Arti Demokrasi Menurut etimologi/bahasa "demokrasi" berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat

, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Sedangkan menurut Abraham Lincoln dalam pidato Gettysburgnya mendefinisikan demokrasi sebagai "pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat". Hal ini berarti kekuasaan tertinggi dalam sistem demokrasi ada di tangan rakyat dan rakyat mempunyai hak, kesempatan dan suara yang sama di dalam mengatur kebijakan pemerintahan. Melalui demokrasi, keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak. Jadi Demokrasi dapat diartikan sebagai suatu bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat, baik secara langsung (demokrasi langsung) atau melalui perwakilan (demokrasi perwakilan).  Demokrasi langsung Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan. Demokrasi perwakilan Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

Pengertian Demokrasi di Indonesia   “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat” (Pasal 1 ayat 2). “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya, ditetapkan dengan Undang-Undang” (Pasal 28).

Kutipan pasal-pasal dan ayat-ayat Undang-Undang dasar 1945 di atas merupakan definisi normatif dari demokrasi. Tetapi apa yang normatif belum tentu dapat dilihat dalam konteks kehidupan politik sehari-hari suatu negara. Oleh karena itu sangat perlu melihat makna demokrasi secara empirik, yakni demokrasi dalam perwujudannya dalam kehidupan politik praktis.

Macam Macam Demokrasi Yang Pernah Berlaku Di Indonesia 1. Demokrasi Liberal Demokrasi ini sering disebut Demokrasi PARLEMENTER, dilaksanakan setelah keluarnya Maklumat Pemerintah NO.14 Nov. 1945.Menteri bertanggung jawab kepada parlemen. 2. Demokrasi Terpimpin Pada sistem ini berlaku sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dalam demokrasi terpimpin ini menggunakan sistem presidensil.

kebebasan berserikat. Pertama. Ketiga. dan kebebasan untuk menjalankan agama yang dipeluknya (Sundaussen dalam Murod. oleh karena kebijakan tersebut menentukan kehidupan rakyat. maka setiap warga negara harus mempunyai kesempatan sama untuk menyatakan hak-hak politiknya.blogspot.sulasno. hak istimewa setiap warga negara seharusnya diperhatikan secara seimbang dalam menentukan keputusan terakhir. Di sini masyarakat juga harus mempunyai kekuasaan eksekutif untuk menentukan mana yang harus dan tidak harus diputuskan melalui proses yang memenuhi tiga hal di atas. setidaknya harus terpenuhi lima hal. Ini untuk menghindari adanya keputusankeputusan yang dibuat lewat cara-cara yang tidak demokratis. Kelima. Demokrasi bisa dipahami sebagai suatu “polity” di mana semua warga negara menikmati kebebasan untuk berbicara. 1999:59). (http://nugrohoandirama.  Menurut International Commission of Juris tDemokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan di mana hak untuk membuat keputusankeputusan politik diselenggarakan oleh warga Negara melalui wakil-wakil yang dipilih oleh mereka dan yang bertanggungjawab kepada mereka melalui suatu proses pemilihan yang bebas. (http://www. 2000:19) Menganggap demokrasi sebagai dasar hidup bernegara memberikan pengertian bahwa pada tingkat terakhir rakyat memberikan ketentuan dalam masalah-masalah pokok yang mengenai kehidupannya. termasuk dalam menilai kebijakan negara. Di sini setiap warga negara harus mempunyai peluang yang sama melakukan penilaian yang logis demi mencapai hasil yang diinginkan. mempunyai hak yang sama di depan hukum.Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahlinya  Deliar (dalam Mahfud MD. 1999:60) Berpendapat bahwa untuk mencapai demokrasi yang ideal. adanya kontrol terakhir terhadap agenda. 2004:5). Kedua.F.cc)  Menurut Amien Rais . Pemahaman demokrasi dalam konteks seperti ini mengizinkan kita untuk mengamati: apakah dalam suatu sistem politik pemerintah memberikan ruang gerak yang cukup bagi warga masyarakatnya untuk melakukan partisipasi guna memformulasikan preferensi politik mereka melalui organisasi politik yang ada (Gaffar. Keempat.com)  Menurut C. dalam seluruh proses pembuatan keputusan secara kolektif.co. pencakupan atas semua elemen masyarakat yang meliputi semua orang dewasa dalam kaitan dengan penegakan hukum. Strong Suatu sistem pemerintahan di mana mayoritas anggota dewasa dari masyarakat ikut serta dalam politik atas dasar sistem perwakilan yang menjamin pemerintah akhirnya mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya pada mayoritas tersebut. dalam membuat keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat. adanya pembeberan kebenaran.  Robert Dahl (dalam Murod.

