SBY (kini) kita lihat program 100 harinya. Tapi orang tidak pintar karena ujian. maupun di mana saja di seluruh . sekalipun dalam konteks pendidikan. Beliau juga bukan seorang pakar pendidikan. Coba resapkan kata-katanya "Kalau tidak ada ujian dan semua bisa lulus.. Sungguh gegabah! UN. Apakah tidak bisa ya orang spt pak Arif Rahman atau pakar yang semisal menjadi sosok no1 di kementrian pendidikan? CMIIW Satriyo 2009/12/22 Satria Dharma <satriadharma2002@. untuk apa belajar?" Ini pernyataan yang beanr-benar ngaco. lanjut JK. apalagi dalam bidang psikometri. Hal itu dinilainya akan membodohi jutaan anak Indonesia. Tapi semata mengandalkan common sense based on his pengalaman ya tentu ga valid hasilnya.> SLEMAN .SURYA. untuk apa belajar?" kata Kalla. Jadi penetapan UN untuk seluruh Indonesia adalah petimbangan politik (kekuasaan) dan bukan akademik. + Disini JK kelihatan ancurnya. Dulu beliau bisa menetapkan UN karena jabatannya wapres. apakah ada perubahan ke arah lebih baik. tidak ada yang benar-benar menguasai pendidikan. Demikian hal itu dikemukakan oleh JK saat memberikan kuliah umum pada pembukaan Musyawarah Nasional Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta (BK-PTIS) di kampus Universitas Islam Indonesia.. + Ini pendapat pribadi JK yang tidak didukung oleh riset sama sekali. dia memang termasuk siswa yang pandai dan berani (dan terlihat dari policy dia soal BBM dan UN: nekat!). Ternate. stagnan alias podowae atau marah makin ancur! Dari apa yang saya permah baca tentang riwayat singkat JK di kala masih sekolah dan kuliah. karena memakai satu standar. yang menguasai bidang sosial dan pendidikan. Dia berpendapat bahwa orang belajar hanya karena ada ujian (dan ujian itu harus bersifat nasional yang berlaku sama untuk seluruh Indonesia)! Dan ini dijadikannya sebagai argumen untuk menetapkan sebuah ujian yang berlaku sama untuk seluruh Indonesia tanpa mempertimbangkan berbagai faktor lain.

pelosok negeri di-set pengetahuannya sama dengan siswa di Jakarta maupun kota besar lainnya. juga sudah mulai menerapkan UN. Nah! ini yang mau dijadikan sebagai pembanding oleh JK? Certainly not apple to apple. latief/ Mohamad Final Daeng/kcm . Bagaimana mungkin input dan proses yang berbeda TIBATIBA menjadi sama outputnya hanya karena diuji dengan pengukuran yang sama? Ilmu apa yang digunakan oleh JK ini? Penghapusan UN juga dinilai kemunduran. Kalau tetap tidak bisa lulus masih boleh mengulangi setelah lulus SLTA kalau mau dapat sertifikat. Mungkin akan ada yang stres karena UN. Lagipula karakteristik 'ujian nasional' AS itu sungguh berbeda dengan UN di Indonesia yang serampangan tersebut. Meski telah ada upaya untuk membuat sebuah standardized exit exams yang ditawarkan kepada semua negara bagian tapi banyak negara bagian yang tidak bersedia. + JK ini jelas hanya memperoleh informasi sepenggal-sepenggal sehingga memberikan info keliru seperti ini. "Tanpa itu." ujarnya. Kalau tidak mau ya gak apa-apa dan tetap boleh lulus. siswa akan santai-santai saja belajarnya. Jadi ujian tersebut tidak digunakan untuk MENGHUKUM siswa seperti UN-nya JK ini. Saya menyalahkan para staf ahlinya yang tidak ahli dalam memberikan masukan sehingga keluar pernyataan-pernyataan seperti ini. Tak ada pakar pendidikan yang berani meramalkan bahwa AS akan menerapkan sebuah UN yang berlaku untuk semua siswa di semua negara bagian (Ujian Nasional AS) suatu saat. karena saat ini. tapi lebih baik beberapa yang stres daripada membuat jutaan anak menjadi bodoh. Ujian yang standar tidak akan membuat pengetahuan siswa menjadi sama pengetahuannya. JK! Tapi pelayanan pendidikan yang standar yang dibutuhkan. + Bukan ujian yang standar yang penting. Standardized exit ecams yang berlaku di beberapa negara bagian itu telah dimulai sejak kelas 10 dan bisa dilakukan 5 kali selama di SLTA (1 kali di kelas 10. kalau tidak lulus bisa diulangi 2 kali di kelas 11 dan 2 kali lagi di kelas 12). DI AS TIDAK ADA ujian nasional yang berlaku untuk semua siswa di semua negara bagian. negara-negara maju seperti Amerika Serikat. Ini ngaco banget." ucapnya.

Boleh dikatakan. kebahagiaan yang penulis rasakan tidak serta merta di ikuti oleh beberapa rekan penulis yang ketika itu mengalami ketidakberuntungan. apa yang mereka rasakan ketika itu? Seakan dunia telah menjadi gelap setelah menerima surat ketidaklulusannya. mereka banyak mengharumkan nama sekolah dan daerah. Sistem UN hanyalah sistem robot. apakah semua siswa dapat mengikuti bimbingan belajar di luar jam sekolah dengan biaya yang relatif mahal dan mendapatkan buku-buku pelajaran yang berkualitas. untuk mendapatkan hasil kelulusan dari UN adalah dengan bekerja keras dan mengikuti bimbingan belajar secara komprehensif. UN memang selalu diliputi oleh kecurangan baik yang dilakukan oleh seorang pelajar maupun oleh pihak pendidik seperti kepala sekolah dan guru. Tapi. Akan tetapi. Meskipun pada akhirnya penulis merasakan bak orang paling bahagia sedunia ketika menerima amplop yang menerangkan pernyataan kelulusan. Bahkan. Tapi. maka banyak pelajar yang akan menempuh berbagai cara untuk dapat meraih kelulusan meskipun dilalui dengan cara yang salah. pelaksanaan UN dapat juga memancing seseorang untuk melakukan tindak pidana. sementara nilai standar UN yang ditetapkan pemerintah semuanya sama untuk seluruh Indonesia. sehingga dilaksanakan sebuah ujian bernama UN. Mereka tentunya tidak ingin mengotori suatu wadah pendidikan dengan tindakan kecurangan. pernah merasakan betapa beratnya mental yang diemban ketika akan menghadapi UN. menilai 3 tahun belajar dari 3 hari. Tapi. untuk mencapai nilai kelulusan. Tapi. Bahkan tindakan untuk melakukan kecurangan UN telah memasuki tingkat perencanaan dan pengorganisasian. dalam UN itu sendiri. Sebenarnya. dan tentu saja menunjukkan prestise bangsa kita dimata dunia. UN pun menilai manusia dari segi semu. Mempekerjakan mesin untuk menilai keringat para siswa yang telah menghabiskan tiga tahun berharga hidupnya untuk datang mencari ilmu ke sebuah sekolah. Tapi. apa yang telah dilakukan oleh pelajar dan pendidik tersebut sebenarnya jauh dari apa yang diinginkan. Penulis sendiri pada tahun 2004 atau tepatnya untuk yang kedua kalinya UN diselenggarakan dengan nama yang sebelumnya.Hapuskan UN Pemerintah memang memiliki tujuan baik. percobaan bunuh diri. bukan moral. apa yang diajarkan dari UN hanyalah pendidikan tanpa ilmu pengetahuan. Bukankah tindakan kecurangan tersebut telah menjadi suatu tindak pidana? Inilah potret dari hasil yang ingin diharapkan oleh pemerintah. Padahal dalam segi prestasi baik tingkat sekolah maupun di luar sekolah. UAN. meskipun suatu sekolah dapat kategori "sekolah unggulan". Memang. karena yang ada dipikiran hanyalah bagaimana cara lulus dengan . Sebab. Standar nilai yang ditetapkan pemerintah adalah upaya untuk mendongkrak prestasi pendidikan kita. dengan adanya UN banyak para siswa yang mengalami gangguan psikis yang sangat berat seperti stres. permasalahan kembali muncul. Tidak hanya itu. hilangnya kepercayaan diri dan gangguan mental lainnya. lalu pada pelaksanaan UN. Apakah lantas predikat sekolah unggulan masih melekat di sekolah tersebut?. dalam pelaksanaannya pemerintah memilih timing yang tidak tepat. siswanya banyak yang tidak lulus. pemerintah tidak menggali unsur kemanusiaan lebih dalam lagi.

tidak seluruh sekolah diikutsertakan. alangkah bijaknya jika pemerintah dapat menempuh metode pembelajaran yang lebih menyentuh nati nurani dengan selalu meningkatkan kualitas pengajaran baik kepada para siswa maupun kepada guru. Semoga. materi pun dikejar. Kebijakan pemerintah sejak ujian negara. maka Tes Diagnostik sudah sangat adequate. UAN. Menjelang UN. Dengan teknik sampling.menembus angka yang telah ditetapkan pemerintah untuk kelulusan. . pemerintah Orde Baru dengan Menteri P & K. untuk apa masuk sekolah selama 3 tahun jika penentuannya hanya 3 hari. Masalah UN sebagai alat ukur standar pendidikan nasional bukan kali ini saja muncul. Lantas ada Ujian Akhir Nasional (UAN). Tapi. Artinya. pemerintah dapat mengintropeksi diri dengan melaksanakan putusan kasasi MA yakni menghapus UN. Kemudian kita mengenal Ebtanas. Dan itu bisa dilakukan dengan biaya yang lebih hemat. kita mengenal Ujian Negara. Penulis dan tentunya banyak pihak berharap agar pelaksanaan UN benar-benar ditiadakan. dan UN itu menunjukkan betapa semua bentuk ujian itu selalu bermasalah dan tidak akan pernah bisa menjadi alat untuk standardisasi pendidikan nasional. Tes itu juga tidak menentukan kelulusan siswa hanya berdasarkan 2-3 biji mata pelajaran. lalu dihentikan. Sejak dulu. akan tetapi konsep ini tidak diterima penuh karena harus latihan dan drilling soal yang berbeda-beda dan memprediksikan apa yang tidak pasti. tapi Tes Diagnostik itu merupakan upaya mengukur standar tingkat penyerapan kurikulum yang sedang berjalan. Alat ukur Tes Diagnostik relevan untuk mengukur standar pendidikan nasional. Dalam Tes Diagnostik. lalu dihentikan pula. Daoed Joesoef pernah melakukan sebuah Test Diagnostik pendidikan secara nasional. pemerintah melakukan tes untuk standardisasi pendidikan nasional itu. Ebtanas. Lalu apa tidak ada alat ukur lain? Di tahun 1978. hal ini tentu saja bukan berarti kita tidak ingin negara dan bangsa kita kalah saing dengan bangsa lain. Meskipun data yang penulis peroleh agak samar. Sekarang. murid-murid fokus pada pelajaran. dan sekarang berganti nama menjadi UN (Ujian Nasional) meskipun metodologinya tetap sama dengan yang sebelumnya. kalau tujuan UN semata untuk mengukur Standardisasi Pendidikan Nasional. dan itu digunakan untuk merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.

Banjarmasin yang idealnya memiliki nilai kelulusan tertinggi.BISA jadi saat ini masa paling mendebarkan bagi para siswa. guru. Malah jika dilihat per sekolah. hasilnya masih jauh dari harapan. UN yang akan digelar pada Maret. menjadi momok bagi siswa. Meski try out hanyalah sebuah tes percobaan. Banyak sekolah nilai kelulusan siswanya di bawah 10 persen. Tak heran jika semua sekolah berikut siswanya. Hasil try out itu juga menunjukkan kritikan terhadap penyelenggaraan UN ada benarnya. Untuk mata pelajaran IPA dan IPS. namun hasilnya bisa memberi gambaran hasil UN. pengayaan. Hasil dari proses pendidikan selama tiga tahun. untuk mata ajaran IPS kelulusannya juga nol persen. Kemudian ketika try out SMA tingkat Kalsel digelar oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kalsel. Minimal memunculkan sebuah realita. Hasilnya? Dari dua try out yang digelar terutama untuk Banjarmasin dan Kalsel. tingkat kelulusan tertinggi diraih Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dengan angka 70 persen. akan ditentukan oleh tiga hari atau selama UN itu digelar. Jika melihat hasil itu. memang begitu menentukan bagi nasib siswa melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. ternyata cuma menempati posisi ketiga dengan nilai kelulusan 50 persen. Berdasarkan hasil akhir. Demikian juga di Kabupaten Tapin. bisa dikatakan hasilnya jeblok. Sebuah program standarisasi pendidikan yang dibuat pemerintah itu. siswa maupun orangtua pasti terhenyak. Try out. kemudian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang meraih 65 persen. siapa pun. Ada sekolah. Itu karena soal yang diujikan memiliki standar sama dengan UN. hasilnya juga kurang lebih sama. Pada try out tingkat SMA se-Banjarmasin beberapa waktu lalu. seratus persen menyiapkan energinya menghadapi UN. di Banjarmasin ada sekolah untuk jurusan bahasa yang nilai kelulusannya nol persen alias semua siswanya tidak lulus. standarisasi mutu pendidikan . baik tingkat SMP maupun SMA. Yang lebih memprihatinkan menimpa Kabupaten Kotabaru. tingkat kelulusan siswa daerah itu hanya dua persen. Terutama mereka yang sebentar lagi menghadapi ujian nasional (UN). bimbingan belajar dan apa pun istilahnya ditempuh guna mencapai hasil maksimal saat UN.

UN terkesan hanyalah sebuah ‘ambisi’ menghasilkan output pendidikan yang berstandar nasional namun mengabaikan proses dan fasilitas belajar yang justru seharusnya lebih dulu distandarisasi. mestinya UN tak dilakukan serentak. Berikut ini disajikan aneka berita seputar Pro-Kontra Kebijakan Ujian Nasional yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.74 dan 75 tentang Panduan UN Tahun Pelajaran 2009-2010 SD dan SMP/SMA/SMK. Tetapi di lain pihak. ditandatangani oleh Mendiknas Bambang Sudibyo per tanggal 13 Oktober 2009. yang tentunya baru sebagian kecil saja dari sejumlah berita yang saat ini sedang hangat diberitakan dalam berbagai mass media. kondisi dan mutu pendidikannya masih sangat timpang. Penyebabnya. fasilitas maupun SDM pendukung pendidikan seperti pengajar berkualitas juga harus diseragamkan secara nasional. Salah satu isinya menyebutkan bahwa Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk penentuan kelulusan peserta didik dari program dan/atau satuan pendidikan. (baca selengkapnya Depdiknas ) 2. Jika semua itu telah siap. Yang jelas kita menghormati apa pun . Penerbitan Permendiknas Ujian Nasional 2010 Mendiknas menerbitkan peraturan No. Kalah di MK Soal UN. sangat sulit peserta lomba mencapai garis finish bersamaan apabila titik startnya berbeda-beda. regional kemudian baru tingkat nasional. Dari tahun ke tahun penyelenggaraan Ujian Nasional selalu diwarnai dengan pro-kontra. Di satu pihak ada yang meyakini bahwa Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan siswa masih tetap diperlukan. Untuk mencapai standarisasi nasional itu. Pemerintah Segera Ajukan PK Menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi ujian nasional yang diajukan oleh pemerintah. Ibarat lomba lari.secara nasional masih jauh dari harapan yang dikonsepsikan. tidak sedikit pula yang menyatakan menolak Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan siswa. Pemerintah akan kembali melakukan upaya hukum yang terakhir yakni pengajuan peninjauan kembali. barulah standarisasi mutu pendidikan nasional dilakukan secara ajeg. Artinya. Jadi. Tidak seperti sekarang. kota dan pelosok. Sebagai sebuah kritik. BERITA PRO UJIAN NASIONAL 1. rasanya kurang fair menstandarkan mutu pendidikan jika kondisi proses belajar mengajar dan fasilitas pendukungnya timpang. “Terus terang saya belum membaca keputusan MA. Masing-masing pihak tentunya memliki argumentasi tersendiri. mutu pendidikan memang masih timpang. Jawa dan luar Jawa. proses standarisasi pendidikan seharusnya dilakukan bertahap dimulai dari masing-masing daerah.

Jusuf Kalla. Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional cq Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan. mengaku merasa puas dengan hasil Ujian Nasional (UN) 2008/2009 yang secara nasional persentasenya mengalami kenaikan. Rabu (25/11) di halaman Departemen Pendidikan Nasional RI. Press Realease dari Mahkamah Agung Mahkamah Agung menolak permohonan pemerintah terkait perkara ujian nasional. Bambang Sudibyo. “Kami akan tetap menyelenggarakan UN pada 2010 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Pemerintah Puas Pemerintah atau Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). karena setidaknya putusan MA itu perlu dikritisi oleh pemerintah untuk benar-benar meninjau kembali UN. (baca selengkapnya Republika Online) 4. Prof Mungin Eddy Wibowo.com) 5. 2010. Tetapi pihaknya menyangkal jika perubahan tersebut dikaitkan dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi dari pemerintah berkait keputusan dari Pengadilan Tinggi Jakarta tentang pelaksanaan UN. Negara RI cq Presiden RI cq Menteri Pendidikan Nasional. (baca selengkapnya Kompas. Susilo Bambang Yudhoyono. dkk (selaku para termohon Kasasi dahulu para Penggugat/para Terbanding. melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Untuk selanjutnya. Jakarta. dalam perkara Nomor : 2596 K/Pdt/2008 dengan para pihak Negara RI cq Presiden RI. Siapa pun juga harus menghormati upaya-upaya hukum yang masih dilakukan. Pasca Putusan MA. UN Bukan Penentu Kelulusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mengatakan. Pemerintah Perlu Tinjau UN “… Dari segi hukum perlu diapresiasi.keputusan lembaga hukum.” kata Menteri Pendidikan Nasional RI Mohammad Nuh seusai upacara bendera Peringatan Hari Guru.go.” kata Mungin. mengatakan bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) yang melarang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tak memengaruhi penyelenggaraan UN pada 2010. (baca selengkapnya Kompas. Hasil UN Meningkat. Negara RI cq Wakil Kepala Negara. pada tahun 2010 Departemen Pendidikan Nasional (depdiknas) akan melakukan perubahan pelaksanaan Ujian Nasional (UN).(baca selengkapnya Mahkamah Agung ) 2. Bambang Soehendro melawan Kristiono. Wakil Presiden RI. yang . tentu pemerintah akan menggunakan hak yang dimiliki. dan hal itu juga telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.com) 3.id) BERITA KONTRA UJIAN NASIONAL 1.(baca selengkapnya: Diknas. Ujian Nasional Jalan Terus Salah satu anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). M.

Sulawesi Barat. Guru Menuntut Ujian Nasional Dibatalkan Para guru yang tergabung dalam Forum Interaksi Guru Banyumas (Figurmas).lanjutnya : Detik News ) 7.lanjutnya : Liputan6. (Baca selanjutnya Kompas. putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi yang diajukan pemerintah dianggap sudah final. (baca se. namun kenyataannya secara makro hal itu tidak ada sama sekali.Com ) 4.” tambahnya. kalau tidak dikritisi oleh masyarakat.engkapnya Kompas. (baca selengkapnya Tempointeraktif ) 5. ada hal lebih penting dari putusan MA tersebut. siswa.Sementara itu. tetapi kalau sudah dilakukan perubahan pada kerangka pendidikan nasional yang bermutu secara menyeluruh. “UN itu tentu bisa diadakan. Ketimpangan fasilitas pendidikan menjadikan pendidikan di Indonesia tidak pantas lagi distandarisasi secara nasional. (baca se. UN sampai saat ini tidak memperlihatkan satu hal pun yang menyangkut soal peningkatan mutu anak didik. Jumat (27/11). yaitu soal pemborosan. dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika WIdya Mandala Surabaya. Putusan Kasasi UN Dirayakan dengan Tumpeng Peringatan Hari Guru di Bandung dirayakan dengan tumpengan oleh guru.selama ini terjadi pemerintah tidak pernah melakukan itu. dan masyarakat pemerhati pendidikan. pemborosan terjadi akibat dikeluarkannya kebijakan UN ulang bagi siswa yang tidak lulus. (baca selengkapnya Kompas. menuntut agar Ujian Nasional dibatalkan.” ujar Dr Anita Lie. Syukuran ini juga dilakukan terkait ditolaknya permohonan kasasi pemerintah mengenai ujian nasional oleh Mahkamah Agung.com) .Com ) 6. Mahasiswa Demo Minta Ujian Nasional Dihapus Aliansi Mahasiswa Peduli Pendidikan (AMPP) Polewali Mandar. kondisi yang terjadi akan terus begini. Abduh menegaskan. menurut Sekretaris Institute for Education Reform Universitas Paramadina Mohammad Abduhzen.com) 3. tidak ada kompromi. Sebab. menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi perkara UN yang diajukan pemerintah. “Dengan model yang seperti ini.” ujarnya. Dalam orasinya para mahasiswa mendesak pemerintah dan dinas pendidikan untuk bertanggung jawab dengan bobroknya pelaksanaan ujian nasional tahun ini. “…. Abduh mengatakan. melakukan aksi unjuk rasa di kantor dinas pendidikan setempat. Pemerintah Dinilai Langgar Hukum Jika Tetap Gelar Ujian Nasional Pemerintah dinilai melanggar hukum jika tetap menyelenggarakan Ujian Nasional tahun depan. Wakil Ketua MPR Setuju Penghapusan Ujian Nasional Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin meminta pemerintah menerima putusan MA yang membatalkan ujian nasional. (Baca se.

com) BERITA “KORBAN” UJIAN NASIONAL 1. Mereka menolak ujian nasional sebagai standar kelulusan. Seperti yang dialami Siti Hapsah pada 2006. siswi SMPK Santo Yusuf. (baca selengkapnya: Kompas. Mengurung diri setelah gagal UN. Apalagi hingga saat ini kepastian soal perubahanperubahan teknis dalam pelaksanaan UN belum juga disampaikan secara resmi ke sekolah. Bunuh Diri Karena Tak Lulus UN Gara-gara tak lulus ujian nasional (UN) SMA. mengatakan. Setelah mengurung diri di rumah neneknya. mencoba bunuh diri dengan menenggak puluhan pil tanpa merek . BEM Universitas Palangkaraya Demo Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangkaraya berdemo di halaman Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. belum lama ini. (baca se. Rabu (25/11). Mimpinya kuliah di Institut Pertanian Bogor sirna gara-gara ujian ujian nasional. Guru Bingung … Kebijakan mencampur peserta UN itu membingungkan pihak sekolah. aib karena gagal UN masih terus terasa menyesakkan. com) 2. Siswi SMP Mencoba Bunuh Diri Hasil ujian nasional sekolah menengah pertama nyaris membawa korban jiwa di Banyuwangi. rencana mencampur peserta UN menambah beban psikologis pelajar. (baca selengkapnya VivaNews) 3. Sulawesi Tenggara mengalami gangguan jiwa setelah terlalu banyak belajar menghadapi ujian nasional.26.Sejumlah pimpinan sekolah dari berbagai daerah. Ia dinyatakan tak lulus ujian nasional lantaran nilainya kurang 0. Ujian sebagai standarisasi kelulusan itu dianggap mengabaikan prestasi yang dibina anak didik selama bertahun-tahun. Diduga karena tak kuat menahan beban psikis. (baca selengkapnya: Kompas. Tri Sulistiono (21) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke dalam sumur. Jawa Timur. Pelajar Alami Gangguan Jiwa Hadapi UN {Video) Seorang siswi kelas 3 SMP Negeri 4 Kendari. dan siswa. (baca selengkapnya VivaNews) 4. Banyak siswa berprestasi tidak lulus hanya lantaran gagal dalam ujian nasional. Peserta UN Dicampur. (baca selengkapnya Suara Merdeka) 5. com) 6. Gagal UN. seorang pemuda nekat bunuh diri. guru. Edy akhirnya bunuh diri Edi Hartono (19).8. mantan siswa SMA di Besuki itu akhirnya bunuh diri. Kisah Pahit Para Korban Ujian Nasional Ujian nasional digugat. Tolak UN. Ida Safitri.lanjutnya: Kompas.

Sungguh sangat menyedihkan. Beruntung nyawa korban dapat diselamatkan setelah pihak keluarga segera membawanya ke rumah sakit. telah terjadi kaderisasi contek mencontek yang berakhir dalam jangka panjang akan menjadi kader maling massal kedepan telah berlangsung didepan mata kita bahkan para gurulah yang melakukan pembiaran kebiasaan kecurangan itu. Hal ini bahkan terjadi secara sistematik dan terkoordinasi massal bahkan kepala dinas pendidikan di beberapa daerah tertentu ikut ‘menfasilitasi’ kecurangan UN di wilayahnya. Diduga karena stres tidak bisa ikut UN.com) 7. Siswa SMK Coba Bunuh Diri. oknum diknas bekerja sama dengan mafia untuk mendapatkan sosial UN sekaligus pada pagi-paginya beberapa .karena gagal lulus. Kejadian di Jawa Timur di daerah Tandes-Surabaya yang sangat menghebohkan itu membuat kita merasa miris yang berbaur dengan kesedihan. kreatif. Kalau sudah demikian. pengrusakan pendidikan Nasional ini dimulai sejak dari tingkat SD. Tidak sedikit guru bahkan kepala sekolah memberi bocoran kunci jawaban secara terang-terangan agar pamor sekolahnya bertahan ataupun naik jika semua siswanya lulus atau bahkan lulus dengan nilai tinggi. Hendrik Irawan (19) nekat minum racun serangga. Diduga Karena Tak Bisa Ikut UN Ujian Nasional (UN) adalah segalanya bagi seorang siswa. (baca selengkapnya: Liputan6. mulia serta unggul ? Banyak sekolah membocorkan ataupun memberikan kunci jawaban kepada siswa-siswinya ketika UN. Mencontek Massal di Sekolah Maling Massal Kedepan Oleh : Ashwin Pulungan Fenomena mencontek massal yang diperbolehkan oleh para pengawas disaat Ujian Nasional (UN) sebenarnya telah berlangsung lama yaitu sejak UN itu diadakan. jujur. bahwa secara tidak langsung. Sungguh sangat ironis di satu sisi Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan ingin menjadikan ajang UN ini sebagai alat tolok ukur serta untuk memetakan mutu kualifikasi pendidikan para siswa secara Nasional. Mungkinkah dengan cara kotor demikian dapat dihasilkan para murid kedepan menjadi manusia yang memiliki sikap kepribadian serta karakter yang mandiri. disisi lain para pengawas yang juga sebagai guru para murid merusak mekanisasi tolok ukur itu dengan melakukan pembiaran contek mencontek yang sangat melanggar ketentuan UN itu sendiri. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan. Pada subuh hari. Para pengawas (termasuk pengamat independen) lebih banyak bungkam melihat realitas tersebut. Dan yang paling parah adalah terjadinya ‘mafia kunci UN’. apa artinya kurikulum pendidikan kalau aspek moral/akhlak sangat diabaikan dan dilakukan disaat pelaksanaan UN. SMP dan SMA serta dilakukan oleh para guru dari murid-murid itu sendiri.

Untuk tahun 2011 ini. Presiden SBY. meningkatkan sarana dan prasarana sekolah serta akses informasi yang lengkap merata di seluruh daerah. masihkah diperlukan UN dilanjutkan untuk tahun mendatang ? Janganlah mencontek dijadikan suatu budaya baru yang dilaksanakan disaat UN. anggaran negara yang besar yang dikeluarkan untuk pelaksanaan UN 2009 masih sarat dengan praktik ketidakjujuran. Namun. Kejadian dan prilaku penodaan pendidikan ini berlangsung dibanyak daerah. Namun sayangnya. Dinas Pendidikan tidak ingin mengalami penurunan prestasi daerahnya maka ditempuhlah pelaksanaan membenarkan kecurangan tersebut. Ini berarti putusan perkara dengan Nomor Register 2596 K/PDT/2008 itu sekaligus menguatkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Desember 2007 yang juga menolak permohonan pemerintah. Dengan putusan ini. Sudah lama UN ini diresahkan serta dipersoalkan oleh banyak masyarakat namun Pemerintah tetap melaksanakan UN. Bisa dibayangkan berapa besar komisi pencetakan soal yang bisa masuk kepada para pejabat tinggi di Kementerian Pendidikan. maupun pihak sekolah dan ini terdistribusi mulus melalui SMS. dinyatakan lalai memberikan pemenuhan hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negara. 2009 bahkan 2010. Dalam kenyataan seperti ini. 592 Milyar. UN dinilai cacat hukum dan Pemerintah dilarang menyelenggarakan UN. MA menolak kasasi gugatan Ujian Nasional (UN) yang diajukan pemerintah. anggaran UN senilai lebih kurang Rp. tidak mungkin dapat terjadi apabila tidak tidak ada kesepakatan antara Dinas Pendidikan setempat dengan para kepala sekolah dan para guru pengawas. Ini berarti pelaksanaan UN 2008. 2010 dan 2011 yang ‘memaksa’ kelulusan siswa ditentukan hanya beberapa hari merupakan tindakan melanggar hukum. Begitu juga pelaksanaan UN ditahun berikutnya.jam sebelum UN akan memberikan kunci jawaban kepada ‘pemesan’. khususnya hak atas pendidikan dan hak anak yang menjadi korban UN. Batas waktu pelarangan UN ini berlaku sejak keputusan ini dikeluarkan dan sebagai konsekuensinya pemerintah illegal jika melaksanakan UN 2010.572 Milyar (setengah triliun) untuk pelaksanaan ujian nasional. Kalau para pejabat pelaksana pendidikan didaerah sudah berkolusi secara jahat menodai pendidikan Nasional seperti ini. Pemerintah baru diperbolehkan melaksanakan UN setelah berhasil meningkatkan kualitas guru. Telah diketahui masyarakat luas bahwa Mahkamah Agung (MA) melarang Pemerintah melaksanakan Ujian Nasional (UN). 2009. Dalam hal ini. Wakil Presiden Budiono. baik siswa. Pada tahun 2009. pada saat itu pemerintah masih juga ngotot melaksanakan UN pada tahun 2008. Dampak yang akan terjadi kedepan adalah kualifikasi pendidikan dan SDM kita hanya bertujuan kepada pencapaian nilai ujian saja sementara kualitas pendidikan . dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). pemerintah telah menghabiskan Rp.Nuh. Mengapa Menteri Pendidikan tetap ngotot melaksanakan UN 2011 padahal secara hukum telah ditetapkan MA agar tidak lagi melaksanakan UN ? Semoga para petinggi Kementrian Pendidikan tidak menjadikan UN ini sebagai proyek besar untuk bancakan korupsi. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M. Terjadinya pembiaran kecurangan UN dengan mencontek massal. orang tua siswa. pastilah kualifikasi mutu pendidikan yang akan dicapai tidak akan didapat secara objektif bahkan yang terjadi adalah perkeliruan pendidikan Nasional.

kejujuran. Jangan ada lagi dikhotomi antara anak orang miskin dengan anak orang kaya karena semua warga negara adalah sama hak serta kewajibannya bagi bangsa dan negara. Banyaknya masyarakat menikmati kualitas pendidikan. Janganlah terulang kembali peristiwa konyol yang terjadi di JATIM Tandes-Surabaya gara-gara seorang murid SD yang baik dan jujur melaporkan kepada orang tuanya lalu orang tua tersebut melaporkan kasus contek mencontek di sekolahnya ke Polisi. keluhuran budi. . berdampak positif dan pasti terhadap kemajuan bangsa dan negara dikemudian hari (Ashwp). lalu didemo oleh para orang tua murid lainnya yang mendukung pembenaran/pembiaran mencontek (sebenarnya masyarakat kita juga sudah dalam posisi sakit) walaupun mereka mengetahui bahwa perbuatan mencontek massal itu adalah suatu kecurangan massal. Sudah saatnya seluruh komponen bangsa Indonesia melarang UN di Indonesia sesuai dengan keputusan MA. Realisasi dana APBN untuk pendidikan sebesar 20% sebenarnya dapat dimanfaatkan Pemerintah untuk melangsungkan pendidikan Nasional sehingga beban biaya pendidikan sampai ke perguruan tinggi bisa sangat terjangkau oleh seluruh masyarakat. kedewasaan bersaing serta akhlak/moral yang baik dibaikan.yang menyangkut kreatifitas. kemandirian. Mencontek adalah perbuatan terlarang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->