P. 1
Laporan Pendahuluan i

Laporan Pendahuluan i

|Views: 32|Likes:
Published by Riyan Idayati

More info:

Published by: Riyan Idayati on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTIKUM & STRATEGI PELAKSANAAN KEPERAWATAN DEWASA 4 KELAS B Fasilitator : Ibu Mustikasari

Praktikum tanggal Topik Nama NPM

: selasa, 8 November 2011 : Harga Diri Rendah, Gangguan Peran, dan Gangguan Citra Tubuh. : Riyan Idayati : 1006770955

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA

II. Tanda dan gejala:      Rasa bersalah Adanya penolakan Marah. sedih. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negative terhadap diri sendiri. dan menangis Perubahan pola makan.LAPORAN PENDAHULUAN I I. Kasus (masalah utama): Harga diri rendah Gangguan harga diri rendah adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative yang dapat secara langsung atau tidak langsung diekspresikan (Townsend. merasa gagal mencapai keinginan ( Budi Ana Keliat. konsentrasi dan aktivitas Mengungkapkan tidak berdaya III. Proses terjadinya masalah Penyebab harga diri rendah: Salah satu penyebabnya adalah berduka disfungsional.1998). tidur. termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri. Berduka disfungsional merupakan pemanjangan atau tidak sukses dalam menggunakan respon intelektual dan emosional oleh individu dalam melalui proses modifikasi konsep diri berasarkan persepsi kehilangan. Pohon Masalah Isolasi social : menarik diri Gangguankonsep konsep diri: diri : harga harga diri Gangguan dirirendah rendah Berduka disfungsional . mimpi. 1999).

Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji No Masalah Keperawatan 1 Isolasi social: menarik diri  Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi  Mengungkapkan enggan berbicara dengan orang lain  Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain        Ekspresi wajah kosong Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara Suara pelan dan tidak jelas 2 Gangguan konsep diri : harga diri rendah  Mengungkapkan ingin diketahui jati dirinya Mengungkapkan tidak ada lagi yang peduli   Mengungkapkan tidak bisa apa-apa Mengungkapkan dirinya tidak berguna  Mengkritik diri sendiri     Merusak diri sendiri Merusak orang lain Menarik diri dari hubungan social Tampak mudah tersinggung Tidak mau makan dan tidak tidur Perasaan malu Tidak nyaman jika jadi pusat perhatian Data subjektif Data objektif .IV.

Diagnosa keperawatan Isolasi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan berduka disfungsional. jelaskan tujuan interaksi. perkenalan diri. Bina hubungan saling percaya( salam terapeutik. Rencana tindakan keperawatan Diagnos a keperaw atan Rencana tindakan Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan keperawatan Rasiona l TUM : klien dapat Isolasi social : menarik diri berhubu ngan dengan harga diri rendah berhubungan dengan orang lain secara optimal TUK1 : klien dapat membina hubungan saling percaya. VI. Menum buhkan keperca yaan klien kepada perawat .3 Berduka disfungsional  Mengungkapkan tidak berdaya dan tidak ingin hidup lagi   Ekspresi wajah sedih Tidak ada kontak mata ketika diajak bicara  Mengungkapkan sedih karena tidak naik kelas  Klien malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain karena diceraikan suaminya  Suara pelan dan tidak jelas  Tampak menangis V.

keluarga. . dimiliki ( kemampuan setiap bertemu diri. utamakan member pujian yang realistic. Klien menilai kemampuan yang digunakan. dan lingkungan). Klien mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang Diskusikan kemampuan dan aspek positif klien. klien hindari dari member penilaian negative. tingkatkan /rutinita s bisa . tempat dan topic) TUK2: Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek yang dimiliki.ciptakan lingkungan yang tenang. buat kontrak yang jelas: waktu. TUK3: klien dapat menilai kemampuan yang digunakan. Diskusikan kemampuan yang masih dapat digunakan klien dan kemampuan yang dapat dilanjutkan penggunaannya TUK4: klien dapat menetapkan/merencana kan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. Klien membuat rencana kegiatan harian Rencanakan aktifitas yang Dengan adanya dapat dilakukan kegiatan setiap hari. Memba ngun kembali keperca yaan diri klien.

TUK6: Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada Klien dapat Beri mengali hkan perasaa n tidak berguna . Dengan memanf memanfaatkan system pendidikan pendukung yang ada di keluarga. bantu kan keluarga menyiapkan lingkungan rumah. diskusikan kemungkinan dilakukan dirumah. beri pujian. TUK5: klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. Klien melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya Beri kesempatan pd klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan. pada cara klien. beri contoh cara pelaksanaan kegiatan. keluarga memberikan dukungan selama keluarga aatkan merawat sistem bantu penduk ung yang ada klien diharap dirawat. klien bisa mandiri . Agar klien merasa bahwa dirinya masih punya kemam puan.kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.

Nn X mengatakan bahwa dirinya sudah tidak berguna lagi karena tidak dapat mewujudkan keinginan orang tuanya untuk menjadi dokter. Beri perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien. Dia bersedia kuliah dijurusan tersebut karena keinginan kedua orang tua dan sebagai anak dia berusaha untuk membahagiakan orang tuanya dengan menuruti oerintah orang tuanya. VII. Jelaskan tujuan pertemuan Jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya. Nn X adalah salah satu mahasiswi fakultas kedokteran tetapi ia sebenarnya tidak menyukai jurusan tersebut. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Tindakan Keperawatan: a.           Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal. 3. Bina hubungan saling percaya. Tetapi disaat kuliah ia justru sering uring-uringan karena merasa memang itu bukan bidang yang disukainya. Alhasil nilainya jeblok dan ia dijauhi temantemanya. lebih banyak diam dan sulit berkomunikasi.suka melamun dan menyendiri. 2. Kondisi Klien : Terlihat gelisah. pandangan matanya kosong. Utamakan member pujian yang realistis. lebih banyak diam dan sulit berkomunikasi dengan teman-temannya. Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien. suka melamun dan menyendiri. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Tujuan Khusus: Klien dapat membina hubungan saling percaya Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki 4. Proses Keperawatan 1. dan pandangan matanya kosong. Diagnosa Keperawatan: Gangguan isolasi social : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. Setiap bertemu klien hindarkan dari pemberian penilaian negative. . b.STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN Kasus : Nn X terlihat gelisah. nama panggilan yang disukai.

bagaimana perasaan mbak hari ini?” 3. dimana kita bicara mbak? Bagaimana kalau di taman selama kurang lebih 30 menit.” 2. Salam terapeutik: “selamat pagi mbak.VIII. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI 1.” “ baik.” “ masih banyak kegiatan yang bisa mbak lakukan sesuai bakat dan kemampuan mbak. Kontrak: “kemarin kita sudah berbicara mengenai kemampuan yang mbak miliki selama sebelum sakit. Kontrak yang akan datang Baiklah mbak. Evaluasi. “apa yang mbak rasakan setelah kita berbincang selama 30 menit tadi? “ bisa mbak ulangi lagi apa yang kita bicarakan tadi ?” 2. mbak masih ingat dengan saya? Bagus ternyata mbak masih ingat.” KERJA “ Sekarang coba mbak sebutkan kegiatan yang bisa mbak lakukan selama sakit. bagaimana kalau kita membicarakan kemampuan yang bisa mbak lakukan selama sakit ataau dirumah sakit ini. kira-kira kapan dan jam berapa kita bertemu lagi? Tempatnya dimana? . waktu kita sudah habis.” 3. disini tersedia fasilitas untuk mbak bisa menggali kemampuan mbak.” TERMINASI 1. bagaimana kalau kita cukupkan sampai disini. apalagi mbak?” “ mbak punya hobi apa? Memasak atau mungkin menjahit?” “ mbak suka menyulam? Mbak bisa melakukannya dirumah sakit ini. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “ mulai saat ini coba mbak lakukan sedikit demi sedikit apa yang telah kita bicarakan tadi. nah sekarang sesuai dengan janji kita. Evaluasi/ validasi : “mbak kelihatan segar hari ini.

LAPORAN PENDAHULUAN II I. Contoh peran yang tidak adekuat Kehilangan hubungan yang penting Perubahan peran seksual Keragu-raguan peran Perubahan kemampuan fisikuntuk menampilkan peran sehubungan dengan proses menua Kurangnya kejelasan peran atau pengertian tentang peran Ketergantungan obat Kurangnya ketrampilan social Perbedaan budaya Harga diri rendah Konflik antar peran yang sekaligus diperankan Tanda dan gejala :        Mengungkapkan ketidakpuasan perannya atau kemampuan menampilkan peran Mengingkari atau menghindari peran Kegagalan transisi peran Ketegangan peran Kemunduran pola tanggung jawab yang biasa dalam peran Proses berkabung yang tidak berfungsi Kejenuhan pekerjaan . Kasus (masalah utama): Gangguan peran II. individu dan lingkungan tidak mempunyai harapan peran yang selaras.             Proses terjadinya masalah Penyebab gangguan peran : Konflik peran interpersonal.

III. 2. Pohon Masalah Harga diri rendah ( akibat ) Gangguan peran ( masalah utama) Gangguan citra tubuh ( penyebab) IV. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji No Masalah Keperawatan 1 Gangguan citra tubuh Data Subjektif  Data Objektif    Klien mengungkapkan bahwa sekarang fisiknya melemah Kaki tidak bisa bergerak Badan lemah Suka melamun  Klien mengungkapkan bahwa kakinya tidak bias digerakkan. Gangguan peran  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak berguna lagi     Murung Tidak bersemangat Cenderung diam Menghindari kontak mata  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak dapat bekerja lagi  Klien mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa apa-apa lagi 3. Harga diri rendah  Mengungkapkan bahwa dirinya sekarang tidak berguna     Perasaan malu Menarik diri Tidak mau makan Pandangan kosong  Mengungkapkan bahwa klien tidak bisa .

Diagnosa keperawatan Gangguan peran berhubungan dengan gangguan citra tubuh VI. Perhatian yang diberikan membuat klien tidak merasa sendiri. TUK1 : pasien dapat meningkatkan penerimaan terhadap perubahan peran yang diperoleh saat ini. TUK3: pasien dapat mengetahui cara-cara untuk positifnya. mengidentifikasi aspek aspek positifnya. TUK2 : pasien dapat Klien dapat menerima terhadap perubahan peran yang dialami.memenuhi kewajiban sebagai seorang suami V. Klien dapat mengidentifikasi Bantu klien untuk mengidentifikasi hal-hal positif Pasien mengetahui cara untuk menyesuaikan yang ada pada diri klien. Ajarkan klien memaksimalkan Membangun kepercayaan diri klien. Rencana tindakan keperawatan Diagnosa keperawatan Gangguan peran Rencana tindakan Tujuan TUM : Kriteria evaluasi Klien tidak Tindakan keperawatan Dorong klien untuk mengeksplorasi perasaan Rasional Eksplorasi perasaan dapat membantu klien meringankan beban masalahnya. Menumbuhkan rasa bahwa klien masih berguna. Beri perhatian penuh pada klien. . perubahan peran mengalami gangguan konsep diri berhubungan tidak dengan gangguan citra tubuh menimbulkan gangguan konsep diri pada klien.

Diagnosa Keperawatan Gangguan peran berhubungan dengan gangguan citra tubuh. Klien memiliki seorang istri dan dua anak perempuan yang masih sekolah SMA dan SMP. yang ia alami. perubahan peran peran. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI a. Tujuan Khusus    Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. Kondisi Klien Bapak X ( 45 tahun) dirawat dirumah sakit karena stroke sehingga kedua kakinya lumpuh. 5. 2.. Melatih kemampuan kedua yang telah disebutkan oleh klien. Salam terapeutik . Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa diganggu. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. 4. Tindakan Keperawatan a. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN VII.bantu klien dan keluarga mengidentifikasi sumber dan sistem pendukung. Proses Keperawatan 1. b. 3. melamun dan tidak nafsu makan. menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal kegiatan harian. Terlihat klien diam.menyesuaikan diri terhadap diri terhadap perubahan salah satu peran yang masih dapat digunakan. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua.

” TERMINASI a. Baiklah kita lakukan disini saja ya pak?” KERJA “ baiklah bapak. Bukankah kalau dirumah bapak senang sekali memperbaiki alat elektronik yang rusak? Nah sekarang saya membawa radio saya yang rusak. Kontrak yang akan datang . bagaimana perasaan bapak? Apakah sudah dilakukan kegiatan yang dimasukkan kedalam jadwal bapak kemarin? Wah bagus sekali ternyata bapak mampu melakukannya. Bagaimana pak? Apakah bapak bersedia? Kira-kira berapa lama pak? Sekitar 30 menit ya pak. setelah bapak mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. jadi kemarin bapak menyebutkan bahwa bapak mempunyai kemampuan untuk memperbaiki alat-alat elektronik.” c. bapak bisa melakukan hobi bapak itu setiap bapak merasa jenuh dan tidak berarti.” c.“ Pagi pak X. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan): “baiklah pak. Kontrak: “ Bapak masih ingat tidak kita mau ngapain hari ini? Iya benar sekali. Jadi hari ini kita akan mengobrol tentang keahlian bapak tersebut dan mencoba melatihnya. Bapak mau sendiri atau ditemani saat memperbaiki radio ini? Baiklah kalau bapak ingin ditemani sambil kita ngobrol-ngobrol ya pak? Sesuai dengan perjanjian kita saya akan menemani bapak selama 40 menit. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan “ bagaimana perasaan bapak setelah kita mengobrol dan bapak melakukan hobi bapak itu?” “jadi apa yang dapat bapak lakukan ketika bapak merasa jenuh dan tidak berarti? Bagus sekali bapak bisa menyebutkannya kembali.” b. Bapak juga bisa membuka bengkel reparasi elektronik dirumah nanti. sekarang kita akan melakukan salah satu kegiatan yang bapak senangi yaitu reparasi alat-alat elektronik. apakah bapak masih ingat dengan saya? b. bapak bisa memperbaikinya sambil mengisi waktu luang. Evaluasi/ validasi Bapak kelihatan lebih segar hari ini. Saya sudah bawa lho pak radio saya yang rusak.

Kasus (masalah utama): Gangguan citra tubuh II. Tanda dan gejala:        Menolak melihat dan menyentuh bagian tubuh yang berubah. Preokupasi dengan bagian tubuh yang hilang. Perubahan struktur sama dengan perubahan bentuk tubuh disertaidengan pemasangan alat didalam tubuh. Perubahan fugsi berbagai penyakit yang dapat merubah system tubuh. Perubahan bentuk tubuh. biasanya istri bapak berkunjung jam berapa? Jam 12 siang ya pak. Bagaimana pak.” LAPORAN PENDAHULUAN III I. fungsi. suntikan daerah pemasangan infuse. makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh. makan. keterbatasan. Baiklah besok saya akan datang kesini dan ngobrol dengan istri bapak di ruang depan kira-kira jam satu siang. kegiatan. berat badan yang turun akibat penyakit. Proses terjadinya masalah Gangguan citra tubuh adalah perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran bentuk. tindakan invasive seprti operasi. Tidak menerima perubahan tubuh yang telah terjadi/akan terjadi. keterbatasan gerak. Mengungkap keputusasaan. struktur. Stressor pada tiap perubahan adalah perubahan ukuran tubuh. Persepsi negative pada tubuh. bolehkah saya ngobrol dengan istri bapak? Sampai jumpa besok ya pak? Selamat siang. Mengungkapkan ketakutan . Menolak penjelasan perubahan tubuh.“ baiklah besok saya akan ngobrol dengan keluarga bapak.

III.    Cenderung diam Menghindari bertatap muka Mengurung diri  Klien mengungkapkan bahwa tidak mau berttemu siapapun . Kehilangan anggota tubuh Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji Data subjektif  Data objektif    Klien mengungkapkan bahwa dia tidak menarik lagi. 2. Pohon Masalah Harga diri rendah Gangguan citra tubuh Kehilangan anggota tubuh IV. No Masalah Keperawatan 1. Marah Melukai diri sendiri Menangis   Klien mengungkapkan bahwa dia takut Klien mengungkapkan bahwa dia sekarang jelek. Harga diri rendah   Klien merasa tidak berarti Klien mengungkapkan bahwa dia malu bertemu orang lain. Gangguan citra tubuh   Klien merasa ada yang hilang pada dirinya Klien merasa bahwa dirinya tidak sempurna lagi    Cemas Menarik diri Melamun 3.

Menumbuhka n rasa bahwa klien masih diterima dimasyarakat.V. kepercayaan diri klien. TUM: agar klien menerima citra tubuhnya yang baru. Membangun TUK1: pasien mampu mengungkapka n aspek positif tentang diri. Klien mampu menerima citra tubuhnya yang baru. TUK3: agar pasien Klien mampu mengungkapka n aspek positif tentang diri. Bantu klien untuk bisa bersosialisasi dan bergaul dengan orang lain. Klien mampu mengetahui Ajarkan klien memaksimalkan Menumbuhka n rasa bahwa . Rencana tindakan keperawatan Diagnosa keperawatan Rencana tindakan Tujuan Kriteria evaluasi Tindakan keperawatan Rasional Gangguan citra tubuh berhubunga n dengan kehilangan anggota tubuh. Bantu mengidentifikasika n aspek positif pada diri klien. Eksplorasi diri membantu klien sedkit mengurangi beban perasaanya. Diagnosa keperawatan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan anggota tubuh. Bantu klien untuk eksplorasi diri. Klien mampu bersosialisasi. TUK2: klien mengekpresika n minat terhadap kesejahteran orang lain dan berkurangnya renungan yang berlebihan tentang penampilan diri. VI.

4.Tujuan Khusus    Pasien dapat melakukan dan memenuhi kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN VII. marah. Klien mempunyai seorang suami dan dua orang anak.Kondisi Klien Ny X berumur 35 tahun. 2. 3. kadang menangis. menganjurkan klien memasukkan kegiatan tersebut dalam jadwal kegiatan harian. Mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan.Diagnosa Keperawatan Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kehilangan anggota tubuh. VIII.Tindakan Keperawatan a. Mengidentifikasi dan melatih kemampuan klien yang kedua. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI d. b. klien masih berguna. Pasien dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa diganggu. Melatih kemampuan kedua yang telah disebutkan oleh klien. dirawat dirumah sakit paska operasi amputasi tungkai kanan dikarenakan kecelakaan. salah satu peran yang dapat dilakukan. Klien sering tampak murung. Salam terapeutik .mengetahui cara untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan citra tubuhnya cara menyesuaikan diri terhadap perubahan citra tubuhnya. Proses Keperawatan 1. tidak mau bertemu dengan orang lain.

Bagaimana bu? Apakah ibu bersedia? Kira-kira berapa lama bu? Sekitar 30 menit ya bu. setelah ibu mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. Baiklah kita lakukan taman saja ya bu?” KERJA “ baiklah ibu. Evaluasi/ validasi “ bagaimana perasaan ibu hari ini? Ibu kelihatan lebih segar hari ini. jadi kemarin ibu menyebutkan bahwa ibu suka sekali menyulam. Nah sekarang saya membawa bahan-bahan untuk menyulam. Kontrak “ ibu masih ingat tidak kita mau ngapain hari ini? Iya benar sekali. Ibu mau sendiri atau ditemani saat menyulam? Baiklah kalau ibu ingin ditemani sambil kita ngobrol-ngobrol ya bu? Sesuai dengan perjanjian kita saya akan menemani ibu selama 30 menit. sekarang kita akan melakukan salah satu kegiatan yang ibu senangi yaitu menyulam.” c. Jadi hari ini kita akan mengobrol tentang hobi ibu tersebut dan mencoba melakukannya.” TERMINASI a. ibu mampu menjawab dengan tepat.” f.” e.“ selamat pagi ibu. Tindak lanjut klien (apa yang perlu dilatih klien sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) “baiklah ibu. ibu masih ingat saya? bagus sekali ternyata ibu masih bisa mengenali saya.” b. Apakah ibu sudah melakukan kegiatan yang dimasukkan kedalam jadwal ibu kemarin? Wah bagus sekali ternyata ibu mampu melakukannya. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan “ bagaimana perasaan ibu setelah melakukan hobi ibu ini?” “ apa yang dapat ibu lakukan ketika ibu merasa jenuh dan merasa tidak berarti? Benar sekali ibu. ibu bisa mengisi waktu luang disini dengan menyulam. Kontrak yang akan datang . Saya sudah bawa bahan-bahannya untuk ibu menyulam. ketika ibu merasa jenuh dan merasa tidak berarti ibu bisa melakukan hobi yang ibu senangi ini.

Edisi 3. Bagaimana bu.7thed. St Louis Mosby Year Book. B.A. M.“ baiklah besok saya akan ngobrol dengan keluarga ibu. Baiklah besok saya akan datang kesini dan ngobrol dengan suami ibu di ruang depan kira-kira jam satu siang. bolehkah saya ngobrol dengan suami ibu? Sampai jumpa besok ya bu? Selamat siang. Diagnosa Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan. biasanya suami ibu berkunjung jam berapa? Jam 12 siang ya bu.Jakarta: EGC Stuart GW.W and Sundeen.” Daftar putaka: Keliat. Gangguan konsep Diri. Principle and practice of psychiatric nursing. Principle and practice of psychiatric nursing. (1995). Stuart. Mosby Year Book. . G. (1994).Buku saku keperawatan jiwa. 2001. G. Jakarta: EGC Towsend.W and Laraia. 5thed. Jakarta : EGC. (1998) . Stuart. (1998).C. St Louis. Sundeen SJ.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->