KEPEMIMPINAN KHARISMATIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Muntamah A. 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan ,semangat, dan kekuatan moral yang kreatif yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi konform dengan keinginan pemimpin. Untuk itu, maka gaya seseorang di dalam memimpin akan amat berpengaruh terhadap organisasi yang dipimpinnya, baik pengaruh itu bersifat positif maupun negatif terhadap organisasi tersebut. Covey sebagaimana dikutip oleh Muhaimin [2010]menyatakan bahwa 90 persen dari semua kegagalan kepemimpinan adalah kegagalan pada karakter Beberapa tipe kepemimpinan telah dikenal, di antaranya adalah tipe kepemimpinan Karismatis. Kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan. Kharisma berasal dari bahasa yunani diartikan karunia diispirasi ilahi (divenely inspired gift) seperti kemampuan meramal dimasa yang akan datang. Makalah ini akan membahas, bagaimana tipe kepemimpinan kharismatik tersebut apabila digunakan di dalam memimpin suatu sebuah lembaga pendidikan pada umumnya, dan lembaga pendidikan Islam pada khususnya. Hal ini sangat menarik, terutama apabila melihat bahwa Islam merupakan agama yang sejak awal sejarahnya tidak pernah lepas dari tipe kepemimpinan kharismatik. Dunia pendidikan Islam juga demikian, misalnya di dunia pesantren dan madrasah

Akan tetapi pengaruh pemimpin berkharisma tersebut amat sangat besar. Apakah kepemimpinan kharismatik itu? Bagaimanakah penerapannya di dalam dunia pendidikan Islam? PEMBAHASAN Definisi Kepemimpinan Untuk mengetahui bagaimanakah definisi tentang kepemimpinan. maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: a. 1. Tokoh agama yang mempunyai kharisma tersebut dapat menjadi pemimpin yang formal di lembaga pendidikan Islam. yaitu :[Ngalim purwanto 2004] 1) Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemempauan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. Menurut konsep ini kepemimpinan diartikan sebagai karunia yang didapatkan seseorang sejak lahir. maupun menjadi pemimpin informal. Konsep-konsep Kepemimpinan. B.diniyah. b. a. Terdapat sedikitnya tiga konsep kepemimpinan. walaupun pada kenyataan di lapangan ia hanyalah seorang pemimpin informal. Pengaruh seorang tokoh agama biasanya mendahului sebelum berdirinya suatu lembaga pendidikan Islam tersebut. maka terlebih dahulu dikemukakan mengenai apa sebenarnya konsep tenatng kepemimpinan tersebut. 2. bukan karena hasil dari sebuah . Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut. Tokoh agama biasanya adalah seorang tokoh yang memiliki kharisma yang sangat besar di mata pengikut agama tersebut.

Konsep ini merupakan konsep kepemimpinan yang paling tua dan paling lama dianut manusia. terutama di kalangan masyarakat agraris bahwa seseorang muncul diangkat sebagai pemimpin semata-mata karena ia memiliki sifat-sifat yang baik. tetapi juga atas ekonomis dan politis. b. Konsep yang ketiga ini menunjukkan. karena ketiganya saling melengkapi. sukses tidaknya kepemimpinan masih ditentukan oleh situasi yang selalu berubah yang mempengaruhi perubahan dan perkembangan kehidupan kelompok yang dipimpinnya. sehingga memerlukan tipe atau gaya kepemimpnan yang berbeda-beda 3) Konsep ketiga merupakan konsep yang lebih maju lagi. Definisi Kepemimpinan . untuk mendapatkan kepemimpina yang ideal. bahwa betatapun seorang pemimpin telah memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan dapat menjalankan fungsinya sebagai anggota kelompok. kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi dari situasi. sukses tidaknnya suatu kepemimpinan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. ketiga konsep di atas harus dipadukan. Menurut konsep ini. atau setidaknya memiliki potensi yang merupakan pembawaan atau bahkan keturunan yang diharapkan dapat menajdi teladan bagi oarang-orang yang dipimpinnya 2) Konsep kedua agak lebih maju lagi. Di samping sifat-sifat individu pemimpin dan fungsifungsi kelompok seperti pada konsep pertama dan kedua.pendidikan. Namun masih banyak pandangan manusia. Konsep ini memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok. tetapi justru yang lebih penting dipengaruhi oleh sifat-sifat dan ciri-ciri kelompok yang dipimpinnya. Konsep ini tidak hanya didasari atas pandangan yang bersifat psikologis dan sosiologis. Demikianlah. Setiap kelompok memiliki sifat dan ciri yang berlainan. kondisi dan situasi tempat kelompok itu beradamendapat penganalisaan pula dalam kepemimpinan ini. Menurut konsep ini.

namun demikian yang pasti ada pada definisi kepemimpinan adalah adanya suatu proses dalam kepemimpinan untuk memberikan pengaruh sosial pada orang . membuat mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya. sehingga mereka tanpa adanya rasa takut mau bekerjasama dan mambanting tulang untuk memahami dan mencapai segala apa yang menajdi tujuan organisasi. atau bahkan mungkin berkorban untuknya. baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal. suatu kekauatan ata u wibawa. atau teknik untuk membuat sekelompok orang bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal untuk mengikuti atau menaati segala apayang dikehendakinya. 4) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu bantuk persuasi suatu seni pembinaan kepompok orang-orang tertentu.[2010] Prajudi Atmosudirjo [Ngalim Purwanto 2004] menyatakan beberapa definisi kepempimpinan sebagai berikut: 1) Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang men datangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontohnya atau mengikutinya. atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu. kepemimpinan memiliki berbagai perbedaan pada berbagai hal. kesanggupan. sebagaimana dinyatakan oleh Muhaimin. 2) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai penyebab kegiatan-kegiatan atau proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap baik mentak maupun fisik dari kelompok orang-orang.Secara definisi. . yang sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok orang mau melakukan apa yang dikehendakinya. biasanya memalui human relations dan motivasi tepat. 3) Kepemimpinan adalah suatu seni. sehingga orang lain tersebut menjalankan suatu proses sebagaimana yang diinginkan oleh pemimpin.

bergiat. suatu instrumen atau alat. c. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. untuk membuat sekelompok orang-orang mau bekerjasama dan berdaya upaya menaati segala aturan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.5) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu sarana. Weber mengidentifikasi sifat kepemimpinan ini dimiliki oleh mereka yang menjadi pemimpin keagamaan. . berdaya upaya secara kesatuan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. kharisma berasal dari bahasa yunani diartikan karunia diinspirasi oleh Tuhan divenely inspired gift seperti kemampuan meramal di masa yang akan datang. karena untuk mengidentifikasi daya tarik pribadi pada diri seseorang harus menggunakan asumsi bahwa kemantapan dan kualitas kepribadian yang dimilikinya adalah anugerah Tuhan. termasuk di dalamnya kewibawaan. Definisi Kepemimpinan Kharismatik kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan.terj. Pengertian ini bersifat teologis. serta tidak merasa terpaksa. penuh semangat. Sedangkan dari segi istilah para ahli sepakat mengartikan karisma sebagai ―suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut ‖[Jusuf Udaya.1994] Kepemimpinan kharismatik didasarkan pada kualitas luar biasa yang dimiliki oleh seseorang sebagai pribadi. Dalam hal ini. Dari segi bahasa. Dari beberapa definisi di atas. dapat diseimpulkan bahwa kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian. kepemimpinan dipandang sebagai dinamika suatu organisasi yang membuat orang-orang bergerak.

mereka sangat loyal. Para pengikut pemimpin kharismatik sering bersikap labil dan mudah berubah. di mana hingga batas tertentu diyakini bersumber dari Tuhan. termasuk di antara sesama pengikut dalam komunitas tersebut. lantaran dianggap memiliki kemahiran mengetahui sesuatu . kepercayaan para pengikut terhadapnya semakin mengental. sehingga dengan demikian. Dalam konteks ini. melakukan meditasi untuk mencari inspirasi dan membuatnya berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan oleh orang lain. Istilah kharisma menunjuk kepada kualitas kepribadian. seperti mata yang bercahaya.. dagu yang menonjol atau tanda-tanda yang lain. Karenanya. antara pemimpin dan pengikut terkonstruksi hubungan erat layaknya sebuah keluarga. nyaris mengabaikan kewajiban kerjanya dan menjual sesuatu untuk mengikuti anjuran pemimpinnya. sehingga dibedakan dengan orang kebanyakan.Penampilan seseorang yang diidentifikasikan sebagai kharisma dapat diketahui dari ciri-ciri fisikal.Pola hubungan tersebut menjadi bagian dari kewajiban moral pemimpin untuk membimbing para pengikutnya secara berkelanjutan oleh komunitasnya. Kehadiran seseorang yang mempunyai tipe seperti itu dipandang sebagai pemimpin akan mampu mencari dan menciptakan citra yang mendeskripsikan kekuatan dirinya. Meski demikian. motivasi dan nasehat pemimpin diterima sebagai sesuatu yang mencerminkan mutukepribadian yang luar biasa. Dengan demikian. Baginya yang penting adalah sifat-sifat luar biasa sebagai atribut diri. seseorang yang berkharisma tidaklah mengharuskan semua karakteristik melekat utuh padanya. manakala mereka menghadapi kesulitan. baik diminta maupun tidak. suara yang kuat. tanpa bantuan orang lain pun. Ia dianggap – bahkan diyakini— memiliki kekuatan supranatural sebagai manusia serba istimewa. Seringkali seseorang dianggap memiliki kharisma karena ada yangmempercayainya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang luar biasa berkesan dihadapan masyarakat. yang bersangkutan sering memikirkan sesuatu yang gaib. Hingga batas tertentu.

Kepemimpinan jenis ini banyak terdapat pada masyarakat tradisional. Suasana seperti ini memerlukan pemecahan tuntas agar keadaan masyarakat kembali normal. mereka menjadi tergantung kepada nasehat. bimbingan dan kemampuan pemimpinnya. bagaimana cara mewarisi kualitas kharisma yang bersifat individualistik ke dalam struktur organisasi sosial yang lebih mapan. Untuk itu. Tipe pemimpin karismatik ini memiliki kekuatan energi. pandangan hidup dan nilai budaya sertagaya hidup yang hampir sama pula. kurang mengandalkan unsur musyawarah. daya tarik dan wibawa yang kuat atau luar biasa untuk menarik serta mempengaruji orang lain. pada akhirnya dapat mengalami depersonalisasi dan pelembagaan dalam kondisi tertentu. manakala pemimpinnya wafat atau berhalangan tetap. kepercayaan sama. Dengan kata lain. Dalam konteks demikian. sehingga ia mempunyai . hubungan langsung antar anggota masyarakat dan tidak adanya distribusi kerja impersonal. suatu tipe masyarakat yang cenderung memilikihomogenitas tinggi. Kharisma yang mulanya milik pribadi. kemampuan tersebut disebut dengan istilah ma’rifat . Pemimpin kharismatik biasanya lahir dalam suasana masyarakat yang kacau.21 Masyarakat dengan tipe demikian mudah disatukan oleh pengaruh yang bercorak kharismatis. persamaan gaya hidup. memang diperlukan kehadiran figur yang dipandang sanggup menyelesaikan krisis tersebut. bagaimana kualitas kepemimpinan tersebut dilestarikan. Persoalannya adalah bagaimana mereka mengatasi kesulitan hidup. rasional dan legal formal. stabil dan berkesinambungan. bila proses kepemimpinan kharismatik hampir mendekati otoriter.meskipun bisasaja iaberjiwademokratis. Warisan kharisma bagaimanapun mesti dilembagakan pada sistem aturan yang permanen dan stabil dalam sistem sosial kemasyarakatan.bagaimana menjadikan sumber kekuatan yang pada awalnya milik pribadi menjadi milik komunitas. tidak heran. Jika pengikut telah terbiasa mengikuti pemimpin kharismanya. Di kalangan pengikut tarekat.yang terjadi pada diri pengikutnya. Homogenitas tersebut dapat menciptakan kesadaran kolektif.

Beberapa ciri dan perilaku penting dari pemimpin kharismatik dalam memperngaruhi sikap dan perilaku pengikut adalah (1) menyampaikan visi yang menarik. KH Abdurrahman Wahid. dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Mahatma Gandhi. serta para ulama. Shamir dan kawan-kawan mengakui bahwa identifikasi pribadi dapat terjadi pada beberapa orang pengikut dari para pemimpin . dll. misalnya para nabi dan rasul. Pertama. Proses ini akan paling banyak terjadi pada para pengikut yang mempunyai rasa harga diri rendah. identifikasi pribadi merupakan sebuah proses mempengaruhi yang dyadic yang terjadi pada beberapa orang pengikut namun tidak pada yang lainnya. Dia banyak memiliki inspirasi. (7) mengelola kesan pengikut akan pemimpin. (2) menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif saat menyampaikan visi. Proses pengaruh yang mempengaruhi perilaku sosial dalam kepemimpinan karismatik teridiri atas identifikasi pribadi. dan kebutuhan yang tinggi untuk menggantungkan diri kepada tokohtokoh yang berkuasa. Mao Tse Tung. Tokoh-tokoh besar agama pada umumnya mempunyai tipe kepemimpinan kharismatik ini. (8) membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi dan (9) memberikan kewenangan kepada pengikut. internasiliasi dan kemampuan diri sendiri. Totalitas keperibadian pemimpin itu memancarkan pengaruh dan daya tarik yang teramat besar. keberanian. Sedangkan tokoh-tokoh politik yang kita kenal mempunyai tipe kepemimpinan kharismatik ini antara lain adalah Sukarno. Sampai sekarangpun orang-orang tidak mengetahui benar sebab-sebabnya. (5) memperlihatkan keyakinan akan pengikut. identifikasi pribadi (personal identification). Dia dianggap mempunyai kekuatan ghaib dan kemampuan-kemampuan yang di luar manusia pada umumnya yang diperolehnya sebagai karunia dari Tuhan.pengikut yang sangat besar jumlahnya serta amat sangat loyal kepadanya. (3) mengambil risiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi. (6) pembuatan model peran dari perilaku yang konsisten dengan visi. mengapa seseorang itu memiliki kharisma yang sangat besar. identifikasi sosial. (4) menyampaikan harapan (ekspektasi) yang tinggi. identitas diri rendah.

Seorang pemimpin karismatik dapat meningkatkan identifikasi sosial dengan memberi kepada kelompok sebuah identitas yang unik. Dalam teori . Ketiga. mulia. Efikasi diri kolektif menunjuk kepada persepsi para anggota kelompok bahwa jika mereka bersama-sama. heroic. namun lebih umum bagi para pemimpin karismatik untuk meningkatkan kepentingan nilai-nilai yang ada sekarang pada para pengikut dan dengan menghubungkannya dengan sasaransasaran tugas. namun mereka kurang menekankan pada penjelasan tersebut karena masih ada proses-proses lainnya. Para pemimpin karismatik meningkatkan harapan dari para pengikut bahwa usaha-usaha kolektif dan individual mereka untuk melaksanakan misi kolektif. Para pemimpin karismatik mempengaruhi para pengikut untuk merangkul nilai-nilai baru. Para pemimpin karismatik tersebut juga tidak menekankan pada imbalan-imbalan ekstrinsik dalam rangka mendorong para pengikut untuk memfokuskan diri kepada inbalan-imbalan intrinsik dan meningkatkan komitmen mereka kepada sasaran-sasaran objektif.karismatik. Keempat. yaitu membuat pekerjaan tersebut menjadi lebih berarti. Identifikasi sosial merupakan sebuah proses mempengaruhi yang menyangkut defenisi mengenai diri sendiri dalam hubungannya dengan sebuah kelompok atau kolektivitas. identifikasi pribadi tidak ditekankan. internalisasi (internalization). Para pemimpin karismatik juga menekankan aspek-aspek simbolis dan ekspresif pekerjaan itu. identifikasi sosial (sosial identification). mereka akan dapat menghasilkan hal-hal yang luar biasa. dan secara moral benar. kemampuan diri sendiri (self-efficacy). yang membedakan kelompok tersebut dengan kelompokkelompok yang lain. Kedua. akan berhasil. Efikasi diri individu merupakan suatu keyakinan bahwa individu tersebut mampu dan kompeten untuk mencpai sasaran tugas yang sukar. Berbedea dengan teori atribusi dari kepemimpinan kharismatik. Para pemimpin karismatik meningkatkan identifikasi sosial dengan membuat hubungan antara konsep diri sendiri para pengikut individual dan nilai-nilai yang dirasakan bersama serta identitas-identitas kelompok.

Robbins (2005) menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat individu juga terkait dengan kepemimpinan karismatik. internalisasi dan kemampuan diri sendiri dan kolektif. Musser. 2001). Kedua. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai dengan citra mereka sendiri. Sebagian besar ahli percaya seseorang juga bisa dilatih untuk menampilkan perilaku yang karismatik dan mendapat manfaat dari menjadi seorang pemimpin yang karismatik. Pertama. Apakah pemimpin karismatik memang terlahir dengan sifat-sifat istimewa? Atau. 1992. Mereka .konsep diri sumber yang terpenting adalah indentifikasi sosial. 1988. bisakah orang belajar menjadi pemimpin karismatik? Ada yang berpendapat bahwa seseorang dilahirkan dengan sifat-sifat yang membuat mereka karismatik. seseorang menarik orang lain dengan cara menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain tersebut untuk mengikutinya. Dari studi mengenai kepemimpinan historis mengungkapkan bahwa ada kharismatik yang positif dan negatif. 1987. percaya diri. Walaupun ada yang berpendapat demikian. Robbins (2005) mengatakan bahwa seseorang bisa belajar menjadi karismatik dengan mengikuti proses yang terdiri atas tiga tahap. seseorang perlu mengembangkan aura karisma dengan cara mempertahankan cara pandang yang optimis. bukan cuma dengan kata-kata. menggunakan kesabaran sebagai katalis untuk menghasilkan antusiasme. Tidak semua pemimpin yang karismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. seseorang menyebarkan potensi kepada para pengikutnya dengan cara menyentuh emosi mereka. Ketiga. Howell. bahwa kharisma merupakan sebuah anugerah namun ada juga yang beranggapan bahwa kharisma yang adalah anugerah itu juga dapat dipelajari. dan berkomunikasi dengan keseluruhan tubuh. dalam Yukl. Pemimpin yang karismatik cenderung bersifat terbuka. dan memiliki tekad yang kuat untuk mencapai hasil. Sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara kharismatik yang positif dan negatif adalah dalam hal nilai kepribadian mereka (House & Howell.

Yukl (2001) menjelaskan bahwa kharismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri sendiri. mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran . dikelilingi oleh orangorang yang senantiasa patuh dan memiliki sifat ―asal bapak senang‖ dan menciptakan iklim yang membuat orang takut mempertanyakan atau menantang si ―raja‖ atau ―ratu‖ bila si pemimpin melakukan kesalahan (Robbins. mereka (pemimpin kharismatik) lebih menekankan pengaruh pada identifikasi diri ketimbang internaliasi. Pada sisi ini. Sedangkan otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar. kharismatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. Hal yang paling buruk. Mereka tidak suka dikritik. otoritas pengambilan keputusan berpusat pada sang pemimpin.sering kali mencampuradukkan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. minus penghargaan kepada pengikut dan menggunakan hukuman untuk memanipulasi pengikut. 2005). Selain itu. informasi dibagikan secara terbuka. Sang pemimpin kharismatik berusah untuk mendominasi dan menaklukan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin. Informasi dibatasi demi memelihara pencitraan diri sekaligus pembenaran diri dari segala kesalahan dan membesar-besarkan ancaman eksternal kepada organisasi. Dan secara sengaja beusaha untuk lebih menanmkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri daripada idealisme yang harus digapai. 2003). Berbeda dengan kharismatik yang negatif. Pemimpin kharismatik menggunakan daya tarik ideologis tapi hanya untuk memperoleh kekuasaan. karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi di atas tujuan organsisai (Sashkin. di mana setelahnya ideologi itu diubah secara sembarangan sesuai dengan sasaran pribadi sang pemimpin. Perilaku negatif ini mencerminkan perhatian yang lebih besar pada pemujaan diri dan memelihara kekuasaan daripada mengusahakan kesejahteraan pengikut. Pemimpin kharismatik lebih menekankan internalisasi dari nilai-nilai daripada identifikasi pribadi.

2001). 1988. dalam Yukl. Hasilnya adalah kepemimpinan mereka akan menguntungkan bagi pengikut walaupun konsekuensi yang mendukung tidak dapat dihindari jika strategi yang didorong oleh pemimpin tidak tepat.dari organisasi. 2005). 2003). minus penghargaan kepada pengikut dan menggunakan hukuman untuk memanipulasi pengikut. dikelilingi oleh orangorang yang senantiasa patuh dan memiliki sifat ―asal bapak senang‖ dan menciptakan iklim yang membuat orang takut mempertanyakan atau menantang si ―raja‖ atau ―ratu‖ bila si pemimpin melakukan kesalahan (Robbins. Pada sisi ini. Pemimpin kharismatik menggunakan daya tarik ideologis tapi hanya untuk memperoleh kekuasaan. Mereka tidak suka dikritik. Howell. Sang pemimpin kharismatik berusah untuk mendominasi dan menaklukan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin. di mana setelahnya ideologi itu diubah secara sembarangan sesuai dengan sasaran pribadi sang pemimpin. 1992. Dari studi mengenai kepemimpinan historis mengungkapkan bahwa ada kharismatik yang positif dan negatif. mereka (pemimpin kharismatik) lebih menekankan pengaruh pada identifikasi diri ketimbang internaliasi. Hal yang paling buruk. Dan secara sengaja beusaha untuk lebih menanmkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri daripada idealisme yang harus digapai. otoritas pengambilan keputusan berpusat pada sang pemimpin. Selain itu. Tidak semua pemimpin yang karismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi di atas tujuan organsisai (Sashkin. Yukl (2001) menjelaskan bahwa kharismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi. Informasi dibatasi demi memelihara pencitraan diri sekaligus pembenaran diri dari segala kesalahan dan membesar-besarkan ancaman eksternal . Musser. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai dengan citra mereka sendiri. Sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara kharismatik yang positif dan negatif adalah dalam hal nilai kepribadian mereka (House & Howell. Mereka sering kali mencampuradukkan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. 1987.

kharismatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. Pengalaman akan keberhasilan dan pemujaan bawahan dapat mengakibatkan pemimpin percaya bahwa penilaiannya tidak bisa salah. tetapi optimisme yang berlebihan akan menyulitkan sang pemimpin untuk mengenali kekurangan dalam visi itu. mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran dari organisasi.kepada organisasi. informasi dibagikan secara terbuka. perilaku impulsive dan tidak konvensional yang yang yang menyebabkan beberapa orang memandang seorang pemimpin yang kharismatik akan tersinggung dan melawan orang lain yang memandang perilaku itu sebagai hal yang mengganggu dan tidak tepat. Hasilnya adalah kepemimpinan mereka akan menguntungkan bagi pengikut walaupun konsekuensi yang mendukung tidak dapat dihindari jika strategi yang didorong oleh pemimpin tidak tepat. Sedangkan otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar. Konsekuensi dari kharisma yang negatif dapat diringkaskan dalam tabel berikut: . Berbeda dengan kharismatik yang negatif. Pemimpin kharismatik lebih menekankan internalisasi dari nilai-nilai daripada identifikasi pribadi. Di pihak lain. seorang pemimpin kharismatik dapat mengabaikan dan menolak bukti bahwa visinya tidak realistis dan mengarah pada kegagalan. Perilaku negatif ini mencerminkan perhatian yang lebih besar pada pemujaan diri dan memelihara kekuasaan daripada mengusahakan kesejahteraan pengikut. Pendirian yang kuat dari pemimpin terhadap ideology yang tidak tradisional akan mengasingkan orang yang tetap teguh pada cara-cara tradisional dalam melakukan berbagai hal. Optimisme dan keyakinan diri amat penting untuk mempengaruihi orang lain agar mendukung visi dari pemimpin. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri sendiri. Dan para pemimpin yang percaya akan pemimpin itu akan terhalang untuk menunjukkan kekurangan atau menyajikan perbaikan. Dalam pencarian yang tekun untuk mencapai visi itu.

Bersama pemimpin kharismatik positif. 2010). bermusuhan dan kompetitif. para pengikut memiliki potensi mengalami pertumbuhan psikologis dan perkembangan kemampuan mereka dan organisasi akan lebih dapat beradaptasi terhadap sebuah lingkungan yang dinamis. Oleh Yukl (2001) sisi terang dari kharisma atau pengaruh dari kharisma posotif antara lain disebutkan bahwa para pengikut akan jauh lebih baik bila bersama dengan pemimpin kharismatik yang positif ketimbang pemimpin kharismatik yang negatif. 1987 dalam Yukl. 2001.Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik • Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut • Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan • Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata • Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi • Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal • Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting • Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orangorang yang percaya • Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten • Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada akhi \GaryYukl. Kharisma juga memiliki sisi yang terang. ―sistem kinerja yang tinggi‖ (Vail. 19 . Pemimpin yang kharismatik positif biasanya mampu menciptakan ssebuah budaya yang ―berorientasi keberhasilan‖ (Harrison.

pempimmpin yang lebih berorientasi pada hasil. pemimpin pada level ini sudah memimpin orang. pemimpin yang memimpin dengan kecintaannya. bukan memimpin pekerjaan 3) Level 3. misalnya memimpin karena surat keputusan (SK) 2) Level 2. Kepemimpinan kharismatik dalam dunia pendidikan Islam Muhaimin[2010 ) Mengutip Maxwell dalam Kasali menyatakan bahwa ada 5 tahapan kepemimpinan yang meliputi : 1) Level 1. pada pemimpin level ini prestasi kerja adalah sangat penting 4) Level 4. pemimpin yang mempimpin karena legalitas formal.Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik • Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut • Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan • Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata • Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi • Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal • Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting • Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orangorang yang percaya • Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten • Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada akhirnya d. pada level ini pemimpin berusaha menunmbuhkan pribadi-pribadi dalam organisasi untuk menjadi pemimpin .

Tetapi memang pemimpin tersebut mempunyai kharisma yang luar biasa. akan sangat mudah di dalam memimpin suatu lembaga pendidikan. Pondok pesantren merupakan salah satu unsur pendidikan Islam. akan sangat efektif di dalam memimpin lembaga pendidikan tersebut. Bila diamati. Keberhasilan tipe kepemimpinan kharismatik tersebut juga tidak lepas dari adanya . tetapi juga karena nilai-nilai dan simbol-simbol yang melekat pada diri orang tersebut. pada pemimpin level ini. Dengan tipe kepemimpinan tersebut. Kepemimpinan di Pondok Pesantren amat dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan kharismatik. Pemimpin yang mempunyai kharisma. Seluruh warga lembaga pendidikan yang ia pimpin memiliki loyalitas yang sangat tinggi kepadanya. Pemimpin kharismatik dapat menggunakan suara hati/fitrahnya untuk melaksanakan proses kepemimpinan. Keadaan yang berbeda tersebut dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan yang berbeda di antara dua lembaga pendidikan tersebut. pondok pesantren terbukti tidak pernah ditinggalkan oleh umat. Hal ini membuktikan. Tidak pernah dijumpai pondok pesantren yang gulung tikar karena kekurangan santri.5) Level 5. Contoh yang amat mudah adalah apa yang terlihat pada pondok-pondok pesanren. orang-orang ingin mengikutinya bukan karena apa yang telah diberika pemimpin secara personal atau manfaatnya. Seorang pemimpin yang bertipe kharismatik pada lembaga pendidikan Islam. berbeda dengan sekolah yang dapat gulung tikar karena kekurangan siswa. Dikarenakan seluruh warga di lembaga pendidikan tersebut mempunyai loyalitas yang tinggi kepada pemimpinnya. maka pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan kharismatik terletak pada level 5 pada teori Maxwell tersebut. Seorang kyai sebagai pemimpin pondok pesantren selalu identik dengan tipe kepemimpinan kharismatik. pemimpin yang memiliki daya tarik luar biasa. bahwa penerapan tipe kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan. dan mempunyai nilai yang positif. Bukan hanya sekedar hasil dari pencitraan seolah-olah. khususnya di Indonesia .

Jusuf Udaya Jakarta:Prehalindo . C.nilai-nilai agama yang melekat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. sehingga tipe kepemimpinan kharismatik yang pada hakekatnya memang selalu identik dengan kepemimpin di bidang politik dan keagamaan. termasuk di dalamnya kewibawaan. Keberhasilan tipe kepemimpinan kharismatik tersebut juga tidak lepas dari adanya nilai-nilai agama yang melekat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. 1994. sehingga tipe kepemimpinan kharismatik yang pada hakekatnya memang selalu identik dengan kepemimpin di bidang politik dan keagamaan. terj. Kepemimpinan dalam organisasi. Karisma sebagai ―suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut Penerapan tipe kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan. DAFTAR RUJUKAN Garry Yukl. dan mempunyai nilai yang positif. penuh semangat. serta tidak merasa terpaksa. SIMPULAN Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian.

2010. . Bandung : Remaja Rosdakarya Robbins. Perilaku Organisasi. Jakarta:Kencana Prenada Media Group Kartini Kartono. 2005.2004. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: Rajawali Press Ngalim Purwanto.Muhaimin et al. Jakarta: Indeks.1983.Madrasah .Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Manajemen Pendidikan. Stephen P.