LAPORAN PRAKTIKUM & STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN DEWASA 4 KELAS B Fasilitator : Ibu Mustikasari

Praktikum tanggal Topik Nama NPM

: selasa, 8 November 2011 : Harga Diri Rendah, Gangguan Peran, dan Gangguan Citra Tubuh. : Riyan Idayati : 1006770955

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA

sedih. tidur.LAPORAN PENDAHULUAN I I. konsentrasi dan aktivitas Mengungkapkan tidak berdaya III. mimpi. Pohon Masalah Isolasi social : menarik diri Gangguankonsep konsep diri: diri : harga harga diri Gangguan dirirendah rendah Berduka disfungsional .1998). dan menangis Perubahan pola makan. termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Tanda dan gejala:      Rasa bersalah Adanya penolakan Marah. merasa gagal mencapai keinginan ( Budi Ana Keliat. Proses terjadinya masalah Penyebab harga diri rendah: Salah satu penyebabnya adalah berduka disfungsional. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berasarkan persepsi kehilangan. 1999). Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negative terhadap diri sendiri. Kasus (masalah utama): Harga diri rendah Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan (Townsend. II.

IV. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji No Masalah Keperawatan 1 Isolasi social: menarik diri  Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi  Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain  Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain        Ekspresi wajah kosong Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara Suara pelan dan tidak jelas 2 Gangguan konsep diri : harga diri rendah  Mengungkapkan ingin diketahui jati dirinya Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli   Mengungkapkan tidak bisa apa-apa Mengungkapkan dirinya tidak berguna  Mengkritik diri sendiri     Merusak diri sendiri Merusak orang lain Menarik diri dari hubungan social Tampak mudah tersinggung Tidak mau makan dan tidak tidur Perasaan malu Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian Data subjektif Data objektif .

jelaskan tujuan interaksi. Diagnosa keperawatan Isolasi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional. Rencana tindakan keperawatan Diagnos a keperaw atan Rencana tindakan Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan keperawatan Rasiona l TUM : klien dapat Isolasi social : menarik diri berhubu ngan dengan harga diri rendah berhubungan dengan orang lain secara optimal TUK1 : klien dapat membina hubungan saling percaya. VI. Menum buhkan keperca yaan klien kepada perawat . Bina hubungan saling percaya( salam terapeutik.3 Berduka disfungsional  Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi   Ekspresi wajah sedih Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara  Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas  Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya  Suara pelan dan tidak jelas  Tampak menangis V. perkenalan diri.

tingkatkan /rutinita s bisa . buat kontrak yang jelas: waktu. Diskusikan kemampuan yang masih dapat digunakan klien dan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya TUK4: klien dapat menetapkan/merencana kan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. dimiliki ( kemampuan setiap bertemu diri. keluarga. klien hindari dari member penilaian negative.ciptakan lingkungan yang tenang. Klien membuat rencana kegiatan harian Rencanakan aktifitas yang Dengan adanya dapat dilakukan kegiatan setiap hari. tempat dan topic) TUK2: Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek yang dimiliki. TUK3: klien dapat menilai kemampuan yang digunakan. Klien mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang Diskusikan kemampuan dan aspek positif klien. utamakan member pujian yang realistic. dan lingkungan). Klien menilai kemampuan yang digunakan. Memba ngun kembali keperca yaan diri klien. .

beri pujian. diskusikan kemungkinan dilakukan dirumah. klien bisa mandiri . pada cara klien. Dengan memanf memanfaatkan system pendidikan pendukung yang ada di keluarga.kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien. TUK6: Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada Klien dapat Beri mengali hkan perasaa n tidak berguna . beri contoh cara pelaksanaan kegiatan. keluarga memberikan dukungan selama keluarga aatkan merawat sistem bantu penduk ung yang ada klien diharap dirawat. TUK5: klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. bantu kan keluarga menyiapkan lingkungan rumah. Agar klien merasa bahwa dirinya masih punya kemam puan. Klien melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya Beri kesempatan pd klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.

VII. lebih banyak diam dan sulit berkomunikasi dengan teman-temannya. suka melamun dan menyendiri. pandangan matanya kosong.           Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal. b. dan pandangan matanya kosong. Jelaskan tujuan pertemuan Jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien. 3. Tujuan Khusus: Klien dapat membina hubungan saling percaya Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 4. . 2. nama panggilan yang disukai. Nn X adalah salah satu mahasiswi fakultas kedokteran tetapi ia sebenarnya tidak menyukai jurusan tersebut. Dia bersedia kuliah dijurusan tersebut karena keinginan kedua orang tua dan sebagai anak dia berusaha untuk membahagiakan orang tuanya dengan menuruti oerintah orang tuanya. Setiap bertemu klien hindarkan dari pemberian penilaian negative. Bina hubungan saling percaya.suka melamun dan menyendiri. Tetapi disaat kuliah ia justru sering uring-uringan karena merasa memang itu bukan bidang yang disukainya. Diagnosa Keperawatan: Gangguan isolasi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. Tindakan Keperawatan: a. lebih banyak diam dan sulit berkomunikasi.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN Kasus : Nn X terlihat gelisah. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Alhasil nilainya jeblok dan ia dijauhi temantemanya. Nn X mengatakan bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi karena tidak dapat mewujudkan keinginan orang tuanya untuk menjadi dokter. Proses Keperawatan 1. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. Utamakan member pujian yang realistis. Kondisi Klien : Terlihat gelisah. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

waktu kita sudah habis.” “ baik. mbak masih ingat dengan saya? Bagus ternyata mbak masih ingat. kira-kira kapan dan jam berapa kita bertemu lagi? Tempatnya dimana? .” “ masih banyak kegiatan yang bisa mbak lakukan sesuai bakat dan kemampuan mbak. bagaimana perasaan mbak hari ini?” 3. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “ mulai saat ini coba mbak lakukan sedikit demi sedikit apa yang telah kita bicarakan tadi. bagaimana kalau kita membicarakan kemampuan yang bisa mbak lakukan selama sakit ataau dirumah sakit ini. bagaimana kalau kita cukupkan sampai disini.” TERMINASI 1. dimana kita bicara mbak? Bagaimana kalau di taman selama kurang lebih 30 menit.VIII. Evaluasi. disini tersedia fasilitas untuk mbak bisa menggali kemampuan mbak. Evaluasi/ validasi : “mbak kelihatan segar hari ini. apalagi mbak?” “ mbak punya hobi apa? Memasak atau mungkin menjahit?” “ mbak suka menyulam? Mbak bisa melakukannya dirumah sakit ini. Kontrak: “kemarin kita sudah berbicara mengenai kemampuan yang mbak miliki selama sebelum sakit. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI 1. “apa yang mbak rasakan setelah kita berbincang selama 30 menit tadi? “ bisa mbak ulangi lagi apa yang kita bicarakan tadi ?” 2.” 3.” KERJA “ Sekarang coba mbak sebutkan kegiatan yang bisa mbak lakukan selama sakit. Salam terapeutik: “selamat pagi mbak.” 2. Kontrak yang akan datang Baiklah mbak. nah sekarang sesuai dengan janji kita.

Kasus (masalah utama): Gangguan peran II. individu dan lingkungan tidak mempunyai harapan peran yang selaras.LAPORAN PENDAHULUAN II I. Contoh peran yang tidak adekuat Kehilangan hubungan yang penting Perubahan peran seksual Keragu-raguan peran Perubahan kemampuan fisikuntuk menampilkan peran sehubungan dengan proses menua Kurangnya kejelasan peran atau pengertian tentang peran Ketergantungan obat Kurangnya ketrampilan social Perbedaan budaya Harga diri rendah Konflik antar peran yang sekaligus diperankan Tanda dan gejala :        Mengungkapkan ketidakpuasan perannya atau kemampuan menampilkan peran Mengingkari atau menghindari peran Kegagalan transisi peran Ketegangan peran Kemunduran pola tanggung jawab yang biasa dalam peran Proses berkabung yang tidak berfungsi Kejenuhan pekerjaan .             Proses terjadinya masalah Penyebab gangguan peran : Konflik peran interpersonal.

III. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji No Masalah Keperawatan 1 Gangguan citra tubuh Data Subjektif  Data Objektif    Klien mengungkapkan bahwa sekarang fisiknya melemah Kaki tidak bisa bergerak Badan lemah Suka melamun  Klien mengungkapkan bahwa kakinya tidak bias digerakkan. 2. Pohon Masalah Harga diri rendah ( akibat ) Gangguan peran ( masalah utama) Gangguan citra tubuh ( penyebab) IV. Harga diri rendah  Mengungkapkan bahwa dirinya sekarang tidak berguna     Perasaan malu Menarik diri Tidak mau makan Pandangan kosong  Mengungkapkan bahwa klien tidak bisa . Gangguan peran  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak berguna lagi     Murung Tidak bersemangat Cenderung diam Menghindari kontak mata  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat bekerja lagi  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa apa-apa lagi 3.

TUK3: pasien dapat mengetahui cara-cara untuk positifnya.memenuhi kewajiban sebagai seorang suami V. Ajarkan klien memaksimalkan Membangun kepercayaan diri klien. Klien dapat mengidentifikasi Bantu klien untuk mengidentifikasi hal-hal positif Pasien mengetahui cara untuk menyesuaikan yang ada pada diri klien. TUK2 : pasien dapat Klien dapat menerima terhadap perubahan peran yang dialami. mengidentifikasi aspek aspek positifnya. TUK1 : pasien dapat meningkatkan penerimaan terhadap perubahan peran yang diperoleh saat ini. Diagnosa keperawatan Gangguan peran berhubungan dengan gangguan citra tubuh VI. Perhatian yang diberikan membuat klien tidak merasa sendiri. Beri perhatian penuh pada klien. . Menumbuhkan rasa bahwa klien masih berguna. Rencana tindakan keperawatan Diagnosa keperawatan Gangguan peran Rencana tindakan Tujuan TUM : Kriteria evaluasi Klien tidak Tindakan keperawatan Dorong klien untuk mengeksplorasi perasaan Rasional Eksplorasi perasaan dapat membantu klien meringankan beban masalahnya. perubahan peran mengalami gangguan konsep diri berhubungan tidak dengan gangguan citra tubuh menimbulkan gangguan konsep diri pada klien.

Klien memiliki seorang istri dan dua anak perempuan yang masih sekolah SMA dan SMP. Terlihat klien diam. 5. yang ia alami. 2. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa diganggu. Diagnosa Keperawatan Gangguan peran berhubungan dengan gangguan citra tubuh. Proses Keperawatan 1. Melatih kemampuan kedua yang telah disebutkan oleh klien.menyesuaikan diri terhadap diri terhadap perubahan salah satu peran yang masih dapat digunakan. 3. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN VII. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI a.. Kondisi Klien Bapak X ( 45 tahun) dirawat dirumah sakit karena stroke sehingga kedua kakinya lumpuh. Tindakan Keperawatan a. 4. perubahan peran peran. menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal kegiatan harian. melamun dan tidak nafsu makan. Tujuan Khusus    Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. b. Salam terapeutik .bantu klien dan keluarga mengidentifikasi sumber dan sistem pendukung.

Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan “ bagaimana perasaan bapak setelah kita mengobrol dan bapak melakukan hobi bapak itu?” “jadi apa yang dapat bapak lakukan ketika bapak merasa jenuh dan tidak berarti? Bagus sekali bapak bisa menyebutkannya kembali. Bukankah kalau dirumah bapak senang sekali memperbaiki alat elektronik yang rusak? Nah sekarang saya membawa radio saya yang rusak. bagaimana perasaan bapak? Apakah sudah dilakukan kegiatan yang dimasukkan kedalam jadwal bapak kemarin? Wah bagus sekali ternyata bapak mampu melakukannya.” c. bapak bisa memperbaikinya sambil mengisi waktu luang. Saya sudah bawa lho pak radio saya yang rusak. bapak bisa melakukan hobi bapak itu setiap bapak merasa jenuh dan tidak berarti. Baiklah kita lakukan disini saja ya pak?” KERJA “ baiklah bapak.” b. Kontrak: “ Bapak masih ingat tidak kita mau ngapain hari ini? Iya benar sekali.” c.“ Pagi pak X. Jadi hari ini kita akan mengobrol tentang keahlian bapak tersebut dan mencoba melatihnya. Bapak mau sendiri atau ditemani saat memperbaiki radio ini? Baiklah kalau bapak ingin ditemani sambil kita ngobrol-ngobrol ya pak? Sesuai dengan perjanjian kita saya akan menemani bapak selama 40 menit. Kontrak yang akan datang . sekarang kita akan melakukan salah satu kegiatan yang bapak senangi yaitu reparasi alat-alat elektronik. apakah bapak masih ingat dengan saya? b. Bapak juga bisa membuka bengkel reparasi elektronik dirumah nanti. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “baiklah pak. Evaluasi/ validasi Bapak kelihatan lebih segar hari ini. jadi kemarin bapak menyebutkan bahwa bapak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki alat-alat elektronik. setelah bapak mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. Bagaimana pak? Apakah bapak bersedia? Kira-kira berapa lama pak? Sekitar 30 menit ya pak.” TERMINASI a.

Kasus (masalah utama): Gangguan citra tubuh II. Perubahan fugsi berbagai penyakit yang dapat merubah system tubuh. keterbatasan gerak. fungsi. Tanda dan gejala:        Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah. biasanya istri bapak berkunjung jam berapa? Jam 12 siang ya pak. Mengungkap keputusasaan. tindakan invasive seprti operasi. Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi. struktur. Proses terjadinya masalah Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran bentuk. berat badan yang turun akibat penyakit. Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang. Persepsi negative pada tubuh. bolehkah saya ngobrol dengan istri bapak? Sampai jumpa besok ya pak? Selamat siang. makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh. Menolak penjelasan perubahan tubuh. keterbatasan. Baiklah besok saya akan datang kesini dan ngobrol dengan istri bapak di ruang depan kira-kira jam satu siang. Bagaimana pak. kegiatan. Mengungkapkan ketakutan .” LAPORAN PENDAHULUAN III I. makan.“ baiklah besok saya akan ngobrol dengan keluarga bapak. Perubahan struktur sama dengan perubahan bentuk tubuh disertaidengan pemasangan alat didalam tubuh. suntikan daerah pemasangan infuse. Perubahan bentuk tubuh. Stressor pada tiap perubahan adalah perubahan ukuran tubuh.

No Masalah Keperawatan 1. Gangguan citra tubuh   Klien merasa ada yang hilang pada dirinya Klien merasa bahwa dirinya tidak sempurna lagi    Cemas Menarik diri Melamun 3. 2.III. Kehilangan anggota tubuh Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji Data subjektif  Data objektif    Klien mengungkapkan bahwa dia tidak menarik lagi.    Cenderung diam Menghindari bertatap muka Mengurung diri  Klien mengungkapkan bahwa tidak mau berttemu siapapun . Pohon Masalah Harga diri rendah Gangguan citra tubuh Kehilangan anggota tubuh IV. Marah Melukai diri sendiri Menangis   Klien mengungkapkan bahwa dia takut Klien mengungkapkan bahwa dia sekarang jelek. Harga diri rendah   Klien merasa tidak berarti Klien mengungkapkan bahwa dia malu bertemu orang lain.

Bantu klien untuk bisa bersosialisasi dan bergaul dengan orang lain. Klien mampu bersosialisasi. VI. TUM: agar klien menerima citra tubuhnya yang baru. Bantu mengidentifikasika n aspek positif pada diri klien. Diagnosa keperawatan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan anggota tubuh. Menumbuhka n rasa bahwa klien masih diterima dimasyarakat. Membangun TUK1: pasien mampu mengungkapka n aspek positif tentang diri. kepercayaan diri klien.V. Rencana tindakan keperawatan Diagnosa keperawatan Rencana tindakan Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan keperawatan Rasional Gangguan citra tubuh berhubunga n dengan kehilangan anggota tubuh. Bantu klien untuk eksplorasi diri. Klien mampu mengetahui Ajarkan klien memaksimalkan Menumbuhka n rasa bahwa . TUK2: klien mengekpresika n minat terhadap kesejahteran orang lain dan berkurangnya renungan yang berlebihan tentang penampilan diri. TUK3: agar pasien Klien mampu mengungkapka n aspek positif tentang diri. Klien mampu menerima citra tubuhnya yang baru. Eksplorasi diri membantu klien sedkit mengurangi beban perasaanya.

Tindakan Keperawatan a. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN VII. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. dirawat dirumah sakit paska operasi amputasi tungkai kanan dikarenakan kecelakaan. 2. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. VIII.Kondisi Klien Ny X berumur 35 tahun. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI d. kadang menangis. b.Diagnosa Keperawatan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan anggota tubuh. klien masih berguna. marah.mengetahui cara untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan citra tubuhnya cara menyesuaikan diri terhadap perubahan citra tubuhnya. menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal kegiatan harian. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa diganggu. Proses Keperawatan 1. 4. 3. Klien sering tampak murung. tidak mau bertemu dengan orang lain.Tujuan Khusus    Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. salah satu peran yang dapat dilakukan. Melatih kemampuan kedua yang telah disebutkan oleh klien. Salam terapeutik . Klien mempunyai seorang suami dan dua orang anak.

Saya sudah bawa bahan-bahannya untuk ibu menyulam. ibu mampu menjawab dengan tepat. Nah sekarang saya membawa bahan-bahan untuk menyulam. setelah ibu mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. Ibu mau sendiri atau ditemani saat menyulam? Baiklah kalau ibu ingin ditemani sambil kita ngobrol-ngobrol ya bu? Sesuai dengan perjanjian kita saya akan menemani ibu selama 30 menit. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan “ bagaimana perasaan ibu setelah melakukan hobi ibu ini?” “ apa yang dapat ibu lakukan ketika ibu merasa jenuh dan merasa tidak berarti? Benar sekali ibu.” c. Kontrak yang akan datang . ketika ibu merasa jenuh dan merasa tidak berarti ibu bisa melakukan hobi yang ibu senangi ini. Jadi hari ini kita akan mengobrol tentang hobi ibu tersebut dan mencoba melakukannya. jadi kemarin ibu menyebutkan bahwa ibu suka sekali menyulam. ibu bisa mengisi waktu luang disini dengan menyulam. sekarang kita akan melakukan salah satu kegiatan yang ibu senangi yaitu menyulam. Kontrak “ ibu masih ingat tidak kita mau ngapain hari ini? Iya benar sekali.” TERMINASI a. ibu masih ingat saya? bagus sekali ternyata ibu masih bisa mengenali saya. Evaluasi/ validasi “ bagaimana perasaan ibu hari ini? Ibu kelihatan lebih segar hari ini. Baiklah kita lakukan taman saja ya bu?” KERJA “ baiklah ibu.“ selamat pagi ibu. Bagaimana bu? Apakah ibu bersedia? Kira-kira berapa lama bu? Sekitar 30 menit ya bu. Apakah ibu sudah melakukan kegiatan yang dimasukkan kedalam jadwal ibu kemarin? Wah bagus sekali ternyata ibu mampu melakukannya.” b. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) “baiklah ibu.” e.” f.

7thed. Principle and practice of psychiatric nursing. B. . 5thed. (1998). Sundeen SJ. G. bolehkah saya ngobrol dengan suami ibu? Sampai jumpa besok ya bu? Selamat siang.A. Gangguan konsep Diri.“ baiklah besok saya akan ngobrol dengan keluarga ibu. Edisi 3. G. Baiklah besok saya akan datang kesini dan ngobrol dengan suami ibu di ruang depan kira-kira jam satu siang. Jakarta : EGC. Bagaimana bu. Stuart. (1995). Jakarta: EGC Towsend. M. Principle and practice of psychiatric nursing. Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan.Buku saku keperawatan jiwa.Jakarta: EGC Stuart GW. Mosby Year Book.W and Laraia. St Louis.C. (1998) . biasanya suami ibu berkunjung jam berapa? Jam 12 siang ya bu.W and Sundeen. (1994). St Louis Mosby Year Book. Stuart.” Daftar putaka: Keliat. 2001.