Semangat kerja sama. Persamaan di depan hokum. ada beberapa hal yang fundemental yang merupakan peletakan dasar bagi demokrasi di Indonesia periode ini. 2.indoskripsi. 6. .tokohindonesia. khususnya. yaitu kebebasan mengeluarkan pendapat. 10. Mengindahkan fatsoen atau tata krama politik. kebebasan berkumpul dan kebebasan beragama.com/ensiklopedi/)  Menurut Samuel Huntington Demokrasi ada jika para pembuat keputusan kolektif yang paling kuat dalam sebuah sistem dipilih melalui suatu pemilihan umum yang adil. Ketersediaan dan keterbukaan informasi. 4. yaitu demokrasi pemerintahan masa revolusi kemerdekaan. demokrasi parlementer (repsentatif democracy) .cc) Demokrasi di Indonesia Dalam sejarah politik Indonesia. (www.sulasno. Hak untuk protes. 2004:10). 8. Demokrasi Liberal (pemerintahan masa revolusi kemerdekaan) (1945-1949) Para penyelenggara negara pada awal periode kemerdekaan mempunyai komitmen yang sangat besar dalam mewujudkan demokrasi politik di Indonesia. oleh mayoritas. 7. yaitu : . kebebasan persuratkabaran. 5. tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan. a.com)  Menurut Merriam. rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik. Kebebasan individu.Suatu negara disebut sebagai negara demokrasi jika memenuhi beberapa criteria sebagai berikut. jujur dan berkala dan di dalam sistem itu para calon bebas bersaing untuk memperoleh suara dan hampir seluruh penduduk dewasa dapat memberikan suara. demokrasi terpimpin (guided democracy). Distribusi pendapat secara adil. 1. kita setidaknya mengenal empat macam demokrasi. 3. Demokrasi pemerintahan masa revolusi kemerdekaan berlangsung dari tahun 1945 hingga tahun 1949.co.(http://one. Partisipasi dalam pembuatan keputusan. pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik. yaitu. Kesempatan pendidikan yang sama. 9. Empat macam kebebasan.(http://www. dan demokrasi Pancasila (Pancasila democracy) (Gaffar. Webster Dictionary Demokrasi dapat didefinisikan sebagai pemerintahan oleh rakyat.

tetapi Pemilihan Umum tersebut benar-benar dilaksanakan dengan prinsip demokrasi. daerah-daerah memperoleh otonomi yang cukup. 2. 1. tanpa ada diskriminasi yang bersumber dari ras. Dengan maklumat Wakil Presiden. kehidupan kepartaian boleh dikatakan memperoleh peluang yang sangat besar untuk berkembang secara maksimal. maka dimungkinkan terbentuknya sejumlah partai politik. Indonesia menganut sistem banyak partai (multy patry system). . 6. dibatasi kekuasaannya ketika Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk untuk menggantikan parlementer. agama. sekalipun Pemilihan Umum hanya dilaksanakan satu kali pada tahun 1955. 4. Para pembentuk negara. sudah sejak semula mempunyai komitmen yang sangat besar terhadap demokrasi. suku. Masa Demokrasi Parlementer merupakan masa kejayaan demokrasi di Indonesia. Ada hampir 40 partai politik yang terbentuk dengan tingkat otonomi yang sangat tinggi dalam proses rekruitmen. 5. baik pengurus atau pimpinan partainya maupun para pendukungnya. Political franchise yang menyeluruh. Perwujudan kekuasaan parlemen ini diperlihatkan dengan adanya sejumlah mosi tidak percaya kepada pihak pemerintah yang mengakibatkan kabinet harus meletakkan jabatan. dalam masa pemerintahan parlemeter.1. 2. masyarakat pada umumnya dapat merasakan bahwa hak-hak dasar mereka tidak berkurang sama sekali. hampir semua elemen demokrasi dapat kita temukan dalam perwujudannya dalam kehidupan politik di Indonesia. Presiden yang secara konstitusional ada kemungkinan untuk menjadi seorang diktator. sehingga ketika kemerdekaan direbut. lembaga perwakilan rakyat atau parlemen memainkan peranan yang sangat tinggi dalam proses politik yang berjalan. bahkan otonomi yang seluas-luasnya dengan asas desentralisasi sebagai landasan untuk berpijak dalam mengatur hubungan kekuasaan antara pemerintah Pusat dan pemerintah Daerah. b. Periode pemerintahan dalam masa ini disebut sebagai pemerintahan parlementer. dan kedaerahan. yang kemudian menjadi peletak dasar bagi sistem kepartaian di Indonesia untuk masa-masa selanjutnya dalam sejarah politik kita. sekalipun tidak semua warga negara dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Demokrasi parlementer Periode kedua pemerintahan negara Indonesia adalah tahun 1950 sampai 1959. semua warga negara yang sudah dianggap dewasa memiliki hak-hak politik yang sama. Dalam periode ini. Hal ini dapat terjadi karena berfungsinya parlemen dan juga sejumlah media massa sebagai alat kontrol sosial. 3. dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara (UUDS) sebagai landasan konstitusionalnya. akuntabilitas pemegang jabatan dan politisi pada umumnya sangat tinggi. karena pada masa ini merupakan kejayaan parlemen dalam sejarah politik Indonesia sebelum masa repormasi. 3. Periode itu dapat disebut juga sebagai “Representative/Participatory Democracy”.

Demokrasi terpimpin merupakan pembalikan total dari proses politik yang berjalan pada masa demokrasi parlementer. yaitu : 1. terutama yang berkaitan dengan perubahanperubahan politik. Kecuali yang terdapat pada jajaran yang lebih rendah. Demokrasi Terpimpin (1959-1965) Sejak berakhirnya Pemilihan Umum 1955. 3. Daerah-daerah memiliki otonomi yang terbatas. seperti: gubernur. 4. camat dan kepala desa. Soekarno dengan mudah menyingkirkan lawanlawan politiknya yang tidak sesuai dengan kebijakannya atau yang mempunyai keberanian untuk menentangnya. 2. Sebab DPR-GR kemudian lebih merupakan instrumen politik Presiden Soekarno. dari yang bersifat otoriter pada masa Demokrasi Terpimpin di bawah Soekarno menjadi lebih demokratik. Orde Baru memberikan pengharapan baru. dan Partai Komunis Indonesia. 5. Adapun karakteristik yang utama dari perpolitikan pada era Demokrasi Terpimpin adalah : 1. Presiden Soekarno sudah menunjukkan gejala ketidaksenangannya kepada partai-partai politik. Era yang kemudian dikenal sebagai Orde baru. Mengaburnya sistem kepartaian. Demokrasi Pancasila (demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru) Era baru dalam pemerintahan dimulai setelah melalui masa transisi yang singkat. Political recruitment merupakan proses pengisian jabatan politik dalam penyelewengan pemerintahan negara. Kehadiran partai-partai politik. Basic human rights menjadi sangat lemah. d. Apa yang disebut dengan demokrasi tidak lain merupakan perwujudan kehendak presiden dalam rangka menempatkan dirinya sebagai satu-satunya institusi yang paling berkuasa di Indonesia. Angkatan Darat. tetapi lebih merupakan elemen penopang dari tarik menarik anatara Presiden Soekarno. Sejumlah surat kabar dan majalah diberangus oleh Soekarno. Rotasi kekuasaan eksekutif boleh dikatakan hampir tidak pernah terjadi. Kalaupun ada perubahan. selama pemerintahan Orde Baru hanya terjadi pada jabatan wakil presiden. sementara pemerintahan secara esensial masih tetap sama. bupati/ walikota. Masa Demokrasi Terpimpin adalah masa puncak dari semangat anti-kebebasan pers. Hal itu terjadi karena partai politik sangat berorientasi pada kepentingan ideologinya sendiri dan kurang memperhatikan kepentingan politik nasional secara menyeluruh. ketika Jenderal Soeharto dipilih menjadi Presiden Republik Indonesia. 2. Namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Dengan terbentuk DPR-GR. Sentralisasi kekuasaan semakin dominan dalam proses hubungan antara pemerintah Pusat dengan pemerintah Daerah.c. bukan untuk mempersiapkan diri dalam kerangka kontestasi politik untuk mengisi jabatan politik di pemerintahan (karena Pemilihan Umum tidak pernah dijalankan). Termasuk di dalamnya adalah jabatan . peranan lembaga legislatif dalam sistem politik nasional menjadi semakin lemah. Ada beberapa indikator demokrasi yang digunakan pada masa demokrasi yang berlabel pancasila ini. yaitu antara tahun 1965 samapai 1968. Rekruitmen politik tertutup. pengganti presiden yang otoriter ternyata seorang otoriter juga.

yaitu setiap lima tahun sekali. Basic human rights. 3. . 4. Tingkat I. DPRD. Seperti masalah kebebasan pers dan kebebasan menyatakan pendapat. Persoalan ini juga masih merupakan hal yang sangat rumit. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. bahwa dunia internasional seringkali menyoroti politik berkaitan erat dengan implementasi masalah hak-hak asasi manusia. Pemilihan Umum telah dilangsungkan sebanyak enam kali. dan jabatan lembaga tinggi lainnya.eksekutif (Presiden disertai dengan para menteri kabinet). legislatif (MPR. Tetapi. DPR. dengan frekwensi yang teratur. Pada masa pemerintahan Orde Baru. kalau kita mengamati kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum di Indonesia bisa disimpulkan amat jauh dari semangat demokrasi. Pemilihan Umum. DPRD Tingkat II).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful