Teknik Menggambar

Uraian materi I 1) Memahami Fungsi Gambar dan Standar Gambar Teknik. a) Fungsi Gambar Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud, terutama bagi orang-orang teknik. Oleh karena itu gambar sering juga disebut sebagai bahasa Teknik. Sebagai bahasa teknik, diharapkan sebuah gambar dapat meneruskan keterangan-keterangan secara tepat & obyektif. Dalam bidang otomotif, gambar proyeksi, gambar potongan sering digunakan untuk menunjukkan bentuk dan nama komponen bagian luar, menunjukkan bentuk dan nama komponen bagian dalam serta membantu menjelaskan prinsip-prinsip kerja mesin. Simbol-simbol, kode-kode dan diagram kerja/rangkaian sistem kelistrikan juga digunakan pada bidang otomotif. Bahkan pada mobil-mobil baru selalu disertakan buku manual (manual book) yang berisi gambar-gambar dan keterangan tentang mobil tersebut. Penunjukkan gambargambar dalam buku manual dapat mempermudah para mekanik dan pemiliki kendaraan untuk memelihara/servis serta memperbaiki kendaraan. Gambar teknik mempunyai beberapa fungsi yaitu : (1) Penyampaian Informasi Gambar mempunyai tugas menyampaikan maksud dari perancang dengan tepat kepada pihak lain misalnya perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan dan perakitan produk/ komponen. Apabila kita mengamati proses pembuatan produk/komponen mesin, selalu kita temukan gambar. Gambar tersebut digunakan sebagai petunjuk untuk menentukan bentuk dan ukuranukuran produk/komponen mesin yang akan dibuat. Simbol-simbol, kode-kode dalam bentuk diagram rangkaian kelistrikan digunakan untuk menyampaikan informasi tentang komponen-komponen kelistrikan, jalur-jalur pengawatan dan sebagainya. Apabila rangkaian kelistrikan digambar dengan gambar aslinya, maka ilustrasinya akan menjadi rumit dan sulit untuk dimengerti.

(2) Pengawetan dan Penyimpanan Gambar merupakan data teknis yang tepat. Teknologi dari suatu perusahaan dipadatkan dan dikumpulkan pada gambar. Oleh karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk mensuplai bagian-bagian produk untuk perbaikan, tetapi gambar-gambar digunakan sebagai bahan informasi untuk perencanaan baru di kemudian hari. Untuk ini diperlukan cara penyimpanan , kodifikasi nomor urut gambar dan sebagainya.

(3) Penuangan gagasan dan Pengembangan Gagasan-gagasan baru untuk pengembangan pada awalnya masih berupa konsep abstrak yang terlintas dalam pikiran. Konsep abstrak tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa, kemudian gambar sketsa diteliti, dievaluasi secara berulang-ulang sehingga didapatkan gambar-gambar baru yang sempurna. Dengan demikian gambar tidak hanya melukiskan gambar, tetapi berfungsi juga sebagai peningkat daya berfikir, sekaligus untuk penuangan gagasan-gagasan baru untuk pengembangan. b) Standar Gambar Teknik Standar gambar teknik merupakan suatu keseragaman yang telah disepakati bersama dengan tujuan untuk menghindari salah pengertian dalam komonikasi teknik. Orang-orang terkait dalam bidang gambar teknik perlu mengetahui tentang standar. Orang-orang terkait tersebut antara lain siswa pada kelompok teknologi dan industri, para perencana produk, operator mesin, operator perakitan, mekanik dan pengontrol mutu dari suatu produk/mesin. Standar gambar teknik dapat diberlakukan di dalam lingkungan perusahaan, antar perusahaan/industri di dalam suatu negara, bahkan standar gmbar teknik dapat diberlakukan pada industri antar negara yang dikenal dengan Standar Internasional atau disingkat S 1. Negara-negara yang sudah membuat standar antara lain : (1) Jepang ( JIS ) (2) Belanda ( NEN ) (3) Jerman ( DIN ) (4) Indonesia ( SII ) (5) Standar Internasional ( ISO ) ISO (Internasional Standardization for organization) bertujuan untuk menyatukan pengertian teknik antar bangsa dengan jalan membuat standar. Standar yang dibuat tersebut kemudian dibawa ke forum internasional dengan tujuan : (1) Memudahkan perdagangan nasional maupun internasional (2) Memudahkan komunikasi teknik (3) Bagi negara-negara berkembang, dapat memberi petunjuk-petunjuk praktis pada persoalan khusus dalam bidang teknik. 2) Memahami alat-alat gambar & cara penggunaannya Untuk dapat menggambar teknik dengan baik diperlukan alat-alat gambar yang lengkap dan cara menggunakan, membersihkan dan menyimpan alat-alat dengan baik. Alat-alat gambar yang bisa digunakan dalam mengambar teknik antara lain : a) Kertas gambar dengan standarnya (ukurannya) b) Pensil, pena atau rapido c) Jangka dan kelengkapannya d) Macam-macam mistar (mistar segitiga, mistar) e) Macam-macam mal f) Papan gambar dan Meja gambar g) Penghapus dan pelindung penghapus h) Mesin gambar

tahan lembab. Sedangkan tepi kiri untuk setiap ukuran kertas gambar ditetapkan 20 mm hal ini di maksudkan agar gambar-gambar yang akan dibundel tidak terganggu gambarnya. Untuk gambar tata letak dengan pensil dipergunakan kertas gambar putih biasa. Gambar asli digambar pada kertas kalkir. dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama dan tidak boleh memuai maupun menyusut. ukuran kertas A 3 didapat dari A 2 dibagi dua dan ukuran kertas A 4 didapat dari A 3 dibagi dua. Ketiga jenis pensil ini memiliki tingkat kekerasan tertentu mulai dari yang lunak sampai keras. Dari ukuran kertas pada tabel maka untuk mendapatkan ukuran kertas A 1 didapat dari A 0 dibagi dua. dan pensil mekanik. Ukuran A0 A1 A2 A3 A4 A5 Ukuran Lebar 841 mm 594 mm 420 mm 297 mm 210 mm 148 mm Panjang 1189 mm 841 mm 594 mm 420 mm 297 mm 210 mm Sisi Kiri 20 mm 20 mm 20 mm 20 mm 20 mm 20 mm C (Constant) 10 mm 10 mm 10 mm 10 mm 5 mm 5 mm Keterangan : C (Constan) pada tabel adalah ukuran tepi bawah. Kertas gambar untuk gambar asli. Film gambar dipergunakan untuk gambar yang teliti. pensil yang dapat diisi kembali. kertas sketsa atau kertas milimeter. ukuran kertas A 2 didapat dari A 1 dibagi dua. Kertas gambar mempunyai ukuran panjang dan lebar yang sudah terstandar. Pena atau Rapido dan Penggunaannya Pensil yang dipakai untuk menggambar ada tiga macam yaitu pensil biasa. Tabel 1 ukuran kertas gambar. Sesuai dengan sistem ISO (International Standardization for Organization) dan NNI (Nederland Normalisatie Instituet). tepi atas dan tepi kanan. Kualitas kertas yang baik adalah tahan lama. mudah untuk menggambar pensil/tinta dan mudah dicetak kembali. Kertas gambar Ukuran A 0 Ukuran kertas gambar dengan garis tepi b) Pensil. karena gambar cetak biru (blueprint) atau cetak kontak dibuat langsung dari gambar tersebut. .- - a) Kertas gambar dengan standarnya (ukurannya) Macam-macam kertas gambar yang digunakan sesuai dengan tujuan gambar meliputi : Kertas gambar untuk tata letak. ukuran kertas gambar ditentukan sebagai berikut (lihat tabel 1). Adapun tingkat kekerasan pensil dapat dilihat pada tabel 2.

6) Gb. gunakanlah ampelas halus (no. kedudukan pensil 60o terhadap garis yang akan dibuat (lihat gambar 1. dengan cara pensil dipegang antara jari telunjuk dan ibu jari kemudian saat mengasah pensil diputar (gambar 1. 220 atau no. . Sedangkan angka di depan huruf B menunjukkan kelunakannya (semakin lunak.5) Gambar 1.5 Mengasah pensil Untuk mendapatkan garis yang baik (rata/tajam) maka pensil harus ditarik dengan diputar sambil ditekan pelan-pelan. 400) atau kikir halus. 1.Tabel 2 Tingkat Kekerasan Pensil Lunak 2B 3B 4B 5B 6B 7B Sedang B HB F H 2H 3H Keras 4H 5H 6H 7H 8H 9H Angka di depan huruf H menunjukkan tingkat kekerasannya (semakin besar angkanya semakin keras).6 Cara menarik garis dengan menggunakan pensil. Meruncingkan dan Menggunakan Pensil Untuk meruncingkan pensil jenis biasa. angkanya semakin besar).

yaitu pena dengan mata/daun dapat diatur (trek-pen) dan pena dengan ketebalan tetap dengan ukuran yang bermacam-macam yang biasa disebut dengan nama rapido (lihat gambar 1. Mahkota/Kepala (dalam) 4. Rapido 2. Tabung tinta 7.8) Gb.Pena gambar digunakan untuk membuat gambar asli yaitu gambar yang ditinta. Pena gambar ada dua macam. Tangkai . Mahkota/Kepala (luas) 3. Kunci pembuka pena 6. Pena 9. Rumah pena 8. 1.7 Rapidograf dan bagian-bagiannya Keterangan : 1. Tutup 5.

1. Baut pengikat pena No. 7.1. Masa pena (daun pena) yang dapat bergerak sesuai dengan putaran mur no 1 No. Daun pena (mata pena) yang dapat di putar No.8 Bagian-bagian pena gambar / trekpen Bagian – bagian pena gambar terdiri dari : No. 3.9: Penggunaan pena gambar( trek-pen) Penggunaan pena gambar (trek-pen) .Bagian – bagian Pena Gambar Gb. Tangkai No. 2.1. 6. 5. 4. Bagian – bagian pena yang perlu mendapatkan perawatan (dibersihkan atau diratakan) Gb. Mur pengatur berfungsi mengatur kekebalan garis yang di inginkan (lihat ukuran 2 di bawah) No. Lubang pengunci No.

jangan terlalu banyak (x =  3-5 mm).8 . Pada saat menarik garis. Penggaris yang kita pakai harus diganjal pada bagian bawahnya (antara kertas no. Bagian luar daun pena harus dalam keadaan bersih (bebas tinta). Tampak pada gambar 1. Semprotkan air/ledeng/keran ke arah pena (lihat gambar) ! . b. Sehingga antara kertas dan mistar terjadi pelebaran tinta (lihat gambar 1.b garis yang dihasilkan tidak memuaskan (gagal) Gb. c. dipasang pada gambar atau diletakkan mistar lain) atau dapat pula dengan cara membalik penggaris dengan kedudukan bagian miringnya berada di bawah (lihat gambar 1. d. harus tegak dan ditarik 600 ke arah garis yang dibuat (lihat gambar 1. 10 dengan mistar no.9).8.10.1.10 b:Garis yang dihasilkan gagal Pemeliharaan Rapido dan Pena gambar (trek-pen) Cara membersihkan rapido adalah sebagai berikut : a. karena tinta tersebut akan membasahi mistar dan terisap oleh kertas.10 a: Tinta tampak melebar Gb.1. Tinta yang kita isikan di antara dua mata pena dengan tinggi x pada gambar 1.Hal – hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan trek pen adalah sebagai berikut : a. 9 pada gambar 1. Lepaskan pena dari tangki/rumahnya dengan menggunakan kunci pena yang tersedia.8. b.9) Hindarkan pena bagian lunaknya basah dengan tinta. Lihat no 7 pada gambar 1.10. a).

1.c. Untuk mengeluarkan tinta di dalam pen. kemudian semprot kembali dengan air keran sampai bersih ! Gb.11 : Cara membersihkan mata rapido . ketuk-ketukkan pen tersebut secara perlahan.

Untuk mengetahui ketiga macam penggaris tersebut perhatikan gambar 1. maka mata pena harus diratakan dengan cara mengasahnya pada batu asah atau ampelas halus (lihat gambar 1. (2) Penggaris – T (teken hak) : sebuah penggaris – T terdiri dari sebuah kepala dan sebuah daun.1. Jika kedua bagian mata pena tidak rata.Gb. (3) Penggaris/mistar skala yaitu mistar untuk mengukur dengan ukuran skala. 1 : 3 dan seterusnya. geserkan mistar 45o ke atas atau ke bawah (lihat anak panah) sesuai dengan kebutuhan ! . misalnya skala 1 : 2.14 ) caranya sebagai berikut : (1) Letakkan mistar 45o mendatar dengan posisi 1 ! (2) Letakkan mistar 30o / 60o rapat pada sisi bawah dan peganglah/tekan ! (3) Untuk membuat garis-garis sejajar sumbu x. Gb.13.12: Cara membersihkan trekpen Setelah dipakai trek-pen harus segera dibersihkan.1. baik tegak maupun mendatar (lihat gambar 1.13: Macam-macam penggaris Gb. dan sebuah segitiga siku-siku 600.12). b) Penggaris dan cara Penggunaannya Untuk menggambar dipergunakan beberapa macam penggaris antara lain : (1) Penggaris segitiga : sepasang segitiga terdiri dari segitiga siku sama kaki. Penggaris – T digunakan untuk menarik garis-garis horizontal dengan cara menekankan kepala Teken hak pada tepi kiri dari meja gambar dan menggesernya ke atas atau ke bawah. Cara membersihkannya adalah dengan memutar daun/mata pena kemudian bagian dalam dari trek-pen tersebut dibersihkan dengan lap/tissue.14: Penggunaan penggaris segitiga Penggunaan Penggaris Segitiga Sepasang penggaris segitiga dapat digunakan untuk membuat garis tegak lurus atau garisgaris sejajar.1.

16 Mengampelas Tempatkan penggaris segitiga pada posisi 1 dan buatlah garis (m) ! Kemudian baliklah penggaris segitiga pada posisi 2 dan buatlah garis (n) ! Jika garis m dan n yang dibuat hasilnya tidak sejajar (berimpit) maka penggaris tersebut harus diluruskan. Gambar 1. 2) Jangka sedang dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 50 mm sampai dengan 100 mm 3) Jangka kecil (jangka pegas) dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 5 mm sampai dengan 50 mm . yaitu dengan meletakkan penggaris segitiga pada garis lurus (di atas segitiga lainnya) lihat gambar 1.1.15 Memeriksa ketegak lurusan penggaris segitiga penggaris Segitiga - Gb. (2) Penggaris jangan digunakan untuk membantu memotong kertas. Periksa kembali penggaris segitiga tersebut sampai garis yang dihasilkan sejajar/berimpit c) Jangka dan kelengkapannya. ataupun digunakan untuk mengetok/memukul yang berakibat penggaris menjadi lecet.(4) Untuk membuat garis-garis sejajar sumbu Y atau garis-garis yang tegak lurus sumbu x. sehingga jika dipakai untuk menggambar maka hasil garisnya tidak lurus lagi (3) Sebelum dipakai penggaris lebih baik diperiksa terlebih dahulu ketegaklurusannya. kita dapat membuat garis-garis mendatar maupun garis-garis tegak Pemeliharaan Penggaris / Mistar Segitiga Yang perlu diperhatikan untuk pemeliharaan penggaris segitiga adalah : (1) Sebelum digunakan.15.16). Macam – macam Jangka Macam – macam jangka yang biasa digunakan untuk menggambar terdiri atas : 1) Jangka besar dipergunakan untuk menggambar lingkaran dengan diameter 100 mm sampai 200 mm. penggaris harus dibersihkan terlebih dahulu dengan lap atau jika perlu dicuci. Penggaris yang tidak dibersihkan akan mengotori kertas gambar. putarkan mistar 45o menjadi posisi 2 (5) Dengan cara menggeser mistar 45o pada posisi 1 dan memutar mistar 45o ke posisi 2. Jangka adalah alat yang berfungsi untuk membuat lingkaran atau busur lingkaran baik dengan ujung pensil atau dengan tinta. yaitu dengan cara menggosokkan penggaris segitiga yang lengkung tersebut pada ampelas yang diletakkan di atas meja rata atau meja kaca (lihat gambar 1.

5.4. Jangka orleon ini dapat dipergunakan menggambar lingkaran dengan diameter 1 mm sampai dengan 5 mm Gbr. 1.25.35.18 Kotak Jangka e) Macam – macam Mal Macam – macam mal yang dipergunakan untuk menggambar teknik terdiri atas mal huruf.1.17 Macam-macam jangka Kotak Jangka (Penyimpan Jangka) Jangka disimpan di dalam kotak jangka sesuai dengan tempat dan bentuk dari jangka tersebut (lihat gambar 1. (1) Mal huruf Mal huruf dipergunakan untuk membuat huruf dengan perantaraan pensil mekanik/rapido. 0. 0. mal lingkaran. Mal huruf mempunyai ukuran 0.7.4) Jangka orleon dipergunakan untuk membuat lingkaran yang tidak dapat dibuat oleh jangka kecil.19) .18) Gbr 1. mal busur (kurva). dan 2 mm (lihat gambar 1. 0. mal elips dan mal khusus (tanda-tanda pengerjaan dan semacamnya).

cincin poros dan bentuk–bentuk elips kainnya.Gb 1. sedangkan untuk titik-titik 4. 5 dan 6. hiperbola. mal digeser pada posisi 2 sehingga didapat lengkungannya. Mal Elips Mal elips dipergunakan untuk membuat elips misalnya gambar–gambar silinder. dan 3 mal ditempatkan pada posisi 1. Contoh penggunaannya perhatikan gambar … . . epicicloida. Untuk garis yang memotong 1. hipocicloida dan semacamnya.19 Mal huruf (2) Mal Busur (mal kurva) Mal busur (mal kurva) dipergunakan untuk membuat lengkungan-lengkungan yang teratur misalnya lengkungan parabola. Gb 1.20 Mal kurva (3). 2.

Salah satu contoh mal dengan bentuk lain adalah mal untuk tanda pengerjaan (lihat gambar 1.22 Hasil gambar dengan menggunakan mal elips (3).Gb 1. Dengan alat ini garis–garis yang perlu dapat terlindung dari penghapusan. anak panah. konstruksi listrik dan lain–lain. Misalnya untuk simbol–simbol pengerjaan. tanda pengerjaan. simbol– simbol dan konstruksi pipa. Pelindung penghapus dipergunakan untuk menghilangkan garis yang berdekatan.21 Mal Elips Gambar di bawah merupakan gambar yang dibuat dengan pertolongan mal elips.24) . Penghapus dan Pelindung Penghapus Penghapus dipergunakan untuk menghapus garis pensil yang tidak berguna agar tidak merusak kertas gambar dan tidak meninggalkan warna pada kertas gambar pergunakan penghapus putih yang halus.23) Gb. atau bagian garis yang salah dapat dihapus (lihat gambar 1. Mal / Sablon dengan Bentuk lain Mal/sablon dengan bentuk lain yang khusus ini mempunyai bentuk bermacam–macam. Hanya garis. lingkaran.23 Mal Khusus f). 1. Gb. 1.

1. kertas ukuran A1 mempunyai ukuran 600 mm x 450 mm.24 Pelindung penghapus g) Papan gambar dan Meja gambar Papan gambar ukurannya disesuaikan dengan ukuran kertas. Papan gambar harus mempunyai permukaan yang rata dan tepi yang lurus.Gb. Gambar 1.26 menunjukkan mesin gambar jenis kereta pada mesin ini pasangan penggaris dan alat putarnya ditempatkan pada sebuah kereta vertikal yang penggarisnya dapat digerakkan secara vertikal dan keseluruhannya dapat digerakkan secara horisontal pada kereta horisontal. Papan gambar khusus yang dipasang di atas sebuah standar ini disebut juga meja gambar.25 Papan gambar h) Mesin Gambar Mesin gambar adalah sebuah alat yang dapat menggantikan alat–alat gambar lainnya seperti busur derajat. 1. Gb. segitiga dan ukuran. pengganti – T. . misalnya untuk kertas ukuran A0 mempunyai ukuran 1200 mm x 900 mm. agar kepala dari penggaris – T dapat digeser.25 menunjukkan sebuah standar papan gambar khusus yang dapat diatur ketinggiannya maupun kemiringannya. Gambar 1.

b) nama gambar. 4) Huruf. h) skala gambar. dan skala pengecilan. misalnya . Skala penuh digunakan bilamana gambarnya di buat sama besar dengan benda sebenarnya ( 1 : 1 ). 1 : 5. e) tanggal menggambar atau selesainya gambar.Gb 1. j) satuan ukuran yang digunakan. 5 : 1. g) ukuran kertas gambar yang dipakai. Yang dicantumkan pada etiket meliputi: a) Nama yang membuat gambar. 2 : 1.26 Mesin gambar jenis kereta 3) Etiket (kepala gambar) dan Skala Gambar. misalnya : 1 : 2. Skala pengecilan digunakan bilamana gambarnya di buat lebih kecil dari benda yang sebenarnya. Contoh etiket seperti pada gambar 1. Ada 3 (tiga) macam skala gambar.27 Etiket Skala gambar adalah perbandingan ukuran linier pada gambar terhadap ukuran linier dari unsur yang sama dari benda. k) berbagai data yang diperlukan untuk kelengkapan gambar. skala pembesaran.27 Gb 1. yaitu : ukuran penuh. Garis dan Konstruksi Geometri a) Huruf dan angka . i) proyeksi yang dipakai pada gambar tersebut. Setiap gambar kerja selalu ada etiketnya. Skala pembesaran digunakan jika gambarnya di buat lebih besar daripada benda sebenarnya. f) tanggal diperiksanya gambar dan nama yang memeriksa. c) nama instansi/departemen/sekolah. 10 : 1. d) nomor gambar. 1 : 10. Etiket dibuat di sisi kanan bawah kertas gambar.

5. Penulisan huruf dan angka tegak Penulisan huruf dan angka miring Dasar ukuran diambil dari tinggi h dari huruf besar.Dalam menggambar teknik.5 mm. catatan-catatan.5. ruang minimum antara garis dasar dan jarak antara perkataan dijelaskan pada tabel 3.5 mm. jarak antara huruf-huruf. jelas dan seragam. Dalam ISO 3098 / 1 – 1974 diberikan contoh huruf miring dan huruf tegak. 3. huruf-huruf. 5. Tabel 3 Perbandingan huruf yang dianjurkan . Tinggi h (tinggi huruf besar) dan c (tinggi huruf kecil) tidak boleh kurang dari 2. Berdasarkan perbandingan tebal huruf dan tinggi huruf. dengan huruf kecil setinggi 2. Syarat yang perlu diperhatikan pada huruf dan angka adalah harus mudah dibaca.5 mm maka h akan menjadi 3. judul dan sebagainya.7. Angka perbandingan tinggi dan lebar huruf diambil dari perbandingan ukuran kertas yang distandar yaitu  2. huruf dan angka dibagi menjadi dua tipe yaitu : 1) Tipe huruf A ( d = h / 14 ) 2) Tipe huruf B ( d = h / 10 ) Perbandingan yang dianjurkan untuk tinggi-tinggi huruf kecil. Jika terdapat gabungan antara huruf besar dan kecil. Daerah standar tinggi huruf adalah sebagai berikut : 2. mudah ditulis. angka-angka dipergunakan untuk memberi ukuranukuran. 14 dan 20 mm.

.7 5 1 7 1.8 20 4 28 c (7/10) h2.05 1. d.5 3.5 3.4 e (6/14) h 1.7 7 1 10 1. i.8 28 c (10/14) h2. a.5 3. h.4 2 e (6/10) h 1. seperti misalnya LA.35 0.35 3.. sama dengan tebal huruf d.25 0.4 10 2 14 2.5 5 7 10 14 20 Catatan : Jarak antara dua huruf a boleh dikurangi setengahnya. .5 2.7 1 1. a.1 3 4.4 a b (2/14) h (20/14) h 0. bila mana ini memberi efek visual yang lebih baik. TV dsb.7 1 1.5 0.5 5 0.5 5 7 10 14 h Perbandingan (14/14) h2.2 6 8.25 0. i.5 0. d.4 14 2 20 2. seperti misalnya LA.1 3 4.35 0. sama dengan tebal huruf d. bila mana ini memberi efek visual yang lebih baik.4 1.5 0.5 Ukuran 3.5 5 7 10 14 h Perbandingan (10/10) h2.5 5 7 10 14 20 Catatan : Jarak antara dua huruf a boleh dikurangi setengahnya.5 0.2 6 8.5 2.2 a b (2/10) h (14/10) h 0. TV dsb.5 Ukuran 3. h.18 0.Huruf A ( d = h/14 ) Sifat Tinggi huruf Tinggi huruf besar Tinggi huruf kecil (Tanpa tangkai dan kaki) Jarak antara huruf Jarak minimum antara garis Jarak minimum antara Perkataan Tebal huruf d (1/14) h 0. Huruf B ( d = h/10 ) Sifat Tinggi huruf Tinggi huruf besar Tinggi huruf kecil (Tanpa tangkai dan kaki) Jarak antara huruf Jarak minimum antara garis Jarak minimum antara Perkataan Tebal huruf d (1/10) h 0.

Garis-garis berpotongan khayal (imaginer). Tabel 4 Macam-macam garis dan penggunaannya. (ISO. Garis-garis arsir. Garis-garis nyata dari penampang yang diputar ditempat. Jenis-jenis garis dan penggunaannya dapat dilihat pada table 4. B4. Garis sumbu pendek. Garis-garis ukur. Tipis kontinu bebas C. B7. B6. Garis-garis nyata (gambar) A2.Huruf dan angka jenis TECHNIC BOLT Huruf dan angka jenis ISOCT SHX b) Garis Dalam gambar teknik dipergunakan beberapa jenis garis dalam bentuk dan tebal sesuai penggunaannya. B2. bila batasnya bukan garis . B5. C1. Garis-garis batas dari potongan sebagian atau bagian yang dipotong. B3. (lurus atau lengkung) B B1. R 128) Jenis garis A Keterangan Tebal kontinu Penggunaan A1. Garis-garis penunjuk. Garis-garis proyeksi/bantu. Garis-garis tepi Tipis kontinu.

H Garis bergores tipis. Bagian yang berdampingan. Garis sistem (pada baja profil). Tipis kontinu dengan sigsag Garis gores tebal D1. K3. J Garis bergores ganda tipis K H1. Bagian benda yang berada di depan bidang potong. Garis nyata terhalang. J1.bergores tipis. G3. D. gambar 1. yang dipertebal pada ujungujungnya dan arah perobahan arah. Penunjukkan permukaan yang harus mendapat penangan khusus. K1. Garis sumbu. Pada gambar 1. memperlihatkan contoh-contoh penggunaan jenis-jenis garis.27 a. K5. Bentuk semula sebelum dibentuk. E Garis gores tipis F Garis bergores tipis G F1. Sama dengan C1.27 b. Garis tepi terhalang G1. E2. dan gambar 1. K2. K4. Lintasan. Batas-batas kedudukan benda yang bergerak. Garis simetri. Garis bergores tebal. E1. Garis tepi terhalang. Garis (bidang) potong. G2. .27 c. Garis nyata terhalang F2.

dengan titik A sebagai pusatnya ! (c). Dengan tidak merubah jangka (r1 = r2). lingkarkan r2 tersebut dengan titik pusat di B. Gambarkan garis A-B (sembarang) ! (b). Tarik garis tipis dari C ke D hingga memotong garis A-B di E. sehingga berpotongan di C dan D ! (d). Lingkarkan jangka dengan jari-jari r1. sehingga AE = EB ! . 1.c Gb.27 Penggunaan macam – macam garis c) Konstruksi Geometri (1) Membagi Garis Sama Panjang Caranya : (a).

7 (a) misalkan n = 15 bagian sama besar ! (b) tentukan garis AB dan gambarkan ! (c) tarik garis pertolongan dari titik A ke bawah dengan sudut sembarang ! (d) tentukan jangka dengan jari-jari r = A-1 ! (e) buatlah garis batas dengan jangka yang mempunyai jari-jari r tersebuit dengan titik pusat berturut-turut A-1.Gb. 3. E. D. ….29 Membagi garis A – B sama besar (2) Membagi Garis Menjadi n Bagian Sama Besar Caranya : lihat gambar 3. 3. (3) Membagi Sudut Sama Besar Caranya : a) Buat sudut BAC yang akan dibagi dua sama besar ! b) Tentukan r1 dengan jangka dan lingkarkan dengan titik pusat di A. hingga didapat perpotongan garis di C. sampai dengan 14 ! (f) hubungkan titik B dengan 15 (sebagai garis penutup) ! (g) buatlah garis sejajar (menggunakan mistar satu pasang) melalui 1. 2. 1. hingga memotong garis AB di D dan garis AC di E ! . dan seterusnya ! Diperoleh AC = CD = DE = EF = FG dan seterusnya. 2. dan seterusnya yang sejajar dengan garis penutup. … .

32 a) Gambarkan sudut BAC yang akan dibagi sudutnya menjadi tiga bagian sama besar ! b) Perpanjang AC ke kiri sebagai garis pertolongan ! c) Tentukan r1 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di A hingga berpotongan di E.32 Membagi sudut menjadi 3 bagian (5) Membuat Sudut 60o Caranya : 1) tentukan garis OA mendatar ! 2) tentukan r (sembarang) dan lingkarkan busur dengan titik pusat di O ! 3) Pindahkan jangka yang berjari-jari r 9tidak diubah) dengan titik pusat di B hingga berpotongan di C ! 4) Hubungkan O dengan C ! . D. 1. r1 dan lingkarkan dari titik pusat E dan F hingga berpotongan di G ! e) Tarik garis bantu dari D ke G hingga berpotongan di H ! f) Bagi tiga panjang H-E hingga didapat 1’ dan 2’ ! g) Tarik garis dari G ke 1’ dan G ke 2’ hingga didapat I dan J pada lingkaran ! h) Hubungkan I dan J dengan A. 1. (4) Membagi Sudut Menjadi Tiga Bagian Caranya : lihat gambar 1. dan F ! d) Tentukan r2 = 2 . sehingga didapat 3 sudut sama besar ! Gb.Gb.31 Membagi sudut sama besar c) Tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di D dan E. sehingga berpotongan di F ! d) Hubungkan garis dari titik A ke titik F ! Diperoleh sudut BAF = sudut FAC.

33 Membagi sudut 600 dan 300 (6) Membuat Sudut 30o Caranya : a) buat garis OA mendatar ! b) tentukan jari-jari r dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan di B ! c) pindahkan titik pusatnya ke B hingga berpotongan di C ! d) pindahkan kembali titik pusat ke B dan C hingga berpotongan di E ! e) hubungkan O dengan E hingga didapat AOE mempunyai sudut 30o ! (7) Membuat Sudut 90o Cara I : a) tarik garis AO dan perpanjang ke kiri ! b) tentukan r1 dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan di B dan C ! c) tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di B dan C hingga berpotongan di D ! d) hubungan O dengan D maka sudut AOD = 90o ! Cara II : a) tarik garis OA mendatar b) tentukan r (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan di B ! c) pindahkan lingkaran yang berjari-jari r ke titik pusat B dan berpotongan di C ! d) pindahkan kembali ke titik pusat C dan berpotongan di D ! e) putarkan kembali dengan titik pusat di D dan C hingga berpotongan di E ! f) hubungkan O dengan E maka sudut AOE = 90o. Gambar 1.Diperoleh sudut AOC = 60o. .

35 Membuat sudut 450 (9) Membuat segi empat beraturan Caranya : 1) Tarik garis sumbu AB (mendatar) ! 2) Lingkarkan jangka dengan r = ½ sisi segiempat yang dikehendaki (lingkaran bertitik pusat di O) ! 3) Lingkarkan busur dengan jari-jari R (sembarang) dan bertitik pusat di A dan B.Gb. sehingga didapat titik C dan D ! 4) Hubungkan C dan D melalui O (sehingga didapat sumbu tegak). 1. 1. memotong lingkaran di E dan F ! .34 Membuat sudut 900 (8) Membuat Sudut 45o Caranya : 1) Buat garis OA mendatar dan perpanjang ke kiri ! 2) Tentukan r1 dan lingkarkan dengan titik pusat di O hingga berpotongan di B dan C ! 3) tentukan r (sembarang) dan putar dengan titik pusat di B dan C hingga berpotongan di D ! 4) tarik garis bantu dari O ke D hingga berpotongan dengan busur lingkaran r1 di E ! 5) tentukan r2 (sembarang) dan lingkarkan dengan titik pusat di B dan E hingga berpotongan di F 6) hubungkan O dengan F sehingga didapat sudut AOF = 45o ! Gb.

hingga memotong lingkaran di titik D dan E. lalu hubungkan D dengan E hingga memotong sumbu AB di titik F ! 6) Ukurkan jangka dari F ke G (r2 = FG) dan lingkarkan r2 tersebut dengan titik pusat di F hingga memotong sumbu AB di H ! 7) Ukur GH dengan jangka (GH = r3) ini merupakan sisi segilima beraturan ! 8) Pindahkan r3 berturut-turut dengan titik pusat di I.36 Segi empat beraturan 5) Tarik garis sejajar AB melalui E dan F ! 6) Tarik garis sejajar EF melalui A dan B. K. hingga berpotongan di titik G. dan J ! Maka segiempat GHIJ adalah segiempat beraturan. (10) Segi lima beraturan Gb. I. Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dari titik pusat B.37 Segi lima beraturan Caranya : 1) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r1 dengan titik pusat di O ! 2) Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan dengan lingkaran di A dan B ! 3) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r dengan titik pusat di A dan B hingga berpotongan di C! 4) Tarik garis dari O ke C hingga memotong lingkaran di G ! 5). 1. dan L ! . H. 1. J.Gb.

D. E dengan L.9) Hubungkan G dengan I.39 Segi tujuh beraturan Caranya : 1) tentukan jari-jari r1 dan lingkarkan dengan titik pusat di O ! 2) tarik garis mendatar (sumbu) melalui O hingga didapat titik potong A dan B ! 3) buat garis tegak lurus AB melalui O hingga berpotongan di P dan perpanjang ke atas ! 4) dengan cara lukisan. hingga didapat 1’. 5’. 2’. F dengan C. garis AB dibagi tujuh bagian sama besar. dan F ! 4) hubungkan A dengan D. 3’. dan C dengan A. dan 7’ ! .38 Segi enam beraturan (12) Segi tujuh beraturan Gb. dan L dengan G. hingga didapat titik potong dengan lingkaran di C. 1. 1. I dengan J. E. 4’. j dengan E. D dengan E. sehingga didapat segilima beraturan ! (11) Segi enam Beraturan Caranya : 1) Tentukan jari-jari r dan lingkarkan dengan titik pusat di O ! 2) Tarik garis sumbu mendatar melalui O hingga berpotongan dengan lingkaran di A dan B ! 3) Lingkarkan jangka yang berjari-jari r tadi (tidak dirubah) dengan titik pusat di A dan titik pusat di B. hingga didapat segienam beraturan ! Gbr. B dengan F. 6’. E dengan B.

Misalnya untuk segi-11. dan seterusnya hingga didapat segitujuh beraturan ! (13) Segi-n Beraturan Untuk membuat segi-n beraturan dengan cara pendekatan. Q-R. 1.40 Segi-n beraturan (14) Elips Elips dengan dua lingkaran pertolongan sepusat dapat dilukiskan dengan langkah-langkah seperti berikut : a) tentukan titik pusat lingkaran O ! b) buat lingkaran kecil dengan jari-jari r dan lingkaran besar dengan jari-jari R yang titik pusatnya di titik O’! c) bagi lingkaran tersebut menjadi 16 bagian sehingga pada lingkaran besar terdapat titik potong . selain dapat dilukis dengan menentukan lingkaran pembantu terlebih dulu. Untuk membuat segi-n beraturan ini. yaitu garis tengahnya dibagi dalam n bagian sama besar. S-T. perbedaannya hanya terletak dalam pembagian garis tengahnya. maka garis tengahnya dibagi menjadi 11 bagian.5) ukur dengan jangka dari A ke 1’ (A1’ = r2) dan lingkarkan r2 tersebut dengan titik pusat di A hingga berpotongan dengan perpanjangan AB di E ! 6) ukur dengan jangka dari O ke E (OE=r3) dan lingkarkan r3 tersebut dengan titik pusat di O hingga memotong garis perpanjangan OP di G ! 7) tarik garis dari E ke G hingga memotong lingkaran di titik H ! 8) ukur dengan jangka dari H ke 3’. T-U. ini merupakan sisi segitujuh ! 9) pindahkan s=H-3’ ke P-Q.40). R-S. Gb. dapat dilakukan/dilukiskan seperti cara melukis segitujuh beraturan. Sedangkan untuk menentukan panjang sisi r selalu diambil jarak dari 3’ ke titik H pada gambar segi-7 atau titik F pada contoh segi-n = 11 untuk gambar berikut. dapat juga dilukis dengan menentukan panjang sisi segi-n terlebih dahulu (lihat gambar 1.

Alat-alat gambar yang biasa digunakan antara lain: a) kertas gambar. ke kiri. dan 14. E. dan P. 15. 2. 11. catatan-catatan. 16 ke kanan! e) Buat garis vertikal dari I. dan O. 12 ke kiri. dan 8’. c) macam-macam mistar. 16! d) Buat garis horizontal dari titik potong 2. dan K. 4) Dalam gambar teknik huruf-huruf. 8. 2) Standar gambar teknik merupakan suatu keseragaman yang telah disepakati bersama dengan tujuan untuk menghindari salah pengertian dalam komunikasi teknik. g) papan gambar dan meja gambar. H. f) penghapus. Sedangkan tipe huruf dan angka berdasarkan perbandingan tinggi huruf dan tebal huruf adalah tipe huruf A (d=h/14) dan tipe huruf B (d=h/10). cara menggunakan alat gambar serta membersihkan dan menyimpan alat-alat gambar dengan baik. 7. hingga berpotongan di 1’. ke kanan. 5) Macam-macam garis pada gambar teknik antara lain: a) garis tebal kontinu. f) garis bergores . 13 = 13’. C. hingga berpotongan di 6’. e) garis bergores tipis. 16’ menggunakan mal busur. dan 16’! h) Hubungkan titik A’ dengan 2’. pena atau rapido. 4’. F. 3) Untuk dapat menggambar teknik dengan baik diperlukan alat-alat gambar yang lengkap. ….A. 3’. dan L. G. 14’. 2’. 4. 15’. 11’. Huruf dan angka harus jelas. c) penuangan gagasan dan pengembangan. b) pensil. begitu juga titik N. dan 3’! f) Buat garis vertikal dari M. dan sebagainya. d) jangka. 6. 4. 7’. hingga mendapatkan elips yang diinginkan! c. Penulisan huruf dan angka biasanya dalam bentuk tegak dan bentuk miring. Rangkuman 1 1) Gambar merupakan sebuah alat untuk menyatakan maksud terutama bagi orang-orang teknik. 10. 3. B. b) pengawetan dan penyimpanan. 5. garis horizontal dari titik potong 6. sedangkan 5 = 5’! g) Buat garis vertikal dari titik J. 10’. judul. c) garis tipis kontinu bebas. d) garis gores tebal. hingga berpotongan dengan garis mendatar 9 = 9’. h)mesin gambar. e) macam-macam mal. …. Gambar teknik berfungsi sebagai : a) penyampaian informasi. seragam dan bentuk huruf harus mudah ditulis dan dibaca. …. P dan pada lingkaran kecil terdapat titik potong 1. 12’. b) garis tipis kontinu. 3. angka-angka dan lambang-lambang dipergunakan untuk memberi ukuran-ukuran.

c) menggambar segi-segi dan elips.tipis yang dipertebal pada ujung-ujungnya. b) membagi dan membuat sudut. Masing-masing jenis garis tersebut mempunyai kegunaan sendiri-sendiri. 6) Gambar konstruksi geometri diperuntukkan melatih ketrampilan dalam menggunakan peralatan gambar. . Konstruksi geometri antara lain: a) membagi garis.