P. 1
anamnesa

anamnesa

|Views: 415|Likes:
Published by LutfiaRatnaningtyas
teknik dasar anamnesa
teknik dasar anamnesa

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: LutfiaRatnaningtyas on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/05/2015

$4.99

USD

pdf

text

original

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Teknik Dasar Anamnesa 2.1.1. Pengertian Anamnesis Anamnesis adalah cara pemeriksaan yang didapat dengan cara wawancara dengan penderita, berdasarkan keluhan, wawancara sebaiknya digunakan bahasa yang sederhana. (DEPKES Pusat Tenaga Kerja, 1996) 2.1.2. Tujuan Anamnesis Tujuan melakukan anamnesis adalah mengembangkan pemahaman mengenai masalah medis pasien dan mambuat diagnosis banding. Walaupun telah banyak kemajuan dalam pemeriksaan diagnostik modern, namun anamnesis masih sangat diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. Akan tetapi, proses ini juga memungkinkan dokter untuk mengenal pasiennya (dan begitu pula sebaliknya) serta memahami masalah medis dalam konteks kepribadian dan latar belakang sosial pasien.(Jonathan, 2003) 2.1.3. Jenis Anamnesis Ada 2 jenis anamnesis yang umum dilakukan, yakni Autoanamnesis dan Alloanamnesis atau Heteroanamnesis. Pada umumnya anamnesis dilakukan dengan teknik autoanamnesis yaitu anamnesis yang dilakukan langsung terhadap pasiennya. Pasien sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dokter dan menceritakan permasalahannya. Ini adalah cara anamnesis terbaik karena pasien sendirilah yang paling tepat untuk menceritakan apa yang sesungguhnya dia rasakan. Meskipun demikian dalam prakteknya tidak selalu autoanamnesis dapat dilakukan. Pada pasien yang tidak sadar, sangat lemah atau sangat sakit untuk menjawab pertanyaan, atau pada pasien anak-anak, maka perlu orang lain untuk menceritakan permasalahnnya. Anamnesis yang didapat dari informasi orag lain ini disebut Alloanamnesis atau Heteroanamnesis. Tidak jarang dalam praktek

2

Mendapatkan keluhan utama beserta waktunya. meskipun dari sisi dokter tidak selalu demikian. (DEPKES Pusat Tenaga Kerja. Keadaan ini dapat disebabkan pasien merasa cemas atau tertekan. yang kiranya merupakan bagian dari kelainan organ apa atau keadaan tersebut merupakan bagian dari penyakit apa. Keluhan utama selalu kita cari kapan hal tersebut timbul.5. Hambatan dalam Melakukan Anamnesa 1. Pasien yang tertutup Anamnesa akan sulit dilakukan bila pasien membisu dan tidak mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dokternya. Yang dimaksud dengan deskripsi keluhan utama adalah upaya dokter untuk memberi makna keluhan (gejala) yang diceritakan oleh pasien. Biasanya pasien terdorong meminta pertolongan bila sakitnya tidak baik setelah upaya sendiri (self medication) atau sakitnya tidak tertahankan lagi. Memberi salam dan konfirmasi administratif 2. 3.4. 1996) 2. (Daldiyono. 4.1. Riwayat penyakit sekarang. Proses ini sangat penting untuk menghindari kekeliruan yang dapat menyulitkan pasien maupun dokter. Yang dimaksud keluhan utama adalah keadaan yang mendorong pasien untuk meminta pertolongan medis.3 sehari-hari anamnesis dilakukan bersama -sama auto dan alloanamnesis.1. Biasanya dokter menyebut nama pasien. Keluhan utama tersebut dapat dipandang sebagai masalah ( problem) medis yang utama dipandang dari sisi pasien. Teknik Anamnesis 1. tidak leluasa menceritakan keluhannya atau dapat pula perilakunya yang demikian 3 . Deskripsi keluhan termasuk keluhan utama. atau bila sudah ada kekhawatiran. 5. Konfirmasi antara yang tertulis pada rekam medis dengan pasien. 2006) 2.

Tergantung masalah dan situasinya kadang perlu orang lain (keluarga atau orang-orang terdekat) untuk mendampingi dan menjawab pertanyaan dokter (heteroanamnesis). Hambatan bahasa dan atau intelektual Seorang dokter mungkin saja ditempatkan atau bertugas disuatu daerah yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa daerah yang belum kita kuasai. Seorang dokter dituntut untuk mampu melakukan anamnesa atau memberikan penjelasan dengan bahasa yang sangat sederhana agar dapat dimengerti pasiennya. Bila pasien dirawat di rumah sakit maka anamnesa dapat dilanjutkan pada hari-hari berikutnya setelah pasien lebih tenang dan lebih terbuka. Apabila benar-benar pasien mempuyai banyak keluhan harus dipertimbangkan apakah semua keluhan itu merujuk pada satu penyakit atau kebetulan pada saat tersebut ada beberapa penyakit yang sekaligus dideritanya. 4. tetapi kadang pula lebih baik tidak ada seorangpun kecuali pasien dan dokternya. Kesulitan yang sama dapat terjadi ketika menghadapi pasien yang karena intelektualnya yang rendah tidak dapat memahami pertanyaan atau penjelasan dokternya. Seorang dokter harus segera belajar bahasa daerah tersebut agar dapat memperlancar anamnesa. Pasien yag terlalu banyak keluhan Sebaliknya tidak jarang seorang pasien datang ke dokter dengan begitu banyak keluhan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Keadaan semacam ini dapat menyulitkan dalam pelaksanaan anamnesa. Pasien dengan gangguan atau penyakit jiwa 4 . Diperlukan kepekaan dan latihan untuk membedakan mana yang merupakan keluhan yang sesungguhnya dan mana yang merupakan keluhan mengada-ada.4 karena gangguan depresi atau psikiatrik. 3. Tugas seorang dokter untuk memilah-milah keluhan mana yang merupakan keluhan utamanya dan mana yang hanya keluh kesah. dan bila perlu dapat meminta bantuan perawat atau petugas kesehatan lainnya untuk mendampingi dan membantu menerjemahkan selama anamnesa. 2.

setiap pertanyaan tidak dijawab sebagaimana seharusnya. 2006) 2. Sebagai seorang dokter kita tidak boleh ikut terpancing dengan menyalahkan sejawat dokter lain karena hal tersebut sangat tidak etis. Justru di dalam jawaban-jawaban yang kacau tersebut terdapat petunjuk-petunjuk untuk menegakkan diagnosis. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan konten melainkan juga menentukan relationship. Mungkin saja anamnesa akan sangat kacau. (Daldiyono. makin cermat persepsinya tentang orang lain dan persepsi dirinya. kita bukan sekedar menyampaikan isi pesan.2009) 5 . Dari segi psikologi komunikasi. (KOMUNIKASI UNISAN. Selama anamnesis mereka menyalahkan semua dokter yang pernah memeriksanya. makin terbuka orang untuk mengungkapkan dirinya. Menjalin Hubungan Interpersonal Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik. 5. menyalahkan keluarga atau orang lain atas masalah atau keluhan yang dideritanya. sehingga makin efektif komunikasi yang berlangsung diantara komunikan. kita dapat menyatakan bahwa makin baik hubungan interpersonal.2. Umumnya ini terjadi pada pasien-pasien yang tidak mau menerima kenyataan diagnosis atau penyakit yang dideritanya. Seorang dokter juga tidak boleh terpancing dengan gaya dan pembawaan pasiennya sehingga terintimidasi dan menjadi takut untuk melakukan anamnesa dan membuat diagnosis yang benar. Ketika kita berkomunikasi. tetapi kita juga menentukan kadar hubungan interpersonalnya. Seorang dokter tidak boleh bingung dan kehilangan kendali dalam melakukan anamnesa pada kasus-kasus ini. Pasien yang cenderung marah dan menyalahkan Tidak jarang dijumpai pasien-pasien yang datang ke dokter sudah dalam keadaan marah dan cenderung menyalahkan.5 Diperlukan satu tehnik anamnesa khusus bila seorang dokter berhadapan dengan penderita gangguan atau penyakit jiwa.

Komunikasi dengan anak merupakan sesuatu yang penting dalam menjaga hubungan dengan anak. Masalah tingkah laku yang ditunjukan oleh anak-anak (seperti mendorong instrumen menjauh. (A.Blinkhorn. Mereka memeriksa pola komunikasi antara mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi dengan pasien anak-anak. Suatu metode yang menilai tingkatan tingkah laku anak adalah skala 4 angka yang dikembangkan oleh 6 . 2005). probabilitas rasa takut berkelanjutan juga tinggi.Blinkhorn. seperti ‘anak yang baik’. (A. (A.2. (1979).6 2. tetapi tidak mengganggu perawatan). tingkah laku yang terlihat dikelompokkan menjadi : kooperatif ( bereaksi dengan rileksa dan tidak takut). Salah satu penelitian dalam bidang komunikasi dengan anak dilakukan oleh Wurster dkk.Blinkhorn. 2005). komentar tertentu seperti ‘saya suka anda tetap membuka mulut’ adalah lebih efektif daripada ungkapan umum.S. atau menggunakan kekuatan fisik). Bagi anak-anak. menolak membuka mulut) sering dianggap merupakan manisfestasi dari kecemasan. atau tidak kooperatif (melawan secara langsung sehingga mengganggu perawatan). Sebaliknya. Bila Dokter Gigi meremehkan atau mengacuhkan anak. Tingkah laku para mahasiswa dikategorikan sebagai mengarahkan dan membimbing (misalnya memberikan instruksi secara jelas sambil membujuk pasien). permisif (membiarkan tingkh laku negatif berlangsung tanpa usaha mengurangi). bila Dokter Gigi menanyakan pada anak bagaimana perasaannya. 2005).1. melawan (bila anak tampaknya mengalami tekanan. Bila Dokter Gigi memberi pujian. menertawakan. tingkah laku takut berkurang. Penjelasan dan pengarahan adalah respon yang berguna.S. atau memaksa (mencoba mengatasi tingkah laku negatif dengan mengancam.S. atau mengajukan pertanyaan berulang. Menjalin Hubungan Interpersonal Dengan Anak-anak Menjalin hubungan interpersonal dengan anak-anak tidak semudah menjalin hubungan interpersonal dengan orang dewasa.

2. atau keduanya. Sedikit positif : berhari . Ask (Bertanya) Mengapa dokter perlu bertanya sekaligus mendengarkan dengan aktif? Karena melalui pertanyaan. melonta-lonta dan membantah. amat takut.hari menerima perawatan.7 Frankl dkk (1962). dari minimal sampai sedang. 7 .Blinkhorn.2. dokter dapat membantu pasien untuk menyatakan keinginan dan kebutuhannya serta mengekpresikan perasaannya. Berilah salam dengan ramah kepada tiap pasien pada saat dia datang. dengan agak segan. nervous atau menangis. 2005) 2. tidak ada tanda . menarik atau mengisolasi diri. menyimpan rasa takut. Menjalin Hubungan Interpersonal Dengan Orang Dewasa Dalam konseling yang juga diterapkan dalam komunikasi pasiendokter dikenal adanya GATHER.S. Tingkah laku anak dikategorikan menjadi 4 kategori sesuai kriteria berikut : 1. b. dengan teknik bertanya atau menolak. Sedikit negatif : tidak negatif minor. menangis kuat kuat. singkatan dari Great-Ask-Tell-HelpExplain-Return dengan pengertian sebagai berikut : a. Sangat positif : bersikap baik dengan operator. atau mencoba bertahan. Sangat negatif : menolak perawatan. 3. tertarik pada prosedur. (A. 4. cukup bersedia bekerja sama dengan dokter gigi. membuat kontak verbal yang baik.2. Great (Memberi Salam) Memberi salam kepada pasien diawal pertemuan akan menciptakan hubungan yang baik.tanda takut.

Meminta bantuan kepada orang lain b. 2008) 2. Tell (Memberi Informasi) Setelah pasien selesai menyatakan keluhan dan kebutuhannya. (Soetjiningsih. bila pasien memilih salah satu metode Konservasi atau jenis tindakan tertentu. Dalam hal ini dokter memberikan bantuan agar pasien dapat memecahkan permasalahannya dengan mudah. berikanlah informasi secara jelas sehingga dapat dimengerti oleh pasien yang kemudian dapat membantu pasien untuk mengambil keputusan. f. Problem Solving Strategi pemecahan masalah bertujuan untuk mengatasi atau menanggulangi masalah atau ancaman yang ada dengan kemampuan pengamatan secara realitis. mampu mangungkapkan perasaan sesuai dengan situasi yang ada. sehingga masalah tersebut dapat diatasi secara realistis. c. berikan penjelasan tentang pilihannya tersebut berikut dengan efek sampingnya. Expalain (Memberi Penjelasan) Dokter memberikan penjelasan pada pasien tentang keputusan yang telah dipilihnay. berikan kesempatan pada pasien untuk datang kembali. Beberapa contoh strategi pemecahan masalah yang dapat digunakan antara lain : a. e.8 c. 8 . d. Misalnya. Help (Memberi Bantuan) Bantuan diberikan ketika pasien yang mengalami kesulitan dalam mnegambil keputusan atau dalam menentukan sikap. Return (Kontrol Kembali) Bila dirasa perlu. Mencari lebih banyak informasi yang terkait dengan masalah yang dihadapi. Secara besar hati.3.

e. Source berarti mencari dan mengidentifikasikan apa yang menjadi sumber masalah. Bila satu metode tidak berhasil. maka mencoba lagi dengan metode lain. Others. 2006) Strategi pemecahan masalah ini secara ringkas dapat digunakan dengan metode STOP (Source. Pray and patient yaitu berdoa kepada Tuhan sebab dia adalah Zat yang Maha Mengetahui segala sesuatu yang ada di dunia ini.9 d. Others berarti meminta bantuan orang lain bila diri sendiri tidak mampu. Dia pula yang memberikan jalan yang terbaik buat manusia sebab manusia memiliki banyak keterbatasan. Trial and error berarti mencoba berbagai rencana pemecahan masalah yang telah disusun. Meluruskan pikiran atau persepsi terhadap masalah. Trial and error. walaupun dalam pandangan orang lain orang tersebut berada dalam kehinaan. Juga harus sabar dengan berlapang dada menerima kenyataan yang ada pada dirinya. Menyunsun beberapa rencana untuk memecahkan masalah. Begitu selanjutnya. dan pikiran seseorang akan menjadi tentram dan tenang. 2006) 9 . jiwa. Hal yang perlu dihindari adalah adanya rasa keputusasaan terhadap kehganjalan yang dialami. Pray and patient). Dengan berdoa. maka hati. Penerimaan terhadap apa yang ada pada diri akan membuat seseorang menjadi lebih menikmati hidup dan ringan beban psikologinya.(Daldiyono. (Daldiyono.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->