KEPEMIMPINAN KHARISMATIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Oleh : Muntamah A. 1. PENDAHULUAN Latar Belakang Kepemimpinan merupakan kekuatan aspirasional, kekuatan ,semangat, dan kekuatan moral yang kreatif yang mampu mempengaruhi para anggota untuk mengubah sikap, sehingga mereka menjadi konform dengan keinginan pemimpin. Untuk itu, maka gaya seseorang di dalam memimpin akan amat berpengaruh terhadap organisasi yang dipimpinnya, baik pengaruh itu bersifat positif maupun negatif terhadap organisasi tersebut. Covey sebagaimana dikutip oleh Muhaimin [2010]menyatakan bahwa 90 persen dari semua kegagalan kepemimpinan adalah kegagalan pada karakter Beberapa tipe kepemimpinan telah dikenal, di antaranya adalah tipe kepemimpinan Karismatis. Kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan. Kharisma berasal dari bahasa yunani diartikan karunia diispirasi ilahi (divenely inspired gift) seperti kemampuan meramal dimasa yang akan datang. Makalah ini akan membahas, bagaimana tipe kepemimpinan kharismatik tersebut apabila digunakan di dalam memimpin suatu sebuah lembaga pendidikan pada umumnya, dan lembaga pendidikan Islam pada khususnya. Hal ini sangat menarik, terutama apabila melihat bahwa Islam merupakan agama yang sejak awal sejarahnya tidak pernah lepas dari tipe kepemimpinan kharismatik. Dunia pendidikan Islam juga demikian, misalnya di dunia pesantren dan madrasah

maka terlebih dahulu dikemukakan mengenai apa sebenarnya konsep tenatng kepemimpinan tersebut. Menurut konsep ini kepemimpinan diartikan sebagai karunia yang didapatkan seseorang sejak lahir. Rumusan Masalah Dari latar belakang tersebut. bukan karena hasil dari sebuah . Apakah kepemimpinan kharismatik itu? Bagaimanakah penerapannya di dalam dunia pendidikan Islam? PEMBAHASAN Definisi Kepemimpinan Untuk mengetahui bagaimanakah definisi tentang kepemimpinan. maupun menjadi pemimpin informal. Akan tetapi pengaruh pemimpin berkharisma tersebut amat sangat besar. 2.diniyah. Terdapat sedikitnya tiga konsep kepemimpinan. Tokoh agama yang mempunyai kharisma tersebut dapat menjadi pemimpin yang formal di lembaga pendidikan Islam. maka dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut: a. Tokoh agama biasanya adalah seorang tokoh yang memiliki kharisma yang sangat besar di mata pengikut agama tersebut. yaitu :[Ngalim purwanto 2004] 1) Suatu konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemempauan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada pada diri seorang pemimpin. B. Pengaruh seorang tokoh agama biasanya mendahului sebelum berdirinya suatu lembaga pendidikan Islam tersebut. a. 1. Konsep-konsep Kepemimpinan. b. walaupun pada kenyataan di lapangan ia hanyalah seorang pemimpin informal.

Di samping sifat-sifat individu pemimpin dan fungsifungsi kelompok seperti pada konsep pertama dan kedua. Konsep ini tidak hanya didasari atas pandangan yang bersifat psikologis dan sosiologis. Namun masih banyak pandangan manusia.pendidikan. tetapi juga atas ekonomis dan politis. Setiap kelompok memiliki sifat dan ciri yang berlainan. karena ketiganya saling melengkapi. Menurut konsep ini. Konsep ini merupakan konsep kepemimpinan yang paling tua dan paling lama dianut manusia. Konsep ini memandang kepemimpinan sebagai fungsi kelompok. Menurut konsep ini. bahwa betatapun seorang pemimpin telah memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang baik dan dapat menjalankan fungsinya sebagai anggota kelompok. atau setidaknya memiliki potensi yang merupakan pembawaan atau bahkan keturunan yang diharapkan dapat menajdi teladan bagi oarang-orang yang dipimpinnya 2) Konsep kedua agak lebih maju lagi. tetapi justru yang lebih penting dipengaruhi oleh sifat-sifat dan ciri-ciri kelompok yang dipimpinnya. Demikianlah. Definisi Kepemimpinan . terutama di kalangan masyarakat agraris bahwa seseorang muncul diangkat sebagai pemimpin semata-mata karena ia memiliki sifat-sifat yang baik. sukses tidaknya kepemimpinan masih ditentukan oleh situasi yang selalu berubah yang mempengaruhi perubahan dan perkembangan kehidupan kelompok yang dipimpinnya. kepemimpinan dipandang sebagai suatu fungsi dari situasi. Konsep yang ketiga ini menunjukkan. kondisi dan situasi tempat kelompok itu beradamendapat penganalisaan pula dalam kepemimpinan ini. ketiga konsep di atas harus dipadukan. untuk mendapatkan kepemimpina yang ideal. sehingga memerlukan tipe atau gaya kepemimpnan yang berbeda-beda 3) Konsep ketiga merupakan konsep yang lebih maju lagi. sukses tidaknnya suatu kepemimpinan tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. b.

sebagaimana dinyatakan oleh Muhaimin. 3) Kepemimpinan adalah suatu seni.Secara definisi. atau teknik untuk membuat sekelompok orang bawahan dalam organisasi formal atau para pengikut atau simpatisan dalam organisasi informal untuk mengikuti atau menaati segala apayang dikehendakinya. suatu kekauatan ata u wibawa. sehingga orang lain tersebut menjalankan suatu proses sebagaimana yang diinginkan oleh pemimpin. atau bahkan mungkin berkorban untuknya. biasanya memalui human relations dan motivasi tepat. kepemimpinan memiliki berbagai perbedaan pada berbagai hal. . yang sedemikian rupa sehingga membuat sekelompok orang mau melakukan apa yang dikehendakinya. baik dalam hubungan organisasi formal maupun informal. atau yang memancarkan suatu pengaruh tertentu. namun demikian yang pasti ada pada definisi kepemimpinan adalah adanya suatu proses dalam kepemimpinan untuk memberikan pengaruh sosial pada orang . 4) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu bantuk persuasi suatu seni pembinaan kepompok orang-orang tertentu.[2010] Prajudi Atmosudirjo [Ngalim Purwanto 2004] menyatakan beberapa definisi kepempimpinan sebagai berikut: 1) Kepemimpinan dapat dirumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang men datangkan keinginan pada kelompok orang untuk mencontohnya atau mengikutinya. kesanggupan. 2) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai penyebab kegiatan-kegiatan atau proses atau kesediaan untuk mengubah pandangan atau sikap baik mentak maupun fisik dari kelompok orang-orang. membuat mereka begitu antusias atau bersemangat untuk mengikutinya. sehingga mereka tanpa adanya rasa takut mau bekerjasama dan mambanting tulang untuk memahami dan mencapai segala apa yang menajdi tujuan organisasi.

Dari segi bahasa. Pengertian ini bersifat teologis. Definisi Kepemimpinan Kharismatik kepemimpinan karismatik selama ini selalu identik dengan pengamatan pemimpin di politik dan keagamaan bukan kepemimpinan organisasi dan perusahaan. Dalam hal ini. bergiat.5) Kepemimpinan dapat pula dipandang sebagai suatu sarana. termasuk di dalamnya kewibawaan. suatu instrumen atau alat. . Weber mengidentifikasi sifat kepemimpinan ini dimiliki oleh mereka yang menjadi pemimpin keagamaan. Sedangkan dari segi istilah para ahli sepakat mengartikan karisma sebagai ―suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut ‖[Jusuf Udaya. karena untuk mengidentifikasi daya tarik pribadi pada diri seseorang harus menggunakan asumsi bahwa kemantapan dan kualitas kepribadian yang dimilikinya adalah anugerah Tuhan. penuh semangat. kharisma berasal dari bahasa yunani diartikan karunia diinspirasi oleh Tuhan divenely inspired gift seperti kemampuan meramal di masa yang akan datang. kepemimpinan dipandang sebagai dinamika suatu organisasi yang membuat orang-orang bergerak. dapat diseimpulkan bahwa kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian. berdaya upaya secara kesatuan organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.terj. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. Dari beberapa definisi di atas.1994] Kepemimpinan kharismatik didasarkan pada kualitas luar biasa yang dimiliki oleh seseorang sebagai pribadi. untuk membuat sekelompok orang-orang mau bekerjasama dan berdaya upaya menaati segala aturan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. c. serta tidak merasa terpaksa.

motivasi dan nasehat pemimpin diterima sebagai sesuatu yang mencerminkan mutukepribadian yang luar biasa. suara yang kuat. melakukan meditasi untuk mencari inspirasi dan membuatnya berbeda dengan kebiasaan yang dilakukan oleh orang lain. Kehadiran seseorang yang mempunyai tipe seperti itu dipandang sebagai pemimpin akan mampu mencari dan menciptakan citra yang mendeskripsikan kekuatan dirinya. Hingga batas tertentu. seperti mata yang bercahaya. seseorang yang berkharisma tidaklah mengharuskan semua karakteristik melekat utuh padanya. mereka sangat loyal. Dalam konteks ini. Istilah kharisma menunjuk kepada kualitas kepribadian. sehingga dengan demikian. Karenanya. baik diminta maupun tidak. Baginya yang penting adalah sifat-sifat luar biasa sebagai atribut diri. sehingga dibedakan dengan orang kebanyakan. termasuk di antara sesama pengikut dalam komunitas tersebut..Pola hubungan tersebut menjadi bagian dari kewajiban moral pemimpin untuk membimbing para pengikutnya secara berkelanjutan oleh komunitasnya. dagu yang menonjol atau tanda-tanda yang lain. Meski demikian. manakala mereka menghadapi kesulitan. Dengan demikian. tanpa bantuan orang lain pun. Seringkali seseorang dianggap memiliki kharisma karena ada yangmempercayainya mempunyai kekuatan dan kemampuan yang luar biasa berkesan dihadapan masyarakat. lantaran dianggap memiliki kemahiran mengetahui sesuatu . yang bersangkutan sering memikirkan sesuatu yang gaib. di mana hingga batas tertentu diyakini bersumber dari Tuhan. Ia dianggap – bahkan diyakini— memiliki kekuatan supranatural sebagai manusia serba istimewa. Para pengikut pemimpin kharismatik sering bersikap labil dan mudah berubah. antara pemimpin dan pengikut terkonstruksi hubungan erat layaknya sebuah keluarga.Penampilan seseorang yang diidentifikasikan sebagai kharisma dapat diketahui dari ciri-ciri fisikal. kepercayaan para pengikut terhadapnya semakin mengental. nyaris mengabaikan kewajiban kerjanya dan menjual sesuatu untuk mengikuti anjuran pemimpinnya.

daya tarik dan wibawa yang kuat atau luar biasa untuk menarik serta mempengaruji orang lain. rasional dan legal formal. Kharisma yang mulanya milik pribadi. Tipe pemimpin karismatik ini memiliki kekuatan energi. Kepemimpinan jenis ini banyak terdapat pada masyarakat tradisional. memang diperlukan kehadiran figur yang dipandang sanggup menyelesaikan krisis tersebut. bila proses kepemimpinan kharismatik hampir mendekati otoriter. Suasana seperti ini memerlukan pemecahan tuntas agar keadaan masyarakat kembali normal. Jika pengikut telah terbiasa mengikuti pemimpin kharismanya. Warisan kharisma bagaimanapun mesti dilembagakan pada sistem aturan yang permanen dan stabil dalam sistem sosial kemasyarakatan. manakala pemimpinnya wafat atau berhalangan tetap. kepercayaan sama. sehingga ia mempunyai .meskipun bisasaja iaberjiwademokratis. Di kalangan pengikut tarekat. kemampuan tersebut disebut dengan istilah ma’rifat . mereka menjadi tergantung kepada nasehat. Untuk itu. stabil dan berkesinambungan. Pemimpin kharismatik biasanya lahir dalam suasana masyarakat yang kacau. Homogenitas tersebut dapat menciptakan kesadaran kolektif.yang terjadi pada diri pengikutnya. persamaan gaya hidup. Dalam konteks demikian. Dengan kata lain. kurang mengandalkan unsur musyawarah. bagaimana cara mewarisi kualitas kharisma yang bersifat individualistik ke dalam struktur organisasi sosial yang lebih mapan. bagaimana kualitas kepemimpinan tersebut dilestarikan. tidak heran. Persoalannya adalah bagaimana mereka mengatasi kesulitan hidup. suatu tipe masyarakat yang cenderung memilikihomogenitas tinggi.bagaimana menjadikan sumber kekuatan yang pada awalnya milik pribadi menjadi milik komunitas. pada akhirnya dapat mengalami depersonalisasi dan pelembagaan dalam kondisi tertentu. pandangan hidup dan nilai budaya sertagaya hidup yang hampir sama pula.21 Masyarakat dengan tipe demikian mudah disatukan oleh pengaruh yang bercorak kharismatis. hubungan langsung antar anggota masyarakat dan tidak adanya distribusi kerja impersonal. bimbingan dan kemampuan pemimpinnya.

identifikasi sosial. internasiliasi dan kemampuan diri sendiri. dll. Pertama. Mao Tse Tung. serta para ulama. Proses pengaruh yang mempengaruhi perilaku sosial dalam kepemimpinan karismatik teridiri atas identifikasi pribadi. Tokoh-tokoh besar agama pada umumnya mempunyai tipe kepemimpinan kharismatik ini. mengapa seseorang itu memiliki kharisma yang sangat besar. (7) mengelola kesan pengikut akan pemimpin. (4) menyampaikan harapan (ekspektasi) yang tinggi. dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Dia banyak memiliki inspirasi. (3) mengambil risiko pribadi dan membuat pengorbanan diri untuk mencapai visi. keberanian. Beberapa ciri dan perilaku penting dari pemimpin kharismatik dalam memperngaruhi sikap dan perilaku pengikut adalah (1) menyampaikan visi yang menarik. dan kebutuhan yang tinggi untuk menggantungkan diri kepada tokohtokoh yang berkuasa. identifikasi pribadi (personal identification). identifikasi pribadi merupakan sebuah proses mempengaruhi yang dyadic yang terjadi pada beberapa orang pengikut namun tidak pada yang lainnya. Totalitas keperibadian pemimpin itu memancarkan pengaruh dan daya tarik yang teramat besar. Sampai sekarangpun orang-orang tidak mengetahui benar sebab-sebabnya. (5) memperlihatkan keyakinan akan pengikut. (6) pembuatan model peran dari perilaku yang konsisten dengan visi. Shamir dan kawan-kawan mengakui bahwa identifikasi pribadi dapat terjadi pada beberapa orang pengikut dari para pemimpin . (2) menggunakan bentuk komunikasi yang kuat dan ekspresif saat menyampaikan visi. identitas diri rendah. KH Abdurrahman Wahid.pengikut yang sangat besar jumlahnya serta amat sangat loyal kepadanya. Proses ini akan paling banyak terjadi pada para pengikut yang mempunyai rasa harga diri rendah. misalnya para nabi dan rasul. Mahatma Gandhi. Dia dianggap mempunyai kekuatan ghaib dan kemampuan-kemampuan yang di luar manusia pada umumnya yang diperolehnya sebagai karunia dari Tuhan. (8) membangun identifikasi dengan kelompok atau organisasi dan (9) memberikan kewenangan kepada pengikut. Sedangkan tokoh-tokoh politik yang kita kenal mempunyai tipe kepemimpinan kharismatik ini antara lain adalah Sukarno.

Efikasi diri individu merupakan suatu keyakinan bahwa individu tersebut mampu dan kompeten untuk mencpai sasaran tugas yang sukar. Kedua. heroic. identifikasi pribadi tidak ditekankan. Para pemimpin karismatik meningkatkan harapan dari para pengikut bahwa usaha-usaha kolektif dan individual mereka untuk melaksanakan misi kolektif. Keempat. mereka akan dapat menghasilkan hal-hal yang luar biasa. Berbedea dengan teori atribusi dari kepemimpinan kharismatik. namun lebih umum bagi para pemimpin karismatik untuk meningkatkan kepentingan nilai-nilai yang ada sekarang pada para pengikut dan dengan menghubungkannya dengan sasaransasaran tugas. Para pemimpin karismatik meningkatkan identifikasi sosial dengan membuat hubungan antara konsep diri sendiri para pengikut individual dan nilai-nilai yang dirasakan bersama serta identitas-identitas kelompok. yang membedakan kelompok tersebut dengan kelompokkelompok yang lain. Identifikasi sosial merupakan sebuah proses mempengaruhi yang menyangkut defenisi mengenai diri sendiri dalam hubungannya dengan sebuah kelompok atau kolektivitas. identifikasi sosial (sosial identification). mulia. akan berhasil. Ketiga. dan secara moral benar. Efikasi diri kolektif menunjuk kepada persepsi para anggota kelompok bahwa jika mereka bersama-sama.karismatik. Dalam teori . Seorang pemimpin karismatik dapat meningkatkan identifikasi sosial dengan memberi kepada kelompok sebuah identitas yang unik. kemampuan diri sendiri (self-efficacy). Para pemimpin karismatik tersebut juga tidak menekankan pada imbalan-imbalan ekstrinsik dalam rangka mendorong para pengikut untuk memfokuskan diri kepada inbalan-imbalan intrinsik dan meningkatkan komitmen mereka kepada sasaran-sasaran objektif. Para pemimpin karismatik juga menekankan aspek-aspek simbolis dan ekspresif pekerjaan itu. Para pemimpin karismatik mempengaruhi para pengikut untuk merangkul nilai-nilai baru. yaitu membuat pekerjaan tersebut menjadi lebih berarti. namun mereka kurang menekankan pada penjelasan tersebut karena masih ada proses-proses lainnya. internalisasi (internalization).

percaya diri. 1987. 2001). Robbins (2005) menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan bahwa sifat-sifat individu juga terkait dengan kepemimpinan karismatik. bukan cuma dengan kata-kata. 1988. bisakah orang belajar menjadi pemimpin karismatik? Ada yang berpendapat bahwa seseorang dilahirkan dengan sifat-sifat yang membuat mereka karismatik. seseorang menyebarkan potensi kepada para pengikutnya dengan cara menyentuh emosi mereka. Dari studi mengenai kepemimpinan historis mengungkapkan bahwa ada kharismatik yang positif dan negatif. Ketiga. bahwa kharisma merupakan sebuah anugerah namun ada juga yang beranggapan bahwa kharisma yang adalah anugerah itu juga dapat dipelajari. seseorang menarik orang lain dengan cara menciptakan ikatan yang menginspirasi orang lain tersebut untuk mengikutinya. Pertama. Musser. dan memiliki tekad yang kuat untuk mencapai hasil. Tidak semua pemimpin yang karismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. seseorang perlu mengembangkan aura karisma dengan cara mempertahankan cara pandang yang optimis.konsep diri sumber yang terpenting adalah indentifikasi sosial. Pemimpin yang karismatik cenderung bersifat terbuka. internalisasi dan kemampuan diri sendiri dan kolektif. Sebagian besar ahli percaya seseorang juga bisa dilatih untuk menampilkan perilaku yang karismatik dan mendapat manfaat dari menjadi seorang pemimpin yang karismatik. menggunakan kesabaran sebagai katalis untuk menghasilkan antusiasme. Howell. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai dengan citra mereka sendiri. Robbins (2005) mengatakan bahwa seseorang bisa belajar menjadi karismatik dengan mengikuti proses yang terdiri atas tiga tahap. Kedua. Mereka . Sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara kharismatik yang positif dan negatif adalah dalam hal nilai kepribadian mereka (House & Howell. dan berkomunikasi dengan keseluruhan tubuh. Walaupun ada yang berpendapat demikian. 1992. dalam Yukl. Apakah pemimpin karismatik memang terlahir dengan sifat-sifat istimewa? Atau.

informasi dibagikan secara terbuka. 2003). Sang pemimpin kharismatik berusah untuk mendominasi dan menaklukan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin. Pemimpin kharismatik menggunakan daya tarik ideologis tapi hanya untuk memperoleh kekuasaan. 2005). Sedangkan otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar. Informasi dibatasi demi memelihara pencitraan diri sekaligus pembenaran diri dari segala kesalahan dan membesar-besarkan ancaman eksternal kepada organisasi. mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran . kharismatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. Selain itu.sering kali mencampuradukkan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. Hal yang paling buruk. dikelilingi oleh orangorang yang senantiasa patuh dan memiliki sifat ―asal bapak senang‖ dan menciptakan iklim yang membuat orang takut mempertanyakan atau menantang si ―raja‖ atau ―ratu‖ bila si pemimpin melakukan kesalahan (Robbins. mereka (pemimpin kharismatik) lebih menekankan pengaruh pada identifikasi diri ketimbang internaliasi. Berbeda dengan kharismatik yang negatif. Pada sisi ini. otoritas pengambilan keputusan berpusat pada sang pemimpin. Mereka tidak suka dikritik. Dan secara sengaja beusaha untuk lebih menanmkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri daripada idealisme yang harus digapai. karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi di atas tujuan organsisai (Sashkin. Pemimpin kharismatik lebih menekankan internalisasi dari nilai-nilai daripada identifikasi pribadi. minus penghargaan kepada pengikut dan menggunakan hukuman untuk memanipulasi pengikut. Yukl (2001) menjelaskan bahwa kharismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi. Perilaku negatif ini mencerminkan perhatian yang lebih besar pada pemujaan diri dan memelihara kekuasaan daripada mengusahakan kesejahteraan pengikut. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri sendiri. di mana setelahnya ideologi itu diubah secara sembarangan sesuai dengan sasaran pribadi sang pemimpin.

2003). Hasilnya adalah kepemimpinan mereka akan menguntungkan bagi pengikut walaupun konsekuensi yang mendukung tidak dapat dihindari jika strategi yang didorong oleh pemimpin tidak tepat. Pemimpin kharismatik menggunakan daya tarik ideologis tapi hanya untuk memperoleh kekuasaan. Pada sisi ini. dalam Yukl. 1988. Howell. 2005). Hal yang paling buruk. di mana setelahnya ideologi itu diubah secara sembarangan sesuai dengan sasaran pribadi sang pemimpin. minus penghargaan kepada pengikut dan menggunakan hukuman untuk memanipulasi pengikut. karisma yang egois ini membuat si pemimpin menempatkan kepentingan dan tujuan-tujuan pribadi di atas tujuan organsisai (Sashkin. Musser. mereka (pemimpin kharismatik) lebih menekankan pengaruh pada identifikasi diri ketimbang internaliasi. Tidak semua pemimpin yang karismatik selalu bekerja demi kepentingan organisasinya. 1987. dikelilingi oleh orangorang yang senantiasa patuh dan memiliki sifat ―asal bapak senang‖ dan menciptakan iklim yang membuat orang takut mempertanyakan atau menantang si ―raja‖ atau ―ratu‖ bila si pemimpin melakukan kesalahan (Robbins. Selain itu. Yukl (2001) menjelaskan bahwa kharismatik negatif memiliki orientasi kekuasaan secara pribadi.dari organisasi. Sebuah pendekatan yang lebih baik untuk membedakan antara kharismatik yang positif dan negatif adalah dalam hal nilai kepribadian mereka (House & Howell. Banyak dari pemimpin ini menggunakan kekuasaan mereka untuk membangun perusahaan sesuai dengan citra mereka sendiri. Informasi dibatasi demi memelihara pencitraan diri sekaligus pembenaran diri dari segala kesalahan dan membesar-besarkan ancaman eksternal . Dari studi mengenai kepemimpinan historis mengungkapkan bahwa ada kharismatik yang positif dan negatif. otoritas pengambilan keputusan berpusat pada sang pemimpin. 2001). Mereka sering kali mencampuradukkan batas-batas kepentingan pribadi dengan kepentingan organisasi. Sang pemimpin kharismatik berusah untuk mendominasi dan menaklukan pengikut dengan membuat mereka tetap lemah dan bergantung pada pemimpin. Dan secara sengaja beusaha untuk lebih menanmkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri daripada idealisme yang harus digapai. Mereka tidak suka dikritik. 1992.

Optimisme dan keyakinan diri amat penting untuk mempengaruihi orang lain agar mendukung visi dari pemimpin. Hasilnya adalah kepemimpinan mereka akan menguntungkan bagi pengikut walaupun konsekuensi yang mendukung tidak dapat dihindari jika strategi yang didorong oleh pemimpin tidak tepat. Di pihak lain.kepada organisasi. Berbeda dengan kharismatik yang negatif. Dan para pemimpin yang percaya akan pemimpin itu akan terhalang untuk menunjukkan kekurangan atau menyajikan perbaikan. Pengalaman akan keberhasilan dan pemujaan bawahan dapat mengakibatkan pemimpin percaya bahwa penilaiannya tidak bisa salah. Perilaku negatif ini mencerminkan perhatian yang lebih besar pada pemujaan diri dan memelihara kekuasaan daripada mengusahakan kesejahteraan pengikut. seorang pemimpin kharismatik dapat mengabaikan dan menolak bukti bahwa visinya tidak realistis dan mengarah pada kegagalan. Pemimpin kharismatik lebih menekankan internalisasi dari nilai-nilai daripada identifikasi pribadi. kharismatik positif memiliki orientasi kekuasaan sosial. Pendirian yang kuat dari pemimpin terhadap ideology yang tidak tradisional akan mengasingkan orang yang tetap teguh pada cara-cara tradisional dalam melakukan berbagai hal. perilaku impulsive dan tidak konvensional yang yang yang menyebabkan beberapa orang memandang seorang pemimpin yang kharismatik akan tersinggung dan melawan orang lain yang memandang perilaku itu sebagai hal yang mengganggu dan tidak tepat. Sedangkan otoritas didelegasikan hingga batas yang cukup besar. Dalam pencarian yang tekun untuk mencapai visi itu. Mereka berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada ideologi lebih daripada kesetiaan kepada diri sendiri. Konsekuensi dari kharisma yang negatif dapat diringkaskan dalam tabel berikut: . mendorong partisipasi dalam pengambilan keputusan dan penghargaan digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran dari organisasi. tetapi optimisme yang berlebihan akan menyulitkan sang pemimpin untuk mengenali kekurangan dalam visi itu. informasi dibagikan secara terbuka.

Pemimpin yang kharismatik positif biasanya mampu menciptakan ssebuah budaya yang ―berorientasi keberhasilan‖ (Harrison. para pengikut memiliki potensi mengalami pertumbuhan psikologis dan perkembangan kemampuan mereka dan organisasi akan lebih dapat beradaptasi terhadap sebuah lingkungan yang dinamis. Oleh Yukl (2001) sisi terang dari kharisma atau pengaruh dari kharisma posotif antara lain disebutkan bahwa para pengikut akan jauh lebih baik bila bersama dengan pemimpin kharismatik yang positif ketimbang pemimpin kharismatik yang negatif.Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik • Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut • Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan • Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata • Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi • Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal • Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting • Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orangorang yang percaya • Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten • Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada akhi \GaryYukl. ―sistem kinerja yang tinggi‖ (Vail. 19 . Bersama pemimpin kharismatik positif. Kharisma juga memiliki sisi yang terang. 1987 dalam Yukl. 2010). bermusuhan dan kompetitif. 2001.

misalnya memimpin karena surat keputusan (SK) 2) Level 2. pemimpin yang mempimpin karena legalitas formal. pempimmpin yang lebih berorientasi pada hasil. Kepemimpinan kharismatik dalam dunia pendidikan Islam Muhaimin[2010 ) Mengutip Maxwell dalam Kasali menyatakan bahwa ada 5 tahapan kepemimpinan yang meliputi : 1) Level 1.Beberapa Konsekuensi Negatif dari Pemimpin Kharismatik • Keinginan akan penerimaan oleh pemimpin menghambat kecaman dari pengikut • Pemujaan oleh pengikut menciptkan khayalan akan tidak dapat berbuat kesalahan • Keyakinan dan optimisme yang berlebihan membutakan pemimpin dari bahaya nyata • Penolakan akan masalah dan kegagalan mengurangi pembelajaran organisasi • Proyek risiko yang terlalu besar akan besar kemungkinannya utnuk gagal • Mengambil pujian sepenuhnya atas keberhasilan akan mengasingkan beberapa pengikut yang penting • Perilaku impulsif yang tidak tradisional menciptakan musuh dan juga orangorang yang percaya • Kebergantungan kepada pemimpin akan menghambat penerus yang kompeten • Kegagalan untuk mengembangkan penerus menciptakan krisis kepemimpinan pada akhirnya d. pemimpin pada level ini sudah memimpin orang. bukan memimpin pekerjaan 3) Level 3. pada pemimpin level ini prestasi kerja adalah sangat penting 4) Level 4. pemimpin yang memimpin dengan kecintaannya. pada level ini pemimpin berusaha menunmbuhkan pribadi-pribadi dalam organisasi untuk menjadi pemimpin .

khususnya di Indonesia . akan sangat mudah di dalam memimpin suatu lembaga pendidikan. pada pemimpin level ini. Seluruh warga lembaga pendidikan yang ia pimpin memiliki loyalitas yang sangat tinggi kepadanya. bahwa penerapan tipe kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan. Dikarenakan seluruh warga di lembaga pendidikan tersebut mempunyai loyalitas yang tinggi kepada pemimpinnya. pemimpin yang memiliki daya tarik luar biasa. Keberhasilan tipe kepemimpinan kharismatik tersebut juga tidak lepas dari adanya . orang-orang ingin mengikutinya bukan karena apa yang telah diberika pemimpin secara personal atau manfaatnya.5) Level 5. Pemimpin yang mempunyai kharisma. Pondok pesantren merupakan salah satu unsur pendidikan Islam. tetapi juga karena nilai-nilai dan simbol-simbol yang melekat pada diri orang tersebut. Kepemimpinan di Pondok Pesantren amat dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan kharismatik. Dengan tipe kepemimpinan tersebut. Tetapi memang pemimpin tersebut mempunyai kharisma yang luar biasa. Bila diamati. pondok pesantren terbukti tidak pernah ditinggalkan oleh umat. Seorang pemimpin yang bertipe kharismatik pada lembaga pendidikan Islam. Seorang kyai sebagai pemimpin pondok pesantren selalu identik dengan tipe kepemimpinan kharismatik. Keadaan yang berbeda tersebut dipengaruhi oleh tipe kepemimpinan yang berbeda di antara dua lembaga pendidikan tersebut. maka pemimpin yang memiliki tipe kepemimpinan kharismatik terletak pada level 5 pada teori Maxwell tersebut. Hal ini membuktikan. dan mempunyai nilai yang positif. akan sangat efektif di dalam memimpin lembaga pendidikan tersebut. Tidak pernah dijumpai pondok pesantren yang gulung tikar karena kekurangan santri. berbeda dengan sekolah yang dapat gulung tikar karena kekurangan siswa. Contoh yang amat mudah adalah apa yang terlihat pada pondok-pondok pesanren. Bukan hanya sekedar hasil dari pencitraan seolah-olah. Pemimpin kharismatik dapat menggunakan suara hati/fitrahnya untuk melaksanakan proses kepemimpinan.

serta tidak merasa terpaksa. 1994. dan mempunyai nilai yang positif.nilai-nilai agama yang melekat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. Karisma sebagai ―suatu hasil persepsi para pengikut dan atribut-atribut yang dipengaruhi oleh kemampuan-kemampuan aktual dan perilaku dari para pemimpin dalam konteks situasi kepemimpinan dan dalam kebutuhan-kebutuhn individual maupun kolektif para pengikut Penerapan tipe kepemimpinan kharismatik di lembaga pendidikan Islam dapat dilakukan. sehingga tipe kepemimpinan kharismatik yang pada hakekatnya memang selalu identik dengan kepemimpin di bidang politik dan keagamaan. DAFTAR RUJUKAN Garry Yukl. Jusuf Udaya Jakarta:Prehalindo . Kepemimpinan dalam organisasi. termasuk di dalamnya kewibawaan. SIMPULAN Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemapuan dan sifat-sifat kepribadian. Keberhasilan tipe kepemimpinan kharismatik tersebut juga tidak lepas dari adanya nilai-nilai agama yang melekat pada lembaga-lembaga pendidikan Islam. penuh semangat. untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela. sehingga tipe kepemimpinan kharismatik yang pada hakekatnya memang selalu identik dengan kepemimpin di bidang politik dan keagamaan. C. terj.

Bandung : Remaja Rosdakarya Robbins. Jakarta: Indeks. Pemimpin dan Kepemimpinan. 2010. Jakarta: Rajawali Press Ngalim Purwanto. Jakarta:Kencana Prenada Media Group Kartini Kartono. Perilaku Organisasi. Stephen P. 2005.2004.Madrasah . .Aplikasinya dalam Penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah. Administrasi dan Supervisi Pendidikan.1983.Muhaimin et al. Manajemen Pendidikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful