KEPEMIMPINAN KHARISMATIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Muntamah A. 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan ,semangat, dan kekuatan moral yang kreatif yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi konform dengan keinginan pemimpin. Untuk itu, maka gaya seseorang di dalam memimpin akan amat berpengaruh terhadap organisasi yang dipimpinnya, baik pengaruh itu bersifat positif maupun negatif terhadap organisasi tersebut. Covey sebagaimana dikutip oleh Muhaimin [2010]menyatakan bahwa 90 persen dari semua kegagalan kepemimpinan adalah kegagalan pada karakter Beberapa tipe kepemimpinan telah dikenal, di antaranya adalah tipe kepemimpinan Karismatis. Kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan. Kharisma berasal dari bahasa yunani diartikan karunia diispirasi ilahi (divenely inspired gift) seperti kemampuan meramal dimasa yang akan datang. Makalah ini akan membahas, bagaimana tipe kepemimpinan kharismatik tersebut apabila digunakan di dalam memimpin suatu sebuah lembaga pendidikan pada umumnya, dan lembaga pendidikan Islam pada khususnya. Hal ini sangat menarik, terutama apabila melihat bahwa Islam merupakan agama yang sejak awal sejarahnya tidak pernah lepas dari tipe kepemimpinan kharismatik. Dunia pendidikan Islam juga demikian, misalnya di dunia pesantren dan madrasah

Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut. maka terlebih dahulu dikemukakan mengenai apa sebenarnya konsep tenatng kepemimpinan tersebut. Tokoh agama yang mempunyai kharisma tersebut dapat menjadi pemimpin yang formal di lembaga pendidikan Islam. Apakah kepemimpinan kharismatik itu? Bagaimanakah penerapannya di dalam dunia pendidikan Islam? PEMBAHASAN Definisi Kepemimpinan Untuk mengetahui bagaimanakah definisi tentang kepemimpinan. Terdapat sedikitnya tiga konsep kepemimpinan. b. Menurut konsep ini kepemimpinan diartikan sebagai karunia yang didapatkan seseorang sejak lahir. maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: a. Konsep-konsep Kepemimpinan. yaitu :[Ngalim purwanto 2004] 1) Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemempauan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. bukan karena hasil dari sebuah . a. Pengaruh seorang tokoh agama biasanya mendahului sebelum berdirinya suatu lembaga pendidikan Islam tersebut. Akan tetapi pengaruh pemimpin berkharisma tersebut amat sangat besar. Tokoh agama biasanya adalah seorang tokoh yang memiliki kharisma yang sangat besar di mata pengikut agama tersebut. maupun menjadi pemimpin informal. B. walaupun pada kenyataan di lapangan ia hanyalah seorang pemimpin informal.diniyah. 1. 2.

ketiga konsep di atas harus dipadukan. terutama di kalangan masyarakat agraris bahwa seseorang muncul diangkat sebagai pemimpin semata-mata karena ia memiliki sifat-sifat yang baik. Menurut konsep ini. Konsep ini merupakan konsep kepemimpinan yang paling tua dan paling lama dianut manusia. Menurut konsep ini. Demikianlah. sehingga memerlukan tipe atau gaya kepemimpnan yang berbeda-beda 3) Konsep ketiga merupakan konsep yang lebih maju lagi. Konsep ini memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok. atau setidaknya memiliki potensi yang merupakan pembawaan atau bahkan keturunan yang diharapkan dapat menajdi teladan bagi oarang-orang yang dipimpinnya 2) Konsep kedua agak lebih maju lagi. kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi dari situasi.pendidikan. kondisi dan situasi tempat kelompok itu beradamendapat penganalisaan pula dalam kepemimpinan ini. tetapi justru yang lebih penting dipengaruhi oleh sifat-sifat dan ciri-ciri kelompok yang dipimpinnya. sukses tidaknya kepemimpinan masih ditentukan oleh situasi yang selalu berubah yang mempengaruhi perubahan dan perkembangan kehidupan kelompok yang dipimpinnya. Konsep ini tidak hanya didasari atas pandangan yang bersifat psikologis dan sosiologis. karena ketiganya saling melengkapi. untuk mendapatkan kepemimpina yang ideal. Di samping sifat-sifat individu pemimpin dan fungsifungsi kelompok seperti pada konsep pertama dan kedua. tetapi juga atas ekonomis dan politis. Konsep yang ketiga ini menunjukkan. Namun masih banyak pandangan manusia. Setiap kelompok memiliki sifat dan ciri yang berlainan. Definisi Kepemimpinan . b. sukses tidaknnya suatu kepemimpinan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. bahwa betatapun seorang pemimpin telah memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan dapat menjalankan fungsinya sebagai anggota kelompok.

Secara definisi. sehingga mereka tanpa adanya rasa takut mau bekerjasama dan mambanting tulang untuk memahami dan mencapai segala apa yang menajdi tujuan organisasi. 2) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai penyebab kegiatan-kegiatan atau proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap baik mentak maupun fisik dari kelompok orang-orang. 3) Kepemimpinan adalah suatu seni. membuat mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya. baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal.[2010] Prajudi Atmosudirjo [Ngalim Purwanto 2004] menyatakan beberapa definisi kepempimpinan sebagai berikut: 1) Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang men datangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontohnya atau mengikutinya. atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu. atau bahkan mungkin berkorban untuknya. kepemimpinan memiliki berbagai perbedaan pada berbagai hal. sehingga orang lain tersebut menjalankan suatu proses sebagaimana yang diinginkan oleh pemimpin. suatu kekauatan ata u wibawa. 4) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu bantuk persuasi suatu seni pembinaan kepompok orang-orang tertentu. . namun demikian yang pasti ada pada definisi kepemimpinan adalah adanya suatu proses dalam kepemimpinan untuk memberikan pengaruh sosial pada orang . sebagaimana dinyatakan oleh Muhaimin. biasanya memalui human relations dan motivasi tepat. kesanggupan. atau teknik untuk membuat sekelompok orang bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal untuk mengikuti atau menaati segala apayang dikehendakinya. yang sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok orang mau melakukan apa yang dikehendakinya.

. kharisma berasal dari bahasa yunani diartikan karunia diinspirasi oleh Tuhan divenely inspired gift seperti kemampuan meramal di masa yang akan datang. Dalam hal ini. Pengertian ini bersifat teologis. karena untuk mengidentifikasi daya tarik pribadi pada diri seseorang harus menggunakan asumsi bahwa kemantapan dan kualitas kepribadian yang dimilikinya adalah anugerah Tuhan. dapat diseimpulkan bahwa kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian. kepemimpinan dipandang sebagai dinamika suatu organisasi yang membuat orang-orang bergerak. Dari beberapa definisi di atas. termasuk di dalamnya kewibawaan. Definisi Kepemimpinan Kharismatik kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan. suatu instrumen atau alat. serta tidak merasa terpaksa.1994] Kepemimpinan kharismatik didasarkan pada kualitas luar biasa yang dimiliki oleh seseorang sebagai pribadi. bergiat. berdaya upaya secara kesatuan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi. Dari segi bahasa. Sedangkan dari segi istilah para ahli sepakat mengartikan karisma sebagai ―suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut ‖[Jusuf Udaya. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela.terj. c. Weber mengidentifikasi sifat kepemimpinan ini dimiliki oleh mereka yang menjadi pemimpin keagamaan. untuk membuat sekelompok orang-orang mau bekerjasama dan berdaya upaya menaati segala aturan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.5) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu sarana. penuh semangat.

baik diminta maupun tidak. seseorang yang berkharisma tidaklah mengharuskan semua karakteristik melekat utuh padanya. lantaran dianggap memiliki kemahiran mengetahui sesuatu . suara yang kuat. seperti mata yang bercahaya. mereka sangat loyal. di mana hingga batas tertentu diyakini bersumber dari Tuhan. sehingga dengan demikian. Dalam konteks ini. Kehadiran seseorang yang mempunyai tipe seperti itu dipandang sebagai pemimpin akan mampu mencari dan menciptakan citra yang mendeskripsikan kekuatan dirinya.Pola hubungan tersebut menjadi bagian dari kewajiban moral pemimpin untuk membimbing para pengikutnya secara berkelanjutan oleh komunitasnya. Seringkali seseorang dianggap memiliki kharisma karena ada yangmempercayainya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang luar biasa berkesan dihadapan masyarakat. antara pemimpin dan pengikut terkonstruksi hubungan erat layaknya sebuah keluarga. Hingga batas tertentu. nyaris mengabaikan kewajiban kerjanya dan menjual sesuatu untuk mengikuti anjuran pemimpinnya. Meski demikian. manakala mereka menghadapi kesulitan. Baginya yang penting adalah sifat-sifat luar biasa sebagai atribut diri. motivasi dan nasehat pemimpin diterima sebagai sesuatu yang mencerminkan mutukepribadian yang luar biasa. sehingga dibedakan dengan orang kebanyakan. Ia dianggap – bahkan diyakini— memiliki kekuatan supranatural sebagai manusia serba istimewa.Penampilan seseorang yang diidentifikasikan sebagai kharisma dapat diketahui dari ciri-ciri fisikal. dagu yang menonjol atau tanda-tanda yang lain. kepercayaan para pengikut terhadapnya semakin mengental. tanpa bantuan orang lain pun. Istilah kharisma menunjuk kepada kualitas kepribadian.. yang bersangkutan sering memikirkan sesuatu yang gaib. melakukan meditasi untuk mencari inspirasi dan membuatnya berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan oleh orang lain. Karenanya. termasuk di antara sesama pengikut dalam komunitas tersebut. Para pengikut pemimpin kharismatik sering bersikap labil dan mudah berubah. Dengan demikian.

kurang mengandalkan unsur musyawarah. kemampuan tersebut disebut dengan istilah ma’rifat . kepercayaan sama. memang diperlukan kehadiran figur yang dipandang sanggup menyelesaikan krisis tersebut. Dalam konteks demikian. Homogenitas tersebut dapat menciptakan kesadaran kolektif. Dengan kata lain. Untuk itu.bagaimana menjadikan sumber kekuatan yang pada awalnya milik pribadi menjadi milik komunitas. Jika pengikut telah terbiasa mengikuti pemimpin kharismanya. Warisan kharisma bagaimanapun mesti dilembagakan pada sistem aturan yang permanen dan stabil dalam sistem sosial kemasyarakatan. pada akhirnya dapat mengalami depersonalisasi dan pelembagaan dalam kondisi tertentu. suatu tipe masyarakat yang cenderung memilikihomogenitas tinggi.yang terjadi pada diri pengikutnya.21 Masyarakat dengan tipe demikian mudah disatukan oleh pengaruh yang bercorak kharismatis. Persoalannya adalah bagaimana mereka mengatasi kesulitan hidup.meskipun bisasaja iaberjiwademokratis. stabil dan berkesinambungan. Tipe pemimpin karismatik ini memiliki kekuatan energi. sehingga ia mempunyai . bimbingan dan kemampuan pemimpinnya. pandangan hidup dan nilai budaya sertagaya hidup yang hampir sama pula. bila proses kepemimpinan kharismatik hampir mendekati otoriter. rasional dan legal formal. hubungan langsung antar anggota masyarakat dan tidak adanya distribusi kerja impersonal. daya tarik dan wibawa yang kuat atau luar biasa untuk menarik serta mempengaruji orang lain. Pemimpin kharismatik biasanya lahir dalam suasana masyarakat yang kacau. Suasana seperti ini memerlukan pemecahan tuntas agar keadaan masyarakat kembali normal. bagaimana kualitas kepemimpinan tersebut dilestarikan. persamaan gaya hidup. Di kalangan pengikut tarekat. bagaimana cara mewarisi kualitas kharisma yang bersifat individualistik ke dalam struktur organisasi sosial yang lebih mapan. Kepemimpinan jenis ini banyak terdapat pada masyarakat tradisional. Kharisma yang mulanya milik pribadi. manakala pemimpinnya wafat atau berhalangan tetap. mereka menjadi tergantung kepada nasehat. tidak heran.

misalnya para nabi dan rasul. internasiliasi dan kemampuan diri sendiri. Mao Tse Tung. (2) menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif saat menyampaikan visi. Sampai sekarangpun orang-orang tidak mengetahui benar sebab-sebabnya. (3) mengambil risiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi. (7) mengelola kesan pengikut akan pemimpin. (8) membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi dan (9) memberikan kewenangan kepada pengikut. serta para ulama. Proses pengaruh yang mempengaruhi perilaku sosial dalam kepemimpinan karismatik teridiri atas identifikasi pribadi. Beberapa ciri dan perilaku penting dari pemimpin kharismatik dalam memperngaruhi sikap dan perilaku pengikut adalah (1) menyampaikan visi yang menarik. identifikasi pribadi merupakan sebuah proses mempengaruhi yang dyadic yang terjadi pada beberapa orang pengikut namun tidak pada yang lainnya. Shamir dan kawan-kawan mengakui bahwa identifikasi pribadi dapat terjadi pada beberapa orang pengikut dari para pemimpin . identitas diri rendah. Sedangkan tokoh-tokoh politik yang kita kenal mempunyai tipe kepemimpinan kharismatik ini antara lain adalah Sukarno. Dia banyak memiliki inspirasi. identifikasi sosial. keberanian. dan kebutuhan yang tinggi untuk menggantungkan diri kepada tokohtokoh yang berkuasa. Tokoh-tokoh besar agama pada umumnya mempunyai tipe kepemimpinan kharismatik ini. dll. (6) pembuatan model peran dari perilaku yang konsisten dengan visi. Totalitas keperibadian pemimpin itu memancarkan pengaruh dan daya tarik yang teramat besar. Dia dianggap mempunyai kekuatan ghaib dan kemampuan-kemampuan yang di luar manusia pada umumnya yang diperolehnya sebagai karunia dari Tuhan. Mahatma Gandhi. mengapa seseorang itu memiliki kharisma yang sangat besar. Proses ini akan paling banyak terjadi pada para pengikut yang mempunyai rasa harga diri rendah. (4) menyampaikan harapan (ekspektasi) yang tinggi. (5) memperlihatkan keyakinan akan pengikut. Pertama. dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. KH Abdurrahman Wahid.pengikut yang sangat besar jumlahnya serta amat sangat loyal kepadanya. identifikasi pribadi (personal identification).

identifikasi pribadi tidak ditekankan. Keempat. Efikasi diri kolektif menunjuk kepada persepsi para anggota kelompok bahwa jika mereka bersama-sama. identifikasi sosial (sosial identification). Berbedea dengan teori atribusi dari kepemimpinan kharismatik. heroic. Para pemimpin karismatik mempengaruhi para pengikut untuk merangkul nilai-nilai baru. dan secara moral benar. akan berhasil. Para pemimpin karismatik tersebut juga tidak menekankan pada imbalan-imbalan ekstrinsik dalam rangka mendorong para pengikut untuk memfokuskan diri kepada inbalan-imbalan intrinsik dan meningkatkan komitmen mereka kepada sasaran-sasaran objektif. namun mereka kurang menekankan pada penjelasan tersebut karena masih ada proses-proses lainnya. Efikasi diri individu merupakan suatu keyakinan bahwa individu tersebut mampu dan kompeten untuk mencpai sasaran tugas yang sukar. Para pemimpin karismatik meningkatkan harapan dari para pengikut bahwa usaha-usaha kolektif dan individual mereka untuk melaksanakan misi kolektif. Identifikasi sosial merupakan sebuah proses mempengaruhi yang menyangkut defenisi mengenai diri sendiri dalam hubungannya dengan sebuah kelompok atau kolektivitas. namun lebih umum bagi para pemimpin karismatik untuk meningkatkan kepentingan nilai-nilai yang ada sekarang pada para pengikut dan dengan menghubungkannya dengan sasaransasaran tugas. mulia. Kedua. kemampuan diri sendiri (self-efficacy). Ketiga. Seorang pemimpin karismatik dapat meningkatkan identifikasi sosial dengan memberi kepada kelompok sebuah identitas yang unik. yang membedakan kelompok tersebut dengan kelompokkelompok yang lain.karismatik. yaitu membuat pekerjaan tersebut menjadi lebih berarti. internalisasi (internalization). Para pemimpin karismatik meningkatkan identifikasi sosial dengan membuat hubungan antara konsep diri sendiri para pengikut individual dan nilai-nilai yang dirasakan bersama serta identitas-identitas kelompok. mereka akan dapat menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Dalam teori . Para pemimpin karismatik juga menekankan aspek-aspek simbolis dan ekspresif pekerjaan itu.

Tidak semua pemimpin yang karismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. Howell. dan memiliki tekad yang kuat untuk mencapai hasil. Ketiga. Walaupun ada yang berpendapat demikian. Apakah pemimpin karismatik memang terlahir dengan sifat-sifat istimewa? Atau. 1992. dalam Yukl. Robbins (2005) menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat individu juga terkait dengan kepemimpinan karismatik. bahwa kharisma merupakan sebuah anugerah namun ada juga yang beranggapan bahwa kharisma yang adalah anugerah itu juga dapat dipelajari. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai dengan citra mereka sendiri. seseorang menarik orang lain dengan cara menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain tersebut untuk mengikutinya. 1987. menggunakan kesabaran sebagai katalis untuk menghasilkan antusiasme. percaya diri. dan berkomunikasi dengan keseluruhan tubuh. Sebagian besar ahli percaya seseorang juga bisa dilatih untuk menampilkan perilaku yang karismatik dan mendapat manfaat dari menjadi seorang pemimpin yang karismatik. Mereka . 2001). seseorang menyebarkan potensi kepada para pengikutnya dengan cara menyentuh emosi mereka. Kedua. Robbins (2005) mengatakan bahwa seseorang bisa belajar menjadi karismatik dengan mengikuti proses yang terdiri atas tiga tahap. Sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara kharismatik yang positif dan negatif adalah dalam hal nilai kepribadian mereka (House & Howell. Musser. seseorang perlu mengembangkan aura karisma dengan cara mempertahankan cara pandang yang optimis. internalisasi dan kemampuan diri sendiri dan kolektif. Pemimpin yang karismatik cenderung bersifat terbuka. bisakah orang belajar menjadi pemimpin karismatik? Ada yang berpendapat bahwa seseorang dilahirkan dengan sifat-sifat yang membuat mereka karismatik. Pertama.konsep diri sumber yang terpenting adalah indentifikasi sosial. 1988. Dari studi mengenai kepemimpinan historis mengungkapkan bahwa ada kharismatik yang positif dan negatif. bukan cuma dengan kata-kata.

dikelilingi oleh orangorang yang senantiasa patuh dan memiliki sifat ―asal bapak senang‖ dan menciptakan iklim yang membuat orang takut mempertanyakan atau menantang si ―raja‖ atau ―ratu‖ bila si pemimpin melakukan kesalahan (Robbins. mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran . Selain itu. di mana setelahnya ideologi itu diubah secara sembarangan sesuai dengan sasaran pribadi sang pemimpin. Mereka tidak suka dikritik. Perilaku negatif ini mencerminkan perhatian yang lebih besar pada pemujaan diri dan memelihara kekuasaan daripada mengusahakan kesejahteraan pengikut. Informasi dibatasi demi memelihara pencitraan diri sekaligus pembenaran diri dari segala kesalahan dan membesar-besarkan ancaman eksternal kepada organisasi. minus penghargaan kepada pengikut dan menggunakan hukuman untuk memanipulasi pengikut. Pemimpin kharismatik menggunakan daya tarik ideologis tapi hanya untuk memperoleh kekuasaan. 2005). otoritas pengambilan keputusan berpusat pada sang pemimpin. Sedangkan otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar. kharismatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. Pemimpin kharismatik lebih menekankan internalisasi dari nilai-nilai daripada identifikasi pribadi. Dan secara sengaja beusaha untuk lebih menanmkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri daripada idealisme yang harus digapai. informasi dibagikan secara terbuka. 2003). Sang pemimpin kharismatik berusah untuk mendominasi dan menaklukan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin.sering kali mencampuradukkan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. Yukl (2001) menjelaskan bahwa kharismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi. Hal yang paling buruk. Pada sisi ini. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri sendiri. Berbeda dengan kharismatik yang negatif. mereka (pemimpin kharismatik) lebih menekankan pengaruh pada identifikasi diri ketimbang internaliasi. karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi di atas tujuan organsisai (Sashkin.

otoritas pengambilan keputusan berpusat pada sang pemimpin. Musser.dari organisasi. di mana setelahnya ideologi itu diubah secara sembarangan sesuai dengan sasaran pribadi sang pemimpin. Dan secara sengaja beusaha untuk lebih menanmkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri daripada idealisme yang harus digapai. Mereka sering kali mencampuradukkan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. Hasilnya adalah kepemimpinan mereka akan menguntungkan bagi pengikut walaupun konsekuensi yang mendukung tidak dapat dihindari jika strategi yang didorong oleh pemimpin tidak tepat. Dari studi mengenai kepemimpinan historis mengungkapkan bahwa ada kharismatik yang positif dan negatif. Yukl (2001) menjelaskan bahwa kharismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi. Sang pemimpin kharismatik berusah untuk mendominasi dan menaklukan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin. 1992. mereka (pemimpin kharismatik) lebih menekankan pengaruh pada identifikasi diri ketimbang internaliasi. Hal yang paling buruk. Sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara kharismatik yang positif dan negatif adalah dalam hal nilai kepribadian mereka (House & Howell. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai dengan citra mereka sendiri. karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi di atas tujuan organsisai (Sashkin. Tidak semua pemimpin yang karismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. Howell. 2001). Pemimpin kharismatik menggunakan daya tarik ideologis tapi hanya untuk memperoleh kekuasaan. 1988. minus penghargaan kepada pengikut dan menggunakan hukuman untuk memanipulasi pengikut. Selain itu. dalam Yukl. 2003). Pada sisi ini. Informasi dibatasi demi memelihara pencitraan diri sekaligus pembenaran diri dari segala kesalahan dan membesar-besarkan ancaman eksternal . Mereka tidak suka dikritik. 1987. 2005). dikelilingi oleh orangorang yang senantiasa patuh dan memiliki sifat ―asal bapak senang‖ dan menciptakan iklim yang membuat orang takut mempertanyakan atau menantang si ―raja‖ atau ―ratu‖ bila si pemimpin melakukan kesalahan (Robbins.

Di pihak lain. tetapi optimisme yang berlebihan akan menyulitkan sang pemimpin untuk mengenali kekurangan dalam visi itu. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri sendiri. Konsekuensi dari kharisma yang negatif dapat diringkaskan dalam tabel berikut: . perilaku impulsive dan tidak konvensional yang yang yang menyebabkan beberapa orang memandang seorang pemimpin yang kharismatik akan tersinggung dan melawan orang lain yang memandang perilaku itu sebagai hal yang mengganggu dan tidak tepat. Berbeda dengan kharismatik yang negatif. Dalam pencarian yang tekun untuk mencapai visi itu. Perilaku negatif ini mencerminkan perhatian yang lebih besar pada pemujaan diri dan memelihara kekuasaan daripada mengusahakan kesejahteraan pengikut. informasi dibagikan secara terbuka. Hasilnya adalah kepemimpinan mereka akan menguntungkan bagi pengikut walaupun konsekuensi yang mendukung tidak dapat dihindari jika strategi yang didorong oleh pemimpin tidak tepat. Pemimpin kharismatik lebih menekankan internalisasi dari nilai-nilai daripada identifikasi pribadi. Pendirian yang kuat dari pemimpin terhadap ideology yang tidak tradisional akan mengasingkan orang yang tetap teguh pada cara-cara tradisional dalam melakukan berbagai hal. kharismatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran dari organisasi. Dan para pemimpin yang percaya akan pemimpin itu akan terhalang untuk menunjukkan kekurangan atau menyajikan perbaikan. Optimisme dan keyakinan diri amat penting untuk mempengaruihi orang lain agar mendukung visi dari pemimpin.kepada organisasi. Sedangkan otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar. Pengalaman akan keberhasilan dan pemujaan bawahan dapat mengakibatkan pemimpin percaya bahwa penilaiannya tidak bisa salah. seorang pemimpin kharismatik dapat mengabaikan dan menolak bukti bahwa visinya tidak realistis dan mengarah pada kegagalan.

2001. para pengikut memiliki potensi mengalami pertumbuhan psikologis dan perkembangan kemampuan mereka dan organisasi akan lebih dapat beradaptasi terhadap sebuah lingkungan yang dinamis. Pemimpin yang kharismatik positif biasanya mampu menciptakan ssebuah budaya yang ―berorientasi keberhasilan‖ (Harrison. bermusuhan dan kompetitif. Oleh Yukl (2001) sisi terang dari kharisma atau pengaruh dari kharisma posotif antara lain disebutkan bahwa para pengikut akan jauh lebih baik bila bersama dengan pemimpin kharismatik yang positif ketimbang pemimpin kharismatik yang negatif. Kharisma juga memiliki sisi yang terang. Bersama pemimpin kharismatik positif. 1987 dalam Yukl. 19 . ―sistem kinerja yang tinggi‖ (Vail. 2010).Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik • Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut • Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan • Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata • Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi • Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal • Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting • Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orangorang yang percaya • Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten • Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada akhi \GaryYukl.

pemimpin pada level ini sudah memimpin orang. Kepemimpinan kharismatik dalam dunia pendidikan Islam Muhaimin[2010 ) Mengutip Maxwell dalam Kasali menyatakan bahwa ada 5 tahapan kepemimpinan yang meliputi : 1) Level 1. bukan memimpin pekerjaan 3) Level 3. pempimmpin yang lebih berorientasi pada hasil. misalnya memimpin karena surat keputusan (SK) 2) Level 2. pemimpin yang memimpin dengan kecintaannya. pada pemimpin level ini prestasi kerja adalah sangat penting 4) Level 4.Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik • Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut • Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan • Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata • Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi • Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal • Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting • Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orangorang yang percaya • Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten • Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada akhirnya d. pada level ini pemimpin berusaha menunmbuhkan pribadi-pribadi dalam organisasi untuk menjadi pemimpin . pemimpin yang mempimpin karena legalitas formal.

Keberhasilan tipe kepemimpinan kharismatik tersebut juga tidak lepas dari adanya . Contoh yang amat mudah adalah apa yang terlihat pada pondok-pondok pesanren. Seorang pemimpin yang bertipe kharismatik pada lembaga pendidikan Islam. khususnya di Indonesia .5) Level 5. akan sangat efektif di dalam memimpin lembaga pendidikan tersebut. akan sangat mudah di dalam memimpin suatu lembaga pendidikan. Pemimpin kharismatik dapat menggunakan suara hati/fitrahnya untuk melaksanakan proses kepemimpinan. pada pemimpin level ini. berbeda dengan sekolah yang dapat gulung tikar karena kekurangan siswa. Seorang kyai sebagai pemimpin pondok pesantren selalu identik dengan tipe kepemimpinan kharismatik. dan mempunyai nilai yang positif. orang-orang ingin mengikutinya bukan karena apa yang telah diberika pemimpin secara personal atau manfaatnya. Keadaan yang berbeda tersebut dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan yang berbeda di antara dua lembaga pendidikan tersebut. Bukan hanya sekedar hasil dari pencitraan seolah-olah. tetapi juga karena nilai-nilai dan simbol-simbol yang melekat pada diri orang tersebut. Pondok pesantren merupakan salah satu unsur pendidikan Islam. bahwa penerapan tipe kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan. pondok pesantren terbukti tidak pernah ditinggalkan oleh umat. Bila diamati. Tidak pernah dijumpai pondok pesantren yang gulung tikar karena kekurangan santri. Seluruh warga lembaga pendidikan yang ia pimpin memiliki loyalitas yang sangat tinggi kepadanya. Dikarenakan seluruh warga di lembaga pendidikan tersebut mempunyai loyalitas yang tinggi kepada pemimpinnya. pemimpin yang memiliki daya tarik luar biasa. Pemimpin yang mempunyai kharisma. Hal ini membuktikan. Dengan tipe kepemimpinan tersebut. Kepemimpinan di Pondok Pesantren amat dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan kharismatik. maka pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan kharismatik terletak pada level 5 pada teori Maxwell tersebut. Tetapi memang pemimpin tersebut mempunyai kharisma yang luar biasa.

DAFTAR RUJUKAN Garry Yukl. serta tidak merasa terpaksa. terj. Karisma sebagai ―suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut Penerapan tipe kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. Jusuf Udaya Jakarta:Prehalindo .nilai-nilai agama yang melekat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. penuh semangat. SIMPULAN Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian. termasuk di dalamnya kewibawaan. dan mempunyai nilai yang positif. 1994. sehingga tipe kepemimpinan kharismatik yang pada hakekatnya memang selalu identik dengan kepemimpin di bidang politik dan keagamaan. Keberhasilan tipe kepemimpinan kharismatik tersebut juga tidak lepas dari adanya nilai-nilai agama yang melekat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. Kepemimpinan dalam organisasi. C. sehingga tipe kepemimpinan kharismatik yang pada hakekatnya memang selalu identik dengan kepemimpin di bidang politik dan keagamaan.

Jakarta: Rajawali Press Ngalim Purwanto.Muhaimin et al. Manajemen Pendidikan. Pemimpin dan Kepemimpinan. 2010. Perilaku Organisasi. Jakarta:Kencana Prenada Media Group Kartini Kartono. . Bandung : Remaja Rosdakarya Robbins. Jakarta: Indeks.Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.1983. 2005.Madrasah .2004. Stephen P.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful