LAPORAN PRAKTIKUM & STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN DEWASA 4 KELAS B Fasilitator : Ibu Mustikasari

Praktikum tanggal Topik Nama NPM

: selasa, 8 November 2011 : Harga Diri Rendah, Gangguan Peran, dan Gangguan Citra Tubuh. : Riyan Idayati : 1006770955

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA

Proses terjadinya masalah Penyebab harga diri rendah: Salah satu penyebabnya adalah berduka disfungsional. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negative terhadap diri sendiri. tidur. sedih.1998). mimpi. konsentrasi dan aktivitas Mengungkapkan tidak berdaya III. Kasus (masalah utama): Harga diri rendah Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan (Townsend. II. Pohon Masalah Isolasi social : menarik diri Gangguankonsep konsep diri: diri : harga harga diri Gangguan dirirendah rendah Berduka disfungsional . dan menangis Perubahan pola makan. Tanda dan gejala:      Rasa bersalah Adanya penolakan Marah. termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. 1999). merasa gagal mencapai keinginan ( Budi Ana Keliat.LAPORAN PENDAHULUAN I I. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berasarkan persepsi kehilangan.

Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji No Masalah Keperawatan 1 Isolasi social: menarik diri  Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi  Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain  Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain        Ekspresi wajah kosong Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara Suara pelan dan tidak jelas 2 Gangguan konsep diri : harga diri rendah  Mengungkapkan ingin diketahui jati dirinya Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli   Mengungkapkan tidak bisa apa-apa Mengungkapkan dirinya tidak berguna  Mengkritik diri sendiri     Merusak diri sendiri Merusak orang lain Menarik diri dari hubungan social Tampak mudah tersinggung Tidak mau makan dan tidak tidur Perasaan malu Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian Data subjektif Data objektif .IV.

Diagnosa keperawatan Isolasi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional. perkenalan diri. VI. Rencana tindakan keperawatan Diagnos a keperaw atan Rencana tindakan Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan keperawatan Rasiona l TUM : klien dapat Isolasi social : menarik diri berhubu ngan dengan harga diri rendah berhubungan dengan orang lain secara optimal TUK1 : klien dapat membina hubungan saling percaya. Menum buhkan keperca yaan klien kepada perawat . jelaskan tujuan interaksi. Bina hubungan saling percaya( salam terapeutik.3 Berduka disfungsional  Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi   Ekspresi wajah sedih Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara  Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas  Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya  Suara pelan dan tidak jelas  Tampak menangis V.

Memba ngun kembali keperca yaan diri klien. tingkatkan /rutinita s bisa . keluarga. .ciptakan lingkungan yang tenang. Klien menilai kemampuan yang digunakan. utamakan member pujian yang realistic. Klien membuat rencana kegiatan harian Rencanakan aktifitas yang Dengan adanya dapat dilakukan kegiatan setiap hari. Diskusikan kemampuan yang masih dapat digunakan klien dan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya TUK4: klien dapat menetapkan/merencana kan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. dan lingkungan). klien hindari dari member penilaian negative. tempat dan topic) TUK2: Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek yang dimiliki. Klien mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang Diskusikan kemampuan dan aspek positif klien. TUK3: klien dapat menilai kemampuan yang digunakan. buat kontrak yang jelas: waktu. dimiliki ( kemampuan setiap bertemu diri.

beri pujian. Klien melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya Beri kesempatan pd klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan. klien bisa mandiri . Dengan memanf memanfaatkan system pendidikan pendukung yang ada di keluarga. bantu kan keluarga menyiapkan lingkungan rumah. TUK5: klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. TUK6: Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada Klien dapat Beri mengali hkan perasaa n tidak berguna .kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien. pada cara klien. beri contoh cara pelaksanaan kegiatan. diskusikan kemungkinan dilakukan dirumah. keluarga memberikan dukungan selama keluarga aatkan merawat sistem bantu penduk ung yang ada klien diharap dirawat. Agar klien merasa bahwa dirinya masih punya kemam puan.

Nn X mengatakan bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi karena tidak dapat mewujudkan keinginan orang tuanya untuk menjadi dokter.           Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. dan pandangan matanya kosong. Tetapi disaat kuliah ia justru sering uring-uringan karena merasa memang itu bukan bidang yang disukainya. pandangan matanya kosong. Kondisi Klien : Terlihat gelisah. suka melamun dan menyendiri. lebih banyak diam dan sulit berkomunikasi. b. 2. Diagnosa Keperawatan: Gangguan isolasi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. nama panggilan yang disukai. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Utamakan member pujian yang realistis. VII. Tindakan Keperawatan: a. Tujuan Khusus: Klien dapat membina hubungan saling percaya Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 4. Bina hubungan saling percaya. . Proses Keperawatan 1.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN Kasus : Nn X terlihat gelisah. 3. Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien. Alhasil nilainya jeblok dan ia dijauhi temantemanya. Nn X adalah salah satu mahasiswi fakultas kedokteran tetapi ia sebenarnya tidak menyukai jurusan tersebut. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. Dia bersedia kuliah dijurusan tersebut karena keinginan kedua orang tua dan sebagai anak dia berusaha untuk membahagiakan orang tuanya dengan menuruti oerintah orang tuanya. Setiap bertemu klien hindarkan dari pemberian penilaian negative.suka melamun dan menyendiri. Jelaskan tujuan pertemuan Jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. lebih banyak diam dan sulit berkomunikasi dengan teman-temannya.

bagaimana kalau kita membicarakan kemampuan yang bisa mbak lakukan selama sakit ataau dirumah sakit ini. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “ mulai saat ini coba mbak lakukan sedikit demi sedikit apa yang telah kita bicarakan tadi. disini tersedia fasilitas untuk mbak bisa menggali kemampuan mbak. bagaimana kalau kita cukupkan sampai disini.” 3.VIII.” “ masih banyak kegiatan yang bisa mbak lakukan sesuai bakat dan kemampuan mbak. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI 1. bagaimana perasaan mbak hari ini?” 3. Salam terapeutik: “selamat pagi mbak.” 2.” TERMINASI 1. Kontrak yang akan datang Baiklah mbak. dimana kita bicara mbak? Bagaimana kalau di taman selama kurang lebih 30 menit. nah sekarang sesuai dengan janji kita. Evaluasi. apalagi mbak?” “ mbak punya hobi apa? Memasak atau mungkin menjahit?” “ mbak suka menyulam? Mbak bisa melakukannya dirumah sakit ini. “apa yang mbak rasakan setelah kita berbincang selama 30 menit tadi? “ bisa mbak ulangi lagi apa yang kita bicarakan tadi ?” 2. Evaluasi/ validasi : “mbak kelihatan segar hari ini.” KERJA “ Sekarang coba mbak sebutkan kegiatan yang bisa mbak lakukan selama sakit. mbak masih ingat dengan saya? Bagus ternyata mbak masih ingat. waktu kita sudah habis.” “ baik. Kontrak: “kemarin kita sudah berbicara mengenai kemampuan yang mbak miliki selama sebelum sakit. kira-kira kapan dan jam berapa kita bertemu lagi? Tempatnya dimana? .

individu dan lingkungan tidak mempunyai harapan peran yang selaras. Contoh peran yang tidak adekuat Kehilangan hubungan yang penting Perubahan peran seksual Keragu-raguan peran Perubahan kemampuan fisikuntuk menampilkan peran sehubungan dengan proses menua Kurangnya kejelasan peran atau pengertian tentang peran Ketergantungan obat Kurangnya ketrampilan social Perbedaan budaya Harga diri rendah Konflik antar peran yang sekaligus diperankan Tanda dan gejala :        Mengungkapkan ketidakpuasan perannya atau kemampuan menampilkan peran Mengingkari atau menghindari peran Kegagalan transisi peran Ketegangan peran Kemunduran pola tanggung jawab yang biasa dalam peran Proses berkabung yang tidak berfungsi Kejenuhan pekerjaan .LAPORAN PENDAHULUAN II I. Kasus (masalah utama): Gangguan peran II.             Proses terjadinya masalah Penyebab gangguan peran : Konflik peran interpersonal.

Harga diri rendah  Mengungkapkan bahwa dirinya sekarang tidak berguna     Perasaan malu Menarik diri Tidak mau makan Pandangan kosong  Mengungkapkan bahwa klien tidak bisa . Pohon Masalah Harga diri rendah ( akibat ) Gangguan peran ( masalah utama) Gangguan citra tubuh ( penyebab) IV. Gangguan peran  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak berguna lagi     Murung Tidak bersemangat Cenderung diam Menghindari kontak mata  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat bekerja lagi  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa apa-apa lagi 3.III. 2. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji No Masalah Keperawatan 1 Gangguan citra tubuh Data Subjektif  Data Objektif    Klien mengungkapkan bahwa sekarang fisiknya melemah Kaki tidak bisa bergerak Badan lemah Suka melamun  Klien mengungkapkan bahwa kakinya tidak bias digerakkan.

Perhatian yang diberikan membuat klien tidak merasa sendiri. Menumbuhkan rasa bahwa klien masih berguna. mengidentifikasi aspek aspek positifnya. Beri perhatian penuh pada klien. Klien dapat mengidentifikasi Bantu klien untuk mengidentifikasi hal-hal positif Pasien mengetahui cara untuk menyesuaikan yang ada pada diri klien. TUK3: pasien dapat mengetahui cara-cara untuk positifnya. TUK1 : pasien dapat meningkatkan penerimaan terhadap perubahan peran yang diperoleh saat ini.memenuhi kewajiban sebagai seorang suami V. . Rencana tindakan keperawatan Diagnosa keperawatan Gangguan peran Rencana tindakan Tujuan TUM : Kriteria evaluasi Klien tidak Tindakan keperawatan Dorong klien untuk mengeksplorasi perasaan Rasional Eksplorasi perasaan dapat membantu klien meringankan beban masalahnya. perubahan peran mengalami gangguan konsep diri berhubungan tidak dengan gangguan citra tubuh menimbulkan gangguan konsep diri pada klien. TUK2 : pasien dapat Klien dapat menerima terhadap perubahan peran yang dialami. Diagnosa keperawatan Gangguan peran berhubungan dengan gangguan citra tubuh VI. Ajarkan klien memaksimalkan Membangun kepercayaan diri klien.

Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. perubahan peran peran. Melatih kemampuan kedua yang telah disebutkan oleh klien.. Tindakan Keperawatan a. Proses Keperawatan 1. Klien memiliki seorang istri dan dua anak perempuan yang masih sekolah SMA dan SMP. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI a. menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal kegiatan harian.bantu klien dan keluarga mengidentifikasi sumber dan sistem pendukung. melamun dan tidak nafsu makan. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. 3. 2. Diagnosa Keperawatan Gangguan peran berhubungan dengan gangguan citra tubuh. 5. 4. b. Kondisi Klien Bapak X ( 45 tahun) dirawat dirumah sakit karena stroke sehingga kedua kakinya lumpuh. yang ia alami. Tujuan Khusus    Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.menyesuaikan diri terhadap diri terhadap perubahan salah satu peran yang masih dapat digunakan. Salam terapeutik . Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa diganggu. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN VII. Terlihat klien diam.

bapak bisa memperbaikinya sambil mengisi waktu luang. Bapak juga bisa membuka bengkel reparasi elektronik dirumah nanti.” b. Kontrak yang akan datang . Bapak mau sendiri atau ditemani saat memperbaiki radio ini? Baiklah kalau bapak ingin ditemani sambil kita ngobrol-ngobrol ya pak? Sesuai dengan perjanjian kita saya akan menemani bapak selama 40 menit. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “baiklah pak. bagaimana perasaan bapak? Apakah sudah dilakukan kegiatan yang dimasukkan kedalam jadwal bapak kemarin? Wah bagus sekali ternyata bapak mampu melakukannya. Jadi hari ini kita akan mengobrol tentang keahlian bapak tersebut dan mencoba melatihnya. jadi kemarin bapak menyebutkan bahwa bapak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki alat-alat elektronik.” c.” c. apakah bapak masih ingat dengan saya? b. setelah bapak mampu melakukan perawatan diri secara mandiri.” TERMINASI a. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan “ bagaimana perasaan bapak setelah kita mengobrol dan bapak melakukan hobi bapak itu?” “jadi apa yang dapat bapak lakukan ketika bapak merasa jenuh dan tidak berarti? Bagus sekali bapak bisa menyebutkannya kembali. Evaluasi/ validasi Bapak kelihatan lebih segar hari ini. Bukankah kalau dirumah bapak senang sekali memperbaiki alat elektronik yang rusak? Nah sekarang saya membawa radio saya yang rusak.“ Pagi pak X. sekarang kita akan melakukan salah satu kegiatan yang bapak senangi yaitu reparasi alat-alat elektronik. Bagaimana pak? Apakah bapak bersedia? Kira-kira berapa lama pak? Sekitar 30 menit ya pak. bapak bisa melakukan hobi bapak itu setiap bapak merasa jenuh dan tidak berarti. Kontrak: “ Bapak masih ingat tidak kita mau ngapain hari ini? Iya benar sekali. Baiklah kita lakukan disini saja ya pak?” KERJA “ baiklah bapak. Saya sudah bawa lho pak radio saya yang rusak.

Perubahan fugsi berbagai penyakit yang dapat merubah system tubuh. fungsi. Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang. keterbatasan. struktur.” LAPORAN PENDAHULUAN III I. Perubahan bentuk tubuh. Mengungkap keputusasaan. Menolak penjelasan perubahan tubuh.“ baiklah besok saya akan ngobrol dengan keluarga bapak. makan. Proses terjadinya masalah Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran bentuk. Perubahan struktur sama dengan perubahan bentuk tubuh disertaidengan pemasangan alat didalam tubuh. tindakan invasive seprti operasi. keterbatasan gerak. Bagaimana pak. Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi. suntikan daerah pemasangan infuse. biasanya istri bapak berkunjung jam berapa? Jam 12 siang ya pak. makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh. berat badan yang turun akibat penyakit. Tanda dan gejala:        Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah. Kasus (masalah utama): Gangguan citra tubuh II. kegiatan. Baiklah besok saya akan datang kesini dan ngobrol dengan istri bapak di ruang depan kira-kira jam satu siang. Mengungkapkan ketakutan . Stressor pada tiap perubahan adalah perubahan ukuran tubuh. Persepsi negative pada tubuh. bolehkah saya ngobrol dengan istri bapak? Sampai jumpa besok ya pak? Selamat siang.

III. Kehilangan anggota tubuh Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji Data subjektif  Data objektif    Klien mengungkapkan bahwa dia tidak menarik lagi. Pohon Masalah Harga diri rendah Gangguan citra tubuh Kehilangan anggota tubuh IV.    Cenderung diam Menghindari bertatap muka Mengurung diri  Klien mengungkapkan bahwa tidak mau berttemu siapapun . Marah Melukai diri sendiri Menangis   Klien mengungkapkan bahwa dia takut Klien mengungkapkan bahwa dia sekarang jelek. Gangguan citra tubuh   Klien merasa ada yang hilang pada dirinya Klien merasa bahwa dirinya tidak sempurna lagi    Cemas Menarik diri Melamun 3. Harga diri rendah   Klien merasa tidak berarti Klien mengungkapkan bahwa dia malu bertemu orang lain. No Masalah Keperawatan 1. 2.

Bantu klien untuk eksplorasi diri. Eksplorasi diri membantu klien sedkit mengurangi beban perasaanya. Menumbuhka n rasa bahwa klien masih diterima dimasyarakat. Bantu mengidentifikasika n aspek positif pada diri klien. Rencana tindakan keperawatan Diagnosa keperawatan Rencana tindakan Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan keperawatan Rasional Gangguan citra tubuh berhubunga n dengan kehilangan anggota tubuh. Klien mampu bersosialisasi. Membangun TUK1: pasien mampu mengungkapka n aspek positif tentang diri. TUK3: agar pasien Klien mampu mengungkapka n aspek positif tentang diri. kepercayaan diri klien. Diagnosa keperawatan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan anggota tubuh. TUM: agar klien menerima citra tubuhnya yang baru. VI. TUK2: klien mengekpresika n minat terhadap kesejahteran orang lain dan berkurangnya renungan yang berlebihan tentang penampilan diri.V. Bantu klien untuk bisa bersosialisasi dan bergaul dengan orang lain. Klien mampu menerima citra tubuhnya yang baru. Klien mampu mengetahui Ajarkan klien memaksimalkan Menumbuhka n rasa bahwa .

klien masih berguna. Klien mempunyai seorang suami dan dua orang anak.Kondisi Klien Ny X berumur 35 tahun. Klien sering tampak murung. salah satu peran yang dapat dilakukan. menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal kegiatan harian.Tindakan Keperawatan a. marah. kadang menangis.mengetahui cara untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan citra tubuhnya cara menyesuaikan diri terhadap perubahan citra tubuhnya. 3. b. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. tidak mau bertemu dengan orang lain. 4. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI d. Melatih kemampuan kedua yang telah disebutkan oleh klien. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Salam terapeutik . Proses Keperawatan 1. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa diganggu.Tujuan Khusus    Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.Diagnosa Keperawatan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan anggota tubuh. VIII. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN VII. 2. dirawat dirumah sakit paska operasi amputasi tungkai kanan dikarenakan kecelakaan.

Apakah ibu sudah melakukan kegiatan yang dimasukkan kedalam jadwal ibu kemarin? Wah bagus sekali ternyata ibu mampu melakukannya.” TERMINASI a.” c.” b. setelah ibu mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. ketika ibu merasa jenuh dan merasa tidak berarti ibu bisa melakukan hobi yang ibu senangi ini. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan “ bagaimana perasaan ibu setelah melakukan hobi ibu ini?” “ apa yang dapat ibu lakukan ketika ibu merasa jenuh dan merasa tidak berarti? Benar sekali ibu. Jadi hari ini kita akan mengobrol tentang hobi ibu tersebut dan mencoba melakukannya. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) “baiklah ibu. Evaluasi/ validasi “ bagaimana perasaan ibu hari ini? Ibu kelihatan lebih segar hari ini. Saya sudah bawa bahan-bahannya untuk ibu menyulam. Nah sekarang saya membawa bahan-bahan untuk menyulam. ibu masih ingat saya? bagus sekali ternyata ibu masih bisa mengenali saya.” e. ibu mampu menjawab dengan tepat.” f. jadi kemarin ibu menyebutkan bahwa ibu suka sekali menyulam. Kontrak “ ibu masih ingat tidak kita mau ngapain hari ini? Iya benar sekali. ibu bisa mengisi waktu luang disini dengan menyulam. Ibu mau sendiri atau ditemani saat menyulam? Baiklah kalau ibu ingin ditemani sambil kita ngobrol-ngobrol ya bu? Sesuai dengan perjanjian kita saya akan menemani ibu selama 30 menit.“ selamat pagi ibu. Bagaimana bu? Apakah ibu bersedia? Kira-kira berapa lama bu? Sekitar 30 menit ya bu. sekarang kita akan melakukan salah satu kegiatan yang ibu senangi yaitu menyulam. Baiklah kita lakukan taman saja ya bu?” KERJA “ baiklah ibu. Kontrak yang akan datang .

” Daftar putaka: Keliat. Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan.A. Baiklah besok saya akan datang kesini dan ngobrol dengan suami ibu di ruang depan kira-kira jam satu siang. 2001. biasanya suami ibu berkunjung jam berapa? Jam 12 siang ya bu.7thed. G. 5thed. B. Stuart. St Louis. (1994). Bagaimana bu. (1998) . .Jakarta: EGC Stuart GW.W and Sundeen.W and Laraia. Principle and practice of psychiatric nursing. Sundeen SJ. St Louis Mosby Year Book. Jakarta: EGC Towsend.“ baiklah besok saya akan ngobrol dengan keluarga ibu. Edisi 3. bolehkah saya ngobrol dengan suami ibu? Sampai jumpa besok ya bu? Selamat siang. Principle and practice of psychiatric nursing. Mosby Year Book. (1995). (1998). Gangguan konsep Diri. Jakarta : EGC. M. Stuart. G.Buku saku keperawatan jiwa.C.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful