BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada tubuh orang sakit, kita harus terlebih dahulu mengetahui struktur dan fungsi tiap alat dari susunan tubuh manusia yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya struktur indra pendengaran. Indra pendengaran merupakan salah satu alat pancaindra untuk mendengar. Maka dari itu kelompok kami mencoba menjelaskan tentang bagian-bagian telinga, fisiologi pendengaran, proses pendengaran dan gangguan pendengaran. Mengingat indra pendengaran sangat penting bagi manusia, maka besar harapan kelompok kami dengan adanya makalah ini mampu menambah pengetahuan mengenai materi indra pendengaran.

1.2 Masalah 1. Apa sajakah anatomi dari telinga? 2. Apa sajakah fisiologi dari telinga?

1.3 Tujuan penulisan 1. Memenuhi tugas mata ajar ” Anatomi Fisiologi ” 2. Untuk mengetahui dan menambah wawasan mengenai Indra Pendengaran. 3. Untuk mengetahui bagian-bagian dari telinga 4. Untuk mengetahui fisiologi pendengaran 5. Untuk mengetahui proses pendengaran terjadi 6. Untuk mengetahui gangguan-gangguan dari pendengaran

4

1 Indera Pendengar Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Gbr. dan telinga dalam. Daun telinga /aurikula disusun oleh tulang rawan elastin yang ditutupi oleh kulit tipis yang melekat erat pada tulang rawan. telinga tengah.BAB II PEMBAHASAN 2. Dalam lapisan subkutis terdapat beberapa lembar otot lurik yang pada 5 . Struktur telinga pada manusia 2. liang telinga luar (meatus accus-ticus externus) dan gendang telinga (membran timpani). dan telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia.2. dan telinga dalam. Reseptor yang ada pada telinga dalam akan menerima rarigsang bunyi dan mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah. telinga tengah. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi. 2.2 Bagian-bagian telinga Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar.1 Telinga luar Telinga luar terdiri atas daun telinga (auricle/pinna). yaitu bagian telinga luar.

Ruang ini berbatasan di sebelah posterior dengan ruang-ruang udara mastoid dan disebelah anterior dengan faring melalui saluran (tuba auditiva) Eustachius. dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.2. Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun telinga pada anjing dan kucing. otot lurik ini lebih menonjol. Membran timpani menutup ujung dalam meatus akustiskus eksterna. Gelombang suara ini akan menggetarkan membran timpani. Sekret kelenjar sebacea bersama sekret kelenjar serumen merupakan komponen penyusun serumen. Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas. Bagian permukaannya mengandung tulang rawan elastin dan ditutupi oleh kulit yang mengandung folikel rambut. Serumen merupakan materi bewarna coklat seperti lilin dengan rasa pahit dan berfungsi sebagai pelindung. Liang telinga luar (meatus auditori eksterna) merupakan suatu saluran yang terbentang dari daun telinga melintasi tulang timpani hingga permukaan luar membran timpani. Epitel yang melapisi rongga timpani dan setiap bangunan di dalamnya merupakan epitel selapis gepeng atau kuboid rendah. yaitu tegak dan membentuk saluran menuju gendang telinga. elastis dan fibroblas. Gelombang suara lalu diubah menjadi energi mekanik yang diteruskan ke tulang-tulang pendengaran di telinga tengah.2 Telinga tengah Telinga tengah atau rongga telinga adalah suatu ruang yang terisi udara yang terletak di bagian petrosum tulang pendengaran. Di antara keduanya terdapat serat-serat kolagen. sedangkan lapisan sebelah dalam disusun oleh epitel selapis gepeng atau kuboid rendah turunan dari endoderm. Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk.manusia rudimenter (sisa perkembangan). 2. 6 . Gendang telinga menerima gelombang suara yang di sampaikan lewat udara lewat liang telinga luar. tetapi bentuk ini kurang mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara. Permukaan luarnya ditutupi oleh lapisan tipis epidermis yang berasal dari ectoderm. kelenjar sebasea dan modifikasi kelenjar keringat yang dikenal sebagai kelenjar serumen. akan tetapi pada binatang yang lebih rendah yang mampu menggerakan daun telinganya.

Lempeng dasar stapes melekat pada tingkap celah oval (fenestra ovalis) pada dinding dalam. Otot tensor timpani terletak dalam saluran di atas tuba auditiva. Dengan menelan dinding tuba saling 7 . Epitelnya bervariasi dari epitel bertingkat. Ada 2 otot kecil yang berhubungan dengan ketiga tulang pendengaran. Dan Fungsi rangkaian tulang dengar tersebut adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela oval. Tendo otot stapedius berjalan dari tonjolan tulang berbentuk piramid dalam dinding posterior dan berjalan anterior untuk berinsersi ke dalam leher stapes. Otot-otot ini berfungsi protektif dengan cara meredam getaran-getaran berfrekuensi tinggi. selapis silindris bersilia dengan sel goblet dekat farings. Lamina propria tipis dan menyatu dengan periosteum. inkus dan stapes. memisahkan rongga timpani dari perilimf dalam skal vestibuli koklea. Tingkap oval pada dinding medial ditutupi oleh lempeng dasar stapes. Di bagian dalam rongga ini terdapat 3 jenis tulang pendengaran yaitu tulang maleus. Tulang maleus melekat pada membran timpani. Tuba auditiva (Eustachius) menghubungkan rongga timpani dengan nasofarings lumennya gepeng. Tulang maleus dan inkus tergantung pada ligamen tipis di atap ruang timpani. Oleh karenanya getaran-getaran membrana timpani diteruskan oleh rangkaian tulang-tulang pendengaran ke perilimf telinga dalam.tetapi di bagian anterior pada pada celah tuba auditiva (tuba Eustachius) epitelnya selapis silindris bersilia. Ketiga tulang ini merupakan tulang kompak tanpa rongga sumsum tulang. tendonya berjalan mula-mula ke arah posterior kemudian mengait sekeliling sebuah tonjol tulang kecil untuk melintasi rongga timpani dari dinding medial ke lateral untuk berinsersi ke dalam gagang maleus. Untuk menjaga keseimbangan tekanan di rongga-rongga perilimf terdapat suatu katup pengaman yang terletak dalam dinding medial rongga timpani di bawah dan belakang tingkap oval dan diliputi oleh suatu membran elastis yang dikenal sebagai tingkap bulat (fenestra rotundum). dengan dinding medial dan lateral bagian tulang rawan biasanya saling berhadapan menutup lumen. Membran ini memisahkan rongga timpani dari perilimf dalam skala timpani koklea.

a. vestibulum. Labirin Tulang Labirin tulang terdiri atas 3 komponen yaitu kanalis semisirkularis. sedangkan di bagian dalam dipisahkan dari labirin membranasea yang terdapat di dalam labirin tulang oleh ruang perilimf yang berisi cairan endolimf. dan koklea tulang. 2. Dengan demikian tekanan udara pada kedua sisi membran timpani menjadi seimbang. posterior dan lateral yang masing-masing saling tegak lurus. Koklea merupakan tabung berpilin mirip rumah siput.2. Ke arah anterior rongga vestibulum berhubungan dengan koklea tulang dan tingkap bulat (fenestra rotundum). Ke dalam vestibulum bermuara 3 buah kanalis semisirkularis yaitu kanalis semisirkularis anterior. Walaupun ada 3 saluran tetapi muaranya hanya lima dan bukan enam. Setiap saluran semisirkularis mempunyai pelebaran atau ampula.terpisah sehingga lumen terbuka dan udara dapat masuk ke rongga telinga tengah. yang berhubungan dengan rongga timpani melalui suatu membran yang dikenal sebagai tingkap oval (fenestra ovale). Saluran semisirkular anterior dan posterior mengarah pada bidang vertikal. b. Saluran semisirkular lateral terletak horizontal dan pada sudut kanan kedua saluran diatas. karena ujung posterior saluran posterior yang tidak berampula menyatu dengan ujung medial saluran anterior yang tidak bermapula dan bermuara ke dalam bagian medial vestibulum oleh krus kommune. Kanalis semisirkularis menonjol dari bagian posterior vestibula. Sumbu koklea tulang di sebut 8 . Telinga dalam di bentuk oleh labirin tulang (labirin oseosa) yang didalamnya terdapat labirin membranasea. Labirin tulang berisi cairan perilimf sedangkan labirin membranasea berisi cairan endolimf. Labirin tulang ini di sebelah luar berbatasan dengan endosteum.3 Telinga Dalam Telinga dalam adalah suatu sistem saluran dan rongga di dalam pars petrosum tulang temporalis. Vestibulum merupakan bagian tengah labirin tulang. 1. Bentuk keseluruhannya mirip kerucut dengan dua tiga-perempat putaran. disetiap sudut kanannya.

Duktus reuniens. Duktus endolimfatikus merupakan gabungan duktus ultrikularis dan duktus sakularis. Tonjolan tulang yang terjulur dari modiolus membentuk rabung spiral dengan suatu tumpukan tulang yang disebut lamina spiralis. 5. sedangkan lapisan dalamnya dilapisi epitel selapis gepeng sampai selapis kuboid rendah. yang merupakan bagian koklear nervus akustikus. Pada sakulus dan ultrikulus terdapat reseptor sensorik yang disebut makula sakuli dan makula 9 . Ultrikulus 3. saluran kecil penghubung antara sakulus dengan duktus koklearis 7. Sakulus dan Ultrikulus. Labirin Membranasea Labirin membransea terletak di dalam labirin tulang. merupakan suatu sistem saluran yang saling berhubungan dilapisi epitel dan mengandung endolimf. Terdapat badan-badan akhir saraf sensorik dalam ampula saluran semisirkularis (krista ampularis) dan dalam ultrikulus dan sakulus (makula sakuli dan ultrikuli) yang berfungsi sebagai indera statik dan kinetik.mediolus. dinding sakulus dan ultrikulus dibentuk oleh lapisan jaringan ikat tebal yang mengandung pembuluh darah. Sakulus 4. Lamina spiralis ini terdapat pembuluh darah dan ganglion spiralis. Sakus endolimfatikus merupakan ujung buntu duktus endolimfatikus 6. Duktus koklearis mengandung organ Corti yang merupakan organ pendengaran. Pada beberapa tempat terdapat lembaran-lembaran jaringan ikat yang mengandung pembuluh darah melintasi ruang perilimf untuk menggantung labirin membranasea. Kanalis semisirkularis membranasea 2. 2. Labirin membranasea terdiri atas: 1. Labirin ini dipisahkan dari labirin tulang oleh ruang perilimf yang berisi cairan perilimf.

ultrikuli. Kedua sel ini mengandung stereosilia pada apikal. Pada setiap kanalis semisirkularis ditemukan sebuah krista ampularis. Sel rambut I berbentuk seperti kerucut dengan bagian dasar yang membulat berisi inti dan leher yang pendek. sedangkan pada bagian tepi stereosilia terdapat kinosilia. terletak pada lamina basal dan mempunyai mikrovili pada permukaan apikal dengan beberapa granul sekretoris. Sel ini dikelilingi suatu jala terdiri atas badan akhir saraf dengan beberapa serat saraf eferen. Mikrovili pada sel penyokong dan stereosilia serta kinosilia sel rambut terbenam dalam membran otolitik. yaitu badan akhir saraf sensorik yang terdapat di dalam ampula (bagian yang melebar) kanalis. mungkin bersifat penghambat/ inhibitorik. Perubahan posisi kepala mengakibatkan perubahan dalam tekanan atau tegangan dalam membran otolitik dengan akibat terjadi rangsangan pada sel rambut. Tiap krista ampularis di bentuk oleh sel-sel penyokong dan dua tipe sel rambut 10 . Sel rambut tipe II berbentuk silindris dengan badan akhir saraf aferen maupun eferen menempel pada bagian bawahnya. Makula sakuli terletak paling banyak pada dinding sehingga berfungsi untuk mendeteksi percepatan vertikal lurus sementara makula ultrikuli terletak kebanyakan di lantai /dasar sehingga berfungsi untuk mendeteksi percepatan horizontal lurus. Pada permukaan makula terdapat suatu lapisan gelatin dengan ketebalan 22 mikrometer yang dikenal sebagai membran otolitik. Kanalis Semisirkularis membranasea mempunyai penampang yang oval. Membran ini mengandung banyak badan-badan kristal yang kecil yang disebut otokonia atau otolit yang mengandung kalsium karbonat dan suatu protein. Pada permukaan luarnya terdapat suatu ruang perilimf yang lebar dilalui oleh trabekula.Serat-serat saraf dari bagian vestibular nervus vestibulo-akustikus (N.VIII) akan mempersarafi sel-sel neuroepitel ini. Sel penyokong (sustentakular) merupakan sel berbentuk silindris tinggi. Makula disusun oleh 2 jenis sel neuroepitel (disebut sel rambut) yaitu tipe I dan II serta sel penyokong yang duduk di lamina basal. Rangsangan ini diterima oleh badan akhir saraf yang terletak di antara sel-sel rambut.

Dari lamina spiralis menjulur ke dinding luar koklea suatu membran basilaris. yang menyatu dengan periosteum disebelah luarnya. Di samping itu juga terdapat membran vestibularis (Reissner) yang membentang sepanjang koklea dari lamina spiralis ke dinding luar. sel-sel rambutnya di rangsang oleh gerakan endolimf akibat percepatan sudut kepala.3 Koklea dan Fisiologi Pendengaran 2.3. Mikrovili. Ruangan atas (skala vestibuli) 2. Antara skala vestibuli dengan duktus koklearis dipisahkan oleh membran vestibularis (Reissner). Ruangan tengah (duktus koklearis) 3. Skala vestibularis berhubungan dengan ruang perilimf vestibularis dan akan mencapai permukaan dalam fenestra ovalis. Dalam makula sel-sel rambut juga terangsang tetapi perubahan posisi kepala dalam ruang mengakibatkan suatu peningkatan atau penurunan tekanan pada sel-sel rambut oleh membran otolitik. Skala timpani menjulur ke lateral fenestra 11 .1 Koklea Koklea tulang berjalan spiral dengan 23/4 putaran sekiitar modiolus yang juga merupakan tempat keluarnya lamina spiralis. Dalam krista ampularis. Pada tempat perlekatan membran basilaris ke dinding luar koklea terdapat penebalan periosteum yang dikenal sebagai ligamentum spiralis.yang serupa dengan sel rambut pada makula. Gerakan endolimf ini mengakibatkan tergeraknya stereosilia dan kinosilia. Antara duktus koklearis dengan skala timpani dipisahkan oleh membran basilaris. Kedua membran ini akan membagi saluran koklea tulang menjadi tiga bagian yaitu 1. Ruang bawah (skala timpani). Skala vesibularis dan skala timpani mengandung perilimf dan di dindingnya terdiri atas jaringan ikat yang dilapisi oleh selapis sel gepeng yaitu sel mesenkim. 2. stereosilia dan kinosilianya terbenam dalam suatu massa gelatinosa yang disebut kupula serupa dengan membran otolitik tetapi tanpa otokonia.

Sel-sel yang terdapat di organ Corti adalah 1. diatas membran vestibularis epitelnya gepeng dan mungkin mengandung pigmen. Pada apeks koklea skala vestibuli dan timpani akan bertemu melalui suatu saluran sempit yang disebut helikotrema. Pada pertemuan antara lamina spiralis tulang dengan modiolus terdapat ganglion spiralis yang sebagian diliputi tulang. 12 . di atas limbus epitelnya lebih tinggi dan tak beraturan. Di antara sel tiang dalam dan luar terdapat terowongan dalam. Membran basilaris yang merupakan landasan organ Corti dibentuk oleh seratserat kolagen. Epitel yang melapisi duktus koklearis beragam jenisnya tergantung pada lokasinya. Pada bagian bawahnya menyatu dengan membran basilaris. Periosteum di atas lamina spiralis menebal dan menonjol ke dalam duktus koklearis sebagai limbus spiralis. Permukaan bawah yang menghadap ke skala timpani diliputi oleh jaringan ikat fibrosa yang mengandung pembuluh darah dan sel mesotel. Organ Corti.rotundum yang memisahkannya dengan ruang timpani. terdiri atas sel-sel penyokong dan sel-sel rambut. Daerah ini disebut stria vaskularis dan diduga tempat sekresi endolimf. Di lateral epitelnya selapis silindris rendah dan di bawahnya mengandung jaringan ikat yang banyak mengandung kapiler. Duktus koklearis berhubungan dengan sakulus melalui duktus reuniens tetapi berakhir buntu dekat helikotrema pada sekum kupulare. berdiri di atas membran basilaris serta bagian leher yang sempit dan agak melebar di bagian apeks. Dari ganglion keluar berkas-berkas serat saraf yang menembus tulang lamina spiralis untuk mencapai organ Corti. Sel tiang luar mempunyai bentuk yang serupa dengan sel tiang dalam hanya lebih panjang. Sel tiang dalam merupakan sel berbentuk kerucut yang ramping dengan bagian basal yang lebar mengandung inti. Membran vestibularis merupakan suatu lembaran jaringan ikat tipis yang diliputi oleh epitel selapis gepeng pada bagian yang menghadap skala vestibuli. 2.

letak di atas sel-sel Boettcher yang berbentuk kuboid rendah. Sel-sel falangs luar dan sel rambut luar terdapat dalam suatu ruang yaitu terowongan Nuel. Getaran-getaran ini kemudian diteruskan oleh rangkaian tulang –tulang pendengaran dalam telinga tengah ke 13 . 4. Sel falangs luar merupakan sel berbentuk silindris yang melekat pada membrana basilaris. Bagian vestibular N VIII memberi persarafan bagian lain labirin. Ruang ini akan berhubungan dengan terowongan dalam. kehilangan mielinnya dan berakhir dengan memasuki organ Corti untuk selanjutnya berada di antara sel rambut. Sel falangs dalam terletak berdampingan dengan sel tiang dalam. Ganglionnya terletak dalam meatus akustikus internus tulang temporal dan aksonnya berjalan bersama dengan akson dari yang berasal dari ganglion spiralis. Sel Hansen membatasi sisi luar organ Corti. Permukaan organ Corti diliputi oleh suatu membran yaitu membrana tektoria yang merupakan suatu lembaran pita materi gelatinosa. Bagian puncaknya berbentuk mangkuk untuk menopang bagaian basal sel rambut luar yang mengandung serat-serat saraf aferen dan eferen pada bagian basalnya yang melintas di antara sel-sel falangs dalam untuk menuju ke sel-sel rambut luar. Telinga luar menangkap gelombang bunyi yang akan diubah menjadi getaran-getaran oleh membran timpani. Sel-sel Claudius ter. Seperti sel falangs luar sel ini juga menyanggah sel rambut dalam.3. Ganglion spiralis merupakan neuron bipolar dengan akson yang bermielin dan berjalan bersama membentuk nervus akustikus. Dendrit-dendritnya berjalan ke ketiga kanalikulus semisirkularis dan ke makula sakuli dan ultrikuli. Dendrit yang bermielin berjalan dalam saluran-saluran dalam tulang yang mengitari ganglion. Sel batas membatasi sisi dalam organ corti 6. 5. Dalam keadaan hidup membran ini menyandar di atas stereosilia sel-sel rambut. Sel ini berbentuk silindris terletak antara sel falangs luar dengan sel-sel Claudius yang berbentuk kuboid.

3. Getaran dengan frekuensi tertentu akan menggetarkan selaput-selaput basiler. yang juga agak menggerakan duktus koklearis dengan membran basilarisnya. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran tektorial. 2. Getaran cairan tadi akan menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam saluran tengah.perilimf dalam vestibulum. 14 . Getaran membran tektorial dan membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak melalui saraf pendengaran. yang akan menggerakkan sel-sel rambut ke atas dan ke bawah. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Cara Kerja Organ Pendengaran Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan gendang telinga. menimbulkan gelombang tekanan dalam perilimf dengan pergerakan cairan dalam skala vestibuli dan skala timpani. sedangkan bunyi berfrekuensi rendah lebih diterima pada bagian lain duktus koklearis. Pergerakan ini kemudian menyebabkan tenaga penggunting terjadi antara stereosilia sel-sel rambut dengan membran tektoria. Tampaknya membran basilaris pada basis koklea peka terhadap bunyi berfrekuensi tinggi . sehingga terjadi stimulasi sel-sel rambut. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke jendela oval. Membran timpani kedua pada tingkap bundar (fenestra rotundum) bergerak bebas sebagai katup pengaman dalam pergerakan cairan ini. terjadilah rangsangan (impuls). Perpindahan ini menyebabkan melebarnya membran pada jendela bundar. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan cairan dalam saluran timpani.2 Fisiologi pendengaran a.

Meskipun gangguan pendengaran memang karena usia tua. Gangguan pendengaran biasanya dibagi ke dalam dua kategori: gangguan pendengaran konduktif dan gangguan pendengaran sensorineural. yaitu butiran natrium karbonat.4. Hal ini meliputi keturunan dan akibat penyakit.b. Saluran semisirkular (saluran setengah lingkaran) peka terhadap gerakan kepala.4 Gangguan system pendengaran 2. 15 . Seorang anak bisa juga memiliki gangguan pendengaran campuran yang merupakan kombinasi dari keduanya. sedangkan pangkalnya berhubungan dengan utrikulus yang menuju ke sakulus. Ujung dari setup saluran setengah lingkaran membesar dan disebut ampula yang berisi reseptor. Alat ini disebut kupula. 2. Mekanisme Keseimbangan Bagian dari alat vestibulum atau alat keseimbangan berupa tiga saluran setengah lingkaran yang dilengkapi dengan organ ampula (kristal) dan organ keseimbangan yang ada di dalam utrikulus dan sakulus. Alat keseimbangan di dalam utrikulus dan sakulus terdiri dari sekelompok sel saraf yang ujungnya berupa rambut bebas yang melekat pada otolith.1 Jenis-jenis gangguan pendengaran Banyak orang menghubungkan gangguan pendengaran dengan usia tua. ada banyak penyebab lain dari gangguan tersebut. tergantung dari bagian telinga dimana gangguan pendengaran tersebut berasal. Alat keseimbangan yang ada di dalam ampula terdiri dari kelompok sel saraf sensori yang mempunyai rambut dalam tudung gelatin yang berbentuk kubah. Posisi kepala mengakibatkan desakan otolith pada rambut yang menimbulkan impuls yang akan dikirim ke otak. Mengetahui jenis gangguan pendengaran adalah penting untuk memberikan penanganan yang tepat. Utrikulus maupun sakulus berisi reseptor keseimbangan.

yang berasal dari sejarah keluarga yang diketahui maupun tidak diketahui.1. Jika tidak segera ditangani.2 Penyebab-penyebab umum gangguan pendengaran sensorineural 1. Namun. Penyebab-penyebab umum gangguan pendengaran konduktif 1. Congenital Jenis gangguan pendengaran ini menyiratkan bahwa anak anda terlahir dengan gangguan pendengaran.4. Gangguan pendengaran sensorineural Ada sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural:  bertambahnya usia  keturunan  penyakit  kondisi congenital  trauma akustik a. akumulasi jaringan parut sebagai akibat dari sering terjadinya infeksi bisa juga menyebabkan gangguan pendengaran konduktif yang lebih sulit diatasi. Infeksi akut telinga tengah sangat menyakitkan dan harus segera ditangani. Gangguan pendengaran congenital bisa karena keturunan. gendang telinga bisa rusak. Gendang telinga yang sehat akan membaik sendiri dengan menutup kerusakan tersebut dengan jaringan parut. Jenis gangguan pendengaran ini bisa muncul karena faktor16 . terutama pada anak-anak kecil. Sindrom Down). Gangguan pendengaran konduktif Ada sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gangguan pendengaran konduktif: infeksi di bagian tengah telinga sambungan tulang retak gendang telinga berlubang kelainan pada bagian telinga luar otosclerosis serumen / kotoran telinga 2. 2. Infeksi bagian tengah telinga (otitis media) Infeksi telinga bagian tengah merupakan kelainan yang umum terjadi. Gangguan pendengaran congenital bisa karena sindrom genetik (mis.

Gangguan pada system pendengaran lainnya : 1. Tetapi jika dari telinga keluar nanah. Kelainan ini diakibatkan oleh hilangnya aurikel dan kanal auditori sejak lahir. (encharta ensiklopedi) 2. atau komplikasi pada saat melahirkan. Dokter akan membuang serumen dengan cara menyemburnya secara perlahan dengan menggunakan air hangat (irigasi). Othematoma Pada beberapa kasus kelainan pada telinga terjadi kelainan yang disebut othematoma atau popular dengan sebutan ‘telinga bunga kol’. suatu kondisi dimana terjadi gangguan pada tulang rawan telinga yang dibarengi dengan pendarahan internal serta pertumbuhan jaringan telinga yang berlebihan (sehingga telinga tampak berumbai laksana bunga kol). Pada keadaan ini. air bisa masuk ke telinga tengah dan kemungkinan akan memperburuk infeksi. 3. Biasanya tidak digunakan pelarut serumen karena bisa menimbulkan 17 . nyeri serta tuli yang bersifat sementara. Infeksi Kasus infeksi tertentu yang parah seperti campak. Trauma Akustik Paparan ke suara keras secara terus menerus atau terpapar singkat dengan suara yang mengejutkan bisa menyebabkan gangguan pendengaran sensorineural (misalnya: petasan dan letusan senjata api).faktor yang mempengaruhi kehamilan seperti alkohol. meningitis atau batuk rejan bisa menyebabkan berbagai tingkat gangguan pendengaran sensorineural. terjadi perforasi gendang telinga atau terdapat infeksi telinga yang berulang. Penyumbatan Kotoran telinga (serumen) bisa menyumbat saluran telinga dan menyebabkan gatal-gatal. Jika terdapat perforasi gendang telinga. 2. serumen dibuang dengan menggunakan alat yang tumpul atau dengan alat penghisap. gondongan. maka tidak dilakukan irigasi. penyakit yang diderita oleh ibu baik sebelum maupun selama kehamilan. obat-obatan atau pengobatan yang dilakukan selama kehamilan.

gigitan serangga . 3. eksim. Untuk membuang nanahnya. Kadang nanah menyebabkan terputusnya aliran darah ke kartilago. (medicastore) Ada banyak lagi gangguan yang terjadi pada alat pendengaran kita ini. Nanah akan terkumpul diantara kartilago dan lapisan jaringan ikat di sekitarnya (perikondrium). dibuat sayatan sehingga darah bisa kembali mengalir ke kartilago. Pemilihan antibiotik berdasarkan beratnya infeksi dan bakteri penyebabnya. misalnya tumor. Perikondritis bisa terjadi akibat: . Untuk infeksi yang lebih ringan diberikan antibiotik per-oral. Meskipun bersifat merusak dan menahun.cedera . menyebabkan kerusakan pada kartilago dan pada akhirnya menyebabkan kelainan bentuk telinga. sedangkan untuk infeksi yang lebih berat diberikan dalam bentuk suntikan. tetapi perikondritis cenderung hanya menyebabkan gejala-gejala yang ringan. Perikondritis Perikondritis adalah suatu infeksi pada tulang rawan (kartilago) telinga luar. cedera. otitis dan lain-lain. dan tidak mampu melarutkan serumen secara adekuat.iritasi atau reaksi alergi pada kulit saluran telinga. 18 .pemecahan bisul dengan sengaja.

BAB III PENUTUP A. yaitu bagian telinga luar. B. Saran 19 . Hal itu terlihat dari struktur anatomi. bahasan tentang fisiologi. Kesimpulan Organ pendengaran merupakan organ yang komplek pada bagian tubuh manusia. telinga tengah. proses mendengar yang rumit dan berbagai gangguan yang dapat ditimbulkan oleh sistem pendengaran. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia. Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. dan telinga dalam.

com/penyakit/360/Kelainan_Pada_Telinga_Luar.com/doc/38455457/ANATOMI-FISIOLOGI-TELINGA 20 . http://id.com/2010/04/13/penyakit-pada-telinga-manusia/ 4. Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Edisi V. EGC. Encharta ensiklopedia/ear medicastore.html 6.DAFTAR PUSTAKA 1. http://iqbalali. http://karyatulisilmiahkeperawatan. Athel. Sloane. http://www.org/wiki/Telinga 5. Jakarta 2. Jakarta.html 7.scribd. Wonodirekso. S dan Tambajong J (editor) (1990). 2004. Organ-Organ Indera Khusus dalam Buku Ajar Histologi Leeson and Leeson (terjemahan).blogspot.wikipedia. EGC 3.com/2008/12/gangguan-sistem-pendengaranpada-anak.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful