P. 1
laporan mikdas

laporan mikdas

|Views: 58|Likes:
Published by Wahyu Redfield
Mikrobiologi
Mikrobiologi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Wahyu Redfield on Mar 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

laporan mikdas BAB I PENDAHULUAN I.

1 Maksud dan Tujuan Percobaan

I . 1.1 Maksud Percobaan 1) Mengetahui dan memahami alat-alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi farmasi serta prinsip kerjanya. 2) Mengetahui dan memahami media yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi farmasi serta cara pembuatannya. I . 1.2 Tujuan Percobaan 1) Mengetahui dan memahami fungsi, cara pengunaan, cara mensterilkan dan prinsip kerja dari alat-alat yang digunakan dalam laboratorium mikrobiologi farmasi. 2) Mengetahui dan memahami cara membuat medium NA (Nutrient Agar), NB (Nutrient Broth), PDA (Potato Dekstrose Agar), PDB (Potato Dekstrose Broth), dan TEA (Touge Ekstrak Agar).

I.2

Prinsip Percobaan

Pengenalan seluruh alat-alat yang terdapat pada laboratorium mikrobiologi farmasi berdasarkan kegunaannya, prinsip kerja, dan prinsip sterilisasinya. Pembuatan medium NA (Nutrient Agar), NB (Nutrient Broth), PDA (Potato Dekstrose Agar), PDB (Potato Dekstrose Broth), dab TEA (Touge Ekstrak Agar) dengan cara menimbang, mencampur, memanaskan, menyaring serta sterilisasi media pada suhu 1210C dan tekanan 2 atm selama 15 menit.

Lazimnya. Zat hara sebagai sumber karbon. sehingga menghasilkan medium yang menunjang pertumbuhan berbagai ragam bakteri dan mikroorganisme lain(2). nitrogen. mikroorganisme pencemar akan tumbuh dan medium jadi keruh.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II . sintesis sel. lalu mecoba memformulasikan suatu medium. 1 Teori Umum Sebelum dapat menumbuhkan mikroorganisme dengan sebaik-baiknya. Bila medium biakan yang disiapkan ini tidak disterilkan dan dibiarkan selama beberapa hari. oksigen. Yang dimaksud dengan medium disini adalah bahan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme (1). sumber energi. Medium alamiah seperti susu skim. ekstrak daging. vitamin atau nukleosida(2). energi. dan kadang-kadang ekstrak khamir dilarutkan dalam air dengan jumlah yang bermacam-macam. Medium padat diperoleh dengan menambahkan agar. Setelah medium biakan disiapkan. Zat hara digunakan untuk pertumbuhan. keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. hanya semata-mata dituang kedalam wadah-wadah yang sesuai seperti tabung reaksi atau labu dan disterilkan sebelum digunakan. substansi-substansi rumit tertentu seperti pepton. sulfur. semi padat dan cair. namun sebagai makhluk hidup bakteri memerlukan kebutuhan dasar yang sama. Agar berasal dari ganggang merah. dan membeku pada suhu diatas 45oC. Melainkan. medium biakan mengandung air . yaitu meliputi air. dan juga dalam cawan petri sehingga permukaan lebih luas untuk pertumbuhan mikroorganisme (2). dan faktor tanah(1). Agar digunakan sebagai bahan pemadat karena tidak diuraikan mikroorganisme. Kandungan agar sebagai bahan pemadat dalam medium adalah 1.5-2 % (2). Dalam tabung seringkali medium yang berisi agar diletakkan dalam keadaan miring yaitu medium yang disebut agar miring. Medium kimiawi tidak digunakan dalam kultivasi rutin bakteri karena medium kimiawi dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme . Keragaman yang luas dalam hal tipe nutrisi diantara bakteri diimbangi dengan tersedianya berbagai medium yang banyak macamnya untuk keperluan kultivasi. Medium biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat bakteri terdapat dalam bentuk padat. Dalam bahan dasar medium ini dapat berupa asam amino . Maka sebelum digunakan medium perlu disterilkan terlebih dahulu (2). mineral. hidrogen serta unsur-unsur sekelumit (trace elements). phosphat. Medium dalam bentuk kaldu nutrien atau yang mengandung agar disiapkan dengan cara melarutkan masing-masing bahan yang dibutuhkan atau . tidak menimbulkan masalah dalam penyiapannya sebagai medium. pertama-tama harus dapat memahami kemampuan dasarnya terlebih dahulu. karbon. Meskipun persyaratan medium beragam. medium ini harus disterilkan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk membiakkan mikroorganisme. Pembiakan mikroorganisme dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme.

misalnya pada nutrien broth mengandung ekstrak daging dan pepton . larut dalam air mendidih . tidak berb : dalam wadah tertutup baik :untuk melarutkan campuran sampai homogeny. 2 Uraian Bahan (6:96) : Aqua destillata : Aquadest / air suling : H2O / 18. tidak berwarna. Harus diingat bahwa agar yang dipakai adalah agar murni yang hanya untuk memadatkan medium bukan untuk makanan mikroba (4). Penyimpanan Khasiat Kegunaan : dalam wadah tertutup baik : sebagai zat tambahan : pemadat medium tipis 1) Aquadest Nama resmi Nama lain RM / BM Pemerian Penyimpanan Kegunaan 3) Dekstrosa (7:30) . 2) Agar (6:74) Nama resmi Nama lain Pemerian : Agar : Agar-agar : berkas potongan memanjang. Medium alamiah adalah medium yang terdiri dari alam. Bila ditambah agar akan menjadi medium padat yang disebut medium agar. berbentuk kepingan. sedangkan medium semi alamiah merupakan paduan antara bahan alamiah dengan senyawa kimia seperti contohnya Potato dekstrose agar dantoge ekstrak agar (5). medium merupakan lingkungan buatan yang dipakai untuk mempertahankan kehidupan atau untuk mengembang-biakan bakteri diluar tubuh manusia. II .02 : cairan jernih. tidak bau.lebih mudah lagi dengan cara menambahkan air pada suatu produk komersial berbentuk medium bubuk yang sudah mengandung semua nutrien yang dibutuhkan (3). Kelarutan : praktis tidak larut dalam air. Medium juga dibedakan atas medium alamiah dan medium semi alamiah. Medium pertumbuhan dibutuhkan dalam proses isolasi bakteri.

Nama resmi Nama lain RM / BM Pemerian : Dekstrosa monohidrat : Gula jagung : C6 H12O6H2O/ 198. : dalam wadah tertutup baik : penyediaan karbohidrat dalam medium .tidak berwarna. Kelarutan : larut dalam air. Penyimpanan Kegunaan : dalam wadah tertutup baik : penyedia nutrient dalam medium : dalam wadah tertutup baik : sebagai komposisi dalam medium 5) Sukrosa (7:782) Nama resmi Nama lain RM / BM Pemerian Kelarutan Penyimpanan Kegunaan 6) Kentang (8) Kerajaan : plantae : Soc charum : Saccarum : C12H22O11 / 342. tidak berwarna. Penyimpanan Kegunaan 4) Pepton (7:721) Pemerian : serbuk kuning kemerahan. Kelarutan : mudah larut dalam air dan air mendidih. sel granul putih. bau khas tidak busuk.17 : hablur. rasa manis. sukar larut dalam etanol. tidak berbau. praktis tidak larut dalam etanol dan eter. : praktis tidak larut dalam kloroform .30 : hablur putih. sampai cokelat.

warna cokelat kering sampai tua. BAB III .Divisi Sub divisi Kelas Sub kelas Ordo Family Genus Spesiaes : spormatophyta : angiospermae : dicotyledoneae : sympatalae : solanales : solanaceae : solanum : Solanum Tuberosum 7) Touge (8) Kerajaan Divisi Sub divisi Kelas Sub kelas Ordo Family Genus Spesies : plantae : spermatophyte : angiospermae : dicotyledoneae : apetalae : Rosales : fabaceae : phaseulas : Phaseules mungo 8) Ekstrak Beef (7:1152) Pemerian : massa berbentuk pasta.

1 Alat dan Bahan III . spektrofotometer. autoklaf. sukrosa. 2. pipet volume. Erlenmeyer tersebut kemudian disterilkan di autoklaf selama 15 menit. Disiapkan alat dan bahan. 2 Cara kerja 1) Pengenalan alat Alat-alat yang diperkenalkan dalam laboratorium digambarkan lengkap dengan bagian-bagiannya. dan labu ukur). Ditambahkan aquadest sebanyak 250 ml hingga larut sempurna selama 15 menit . agar dekstrosa. oven. 6. pipet tetes. III .METODE KERJA III . alat instrument ( inkubator. tabung durham. touge dan ekstrak beef. pepton. 7. spoit. 1. dan penangas) dan alat lainnya (ose bulat dan ose lurus) III . 2) Pembuatan medium (a) Pembuatan medium NA 1. batang pengaduk. 5. Erlenmeyer yang berisi bahan tadi kemudian disumbat dengan kapas yang juga dibalut dengan aluminium foil. . 3. dan hand sprai). Dimasukkan medium kedalam Erlenmeyer. alat-alat non glass (sendok tanduk. kentang. Diaduk rata pada penangas air kemudian diangkat.counter. neraca analitik. 4.mikroskopik. Enkas.1 Alat Alat – alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat. laminar air flow. colony. botol semprot. 1. gelas ukur.2 Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah aquadest. kegunaan dan prinsip kerjanya. Erlenmeyer. Ditimbang komponen medium dengan menggunakan timbangan analisis untuk volume yang diinginkan. tabung reaksi. pingset.alat gelas (cawan petri.

. kemudian disaring. Dipanaskan kentangnya dengan menggunakan aquadest sebanyak 150 ml sampai mendidh selama 15 menit. 6. Dipanaskan sampai larut sempurna. 2.(b) Pembuatan medium TEA 1. 6. Disiapkan alat dan bahan. 7. kemudian dimasukkan ke dalam Erlenmeyer. Ekstraknya dicampur dengan dekstrosa dan agar. Dimasukkan ke dalam autoklaf selama 15 menit dengan suhu 1210C. 5. Disterilkan dalam autoklaf. Dimasukkan medium ke dalam lemari pendingin. 3. Disiapkan alat dan bahan. Direbus dengan aquadest hingga mendidih dan didapat ekstraknya. kemudian dicuci sampai bersih. (c) Pembuatan medium PDA 1. 2.dan agar 1. Dimasukkan ekstrak touge yang sudah disaring kedalam labu Erlenmeyer.dekstrosa 1 g. 5.5 g. 4. 8. Dihomogenkan dan dipanaskan. 4. Ditimbang touge sebanyak 20 g dan dicuci hingga bersih. Ditimbang kentang sebanyak 20 g. Dikupas kentang dan diiris kecil-kecil. 3. Ditimbang sukrosa sebanyak 12 g dan agar. 7.

Kimia Kons. 1 Data Pengamatan Klp I II III IV V VI Medium NA NA PDA PDA PDB TEA Jrs. 2 Gambar LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Beker glass Cawan petri . Bentuk sintetik Padat Semi sintetik Sintetik Cair Semi sintetik Sintetik Cair Semi sintetik Padat Padat Cair IV .BAB IV DATA DAN HASIL PENGAMATAN IV .

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Pembakar Spiritus Erlenmeyer LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Gelas ukur Tabung reaksi LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Cawan porselin Batang pengaduk .

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Autoklaf Laminar air flow LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Inkubator Spektrometer LABORATORIUM MIKROBIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI Colony Counter .

Botol semprot adalah sebagai tempat penyimpanan air suling dan digunakan pula pada proses pewarnaan mikroba. h. Batang pengaduk digunakan untuk mengaduk atau mancampur medium. g. Cawan petri digunakan sebagai tempat membiakkan mikroba yang akan diamati pada medium padat. k. b. Spoit adalah alat untuk mengambil / memindahkan cairan. Bunsen adalah sterilisasi berupa pemijaran alat misalnya pada ose. 3 Pembahasan Alat-alat yang sering digunakan dalam laboratorium mikrobiologi umum terbagi atas: 1) Alat-alat gelas antara lain: a. 3) Alat-alat elektrik antara lain: a. e. j. Gelas ukur digunakan untuk mengukur bahan-bahan yang akan digunakan. Rak tabung adalah alat untuk menyimpan tabung reaksi. f. Labu Erlenmeyer digunakan untuk mencampur bahan-bahan medium yang akan dibuat atau sebagai tempat medium.terdiri dari dua sendok pada masing-masing ujungnya salah satunya berukuran kecil dan lainnya besar. Ose bulat digunakan untuk menanam mikroba dengan cara menggores permukaan medium agar cawan. Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk mensterilkan alat-alat yang tidak tahan panas dan juga digunakan untuk mensterilkan medium menggunakan uap air bersuhu 1210C selama 15-30 menit. b. . Pipet tetes adalah pipet yang digunakan untuk pengambilan zat-zat yang berupa cairan. d. Sendok tanduk adalah alat untuk mengambil zat yang berupa serbuk. Tabung reaksi berfungsi sebagai tempat untuk membiakkan bakteri atau menyimpan medium yang berupa zat cair atau zat padat. c. 2) Alat-alat non gelas antara lain: a. d. Gelas piala berfungsi untuk mengukur bahan-bahan dan mencampurkan bahan-bahan. Ose lurus digunakan untuk menanam mikroba dengan cara menusuk pada medium agak tegak. c. Tabung durham berfungsi untuk menampung gas hasil permentasi. i.Mikropipet IV .

e. Perebusan b. Colony counter adalah alat untuk menghitung jumlah koloni mikroba yang tumbuh dalam cawan petri. Caranya adalah dengan membakar langsung alat tersebut diatas api lampu spiritus sampai berpijar. . menggunakan panas kering pada suhu 1800C selama 2 jam. Sterilsasi basah terbagi atas: a. misalnya sterilisasi ose yang terbuat dari platina. Pasteurisasi Keuntungan : mikroba apapun akan mati akibat pemanasan. (3) Sterilisasi secara basah Sterilisas yang dapat membunuh mikroorganisme karena panas basah dapat menyebabkan denaturasi protein termasuk enzim-enzim di dalam sel mikroorganisme.yaitu: (1) Sterilisasi dengan pemijaran Untuk alat yang tahan panas tinggi. d. 4) Alat-alat tambahan. Metode sterilisasi a) Sterilisasi secara fisik Sterilisasi secara fisik dibedakan atas 3 (tiga) macam.b. Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk pendugaan jumlah mikroba yang didasarkan pada banyaknya cahaya (spektrum) yang mampu diserapnya. Inkubator adalah alat untuk menginkubasi mikroba dengan suhu yang sesuai dengan suhu optimum pertumbuhan mikroba. antara lain: Enkas adalah alat yang digunakan untuk kegiatan inokulasi dan isolasi agar berlangsung secara aseptis. Caranya adalah digunakan dengan suhu sekitar 1000C-1700C selama kurang lebih 2-3 jam. (2) Sterilisasi dengan udara panas kering Untuk sterilisasi peralatan gelas yang tahan terhadap panas. Tindalisasi d. Oven adalah alat untuk sterilisasi alat yang tahan terhadap suhu tinggi. f. Pemanasan dan tekanan c. Shaker adalah alat yang digunakan untuk menghomogenkan pertumbuhan mikroba pada medium cair agar kebutuhan O2 dapat terpenuhi. c.

c) Sterilisasi secara mekanik Diperlukan apabila bahan berupa larutan yang termolabil (tidak tahan panas). Alat dan bahan yang dapat disterilkan haruslah merupakan alat yang tahan akan panas agar nantinya tidak meleleh. Kerugian : dikhawatirkan senyawa kimia dapat terkontaminasi atau bereaksi dengan senyawa kimia yang digunakan sebagai pensterilisasi. Kerugian : tidak begitu efisien karena hanya menggunakan kertas saring. Digunakan pompa kalium untuk menyedot larutan sehingga dapat melewati filter. Alat dan bahan yang digunakan semua peralatan laboratorium kimia secara umum. asam amino. dan senyawa lain. Alat dan bahan yang dapat digunakan berupa peralatan-peralatan gelas. vitamin.Kerugian : dikhawatirkan senyawa kimia yang disterilkan akan berubah atau teruarai akibat temperatur atau tegangan tinggi. . b) Sterilisasi secara kimia Prinsip : menggunakan senyawa kimia Keuntungan : mensterilkan alat dan bahan yang tidak tahan senyawa kimia tertentu. Ada beberapa macam filter yaitu: Prinsip : penggunaan saringan Keuntungan : dapat mensterilkan alat dan bahan anti panas.biasanya peralatan gelas. Proses ini dilakukan dilakukan dengan menggunakan penyaringan filter yang mempunyai pori-pori yang sangat halus. Misalnya: antibiotik.

Bila medium biakkan yang disiapkan tidak disterilkan dan dibiakkan selama beberapa hari. Pembiakan mikroorganisme dalam laboratorium memerlukan medium yang berisi zat hara serta lingkungannya pertumbuhan yang sesuai dengan mikroorganisme. Yang dimaksud dengan medium disini adalah bahan yang digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme. Berdasarkan fungsinya. Setelah medium biakkan mengandung air disiapkan. Contohnya: PDA. dan cair. TEA b) Medium khusus Merupakan medium yang hanya dapat digunakan sebagai media pertumbuhan suatu jenis mikroba tertentu.mikroorganisme pencemar akan tumbuh dan medium akan menjadi keruh. Contohnya: PDA. medium ini disterilkan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan untuk membiakkan mikroorganisme. NA c) Medium diperkaya . Medium dibedakan menjadi beberapa golongan.BAB V PEMBAHASAN Sebelum dapat menumbuhkan mikroorganisme dengan sebaik-baiknya. NA. Medium biakan yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri terdapat dalam bentuk padat. Maka.yaitu : 1. Pertama-tama harus dapat memahami kemampuan dasarnya terlebih dahulu lalu mencoba memformulasikan suatu medium. semi padat. yaitu: a) Medium umum Merupakan medium yang dapat digunakan sebagai media pertumbuhan suatu jenis mikroba secara umum.sebelum digunakan medium perlu disterilkan terlebih dahulu.

Merupakan medium yang ditambahkan suatu senyawa kimia dengan tujuan memberikan nutrisi sehingga pertumbuhan mikroba meningkat. Contohnya: Lusia Bortani. e) Medium isolasi Merupakan medium yang mengandung semua senyawa esensial untuk pertumbuhan mikroba. Contoh : PDA (Potato Dektrose Agar) c) Medium semi padat Yaitu medium yang konsistensinya berupa zat setengah padat. Contohnya: TSIA (Triple Sugar Iron Agar) 2. Berdasarkan konsistensinya.Coli resistensi antibiotik dan menghambat kontaminan yang peka terhadap ampisilin. Serum Agar d) Medium selektif Merupakan medium yang selain mengandung nutrisi juga ditambah suatu zat tertentu sehingga medium trsebut dapat menekan pertumbuhan mikroba yang diinginkan.yaitu: . medium yang ditambahkan dengan ampisilin untuk merangsang E. Contohnya: Nutrien Broth (NB) f) Medium diferensial Merupakan medium yang berguna untuk mengidentifikasi mikroba dari campurannya. Contohnya: Bood Tellurite Agar. yaitu: a) Medium cair Yaitu medium yang konsistensinya berupa zat cair. Contoh : NB (Nutrient Broth) b) Medium padat Yaitu medium yang konsistensinya zat padat. Berdasarkan komposisinya. 3.

Cara-cara sterilisasi ada beberapa macam. Pancreatic Extract.a) Medium sintetik Yaitu medium yang komposisinya diketahui dengan jelas dan takarannya secara pasti. BAB VI PENUTUP VI . Brain Heart Infusion Agar. b) Medium semi sintetik Yaitu medium yang sebagian komposisinya diketahui secara pasti.yaitu: 1) Sterilisasi secara fisik 2) Sterilisasi secara mekanik 3) Sterilisasi secara kimia VI . misalnya Tomato Juice Agar. 1 Kesimpulan Dalam praktikum ini. kita dapat mengetahui mana alat yang steril dan alat yang tidak steril. c) Medium non-sintetik Yaitu medium yang dibuat dengan komposisi yang tidak dapat diketahui secara pasti dan biasanya langsung diekstrak dari bahan dasarnya. kita dapat mengetahui dan memahami kegunaan serta cara-cara penggunaan alat-alat yang berada dalam laboratorium MIkrobiologi Dasar. Selain itu juga. 2 Saran . Dengan adanya pengenalan alat ini kita dapat dengan mudah bekerja dalam laboratorium sehingga praktikum yang kita laksanakan dapat berjalan dengan baik.

MK. Sp. PT Gramedia.Universitas Hasanuddin. Jakarta (7) Dirjen POM. 1986. Universitas Hasanuddin. Universitas Indonesia. Kuliah Mikrobiologi. Plantamor. dan ECS Chan. Tehnik. Farmakope Indonesia Edisi IV. 2001. NB (Nutrient Broth) Pepton 15 g . com. PT Raja Grafindo Persada. Bibiana.Mikrobiologi Umum dalam Praktek. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Jakarta (2) Lay W. Depkes RI. 2010. Analisis Mikroba di Laboratorium. 1979.Dasar-Dasar Mikrobiologi. dan Prosedur Dasar Laboratorium. jakarta (3) Pelczaer Jr. Jakarta (4) Baedah Madjid. Makassar (5) Tim Dosen Mikrobiologi Umum. I. 1990. 1995. Jakarta (8) www. NA (Nutrient Agar) Agar Pepton Ekstrak beef Aquadest 15 g 15 g 3g 1000 ml b. Framakope Indonesia Edisi III. Depkes RI. Michael. Ratnasari.Sikap komunikatif dalam laboratorium tetap dipertahankan DAFTAR PUSTAKA (1) Oetomo Hadi. Makassar (6) Dirjen POM. 1994. Diakses tanggal 13 Februari 2011 pukul 20:04 LAMPIRAN 1) Komposisi Medium a.

TEA (Touge Ekstrak Agar) Agar Touge Sukrosa Aquadest 15 g 200 g 15 g 1000 ml . PDB (Potato Dekstrose Broth) Kentang Dekstrose Aquadest 200 g 15 g 1000 ml e. PDA (Potato Dekstrose Agar) Agar Kentang Dekstrose Aquadest 15 g 200 g 15 g 1000 ml d.Ekstrak beef Aquadest 3g 1000 ml c.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->